DEVIL ENLOVQER – 24 ~ Semuanya pun akan dimulai . . . . ~

Guyss .. yuk langsung masuk di part 24.nya.😀 pada penasaran penasaran bagaimana lanjutannya😀. Yuk adibacaa semuanyaa.😀 jangan lupa like dan commentnya ya selalu ditunggu😀 makasih makasih . .

Dan Follow Twitterku ya guys “ @luckvy_s “ di follow di follow. Disana aku selalu ngabarin soal DELOV. Dan kalau demo disana saja pasti rame hiihiih.:D makasih. MOLKANG MOLKANG ha ha ha .

DEVIL ENLOVQER – 24

~ Semuanya pun akan dimulai . . . . ~

 

Di loby hotel. Ify hanya mendengarkan sajapercakapan dari 2 wanita penjaga loby disana. Perbincangan yang membuat Ify terkadang tersenyum kecut, khawatir dan tersenyum sendiri. Ify tak pernah menyangka bahwa seorang Mario. Tetangga bodohnya tersebut sangat di kagumi banyak orang.

“Loe tau gak ? tuh di dalam rapat. Pasti panas banget. Direktur besar  kita kan wataknya keras. Tapi nanti bisa sedikit dingin deh karena ada pak Mario. Sudah ganteng, tinggi, berkharisma bahkan otaknya pandai banget. “ujar salah satu resepsionis yang sedang berbincang dengan kawannya.

“Jangankan cewek. Cowok saja pasti iri dengannya. Seorang kaya raya . masih muda tapi pandai seperti. Meskipun nih gue kerja di Shaw Corp. Tapi gue selalu berharap pemenang nantinya adalah haling Corp. Pasti bahagia sekali gue bisa tergabung di perushaan ini. Memiliki direktur besar yang tampannya seperti Pak mario . . “

Ify menelan ludahnya dengan jijik, bagaimana bisa cowok krepeng, cengkring, dekil kayak Rio dibilang tampan ? apa semua mata cewek ini sudah buta ? . begitulah batin Ify mengumpati bagaimana seorang Rio.

“Najiss . . hueekks . . “gumam ify pelan. Kedua cewek tersebut masih terus meneruskan perbincangannya semakin menggebu-gebu.

Tiba-tiba seorang cewek lagi berlari ke arah 2 resepsionis tersebut dengan wajah tegang. Sepertinya gadis tersebut adalah sekertaris manager.

“Eh. Eh . ehh . . “ujar wanita muda ini tersebut dengan wajah yang panik.

“Loh ? Ibu kenapa ?kok lari-lari begitu ?”tanya resepsionis itu dengan sopan karena pangkat wanita itu memang lebih tinggi darinya.

“Didalam sangat panas banget keadannya. Dan Pak Mario sedang berdebat hebat dengan Pak Jo. Jujur gue dari tadi mendoakan Pak Mario bisa menang. Tapi . . tapi . . kalian tau sendirikan bagaimana Pak Jo. Dia selalu memojokkan Pak Mario dan merendahkan Pak Mario karena masih sangat muda. Tapi nih ya. . bila Pak Jo memojokannya Pak Mario sellau bisa tenang membalikkan keadaan. Memang pengusaha muda berkharisma . “entah apa yang difikirgan wanita-wanita ini. Mereka malah tidak mendukung perusahaanya sendiri. Melainkan perushaan orang lain. Sungguh memiriskan.

“Gue takut banget kalau pak Mario kalah dan tidak bisa membalikkan pembicaraan pak Jo yang begitu sangat kuat. Kalian tau sendirikan Pak Jo sudah sangat berpengalaman dalam ini. Sedangkan pak Mario memang sih pintar dan terkenal sekali memiliki kinerja yang sangat bagus. Tapi apa bisa dia mengalahkan pak Jo ??”ify yang mandengarkan pembicaraan wanita itu jadi merasa cemas sendiri. Apalagi dengan perkataan Sivia tadi siang. Jika Rio kalah dalam perubutan kekuasaan disiniu. Maka Haling Corp sudah tidak akan ada.

“Aduhhh. . gimana dong. . gimana ini ??”binggung ke dua resepsionis dengan lagak alaynya. Entah sejak kapan keingat dingin di tangan ify sudah mulai membasah. Terlihat sekali wajahnya pun ikut cemas tanpa di duga. Dan ini bukan ify yang panik pada keadaan. Apa mungkin dirinya begitu khawatir dengan pria tersebut ? entahlah hanya Ify dan tuhan yang tau .

1 jam berlalu. . .

Rapat tak kunjung selesai. Ify sesungguhnya sudah merasa bosan. Namun kecemasan masih melandanya. Ia tak bisa membayangkan bagaimana wajah kecewa Rio jika perushaannya di ambil alih. Dulu sekali. . . Ify pernah mendengar cerita dari Sivia. Bahwa Rio sangat cinta dengan perushaanya karena perushaanya tersebuta dalah hasil dari kinerja ayahnya yang susah-susah di bangun dan kini akan sia-sia terkalahkan dengan perusahaan itu.

“Apakah dalam keadaan ini cowok bodoh itu benar-benar menjadi bodoh. Ckk / “decak ify remeh. Namun tersirat kecemasan dalam perkataanya tersebut.

“Come on Mario. . Semangat!!”ujar ify pelan dengan suara kakunya. Ia mencoba untuk berdoa agar Rio berhasil dalam perebutan perushaan penting ini.

2 jam kemudian. . . .

Ify semakin berada di titik jenuh. Di tambah lagi banyaknya keramaian wartawan yang tiba-tiba datang diluar. Mungkin para wartawan itu tidak ingin meninggalkan berita besar ini. Bagaimana tidak berita ini akan menjadi Hot News. Dimana salah satu perushaan akan runtuh dan satu perushaan lagi akan menjadi satu perushaan terbesar di Indonesia dan Asia bahkan Eropa. Dan bisa-bisa menyetarai dengan perushaan FREMOND yang sudah sangat terkenal tersebut.

Ify menguap sebentar, Ia sedirikit merasa mengantuk. Dilihatnya ke ramaian diluar yang dijaga ketat oleh para banyak pengawal. Bahkan jumlah pengawal itu mencapai 20 lebih.

“Apa sebegitu pentingnya ?ciss . . ribet banget sih . . berisik . . “seru Ify pelan yang sedikit tak suka dengan keadaan ini.

TIIUUUTIIIUUTIUU (anggap aja suara sirene mobil polisi)

Ify menutup kupingnya langsung dengan  earphonennya. Bahkan bukan hanya suara wartawan yang ingin masuk, melainkan suara sirene mobil polisi yang banyak mulai berdatangan di perushaan besar ini.

Dan beberapa polisi sudah masuk ke area loby. Ify melihatnya dengan sedikit ngeri sendir. Sampai seperti ini kah ? apakah memang begitu pentingnya?.

2 jam lebih 30 menit.

Banyak para relawan Unesco yang keluar dari area rapat dan berjalan keluar dengan penjagaan ketat oleh para polisi. Jantung ify spot-spot sendiri karena ingin tau juga dengan hasil dari perebutan kekuasaan tersebut. Bukan dirinya saja. 2 resepsionis tadi pun tak kalah tegangnya.

Ify tak melihat tanda-tanda keluarnya Rio. Karena terlalu banyaknya orang Unesco yang berkeluaran. Ify mencari Rio di sela-sela orang Unesco dan beberapa pengusaha lainnya.

“Ahh . . “Akhirnya Ify menemukan Rio yang berjalan tenang. Dan disampingnya pun terdapat Agni sang sekertaris. Ify mengalungkan tas punggungnya. Kemudian berdiri dari tempat duduknya.

Terlihat sekali, rio membisikkan sesuatu kepada Agni. Entah itu Ify pun tak tau .

“Rio .  “panggil Ify pelan tanpa suara. Namun ia melambaikan tangannya ke arah Rio. Rio yang tak sengaja menatap ify hanya bisa tersenyum ke arah ify. Senyum yang sangat manis sekali. Namun Rio sama sekali tak berhenti di depan Ify. Dirinya masih terus berjalan didalam pengawalan para polisi yang semakin banyak..

“Kok gue ditinggal ?”binggung Ify sekaligus sedikit kesal. Tapi . . tiba-tiba seseorang telah menyeret dirinya. Siapa lagi jika bukan Agni sekertaris dari Rio. Ify sedikit kaget dan memberontak.

“Pak Rio yang nyuruh saya. Ayo cepat. Kamu sudah ditunggu di mobilnya “ujar Agni dingin dan begitu tajam. Ify tak memberontak kembali. Ia hanya melepaskan tegas lengaannya dari seretan kasar Agni. Mereka berdua segera keluar melewati pintu luar dari samping perusahaan ini.

Agni memang sudah datang duluan. Dia membawa mobilnya sendiri. Setelah Ify masuk kedalam rio yang memang sepertinya sengaja tidak dikunci. Agni segera pulang seperti suruhan Rio kepadanya. Entah mengapa seperti itu, Namun Agni sangat faham maksud dari Rio. Namun yang membuat dirinya sangat kesal adalah kehadiran gadis SMA yang sangat menjenglkan hatinya.

BRAAKKKK

Agni menutup kasar pintu mobilnya setelah ia masuk kedalam mobilnya sendiri.

“Siapa sih anak kecil itu ? wajahnya aja sudah bikin munta . . .”

“Apa jangan-jangan pacar Pak rio ??’”wajah Agni ebrubah menjadi panik sendiri.

“Gak . gak . dan gak mungkin . . Pak Rio gak mungkin pacaran dengan anak SMA. Oh My god . ini gak mungkin. . .”

Agni melihat Rio keluar ke halaman parkir perusahaan melewati banyak wartawan. Begitu terlihat pada kaca mobilnya, Ia ditatap tajam oleh Rio dari luar. Agni mengerti akan tatapan itu. Ia harus segera pergi dari tempat tersebut. Tanpa menunggu lagi Agni segera menjalankan mobilnya dan menuju ke Perusahaan haling Corp. Dimana semua karyawan sudah cemas menunggu keputusan.

****

Rio masuk kedalam mobilnya. Menaruh tasnya di bagian belakangnya. Ia menoleh ke arah samping tempat duduknya. Sudah ada Ify yang menatapnya heran dan penuh tanya. Rio tak mau menunggu lama disini. Karena banyak wartawan diluar mobilnya. Dengan cepat ia segera menjalankan mobilnya. Ify pun memilih untuk diam saja.

Rio melajukan mobilnya dengan kencang. Sesekali melihat ke spion mengawasi apa ada yang membuntuinya. Sepertinya situasi sudah sangat aman untuknya. Rio membelokan mobilnya ke jalur luar kota. Ify membelakakan matanya.

“Kita mau kemana ?”tanya Ify binggung.

“Kita ke bogor ? ke bogor ?”tanya Ify panik.

“Loe mau culik gue ? hah? Loe. . loe . .”

“Diem deh loe. . “sinis Rio tajam tanpa menatap kea rah Ify.

“Loe sebenarnya mau bawa gue kemana sih ?”

“Menjauhi wartawan. . “serah Rio

“Wartawan ?? kan sudah tadi. Gue mau pulaanggg!!”teriak Ify

“Banyak tidak aman disana. Gue gak bisa pulang untuk saat ini. Mengerti !”

“terus gue ?? besok gue sekolah begoo!!! . Gue mau pulang!! Pulang . . “

“Iya besok gue bawa loe pulang . . “ujar Rio.

“besok ?? gue maunya sekarang. Apa susahnya sih bawa gue pulang. Tinggal turun udah bereskan. .”

“Gak segampang yang loe fikirin. Udah loe diem aja. Kapan-kapan jug aloe ngerti maksud gue “

“gak perlu kapan-kapan. Jelasin sekarang . “Rio melirik Ify saja. Ia tak peduli dengan gadis ini yang sudah koar-koar tidak jelas. Rio membiarkannya saja. Fikirannya sudah sangat panas hari ini.

Rio meraih ponselnya. Ia menelfon mamanya sebentar. Ada yang harus ia katakana. Karena memang mamanya sudah menunggu telfon darinya sedari tadi.

“Iya Ma. Mama hati-hati. Jaga kesehatan disana. Rio pasti akan segera menyusul. Rio sayang mama. Bye . “

Ify mengernyitkan kening. Tak mengerti Rio sedang berbicara apa dengan mamanya. Rio menghelas nafas panjang. Ify tak bisa membaca fikiran cowok ini. Tak bisa membaca raut wajah yang tergambar dari wajah Rio. sungguh sangat membingungkan.

****

15.00 Rumah Rio

Alvin, Shilla dan Mama Manda sudah berada dirumah rio. mereka sedari 2 jam lalu dag dig dug cemas dengan hasil keputusan sidang Unesco merebutkan perusahaan tersebut. Apalagi Mama Manda yang tak ada henti-hentinya berdoa untuk sang anak. Ia sangat mencemaskan bagaimana Rio harus berjuang sendirian di meja panas itu.

DRRTTDRTTT

Ponsel Mama Manda berdering. Ternyata Riolah yang menelfonnya. Segera mama manda mengangkat telfon dari Rio tanpa menunggu lama lagi.

“Yo . gimana ??” Shilla dan Alvin yang berada di samping mama manda sudah tidak sabar mendengar hasilnya tersebut.

“Benarkah ??. Baiklah kalau begitu . .”ujar Mama manda menghela nafas panjangnya.

“Mama menuruti kamu saja. Mama akan berangkat ke Prancis hari ini juga. Kamu baik-baik disini. Kamu harus segera menjemput mama “

“Iya sayang. Mama juga sangat menyayangi kamu. Bye “sambungan tertutup. Baik Alvin dan Shilla pun ikut menghela nafas panjang.

“Tante cepat berangkat sekarang. Semuanya akan baik-baik saja”ujar Shilla meyakinkan Mama Manda.

“baiklah. Kalian juga segera pulang saja. Pasti setelah ini akan banyak wartawan disini. Rio tidak akan pulang hari ini. “

“Baiklah tante. Tante jaga diri disana. Shilla pasti akan sering main ke Prancis .”ujar Shilla memeluk Mama Manda.

“Alvin pasti merindukkan tante. Alvin akan selalu bersama Kak rio . dan menjaga dia tante “ujar Alvin sopan kepada tante kandungnya ini.

“Tante percaya kalian bisa menjaga anak tante. Tante titip Rio ya “ujar Mama manda. Ia pun segera pamit untuk beranjak ke bandara. Semuanya pun sudah ia siapkan sehari sbeelum rapat itu dimulai. Rio lah yang menyuruh Mama manda untuk melakukan ini.

Setelah kepergian mama manda. Baik Shilla dan Alvin pun langsung buru-buru  pergi dari rumah Rio. Situasi kini lebih mencekamkan dari segalanya. Dan Semuanya akan dimulai saat ini juga.

“Loe hati-hati. Langsung balik ke apartemen saja”ujar Alvin. Ia memeluk Shilla sebentar lantas beranjak ke mobilnya. Begitu pun Shilla. Ia hanya mengangguk saja dan masuk kedalam mobilnya. Kedua orang ini segera menghilangkan diri dari depan rumah Rio.

*****

 16.00 WIB Danau

Rio memberhentikkan mobilnya di depan sebuah danau yang sangat luas sekali. Tempat ini begitu sepi. Sepertinya banyak yang tidak tau akan tempat ini. Namun pemandangan danau yang tenang, begitu mendamaikan hati. Dan angin yang sepoi-sepoi menambah keindahan sore di danau ini.

CKLIKKKK

Rio membuka atap mobilnya. Ia memencet tombol yang ada di samping stirnya. Ify terkagum sendiri dengan kemewahan mobil Rio. Mobil yang sepertinya begitu mahal. Ify kembali menatap Rio dengan curiga.

“Ngapain loe bawah gue kesini ?”

“Nyari aman dulu”

“maksud loe ?”rio hanya menjawab dengan mengangkat bahunya. Ify melengos saja untuk beberapa kalinya. Rio merebahkan kepalanya di senderan kursi. Merasakan udara segar kota bogor. Ify menoleh kea rah Rio. dilihatnya pria disampingnya ini begitu kelelahan, wajah kusutnya dan sedikit berantakan membuat ify sedikit iba kepadanya.

“Bagaimana tadi rapatnya ?”tanya Ify seperti orang bodoh. Ia langsung diam sendiri merutuki apa yang telah ia katakana tadi. Rio yang awalnya sedang memejamkan matanya langsung membuka kembali matanya. Ia menoleh ke arah ify yang menatapnya dengan tak enak sendiri.

“Hahahaha. .”Rio malah tertawa begitu renyah. Ify malah menjadi binggung kenapa Rio tertawa. Tangan Rio mengacak-acak lembut poni Ify. Senyum Rio pun masih mengembang di bibirnya. Ify langsung speechless dengan apa yang dilakukan oleh Rio. Pipinya terasa memanas.

DEGHHH

Senyum Rio tersebut begitu manis sekali dilihatnya. Dan ia tak pernah melihat senyum Rio itu. Mungkin baru pertama kalinya Rio tersenyum begitu tulus kepadanya. Jantung ify mulai berdetak kencang lagi. Ia merutuki jantungnya sendiri. Kenapa harus datang lagi di saat speerti ini.

“Makasih . . “ujar Rio datar. Setelah itu Rio kembali menoleh ke depan. Menerawang sesuatu di fikirannya.

“Makasih buat ?”tanya Ify seperti gadis yang lugu sekali. Suaranya sedikit kaku karena masih mencoba mengatur detakan jantungnya.

“Semuanya berjalan seperti yang gue inginkan . “

“maksudnya ?”ify semakin tak mengerti.

“perushaan itu sudah kudapatkan. . “Ujar Rio. ia kembali menoleh kea rah Ify dan tersenyum  sangat manis. Ify membelakakan matanya tak percaya.

“beneran ??”ujar ify masih tak percaya.

“Yah. Dan semuanya akan berubah menjadi lebih sibuk lagi. Atau mungkin gue harus melepaskan kuliah kedokteran gue “

“Hah?loe udah semester 5 mau loe lepasin ? gak sayang ?”

“Entahlah. .  “ujar Rio tak tau dengan kedepannya.

“Sorry gue bawa loe kesini. Ini demi kebaikan loe juga”ujar Rio meminta maaf.

“Maksud loe ?”tanya Ify tak mengerti

“saat gue belum rapat aja. Sudah adakan yang mau bunuh gue. Gimana lagi saat gue sudah memegang perushaan itu ?. Haling Corp dan Shaw corp akan gue jadikan satu. Dan semuanya berada di satu nama HALING CORP. Dan kini gue harus memegang perusahaan besar itu “Ify menganga saja. Ia mengerti sekarang maksud dari Rio.

“Loe udah masuk kedalam semua ini. Gue gak pernah berharap loe tiba-tiba nolong gue waktu itu. Namun semuanya sudah terlanjur kan. Dan pastinya anak buah direktur Jo pemilik perusahaan Shaw Corp akan mengincar loe juga. Jangankan loe, Keluarga gue pasti ajan jadi incarannya. . “ jelas Rio lagi.

“mangkanya gue bawa loe kesini dulu. Untuk melihat situasi benar-benar sudah aman. Mama gue juga langsung gue suruh pindah ke Prancis agar lebih aman. Shilla dan Alvin sudah gue suruh untuk tidak datang ke rumah gue.”

‘terus kita pulang kapan ?”tanya Ify

“Besok pagi kita balik. Loe masuk sekolah kan??”

“Semuanya sudah aman besok. Karena direktur Jo akan pindah ke jepang di perushaan lainnya. Dan mungkin dia tidak akan mengutik-kutikku lagi.Karena berlakunya surat perjanjian tersebut adalah besok .”jelas Rio. Ify mengerti sekarang.

“Waaow. . . jadi loe pengusaha kaya dong saat ini”ujar Ify seperti Seorang sindiran. Rio melirik tajam kea rah Ify.

“Gak nyangka juga. Cowok bodoh seperti loe jadi pengusaha kaya . “

“YAAAAAAA”teriak Rio tak terima dengan perkataan Ify tadi.

“WEEKKK”Ify memeletkan lidahnyad an sgeera keluar dari mobil Rio untuk menghindari amukan Rio yang sepertinya sudah membara kepadanya.

“Gadis bodoh ?? apa maksud loe tadi ? hah? Ulangi kata-kata loe. Gue bunuh loe disini. Hah?”teriak Rio kesal. Ia pun ikut keluar dari mobil mengikuti Ify yang sudah lari duluan.

“cowok bodoh. . Cowok bodoh. .weekk weekk . . . “

“DASAR GADIS BODOH!! Apa loe sedang menghina diri loe sendiri ? hah ??” Ify malah tak mempedulikan Rio yang terus mengejarnya. Ia terus berlari dan mengejek-ejek Rio, memelet-meletkan lidahnya seperti anak kecil,

“YAAHHHH !!!”Rio pun langsung berlari untuk menangkap Ify. Melihat Rio yang sudah berlari. Ify pun ikut berlari. Ia takut jika Rio benar-benar akan menghabisi nyawanya sore ini. Teradilah kejar-kejaran lucu ala Rio dan ify.

*****

19.00 CafeMauren

 

Sivia danAlvin memandang Naas makanan yang sebanyak ini dan dekorasi yang begitu banyak. Rio sudah jelas sekali tidak bisa datang speerti janjinya. Karena dia harus menghindari sesuatu yang mungkin terjadi kepadanya di jakarta nanti. Dan Ify . . tiba-tiba sms ke Sivia bahwa dirinya ada urusan. Ify tidak menjelaskan alasanya karena dia tidak ingin ada yang tau jika saat ini dirinya bersama dengan Rio di bogor. Bisa mati image dia. Di sindir-sindir oleh Iqbal atau pun Sivia sendiri.

“Kak . . ini makannya kita apain ?”

“terus ? rencana kita gagal dong . . “lirih Sivia sedikit kecewa.

“Sudah tidak apa-apa Vi. Lagian kan hitung-hitung buat dinner pertama kita sendiri. Iya kan ?”ujar Alvin. Senyum Sivia langsung kembali.

“Iya juga ya kak. .Ayo kita makan. . “

“Ayo . “sahut Alvin tak kalah antusias. Mereka berdua segera makan dengan lahap dan saling suap-suapan. Layaknya pasangan kekasih yang sangat mesra sekali.

Setelah selesai makan. Sivia dan Alvin binggung. Mereka mau apa dengan hanya berdua. Tidak ada bahasan percakapan disini. Alvin yang merasa bosan dengan keheningan lantas mengajak Sivia keluar .

“Vi. . ke taman belakang yuk. Disana indah banget loh.  “ajak Alvin. Sivia yang tertarik pun mengangguk saja.

“Ayo kak”sahut Sivia. Alvin berdiri dari tempat duduknya lantas mengulurkan tangannya. Dengan senang hati Sivia segera menerima uluran tangan Alvin.

Mereka berdua berjalan ke arah luar cafe dengan bergandengan tangan. Kedua orang ini sangat mesra sekali. Pasti banyak yang iri dengan kemesraan dari Alvin dan Sivia.

“Waahhh . . cantik banget kak disini.bintangnya indah banget  . .”serah Sivia sangat senang. Alvin membelai lembut kepala Sivia. Ia juga ikut senang jika Sivia pun senang.

“Kak. . duduk disana yuk “ajak Sivia . terdapat dua ayunan disana. Alvin mengangguk saja. Mereka berdua pun duduk di ayunan tersebut. Sivia masih menatp langit yang begitu cantik menurutnya.

“Sivia mau pilih satu bintang buat kak alvin. . “ujar Sivia. Alvin tersenyum kecil.

“mana ?”

“Mm . . . . Itu . . “tangan Sivia menunjuk ke satu bintang yang bersinar sendirian. Sinarnya pun begitu terang sekali.

“Kenapa pilihnya Cuma sendirian ?”protes Alvin. Sivia tersenyum menatap Alvin .

“karena dengan kak Alvin sendirian disana. Sivia bisa kan jagain kak Alvin disini. Melihat Kak Alvin sepuas hati. Dari pada bintangnya bergerombol seperti itu dan itu. Nanti Sivia cemburu. Gimana kalau bintangnya cewek ? .”

“GAK BOLEH!!. Hanya Sivia yang boleh bersama Alvin . .”ujar Sivia mantab layaknya anak kecil. Alvin terkekeh menatap eskpresi lucu Sivia seperti anak kecil. Ia meraih tangan Sivia dan digenggamnya kuat-kuat.

“Kak Alvin gak mau cari bintang untuk Sivia ?”

“gak . . “jawab Alvin santai .

“kok gitu ??”kini giliran Sivia yang protes ke Alvin.

“karena bintang Sivia sudah ada disini . . “ujar Alvin. Ia meletakkan tangan Sivia di dadanya.

“Bintangnya sudah gue simpan di hati gue. Dan gak akan pernah gue keluarin bintang ini sampai kapan pun . . “perlahan Alvin berdiri dari ayunan. Ia berjalan dihadpaan Sivia. Lantas duduk menjongkok didepan Sivia. Alvin meraih kedua tangan Sivia dan digenggamnya begitu erat.

“Sivia bintang kak Alvin. Dan selamanya akan menjadi bintang Kak Alvin . .”ujar Alvin sangat tulus. Entah mengapa air mata Sivia perlahan turun. Alvin kaget tiba-tiba Sivia menangis seperti itu.

“Kok nangis ??”binggung Alvin. Sivia segera menyeka air matanya yang sudah merembas mengaliri pipi manisnya.

“kak Alvin janji ?”lirih Sivia pelan dengan suara masih terisak.

“Sangat janji. . “Sivia langsung membuyarkan tangisannya dalam pelukan Alvin. Ia memeluk Alvin begitu erat sekali. Air matanya pun kembali keluar.

“Kok jadi nangis gini ?”binggung Alvin.

“Kak Alvin pacar pertama Sivia. Dan Sivia sangat sayang dan cinta sama kak Alvin. Sivia gak mau kak Alvin ninggalin Sivia. Dan Sivia juga gak akan ninggalin kak Alvin. Sivia sangat dan sangat sayang sama kakak. . .”

“Kakak juga sayang sama Sivia. . “balas Alvin. Ia membelai lembut rambut Sivia. Membiarkan saja Sivia masih menangis.

“Sivia berterima kasih sama kakak. Sudah memberikan cinta kakak ke Sivia. Dan menjadikan Sivia bintang di hati kakak. Sivia berterima kasih sekali”

“Iya sayang. .”ujar Alvin lembut. Pipi Sivia memerah ketika Alvin memanggilnya seperti itu. Perlahan Sivia melaspakan pelukan Alvin.

“Dasar cenggeng . . .”goda Alvin. Ia membersihkan sisa-saia air mata di mata Sivia. Menghapusnya dengan lembut. Sivia tersenyum menatap Alvin. Menatap mata indah cowok didepannya ini. Begitu ia sangat mencintainya .

“Jangan nangis lagi. Kasihan air matanya kalau dikeluarin un . . .. .”

CUUPPPPP

Tiba-tiba Sivia mencium pipi kanan Alvin. Alvin terdiam, mulutnya terbungkam. Ia kaget dengan apa yang dilakukan oleh Sivia. Tangan Alvin perlahan memegang ke pipi kannanya. Yang terasa sangat hangat.

Sivia senyum-senyum sendiri melihat Alvin yang jadi salah tingkah seperti itu.

“Love you . .”ujar Sivia. Alvin semakin dan semakin salah tingkah. Tidak pernah Sivia seperti ini. Dan baru pertama kalinya dirinya di cium oleh Sivia.

“Kakk . . . . kok gak dijawab. . “renggek Sivia. Alvin gelagap sendiri. Binggung ingin menjawab apa.

“ahh . iya iya.. Love you too Sivia. . “jawab Alvin kaku seperti orang binggung.

“Hahahahaha. . Kak Alvin lucu banget kalau gitu hahaha”tawa Sivia. Alvin hanya bisa garuk-garuk kepalanya tak jelas. Jujur ia malu sekali seperti orang bego disaat seperti ini.

“Emmm. .. Lucunya wajah pacarku ini kalau lagi malu. . “goda Sivia. Ia mencubiti pipi Alvin/

“Aww . . “ringgis Alvin.

“hahahahaha. . . Kak Alvin lucu banget. Bener-bener lucu . “

“Aku kaget Vi .  “jujur Alvin.

“emang kakak gak pernah di cium sama cewek ?”

“Pernah .. “

“Siapa ?”

“Shi . . lla . .”jawab Alvin ragu. Ia mencoba jujur kepada Sivia.

“Oh kak Shilla . .”Sivia mengangguk-anggukan kepalanya.

“jangan marah .. “mohon Alvin , ia sedikit takut.

“enggak kok. Kak Shilla kan sahabat kak Alvin dari kecil. Jadi wajar dong. Iya kan ?”ujar Sivia dewasa. Ia sama sekali gak akan marah. Karena ia sangat percaya kepada Shilla begitu juga dengan Alvin.

“Tenang aja. Di hati kak Alvin selalu hanya ada nama Sivia. Selamanya dan selamanya . . “

“Selamanya ?”

“Selamanya . . “

“Selama lama lama lamaaanyaaa”

“Selamanyaaaaaaa . . . . .”teriak Alvin menggemaskan. Sivia tertawa renyah. Puas sekali dengan jawaban Alvin .

Mereka berdua menikmati malam indah ini. Malam penuh cinta dan keromantisan. Sungguh awal dari cinta memang begitu sangat indah. Membuat hati ini selalu tersenyum. Semuanya terasa begitu sempurna. Dan perasaan hati ini akan selalu berbungah-bungah mengingat akan perasaan cinta itu;. Yah memang inilah cinta . . .!

*****

21.00 Rumah Ify.

 

            Iqbal pusing dengan suara ribut-ribut didepan rumah Rio. Dimana banyak wartawan disana. Iqbal sudah tau, ia sempat menelfon Shilla dan bertanya ada apa di rumah rio. Dan dengan sabarnya Shilla menjelaskan semuanya .

“dasar . dasar pengusaha kaya. Sebentar lagi tetangga gue artis dong. . ckck . . “decak iqbal geleng-geleng sendiri. Ia pun langsung memilih masuk kedalam kamarnya tak mau berurusan dengan ribut-ribut tersebut.

“Kak Rio jadi artis. Lumayan nih gue mau ngikut tenar. “

“Kan gini-gini gue cakep . pinter. Wahh suara gue juga lumayan. Enak kali ya jadi artis haaha”

Iqbal masuk kedalam kamarnya. Melihat ponselny yang teradapat 2 pesan. Iqbal sudah dapat menduga siapa yang mengirimkan pesan tersebut.

“Pasti gadis aneh itu . . “gumam iqbal. Ia pun segera membuka pesannya.

From : freak Girl

Semoga mimpi Indah Iqbal ^^ Night . .

 

Benar saja, pengangum rahasia Iqballah yang mengirimkan pesan kepadanya. Dan sejak 2 hari yang lalu, Iqbal menamain nomer gadis itu dengan nama “Freak Girl” . Iqbal suka dengan julukan itu. Dan kini Iqbal mulai terbiasa dengan pesan-pesan dari pengagumnya tersebut. Dirinya pun terkadang sering membalas pesan dari gadis itu.

To : Freak girl

Yah . .Mimpi indah juga

 

Setelah membalas pesan gadis itu. Iqbal membuka satu pesan lagi. Pesan tersebut dari ify. Iqbal mengernyitkan kening ketika membaca pesan dari kakaknya tersebut.

From : My devil’S Sister

Gue tidur di rumah teman gue di bogor. Ada urusan. Besok pagi gue udah pulang. Loe gak usah cerita ke Papa. Kalau dia telfon bilang aja gue udah tidur ! Oke. Awas kalau loe gak nurutin omongan gue ! Mati Loe !!

 

Iqbal mendengus kesal. Ia geleng-geleng sendiri membaca pesan dari kakaknya yang begitu menakutkan.

“Punya kakak satu tapi sifatnya kayak preman. Ya Allah. . ya Allah/ sadarkanlah kakaku . . “serah Iqbal mendoakan kakaknya.

“Berdoa saja Kak Ify jodoh sama Kak Rio. Pasti dia bisa diam sedikir. Kan kak Rio juga galak banget. Nanti kak ify nurut deh sama Kak Rio . . “

“tapi . . tapi . . .”

“Sejak kapan kak ify jadi anak penurut .. ?? Aihsshh. . . Terserahlah.. Pusing gue kalau sudah fikirin kakak gue yang satu itu. Bisa pecah otak gue .. “

“Lebih baik gue tidur sekarang. “

“Oke tidur . . dan tidur bal  . . .”

. .. ZZZzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzZzzzzzz . ..

Bersambung . . . . .

Waaahhh ,. ./;D Part 24 udah selessai nih. Ahhh. Rio sama Ify sudah lumayan dekat ya😀 hihihihi. Sivia sama Alvin so sweet Gilaa. Iri nih authornya hahaha. .Maaf ya kalau part ini agak gak jelas. Terus baca Delov yaa😀 dan selalu baca dan semoga banyak yang suka amin :Djangan lupa Like da commentnya dong😀. Dibutuhkan sekali loh yaa hee😀 FIGFHTING BACA YAA😀  Makasih . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s