DEVIL ENLOVQER – 20 ~ Ada apa dengan perasaanku ? ~

Hay ini part  20.nya semoga tambah suka yaaa😀.. Jangan lupa like dan commentnya kalian ya kalau memang suka😀. promosiin jga ke teman-teman kalian biar banyak yg bacaa😀 okeoke. Dan makasih banyak yang masih setia baca cerita ini.

Follow twitterku ya guys . .  @Luckvy_s   “LULUK-HF” makasih “)

DEVIL ENLOVQER – 20

~ Ada apa dengan perasaanku ? ~

Ify mengerjapkan matanya beberapa kali. Sekilap cahata dari jendela membangunkan dirinya. Ia mencoba untuk bangun dan menyadarkan kesadarannya untuk beberapa saat.

“Bal . . Gue mau level akhir nih !!”

“Ahhhh Kak Rio. . Loe gak boleh menang !”

“Gue dong yang menang !”

“Gak Asik main sama loe ka ! Gue kalah mulu!!”

Ify menajamkan pendengarannya. Terdengan dengar jelas suara ribut-ribut yang berasal dari ruang tamu. Ify berdiri dari kasurnya. Pergi ke kamar mandi sebentar untuk mencuci wajahnya agar lebih sedikit segar.

Setelah memastikan wajahnya tidak kusam lagi. Ia beranjak keluar menemui sumber ribut-ribut tersebut.

“Loe berdua bisa gak sih gak ribut disini !”

“dan buat loe . . . “Rio menujukkan telunjukknya kea rah Rio

“Ngapain loe disini ? biasanya loe udah ngicau ke kantor loe”ujar Ify dengan soktaunya. Baik Iqbal dan Rio masih menatap Ify dengan tatapan melongo. Diam saja menatap Ify dari bawah sampai ke atas. Ify jadi binggung sendiri menagpa dirinya ditatap seperti itu.

“Loe yakin loe gak ganti baju dulu semalam ?”sindir Rio. sedetik kemudian Ify menatap badanya sendiri.

“Aisshh. . “desisnya merutuki kebodohannya. Dari semalam ia belum mengganti pakaianya. Dan saat ini dirinya masih memakai gaun pendek yang ia pakai di acara ulang tahun Sivia.

“Terserah gue dong. Ini gay ague . . “elak Ify namun sepertinya dirinya sendiri tak yakin dengan ucapannya tersebur. Iqbal menatap kakaknya dengan aneh.

“Loe mau jadi putri tidur ?Itu gaya loe? Sumpah ?”sindir Iqbal membuat Ify telak tak bisa mencari alasan lagi.

“berisik loe berdua “

“Fy. Buatin mie dong. Yang kemarin loe buat itu “suruh Rio seenaknya. Ify mendelikkan matanya.

“Lo fikir gue babu loe ? Ogah !!”tolak Ify tajam.

“Ayoolaahh kak. Gue juga buatin. Pleasee . .”kini malah Iqbal mendukung ucapan ify.

“Buat aja sendiri. Gue ogah malas buatinnya “

“Yaudah gue buat sendiri aja. Awas loe kalau minta “ujar Rio tajam. Ia meletakkan PSP miliknya di sampimg iqbal dan melewati Ify begitu saja menuju dapur. Ify mengukur belakang kepalanya yang terasa tak gatal.

“Sebenarnya yang punya rumah ini siapa sih ??”batin Ify heran sendiri. Tanpa ingin berpusing lagi. Ify masuk kedalam kamarnya dan berniat untuk segera mandi.

Rio sedang asik membuat mie didapur Ify. Ia sebenarnya main kerumah ify itupun atas ajakan Iqbal yang ingin tanding Game dengannya. Rio yang sedang ada waktu longgar untuk pagi ini mengiyakan saja ajakkan Iqbal dari pada dirinya menganggur dirumah. Sang mama juga sedang ada acara di rumah temannya sejak tadi pagi. Dan Rio sama sekali belum memberikan asupan gizi sedikit pun kepada tubuhnya.

Iqbal tak menggubris kakaknyad an Rio. Ia meneruskan game di PSP.nya sepertinya itu masih terlihat menarik dibandingkan makan. Perutnya masih bisa ia atasi. Namun untuk game satu ini dirinya terlalu maniac sehingga tidak dapat untuk di atasi jika meninggalkannya sedikit saja .

KLONTAANGGGGG

“Suara apaan sih ??”decak Ify skeptis yang keluar dari kamarnya setelah ia mandi. Ia segera berjalan ke arah sumber suara dimana terdapat did apurnya. Ify berjalan sambil menguncir rambutnya ke atas dan menggulungnya dengan sangat rapi walau tanpa menggunakan kaca.

“RIOOOOOOOO”teriak Ify penuh kekesalan melihat dapurnya sudha seperti kapal hancur. Rio membalikkan tubuhnya menatap ify tanpa dosa.

“Gue udah bilang kan. Buatin gue mie. “ujar Rio datar.

“Loe bisa gak sih sehari saja gak buat gue kesal !”Ify mendekati Rio. Ia meraih sendok yang dipegang oleh Rio.

“Gue buatin. Loe duduk aja “suruh ify. Rio mengangguk menurut saja. Ia kini berdiri di dekat meja makan yang ada di depan dapur. Dan Rio bisa melihat dengan jelas Ify memeasakkan mie untuknya.

“Loe bisa masak ?”tanya Rio memulai pembicaraan.

“Gak. Cuma bisa buat mie doang”

“Payah . . “ejek Rio. Ify membalikkan badanya mendelik kesal dengan tatapan loe diam ? atau gue gak bakal masakin loe” . Rio yangd apat membaca mata Ify tersebut mengangguk-angguk pasarah saja dari apda dirinya kelaparan.

“Oke oke “ujar Rio. Ify meneruskan masakknya. Ia memasukkan sayur-sayuran kedalam air mendidih tersebut. Membuka bungkusan mie yang ada di sebelahnya.

Sreeetttt . .

Kunciran Ify terlepas dari tempatnya. Membuat Ify jadi risih sendiri dengan rambutnya. Kedua tanganya sudah kotor akibat minyak yang ia campurkan sedikit pada bumbu mie tersebut.

“Yo . .”panggil Ify . Rio berdehem tak jelas.

“Kuncirin rambut gue. Gue gak bisa konsen masaknya nih “suruh Ify. Ia menggibas-kibaskan rambutnya beberapa kali yang terus menutupi matanya. Dengan malas Rio berjalan ke arah Ify.

“loe nyusahin mulu “gumam Rio pelan. Dan dia sekarang sudah ada dibelakang tubuh Ify. Tepatnya Ify berada di depan kompor dan dibelakangnya ada rio yang sedang berdiri binggung menatap rambutnya.

“Mana kuncirannya ?”tanya Rio.

“jatuh kali dibawah “ujar ify. Rio mencari ke bawah lantai namun tak ada sama sekali kunciran yang ia temukan. Hanya sebuah karet kecil yang sudah terbagi menjadi dua.

“gak ada . nih adanya karet patah “ujar Rio lagi.

“yaudah terserah loe kek. Gimana caranya rambut gue ini gak ganggu. Loe pegangin atau gimana kek. Atau loe gak bakal gue masakin “ancam ify dan membuat kedua kalinya Rio menuruti dengan “TERPAKSA” dan ingat perlu diulang lagi “TERPAKSA”

“yah yah yah “Rio mulai menata rambut Ify. Ia menguncirnya dan menahannya dengan tangannya sendiri. Ify yang sudah bisa meraskan rambutnya teratur meneruskan kembali masaknya. Ia mengaduk-aduk mie yang sepertinya sudah matang didalam panci.

“jangan gerak-gerak. Rambut loe bikin gatal diwajah gue “kesal Rio. Ify tak mempedulikkanya. Ia mematikkan kompornya kerena ia rasa mie tersebut sudah matang.

Ify membalikkan badanya saat ingin mengambil sebuah piring di dekat rak yang di meja dapur tepatnya dibelakang Rio. Namun ia tak memberikan aba-aba kepada Rio saat ie mambalikkan badanya.

DEGGHH . .

Ify yang langsung membalikkan badanya membuat dirinya kini berhadapan dengan Rio yang begitu sangat dengan dengannya. Wajah mereka berdua bahkan hanya beberapa centi saja. Ify menelan ludah dalam. Jantungnya berdetak tak karuan. Entah mengapa matanya tak bisa ia palingkan dari tatapan Rio yang juga menatapnya. Bahkan tangan Rio masih memegang rambutnya.

Rio dapat merasakan aroma parfum Ify yang sangat khas. Dengan jarak yang dekat seperti ini ia sedikit kaget dan masih menatap Ify dalam diamnya.

Tak ada yang bergeming satu pun diantara mereka. Dan masih diam dengan keadaan seperti itu. Tiba-tiba Iqbal berjalan ke arah dapur. Dan melihat pemandangan ini yang membuatnya sedikit syok.

Pikiran setan memenuhi otak anak kecil ini. Iqbal berjalan mengendap-endap ke arah meja makan. Mengambil satu sendok dan satu piring bersa disana.

“satu . . “

“dua . . “

“tigaa”

“WOOYYY JANGAN PACARAN DISINI TUUKKK TUUUKKK JANGANNN PACARAANN DISINIII WOOYYY TUUKK TUUUKK WOOOYY!!”teriak Iqbal begitu keras sambil emmukul sendok tersebut ke piring yang tak berdosa itu. Bersamaan dengan ityu Baik Rio dan ify langsung tersadar. Rio segera melepaskan tangannya dari rambut Ify dan bersikap seperti biasa saja. Sedangkan ify sudah kalang kabut sendiri dengan kesaltingannya .

“Gue mau ngambil priing . “ujar Ify dan melewati Rio begitu saja. Rio mnghelas nafasnya sejenak. Mencoba berfikir tenang .

“gue tunggu diruang tamu saja. “ujar Rio tanpa ,menunggu jawaban dari ify ia segera berjalan keluar dari dapur meninggalkan Ify yang masih membuatkannya mie dan iqbal yang malah melanjutkan permainan PSP.nya di meja makan tanpa dosa.

Ify telah memasukkan bumbu dan mie kedalam piring tersebut. Ia mengaduk-aduk sedikit agar bumbunya meresap dan mencicipi rasanya sudah enak atau belum.

“Enak . .”ujarnya senang. Ia mengambil sendok dan garpu didekat iqbal.

“kak . .”panggil Iqbal tanpa menoleh ke arah ify dan masih fokus pada layar PSP.nya

“Apa?”jawab ify. Ia kembali ke arah piringnya dan menaruh sendoknya disana.

“Loe suka ya sama kak Rio ?”

DEGGHH

Ify terdiam dengan kata-kata tak bertanggung jawab yang keluar dari mulut sang Adik. Multunya terasa membisu tak tau harus menjawab apa. Seolah-olah hati dan tubuhnya sedang merencanakan sesuatu yang ia sendiri tidak tau.

“Kalau iya bilang aja gak usah diam kayak gitu “tukas Iqbal lagi.

“Apan sih loe. “kini ify dan membuka mulutnya.  Ia membawa piring tersebut dan segera berjalan menuju ruang tamu dimana Rio sudah menunggu makananya.

“Kalau loe lihat kak Rio deg-degan. Loe suka sama dia”ujar Iqbal sok tau. Ify tak peduli dengan kata-kata adiknya itu. Ia segera meneruskan jalannya.

Rio emnghirup bau makanan yang sudah mengarah ke arahnya. Benar saja disana ada Ify yang sedang berjalan ke arahnya sambil  membawa sepiring mie untuknya. Rio tersenyum menatap piring tersebut. Ingat sekali lagi PIRNG.nya bukan ORANG YANG MEMBAWA PIRINGNYA !!

Ify mengehelas nafas panjangnya. Kata-kata Iqbal tadi  mengacaukan otaknya saat ini, Ify mencoba terus menundukkan wajahnya tak berani menatap cowok ini.

“Nih makananya “ujar Ify menaruh piring tersebut di atas meja dengan cepat.

“Thanks ya Fy “ujar rio lantas meraih piring tersebut dan melahap mienya seperto orang kelaparan.  Ify membalikkan badanya untuk meninggaljan ruang tamu. Namun belum 5 langkah ia berjalan ia berhenti.

“Kalau gue deg-degan melihat Rio. Gue suka sama dia ?”batin ify mulai bicara.

“Dan gue gak mungkin suka sama dia. Jadi gue gak perlu takut untuk menatap dia. “

“jantung gue masih normal. Otak gue masih waras. Gue gak akan suka sama om-om mesum kayak dia “

“Oke Ify. Jadi sekarang tenang. Balikkan badan loe. Dan loe lihat om-om mesum itu. Dan semuanya biasa saja. Oke “Ify mulai menengankan hatinya. Meyakinkan bahwa dirinya saat ini sedang tidak menyimpan perasaan kepada “orang itu” siapa lagi jika bukan Rio.

Perlahan dengan pasti ify mulai membalikkan tubuhnya. Ia masih menundukkan kepalanya. Menghirup nafas panjang sesaat dan hati-hati mendongakkan wajahnya untuk menatap Rio.

DEGGHH. DEGHH. . DEGHHH. .

Matanya menatap Rio dan saat itu juga Rio sedang menatapnya dengan heran. Ify melihar Rio dengan ketakutan sendiri.

DEGGHHH DEGHHH

Entah kenapa suara jantungnya saat ini tidak bisa diajak untuk berkompromi sedikit pun. Tidak. Tidak dan tidak mungkin. Ini pasti hanya mimpi. Dan Ify tidak mungkin menyukai pria itu. Tidak. Dan Tidak.

“loe kenapa Fy ?”tanya Rio heran menatap Ify diam memucat menatapnya seperti itu.

DEGGHH. . DEGHH. DEGHH. .DEGHHH

Jantung Ify malah berdetak dengan cepat melebihi batas normal. Ia langsung menggeleng-gelengkan wajahnya denganc epat.

“ARRFGGHHHSS !!!”teriak ify . ia segera membalikkan badanya dan beralih menuju kamarnya. Menjauhi orang itu./ Tidak dan tidak akan pernah ia menyimpan perasaan kepada “ORANG ITU” TIDAKKKKK !!!!!!

*****

Alvin sudah libur semester dengan cepat. Dan hari ini ia ingin mengajak pacarnya untuk jalan-jalan. Siapa lagi jika bukan Sivia. Dan kali inia dalah Dating  pertama mereka selama berpacaran. Alvin sudah tak sabar untuk menyambut pacar barunya dengan cintanya.

“Pagi sayang . . “sapa Alvin kepada Sivia yang baru keluar dari rumah. Sivia sangat cantik sekali pagi ini. Wajahnya terlihat fresh . Sivia menguncir kuda rambutnya. Ia mengenakan baju berwana Pink ¾ dan celana pendek diatas lutut dengan warna abu-abu.

“Pagi Juga . .”sapa Sivia. Ia tersenyum manis sekali sehingga terlihat sekali kedua lesung pipinya yang membuat Alvin semakin gemes sendiri.

“Ayo . udah siap kan ?”ajak Alvin. Ia mengulurkan tangannya ke sivia.

“Sudah dong “jawab Sivia dan meraih tangan Alvin. Mereka berdua masuk kedalam mobil.

Didalam Mobil Alvin malah tidak menyalakan mesin mobilnya. Ia menatap Sivia yang rambutnya dikuncir tersebut. Sivia yang  menyadari bahwa Alvin menatapnya segera menolehkan wajahnya.

“kenapa ?”tanya Sivia binggung.

“Kayaknya rambut kamu  bagusan di gerai “ujar Alvin. Tanganya perlahan melepaskan kunciran rambut Sivia. Alvin sedikit merapikan rambut Sivia. Ia memiringkan sedikit poni Sivia.

“Oke. Finally perfect “ujar Alvin senang dengan hasil riasanya pada Sivia.

“pakai sabuk pengamannya sayang “ujar Alvin begitu perhatian. Ia menarik sabuk pengaman yang ada disamping Sivia dan mentautkan pada pengunci yang ada disampignya.

“berangkat sekarang ?”Sivia menganggukkan kepalanya. Alvin tersenyum. Ia memasang sabuk pengamannya sendiri lantas menjalankan mobilnya.

Sivia menyalakan lagu pada DVD player mobil Alvin. Ia memilih lagu “Geek In the Pink” dari Bruno Marz. Alvin terkekeh mendengar saat lagu ini mengalun.

“Kenapa ketawa ?”tanya Sivia yang sedikit bernyanyi pada bait pertama.

“Loe suka lagu ini ?”tanya Alvin

“banget dong “

“Sama dong “ujar Alvin. Sivia pun langsung ikut tertawa mendengarkan pernyataan Alvin.

“Kak mana ponsel loe?”tanya Alvin.

“Buat apa ?”

“Mana ??”renggek Sivia. Alvin menurutinya saja. Ia merogoh ponselnya dari saku celananya. Dimana ponselnya adalah BB Touch berwarna putih.

“Mau apa ?”tanya Alvin. Namun Sivia tak menjawabnya. Ia mengotak atik BB Alvin. Setelah itu Sivia menjauhkan BB alvin seperti memotret dirinya sendiri pada ponsel Alvin.

CKREEKKK

“Ahhh . selesai “ujar Sivia dan mengembalikkan BB Alvin.

“Maksudnya apa tadi ?”tanya Alvin binggung dengan senyum yang ingin tertawa melihat tingkah aneh pacarnya ini.

“Biar wallpaper loe foto gue “cengir Sivia. Sedetik itu juga Alvin tertawa dengan renyah. Tangan kananya lantas mengacak-acak pelan rambut Sivia.

“Oke Oke. Makasih ya sayang “ujar Alvin menerima ponselnya kembali dari tangan Sivia. Sivia menganggukkan kepalanya. Ia menatap wallpaper Alvin dengan fotonya sendiri. Sivia jadi senyum-senyum sendiri saat itu.

(FOTO)

“Jangan pernah diganti !!”

“kenapa ?”

“Itu Foto saat kita pacaran pertama. Dan pasti sangat berkesan. Iya kan ?”

“Lalu ? kamu gak minta fotoku ?”tanya Alvin protes karena hanya ponsel dirinya saja.

“Sekarang ? mau kita mati konyol ?”sindir Sivia layaknya Ify.

“yah Yah. Sepertinya pacar gue sudah terpangaruh iblisnya sahabatnya “decak Alvin geleng-geleng

“Hahahaha”tawa Sivia mendengar decakan Alvin yang sangat lucu sekali.

Mereka lantas meneruskan bernyanyi bersama. Mengiringi suara melankolis dari jazzon Marz yang sangat asik sekali. Beberapa kali Sivia mengoyangkan kepalanya begitu juga dengan alvin.

“Kita mau kemana ?”tanya Sivia lagi. Karena memang dirinya hanya menuruti saja ajakan Alvin tadi malam.

“Jalan-jalan kemana aja. “

“Oke lah. Sekalian beli perlengkapan sekolah buat lusa. “

“Lusa udah masuk ?”kaget Alvin.

“Biasa. Arwana”ujar Sivia. Alvin pun mengangguk menegerti. Toh, dulunya dirinya pernah menginjakkan sekolah disana.

*****

Siang begitu panas. Matahari menyengatkan dengan begitu tajam. Iqbal semakin menurunkan suhu AC.nya hingga kini menjadi 18 derajat celcius.setelah kepergian Rio dari rumahnya. Iqbal memelih untuk ke kamarnya dan meneruskan kembali permainan PSP.nya. Dasar setan kecil pemaniac games . ckckc . .

“Ahhh Kalah lagi kan gue !”decak Iqbal dengan kesal. Bisa dihitung ini 42 kalinya dia kalah.  Iqbal melemparkan PSP. Putihnya dengan begitu saja. Ia melirik ke arah Ponselnya.

“10 pesan ?”heran Iqbal. Ia puns segera membuka pesan tersebut.

From : 081231456789

Kamu sudah tau aku ?

 

From : 081231456789

Kamu kemarin tidak bertemu aku ? waktu pendaftaran ulang ?

 

From : 081231456789

Aku melihatmu kemarin. Kamu mengangumkan hihi ^-^

 

From : 081231456789

Heyy . . Sibuk ya ?

 

From : 081231456789

Maaf  jika aku menganggumu

 

From : 081231456789

Tapi . . kamu beneran belum tau aku ?

 

From : 081231456789

Akan aku kirimi sedikit fotoku. Tebak nanti saat MOS kamu masuk .

 

From : 081231456789

Cari Aku yaa ^^ .

 

From : 081231456789

Aku harap kamu bisa menemukanku .  . Sangat berharap .

 

Pesan terakhir adalah sebuah MMS. Dengan hati sedikit penasaran Iqbal membuka MMS tersebut.

From : 081231456789

Taraaaa ~ ~ ~

Semoga kamu bisa menemukanku . Fighting !!

(MMS)

Iqbal melongo heran. Menatap MMS yang dikirm oleh gadis itu berulang-ulang kali Iqbal hanya bisa mengaga dan mengatakan satu kata di bibirnya.

“HAH?”

“HAH??”

“HAH???”

Hanya diberi MMS terlihat matanya dan sedikit rambutnya ? bagaimana bisa Iqbal menemukan gadis itu. Apakah gadis itu sedang mengerjainnya ? Oh my god. Kenapa masih ada cewek gila di abad sekeren ini.

“Masa bodoh !!”ujar iqbal lantas melemparkan Ponselnya dan tergeletak tak berdosa seperti PSP.nya. Iqbal  merebahkan badannya sebentar. Ia menerawang ke atap-atap langit.

“Tapi . . . .”

“Sepertinya gue pernah lihat tuh cewek “

“Masak ?”

“Dimana ya ??’

“Ahhh bodoh. Cewek itu hampir buat gue pusing. Baru juga SMP ada-ada aja pengangum rahasia “

“Bodoh amat ahh !!”Iqbal menggelengkan kepalanya keras. Ia mencoba memejamkan matanya beberapa saat. Namun percuma matanya tak bisa diajak untuk terlelap siang ini. Gambaran MMS tersebut terus mengiyangi isi otaknya.

“tidur . tdiur dan tidur . .”Iqbal mencoba tenang. Dan menghipnotis dirinya sendiri agar terleleap dan dapat memejamkan matanya.

Sampai akhirnya Iqbal pun bisa tertidur dengan sangat nyenyak neskipun awalnyas anagt susah sekali. Setidaknya dia sekarang benar-benar tertidur.

*****

13.00 Haling Corps

 

Rio terfokus dengan laptopnya. Jemarinya dengan lincah memainkan pinter mouse serta pinter keyboard laptopnya. Entah sudah berapa lama dia berada didepan laptopnya tersebut. Ia merebahkan kepalanya sebentar di senderan kursinya. Merentangkan tangannya. Lantas memijiat dahinya yang terasa kaku.

“Kapan semuanya selesai . . “lirihnya. Ia melirik ke arah kalender yang ada di dekat mejanya.

“3 hari lagi udah masuk kuliah. Gak ada waktu lagi buat nyantai . hmmm.  “

Tookk Tookkk

Suara ketuka dari luar menyedarkan Rio. Ia sudah dapat menduga siapa yang mengetuk pintunya tersebut.

“Masuk aja Ag. .”teriak Rio tidak begitu kencang. Agni  masuk kedalam dengan wajah yang sedikit kusut.

“ Maaf pakk . . . “

“Nih ponsel loe ketinggalan. Nyusahin banget sih loe. . “Seorang cewek lagi ternyata langsung nyelondor masuk ke ruangan kerja Rio. Sontak Rio kaget dengan kehadiran cewek tersebut yang tak lain adalah Ify.

“Maaf ya mbak. Tolong yang sopan. Ini kant. . “

“Kamu keluar aja ag. Biarin aja. Tutup pintunya”suruh Rio

“tap . . “

“Silahkan keluar Agni . “ujar Rio penuh penekanan. Agni melirik sinis kea rah Ify sebentar.

“Apa loe lirik-lirik gue ? “benggis Ify membalas tatapan Agni tak kalah tajam. Dengan malas Agni keluar dan segera keluar dari ruang kerja Rio. sedangkan didalam sekarang hanya ada Ify dan Rio.

“Bisa gak sih ponsel loe didiemin. Berisik tau gak dirumah gue !”sengit Ify. Dengan santainya ia lantas melemparkan Ponsel Rio begitu saja.

HAAPP

Untung saja tangan Rio begitu lihai. Ia langsung menangkap ponselnya tersebut. Ia menatap Ify dalam diamnya . entah apa yang sedang  difikirkan dalam otak Rio.

“Loe kesini Cuma nganterin ponsel gue doang ? perhatian banget loe ?”Ify yang mendengar pernyatan Rio yang sebenarnya begitu licik langsung gelagap sendiri.  Sebisa mungkin ify mencoba untuk biasa. Sebiasa saja.

“Apa sebegitu tingginya kepedean loe ?”balas ify tak kalah picik. Rio mendecak dengan senyum devilnya kea rah Ify. Ia berdiri dari dari kursinya.

“duduk gih. Gue buatin minum . “sruh Rio. Ify membelakakan matanya. Apa dia tidak salah dengar ? dengan ucapan Rio tadi.

“gak usah kepedean. Gue berterima kasih aja sama loe. Siang-siang gini loe ke kantor gue Cuma demi ponsel ini “

“Ciiss . . Gue pulang aja “tolak Ify. Ia membalikkan badanya untuk berjalan keluar .

“Yakin mau pulang ?panas-panas gini ?”ify berhenti dari melangkahkan kakinya. Jika difikir-fikir benar juga perkataan Rio. Matahari begitu sangat menyengat, Apa lagi ini adalah hari jumat. Bisa-bisa kulitnya menjadi merah padam akibat sinar matahari. Toh dia berangkat kesini pun menaiki taxi dan juga alamatnya di dapat dari Iqbal.

“Oke Cuma kali ini aja ue terima tawaran loe. Cepat ambilin gue minum “ujar Ify seenaknya. Ia membalikkan badanya lagi dan berjalan menuju soffa besar yang berada di pojok ruangan kerja Rio yang begitu besar.

“Baiklah. Kali ini gue sedang berbaik hati sama loe “ujar rio. Ia membuka kulkasnya dan mengeluarkan sebotol jus jeruk. Dan menuangkannya di dua gelas.

Ify mengedarkan padangannya , Ia mendecak kagum dengan ruangan kerja Rio yang lebih luas dari kamarnya+kamar mandinya. Ia merasa ini bukan ruangan kerja melainkan rumah. Ia memainkan kakinya dengan menikmati desain-desain indah dari ruang kerja Rio ini.

(FOTO )

“Nih minum dulu”suurh Rio yang sudah berada di samping Ify.

“Tumben loe baik”

“Siapa juga yang baik sama loe. Gak usah pede”

“Yah Yah yah . .”Rio menatap minuman yang kini berada di depannya.

“Gue gak suka juss. Gue mau kopi susu coklat dingin “protes Ify tegas. Rio mengernyitkan kenignnya.

“Udah minum aja yang ada “

“Gak mau. Tamu adalah ratu“

“Dan muka loe gak pantas jadi ratu. Babu tuh yang pantas”

“Yah Yah Yah Yah . “Ify malah mendegus santai.

“Iya iya gue buatin “pasrah Rio menuruti saja mau anak satu ini. Ia beranjak kembali menuju ke kulkas dan membuat Kopi instan serta dicampuri susu coklat kental lalu ia berikan air dingin. Ia membuat dua juga. Karena minuman tersebut merupakan minuman kesukaanya.

Rio kembali ke sofa dimana Ify duduk lantas meletakkan minuman itu dengan sedikit kasar.

“Tuh minum “Ify langsung saja menyambar minuman itu dan menghabiskannya dengan sekali tegukan. Rio geleng-geleng melihat gadis tersebut.

“Nyesel gue nyuruh loe disini dulu”desis Rio. Ia mengambil minumannya dan ebrjalan menuju meja kerjannya.

“Sudah berapa lama loe ngurus perusahaan ini ?’tanya Ify penasaran.

“2 tahunan”jawab Rio. Ia terfokus kembali dengan laptopnya. Menyelesaikan pekerjaanya.

“By the way sekertaris loe bisa gue bunuh gak ?”

“Silahkan. Gue juga males”

“Pecat aja “

“Gak segampang itu”

“Kenapa ?”

“itu sekertaris kesayangan almarum ayahku. “

“apa ayah loe sama menyebalkannya dengan sekertaris itu ?”

“Jangan merendahkan ayahku !”ujar Rio tegas. Ia menata Ify tajam. Oke , Kali Ini ify sadar bahwa dia salah bicara. Tatapan Rio sedikit membuatnya takut.

“Sorry”

“Hidup gue tidak seperti yang loe perkirakan. Gue gak punya ayah. Seharusnya loe itu bersyukur punya keluarga yang sayang sama loe .Jangan suka menghina seenaknya. Loe cewek apa cewek jadi-jadian. Apa mama loe juga kayak gitu didik loe !!”

“Mama gue udah meninggal. “ujar Ify datar. Mendengar ucapan ify, Rio menghentikkan ativitasnya. Kini dia sendiri yang salah bicara. Ia melirik sedikit ke arah Ify yang meminum jus jeruk tadi dengan padnagan kosong.

“Sorry “ujar Rio. Ify hanya tersenyum miris. Tak menanggapi ucapan Rio.

“Gue pulang dulu “ujar Ify . ia sudah malas disini. Bahasan tentang mamanya membuat dirinya udah tak ada Mood untuk berbicara dengan Rio.

“gue anterin pulang “

“gak perlu “jawab ify tegas. Ia segera membenahkan tasnya dan berdiri dari kursinya.

“Makasih buat minumannya. Sepertinya gue juga tidak mati hanya terkena sengatan matahari “Tanpa menunggu ucapan balik Rio, Ify segera keluar dengan cepat dari ruang kerja Rio. Melihat kepergian Ify ,Rio menghela nafas sesaat. Ia sepertinya telah salah bicara tadi dengan membahas Mama Ify. Entah mengapa Ify langsung terlihat aneh saat itu. Dan rio menjadi sedikit tak enak sendiri.

****

Alvin dan Sivia berputar-putar tak jelas di Mall ini. Mereka banyak membeli baju couple/ belanjaan tak penting hanya untuk kesenangan mereka. Kedua anak ini pun tak lepas saling berpegangan tangan. Sangat romantis sekali.

“kak kita kesana yuk “tunjuk Sivia ke sebuah toko buku besar.  Dimana disana pun terdapat perpustakaan bahkan mempunyai tempat nyaman hanya sekedar untuk membaca sebentar.

“Book Store?”

“yah., gue mau cari buku sebentar. “ajak Sivia. Alvin mengangguk saja. Mereka berdua pun segera masuk kedalam.

Didalam Book Store, Sivia mencari buku kesukaanya yang ia cari. Apalagi jika bukan comic Conan kesukaanya. Sedangkan Alvin pun mencari buku anatomi terbaru. Setidaknya dirinya bsia belajar sebentar.

“Kita duduk disana yuk “tunjuk Sivia ke sebuah dua kursi berhadapan yang kosong. Dan ditengah-tengahnya terdapat meja yang nyaman. Alvin menurut saja dan mengikuti Sivia. Mereka pun duduk disana saling berhadapan.

Alvin mengernyitkan keningnya melihat Sivia yang sudah membaca. Ia bukan melihat ke Sivianya melainkan apda buku yang di bawah Sivia yang tak lain adalah Comic.

“Katanya nyari buku ?”

‘Nih buku “ujar Sivia sambil menunjuk Comicnya.

“Ini Comic Sivia”

“sama saja . . “

“hmmm. Dasar . . “Sivia hanya nyengir saja.  Alvin geleng-geleng lantas membaca bukunya sendiri.

1 jam berlalu. Sivia telah menyelesaikan membaca 2 comic conan level 59 dan 60. Ia menutup comicnya dan menatap Alvin yang masih memfokuskan emmbaca buku.

“Kak . .”panggil Sivia dengan manisnya. Ia yang jail lantas menutup buku Alvin.

“Sivia . . “desis Alvin protes.

“main games yuk “ajak Sivia. Alvin menatap Sivia binggung.

“gampang aja mainnya. Kakak sama gue saling bertatapan. Siapa yang gak kuat duluan saling tatap dia harus ngikutin 1 permintaan dari peemanang. Gimana ?”Alvin terkekeh dengan tantangan Sivia.

“Boleh . siapa takut “

“Oke. “sivia pun tak kalah siapnya. Ia membenahkan posisi duduknya begitu juga dengan alvin.

“Siap ?”ujar Sivia. Alvin mengangguk. Mereka berdua pun saling menatap satu sama lain. Mata mereka saling bertemu. Tatapan yang sangat dalam sekali ditunjukkan Alvin maupun Sivia.

“kamu tau gak vi ? apa yang aku suka dari kamu ?”pancing Alvin. Ia masih saja terus menatap Sivia.

“Apa?”

“Mata kamu “

‘dan kakak tau apa yang aku suka dari kakak?”

“Apa?”

“Semuanya .  “Alvin terkekeh mendengar pernyataan Sivia. Pipinya terasa panas dan memerah. Mungkin ia jadi salting sendiri. Rencannanya dirinya ingin membuat Sivia melayang-layang malah dirinya sendiri yang kena.

“Aku gak akan kalah sama kamun “

“Dan aku juga gak akan dan tak pernah akan kalah sama kakak”ujar Sivia. Ia mendekatkan sedikit wajahnya. Lantas menopang dagunya dengan kedua tangannya.

“Kak Alvin sayang . . “panggil Sivia dengan begitu sangat manis. Alvin menahan tawanya. Ia merasa tak kuat melihat wajah Sivia yang semakin emmbuatnya salting sendiri.

“I Love You . “

“ARGGSHHSS , , “histeris Alvin lantas memalingkan wajahnya dari Sivia. Ia merasakn atmosfer tersendiri saat Sivia mengatakan cinta kepadanya. Suhu di tubuhnya terasa memanas.

“Sivia menang “ujar Sivia dengan bangga dan duduk seperti posis semula. Sivia cengingisan melihat Alvin yang salting sendiri dan masih tak berani menatapnya.

“Kak . .”panggil Sivia . Namun Alvin masih tidak menolehkan wajahnya ke Sivia. Melainkan ke arah lain.

“Kak Alvin . . “panggil Sivia lagi.

“Sayang . . “panggil Sivia ketiga kalinya . dan membuat Alvin salah tingkah kembali.  Sivia suka melihat Alivn seperti ini. Ia semakin ingin menggoda Alvin yang mempunyai sifat sedikit pemalu.

“Oke oke. Apa permintaan loe ?”tanya alvin yang lumayan bisa mengontrol dirinya sendiri. Ia menolehkn wajahnya menghadap Sivia.

“Mmm.  .Apa ya ??”

“ Apa?”

“Aku mau. Kakak buat double date .antara aku dan kakak dan Ify sama Kak Rio”Alvin melototkan matanya.

“Loe mau gue mati nyerahin nyawa ?”semprot Alvin begitu saja. Ia menggelengkan kepalanya.

“Kesapakatan tetap kesepakatan. Ayoolahh Kak. . “pinta Sivia.

“kenapa loe pingin sekali ngajak Ify dan rio ?”heran Alvin

“Bukannya kakak sendiri yang bilang kalau sebenarnya mereka berdua sangatlah cocok. Maka dari itu  Sivia pingin tau. Perasaan mereka berdua itu benar-benar benci atau bagaimana sih ?”jelas Sivia. Alvin mengangguk-angguk mengerti.

“Baiklah. Akan gue coba. “

“Dan acaranya besok “

“HAH ?? BESOK ??”

“Yahh. Besok Malam “

“Loe gak gila kan Vi ?”

“Engak dong. Ayooo dong kak Alvin. Semangat!!!”

“Iya iya. Gue kabulin permintaan loe. Tapi loe bantuin juga buat maksa Ify ikut “

“Itu urusan kak Alvin dong .. “

‘Yaahh Vi . . “

“Hahahah. Oke oke Sivia bantu. Dan Kak Alvin membujuk Kak Rio. Oke”

“Oke Sip. Besok malam double date . “Ujar Alvin sedikit ragu.

Bersambung . . .

BESOK MALAM ?? BESOK MALAM ?? ADA DIPART SELANJUTNYA Kah ?? ?? HAYOOO ?? Pensaran gak ??penasran gak ?hihihih, .

Semoga kalian suka ya dengan part ini. Amin. Dan tunggu paet sleanjutnya. Jangan lupa Like dan Commentnya selalu ditunggu😀 maaf kalau jelek. Ayoo saran-sarannya dong.😀 ini akan mulai di tengah-tengah ceritannya😀 jadi tunggu saja😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s