DEVIL ENLOVQER – 2 ~ Introduction Of Devil ~

Dan langsung saja aku post ke part 2.nya . semoga semakin sukaaa. Amin.  MINTA TOLONG PROMOSIIN CERBUNG INI YAA. Pleaseee. TWITTER / FB / Yang lainnya . Mohon bantuannya ya promosiin bagi siapapun yang membaca Cerbung ini. Sebelumnya terima kasih dan silahkan membaca. Semoga suka dan jangan lupa Like dan comment Guyss😀 .

“ @luckvy_s ~ LULUK_HF ~ “

DEVIL ENLOVQER – 2

 ~ Introduction Of Devil ~

Image

 

“ LOE  . . . . . “suara teriakan kedua orang ini mengangetkan banyak pembeli lainnya.

“Ternyata tuhan sayang sama gue. Bayar ganti kaca mobil gue”ujar cowok itu langsung. Namun tangannya masih dengan erat dan emncoba menarik buku piano tersebut dari tangan Ify.

“ Yang melakukannya preman-preman itu kan? Bukan gue !”sentak Ify. Ia sekuat tenaga mencoba menarik buku tersebut.

“dan loe yang mendatangkan preman itu.”

“So?”

“ Aisshh. . Lepaskan tangan loe. Gue butuh buku ini”

“ Gue juga butuh”

“ Mengalahlah. Loe lepaskan dan hutang loe gue anggap lunas”

“ Mengalah sama loe? Neraka jadi dingin pun gue gak akan mau”ucap ify tajam. Ia menarik paksa , namun cowok tersebut memiliki tenaga yang cukup kuat. Mereka saling menatap sangat tajam. Taka da yang mau mengalah. Dengan kekuatan penuh yang dimiliki dua orang ini.

“ INI MILIK GUE”

“ LEPASKAN. GUE YANG DULUAN”

“ LEPASKAN GUE YANG DULUAN”  Buku tersebut menjadi rebutan dan saling tarik menarik. Mereka menguatkan kekuatan penuh untuk dapat memelikii buku tersebut.

“ Tolong jangan rebutan . buku ini tinggal satu. Dan bisa sob. . . . .”Belum selesai sang penjual meneruskan kata-katanya. Buku tersebut sudah terbagi dua dengan indahnya. Ify melototkan matanya. Begitu juga dengan cowok tersebut.

“ Kalian bisa baca itu kan !! ”ujar sang penjual kepada dua orang ini dengan wajah tak enak. Mereka pun melihat banner besar di sebelah jam dinding toko ini. Dan langsung menampakkan perasaan tak enak. Dan wajah suram

~ Barang yang sudah di beli tidak dapat dikembalikkan dan merusak barang disini sama dengan membelinya ~

Ify menelan ludah dalam-dalam setelah membacanya. Ia melirik label  harga buku tersebut.  Begitu juga cowok tersebut.

“ 1.000.000 . “Ludah Ify terasa mengering. Ia tak menyangka buku ini sangat mahal sekali. Bukannya dia tidak mampu membayarnya. Tapi dia tak membawa uang saat ini. Dan dia juga memfikirkan bahwa dia sangat boros. Uang 1 juta itu tidaklah sedikit. Ify masih binggung harus bagaimana. Cowok tersebut menatap gadis ini. Ia bisa melihat bahawa Ify  terlihat panik. Ia pun mempunyai ide yang sangat dan sangat bagus buatnya.

“ Pak dia yang telah merusaknya. Maka minta gantilah ke dia”ujar cowok tersebut. Ia segera melempar setengah robekan buku itu dan dengan gerakan cepat cowok itu segera berlari dari sana. Ify menyadari cowok etrsebut berlari dan sangat cepat .

“ YAAHHHHHHHH COWOK BODOH. JANGAN LARIIIII !!!” teriak Ify yang ingin mengejar cowok tersebut. Namun pemilik toko langsung nencegahnya dan menatapnya tajam.

“ Mampus gue . . “ujar ify binggung. Jujur saja Ify tak akan melupakan kejadian ini dan akan mengingat cowok tersebut. Akan sangat mengingat wajahnya. Wajah biadab orang tersebut.

“ Vi. . .”lirih Ify memelas kepada sahabatnya itu. Sivia hanya geleng-geleng melihat tingkah laku temannya yang terkadang seperti anak kecil.

“ awas kalau gak loe ganti”ancam Sivia. Ia pun mengambil kartu kreditnya dan ia serahkan ke penjual tersebut untuk membayar buku yang telah di rusak Ify dan cowok itu. Ify bernafas legah sesaat.  Kini matanya berubah menjadi tatapan devil. Tangannya mengepal kuat-kuat buku tersebut. Hampir saja buku tersebut rusak kembali akibat kuatnya kepalan ify. Sivia sendiri sampai takut untuk menatap Ify.

“ AKAN GUE BUNUH LOE . . COWOK BODOH”gumam Ify kedirinya sendiri begitu mengerikkan.

“ Setan telah bangun dari neraka”gidik Sivia ngeri. Setelah membayar. Sivia segera menarik ify dan membawanya keluar dari mall tersebut. Karena banyak pembeli yang bergidik takut dengan tatapan ify itu.

****

~  Ify’S house ~

BRAAAKKKKK

Bantingan suara pintu itu begitu keras. Siapa yang mendengarnya pasti akan jantungan. Untung saja si pemeliki rumah lainnya sudah terbiasa dengan kejadia ini.

“ Siapa yang membangunkan setan ini?”tanya Iqbal ke Sivia yang berada dibelakang Ify. Sivia bergidik ngeri melihat ify  yang langsung masuk kedalam kamarnya . Ia memelih duduk menghampiri Iqbal yang asik bermain PSP.nya.

“ Seseorang cowok. Gue juga gak tau. Tapi sepertinya Ify mengenalnya”jelas Sivia.

“ Naaslah nasib gue”ujar Iqbal pasrah. Karena dia sangat yakin. Setelah ini dialah yang akan menjadi imbasnya bahkan korban Ify pelampiasan emosinya.

“ Bal. Karena gak mau nasih gue sama kayak loe. Gue pulang ya. Byee. . . .”Sivia segera mengambil langkah seribu tanpa menunggu persetujuan dari yang punya rumah. Sivia sendiri takut apabilah Ify sudah seperti ini.  ~ Membangunkan Gadis setan ini dari neraka sama halnya menyerahkan nyawa secara sia-sia ~

 

*****

~  19.00 wib Universitas ARWANA . FAKULTAS KEDOKTERAN ~

Ketukan pen cowok ini semakin terdengar keras. Entah sudah berapa kali suara itu ia bunyikan. Namun saat ini ia sedang berfikir untuk menyelesaikan tugasnya yang harus ia kumpulkan besok.

“ Yo Ayo pulang “ajak seseorang cowok lagi yang tib-tiba muncul dari pintu kelas.

“ Gue kaget Gilaa . . “sahut cowok yang bernama Rio tersebut. Temannya hanya nyengir dengan membentukkan jarinya huruf “V”

“Bentar. Gue tinggal dikit”

“ Rajin amat loe. Gue aja belum ngerjain sama sekali. Lagian masih seminggu lagi”

“ menunda sama dengan menyiakan hidup”

“Yah. Yah. Yah. Yah”Rio menatap temannya tersebut yang masih memakai baju Lab putih dengan nametag bernamakan ~ Alvin Jonathan ~. Ia mengernyitkan keningnya.

“ Ngapain loe pakek baju lab?”tanya Rio heran ke Alvin.

“ Hehe. . biasa. . Memperbaiki nilai. . “cengir Alvin.

“ Semster 6 mau lulus? Bermimpilah . . .”ujar Rio sangat menusuk. Bersamaan dengan itu ia telah selesai mengerjakan semua tugas yang diberikan dosennya hari ini.

“ Ayo pulang “ajak Rio dan menyusul Alvin yang sudah diluar kelas. Mereka pun keluar beriringan menju parkiran.

Alvin menatap Rio yang sibuk dengan Ponselnya. Sedetik kemudian Rio menoleh balik ke arah Alvin. Ia menjadi heran sendiri kenapa Alvin menatapnya seperti itu.

“ Loe suka sama gue? “tukas Rio langsung membuat Alvin sadar.

“ Najis . . “

“ Loe ngelihat gue kayak cewek-cewek yang biasanya mandang gue”sengit Rio.

“ Pede gilaa”ujar Alvin dengan eneknya. Rio hanya terkekeh pelan melihat keirian dari sahabatnya itu.

“ Loe smsan sama siapa sih? Serius banget?”tanya alvin pingin tau.

“ kenapa ? Loe cemburu?”goda Rio dengan wajah dimanis-maniskan

“ Pingin Muntah gue Yo”ujar Alvin yang benar-benar jijik melihat wajah Rio sok imut seperti itu.

“ Yang sopan bicara dengan senior loe”ujar rio dan mendaratkan jitakan dikepala Alvin.

“ Gak sudi gue panggil loe kakak. Meskipun loe semester 4 dan gue  masih semester awal tetap saja kita ini sudah sahabat sejak SMP. Jadi tidak usah kakak-kakakan. Oke My Bro”

“terserah loe. . “

“ Oh ya, Mama  dan gue. Besok  akan pindah rumah”lanjut Rio

“ Wuiss . . Bakal ada makan gratis ini”

“ Makan tuh tanaman mama gue”ujar Rio tajam.

“ Oh ya. Loe dari tadi siang juga dari mana? “tanya Alvin lagi. Kini mereka tiba diparkiran. Rio berhenti dan menatap Alvin dalam.

“ Loe gak homo.kan vin?”tanya Rio dengan seriusnya.

“ maksud loe?”sentak Alvin yang tak terima dengan ucapan  Rio.

“ dari tadi loe kayaknya penasaran banget dengan apa yang gue lakuin “

“ Anjjiiirrr. . Nyesel gue Yo nanya kayak gitu”jujur Alvin dengan wajah yang sangat tak enak.

“ para dosen tadi nyariin loe. Gak tau tuh kenapa”

“ Oh gitu. Gue tadi ada kendala sedikit di Citos”

“ Kendala?”

“ Gue ketemu sama gadis brutal yang masih SMA”

“ Kayak loe dong.. .”

“ Jangan mulai. Gue udah tobat”

“ Oh ya?”

“Gadis itu bisa mengalahkan preman-preman . dan lebih sadisnya lagi dia pernah membunuh 10 preman.”ujar Rio mengingat kembali wajah ify yang masih menjadi sejarah diotaknya.

“ Bukannya loe dulu malah 20 preman?”alvin langsung masuk kedalam mobilnya dan segera menjalankan mobilnya sebelum men dapatkan amukan dari sahabatnyaitu.

“ YAAAAA !!! BERHENTILAH MEMBAHAS ITU KODOK SIPIT”teriak Rio tak terima. Ia mendengus kesal. Ingatannya kembali saat masa SMA.nya dlu. Sedetik kemudian Rio membuang nafas kecil dan segera masuk ke mobilnya.

“ Ahhh. .  SMA . . “lirihnya pelan. Ia tersenyum mengingat masa itu.

~ Flashback ~

 

“ AISSHSHHRRGGG”teriakan itu begitu keras bersamaan dengan sebuah tinjuan yang dilayangkan oleh remaja ini langsung kepada dua sasaran terakhirnya.

“Pergi kalian semua”usir cowok ini yang tak lain adah Rio. 25 preman berhasil dia taklukkan dalam sekejab. 25:1 . Bukankah hal ini adalah sebuah insiden yang menakjubkan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“ Sudah berapa kali Papa bilang . Jangan berantem Rio, mau jadi apa kamu? Hah?”

“ Jadi dokter pa”jawab Rio santai. Ia malah asik memakan nasi gorengnya. Sang papa hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“ Berapa preman ?”tanya sang papa yang penasaran juga.

“ 25 orang “

“ Untuk selamat!!”desis sang papa yang berniat untuk menyindir.

“ Memangnya aku papa”balas Rio tak kalah tajam.

“ Ini salah Papa juga. Kenapa sejak kecil Rio selalu di ajak ke arena latihan tinju papa. Sedangkan dia jadi pembrutal seperti ini kan”sahut mama Rio.

“ siapa yang brutal? Rio berantem tau keadaan, tempat dan sikon. Dan rio juga gak berantem asal. Iya gak Pa?”

“ Yoi”sahut sang papa. Beliua sangat percaya pada anaknya ini.

“ Anak sama Papa sama aja”gumel sang Mama. Rio dan Papanya tertawa puas melihat wajah wanita yang dduduk diantara mereka ini.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hiksss Hikss. . hikss . .

“ Kenapa loe nangis?”tanya Rio kepada gadis itu.  Gadis yang telah menempati hatinya sejak 2 tahun terakhir ini sejak dia masuk di SMA tersebut.

“Riko nyium gue . . “isaknya. Serasa sebuah sambaran petir yang menyerang Rio. Bahkan dirinya saja tak pernah mencium gadisnya ini. Namun ? Orang yang bernama Riko? Sudah dengan lancangnya melakukan hal ini. Rio mengepalkan tanganya kuat-kuat.

“ Yo mau kemana??”tanya gadis itu mencegah Rio. Namun Rio menepis kasar tangan kekasihnya.

“ Akan kubunuh dia”ujarnya tajam. Rio semakin terisak. Shilla ketakutan sendiri saat Rio bilang seperti itu. Niatnya hanya ingin menguji bagaimana rasa cinta Rio kepadanya. Memang benar Riko tadi menciumnya tapi . . . sepertinya ia melakukan kesalahan yang fatal.

Setelah itu 2 hari lamanya Rio tidak masuk sekolah karena di scross. Rio benar-benar memukuli Riko sampai babakbelur. Shilla lantas meminta maaf kepada Riko. Dan selama Rio tidak sekola, mulailah Riko mendekati Shilla. Dan sepertinya Shilla terjebak cinta cowok lain. Shilla sendiri mengakuinya bahwa disamping Rio dirinya begitu tertekan.

 

1 minggu kemudian

 

“ Kita putus yo” suara Shilla terdengar seperti ketakutan. Ia memberanikan diri mengungkapkan hal ini.

“ Kenapa?”tanya Rio balik dengan wajah datar. Ia menatap keaatas langit mencoba emncari udara segar.

“ Jujur. Gue takut berada disamping loe. Gue tertekan. Dan sifat tak peduli loe buat gue muak.”isakan Shilla muali terdengar. Isakan curahan bercampur menjadi satu dengan isakan ketakutan.

“ Baiklah . . kalau itu keputusan loe. Gue sejutu”jawab Rio seadanya. Kemudian ia meninggalkan Shilla yang masih menangis disana.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Peringkat 1  “ MARIO STEVANO ADITYA HALING “

Peringkat 1  “ MARIO STEVANO ADITYA HALING “

Peringkat 1  “ MARIO STEVANO ADITYA HALING “

Peringkat 1  “ MARIO STEVANO ADITYA HALING “

Peringkat 1  “ MARIO STEVANO ADITYA HALING “

Peringkat 1  “ MARIO STEVANO ADITYA HALING “

Mulai dari kelas 10-12 peringkat 1 lah yang selalu ia dapatkan. Otaknya begitu cerdas. Bukan hanya otaknya bahkan kelakuannya pun sangat sopan kepada guru-guru. Walaupun seentro sekolah pun tau bahwa Rio seorang pembrutal. Namun semua juga tau bahwa Rio melakukan hal itu karena ada alasan. Bukan karena seenaknya sendiri. Banyak gadis yang suka dengannya. Namun Rio tak pernah pernah berpacaran dengan siapapun. Dan barulah seorang gadis bernama Ashilla yang mampu mengambil hatinya. Namun cintaya kandas begitu saja aat dirinya akan melanjutkan ke kelas 3.

 

                                                                ~ Flash End ~

Rio tertawa sendiri sambil menyetir mobilnya. Ia mengingat masa SMA.nya begtiu penuh warna. Dan sekarang ia sudah berada di semester 4 dan akan melanjutkan semester 5 di fakultas kedokteran. Inilah impiannya dari dulu. Menjadi seorang dokter.

“ Ahh.. sudah jam 8? Apa gue ke kantor dulu?”ujar Rio kedirinya sendiri.

“ Sebaiknya gue pulang saja. Kasihan mama sendirian”serah Rio. Ia pun segera mempercepat laju mobilnya menuju rumahnya,

Kantor??

Setelah meninggalnya papa Rio 2 tahun yang lalu akibat penyakit serangan jantung. Rio harus menanngung beban nafkah keluarganya. Dirinya adalah anak tunggal. Dan sekarang dia bertanggung jawab untuk ibunya. Ia menggantikan posisi papanya di perusahaan milik keluarganya sendiri. Dan setiap hari waktunya harus terbagi menjadi 2 . antara kuliah dan bekerja. Semua itu sebenarnya sangat menyiksanya namun bagaimana lagi inilah kehidupan. Dan Rio tak pernah mengenal lelah. Ia adalah seorang cowok pekerja keras. Oleh sebab itu dia adalah pria dambaan semua gadis di universitas ARWANA. Bukan hanya di universitas itu saja. Bahkan universitas lainnya bahkan seluruk komplek sekolah ARWANA pasti mengenali siapa itu MARIO STEVANO HALING. Terkecuali gadis itu. . yah gadis siapa lagi kalau bukan gadis setan itu. Bagaimana kabar dia sekarang ? entahlah mungkin gadis itu masih belum merendahkan dua tanduknya.

*****

~ 21.00 kamar Sivia ~

DRRTTDRTTTT

Sivia merasakan ponselnya bergetar. Ia yang sedang berkonsen belajar harus menundanya sebentar. Ia pun segera membuka pesan yang masuk diponselnya.

From : Ify’S Devil

Besok ujian apa ?

 

“ Gadis Gilaaa “decak Sivia hanya bisa geleng-geleng lantas membalas pesan tersebut. Setelah itu ia menetuskan kembali belajarnya.

 

DRRTDDRTDD

Sivia meraih ponselnya kembali. Ia membaca pesan dari sahabatnya itu lagi. Matanya melotot dengan isi pesan dari gadis itu.

From : Ify’s Devil

Lagi belajar? Gak usah!! Hihihi ^^

“ Aissh.  . .”dengan cepat dan penuh emosi Sivia membalas pesan tersebut. Karena tak mau diganggu. Sivia lantas mencabut batrai ponselnya dan melemparkannya begitu saja ke kasurnya.

****

                ~ 21.00 Kamar Ify ~

Gadis ini binggung mau berbuat apa. Ia pun ingin belajar. Hal in i adalah sesuatu langkah dan sudah sangat lama tak dilakukan oleh Ify. Hmmm. Kalau boleh dihitung mungkin sudah 6 bulan dirinya tak pernah belajar. Terkecuali dikelas mendengarkan guru-gurunya menjelaskan materi pelajaran. Itu pun tak jarang ia meninggalkanya dengan tidur nyenyank di dalam kelas.

Ify meraih ponselnya dan mengetikkan sms kepada seseorang , setelah itu ia menunggu ada balasan dari penerima sms tersebut. Tak butuh waktu lama ponsel Ify bergetar menandakan ada pesan masuk.

From : Sivia Prend

Chemistery, English

Ify mempunyai ide jahil yang sangat licik. Ia membalas kembali pesan dari Sivia.

“ Lumayan buat hiburan “ujarnya sangat puas dan tersenyum dengan liciknya. Tak berapa lama pun ponsel Ify bergetar kembali. Saat membuka balasan dari Sivia dalam hitungan detik Ify langsung tertawa dengan kerasnya .

From : Sivia plend

SETAAAANNNNNN !!!!

Ify memelih tak membalasnya. Ia sudah dapat menebak bahwa Sivia sedang belajar dan tak mau diganggu. Ify pun mengambil buku chemistery serta englishnya. Ia hanya membuka-bukanya sebentar. Baru hanya 5 menit sepertinya semua kata-kata yang sempat ia baca sudah menempel erat di otaknya. Karena sudah merasa mengantuk ify memelih untuk tidur saja.

*****

Suara ribut sudah terdengar di rumah Ify. Pagi-pagi seperti biasa iqbal dan ify akan bertengkar karena sesuatu tak jelas. Ada saja yang mereka ributkan. Dan kali ini hanya karena sebuah roti gosong mereka bertengkar saling cekcok mulut. Tapi dimana pun ada sebuat pertengkaran pasti Ifylah yang akan memenangkannya.

“Baiklah Kka Ify sayang. Gue akan buatin dengan rasa penuh cinta buat loe”ujar Iqbal dengan dipaksakan.

“ Adik pintar” Ify kembali kekamarnya sebentar untuk mengambil tas dan sepatunya. Melihat kakanya ke kamarnya. Mata Iqbal melirik ke arah sekotak garam. Dengan cepat Iqbal memasukkan satu sendok garam kedalam roti tersebut dan mengoleskannya secara merata. Setelah itu ia memasukkan roti tersebut ke pemanggang roti. Tak berapa lama roti itu keluar dengan sendirinya dari pemanggang. Iqbal menatakannya di piring. Kali ini ia menahan dirinya agar tidak tertawa. Ia pun segera cepat memakain sepatunya yang sudah ia bawah di ruang tamu. Dan memakan rotinya dengan cepat lalu meminum susunya . dan bersamaan itu Ify kembali duduk ke meja makan.

“ kak gue berangkat dulu. Oke/. Bye”Iqbal langsung lari secepat kilat. Ia membawa sepadanya dan segera mengayuhnya agar cepat menjauh dari rumahnya.

Ify hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah aneh adiknya. Tak biasanya adiknya berangkat pagi-pagi.

“ Mungkin sudah tobat “ujar ify tak memperdulikan. Ia menatap Roti bakarnya yang sangat menggirukan. Dengan ganas Ify langsung memakan roti buatan adiknya tersayang itu .

Satu gigitan dan beberapa kunyahan. Wajah Ify mulai merubah .

1

2

3

“ CUIIHHHH. . ASIIIINNN”ujar ify dan langsung melempar roti tersebut dengan sadis. Ia segera meminum susunya.

PRUUUUUUUUUUTTTTTTTT

“ SETAAAAAAAAANNNNNNN SIALAAAAAAANNNNNN”teriak ify sekencang mungkin. Bukan hanya rotinya yang terasa Asin. Bahkan susunya juga sangat dan sanagt asin. Mungkin di suruh memelih minum air laut atau susu itu ify lebih baik memelih air laut.

“ Awasl loe nanti. Mati Loe Iqbaaallll”ujar ify masih dengan kesalnya.

Ia lupa bahwa adiknya sendiri juga setan seperti dirinya.Namun sesetan apapun adiknya tak akan bisa mengalahkan sifat devilnya itu.

Setelah menetralkan indra perasanya kembali. Ify langsung memelih berangkat sekolah. Seperti biasanya. Ia selalu berangkat sekolah menaiki Bis kota. Walau ia merupakan dari keluarga yang sangat dan sangat mampu. Bahkan dirumahnya terdapat dua mobil yang tak pernah dipakai. Ify lebih senang menaiki Bis. Begitu juga adiknya yang selalu berangkat dengan sepeda kesayanganya. Hidup sederana itulah yang selalu diajarkan Papa Ify kepadanya dan Iqbal.

*****

~  11.00 SMA ARWANA ~

                 Para murid kelas 10 dan 11 telah selesai menyelesaikan ujian hari ini. Seperti biasanya Sivia dan ify selalu berada di kantin. Sivia mulai bercerita ke kanan dan ke kiri dengan tak jelas. Ify hanya menanggapi dengan deheman kadang anggukan saja..

“ Oh ya Fy. Loe ingat cowok kemarin yang rebutan buku itu ? sepertiya gue kenal dia deh “ujar Sivia teringat dan mencoba mengingat siapa cowok tersebut,

“Jangan membahas dia”sengit Ify. Namun kali ini Sivia tak menggubrisnya. Jujur dia masih penasaran dengan sosok cowok kemarin.

“ Siapa ya ?? Loe kenal dia Fy ?”

“ Gak. Dan sama sekali gak ingin kenal Si Bodoh itu”

“ terus ? kemarin kok loe kay . . . “

“ Sekali lagi loe bicarain cowok kemarin. Jangan harap besok pagi loe bisa nafas !”Ify menggebrak meja kantin dengan keras. Ia merasa emosi mengingat kejadian kemarin. Sivia hanya terpelonjat kaget.Bukan hanya Sivia saja, namun pengghuni kantin lainnya ikut syok. Mereka langsung takut dan menyelamatkan diri mereka sendiri-sendiri sebelum setan itu muncul lagi dari nerakanya. Namun buat Sivia , Sikap Ify seperti ini sudah menjadi makananya setiap hari. Ia pun lantas mengejar Ify dan mencoba menghibur Ify agar bisa merendahkan emosinya.

*****

 ~ Rio’s house ~

Alvin membantu Rio dan mamanya membereskan barang-barang mereka. Karena Rio dan mamanya akan pindah rumah yang baru dibeli oleh Rio, Rumah tersebut sangat strategis dan merupakan perumahan yang sangat nyaman sekali. Bahkan perumahan tersebut juga dekat dengan kampusnya.

“ Katanya hari ini pindahnya ?”tanya Alvin

“ Belum sempat beres-beres. “jawab Rio seadanya.

“Loe gak ingin cari papa baru Yo?”tanya Alvin iseng. Rio menghentikan aktivitasnya. Ia kemudian tersenyum menatap Alvin. Senyuman tersebut berubah dengan senyuman membunuh. Dan membuat Alvin menelan ludah dalam-dalam.

“ Loe mau?”sinis Rio dengan tajam. Alvin nyengir kuda. Wajahnya memohon ampun kepada Rio. Demi apapun dia masih ingin hidup hari ini. Dia tak mau diterkam oleh Setan seperti Rio.

“ Lebih baik loe beli minum. Dirumah gue lagi gak ada air”suruh Rio

“ Beli dimana ?”

“ Didepan perumahan ada swalayan kecil. Beli saja disitu”suruh Rio

“ malas pakek mobilnya yo”

“ yaudah jalan aja”tukas Rio polos

“ yaelah Yo. Kalau itu malah gue lebih dua kali lipat malas lagi”

“Dasar manja. Diatas Televisi ada kunci motor gue.”ujar Rio. Alvin tersenyum dengan lebar.

“ Gitu kek dari tadi “serah Alvin dan langsung mengambil kunci motor Rio, setelah itu ia beranjak ke Swalayan.

****

Sivia merasa ingin membeli ice cream . sepulangnya dari sekolah tadi ia sebenarnya ingin mentraktir Ify memakan ice cream. Tapi melihat Ify yang seperti itu ia mengurungkan niatnya. Dan kini Sivia sudah berada diluar rumahnya. Ia menengok ke kanan dan ke kiri. Baru jam 5 sore tapi perumahannya sudah seperti pemakaman. Sangat sepi sekali.

“ beli di swalayan depan ahh . . “ujar Sivia dengan senang. Ia pun kembali kedalam. Ia mengambil sepeda kayuhnya. Sudah lama ia tidak menggunakan sepedanya ini.

“ Lets Go “ujar gadis ini penuh semangat. Ia mengayuh sepedanya dengan bersenandung di sepanjang jalan.

*****

Alvin meraskan ponselnya bergetar. Ia berusaha mengambil ponselnya yang ada di sakunya. Namun sepertinya ponselnya sedikit tersangkut. Alvin masih terus menyetir. Ia pun malah terfokus ke ponselnya yang masih bergetar. Sampai akhirnya ponsel itu dapat ia keluarkan dan bersamaan itu juga di depan Alvin ada seorang gadis yang sedang asik mengayuh sepedanya . karena alvin tak bisa mengontrol ren motornya jadilah ia menabrak gadis dan juga sepeda tersebut.

“ ARGGGGHSSS . . . “teriak dua orang ini bersamaan. Alvin mencoba berdiri. Untung tak ada yang lecet dari dirinya. Namun didepannya. Ia melihat seorang gadis yang sedang kesakitan. Kakinya berdarah. Alvin pun segera menghampirinya .

“ Loe gak apa-apa?”tanya Alvin yang langsung menghampiri gadis itu.

“ gak apa-apa gimana? Lihat nih lutut gue berdarah kan”ujar gadis tersebut yang tak lain adalah Sivia.

“ Sorry- sorry. Sumpah gue sorry banget. “karena merasa bersalah Alvin segera merobek kemejanya dengan sadis. Sivia terbenggong dengan yang dilakukan oleh Alvin .

“ So sweat . . .”hati Sivia berloncat-loncat. Ia semakin terpanah saat Alvin membersihkan darah di lututnya dengan kemejanya itu.

“ Auu . . “lirih Sivia yang sedikit merasakan perih.

“ Sorry. Sorry. . “ujar al vin lagi. Sivia pun sudah meraskan enakan di kakinya .

“ loe bisa berdiri?”tanya Alvin. Sivia mengangguk. Sepertinya lutunya tidak apa-apa .ia pun emncoba berdiri. Namun baru saja ia mau berdiri. Lutunya terasa lemas dan tak mapu menompang badanya. Sivia terjatuh kembali. Untung saja alvin langsung siap siaga menopang tubuh Sivia.

“Aiisshh .. . “lirih Sivia kesakitan. Alvin semakin tak enak sendiri melihat Sivia kesakitan dan mengeluarkan keringat banyak di pelipis gadis ini .

“ Sorry lancang. . “ujar Alvin langsung mengelap keringat Sivia. Tak ada yang dapat diucapkan oleh Sivia. Orang didepannya ini begitu sangat sempurna. Bukan sempurna lagi namun benar benar amaazing ~~~~.

“Dimana rumah loe?”tanya Alvin dan membuat Sivia tersadar. Sivia pun menunjukkan rumah bercat coklat yang tak jauh dari dirinya sekarang.

“ Ayo gue anterin pulang” Sivia mengangguk. Dengan dibantu Alvin ia mencoba berdiri.  Sivia berusaha sekuatnya untuk bisa berdiri dan akhirnya ia bisa juga.

*****

ALVIN P.O.V

Keringat yang bercucuran di keringatnya menambah aura kecantikannya. Saat dia berusaha berdiri pun aku tetap memandangnya walaupun dengan sembunyi-bunyi. Sungguh gadis yang sangat cantik. Dan kali ini aku masih mengendalikan jantungku yang berdetak kencang saat gadis ini mengalungkan tanganya dileherku.

“ Bisa berjalan ?”tanyaku kepadanya yang sudah bisa berdiri. Dia menganggukkan kepalanya. Aku pun mencoba menuntunya. Namun baru satu langkah ia berjalan.

“ Auwww . . .”dia meringis kesakitan dan kembali terjatuh. Aku melihat kaki kananya.  Ya tuhan. . Apa aku menabrak gadis ini dengan sangat kencang. Pergalangan kaki kananya terlihat lembam dan berwarna biru. Aku menyentuhnya sedikiit.

“ Sakit . . .”ringisnya, Aku semakin merasa bersalah. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan. Ia masih menunduk sepertinya menahan rasa sakitnya itu.

*****

SIVIA P.O.V

“ Bisa berjalan ?”suaranya begitu lembut terdengar di telingaku. Jarak kita berdua pun sangat dekat. Rasanya jantungku serasa ingin lepas dari tempatnya. Aku menganggukkan kepalaku. Lantas emncoba berjalan. Namun bukan seperti yang aku perkirakan.

“ Auwww. . “aku merintih kembali. Demi apapun bukannya aku memanjakan diriku. Namun kakiku benar-benar sakit. Lututu kiriku terluka. Dan sekarang aku dapat melihat jelas pergelangan kaki kananku lembam membiru. Ingin rasanya aku menangis saking sakitnya . Namun aku menahannya. Aku tak tega melihat wajah cowok ini yang sudah merasa bersalag kembali merasa bersalah.

“ Sakit . . “ringisku saat dia tiba-tiba menyentuh pergelengan kaki kananku. Dia menatapku sangat bersalah. Namun sedetik kemudian aku syok dan juga kaget dengan yang dilakukan olehnya.

“ ehh. . . “

Bersambung . . .

  1. Kelanjutannya bagaimana ? tunggu saha guys. Okee. Terus baca yaaa😀 HWAITING !!

Mohon bantuanya dengan sangat yaa😀 buat promosiin ini cerbung. Terimah kasih. Dan semoga banyak yang suka . Amin Amin:D makasih semuanya yang sudah mau baca😀 !! Dan jangan lupa Like dan Comment yaaaa :D  makasih😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s