DEVIL ENLOVQER – 15 ~ Dasar Bodoh !!!! ~

Hy ini part 15.nya semoga tambah suka yaaa😀 dan selamat membaca. Jangan lupa like dan commentnya kalian ya kalau memang suka😀. promosiin jga ke teman-teman kalian biar banyak yg bacaa😀 okeoke. Dan makasih banyak yang masih setia baca cerita ini.

@Luckvy_s  “LULUK-HF”

 

DEVIL ENLOVQER – 15

~ Dasar Bodoh !!!! ~

                                                *****

                                      Pagi 08.00 WIB

Alvin menjemput Sivia , Hati Alvin merasakan kerinduan pada gadis ini. Dari semalam mereka berdua sudah saling telfon menelfon sampai tengah malam. Alvin dapat bernafas legah kembali. Akhirnya kesalah fahaman itu bisa selesai juga.

“Pagi . . “sapa Sivia yang sudah menunggu Alvin di depan terasnya. Alvin tersenyum menatap gadis didepannya ini. Tak ada yang berbeda darinya, Dia tetap sama seperti biasanya. Sangat ramah dan menunjukkan kecantikkanya.

“Berangkat sekarang ?”

“Hmm . .”ujar Sivia menganggukkan kepalanya. Alvin menjulurkan tangan kanannya. Dengan malu-malu Sivia menerima uluran tangan Alvin tersebut. Mereka pun berjalan beriringan menuju mobil.

Alvin membukakan mobil untuk sivia. Setelah gadis tersebut masuk dirinya pun ikut masuk melewati pintu mobil sisi sebelahnya.

Terjadi keheningan sesaat. Sebelum Sivia yang membuka pemciraan mereka.

“Ke toko kue dulu yah kak”pinta Sivia

“Buat apa ?”tanya Alvin . Sivia menoleh ke arah Alvin.

“Buat Ify lah. Dia suka sama kue coklat. Hitung-hitung nyambut dia datang dari rumah sakit “

“yaudah nanti kita beli di toko roti dekat perumahan Ify aja “ujar Alvin. Sivia mengangguk lagi.

“Lusa ultah kamu kan . . “

“Iya kak . .”

“Mau kado apa ?”Sivia mengernyitkan keningnya. Dalam hati Sivia keinginanya hanya satu. Yaitu cowok yang sedang duduk disampingnya saat ini.

“Kok diem ?”tanya Alvin membuyarkan lamunan Sivia.

“Ehh . . apa ya ? gak usah deh. Hehehe. Kak Alvin nanti datang aja udah kado paling terindah kok “jawab Sivia jujur. Alvin tersenyum mendengar jawaban Sivia .

“Yakin gak mau kado dari gue ?”

“Mmmm . . beneran sanggup beliin ??”tantang Sivia jail.

“emangnya mau apa ?”tanya Alvin lagi

“Mobil , rumah, apartement, Tiket travel ke paris, amerika , teruss .. . mm apa lagi ya . . .mmm. .”

“Gue beliiin kok”jawab Alvin dengan mantap. Sivia membelakakan matanya tak percaya.

“Beneran ?”

“Setelah nanti loe jadi istri gue “ujar Alvin tenang. Pipi Sivia terasa memanas. Wajahnya perah padam. Meskipun dapat didengar itu bukan gombalan. Namun Sivia benar-benar menjadi salting sendiri.

“ Apan sih kak . gak lucu tau “

“Gue gak bercanada. Beneran . . “

“Yah terserah loe deh . “ujar Sivia malu. Ia menolehkan pandangannya keluar jendela.

“Gue boleh tanya ?”

“Apa ?”sahut Sivia. Kini ia menoleh ke Alvin kembali.

“Loe kenapa nangis waktu ngelihat gue sama Shilla?”tanya Alvin dengan nada menggoda. Sivia menggaruk kepala belakangnya. Binggung mau menjawab apa.

“Mmm. Apa ya ? mmm . kenapa ya ?? mmm. . “

“Kenapa ?”

“gak tau kenapa “jawab Sivia kelimpungan.

“Loe cemburu ?”

“Mungkin . . “

“Bagus deh kalau cemburu “ujar Alvin penuh arti, Namun Sivia mengernyitkan keningnya. Ia tak sebegitu faham dengan ucapan Alvin barusan.

“Maksud kakak?”

“Gak ada”

“Yaudah . .”Sivia melengos pasrah. Ia mengembang kempiskan pipinya yang chubby tersebut. Membuat Alvin tersenyum untuk kesekian kalinya. Betapa tertariknya dirinya dengan gadis SMA ini. Entah otaknya sudha hampir terbalik atau bagaimana. Ia menyukai seorang gadis SMA.

Sivia mengeluarkan ponselnya. Ia mendapatkan satu pesan dari papanya.

“ada sms ?”tanya Alvin. Sivia menganggukkan kepalanya. Dan masih sibuk membalas pesan tersebut.

‘dari siapa ?”tanya Alvin pingin tau .

“Cowok . .”jawab Sivia singkat tanpa menoleh ke arah Alvin. Entah menagap hati Alvin terasa panas sendiri. Suhu didalam mobilnya berubah dratis seperti berada di tengah garis khatulistiwa.

“Teman SMA loe ?”tanya Alvin  lagi yang semakin penasraan. Ia membuka satu kancing kemejannya.  Sivia memasukkan kembali ponselnya. Ia menoleh ke arah Alvin.

“Hahahahaha , .”tawa Sivia begitu saja. Ia melihat ekspresi Alvin yang benar-benar membuatnya ingin terus ketawa.

“Kok malah ketawa?”

“Sumpah loe lucu banget kak hahhahaha”

“Hha?” Sivia mengontrol tawanya sesaat. Ia menyedikkan pandagannya pada wajah Alvin yang masih menunjukkan ketidak sukaan saat Sivia menerima pesan tadi.

“Loe cemburu ?”goda Sivia. Alvin tak akan berbasa-basi dalam hal apapun. Ia lebih suka blak-balakan dalam segalanya. Dengan nada tenangnya. Alvin lantas menjawab pertanyaan Sivia tersebut .

“Iya .”jawab Alvin mantab. Kedua kalinya Sivia dibuat kelimpungan oleh Alvin .

“Sms dari siapa sih ?”tanya Alvin lagi. Nada suaranya semakin tak enak di dengar di telinga Sivia.

“Sorry,Itu papa gue kak”jawab Sivia tak enak sudha membuat Alvin  bad mood. Alvin mengehalakan nafas dalamnya mendegar jawaban Sivia tersebut.

“Udah puas buat gue jantungan ?”sinis Alvin namun masih tersenyum kepada Sivia.

“Mmmm. .puas gak ya?? Mmmmm. Belum nih . mmmmm. . “

“Dasar “Alvin mengacak-acak lembut poni sivia. Entah ia terasa tertarik atmosfer yang ada pada diri gadis ini. Mungkin inilah yang dinamakan benar-benar jatuh cinta pada pandagan pertama. Rasa cintanya akan terasa berbeda dan sangat beda sekali.

Setelah sampai ke toko kue. Dan membeli kue untuk Ify. Mereka berdua pun segera melesat ke rumah Ify. Mereka berdua sudah merencanakan kejutan ini dengan Iqbal. Rio pun awalnya memang tau namun dia malas untuk ikut campur. Rio hanya mengantar saja tidak lebih. Itulah ucapan dari cowok dingin tersebut .

*****

17.00 WIB rumah Rio

 

Rio membuka bungkus mie instan. Ia menunggu air yang ia didihkan matang. Sambil menunggu matanya air tersebut, Rio masih mengumpati gadis yang duduk di ruang tamunya tersebut.

“Cewek bodoh !!. Mengerikan !!. Otaknya di dengkul apa tuh anak”

“Gak bisa apa masak sendiri ? toh Cuma mie instan ? pakek dipermasalahin segala ??”

“Cewek bodoh LABIL !!”

““Rio. . Rio. . Riooo . “teriak ify dari ruang tamu . Rio mendecak kesal.

“Apa lagi sih mau tuh cewek ? hidupnya ngerepotin gue mulu “gumam Rio sendiri.

““BAWEL. GAK USAH TERIAk-TERIAK ! ini gue masakin “ teriak Rio tak kalah kencang. Ia memasukkan Mie kedalam air yang menurutnya sudah mendidih tersebut . Rio tak menggubris sama sekali teriakan Ify .

““MARIIOOOOOOOOOOOOOO”teriak ify begitu sangat kencang. Entah saat Ify berteriak seperti itu, detak jantung Rio terasa berhenti sedetik. Rio mematikkan kompornya. Ia merasa ada yang tidak beres di ruang tamu.

“Ada apa sih . . “binggung rio dalam larinya.

Matanya langsung menatap tajam kearah ruang tamu. Lebih tepatnya ke arah Ify yang sudah pucat pasi dengan api yang semakin mendekat dengan gadis itu.

“IIIIFFFFFYYY . . “ teriak Rio begitu panik. Ia binggung harus menolong Ify dahulu atau mematikan apinya dahulu. Rio pun lebih memeilih kembali ke dalam dapur. Ia mengambil semprot pemadam api yang selalu tersedia di rumahnya.

Dengan gerak cepat rio menyemprotkannya ke semua api yang menyala. Untung saja dalam hitungan menit api tersebut bisa terpadamkan.

“Ma. .. af . . “lirih Ify tak beraturan. Sedetik kemudian gadis itu langsung jatuh pingsan. Rio membuang begitu saja tabung penyemprot yang ia bawah. Ia berlari mendekati Ify yang tak sadarkan diri. Semua wajah ify sudah hitam akibat asap tersebut .

“Dasar gadis bodoh !!”decak Rio benar-benar kesal . karena gadis ini merepotkannya sekali lagi. Rio segera membawa Ify ke kamarnya. Dimana kamar Rio terletak di atas. Rio membopong Ify dengan cepat. Ia takut jika Ify tak bisa bernafas. Asap api tentu sangat berbahaya. Rio sudah sangat mengerti tentang hal seperti ini.

Rio mendobrak begitu saja kamarnya. Ia segera masuk. Setelah itu ia tidurkan Ify di atas kasurnya. Rio mencari peralatan medisnya. Dengan cekatan  Rio membuka tasnya. Ia mengambil gas oksigen.

“Fy. . Fy . . “panggil Rio pelan. Tangan kirinya menopang kepala Ify agar lebih tinggi dari badanya. Tangan kanannya menyemprotkan gas oksigen pada hidung ify .

“Fy . . bangun Fy . . “Rio semakin binggung. Karena Ify masih tak sadar juga. Rio memeriksa denyut nadi Ify sebentar.

“Normal  .”gumam Rio. Ia perlaham membuka kancing kemeja Ify. Ia hanya membuka satu kancing saja. Karena ia masih mempunyai etika dan otaknya masih normal.

Rio menekan-nekan sedikit dada Ify . setelah itu menyemprotkan kembali oksigen kedalam mulut Ify selama beberapa kali.,

“Uhuuukk . Uhuukk . . “akhirnya Ify tersadarkan. Rio membantu Ify untuk duduk. Berharap asap api yang sempat masuk kedalam paru-paru gadis ini. Rio menopang kepala Ify untuk bersender di dadanya.

“Minum dulu “suruh Rio. Ia telah mengambil segelas minuman yang selalu berada di atas mejanya. Ia membantu Ify untuk minum.

“Sorry. Gue gak sengaja tadi “ujar ify pelan. Ia tau bahwa dirinya salah dan ia sepantasnya emminta maaf kepada Rio. Walau pun dia benci kepada rio namun ia bukan seorang cewek pecundang setelah melakukan kesalahan pura-pura tidak mengakuinya.

“Ckkk. Bodoh! Loe bisa ngebakar rumah gue . Ngerri gak !!”omel Rio. Mulutnya terus berkicau ria. Namun tangan rio pun terus mengecek nadi Ify yang menurutnya semakin melemas.

“Ma . .af ..benar-benar maaf . . “

“Loe gak apa-apa ?”tanya Rio. Ify menggelengkan kelapanya pelan sekali. Rio memegang dahi ify. Namun Ify segera menepisnya pelan.

“Gue mau pulang “pinta Ify.

“Loe disini aja dulu. Tubuh loe masih lemas”Ify menggelengkan kepalanya lagi.

“Earphone gue kebakar ya ?”tanya Ify.

“Hah?”Rio menganga tak percaya dengan pertanyaan bodoh yang terlontarkan dari mulut gadis ini.

“ pertanyaan loe gak ada yang lebih mutu dikit? Loe gak nyemasin rumah gue malah nyemasih earphone loh itu. Ckkk. . “desis Rio tajam. Raut wajah Ify berubah sedih. Ia sedih karena kehilangan earphonenya. Dimana earphone tersebut adalah terakhir pemberian dari kakaknya. Yaitu Sion.

“Gue gak sengaja”serah Ify kembali. Namun otaknya kini hanya terfikir pada earphonenya tersebut. Rio yang melihat ekspresi wajah Ify seperti itu jadi tak enak sendiri

“Iya  iya udah gue maafin . Sekarang loe istirhata dulu aja. Gue buatin makanan yang loe mau tadi “

“Enggak. Gue mau pulang”paksa Ify. Ia mencoba untuk membangunkan tubuhnya sendiri.

“Aww”Ify terjatuh kembali dalam pangkuan Rio. ‘

“Sudah gue bilangkan ? “sinis Rio. Ify melengos pasrah. Tubuhnya memang benar-benar lemas sekali. Rio mencoba membaringkan Ify dengan menumpuk 2 bantal sebagai tumpuhan kepala Ify .

“Sorry ngerepotin loe lagi “

“Hah? Gak salah denger gue ?”decak Rio tak percaya.

“Tapi untung loe nyadar kalau loe nyusahin banget”Ify pasrah saja dengan omelan Rio. Kejadian tadi masih membuatnya sedikit syok. Ia tak menyangka akan seperti itu.

“Gue akan ganti kerugiannya”

“Udah diem aja. Istirahat sono “tukas Rio dingin. Kemudian ia memelih untuk meninggalkan Ify di kamarnya.

Ify menatap langit-langit kamar Rio. Ia merasa sangat tak enak kepada Rio. Bibir Ify ia gigit, dirinya hampir membuat rumah orang terbakar dan membunuh nyawanya sendiri dengan tak elegan seperti ini.

****

Rio menuruni tangga. Ia membereskan kotoran-kotoran api yang berserekan di ruang tamunya. Ia melepaskan semua gordennya dengan cepat. Setelah itu ia kembali ke dapur .

“gue kasih mie ? beneran mati tuh cewek “gumam Rio.

“Gue buatin bubur aja deh. Enak gak enak bodoh banget. Dia yang makan “serah Rio lagi seenaknya. Ia pun kemudian membuat bubur ala dirinya sendiri. Entah benar atau tidak yang penting dia sudah membuatnya .

Membutuhkan waktu yang cukup lama Rio membuat bubur tersebut. Keringatnya saja sampai terus bercucucran. Pertama kali  buat dirinya memasak. Hal yang tak pernah ia lakukan selama ini.

“Otak gadis itu benar-benar sudah miring kali ya . “

*****

18.00 WIB

 

Sivia telah selesai mengurusi acara untuk ulang tahunnya besok malam. Semua teman-temannya akan diundang pada acara itu. Sivia keluar dari hotel tempat dirinya besok mengadakan acara tersebut.

BRAAAKKK

“ Sorry sorry “ujar Sivia meminta maaf kepada orang yang telah ia tabrak .

“Iya gak apa-apa kok”jawab orang tersebut dan memunggut ponselnya yang jatuh. Sivia dan orang itu lantas berdiri .

“Kak Shilla. . “kaget Sivia yang melihat orang yang ditabraknya tak lain adalah Shilla.

“Sivia. . ngapain disini ?”tanya Shilla balik. Mereka berdua lantas bersalaman dan bercipika cipiki sebagai layaknya seorang teman.

“Lagi ngurusin acara ultah gue besok kak. Disini tempatnya. Kakak sendiri ?”

“ Hha? Disini ? hahahaha . . “Shilla malah tertawa mendengar pernyataan Sivia.

“Kok malah ketawa kak?”tanya Sivia binggung .

“Yang punya hotel ini bokap gue . hahaha ”tawa Shilla sendiri. Sivia membelakakan matanya

“What ? Hotel sebesar ini kak ?”ujar Sivia benar-benar tak percaya. Shilla menganggukan kepalanya .

“Kenapa gak bilang ke gue. Kalau gitu loe kan harus bayar 2 kali lipatnya “goda Shilla

“Mahal amat kak “

“gak enak bicara disini. Yuk ke apartement gue aja “ajak Shilla. Sivia berfikir sejenak.

“Gue izin ke papa dulu ya kak , .”ujar Sivia. Shilla menganggukan kepalanya. Setelah itu Sivia beranjak meninggalkan Shilla sebentar.

Sivia menghampiri papanya yang berada di loby sedang berbincang-bincang dengan teman lamanya. Sepertinya . . .

“Pa . .  “panggil Sivia .

“Kenapa ?”sahut papanya .

“Sivia mau nemuin teman Sivia bentar. Nanti Sivia pulang sendiri aja “

“Siapa ?”tanya sang papa. Sivia menunjuk ke arah Sivia yang berada di depan lift .

“Dia pemilik anak hotel ini “ujar Sivia. Papa Sivia sedikit terkejut.

“benar kah ?”tanya papa Sivia.

“Ada apa pak aziz?”tanya teman papa sivia yang berada disebelahnya .

“Dia anak pemilik hotel ini ?”tanya papa sivia ketemannya sambil menunjuk ke arah Shilla yang asik memainkan ponselnya.

“Oh. Shilla. . Iya dia anak perempuan satu-satunya dari Pak Mark pemilik hotel ini. Dengar-dengar sih dia balik ke indonesia setelah 3 tahun di prancis “

“Wahh . . hebat juga yah “kagum papa sivia.

“Papa.  .sivia boleh ya main sama kak Shilla  . . “

“Iya boleh. Tapi nanti pulangnya hati-hati. Salam buat teman kamu “

“Sipp”Sivia segera kembali beranjak ke Shilla.

Shilla tersenyum melihat Sivia yang berjalan ke arahnya.

“Yuukk “ajak Shilla. Ia masuk kedalam lift yang sedari tadi sudah ia buka. Sivia pun mengikuti dari belakang.

Shilla menekan tombol lantai 5.  Sivia menatap Shilla dari atas sampai bawah. Benar-benar gadis yang perfect menurutnya.

“Kakakk. Dapat salam dari papaku”ujar Sivia.

“Benarkah ? salam balik deh hehe”

“besok kakak harus datang loh ke ultahku “

“Gak apa-apa nih ? kita juga baru kemarin kenalnya hahaha”

“Gak apa-apa lah. Teman kak alvin juga temanku dong”

“Ecieeee sampai segitunya haha”tawa Shilla. Pintu lift terbuka. Mereka berdua keluar masih dengan berbicang-bincang ringan.

“Kakak kenapa balik dari prancis?? Bukannya enak di prancis ?”

“Enak sih. Tapi gak ada Rio sama Alvin jadi gak enak . .”ujar Shilla. Ia menekan pasword pada tombol pengaman apartemennya.

TIITTT

Pintu apartemnet Shilla terbuka dengan sendirinya. Ia menyalahkan lampu yang berada di samping pintu.

“Waahhh keren “ujar Sivia saat melihat bagaimana luas dan indahnya apartement Shilla.

“Ini apartement apa rumah ya kak?”decak Sivia. Ia masuk kedalamnya dan terus mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru apartement Shilla. Shilla menutup kembali pintu apartemennya.

“Apartementlah. Emang sengaja dibuat besar. Soalnya dulu Alvin dan Rio sering menginap disini. “jelas Shilla.

“Hah? Iya ?”

“Banget . 3 kamar bejejer disana itu kamarnya kakak gue, Alvin dan rio “tunjuk Shilla ke 3 kamar yang berada di pojok sebelah ruang tamu .

“Kamar kakak?”tanya Shilla

“Kamar gue ada di sana “tunjuk Shilla ke arah kamar yang paling ujung kanan. Tepatnya kamar tersebut berada di belakang sendiri. Dan bisa di perkirakan bahwa kamar Shilla belakangnya terdapat balkon yang sangat luas.

“Suka sama model apartement kakak”

“Bagusan rumah loe kok”puji Shilla.

“Itu mah rumah papa ka”jawab Sivia sopan. Sivia berjalan memandangi berbagai macam figura yang terdapat banyak foto disana.

“Ini kakak sama kak alvin yah >?”tebak Sivia saat melihat salah satu foto. Dimana terdapat seorang gadis menggunakan  seragam Smp dan juga cowok dengan seragam SMA.

“Yapss. . itu udah lama banget, . hehehe”

“Ihh kak Alvin lucu banget “

“Ini foto ber 3 siapa kak ?? Kak Alvin ? kak Rio ? sama kakaknya kak Shilla? tapi kok beda yah ?”

“Hah?”tanya Shilla. ia menatap sebuah foto yang di pegang oleh Sivia saat ini.

“Oh . . bukan siapa-siapa. Loe gak kenal kok. Dan itu bukan Rio atau pun Alvin atau pun kakak gue “jawab Shilla datar. Namun terlihat sekali raut wajahnya menandakan bahwa ia tak ingin membicarakan tentang 3 orang yang berada dalam foto tersebut.

“Sorry kak. Gue salah ngomong yah ?”

“Hah? Gak kok  . .”

“Loe mau minum apa ?”

“ Gak usah deh kak . . “

“Gue telfon alvin yah? Gue suruh kesini okeoke”tanpa menunggu jawaban dari Sivia. Shilla sudah menelfon Alvin duluan .

Shilla menutup sambungannya. Sedangkan Sivia hanya terbengong tak tau harus berbuat bagaimana.

“15 menit lagi Alvin sampai heheeh “cengir Shilla.

“Ngapain panggil kak Alvin segala ??”ujar Sivia malu-malu

“Biar rame dong “

“Iya sih. Tapi gak enak sendiri hehehe”

“Sama calon pacar gak boleh gitu . “

“Apaan sih kak Shilla”

“Oh ya. Dulu kak Shilla sama kak Alvin adik kaka gitu ya ? kayaknya dekat banget . ??”tanya Sivi/ Shilla tersentak dengan pertanyaan Sivia.

“Loe mau gue cerita jujur atau gimana ?”

“Jujur deh “ujar Sivia sedikit ragu.

“Tapi janji gak bakal cemburu ?”

“Mmmm. Iya deh “

“Oke. Gue sama alvin dulu dekat banget. Saat gue masih SMP dan Alvin SMA. Alvin pernah nyatain cintanya ke gue. Alias dia suka sama gue. Mangkanya sampai sekarang dia selalu ngelindungi gue dan sayang sama gue. Tapi itu dulu. Beneran deh dulu”jelas Shilla. karena raut wajah Sivia tetlihat kaget dan sedikit jeoulus.

“Di indonesia gue udah deket dengan seorang cowok. Dan waktu itu kita sama-sama pindah ke prancis. Dan saat disana gue jadian sama dia. Dan sampai sekarang pun gue masih jadian sama dia “

“Kakak LDR dong ?”

“Yah begitula. Tapi gue sih yah gak apa-apa . yang penting bukan LDR dunia manusia dan dunia alamr barkah aja “canda Shilla dan membuat Sivia tertawa sendiri.

“terus ?”

“Gak ada terusnyalah. Intinya emang deket banget sama Alvin. Dari pada sama Rio dan Kakak gue loh ya “

“Kak Alvin orangnya baik kan ?”

“Baik banget. Perhatian. Dia kalau serius sama satu hal pasti akan seterusnya serius. “

“Beneran ?”

“Yapss. Contohnya sama loe ini. Gue rasa alvin beneran suka sama loe. Dari dia saat cerita tentang loe. Beruntung loe bisa dapetin Alvin. “Sivia jadi malu sendiri dengan perkataan Shilla.

“Tapi . .. satu hal yang harus loe hati-hati sama dia “

“Apa kak?’

“Loe gak pernah lihat alvin marah kan ??”ujar Shilla dengan raut wajah sedikit takut sendiri. Membayangkan seorang Alvin sedang marah,

“belum pernah sih kak. Emang kenapa?”

“Dia kalau lagi marah. Wahhh. .parah banget. Bisa apa saja dia hancurkan. Dia anaknya gak emosional tapi kalau sudah marah. Jangan ditanya deh  . . “

“Gitu ya ?? jadi serem sendiri.”

“Tapi tenang aja. Gak usah takut. Asal loe gak buat masalah aja sama dia. Dia juga bakan baik kok sama orang itu .”serah Shilla emncoba menengkan Sivia.

TING TONG

Suara bel apartement Shilla terdengar. Sudah bisa dipastikan siapa orang yang datang tersebut.

“Pasti Alvin. Gue buka dulu ya “ujar Shilla. ia beranjak menuju ke pintu apartemennya .

******

18.00 WIB rumah Rio

 

Rio selesai dengan hasil karya masakannya. Ia membawa mangkuk yang berisi bubur tersebut ke kamarnya. Dimana masih terdapat Ify yang tertidur disana.

“Nih makan dulu “suruh Rio kepada Ify. Ify melirik ke arah Rio yang membawa mangkok kepadanya . ify mengernyitkan keningnya.

“Itu apa ?”

“Bubur lah .”jawab Rio dingin. Ify bergidik malas,

“gue benci bubur”ujar Ify tajam. Rio menghela nafas panjangnya.

“Katanya loe laper .”

“Gue mau ayam goreng “ujar Ify datar

“Ckkk. .udah ini makan aja . loe baru aja anatara hidup dan mati”

“berhubung gue masih hidup. Jadi gue gak butuh bubur”jawab Ify santai

“Loe ngeselin banget sih “

“emang ? baru tau ?”

“YAAHHH. CEWEK BODOh !! Cepat makan bubur ini .”paksa Rio. Ia menyodorkan bubur buatannya.

“Buburnya udah loe kasih racun apa aja ?”tanya Ify melirik ke arah Rio dengan tatapan tak berdosanya. Rio mengagakan mulutnya. Emosinya menuju batas akhirnya saat ini.

“Loe masih untung yah udah gue buatin bubur. Apa wajah gue sepicik itu ? hah?”

“iya gue makan. Bawel “cerca Ify. Sedetik kemudian ify berfikir sejenak.

“Caranya gue makan gimana?”Rio mmebelakakan matanya.

“Untuk keberapa kalinya loe nyusahin gue lagi ya gadis bodoh !!”decak Rio kesal.

“Jangan panggil gue gadis bodoh !”

“Loe emang bodoh !!gak suah protes”

“berasa loe pinter aja “

“emang ? baru sadar ?”balas Rio menirukan ucapan Ify biasanya .

“Ckkk . .”Rio pun menyendokkan sesedondok bubur dan mengarahkannya kemulut Ify.

“Buka mulut loe”suruh Rio tegas. Ify melengos dan membuka mulutnya .

Untuk beberapa saat Ify mengunyah bubur buatan Rio,.

SPROOOOTTTTTTTTT

“YAAAAHHHHH”teriak Rio keras. Ify menyemprotkan bubur yang sudah ia telan dan beebrapa semprotan tersebut mengenai sedikit baju Rio.,

“HUEEKKKSS”Ify langsung muntah-muntah tak beraturan.

“Loe mau bunuh gue ? Hueeeekkkksss”Ify muntah kembali. Demi apapun hanya satu batin Ify “ITU BUKAN BUBUR TAPI RACUN TIKUS “

“Loe . .. .”decak Rio semakin emosi

“uhuuuukk Uhuuukkk .  .”Rio meredahkan emosinya. Ia melihat ekspresi ify yang seperti itu sepertinya tidak sedang bercanda. Perlahan Rio merasakan sedikit bubur buatannya.

1 detik kunyahan mulut Rio

2 detik kemudian

3 de. . . .

“HUEEKKKSS”Rio pun langsung memuntahkan bubur itu kedalam mangkok. Memang buburnya bukan rasa bubur melainkan rasa bangkai tikus yang tak layak untuk dimakan. Dengan cepat ia meminum air putih yang ia bawa.

“Loe mau bunuh gue ya Yo ?”lirih ify pelan. Rio jadi merasa bersalah sendiri. Ia memberi ify minum .

“sorry sorry. Gue gak bisa masak .”

“Cowok bodoh !!”decak ify dalam kelemasannya. Rio dan ify membersihkan muntahan yang diakibatkan oleh ify tersebut. Perut Ify rasanya benar-benar sudah tak enak sekali.

Bersambung . . . . .

Mohon jangan jadi silent reader dong. Bagi yang bisa like / comment minta banget ya like dan commenannya setelah baca cerita ini😀 dan minta bantuan untuk promosiin juga😀 makasih atas bantuannya semuanyaa😀 . dan semoga masih terus dan terus membaca part-part selanjutnyaa😀 thaankkkk youuuu :D  bacaa teruss yaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s