DEVIL ENLOVQER – 18 ~Sivia’s Birthday ~

Hay ini part 18.nya semoga tambah suka yaaa😀.. Jangan lupa like dan commentnya kalian ya kalau memang suka😀. promosiin jga ke teman-teman kalian biar banyak yg bacaa😀 okeoke. Dan makasih banyak yang masih setia baca cerita ini.

@Luckvy_s  “LULUK-HF”

DEVIL ENLOVQER – 18

~Sivia’s Birthday ~

 

                                                *****

                                      17.00 WIB Citos Mall

            Ify melangkahkan kakinya kedalam mall besar ini. Menatap keramaian yang ada did alamnya. Seperti biasanya ia berjalan dengan memakai earphoennya beserta memakan permen karetnya. Ify memasuki mall dengan baju santainya. Memakai celana pendek dan kaos putih pendek. Serta tas punggung kecilnya. Saat ia masuk kedalam entah semua mata tertuju kepadanya. Mungkin banyak yang suka dengan penampilan simple gadis ini.

Ify terus saja berjalan tak peduli dengan kanan dan kirinya. Ify mengambil gelang karetnya yang ada di sakunya. Ia menggulung semua rambutnya menjadi ke atas. Ia kemudian mengambil kaca matanya dan memakainya.

Benar-benar gadis simple trend 2012. Inilah gaya gadis mungil ini. Gaya yang membuat banyak orang iri kepadanya. Setiap orang pasti mengira bahwa Ify adalah gadis yang fenimin. Namun pada kenyataanya itu berbanding terbalik dengan dugaan mereka.

Ify memutari mall ini. Ia ingin mencari hadiah untuk sahabatnya tersebut. Ify terus saja berjalan emncari kado yang cocok untuk Sivia.

“Beli apa ya ??”binggung Ify sendiri. Ia menatap setiap etalase setiap stand. Mencari siapa tau ada yang barang yang cocok.

“Gue bungkisin kak Alvin saja mungkin udah lebih dari cukup”serah Ify penuh kepasarahan .

30 menit kemudian . .

Mungkin sudah ¾ dari Mall ini ia kelilingi. Dan ia masih belum juga menemukan barang yang ingin ia cari. Munkin sudah 5 bungkus premen karet yang Ify kunyah. Kakinya sudah terasa kaku saat ini.

“ehh . . “Ify memberhentikan langkahnya di sebuah salah satu toko berlian.  Ify melihat ada salah satu kalung yang emnarik hatinya. Dimana kalung tersebut berukuran pendek dan terdapat bandul atau gantungan kalung yang ber inisialkan bentuk LOVE dan ditengahnya terdapat tulisan “ BestF.”  Tulisan yang sangat kecil namun bagus sekali. Ify tersenyum menatap kalung tersebut. Ia segera masuk ke dalam toko berlian itu.

“Selamat sore. Bisa kami bantu ?”Seorang penjaga toko sudah menyambut Ify. Ify menganggukan kepalanya  dan ia berjalan duluan menuju ke etalase dimana terdapat kalung tadi.

“Bisa lihat kalung ini”ujar Ify. Pelayan terebut mengangguk dan segera mengambilkan kalung yang diinginkan oleh Ify.

“waahhh. . Awesome . . “lirih Ify begitu suka sekali dengan kalung yang skearang ia pegang.

“Itu adalah kalung asli buatan Swiss. Dan hanya ada satu karena memang di desain hanya satu saja. Jika mbaknya membeli ini, tidak akan menyesal karena memang kalung desain seperti ini tidak ada lagi. “Ify semakin terkagum.

“benarkah ?”

“tentu saja. Kalung tersebut terbuat dari berlian asli. Beratnya 20 gramm. Dan kalung tersebut juga memeliki keindahan tersendiri”memang benar yang dikatakan oleh penjaga tersebut. Dari jauh pun kalung tersebut sudah terlihat indah sekali.

“Harganya berapa ?”tanya Ify tanpa menoleh sedikit pun ke penjaga itu. Ia masih menatap kalung berlian yang ia pegang tersebut.

“Harganya 15 juta. Dan memeliki masa garansi 1 tahun “

“HAH? 15 juta ?”Ify benar-benar membelakakan matanya. Ia melengos menatap kalung ini. Perlahan kalung tersebut ia taruh kembali di atas etalase.

“gak jadi deh mbak. Kemahalan buat anak SMA seperti saja “ujar Ify kebinggungan sendiri. Penjaganya pun hanya tersenyum dan mengangguk dihadapan ify. Dengan perasaan yang tak tega Ify berjalan keluar. Ia sangat tidak rela meninggalkan kalung tersebut.

“sayang banget kalau gak dibeli . .”serah Ify

“Ini juga sweet seventeen Sivia. Gue gak pernah ngasih kado spesial sama dia. Apa gue beliin saja ya ?”

“Kalau gue beli buat dia. Nanti dia curiga gak ya ? “

“Ahhh. . masalah curiga gampang. Gue punya seribu alasan. Yang penting buat 17 tahun dia berkesan “ujar Ify sangat mantap. Ia pun kembali masuk ke dalam toko tersebut,

“Mbak tadi jadi saya beli. Bungkus sekarang ya. Kalau bisa yang bagus “ujar Ify. Sekarang giliran penjaga toko tersebut yang membelakakan matanya.

“Mbaknya beneran mau beli ini ??”tanya sang penjaga tak percaya. Ify yang ingin mengambil dompetnya mengernyitkan kening. Ia mendongakkan wajahnya menatap penjaga tersebut.

“Apa wajah gue seperti perampok ?”sinsi ify. Penjaga tersebut langsung menggeleng tak enak dengan pertanyaanya tadi.

“baiklah mbak. Akan segera saya bungkus”ujar Penjaga tersebut. Ify menganggukkan kepalanya saja. Ia pun mengambil dompetnya didalam tasnya.

“Mbak. Ada kertas ucapan ulang tahun gak ??sekalian diungkus yang rapid an elegan ya “suruh Ify. Penjaga tersebut menganggukan kepalanya menuruti apa kata Ify. Kemudian memberikan Ify kertas ucapan ulang tahun berserta satu bolpoin.

Ify meraih bolpoin dan kertas tersebut. Ia berfikir sejenak apa yang akan tulis diddalamnya.

“Ahaa . . “ify tersenyum penuh kelicikan. Ia pun segera menulis  kalimat singkat disana.

“Selesai”ujar ify puas dengan tulisannya tersebut., Ia lantas memberikannya ke penjaga tadi agar ikut dibungkus didalamnya.

“Ini mbak barangnya . .”Ify mengangguk. Ia lalu memberikan atm.nya kepada penjaga tersebut.

“15 juta ? musnah. Bye bye  . .”lirih ify pasrah saja  dengan uangnya tersebut. Penjaga itu menerima atm ify dan segera menggesekanya ke alat penggesek atm.

“Ini mbak. Makasih atas kedatangannya. Dan ini barangnya”Ujar Penjaga tersebut dengan sopan. Ify mengangguk dan meraih kembali atmnya. Ia masukkan kedalam tasnya.  Setelah itu ia memelih segera beranjak dari sana.

Ify menaiki lift untuk turun ke lantai bawah. Ia melihat kearah jam tangannya.

“Busyeett. . udah jam setengah 7 ? demi apa ? kok gue bisa gak sadar sih “serah Ify seperti orang kelimpungan sendiri.

GRKKK GRRKKK

Lift tiba-tiba berhenti. Semua yang ada didalam lift panik seketika. Terkecuali ify. Dia malah tidak panik melainkan emosi sendiri. Pesta ulang tahun Sivia akan dimulai jam 7 dan sampai saat ini dirinya sendiri belum siap-siap sama sekali.

“tante. Pencet aja alarmnya “suruh ify melihat Seorang ibu-ibu yang dekat dengan tombol lift tersebut. Ibu-ibu tersebut memecet tombol alarm berkali-kali.

10 menit berlalu. Dan lift tersebut belum terbuka juga. Ify semakin emndecakkan bibirnya penuh emosi.

“:Lama-lama nih mall gue bakar juga . .”desis Ify emosi. Namun suaranya ia pelankan takut orang lain akan mendengarnya.

TRIIITTTTT

Akhirnya lift tersebut terbuka juga. Ify segera keluar dari lift tersebut dengan cepat. Ia menatap kembali jam tanganya.

“What ? kurang 15 menit lagi. Dari sini ke tempat pesta Sivia pas banget 15 menit . .”Ify semakin bingung. Tak mungkin dirinya sempat pulang terlebih dahulu.

Ify yang sudah berada di luar mall kembali masuk. Ia berlari kea rah toko gaun pesta. Ify memasuki toko tersebut dengan cepat.

“Mbak tolong cariin gaun pesta terserah yang cocok dengan saya “ujar Ify kepada pemilik toko tersebut .

“Sekarang ya mbak. Cepat “ujar Ify kembali. Penjualnya pun segera mencarikan sebuah baju yang bagus dan cocok untuk ify.

“Ini mau ?”tanya pemilik toko tersebut sambil menunjukkan satu dress yang pendek berwarna hitam. Di sekeliling gaun tersebut dikelilingi pita silver yang indah sekali.  Ify mengernyitkan keningnya. Ia sedikit risih dengan gaunnya karena sebagian leher sampai dadanya begitu terbuka.

“bagaimana adek ?”

“Yaudah mbak . saya beli yang ini “ujar Ify terpaksa. Karena sudah tak ada waktu lagi.

“Mbak ada sepatu yang bagus cocok dengan ini ?”tanya ify lagi. Karena dilihatnya toko ini memang sangat lengkap sekali untuk perlengkapan pakaian pesta dan semacamnya.

“Oh ada kok“

“cepat ya mbak”pinta Ify. Sang pemilik toko pun segera berlari untuk mengambilkan sepatu yang diinginkan oleh gadis ini.

Orang tersebut berlari kea rah Ify kembali dengan membawa sepasang sepatu hitam yang membuat Ify tersenyum senang. Ia suka sekali dengan sepatu lucu tersebut. Mungkin menurut orang-orang itu bukan sepatu lucu melainkan menyeramnkan. Namun bagi Ify itu adalah sepatu yang sangat lucu sekali.

“Sepertinya ini sangat cocok dengan kepribadian adeknya”ujar penjual tersebut. Ify mengangguk-anggukan kepalanya.

“Aku mau mbak. “ujar Ify. Sepatu yang memeliki desain yang unik sekali. Dan sepertinya akan sangat cocok dipakai oleh Ify.

“satu lagi mbak. Bisa bantu saya gak . . “mohon Ify, ia menelatubkan tangannya memohon.

“apa ya dek ?”tanya gadis tersebut. Yang dapat diperkirakan umurnya baru 27 tahunan/wajahnya pun masih sangat muda dan penampilannya sangat modis sekali.

“tolong make up.in saya terserah. Make. Up ala kadarnya pokoknya yang cepat. Saya sudah hampir telat ke pesta. Pleaseee mohon banget. Berapa aja terserah deh semuanya. Saya pasti bayar “ujar Ify dengan nada cepatnya. Ia memohon kembali. Pemilik toko tersebut tersenyum kea rah ify.

“Dengan sangat. Ayo cepat kamu ganti baju dulu”suruh orang itu. Ify menyunggingkan senyum kelegaanya. Ia menganggukkan kepalanya. Ify melepaskan tasnya dan earphonenya. Ia mengambil baju dan sepatu yang dipengang oleh pemilik toko itu. Dan segera mengganti pakaiannya diruang ganti.

Dalam waktu hanya 2 menit Ify sudah mengganti pakaiannya. Pemilik toko tersebut tersenyum takjub. Ternyata pakaian itu sangat cocok sekali dipakai oleh gadis dihadapannya ini.

“Adek sangat cantik “puji cewek itu. Ify tersenyum saja.

“Ayo duduk disini “suruh cewek itu lagi. Ia sudah menyiapkan kursi dan make upnya disana. Ify pun segera duduk disana.

Dengan lihainya tangan orang ini me riasi Ify dengan waktu yang sangat singkat sekali. Speertinya cewek tersebut memang sudah berpengalaman dengan hal ini. Ify sengaja ia dandani dengan konsep make up senatural mungkin. Hanya beberapa polesan bedak dan eye shidow warna kulit. Dan sedikit memberikan blushon di kedua pipi Ify. Kemudian di berikan lipglosh yang berwarna natural.

Kini berganti pada rambut Ify. Sang perias berfiir sejenak sambil memegang sisir rambut. Ia berfikir akan dia apakan rambut Ify ini. Kemudian Pemilik toko ini mempunyai ide yang begitu bagus. Ia pun langsung melepas kuncir rambut Ify. Ia mengikatkan kembali dengan rapi. Lantas menggulungnya lagi seperti ikatan Ify sebelumnya. Namun ia sisakan beberapa rambut panjang pada pelipis kanan dan kiri Ify. Poni Ify ia biarkans aja tetap berada disana.

“Finally . . “ujar pemilik toko itu. Hanya waktu 10 menit kini Ify sudah berubah menjadi sangat cantik sekali. Ify menatap dirinya di kaca toko. Ia takjub tak percaya melihat dirinya sendiri.

“Kamu sangat cantik . . “

“Namaku Ify mbak . “

“Panggil saja saya Kak Vei “Ify menganggukan kepalanya.

“Makasih kak Vei . bagus banget . aku suka “ujar Ify.

“Yaudah cepat sana berangkat kayanya sudah telat “Ify meraih tasnya terlebih dahulu. Ia mengambil atmnya dan memberikan kepada kak vei.

“bentar ya “ujar kak Vei menerima atm Ify. Ia menggesekkanya kea lat penggesek atm. Setelah itu membalikkanya ke Ify.

“Semuanya 750 ribu Fy “

“Oh iya kak. Seklai lagi makasih ya. Aku berangkat dulu. Benar-benar terima kasih banget “

“Iya sama-sama. Sering-sering datang lagi ya”

“Iya kak”ujar Ify dengan sopan. Ia mengambil semua barang-baranya dan berjalan cepat menuju luar mall.

Di sepanjang perjalanan keluar Mall. Banyak mata yang menatap ify. Lebih banyak saat dia masuk tadi. Semua hanya melongo menatap gadis cantik ini. Ify tak menggubrisnya ia sudah tak punya waktu. Jam tangannya sudah menunjukkan pukul 07.05. Ia sudah sangat terlambat sekali.

Ify mencegah satu taxi dan segera masuk kedalam taci tersebut.

“Pak. Hotel “MARKKANS” cepat ya pak “ujar Ify kepada supir tersebut. Taxi yang ia tumpangi pun segera berjalan menjauhi mall tersebut.

Ify mengambil ponselnya yang ada didalam tasnya. Dan benar saja 10 panggilan dari Sivia sudah terpampang jelas di layar ponselnya.

*****

18.00 Wib

 

             Rio masih berada di ruang rapat. Sudah 5 jam lamanya ia memimpin jalannya rapat. Rio menatap ke jam dinding yang berada di atas tembok sana. Ia menghela nafas sejenak. Melihat semua cliennya sedang ebrdiskusi. Rio menghampiri sekertarisnya.

“Agni bisa kamu siapkan baju pesta saya”bisik Rio ke Agni

“Bapak mau kepesta ?”tanya Agni berbasa basi

“Agni. Sekarang !!”ujar Rio dengan tajam sambil menunjuk ke luar pintu. Agni mengangguk nurut saja meskipun sedikit makan hati dengan perkataan Rio tadi. Namun ia tetap menjalankan perintah direkturnya tersebut. Agni segera menyiapkan semua pakaian Rio.

“Ahhh.  Anak itu di kasih kado apa lagi ??’binggung Rio. Sedetiknya ia teringat dengan sesuatu yang ada dilaci meja kerjanya.

“Ahh. . gue kan punya satu jam cewek yang dulu iseng gue beli di singapore”batin Rio melegah. Ia sekarang melanjutkan rapatnya kembali yang sbeentar lagi akan selesai.

Rio keluar dari ruang rapat setelah menutup rapatnya. Ia masuk kedalam ruang kerjanya. Dimana sudah ada semua pakaian barunya yang ia pesankan kepada agni. Dengan cepat Rio mengganti bajunya.

Rio menggunakan kemeja putih dan di lapisi jas hitam. Dan sebuah dasi silver yang sangat bagus sekali. Sepatunya kulit berwarna hitam. Sangat cocok sekali pada tubuh Rio. Setelah memakainya, ia mengaca sebentar dan semuanya terlihat memuaskan dimata cowok ini.

Rio melangkah ke laci pada meja kerjannya. Ia mengambil sekotak jam tangan yang sangat cantik dan sepertinya mahal. Rio mencari kardus pembungkus dan untung saja ia mendaptkannya dilacinya. Ia segera memasukkan kedalam.

Rio menatap jam tangan miliknya. Sudah hampir jam 7 kurang 15 menit. Rio meraih dompet , kunci mobil serta ponselnya. Ia pun segera beranjak dari kantornya.

“Kalau ada jadwal mala mini batalkan saja dulu. Ganti besok atau lusanya. Dan kirimkan semua jadwal saya .”pesan Rio kepada Agni sebelum meninggalkan kantornya.

*****

07.00 WIB

Alvin dan Shilla sudah bersiap-siap dengan sebuah kejutan untuk Sivia.  Shilla pun sudah berdandan dengan sangat cantik sekali.Begitu juga Alvin ia menunggu di apartemen Shilla dengan memakai jas yang snagat rapi.

“Yuuk turun sepertinya pestanya mau udah dimulai “ajak Shilla. Alvin menganggukkan kepalanya. Ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti Shilla yang sudah duluan.

Mereka beriringan melewati lorong-lorong hotel untuk menuju ke lantai pertama. Perbincangan ringan terjadi diantara mereka.

“Semuanya udah loe siapin kan ?”

“Iya sudah kok . terima beres aja “ujar Shilla mengangkat jempolnya dan tersenyum kea rah Alvin.

“Sippp. Sahabat yang baiikk. Makasiiihhh”ujar Alvin sambil merangkul Shilla.

“Lepasin. Nanti dandanan gue ancur semuaa”tepis Shilla. Ia merapikan rambutnya yang sengaja di geraikan saja. Shilla mala mini memakai drees selutut dengan warna Merah tua. Dan dihiasi pita hitam pada samping bajunya.

Mereka beruda menaiki Lift untuk turun ke lantai pertama.

*****

19.00 WIB “HOTEL “MarkKANS”

Sivia menatap dirinya di kaca.  Sang mama yang ada dibelakangnya berdecak kagum melihat anak satu-satunya ini begitu sangat canti sekali. Sivia menggunakan gaun panjang dimana terdapat belahan panjang pada sebelah kanan bajunya sampai di atas lutut. Gaun Sivia berwarnakan Ungu muda dan sangat cocok sekali untuk Sivia. Rambut Sivia diikat kea rah samping dan dikritingkan pada ujung-ujungnya.

Sivia tersenyum menatap dirinya di depan kaca yang terlihat sangat cantik sekali. Benar-benar membuat siapa saja akan terpesona melihatnya.

“Ayo Vi kita keluar. Sudah banyak undangan yang datang”ujar Papa Sivia yang masuk ke dalam kamar rias Sivia di salah satu kamar hotel disana.

“Iya Pa”Sivia mengangguk. Dan dengan bantuan sang mama yang berjalan di sampingnya , Sivia berjalan menuju kea rah pestanya.

*****

 19.05 WIB “Hotel MarkKANS”

Rio sudah tiba dipesta tersebut. Ia mengedarkan pandangannya. Memang konsep pesta mala mini begitu sangat mewah dan megah menurutnya. Ia melihat ke para tamu yang sudah banyak dan memenuhi ruangan ini.

“Woyyy Yo . . “suara dari belakang Rio membuatnya sedikit terkejut. Rio mmebalikkan badanya.

“Ckk. . “decak Rio menatap orang tersebut yang tak lain adalah Alvin.

“Loe datang juga ?”tanya Shilla. Rio tersenyum memganggukkan kepalanya seadanya.

“Pestanya sudah dimulai belum sih ?”tanya Rio.

“Habis ini kayaknya. Tuh MC.nya udah naik ke atas”ujar SHilla sambil menunjuk kea rah MC yang bersiap-siap disana. Dan benar saja belum Alvin dan Rio menyahuti omongan SHilla Mc. Tersebut sudah berkicau ria di atas sana.

“Sivia mana yaa?? . .”lirih Alvin celingak celinguk mencari keberadaan Sivia.

“belum muncullah. Mungkin sebentar lagi . .”

“Oh . iya iya “Alvin mengangguk-angguk saja.

Sang Mc membuka acara, mulai dari pembukaan sampai ucapan terima kasih kepada tamu yang datang. Dan inilah saatnya pemilik aca ini keluar dai sarangnya.

“Mari kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah. SIVIA AZIZAH”ujar sang Mc begitu keras. semua tamu lantas bertepuk tangan.

Sivia keluar dari pintu sisi kanan ruangan. Semua mata tertuju kepadanya. Berbagai pujian datang menghuncami Sivia. Sivia tersenyum berjalan menju ke atas panggung.

Alvin terpengaga menatap Sivia. Benar-benar bagaikan bidadari yang turun dari kayangan. Alvin masih tak berkedip sedikit pun. Hanya Sivia alah yang menjadi pusat matanya saat ini.

“Gak usah dilihat sampai segitu. Gak bakal hilang kali Vin. .”ujar Shilla yang ngeri sendiri menatap tatapan Alvin ke Sivia.

“Sivia cantik banget “ujar Alvin menyadarkan sedikit kesarannya.

“Lama kali. Dia emang cantik kok”sahut Shilla. Alvin mengangguk-angguk saja .

Sivia sudah berada di atas panggung. Ia dapat melihat jelas dimana Alvin,Rio dan juga Shilla melambaikan tangan ke arahnya. Sivia tersenyum kearah mereka. Ia pun mengedarkan pandangannya kembali. Mencari satu sosok yang ditunggu-tunggunya. Siapa lagi kalau bukan sahabatnya tersebut.

“Mana sih nih setan ? apa dia gak datang ?”Sivia sudah panik sendiri. Karena ia sangat berharap sekali Ify akan datang.

“Sivia.  Bagaimana ? acara peniupan lilin dimulai sekarang ?”tanya sang Mc membisiki Sivia. Sivia masih sibuk mencari keberadaan Ify. Namun percuma saja memang Ify belu datang.

“Iya”jawab Sivia kepada Mc tersebut.

“Baiklah. . .dan sekarang adalah peniupan lilin “seru sang Mc. Sebuah kue tingkat 4 di dorong kea rah Sivia. Kue yang sangat indah sekali. Dan diatasnyanya teradapat boneka replika speerti Sivia. Dan juga dengan lilin berangkakan 17 tahun.

“Mari kita sama-sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Sivia Azizah”pandu sang pembawa acara

“Selamat ulang tahun kami ucapkan. Selamat panjang umur kita kan doakan. Selamat sejahtera sehat sentosa. Selamat panjang umur dan bahagia “ Seluruh tamu bertepuk tangan dan menyanyikan lagu tersebut.Namun Sivia tak terfokus. Ia masih mencari keberadaan Ify .

“Tiup lilinya, , tiup lilinya. Tiup lilinya sekarang juga. Sekarang juga. . sekarang juga . .

“Ayo vi . “suruh Mcnya. Sivia mengangukkan kepalanya. Ia menunduk melakukan make wish  terlebih dahulu, Setelah itu dengan hati-hati Sivia segera meniup kue ulang tahunnya yang begitu besar.

Tepuk tangan pun kembali menyeru. Sang Mc memberikan pisau pemotong kue kepada Sivia.

“Potong kuenya. Potong kuenya sekarang juga. Sekarang juga. Sekarang juga. . “lagu terus dinyanyikan oleh para tamu. Sivia menghelakan nafas panjangnya. Ia menunduk lemas.

“Sepertinya Ify tidak datang “

“Ayooo . Siapa ya yan akan dikasih potongan kepada Sivia ??”Sivia memotong kuenya dengan malas.

“Kue pertama untuk Mama dan Papa”ujar Sivia. Ia menoleh kea rah mama dan papanya. Ia berjalan memberikan sepiring kue tersebut. Kemudian ia menyuapi mama dan papanya secara bergantian.

“Waahh. .Sivia anak berbakti sekali ya . . “

“lalu. . ??? Kue kedua untuk siapa nih Vi ??”tanya sang Mc mulai penasaran. Semua tamu pun ikut penasaran.

Sivia menatap kea rah Alvin, Rio dan Shilla yang masih tersenyum ke arahnya. Sivia mengangkat piring yang berisi kue kedua yang telah ia potong. Ia mengedarkan pandanganya lagi.

“Kue ini sebenarnya untuk sahabat aku. Berhubung dia sepertinya tidak datang.  Jadi kue ini ak . . “

“Sorry gue telat . .  . . “

*****

Ify semakin cemas di dalam taxi. Ia tak mau mengecewakan Sivia yang ingin sekali dirinya datang di pesta 17 tahunnya. Namun kecemasan ify tidak terlihat sama sekali dalam wajahnya bahkan gerak geriknya. Ia bersikap siapa saja namun hatinya terus bergejolak.

“Pak. Bisa cepat sedikit”suruh Ify datar. Sang supir menganggukkan kepalanya.

Jam dilayar ponsel Ify sudah menunjukkan pukul 19.20. Kini taxi yang ia naiki sudah berada di depan “Hotel MarkKANS””.  Ify memberikan uangnya kepada supir tersebut. Setelah itu ia turun dari taxi dengan cepat.

“Awww”Highless yang dipaki Ify sedikit menyiksa. Namun ia tahan saja. Ify segera masuk dengan masih membwa tasnya.

“Gue titipin aja deh . “Ify melihat kea rah ruangan aula yang sangat ramai yang dapat dilihatnya dari loby. Ify pergi ke tempat penitipan barang terlebih dahulu. Setelah itu ia menuju ke sana.

““Kue ini sebenarnya untuk sahabat aku. Berhubung dia sepertinya tidak datang.  Jadi kue ini ak . . “

“Sorry Gue telat “ify berteriak begitu sangat keras.

“Oppss .. .”semua mata menoleh ke arahnya yang berada dibelakang.

Para tamu menatap Ify tiada henti. Menatap gadis ini mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Benar-benar sangat cantik sekali. Bahkan Sivia yang dari atas panggung melongo tak berkedip. Ia bahkan tak menyangka bahwa itu adalah Ify.

Mala mini ify benar-benar sangat cantik dengan pakaian hitamnya.

“Itu Siapa ?”tanya Rio, Alvin dan Shilla bersamaan. Mereka bertiga pun ikut menatap Ify dengan tatapan “Wooww”

“Kue keduaku. Aku kasihkan kepada sahabat terbaikku.Ify . “ujar Sivia menyadarkan semua penonton, Sivia berjalan turun tersenyum kea rah sahabtnya itu. Ify pun juga begitu ia tersenyum iblis kea rah Sivia.

“Nih buat loe setan . .”ujar Sivia pelan dan memberikan kuenya kepada Ify.

“Happy birthday ya. Sorry gue telat “Ify menerima kue tersebut lantas memeluk Sivia sebagai ucapan terimah kasinya . Sivia menganggukkan kepalanya lantas melepaskan pelukan ify.

Tak ada yang bertepuk tangan. Keadaan ruangan pun masih hening. Semuanya masih menatap Ify dengan tatapan terkagum. Sivia menggandeng Ify untuk ke mama dan papanya yang tersenyum kea rah mereka berdua.

“Yaaahh. . . Mari kita kasih tepuk tangan yang meriah untuk Sivia azizah. . “ujar sang MC dengan kerasnya. Semua penonton tersadar lantas bertepuk tangan mengikuti panduan pembawa acara tersebut.

“Itu Ify ? Sumpaah ?? “ujar Alvin benar-benar tak percaya. Ia menyedikkan pengelihatanya.

“Sumpah cantik banget . . “lanjut Alvin .

“Sejak kapan gadis bodoh itu secantik itu ?”lirih Rio sangat pelan hingga tak ada yang mendengarnya. Matanya pun masih tak lepas menatap Ify yang sudah berada di atas panggung.

“Baiklah. . Silahkan menikmati acara ini dan silahkan makan sepuasnya. Dengan iringan band-band bintang tamu malam ini. Have Fun guys . .”ujar pembaca acara.

Ify menyalami ke dua orang tua sivia yang sudah ia kenal dengan begitu baik.

“Malam tante. Om . “sapa Ify .

“Malam Ify. Kamu cantik sekali mala mini”puji Papa Sivia dan diangguki oleh sang Istri.

“Om juga cakep. Tante juga cantik”puji Ify balik.

“Yasudah nikimati acara ini ya. Om sama Tante mau nemuin teman-teman Om dulu disana”ujar Pak Aziz. Sivia dan ify mengangguk saja. Kedua orang tua Sivia meninggalkan mereka berdua.

“Gue kira loe gak dateng “omel Sivia.

“Ini gara-gara beliin loe kado. Nih buat loe”ujar Ify memberikan  sebuah bungkusan yang berisi hadiah darinya.

“Buat gue ?”

“Iya, Buka aja”suruh Ify. Sivia menerimanya dan membuka kado tersebut.

Sivia memeblakakan matanya melihat isi kado tersebut. Ia mengeluarkan hadiah yang berisi kalung yang sangat cantik itu.

“Gilaa Fy. Ini bagus banget. Apa gak mahal ?”ujar Sivia tak percaya Ify memelikakanya kado speerti ini.

“Seribu dapat tiga. Gue belinya aja di loakan. Udah sana pakek”suruh ify dengan nada datarnya. Seolah-olah katanya itu memang benar.

“Meskipun dari loak gue tetepa ikhlas kok nerimanya Fy . .”balas Sivia dengan wajah tak enaknya karena ucapan ify tadi.

“Hahahha  .. “kekeh Ify. Sivia pun memakai kalung tersebut. Jujur ia sangat suka sekali dengan kado Ify tersebut.

“Gue suka banget Fy. Makasih yaa . . .”ujar Sivia begitu senang. Ify membatin dalam hatinya.

“15 juta Vi. 15 juta. Jangan sampai loe bilang gak suka. Bisa langsung gue bunuh loe . . “batin ify berkoar-koar sendiri. Dengan senyuman yang sedikit dipaksakan ia tersenyum ke Sivia.

Alvin Rio dan Shilla berjalan menghampiri Sivia dan Ify yang berbincang-bincang di sebelah panggung. Ify yang berada di depan Sivia dan dapat melihat jelas Alvin, Rio dan saty orang cewek berjalan ke arahnya.

Mata Ify tak sengaja bertemu dengan mata Rio yang juga memandangnya. Ify segera melengoskan wajahnya. Tak ingin menatap wajah menyebalkan itu.

“Sivia. Happy birthday yaaa”ujar Shilla yang langsung menyalami Sivia. Sivia tersenyum dan menyalami Shilla kembali.

“Gu datangkan. Selamat ulang tahun ya. Nih buat loe”ujar Rio dan memebrikan hadiahnya kepad Sivia.

“Iya kak. Makasih banyak yaa”ujar Sivia begitu senang.

“Kamu cantik mala mini. Sweet seventeen yaa cantik . . “Ify dan Rio langsung bergidik ngeri mendengar ucapan manis Alvin tersebut. Bulu kuduk mereka serasa runtuh semua. Sedangkan Shilla hanya menahan tawanya agar tidak kelepasan.

“Iya masama kak udah datang “balas Sivia.

Alvin melirik kea rah Shilla memberikan sebuah kode. Shilla yang dapat menangkap kode dari Alvin lantas mengangguk mengerti.

“gue ke toilet dulu ya “pamit Shilla ke yang lainnya.

“Mmm. Vi  . .mau ikut gue bentar aja. Gue ada hadiah buat loe”ujar Alvin. Sivia mengernyitkan keningnya sebentar. Penasaran juga dirinya dengan kado yang akan diberikan oleh Alvin.

“kemana kak?”

“Ikut aja “Alvin menyodorkan telapak tangannya di depan Sivia. Dengan senang hati Sivia meraih tangan tersebut. Alvin pun berjalan bersama Sivia ke tempat yang sudah direncanakan oleh Alvin dan juga Shilla.

Baik Ify dan Rio tak ada yang sadar bahwa tinggal mereka yang disana. Sivia dan A;vin sudah pergi begitu saja.

“Loh ?mana Sivia ?”tanya Ify binggung. Begitu juga Rio yang mencari keberadaan sepupunya tersebut.

“ckkk. Kacang lagi kan gue  . . “decak Ify sangat kesal. Rio melirik kea rah Ify yang sepertinya sedang kesal. Rio menatap kembali Ify dari atas sampai bawah. Ia masih belum percaya bahwa didepannya saat ini adalah gadis bodoh yang selalu bermusuhan dengannya.

Ify mengernyitkan keningnya. Ia menatap Rio dingin dan heran karena Rio menatapnya dengan begitu tajam dan tak henti-henti. Ify jadi takut sendiri karena masih frustasi dengan kejadian tadi pagi.

“YAAAHHHH !!! COWOK BODOH !LOE MAU BUAT MESUM LAGI KE GUE ??”teriak Ify begitu keras. Rio terpelonjak Shock. Ia melotokan wajahnya kea rah Ify yang sudah dengan sinis melihatnya.

“Anak ini . . .”desis Rio yang sangat malu. Karena sudah banyak orang yang menatapnya dan juga menatap Ify.

“Maaf. Maaf. . dia adik saya yang agak gila. Maaf . “ujar Rio kepada para tamu lainnya. Dengan cepat Rio segera menarik tangan ify dan menjauh dari aula sana. Rio menarik Ify menuju ke belakang aula. Dimana disana terdapat sebuah taman bermain anak-anak.

“Lepasin guee . . lepasiinn gueee . . “berontak Ify. Namun Rio tetap menyeretnya dengan paksa.

*****

Alvin tiba-tiba menutup mata Sivia dari belakang dengan menggunakan sapu tangan. Sivia terkejut sesaat dan bertanya-tanya mau diapakan dirinya mala mini.

“Kak kok ditutup ?”binggung Sivia.

“Udah nurut aja. Biar supprise. Ayo jalan lagi “suruh Alvin dan menuntun Sivia untung terus berjalan.

Mereka berdua kini berhenti di sebuah lapangan luas tenis yang sangat luas. Dimana lapangan tersebut terletak di sebelah hotel dan sangat dekat sekali. Alvin berjalan kearah depan Sivia.

“Udah siap ?”tanya Alvin. Sivia menganggukkan saja kepalanya. Alvin pun dengan hati-hati membuka penutup mata Sivia.

1

2

3

“Waowwww . .. “Sivia membungkam mulutnya dengan tangannya. Ia berputar ditempat. Menatap lapangan tenis yang diubah oleh Alvin menjadi sebuat taman bungan membentuk “LOVE” disana.

Rangkaian bunga mawar merah dan juga putih terangkai disan. Dan juga lampu hias yang memberikan pencahayaan dan itu sangat indah sekali. Begitu romantisnya.

“Ini hadiah kakak ?”tanya Sivia masih tak bisa berkata apa-apa. Alvin menggelengkan kepalanya.

“terus ?”. Alvin tersenyum penuh arti ke Sivia.

“SEKARANG “teriak Sivia.

Dorrrrr . .

“Kamu lihat ke atas langit”suruh Alvin. Sivia lantas mengarahkan wajahnya ke atas. Benar saja sebuah kembang api sangat canti dan bertuliskan sebuah kalimat yang semakin membuat Sivia terkejut dan benar-benar terkejut.

                        “ Gue Suka Sama Loe”

 

Dorrrrr

“Waaooww . . . “

“ Gue cinta sama Loe “

 

Doorrr

“Kak . . . . “

“Loe mau jadi pacar gue ?”

 

Alvin meraih kedua tangan Sivia. Alvin dapat merasakan dinginnya tangan Sivia. Sepertinya gadis ini tak menyagka dengan kejutan yang ia berikan,.

“:Kakak nembak Sivia ?”tanya Sivia meminta kepastian untuk meyakinkan dirinya.

“Iya Sivia. Kamu mau gak jadi pacar aku ?”tanya Alvin dengan nada penuh harap. Sivia tersenyum sesaat menatap Alvin. Air matanya hampir meleleh tak bisa berkata apa-apa dengan semua hadiah Alvin ini. Hadiah terindah dan teromantis yang dirinya dapat di usia ke 17 tahunnya ini.

“Gimana Vi ?”

“Sivia . .. .  . . .”

*****

Ify dan Rio berhenti di tengah taman bermain tersebut. Rio melaspkan tangan Ify dengan kasar,

“Aww . “rinngis ify memegang tangannya yang memerah.

“Loe tuh ya . . “emosi ify kembali datang. Rio berdecak sinis menatap ify.

“Loe bisa gak jaga tuh mulut ?”

“Bisa. Kenapa ?”tantang Ify.

“Gue dari dulu pingin banget mengatakan satu hal sama loe . .”Ujar Rio dengan wajah yang serius.

“Apa?hah? loe fikir gue takut ?”

“tatap gue “suruh Rio dengan tegas. Emosinya sudah di puncaknya. Ingin sekali ia membunuh gadis didepannya ini. Memang Ify sudah sangat keterlaluan tadi dan membuat Rio begitu malu.

“Enggak Mau”

“Tatap mat ague “

“Enggal.!! Loe mau katakana apa sih ? Cepetan kek!!”gumel ify sinis.

“Gu . . . “

Dorrrrrr

“ Gue Suka Sama Loe”

 

             Ify dan Rio langsung kaget mendengar suara keras tersebut, mereka berdua mendongakkan kepalanya ke atas. Ify membelakakan matanya.

“Loe  . .  . “ify menunjuk tangannya kea rah Rio.

“Bu . . bu . . ..”Rio kebingungan sendiri. Kenapa tiba-tiba ada kembang api seperti itu, dan tepat saat ini ia ingin mengatakan suatu hal kepada Ify.

 

Dorrrrr

Satu kembang Api kembali meluncur pada atas langit.

“ Gue cinta sama Loe “

 

“WHAAATTT ??”teriak Ify begitu kerasnya. Ia menatap Rio semakin bingung.

“Gue . . gu . . “

 

Doorrr

“Loe mau jadi pacar gue ?”

 

Ify menatap Rio dengan tatapan tak bisa diartikan. Rio sudah gelagapan sendiri. Binggung ingin menjelaskan tentang kembang api yang sama sekali tidak ia ketahui.

“loe nembak gue ?”cerca Ify tak percaya.

“hah? “sontak Rio langsung melototkan matanya kaget dengan ucapan Ify yang percaya diri sekali.

“Loe pede banget . .”balas Rio sinis.

“terus ? itu tadi ?katanya loe mau ngomong hal penting ke gue ??”Ify tersenyum begitu picik kea rah Rio. Namun senyum piciknya tersebut terlihat sedikit beda. Ada suatu rasa yang tersirat dalam senyum tersebut.

“Man ague tau . .Bukan gue yang ngelakuinnya . .!!”

“Masak ??. ckckk . . “

“Gak penting banget gue ngelakuin hal itu . .”

“Ngaku aja deh loe? Sejak kapan loe suka sama gue ? hahaha”Ify tertawa begitu meremehkan Rio. Rio semakin binggung sendiri. Toh memang bukan dia yang melakukan itu.

Tiba-tiba Shilla berjalan melewati Rio dan ify. Dimana Shilla dari lepangan tenis membantu Alvin menyatakan cintanya kepada Sivia. Shilla berjalan dengan senyum puasnya.

“Bagus gak kembang apinya ? Alvin habis nembak Sivia loh. Romantis kan”ujar Shilla ke Rio dan setelah itu Shilla langsung berjalan kembali. Hanya niat memberitahu saja.

Ify menelan ludahnya dalam-dalam. Sekali lagi ia dibuat malu dihadapan cowok gila ini. Rio menahan tawanya, perlahan ia mendekatkan wajahnya kearah ify yang ekspresinya sudah berubah drastis.

“Ify . . “panggil Rio dengan suara dimanis-maniskan. Ify memalingkan wajahnya ke arah Rio. Ia tak mau menatap cowok ini. Begitu bodohnya dirinya dengan ucapannya tadi.

“Loe ngarep banget ya gue tembak ??”goda Rio namun dapat terdengar seperti sinisan yang tajam.

“MIMPI LOE  . .”Rio menjitak kepala Ify. Kemudian membalas senyum remehan ify yang sebelumnya diarahkan kearahnya . Rio berjalan meninggalkan ify yang mematung malu disana.

“Selamat bermimpi gadis Bodoh . .”teriak Rio dari kejauhan.

Ify terduduk lemas. Sangat lemas sekali. Ia menutup wajahnya yang sudah tak punya harga lagi menurutnya,

“Gue kenapa bisa begoo banget sih !! BEGO BEGO “

“GUE PEDE BANGET LAGI!!”

“DASAR COWOK GILA !! COWOK BODOH!! COWOK SINTING !! BRENGSEK ! BRENGSEEKKKK”

Bersambung . . . . .

Waayooooo. . kelihatanya makin seru aja nih. Si Rio dan ify ckckckck. . Lucu banget ya ^^ ihihih.

Gimana ya jawaban Sivia ? dia nerima alvin gak yaa ?? hayoooo . . ??

Terus bacaaa yaa guys biar tau hihih😀 jangan lupa like dan comment ya kalau sudah baca. Makasih sebelumnyaa😀 dan yterus bacaa😀 FIGHTING !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s