DEVIL ENLOVQER – 3 ~ Two Love and Two fire ~

Langsung lanjut aja ya ke part 3 dan semoga banyak yang sukaaa😀 amin amin😀. Ayooo dibaca yaa semuanyaaa😀. Dan bantuanya buat prmosiin yaa:D biar banyak yang baca😀 terimah kasih😀. Jangan lupa Like dan Commentnya yaa😀 .

“ @luckvy_s  ~ LULUK_HF~ “

 

DEVIL ENLOVQER – 3

~ Two Love and Two fire ~

 

          Ify merasa sangat bosan karena sendirian dirumah. Pembantunya memang sedang pulang kampung sedari kemarin lusa. Dan hanya ada tukang kebun dirumahnya yang entah sekarang sedang ada dimana . Akhirnya Ify pun memelih mengambil Ipadnya. Ia menyalan Webcamenya . dan mencoba menghubungi seseorang.

“ PAPA . . . . “teriak ify saat bisa melihat sesosok pria yang terlihat sedikit tua. Mungkin umurnya sekitar 45 tahun.

“ Tumben sekali kamu menelfon papa kamu ini? Aku kira kamu sudah lupa”sindir sang papa. Ify tersenyum dengan sinisnya.

“ Bersyukurlah aku masih menelfonmu”tukasnya lantas membuat Papa Ify tertawa dengan renyah. Buah tidak jatuh dari kulitnya. Bukannya begitu ? dan sifat setan ify ini adalah warisan dari sang ayah. Maka jangan heran jika anak dan ayah sudah berbincang. Pasti akan membuat siapa saja yang mendengarnya syok.

“ Bagaimana kabar  papa?”tanya Ify. Raut wajahnya menampakkan bahwa dirinya merindukan papanya ini. Sangat rindu sekali. Sudah hampir 1 tahun ia tak bertemu papanya langsung.

“ Baik. Kamu sendiri?”

“ Baik juga. Kapan pulang ?”

“Perbaiki dulu sikapmu baru papa mau pulang “

“ Yaahh. Apa yang salah dengan sikapku? Aku baik-baik saja”

“ baik-baik saja ?”papa ify menyiniskan nada suaranya.

“Baiklah aku tau. Pasti guru-guru sekolah memberitahumu kan.  Aissh.. . lihat saja besok . .. “

“ Lihat saja besok apa? Hah?”

“ Aku akan melakban mulut mereka satu-satu Papa. Mereka semua seperti ember”

“ Bukan mereka yang seperti ember. Tapi kelaukanmu seperti preman”

“Aku seorang gadis bukan preman”tukas Ify dengan wajah yang diimutkan.

“ Cihh. Berhentilah berwajah seperti itu alyssa, Papamu ini sudah capek emndapatkan telfon dari BK berulang kali”

“ Kalau capek tidak usah diangkat”

“ Inginya seperti itu. Tapi aku masih normal tidak sepertimu”

“ Yaaahh!! Papa jahat sekali !!”

“Mau jadi apa kamu dengan kelakuan seperti itu? Sudah berapa banyak korbanmu ?”

“Aku malas di ceramahi. Lebih baik aku tutup saja “

“Satu lagi Papa . . “Ify menatap papanya dengan begitu sinisnya .

“ tidak akan ada setan yang tobat. “

Cleekkkk

Ify tersenyum puas. Pasti papanya sekarang sedang mencaci caci dirinya. Dan sebentar lagi diponselnya akan ada satu pesan dari papanya. Benar saja , tak perlu menunggu 5 menit. Pesan itu telah berada di ponselnya . Ify pu segera membacanya .

From : dady

Aku tak akan membiarkan setan itu bangkit lagi dari neraka

 

Ify tertawa puas menatap pesan dari papanya ia segera membalasnya tak kalah piciknya

To:dady

Sorry setannya sudah tidak ada di nereka :p

 

Ify kembali ke kasurnya dan merebahkan badanya. Dan perlahan matanya mulai terpejam dengan sendirinya. Padahal jam dindingnya masih menunjukkan pukul 5 sore. Tapi buat Ify jam berapapun yang penting dia bisa tidur nyenyak . Dan besok adalah hari minggu. Semoga ia bisa melewati semua hari dengan kesenangan tersendirinya. Terpejam. . terpejam dan akhirnya gadis berwajah tirus ini dapat terlelap begitu nyenyak. Meskipun postur badanya sangat kecil namun didalamnyaterdapat banyak kekuatan dan suatu ketegaran yang sangat kuat. Siapapun tak akan bisa menerobos pagar ketegaran gadis ini.

*****

~perumahan Alam Raya~

“Eh ,  . . .”kaget Sivia.  Alvin tiba-tiba membopongnya. Wajah Sivia terasa memerah. Belum pernah ia diperlakukan oleh cowok mana pun seperti ini. Dengan sekuat tenaga Alvin membopong Sivia. Ia melirik sebentar menatap Sivia. Alvin tersenyeum pelan melihat Sivia yang menunduk sepertinya malu dengan apa yang dilakukannya . Alvin terus berjalan dan sampai didepan pintu rumah Sivia.

“ Boleh gue masuk?”tanya Alvin. Sivia mengangkat kepalanya. Sivia pun membantu Alvin membuka pintu rumahnya dengan posisi masih di bopong oleh Alvin. Mereka pun masuk kedalam.

“Maaf merepotkan”ujar Sivia tak enak. Alvin menaruhnya di kursi ruang tamu.

“Gue yang salah. Seharusnya gue yang minta maaf”ujar Alvin masih merasa bersalah. Sivia menggelengkan kepalanya.

“ Kamu gak salah kok. Aku yang salah hehehe. Aku gak hati-hati bersepedaanya”cengir Sivia. Ia menunduk kembali. Karena binggung tak ada yang mereka bicarakan lagi. Alvin pun masih berdiri didepan Sivia tak tau apa yang harus ia lakukan.

“ Apa kamu punya obat?”tanya Alvin memecah keheningan

“ Buat?”

“Aku bersihkan lukamu”ujar Alvin . ia mengedarkan pandaganya. Dan menemukan kotak P3k tak jauh dari ruang tamu. Belum Sivia memberitahukan dimana letak kotak P3K. Alvin duluan  yang menemukannyalantas mengambilnya. Kemudian kembali ke hadapan Sivia.

“Hati-hati . .”ujar Sivia yang meraskan lututnya perih kembali. Alvin mengangguk lantas berlutut di depan Sivia agar bisa membersihkan luka lutut gadis ini.

“ Aww. . . “erang Sivia pelan. Alvin membersihkan dengan hati-hati menggunakan yodium. Setelah itu ia membalutkan beberap kasa.

“ Sudah . .”ujar Alvin. Ia mendongakkan kepalanya melihat gadis didepannya ini yang masih memejamkan matanya. Sepertinya Sivia menahan sakitnya.

“ Masih sakit ?”tanya Alvin lagi. Kali ini ia meraih pergelangan kaki kanan Sivia.

“ AARGGHHSS . . “teriak Sivia benar-benar kesakitan. Alvin memijat pelan pergelangan yang lembab itu. Sivia mencengkram tanganya ke lengan Alvin.

“ Tahan ya . . “pinta Alvin. Tak tega juga ia melihat wajah kesakitan gadis ini. Meskipun sedang kesakkitan seperti ini wajah manis Sivia sama sekali tak pudar. Alvin tersenyum sendiri melihat sekilas wajah Sivia.

“ Sakit. . .”air mata Sivia turun begitu saja. Alvin pun akhirnya melepaskan pijatannya. Ia tak meneruskannya karena tak tega melihat Sivia yang sudah menangis.

“ Besok gue anterin ke dokter aja”ujar Alvin. Ia melihat lagi luka Sivia.

“ sepertinya 3 hari ini kamu belum bisa jalan”ujar Alvin mendiaknosa layaknya seorang dokter. Dan memang Alvin sekarang adalah seorang mahasiswa jurusan kedokteran bersama dengan Rio. Walau pun Rio lebih senior darinya.

“Yaahhh. . aku masih ada ujian. Bagaimana ini?”binggung Sivia. Alvin yang semakin merasa bersalah akhirnya ia medapatkan ide dan semoga Sivia menyetujuinya.

“ Gini aja. Karena gue yang sudah buat loe kayak gini. Besok gue akan anterin loe ke dokter. Dan gue akan anterin loe ke sekolah dan jemput loe ke sekolah. Dan juga nganterin loe check-up ke dokter sampai kaki loe sembuh. Gimana?”

“ HAH??”sivia hanya dapat melongo mendengar pengakuan Alvin.

*****

~Rio’s House~

            Alvin memarkirkan motornya kedalam halaman rumah Rio. Wajahnya tak henti-hentinya untuk mengembangkan senyumnya. Rio sudah menunggunya didepan teras. Dan saat kedatangan Alvin Rio langsung menatap kedia tangan Alvin.

“ sejak kapan rumah gue sampai ke swalayan depan jaraknya seperti Jakarta ke Bali? Hha?”bentak Rio. Jam tangannya telah menunjukkan pukul 19.00. Alvin masih tak menanggapi perkataan Rio. Ia masih tersenyum-senyum sendiri dan berjalan mendekati sahabatnya itu.

“ Gue habis ketemu bidadari cantik yo. Manis banget”ujar Alvin menepuk bahu Rio. Hayalannya membayangkan wajah manis Sivia.

“Mau bidadari kek. Mau apa kek. Mana minumanya ??”seketika itu lamunan Alvin langsung terbuyarkan. Ia menatap Rio dengan cengiran. Ia baru sadar bahwa tujuannya adalah membeli minuman di swalayan depan.

“ Gue lupa yo. Hehehehe”

“ APA?LOE MAU GUE BUNUH DISINI?HAH?”seketika itu Alvin segera mengambil tasnya beserta kunci mobilnya dan lagsung berlari dari rumah rio.

“ KODOK SIPIT !! KEMBALI LOEEEE”teriak Rio emosi. Untung saja Alvin sudah masuk kedalam mobilnya dan segera menjalankannya. Kali ini ia sangat beruntung bisa selamat dari terkaman Setan Gila satu itu.

“Aisshh . . . “Rio memilih kembali masuk kedalam rumahnya. Toh, mamanyanya sendiri sudah membelikan minuman untuknya.

*****

Lantunan Lagu Super junir No other mengalun dari playlist ipod gadis ini. Bibirnya tak henti-hentinya menyingingkan senyumnya. Mengingat kejadian tadi sore begitu sangat mengesankan baginya. Dan membuat jantungnya masih berdecak kencang sampai saat ini.

“ Ahh. . Gue kok jadi gini sih “ujar gadis tersebut yang tak lain adalah Sivia. Ia menyentuh kedua pipinya.

“Apa gue gak mimpi? Ketemu pangeran tampan seperti itu. Arrrghhsss”histeris Sivia sendiri.

“ Siapa tadi namanya? Ya ampun. Bahkan gue sampai lupa menanyakan namanya. Aisshhh. .. “

“ Tapi tidak apa-apa. Toh besok dia bakal datang kesini lagi”ujar Sivia penuh semangat. Sivia melirik ponselnya yang beradatak jauh dari tempat duduknya. Ia meraihnya dan mencari kontak yang akan ia telfon saat ini. Sivia memencet tombol hijau dan mengaktifkan speaker ponselnya. Cukup lama pemilih ponsel tersebut tak kunjung mengangkat panggilan dari Sivia.

“ Pasti setan ini sedang tidur. Sudahlah . .Gue cerita besok saja”ujar Sivia sangat senang. Ia pun memelih meneruskan khayalannya yang terus kemana-mana.

Di sini Sivia tinggal sendirian. Kedua orang tuanya sedang ada bisnis diluar negri. Dan sudah menjadi hal umum Sivia selalu sendiri dirumah. Bahkan Sivia sendiri menduga bahwa orang tuanya sudah lupa kalau masih punya anak di indonesia. Namun Sivia selalu menjalani dengan santai. Ia mengikuti jejak sahabatnya Ify. Yang selalu menjalani hidup dengan tanpa beban.

*****

~08.00 Ify’s House~

“ BANGUUUNNNNNN BANGGGUUUUUNN WOOOOOYYYYYY”mungkin hampir putus pita suara Iqbal untuk membangunkan kakanya satu ini.

“ Kak bangun loe”suruh Iqbal yang akhirnya menyerah juga. Ia terduduk lemas di samping badan kakanya yang masih tidur nyenyak di atas kasur. Semua jurus sudah Iqbal keluarkan agar kakaknya bangun. Iqbal membangunkan kakanya karena ia sudah sangat lapar. Dan pembantunya belum kembali sampai saat ini. Meskipun ia sangat tahu bahwa kakaknya tak bisa masak tapi setidaknya kakakmya bisa membuat mie untuknya.

“ Loe makan roti aja”suruh ify seenaknya. Iqbal mendengus kesal.

“ Rotinya habis kak. Loe baangun kek”Ify menutup wajahnya dengan bantal., tak menangapi adiknya itu.

“ DEMI APAPUN GUE NYESEL PU NYA KAKAK KAYAK LOE”teriak Iqbal sebal. Ia pun beranjak keluar dari kamar Ify. Namun saat matanya menemukan sesuatu yang menarik sebuah ide berlian ia dapatkan.

“Jangans alahin gue kalau perman karet loe gue bakar”Iqbal langsung mengambil kantong kresek di meja belajar Ify dan segera berlari dari kamar ify. Setelah mendengar perkataan Iqbal tersebut Ify terasa di setrum listrik yang sangat kuat. Ia langsung terbangun.

“ Premen karet gueeeee”teriak Ify. Ia segera turun dari kasur dan mengejar adiknya.

“ Iqbaaalllllll kembaliin . . . “Iqbal terus berlari dan menuju ke pintu rumah. Sedangkan Ify masih mencoba mengejar adiknya tersebut.

“Kejar gue kalau bisa. Weeee”Iqbal semakin menjadi. Dan kali ini kesabaran ify sudah sangat habis. Ia menggebrak pintunya dengan kasar. Ia dapat melihat saat ini Iqbal berada di depan rumah sambil membuang premen karetnya satu persatu di luar.

“Habis loe setan kecil . . “desis Ify. Dengan cepat ia berlari dan dengan cepat itu juga Iqbal sudah berada dalam genggamannya.

“ Ampuuunn. Kakk. Iyaa ampuuunn. Gue ganti deh kak. Iyaaa ampuuunnnn”berontak Iqbal. Ify mengunci kedua tangannya yang ia tarik ke belakang.

“ Hah? AMPUN ? loe tau loe sekarang sedang banguni siapa? Hah?”

“ Iya tau. Gue sedang banguni Lampir Gilaaaa”

“ APA?? Coba katakan sekali lagi?hah??”tarikan Ify semakin kencang dan membuat Iqbal benar-benar kesakitan.

“ Ampuunn kak. Iya ampuuunn. Lepasin dong. Janji deh bakal ganti tuh premen karet loe. Dua kali lipatnya”janji Iqbal. Mendengar penawaran yang menggiurkan tersebut. Ify melepaskan Iqbal. Kini ia menatap rumah didepannnya.

“Ada orang pindahan ya?”tanya Ify kepada adiknya. Namun iqbal masih sibuk merenggangkan otot tangannya yang amsih sakit.

“ Bal.  . “panggil Ify sekali lagi.Ia melihat banyak orang memasukkan barang-barang ke rumah tersebut.

“ Iya. Tuh tadi pemeilik rumahnya ngasih kue ke kita.”Ify mendesis kasar dan menatap adiknya dengan tatapan membunuh.

“ terus kenapa kuenya gak loe makan? Hah? “bentak Ify dan melayangkan jitakannya kepada adiknya satu ini.

“ gue gak suka kue”

“ Bilang aja loe mau ngerjain gue !!”

“ Tuh loe sudah tau”

“ Settt. . . . . . “

“ Heeiiii Gadis Bodoh . . “teriak Ify terpotong karena suara dari seseorang yang sepertinya mengarah kedirinya. Begitu juga dengan iqbal ikut menoleh ke arah sumber suara.

“ LOE . . . .”pekik Ify melihat cowok tersebut yang tak lain adalah Rio.  Disebrang sana Rio tersenyum picik dan menatap remeh ke arah Ify.

“ Ngapain loe disini ?”bentak Ify taka da lembut-lembutnya.

“ Mau bunuh loe”

“Bermimpilah cowok Bodoh. Sebelum loe bunuh gue liang lahat loe sudah terbuka terlebih dahulu”

“Kak dia tetangga baru kita. Dia yang tadi ngasih kue ke kita”bisik Iqbal yang tak enak sendiri ke Rio. Ify membelakkan matanya.

“ Ambil kuenya. “suruh Ify. Iqbal mengernyitkan keningnya menatap sang kakak binggung. Ify menatap balik adiknya dengan tatapan tajam seolah-olah menagtaakn ~ambil? Atau loe mati sekarang~. Tanpa menunggu ba bi bu lagi Iqbal berlari kedalam rumah dan mengambil sekotak kue yang baru diberikan oleh Rio.

“ Ini kak”ujar Iqbal menyerahkan kotak tersebut.  Ify mengambil ancang-ancang terlebih dahulu .

“ YAAAAAAHHHH”dengan sekuatu tenaga Ify melemparkan sekotak kue itu ke arah cowok tersebut. Dan tepat pada sasaran kue itu mendarat mulus di wajah Rio.

“ YAAAHHHHHH CEWEEKKKK GILAAAA !!! “teriak Rio melihat wajahnya sudah berlumuran kue. Bahkan semua bajunya terlumuri krim-krim.

“ Cissh, . .”Ify berdecak sinis. Puas dengan hasil yang ia lakukan. Iqbal hanya bisa menelan ludah dalam-dalam. Ia yakin akan ada perang dunia ke 8 setelah ini.

“ Apa loe gak pernah diajarkan sopan santun . Hah?”Rio masih emosi kepada Ify. Mereka hanya berteriak-teriak dengan jarak yang lumayan dekat. Rio didepan rumahnya dan Ify didepan rumahnya juga. Rumah mereka tepat saling berhadapan.

“Setidaknya sopan santun gue masih diatas rata-rata dari pada loe”ujar Ify seenaknya. Ia pun ingin beranjak masuk kedalam rumahnya. Namun saat itu juga sebuah sepatu melayang dengan mulus dan mendarat di kepala Ify

PLAAKKKK

“ Aauuuwwwwwww”:ringgis Ify yang tak berhati-hati.  Ia mendesis dengan penuh emosi. Iqbal menahan nafasnya melihat tatapan tajam membunuh Ify.

“ Setan dari neraka telah bangun”gumam Iqbal takut sendiri. Ia sedikit menjauh dari ify. Ia takut dirinya terkena sasaran. Ify membungkukkan badanya dan mengambil sepatu tersebut.

“Loe gak bisa bedain maan kepala dan kaki?apa gue perlu ngajarin loe dulu !!!”teriak Ify penuh emosinya. Rio menatap Ify sangat tajam begitu juga dengan ify yang menatapnya tak kalah tajam. Iqbal menggelengkan kepalanya.

“ gue kira setan didunia ini Cuma satu dan itu kakak gue. Ternyata tuhan mencipatakannya satu lagi dan itu adalah tetangga gue. Nasib gue kenapa selalu merana seperti in. . . “

“ DIEM LOE!!”bentak ify dan Rio bersamaan. Iqbal langsung diam begitu saja. Rio melepaskan sepatunya yang satunya. Begitu juga Ify melepaskan kedua sandalnya. Iqbal bisa menebak bahwa akan ada perang didepan rumah. Ia langsung berlari kedalam rumahnya secepat kilat.

“ LOE SETAN BODOHHHH!!!”teriak Ify dan melemparkan satu sandalnya ke Rio. Namun jiwa preman Rio yang dulu tentu saja masih ada. Ia dengan sigap menghindari sandal melayang tersebut.

“ Apa loe gak punya kaca? Loe yang SETANN BODOH!!!”balas Rio dan melemparkan sepatunya yang satunya. Dan Ify [un berhasil menghindarinya. Kemampuannya dalam hal ini tak bisa diragukan lagi. Ify melirik ke arah pot bunga disampingnya. Ia pun segera mengambilnya.

“ Loe. . loe. . loe. . . Loe mau buat gue mati? Hah?”teriak Rio yang panik sendiri melihat ify membawa pot itu.

“ Bukan pingin lihat loe mati saja. Kalau bisa langsung ke nerakaaaaaaaa . . Ify melemparkan sadis pot tersebut dan untung saja Rio langsung menghindarinya.

“ NAJIS GUE TETANGGAN SAMA LOE!!!!”umpat Ify. Dan melempar sepatu Rio saat Rio lengah karena masih syok menatap Pot yang berantakan disampignnya.

PLAAAKKKK’

“ Satu sama”lanjut Ify. Ia segera membuka pagar kecil rumahnya. Dan masuk kedalam rumah megah ini. Nafasnya sedikit tersenggal-senggal. Pagi-pagi dirinya sudah emosi seperti ini.

BRAAAKKKKK

“ Loe kebanyakan emosi cepet tua loh kak”ujar Iqbal asik memainkan PSP.nya saat ify memasuki ruang tamu.

“ Gue tua  pun gak akan ngaruh ama hidup loe. “sinis Ify tajam. Ia segera masuk kedalam kamarnya. Iqbal membuka tirai jendelanya. Dan dapat melihat tetangga barunya itu masih mengumpat tak jelas dengan perlakukan kakaknya tadi.

“ Gue gak yakin pot-pot di halaman rumah akan secantik itu lagi”ujar iqbal yang padnangannya sangat iba menatap tanaman di halamannya.

*****

~kamar Rio~

Rio masih mengomel dengan tak jelas. Ia sudah mengganti bajunya dengan baru dan sudah membersihkan tubuhnya. Ia pun duduk dikasurnya merenggangkan tangannya sesaat.

“ Kenapa gue harus bertetanggan dengan Gadis bodoh itu.”gumal Rio dengan wajah tak enak.

“ Rio . . Rio . . “panggil mamanya dari bawah. Rio yang dapat mendengarnya lantas menghampiri sang mama.

Rio menuruni tangga rumahnya dan mendapati sang Mama yang sedang berkutik di dapur.

“ Kenapa Ma?”tanya Rio mendekati sang Mama.

“ Mama membuat spagetti tolong kamu kasihkan ke tetangga depan itu. Dua anak  itu lucu sekali. Apalagi gadis yang cewek. Dia sangat cantik wajahnya pun kalem. Mama jadi ingat waktu muda dulu”ujar Mama Rio mulai bernasis. Namun satu  kalimat yang tak bisa ia terima adalah  ~dia sangat cantik wajahnya pun kalem~.  Seakan hati Rio ini berteriak kepada sang mama ~ Hallo Mama?? Dia itu bukan manusia? Kalem?gayanya saja sudah seperti preman kw 10. Cantik? Dia gak layak disebut manusia. Tapi SETAN BODOH !!! ~

“ Kenapa kamu menatap mama seperti itu?”Rio pun langsung tersadar . dan menggeleng-gelengkan kepalanya tak enak sendiri kepada mamanya,

“ Cepat anterin”suruh Mama Rio karena spaghetti tersebut tak kunjung ia ambil.

“ Males ah ma”tolak Rio yang benar-benar tak ingin bertemu cewek gila itu.

“ Rio . . kita harus berbuat baik sama tetangga baru kita. Apalagi kita orang baru disini”ujar sang Mama.

“Iya . iya iya . . “serah Rio dan menerima spagetti tersebut. Dengan malasnya ia berjalan keluar rmahnya. Matahari siang ini sangat menyengat. Rio hanya tinggal menyebrang kemudian membuka pagar munggil rumah ini. Kemudian ia berjalan di halaman rumah tersebut. Setelah itu ia diam..~~~~~

“Gue masuk ke kandang Setan. ? Aisshh. . “gumal Rio yang memeliki firasat yang tak enak. Namun ia sendiri tak ingin membuat mamanya kecewa padanya.  Ahirnya Rio menekan bel rumah ini. Cukup lama tak ada yang membukanya.

“ Kemana sih setan itu?”desis Rio. Dan memencet kembali belnya. Dan saat itu juga pintu rumah terbuka.

“ Siapaa. . . “ujar orang tersebut yang membukakan pintu rumah.

“ LOE? NGAPAIN LOE DISINI ?”tepat sekali yang membuka pintu tersebut adalah seorang Alyssa saufika umari. Rio mengorek kupingnya yang hampir bisa rusak akibat cewek didepannya ini.

“NAJIS RUMAH GUE LO DATENGI!!”Rio menatap  Ify dengan  bermalas-malasan. Kali ini sedang tidak ada mood untuk bertengkar.

“ Dari Mama gue. “ujar Rio memberikan paksa spagetti tersebut. Dan kini beralih menjadi di tangan ify.

“ Dan satu lagi” kini tatapan Rio sangat tajam ke arah Ify. Ia mendekatkan wajahnya ke Ify.

“ Gue lebih gak sudi lagi melihat muka loe”bisik Rio pelan namun snagat tajam sekali. Kemudian ia lantas membalikkan badanya meninggalkan Ify yang masih melongo tak percaya dengan apa yang dikatakan Rio kepadanya. Baru kali ini dan pertama kalinya dirinya direndahkan oleh seseorang.

“Loe .. . . “desis Ify geram. Namun Rio sudah sangat jauh bahkan telah menyebrang jalan menuju rumahnya. Dengan kesal Ify masuk kedalam rumah dan langsung membanting pintu rumahnya. Iqba yang tertidur pulas di kursi ruang tamu langsung terpelonjat kaget dengan suara itu.

“GILAA LOE LAMPIR !!!”kesal iqbal yang terbangun mendadak. Ify meletakkan spagetti tersebut dihadapan adiknya.

“ Makan tuh. Dari tetangga biadap itu”ujar Ify tajam. Tanpa perlu ditanyalagi iqbal mengerti tetangga mana yang dimaksudkan oleh Ify. Tanpa fikir panjang Iqbal memakan spagetti tersbut. Tak menggubris kakanya yang semakin mengamuk tak jelas.

“Semoga tuhan tidak menciptakan satu setan lagi di kehidupan nyata ini”doa Iqbal dan mungkin seluruh barang-barang tak bernyawa di sekitarnya serempak mengamini doanya.

*****

Mobil Alvin sudah berada di depan rumah Sivia. Ia segera masuk kedalam rumah Sivia. Dan mendapati gadis itu sudah duduk manis di ruang tamu.

“ Sudah nunggu lama ya?”tanya Alvin sambil garuk-garuk kepala gak jelas.

“Gak juga kok”jawab Sivia menyunggingkan senyumnya. Senyuman yang bisa membuat siapa saja spechleess.

“ Yaudah ayo berangkat”ujar Alvin. Sivia menganggukkan kepalanya. Alvin pun membantu Sivia berdiri.

“ Sudah bisa jalan?”tanya Alvin. Dengan lemasnya Sivia menggelengkan kepalanya. Ia sampai duduk diruang tamu pun atas bantuan para pembantunya.

“ Gak apa-apa kan gue bopong lagi?”tanya Alvin meminta izin dengan sopan. Sivia menganggukkan kepalanya dengan pipi yang merona menjadi merah. Alvin tertawa kecil melihat tingkah Sivia yang sudah salting. Ia pun segera membopong tubuh Sivia. Bau harum rambut panjang Sivia begitu menyengat di hidung Alvin. Entah ia menjadi sangat kagum dengan gadis ini. Semua yang ada didalam diri gadis yang sedang ia bopong seperti terlihat sangat sempurna.

“ Buka pintunya”suruh Alvin. Sivia mengangguk dan membuka pintu mobil tersebut. Alvin mendudukan Sivia dengan hati-hati. Setelah itu ia menutup pintu mobilnya dan berlari ke pintu yang satunya. Ia segera masuk kesana.

“Pakai sabuk pengamanmu”suruh Alvin lembut. Sivia mengangguk. Alvin pun membantu Sivia memakaikannya.

“ Makasih”ujar Sivia yang binggung harus berucap bagaimana lagi. Alvin mengangguk saja dan segera menjalankan mobilnya .

Selama perjalanan mereka berdua hanya diam. Dan tak jarang Alvin bahkan Sivia melirik sekilas. Rasanya dunia berjalan dengtans angat pelan.

“ Boleh aku tanya. . “tiba-tiba mereka berucap bersamaan. Sivia dan Alvin sama-sama tertawa.

“Loe duluan aja”suruh Alvin. Sivia menggelengkan kepalanya.

“ Loe aja”

“ Gak loe aja”

“Gimana kalau kita bersamaan??”ujar Sivia. Alvin mengernyitkan keningnya sebentar lantas menganggukkan kepalanya mendakan dia setuju.

“ Hitungan ke tiga yah . . “

Satu . .

Dua .. . .

Tiga . . .

“ Siapa nama loe?:” Alvin melongo begitu juga dengan Sivia. Kedua kalinya mereka bersamaan dengan kata-kata yang sama.

“ Hahahahahha”tawa mereka terdengar kembali. Albin menjulurkan tangannya ke Sivia.

“ Gue Alvin.”Sivia membalas jabatan tangan tersebut.

“ Sivia. . “jawab Sivia. Alvin menganggukkan kepalanya . Akhirnya dia mengetahui nama gadis ini.

“ Nama yang cantik. Seperti orangnya”puji Alvin dan tepat pada sasaran membuat Sivia blushhing.

“ Sekolah dimana?”tanya Sivia mengalihkah kesaltingannya. Alvin sontak terkekeh mendengar pertanyaan Sivia.

“ Apa wajah gue seperti anak SMA?”tanya Alvin. Sivia membelakakan matanya .

“ Gue udah kuliah. Di Universitas Arwana”jawab Alvin menjawab ekspresi Sivia itu.

“ Waaooww . . Gak nyangka banget hehe”ujar Sivia kagum

“ jurusan apa kak?”kini Sivia memanggil Alvin dengan sebutan kaka. Toh dia menyadari bahwa dirinya lebih muda jauh dari orang disebelahnya ini.

“ Kedokteran”jawab Alvin sedikit bangga. Setidaknya ia berharap Sivia akan kagum dengannya. Sivia bertepuk tangan pelan. Dan menatap Alvin masih tidak percaya.

“ Amazing. . Kakak pasti pintar banget” Alvin hanya senyum saja.

“ Nggak juga. Kamu sendiri sekolah dimana?”

“ Aku masih kelas 10 . mau ke kelas 11 . SMA ARWANA . “ujar Sivia mengembangkan senyumnya.

“ SMA ARWANA? Gak nyangka kita sekomplek hahaha”tawa Alvin dan diangguki oleh Sivia.

“ Kakak semester beraapa?”

“ Baru pertama. “jawab alvin. Sivia menganggukkan kepalanya lagi. Ternyata orang disampingnya ini tak tua-tua amat.

“Kita ke rumah sakit arwana saja.”ujar Alvin dan membelokkan mobilnya. Dimana rumahs akit arwana sudah ada disamping kanan jalannya. Sivia mengangguk-angguk menurutinya.

Setelah sampai dirumah sakit., Alvin berlari kedalam sebentar untuk meminjam kursi roda. Setelah itu ia menjemput Sivia dan letakkan Sivia di kursi roda tersebut.

1 Jam Sivia menjalani pemeriksaan. Alvin pun dengan setia menemaninya. Bahkan dia juga belajar sedikit dengan dokter tersebut yang tak lain adalah dosennya sendiri.

“ 3 hari juga sudah bisa sembuh. Dan untuk 3 hari ini kamu duduk di kursi roda saja. Tapi sering-sering coba digerakkan”ujar doter  Doni kepada Sivia.

“ Gak perlu beli obat dok?”tanya Alvin.

“ Hanya salep saja. Nanti tebus di apotik sebelah vin”jawab dokter Doni.

“Ini pacar kamu?”tanya Dokter doni. Dan membuat Alvin kaget sendiri begitu juga Sivia.

“ enggak kok dok., dia teman saja”jawab Alvin. Sivia pun mengiyakannya saja.

“saya kira pacarnya. Cocok kok”goda sang dokter. Alvin hanya terkekeh pelan saja. Sivia menundukkan kepalanya karena merasa malu sendiri.

“Yaudah dok. Makasih. Saya pamit dulu”ujar Alvin. Ia pun mendorong kursi roda Sivia keluar dari ruang dokter Doni. Mereka ke apotek terlebih dahulu untuk menebus obat. Setelah itu beranjak dari rumah sakit Arwana menuju rumah Sivia kembali.

*****

~ 20.00 Haling  Corp ~

Kini Rio berkutat dengan laptopnya. Di sebalahnya sudah terdapat setumpuk map yang harus ia periksa satu persatu. Matanya terasa penat bahkan punggungnya mungkin terasa sakit. Namun mau dibagaimanakan lagi. Ini sudah menjadi tanggung  jawabnya.

“Agni. . tolong pesankan saya kopi seperti biasanya”Rio memencet tombol 3 pada telfon kantor. Dimana itu langsung terhubung dengan sekertarisnya yang ada diluar sana.

“Baiklah Pak”sahut sekertarisnya tersebut. Rio memijat pelan belakang lehernya. Benar-benar hari yang melelahkan. Tak ada hari libur sedikit pun untuknya.

“ kapan semua ini berakhir tuhaann. . “serah Rio. Bersamaan dengan itu sang sekertaris masuk kedalam ruangan rio dengan membawa kopi yang ia pesankan.

“ Ini pak. . “ujar Agni mencoba sesopan mungkin.

“ terimah kasih,”sahut Rio. Agni sang sekertaris pun menganguk lantas beranjak kearah pintu keluar

“ Oh ya. Besok tolong kamu batalkan semua jadwal rapat. Saya ada ujian akhir di kampus. Oke”Agni menganggukkan kepalanya. Ia teringat bahwa dirinya harus presentasi ujian akhirnya menuju ke semster 5.

“ Ayo cepat gue bisa lulus kedokteran dan berhenti dari pekerjaan gila ini”umpat Rio. Ia menyeruput sedikit Kopinya. Percuma saja, kopi ini tak berfungsi baginya. Matanya terasa penat dan mengantuk . Rio mencoba istirahat beberapa saat saja untuk hari ini.

Bersambung . . . . . .

Gimana ? sudah 3 part nih ? suka gak?? Kalau suka like dan comment yaa😀 semoga banyak yang sukaa amin😀 ini baru awal belum ke klimaks dan konfliknya. Jadi sabar . dan jangan lupa di promosiin yaa😀 terimah kasih semuanyaaaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s