DEVIL ENLOVQER – 32 ~ Jangan pergi gadis bodoh. Ku mohon jangan pergi !~

Hy Guys. . . ini part 32 nya. Semoga semuanyaa sukaa yaa😀 tetap baca terus jangan jangan lupa okeokee “D hwaiting semuanyaa . Like dan Comment yaa selalu okeoke.

Kalau mau tanya apa-apa di twitter aja ya. Follow twitetrku @luckvy_s . follow aja. Dan mention yaa biar aku kenal sama semuanya😀 . ini aku sempetin di selah selah tugasku demi kalian semua. Semoga suka ya. dan maaf maaf banget lama gak post. Soalnya banyak tugas heheh😀

 

DEVIL ENLOVQER – 32

~ Jangan pergi gadis bodoh. Ku mohon jangan pergi !~

 

“Aku juga menyukaimu. Bahkan mencintaimu . . . .”

“Hah??”

“Kenapa?”

“kamu . . kamu. . suka sama aku?”tanya Wilona tak percaya. Iqbal menganggukkan kepalanya.

“Sumpaahh??”

“Iyaa. Sudah cukupkan aku mengenalmu 2 bulan ini?”Wilona mengangukkan kepalanya dengan mantab. Rasa pusing sudah tidak terasa lagi. Ia begitu bahagia hari ini.

“Jadi.  . jadi. . sekarang kita . . kita pacaran ??”tanya Wilona begitu Pedenya. Iqbal mengernyitan keningnya.

“Hah? Emangnya gue nembak loe?”

“Hah? Enggak ya?> maaf maaf aku kepedean”ujar Wilona seperti orang bego,

“Hahahahhaa. Kita pacaran sekarang ??”Iqbal menjulurkan jari kelingkingnya. Dan untuk kesekian kalinya Wilona dibuat binggung dan kaget lagi,

“Hah?”

“gak mau? Yaud . . . “

“Mau . Mau . Mau banget . . “Wilona segera mengaitkan jari kelingkingnya pada kelingking Iqbal. Iqbal dan Wilona tersenyum satu sama lain.

“Makasih ya buat semuanya. Buat selama ini. “ujar Iqbal begitu tulus. Ia membelai lembut rambut gadis yang telah menjadi pacarnya saat ini.

Di luar UKS. Seorang gadis manis menahan matanya yang sudah memerah, matanya pun telah berkaca-kaca. Niatnya ia ingin menyusul Iqbal yang dipanggil oleh wali kelasnya namun terurung sudah saat ia mendengar semuanya. Yah., hatinya benar tersayat sudah. Perasaannya yang sudah tersimpan dari awal harus terhempaskan begitu saja.

“Semoga kalian bahagia . . “liruh Gadis ini. Air matanya pun turun sudah. Tanpa mau membuat hatinya sakit lagi gadis ini segera berlari dari depan pintu UKS. Entah ia berlari kemana yang penting dirinya saat ini bisa menenangkan dirinya. Hatinya benar-benar sakit. Sakit sekali.

*****

1 Bulan kemudian . . . .

Semuanya berkumpul di ruang rawat Ify seperti biasanya. Dan tepat pada tanggal ini merupakan 2 bulan Ify koma dan masih belum sadar juga. Hampir semuanya lelah dan iba menunggu Ify yang tak kunjung sadar juga.

Sore ini semuanya memang berniat untuk berkumpul, bahkan Iqbal membawa sang pacar yang sudah 1 bulan menjadi pacarnya. Siapa lagi kalau bukan Wilona. Rio, Shilla, Sivia dan Alvin pun sudah kenal malah sangat dekat sekali. Karena Wilona sendiri sering menginap disini apabila Ify tidak ada yang menjaga. Wilona sudah dianggap bagian dari keluar ini.

“2 bulan lagi ulang tahun Kak Ify. Apa dia tetap gak sadar ya ?”lirih iqbal lemas. Ia merasa sudah capek seperti ini. Bahkan akhir-akhir ini papanya sudah sering menelfonnya namun tak pernah ia angkat.

“Jangan begitu. Ify pasti sembuh”ujar Rio menyemangati semuanya.

“Wilona juga yakin kok. Kak Ify pasti sembuh”

“Tuh bal dengerin kata pacar loe. Jangan sedih gitu kek”

“Iye iye. Siapa juga yang sedih gue gak sedih kok”protes Iqbal.

“Mending sekarang kita makan-makan. Wilona sudah pesan pizza kok”

“Beneran ??”serempak semuanya/. Apalagi Iqbal dan rio yang merupakan makanan kesukaan mereka berdua.

“Iya”

“CAPCUSSSSS”

Tak perlu menunggu lama Pizza yang mereka pun telah datang. Dengan gembira mereka memakan Pizza gratis dari Wilona itu.

Selama 1 bulan ini hungan Iqbal dan Wilona begitu baik malah sangat baik. Seluruh sekolah pun sudah tau akan berita Wilona berpacaran dengan adik kelas yang tak lain adalah iqbal. Dan tak banyak pula para gadis sekolah patah hati karena Iqbal sudah punya pacar. Dan para Cowok harus kalah langkah dan emmundurkan diri untuk mengejar Mantan Queen SMP ARWANA ini.

Bahkan Iqbal tak pernah besikap cuek kepada pacarnya ini. namun jika sudah dengan orang lain ia akan kembali ke dirinya sendiri. Iqbal begitu menyanyangi dan mencintai Wilona meskipun umur mereka terpaut 1 tahun. Iqbal merasa sudah nyaman dengan gadis ini.

Begitu juga dengan hubungan Alvin dan Sivia, 1 bulan akhir-akhir ini Alvin setiap hari memberikan private gratis kepada kekasihnya itu. Private matematika dan membuat Sivia semakin semangat belajar matematika. Semua nilai metematikanya pun menjadi bagus-bagus. Dan kisah cinta mereka semakin romantis. Setiap bulan anniversary mereka pasti di rayakan dengan begitu romantisnya.

Dan Shilla, yah begitu saja ia hanya menunggu pacarnya datang dan hanya berpcaran LDR saja. Namun ia disini mempunyai kakak-kakak dan sahabat-sahabat yang sayang dengannya. Selalu ada buatnya dan membuatnya bahagia.

Rio???? Semua hidupnya begitu lengkap sudah. Namanya semakin terkenal. Untuk kerumah sakit saja saat ini dirinya harus memakai masker agar tidak diketahui oleh siapapun. Namun sampai saat ini pun ia masih setia menunggu kekasih hatinya bangun. Bangun dari tidur panjang. Dan tiap hari Rio berdoa dan selalu berdoa untuk kekasihnya itu. Setiap harinya pun terkadang Rio menangis sendiri ketika hanya berdua dengan Ify di kamar rawat ini. berusaha membangunkan sang kekasih untuk membuka matanya.

Dan 2 bulan sudah gadis itu masih saja seperti itu. Dan tak ada yang tau sampai kapan ia akan tetap seperti itu.

DRRTTTDRTTTT

Iqbal merasakan ponselnya bergetar. Ia meletakkan pizzanya sebentar lantas mengambil ponselnya di sakunya. Dan segera membuka pesan yang ada diposelnya.

Dady

Angkat telfon sekarang juga !!!

 

Iqbal menelan ludah dalam-dalam. Ia tak pernah mendapat pesan dari papaanya yang sepertinya sudah murka. Dan ia binggung harus apa sekarang. Ketua harimau sudah terbangun dari tidurnya. 2 bulan ia tak pernah menghubungi papanya dan saat ini sang papa murka kepadanya.

DRRTTTDDRTTTTT

Keringan dingin meyerbu pelipis iqbal. Panggilan telfon dan tertera nama “DADY” sudah terpajang jelas di layar ponselnya. Iqbal jadi binggung sendiri. Wilona yang duduk disebalah Iqbal merasakan ada yang aneh dengan pacarnya itu.

“kamu kenapa Bal?”tanya Wilona cemas.

“Papaku telfon. Bentar ya . . “Iqbal memilih untuk keluar dari kamar rawat ify. Tak ada jelan lain iqbal lebih memilih aman dan mengangkat telfon tersebut.

KLIKK

Setelah berada diluar iqbal menekan tombol Hijau dan mendekatkan ponselnya di telingannya dan siap-siap mendapatkan semburan maut dari sang papa.

“Apa yang kamu lakukan selama ini? hah?

1 bulan di telfon tidak pernah bisa?

Kakakmu juga dimana? Kenapa ponselnya tidak aktif?”

 

Iqbal semakin panik ia tidak tau harus menjawab apa . Bagaimana ini?? bagaimana?? Iqbal mencari jalan keluar namun percuma otaknya tidak bisa dibuat untuk berfikir saat ini?

“Kenapa diam? Apa yang kamu sembunyikan?

Kakakmu juga mana?

Sudah 2 bulan kalian tidak menghubungi papa”

 

Iqbal menghela nafas panjangnya . ia memantapkan hatinya. Ia harus mengatakan semua ini. Yah sangat harus. Ini kesalahannya juga menuruti omongan ify selama ini.

“Pa . .. .”

 

Suara iqbal memelan. Sang papa yang dari tadi nerocos tidak jelas langsung diam. Suara Iqbal sedikit melemah dan sang papa tau pasti ada apa-apa dengan anaknya ini.

“Kenapa? pasti terjadi apa-apakan disana?

Ceritakan sama papa? Ada apa?”

 

Sekuat tenaga Iqbal menahan rasa takutnya. Yah dia sangat takut sekali dengan papanya. Takut papanya marah kepadanya.

 “Kak Ify  . Kak ify. . . di rumah sakit .”

 

“ Dirumah sakit? Bertengkar lagikah dia?

Cisshh. . anak itu memang tidak ada hen . . .. .”

 

 

“Pa . ..kak. ify . . kak. Ify. . . kak ify koma. . . “

 

DEGGGHHHH

Iqbal tak mendengar kembali suara papanya. Hening dan hening tercipta disana. Iqbal mencengkran erat tangannya yang ia kepalkan. Keringatnya terus membanjiri pelipis bahkan semua tubuhnya. Ia tak tau akan terjadi apa lagi saat ini.

“Koma? Apakah kalian ingin mengerjai papa lagi ??”

 

“Sudah 2 bulan dia koma”Jawab iqbal seadanya. Ia tak mau membohongi papanya. Papanya harus tau. Bagaimana pun juga diirnya dan ify adalah darah daging sang papa. Iqbal tak bisa berbohong terus.

“Dan kamu baru memberitahukan papa sekarang ?”suara itu terdengar begitu tajam.

“Iqbal tau Iqbal salah. Iqbal tau Pa. Tapi kak Ify yang meminta Iqbal. Maafkan Iqbal Pa. Maaf . . .”

 

“5 jam lagi papa tiba di indonesia. Kirimkan alamat rumah sakitnya “

KLIIIKKKKKK

Iqbal terduduk lemas, ia sudah tau apa yang akan terjdi setelah ini. Papanya akan memarahinya habis-habisan bahkan bisa saja papanya tidak menganggp anak dirinya. Karena sang Papa begitu menyayangi Ify. Kenapa? karena hanya Kak Ify yang dapat mengingatkan papa dengan Mamanya. Kak Ify lah yang selalu membuat Papa tertawa. Walaupun iqbal tau papanya tidak akan pilih kasih. Namun dikeluarga ini baik Iqbal bahkan Papanya sendiri sangat sayang sekali kepada Gadis satu-satunya dikeluarga ini.

Iqbal masuk kembali ke kamar rawat Ify dengan lemas. 2 bulan ia menyembunyikan semuanya ke papanya dan saat inilah ia harus bersiap-siap mendapat kemarahan dari Singa yang begitu besar. Yang begitu menakutkan lenih menakutkan dari sang kakak.

“Kalian semua pulang aja”ujar iqbal tiba-tiba dan membuat semuanya diam binggung.

“Loe ngusir kita ?”tanya Shilla dengan pura-pura manyun

“Papa gue mau datang.”

“waahhh bagus dong. . baguss itu. . baguss. . .”ujar Sivia antusias begitu juga Rio yang memang penasaran ingin bertemu dengan papa ify.

“Bagus ? lebih baik kalian pulang. Dari pada kalian semua kena masalah”

“Hahh”mereka semua semakin tidak mengerti sebenarnya apa maksud dari pembicaraan Iqbal.

“Kami mau tetap disini bal. TITIK”kekuh Sivia dan diangguki yang lainnya.

“memangnya papa kamu srigala apa yang harus di takuti “ujar Alvin bercanda. Iqbal emnunjukkan wajah tak enaknya.

“Bukan srigala? Tapi Singa besar. Terserah kalian sajalah. Cuma satu hal yang aku minta kepada kalian”

“Apa??”serempak semuaya

“Jangan salahkan aku jika kalian sudah bertemu dengan papaku. Jangan kaget. Dan  . . . “iqbal mengingat wajah sang Papa dan menginngat semua omongan Ify yang selama ini ia pegang. Selama 3 tahun ini ia pendam sendiri bersama sang kakak.

“Jangan beritahu siapapun siapa papaku. “

“Hah? Kayak papa loe presiden saja”ujar Shilla dan diangguki Sivia. Iqbal hanya tersenyum kecut saja.

“itu amanah kak Ify. Please aku mohon “pinta Iqbal. Semuanya yang melihat keseriusan Iqbal kembali tidak berncada dan mengangguk mantab.

“KAMI JANJI”ujar semuanya begitu juga Rio.

*****

5 jam kemudian. . . . .

 

Suara gaduh di luar begitu sangat ramai. Bahkan di luar rumah sakit banyak suara sirena polisi dimana-mana. Bahkan wartawan betaburan di sekeliling rumah sakit. Iqbal melihat dari jendela. Ia menghela nafas panjangnya. Wartawan tersebut begitu banyak sekali dengan penjagaan ketat oleh polisi layaknya ada tamu besar di rumah sakit ini.

“Yo?? Loe ketahuan kesini? Kok banyak wartawan gitu ?? jangan-jangan mereka mau papaazi ke loe?”ujar Alvin yang dengan sottynya.

“hah? Enggaklah. Gue aja bilang ke sekertaris gue kalau gue mau liburan ke singapure 2 hari. Itu pun sudah gue update di twitter . dan mereka seua percaya”

“Ada polisi banyak lagi ?jangan-jangan obama kesini yo”

“Ngaco loe vin”sahut Shilla dan diangguki yang lainnya

“Papaku sebnetar lagi da. . .  . . “

CKLEEEEKKKKKKK

Kata-kata Iqbal terhenti mendengar suara pintu terbuka dengan lebarnya. Shilla, Sivia, Alvin, Rio, Wilona dan iqbal menolehkan ke arah pintu

“Dimana Ify ?”seorang pria dengan postur sedikit tinggi dan wajah yang sedikit meredam kemarahan menatap Iqbal dengan tajam. Rio, Shilla, Wilona, Sivia bahkan Alvin menganga tak percaya melihat siapa yang didepan pintu saat ini.

“FREDI BOV??”lirih ke lima orang itu yang ebnar-benar tak percaya. Seorang pengusaha terkenal di dunia ada dihadapan mereka secara langsung. Dan dia . dia adalah Ayah dari teman dekat mereka sendiri. Bahkan mereka saja tidak pernah bermimpi bisa bertemu dengan orang besar seperti Mr.BOV.

“Itu . “Iqbal menunjukkan tangannya ke arah Ify. Iqbal pun tak kalah tajamnya menatap sang papa. Ia tak mau trlihat takut saat ini.

“Sumpah gue ketemu sama pengusaha terkaya di dunia itu ? sumpaahh??”Shilla dan Sivia masih menganga dengan lebarnya begitu juga dengan Alvin.

“Dia? Dia papa Ify??”batin Rio mulai bertanya. Ia membiasakan dirinya untuk tidak kaget kembali meskipun beribu pertanyaan tersimpan di otaknya.

“keluarkan mereka semua”ujar Mr.Bov menyuruh semua bodygartnya.  Dan seketika itu Rio, Shilla, Alvin, Sivia dan Wilona dipaksa untuk keluar. Awalnya mereka tidak mau namun bagaimana lagi petintah Bov adalah kewajiban yang harus dilaksanakan bagaimanapun caranya.

Hening dan Hening. Di kamar ini hanya ada 3 orang. Mr.Bov disebalahnya Iqbal dan didepan mereka seorang gadis yang sangat mereka cintai. Mr.Bov meraih tangan sang anak. Hatinya begitu tergetar tak tega melihat anaknya yang seperti ini.

“Siapa yang melakukan semua ini??”tanya Mr.Bov langsung setelah lama terjadi keheningan disana.

“Direktur Jo. Dari SHAW CORP.  Pernah dengar cerita antara SHAW CORP DENGAN HALING CORP?”

Mr.Bov menganggukkan kepalanya, berita itu memang sempat booming di eropa. Namun ia tak menyangka bahwa peristiwa penyandaraan itu anaknya berada disana.  Iqbal mulai menceritakan yang sebenarnya dari awal sampai akhir. Bagaimana kakaknya bisa seperti ini.

“Jangan biarkan dia hidup Pa. “pinta iqbal dengan begitu tajam. Ia begitu dendam sekali dengan Direktur Jo yang telah membuat kakaknya seperti ini. dan saat pertama kali dirinya sudah bilang bahwa tidak akan membiarkan direktur Jo lepas begitu saja.

“gak akan”lanjut Mr.Bov begitu murka.

“Maafin iqbal Pa . .”lirih Iqbal dan langsung memeluk papanya.

“iqbal rindu sama Papa.”bagaimana tidak rindu?2 tahun sudah mereka tidak pernah bertemu. Dan mereka dipertemukan dengan cara seperti ini.

“maafkan papa. Ini semua juga salah papa kalian harus hidup sendiri seperti ini”Mr.Bov tidak bisa marah disaat seperti ini. bagaimana pun juga ia begitu sayang kepada keduadarah dagingnya ini. kedua malaikatnya yang selalu ia fikirkan dan selalu ingin melindungi dua anak ini.

“besok kalian pindah ke Eropa”ujar Mr.Bov. Iqbal ingin sekali menolaknya, namun mau dibagaimanakan lagi ia tak bisa menolak permintaan sang papa. Dan yang hanya bisa menolaknya hanyalah Ify. Karena papanya sendiri sangat takut dengan Ify apabilah keinginan Ify tidak di penuhi. Dan iqbal mengangguk dengan lemas.

“Dia pacaran dengan anaknya Haling?”tanya Mr.Bov kepada Iqbal. Iqbal mencoba tenang. Toh papanya sudah tidak akan marah kepadanya.

“yah . .”

“sejak kapan?”

“2 bulan yang lalu . . waktu kejadian itu”Mr.Bov mengangguk-anggukan kepalanya/.

“cissh. . pantas pria seperti itu jadi pacar kakakmu? Menjaganya saja tidak mampu”Iqbal menelan ludahnya. Bau-bau tidak enak sudahg tercium disini.

“LORIS PANGGILKAN MARIO KEMARI”teriak Mr.Bov begitu kencang. Dan diluar kamar rawat semuanya pun dapat mendengarnya. Tak perlu menunggu lama Rio masuk kedalam kamar rawat Ify menghadap kepada Mr.Bov.

“Senang bertemu anda lagi Mr.Bov”ujar Rio begitu sopan. Mr.Bov tak menanggapi apa yang dilakukan oleh Rio.

“Kamu berpacaran dengan anakku??”

“Hah?”Rio masih binggung.

“Kamu berpacaran dengan Ify?”ulang Mr.Bov memperjelas perktaannya. Untuk kali ini Rio segera menganggukkan kepalanya.

“Putuskan dia sekarang juga . .”

“Hah?? “

“Apa kamu tidak dapat mendengar omongan saya ?”

“Putuskan dia sekarang juga . Jangan temui dia lagi”

“Tapi . . “

“Tidak ada tapi-tapian. Kamu mau perusahaanmu hancur langsung dalam sedetik”ancam mr.Bov

“saya meminta maaf sebesar-besarnya sebelumnya. Bahkan ancama anda tidak membuat saya takut sedikit pun. Maaf saya lancang kepada anda. Dari awal saya sudah mencintai anak anda. Dan saya ingin sekali menjaganya. Maaf saya tidak bisa memtuskannya. “

“Cinta? Menjaganya? Sampai membuat dia koma seperti ini?”sinis Mr.Bov. telak! Rio terdiam tida  bisa berkata apa-apa. Memang Ify seperti ini pun karenannya. Karena melindunginya Ify harus seperti ini.

“Maafkan saya. Semuanya memang kesalahan saya. Tapi saya janji akan menjaganya. Saya akan berusah . . . “

“Buktinya dia tidak sadar-sadar juga kan? Kalau kamu pintar? Pastinya kamu sudah membawanya berobat ke luar negri ? dimana otakmu?? Hah?”

“Saya tidak akan setuju anak saya punya pacar seperti kamu. Saya tidak setuju. Dan mulai saat ini kalian putus. Tidak perlu ada hubungan antara kalian “ Rio terdiam beribu bahasa. Tak tau apa yang harus ia katakan. Orang didepannya ini memang benar menakutkan. Iqbal pun sedari tadi hanya diam. Ia sendiri dalam melihat tubuh Rio yang mulai bergetar. Rio masih menunduk menerima semua yang ada. Entahlah otaknya tak bisa dibuat bekerja saat ini.

“Saya mohon. Beri kesempatan pada saya satu kali saja”

“kesempatan membuatnya koma lagi?”

“tidak akan ! hari ini juga. Saya akan membawanya ke Prancis. Dan Iqbal juga akan ikut hari ini juga “

Ify dapat mendengar jelas semuanya. Ia mendengar suara papanya yang selama ini ia rindukan. Ia merindukannya. Air mata Ify meleleh dengan sendirinya. Ia ingin bangun namuns semakin tak mampu. Dadanya begitu terasa sesak sekali mendengar perkataan papanya yang menyuruh Rio untuk memutuskannya.

Sekali pun ify belum merasakan bagaimana menatap Rio saat menjadi kekasihnya. Bagaimana ia akan menjalani hubungan ini dengan Rio. Dan tiba-tiba papanya memtuskan seperti ini.

Ify merasakaan tubuhnya semakin melemas dan meleas. Detakan jantungnya pun semakin lemah sekali. Ify menangis dalam hatinya.

 

“Apakah aku hafrus pergi saat ini tuhan? Disaat papaku disini?”isak ify dalam hatinya.

Mr.Bov masih saja berbicara begitu tajam kepada Rio. Ia benar-benar murka dan begitu marah melihat anaknya harus merasakan seperti ini. Ia tak pernah ingin kedua anaknya tersakiti sedikit pun.

“PUTUSKAN DIA SEKARANG JU . . . . . . . . .”

TTTTTTTTTIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTT

Semuanya menoleh ke arah sumber suara. Dimana kotak balok pendeteksi kurva jantung yang berada di belakang tubuh Rio berbunyi begitu kencang. Rio membalakakan matanya, begitu juga dengan Mr.Bov bahkan iqbal sendiri jadi kalang kabut sendiri.

“IFY . . “pekik Rio. Kurva garis itu perlahan-lahan menjadi lurus. Rio segera melakukan tindakan medis secara cepat. Rio memencet tombol yang menghubungkan ke ruang para dokter. Agar para dokter cepat menuju kamar rawat Ify.

“LORIS CEPAT PANGGILKAN DOKTER !! LOIS CEPAATTT!!”teriak Mr.Bov sangat panik melihat anaknya yang terlihat semakin melemas. Keadaan diluar pun sudah berantakan dan ribut sendiri. Tak lama kemudian 5 dokter terurtama Dokter Andi masuk kedalam kamar rawat ify ini.

“Cepat periksa denyut nadinya”suruh Dokter Andi. Rio pun langsung melakukan apa yang disuruh oleh dokter Andi

“Kenapa dengan anakku? Kenapa??”Mr.Bov mulai panik sendiri. Iqbal hanya bisa berdoa agar anaknya tidak apa-apa.

“Yo . kamu atur oksigennya”ujat Dokter Andi. Ia segera meraih alat detakan jantung. Garis kurva tersebut benar-benar sudah lurus. Dan dapat Rio rasakan detakan nadi ify sudah tidak terasa lagi.

“Dia sudah tidak bernafas dok”ujar Dokter Vino. Rio semakin tak terkendali.

“SURUH RIO KELUAR”teriak Dokter Andi. Rio terdiam kaku. Kakinya terasa tak bisa digerakkan. Kekasihnya saat ini sudah tak bernafas lagi.

“IFYYYYYYY”teriak Mr.Bov begitu terpukul. Ia terjatuh lemas di lantai. Iqbal menatap kakaknya dengan diam.

Dokter andi dan ke 4 dokter lainnya sebisa mungkin mencoba mengembalikkan detakan jantung Ify. Gadis ini benar-benar sudah tidak bernafas lagi. Bahkan detakannya pun sudah hilang. Dokter Andi sekali lagi menghenttakkan alat tersebut pada jantung Ify.

DEEGHHHHHH

“”Bangunnlaahh Fy. . bangguunnn. . . “ujar dokter Andi penuh harap.

DEGGGHHHHH

“Gadis bodoh ayoo bangguuunn . . Banggguuunnnn”batin Rio mulai berbicara berharap Ify bangun saat ini.

DEGGGHHHHHHHH

Dokter Andi menggelengkan kepalanya. Alat yang ia pegang langsung ia letakkan begitu saja. Gadis ini benar-benar tak dapat terselamatkan. Dan hidupnya hanya sampai disini saja. Yah, seorang setan cantik ini harus meninggalkan semuanya saat ini juga.

“IIIIIFYYYYYYYYYYY”teriak Rio sangat kacau. Ia segera meraih tubuh ify dan memeluk tubuh tersebut. Tubuh yang masih berbalut alat-alat medis disana.

“Fy bangun gue mohon banguun Fy. Loe gak boleh meninggal. Fy bangunlaah. Ayooo gue moohoonn banguuuunnn. . “isak Rio. Ia mengoyah-goyahkan tubuh gadis ini namun percuma saja Ify sama sekali tak bangun. Bahkan bukan tak bangun lagi, detakan janyungnya pun sudah tak terasa lagi.

“Ify . . Ify . . anak Papa. Ify . . “Mr.Bov semakin tidak bisa berbuat apa-apa. Iqbal menghapus air matanya mencoba membantu ayahnya bangun.

“Pa kak Ify , ,kak Ify . . ..”Air mata Iqbal sudah keluar tiada hentinya. Begitu juga Mr.Bov yang dikenal seorang yang berwibawa kini menangis melihat anaknya telah tak bernafas lagi. Mr.Bov menghampiri sang anak. Rio minggir sebentar membiarkan papa kekasihnya tersebut melihat Ify.

“Sayang bangun ini papa. Sayang. . . Ify. Bangun sayang.  . Ify. . bangunn .  .”

“Kak ini ada papa. Kakak rindu kan sama papa? Kak?? Bangun kak. Papa disini kak. 2 tahun kita gak ketemu papa kak. Kak bangun. Loe udah janji kan sama gue bakalan bangun. Kak Bangun, . . iqbal mohon kak. Bangun kak .. . “

“IFFYYYY .. “lirih Mr.Bov begitu lemas. Ia langsung memeluk anak perempuan satu-satunya ini. memeluknya begitu erat dengan tangisan yang ia pendam. Tangisan tanpa suara.

“Kamu boleh melakukan apapun saja yang kamu inginkan. Apapun itu sayang. Apapun. Kamu ingin papa tidak bekerja lagi papa akan lakukan, kamu ingin papa belikan apa? Kamu ingin papa melakukan apa? Kamu ingin berantem lagi kayak dulu? Papa izinkan. Papa mohon bangun Fy. Bangun, . . “

“Cukup mama kamu yang ninggalin papa. Ify bangun sayang . . . “

Sivia yang memaksa masuk hanya bisa terdiam di depan pintu tersebut. Sivia terduduk lemas. Mimpinya yang menakutkan terjadi sudah. Sahabatnya 4 tahun ini meninggalkannya sudah. Sahabatnya yang sellau membuat hidupnya tak jelas sekarang sudah tidak ada.

“IFY . . . Ify . . . Ify . . .Ify . . “isak Sivia  tubuhnya terasa lemas dan sangat lemas sekali. Ia menatap kosong ke arah Ify yang dipeluk oleh papanya.

“KAK BANGUN!! KAK IQBAL MOHON BANGGUUNNNN KAKKKK”jerit Iqbal begitu kencang.  Mr.Bov semakin mengeratkan pelukannya kepada Ify. Anaknya benar-benar sudah tak bernafas lagi. Gadis mungilnya sudah tidak ada.

“Pa . . Kak Ify . Pa .. “2 kali sudah Mr.Bov kehilangan wanita yang ia cintai. Yang pertama istrinya dan saat ini adalah anak kandungnya sendiri. Mr.Bov perlahan melepaskan pelukannya. Menghapus air matanya sendiri. Lalu menciumi dahi dan pipi anaknya dengan lembut.

“Papa sayang sama kamu Fy . . “lirih Mr.Bov yang benar-benar sudah menyerah.

“Lepaskan semua peralatan dia. . kita makamkan dia ke eropa”ujar Mr.Bov mencoba menerima semuanya . Rio menatap Mr.Bov dengan tatapan sedikit tajam.

“JANGAN LEPASKAN DOK”ujar Rio tajam. Dokter Andi mengurnngkan apa yang ia lakukan. Rio segera menghampiri tubuh Ify . Sejenak Rio menatap wajah pucat Ify. Wajah yang sudah begitu pucat sekali. Rio meraih tangan kanan Ify. Mengenggamnya dengan erat.

“Gue gak akan benci loe selama-lamanya kalau loe gak bangun BODOH!!!”batin Rio mulai berucap. Ia menatap Ify begitu sangat tajam. Rio melepaskan genggaman tangannya dan meraih alat detakan jantung yang dipakai dokter Andi tadi.

“Apa yang mau kamu lakukan Rio??”ujar Dokter Andi

“Biarkan saja”cegah Mr.Bov . ia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh anak ini.

Rio memejamkan matanya sebentar , Ia berdoa didalam hatinya. Doa yang begitu tulus. Dan perlahan kedua alat yang di kedua tangannya ia dekatkan pada dada Ify

DEGHHHHHH

Tubuh Ify terangkat seketika dan terhempas kembali. Dan masih tidak ada respon sama sekali pada balok kecil pendeteksi garis kurva jantung itu. Kurva garisnya pun masih sama. Masih terlihat lurus.

“Fy.  Gue mohon bangun. . . Banguuuun nnnnnn , . . . . .”

DEEEGHHHHHHHH

Ke dua kalianya masih seperti yang pertama. Kurva tersebut masih tak menunjukkan ekhidupan. Keringat Rio entah dari mana mulai bercucaran. Di pintu Shilla, Sivia., Wilona dan Alvin berdoa untuk Ify. Berdoa agar gadis ini bisa bangun saat ini juga. Bisa hidup saja mereka sudah begitu sangat senang.

******

Cahaya putih terlihat jelas oleh gadis ini. ia mengelilingi sekitarnya semuanya putih dan putih. Bau harum dimana-mana. Dan ia hanya merasakan kesepian ditempat ini.  tiba-tiba seorang wanita datang menghampirinya.

 

“Mama . . .”lirih gadis ini begitu senang dan meemluk mamanya.

 

“Ify . . “balas sang mama dan memeluk gadisnya ini.

 

“Ify kangen sama mama. Ify kangen sama mama. . . “isak Ify. Sang mama membelai lembut rambut gadis ini.

 

“kenapa kamu disini? Ini bukan tempat kamu . “

 

“Ify capek Ma. Ify capek . .”

 

“Capek? Hey. . . “sang mama melepaskan pelukannya.

 

“Papa, Iqbal sayang sama kamu. Mereka menangisimu saat ini. Jangan biarkan papa kamu menangis lagi untuk kedua kalinya. Sekarang kembalilah. Mama minta kembali ya sayang “Ify menggelengkan kepalanya dengan keras.

 

“ify mau Mama. Ify mau sama mama. Ify gak suka disana. Semuanya membosankan. Ify mau mama”

 

            Taaakkk. . . taakkk. . . Taakk . .

 

            Bunyi langkahan kaki datang kembali. Ify melihat siapa yang datang. Dan seseorang laki-laki tersenyum ke arahnya. Wajahnya begitu bersinar dengan baju putih seperti dirinya. Ify terisak dan berlarih memeluk lelaki itu,

 

“KAK SIOONN . .”isak Ify. Lelaki itu tersenyum dan membalas pelukan gdis mungil ini.

 

“hey bodoh. Ngapain loe disini? Hah? Ini bukan tempat loe . . .”

 

“Kembali cepat sana”

 

“Gak mau. . Ify mau disini TITIK”

 

“kembali gak?? Sejak kapan kamu membantah kakak??”

 

“Mama Ify mau disini pokoknya ify mau disini . . .. “

 

“Iya sayang. Iya jangan nangis, kamu boleh disini”

 

“beneran Ma?”

 

“Iya sayang . . .”

                                                ******

Ini adalah yang ke 5 kalinya. Rio sudah Frustasi. Air matanya mengalir sendiri. Sungguh dia akan menyalahkan dirinya seumur hidup jika gadis didepannya ini benar-benar tidak hidup kembali. Rio akan membenci dirinya sendiri

Perlahan Rio berjongkok sehingga kepalanya menjadi setara dengan telinga Ify. Rio memejamkan matanya berdoa dalam hatinya. Doa kepada tuhan agar gadis ini diberikan kesempatan hidup kembali .

Rio membuka kembali matanya. Ia meyakinkan hatinya., Alat tersebut pun masih berada di tangannya. Rio berdiri kembali. Ia mendekatkan bibirnya di telinga Ify. Mencpba membisikkan sesuatu kepada gadis ini.

“sayang . . Bangun sekarang ya. aku cinta kamu  . .  .” dan dengan lembut Rio mencium kening Ify. Dengan air mata yang masih mengalir sehingga air mata tersebut jatuh pada dahi Ify.

********

“sayang . . Bangun sekarang ya. aku cinta kamu  . .  .”

 

 Ify menghentikkan langkahnya. Saat ia mendengar suara itu yang jelas sekali. Air matanya turun dengan sendirinya.

 

“Kenapa sayang??”tanya sang mama

 

“Rio .. “lirih Ify

 

“Rio? Siapa itu?”tanya Sion

 

“Rio Ma. Rio Kak . . “

 

            Ify menyentuh dahinya yang sepertinya basah. Dan benar saja dahi gadis ini basah dengan sendirinya. Isakan Ify semakin kencang.

 

“Ify kamu kenapa menangis sayang ???”

 

“Rio . .. .”

 

“Rio siapa sayang ??”

 

“Rio . . .”

 

 

Bersambung . . . . . .

IFY HIDUP APA ENGGAK YAA?? DOORR DORRR GALAU KAMU SEMUAA Wkwkwkwkw. TUNGGU PART SELANJUTNYA YANG LEBIH SERU DAN SELAMAT PENASARAN. BYE BYE MUAACHHHHH H* JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENT YAA GUYSS😀 MAKASIHHH😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s