DEVIL ENLOVQER – 22 ~ Locked .. . ~

Okee . Dilanjut part 22 nya yaa😀 dan semoga semakin sukaa. Tolong bantu promisiin cerita ini dan selalu baca terus cerita ini yaa😀 makasih yang udah mau baca sampai part ini dan terus bacaa yaa😀 thanks😀. Comment dan likenya dinanti kawan😀

Dan Follow Twitterku ya guys “ @luckvy_s “ di follow di follow. Disana aku selalu ngabarin soal DELOV. Dan kalau demo disana saja pasti rame hiihiih.:D makasih. MOLKANG MOLKANG ha ha ha

 

DEVIL ENLOVQER – 22

~ Locked  .. .  ~

 

            Sesuai kesepakatan Sivia dan Alvin. Kini mereka berdua sudah mengajak Shilla dan Alvin untuk berkumpul di apartemen Shilla. Alvin dan Sivia menjelaskan tujuan mereka berdua mengajak Shilla dan Iqbal dalam andil rencananya.

“Kak. Ini Iqbal adiknya Ify”ujar Sivia memperkenalkan Iqbal.

“bal itu kak Shilla. Dia sahabatnya Kak Rio sama Kak Alvin “lanjut Sivia. Iqbal dan Shilla lantas bersalaman.

“Iqbal kak . .”

“Shilla. . “Iqbal mengangguk dengan sopan. Begitu pun juga dengan Shilla terlihat keakraban langsung dari mereka berdua.

“Loe sama Ify kayaknya beda banget ya . hahha”

“Iya dong ka. Cakepan gue dan pastinya kecean gue. Kak Ify mah maklampir jadi-jadian hahaha”

“Betul banget tuh Bal. . “timpal Sivia menyetujui.

“Sudah-sudah, kasihan anak orang dibicarakan mulu. Kembali ke pokok awal”ujar Alvin menengai. Semuanya menganguk faham dan kembali serius.

“Jadi gini. . balbalbalabalabalablabalabla . . . “Sivia menjelaskan rencananya yang sebelumnya ia sudah bicarakan dengan Alvin . Baik Shilla atau Iqbal emndengarkannya dengan seksama. Terkadang ekspresi mereka berubah-ubah mendnegar penjelasan Sivia tersebut.

“ Gimana setuju ?”tanya Sivia. Iqbal terlihat masih berfikir.

“Gue setuju banget.  Mereka cocok kok. Gue lihat juga Rio perhatian gitu sama Ify “ujar SHilla yakin. Iqbal masih belum membungkamkan suaranya. Sivia dan Alvin berharap-harap cemas menunggu keputusan iqbal.

“Gimana ?”tanya Alvin penasaran.

“Oke gue setuju. Tapi . . . .”

“Kak rio gak akan nyakitin kakak gue kan ? kak rio bisa bertanggung jawab sama kaka gue kan “

“Sepertinya loe sudah mengenal Rio lebih jauhkan bal ? loe percaya gak sama dia ?”tanya Alvin balik.

“Percaya banget kok. “

“Nah. . pastilah Rio anaknya baik dan bertanggung jawab. Tenang aja deh “tambah Alvin dan diangguki setuju oleh Shilla yang notabannya mereka berdua adalah sahabat Rio sendiri.

“Terus rencana loe semua gimana ?”tanya Iqbal lagi.

“Gue udah punya satu rencana yang bisa membuat mereka berdua setidaknya akan berduaan. Dan siapa tau bisa jatuh cinta ha ha ha “tawa Sivia penuh kelicikannya.

“Gimana renacananya ?”tanya Shilla. Sivia pun menjelaskan bagaimana rencananya yang sudah ia buat bersamja Alvin. Dimana rencana tersebut telah tersusun dengan rapi olehnya dan kekasihnya tersebut.

“SETUJU , . . .”serempak semuanya menyetujui bagaimana rencana Sivia.

Sepertinya mereka salah jika ingin menyatukan dua setan yang memiliki perbedaan hati. Namun, entahlah. Apakah dua insan yang ingin mereka satukan tersbut dapat bersatu seperti yang diinginkan. Biar waktu yang akan berjalan dan akan menjawab semuanya.

*****

09.00 Rumah ify

Gadis ini sudah bersiap-siap didepan rumah. Ia memakai baju putih lengan pendek. Dengan tantop  berwarna kuning yang sedikit terlihat pada kaitan talinya. Dengan dipadukan beserta celana biru pendeknya serta sepatu boots berwarna biru  ¾ di bawah lutut yang ia kenakan.

Ify melihat taxi yang ia pesan sudah datang. Dengan cepat ia memasuki taxi tersebut. Hari ini ia harus mengurusi pendaftaran ulang di SMA ARWANA. Karena besok dirinya sudah masuk sekolah. Dan itu membuatnya sedikit suntuk pagi ini.

Selama perjalanan, Ify menatap wajahnya sebentar pada kaca layar ponselnya. Terlihat jelas di sana betapa cantiknya gadis ini. Wajahnya yang natural dan hidung mancungkan semua terlihat begitu sempurna. Dan tak lupa tatapan tajamnya yang membuat siapapun akan ketakutan sendiri.

(Foto Taxi 1)

“Hari yang melelahkan. . . “gumam Ify. Setelah itu ia mengambil earphonenya dan ia kenakan di telingannya. Dan memainkan satu lagu playlist yang ia sukai.

*****

10.00 Haling Corps

Rio menatap binggung ruang kerjanya. Disana terdapat banyak rangkaian bunga mawar putih dia ats mejanya. Ia binggung siapa yang telah melakukan semua ini.

“Siapa sih ? ada-ada aja  . . “Rio memelih untuk duduk di kursi kerjanya. Tak lama setelah ia duduk, masuklah sang sekertaris yang tak lain adalah Agni.

“Pagi Pak . .”sapa Agni dengan mencoba menampilkan senyum termanisnya. Namun Buat Rio itu adalah senyum paling menjijikan dan jika bisa berkata jujur. Ia ingin muntah saat ini juga.

“Ada apa ag ?”tanya Rio. Agni berjalan mendekati meja kerjanya.

“Ini ada surat dari pengirim bunganya. Saya juga tidak tau siapa yang mengirimkannya”ujar Agni. Ia menaruh surat lipatan berwarna hijau toska. Rio mengangguk saja.

“Yasudah sekarang kamu boleh keluar . . “

“Iya pak. Nanti jam 1 ada rapat penting mengenai perebutan alih perusahaan Shaw Corp.”

“Iya saya ingat. Tolong siapkan semua yang harus dibutuhkan. Dan juga jangan ada yang tau bahwa hari inis aya akan menemui pemimpin Shaw Corp. Menegerti ?”

“Iya Pak . . “Rio menghela nafas sejenak. Jujur, sedari tadi pagi ia dipusingkan dengan  rapat nanti. Dimana ia harus merebutkan sebuah perushaan beasar di Indonesia bahkan telah menguasai sebagian Asia dan juga di Eropa.Perusahaan “SHAW CORP” perusahaan ternama. Dan setiap orang pasti mengenal akan perushaan  tambang terbesar ini.

“Aku harus mendapatkan perushaan itu. Atau Haling Corps sendiri yang akan hancur “lirih Rio. Karena ini mempertaruhkan semua kerja kerasnya dan tak ingin mengecewakan siapapun. Ia harus bisa menarik perharian para dewan penanam saham dan bisa meyakinkan mereka semua.

Mata Rio kembali tertuju kepada surat hijau toska tersebut. Ia meraihnya lantas membuka isi pesan yang ada di dalam surat tersebut.

Temui aku jam 11 di lantai atas hotel Poxer😀. Aku menunggumu . . ^^

 

Rio mengernyitkan keningnya. Ia tak pernah kenal dengan tulisan tangan ini. Dan tak tau siapa pengirim bunga sebanyak ini.

“hotel Poxer? Bukankah itu hotel yang ada di dekat SMA ARWANA ?”

“Ada-ada aja nih orang . . sudahlah nanti aja gue urusin ini”ujar Rio dan meletakkan sembarangan amplop tersebut. Ia membuka laptopnya yang sudah menantinya. Dan meneruskan pekerjaanya.

DRRRDDRRTTTT

Hanya selang waktu 7 menit. Ponsel Rio kembali berdering. Dengan masih konsen pada laptopnya, Rio meraih ponselnya yang berada tak jauh disampingnya.

From : 0812346789120

Tolong banget datang ya “( . jam 11 . aku menunggumu. Benar-benar menungumu “(

 

            Rio menjadi penasaran sendiri. Siapa yang ingin mengajaknya bertemu itu.  Dengan cepat ia membalas pesan tersebut.

From : 0812346789120

Baiklah . .

Setelah itu Rio meneruskan sisa pekerjaanya untuk presentasi pentingnya nanti. Ini semua menyangkut perusahannya dan karyawannya.

*****

10.45 SMA ARWANA

 

Didalam ruang serba guna ini banyak  Siwa dan siwi SMA ARWANA yang sudah berdatangan dan antri. Dan itu semua mereka lakukan untuk melakukan daftar ulang. Begitu juga dengan Ify. Ditangannya sudah terdapat Atm.nya beserta surat daftar ulangnya. Kali ini ia tidak berangkat bersama Sivia. Karena Sivia sudah melakukan daftar ulang sejak tadi pagi. Ify pun tak ambil pusing.

“Alyssa saufika Umari”Nama Ify telah dipanggil oleh sang guru. Dengan cepat ify berdiri daru tempat duduknya dan menghampiri gurunya yang memberikannya sebuah pakaian olah raga baru dan juga rompi tambahan SMA ARWANA.Rompinya pun tak ada bedanya dengan punya Iqbal hanya bet.nya saja yang membedakan SMP dan SMA.

“Makasih Bu”ujar Ify sopan. Setelah itu ia berjalan menjauh dari tempat daftar ulang tersebut.

“DOOORRRR . . “suara keras mengangetkan Ify dari belakang. Ify pun jelas mengenal suara itu. Siapa lagi kalau bukan Sivia.

“Udah ngambil seragam loe?”tanya Sivia tanpa dosanya. Ify mengangguk dengan malas.

“Sorry sorry. Kan gue Cuma pingin loe kaget doang . “

“terus kalau gue udah kaget ?”sinis Ify. Ia membalikkan badanya menghadap ke Sivia.

“Gue senang . .”jawab Sivia seenaknya dengan senyum sumringah tanpa dosanya. Ify menamppakkan wajah tak enaknya.

“Ampuun Fy. Ampuun hehe”cengir Sivia meminta damai.

“Iya Iya. Loe udah ngambil ?”tanya Ify balik

“Barusan saja. Di antrian sebelah “jawab Sivia dan menunjuk kea rah tasnya.

“Oh . yaudah gue duluan ya mau pulang . .”pamit Ify.

“Eciee. . mau pulang apa mau nyemangatin kekasihnya . “goda Sivia. Ify tak jadi melangkahkan kakinya. Ia mengernyitkan kening binggung dengan masksud Sivia.

“Maksud loe ?”

“Yah. Kan Kak Rio hari ini ada rapat penting. Dimana Haling Corps dan Shaw Corp merebutkan perusahaan masing-masing. Dan loe tau kan jika kak Rio bisa mengambil alih Shaw corp . wahhhh jadi pengusaha kaya raya dia. Tapi jika sebaliknya. . . .yah gitu deh. Haling Corps akan hilang . . Jadi loe semangatin kak Rio biar dia bisa semangat  . .”jelas Sivia panjang lebar. Ify menatap Sivia dengan datar. Wajahnya benar-benar tanpa ekspresi.

“Sudah ngomongnya ?”

“Sudah kok Fy hehe”

“gak penting ! Sumpah !!”ujar Ify dengan tajam. Setelah itu ia segera berjalan meninggalkan Sivia yang melengos akibat ketidak peduliannya.

“FY JAM 1 LOH KAK RIO RAPATNYA. . KASIH SELAMAT YAAA !!”teriak Sivia begitu kencang. Tak peduli semua orang yang berada di gedung itu sudah menatapnya dengan aneh. Sedangkan Ify terus saja berjalan. Ia malah langsungmengenakkan earphonennya yang baru.\

Ify berjalan keluar dari gedung serbaguna. Ia berjalan sampai keluar pagar SMA ARWANA. Tatapannya menatap ke arah kanan dan kiri jalan. Entah apa yang ingin dia lakukan saat ini. Melihat jam tangannya menunjukkan pukul 11 siang.

“Lebih baik gue pergi ke apotik sebentar. Persediaan dirumah sudah habis “gumam Ify sendiri. Ia membenahkan tas punggungnya sebentar. Mengambil permen karet di sakunya lantas memasukkan ke mulutnya. Setelah itu ia berjalan ke Apotik yang tak jauh dari SMA.nya.

****

11.05 Hotel Poxer

Rio turun dari mobilnya. Ia membenahkan jam tangannya dan jasnya. Ia ke hotel ini untuk menemui pengirim surat, bunga serta pesan di ponselnya tadi. Masih ada 2 jam untuk dirinya sebelum rapat penting di Perusahaan SHAW.

“Di atas hotel ? yang bener aja. .”serah Rio. Ia tak mau ambil pusing. Dirinya lebih baik memelih cepat untuk menemui orang tersebut dan langsung ke perusahaan SHAW.

Rio masuk dengan tenang. Hingga ia menaiki lift menuju lantai hotel paling atas. Didalam lift Rio masih terlihat sangat santai saja. Sesekali ia bernyanyi sendiri. Bisa dibilang Rio memeliki suara yang sangat merdu. Bahkan dulu di SMA.nya Rio pernah menjadi ketua ekskul Musik.

Rio sampai di lantai paling atas. Ia keluar dari lift. Memutar kepalanya. Disana sangat sepi sekali. Tidak ada orang yang lewat. Rio pun terus saja berjalan menuju tangga yang menghubungkan ke atap hotel. Dirinya cukup hafal dengan hotel ini. Karena dulu dia sering bermain di atas hotel ini bersama dengan kakaknya. Hanya untuk menenangkan diri.

SRTTTTRRSRTTT

Rio membuka pintu . ia keluar dan berjalan ke arah luar. Dimana terlihat jelas hamparan langit yang sangat luas, matahari yang sedikit panas dan juga gedung-gedung menjulang tinggi dari atas hotel ini.

Rio mengedarkan pandangannya. Tak ada siapa-siapa disini. Hanya dirinya saja,Rio mulai binggung. Apa dia sedang dikerjai oleh seseorang. Entahlah  . . Sekali lagi Rio memeriksa atap hotel ini. Memutarkan badanya untuk mencari apakah ada sesosok orang ini. Namun sepertinya percuma tak ada siapa-siapa di sini.

“Aissh. .”desis Rio merasa dipermainkan. Rio menghela nafasnya. Membenahkan jasnya sebentar. Ia membalikkan badanya menghadap pintu yang tak jauh dari dirinya berdiri saat ini. Ia memilih untuk kembali saja ke perusahannya.

SRTTSRRRTT

Rio mengernyitkan matanya. 10 lelaki berbadan kekar tiba-tiba masuk dengan wajah yang garang. Dan wajahnya seakan ingin menerkiam Rio hidup-hidup. Rio tersenyum remeh sesaat.

“Sial gue dijebak . .”batin Rio dapat membaca situasi ini. Sudah dipastikan 10 orang tersebut adalah suruhan dari perusahaan SHAW. Karena memang sepertinya mereka menginginkan Rio tidak hadir di rapat penting tersebut. Sungguh sangat licik.

“Apa mau kalian ?”tanya Rio masih berbaik hati.

“Nyawamu . .”jawab salah satu lelaku yang sepertinya bos dari yang lainnya/

“Nyawaku ? dibayar berapa loe semua ?ckkck . . “

“Gak usah banyak omong. Kita hanya disuruh untuk membunuhmu .. “

“Silahkan . . . “ujar Rio santai. Sebelumnya dirinya sudah mengambil langkah mundur dengan tenang. Ia mengkondisikan untuk memfikirkan bagaimana dirinya bisa lolos dari 10 lelaki brutal ini.

BRAAKKKK

3 orang sudah siap menghantam Rio. Dengan cepat Rio memijakkan kaki kananya di tembok dan satu persatu kaki kirinya ia hantamkan tepat di dada 3 orang tersebut yang langsung jatuh terjungkur. Rio tersenyum picik. Ia memandang ke arah 7 cowok lainnya lagi.

“Anak ini mau main-main dengan kita. Ayooo langsung hajar dia .. “suruh sang ketua. Dan Rio pun diserbu oleh ke tujuh-tujuhnya cowok itu. Rio tak bisa bergerak kemana pun. Dirinya sudah dikepung. Yang jadi masalah sekarang. 10 orang ini badanya besar-besar. Dan dirinya hanya sendiri. Kemungkinan dirinya lolos hanya 10%  dari perbandingan 100 % yang ada.

“Gimana ? Gimana ini ??”Rio melirik ke arah jam tangannya. Sudah menunjukkan pukul stengah 12. Rio se semakin kebinggungan. Ia menghantam satu cowok tersebut dengan kepalan kuat tangan kananya. Dan berhasil meruntuhkannya. Namun ke 6 lainnya dengan sergap menghajar Rio dalam satu hentakkan.

“Aiisshh . .”desis Rio karena dadanya ditendang keras sekali. Rio terduduk. Para orang tersebut kini sudah berdiri di depan Rio. 10 nya sudah siap untuk membunuh Rio.

“Mampus gue. Bisa mati disini beneran gue . . “lirih Rio. Ia meraba ujung bibirnya. Dimana sudah tertetes darah segar disana.

BRAAAKKKK BRAAAKKKK BRAAAKKK BRAAAKKK BRAAAAKKK BRAAAKKKK BRAAAKKKK BRAAAKKK BRAAAKKK BRAAAAKKK  / . . . . . .

*****

11.05 Apotik Sejahtera

 

Ify sudah berada di depan apotik. Ia melirik ke samping apotik dimana menjulang besar sebuah Hotel Poxer. Ify ingin sekali masuk kesana. Namun setiap kali dirinya ingin masuk perasaan malasnya tiba-tiba datang dan tidak jadi masuk.

Ify menghelakan nafasnya dan siap untuk melangkahkan kakinya masuk ke apotik.

BRUUKKKK

“Awww . . “ringgis ify tersungkur. 10 Pria bertubuh besar tiba-tiba saja melewatinya tanpa sopan dan langsung menabrkanya. Ify mendesis kesal. Namun ia sedang tidak ingin mencari masalah saat ini. Ia membiarkan saja ke sepuluh pria jahanam itu pergi. Ify berdiri dan emmbersihkan pakaiannya yang sedikit kotor.

“Dasar Pria tak berotakk . .”desis Ify. Ia menatap sepuluh cowok itu penuh kebencian. Namun kini tatapan ify teralih ke seorang cowok yang baru saja memasuki hotel poxer tersebut.

“Rio .. . “lirih Ify. Ia mencoba menatapkan pengelihatannya lagi. Benar saja itu Rio dan berjalan masuk kedalam hotel. Ify mengganti pandagannya ke 10 cowok kekar yang berjalan dengan garang menuju kedalam hotel.

“Sepertinya ada yang aneh . . “lirih Ify. Ia pun penasaran dan mempunyai firasat yang tidak enak. Ify akhirnya memelih untuk membuntutui 10 cowok tersebut.

Ify dengan tenang pura-pura seperti tidak tau apa-apa. Ia mengejar 10 pria kekar itu. Ia merasa 10 orang ini sedang membuntuti Rio. Ify langsung ikut masuk didalam lift bersama dengan 10 pria ini tanpa ada rasa takut.

Ify berpura-pura seperti terlihat gadis bodoh yang sedang bermain ponselnya. Ify menempelkan ponselnya di kupingnya. Ia beracting layaknya sedang ditelfon seseorang.

“Papa di nomer berapa ?”

“Oh gitu .. oke oke”

“Yaudah aku tutup dulu pa. Bye “Ify memasukkan kembali ponselnya. 10 mata pria bersamanya didalam lift ini meliriknya dengan tajam. Sebisa mungkin Ify tidak merasa takut atau gerogi.

“Jangan bilang mereka akan ke atas atap hotel . . “batin Ify menebak. Ia memandang ke arah atas dimana angka lantai tertera disana.

“Lantai 18 ? dua lantai lagi berada diatas. Kalau gue turun bareng mereka. Bisa curiga nanti “Ify pun segera memencet tombol lantai 19.

“Misi ya om . “pamit Ify dengan sopan. Pintu lift terbuka dengan lebar. Ify mencoba untuk tetap riang dan keluar dari lift tanpa curiga sama sekali.

Ify berjalan dengan pelan. Beriringan dengan tertutupnya pintu lift yang berisikan 10 pria kekar itu. Setelah benar memastikan pintu lift tersebut tertutup rapat, Ify segera berlari ke tangga darurat. Ia menaiki tangga dengan cepat.

“Aishh. . .”Ify telah berada di lantai 20. Ia bersembunyi di sela-sela tangga. Karena 10 pria tersebut sedang menaiki tangga juga menuju ke  atas atap hotel.

Ify membuka tas punggungnya. Ia Mengambil sebuah tali panjang yang selalu berada di tasnya tersebut. Sebuah keberuntungan ia memakai tas ini. Ify merogoh tasnya kembali berharap ada satu pistol didalam tasnya.

“Sial . . “decak Ify. Karena ia lupa tidak membawa benda sakral tersebut. Ify tak ambil pusing. Ia kembali menutup tasnya.

BRAAAKKKKKK

Mata Ify menatap ke atas. Suara gebrakan keras sedikit mengangetkan dirinya. Ia semakin merasa bahwa benar-benar tidak ada yang beres. Ify kembali menaiki tangga untuk mengejar 10 pria itu. Di tangan kanannya ia sudah membawa tali panjang sekali.

Ify diam-diam keluar dari pintu atap. Ia mendelikkan matanya melihat seorang pria tersungkur terduduk disana. Siapa lagi pria itu jika bukan Rio.

“Rio . .. “serah Ify tak menyangka.  Untuk saat ini Ify hanya bisa diam dahulu. Melihat situasi yang ada.

“Anak ini mau main-main dengan kita. Ayooo langsung hajar dia .. “suruh sang ketua. Ify melotokkan matanya. Ia sudah dapat menebak jika Rio bisa mati disana jika dirinya tidak menolong Rio. Dilihatnya Rio menyentuh bibirnya yang berdarah.

“Loe hutang budi sama gue pria bodoh . “desis Ify. Dengan gerak cepat. Ify menyerang 10 pria tersebut dari belakang .

           

BRAAAKKKK BRAAAKKKK BRAAAKKK BRAAAKKK BRAAAAKKK BRAAAKKKK BRAAAKKKK BRAAAKKK BRAAAKKK BRAAAAKKK  / . . . . . .

Ify menendang langsung kepala 10 pria itu dengan begitu keras dan tiada ampun. Rio hanya bisa melongo melihat Ify yang tiba-tiba berada disini.

“Cepet loe bangun . “suruh Ify. Ia mendekati Rio. Namun Rio masih saja terbengong.

“Loe gak mau kan mati disini ? ayoo cepet “suruh Ify. Matanya pun masih wasapada melihat 10 pria itu keasakitan tersungkur memegangi kepalanya.

“Loe kok bisa disini ?”tanya Rio binggung. Ify berdecak kesal dan sangat kesal sekali.

“Cowok bodoh . “umpat ify. Ia segera menarik tangan rio langsung. Karena sudah tak ada waktu lagi. Rio pun menuruti saja dan mengikuti Ify.

“Loe gak takut ketinggian kan ?”tanya Ify. Kini mereka berdua sudah berada di ujung atas hotel.

“Kita loncat ?”tanya Rio dengan nada tak percaya.

“Iya ? kenapa ? loe takut ?”

“Gak”jawab Rio tegas. Kini ia bisa tersadarkan kembali dari kebingungannya . Ify tersenyum sinis ke arah Rio. Ia mengaitkan tali yang ia bawah ke perut Rio dan disatukan ke perutnya.

“Cepaatt . “suruh Rio. Karena beberapa preman tersebut sudah ingin bangun. Ify mengaitkan ujungnya satu lagi pada besi peyangga kuat yang berada di ujung tak jauh dari mereka berdiri. Ify mengikatnya dengan begitu kuat-kuat.

“Sudah siap . . “ujar Ify. Rio menganggukkan kepalanya. Dengan refleks Rio langsung menarik pinggang Ify untuk mendekat dengannya.

DEGHHH

Jantung Ify terasa beradu dengan cepat. Jaraknya kini begitu dekat dengan Rio. Bahkan bisa dibilang dekat sekali.

“pegangan ke tubuh gue “suruh Rio. Ify menyadarkan otaknya sejenak.

“Gue bukan gadis penakut . “cerca Ify. Rio melengos saja. Dilihatnya 3 pria itu mulai berlari mendekatinya.

“GO .  “ujar Rio dan Ify bersamaan. Mereka berdua pun langsung terjun bebas dari lantai 20 hotel ini. Ify memejamkan matanya. Tangannya langsung saja memegangi kuat-kuat jas Rio. Sedangkan Rio pun tak melepaskan pingang ify dari dekapannya.

Mereka berdua terjun dari lantai 20. Dan tidak seditipun perasaan takut dai Rio dan Ify. Bagaimana pun juga Ify sendiri sudah terbiasa dengan hal ini. Rio menatap Ify dalam. Ify yang memejamkan matanya dengan kuat, dan dapat dirasakannya tarikan tangan Ify pada jasnya. Angin yang berhembus mengibaskan rambut Ify dan juga rambut Rio. Lantai hotel ini begitu tinggi sekali.

Rio tersenyum mengarah ke Ify yang masih memejamkan matanya. Senyum yang siapapun tak akan tau arti dari senyum tersebut.

BRUUUKKK

“Aww . . “ringgis Rio dan ify karena mereka terjatuh tersungkur. Ify dan Rio segera melepaskan tali yang mengikat perut mereka.

“Jam berapa sekarang ??”tanya Rio.

“setengah 1 “jawab Ify seadanya yang telah melirik ke arah jam tangannya.

“Mampus gue. Bisa telat gue “ujar rio mulai kebinggungan. Rio berdiri , Ia pun mengulurkan tangan untuk membantu Ify berdiri.

“Lo ikut gue aja. Nanti gue anterin pulang”ujar Rio segera menyeret Ify menuju mobilnya tanpa menunggu jawaban dari mulut Ify.

“Gue bisa pulang sendiri “tolak ify tegas.

“Loe sekarang pasti diincar sama mereka., nurut saja sama gue”ujar Rio meyakinkan. Untuk kali ini Ify menurutinya saja. Ia segera masuk kedalam mobil Rio. Begitu pun dengan Rio yang langsung melajukkan mobilnya dengan kencang. Ia hanya mempunyai waktu setengah jam. Dan jarak hotel poxer dengan Shaw corps sedikit jauh dan membutuhkan waktu 30 menit. Ini merupakan waktu yang begitu mepet sekali.

Dengan kecepatan mobil 100 km/jam Rio mengendarai mobilnya. Ify tidak berkutik sedikit pun. Tidak ada perasaan takut atau pun bagaimana. Baginya ini sudah sangat biasa dan biasa saja.

“itu tadi siapa ?”tanya Ify mulei mmebungkam suara.

“Sepertinya suruhan dari SHAW Corp. Perusahaan yang akan bersaing dengan perusahaan haling corp”

“Oh .. “jawab ify seadanya yang memang sudah mengerti, karena tadi Sivia sudah menjelaskan padanya.

Rio melirik ke arah jam tangannya. Waktunya hanya 15 menit lagi. Ia semakin mempercepat kecepatan mobilnya.

“Santai aja. Gak bakal telat “ujar Ify mencoba menenagkan Rio dengan bahasanya sendiri. Namun kata-katanya tersebut terdengar seperti remehan.

“Ini menyangkut perusahaan gue “ujar Rio skeptis.

20 menit kemudian akhirnya mereka sudah sampai perusahaan SHAW Corp. Rio mencegah Ify yang ingin keluar dari mobil.

“Kenapa ?”tanya Ify binggung. Rio membuka laci mobilnya yanga ada di sebelah DVD player . Ify sedikit terkejut disana terdapat banyak pistol. Ia hanya heran sejak kapan Rio suka mengoleksi benda-benda seperti ini.

“Bawa  . Buat jaga-jaga “ujar Rio. Ia memberikan satu pistol kepada Ify. Ify menerimanya saja dan dimasukkannya kedalam tas. Setelah itu mereka berdua keluar dari mobil. Mereka segera masuk ke dalamnya.

“Loe tunggu di loby.Pakek masker ini”suruh Rio. Ia melemparkan satu amsker yang baru saja ia ambil dari tasnya.

“Buat apa ?Gue bukan pengecut .”tolak ify

“Loe cewek ?dan gue gak mau kedua kalinya loe sekarat kayak kemarin. Ngerti ?”

“Loe nyemasin gue ?”tanya Ify dengan nada sinis. Rio berhenti melangkahkan kakinya. Ia menghadapkan kearah Ify. Rio tersenyum begitu manis dihadapan Ify. Manis sekali, Ify saja sampai tertegun dengan senyum Rio itu.

DEGHHH

Senyum Rio yang begitu lama, mampu membuat ify melayang dan jantungnya berdetak dengan sangat cepat sekali. Ia mencoba mengatur nafasnya dan tidak ingin membiarkan Rio mendengar suara jantungnya saat ini seperti pedal gas yang tak terkendali.

“Bermimpilah . . .”picik Rio lantas menoyor kepala Ify. Senyumnya berubah menjadi senyum sinis dan meremehkan ify. Rio lantas berbalik dan kembali meneruskan jalannya. Ia meninggalkan ify yang mematung disana.

“Aisshh. .. sialan sialan sialaannn. . . “kesal ify. Ia menghentakkan kaki kananya dengan keras. Setelah emosinya sedikit turun. Ify mengambil masker yang terjatuh di lantai. Ia segera memakainya . dan memilih unuk duduk di kursi-kursi yang telah disediakan di Loby perushaan tersebut.

Ify menunggu Rio sampai selesai rapat.

“Rio. . . semangat!!. . “lirih ify begitu pelan.  Ia tersenyum sendiri dengan perkataannya tadi.

“Arrghsss. Apa-apan sih gue. Menjijikan banget. Ahgghrrss . . “teriak ify setelah ia mengatakan kata-kata penyemangat untuk Rio. Ia menggelengkan kepalanya seperti orang bodoh.

*****

Alvin dan Sivia telah menyiapkan tempat dinner yang paling romantis. Dimana Alvin sampai menyewa sebuah cafe. Dengan dibantu Sivia ia mengatur decorasi cafe ini. Dan juga menentukkan masakan tang paling cocok untuk nanti malam.

“menurut kakak ?? ini akan berjalan dengan lancar atau tidak ?”tanya Sivia

“berdoalah. “ujar Alvin.Jujur, dari awal ia antara yakin dan tidak. Ia berfikir bagaimana bisa Rio dan ify bersatu. Sikap keras kepala mereka dan sifat menakutkan mereka. Hihihihi

“Vi ..”panggil Alvin. Ia melihat ke arah lantai dansa yang ada di depan meja mereka.

“kenapa kak ?”

“dansa yuk. . “ajak Alvin. Ia menunjuk ke arah lantai dansa tersebut.

“hah? Gak bisa . . “

“Gue ajarin “ujar Alvin lantas menarik tangan Sivia begitu saja.

“Kak gue gak bisa. . “ujar Sivia kebingungan.

“Bisa. Pasti bisa “ujar Alvin meyakinkan. Perlahan Alvin menaruh tangan kiri Sivia diatas pundaknya, Kemdudian meraih tangan kanan Sivia ia genggamkan pada tangannya. Setelah itu tangan kiri Alin memegang pada pinggan Sivia.

“Kekiri. . ke kanan.. kiri. Kanan. . “Alvin memandu Sivia dan mengajari Sivia dengan pelan. Meskipun sivia sedikit kaku namun Alvin  masih tetap mengajarinya.

“Putar . . “ujar Alvin dan memutar tubuh Sivia layaknya seperti orang dansa,

“Arssh.  “lirih Sivia, karena ia ingin jatuh. Namun Alvin menangkapnya dengan cepat.

“Gak bisa kak. . “ujar Sivia. Alvin tersenyum saja. Ia kemudian memfikirkan cara agar Sivia bisa dansa dengan mudah.

“Ahh . . . “Alvin mempunyai ide. Ia segera mengalungkan kedua tangan Sivia pada leyernya. Sivia terkejut dengan yang dilakukan Alvin. Bahkan dengan gerak cepat Alvin sudah megangi pinggangnya dengan kedua tangan Alvin. Dan membuat Sivia terkejut kembali.

“Lebih mudah kan ? Kanan . . Kiri . . kanan. . Kiri. . “kaki Sivia mengikuti saja panduan Alvin. Namun Mata Sivia dan juga mata Alvin tetap saling bertatap dengan dalam. Tatapan Sivia sedikit canggung, sedangkan Alvin sudah tersenyum dan menatap Sivia begitu dalam.

“Ini adalah tahun terindah dalam hidupku .. “ujar Alvin. Sivia mengernyitkan keningnya.

“Kenapa?”

“Karena tahun ini aku sudah dipertemukan dengan seseorang yang begitu spesial . .”muka Sivia terasa sangat panas, mungkin pipinya sudah berwarna merah seperti kepiting rebus. Kata-kata Alvin begitu membuatnya melayang.

“Sivia juga berterima kasih kepada tuhan. Di ulang tahun Sivia ke 17 ini, sudah ditemani sama kakak”ujar Sivia menyunggingkan senyumnya. Perlahan Alvin semakin kuat memegangi pinggang Sivia. Ia mencium lembut kening Sivia. Sangat lama sekali.

“terima kasih buat semuanya ya . . Gue janji bakal ngelindungi loe, dan sayang sama loe melebihi apapun “Sivia menganggukkan kepalanya. Ia begitu percaya dan sudah sangat percaya dengan Alvin. Ia bersyukur sekali bisa mendapatkan pacar dewasa seperti Alvin.

 

Bersambung . . . .

Makasih ya udah baca part 22.nyaa😀 ayoo baca part 23 nyaa😀 semangaatt yaa semuanyaa😀 semangat semangaatt hehe😀 . Jangan lupa Like dan Commentnya loh yaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s