DEVIL ENLOVQER – 19 ~ Gadis bodoh !! Jangan terlalu Percaya Diri ,Ckkck ~

Hay ini part 19.nya semoga tambah suka yaaa😀.. Jangan lupa like dan commentnya kalian ya kalau memang suka😀. promosiin jga ke teman-teman kalian biar banyak yg bacaa😀 okeoke. Dan makasih banyak yang masih setia baca cerita ini.

@Luckvy_s  “LULUK-HF”

DEVIL ENLOVQER – 19

~ Gadis bodoh !! Jangan terlalu Percaya Diri ,Ckkck   

 

            Alvin masih memegang kedua tangan Sivia dengan lembutnya. Tatapan Alvin pun tak ia alihkan dari mata gadis cantik ini. Jantung Sivia terasa berdetak kencang sekali. Tangannya sangat dingin. Hatinya saat ini begitu tak percaya akan semua ini.

“Gimana Vi ?”

“mmmm. . Iya kak. Sivia mau jadi pacar kak”ujar Sivia malu-malu sambil memainkan satu kaki kirinya. Sivia menundukkan kepalanya.

“beneran ?”tanya Alvin memastikan. Sivia menganggukan kepalanya pelan. Seketika itu Alvin menarik Sivia dalam pelukannya. Pelukan begitu erat sekali. Alvin sangat senang mala mini.

“Makasih ya Vi. Makasih banyak. Gue janji bakal selalu jagain loe. Dan gak akan nyakitin loe”

“Iya kak Sivia pegang janji kakak. . “balas Sivia ia pun membalas pelukan hangat Alvin tersebut.

Alvin melepaskan pelukannya. Ia menatap Sivia begitu dalam. Kedua tangannya pun masih memegang jemari lembut Sivia. Perlahan Alvin mencium kening Sivia dengan sangat manis sekali. Sivia memejamkan matanya merasakan kehangatan ciuman dari kekasih barunya itu.

“Makasih “

“Hmm . . “

Alvin melepaskan ciumannya. Ia senyum-senyum sendiri. Tak menyangka bahwa cintanya akan diterima oleh Sivia.

“Gue seneng bangeeettttt !!!”teriak Alvin begitu kencangnya. Sivia tertawa melihat Alvin yang seperti anak kecil.

“Udah ah kak. Ayo masuk nanti dilihatin banyak orang “ajak Sivia

“Hmm. Yuukk . “Alvin memegang erat tangan kanan Sivia. Mereka pun berjalan beriringan menuju ke aula kembali.

Selama perjalanan Sivia membuka pembicaraan. Dimana ia ingin mengenalkan Alvin kepada kedua orang tuanya.

“Kak , ,”

“iya “

“Papa sama Mama pingin ketemu sama kakak”ujar Sivia. Alvin menghentikkan langkahnya. Ia menolehkan wajahnya mengarah ke SIvia dengan tatapan kaget dan juga kebinggungan.

“Ketemu gue ? gimana nih . .gue belum siap Vi “cemas Alvin

“Udah gak apa-apa. Mama dan papa Sivia baik banget kok “

“Iya deh. “ujar Alvin sedikit ragu-ragu. Sivia mengeratkan pengangan tangannya. Meyakinkan Alvin agar tidak takut dan mengurangi ke nervousan kekasihnya ini.

Sivia masuk kedalam bersama Alvin. Dengan senyum yang tak hentinya berkembang di bibir mereka. Mereka jadian dihari Ulang tahun Sivia. Dan bukan spesial buat Alvin saja melainkan juga buat Sivia.

 

                                                            *****

            Ify mencoba bersikap biasa saja. Mencoba tak pernah ada yang terjadi padanya dan tidak ada terjadi apa-apa. Ia merapikan kembali pakaiannya. Setelah itu masuk kembali ke Aula hotel tempat acara dilaksanakan. Jujur hati ify masih was-was. Perasaan sangat malu melanda dirinya. Berharap sekali bahwa dia tidak akan bertemu dengan cowok gila itu. Bisa-bisa mati berdiri dia dipermalukan lagi habis-habisan.

“Sivia mana sih . . “decak ify kesal. Ia mengedarkan pandagannya. Dan akhirnya menemukan Sivia dan Alvin yang sedang berjalan dari pintu masuk. Ify menatap dengan jijik melihat kedua orang tersebut.

“Gara-gara loe berdua nih. Gue yang kena imbas sialnya “gumam Ify pelan ke dirinya sendiri. Dan tidak hentinya menatap Alvin dan Sivia dengan tatapan murka.

Sivia dan Alvin berjalan bersama. Banyak mata yang menatap mereka berdua, karena Alvin menggandeng tangan Sivia dengan erat sekali.  Ify melihat saja gerak-gerik yang dilakukan dua orang itu.

“Oh ngenalin ke papa mamanya “simpul ify. Karena ia dapat melihat kini Alvin dan Sivia berdiri di depan kedua orang tua Sivia.

*****

Alvin semakin cemas. Keringan dingin mulai membanjiri tubuhnya. Kini didepannya sudah ada Papa dan Mama Sivia. Ia mencoba bersikap sesopan mungkin.

“Malam tante. . “

“Malam Om . . “sapa Alvin dan menyalami Papa serta Mama Sivia.

“Malam  . . “balas kedua orang tua Sivia.

“Ini kak Alvin Pa. Ma . . Katanya papa sama Mama pingin kenal sama dia”ujar Sivia memperkenalkan Alvin.

“Saya Alvin om. “ujar Alvin sedikit gugup. Papa dan Mama Sivia tersenyum menatap Alvin. Mungkin mereka suka dengan Alvin. Karena sifat sopan cowok ini.

“Om ucapkan terima kasih karena kamu udah jagain SIvia akhir-akhir ini.  Terima Kasih ya Vin “ujar Pak Aziz. Seketika itu ketegangan Alvin hilang sudah. Ternyata Papa Sivia begitu baik dan menyambutnya dengan senang.

“Iya Om sama-sama “

“Kalian pacaran ?”tanya Mama Sivia sambil menujuk kea rah tangan Sivia dan Alvin yang masih berpengangan tangan.

“Ehh . .”Alvin dan Sivia jadi salting sendiri dan melepaskan pengangan mereka.

“Alvin minta Izin buat jagain Sivia dan menyayangi Sivia sebisa Alvin. Alvin janji Om bakal buat Sivia bahagia. Dan selalu menjaga Anak Om dengan baik”izin Alvin sopan sekali. Sivia dan Alvin hara-harap cemas. Takut kedua orang tua Alvin malah menentang mereka berdua.

“Mama Sih gak apa-apa. Asal sekolah Sivia tidak berantakan dan  . . . .”

“Saya sudah kuliah semester 2 tante sebentar lagi” Mama dan papa Sivia membelakakan matanya sedikit kaget.

“Kalau kayak gini Papa makin percaya sama kamu Vin. Kamu pasti bisa jaga Sivia dengan baik”ujar Om Aziz begitu senang. Sivia dan Alvin menghirup nafas selegah-legahnya.

“Ingat loh ya. Sekolah kalian berdua harus nomer satu “

“pasti Kok Ma . .”

“Pasti Kok tante . .”serempak Alvin dan Sivia.

“Kamu kuliah dimana ?”tanya Mama Sivia penasaran.

“Di Universitas ARWANA tante. . “

“Ngambil apa?”

“Kedokteran . . .”Pak Aziz semakin bangga dengan Alvin. Ia semakin tak ragu untuk mengizinkan Sivia berpacaran dengan Alvin.

“Haduuhh anak kita ya Pa. pinta cari pacar. Udah cakep. Ganteng, pintar lagi. . hmm. . . “Mama Sivia begitu suka dengan Alvin. Bahkan tak bisa dipungkiri mama Sivia pun terpana dengan kegantengan Alvin.

“Mama apaan sih jadi kecentilan gitu . . “gerutu Sivia.

“Eheemm. Masih cakepan papa kan Ma . eheemm. . “dehem Pak Aziz dan membuat istrinyas alah tingkah sendiri.

“Hahahahaa. .. “tawa mereka berempat. Setelah itu mereka berbicang-bicang ringan.

*****

Ify  merasa bosan karena tidak ada yang bisa ia kerjakan. Ia memelih untuk kembali ke belakang dan pergi ke taman bermain. Memandangi indahnya mala mini.

Nana . . nana. . nana. .

Na . . nana. . nana. .

Na. . nana. . nana

Ify bersenandung tidak jelas sambil menaiki ayunan dan mengayunkannya sendiri dengan pelan. Menatap ke atas langit yang sangat indah sekali. Walaupun bintang-bintang tak sebegitu banyak yang terlihat. Bulan pun masih setengah dan sangat indah sekali menurutnya.

“Kenapa hidup gue berasa hancur kayak gini “

“Udah gak punya muka. . “

“harga diri rasanya udah hambaarr . . “

“dann itu gara-garaa . . . “Ify mencengkram pengangan besi ayunan tersebut dengan erat.

”COWOK BIADAAPP ITUUUU” teriak Ify sangat keras. ia menghentak-hentakan kedua kakinya. Tak peduli dengan sepatu barusanya tersebut.

“Hufftt. . pingin banget pulang. Cepetan kek selesai nih acara “gerutu Ify .

Ia kembali terdiam dan mengayun kembali ayunannya tersebut. Tiba-tiba Ify dapat merasakan kedatangan orang yang dekat dengannya. Dengan hati-hati Ify masih mencoba tetap tenang. Ify lantas berdiri dan membalikkan wajahnya.

“Cihh . . .”desis ify menatap 5 seorang Pria yang sekarang didepannya dan sepertinya menatapnya dengan penuh kenafsuan.

“malam cantik. Boleh kenalan gak ?”ujar salah satu Seorang cowok dan menjulurkan tangannya. Ify tak peduli.

“Sorry gue mau masuk”{ujar Ify yang ingin melewati 5 orang tersebut.

“Eitsss . . “cegah mereka berlima dan tidak memperbolehkan ify untuk lewat.

“Misi gue mau lewat . “ujar Ify dengan nada yang masih berbaik hati.

“Kenalan dulu dong cantik “Ify mendesis kembali dengan kesal. Ia menatap tajam 5 orang ini.

Perlagan Ify mengambil sesuatu dari belakang punggungnya. Dimana ia selalu siap siaga didalam bajunya. Ify mengambil satu pisau lantas ia hadapkan ke lima cowok ini.

“Minggir gak ?”sinis Ify. Kelima cowok tersebut  kaget sekali. Perlahan mereka mundur.

CKLAAKKKK

“Awwww”salah satu pria tersebut dengan gesit menendang pisau Ify lantas memutar tangan kanan ify., ify meringis kesakitan. Karena tanggan tersebut belum sembuh total dari patah tulangnya.,

“Siaall tulang gue . . “batin ify kesakitan. Tangan kananya dikunci kebelakang oleh satu cowok. Dan ke empat cowoknya berada di hadapannya dan siap menerkamnya hidup-hidup.

“Loe fikir gue takut ?”

“Waahhh.. . gadis ini memang menakjubkan sekali . .”

Ify yang sudah capek bermain-main. Ia pun dengan lincahnya menendang ke empat cowok tersebut dengan gesit. Menendangnya dari depan dengan kakinya yang menggenakan sepatu berat tersebut.

Ke empat cowok itu terseungkur. Bahkan wajah mereka sudah sangat emmar terkenal tendangan dari kaki Ify. Dan tinggal cowok yang mengunci tangan ify.

“Sorry . . “ujar Ify pelan lantas membanting cowok di belakangnya dengan satu tangan kirinya.  Dan dengan kata maaf. Ify menginjak dada cowok yang mengunci tangannya tadi. Ia menginjaknya begitu kuat.

“AWWW> ampuuunnn. Maaf . Maaff. . “ringgis cowok itu kesakitan.

“Loe semua pergi atau tidak . “ujar ify tajam kepada cowok yang diinjaknya tersebut .

Tanpa sepengetahuan Ify. Salah satu cowok dari keempat yangs udah tersenungkur meraih pisau yang tadinya terbuang begitu saja. Ia mengambilnya dengan hati-hati tanpa sepengetahuan Ify.

COwok tersebut pun langsung berdiri dibelakang ify dan mengarahkan pisau tersebut ke Ify .

BRAAAKKKKKK

*****

Rio mengambil minuman dua gelas. Ia berjalan kea rah Shilla yang sudah menunggunya di samping panggung.

“waahhhh . . bahagia sekali gue melihat pesta ini”ujar Shilla penuh kepuasan.

“Ckkkc . .”decak Rio meremeh. Ia memberikan salah satu gelasnya ke Shilla.

“Loe jadi sekolah di Arwana ?”

“Iya dong “

“Kapan mulai masuk ?”

“3 hari lagi”

“cepet banget “

“Kayak loe gak tau Arwana aja “

“Oh iya ya “jawab rio seadanya. Matanya kini menatap Ify yang speertinya kesal sendiri. Ify yang berdiri sendiri dan seperti orang kelimpungan. Rio tak menggubris Shilla yang menceritakan bagaimana rencannya bersama Alvin. Namun matanya begitu terfokus kepada Ify .

“Mau kemana tuh cewek ?”batin Rio mulai bertanya. Dilihatnya Ify pergi beranjak dan berjalan menuju keluar tepatnya ke taman yang sebelumnya ia dan Ify kesana dan terjadi sebuah adegan yang membuat ify malu sekali.

Rio tersenyum begitu sinis melihat kepergian ify. Namun pandagannya teralih ke 5 pemuda yang sepertinya adalah pegawai dari Papa Sivia. 5 pemuda tersebut menatap ify dengan aneh dan penuh kenafusan. Rio dapat membaca apa yang akan dilakukan oleh pemuda itu. Benar saja 5 pemuda tersebut berjalan mengikuti Ify.

“Apa yang akan dilakukan si bodoh itu  . . “batin Rio. Ia menatap kea rah jam tangannya sebentar.

“Gue ke toilet dulu yah . .”pamit Rio. Shilla melengos. Panjang lebar dan tinggi ia cerita malah Rio tak mempedulikkanya sama sekali.,

“Iya Iya . .”gerutu Shilla kesal. Rio pun berjalan meninggalkan Shilla. Ia berjalan menuju kea rah taman.

Rio tersenyum menatap ify yang langsung menyadari adanya 5 cowok tersebut .

“Bagus juga insting gadis bodoh itu. . .”

Rio masih terus mengawasi saja. Sambil sesekali meminum minumannya yang masih ia bawah. Saat tangan kanan ify di putar dan Ify meringgis kesakitan. Rio pun masih diam saja. Seolah sama sekali tak peduli dengan apa yang akan terjadi kepada Ify.

“Woww . . “decak Rio sedikit kagum. Ify dengan gesit meruntuhkan 5 cowok itu dan menginjak salah satu cowok dengan tak ada ibanya.

Rio tersenyum kembali. Entah senyum apa yang skearang keluar dari bibirnya. Tiba-tiba mata Rio langsung terbelakak. Melihat Seorang cowok yang meraih pisau yang sebelumnya dipegang oleh Ify. Rio menatap kea rah ify yang sama sekali tak menyadari di belakangnya. Dan masih terfokus dengan cowok yang ia injak tersebut.

“Gadis bodoh. Selalu aja ngerepotin orang “Rio membuang begitu saja gelasnya. Dan dengan kecepatan cepat ia berlari ekarah ify.

BRAAAKKKK

Rio menendang cowok tersebut dengan sangat keras. Ify langsung kaget dan membalikkan badanya. Dan melihat Rio tiba-tiba ada disana. Dan menginjak tangan cowok yang sudah tersungkur. Entah kapan Ify pun tak tau.

“Loe bisa mati. Ngerti?”ujar Rio tajam ke Ify. Rio meraih pisau yang masih berada di tangan cowok tersebut. Ify mengerti apa yang dimaksudkan kepada Rio.

“Ma . . “mulut Ify yang ingin mngatakan ucapan terima kasih langsung ia urungkan. Ia teringat kembali dengan kejadian 2 jam yang lalu.

“Pergi sekarang loe semua !! atau gue bunuh loe satu-satu”ancam Rio kepada 5 cowok tersebut. Ify melepaskan injakannya. Begitu juga dengan Rio.

Dalam hitungan detik kelima cowok tersebut langsung lari terbirit-birit ketakutan. Ify tak menatap Rio sama sekali yang ada disampingnya. Ia membenarkan tangannya yang terasa sakit sekali.

Rio menatap Ify yang sepertinya kesakitan. Perlahan Rio melepaskan jas yang ia pakai. Dan tanpa pemirsi atau tanpa membuat pembukaan terlebih dahulu. Ia menggenakan jasnya langsung pada tubuh Ify.

“Ehh . . “kaget Ify yang melihat sudah ada jas yang berada di tubuhnya dari belakang. Ia menatap ke Rio yang pura-pura menatap ke depan seperti tidak melakukan apa-apa. Rio diam saja menatap ke atas langit dengan bergaya cool. Kedua tangannya yang di masukkan kedalam saku celannya.

“Lain kali kalau pakai baju sekalian aja terbuka semua. Biar lebih banyak pria yang akan godain loe”sindir Rio begitu tajam. Ify tau pasti akan mendapat sindirian yang speerti ini.

“Ckkk.  . “desis Ify. Ia melepas jaket Rio de ngan kasar.

“Gue gak butuh jaket loe !!”sentak Ify melirik tajam kea rah Rio. ia membuang begitu saja jaket Rio ke wajah Rio.

“Lain kali loe gak usah tolongin gue !! “lanjut Ify. Ia kemudian berjalan meninggalkan Rio

“gadis ini . . “Rio mengikuti Ify dari belakang. Setelah dekat jaraknya dengan Ify ia langsung menggeret gaun ify dari bealkang,

“YAAHHHH . . “teriak ify keras karena Rio mengegetnya begitu saja.

“Loe mau mati diperkosa hah ?”ujar Rio dengan sengit dan blak-blakan. Ia kembali mengenakan jasnya ke tubuh ify. Untuk kali ini Ify diam saja. Membiarkan rio melakukan semaunya. Entah Ia merasa kata-kata Rio bukan sebuah bentakan atau apa. Tapi sebuah kepedulian kepadanya.

“Rio peduli sama gue ?gak akan. Apa sih ify yang ada di otak loe !! arfghss . .”batin ify mulai kacau sendiri. Semuanya berputar menjadi satu.

“Gak usah Pede gue akan suka sama loe !! loe bukan tipe gue . “Kepala ify seperti dujatuhi 20 pesawat dan ditambah 1 Monas dan bersamaan menghantam kepalanya. Ify mendengus kesal. Wajahnya sudah tak dapat dikatakan seperti wajah. Melainkan seperti anjing sekarat yang ingin mati saja saat ini.

“Sayang sekali kalau hot news besok pagi harus dipenuhi dengan berita “ gadis bodoh di goda oleh 5 cowok bodoh “ .”

“Hmmm. Sangat mengharukan. . “ujar Rio santai tanpe berdosanya. Setelah puas membuat Ify begitu kesal dan makan ati dengan kata-katanya yang tajam. Rio segera berjalan kembali untuk masuk. Meninggalkan Ify yang harus dipermalukkan lagi olehnya untuk keberapa kalinya. Entahlah Ify sudah tak kuasa untuk sempat menghitungnya.

“Tuhaannn abut nyawa gue sekaraangggg !!!! sekaraangg tuhaaannnn !!!!”emosi ify dalam batinnya yang berteriak keras. Ify melirik ke jas Rio yang berada di tubuhnya. Setelah itu ia membuang jaket Rio dengan tak berperikemanusiaan/.

“Cowokk sialaann !!! Cowookkk Sialaann !!!!!!!! kenapa harus loe lagi  ? loe laagiii ?? loe laagiii ????”Kesal ify . Ia menginjak-injak jas Rio dengan sangat sadis. Membayangkan bahwa yang diinjaknya adalah wajah Rio.

“DAsar Om-Om kuraangg pendidikan ?? gitu pengusahaa ? Cuiihh// / Karyawaann loe jugaa gilaa semua kalii !!! “

“COWOKKK SETAAANNNN!!! “

*****

Petsa pun masih begitu ramai. Rio, Shilla, Alvin dan Sivia berbincag-bincang sambil bercanda-canda. Tiba-tiba Ify datang dengan wajah yang sangat kusut. Sivia menatap ify dengan heran begitu juga Alvin.

“loe kenapa Fy ?”tanya Sivia. Rio juga menatap ify dengan tatapan biasa seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Ify menatap tajam balik kea rah Rio.

“gak apa-apa”ujar Ify dingin.

“Apa loe lihat-lihat gue ? masih punya pahala juga loe?”batin fiy mulai kembali emosi saat melihat wajah rio yang terlihat meremehkannya.

“Oh ya kak Shi. Ini ify teman Sivia yang sivia certain dulu”ujar Sivia memperkenalkan Ify kepada Shilla.

“Aku Shilla “ujar Shilla begitu manis. Ia menjulurkan tangannya ke Ify.

“Ify “balas Ify singkat dan senyum yang dipaksakan.

“Oh ya Fy  . .makasih ya buat kadonya. Bagus banget lohh. Kak rio juga makasih ya kadonya. Kak Shilla makasih boneka teddy besarnya. Sukaa bangett . . “

“Ify ngasih loe apa ? Rio juga apa ?”tanya Alvin yang begitu penasaran.

“Kak Rio ngasih jam tangan “jawab Sivia dan tersenyum kea rah Rio.

“Dari dulu loe gak ada yang lain Yo kalau ngasih Kado ke orang “sindir Shilla

“Masih untung juga gue kasih nih anak”serah Rio dan membuat semuanya terkekeh sendiri kecuali Ify. Yang bersikap acuh tak acuh.

“Kalau Ify ?”tanya Shilla yang ikut penasaran.

“Nih . .”ujar Sivia meununjuk ke arah kalungan yang ia pakai. Alvin, Shilla dan Rio  menatap kalung yang dipakai oleh Sivia.

“Ini . . ? loe yang ngebeliin Fy ?”tanya Shilla dengan wajah tak menyangka. Tangannya perlahan menyentuh kalung yang dipakai oleh Sivia.

“Mampus gue . . “decak ify dalam hatinya . Ia mencoba tetap bersikap dingin. Lantas menganggungakkan kepalanya.

“Hadiah semahal ini ?”ujar Shilla lagi. Shilla dalam hal barang-barang mahal bahkan berlian dan tas-tas serta acsessoris lainnya. Dirinya dapat mengetahui dengan cepat mana barang asli dan barang palsu. Dan yang sedang dipegangnya saat ini merupakan berlian.

“Mahal ? enggak. Cuma berapa ratus ribu . “alibi Ify. Shilla tersenyum ke arah Ify.

“barang murah ? ini berlian kan ? meskipun tidak semuanya dari berlian asli. Ini harganya dia tas 10 juta “simpul Shilla. dan membuat Sivia membelakakan matanya. Begitu juga Alvin. Sejujurnya Rio pun kaget. Namun ia menyembunyikan ekspresinya dengan rapat mencoba seperti biasa saja. Yang di binggungkan oleh Sivia adalah bagaimana Ify mendapatkan uang sebanyak itu. Dan membuang uang hanya untuk kado seperti ini

“Njirr. . bisa diam gak sih nih cewek “gumal Ify dalam hatinya.

“Ngaco loe  . . “serah Ify.

“beneran Fy ini harganya 10 juta ?”

“ bukan 10 juta bgoo. 15 jutaa . 15 juta tabungan gue tuh . .”batin Ify melengos.

“Enggak kok. Beneran gak mahal gak sampai satu juta. Ngapain sih bahas kado gue ? toh udah gue kasih ke Sivia kan . “serah Ify yang memasang wajah tak suka dengan bahasan sekarang. Semuanya menjadi hening sendiri. Shilla jadi takut menatap ify seperti itu

“Sorry Fy “

“No problem . .”jawab Ify seadanya.

“Vi. . gue balik ya ./ udah malam kasihan iqbal dirumah sendirian. “pamit Ify

“Loe pulang naik apa ?”

“Pesawat . yah taxi lah . .”

“kenapa gak bareng Rio aja . loe berdua tetanggan kan “ujar Alvin. Baik Rio dan Ify langsung memberikan wajah yang sangat tak enak. Menatap Alvin seperti membunuh.

“Oke gue salah ngomong”ujar Alvin tak berani menatap ify atau pun Rio.

“Berhubung gue baik.  Loe bareng gue aja “tawar Rio dengan malas.

“Gak usah makasih !!”sinis Ify.

“gue pulang dulu yah. Capek banget ni”ujar ify . ia memeluk Sivia sebentar .

“Gue pulang semua “pamit Ify. Ia pun berjalan menghampiri kedua orang tua Sivia untuk pamit setelah itu beranjak keluar .

Rio menatap kepergian ify begitu yang lainnya. Shilla bergidik menatap Ify yang semakin menghilang dari hadapannya.

“Omongan loe speertinya betul Vi”ujar Shilla mengingat kembali apa yang dikatakan Sivia dahulu.

“Ember kak. Gue aja yang sahabatnya dibetah-betahin ehhe”cengir Sivia.

“Loe baru pertama aja udah gitu Shil ? Gue duah beribu kali di buat makan ati sama tuh cewek gila “curhat Alvin. Rio melihat ke arah jam tangannya yang sudah pukul 11 malam.

“Vi gue pamit pulang juga ya. Ada urusan dikantor .”pamit Rio.

“Oh iya kak. Hati-hati ya. “balas Sivia. Rio mengangguk saja.

“Pulang dulu Vin. Shil. “lanjut Rio dan segera beranjak keluar dari aula ini.

*****

Rio keluar dari aula, dan berjalan melewati Ify. Ia melihat gadis mungil itu mengambil tasnya.  Dan kemudian gadis itu keluar menuju luar hotel. Rio pun terus berjalan berjarak tak jauh dibelakang Ify. Rio menghampiri Ify yang sedang berdiri di luar. Sepertinya sedang menunggu taxi datang.

“Loe mau bareng gue gak ?”tawar Rio sekali lagi. Yang langsung berdiri disamping Ify. Gadis ini menoleh sebentar.

“Ogah . “sinis Ify dan memalingkan wajahnya. Ia menatap ke arah kanan dan kiri berharap ada taxi yang akan cepat datang.

“yakin ?”

“Enggak makasih . “Ify yang risih juga lantas berjalan kembali. Ia tak ingin dekat-dekat pria menjengkelkan itu.  Rio  melihat Ify berjalan menjauh darinya , ia pun mengikuti Ify dari belakang.

“Fy . . “panggil Rio. Ify tetap berjalan tak peduli.

“Ify . . “panggil Rio lagi. Nadanya sedikit mulai meninggi. Ify mendengus kesal. Kenapa cowok gila tiu mengejarnya terus.

“IFYYYY”teriak Rio keras karena kehabisan kesabaran. Ify menghentikkan langkahnya. Dan denganw ajah penuh emosi ia membalikkan badanya menghadap ke arah Rio yang berada di bealkangnya.

“APA? Gue udah bilang kan ? gue gak mau bareng sama loe? Najis banget gue bareng sama cowok gila kayak loe !! gak usah maksa !! gue gak mau ya gak mau!!”cerocos Ify. Rio mengernyitkan kenignnya sesaat. Setelah itu ia tersenyum begitu sinis danda sangat sinis sekali. Ify binggung dengan senyum Rio yang dilayangkan kepadanya.

“Loe jadi cewek pede banget ya ?Hidup loe terlalu percaya diri? Atau gimana ?”Ify mengernyitkan keningnya tak mengerti dengan maksud Rio.

“Siapa yang mau ngajak loe bareng ? hah? Gue cuma mau loe ngembaliin jas gue tadi ? mana ?”ujar Rio dingin. Ia menjulurkan tangannya ke arah Ify. Untuk kesekeian dan kesekian kalinya Ify merutuki kata-katanya tadi. Bukan han ya dia sudah tidak punya harga diri lagi. Rasanya setelah ini dirinya ingin melakukan operasi plastik saja.

“Mana?” Ify mendecak kesal. Ia menatap Rio penuh kebencian.

“Sudah gue injek-injek ditaman. Jas gak penting !!”Rio melihat Ify seolah ingin mencekik gadis ini.  Namun ia hanya bisa menyinis ke gadis didepannya.

“Ambil gak !!”

“Gak !”

“Ambil sekarang!!”

“Gak penting!!”

“ada kunci mobil gue disana “ujar Rio skeetika itu Ify langsung jadi bingung sendiri.

“Masa bodoh . .”ujar Ify sedikit gugup.

“Loe. . . . . “Rio berniat memeukul Ify karena sudah habis kesabarannya dengan gadis ini. Namun niatnya ia urungkan kali ini.

“Selamat loe malam ini !!”ujar Rio seperti ancaman. Ia kemudian meninggalkan Ify untuk kembali kedalam mengambil jasnya.  Ify melengos menatap kepergian Rio.  Ia pun tak mempedulikannya lagi dan berfokus untuk menunggu taxi, berharap ada taxi malam ini. Namun sepertinya tidak ada karena sudah jam 11 malam. Dan di hotel ini pun jarang ada taxi yang lewat.

****

23.30 malam

 

Ify masih menunggu dengan sabar. Kakinya terasa kaku karena capek berdiri. Rio keluar kembali dengan membawa jasnya yang sudah ia bersihkan sebelumnya di apartemen Shilla. Rio sedikit kaget melihat Ify yang masih berada disana. Ify berdiri dengan membawa tas punggung kecilnya. Ia seperti anak hilang.

“Mana Sih nih taxi. Gimana coba gue pulangnya “omel Ify sendiri. Ia menggosok-gosok badanya.  Pakaianya sangat terbuka dan membuat angin malam begitu gampang masuk ke tulang-tulangnya.

Rio mengarahkan pandangannya ke arah langit. Entah sejak kapan langit tersebut berubah menjadi hitam pekat. Dan dapat dirasakan akan adanya tanda hujan datang setelah ini.

Belum sampai Rio menghelakan nafasnya untuk kedua kali, rintikkan hujan sudah turun begitu saja. Dan dapat dilihatnya Ify berjalan mundur untuk masuk ke dalam hotel. Rio geleng-geleng sendiri menatap gadis bodoh menutunya itu.

Rio berjalan dengan membawa jasnya yang sama sekali belum ia pakai. Ia berjalan dan mendekati Ify.

“Pakai “suruh Rio. Ia melemparkan begitu saja jasnya pada wajah Ify seperti Ify melemparkan jasnya tersebut ke wajahnya.

“aishh . .”ringgis Ify yang kaget dengan kedatangan Rio serta lemparan jas Rio. Karena memang angin malam begitu menusuk tulangnya. Ify segera memakai jas Rio tersebut.

“besar banget “protes Ify, Rio membiarkan saja gadis ini mengoceh semaunya.

“Loe bareng gue apa enggak ?”tawar Rio dengan nada dinginnya. Untuk kali ini Ify berfikir seribu kali. Dirinya gak mau mati di hotel ini. Dengan ragu-ragu ia mengangukkan kepalanya pelan.

“Hujannya belum begitu deras. Ayo lari ke mobil gue “ujar Rio dan menunjuk mobilnya yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Ify mengikuti arah jari telunjuk Rio.

“Ayoo”ajak Rio. Ia pun berlari duluan dengan cepat. Begitu juga Ify segera menyusul Rio dari belakang.

Setelah sampai dimobil Rio mereka segera masuk. Sedikit baju mereka basah karena rintikkan hujan. Dan setelah itu hujan langsung turun dengan derasnya.

“untung saja “serah Rio menatap air hujan yang begitu deras. Ify menggosok-gosokkan tangannya yang masih terasa kedingingan.

“Kurang pendek tuh baju”sindir rio. Namun tangganya mengecilkan tingkat Suhu AC.nya. ify diam saja tak ingin bertengkar kali ini. Tubuhnya sudha terasa capek.

Rio mulai menyalakan mobilnya. Setelah itu segera menjankannya. Selama perjalanan pulang tak ada yang berbicara. Baik Ify atau Rio. Hanya kediaman saja yang ada di dalam mobil ini.

Ify menyenderkan kepalanya ke kursi. Menutup matanya sejenak menghilangkan rasa penatnya. Rio melirik ke arah Ify yang tertidur.

“Dasar gadis ini. . “desis Rio mencela Ify.namun ia masih fokus menyetir saja. Ify sudah tertidur terlelap dalam mobil Rio.

*****

Hujan sudah berhenti. 15 menit perjalanan begitu singkat. Rio binggung bagaimana membangunkan Ify yang masih tidur di mobilnya. Kini dirinya sudah berada didepan rumah Ify.

“Gadis bodoh bangun !!”teriak Rio sedikit keras. Ify langsung terbangun seketika itu. Meskipun kesadarannya belum sepenuhnya.

“Kita ada dimana ?”

“di nereka. Ya didepan rumah loe lah “Ify menolehkan kepalanya. Benar saja disampingnya saat ini adalah rumahnya

“Gue masuk dulu. Makasih tumpangannya”ujar Ify tak karuan. Ia membuka pintu mobil Rio dan segera keluar dari mobil cowok tersebut. Rio membiarkans aja Ify berbuat seenak dia. Setelah melihat Ify masuk kedalam gerbang rumahnya. Rio sendiri segera ke arah rumahnya dan memasukkan mobilnya di bagasi mobil.

Bersambung . . . .

Karena sudah berteman sama FB baruku dan FB yang lama. Jadi tidak ada alsan lagi untuk Like atau Comment yaa😀 kasih saran-sarannya dan pendapat-pendapatnya tentang cerbung ini .😀. Tolong banget sekali-sekali atau dua kali. Jangan jadin “Silent Reader” oke okee .😀 . Dan tetap baca teruss yaa😀 maaf kalau jelek. Sekali lagi maaksih udah mau baca😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s