DEVIL ENLOVQER – 29 ~ Hey, Gadis bodoh Bangunlah !! ~

Guyss .. yuk langsung masuk di part 29.nya.😀 pada penasaran penasaran bagaimana lanjutannya😀. Yuk adibacaa semuanyaa.😀 jangan lupa like dan commentnya ya selalu ditunggu😀 makasih makasih . .

Dan Follow Twitterku ya guys “ @luckvy_s “ di follow di follow. Disana aku selalu ngabarin soal DELOV. Dan kalau demo disana saja pasti rame hiihiih.:D makasih. MOLKANG

MOLKANG ha ha ha .

DEVIL ENLOVQER – 29

~ Hey, Gadis bodoh Bangunlah !! ~ 

 

            Alvin membuka pintu kamar rawat Rio. Dimana Rio sudah dipindahkan disana. Alvin melangkahkan kakinya. Dilihatnya tubuh Rio yang masih terbaring lemah dengan infuse ditangannya dan masker oksigen di hidungnya.

 

            Alvin menatap sepupunya itu dengan kasihan, Meskipun kelegaan dihatinya sudah terasa bahwa sepupunya ini tidak apa-apa.

 

“Loe buat gue jantungan lagi untuk pertama kalinya setelah 3 tahun yang lalu semua ini tak pernah gue lakuin lagi”ujar Alvin kepada Rio yang masih belum sadar.

 

“loe hampir buat gue gak bisa nafas Yo”

 

“Kalau seandainya loe tadi gak ketolong ? siapa yang akan ngatain gue kodok sipit lagi ?”

 

“siapa yang akan jadi paling dewasa diantara gue dan shilla?”

 

“siapa yang akan ngurusin Shilla dan Gue disini ?”

 

“Kita berdua selalu nyusahin loe. Dan gue suka saat gue nyusahin loe. “

 

“Terima kasih udah mau bertahan lagi untuk gue dan Shilla. “Alvin memejamkan matanya. Menghirup udara di dalam ruangan ini yang sangat menyengat dengan bahu obat-obatan .

 

“Cepat bangun Yo”serah Alvin. Ia membenahkan selimut Rio. Setelah itu ia berjalan keluar untuk kembali ke kamar rawat Sivia. Dimana kekasihnya masih pingsan disana.

 

                                               

                                                            *****

                                                Kamar Rawat Ify

 

             Shilla membiarkan saja Iqbal mendekati kakaknya. Sedangkan dirinya hanya berdiri disamping Iqbal. Ia dapat melihat bagaimana Iqbal cemas dengan keadaan kakaknya. Iqbal tak tega melihat Ify seperti itu.

 

            Bahkan baru dirasakan oleh Shilla , ibanya dirinya kepada Ify dan iqbal karena tak pernah dekat dengan orang tua terutama sudah tak punya Ibu. Sedangkan dirinya yang masih punya papa dan mama malah ingin jauh dari kedua orang tuanya.

 

“Kak bangunlah . . “serah Iqbal. Ia meraih tangan kanan Ify yang sangat dingin sekali. Iqbal hanya bisa mendengar suara alat detakan jantung yang mengambarkan garis-garis kurva detakan jantung Ify.

 

“Loe gak kasihan sama gue kak?”

 

“Mana omongan sombong loe bahwa loe gak akan pernah kalah ? mana Kak Ify yang songok bilang kalau dia gak akan mati “

 

“terus sekarang dihadapan gue siapa ? bukan Kak Ify kan ?? ayoolah kak Bangunlah. Pleasee . . .”Shilla merangkul tubuh kecil Iqbal. Ia tak tega melihat iqbal yang sudah hampir menangis.

 

“Nih ! gara-gara loe gue nangis. Bangun dong kak. Ayoolahh . . “air mata Iqbal sudah tak dapat ia tahan. Ia mengeluarkannya saja. Karena memang baru pertama kalinyalah dalam hidupnya melihat sang kakak tak berdaya seperti ini.

 

“Sudah ya Bal. Kita berdoa terus buat ify,. “

 

“Gue yakin Ify akan cepat sembuh .. “Iqbal melepaskan rangkulan Shilla. Tangannya segera memeluk tubuh sang kakak dengan sang erat. Tangisan iqbal semakin terdengar keras.

 

“Kak . . .gimana gue bilang ke papa . Gue harus bilang apa ?”

 

“Loe gak kasihan sama gue nanti senidrian dirumah ?? kenapa loe bisa koma kayak gini ??Kak gue mohon loe bangun. Setidaknya loe gerakin aja tangan loe sedikit. Gue mohon kak”

 

“Kak Ify . . .”Iqbal hanya membisikkanya kepada Ify dengan pelan. Bahkan Shilla pun juga tak akan dapat mendengar bisikan iqbal tersebut. Shilla hanya bisa diam tak sanggup menatap Iqbal yang menangisi Ify seperti itu.

 

“Gue harus bilang apa ke papa?jawab gue kak? Apa yang harus gue jelasin ke papa ?? apa kak??”

 

            Tangan Iqbal semakin erat mencengkram baju rawat Ify yang berarna biru muda itu. Air mata Iqbal pun merembas membasahi baju Ify. Namun sebanyaknya ia berbicara, Ify pun juga tak tersadarkan.

 

                                                            *****

 

            Sivia tersadarkan dari pingsanya. Ia segera meminta untuk diantarkan ke kamar rawat Ify. Namun Alvin melarangnya. Karena hari sudah begitu malam. Jam di rumah sakit sudah menunjukkan pukul 10 malam. Dan Sivia pingsan tadi sangatlah lama.

            Alvin tak mau membuat khawatir Mama Sivia. Sedkit lama Alvin memaksa Sivia untuk pulang sekarang juga. Toh, waktu untuk menjengk Ify sudah habis. Akhirnya hati Sivia luluh juga. Ia pun ikut dengan Alvin pulang malam ini.

 

“Fy. Cepat sembuh . .”lirih Sivia. Ia berjalan keluar rumah sakit dengan tatapan tak tega menatap rumah sakit ini.

 

                                                ******

                                    06.00 Rumah Sakit ARWANA

 

            Pagi-pagi sekali Sivia sudah berada di kamar rawat Ify. Ia hari ini memang sudah berniat tidak berangkat sekolah. Ia ingin menjaga sahabatnya tersebut. Sivia masuk kedalam kamar rawat Ify, ia awalnya menahan dirinya agar tidak menangis bahkan down.

 

“Iqbal . .”panggil Sivia saat melihat iqbal sudah bersiap dengan seragamnya. Sebelumnya semalam Iqbal diantarkan oleh Shilla untuk mengambil barang-barangnya dan juga barang-barang Ify.

 

“Kak Sivia. Kakak gak sekolah ?”tanya Iqbal heran.

 

“Enggak kok. Gue uda izin “jawab Sivia.

 

“Syukurlah. Soalnya Iqbal hampir binggung nitipin kak Ify ke siapa”

 

“Yaudah., . Iqbal berangkat dulu ya Kak. “ Iqbal berjalan menghampiri Ify terlebih dahulu.

 

“Hey kak Ify. Gue berharap saat gue pulang sekolah. Loe sudah bangun ya. Oke”ujar iqbal begitu sumringah lantas ia pergi beranjak dari rumah sakit menuju ke sekolahnya karena ia harus mempelajari presenasti yang telah dibuat salsha.

 

            Sepeninggalan Iqbal, Sivia berjalan menghampiri Ify. Ditangannya terdapat kresek besar yang entah itu semua isinya apa.

 

“ciihhh .. .”cibir Sivia pertama kali menatap wajah Ify.

 

“Gue gak suka lihat wajah loe sok manis seperti itu”lanjut Sivia.

 

“Fy . bangun dong. . please bangun  . jangan bercanda dong. Ayoolaah bangun”Sivia mengoyang-goyangkan tangan Ify.

 

“Fy ayo bangun. Gue kesini demi loe. Bolos sekolah demi loe masak loe gak mau bangun juga,”

 

“Fy bagun pleasee. . “seperti Iqbal, Sivia pun tak jauh beda. Air mata Sivia keluar sudah dari matanya. Sivia terduduk berlutut lemas. Kepalanya ia benamkan pada kasur ify, emncoba meredam tangisanya.

 

“Kenaapa loe harus koma? Sampai kapan loe koma Fy?”

 

“Siapa yang akan temenin gue di sekolah? Siapa yang akan ngebully gue lagi ? siapa yang akan hibur gue di saat gue butuh loe?”

 

“Loe sekarang ngerepotin gue tau gak? Sangat sangat ngerepotin !!”Sivia masih membenamkan kepalanya dan terus berbicara ngelantur tak jelas. Ia berharap sekali Ify bergerak ketika mendengarkannya.

 

            Layaknya Iqbal, Sivia hampir frustasi dengan Ify. Kenapa Sivia dan iqbal begitu terpukul dan langsung menangis melihat wajah Ify ?? Karena bagi mereka Ify adalah manusia terkuat di dunia. Manusia tertegar di dunia. Ify tak akan segampang itu terkalahkan bahkan terlumpuhkan. Namun saat ini didepan mata Sivia, Ia melihat seorang Ify yang lemah. Ify yang tak bisa apa-apa. Sivia tak ingin Ify yang seperti ini. Sivia ingin melihat ify yang selalu menatap dirinya dengan tatapan mengerikkan. Berbicara dengan kata-kata yang menyayat hati. Mneskipun begitu menyakitkan tapi Sivia sangat suka dengan Ify yang sepertiitu. Bukan Ify yang seperti ini Sekali lagi SIVIA tegaskan. Sivia sama sekali Tak Suka Ify Yang Seperti ini.

 

            Sivia tak mau bersedih. Ia menyemanggati dirinya agar bisa selalu tersenyum di depan Ify. Ia tak boleh lemah seperti ini.

 

“Oke. Gue gak akan nangis lagi gara-gara setan kayak loe”ujar Sivia. Ia mulai berdiri lagi.

 

“Fy . gue akan selalu semangatin loe. Dan pokoknya loe harus cepat sembuh Oke”Sivia mencoba tersenyum. Walau pun senyumnya itu  terlihat sekali jika dipaksakan.

 

“Gue bawa semua barang kesukaan loe. Gue bawa premen karet, gue bawa PSP, gue bawah buah jeruk kesukaan loe, gue bawah mmmm . pokoknya banyak deh Fy,lihat nih tas besar gue”jelas Sivia sambil menunjukkan tasnya ke arah Ify.

 

“Semangat Sivia., ify pasti bisa sembuh dan akan bangun secepatnya. Semangat Semangat”ujar Sivia menyemanggati dirinya sendiri.

 

            Sivia membereskan barang-barangnya terlebih dahulu. Setelah itu membersihkan tubuh Ify dan membantu menata baju Iqbal dan ify yang masih tergeletakkan di kursi. Dengan semangat 45 Sivia membersihkan kamar rawat Ify ini. Ia merubahnya agar senyaman mungkin untuk Ify. Dan sesekali bahkan sesering mungkin Sivia mengajak ify berbicara walau pun ia tau bahwa Ify tak akan menyahutinya Namun ia yakin bahwa Ify mendengar semua ucapannya.

 

                                                            *****

                        Berita tentang masuknya Rio ke rumah sakit langsung menjadi tobik hangatdi pagi ini. Topik dimana tertangkapnya juga Direktur Jo yang ingin menyelakai Rio. Berbagai cacian datang untuk mencemoh Direktur Jo dan berbagai kata belas kasihan dan tak tega di tujukkan kepada Rio. Namun seperti permintaan Rio sejak awal. Bahwa tidak ada yang boleh membocorkan bahwa adanya Ify disana. Rio tak ingin melinbaatkan gadis itu sekali lagi.

 

            Kita sekarang sudah berada di rumah sakit ARWANA. Dimana pengusaha muda Mario Haling sedang tidak sadarkan diri akibat dirinya di sekap oleh lawannya Direktur Jo? Bagaimanakah kondisi tuang Mario ? kita juga belum tau dikarenakan penjagaan ketatdi ruamh sakit oni yang tidak mengizinkan wartawan untuk masuk.

            Dan semuanya mari bersama-sama agar tuang Mario kita bisa sadar dan kembali ke aktifitasnya seperti yang kita inginkan. 

 

            Dan masih banyak lagi berbagai berita. Bahkan kini di depan halam Rumah Skait Arwama sudah dipenuhi oleh banyaknya para wartawa yang sedang meliput. Banyak sekali paparazi memenuhi daerah ini. Bukan hanya paparazi saha namun anak-anak muda, ibuk-ibuk yang mengatakan bahwa mereka semua mengidolakan sosok Mario dan ingin menjadi kekasih hati Mario. Mereka datang apnas-panas ke Rumah Skait Arwana hanya demi seorang mario. Pengusaha muda terbariu dan terakaya di negrti kita ini,         

 

 

                                                ****

12.00 kamar Rawat Rio

 

            Sepulang dari kuliah pagi, Alvin segera melaju ke rumah Sakit Arwana. Ia berharap bahwa Rio sudah tersadar. Alvin memasuki kamar rawat Rio dan dilihatnya Rio masih tidur dan belum membuka matanya sama sekali.

 

“Hmmm . . “Alvin sontak kaget melihat Rio yang mulai menggerakan tangannya dan bergumam pada bibirnya. Alvin segera memanggil dokter secepatnya.

 

“Ify . . “panggil Rio lagi dengan wajah tak tenang, tangan Rio semakin bergerak-gerak meskipun matanya belum terbuka semuanya .

 

 

“Yo . sadar Yo. Yo. Loe gak apa-apa kan ?”Alvin mencoba membangunkan Rio.

 

“Ify . . “panggil Rio lagi. 2 Dokter pun segera masuk ke kamar rawat Ify yang tak lain adalah dokter Andi dan dokter Tissa.

 

“Minggir bentar Vin”suruh dokter Andi. Ia segera memakai teleskopnya dan meemriksa tubuh Rio. Sedangkan dokter Tissa mengecek infuse Rio.

 

“Bagaimana dok ?”tanya dokter Tissa disela-sela dokter Andi mengecek nadi Rio.

 

“Alhamdulillah. Rio sudah tidak apa-apa”ujar Dokter Andi dan melepaskan masker oksigen pada hidung Rio. Dan disaat itu juga perlahan Rio membuka matanya .

 

“Gu   , gue , , ada dimana ?”lirih Rio pelan sekali. Semua yang ada disana tersenyum penuh kelegaan, Akhirnya Rio bangun dan sadar.

 

“Loe sedang adadi rumah sakit Yo. Syukurlah loe sudah bangun. Gue seneng banget”ujar Alvin yang begitu jelas bahagianya.

 

“Rumah Sakit ??”Rio mencoba mengingat kejadian apa yang telah menimpanya. Dengan suah payah ia mengajak otaknya untuk berfikir saat ini.

 

“IFY . ..”seketika itu yang diingat oleh Rio adalah Ify. Rio langsung membangunkan badanya menjadi duduk. Dan saat itu juga raut wajah Alvin,dokter Andi bahkan dokter Tissa berubah dengan wajah kesedohan,kecemasan dan juga tidak tega.

 

“vin . Ify dimana ? dimana dia Vin ? dimana dia ?”tanya Rio benar-benar cemas.

 

“Tenang aja Yo. Ify selamat . Dia sekarang ada di kamar rawatnya”jelas dokter Andi mencoba menenangkan Rio. Rio menghela nafasnya saat mendengar pernyataan dokter Andi.

 

“tapi yo .. “potomg Alvin. Dokter Andi memegang lengan Alvin menggelengkan kepalanya. Rio menatap Alvin dan dokter Andi dengan heran, Ia mengernyitkan keningnya.

 

“Tapi kenapa Vin ??”tanya Rio yang mulai mencium bau keanehan.

 

“Biarkan saja dok, biarkan dia tau. Toh sekarang dan nanti sama saja kan. “ujar Alvin kepada dokter Andi. Dokter Andi tak bisa mencegah lagi. Ia melepaskan tangannya dari lengan Alvin. Alvin menghadapkan wajahnya kembali ke Rio. Menyiapkan kata-kata yang cocok untuk ia beritahukan kepada Rio,

 

“Apa vin?”tanya Rio lagi yang mulai tak sabar.

 

“Tapi .. . Ify sekarang Koma yo “Bagai tersambar petir yang begitu kencang. Sama halnya dengan Iqbal dan Sivia kemarin,. Rio tak kalah soknya.

 

“Di .. di .. dia Koma ?? Koma Vin?? If . . Ify. . Koma ??”tanya Rio sekali lagi. Suaranya begitu bergetar dan seakan tubuhnya menjadi lemah sekali. Rio mencengkramkan kedua tangannya pada selimutnya.  Ia menundukkan kepalanya sangat dalam.

 

“Ini semua salah gue Vin. Salah gue “lirih Rio dengan miris. Meskipun Rio tak menangis namun Alvin dapat melihat bahwa sepupunya ini benar-benar merasa bersalah dan terpukul.

 

“Ify pasti bisa sembuh Yo. Loe tenang . fikirkan keadaan loe saat ini. Loe barus aja sembuh . loe tenang ya “

 

“Tenang Vin ? Hah ? Loe bilang apa ? tenang ?” Alvin tersontak kaget. Begitu juga dokter Andi dan dokter Tissa mendnegar suara bentakan Rio secara tiba-tiba.

 

“Dimana kamar dia ?”tanya Rio begitu tajam,

 

“Yo loe masih lemah”rahan Alvin

 

“Dimana kamar dia Vin ?”bentak Rio dengan kasar. Alvin tak bisa apa-apa jika Rio sudah keras kepala seperti ini.

 

“Dikamar VVIP nomer 5 Yo”jawab dokter Andi karena Alvin sepertinya masih Syok. Rio mulai menurunkan kakinya dari kasur. Ia sekuat tenaga mengembalikkan energinya. Walau terasa kepalanya sedikit masih pusing. Tubuhnya pun masih terasa sakit semua.

 

“Yo . Loe kembali ke kasur loe. Loe tenang dong. Ify gak apaa-apa. Gue mohon .”cegah Alvin. Ia meraih bahu Rio yang akan berjalan keluar pintu. Rio menghentikkan jalannya. Ia membalikkan badanya menghadap Alvin.

 

“gue bukan cowok bodih Vin, Gara-gara gue dia seperti itu,  dan Gue gak akan diam saja melihat Pacar gue koma kayak gitu. Ngerti !!”rio menepis kasar tangan Alvin dan melanjutkan jalannya untuk menuju kamar ify .

            Alvin masih melongo. Ia mencerna kata-kata Rio tadi. Sekali lagi ia mencoba mengingat kalimat Rio dan meyakinkan dirinya bahwa dia tidak tuli dan dalam keadaan sadar saat ini.,

 

“Pacar ?”

 

“Pacar??”

 

“hah? Pacar ??”alvin mengatakannya berkali-kali. Alvin langsung menoleh ke dokter Andi dan Dokter Tissa yang melihatnya dengan aneh.

 

“dia tadi bilang apa dok ? Pacar ??”

 

“Ify pacarnya Rio ? dia tadi mengatakan seperti itu kan dok?”tanya Alvin masih tak percaya.

 

“Rio tadi bilang apa dok ?”alvin masih saja menanyakan hal yang membuatnya begitu sangat dan sanghat tak percaya.

 

“Gue gak akan diam saja melihat pacar gue Koma seperti itu”serempak dokter Andi dan Dokter Tissa dengan wajah yang sedikit kesal karena Alvin mengulang-ulang pertanyaanya. Setelah mengatakan kalimat tersebut Dokter Andi dan Dokter Tissa berjalan keluar sambil geleng-geleng.

 

“Oh My God . Sepertinya gue harus cek jantung gue beneran. Sekali lagi gue mendapatkan kabar Syok. Gue akan langsung tewas mungkin, ya Tuhan . .”ujar Alvin dengan lebaynya.

 

“Sumpah >? Rio dan Ify pacaran?? Sejak kapan ?? sejak kapaann ??”

 

            Alvin malah menjadi orang setres di kamar rawat Rio. Ia masih Syok bahkan bisa di bilang sangat sangat Syok mendengar pernyataan Rio bahwa Ify adalah pacarnya. Dan sampai saat ini Alvin tak bisa mempercayainya.

 

                                                *****

 

            Rio berhenti didepan kamar VVIP nomer 5. Ia meghela nafasnya sejenak. Menyiapkan dirinya untuk melihat bagaimana keadaan Ify. Keadaan gadis yang baru saja 1 hari menyandang status kekasih seorang Pengusaha muda terkaya di Indonesia bahkan terkenal di seluruh Asia dan sebagian Eropa. Dan dengan menyatakkan cinta begitu memririskan.

 

CKLEEKKK

 

            Rio memasuki kamar rawat Ify. Dan dapat diciumnya bau obat-obatan dan perlatan medis yang menyengat hidungnya. Rio memusatkan matanya kepada seorang gadis yang tertidur tenang di atas kasurnya.  Rio menutup kembali kamar rawat Ify terlebih dahulu.

 

            Setelah itu Rio melangkahkan kakinya langkah  demi langkah berjalan mendekati Kasur Ify. Tak dialihkan sedikitpun mata Ify dari sosok gadis itu.

 

            Kamar rawat Ify kosong. Tak ada siapapun. Karena Sivia memilih untuk makan siang dulu di kantin. Sejak pagi dirinya belum makan sama sekali.

 

            Rio sudah berada di samping kasur Ify. Ia hanya diam dan diam. Tak tau harus berbuat apa. Perlahan tangan Rio menyentuh rambut Ify. Dibelainya dengan lembut rambut tersebut.

 

“Maaf , , “kata itulah yang terlontar pertama kali dari bibir Rio.

 

“Maaf harus membuatmu seperti ini”lanjut Rio . ia mengigit bibir bagian bawahnya, menahan agar tubuhnya tidak bergetar.

 

            Wajah Ify begitu tenang sekali. Wajahnya sepeerti bayi yang pertama kali baru lahir begitu putih , cantik dan juga sanagt pucat tentunya. Perlahan tangan Rio turun menyentuh pipi Ify. Di belainya pipi tersebut. Pipi yang masih ada luka bekas lembam tamparan dari para penjahat-penjahat itu.

 

“Pasti ini rasanya perih ya ?” Rio terus mencoba berbicara dengan Ify. Membelai lembut pipi Ify. Dirasakannya begitu halus pipi gadis ini. Rio menarik kursi yang ada di belakangnya. Ia pun medudukan tubuhnya disana dan menyamakan tubuhnya agar tidak jauh dari tubuh Ify.

 

“Hey. ., bangun . “panggil Rio dengan begitu lembut. Ia meraih tangan kanan Ify. Dan menggam tangan tersebut. Di samping rio terdengar jelas suara alat detakan jantung Ify yang selalu membawahan di ruangan ini.

 

“Kenapa harus loe Fy yang koma ? seharus gue yang terbaring disini. Bukan loe . .”

 

“Maaf beribu maaf. Gara-gara gue loe harus kayak gini. Maaf . . “Rio mencium hangat punggung tangan kanan Ify. Di kecupnya begitu lama tangan tersebut. Bersamaan dengan itu tubuh Rio mulai bergetar. Benteng pertahanan air matanya hancur sudah. Dan untuk pertama kalinyalah dia menangis setelah sekian lama dia tak menangis Menangis karena ify. Sama halnya seperti Iqbal dan Sivia.

 

“Gue mohon bangun ya , Bangun sekarang. “

 

“Fy . loe ingat kan . sekarang kita adalah sepasang kekasih. Gue pacar loe sekarang. Dan gue gak mau pacar gue ini diam seperti patung seperti ini “Rio mencoba tidak menangis lagi. Ia menahannya dan sangat menahannya.

 

“Gue ingin lihat Ify yang selalu ngebentak gue. Gue ingin lihat Ify yang menatap gue dengan tatapan membunuh. Gue ingin ngerasain lembparan dari sepatu loe lagi. Dan gue minta loe bangun sekarang”

 

            Hahahaha. Semuanya harus tertawa dengan sekeras mungkin. Tertawa begitu miris.  Tidak Iqbal ? Tidak Sivia? Dan sekarang Rio. Dibuat Frustasi oleh sosok Ify. Sosok Ify yang selalu membawa hawa mengerikkan dimana pun , selalu di takuti oleh siapapun dan kini menjadi sosok gadis yang tak berdaya. Gadis yang seperti mayat hidup tergeletak lemah di rumah sakit dengan semua peralatan mencekamkan ini.

 

            Rio sadar bahwa semua ini salahnya. Yah , salahnya. Ify menjadi koma seperti ini karenanya. Rio menundukkan kepalanya masih memegang tangan Ify . Rio mengingat bagaimana saat terakhir dirinya menyatakkan cintanya kepada Ify. Saat dilihatnya pertama kali senyum Ify yang begitu tulus kepadanya. Rio mengingat semuanya.

 

            Air mata Rio menetese demi tetese begitu cepat. Air matanya membasahi selimut kasur Ify. Rio tak peduli dengan semua itu. Yang hanya ia pedulikkan adalah Ify bisa sadar saat ini juga.

 

“Aku mohon bangunlah saat ini. Aku mohon Fy “lirih Rio sambil terisak dengan tak tertahankan.

 

“Dasar gadis bodoh. Loe memang gadis bodoh yang selalu menyusahkan gue. Loe gadis yang selalu ada disaat nyawa gue dalam berbahaya. Loe gadis bodoh yang rela mati demi gue dan loe gadis bodoh yang berhasil merebut hati gue, dan kenapa gue bisa jatuh cinta kepada gadis bodoh seperti loe. . kenapa . . .? kenapa loe harus relain nyawa loe Fy. Kenapa loe cegah peluru itu mengarah ke gue. Kenapa ?”’

 

“Maaf. Maaf menyusahkan kamu. Maaf . maaf maaf maaf dan maaf . . Maafkan Aku .. Maaf . .“Rio mendongakkan kepalanya menatap Ify. Percuma saja Ify masih juga belum membukakan matanya. Frustasi dan sangat frustasi itulah yang Rio rasakan. Bukan hanya itu saja. Rio merasa sangat bersalah sekali.

 

“Sayang . . “lirih Rio pelan. Tak pernah ia fikirkan bahwa dirinya mengatakkan kata panggilan yang sama sekali dalam hidupnya tdak pernah memanggil siapapun dengan panggilan seperti itu. Dan baru pertama kalilah seorang Rio menyebutkan “Kata” itu.

 

“Sayang . bangun yah . . “ujar Rio sekali lagi dengan penuh ketulusan. Perlahan Rio berdiri dari tempat duduknya. Tangannya  asku tak lepas dari menggegam tangan Ify. Rio mengecup kening Ify dengan begitu lembut. Lama sekali Rio mengecup kening Ify, Air matanya pun masih tak terhenti. Ia biarkan saja air matanya menetes pada dahi Ify.

 

            Ify yang sama sekali tak bisa bergerak, Ify yang sama sekali tak bisa merasakan apapun. Namun fikiranya bahkan hatinya masih bekerja. Ia dapat mendengar semuanya, mendengar semua orang yang menangisi dirinya. Ia dapat mendengar semua perkataan Rio. Mesikipun tak dapat merasakan apapun.

 

            Tapi, , sentuhan hangat kecupan Rio pada keningnya dapat ia rasakan. Ingin sekali ia berontak untuk bangun. Ify ingin bangun saat ini juga. Tapi tak pernah bisa. Tubuhnya melawan jiwanya untuk bangun saat ini.

 

“I love you  . . “bisik Rio pelan di telinga Ify. Rio melirik ke arah Ify. Ia kaget melihat mata Ify yang berlinangkan air mata. Rio tersenyum dan segera menyeka air matanya. Ia tersenyum karena ia yakin bahwa Ify dapat mendengar semua ucapannya. Ia yakin itu.

 

            Rio menyeka dengan lembut air mata yang turun begitu saja di mata Ify yang masih terpejamkan. Rio pun membenahkan selimut Ify.

 

“Gue janji fy sama loe. Gue akan selalu jagain loe sampai loe bangun. Gue gak akan selalu ada disamping loe. Gue akan realain semuanya agar loe sembuh. Gue janji itu sama loe”sumpah Rio kepada Ify. Benar saja. Rio saat ini sudah benar-benar sangat mencintai gadis didepannya ini. Entrah sejak kapan cinta itu mulai tumbuh. Rio pun sama sekali tak pernah menyadari hal itu. Yang ia tau , Bahwa hatinya begitu mencintai Ify. Ia tak kau kehilangan gadis ini. Ia tak ingin siapapun menyakiti gadis ini.

 

“I love you too . .”batin Ify berbicara, dan berharap Rio bisa mendengarnya. Ify meneteskan air matanya karena ia ignin bangun. Ia ingin memeluk Rio saat ini juga. Ia takut sendirian seperti itu. Ia ingin bangun. Dan segera bangun saat ini. Namun tidak bisa. Ify masih saja belum sadar.

 

                                                            ******

 

                        Sivia baru saja makan dari kantin. Ia tersenyum dengan riang untuk kembali ke kamar rawat Ify. Ia membawakan banyak premen karet di kresek yang dibawahnya. Sivia sudah sampai di depan kamar Ify dan berniat membuka pintu kamar tersebut.

 

“Hey. ., bangun . “Sivia mengurungkan diri untuk membuka pintu tersebut. Ia hanya membukanya sedikit agar dapat melihat siapa yang ada didalam.

 

“Kak Rio . “pekik Sivia. Ia pun memilih untuk diam saja disana, dan membiarkan Rio untuk berbicara dengan Rio. Sivia betrharap dengan Rio ada disaan ify bisa tersadarkan.

 

“Kenapa harus loe Fy yang koma ? seharus gue yang terbaring disini. Bukan loe . .”

 

“Dasar gadis bodoh. Loe memang gadis bodoh yang selalu menyusahkan gue. Loe gadis yang selalu ada disaat nyawa gue dalam berbahaya. Loe gadis bodoh yang rela mati demi gue dan loe gadis bodoh yang berhasil merebut hati gue, dan kenapa gue bisa jatuh cinta kepada gadis bodoh seperti loe. . kenapa . . .? kenapa loe harus relain nyawa loe Fy. Kenapa loe cegah peluru itu mengarah ke gue. Kenapa ?”’Sivia tersentak. Ia tak menyangka bahwa Rio mencintai Ify .

 

“kak Rio cinta ke Ify ? kak Rio ?”lirih Sivia tak percaya dengan pendengarannya itu.

 

“Maaf beribu maaf. Gara-gara gue loe harus kayak gini. Maaf . .maafkan aku maaf . “Sivia menahan agar dirinya tidak dapat menangis. Ia mengintip bagaimana Rio emngecup lembut tangan ify.

 

“Fy . ayoo bangun  . “lirih Sivia pelan sekali menyemanggati sahabatnya tersebut.

 

“Gue mohon bangun ya , Bangun sekarang. “

 

 

“Fy . loe ingat kan . sekarang kita adalah sepasang kekasih. Gue pacar loe sekarang. Dan gue gak mau pacar gue ini diam seperti patung seperti ini “

 

“Hah? Sepasang kekasih ? pacar?? Mereka . mereka berdua pacarann ?”Untung kedua kalinya Sivia dibuat tersentak terkejut dan semuanyalah. Dan sama seperti Alvin. Sivia langsung menganga tak percaya. Ia benar-benar tak dapat percaya ini. Sekali lagi ini semua adalah kebesaran tuhan ke 9. Tanpa ia harus susah-susah dengan rencannya mencomblangkan ify dan rio, saat ini Rio mengatakan seniri bahwa mereka berdua sudah pacaran.

 

“kapan mereka pacaran ? kok bisa ??”Sivia melupakan dulu rasa penasarannya tersebut. Ia fokus kembali dengan kedua orang yang berada di dalam tersebut.

 

“Gue ingin lihat Ify yang selalu ngebentak gue. Gue ingin lihat Ify yang menatap gue dengan tatapan membunuh. Gue ingin ngerasain lembparan dari sepatu loe lagi. Dan gue minta loe bangun sekarang”

 

“Gue juga kengan sama loe yang seperti itu Fy”Sivia membenarkan kata-kata Rio. Ia menundukkan kepalanya dengan lemas.

            Sivia mengintip kembali. Ia kaget melihat tubuh Rio bergetar dan lama kelamaan ia mendengar suara isakan Rio.

 

“Kak Rio menangis ?”kaget Sivia meskipun tak sekaget mendengar bahwa Rio dan ify pacaran. Namun ia tak menyangka Rio bisa menangis seperti itu.

 

“Aku mohon bangunlah saat ini. Aku mohon Fy “

 

“Maaf. Maaf menyusahkan kamu. Maaf . maaf maaf maaf dan maaf . . “sama dengan Rio. Sivia tak bisa menahan air matanya. Bukan karena memang dirinya cenggeng. Namun saat ini ia sama sekali tak tahan melihat Ify seperti mayat hidup seperti itu. Sejak awal SMP dia kenal dengan ify dan sejak saat itu ia selalu mengangumi bagaimana keberanian Ify. Bagaimana rasa tak menyerahnya gadis tersebut. Dan sekarang .  .  

 

“Sayang . . “

 

“Sayang . bangun yah . . “Sivia langsung terduduk mendengar kata-kata Rio yang bagi siapapun mendengarnya etrdengar begitu memiriskan. Sivia terduduk didepan pintu sambil terisak-isak. Sivia melepaskan kantong kresek yang dibawahnya Ia gunakan tangannya untuk membekap mulutnya agar isakanya tak terdengar dari dalam.

 

            Alvin yang ingin menyusul Rio langsung terkejut melihat Sivia menangis di depan kamar rawat Ify. Secepat mungkin Alvin berlari dan mendekati Sivia.

 

“Vi ?? vi loe kenaoa ? loe kenaopa??”tanya Alvin panik .Ia segera ikut duduk disamping Sivia. Namun Sivia hanya mengelengg dengan keras, tangannya menutup mulut Alvin untuk tidak berbicara. Alvin mengangguk saja meskipun di otaknya berbagai pertanyaan sudah ingin ia ketahui jawabanya.

 

 

“Gue janji fy sama loe. Gue akan selalu jagain loe sampai loe bangun. Gue gak akan selalu ada disamping loe. Gue akan realain semuanya agar loe sembuh. Gue janji itu sama loe” Alvin mengerti sekarang kenapa Sivia menangis seperti itu. Pasti kekasihnya ini tak tega melihat sahabatnya seoerti itu. Alvin langsung mendekap Sivia kedalam pelukannya. Disandarkan kepala Sivia di dadanya . Ia membelai lembut rambut panjang Sivia. Berharap pacarnya ini sedikit tenang. Lama kelamaan isakan Sivia sudah sedikit meredah. Alvin mencoba membangunkan Sivia.

 

“Lebih baik kamu pulang dulu aja yah “

 

“Biarkan Rio disini. Dia yang akan menjaga Ify”ujar Alvin

 

“tapi . .. “

 

“Loe pasti capek Vi. Dari tadi pagi loe udah nunggu Ify. Dan sekarang biar giliran Rio yang menjaga nya. Loe percaya sama Rio kan”

 

“Iya kak”serah Sivia. Ia pun mengikuti alvin yang menuntunnya untuk mengantarnya pulang. Untung saja saat kesini dirinya tidak membawa tas apapun melainkan hanya membwa sekresek barang-barang untuk Ify.

 

                                                            ******

                                                13.00 SMP ARWANA

 

            Iqbal dan salsha selesai mempresentasikan hasil progrma kerjanya sebagai Queen dan king MOS di SMP ARWANA, semua guru dan kakak kelas bahkan teman-teman baru Iqbal dan juga Salsha bertepuk tangan dengan begitu terkesima. Bahkan para guru mengakui bagaimana sangat menariknya presentasi yang telah dijelaskan oleh keduanya.

 

“Hasil buatan loe memang bagus”bisik Iqbal kepada salsha ditengah riyuhnya tepuk tangan banyak orang didepannya.

 

“Dan bagaimana presenasi loe tadi sangat keren”balas salsha tak mau kalah. Mereka berdua tersenyum penuh bahagia dan puas akan presentasi mereka,

 

            Setelah acara presentasi tersebut. Semua anak diperbolehkan pulang. Dan besok adalah hari terakhir mereka untuk MOS. Iqbal berjalan menuju ke luar gerbang sekolah setelah mengambil tasnya dikelas.

 

“Iqbal . .”panggil salsha dan mendekati iqbal. Iqbal menoleh ke belakang dan dilihatnya salsha berlari ke arahnya.

 

“Kenapa ?”

 

“Ini buat kakak loe”ujar Salsha memberikan kresek kardus bersa. Iqbal menengok kedalam isinya,.

 

 

“Selimut ??”ujar iqbal binggung. Salsha mengangguk dengan mantab.

 

“yah selimut . ini selmut kesayangan gue. Saat gue sakit gue selalu pakai selimut ini dan keesokannya gue bisa sembuh dengan cepat. Dan gue harap selimut ini dipakai kakak loe dan dia bisa cepat sembuh kayak gue”jelas salsha. Iqbal sgeera menerima pemberian salsha tersebut,

 

“makasih ya “ujar iqbal dengan wajah yang sulit digambarkan.

 

“Gue balik dulu ya. Hati-hati. Dan salam buat kakak loe gue beroa cepat sadar “

 

“Iya. Sekali lagi makasih “salsha mengangguk dengan mantab setelah itu ia segera meninggalkan Iqbal yang melanjutkan jalannya. Dimana iqbal ingin pergi ke rumah sakit Arwana saat ini juga. Ia ingin melihat kondisi kakaknya.

 

                                                *****

 

            Rio sudah mengurus semua administrasi biaya dirinya dan juga semua biaya Ify disini. Bahkan Rio mengajukkan surat untuk menjadi dokter pribadi merawat Ify disini. Dan dengan senang hati Dokter Andi langung menerima ajuan Rio tersebut. Karena selama ini dokter Andi ingin sekali Rio bekerja di rumah sakit ini meskipun Rio belum selesai dnegan kuliahnya. Tapi tak pernah ada yang meragukan dengan kepintaran pria ini.

 

            Rio sebenarnya pun ingin, namun kesibukannya dan lebih memenitngkan dengan kantornya itulah yang menyebabkan ia selalu menolak dulu tawaran tersebut. Dan kali ini tidak ada kata menolak lagi. Ia sudah beranji kepada diritnya sendiri akan terus mearawat Ify.

 

“Berapa bulan perkiraanmu ?”tanya dokter Andi mencoba mengajak Rio mengobrol.

 

“entahlah. Keadaanya tak dapat ditebak. Ia begitu lemah sekali”lirih Rio dengan lemas.

 

“tenanglah Ri. Semeua akan baik-baik saja. Ify adalah gadis yang sangat kuat. Dan aku yakin dia bisa melewati semuanya “

 

“Smeoga perkataan dokter Andi benar adanya “

 

“Tak kusangka kamu sekarang begitu terkenal  Rio”ujar Dokter Andi sangat bangga.

 

“maskud dokter ?”

 

“Lihat saja di depan rumh sakit. Para fansmu dan wartawan menunggu,mu disana hahaha”twa dokter Andi. Rio menghela nafas. Sudah dapat ia tebak  bahwa akan ada berbagai media yang meliput kejadiaan ini. Untung saja ia sudah memberitahukan Alvin untuk tidak membocorkan adanya Ify juga disana.

 

 

            Bermsambung . . . ..

 

            Part 29 sudah selesai. Tinggal part 30 nya aja nih. YukYuk tungguin saja yaa😀 penasaran ? penasaran ?? terus Baca aja yaa😀 jangan lupa Like dan Comment selalu ditunggu yaa😀 makasih

 

            Guys seenaknya kalau gak bisa Ngelike atau pun comment seenaknya menunjukkan diri di Twitter . menyatakkan bahwa kalian pembaca DELOV. Tidak terus-terusan sebagai pembaca gelap yah yah. Ini nama twitterku @luckvy_s  . Follow yuk😀 disana kalian juga bisa tanya-tanya atau dapat kabar kapan DELOV POST. Jangan malu-malu untuk mention😀. Gak pernah adanya SKSD asal kalian mention dengan sopan saya pun akan sopan juga. Dan saya ucapkan sekali lagi makasih sudah membaca😀 FIGHTING !!!  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s