DEVIL ENLOVQER – 21 ~ Gadis Bodoh =) Cowok Bodoh ~

Maaf Ngaret dan beribu maaf ya semuanya. Kemarin-kemarin masih sibuk hehe. Ini part 21 nya semoga makin suka dan makin banyak yang baca ya amin😀

TERIMAH KASIH BUAT PARA PEMBACA EVIL YANG KERENNYA BADAI SUDAH BUAT JADI TTI. SUMPAAHH BERIBU TERIMA KASIH BANGET KEPADA KALIAN. SEMANGATNYAAAA BADAII!!!. MAKASIH YAAA :D  TETAP SEMANGAT BACAA OKEE:FD

Follow twitterku @luckvy_s  .  . Makasih. Read it😀

DEVIL ENLOVQER – 21

~ Gadis Bodoh  =) Cowok Bodoh ~

****

19.00 Rumah Ify

Ify sudah selesai mmebereskan buku-buku barunya untuk masuk di tahun ajaran baru lusa. Ia menata bukunya dengan rapi dan sudah bernamakan namanya disana. Ify menatap Iqbal yang juga sedang membereskan buku-buku serta seragam barunya. Mereka sekarang berada di ruang tamu yang selalu menjadi tempat favorite 2 anak ini.

“Wooh ?? seragam SMP Arwana ada seragam tambahan kah ?”tanya Ify yang melihat sebuah rompi biru tua dan bermotif hijau tua yang sangat keren sekali menurutnya.

“Enggak kok. Ini Cuma dibuat kalau ada acara-acara tertentu aja aau study tour gitu “jelas iqbal dengan masih sibuk membenahkan buku-bukunya.

“Lusa udah masuk ?”

“Iya . sama kan sama kayak loe”Ify mengangguk-angguk. Kini matanya tertuju pada PSP putih milik Iqbal.

“gue pinj . . “belum sempat Ify menyelesaikan kata-katanya dan mengambil PSP tersebut. Iqbal sudah merebutnya duluan dan menyembunyikannya.

“Gak ada pinjem-pinjeman. Loe beli aja sendiri . “

“Gue males belinya. Gue pinjem !!”paksa Ify.

“Gak!!”

“Pelit loe!”

“Bodoh amat!! Udah sana main aja sama pistol-pistol loe”

‘Ckkkc . . “Ify tak mau meneruskan perdepatan panjang dengan adiknya. Ia memilih mengalah saja lantas membuka ponselnya. Ia melihat sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.

From : 081210121012

Sorry soal mama loe tadi .

 

Ify mengernyitkan kening. Ia tak mengenal nomer yang masuk di ponselnya tersebut. Ia mencoba mengingat kejadian tadi siang.

“Rio ??”tebak Ify. Ia pun melihat pada nomer yang tertera disana dan digit nomer tersebut pun membentuk nama disana yaitu “RIO”

“Bal .. “panggil Ify. Iqbal hanya membalas deheman saja tanpa menoleh kea rah Ify.

“Loe ngasih nomer gue ke Om-om mesum itu ?”tanya Ify dengan nada datar. Iqbal menatap kakaknya. Binggung dengan siapa yang dimaksud oleh ify.

“Om-om Mesum ?”

“Noh . . “Ify menunjuk kea rah rumah tetangga depan dengan dagunya.

“Ohh .. “Iqbal mengangguk-angguk mengerti.

“tadi sore kak rio emang minta nomer loe. Karen ague baik hati yaudah gue kasih aja. Kenapa dia sms loe ?”

“Yah . “jawab Ify santai. Ia menaruh ponselnya di sampingnya. Tak ada niat untuk membalas pesan tersebut. Toh menurutnya tak sebegitu penting.

“Seneng dong loe . .”sindir Iqbal . Ify memberikan tatapan tajam ke sang adik tersebut.

Ctaaaakkkkk

“Awww”ringgis Iqbal. Ia mendapat jetakan mantap pada kepalanya dari ify.

“Mangkanya kalau ngomong difikir dulu”

“Sialan loe. Sakit tau “

“Siapa juga suka sama om-om mesum kayak dia ? Ogah dan gak akan. Amit amit gue pacaran sama dia “

“Pacaran beneran gue syukurin loe”

“Gak Makasih . . .”

“Yah Yah yah . . “

“Oh ya . Besok pagi ke makam mama. Besok ulang tahun mama kan”ujar Ify mengingatkan kepada Iqbal.

“Iya gue ingat kok. Gue udah pesan bunga “sahut Iqbal. Ify mengangguk saja.

Ify menyenderkan kepalanya pada kursi yang ia duduki. Fikirannya melayang kemana-kemana. Ia melamun lagi jika mengingat tentang mamanya. Semuanya terasa yang berbeda dan hatinya akan seketika itu menjadi rapuh. Ia menjadi Ify yang duli. Ify kecil yang baik hati bukan Ify yang sekarang.

Iqbal menatap kakanya yang tiba-tiba diam. Ia pun pasti sudah mengerti kenapa kakaknya jika sudah seperti itu.

“Gue juga kangen sama mama kayak loe kak”ujar Iqbal membuyarkan lamunan Ify.

“Mama sekarang gimana ya  bal ?sudah udah 4 tahun kita gak sama mama”

“Papa juga “

“Eh. .ngomong soal papa, orang itu gak cari istri lagi kan ??”ujar Ify penuh keraguan. Ia sama sekali speerti tak mengakui papanya. Memang pada dasarnya ify menganggap papanya seperti temannya sendiri.

“Masih ingat aja loe sama papa. Katanya gak mau ngakuin kalau itu papa loe”

“Stttss. .jangan sebut nama dia disini. Nanti bisa tau semuanya . .”

“Mau sampai kapan ?”sindir Iqbal.

“Entahlah. Gue lebih suka hidup seperti ini daripada hidup . . . .yah loe tau sendirikan maksud gue “

“Iya. Dan dengan bodohnya juga kenapa gue selalu ngikutin keputusan loe itu “ujar Iqbal geleng-geleng sendiri. Ia membenahkan duduknya hingga dekat disamping Ify. Mereka berdua diam kembali.

“Hal apa yang loe rindukan dari mama ?”tanya iqbal. Ify tersenyum sebentar.

“Saat ulang tahun terakhir gue dengan mama “

“kalau loe?”tanya Ify balik.

“Mungkin saat kita ber empat selalu bersama-sama dirumah ini. Dan saat loe selalu jaga gue .”Ify terkekeh sendiri mendengar jawaban dari adiknya.

“besok kita sekalian pergi ke makamnya kak Sion “

“Boleh juga. “

Perbincangan Ify dan Iqbal terhenti karena kedatangan Seorang cowok dengan wajah yang sedikit kusut. Ia langsung masuk dan duduk di salah satu kursi ruang tamu Ify. Baik Ify maupun Iqbal hanya melongo menatap orang tersebut.

“Loe kenapa kak?:”tanya Iqbal kepada Alvin. Cowok yang masuk kedalam rumah Ify. Iqbal sendiri juga sudah mengenal Alvin. Ia mengenalnya saat pernah bertemu dengan Sivia dan diperkenalkan dengan Alvin.

“Fy. Please /. Please banget bantu gue. “ujar Alvin ngos-ngosan . Lebih tepatnya dirinya saat ini sedang ber-acting menjalankan misinya.

“Apaan ?”

“Besok loe ikut sama gue dinner sama Sivia ya. Dia gak mau gue ajak dinner kalau gak ngajak loe. Ini aja gue habis bertengkar sama dia. Please Please banget “

“Gue males pakek gaun lagi “

“Yahh Fy. Please. . terserah deh loe pakek baju apapun juga gak apa-apa”

“Loe nyusahin banget sih . .”

“Pleaseee fy. Gue mau ngajak Sivia dinner nih . yah yah”

“Jadi kacung dong nanti gue”

“Tenang aja gue udah ngajak temen gue kok”

“Siapa??”tanya Ify heran

“Besok loe juga tau. Anaknya baik banget kok. Yah yah yah. Loe mau dong fy “paksa Alvin

“Kalau loe gak mau. Gue gak apa-apa deh sujud-sujud sama loe sampai loe mau !”ancam alvin

“Gue gak mau “tolak Ify tegas.

“Fy please. . gue sujud nih. . beneran gue sujud nih . “Ify menghela nafas panjang. Ia sedikit kasihan juga melihat Alvin yang sudah seperti ini.

“Iya Iya gue mau !!”ujar Ify sedikit terpaksa.

“Beneran ?>?”

“Iya “ujar Ify malas. Alvin berdiri dari tempat duduknya dengan sangat senang sekali.

“Gue tunggu jam 7 di café Mauren. On time . Oke “ujar Alvin. Tanpa salam dan penutup ia langsung nyelonong keluar dari rumah Ify. Entah dia mau kemana. Ify dan iqbal hanya bisa melengos saja melihat tingkah aneh Alvin.

“Orang aneh “serempak Ify dan iqbal .

“Tidur Tidur Tidur . .”lanjut Iqbal dan ify. Mereka membawa buku masing-masing dan perlengkapan yang lainnya kemudian berjalan kea rah kamar masing-masing.

*****

19.30 Haling Corp

 

Sivia menyiapkan wajah yang paling melas dan sedih sesedihnya. Berharap kali ini actingmnya bisa bagus dan professional. Sivia lantas memasuki lift dan menuju ke lantai dimana ruang kerja Rio berada.

Sivia keluar dari Lift dan langsung mengarah ke ruang kerja Rio. Sivia sudah menunggu disana dia akan berurusan dengan Mak Lampir tidak penting satu ini. Siapa lagi jika bukan Agni.

“KAK RIOOO. KAK RIIOOO. KAK RIOOO”teriak Sivia langsung di depan pintu tanpa menunggu si mak lampir tersebut menanyain ya dengan segudang pertanyaan.

Rio yang mendnegar namanya dipanggil segera keluar. Ia sudah familiar dengan suara cempreng milik Sivia.,

CLKEEKKK

Suara pintu dibuka. Dan Rio kini berdiri didepan Sivia. Sivia tersenyum  puas. Ia tak perlu susah-susah untuk menemui Rio kali ini. Rio yang baru saja keluar hanya bisa menatap Sivia dengan aneh.

“Loe kenapa ?”tanya Rio. Sivia segera nyelonong menggeret Rio masuk kedalam ruang kerjannya dan menutup pintu ruang kerja Rio. Dan untuk kesekian kalinya Agni dibuat kesal dengan tamu-tamu Rio akhir-akhir minggu ini.

“SUNGGUH MENYEBALKAN . .”desis Agni. Ia kembali ke meja kerjanya.

Sivia dan rio telah duduk di kursi ruang tamu, Rio menunggu Sivia untuk berbicara. Sivia menghelakan nafasnya sesaat.

“besok ikut gue “ujar Sivia langsung. Rio mengernyitkan keningnya. Binggung dengan maksud kata-kata Sivia.

“Ikut ? kemana ?”

“Dinner. Pleaseee. Kak Alvin maunya kakak juga ikut . .”renggek Sivia.

“Sejak kapan Alvin peduli sama gue “

“gak tau tuh. Gue tadi ngajak dia dinner. Terus dia bilang gak mau. Dia maunya kalau gak ada kakak ya kak Shilla. tadi gue udah ke kak shilla dia katanya lagi ngurus kepindahan kakaknya. Harapan gue Cuma kakak. Gue mau ngasih supprise ke kak Alvin. Please banget kali ini aja ??”jelas dan mohon Sivia panjang lebar.

“gue besok ada rapat Vi  . .”

“Kali ini aja kak. Masak loe gak kasihan sama gue . .”Sivia menunjukkan wajah memelasnya. Ia menundukkan kepalanya berharap hati Rio akan luluh.

“Jam berapa sih ?”

“Jam  7 di café Mauren . please . . “Sivia menagkupkan kedua telapak tangannya.

“Oke . jam 7 kan ?”

“On time “

“Iya iya . kali ini aja oke”

“Oke. Makasih kakak baik deh.   Bye . gue tunggu jam 7 “Sivia pun langsung nyelonong keluar begitu saja . Rio berdiri dari kursinya. Ia menatap kepergian Sivia dengan tatapan aneh. Setelah itu ia meneruskan pekerjaanya kembali. Tak mau ambil pusing dengan urusan Sivia dan juga sepupunya itu.

****

Agni mengetuk-ketuk bolpoin yang daritadi ia genggam. Entah kepalanya sekarang sedang terisi apa. Mungkin hanya ada satu nama di otaknya yaitu “RIO” . sangat besar sekali ambisinya untuk menginginkan cowok idaman seperti Rio. Cewek mana yang tidak ingin mempunyai kekasih seorang pengusaha muda, kaya, tampann dan begitu pintar. Semua wanita bisa meleleh ditangannya. Dan salah satunya yaitu Agni.

“Kapan pak Rio bisa suka sama gue. Gue dandan cantik sudah. Gue selalu bersikap sopan dan baik kepada dia. Gue cantik, pintar. Apa coba kurangnya gue . “

“Hmm. . “Agni enopang dagunya dengan tangan kanannya. Ia menatap ke atas layaknya memfikirkan sesuatu.

“Gue harus cari cara . Biar pak Rio suka sama gue. Yah!! Harus . .”

“Agni semangaattt!!!!”

*****

20.00 Rumah Sivia.

 

Alvin dan Sivia bertos ria. Rencana awal mereka terjadi berhasil. Tinggal menunggu besoknya saja. Sivia tersenyum dengan puas.

“Gue jadi semangat nih buat jodohin kak Rio sama Ify “ujar Sivia antusias.

“Boleh juga. Gimana ya jadinya Rio dan ify pacaran hahaha”Alvin malah membayangkan lucunya jika kedua setan itu bersatu.

“Ini pertama kalinya Ify punya pacar deh kalau dia beneran sama kak Rio”ujar Sivia

“Wahhh. . sama dong Rio juga tuh. Dia kan gak pernyah punya cewek hahaha”

“Beneran ?”kaget Sivia

“Yoi. Dia mah jomblo tulen hahaha”

“Kalau kakak ?”tanya Sivia penuh selidik. Alvin langsung terdiam dalam sekejap.

“Emmm… berapa ya Vi ? . . mmm. . “alvin garuk-garuk gak jelas.

“berapa ?”ancam Sivia

“Cuma 3 kok Vi . .”

“yang Jujur . . “ancam Sivia.

“5 Vi . .”

“Kak Alvin . .”Sivia melotokan matanya.

“Bener-bener Cuma 7 kok vi. Vuma 7 gak boong deh. “Sivia memanyunkan bibirnya. Ia tak kuat mendengar mantan alvin yang ada 7

“Gue yang ke delapan dong. Loe kok jahat banget sih kak. Banyak banget pacar loe. . “gumel Sivia begitu miris.

“yah vi jangan nangis dong. Itu juga gue gak beneran kok pacarannya sumpah deh sumpah. Cuma loe kok yang bener-bener gue cinta. Loe pacar terakhir gue deh/ Beneran beneran. Jangan nangis dong ya. . “rayu Alvin. Ia mengenggam tangan Sivia .

“beneran yang terakhir ??”

“Iya sayang beneran deh. Cuma kamu yang terakhir di hati Kakak . . .”Sivia perlahan mengembangkan senyumnya. Ia begitu senang dengan ucapan tulus dari bibir Alvin .

“Janji ?”

“Promis cantik . “Alvin membalas senyum manis Sivia. Ia begitu bersyukur mempunyai pacar yang selalu percaya padanya seperti Sivia.

“makasih ya kak buat semuanya. Sivia sayang banget sama kak Alvin “

“kak Alvin juga sayang banget sama Sivia. “Sivia menganggukkan kepalanya. Ia sanagt percaya dengan semua kata-kata Alvin yang sellau menengkan hatinya.

“Eh kak . .Gimana kalau kita mak comblangin kak Rio sama Ify . “

“Hah? Susah banget tuh Vi”

“Kalau kita usaha pasti gampang kok. Gue bosen nih liat mereka berdua bertengkar terus “

“Gue sih setuju-setuju aja. Tapi yakin loe ?”

“tenang aja deh. Yakin yakin. Gimana  kalau kita minta bantuan kak Shilla”usul Sivia

“Boleh juga tuh. Shilla kan pakarnya dalam ini.”

“tapi kayaknya perlu bantuan satu orang lagi deh kak”

“siapa?”tanya Alvin

“Iqbal. Adiknya Ify pastinya .  “

“Loe beneran nih Vi? Nyomblangin dua anak itu ?”tanya Alvin yang masih sedikit ragu.

“Yakin kok kak. Kalau memang mereka gak bisa disatuin ya mau gimana lagi. Tapi kalau mereka bener-bener bersatu kan sebuah kebesaran tuhan hahahha”

“hahahah. Kebesaran tuhan ? berasa apa aja loe vi “

“Hahah. Iya dong. Gimana ya gaya pacarannya seorang Rio dan Ify pasti lucu hahaha”

“yang ada kayaknya perang mulu tuh Vi “

“Ahh kita lihat aja nanti . . “

“Iya –iya terserah loe aja”

“Kakak besok telfon kak Shilla ya. Kita adakan rapat dadakan di apartemen kak Shilla”

“Buat ?”

“Bicarain rencanan kita. Nanti gue bakal nyusul Iqbal. Setuju ?”

“Oke deh gue setuju-setuju aja “alvin menuruti saja. Sivia tersenyum begitu senang. Entah mengapa dirinya ingin sekali menyatukan Ify dan rio. Buatnya itu adalah suatu hal yang menarik.

****

Shilla memasuki apartemennya. Hari ini ia begitu lelah. Karena Papa dan Mamanya terus-terusan menelfonnya. Ditambah lagi kakaknya yang begitu cerewet. Shilla harus mengurusi semua kepindahan kakaknya ke Indonesia.

“kenapa dia harus pindah mendadak seperti ini ??”

“Buat gue pusing aja !!”kesal Shilla. Ia membuang tasnya begitu saja ke atas sofa di ruang tamunya. Ia masuk kedalam kamarnya. Dilihat sebentar kamar tersebut.

“Tak ada yang perlu diperbaiki. Semuanya sangat bagus “ujar Shilla. Ia terus menatap kamar kakaknya yang menurutnya masih sangat bersih dan rapi.

(FOTO) kamar cakka 1

“Seminggu lagi dia akan kesini. Dan dia akan merecohkan hidup gue lagi “

“Kapan gue bisa bebas dari orang itu.Kenapa dia harus mengambil alih hotel ini. Kenapa gak papa aja “

“Aisshh. Whatever   . .”Shilla lantas menutup kembali kamar cakka. Ia pergi ke kamarnya sendiri. Ia ingin menenagkan fikirannya sejenak.

Shilla memasuki kamarnya yang berbuansa Pink. Kamar yang sangat luas namun sedkit berantakan. Dikasur mungilnya Shilla merebahkan tubuhnya disana. Ia menatap ke arah layar Televisi datarnya yang belum ia matikan sedari tadi siang saat dia pergi dari apartemennya. Kamar yang begitu modern dan cantik imi begitu membuat Shilla sangat nyaman. Perlahan-lahan ia memejamkan matanya untuk tidur. Mesikpun keramaian kendaraan-kendaraan yang dapat terdengar dari bawah. Namun ia begitu nyaman dikamarnya ini.

FOTO (kamar Shilla 1)

****

00.0      Kamar Ify

 

Terlihat seorang gadis mungil ini masih terdiam di  atas kasurnya. Membuka sedikit gorden jendelanya yang berada disamping kasurnya. Sedari tadi matanya tak bisa terpejamkan. Ia terus menatap rumah yang berada di depan rumahnya ini. Siapa lagi jika bukan rumah rio. Ia tau pemilik rumah itu belum pulang dari rumahnya. Setiap hari ify pasti terbanugn mendengar suara khas dari mobil Rio yang sudah terhafal sekali ditelinga Ify.

(FOTO) kamar ify 1

3 bulan sudah Rio menjadi tetangganya. Dan 3 bulan itu juga hidup Ify sudah dipenuhi dengan sesuatu yang berhubungan dengan Rio. Mulai dari pertengkaran, perhatian Rio, dan masih banyak lainnya. Dan mungkinkah Ify memliki rasa terhadap cowok tersebut.

Srrrrssss . . . . .

“Ahh . . “desis ify melihat mobil Rio yang berhenti di rumah cowok tersebut. Ify terus memperhatikan setiap gelagat Rio yang baru saja keluar dari mobilnya. Dapat dilihat dengan  jelas postur tinggi Rio menggunakan kemeja yang lengkap dengan dasi yang sudah berantakan.

“Orang itu pasti kelelahan . .”Ify duduk dengan melipat kedua kakinya. Kemudian ia menopangkan kedua dagunya dengan kedua telapak tangannya.matanya pun masih tak hentinya menatap Rio yang sedang membereskan barang-barangnya di mobilnya.

“HAH?”Ify segera menutup gorden kamarnya. Dengan tergesa-gesa ia mematikan lampu kamarnya dan segera menutupi dirinya dengan selimut.

****

00.15 Depan rumah Rio

Rii menatap jam tangannya sebentar. Ia mnghela nafas beratnya beberapa kali, sudah sangat larut malam untuk hari ini. Dan ia begitu sangat lelah sekali. Rio membuka pintu mobilnya. Ia turun dari mobilnya. Setelah itu ia membereskan barang-barangnya yang masih ada didalam mobilnya untuk ia masukkan kedalam tasnya.

Rio merasa kepalanya terasa pusing akibat kurang tidur. Ia berhenti sejenak. Memijat kepalanya yang terasa pusing. Dengan kekuatan masih tersisa Rio membereskan barang-barangnya kembali.

Rio merasa ada yang mengawasinya. Instingnya begitu kuat jika dia sedang dimata-matai atau bagaimana. Rio sedeikit waspada. Ia dengan masih biasa menutup pintu mobilnya.  Rio menatap ke arah rumah besar yang ada didepanya ini. Ia kemudian melihat ke arah kamar Ify yang masih terang. Lampu kamar ify yang masih menyala. Rio mengernyitkan kenignnya.

“Cissh . . “desis Rio, ia sedikit tersenyum menunjjukkan smilemarknya kepada Ify. Ia dapat melihat jelas dimana  Ify  duduk di depan jendelanya dan sedang mengawasi dirinya.  Rio semakin terkekeh saat melihat ify yang kepergok dirinya. Gadis itu langsung menutup gordennya dan mematikan lampu kamarnya.

“Dasar gadis bodoh . . “cerca Rio. Ia menggelengkan kepalanya saja dan memilih untuk segera masuk kedalam rumahnya. Ia merasa kepalanya sudah sangat pusing hari ini.

*****

02.00 Kamar Ify

 

Ify masih belum bisa mengerjapkan matanya. Ia merasa sangat malu sekali dengan kejadian 2 jam yang lalu. Bagaimana Rio memergokinya mengawasi cowok itu. Begitu Ify merasa diirinya sangat bodoh sekali dan begitu bodoh.

“Ahhh. . Ify kenapa loe bego banget sih . . “

“Kenapa sih loe jadi mikirn cowok itu terus. Cowok yang selalu ngerecoki hidup loe. Cowok yang bikin sial loe . dan cowok yang . . . .”ify merasa tak mampu meneruskan kata-kata terakhirnya. Ia hanya bisa memegang bibirnya. Mengingat kejadian saat awal-awal ia bertemu dengan Rio.

“ARRGHSSS . . . “teriak Ify menjadi kebingungan sendiri.

Ify bangun dari kasurnya lagi. Ia tak bisa memaksakan matanya untuk tidur. Mata Ify menatap ke arah jendelannya kembali. Perlahan-lahan ia membuka gordennya itu lagi.

“Dia belum tidur kah ??”lirih Ify. Ia menatap kamar Rio yang terletak di lantai dua dan jelas sekali terlihat di kamarnya yang terletak di lantai satu.

“Apa dia sedang sibuk dengan laptopnya dan kertas-kertas gak pentingnya itu ?? cissh . . “Ify dapat melihat jelas. Lampu kamar Rio masih menyala dengan terang. Meskipun ia tak dapat melihat sedang apa Rio didalam kamar.

Ify melamun kembali. Menatap balkon kamar Rio yang berada di depan dan jelas sekali terlihat dari kamarnya. Ify sendiri tidak sadar. Sejak kapan ia menjadi cewek pelamun seperti ini. Dan sejak kapan sepertinya ia peduli dengan cowok bodoh itu. Dunia memang sudah membuatnya gila kali ini. Atau memang Ify sudah gila. Entahlah . .

“Mampuss gue !!”Ify hanya bisa terdiam binggung tak bisa berucap apa-apa. Ia dapat melihat Rio keluar dari balkon kamarnya dan menangkap dirinya lagi yang sedang mengawasi kamar Rio.

*****

01.30 Kamar Rio.

Rio hanya bisa tidur 1 jam saja. Ia kembali bangun. Dan menyeret berkas-berkas yang harus ia periksa. Rio menayalakan lampu kamarnya. Dan dengan teliti membaca semua map-map dokumen penting milik perusahannya.

15 menit berlalu dengan cepat.

Dan baru 2 map dokumen yang Rio selesaikan dan telah ia tanda tangani. Proyek besar kali ini begitu sangat penting untuknya. Diaana dirinya memperbutkan satu perusahaan besar di Indonesia yang begitu menarik buatnya untuk dialihkan menjadi miliknya. Dan dia tidak boleh lengah dalam menyelesaikan proyek ini.

30 menit kembali berlalu.

Rio merasa semakin mengantuk. Ia tak kuat mengendalikkan matanya. Rio memelih untuk menutup dokumennya sebentar. Ia turun dari kasurnya. Menatap ke jam dinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 02.05 dini hari. Rio tersenyum sinis menatap jam tersebut. Tiada waktu bebas untuknya akhir-akhir bulan ini.

(FOTO) kamar Rio 1

Rio berjalan ke balkon kamarnya . sebelumnya ia mengambil ponselnya diatas kasurnya. Setelah itu perlahan Rio membuka balkonnya. Agin malam langsung menyerbunya. Udara malam terasa menusuk setiap tulang-tulang dan juga paru-parunya. Rio menatap ke arah rumah Ify yang menjulang begitu besar dan sederhahana. Matanya tertarik tertuju pada kamar Ify.

Rio benar-benar kaget. Ia melihat sosok ify yang sedang melihatnya. Rio mengernyitkan keningnya. Kedua kalinya ia memergoki Ify melihatnya dari jendela kamar gadis itu yang berada didepan rumah jelas sekali dan terletak di lantai bawah.

Rio tersenyum sambil geleng-geleng sendiri melihat tingkah bodoh gadis itu. Ia jadi bertanya-tanya sendiri sedang apa gadis itu dini hari seperti ini menatapi kamarnya. Rio membuka ponselnya. Ia memainkan ponselnya mengirimkan satu pesan kepada seseorang.

To : Gadis bodoh

Ngapain loe di sana ?loe lagi gak ada kerjaan ?

Rio mengunci kembali ponselnya. Ia melihat kembali ke arah kamar Ify. Dilihatnya gadis itu sedang memainkan ponsel dan tampak wajah syok ketika melihat ponselnya sendiri.

Entah kapan Rio menamai nomer Ify dengan nama “Gadis Bodoh”. Mungkin setelah Iqbal mengirimkan nomer Ify kepadanya.

Ia merasa ponselnya bergetar. Segera ia membuka ponselnya dan melihat ada pesan baru masuk di sana.

From : Gadis Bodoh

Gak usah GR.! Gue lagi lihat bintang!!

 

Rio melirik ke arah Ify yang masih duduk di jendelanya. Ify langsung memalingkan wajahnya saat dirinya menatap gadis itu. Rio terkekeh pelan dan segera membalas pesan Ify.

To : Gadis bodoh

Oh . . Maksud bintang itu gue ?? tersanjung banget gue ! cissh

 

            Rio mmenatap ify kembali. Ia dapat melihat jelas gadis itu syok kembali menatap pesan darinya. Terlihat wajah muak dari wajah ify.

DrrtttDrttttt

Rio membuka ponselnya. Dan sudah dapat ia tebak bahwa pesan tersebut dari pemilik rumah yang ada didepan rumahnya. Rio membacanya dengan wajah yang tak terbaca.

From : gadis bodoh

Silahkan Bermimpi Cowok bodoh!!! .

 

Rio menatap ke kamar Ify. Ia sudah tak melihat gadis tersebut di jendelanya lagi. Sepertinya gadis itu sudah tertidur. Tangan Rio terkonsen kembali ke ponselnya.

To : gadis Bodoh

Jangan telat bangun bodoh!!

 

Rio tersenyum melihat pesannya tersebut. Pesan yng menyimpan banyak makan yang tersembunyui disana. Ia masih tetap di balkon kamarnya. Matanya pun masih tertuju pada kamar Ify. Fikirannya sudah melayang kemana-mana. Memfikiran sesuatu yang mungkin hanya dia dan tuhan saja yang tau.

******

02.30 Kamar Ify

Ia memelih tak menanggapi Rio. Setelah membalas pesan terakhir untuk cowok bodoh itu. Ify memilih langsung tidur kembali ke kasurnya dan menutup gorden jendelannya. Ify berbaring dikasurnya dan masih memegang ponselnya. Ia menatap ke atas langit-langit kamarnya.

DrrttddDrttt . .

Ify segera membuka ponselnya.

From : 081210121012

Jangan telat bangun Bodoh!!!

 

“Cissh . . “desis Ify, senyum Ify mengembang. Ia dapat menangkap jelas pesan dari pesan Rio tersebut. Tersirat pesan bahwa Rio menyuruh Ify untuk segera tidur. Meskipun pesan tersebut seperti sebuah hinaan. Namun ify dapat mengerti sekali bahwa cowok itu perhatian kepadanya. Dan Ify merasa senang sekali. Hanya sebatas senang ternyata Rio memiliki sifat care walau tak ditunjukkan secara langsung .

Ify tak berniat untuk membalas kembali pesan dari Rio. Ia mengotak-atik ponselnya untuk menamai nomer Rio tersebut.

“Cowok Bodoh !! hha ha ha ha ha”senyum iblis Ify terkeluarkan. Ia selesai menamai kontak nomer Rio dengan “Cowok bodoh”. Tak ada janji atau pun bagaimana. Nama tersebut juga dipakai oleh Rio untuk menamai nomer Ify. Dimana bernama “gadis Bodoh “ dan ini merupakan kebesaran tuhan kedua untuk dua orang ini. Hi Hih Hih

Bersambung . . ..

Maaf . . Maaff banget telat yaa😀 semoga tambah suka. Dan tetap semangat buat bacanyaa😀 Fighting !! tunggu part selanjutnyaa yaa all😀 makasihhh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s