DEVIL ENLOVQER – 14 ~ Fight again Fight again ~

Hy ini part 14.nya semoga tambah suka yaaa😀 dan selamat membaca. Jangan lupa like dan commentnya kalian ya kalau memang suka😀. promosiin jga ke teman-teman kalian biar banyak yg bacaa😀 okeoke. Dan makasih banyak yang masih setia baca cerita ini.

@Luckvy_s  “LULUK-HF”

 

DEVIL ENLOVQER – 14

~ Fight again Fight again ~

Dengan bantuan Iqbal dan  Rio, semua barang-barang Ify di masukkan kedalam mobil Rio. Hari ini Ify sudah di perbolehkan untuk pulang. Betapa senangnya hati gadis ini akhirnya dapat bebas dari jeratan obat-obat yang sangat menyiksanya .

Rio dan Iqbal sudah masuk duluan di dalam mobil, Mereka menunggu ify yang ingin menemui dokter Andi sebentar. Terjadi perbicangan sejenak antara Iqbal dan Rio didalam mobil.

“Kak. Makasih banyak udah mau jagain kak Ify”ujar Iqbal memeluai pembicaraan. Ia sudah duduk manis di tempat duduk belakang.

“Gue ngelakuin ini atas balas budi gue karena kakak loe udah nyelametin nyawa gue”jawab Rio.

“Iya gue tau kok”

“Gue boleh tanya ?”

“Apa?”

“Kakak loe itu manusia gak sih ?”tanya Rio dengan wajah polosnya. Iqbal hampir tertawa dengan kencang mendengar pertanyaan Rio yang seperti itu.

“Gue aadiknya aja binggung kak. Apalagi loe. Hahahah”

“Heran gue ada cewek kayak dia “

“Tapi kakak gue adalah kakak yang paling luar biasa loh kak. Udah pinter, jago dalam semuanya. Wahhh cewek ideal banget deh “ujar Iqbal antuasias dengan wajah yang membanggakan Seorang Alyssa saufika umari. Rio mendengar pujian Iqbal untuk Ify menjadi ngeri sendiri.

“Loe lagi ngefitnah kakak loe sendiri ?”sinis Rio dalam sekejab iqbal menelan ludah dalamnya.

“Kayaknya sih gitu kak”jawab Iqbal lebih polos dengan pertanyaan Rio tadi.

BRAAAKKKK

“Ayo berangkat “ujar Ify yang sudah masuk dengan seenaknya dan menutup pintu seenak jidatnya. Ify duduk tenang di samping Iqbal .  sedangkan Iqbal menatap kakaknya dengan kerisihan. Rio melirik kea rah Ify dengan mata yang begitu tajam. Yang ditatap malah sok polos dan asik memainkan ponselnya.

“Loe fikir gue supir hah? Pindah ke depan “suruh Rio dengan nada yang dingin. Namun Ify malah tak mempedulikan omongan Rio. Iqbal merebut ponsel kakaknya .

“Pindah kedepan sono”suruh Iqbal kepada Ify. Sejenak Ify melihat kea rah adiknya tersebut.

“kembaliin ponsel gue “ujar Ify tajam

“Pindah duduk loe dulu “

“AIsshhh . . . “Ify membuka pintu mobil kemudian masuk kembali menduduki kursi didepan di damping Rio.

“Alay banget sih loe jadi orang “tukas Ify ke Rio.

“Mana ponsel gue ?”lanjut Ify menjulurkan tangannya ke Iqbal. Lantas iqbal menyerahkan ponsel Ify .

“Bawel lu “balas Rio. ia segera menjalankan mobilnya dan meninggalkan rumah sakit ARWANA.

Selama perjalanan tak ada yang membungkamkan suara. Hanya Alunan lagu klasik pada dvd player mobil Rio yang dapat terdengar. Rio terfokus menyetir ,Ify sibuk dengan ponselnya, dan Iqbal pun fokus mengurusi pengagum rahasianya yang selalu mengirim pesan tak jelas kepanya.

“ke kantor gue dulu. Gue ada urusan bentar disana “ujar Rio . Ify menolehkan wajahnya.

“Ogah. Gue capek mau pulang “

“Gue mau ngambil data bentar”

“Gak ada data-dataan . Gue mau Pulang !!!”paksa Ify

“Loe nyebelin banget sih “

“emang ? baru sadar ?”

“Ckkk . . Ke kantor gue “decak Rio memaksa.

“Ke rumah gue !!”

“Loe turun sekarang !!!”Rio meminggirkan mobilnya dengan cepat. Ia memberhentikkan mobilnya dengan tatapan tajamnya menatap Ify.

“Loe fikir gue takut hah ?Gue turun sekarang !!”bentak Ify lebih kasar dari yang tadi. Ia segera membuka pintu mobil Rio dan turun dari mobil Rio. Iqbal memandangi kakaknya dengan tatapan binggung. Sedangkan Rio hanya acuh tak acuh .

“Nih dompet loe !”Rio melemparkan begitu saja dompet Ify yang tertinggal di sebelahnya. Kemudian menutup pintu mobilnya kembali dan meninggalkan ify yang berdiri di pinggir jalan dengan wajah benar-benar tak percaya.

Ify menghentakkan kakinya dengan keras. emosinya mulai memuncak kembali. Dan sampai saat ini rasa bencinya kepada cowok tersebut sudah melambung sampai langit ke tujuh. Tak aka nada kata damai antara dia dan cowok itu.

“MARIIOOOOOOOOO LOE COWOK GILAAAA”teriak ify begitu sangat keras. ia tak peduli banyak orang yang menatap aneh ke arahnya.

Setelah itu Ify mnemilih menyetop taxi. Ia segera masuk kedalam taxi dan beranjak menuju ke rumahnya .

*****

Iqbal masih menatap kakaknya dari belakang, Ia sendiri tak percaya bahwa Rio benar meninggalkan kakaknya sendirian.

“kak loe serius ?”tanya Iqbal sedikit kasihan kepada Ify .

“Why not ?“jawab Rio seadanya.

“Kalau kak ify nyasar gimana ?”

“Gak akan “

“bener juga sih . Yaudah deh. Dia kan bukan manusia”simpul iqbal. Sedetik kemudian ia sudah asik duduk tanpa mempedulikkan kakaknya lagi yang berada dipinggir jalan. Begitu pun dengan Rio sama sekali tak akan peduli.

*****

Alvin dan Sivia sudah merencanakan menyambut kembalinya Ify. Mereka telah berada rumah Ify. Dimana mereka berdua menyiapkan kue coklat kesukaan ify. Sivia menyiapkan semua ini sejak tadi pagi . dan seperti perkiraannya Ify akan datang sebentar lagi .

“Siapin kuenya kak “suruh Sivia kepada Alvin. Alvin menganggukan kepalanya dan mengambil kue yang ada di atas meja.

Tak lama kemudian suara mobil berhenti dipagar rumah Ify . Sivia dan Alvin sedikit binggung kenapa Ify turun dari Taxi bukan dari mobil Rio seperti rencana awal. Sang pemilik rumah memasuki halaman Rumah. Ify menatap Alvin dan Sivia dengan tatapan binggung.

“Ngapain loe berdua ?”tanya Ify dingin. Seketika itu lamunan Sivia maupun Alvin terbuyarkan .

“Ehh . . kok loe sendirian ? Rio mana ?”tanya Alvin

“Mati. Udah mampus tuh cowok “jawab Ify penuh emosi. Setiap mendengar nama cowok tersebut hanya ada rasa emosi yang membara di jiwanya. Seakan ingin sekali membunuh cowok tersebut.

“Loe gak bareng kak Rio sama Iqbal Fy ?”tanya Sivia karena tak mungkin Alvin bertanya kembali. Ekspresi Alvin saja sudah takut kepada Ify .

“Tau ah. Gak penting tuh mereka berdua “decak ify. Kini matanya langsung terpusat pada kue coklat yang dibawakan oleh Alvin.

“Ini punya siapa ?”tanya Ify seketika itu ekspresi wajahnya berubah kembali.

“Buat loe lah. Kita mau nyambut kedatangan loe”jawab Sivia.

“benarkah ?? Waahhhhh. . . thanks . .”ujar Ify begitu senang. Bahkan ia tidak sadar jika sedetik yang lalu aura setannya telah merasuki dirinya .

“Ada yah anak kayak gini bikin jantungan mulu . “batin Alvin  mengelus dadanya. Ia menyerahkan dengan pasrah kue coklat yang langsung di rebut oleh Ify .

“Boleh gue makan ?”tanya Ify begitu antusias. Belum Sivia atau Alvin menjawab dengan ganas Ify memakan kue coklat tersebut dengan lahap.

“Loe lapar ? atau doyan fy ?”gidik Alvin menatap Ify.

“Dua-duanya deh “jawab ify di sela makannya. Sivia hanya bisa geleng-geleng saja menatap sahabatnya tersebut. Sahabat yang menurutnjya memiliki kepribadian yang sangat aneh. Dan entah mengapa dirinya sangat betah sekali bersahabat dengan orang aneh seperti Ify .

Dalam waktu kurang dari 10 menit kue coklat itu telah ludes masuk kedalam perut Ify. Alvin terbenggong menatap gadis dihdapannya itu. Sedangkan Sivia sudah tak akan kaget lagi. Ia sangat tau apa yang disukai oleh Ify dan tidak disukai oleh Ify .

“Masuk yuk”ajak Ify kepada dua orang itu. Dan mereka segera masuk kedalam.

Perbincangan ringan terjadi disana. Walaupun sepeti yang bisa di duga hanya Alvin dan Sivia yang paling banyak bicara. Sedangkan Ify malah bermain PSP Iqbal yang sempat ia masukkan kedalam sakunya sebelum diturunkan oleh Rio dipinggir jalan. Sivia membicarakan tentang acara ulang tahunnya yang akan berlangsung besok malam.

“fy loe datang kan. Please Please . . .”

“Doakan saja “

“Yaahh. . loe sahabat gue kan  Fy “

“Kayaknya sih iya “

“Kok kayaknya ??”

“daripada gue bilang enggak “Sivia mendecak kesal. Namun seperti inilah sahabatnya yang sellau berbuat seenaknya sendiri.

“besok temanya formal. Jadi loe harus pakai gaun “

“Gaun ?gak punya “

“Gue beliin “

“Gak butuh “

“Mau loe?”

“Pakai seragam. Formalkan :”

“Sekalian aja ngadain bazaar sekolah di ultah gue !”sinis Sivia yang emosi juga dengan omongan ify .

“Wahhh bagus tuh. Setuju gue . hitung-hitung amal kan”

“YAAAHHHHHHH IFYYYYYYYY”teriak Sivia sudah sangat  kesal kepada Ify. Ify langsung tertawa begitu kerasnya .

“Iya Iya gue datang. Beriisiiikk!!”

“Jangan telat “

“iya iya Sivia  . . . “ujar Ify mencoba menyenangkan hati Sivia. Gadis chubby itu bisa tersenyum kembali. Hanya mendengar jawaban begitu saja dari ify ia sudah sangat senang. Karena dari kemarin yang dirinya takutkan ify tidak mau hadir di ultahnya .

Sivia menatap jam dinding besar yang ada di ruang tamu Ify. Ia memendelikkan matanya.

“Udah jam 11 ? cepet banget “serah Sivia panik sendiri.

“kenapa vi ?”tanya Alvin heran melihat Sivia yang segera membereskan barang-barangnya .

“Gue ada janji sama papa kak”ujar Sivia buru-buru.

“Gue anter ya ?”tawar Alvin .

“Bukannya loe juga ada kelas jam setengah 12”uajr Sivia mengingatkan, Alvin diam sejenak, setelah itu ia menepokkan tangannya ke jidatnya.

“MAmpus gueee. Kok bisa lupa gue “ujar Alvin yang ikut panik seperti Sivia. Ify memnerhentikkan permainnaya. Menatap sinis ke dua orang dihadapannya yang sedang ribut sendiri.

“Loe betdua kayak ayam gak dikasih makan 2 tahun ya “sinsi Ify. Namun baik Sivia dan Alvin tak ada yang memepdulikkan omongan Ify .

“Fy gue pamit dulu ya. Jangan lupa datang ke ultah gue “

“Iya Iya “jawab ify singkat. Sivia segera keluar dari rumahnya dengan gerak cepat dan untung saja ada taxi kosong yang lewat di depan rumah ify. Sivia segera menaiki taci tersebut.

“KAK ALVIN GUE DULUAN “teriak Sivia begitu keras. dan Alvin mengaggukan kepalanya melihat kepergian Sivia.

Ify masih menatap Alvin yang membereskan barang-barangnya.

“Bukannya kemarin loe bertengkar sama sivia ?”tanya Ify yang baru ingat kejadian kemarin lusa.

“Cuma salah faham “

“O”Ify tak meneruskan membahas hal itu toh semuanya bukan urusannya.

“Loe suka beneran sama Sivia ?”tanya Ify lagi. Alvin memberhentikkan aktifitasnya. Heran juga dengan ify . kenapa tiba-tiba bertanya seperti ini.

“sepertinya beneran “

“sepertinya ?”

“Oke gue ralat. Beneran suka “ujar Alvin mantap. Ify mengangguk-anggukan kepalanya.

“Gue sih setuju-setuju aja loe sama Sivia. Tapi . . .”

“tapi apa ?”

“Gue belum sepenuhnya yakin sama loe “Alvin memelih duduki sebentar. Penasaran juga dirinya dengan maksud gadis didepannya ini.

“Kok gitu ?”

“Secara. Sepupu loe aja sudah kayak gitu. Gimana loe? “desis Ify mengambil keputusan sepihak.,

“Kok loe gitu Fy ? gue sama Rio beda lah “protes Alvin yang mengerti maksud Ify.

“sama aja kayaknya b. Sepupu loe itu brengsek, Biadab,Gak tau malu . Gak bener deh “

“Loe segitu bencinya ya sama Rio ?”tanya Alvin yang dapat dilihatnya sorot mata Ify saat membicarakan rio.

“SANGAT “

“Baru kali ini ada cewek yang gak mau sama Rio”decak Alvin geleng-geleng

“Ciih ? emang banyak gitu cewek yang suka sama Rio??”seru Ify sangat meremehkan,

“Wuisshh Gak banyak lagi. Hampir separuh gadis di kampus ngefans gila sama Rio. dan sisa separuhnya lagi ngefasn sama gue ehehhe”cengir Alvin dan hanya mendapatkan decakan sinis Ify.

“Buta semua mata tuh cewek “

“Kenapa sih loe benci banget sama Rio ? Dia kurang apa sih ? Cakep , pinar, mapan banget, semuanya bisa, Cewek mana pun pasti terpesona sama dia. Meskipun sikapnya yang kadang nyebelin. Tapi dia baik banget loh Fy “ujar Alvin menggebu-gebu .

“Loh promosi ? Sorry gue gak tertarik “tolak Ify mentah-mentah .

“Mending loe sekarang Pergi dari rumah gue “usir Ify tak berkemanusiaan.

“Tapi Tapi loe setuju kan gue sama Sivia ? yah yah yah”mohon Alvin sedikit memaksa.

“Gue fikir-fikir dulu “

“Setuju dong Fy. Gue mau buat kejutan nih di ultah Sivia . “

“Ckkk. Iya gue setuju. Tapiiii . . . .”

“Apa ?”

“sekali loe buat Sivia sakit hati dan nangis . Gue gak akan percaya sama loe lagi. Ngerti ?”ancam Ify begitu serius.

“Sumpah. Gue janji. Sangat janji “

“Gue Cuma butuh bukti “

“Oke gue buktiin “ujar Alvin penuh percaya diri.

“dan gue harap loe cepat-cepat enyah dari rumah gue !SEKARANG!!!”usir Ify sekali lagi lebih tegas. Alvin hanya bisa mengelus-elus dadanya pasrah sja menerima kelakuan gadis setan seperti Ify. Ia meraih tasnya dan segera keluar dari rumah Ify dengan kata-kata umpatan kepada Ify .

“Ada cewek ganas kayak dia . ckkk . . “gumam Alvin mengambbarkan sosok Ify di benaknya.

*****

Rio memasukki perusahaanya sambil memakai jasnya. Iqbal mengikuti Rio dari belakang karena ia penasaran sekali dengan perusahaan Haling Corps yang sangat besar. Benar saja baru berada di loby perusahaan ini, Iqbal sudah dibuat berdecak kagum oleh keindahan semua yang ada didalam perusahaan ini.

“Kak perusahaan loe besar banget yah “decak Iqbal tanpa menatap Rio. Ia masih mengedarkan pandangannya. Rio tersenyum simpul. Ia mengacak-acak rambut Iqbal dan menyuruh berjalan disampingnya , Mereka berdua segera menaiki Lift menuju ke lantai 7 dimana ruang kerja Rio berada.

Rio keluar dari Liftb bersama Iqbal. Dan Agni sang sekertaris sudah berdiri di samping pintu ruang kerja Rio membukakan pintu untuk Rio.

“Selamat siang Pak Rio. Bagaimana kabar bapak ? lama tidak berjumpa dengan bapak “sapa Agni dengan nada yang dimanis-maniskan. Jujur Rio ingin muntah setiap kali mendengar suara Agni yang sok manis seperti itu.

“Baik”jawab Rio singkat dan segera masuk ke dalam tanpa menatap Agni sedikit pun. Sedangkan Iqbal melirik sinis ke Agni yang menurutnya sangat aneh.

“Apa loe lihat-lihat ?”ancam Agni dengan melotokan mata ke Iqbal . Suara Agni dipelankan agar tak terdengar oleh Rio.

“Iqbal ayo masuk “suruh Rio. Iqbal menganggukkan kepala.

“Apa loe?”sahut ancam Iqbal ke Agni dan segera masuk menutup pintu ruang kerja Rio dengan keras.

BRAAAAKKKK

“Anak kecil sialaaannn. Siapa sih diaa. Ckckck.  . “decak Agni kesal. Ia kembali ke tempat duduknya .

Iqbal melihat ruang kerja Rio yang amat sangat luas. Rio sendiri sibuk mencaric data-datanya untuk dibawa pulang nanti. Iqbal berjalan menelusuri apa saja yang ada di dalam ruang kerja rio ini. Mulai dari laptop, Kamar mandi sendiri, Sofa yang sangat luas, televisi dengan 41 inchi dan masih banyak lainnya.

“Keren kak ruang kerja loe”

“Loe boleh main kesini kalau loe pingin “ujar Rio masih fokus dengan berkas-berkasnya yang mulai ia masukkan kedalam tas.

“yang bener kak ?”Tanya Iqbal dengan nada tak percayanya.

“Iyalah “

“Waahhh. Makasih banget kak. Pasti deh gue sering kesini “

“Kalau gue ada di perusahaan aja. Kalau gue gak ada nanti loe bsia dibunuh sama mak lampir depan tuh “ujar Rio menunjuk ke depan pintu. Iqbal mengerti yang dimaksudkan oleh Rio.

“Tuh Orang sok penting banget kak. Sok manis lagi. Hueekkk”raut wajah iqbal dibuat seolah-olah memang sangat jijik membayangkan wajah Agni tadi.

“Loe baru sehari ? gue setiap hari? Untuk gue gak step “gidik Rio yang ikit-ikutan melebay bersama Iqbal.

Rio mengkalungkan tasnya di kedua bahunya.  Semua berkasnya yang ia perlukan sudah siap didalam tasnya.

“Udah selesai ?”tanya iqbal.

“Sudah. Yuk pulang “ajak Rio. Mereka berdua pun segera berjalan keluar dari perusahaan ini .

******

Ify tertidur di ruang tamu dengan PSP yang tergeletak di sampingnya. Mungkin sudah 1 jam lebih ia tertidur disana.

Krryuukk kryyyuukk

Suara perut Ify berbunyi, ia terbangun dan memegangi perutnya yang terasa sangat lapar.

“Aisshh . . “lirih Ify karena cacing diperutnya memang benar sudah mengadakan demo massal.

“Gue binggung sama pembantu gue yang setiap hari minta pulang kampung terus “ujar Ify geleng-geleng sendiri. Ia pun melangkahkan kakinya kedalam dapur.  Mencari apa saja yang bisa ia makan.

“Masak apa ya ?? mmmm  . . Mie instan aja deh “ujar Ify. Ia pun segera memasak mie instan sebisanya. Karena mungkin hanya itu yang dapat ia buat. Ia sangat tak ahli dalam masak-memasak.

Dengan berantakannya tuh dapur akhirnya Ify bisa menyelesaikan masaknya. Ia menuangkan segelas jus jeruk di gelasnya. Lantas membawa piring yang sudah berisi mie instan tersebut serta gelasnya ke ruang tamu.

Srrtttttt . . .

Suara mobil terdengar dari luar. Ify sudah dapat menebak itu mobil siapa. Ia tak mmepedulikkannya danb meneruskan meniupi mie instannya yang masih sedikit panas.

Terlihat Iqbal masuk kedalam rumahnya, Bersama dengan Rio yang membawakan tas barang-barangnya. Baik Rio maupun Ify tak ada yang saling bertegur sapa . Rio langsung nyelonong masuk kedalam dan menaruh tas Ify di dalam kamar gadis tersebut. Sedangkan iqbal sendiri berlari ke kamarnya sendiri. Menaruh semua barang-barangnya juga dan untuk mengganti pakaiannya.

“Ckk. Sopan banget tuh cowok “desis Ify pelan. Namun ia segera mementingkan perutnya saja dari pada mengurusi cowok yang tak penting itu. Ify segera memakan mie instannya.

Rio keluar dari kamar Ify. Ia berjalan kembali menuju ke ruang tamu. Ia melihat Ify asik memakan mie instan.

“Selamat juga loh balik kerumah “sindir Rio. Ia memilih duduk sebentar di ruang tamu tepatnya didepan Ify yang asik makan.

“Kurang cabe nih . .”ujar Ify sendiri tanpa mengurusi perkataan Rio. Ia menaruh mie instannya di meja dan kembali ke dapur untuk mengambil sedikit cabe.

Melihat Ify kedalam kini pandangan Rio tertuju pada mie instan Ify yang tergeletak tak berdosa di atas meja. Perutnya terasa mengaong menyuruh Rio untuk memasukkan makanan tersebut. Tanpa fikir panjang dan menangung resiko belakangnya, Rio segera mengambil mie instan tersebut. Ia segera memakannya.

Dan dalam waktu kurang dari 5 menit. Mie instan tersebut ludes tak berdaya dilahap oleh cowok ini. Mungkin Mie tersebut tidak dikunyah oleh Rio melainkan langsung ditelan.

Rio menaruh kembali piring yang kosong tersebut. Dan bersamaan dengan itu Ify kembali ke ruang tamu. Mata nya melongo tajam menatap piringnya yang sudah kosong.

“Kenyangnyaa . . .”serah Rio tanpa berdosa.  Ify meremas cabe yang ia pengang.

“SETAAAAANNNNN”teriak Ify dan melemparkan cabe tersebut pada wajah Rio. Untung saja tak tepat di mata Rio.

“Loe  . . .loe . . gak punya otak atau otak loe udah kebalik sih ??”emosi Ify menggebu-gebu. Rio mengusapi wajahnya yang terkena cabe.

“Loe mau mata gue buta ?”

“Loe buta kek? Loe mati ke?loe keneraka seranag kek . Gue gak peduli. GANTI MIE GUEEEEE !!!!”bentak Ify tajam.

“gue duah lapar dari tadi begoooo . Gue gak mau taauuuu !! lloe ganti sekarang gak ??”

“gue gak bisa masak “jawab Rio singkat .

“Apa loe bilang ? gak bisa masak ?”

“Bodoh !! Sekarang loe beliin gue makanan. Cepetaaannn “ Rio berdiri dari duduknya. Menatap Ify dengan tatapan malas.

“Gue masih banyak kerjaan. Loe bisa buat mie lagi kan “suruh Rio seenaknya. Ify mengenggam erat kedua tangannya kuat-kuat. Melihat tatapan ify yang sudah seperti macan kelaparan. Rio segera memelih mengambil langkah seribu sebelum Ify benar-benar menerkamnya.

“RIOOOOOOOOOOOOOOOOO”teriak ify begitu kencang. Bahkan iqbal yang ada didalam kamar langsung keluar dengan kedua kupingnya yang sudah ia tutup menggunakan kedua tangannya, Sedangkan Rio telah masuk kedalam mobilnya dan memasukkannya kedalam rumahnya .

Ify menahan nafas pajang sebentar. Otaknya terasa sangat panas. Cukup sudah 1 bulan ini dia selalu di buat emosi oleh Pria tak bertanggung jawab seperti Rio.

“Loe fikir gue gak selicik loe? Mario . . “picik ify. Ia kembali ke kamarnya sebentar untuk mengambil Ipod dan juga earphonenya. Kemudian keluar lagi.

Iqbal yang sudah asik duduk di ruang tamu. Ia befrmain PSP yang selama ini dipinjam oleh Ify. Matanya menatap sang kakak yang begitu aneh .

“Loe mau kemana ?”

“Bakar rumah orang “jawab Ify tajam. Ia membuka pintu rumahnya .

BRAAAKKKK

“Astaghfirullah  , .. .”kaget Iqbal langsung mengelus dadanya berulang kali. Geleng-geleng sendiri melihat sang kakak seperti itu. Sedetik kemudian ia hanya bisa mendoakan semoga tetangganya masih hidup untuk satu jam setelah ini. AMIN  . .

Ify melangkah menyebrangi jalan. Ia menuju ke rumah tetangganya tersebut yang tak lain adalah RIO.

ToookToookkk

Ify mengetok pintu rumah Rio dengan tak beraturan.

“siap . .. . “belum selesai mengucapkan kata-katanya. Ify segera menerobos masuk kedalam. Rio yang tepatnya membukakan pintu rumahnya Cuma terbenggong dengan apa yang dilakukan oleh Ify .

“Gue minta makan . .”ujar Ify seenaknya. Ia kini duduk di ruang tamu ruang Rio. Untung saja Mama Rio sedang tidak ada dirumah dan membuat ify lebih leluasa untuk membalas dendamkan kepada cowok satu ini.

“Gak ada makanan”

“Mau rumah loe gue bakar ?”ancam ify. Ia merogoh sakunya, benar saja Ify telah mebawa celetuk korek Api dengan ukuran besar. Rio menelan ludah dalamnya.

“Loe gak beneran bakar rumah gue kan ?”panik Rio . Ify tersenyum ke arah Rio. Senyum mematikan dan siapa saja yang melihatnya hanya bisa berdoa agar dia dapat selamat. Rio telah membangunkan srigala dari neraka.

“Apa wajah gue seperti bercanda Mario ?”tantang Ify. Ify menyalakan korek apinya. Lantas perlahan ia dekatkan pada gorden yang terpasang indah di jendela Rio.

“Loe gak gila kan Fy ?”

“satu “hitung Ify

“Oke oke gue akan masal buat loe. Oke oke “ujar Rio mengalah. Ify tersenyum penuh kemenangan. Ia mematikan korek apinya ,

“Yaudah cepetan. Gue kasih waktu 5 menit. Atau rumah loe benar-benar terbakar ditangan gue “ ancam ify. Rio hanya dapat mendesis senis. Mengumpati cewek didepannya ini. Dengan malas Rio segera berjalan menuju dapurnya. Ia sendiri binggung harus masak apa .

“gue masakin mie instan aja deh “serah Rio pasarah dan tak mau meribetkan diri. Ia pun menyibukkan dirinya di dapur.

Ify masih duduk santai di ruang tamu Rio. Menahan rasa laparnya yang dari tadi terus meraung-raung. Karena merasa bosan. Ify memainkan kembali korek apinya. Menyalakan mematikan menyalakannya mematikkanya. Berulang kali Ify lakukan.

Ify memainkan korek api tersebut. Dan mencoba mendekatkan ke arah gorden jendela Rio. Diaman niatnya hanya ingin bermain-main saja. Namun tak sengaja api tersebut mengenai gorden Rio.

“Mampus gue . .”panik Ify melihat Api sudah menempel pada gorden Rio dan perlahan meninmbulkan api yang semakin merambat. Begonya Ify lagi. Korek api yang ia nyalahkan langsung ia jatuhkan di atas kursi. Korek api itu juga kini terbakar di kusri yang di duki oleh Ify.

Ify terdiam panik sendiri. Entah mengapa disaat seperti ini, seperti kejadian saat dirinya akan tertabrak. Ify sellalu tak bisa apa-apa. Ia hanya bisa diam. Bukan memelih lari Ify malah menjadi panik sendiri. Ia menggeser duduknya . karena api yang berada di kursi tersebut semakin menyebar.

“Rio. . Rio. . Riooo . “teriak ify panik. Keringat panas mengguyur wajah ify. Api tersebut semakin besar.

“BAWEL. GAK USAH TERIAk-TERIAK ! ini gue masakin “teriak Rio dari dapur. Rio masih emosi sendiri dengan Rio.

“MARIIOOOOOOOOOOOOOO”teriak ify begitu sangat kencang. Entah saat Ify berteriak seperti itu, detak jantung Rio terasa berhenti sedetik. Rio mematikkan kompornya. Ia merasa ada yang tidak beres di ruang tamu. Dengan gerak cepat Rio segera berlari ke ruang tamu .

“IIIIFFFFFYYY . . “

Bersambung . . . . . . .

Mohon jangan jadi silent reader dong. Bagi yang bisa like / comment minta banget ya like dan commenannya setelah baca cerita ini😀 dan minta bantuan untuk promosiin juga😀 makasih atas bantuannya semuanyaa😀 . dan semoga masih terus dan terus membaca part-part selanjutnyaa😀 thaankkkk youuuu :D  bacaa teruss yaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s