DEVIL ENLOVQER – 13 ~ Firstly ~

Hy ini part 13.nya semoga tambah suka yaaa😀 dan selamat membaca. Jangan lupa like dan commentnya kalian ya kalau memang suka😀. promosiin jga ke teman-teman kalian biar banyak yg bacaa😀 okeoke. Dan makasih banyak yang masih setia baca cerita ini.

@Luckvy_s  “LULUK-HF”

 

DEVIL ENLOVQER – 13

~ Firstly ~

Shilla keluar dari mobilnya. Ia mendongakkan kepalanya melihat rumah dengan pagar yang menjulang sangat tinggi dihadaapnya ini. Shilla memencet bel yang terdapat di samping tembok pagar. Ia memencetnya beberapa kali hingga ada suara yang keluar dari sana.

“Dengan siapa ?”sebuah suara keluar dari alat yang berada di samping bel.

“Ini saya Shilla. Temannya . .”shilla mencoba mengingat nama gadis pemilik rumah ini.

“Temannya Sivia “ujar Shilla mengingatnya. Seketika itu pintu pagar terbuka dengan lebarnya. Shilla segera masuk kembali kedalam mobilnya dan memasukkan mobilnya kedalam halaman rumah Sivia.

Shilla memberhentikan mobilnya didepan rumah Sivia. Ia keluar dan mendapati Seorang satpam mendekatinya. Shilla menyungingkan senyumnya kepada satpam tersebut.

“Selamat malam bisa saya bantu nona ?”sapa satpam itu. Shilla menganggukkan kepalanya.

“Bisa saya bertemu dengan Sivia ?”

“Oh bisa nona. Mari silahkan masuk. Nona Sivia ada didalam”suruh satpam tersebut dengan sopannya. Shilla menganggukkan kepalanya lagi. Ia membenahkan tas bahunya sebentar lantas berjalan menuju ked lam rumah Sivia.

“Selamat malam “sapa Shilla ketika menemui Seorang wanita paru baya yang sedang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah. Wanit a tersebut yang tak lain adalah mama Sivia sontak berdiri.

“Malam. Siapa ya ?”balas Mama Sivia.

“Saya Shilla tante temannya Sivia. Sivianya ada?”jawab dan tanya Shilla dengan sangat sopan. Ia menyalami mama Sivia.

“Panggil saja saya tante Zia”

“Oh iya tante “ujar Shilla mengiayakan saja.

“Sivianya ada dikamar. Kamu langsung masuk saja ke kamarnya “suruh tante Zia begitu saja sambil menunjukkan kamar Sivia yang berada di dekat tangga.

“Terima kasih tante “Shilla meninggalkan Tante Zia kemudian menuju kamar Sivia. Ia menaiki tangga sambil sesekali mengedarkan pandangannya disekitar rumah ini. Shilla sedikit terkagum dengan dekorasi sederhana yang ada di rumah ini . Rumah yang berwarna keemasan dan memeliki bentuk yang unik

“Europ desain .”decak Shilla menyimpulkan desain yang ada di rumah ini. Kini dirinya sudah berada di depan kamar Sivia. Shilla mengehalakan nafasnya sejenak. Setelah itu ia mengetuk pintu kamar Sivia.

TookTookkk

“Masuk . . “suruh suara dari dalam. Perlahan Shilla membuka pintu tersebut. Dan mendapati Seorang gadis yang sangat manis menurutnya sedang asik bermain piano .

“Sivia ?”panggil Shilla. Sivia yang sedang bermain piano memberhentikan pianonya dan menoleh kearah gadis yang di ambang pintu.

Sivia mengernyitkan keningnya. Melihat gadis ini. Dia sama sekali tak mengenal gadis tersebut namun sedikit merasa familiar dengan wajah Shilla.

“Siapa ya ?”tanya Sivia masih bertanya-tanya.

“Boleh gue masuk ?”Sivia menganggukkan kepalanya sedikit ragu. Shilla mengembangkan senyumnya. Ia menutup pintu kamar Sivia sebelumnya dan berjalan mendekati Sivia.

“Gue Shilla. Gadis yang loe lihat sama Alvin di restoran kemarin “jelas Shilla. Ingatan Sivia kini terjawab sudah.

“Ada apa ya ?”tanya Sivia dengan nada sedikit tidak suka. Mengapa gadis ini ada disini dan apa yang mau dia lakukan .

“Gue Cuma mau jelasin aja kok. Gue bukan pacar Alvin “kalimat terakhir yang dilontarkan Shilla membuat Sivia tersontak sangat sennag sekali. Hatinya  merasakan suatu kelegaan yang sangat dalam.

“Gue adalah sahabat Alvin dan Rio sejak kecil. Dan kemarin gue nemuin Alvin karena gue kangen sama dia. Gue baru lusa kemarin pulang dari Prancis setelah 3 tahun pindah dari Indonesia .”

“Dan soal Alvin meluk gue ataupun gue nyium Alvin. Hanya sebatas kerinduan saja . dan gak ada lebih sama sekali. Gue udah punya pacar. Jadi loe gak usah cemburu “jelas Shilla menyinggungkan senyum manisnya .

“Ja. . Ja. . Jadi. Loe bukan pacarnya kak Alvin ?”

“No . Gak banget gue sama kodok sipit kayak dia hahaha”jawab Shilla mencoba meredakan suasana yang sedikit canggung di kamar ini.

“Heheh. Sorry gue bego banget yah . udah salah faham gitu aja “cengir Sivia yang tak enak sendiri.

“Don’t worry . Bytheway. Rumah loe keren juga , Gue suka desainnya “puji Shilla.

“Oh ya. Duduk gih Shil “suruh Sivia menunjuk kea rah kasurnya. Shilla menganggukan kepalanya .

“Jadi sekarang gak ada salah faham lagi kan ?”tanya Shilla memastikan. Ia merogoh ponselnyad dari tasnya dan mencari satu nomer di contacknya. Kemudian memencet tombol hijau pada ponselnya.;

“Iya udah enggak kok. Makasih ya. Dan maaf sebelumnya “jawab Sivia benar-benar merasa bersalah. Shilla mengangguk saja.

“ Nih ada yang mau bicara sama loe.”ujar Shilla dan menyerahkan ponselnya. Sivia terbenggong sebentar.

“Alvin . “ujar Shilla pelan. Sivia sedikit ragu menerima ponsel dari Shilla. namun Shilla terus memaksanya. Ia pun mendekatkan ponselnya ke telinganya .

“Hallo “lirih Sivia pelan.

“Maafin Sivia ya kak udah salah faham sama kakak. Maaf Sivia udah bentak-bentak kakak dan marah-marah ke kak Alvin. Sivia minta maaf banget “

“Sekali lagi maaf ya kak “

“Iya. Shilla udah jelasin semuanya kok. Sekarang dia ada di depan gue “

“Iya. Setelah ini aku aktifin lagi ponselku “

“Bye” Sivia mengembalikkan ponsel Shilla.

“Tugas gue udah selesai dan gue harap loe dan Alvin gak bertengkar lagi “

“Iya makasih banyak Shil “

“Loe pacaran sama dia ?”tanya Shilla memastikan

“Belum kok “

“Oh loe ngarep dong berarti hahaha”tawa Shillla niat menggoda gadis ini.

“Ya . . iya juga sih . hehe”cengir Sivia menggaruk rambut belakangnya. Binggung mau menjawab apa .

“alvin anaknya baik banget kok . Gak salah kalau loe pilih dia “

“Loe udah sahabatan sejak kapan ?”tanya Sivia membuka pembicaraan.

“Udah dari kita kecil mungkin. Alvin dan Rio kan sepupuan dekat sejak kecil , lalu kakak gue tetanggaan sama mereka. Dan gue sering diajak bermain sama kakak gue. Jadi kita udah dekat banget sejak kecil “

“Oh. Jadi loe seumuran sama Alvin “tebak Sivia. Shilla mendelikkan matanya kaget.

“Wajah gue kelihatan sudah tua ya ?”tanya Shilla balik dan membuat Sivia binggung.

“Eh sorry. Gue salah ya ?”

“Hahahha. Gak apa-apa. Gue baru aja mau naik ke kelas 3 SMA. Dan gue milih SMA disini saja “

“SMA mana?”

“SMA . . mmmm. . apa ya namanya ?”shilla mencoba mengingat-ingat nama SMA yang dikatakan oleh papanya saat di prancis dulu.

“Ahhh. SMA ARWANA. “ujar Shilla yangsudah mengingatnya.

“Hah? Beneran ? Satu SMA dong sama gue ?”

“Wahhhh? Iya kah ?? Bagus dong jadi gue sudah punya teman. Loe mau kan berteman sama gue ?”

“Pasti dong. Mau banget malah Kak Shilla hahahah”tawa Sivia .

“Jangan panggil Kak deh. Berasa tua banget gue “

“Ahhhh gak mau. Pokoknya gue mau manggilnya Kak Shilla “

“Shilla aja Sivia . .”

“Kak Shilla . “Shilla mengangkat kedua telapak tanganya dengan pasrah .

“Whatever .”

“Eh ? emangnya loe kelas berapa ?”tanya Shilla balik.

“Mau naik kekelas 2 .”

“What ?? otak alvin kebalik kali ya pacaran sama anak SMA”gumam Shilla pelan.

“kenapa Kak ?”tanya Sivia yang melihat Shill terdiam sambil menundukkan wajahnya .

“Oh enggak apa-apa kok hehehe”balas Shilla nyengir gak jelas. Shilla mencari topik pembicaraan lainnya .

“Loe suka bermain piano ?”tanya Shilla lagi ketika matanya tertuju pada sebuah orgen besar yang ada didepan Sivia.

“Banget . Gue dan sahabat gue suka sekali bermain piano “

“Sama dong “ujar Shilla antuias sekali.

“Beneran ? kapan-kapan kita bertiga  harus main bareng “

“bertiga ? sama sahabat loe ?”

“Iya . Namanya Ify . tapi nanti kalau loe ketemu dia jangan kaget atau takut ya “ujar Sivia dengan anda tak enak

“Emangnya kenapa?”

“Dia sedikit mengerikkan hehehe “cengir Sivia. Bayangannya membayangkan wajah ify yang dingin sekali.

“Tennag aja gue pandai adaptasi kok. Gue gak bakal takut “

“Sippp “ Shilla melihat jam tangannya sejenak.

“Udah malam nih ? Gue balik dulu ya “

“Loe tinggal dimana ?”

“DI apartemen bokap gue waktu dia masih di indonesia. “jawab Shilla. dia sudah berdiri begitu juga dengan Sivia.

“Sekali makasih banyak ya. Loe gak makan malam dulu ? atau gue ambilin minum dulu ?”tawar Sivia ketika mereka berjalan menuruni tangga,

“telat lu. Gak dari tadi kek”

“Hahah sorry sorry. “

“Gak apa-apa gue Cuma bercanda.”kekeh Shilla.

Shilla menemui Mama Sivia sebentar untuk berpamitan. Kemudian ia keluar rumah dengan diantar Sivia serta mama Sivia .

“Oh Ya Kak .  . .”panggil Sivia sebelum Shilla masuk kedalam mobilnya.

“Kenapa ?”

“Lusa gue ulang tahun. Datang ya ke ultah gue , Kak Alvin dan kak Rio juga suruh datang. Oke”Shilla mengangguk dan mengangkat jempolnya. Menandakan ia sangat setuju.

“Pulang dulu ya Vi. Tante shilla pamit dulu “ujar Shilla sopan. Lantas masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan rumah Sivia dengan kelegaan. Akhirnya tak akan ada salah faham lagi.

Sivia dan mamanya kembali masuk kedalam rumah. Sivia menceritakan semuanya kepada mamanya sebenarnya apa yang terjadi. Dan kini ia sudah bisa tersenyum senang kembali .

*****

Iqbal pagi-pagi sudah bersiap untuk ke sekolahnya. Dimana pengumuman nilai kelulusan ujian nasionalnya akan keluar hari ini juga. Hatinya sedikit takut namun Ia sellau bersikap optimis saja.

“loe mau kemana?”tanya Rio. Sedari tadi malam dirinya sama sekali tidak tidur. Dan terlihat sekali pada kantong mata Rio yang mendankan dia kelelahan sekali.

“sekolah. Pengumuman kelulusan dan wisuda ”jawab Iqbal

“Good Luck “ujar Rio. Iqbal menganggukan kepalanya.

“Kak Gue berangkat dulu “

“Iya . sorry gue gak bisa nepatin janji gue “ujar Ify merasa bersalah.

“gak apa-apa kak . Gue bisa sendiri kok”

“Gue tau “ujar Ify tersenyum kepada sang adik. Senyum yang memiliki makna dan hanya Ify serta Iqbal sendiri yang tau.

“Oh ya satu lagi pesan gue , Loe berdua jangan buat gaduh rumah sakit. Sekali damai kek”nasehat Iqbal. Namun kalimat terkhir itu diabaikan saja oleh kedua makhluk setan yang pura-pura tidak mendengar omongan iqbal tersebut.

“Ckkk . .”decak Iqbal kesal namun ia lebih memelih segera beranjak dari kamar neraka itu.

Setelah kepergian Iqbal keheningan menyerang ruangan ini. Rio atau pun ify tak ada yang bergeming. Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ify membereskan barang-barangnya. Karena nanti sore atau besok pagi dirinya sudah di perbolehkan pulang. Sedangkan Rio seperti biasanya sibuk dengan kurva-kurva yang ada di layar laptopnya serta setumpuk map-map yang menurut Ify sendiri tidak penting .

“Hufftt . . “Ify melirik ke arah Rio. Dilihatnya pria itu seperti sangat kelelahan. Rio berusaha terjaga dari kanutknya. Namun apa daya pagi ini dia sangat lelah. Sudah 2 hari dirinya tidak tidur. Beginilah resiko menangung sebuah perusahan besar.

“kalau ngantuk tidur aja .”sahut Ify. Jujur ia sangat kasihan dengan pria itu. Pria yng sudah seminggu ini menjaganya dan merawatnya. Namun ia binggung mengekspresikan rasa kasihannya tersebut. Imagenya lebih ia pentingkan.

“hmm. . “dehem Rio seadanya. Tangannya masih dengan lincah berada di keyboard laptopnya.

15 menit kemudian Rio sudah tergeletak tak berdaya. Kepalanya terjatuh diatas laptopnya. Ia memejamkan matanya.

Ify telah selesai membereskan barang-barangnya. Ia tersenyum melihat kasurnya yang sudah rapi. Sejenak ia menggerakan tangan kananya. Lumayan tangannya sudah tak terasa sakit sama sekali. Meskipun terkadang terasa sedikit nyeri .

Ify menolehkan wajahnya ke arah belakang. Di mana Rio tertidur disana. Ify mengambil selimut yang ada di kasurnya lantas berjalan mendekati Rio.

“Aissh. . Mangkanya jangan kerja mulu. Sok sibuk loe”omel Ify pelan kepada pria yang ada didepannya ini. Namun tangannya membuka selimutnya lantas menaruh di atas tubuh Rio.

Ify melihat ke arah laptop Rio, entah apa yang ada di layar tersebut. Ify hanya geleng-geleng. Tak mengerti dengan angka-angka disana. Jika kurva-kurva yang tergambar di samping angka-angka tersebut Ify masih mengerti namun angka-angka itu sepertinya pasword atau kata kunci yang ada di perusahaan rio. Begitulah prediksi dari otak Ify .

“dasar cowok. .”decak ify melihat meja yang biasanya dipakai oleh Rio sangat berantakan. Dengan hati yang sedang menjadi seorang malaikat. Ify membereskan semua dokumen-dokumen Rio yang berantakan.

Ini semua dilakukan oleh Ify bukan bermaksud apa-apa atau bagaimana. Ia melakukan hal ini hanya sebagai tanda terima kasih karena pria ini telah merawatnya hingga sembuh cepat seperti ini. Sepicik-piciknya otak Ify namun diirnya masih punya rasa terima kasih yang tinggi kepada orang yang sudah berbaik hati kepadanya. Meskipun orang tersebut sebenarnya tak layak dapat kebaikan dari ify hihihihi.

Setelah melihat ke adaan kamarnya sudah benar-benar bersih dan Rio pun masih terjaga dalam tidurnya . Ify duduk sebentar di sofa. Binggung apa yang harus ia lakukan lagi.

KrryykkRyyykkkk . .

Gadis ini meraskan perutnya sangat rapat. Ify pun memelih untuk membeli makanan di kantin rumah sakit. Ia keluar dari kamar rawatnya sambil membawa dompet serta ponselnya meninggalkan Rio yang ada didalam.

*****

Shilla pergi ke SMA ARWANA. Mengurusi semua kepindahannya. Disana ia mendaptkan buku dan juga semua seragamnya. Walau pun dilihatnya sekolah ini sangat sepi karena murid-muridnya sedang libur semester. Shilla pun memelih keliling-keliling di sekolah ini dengan ditemani oleh kepla sekolah.

“Bagaimana Shil? Suka dengan sekolah ini ?”tanya kepla sekolah tersebut yang tak lain adalah Om.nya sendiri.

“Suka kok Om”jawab Shilla. Matanya masih tak henti mengedarkan pandangan ke sekolah ini. Sekolah yang sangat luas dan memeliki fasilitas yang sangat lengkap sekali.

“Kenapa kamu pindah ? bukannya enak diprancis ?”tanya Om duta mengawali pembicaraan.

“Pingin aja. Bosan disana. Papa sibuk dengan perusahaanya. Kakak juga sudah mulai cari-cari kerjaan. Dia baru saja lulus kuliah . aku sendirian ? jadi lebih memilih pindah kesini aja. Banyak temannya”jelas Shilla. Om duta mengangguki saja. Ia mengerti bagaimana sifat anak remaja saat ini .

“Kapan mulai masuk sekolah ?”

“Minggu depan. Kamu langsung pakai seragam saja “

“Oke”

“Universitasnya dimana Om ?”tanya Shilla.

“Kenapa ?”

“Soalnya Alvin sama Rio kuliah disana .”Om duta mengernyitkan keningnya .

“Mario Stevano ?”

“Kok om tahu ?”

“Dia terkenal sekali dulu di sekolah. “

“Waahh ? benerkah ?”

“terkenal tukang ributnya . tapi setelah kelas 2 perubahan pesat dialami sama anak itu. Nilainya selama 2 semester selalu dia atas rata-rata yang lainnya dan itu menjadikan sebuah sejarah di sekolah kita”jelas Om duta

“Masak Om ?”

“Tanya saja sama kakakmu. Kakakmu sahabatnya Rio kan ?”Shilla mengangguk-anggukan kepalanya.

“Tuh disana universitasnya “tunjuk Om duta pada tower besar yang berlambangkan huruf W diatas sana. Shilla tersenyum menatap universitas itu .

Setelah berbincang-bincang banyak. Shilla memelih pamit. Ia ingin menghampiri Rio. Shilla pun lantas beranjak menuju perusahaan Rio.

*****

Rio terbangun dari tidurnya . Ia lantas kelagapan sendiri karena semua pekerjaanya belum selesai. Dan besok adalah dedline untuk menyelesaikan ini semua. Ia menyentuh selimut yang ada di tubuhnya.

“Ehh. . “kaget Rio. Ia mengedarkan pandangannya, mecari gadis tersebut . namun  sama sekali tak ada tanda-tanda adanya Ify disana.

“kemana gadis itu ?”gumam Rio. Sedetik kemudian ia tak mempedulikannya. Rio pun meneruskan pekerjaanya kembali.

Ify masuk kedalam kamarnya kembali. Dengan membawa 2 kantong keresek yang berisi banyak makanan. Rio menoleh ke arah ify dengan heran.

“dari mana loe ?”tanya Rio. Ify tak menjawab dan hanya mengangkat kedua kantong kreseknya.

“Gue beliin loe Roti. Tuh makan “ujar Ify dan melemparkan sebungkus roti seenaknya ke arah Rio.

“Bisa yang sopan dikit ?”decak Rio kesal. Ify tak menanggapinya. Ia memelih duduk di atas sofa dekat Rio. Sedangkan Rio duduk dibawah.

“Ambilin kopi gue sama susu coklat gue dong “suruh Ify menunjuk ke arah kresek putih disamping Rio.

“Loe beri berapa ?”

“satu doanglah “

“Kok gak beliin gue juga?”protes Rio

“Siapa loe?? Siniin minuman gue “dengan terpaksa rio menyerahkan sekotak Kopi kemasan dan juga susu coklat kemasan. Rio melihat saja apa yang dilakukan oleh gadis didepannya ini. Ify membuka 2 kemasan minuman tersebut. Lalu menuangkan susu coklat kedalam kopi tersebut lantas mengocoknya sedikit.

“Gue minta “ujar Rio dengan anda sedikit tinggi. Jujur yang diminum oleh ify adalah minuman kesukaan Rio.

“ENGGAK!! Ini Minuman kesukaan gue “teriak Ify sambil memundurkan minumannya .

“Gue juga mau ! Itu minuman kesukaan gue juga!!”paska Rio

“Loe bisa gak sih gak maksa! Enggak Ya gak Rio “

“anak kecil ngalah!!”

“Gue tau loe kok emang udah tua kayak om-om tuh di luar sana. Gak usah maksa loe “

“Ckkkk. Gadis ini . . .”Dengan gerakan cepat Rio segera menarik minuman ify lantas menghabiskannya dengan satu tegukan. Sedangkan ify hanya melongo menatap nasib minumannya sudah diminukm Rio dengan tak berdosanya.

“Hmmm. . enaknya . . “ujar Rio. Ia melemparkan bungkus minuman yang kosong itu ke arah ify lalu meneruskan pekerjaanya kembali.,

“YAAAAAAHHHHHHH”teriak Ify sangat emosi. Ia meremas-remas bungkus minuman tersebut setelah itu ia  lemparkan dengan keras ke kepala Rio.

PLAAAKKK

“Awwwwww”Ringgis Rio merasakan kepalanya sangat sakit sekala.

“Loe kira kepala gue ajang buat pukul ?”

“Apa loe?Dasar Cowok gak tau diri”

“Apa loe bilang ? hah? Ulangi sekali lagi!!”tantang Rio.

“Cowok brengsek yang ngerebut ciuman pertama gue. Cowok bodoh yang gak tau kalau nyawanya diincar pembunuh. Cowok gak tau diri merebut minuman orang seenaknya. LOE COWOK GILAAAAAAA”teriak ify meluapkan semuanya. Rio melotokan matanya tajam ke arah Ify mendengar ucapan ify tersebut emosi Rio memuncak.

JTAAAAKKKK

“Kalau ngomong itu difikir dulu cewek bodoh”dengan mulusnya Rio memukul kepala Ify menggunakan sepatunya. Ify meringis kesakitan . ia membelai rambutnya yang nyeri .

“LOE PERGI DARI SINIIII”usir Ify .

“Ogah. Kerjaan gue masih banyak “

“KELUAR GAK ??”

“GAK”

“KELUAAAAAARRRRR” teriak ify . Mungkin suara Ify itu terdengar sampai luar. Dan sangat sering sekali penghuni rumah sakit hanya mengelus dada mendengar teriakan-teriakan atau keributan didalam ruangan VVIP nomer 12 ini. Rio menyobek satu kertas. Kertas tersebut ia remas-remas menjadi lingkaran.

“BAWEL LOE . “bentak Rio. Ia menatap ify tajam lantas menyumpal mulut Iyf dengan kertas yang telah ia remas tadi.

“Aasssmmmpppgggghhh . .”Ify meludahkan kertas terbut. Ia mengusap-usap bibirnya yang terasa tidak enak.

“DEMI APA GUE PINGIN BUNUH LOE !!!”kesal ify. Ia mendang tubuh belakang Rio dengan kakinya setelah itu segera beranjak ke kasurnya. Ia tak mau terus ribut dengan orang yang mejengkelkan seperti cowok itu .

“Gue doain Loe dapat cewek bodoh! Dapat pasangan yang mengerikan ! dapat pacar yang aneh !! Loe itu pria busuk ! pria gak tau diri! Pria bodoh super super bodoh !”Ify terus meluncurkan berbagai umpatanya kepada Rio. Namun Rio tak mau menaggapi gadis itu. Ada hal yang lebih penting yang harus ia selesaikan hari ini. Yaitu pekerjaanya.

*****

Iqbal  mendapatkan surat kelulusannya. Beserta semua ijazahnya yang telah ia ambil. Ia melangkahkan kakinya dengan gontai. Ia tak suka dengan saat-saat seperti ini. Dia harus mengambil rapotnya sendiri. Sedangkan semua temannya ditemani oleh orang tua mereka.

“Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan “panggil guru Iqbal yang berada di atas panggung. Pelaksanaan wisudanya pun sekarang juga. Karena waktu yang sangat tipis jadi dijadikan satu dengan hari ini. Iqbal binggung kenapa dia dipanggil. Namun ia segera berdiri dari kursinya menuju ke atas panggung. Dan dapat dilihatnya semua penonton yaitu teman-temannya yang sedang duduk bersama orang tua mereka .

“Inilah murid paling berprestasi di SD SETIA BUDI. Dimana iqbal ini dari kelas satu selalu mendapatkan peringkat pertama “ujar sang guru. Dan semua penonton memberikan tepuk tangan yang sangat meriah. Iqbal mekasakan senyumnya agar dapat ia tunjukkan. Sang guru memberikan sebuah piala kepadanya.

“Ada yang ingin kamu sampaikan Iqbal ?”tanya sang guru .Iqbal berfikir sejenak sebelum ia menganggukan kepalanya. Sang guru pun memberikan mic. Yang sebelumnya dipegangnya .

“terima kasih sebelumnya kepada tuhan yang maha esa. Terima kasih kepada semua guru-guru yang sudah mengajarkan banyak hal kepada Iqbal. Terima kasih untuk mama yang sudah mendidik iqbal dari kecil. Walau pun sekarang mama sudah tidak bersama Iqbal lagi. Iqbal tetap berucap terima kasih kepada Mama. Iqbal harap mama tersenyum bahagia disana. Terima kasih buat Papa meskipun berada jauh dari Iqbal. Terima kasih sudah mencari nafkah untuk hidup Iqbal dan kakak Iqbal. Dan yang terakhir. Yang sangat Iqbal ucapkan rasa terima kasih dan beribu terima kasih. Kakak Iqbal yang seharusnya sudah janji akan menemani iqbal disini.  Kakak adalah kakak terhebat sedunia. Tidak ada kakak yang seperti dia. Kakak yang selalu mendidik adiknya dengan caranya sendiri dan membuat Iqbal tau apa itu keberanian dan selalu optimis. Terima kasih semuanya “ Iqbal menahan agar air matanya tidak keluar. Ify selalu mengajarinya agar tidak menangis didepan banyak orang walau dalam keadaan apapun. Karena air mata menunjukkan kelemahan orang tersebut .

Tepuk tangan Riuh disana. Guru yang berada di samping Iqbal sudah meneteskan air matanya. Bagaimana bisa anak masih dini seperti Iqbal dapat merancang sebuah kalimat-kalimatlayaknya orang dewasa. Guru tersebut memeluk iqbal dngan sangat erat.

“kamu adalah sejarah tersendiri yang selalu ibu ingat “bisik guru tersebut lantas melepaskan pelukannya. Iqbal tersenyum saja dengan ucapan gurunya tersebut. Ia kemudian turun dari panggung. Dan kembali ke tempat duduknya. Dimana bayak para orang tua teman-temannya yang memberikan selamat kepadanya .

*****

Entah mengapa hati ify merasa ada yang aneh. Ia merasakan perasaan kerinduhan. Ia merasakan ada sesuatu yang ingin membuat air matanya ini terjatuh.

“Apa loe sekarang lagi menyebut nama Mama bal ?”batin ify mulai bertanya. Ia dapat merasakan bagaimana perasaan kerinduan seorang mama dan papa. Ify tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya ketika melihat sang adik yang merindukan mamanya. Ify tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini.

“Seharusnya gue nepatin janji gue bal “perasaan batin seorang adik dan kakak tak akan bisa pernah lepas. Layaknya ibu dan anak. Begitulan hati ify dan iqbal sudah menjadi satu. Ify menahan agar ia tak menangis. Sekeras mungkin ia menahannya.

Rio melirik ke arah ify yang terdiam sambil menunduk. Rio merasa ada yang aneh dengan gadis itu yang tiba-tiba diam seperti patung.

“Loe gak apa-apa Fy ?”tanya rio membungkamkan suaranya. Ify terpelonjat kaget lantas mendongakkan kepalanya dan berusaha bersikap seperti biasa.

“gak. Kenapa ?”tanya Ify dengan nada dinginya.

“gak apa-apa.. Gue hanya memastikan loe gak mati disaat gue ada disini “ujar Rio mencari alasan.

“Ckkk. “decak Ify kesal. Ia segera mengambil ponselnya dan menyalan musik kesukaanya. Ia mengenakkan earphone kesukaanya yang telat tertancap pada ponselnya.

*****

Shilla memasuki perusahaan Rio. Ia berjalan sampai didepan ruang kerja Rio. Seperti kemarin baru saja ia ingin masuk namun seorang gadis sudah mencegahnya dengan tatapan tak enak dilihat.

“Mau apa lagi ya ?”sinis gadis itu yang tak lain adalah Agni sekertaris Rio.

“Loe siapa sih ?sekertarisnya kan ?Gue masuk lah “

“Maaf. Selain yang berkepentingan dilarang masuk”

“Gue adiknya kak Rio. Sekarang gue mau masuk”paksa Shilla. tatapanya menantang tatapan Agni.

“Hah? Adiknya ? maaf ya Pak Rio enggak punya adik “

“Loe belagu banget sih ? baru juga sekertaris. Loe gak usah sok deh”bentak Shilla kasar. Ia menepis kasar tangan Agni yan g menghalanginya masuk.

“AKU BILANG GAK ADA YANG BOLEH MASUK”bentak Agni balik. Shilla yang sudah hampir membuka ruang kerja Rio menghentikan aktifitasnya . Ia menbalikkan badanya dengan tatapan yang penuh emosi kepada gadis didepannya ini.

“Gue mau ketemu Kak Rio . Ngerti !!”

“Pak Rionya gak ada didalam. Dia sedang keluar “

“terserah loe!!”Shilla mendorong kasar bahu Agni lantas membuka pintu ruang kerja Rio.

Shilla masuk kedalam. Dan benar saja ia tidak menemukan keberadaan Rio didalam. Shilla kembali keluar dan sudah disambut tatapan sinis oleh Agni.

“Sudah saya bilang kan ?”

“Peduli gitu sama omongan loe ? MAKASIH “decak Shilla sinis. Ia mengibaskan rambutnya seolah untuk membuat sekertatis itu kesal kepadanya. Dan benar saja setelah kepergian Shilla , Agni mencak-mencak penuh kekesalan. Bahkan ia sudah melepaskan kedua sepatunya untuk ia lemparkan ke arah Shilla.

“Siapa sih cewek itu ? Sok Banget !!!!”

Bersambung . . . . .

Mohon jangan jadi silent reader dong. Bagi yang bisa like / comment minta banget ya like dan commenannya setelah baca cerita ini😀 dan minta bantuan untuk promosiin juga😀 makasih atas bantuannya semuanyaa😀 . dan semoga masih terus dan terus membaca part-part selanjutnyaa😀 thaankkkk youuuu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s