DEVIL ENLOVQER – 17 ~That Dream ?? OH NO !! ~

Hay ini part 17.nya semoga tambah suka yaaa😀 Maaf agak telat postnya soalnya sibuk sama tugas. Sekali lagi maaf banget ya. Dan hari ini juga gak tau bisa post berapa. Dan silahkan baca part ini ya .. Jangan lupa like dan commentnya kalian ya kalau memang suka😀. promosiin jga ke teman-teman kalian biar banyak yg bacaa😀 okeoke. Dan makasih banyak yang masih setia baca cerita ini.

@Luckvy_s  “LULUK-HF”

DEVIL ENLOVQER – 17

~That Dream ?? OH NO !!~

 

                   Pagi-pagi sekali Sivia udah bangun dan sudah mandi. Ia bersiap dengan baju yang sudah sangar rapi. Berjalan ke meja makannya. Dimana Papa dan Mamanya menunggunya disana untuk sarapan pagi.

“Mau kemana sayang kok udah rapi ?”tanya sang Mama. Sivia duduk di kursinya .

“Ke rumah Ify ma “

“Ngapain ?”

“Cariin dia baju buat ke pesta ultah Sivia nanti. Mama tau sendirikan Si IFy itu anaknya kayak gimana.  .”curhat Sivia. Sang mama mengerti apa yang di maksudkan anaknya ini. Mama Sivia juga sangat mengenal sahabat Sivia itu.

“Oh yaudah. . hati-hati”pesan sang mama. Sivia mengangguk sambil mencomoti roti bakarnya.

“Oh ya , . Cowok yang selalu jemput kamu itu siapa ?”tanya papa Sivia. Sivia hampir tersedak mendengar pertanyaan sang papa. Bayangan kejadian kemarin kembali lagi datang. Muka Sivia menjadi panas sendiri ketika mengingatnya. Namun tak berapa lama Sivia  berusaha untuk biasa saja, Mengendalikan rasa malunya sendiri did alam hatinya.

“Itu kak Alvin. Yang pernah sivia certain “

“Kenali dong ke Papa . .”

“Hah?”kaget Sivia menatap papanya.

“Iya kenalin.  . “

“Kenalin ya pa ?? dia bukan pacar sivia kok”

“Lah ? emangnya papa bilang mau kenalan sama pacar kamu ?”

“Iya sih hehehe”cengir Sivia.

“yaudah kenalin yah . . “paksa Papa Sivia.

“Yaudah . Pas ultah nanti aja “

“oke”serempak mama dan papa sivia. Sedangkan Sivia Cuma bisa melengos saja.

Sivia meminum susunya, ia teguk beberapa kali setelah itu Sivia  berdiri sambil mengaungkan tasnya di bahunya.

“Sivia berangkat dulu Ma. Pa “pamit Sivia dan segera berjalan menuju keluar dimana Pak Budi sang supir sudah menunggu dirinya didalam mobil.

*****

08.00 WIB apartement Shilla

 

“WOOYYY BUKAAA WOOOYYY “teriak Alvin begitu kencang sambil menggedor-gedor pintu apartemen Shilla.

“SHILLLAAAA”

“ASHI . . .. . .”

Cklllkkk

“BERISIK “bentak Shilla dengan tatapan tajam ke cowok didepannya ini. Dengan mata yang masih belum sepenuhnya sadar ia membukakan pintu apartemennya.

“heheheheh.e.”cengir Alvin seperti orang tak berdosa.

“Loe ngapain kesini pagi-pagi ? terus loe gak lihat disana itu ada bell pintu. Cukup loe tekan gue pasti denger. Gak sauh pakek teriak-teriak kayak monyet utan loe”omel Shilla menggebu-gebu sambil mata yang redup terang redup terang.

“Iya iya. Sorry Shill. Habisnya gue tau loe pasti belum bangun hehehe “

“yaudah masuk gih “suruh Shilla. Alvin pun mengangguk dan langsung masuk kedalam. Shilla menutup pintu terlebih dahulu. Setelah itu menyusul Alvin.

“Shil gue butuh bantuan loe”ujar Alvin yang sudah bertengger di ruang tamu Shilla.

“Apaan ?”

“Buat supprise ke Sivia .”

“Emang rencana loe apa ?”

“Ahaa . .jadi gini Shil . .. . .”Alvin menjelaskan semua rencanannya. Mulai dari A sampai Z. Dan Shilla mendengarkan dengan cermat setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulut Alvin .

Cukup lama Alvin menjelaskan semua rencananya. Terkadang Shilla hanya dapat melongo saja kadang juga ngangguk-ngangguk gak jelas.

“Gimana ?”tanya Alvin meminta saran setelah selesai menjelaskan semua rencananya kepada Shilla.

“Loe yakin?”tanya Shilla balik mencoba mencari kebenaran dari mata Alvin.

“yakin banget. Dan 100 % gak bohong “

“Oke . kalau itu udah keputusan loe. Gue akan bantu nyiapin semuanya “ujar Shilla menyutuji permintaan Alvin.

“Makasih yaaa adek gue yang paling cantiilkk sedunia “puji Alvin sambil mencubit kedua pipi Shilla.

“sakit begooo”ujar Sivia dan menepis kedua tangan Alvin yang ada dipipinya.

“Kalau ada maunya aja baik-baikin gue. Dasar !!”

“Hehehehhe. Kalau gitu, gue mau siap-siap beli kado dulu “

“Gue ikut. Sekalian gitu “renggek Shilla. Alvin menatap Shilla sebentar dari atas rambut sampai bawah kaki. Alvin geleng-geleng melihat penampilan Shilla yang masih berantakan. Rambut berantakan, masih menggunakan baju tidur dan wajah pun sangat berantakan sekali.

“Loe aja  belum mandi”

“Tungguin !! bentar doank. Sumpah sumpah “serah Shilla yang sudah berdiri dari tempat duduknya.

“Iya gue tungguin. Cepetan loh yaa “

“Sipppp . “Shilla segera berlari ke kamarnya untuk mandi dan segera bersiap-siap. Sedangkan Alvin duduk santai menunggu Shilla.

“Ipada nganggur nih . .”serah Alvin. Ia meraih Ipada Shilla yang ada di meja ruang tamu. Dan membuka aplikasi games yang bisa ia mainkan untuk mengisi waktu jenuh menunggu Shilla.

******

08.00 Kamar Ify

Keringat dingin dan panas bercucuran pada dahi ify. Matanya masih terpejamkan. Ify menggeliutkan badanya ke arah kanan, Setelah itu ke arah kiri. Tidurnya terasa tidak nyaman Entah apa yang ada dalam mimpinya semalam. Dan membuatnya gelisah seperti ini.

“Astagfirullah . .”ujar Ify langsung saat terbangun dan langsung duduk .

Ify mengatur semua nafasnya, ia mengambil nafas lantas membuangnya, mengambil lagi dan membuangnya lagi. Berulang-ulang ia melakukannya. Ia mengelus dadanya beberapa kali.

Setelah itu Ify memegang kedua pipinya.  Pandangannya seperti tidak menyangka dengan apa yang ia impikan semalam.

Plaakk Plaakkk

Ify menepuk kedua pipinya dengan keras.

“Aww. . “ringgis Ify sendiri. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya berulang-ulang.

“Amitt Amiit jangan terjadi. Jangan terjadi. Jangan terjadi . . !!!! “ujar Ify sambil memejamkan matanya .

“Ogah gue. Cuiijhhh najis. Ogah . Ogah banget deh. . Amitt. Amitt “ Ify membenamkan wajahnya di kedua tangannya. Menjernihkan sedikit otaknya. Bayangan mimpinya semalam selalu terbayang sampai sekarang. Dan itu merupakan mimpi terburuk untuknya .

>>>>>>>>>> Ify’S Dream <<<<<<<<<<<<<<

 

            Ify menatap ke atas langit. Sungguh indahnya langit sore hari ini. Didepannya deburan ombat yang begitu indah dengan air laut secerah langit yang ada di atas sana. Ify tersenyum menatap semua keindahan yang ada didepan matanya. Senyumnya sama sekali tak bisa ia hilangkan dari bibir manisnya.

“Heyy . .”seru seseorang dari belakang. Orang tersebut merengkuh pingang Ify dari belakang. Sontak Ify kaget dengan perlakukan orang tersebut.

“Eh . . “kaget Ify. Ia menolehkan lehernya , terlihat sangat jelas siapa sosok yang telah memeluknya. Kekagetan Ify berubah menjadi senyuman kembali. Senyuman yang sangat manis sekali ia tunjukkan kepada sosok tersebut.

“Indah bukan ?”

“Sangat “

“Kak . . Kenapa kakak ngajak aku kesini ?”tanya Ify. Ia melepaskan pelukan orang itu. Ia membalikkan badanya menghadap orang tersebut.

“Mmmm. . kenapa ya ??”ujar Orang tersebut dengan wajah yang menggoda Ify.

“Kakak. . Kenapaa??”renggek Ify ingin tahu sekali.

“karena ingin jalan-jalan sama kamu “jwab orang tersebut.

“Aku boleh tanya ?”

“Apa?”

“bagaimana sih perasaan kakak ke Ify ?”Orang tersebut membelakakan matanya. Tak percaya dengan gadis ini yang bertanya seperti itu kepadanya.

“Sebagai Adik, sebagai sahabat, dan sebagai orang terspesial . .”Ify tersenyum penuh arti. Pipinya mulai memerah . Ia menundukkan kepalanya.

“Kenapa salting gitu ?”tuduh orang tersebut

“Siapa yang salting, enggak kok”pungkir Ify

“Halah. ,ngaku aja. Tuh tuh pipinya udah merah ?”

“ENGGAK KAK . apaan sih .. .”Ify masih menundukkan wajahnya. Orang tersebut memegang kedua bahu Ify dengan sangat erat. Dan erat sekali. Tangan kannanya perlahan mendongakkan wajah ify pelan sekali.

Mata mereka berdua saling bertemu, saling bertatap dalam dengan waktu yang begitu lama. Ify menyunggingkan senyumnya begitu juga orang di hadapannya.

“Kamu mau gak jadi pacar kakak Fy ?”Ify tersentak tak percaya dengan ucapan orang tersebut.

“kakak nembak Ify ?”

“Bukan nembak. Tapi ingin kamu jadi milik kakak . “Pipi Ify kembali memanas. Perlahan Ify menganggukan kepalanya dengan mantab.

“Iya Ify mau kok kak”

“beneran ?”

“Hmm. .”orang tersebut segera menarik ify dalam pelukannya. Ify tersenyum sangat bahagia. Penanntian yang sangat lama dan dapat terwujud saat ini. Ify merasakan kecupan hangat dari orang tersebut berada dipuncuk kepalanya.

Tangan ify membalas pelukan orang itu. Ia memeluknya begitu erat, Merasakan indahnya sore hari yang menjadi sore paling indah menurutnya .

<<<<<<<  END DREAM<<<<<<<

Wajah ify serasa sudah tak enak untuk dilihat. Perutnya terasa ingin muntah ketika megingat mimpinya itu. Mimpi yang sangat menjijikan dan begitu menjijikan untuknya.

“HUEEEKKKKS> kenapa gue jadi ganjen banget. Ogah Ogah Ogah “

“Amiiitt amiitt gue jadiian sama dia . Cuiihhh “

“ENGAAAKKKKKKK:teriak ify begitu kencang dan menutup kedua telinganya.

Daripada ia gila lama-lama dikamarnya. Ia segera memilih beranjak untuk mandi, Kondisinya sudah stabil dan seperti biasanya dibadningkan semalam. Ify sudah dapat ebraktifitas kembali seperti biasanya. Ia terus mencoba mimpi semalam. Mimpi yang benar-benar sangat buruk dan berharap tak akan terjadi kembali.

*****

08.15 rumah Ify

 

Rio langsung nyelonong masuk kedalam rumah Ify tanpa pemirsih atau pun bagaimana. Kondisi pintu Rumah Ify pun telah dibuka. Iqbal memang sengaja membukanya. Rio mengedarkan pandangannya sesaat ketika berdiri di area ruang tamu.

“Ngapain kak?”tanya Iqbal yang baru keluar dari ruang tamunya.  Rio sedikit kaget namun ia berusaha biasa aja. Ia diam sejenak.

“Dompet gue ketinggalan disini gak?”tanya Rio balik. Iqbal mengernyitkan keningnya.

“Hah? Yah mana gue tau kak. Ketinggalan di kamar kak Ify kali”ujar Iqbal santai tanpa menatap Rio. Ia sedang memasukkan PSP.nya kedalam tasnya.

“Ambilin dong . . “pinta Rio memohon. Entah saat Iqbal mengatakan nama Ify, Rio langsung bergidik tak enak.

“gue mau pergi kak. Udah telat nih, loe masuk aja. Gak apa-apa kok. Paling tuh cewek setan masih tidur. Percaya deh sama gue “

“ Emang loe mau kemana ?”tanya Rio menatap Iqbal yang sudah sangat rapi dari atas sampai bawah.

“ke SMP ARWANA>.buat daftar ulang “jawab iqbal seadnya . ia langsung berjalan menuju keluar.

“Sorry ya kak. Udah loe masuk aja “ujar Iqbal dan meninggalkan kediaman rumahnya. Rio masih berdiam diri disana. Berdiri dengan fikiran yang masih bleng.

“Ckk . “decak Rio dengan malas. Tak ada pilihan lagi, ia sedang butuh dompetnya saat ini. Rio berjalan menuju ke kamar Ify .

Setibanya di kamar Ify yang tak jauh dari ruang tamu. Rio berdiri sebentar. Pendengarannya ia tajamkan. Dan tak ada suara apapun yang bisa ia dengar dari dalam.

“Ckk. Dasar gadis bodoh. Jam segini masih tidur saja”gumam Rio sendiri. Ia pun langsung memelih membuka pintu kamar Ify.

JLEEEKKK

“AARGGGGHSSSSS . . . . “

*****

Ify berdiam dikamar mandi sebelum ia benar-benar sedang mandi. Fikirannya masih belum juga hilang dari MIMPI GILANYA itu.

“gak. Gak. Dan gak mungkin “

“Come on Fy. Lupakan lupakan LUPAKAANN!!”bentak Ify ke dirinya sendiri.

“Lebih baik gue keramas saja “ujar Ify. Ia pun segera mandi mengguyur semua tubuhnya dari ujung rambut sampai unung kuku kaki. Menghilangkan rasa penatnya saat ini.

15 menit kemudian.  . .

Ify telah selesai mandi. Ia mengambil hadnuknya yang ia gantungkan di gantungan handuk samping pintu dalam kamar mandi. Ify mngambil dua handuk panjang dan handuk pendek. Handuk yang pendek ia gunakan untuk menggulung rambutnya yang lumayan panjang. Sedangkan handuk satunya ia balutkan ke tubuhnya yang hanya ia tutupi handuk tersebut.

Ify membuka pintu kamar mandinya. Ia berjalan sampai depan meja riasnya. Membuka gulungan handuk yang ada di rambutnya. Perlahan Ify mengeringkan rambutnya tersebut dengan hadnuk tersebut.

JLEEEKKK

Suara pintu terbuka mengangetkan Ify. Tubuhnya ia segera balikkan menuju ke arah pintu kamarnya .

Ify melototkan matanya melihat siapa yang membuka pintunya dan membuka lebar pintunya tanpa dosa. Orang tersebut pun sama seperti ify terkejutnya. Ia berdiri di ambang pintu dan menatap Ify dengan wajah yang sangat Shock !!

“ARRGGHHHHSSSSSSS”teriak Ify sekencang mungkin.

BRAAAKKKKK

Cowok tersebut yang tak lain adalah Rio segera menutup kembali pintu kamar Ify. Jantungnya berdebar dengan kencang. Entah berapa perkiraan denyut nadinya sekarang. Kecepatannya sudah lebih dari batasnya.

“COWOOOKKKKK BODOOOOHHHHH GILAAAAAA”teriak Ify sekali lagi penuh emosi dari dalam kamar . Ify pun langsung memelih mengunci kamarnya

CKLEEKKK

“DASAR COWOK MESUM “bentak Ify kembali. Ia segera memmilih mengganti pakaian dengan secepat mungkin.

Rio tak menggubris semua celaan ify. Bayangannya masih terawang dengan pemandangan yang ia lihat pertama kali saat melihat Ify. Dimana Ify hanya membalutkan sehelai handuk di tubuhnya. Dan dapat dilihat dengan jelas bagaimana bentuk tubuh Ify yang tak terbalut oleh kain handuk tersebut. Kulit Ify yang sangat putih.

“Oh My god . .”desis Rio tak beraturan. Ia menggelengkan kepalannya kuat-kuat.

“Bodoh . bodoh. . kenapa gue bisa langsung masuk. Aissshhh .  .”Rio berdiri membelakangi pintu Ify. Fikirannyaa sangat kacau saat ini.

JGELEEEKKKK

Rio membalikkan badanya ketika pintu kamar Ify tersebut terbuka. Ia segera Mengontrol pikirannya dan juga wajahnya untuk bersikap seperti biasa saja.

“Ckkk . .”Ify keluar dengan tatapan yang sangat tajam sekali. Memandang Rio dengan tatapan risih.

“Loe gak punya otak ?”

“Apa gak punya sopan santun?”

Loe bisa kan ketuk pintu dulu . Loe itu ya .  .”tangan Ify menunjuk tepat depan wajah Rio. Mata mereka saling bertatap tajam seolah saling ingin membunuh satu sama lainnya.

“Singkirkan tangan loe . . “ujar Rio dingin. Ia langsung menepis kasar  telunjuk Ify tersebut.

“gue gak sengaja. Sorry “jawab Rio seadanya . emang itulah kenyataan yang ada.

“Hah? Gak sengaja ??ckkkk . . “

“Otak loe tuh otak kebalik ! Loe itu cowok mesum ! otak mesum Gilaa ! “

“Dompet gue ketinggalan didalam. Dan kata Iqbal gue langsung disuruh masuk saja. Yaudah gue lansung masuk. Jangan salahin gue .”jelas Rio. Ify menahan emosinya .

“Minggir gue mau ambil dompet gue “serah Rio. Wajahnya sudah benar tak enak dilihat. Ify mendesis kembali.

“:Dasar cowok mesum . Banyak alasan. Jangan –jangan diluar sana udah berapa gadis yang jadi korbannya .”gumma Ify. Rio yang sudah berjalan dan kini berada di belakang Ify menghentikkan langkahnya. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat. Sudah cukup sabar selama ini ia menghadapi cewek bodoh ini,

BRAAAKKKK

Tangan kiri Rio menghantam keras pintu kamar Ify. Ify langsung terkejut. Rio membalikkan badanya dan langsung menarik tangan Ify.

BRAAKKK . .

“Awww”ringgis Ify. Rio yang langsung menariknya dan mendorongnya kasar sampai punggung Ify menabrak pintu . Kedua tangan Rio mengunci tubuh Ify yang berada di depannya. Ify menelan ludah dalam. Jarak wajahnya dan wajah Rio begitu sangat dekat dan dekat sekali.

“Loe mau tau gimana gue berbuat mesum ?”bisik Rio pelan , semua kalimat yang terucap tersebut seperti sebuah ancaman kepada Ify. Mulut Ify terasa membeku. Tubuhnya sudah sangat dingin saat ini. Entah kenapa matanya berani menatap mata Rio yang begitu terlihat sangat licik.

“lo . loe. . loe.. fikir gue takut dengan loe giniin gue ? hah?”Ify mencoba menantang Rio. Ia tak mau kalah dengan cowok didepannya ini. Namun tak bisa dipungkiri hati kecilnya ngeri sendiri melihat Rio yang seperti ini.

“Oke. Kalau itu mau loe . . “Rio tersenyum sinis, matanya pun masih menatap mata Ify dengan sangat dalam. Tangan kiri Rio langsung mengikat kuat pinggang Ify. Menyebabkan tubuh Ify menempel pada tubuh Rio.

“Awwww”ringgis Ify lagi.

“lepasin gue !!”berontak Ify sekuat tenaganya . Namun tangan Rio sangatlah berat dan begitu kencang menlingkar pada pinggang ify. Ify menjauhkan sedikit wajahnya. Karena begitu dekatnya wajah dirinya dengan wajah Rio saat ini.

“Lo . . e . .ma.  u . . ap . .a??”lirih Ify tak beraturan. Karena wajah Rio perlahan mendekati wajahnya. Rio tersenyum menggoda.

“Bukannya loe mau lihat bagaimana gue berbuat mesum yang sebenarnya ?”sinis Rio. Ify mmebelakakan matanya . Ia ingin sekali memberontak namun semua tubuhnya semakin mendingin. Di tambah lagi bayangan mimpinya semalam kembali lagi pada saat yang seperti ini,

“SIAL SIAL SIAL  . . “batin ify merutuki dirinya sendiri.

“kenapa mimpi itu datang lagi. Kenapaaaa??”Ify semakin ketakutan , Rio semakin mengencangkan tangannya ke pinggang Ify .

“Loe udah siap ?”Rio perlahan mendekatkan wajahnya. Senyum khasnya yang penuh menggoda kini ia keluarkan. Ify berdoa agar Rio tak bisa mendengar suara detakan jantungnya saat ini. Jantungnya berdetak dengans angat cepat dan semakin cepat sekali.

“Lepasin gue . . “

Sttttttssttt . . .

Telunjuk tangan Rio ia tembepelkan pada bibir Ify . Ify semakin kaku, tak tau harus berbuat apa. Telunjuk Rio membelai bibir munggil Ify tersebut.

“Bukankah ini bibir yang pernah gue cium dulu ?”goda Rio. Ify hanya bisa berdoa dalam hatinya. Rio tak benar-benar akan melakukan suatu yang diluar fikirannya.

“Itu ciuman pertama loe kan ? gimana kalau gue buat ciuman kedua loe??”Ify melotokan matanya . Perlahan telunjuk kanan Rio ia turunkan. Dan saat itu juga Rio memringkan wajahnya dan mendekatkan wajahnya ke arah ify.

Ify dapat melihat dengan jelas Rio mulai memejamkan matanya. Ify binggung harus berbuat apa. Entah mengapa ia juga langsung ikut menutup matanya dengan rasa takut. Hembusan nafas hangat Rio semakin dekat dengan wajahnya. Ify mencengkram erat kedua tangannya yang sudah basah akibar keringat dingin . Jantungnya mulai berdetak tak karuan saat ini.

“Gue kalau nyium cewek pasti milih-milih.  . . “

“dan loe bukan tipe gue. NGERTI !”bisikan Rio begitu tajam pada telinga kirinya. Ify merasakan tangan kiri Rio sudah lepas dari pingganya. Ify mengepalkan kuat tangannya  saat mendengar ucapan tajam Rio . Setelah itu Ify langsung membuka matanya dengan wajah yang tak percaya bahwa dia sudah dipermainkan saat ini.

“MIMPI LOE”desis Rio tersenyum licik ke Ify. Telunjuk tangan kananya menoyor ke arah dahi Ify .

Geram dan dipermainkan dan sangat sangat malu sekali. Itulah yang Ify rasakan saat ini. Ingin meluapkan kemarahannya. Namun ia sudah sangat malu. Kenapa ia bisa sebodoh ini dan sangat bodoh sekali .

Rio sudah mengambil dompetnya yang terletak dibawah kasur Ify.  Ia kembali berjalan keluar dan tersenyum picik melihat ify yang masih berdiri mematung disana. Rio berhenti lagi dihadapan Ify dengan senyum kelicikannya

“Ckkk . . .Gadis bodoh “cerca Rio. Ia memukulkan dompetnya ke kepala Ify. Ify menepisnya dengan kasar, Setelah itu Rio  berjalan keluar dari rumah Ify, tanpa emmfikirkan gadis itu yang sudah marah sekali dengannya.

Ify menghentakkan kaki kanannya sekuatnya setelah kepergian Rio.

“ARRGHSSSSS”teriak Ify sangat kencang. Ia mengacak-acak rambutnya yang masih sedikit basah. Wajah Ify sudah menunjukkan ke frustasian yang sangat tinggi,

“COWOK GILAAA. COWOOKKK SINTING, COWOK BODOH. COWOOOKK SETAAAANNNN”teriak ify meluapkan semua emosinya. Ia menghela nafas yang sangat dalam.

“Lihat aja. Gue akan balas ini semua. Pasti !!!”

BRAAKKKK

Ify menghantam keras pintu kamarnya. Ia masuk kembali ke dalam kamarnya dengan emosi yang sangat meluap-luap. Pertama kalinya inilah ia di permainkan oleh seorang cowok. Cowok yang sudah 1 bulan lebih menjadi musuh bebuyutannya. Dunia memang sudah sangat gilaa ~~

*****

Rio membuka pintu rumahnya. Ia menghembuskan nafasnya begitu dalam. Ia langsung duduk di kursi ruang tamunya. Otaknya mem bayangkan kejadian pagi ini. Kejadian yang sebenarnya membuat smeua tubuhnya berdetak hebat.

“Aisshh,.  Kenapa harus cewek bodoh itu lagi !”decak Rio kesal. Jujur kejadian tadi memang bukan ia mau. Ia saat itu begitu emosi kepada Ify yang terus mengatainnya tak jelas.

“Sudahlah. .sebaiknya gue berangkat ke kantor . “serah Rio. Ia berjalan menuju kamarnya. Menuruni tangga rumahnya.

*****

Mobil Sivia berhenti didepan rumah Ify. Sivia segera turun dari mobilnya dengan membwa satu undagan pesata ulang tahunnya dan juga membawa satutas bungkusan. Entah itu apa isi didalam tas tersebut mungkin hanya sivia dan tuhan yang tau.

Sivia berjalan menyebrang jalan. Ia malah tidak masuk kedalam rumah ify melainkan menuju ke rumah Rio. Sivia membuka pagar rumah rio dan memasuki halaman rumah Rio yang lumayan luas.

Sivia memencet bel rumah Rio. Ia menunggu dengan sabar sampai pemilik rumah tersebut keluar.

CKLEEKKK

Seorang wanita paruh baya membukakan pintu. Sivia tersenyum senang menatap orang tersebut.

“Bisa saya bantu ??”ujar wanita tersebut yang tak lain adalah mama Rio.

“Maaf tante ganggu. Kak Rionya ada?”tanya Sivia dengan sopan.

“Oh ada. Mari silahkan masuk .”Sivia menganggukan kepalanya dan mengikuti mama Rio yang sudah masuk ke dalam.

“Duduk dulu ya nak. Tante panggilkan rionya”

“Iya tante. Makasih “:jawab Sivia sesopan mungkin, ia melihat kepergian Mama Rio yang berjalan masuk dan menuruni tangga.

Sivia mengalihkan pandangannya. Ia mengedarkan ke seisi rumah Rio yang menurutnya bagus dan sangat sederhana namun nyaman sekali menatap rumah ini. Rumah yang cukup luas dengan desain seadanya.

Sivia langsung berdiri ketika Rio berjalan ke arahnya . Sivia kagum dengan cowok ini. Dimana Rio sudah rapi menggunakan jasnya. Khasrisma yang ada di dalam diri Rio begitu kuat sekali. Sivia tersenyum menatap Rio.

“Duduk lagi aja Vi “suruh Rio. Sivia mangangguk dan kembali duduk lagi.

“ada apa vi ?”tanya Rio lagi. Ia duduk di kursi samping Sivia.

“Nnati malam pesta ultah aku kak. Ini undangannya. Kakak bisa datang ya “mohon Sivia. Ia menyerahkan undangannya yang sangat dan bagus dan mewah sekali untuk dilihat. Dimana cover depannya terdapat fotonya yang sangat cantik dan manis sekali.

“Nanti malam ?”Rio mengernyitkan kenignnya. Mencoba mengingat apakah dia ada jadawal hari ini.

“Aku usahain ya , soalnya hari ini aku ada rapat juga di kantor . Kalau gak bisa datang maaf ya “jelas Rio dengan eajah tak enak sendiri kepada Sivia. Sivia memanyunkan bibirnya.

“Ayolah kak. Ini 17 tahun Sivia. Masak sahabat kak Alvin gak bisa datang. Kak Shilla aja bisa datang “renggek Sivia. Rio kebingungan sendiri. Wajah Sivia benar-benar sudah sangat memelas.

“Gimana Ya Vi ??”

“Kak Rio. Ayolah . . Ify nanti juga datang lohh . ..”kalimat terakhir Sivia disahutin dengan tatapan sinis Rio.

“Apa hubungannya dengan cewek bodoh itu “decak Rio sinis. Sivia langsung nyengir kuda tak berdosa.

“Sorry kak”

“Jam berapa sih ?”

“Tuh baca aja undangannya. Ayoolaahh dataangg. Pleaseeee”Rio menggaruk belakang kepalanya. Masih bimbang sendiri.

“Iya iya gue datang. Demi pacar sahabat gue deh “ujar Rio seenaknya. Namun kata-kata Rio itu mampu membuat Sivia malu sendiri. Senyumnya berubah menjadi senyum malu-malu.

Rio bergidik melihat ekspresi wajah Sivia ini.

“Ngapain wajah loe sok imut gitu ?ckkck . . “ujar Rio menyindir. Sivia memanyunkan wajahnya . Namun toh ia sudah kebal dengan kata-kata seperti itu. Karena semua kata-kata Rio tak ada bedanya dengan kata-kata Ify sahabatnya tersebut.

“Beneran loe datang ?”tanya Sivia antusias. Rio geleng-geleng sendiri dengan wajah tak percaya.

“ Tadi aja waktu ngerayu perasaan masih pakek aku dan kamu. Sekarang logatnya ganti ya??”sindir Rio. Sivia langsung membekap mulutnya.

“Maaf maaf kak. Kebiasaan diajarin Ify sih. Jadi gini hehehehe”

“Ify lagi cihh. .”gumel Rio pelan. Malas sekali emndengar nama cewek tersebut.

“Iya gue datang. Puas kan “

“Puas banget “ujar Sivia penuh semangat. Ia berdiri dari tempat duduknya.

“Kalau gitu gue pamit dulu kak. Makasih yaaaaaa”ujar Sivia

“Salam ke Mama kaka. Oke”Sivia segera berjalan keluar meninggalkan Rio yang Cuma benggong menatap kepergiannya.

“Dasar anak SMA labil . ..”cerca Rio. Setelah itu ia memelih kembali menuju kamarnya untuk mengambil barang-barangnya yang akan ia bawah ke kantor hari ini .

*****

Sivia menyebrangi kembali ke rumah Ify dengan senyum yang terus ia kembangkan. Sivia masuk ke dalam teras Ify dan sampai di amabang pintu rumah sahabatnya itu.

Sivia langsung membuka saja pintu rumah Ify, Toh ia sudah sangat sering sekali ke rumah ini. Sivia mengedarkan padnangannya mencari sosok yang selama ini selalu membuatnya jantungan,senang dan semuanya.

“Ify . .Ify. . “panggil Sivia. Namun tak ada yang menyahuti.

“Pasti masih tidur “decak Sivia sendiri. Ia pun menuju ke arah kamar Ify .

Sivia sudah berada didepan pintu kamar Ify. Ia pun langsung membuka pintu kamar sahabtnya tersebut.

Ckleeeekkk

“Ify . . “panggil Sivia. Namun setelah itu ia hanya dapat menelan ludah dalam. Membelakakan mata menatap kamar Ify yang seperti kapal pecah.  Dan terlihat jelas seorang gadis berdiri membelakanginya. Gadis tersebut memakai penutup telinga dan ditangannya terdapat sebuah pistol.

“Anak ini emang sudah gak waras”ujar Sivia sambil geleng-geleng.

“Bilang apa loe tadi ? hah? Coba ulangi ??”sinsi ify. Dimana gadis ini langsung membalikkan badannya ketika mendengar celetukan dari Sivia . Sivia nyengir kuda namun juga takut karena pistol yang di tangan ify malah mengarah ke arahnya.

“bisa loe turunin gak ?”mohon Sivia sambil menunjuk ke pistol Ify .

“Aisshh. . “desis ify denganw ajah masih frustasi. Ia melempar begitu saja pistolnya ke atas kasurnya. Membuka penutup telinganya dan ia buang dimana saja.

Ify berjalan menuju kasurnya dan duduk di atas kasurnya dengan fikirans angat kacau, Sivia dapat merasakan ada ketidak beresan dengan sahabatnya ini yang bisa seperti ini. Sivia lebih memelih duduk di kursi belajar Ify. Ia tak mau menjadi bahan aniayaan ify ketika gadis itu akan emosi.’

“Loe kenapa?”tanya Sivia heran. Ify menundukkan wajahnya dalam.

“Gak apa-apa”jawab ify malas. Ia mendongakkan wajahnya menatap Sivia. Mencoba bersikap seperti tidak ada apa-apa.

“Loe ngapain kesini ?”tanya Ify mengalihkan pembicaraan.

“Ohhh. . . Ini . “Sivia melemparkan tas bungkusan yang iapengang dari tadi. Ia melemparkannya ke arah Ify.

“Apa ini ?”tanya Ify binggung. Ia segera meraihnya dan membuka isi didalamnya.

“Lihat aja”Ify mengeluarkan sebuah gaun pesta pada tas tersebut. Sivia tersenyum menatap gaun itu. Gaun yang sangat indah menurutnya.

“Loe coba deh “suruh Sivia. Ify mengernyitkan keningnya menatap sahabatnya tersebut.

“Itu buat loe. Biar loe nanti ke pesta gue gak binggung-binggung. Cepetan cobaa”suruh Sivia.

“males ahh . .”sahut Ify. Ia melemparkan gaunnya tersebut di sebelahnya.

“Ayolaahh. Pleaseee”:renggek Sivia memaksa

“enggak. Mood gue lagi jelek”

“demi sahabat loe ?”Ify mendesis kesal sebentar.

“Please Ify . . “

“Iya iya”ify beranjak dari duduknya. Ia meraih gaun tersebut dan segera masuk ke kamar mandi. Sivia tersenyum puas. Ia menunggu Ify mengganti pakainya.

Hanya butuh waktu 5 menit akhirnya Ify keluar dengan gaun tersebut. Sivia tersenyum kembali melihat gaun tersebut begitu cocok dengan tubuh ify. Gaun selutut dan dengan lengan pendek. Gaun tersebut berbentuk sangat cantik sekali dengan warna putih dan juga sedikit motif keemasan yang sebagai hiasan di gaun tersebut.

“cantik banget , cocok”puji Sivia. Ify menatap dirinya sendiri di kaca meja riasnya .

“Lumayanlah pilihan loe. Thanks yaa “

“Sippp sama-sama Ify sayang .”

“Cihh.. . “gidik Ify tak suka dengan sebutan itu. Kata yang membuatnya ingin muntah.

:Hehehehhe”cengir Sivia.

“loe nanti berangkatnya naik apa?”tanya Sivia. Ify mencoba berfikir.

“taxi paling”

“Kenapa gak bareng kak Rio aja? Dia juga datang kok”

“OGAH “jawab ify dengan nada kesal. Ia teringat kembali dengan kejadian beberapa jam yang lalu.

“Heheh canda Fy canda . .”cengir Sivia tak enak sendiri melihat wajah Ify.

“loe pulang sana deh. Nanti gue datang tenang aja “usir Ify tak berperasaan.

“yaelah Fy. Sahabat kesini gak di kasih makan atau apa malah diusir”

“Loe lebih kaya dari gue. Udah sana pulang aja “suruh Ify . Sivia mengangguk dengan tatapan pasrah saja .

“Iya Iya Iya “serah Sivia. Ia mulai beranjak dari kamar Ify.

“Bye “pamit Sivia. Ify menganggukkan kepalanya. Dan menatap kepergian Sivia.

Setelah Sivia benar-benar tak ada di rumahnya. Ify memeilih duduk kembali di kasurnya. Ia merebahkan tubuhnya. Berfikir dingin sejenak. Ia merasa hidupnya begitu penuh emosi akhir-akhir ini. Dan itu semua diakibatkan oleh satu orang. Yah ..Satu orang yang tak pernah takut dengannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s