DEVIL ENLOVQER – 27 ~ Aku telah mencintai gadis bodoh itu ~

Guyss .. yuk langsung masuk di part 27.nya.😀 pada penasaran penasaran bagaimana lanjutannya😀. Yuk adibacaa semuanyaa.😀 jangan lupa like dan commentnya ya selalu ditunggu😀 makasih makasih . .

Dan Follow Twitterku ya guys “ @luckvy_s “ di follow di follow. Disana aku selalu ngabarin soal DELOV. Dan kalau demo disana saja pasti rame hiihiih.:D makasih. MOLKANG MOLKANG ha ha ha .

DEVIL ENLOVQER – 27

~ Aku telah mencintai gadis bodoh itu ~

Sepulang sekolah SMP Arwana. Iqbal masih berkutik dengan tugas yang diberikan. Dimana ia harus bisa presentasi didepan banyak guru tentang bagaimana kerja MOS teman-teman barunya. Bagaimana caranya KING dan QUEEN menyatuhkan para siswa untuk lebih dekat.

“Bal . . “panggil Salsha yang merupakan queennya. Iqbal menoleh ke arah salsha.

“Iya . .”

“Kita ngerjain ini dirumah kamu aja gimana?”

“dirumahku ?”

“Iya ? gak boleh ya ? yaudah gak apa-apa kok”

“Boleh kok. Dirumah ku sekarang ?”

“ya . . “salsha tersenyum senang. Iqbal jadi heran sendiri melihat gadis didepannya ini.

“Salshaa. . salshaa. . boleh minta foto bareng gak ?? ahhh gue ngefasn banget sama loe”

“Salsha. . . salamin ke Bella ya. Ke Sharon juga. Aku sukaa lagu kalian “

“Salshaa. . .”seketika itu banyak anak-anak yang menerobos ke Salsha bukan hanya anak-anak baru saja kakak kelasnya pun menjadi riuh sendiri. Iqbal segera berjalan keluar dari keributan disana. Ia sama sekali tak tertarik dengan hal tak jelas seperti itu.

Iqbal lebih memeilih menunggu di gerbang sekolah. Ia menunggu salsha sampai keluar.

“Iqbal dimana ??”Salsha menengok kanan dan kiri mencari Iqbal sambil mencoba tersenyum dan menandatangani kertas-kertas yang di ajukkan kepaanya.

Salshabilla Ardiani. Gadis manis dengan kulit kuning sawo matang. Pemain sinetron dan juga penyanyi yang namanya baru-baru ini melejit dan terkenal dimana-mana. Ia menjadi salah satu pemain di sebuah sinetron stripping yang tayang setiap hari. Dimana berperan menjadi CHIKA .  (anggap aja bukan CJ yang jadi pemeran cowoknya dan tidak ada iqbal disana oke)

Gadis manis ini masuk di SMP ARWANA dan langsung membuat SMP ini bergetar. Karena memang banyak sekali fans-fans dari Salsaha. Bukan hanya cewek-ceweknya saja.Banyak anak-anak cowok yang tergila-gila kepadanya. Dan kakak kelas pun banyak yang mengincarnya.

“Apa dia sudah nunggu di luar gerbang ?”Salsha pun berfikir positive saja bahwa Iqbal masih menunggunya.

Iqbal duduk di post satpam sepeti anak hilang. Ia melihat ke arah ponselnya. Membuka buka pesannya.

“gue belum ketemu sama pengangum rahasia gue . .”

From : Freak Girl

Loe dimana ?

 

Iqbal mengirim pesan tersebut. Menunggu dibalasnya pesan itu. Ia mencari MMS yang pernah dikirmkan oleh gadis itu. Menebak-nebak siapa kah gadis ini.

“Aissh, . salsha lama banget sih. .”serah Iqbal yang sedikit merasa bosan. Ia pun memilih mengambil PSP putihnya dan memainkannya dengan asik .

*****

15.00 Range Swim

 

Ify dibopong dengan diangkat dan ditaruh di bahu. Ify mencoba memberontak namun yang membopongnya tersebut memiliki tenaga kuat sekali. Ify tak bisa melihat apapun. Matanya di tutup, mulutnya dibekap. Kakinya di ikat kencang begitu juga dengan tangannya. Semua tubuhnya terasa kaku sekali.

“lepasin gue!! Lepasin . .”batin Ify memberontak. Ia dapat menghirup aroma kaporit. Ia yakin dirinya saat ini berada di area kolam renang.

“Range Swim ..”lirih Ify. Ia mengingat kata-kata Boss pria-pria ini yang menyuruh Rio ke areha kolam renang. Dan di Range Swim ini adalah kolam renang dengan kedalaman yang tak main-main. Karena disini dibuat oleh para atlit selam untuk latihan. Bukan Kolam renang yang digunakan untuk atlit renang.

“Mampus gue “pekik Ify. Dalamnya kolam renag ini bisa mencapai 8 meter. Itu paling pendek. Dan paling dalam yaitu hampir 20 meter.

“Mamaaa. . .”Ify tiba-tiba teringat mamanya. Ia merasa sendiri disini. Perasaan takutnya mulai bergejolak. Ia menahan agar dirinya tidak menangis. Tidak akan!! Ify tak akan menangis!!!

*****

Rio tiba di Range Swim 15 menit setelah para pria-pria kekar bersama dengan Ify tiba disini. Rio keluar dari mobilnya. Dan bertetapatan dengan itu ponselnya bergetar. Sebuah nomer baru lagi menelfonnya.

“Hallo . . “ujar Rio mengangkat sambungan tersebut.

“Hallo juga Mario sang pengusaha besar terbaru “

“Direktur Jo . .”geram Rio yang dapat menndegar jelas dan mngenali suara berat pria itu.

“Kita bertemu lagi. Dan di samping saja sudah ada kekasihmu yang canti ini . . “

“JANGAN BERANI SENTUH DIA “

“Waaoo. .kamu mengancam saya ?”

“hahahahaha”

“Ciss .. “desis Rio kesal sekali. Ia berjalan melangkahkan kakinya untuk masuk ke area tempat ini yang begitu luas. Untuk menuju ke kolam renang utama saja itu sedikit jauh dari gerbang luar tempat ini.

“Cepat sekarang ke Kolam utama. Atau kekasih mu ini tidak akan bernafas lagi”

PIPPPP

Rio mendecak penuh emosi. Ia segera berlari masuk untuk menuju kolam utama. Ia sedikit berhati-hati karena pastinya sudah banyak perangkap yang di siapkan untuknya. Rio terus berjalan dan sedikit berlari melewati lorong-lorong .

BRAAAKKKK

Rio mendobrak kasar pintu kolam utama. Dan dapat dilihatnya banyak pria kekar disana dengan baju-baju hitam. Dan kali ini lebih banyak dari yang kemarin. Dan disebrang sana juga dapat dilihat Ify disekap dan dipegangi oleh 3 pria kekar itu. Dan disamping Ify ada direkur Jo tersenyum remeh ke arahnya.

“welcome Mario Haling”

“lepaskan dia . . “bentak Rio menunjuk ke Ify .

Ify memejamkan matanya. Ia mendengus merutuku Rio. Kenapa cowok bodoh itu benar-benar berada disini. Kenapa bodoh sekali. Bodoh sekali!!!

“Loe memang bener-bener BODOH!!”batin Ify berkoar-koar.

Rio yang ingin memajukkan langkahnya langsung di pegang erat oleh 3 pria lainnya. Rio mencoba memberontak. Tangannya di kunci kebelakang tanpa ampun./

“Aissh, . “Ringgis Rio sedikit kesakitan. Rio menatap tajam direktur Jo.

“LEPASKAN GADIS ITU. URUSAN ANDA DENGAN SAYA BUKAN GADIS ITU !! “

“Hahahaha. . . saya terlalu picik untuk hal ini. . “Direktur Jo memegang sebuah Map kuning dari sebrang sana. Dimana Rio berada diujung kolam didekat pintu. Dan Direktur Jo bersama dengan Ify berad di ujung kolam yang jauh dengan pintu. (mengertikan maksudnya. Pokoknya bersebrangan dihalangi kolam nya oke)

“Kamu mau menandatangi ini? Gadis ini akan saya lepaskan “ujar Direktur Jo sinis. Rio tau apa isi map tersebut. Pasti pengambilan kembali Perusahaan SWAH CORP. Rio berfikir sejenak. Ia menatap Ify yang terdiam disana dengan kepala ditutup tangan diikat dan kaki diikat. Rio sangat tak tega melihat gadis itu.

Walaupun Rio tau bahwa Ify sangat kuat, namun ia merasakan gadis itu kesakitan. Rio masih menatap ke arah Ify. Dan dilihatnya Ify menggelengkan kepalanya berulang kali. Rio mengernyitkan kening.

“BAGAIMANA MARIO ??”Rio masih terdiam. Gelengan Ify semakin cepat. Rio tau bahwa Ify melarangnya untuk melakukan itu.

“HEY GADIS BBRENGSEK!! DIAM . .”bentak direktur Jo dan menapol kepala Ify kasar.

“SUDAH SAYA KATAKAN !! JANGAN SENTUH DIA ! “teriak Rio mengacam.

“baiklah. Baiklah . . .Gimana ? apa kamu mau menandatangi ini ?”

“GAK . “jawab Rio tegas.

“hahahaha.. Kamu bilang apa tadi ??”

“SAYA TIDAK AKAN MENANDATANGANINYA !! “ujar Rio sekali lagi.

Ify yang mendnegar jawaban Rio itu tersenyum sinis. Ia yakin Rio tak akan mudah terjenak dengan kepicikan orang yang berada disampingnya ini.

“Baiklah. . Kalau anda tidak mau. . .”ujar direktur Jo dan langsung membuka penutup kepala ify dengan kasar.

“Ify . . “lirih Rio. Ia kini dapat melihat jelas wajah Ify. Dimana dua sapu tangan membungkam mata Ify dan mulut Ify . Rio semakin tak tega melihatnya.

“Baiklah. Kita akan sgeera menonton telenovella sebentar / . “Direkur Jo melepaskan penutup mata Ify. Dan kali ini Ify dapat melihat jelas Rio yang ada disebrang sana sedang di sekap juga seperti dirinya. Bedanya lagi Rio tak diikat kasar dengan tali Hanya disekap oleh 3 preman saja.

“Gadis cantik. . Lihatlah kekasihmu disana. . “Ify diam saja dengan wajah dingin. Ia mengalihkan pandangannya untuk tidak menatap Rio. Ia tidak ingin Rio kasihan kepada dirinya.

“Bagaimana jika Mario Haling melihat kekasihnya . . . . . . “

PLAAAAKKKKK

Tamparan kasar kembali mendarat di pipi Ify. Rasanya perih dan panas sekali. Sampai kepala ify terbelokkan ke arah kanan.

“IFYYY . . “teriak Rio melihat Ify yang diperlakukan seperti itu. Ify masih berusaha diam saja. Ia menundukkan kepalanya.

“Gadis ini begitu kuat ternyata. . “direktur Jo mencengkram erat dagu Rio. Dan berusaha mentapkan wajah Ify menuju ke arah Rio.

“Buka matamu . .”suruh direktut Jo. Ify membuka matanya dengan dingin. Ia melihat Rio ang menghawatirkannya.

‘”Melawanlah gadis bodoh.. lawan . . “umpat Rio. Ia mencoba melepaskan tangannya. Bahkan kakinya pun di injak paksa oleh pria-pria itu.

Ify menatap Rio dengan tajam dan dingin. Tatapannya berharap agar Rio tak kasihan kepadanya dan segera pergi dari sini. Karena sama sekali tidak ada gunanya dia disini. Jika memang nyawa Ify sebgai taruhannya mungkin sudah takdirnya. Ify tak pernah takut akan mati saat ini. Karena sekarang ataupun nanti dia pasti akan mati. Bukankah begitu ??

“Sekarang giliran kamu melihat kekasihmu menderita gadis manis. . .”direktur Jo memberikan aba-aba kepada anak buahnya untuk menghabisi Rio.\

BUUUIKKKK BUUUUKKKK BUUKKK

Perut Rio dihantam dengan kasar. Wajah Rio dan semuanya. Rio di hantam kasar oleh 5 pria kekar itu sekaligus. Dan Rio hanya berdaya pasrah. Ia tak bisa apa-apa.  Rio tersungkur dengan kasar/.

Ify memekik menahan sekuat tenaga. Ia dapat melihat jelas bagaimana Rio diperlakukan tak manusiawi seperti itu. Bahkan sampai ada yang menginjak dada Rio. Ify mengigit lidahnya dari dalam. Ia ingin sekali mengalihkan wajahnya. Namun tak bisa. Dagunya dicengkram erat oleh pria brengsek ini,dan memaskanya untuk melihat adegan yang tak ingin ia lihat itu.

“Bagaimana gadis manis ? apa kamu kasihan  . . ??”Ify mengeratkan tangannya. Menggegam kedua tangannya menahan semua emosinya. Ia masih berusaha untuk bersikap dingin dan tak peduli.

“Mario ?? mau menandatangi ini atau tidak ?”

“GAK AKAN. . “teriak Rio dari sana. Dara segar sudah keluar banyak dari mulutnya. Ify bergidik ngeri melihat banyak darah yang keluar dari mulut Rio.

“Pukul dia lagi sampai tak bisa bergerak !!”teriak Direktur Jo penuh emosi.

BUUUKJKKKK BUUUKKKKKK BUUUKKKK

Ify mencoba memberontak. Matanya dengan jelas melihat Rio dipukuli kembali. Bahkan kali ini menggunakan tongkat basball yang besar. Ingatan Ify kembali. Ia mengalami Dejavu. Saat dimana ia ingat Kak Sion di tembak oleh seseorang. Dan ini sama seperti ini. Sama ia sama. Ify harus melihat kedua kalinya.

Perlahan air mata Ify menetes. Air matanya tak bisa tertaan kembali. Ify tak kuat melihat Rio yang sudah babak belur seperti itu/. Darah Rio yang keluar dari mulut Rio sudah meluber-luber.

“Hentikan . . “suruh direktur Jo.

“:Uhuukk Uhuukk. . “Rio terbatuk batuk dengan darah segar keluar dari mulutnya. Rio mencobabangun dan menatap ke arah Ify.  Rio kaget Ify menangis menatap matanya. Berbeda dengan tatapanya tadi. Kini tatapan Ify begitu hangat dan dalam.

“Apakah kamu tidak tahan melihat kekasihmu seperti itu ? Hahahahah.. “

“Lihatlah Mario. . Kekasihmu menangis saat ini hahahha”Rio menatap Ify. Tatapan penuh ketidak sukaan dengan yang dilakukan Ify.

“jangan menangis bodoh!! Jangan menangis .  “lirih Rio. Berharap Ify mendengar lirihannya tersebut. Ify menggelengkan kepalanya pelan. Ia masih terus menangis tanpa suara. Andai dirinya bisa bergerak sedikit saja ia sudah akan menghabisi semua orang disini. Bahkan dia akan membunuh mereka semua secara langsung.

“Oke Oke. Begini saja . biar lebih gampang.. .”

“Mario. . Kamu ingin menandatangani Map ini. Atau silahkan perfi tapi gadis ini akan disini saja. Dan jangan salahkan kita jika ada apa-apa dengan gadis manis ini hahahahaa”semua anak buah Direktur Jo pun tertawa dengan keras membawahan di kolam utama ini.

Rio membelakakan matanya, tak mungkin dirinya meninggalkan ify sendirian disini. Apa dirinya sudah gila ? Dada Rio terasa sesak dan semakin sesak melihat Ify menangis dan terus menangis.

“gadis bodoh. Berhentilah menangis . . “lirih Rio. Entah menagapa dadanya teras sesak. Sesak sekali. Rasa sakit akibat pukulan-pukulan 5 pria itu tidak berasa. Yang dirasakan adanya rasa sesaknya melihat ify menangis karenanya. Mungkinkan dia meyanyangi gadis itu ? atau bahkan mencintainya ?.

“Buka bekapan mulut gadis ini”suruh Direktur Jo. Sapu tangan di mulut ify terlepas sudah. Air mata Ify masih mengalir saja.

“Berhentilah menangis Bodoh . . “teriak Rio semampunya. Teriakannya cukup terdengar sampai telinga Ify. Dan kata-kata Rio semakin membuat air mata Ify tidak bisa berhenti.

“Pulanglah . .”suruh Ify. Tatapannya berubah tatapan tajam kea rah Rio. Rio membelakakan matanya mendengar ucapan Ify seperti itu.

“Loe Gila ? Gak “tolak Rio. Ify menahan untuk tidak menangis kali ini.

“Sudah . pulanglah. Gue gak akan apa-apa. Pulanglah . . .”

“Mana Mapnya. Akan aku tanda tangani . .”ujar Rio. Ia mencoba untuk berdiri. Memegangi perutnya yang sakit. Rio menghapus darah yang ada di bibirnya sebentar.

“GUE BILANG PERGI YA PERGI BODOH!!”Ify berteriak begitu keras. membuat orang yang ada di kola mini menatapnya. Begitu pun juga Rio. Ia terdiam. Tatapan ify seperti tatapan memohon kepadanya.

Direkut Jo sudah hampir geram sekali.  Melihat Rio yang tidak mau menandatangani Map tersebut.  Ia mengeluarkan pistolnya dari jasnya.

“Sepertinya lebih baik saya membunuh kamu Mario. Semuanya akan terasa impas”ujar direktur Jo yang mengarahkan pistolnya kea rah Rio yang berada jauh di sebrang sana. Ify langsung melotokan matanya menatap pistol tersebut yang berada di sampingnya. Dan jelas sekali bagaimana arah pistol tersebut tepat mengarah ke tubuh Rio.

“RIOOOOOO AWAAAASSS”teriak Ify karena Rio diam saja disana.

DOOORRRRRRRR

“IFFFFFFFYYYYYYYYYYY”teriak Rio tak kalah kerasnya dari teriakan ify tadi.

******

Alvin dan Shilla segera bertemu di rumah lama Rio. Rumah yang dekat dengan perumahan Sivia. Mereka berdua segera menuju ke bawah tanah. Mungkin sudah ha,pir 4 tahun mereka tak pernah kesini lagi.

Alvin dan Shilla tak ada waktu untuk bernostalgia. Mereka segera membuka password di ruangan ini.

TREEETTTT

Ruangan putih besar dan bercahaya teran terbuka dengan jelas. Shillad an Alvin segera masuk kedalam. Dan disana terdapat 5  berangkas besar sekali.  Dan disana teradpat jelas nama-nama pemilik berangkas ke lima-lamanya. Diantaranya adalah Shilla, Alvin, Rio, kakak Rio dan juga Kakak Shilla.

Shilla menghampiri berangkasnya. Ia membukanya dengan menekan jempolnya pada pembuka password brangkasnya. Begitu juga Alvin yang suda duluan membuka berangkasnya.

“Sudah lama gue gak megang pistol”ujar Shilla. Ia meleaspkan rompi seragamnya dan segera menggantinya denga jaket hitam yang ada di berangkasnya Jaket anti peluru bahkan pisau sekali pun.

“Ayo cepat Shil”ujar Alvin. Alvin pun sudah mengganti bajunya dengan rompi hitam layaknya intel. Shilla menguncir rambutnya terlebih dahulu ke belakang. Setelah itu ia mengambil dua pistolnya tadi dan di taruhnya di saku pada rompinya.

Alvin dan Shilla menutup kembali berangkas itu. Keluar dari ruang bawa tanah dengan mengunci kembali paswordnya. Mereka pun beranjak dari sana menuju ke Range Swim menggunakan mobil Alvin. Mobil Shilla dibiarkan saja berada di rumah lama Rio ini.

Sebelum kerumah Rio, Alvin sudah menelfon polisi. Dimana polisi tersebut memang sudah sangat kenal dengan Alvin atau pun Rio. Karena mereka berdua dulunya sangat sering berada di kantor polisi.

Alvin menjelaskan semuanya dengtan cepat di telfon. Dan setelah polisi yang di telfonnya itu mengerti baru Alvin pergi menuju ke Rumah Lama Rio seperti yang disuruh oleh Rio kepadanya.

*****

Sivia yang baru pulang sekolah. Ia memilih ingin pergi ke Mall. Ia ingin memberikan hadiah kepada Alvin. Sivia sudah berada di dalam mobil. Sang supir pun segera menjalankan mobilnya menuju keluar gerbang rumah Sivia.

SREEETTTTT

Sivia melihat kea rah jendela. Dilihatnya sebuah mobil yang begitu kencang melewatidepan rumahnya. Sivia kenal dengan mobil itu . Bahkan kenal sekali dengan plat nomer disana,. B 7 JS . Itu adalah plat nomer mobil Alvin .

“Kak Alvin . . “lirih Sivia binggung. Mobil tersebut semakin menjauh dengan kencang,

“Pak. .kejar mobil itu. Itu mobilnya kak Alvin. .”suruh SIvia. Pak Budi sang supir pun menurut saja. Dan dengan cepat juga segera mengejar mobil Alvin tersebut.

Hati Sivia bertanya-tanya. Sepertinya ada yang tidak beres. Hatinya punya mulai merasa tak enak. Ia mulai gelisah sendiri. Entah apa itu. Sivia juga tidak mengetahuinya.

*****

Iqbal mendongakkan kepalanya. Dilihatnya sudah ada Salsha berdiri didepanny. Iqbal menghelas nfasnya sebentar dan memasukkan kembali PSP.nya.

“Apa gak kurang lama lagi ?”sindir Iqbal. Ia berdiri dari duduknya.

“Sorry. “lirih Salsha sangat menyesal sekali.

“Artis.. Artiis. . yasudah ayo ke rumah gue “

“Naik mobil gue aja”cegah Salsha yang melihat iqbal mulai berjalan.

Iqbal berfirkir sejanak/ memang dirinya tadi pagi berangkat pun menggunakan taxi. Yasudahlah untung-untung menghemat uangnya.

“baiklah.. “ujar Iqbal. Salsha tersenyum senang. Ia berjalan beriringan dengan Iqbal menuju ke rumah Iqbal. Mereka berdua masuk kedalam mobil CRV Salsha yang disana sudah ada sang supir.

“Maaf ya harus menunggu lama tadi.”ujar Salsha tak enak sendiri. Ia meminta maaf kepada Iqbal.

“Yah “jawab Iqbal cuek.  Salsha sedikit mendengus. Namun setidaknya ia sudah dimaafkan oleh Iqbal.

“Kita kemana non ?”tanya sang supir . Iqbal pun lantas menyahut dan menunjukkan alamat rumahnya. Sang supir mengangguk mengerti dan segera menjalankan mobilnya menuju ke rumah iqbal.

*****

Dalam waktu 20 menit. Mobil Alvin sudah berada di depan Range Swim. Alvin dan Shilla keluar dengan hati-hati. Alvin mengedarkan pandagannya. Ia dapat melihat bahwa tempat ini sudah dikepung oleh banyak polisi yang bersembunyi dengan rapi. Seserang jendral polisi menatap Alvin dan mengangguk mantap kea rah Alvin.

“Semuanya sesuai rencana”bisik Alvin pelan ke Shilla. Shilla mengangguk saja.

“kita harus hati-hati Shil .. “ujar Alvin. Mereka berdua pun dengan gerak cepat namun berhati-hati segera masuk kedalam kolam utama yang sudah dapat ditebak oleh Alvin.

Shilla berjalan duluan. Ditangannya ia memegang satu pistol. Sedangkan Alvin berjaga-jaga dibelakang Shilla. Layaknya Seorang polisi Shillad an Alvin begitu cekatan.

Diluar sana sebagian polisi pun mulai bergerak. Dan ada yang mengikuti Alvin sperta Shilla dari kejauhan agar tidak menghancurkan rencana yang sudah diatur oleh Rio tadinya.

“RIOOOOO AWAAAASSS”

“IIIFFYYYYYYY “

Shilla dan Alvin menghentikkan langkah mereka setelah mendengar suara teriakan Rio dan ify. Mereka berdua mematung. Jantung mereka berdua terasa berhenti berdetak. Bahkan saat suara keritan Rio memanggil nama Ify. Ada yang beda. Seperti dejavu bagi mereka berdua. Baik Alvin dan Shilla.

****

Sivia berhenti di Range Swim. Ia berhasil mengikuti Alvin. Sivia semakin binggung melihat banyaknya polisi disana. Sivia takut senidir. Namun hatinya menyuruh dirinay untuk masuk kesana.

“Pak. .tunggu disani saja”Sivia mulai membuka pintu mobilnya untuk keluar.

“tapi Non . . “

“Tenang saja Pak. . “Sang supir mengangguk saja walaupun dirinya cemas dengan majikannya tersebut.

Sivia berjalan hati-hati agar tidak diketahui oleh para polisi itu. Para polisi yang bergerumbul masuk kedalam.

“Mobil kak Alvin. . “lirih Sivia. Didepannya kini teradapt mobil Alvin .

“Sebenarnya ada apa ??”tanya Sivia tak mengerti. Setelah para polisi itu sudah masuk semua. Sivia mengikutinya dari belakang dengan langkah pelan-pelan. Mewaspadai dirinya sendiri.

******

BYYUURRRRRRR

Saat peletuk pistol ditekan. Ify langsung memberontak kuat dan sekuatnya hingga akhirnya kedua preman yang memegangnya tak kuat dengan berontakkan ify. Ify berlari ke depan Direktur Jo . Dan peluru itu dengan tepat tertembak pada dada Ify.

“IIIFYYYYYY”teriak Rio sekali lagi. Ify terjatuh begitu saja kedalam kolam yang dalam itu. Direktur Jo terpengaga, bukannya Rio yang ia tembah malah peluru itu terkena kea rah Ify.

BYUUUUURRRR

Rio langsung ikut masuk kedalam kolam ditengah-tengah kelengahan Direktur Jo dan anak buahnya. Rio tak peduli dengan dadanya yang sakit akibat hantaman tadi, Tak peduli dengan bibrinya yang perih sekali. Tak peduli dengan rasa berantakkanya perutnya saat ini. Yang ia pedulikan adalah ify dan ify.

“ify. . loe dimana. . “Rio terus masuk kedalam kolam dalam ini. Mencari Ify yang berada di ujung kolam lainnya.

Tak lama kemudian Rio dapat menemukan Ify yang tenggelam. Dilihatnya Ify mencoba berontak melepaskan ikatan tangannya dan kakinya. Wajah Ify menahan kesakitan peluru didanya.

Rio dapat melihat jelas darah segar mulai bercambur dengan air. Darah yang keluar dari dada ify semakin banyak dan banyak. Rio takut Ify akan kehabisan nafas.

“Ify . . “pekik Rio. Ia segera menghampiri Ify.

Ify dapat melihat Rio dari kejauhan. Mulutnya memanggil-manggil nama Rio walau tak dapat terdengar panggilan itu. Suaranya sangat kecil.

“Rio . . . “Ify mencoba tetap bertahan. Awalau nafasnya mulai habis. Ia tak bisa apa-apa dengan tangan dan kaki yang diikat seperti itu.

Rio menarik tubuh Ify. Segera ia melepaskan tali yang ada di tangan Ify terlebih dahulu. Ify merasakan dadanya terasa sakit sekali. Banyak darah yang ia keluarkan.

“Rio .. “lirih Ify kembali. Setelah berhasil melepaskan tali ditangan Ify. Rio kembali menatap wajah Ify. Rio menyentuh pipi Ify dengan kedua tangannya.

Dirasakannya air mata hangat Ify mulai mengalir. Ify mencoba tersenyum. Pertama kalinya lah Rio melihat senyum manis Ify yang begitu tulus kepadanya. Senyum yang memberikan ketenangan kepada Rio.

“Uhuukk. .Uhuukk. . “Rio hampir kehabisan nafas. Ify mendelikkan matanya. Nafasnya sepertinya lebih panjang dari Rio. Rio memegang lehernya seperti kehabisan nafas. Ify segera menarik kepala Rio. ify langsung menempelkan bibirnya pada bibir Rio. memberikkan sisa oksigennya kepada Rio.

Rio kaget dengan apa yang dilakukan oleh Ify. Ify memberikan setidaknya sedikit nafas untuknya. Ify melepaskan bibirnya. Ia menatap Rio dengan cemas. Rio mengelengkan kepalanya bahwa dia tidak apa-apa.

Rio berusaha menarik Ify untuk ke atas. Dalam skeali kolam ino. Mungkin saat ini Rio dan ify berada di ekdalaman 15 meter. Dan itu sangat dalam. Mangkanya dari tadi rio dan ify tidak berada di atas permukaan.

Ify memegang dadanya. Sakit sekali dan semakin sakit. Rio dapat melihat ify mulai memejamkan matanya.

“Fy .. Fy . . “panggil Rio dati mulutnya meskipun tak bisa terdengar. Rio menepuk-nepuk Pipi Ify. Ify membuka matanya kembali. Ia mencoba tersenyum kembali.

Rio menyentuh lembut lagi kedua pipi Ify., menyentuh bibir Ify yang masih terdapat bercak darah. Ify sedikit meringgis karena bibirnya masih terasa sangat perih . Rio menatap dalam mata Ify. Ia tau tau harus berakata apa. Ify mengorbankan nyawanya untuk kesekian kalinya karena dirinya. Padahal dia tak pernah berharap disana aka nada Ify. Kenapa Ify harus selalu bearda di dekatnya ketika nyawanya dalam keadaan terancam.

Ify membalas tatapan dalam Rio. Nafas Ify tinggal sedikit lagi. Namun ia menahannya kuat-kuat. Ia tak ingin mati disini. Tubuhnya pun masih ditarik Rio ke atas.

“Fy . . “panggil Rio pelan. Ify sedikit dapat mendengarnya. Ia menunggu saja Rio melanjutkan kata-katanya.

“Uhuuhh. . Uhuuu.. “Baik Rio dan Ify mulai kehabisan nafas mereka. Sampai mereka sudah banyak meminum banyak Air kola mini.

Rio menatap Ify sangat dalam dan dalam sekali. Tatapan yang tak pernah ditunjukkan oleh Rio kepada siapapun. Hanya kepada Ifylah tatapan ini ia perlihatkan. Ify merasakan ketenangan dengan tatapan Rio.

“Aku cinta sama kamu . . “Rio mengucapkan kata-kata itu dari mulutnya tanpa bersuara. Ify membelakakan matanya. Tangan Rio membelai lembut pipinya. Ify tersenyum sebentar.

“Aku juga”entah mengapa bibir Ify menyuruhnya untuk mengatakkan kata-kata itu. Rio tersenyum dengan senang. Ia tak menyangka bahwa Ify mencintainya. Rio sendiri tidak mengerti sejak kapan ia sudah mencintai Ify ? dan mengapa kata itu yang ingin ia ungkapkan ekpada Ify disaat keadaan seperti ini.

“Kamu mau jadi pacar aku??”lanjut Rio. ify menatap Rio benar-benar tak percaya. Rio menembaknya disini disaat antara hidup dan mati dirinya.

Ify berfikir tidak lama. Tak ada waktu berfikir untuknya. Rio dengan wajah cemas menunggu jawaban Ify. Tak begitu lakma ify menganggukkan kepalanya dan tersenyum ebgitu manis kepada Ify. Bukan senyum setan atau senyum remeh biasanya. Namun sebuah senyum yang emngisyaratkan hati Ify sekarang .

Rio membalas senyum Ify itu tak kalah senang. Rio tak menyangka ify menerima cintanya. Bahkan ia sendiri tak pernah ada rencana untuk mengatakan cinta kepada ify.

“Uhuuukk. . Uhuuull.. Bruulluuu . . . Uhuukkkk”Rio dan ify sudah kehabisan nafas. Mereka saling menatap dengan dada yang sesak karena air sudah banyak masuk kedalam dada mereka.

Perlahan disisa nafas yang Rio punya. Rio mendekatkan wajahnya ke Ify. Sata melihat Rio memejamkan mata mendekat ke wajahnya. Ify diam saja, Ia pun perlahan ikut menutup matanya.

Disentuhkannya bibir rio tepat pada bibir Ify. Rio mencium Ify dengan sangat lembut. Ify merasakan bibir Rio yang basah bercampur air. Namunia dapat merasakan ciuman Rio begitu hangat. Dan tak tau mengaap Ify meneteskan air matanya sekali lagi. Ify semakin melemas sekali. Tangan Rio beralih mengenggam kedua tangan Ify karena Rio dapat merasakan Ify yang sudah tak bertenaga. Rio tak melepaskan ciumannya begitu pun dengan ify. Sampai mereka berdua benar-benar tak punya tenaga lagi untuk ke atas permukaan.

Rio dan ify sudah tak dapat meraskan apa-apa lagi. Semuanya terasa gelap dan gelap. Sebelum Ify benar-benar tidak sadar. Didalam hati Ify berkata sendiri. Kata-kata yang meyakinkan dirinya dan menguatkan dirinya.

“Walau pun aku akan mati disini. Aku sangat rela sekali. . “

Bersambung . . . .

WAYOOOOOOO ??? JADIAN SUDAH ?? TAPI TAPI ?? MEREKA BERDUA SELAMAT GAK YAA ??:D Tunggu part selanjutnyaa yaa:D jujur buatnya aja menegangkan sendiri haha😀 Ayooo Ayooo semuanyaa ajak teman-teman kalian semua bacaa yaa😀 Makasih😀 dan terus bacaa😀 LIKE DAN COMMENT DITUNGGU LOH😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s