DEVIL ENLOVQER – 28 ~ Berita baik dan berita buruk ~

Guyss .. yuk langsung masuk di part 28.nya.😀 pada penasaran penasaran bagaimana lanjutannya😀. Yuk adibacaa semuanyaa.😀 jangan lupa like dan commentnya ya selalu ditunggu😀 makasih makasih . .

Dan Follow Twitterku ya guys “ @luckvy_s “ di follow di follow. Disana aku selalu ngabarin soal DELOV. Dan kalau demo disana saja pasti rame hiihiih.:D makasih. MOLKANG MOLKANG ha ha ha .

DEVIL ENLOVQER – 28

~ Berita baik dan berita buruk ~ 

         

          BYYUUURRR

            Saat Rio mencebur kedalam kolam , Shilla dan Alvin langsung masuk kedalam aula utama. Bersama dengan semua polisi-polisi yang sudah ada disana. Seketika itu Direktur Jo dan anak buahnya menjadi gelagapan sendiri. Mereka bertaburan ingin kabur.

“Ayooo kita harus lariii “ujar direktur Jo mengkomandoni di sela-sela kebingungannya

DOOORRRR

Alvin menembbakkan pistolnya ke atas sehingga terdengar suara yang keras sekali. Shilla membantu Alvin untuk mencegah para bajingan-bajingan itu keluar. Tak akan ada yang menyangka gadis sefeminim Shilla bisa karate bahkan bisa bertengkar. Shilla menendang langsung 2 pria kekar yang mau kabur melewatinya. Para polisi pun segera menyergap direktur Jo.

Keadaan permukaan di kolam utama benar-benar sudah berantakan. Polisi pun segera membawa penjahat-penjahat itu untuk ke kantor polisi. Tak ada disisakan satu pun dapat lolos. Karena banyaknya polisi yang datang ditempat ini. Kurang lebih sekitar 25 polisi.

Alvin dan Shilla mencari dimana Rio maupun Ify. Mata Shilla membuka dengan lebarnya . Ia melihat warna air yang berada di ujung sana berubah menjadi merah.

“Vin .. Vin .. “Shilla memanggil Alvin dan menunjukkan tangannya kea rah air itu.

“RIO . IFY .. .”ujar Alvin yakin bahwa dua orang itu disana.

Alvin segera memberitahukan para polisi dimana Rio. dan dengan cepat 2 polisi langsung mencebur kedalam kolam dalam itu tanpa menunggu lama lagi. Alvin dan Shilla sudah sangat cemas. Mereka takutRio dan ify kehabisan nafas didalam sana.

“Tuhaann. . selamatkan mereka berdua .. “lirih Shilla dengan kecemasan

5 menit berlalu polisi itu masih belum muncul juga. Alvin semakin tegang. Tangannya berkeringat dingin. Shilla sendiri saking cemasnya ingin mengeluarkan air mata takutnya. Tak ingin dia terjadi apa-apa pada Rio maupun Ify.

7 menit kemudian 2 polisi itu muncul di permukaan. Dengan ditangannya terdapat 2 nyawa yang sudah tak sadarkan diri.  Shilla langsung menghampiri polisi itu dan membantu menaikkan Ify serta Rio. sedangkan Alvin terdiam. Tersentak sejenak melihat tubuh Rio yang berada didepannya saat ini. Tangan Alvin sedikit bergetar.

“Gadis ini keadaanya sangat parah. Mereka masih bernafas”ujar salah satu polisi dan naik ke atas dari kolam.

“Vin.. ify harus cepat kita bawah ke rumah sakit . . “ujar Shilla tak tega melihat Ify memcuat pasih seperti itu. Darah di dada Ify sudah tak keluar lagi namun didalam dadanya masih ada satu peluru.

“Vin. . .ify tertembak . . ayooo kita ke rumah sakit . “panggil Shilla lagi. Alvin masih belum menghiraukan Shilla. Alvin menyadarkan fikirannya. Ia segera duduk di samping Rio dan langsung  sibuk menghentak hentakan dada Rio. berharap Rio tersadar.

DUUUKKK DUUUUKKK DUKKKK

“Ayooo Bangun Rioo. ..Banguuunnn . .”

“VIN KITA HARUS BAWA IFY KERUMAH SAKIT . “bentak Shilla keras. Namun Alvin tetap tidak peduli.

Disana hanya tinggal 2 polisi tadi. Karena polisi yang lainnya sudah kembali untuk membawa penjahat-penjahat itu.

“Kita sudah telfonkan ambulance kesini”ujar polisi tersebut. Shilla mengangguk dengan cepat. Wajah Alvin sangat serius sekali masih menghentakkan jantung Rio. Ia menggunakan kedua tangannya  dan menekan terus tepat di daerah jantung Rio.

“Banguuuunn Yo. Please banguuunn !!”Shilla  tak bisa berbuat apa-apa . Ia hanya bisa berdoa dengan keadaan Ify dan Rio. Berharap ambulance cepat datang .

“Bangguuunn Yooo .. “Alvin mulai pasrah. Rio tak kunjung juga bangun. Shilla menatap Alvin pedih saat Alvin mulai frustasi seperti itu. Ia tau kenapa Alvin seperti itu. Alvin takut dan sangat takut sekali.

DUUKKKK DUKKKKKK

“YOOOO BANGGUUUNN!!!”bentak Alvin. Baik Ify maupun Rio tak ada yang bergerak sedikit pun. Shilla sudah ketakutan sendiri. Tanpa ia sadari Shilla menangis untuk kedua kalinya.

Di luar pintu kolam. Sivia berjalan menuju kedalam. Dilihatnya disana hanya ada Alvin Shilla dan . . dan. . .

“Ify ? kak Rio ??”Sivia mengaga. Mulutnya ia bekap dengan tangannya. Sivia melihat sahabatnya yang terbarng tak berdaya seperti itu dan seragam putih yang sudah berdarah. Kaki Sivia terasa lemas sekali. Tubuhnya mulai bergetar. Ia mnangis. Yah , , Sivia menangis saat itu juga.

“IFYYYY”teriak Sivia sekencang mungkin dan langsung berlari kea rah tubuh Ify. Alvin dan Shilla kaget dengan suara teriakan itu lantas menoleh kebelakang.

“Sivia ??” Shilla tak menyangka Sivia berada di sini. Sedangkan Alvin juga masih kekuh mencoba menyadarkan Rio.

“Ify. . Ify. . banguunn. Ify . .Ifyy banguun . . “Sivia tetduduk di samping tubuh IFy. Menepuk-nepuk pelan pipi Ify.

“Ayooo kita bawah Ify kerumah sakit. Ayooo Ayooo kak”ujar Sivia panik. Air matanya merembas begitu banyak.

“Ambulance akan segera kesini Vi. “ujar SHilla.

“Ify kenapa ?? Dia kenapa ?? kenapa jadi seperti ini ?? Ayoo kita kerumah sakit . . “histeris Sivia lagi yang tak terkendali. Shilla hanya bisa diam begitu juga dengan Alvin.

“Kak . . Loe bawa mobil kan. Gue juga bawa mobil. Ambulance gak datang-datang.  Ify dan kak Rio bisa mati disini, Kak ..”Sivia memohon kepada Alvin. Namun tak ada jawaban dari Alvin. Alvin hanya menatap wajah Rio yang tenang itu.

“KAK LOE KOK DIAM AJA SIH ?? LOE MAU TEMEN GUE MATI ? HHA?”

“Siviia!!! . DIAMLAH!!”ujar Shilla. Suaranya berubah menjadi suara ancaman. Sivia sedikit takut. Namun tak ada kesempatan untuk memfikirkan hal itu. Yang dia fikirkan adalah Ify.

5 menit kemudian ambulance datang. Para medis langsung mengangkat tubuh Rio dan Ify untuk segera dilarikan ke rumah sakit.  Alvin masih terduduk diam disana. Tak menyusul Rio yang sudah di bawah oleh ambulancae. Sedangkan Sivia sudah menemani Ify pergi ke rumah sakit.

Shilla merengkuh tubuh Alvin. Shilla langsung memeluk Alvin saat mengetahui tubuh itu bergetar. Yah, Alvin menangis. Menangis penuh pedih. Shilla sangat tau apa yang terjadi dengan Alvin. Dan kenapa Alvin hanya memfikirkan Rio bukan Ify. Dan kenapa Alvin tak langsung mengangkat tubuh Rio dan  tubuh Ify langsung ke rumah sakit. Shilla sangatmengetahui itu.

“Rio gak akan apa-apa. Sudah jangan menangis “

“Hey .. percaya sama gue. Rio gak akan apa-apa “Alvin masih diam saja. Ia menangis dalam pelukan Shilla tanpa bersuara.

“Dia gak bangun-bangun Shil. . “

“Vin.. udah jangan nangis ..”

“Kenapa gue gak bisa apa-apa disaat seperti ini”

“Loe gak salah. Gak aka nada yang salah . . “

“ gue . Gue.. Gue ,, menghilangkan 3 nyawa sekaligus Shil .. “

“Itu masa lalu Vin. Udah jangan diingat”mohon Shilla. Alvin masih tetap menangis. Shilla menatapkan wajahnya di atas langit-langit atap. Tidak membiarkan air matanya untuk merembas ketiga kalinya.

“Gue . Gue ..”

“Sttttss .. ayo bangun vin “suruh Shilla. Ia menuntun Alvin untuk bangun. Setelah itu Shilla dan Alvin beranjak keluar dari kola mini.

Sesampainya diluar, Shilla mendudukan Alvin di kursi sampingnya. Sedangkan sekarang dirinyalah yang mengambil alih seti mobil tersebut. Ia tak membiarkan Alvin menyetir dalam ke adaan ini.

“Pulangkah ?”tanya Shilla sebelum menjalankan mobilnya tersebut.

“Kita kerumah sakit”ujar Alvin lemas.

“Yasudah . gue apa kata loe aja”ujar Shilla dan segera menjalankan mobil tersebut.

*****

2 kasur kereta dorong membawa 2 nyawa segera dilarikan ke ruang UGD. Sivia masih setia berada di samping Ify sambil mendorong kasur Ify . Kecemasan tampak jelas di wajah manis gadis ini.

“Fy .. loe tahan ya. Loe jangan ninggalin gue “isak Sivia. Ia menatap pedih wajah sahabtnya tersebut.

“Maaf . anda tunggu disini dulu”ujar salah satu suster. Rio dan Ify masuk kedalam ruang UGD. Sivia pun menunggu di depan ruangan ini dengan begitu paniknya.

“Bagaimana ini ?? bagaimana ?? gue harus gimana ?”binggung Sivia. Kenapa dia bingung ?? karena Sivia tak tau harus memberitahukan ke siapa tentang ke adaanya ini. Ia pastinya akan menghubungi Iqbal, tapi yang dibutuhkannya saat ini adalah orang tua Ify. Namun, Sivia sama sekali tidak pernah bertemu dengan orang tua Ify sekali pun. Yang ia tau memang mama Ify sudah lama meninggal. Dan papanya ?? dulu Sivia pernah bertanya. Dan Ify hanya menjawab bahwa papanya bekerja di luar negri sebagai karyawn pindahan di sebuah kantor . Dan Sivia percaya dengan kata-kata Ify.

“Gue gak ada nomer telfon ayahnya Ify. Gimana ini “binggung Sivia . ia terus saja mondar mandir tidak jelas.

“Lebih baik gue telfon Iqbal dulu”serah Sivia dan mengeluarkan ponselnya.

“Hallo Bal . . “

*****

2 jam sudah Ify dan Rio dimasukkan ruang UGD dan belum juga selesai. 4 dokter menangani 2 nyawa ini. Ify dan Rio masih terbaring lemah di ruang UGD. Dan paling parah adalah keadaan Ify. 3 dokter sedang terfokus untuk mengambil peluru yang berada di dada Ify. Semua alat bantu dan 2 infuse sudah tertancam pada tubuh Ify, alat oksigen serta pendetak jantung yang sangat banyak berada di tubuh Ify.

Sedangkan 1 dokter lagi menangani Rio yang hanya di pakaikan masker oksigen saja serta membersihkan darah-darah luka gebukan dari penjahat-penjahat itu.

Dokter Andi adalah salah satu yang menangani Ify. Dokter Andi terus memantau detakan jantungan Ify yang semakin lemah dan semakin lemah.

“Dok pelurunya sudah dapat dikeluarkan”ujar dokter Vino

“Syukurlah.  Kamu cek infusenya “suruh dokter Andi yang menjabat sebagai kepala Dokter di rumah sakit Arwana ini.

“baik Dok. .”

“Detakan jantungnya juga “ Dokter andi beralih ke Rio yang tak jauh dari kasur Ify. Dokter Andi segera mengecek kondisi Rio yang sepertinya baik-baik saja.

“Gimana dok ?”tanya dokter Andi kepada dokter Tissa

“kondisinya baik-baik saja dok. Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Dia hanya menunggu sadarnya saja “jelas dokter  Tissa. Dokter Andi mengangguk

“Kasih suntikan peredah sakit pada tubuhnya”suruh Dokter Andi. Dokter Tissa mengangguk untuk kedua kalinya.

“Dok . Dok . .”panggil Dokter Vino dengan cepat. Dokter Andi pun segera kembali ke arah kasur Ify.

“Kenapa??”

“Sepertinya anak ini mengalami Koma . kondisinya benar-benar sangat lemah sekali. “dokter andi memeriksa denyut nadi Ify. Ia diam sejenak. Tak lama kemudian dokter Andi menghela nafas panjangnya sambil menatap wajah Ify dengan kasihan.

“suruh bawa Rio ke kamar VIP biasa saja. Dan Ify taruh di kamar VVIP dengan peralatan medis paling lengkap. “Dokter Andi melepaskan sarung tangannya dan masker penutupnya sambil berjalan ke arah pintu UGD untuk keluar. Ketiga dokter lainnya pun segera menjalankan perintah dokter Andi.

*****

Iqbal dan Salsha sudah sampai didepan rumah iqbal. Dan mereka langsung kedalam rumah Iqbal.

“Loe duduk aja dulu. Gue ambilkan minum”ujar Iqbal. Salsha mengangguk saja. Ia masih mengedarkan pandagannya melihat rumah besar Iqbal yang menurutnya sangat bagus sekali.

Gadis mungil ini duduk di ruang tamu. Ia menaruh tasnya dia tas meja sambil menunggu Iqbal keluar dari dapur. Salsha mengamil ponselnya yang belum sama sekali ia keluarkan sedari tadi pagi.

“ha?”kaget Salsha ketika satu pesan di ponselnya. Ia tersenyum sebentar lantas membalas pesan tersebut.

Tak berapa lama Iqbal membawa 2 gelas minuman. Baju seragamnya pun sudah ia ganti dengan kaos biasa. Salsha tersenyum melihat Iqbal. Ia terkesima menatap perbedaan Iqbal ketika memakai seragam dan memakai baju biasa.

“Cakep”lirih salsha pelan agar tidak didengar oleh Iqbal. Tak ada hentinya senyum Salsha berhenti dari bibir mungilnya. Iqbal menaruh kedua minuman tersebut di atas meja yang ukuranya lumayan besar. Iqbal menatap Salsha yang masih senyum-senyum menatapnya.

“Loe kenapa?”heran Iqbal

“Gak apa-apa kok”jawab Salsha langsung gugup. Ia pun mengalihkan pandagannya dengan meminum  yang di bawakan oleh Iqbal.

“Ehh .. “belum sempat Iqbal mencegah namun salsha sudah langsung saja menyerobot memegang gelas tersebut.

“AWWWW . . .”

PYAAARRRR

Gelas yang dibawkan oleh Iqbal didalamnya berisi teh yang masih panas. Kebetulan didalam kulkas Iqbal tidak ada apa-apa dan hanya tersisa teh panas yang ada di termos yang dibuatnya sedniri tadi pagi.

“ada-ada aja sih nih cewek”desah Iqbal geleng-geleng.

“Panas .. “ringis salsha. Ia memegangi jarinya yang masih terasa panas sekali.

“Mangkanya tanya dulu ini minuman panas apa tidak”

“Mana gue tau . . “ujar salsha sambil menundukkan kepalanya. Iqbal kembali ke dapur untuk mengambil kain pel serta alat pembersihb untuk membersihkan teh yang tumpah tersebut dan gelas-gelas itu.

“Maaf . .”lirih Salsha merasa sangat bersalah sekali sambil masih menundukkan kepalanya . Ia sendiri juga tidak tau bahwa minuman tersebut sangat panas.

Iqbal kembali dengan membawa kain pel serta alat pembersih. Iqbal lantas mendekati kursi salsha dimana pecahan-pecahan gelas tersebut berada di bawah kaki salsha.

“Minggir . ‘ujar Iqbal dengan seenaknya, dan semakin membuat salsha tambah bersalah. Iqbal membersihkannya sceepat mungkin.

“Hiks .. Hiks.. maafin gue Bal. .hiks. .hiks . gue gak sengaja . “Iqbal tersentak. Ia mendongakkan kepalanya. Menatap salsha yang ada di sbeelahnya menangis.

“lah ? kok malah nangis “binggung Iqbal

“Maaf gue ngerepotin loe tetus hiks hiks. Maaf .. .”isakan salsha semakin terdengar. Iqbal jadi tak enak sendiri karena ia menyadari bahwa ucapannya tadi sangat jutek. Toh, beginilah sifatnya.

“udah gak apa-apa sa, jangan nangis dong. Gue gak marah kok”ujar Iqbal dengan sedikit lembut dan mencoba meyakin kan saslha.

“Beneran ? kamu gak marah ??’ujar salsha antusias sambil menyeka air matanya tersebut. Iqbal megangguk-anggukan saja kepalanya.

“makasih ya bal. Makasih banget. Gue janji gak bakal ngerepotin loe lagi kok. Gue janji”ujar Salsha semangat sekali  Iqbal mendehemi saja dan sgeera kembali kedapur meletakkan alat-alat pembersih tersebut dan pecahan gelas itu.

Setelah itu mereka berdua segera membuat bahan diskusi untuk besok. Mereka akan mempresentasikannya ke depan kakak-kakak kelas dan beberapa guru. Iqbal serius sekali membahas hal ini dan tak kadang salsha tersenyum-senyum kagum melihat kepintaran Iqbal bagaimana cara bicara lelaki di depannya ini.Salsha sangat mengaguminya.

DRRTTTDRTRTT

Ucapan Iqbal terhenti sejenak. Ia meraskan ponsel di sakunya bergetar. Iqbal pun segera memgangkat sambungan telfonnya yang berasal dari Sivia.

“Iya kak”sahut Iqbal.

“Bal.. Ify dirumah sakit skearang. Loe cepat ke rumah sakit ARWANA saat ini juga. Gue akan jelasin nanti. Ngerti ! ‘

“Iya kak Iya “Iqbal segera menutup sambungannya. Tak ada waktu untuk dirinya panik saat ini walaupun terlihat jelas wajahnya sangat cemas. Iqbal segera menutup notebooknya dan semua bukunya. Salsha menatap Iqbal dengan penuh kebingungan.

“Bal kenapa ??”tanya salsha

“:Gue harus kerumah sakit “

“hah? Siapa yang sakit”

“Kakak gue . . loe gak apa-apa kan pulang sekarang ? sorry banget”ujar Iqbal cepat-cepat sambil memakai sandalnya.

“Gue anterin “ujar salsha

“hah?”iqbal menganga.

“udah ayo. Katanya kakak loe dirumah sakit “salsha langsung saja menarik tangan kanan iqbal,. Sedangkan Iqbal masih melongo namun kakinya mengikuti langkah salsha yang berad didepannya.,

Kedua anak ini segera masuk kedalam mobil salsha dan dengan petunjuk Iqbal mobil ini langsung menuju ke rumah sakit ARWANA.

*****

Dengan langkah lemas Shilla dan Alvin menuju ke ruang UGD. Mereka dapat melihat Sivia masih berdiri di depan ruang tersebut dan mondar-mandir tak jelas.

“Sivia . “panggil Alvin lemas. Alvin menyingkirkan tangan Shilla yang memegangi bahunya. Sivia menoleh ke sumber suara, Ia menoleh ke arah Alvin.

“kak Alvin .. “isak Sivia dan langsung memeluk Alvin dengan eratnya.

“Kak Ify kak . . Kak Rio juga. Sebenarnya mereka kenapa kak . Gue cemas dengan keadaan Ify kak. Hiks hiks his . Ify gimana kak hiks hiks “Alvin mengmbuskan nafasnya beberapa kali. Tangannya dengan pelan membelai lembut punggung kekasihnya ini. Jujur saja fikiran Alvin saat ini masih belum bisa terkendali. Tubuhnya masih terasa lemas sekali.

“Ify gak akan apa-apa. Loe percaya sama gue. Jangan nangis ya sayang “bisik Alvin berusaha menenagkan Sivia.

“tapi kak  . “

“Sttt.. Sivia selalu percaya kan sama kak Alvin . .”mendengar ucapan Alvin itu Sivia langsung menganggukkan kepalanya. Berharap yang dikatakan oleh Alvin itu benar adanya.

Shilla duduk dnegan lemas di kursi ruang tunggu. Ia melepaskan rompinya. Pandagannya tak jelas menerawang kemana. Pertama kalinya ia memegang pistol itu untuk kesekian lamanya. Pertama kalinya ia memakai rompi itu lagi. Dan pertama kalinya ia harus kembali kedunia ini.

“Tuhaan  . . “lirih Shilla penuh kepasrahan. Tak terasa air matanya turun bersamaan dengan ia menjatuhkan rompinya tersebut.

“Kakak  .  . kakak kesini . . “lirih Shilla sambil terisak. Alvin menoleh ke arah Shilla yang menangis dan memanggil nama kakaknya. Alvin melepaskan pelukan Sivia.

“Bentar ya “ujar Alvin. Ia berjalan ke arah Shilla.

“loe kenapa ??”tanya Alvin pelan. Ia duduk berlutut didepan Shilla.

“Gue gak mau pakai ini lagi. Gue gak mau “isak Shilla. Ia menginjak-injak rompi yang ada di bawah kakinya.

“Udah jangan nangis. Udah shil gak apa-apa. Cuma sekali ini saja kan . .”ujar Alvin . Ia langsung menarik kepala Shilla dan didekapnya tubuh kecil itu. Shilla menangis tanpa suara.

Sivia mencoba menahan. Ia tak boleh cemburu, Ia sangat percaya bahwa Shilla dan Alvin tak ada apa-apa. Ia tak boleh bersangka buruk. Bukankah wajar yang dilakukan oleh dua orang ini karena memang mereka sudah ebrsahabat sejak kecil. Dan tentunya jika Alvin harus memilih Antara dirinya dan Shilla jelas sekali Alvin harusnya memilih Shilla dari pada dirinya.

Sivia menghela nafas panjangnya, ia menyeka air matanya sebentar lantas berjalan menghampiri Shilla dan duduk disamping Shilla.

“kak . sebenarnya apa yang terjadi ?”tanya Sivia. Sontak Shilla langsung melepaskan pelukan Alvin.

“Vi .. sorry sorry. Gue gak ada maksud  . . .”Shilla dan Alvin langsung kebingungan. Mereka melupakan bahwa disana ada Sivia.

“Gak apa-apa kok kak. Sivia ngerti “ujar Sivia mencoba tersenyum. Namun tak dapat disembunyikan bahwa dirinya sedikit cemburu. Tapi segera ia tahan saja dan ia hilangkan dari fikirannya tersebut.

“Sayang maaf ya maaf banget. Maaf. Maaf . “ujar Alvin masih tak enak. Ia meraih tangan kanann Sivia.

“Iya kak Alvin. Sivia gak apa-apa”ujar Sivia . ia sudah dapat tersenyum legah melihat alvin yang begitu merasa bersalah dan memegang tangannya. Itu semua menandakan bahwa Alvin benar-benar hanya menyukai dirinya.

“Kita berdua juga gak tau pasti kenapa Ify seperti itu. Tapi untuk Rio itu karena dia dapat merebut perushaan SHAW Corp dan. . bla bla bla bla bla bla “Shilla menjelaskannya dengan detail. Alvin pun ikut menambah-nambahi saja omongan dari Shilla. Sivia mengangguk angguk mengerti dengan semua penjelasan Shilla dan Alvin.

“:Kita berdoa saja semoga mereka berdua gak apa –apa “ujar Shilla dan langsung diamini oleh Sivia dan Alvin.

“Loe sudah telfon orang tua Ify ?”tanya Alvin yang ingat bahwa dirinya harus menghubungi mama Rio,

“gue gak tau nomer orang tua Ify kak. Mamanya sudha lama meninggal. Dan papanya ada diluar negri, jadi gue sama sekali gak tau “juju Sivia. Alvin melongo binggung begitu juga dengan Shilla.

“tapi gue udah nyuruh Iqbal kesini kok. Sebentar lagi juga dia akan kesini “

Tak sampai 5 menit Sivia berbicara seperti itu. Iqbal muncul dengan seorang gadis mungil di belakangnya . Shilla, Alvin dan Sivia segera berdiri menyambut kedatangan Iqbal yang tergesah-gesah.

“Kak Ify kenapa ? dia kenapa ??”tanya Iqbal dengan paniknya. Ia mengatur nafasnya dulu.

“Bal jangan cepat-cepat larinya”ujar Saslha disela-sela nafasnya. Ia ngos-ngosan. Namun Iqbal tak mempedulikannya. Yang ia fikirkan hanya keadaan sang kakak.

“Kakak loe  . . “Shilla yang ingin menjawab jadi binggung sendiri. Shilla menatap ke arah Alvin dan Sivia yang juga ikut binggung.

“Kakak loe tertembak Bal. . “Akhirnya Sivia lah yang membungkamkan suaranya. Iqbal melotokan matanya kaget sekali.

“Kok bisa ??terus dia sekarang gimana ?? kenapa ? kenapa dia bis?? . . .”Iqbal terlihat begitu frustasi, Karena baginya tak mungkin sang kakak bisa tertembak, ia tahu 4 tahun kakaknya terjun di dunia mengerikkan tersebut dan selama 4 tahun juga Ify tak pernah tertambak. Walaupun dalam keadaan sebahaya apapun.

“Kenapa kak??”tanya Iqbal lagi karena tak ada yang mau menjawab. Akhirnya Alvin mencoba menjelaskan baik-baik kepada Iqbal. Berharap Iqbal tidak akan marah kepada Rio. Toh, Ini semua terjadi karena masalah Rio dan Dokter Jo.

Iqbal terduduk lemas bersama yang lainnya. Salsha mencoba menghibur Iqbal dengan menenagkan iqbal agar tidak cemas. Alvin bersyukur karena Iqbal tiudak menyalahkan Rio, Iqbal pun cukup dewasa dalam berfikir. Ia tau bahwa kakaknya hanya sebagai umpan dan Rio tentunya tidak tau apa –apa.

“Dasar penjahat sialan.lihat aja loe . . “desis Iqbal dengan tatapan tajamnya. Baik Sivia,Shilla, Alvin dan Salsha yang mendegar desissan Iqbal dan tatapan Iqbal langsung takut. Ternyata bukan Ify saja yang memiliki tatapan mengerikkan tersebut. Dan Iqbal pun menuruni itu semua dari ify.

“Mengangumkan. . “ujar Alvin dengan wajah yang bukan sumringah melainkan wajah ngeri dan diangguki oleh Sivia serta Shilla.

1 jam kemudian, dokter Andi keluar dari ruang UGD. Iqbal dan lainnya lantas berdiri dan menghampiri dokter Andi.

“Keluarga ify? Mana ?”tanya dokter andi. Iqbal mengangkat tangannya layaknya anak kecil.

“Kamu  . . .”

“saya adiknya dok . .”

“Ayah dan ibunya ?”tanya dokter andi.

“Ibu kami sudah gak ada dok. Dan papa . . nanti saya akan segera telfon papa saya dok”ujar Iqbal binggung menjelaskannya.

“Tapi . . .apa saya tidak bisa ditelfonkan oleh papanya?”pinta dokter andi dengan wajah sedikit panik.

“Dokter bilang saja kepada kami. Tidak apa-apa kok dok”ujar Sivia.

“saya sahabatnya dari kecil dok”lanjut Sivia mencoba meyakinkan kembali. Iqbal pun menganggukkan kepalanya.

“Baiklah. . saya punya 2 kabar. Baik dan buruk “

“Baik”serempak semuanya. Bahkan salsha yang awalnya tidak tau apa-apa pun ikut menjawan. Iqbal melirik ke arah salsha yang berada tepat disampingnya.

“gue Cuma ikut jawab aja kok”ujarnya tertunduk karena takut dengan lirikan iqbal itu.

“Aishh . .”desis Iqbal lantas tidak mempedulikkan gadis itu. Ia fokus kembali kepada dokter Andi.

“Kabar baiknya. Baik Rio dan ify bisa terselamatkan nya mereka “semuanya langsung menghela nafas penuh kelegaan.

“Kondisi Rio sudah normal. Ia sudah tidak apa-apa “

“Syukurlaah . . “ujar Shilla dan Alvin yang paling sangat legah disini.

“lalu ? kabar buruknya apa dok??”tanya Iqbal yang sudah mencium bau-bau tidak enak tentang kakaknya.

“Ify mengalami koma. Dan kita tidak tau sampai kapan dia akan seperti itu. Kita hanya bisa membantu dengan peralatan medis untuk tetap membuatnya hidup.”tubuh Iqbal teras terlindas traktor dengan sanagt berat. Ia melemas terduduk di kursi itu. Salsha yang berada disamping Iqbal mencoba membantu Iqbal duduk karena takut Iqbal terjatuh. Sivia sudah hampir ingin pingsan untung saja Alvin meyangga tubuh Sivia.

“Kita berdoa saja agar ify bisa sadar. “

“Segera beritahukan ke papa kamu”ujar dokter Andi kepada Iqbal. Iqbal mengangguk saja dengan lemas.

BRUUUKKKK

Sivia akhirnya pingsan. Alvin yang panik sendiri segera mengangkat tubuh Sivia dan membawa Sivia untuk keruang rawat yang di dekat sana. Shilla duduk di sebelah Iqbal. Jujur dia sendiri tak menyangka dengan semua ini.

“Bal .  .”

“Gue harus bilang apa ke papa? Gue harus jelasin bagaimana ke papa”Shilla terbungkam begitu juga dengan Salsha. Mereka tersentak melihat Iqbal menjatuhkan air matanya. Sama sekali tak terfikirkan oleh Shilla cowok seceriah Iqbal dan setegar Iqbal menangis seperti ini.

“Loe sayang banget bal sama kakak loe”batin Shilla dapat menyimpulkan semua fikiran iqbal.

“loe gak usah takut. Apa perlu gue yang jelasin ?”ujar Shilla dan dijawab dengan gelengan kepala cepat oleh Iqbal.

“Loe gak akan bisa kak”ujar Iqbal. Shilla mengernyitkan keningnya.

“kenapa ?”’

“Gak apa-apa”jawab iqbal dengan cepat. Ia menghapus air matanya. Mencoba bangkit kembali. Iqbal tersenyum menatap Shilla.

“gue percaya setan itu akan sadar. Sudah ayo kita harus jenguk dia “ujar Iqbal semangat. Dan Salsha serta Shilla dibuat terpenganga kembali.,

“Dia manusia kan ??”serah Shilla sambiul menunjuk Iqbal binggung.

“Sepertinya manusia. Tapi . .”Salsha makin ngelantur.

“Apaan sih loe berdua. “sergah iqbal

“Sha. .loe pulang aja. Dan terima kasih atas tumpangannya. Urusan presntasi besok gue yang akan selesaiin semuanya “

“Gue aja yang buat Bal. Kalau loe gak suka tinggal diganti pagi-pagi. Gue akan berangkat pagi-pagi”ujar Salsha. Ia tak enak jika harus iqbal yang menyelesaikannya. Ditambah lagi past Iqbal masih cemas dengan keadaan kakaknya.

“Tap . . “

“Udah gak ada tapi-tapian. Pokoknya salsha yang nyelesaiin semuanya”ujar Salsha mencoba meyakinkan Iqbal.

“baiklah. Gue akan berangkat pagi-pagi juga. Sekali lagi makasih ya. “

“Iya sama-sama Bal.  Semoga kakak loe cepat sembuh ya”

“Amin. Sorry gak bisa nganterin kedepan”

“Iya gak apa-apa. Gue duluan ya Bal. Duluan ya kak”ujar Salsha sopan kepada Iqbal dan Shilla. Kemudian ia beranjak untuk pergi dari rumah sakit ini.

Shilla menatap kepergian salsha dengan heran. Ia merasa familiar dengan gadis itu.

“Pacar loe?”tanya Shilla ceplas-ceplos

“Ngaco loe”serah Iqbal langsung.

“kok kayaknya gue pernah lihat ya ??”

“Yaiyalah. Dia Salshabilla artis baru-baru ini terkenal itu”jelas Iqbal dan segera berjalan meninggalkan Shilla yang masih mematung.

“Demi apa dia Salsha ? gadis imut itu ? wahhh. Bal gue mah ngefans banget sama d . . . .”ucapan Shilla terhenti. Ia tersadar bahwa iqbal sudah meninggalkannya.

“Yaelah. Bal tungguin gue”teriak Shilla lantas mengejar Iqbal yang sudah jauh dengannya. Mereka berdua menuju ke ruang rawat Ify.

*****

Alvin membiarkan saja Sivia yang masih pingsan disana. Ia menyuruh salah satu suster untuk menjaga Sivia. Sementara itu Alvin segera beranjak ke ruang rawat Rio. Namun sebeumnya ia memberitahukan berita ini kepada mama rio dan papanya yang pastinya sangat khawatir. Tapi Alvin mencoba menjelaskan semuanya sehingga membuat mereka tidak khawatir lagi. Dan menyuruh agar mama Rio masih tetap disana.

Bersambung  . . .

Wacaaauuuu !! Ify Koma ??nah ? nah ??

Selamat gak ya Ify ? masih hidup gak ya ??

Dan bagaimana Kisah Alvin ? Shilla ? Sivia ?

Iqbal kayaknya ada yang menyukai lagi nih ? ha ha ha

Yang penasran yang penasran yuuk tetap tungguin ceritanya dan baca cerita part sleanjutnyaa😀 tetap sellau baca ya semuanyaa😀 jangan lupa Like dan commentnya slalu ditunggu. Mkasih ya semuanya sudah suka dengan cerita ini . saya ucapkan sangat sangat berterima kasih.

Oh ya untuk GROUP CONTAC DELOV saya non aktifkan dulu ya. Soalnya sedang sibuk dan gak smepat. Tenang saja sudah saya save nomernya. Sekali lagi saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya.

Jika mau tau berita tentang DELOV!! Panteingin aja twitterku ya !😀. Follow aja @luckvy_s . Disana kalian bisa berkealan dengan saya tanpa ada yang namanya SKSD oke oke😀 jangan malu-malu yaa😀 makasih semuanya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s