DEVIL ENLOVQER – 34 ~ Lembar baru telah dimulai~

Hy Guys. . . ini part 34nya. Semoga semuanyaa sukaa yaa😀 tetap baca terus jangan jangan lupa okeokee “D hwaiting semuanyaa . Like dan Comment yaa selalu okeoke.

Kalau mau tanya apa-apa di twitter aja ya. Follow twitetrku @luckvy_s . follow aja. Dan mention yaa biar aku kenal sama semuanya😀 . ini aku sempetin di selah selah tugasku demi kalian semua. Semoga suka ya. dan maaf maaf banget lama gak post. Soalnya banyak tugas heheh😀

“PANGGIL SAYA HYO YA. PLISSS. Gak usah embel-embel Kak. Dek atau apa. Panggil saya “HYO” okeoke wkwkwkwk. .  “ Hanya panggilan sebagai author saja. Kalau mau manggil Luluk juga gak apa-apa kalau sedang formal mau nanyain sesuatu. Tapi KALAU MAU DEMO DELOV WAJIB PANGGIL “HYO” Yaa .  wkwkkw. .

 

DEVIL ENLOVQER – 34

~ Lembar baru telah dimulai~

 

“Rio . . “

 

“sayang? Rio siapa?”Ify meneteskan air matanya, air mata itu terus mengalir tiada hentinya.

 

“Mama . Ify mau kembali saja. Kasihan Rio . .Kasihan Rio . . .

 

“Kembalilah”ujar Sion dengan senyum yang merekah di bibirnya.

 

“Mama senang kamu memilih ingin kembali. Bangunlah sayang. Buat papa kamu tersenyum. Jaga adikmu. Kembalilah sekarang . . “

 

“Tapi.  Mama dan Kak Sion ???”

 

“Kami selalu ada didekatmu. Kami akan selalu ada di hatimu untuk selamanya. Jangan khawatir “

 

“Ify  . . adikku sayang. Sekarang kembali sana. Banyak yang sudah nunggu kamu”

 

“ify sayang sama Mama. Ify sayang sama Kak Sion ..”

 

“Kami juga sayang sama kamu “

 

“Kamu bahagia ya dan jangan pernah menangis . mama sayang sama kamu”

 

“jadi cewek yang berani. Jangan pernah takut pada apapun. Kamu adik kak Sion yang palong berani. Mengerti ?”Ify menganggukkan kepalanya. Perlahan bayangan Mamanya dan Kak Sion menghilang perlahan-lahan. Ify tersenyum dan semakin merekahkan senyumannya.

 

Perlahan tapi pasti Ify berjalan melangkah mundur dan mundur. Ia merasakan tubuhnya tertarik kembali.

 

TIIIITTTTTT TIIIITTTTTT TIIIITTTTTT TIIIITTTTT

“Ify masih Hidup. Dia masih hidup . . .”

*****

 5 bulan kemudian

 

           

            HALING CORP semakin mengibarkan kekuasaanya. Berbagai saham besar telah mereka dapat. Bahkan nama mereka semakin terkenal di kalangan para pegusaha-pengusaha besar. Pemilik perusahaan besar ini yang tak lain ada lah pengusaha muda bernama MARIO HALING semakin terkenal di mana saja. Bukan hanya di kalangan pengusaha. Bahkan ia memiliki banyak fans fanatik di setiap negara yang begitu terkagum dengan kepintarannya, bukan itu saja siapa yang tak mengakui ketampanan dari pengusaha muda ini,

 

“mario is the best. He is Perfect boys. I Love youuuu”

 

“Mario Haling Saranghae. Lets come to Korea  again. We wait you. Assriighhh”

 

“Marioooo . you are so handsome. We love you. Rise will be support you”

 

“I’m Rise and always be Rise. Forever!!”

 

“I LOVE MARIO HALING”

 

“MARIOOOOOO I LOVE YOUUUU”

 

             Nama Mario sekarang sudah heboh dimana-mana. Kerja sama dengan berbagai negara telah sangat sukses. Bahkan di NewYork pun namanya menjadi namelist Pria mudah tertampan yang namanya langsung terkenal. Rio menduduki posisi 3 besar, pria terpopuler Di dunia saat ini. Bahkan tawaran Rio dia acara televisi-televisi Dunia sangat banyak sekali. Dan di sela-sela pekerjaanya Rio emnyempatkan untuk menghadiri undagan tersebut. Dan bukan main-main lagi bayaran Rio untuk sekali tampilan di salah satu acara mencapai bayaran seorang artis yang bermain Film laga. Kini dirinya bagaikan superstar di dunia. Meskipun Rio tak bernyanyi? Beracting atau yang lainnya.

Akun twitter @riostevadit mencapai 50.0000.0000 followers di dunia. Dan seisi followersnya merupakan gadis-gadis bahkan wanita atau pun ibu-ibu yang menganguminya. Kepintarannya? Ketampananya semuanya terlihat begitu sempurna.

Dan tak jarang Shilla, Alvin, Sivia dan Wilona yang merupakan kerabat terdekat Rio harus ikut-ikut menjadi sasaran Fans gila Rio yang menitipkan kado , salam atau semacamnya. Shilla sendiri sering mengamuk-amuk tak jelas karena didepan apartemannya selalu ramai dengan keributan orang-orang tak jelas. Siapa lagi jika bukan Fans-fanas Rio.

Dan selama 3 bulan itu. Tak ada yang menyebut nama gadis itu lagi. Bukan mereka melupakannya namun mereka mencoba menghilangkan kesedihan mereka. Jujur, mereka akan mengenangnya gadis itu didalam otak dan hati mereka semua. Namun tidak lagi menyebutkan namanya. Namun sesibuk-sibuk nya Rio dengan pekerjaanya apabila ia mendapati waktu kosong pasti otaknya terfikirkan kembali gadis itu.

5 Bulan begitu terasa sangat cepat. Dan selama 5 bulan itu Rio tak bisa melupakannya. Ia merindukkanya. Rio ingin tau bagaimana kabar gadis itu? Sedang apa dia sekarang? Apa dia sudah terbangun ? atau . . . . entahlah. Sejak kepindahan ify dibawa oleh Papanya ke Eropa Rio tak pernah tau kabar Ify lagi. Jangankan Ify kabar iqbal pun ia sudah tidak tau.

Wilona juga tak pernah komunikasi lagi dengan Iqbal. Ia merasa terabaikan, 2 bulan yang lalu tiada hentinya ia menangis dan selalu menangis merindukan Iqbal. Wilona marah-marah sendiri karena Iqbal tak memberikan kabarnya sama sekali. Dan menyebabkan hubungan mereka menggantung selama 5 bulan ini.

Sivia dan Shilla semakin akrab. Di sekolah mereka pun menjadi begitu terkenal karena Sivia dan Shilla telah memenangkan lomba Olimpiade English di NewYork. Dan menjadikan SMA ARWANA semakin terkenal.

Hubungan Alvin dan Sivia pun masih berjalan baik-baik saja. Mereka semakin romantis dan tak pernah ada kendala apapun diantara hubungan mereka berdua. Sivia semakin mencintai Alvin dan begitu juga dengan Alvin. Bahkan saat itu Apartemen Shilla bagaikan Basecamp buat 5 anak ini. Wilona, Sivia, Shilla, Rio dan Alvin sering menginap di apartemen itu bersama apabila ada waktu luang untuk berkumpul. Keakraban mereka sudah seperti saudara kandung sendiri.

“Besok gue akan ke Thailand”ujar Rio. Ditangannya ia membawa sekaleng cocacola yang sedang ia minum.

“berapa hari kak?”tanya Wilona. Ia masih mengenakkan pakaian seragamnya. Setelah pulang sekolah Wilona langsung melesat ke apartemen Shilla. Bahkan orang tuanya sendiri sudah begitu hafal dimana tempat bermain Wilona. Dan orang tua Wilona tak pernah melarang Wilona berteman dengan kakak-kakaknya ini. Apalagi salah satu teman Wilona merupakan pengusaha muda terkenal di dunia. Siapa lagi kalau bukan Mario. Malah sebaliknya orang tua Wilona sangat tersanjung karena Rio mau menganggap Wilona sebagai adiknya sendiri.

“5 hari mungkin”:

“Ingat nasehat gue. Gak usah Caper. Sudah cukup fanas-fanas gila loe ngeramein apartemen gue”ptotes Shilla begitu tajam.

“Siapa juga yang caper? Pesona gue aja kali yang nyebar-nyebar”

“HUEEKSZSSSS”serempak yang lainnya. Rio mendengus kesal.  Ia melihat akun twitternya di laptopnya benar saja berbagai mention mulai bahasa Inggris, spanyol, korea , jepang, Indonesia, Cina, mandarin membahan jadi satu di mention Rio ini. Rio tersenyum sesaat.

“Gak nyangka gue seterkenal ini”gumam Rio lantas mendapat pelototan tak enak dari yang lainnya,

“Jangan bilang habis ini kakak mau jadi artis . “sinis Wilona dan diangguki yang lainnya

“Enggaklah ngapain jadi artis. Kayak apa aja gue”

“Beneran? Bukannya loe sekarang udah jadi artis? Malah ngalah-ngalahin justin beiber noh “sinid Alvin lagi.

“yahh. Itu mah rezeki udah takdirnya kali. Gak pernah nyangka ternyata gue setampan ini”Shilla, Wilona, Sivia dan Alvin rasanya ingin muntah saat ini juga. Sejak kapan Seorang Mario jadi naris seperti ini.

“YAAAAAA!!! Kata-kata loe bikin gue muntah ngerti gak?Hah?”Kesal Shilla malah ditanggapi Rio dengan tak acuh.

“Lihat nih ya. Setiap gue buka akun twitter gue dalam sedetik aja mention banyak. Apalagi kalau gue buat status. Wahhh . sesuatu banget”

“Yo sejak kapan loe jadi alay kayak gini? Hah?”decak Alvin dengan wajah yang bener-bener menjinjikan.

“Kak Rio tersayang gue tau tau banget loe sekarang sudah sangat sangat terkenal. Nama loe dimana-mana. Bahkan foto loe aja di mana-mana. Di Billboard Mall ada Di mana pun pasti ada sampe bosen gue lihatnya. Satu aja pesan gue  . . . . “sivia menatap Wilona, Shilla dan Alvin bergantian langsung mereka bersamaan mengangguk mengerti maksud Sivia.

“BILANG KE FANS-FANS LOE JANGAN USIK KAMI! “Rio langsung menutup kupingnya yang terasa hampir pecah. Sivia menatap Rio seperti tatapan kebencian.

“gue capek tau gak kak. Taip masuk di gerbang sekolah aja udah dapat parselan coklat banyak. Iya kalau itu buat gue. Nah? Itu buat loe. Ciihh”aduh Sivia.

“Apalagi gue? Masak tiap hari ke sekolah harus bawa karung beras dulu.. Tuh teman-teman sesekolah gue pasti aja nitip surat gak jelas ke gue. Padahal jug ague tau gak bakal loe baca tuh surat kak”Wilona pun tak mau kalah dengan Sivia.

“Kalau gue sih nyantai aja ya. TAPI  DEPAN HOTEL GUE JANGAN JADI BAHAN  PENYEWAAN CAMPING  MASSALL”teriak Shilla sambil menujuk pintu apartemennya. Dan sudah dipastikan di depan Hotel MarkKANS ini sudah diserbu para RISE yang setia menanti pangerannya. Mereka bahkan tau jadwal-jadwal Rio jika tidak ada di kantor. Mereka semua memang sudah tergila-gila dengan Seorang Mario Haling.

Rio menggaru-garuk kepalanya binggung. Dia sendiri harus berbuat bagaimana? Mengusir mereka? Yang benar saja? Apa dia sudah gila. Bisa-bisa namanya menjadi perbincangan besar dengan topic “MARIO MENGUSIR FANSNYA” bisa ditaruh mana mukanya kalau attitudenya dia seeperti itu.

“Lain orang lain cerita. Kalau gue gak ada yang ngasih coklat gak ada yang ngasih surat gak ada yang ngasih salam-salam. Tapiii . . . “Alvin menatap Rio dengan senyum yang dipaksakan semanis mungkin malah terlihat begitu menyeramkan bagi rio.

“GUE DITERORIN ANAK KAMPUS KALAU GAK NGASIH NOMER LOE GUE BAKAL DI BUNUH!!!”teriak Alvin begitu kencang. mungkin kaca jendela yang ada di apartemen Shilla ini sudah bergetar hebat tinggal retaknya saja. Sivia, Shilla, Wilona dan rio menghela nafas panjang dengan tatapan ngeri kepada Alvin .

“Yaudah kasih tau nomer gue 24”

“NOMER HAPE BEGO BUKAN NOMER SEPATU“protes Alvin gregetan sendiri.

“Itu nomer celana dalam gue kok bukan nomr sepatu”balas Rio dengan wajah polosnya yang tanpa dosa. Alvin terdiam sebentar namun tatapanya ingin sekali mengin jak-injak orang yang didepannya ini.

“Loe mau ngelucu?hah?”

“Enggak tuh “

“Yaudah diem “sinis Alvin.  Rio melengos saja dan meneruskan menatap laptopnya.

Namun menguntungkan juga bagi SHilla, Sivia, Alvin dan Wilona nama mereka pun pastinya terbawa dikenal oleh para RISE di semua dunia. Dimana berbagai fakta-fakta tentang Rio bahwa ia memiliki 1 sahabat paling baik 2 gadis cantik-cantik yang selalu nyupport dia dan satu adik angkat cewek siapa lagi kalau bukan Wilona.

Namun para netizen tersebut lebih tepatnya para Fans-fans dan pemberita-pemberita itu tidak ada yang tau kisah cinta Rio dahulu atau pun kisah Mario sebelumnya. Danselama 5 bulan ini pun Rio sudah tak ingat dengan kisahnya dulu itu. Namun dalam hatinya pasti selalu mengingat gadis itu. Gadis yang entah bagaimana kabarnya dia disana. Masih hidupkah? Atau . . . . . dan pastinya semua orang berharap dia masih hidup.

******

Rio memakai maskernya untuk menutupi wajahnya. Ia menggunakan jaket hitam yang sengaja resletingnya menutupi sampai sebagian wajahnya. Dengan langkah biasa agar tidak ada yang curiga Rio keluar dari apartemennya. Dan benar saja ia melangkah keluar untuk menuju luar Hotel dan begitu banyaknya para RISE yang setia memanggil-manggil namanya sambil membawa poseter untuknya. Bahkan 10 satpam sudah berada di depan hotel sampai tak bisa berbuat apa-apa untuk mengusir ratusan RISE disana.

“Apa sebegitu berharganya diriku ??”gumam Rio. ia sengaja berhenti sejenak di tengah-tengah kerumunan itu. Rio menjadi kasihan sendiri kepada gadis-gadis bahkan ada cowok juga yang menunggu hanya untuk bertemu dengannya.

Rio melirik sebentar ke jam tangannya. Masih ada sisa waktu 2 jam sebelum dirinya rapat di Singapure hari ini. Rio menghampiri salah satu satpam sebentar.

“Pak bisa minta tolong. .”bisik Rio. satpam tersebut menatap Rio dengan aneh. Karena Rio sendiri masih menggunakan masker serta Jaket dan tudungnya pun sengaja ia pakai.

“Iya ada apa ya Mas?”

“Saya Rio pak. Saya ingin ngasih kejutan ke mereka. Tapi tolong bisa jaga agar mereka tidak menyerbu saya ?”satpam tersebut langsung kaget. Jujur satpam ini pun ingin sekali bertemu dengan pengusaha kaya dan suatu anugrah ia bisa bciara langsung dengan Pengusaha terkenal ini.

“baiklah Pak. Baik baik akan saya lakukan “ujar Satpam tersebut begitu antusias. Rio mengangguk dan kembali masuk kedalam hotel sebentar untuk melepaskan maskerynya. Sedangkan satpam itu mengajak teman-temannya untuk melakukan apa yang Rio suruh. Rio sudah melepaskan maskernya dan didepannya kini 10 satpam mengitari dirinya. Rio menghela nafasnya sejenak. Tudung jaketnya pun ia buka. Rio pun mulai berjalan ke luar dengan penjagaan sepuluh satpam itu.

Benar saja baru satu langkah Rio menginjak luar hotel semua mata tertuju padanya. Teriakan riuh langsung membahana di luar hotel tersebut. Cahaya Blitz bertebar dimana-mana. Rio tersenyum ke berartus-ratus gadis yang ada di sana., dimana para gadis itu histeris memanggil namanya. Bahkan tak sedikit yang menangis hanya karena melihat wajah Rio walaupun dari jauh seperti itu.

“MARIOOOOOOOOOO”

“MARIOOOOOOO LOVE YOUUUUU”

“MAAARIOOOOOOOOOOOOO”

“AKU SAYAAAANGGG KAAAMUUU”

“MAAARIOOOOO JANGAN PERGIIII”

“MAAARIOOOOOOOOOO”

“MAAAAAAARRRIIIIIOOOOOOOOOOO”

Rio memberhentikkan langkahnya . dan para gadis itu langsung berlarian untuk mendekati Rio. Rio sedikit panik saat itu namun untung sepulu 10 satpam kekar-kekar tersebut langsung mengamankannya dan menghadang banyaknya gadis-gadis yang ingin mendekat ke Rio.

“Makasih ya semuanya. Maaf aku harus pergi “ujar Rio dengan cepat. Sebelumnya ia senyum sesaat ke fans-fansnya tersebut lantas Ia berlarih menuju mobilnya yang terpakir tak jauh dari dirinya berdiri. Dengan cepat Rio menjalan kan mobilnya sebelum benar-benar ratusan gadis itu menyerbunya .

“MAAARIOOOOOOO jANGAN PERGIIII”

“MAAAARIIIIIOOOOO”

“RIOOOO JAHAATTT BANGEEETTTTT”

“AAARGHSSSSSS RIO JAHAT JAHAT JAHAAATTT”

“RIOOOOOOOOOOO”

Sekepergiannya Rio dari sana tangisan malah semakin banyak. Gadis-gadis tersebut malah hsiteris sendiri menyeka air mata mereka. Ada yang berpelukan tak jelas. Rasanya ingin sekali mereka memeluk idola mereka itu. Walau Rio bukan artis yang bermain film? Bernyanyi atau bagaimana. Namun entah mengapa Mereka begitu mengangumi sosok pengusaha muda kaya itu.

Shilla, Sivia, Alvin dan Wilona mengintip dari apartemen Shilla tepatnya di lantai 5. Mereka geleng-geleng melihat kejadian barusan. Mereka sendiri tak pernah menyangka Seorang Mario bisa menjadi terkenal seperti ini.

“Apa yang dilakukan anak itu? Apa dia memang sudah bodoh ?”gumam Alvin mengomeli Rio yang entah sudah berada di mana.

“Biasa pesonanya belum disebar”sahut Shilla dan disetujui yang lainnya.

“Tapi setidaknya bersyukur karena ini Rio sedikit menghila ngkan sifat cueknya. Dia bisa menghargai para fans-fanasnya tanpa mengacuhakannya kan. Buktinya kalau dia ada waktu luang pasti membalas beberapa mention dari para fansnya itu”

“Enak banget jadi kak Rio. Tapi gak enak juga sih. Selalu di kerubungi kamera-kamera fanas-fanas anarkisnya “ujar Wilona membayangkan bagaimana susahnya menjadi Seorang Mario.

“dan lebih baik sekarang kita cari makan. Sebelum kita kepalaran Oke “sela Sivia. Mereka pun setuju dengan sigap mereka ber empat langsung siap-siap untuk turun keluar. Mereka keluarnya pun langsung bersama-sama karena takut ikut di serbu para fansnya Rio yang pastinya ingin sekali kenal dengan orang terdekat Rio keempat anak ini memilih untuk lewat belakang hotel .

******

13.00 HALING CORP

 

Rio masuk kedalam ruang kerjannya. Agni sendiri pun membuntutui dari belakang dan seperti biasanya membawa banyak map-map yang entah isinya apa mungkin hanya Rio yang mengerti.

“Pak ada tawaran di berbagai televise mengudang anda”ujar Agni dengan sopan. Dan menunjukkan 10 map yang berisi tawaran Rio datang ke acara Talk Show. Rio mengernyitkan keningnya.

“Dimana saja?”tanya Rio. Agni pun dengan siap menjelaskannya.

“yang 2 amplop ini di 2 televisi swasta Indonesia “

“yang map warna biru KBS2 di korea. Dan anda juga mendapat ajakan kerja sama  dengan salah SM Management salah satu agency musik terbesar di korea. “Rio manggut-manggut sepertinya ia cukup sering menngar nama agency itu.

“Apa gak salah dia mengajak kita bergabung? “ujar Rio sambil geleng-geleng sendiri.

“Entahlah pak saya juga tidak tau. 2 map ini di televisi swasta New York . “

“satunya di singapur. Ini saya terima langsung toh Pak Rio setelah ini ke singapur acaranya pun 1 jam setelah rapat bapak”Rio mengangguk-angguk. Ia mengambil bolpoinnya dan langsung menandatangani map yang berisikan pengudangan dirinya di Singapur itu.

“ini ada di jepang.dan acara ini spesial 2 jam bersama Mario Haling. Saya sarankan bapak menerima cara ini. Acaranya cukup besar/ Bahkan tempat acara ini dikabarkan di studion yang biasanya dibuat acara music-musik seperti itu. Namun ini dibuat panggung talk show. Dan dikabarkan banyak RISE jepang yang menonton. “

“Kapan acara ini?”tanya Rio

“Lusa pak “

“Apakah aku gak ada rapat ?”

“gak ada pak. Jadwal anda lusa kosong. “

“Bukannya aku masih di singapur?”

“Iya tapi malamnya jadwal anda kosong. Dan bapak bisa langsung ke jepang”

“baiklah aku menerima tawaran acara ini”tanpa fikir panjang Rio menandatangani map tersebut. Dan map terakhir pun tiba di hadapan mata Rio.

“Ini acara di Prancis. Ini pun acara talk Show.”Rio menatap Agni dengan tatapan aneh

“Dimana ?”

“Prancis pak “Rio memalingkan wajahnya. Nama Negara itu seketika menjadikannya teringat dengan seseorang. Yah, seseorang yang 5 bulan ini telah tak ada kabarnya dan tak ada dihadapannya.

“Haruskah aku kesana??”gumam Batin Rio seakan bertanya-tanya sendiri.

“Kapan acara ini ?”tanya Rio

“sepulangnya bapak dari singapure .”Rio mengangguk-anggukan kepalanya. Ia seperti memfikirkan haruskah dia menerima tawaran ini atau tidak. Entahlah dia masih bimbang selama 5 menit ini.

“Pak bagaimana ?”pertanyaan Agni menyadarkan Rio dari lamunanya.

“baiklah. Sepulang dari singapur kita langsung ke prancis “entah keputusan Rio ini maksudnya apa. Tapi di otaknya ada satu hal yang ingin ia cari disana. Dan berharap ia menemukannya disana.

******

2 jam kemudian, Rio segera berangkat ke Singapur. Ia menuju ke bandara soekarno hatta. Dan taukah kamu?? Kabar berangkatnya Rio ke bandara berita itu langsung heboh dan tersebar dimana-mana. Dan sudah dapat dipastikan  berbondong-bondong gadis menyerbu bandara sambilmembawa poster Rio atau pun kata-kata aneh dan lucu untuk Rio. hanya sekedar menatap Rio dan melihat pria itu mereka semua rela sekali melakukan apa saja.

Rio berjalan didalam bandara untuk Take Off dengan penjagaan ketat dari banyaknya bodyguard. Begitu juga Agni yang selalu ada disamping rio. dan gossip-gosip yang beredar tak jelas bhwa Rio mempunyai hubungan dengan sekertarisnya itu sempat membuat heboh para RISE di seluruh dunia. Namun berita itu langsung disangkal oleh Alvin dan rio sendiri. Dan sejak saat itu berita tak jelas yang hampir menyopotkan jantung para RISE langsung menghilang di terpa angin.

Rio melambaikan tangannya ke semua fansnya dengan senyum yang ia rekahkan. Dimana Rio mengenakkan kaca mata hitam, celana jens dan kaos putih serta jaket kesuall. Bahkan ia hanya memakai sepatu kets kesayangannya. Penampilan Rio sangat mengangumkan. Bukan seperti pengusaha yang biasanya memakai jas-jas namun layaknya bintang superstar yang diidolakan beribu juta gadis-gadis di seluruh dunia.

Teriakan-teriakan nama Rio membisingkan Bandara. Bahkan suara pesawat saja bisa kalah dengan suara teriakan RISE ini yang hsiteris melihat Rio yang hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke meraka.

“AKU CINTA KALIAN”teriak Rio begitu keras ditengah riuhnya para fansnya itu . Mungkin fans-fanasnya tersebut tidak dapat mendengar hanya saja bibir Rio bisa terbaca dan seketika itu para RISe lebih histeris kembali. Ada yang sampai menangis tak karuan. Setelah berteriak seperti itu Rio segera masuk kedalam untuk mengecek paspor dan siap untuk naik pesawat.

Rio merasa bersyukur hidupnya menjadi berubah 360 derajat hanya dalam waktu sesingkat itu. Namnaya begitu BOOMING begitu saja.

******

Tiket talk Show acara di Singapur, Jepang dan Prancis dimana ketiga acara itu sudah di konfirmasi diterima oleh Rio langsung ludes diserbu para RISE diberbagai belahan dunia yang relah untuk mendatangi ketiga Negara itu yang menjadi Negara beruntung karena Rio mau datang ke acara Talk Show mereka.

Ratusan ribu tiket terjual habis dalam waktu 1 jam saja. Dan itu mengalahkan rekot Muri dunia dan berita itu menjadi topic hangat di semua berita-berita televise dunia.

Semua acara telah dipersiapkan sematang mungkin. Dan Rio sendiri tak memfikirkan acara itu nantinya akan bagaimana. Ia hanya memfikirkan rapat pentingnya dalam pebukaan Hotel terbarunya di singapur tersebut .

*****\

  20.00 WIB Rumah Sivia

 

Alvin sengaja mampir sebentar di rumah sivia. Dimana dirumah Sivia ini hanya ada mamanya dan pembantunya serta supirnya. Karena Papa Sivia sudah kembali bekrja keluar negri. Alvin menunggu Sivia yang sedang mengambiklan minuman untuknya. Alvin menunggu Sivia di taman belakang rumah Sivia . Alvin duduk di samping kolam sambil memainkan satu kaki kananya ia celupkan ke dalam kolam.

“Maaf nunggu lama kak”ujar Sivia yang baru saja datang dan membawakan 2 minuman serta cemilan-cemilan ringan. Alvin menganggukkan kepalanya. Sivia segera duduk di samping Alvin dan menaruh minuman serta cemilan itu di tengah antara dirinya dan Alvin.

“Habis ini kamu ujian semester?”tanya Alvin . Sivia menganggukkan kepalanya.

“Cepat banget”

“yah begitulah ARWANA”ujar Sivia penuh penekanan. Alvin menganggukkan kepalanya kembali seperti tak ada bahasan untuk dirinya sendiri.

“Kakak gak ujian ?”kini giliran Sivia yang ebrbalik tanya ke Alvin

“Nanti setelah kamu selesai ujian”

“Oh iya ya. habis ini kakak semester 3 ya ?”

“Iya kenapa?”:

“gak apa-apa hehehe”

“Besok aku gak bisa nganterin kamu ke sekolah Vi “ujar Alvin

“Kenapa?”tanya Sivia

“Aku ada kuliah pagi. Gak apa-apa kan?”

“Iya gak apa-apa kok kak. “

“Sebentar lagi ulang tahun kak Alvin loh”ujar Sivia. Alvin mengernyitkan keningnya

“Iya kah ?”

“yaelah ultah sendiri gak hafal”

“heheheh. Gak ingat sayang heheh”cengir Alvin

“Makannya jangan terlalu sibuk sama kuliahnya. “:

“Mau gimana lagi hehhe”

“Aku pingin di ulang tahun kak Alvin kita liburan ke Hongkong. Pliss”pinta Sivia

“berdua ?”

“Ajak kak Shilla sama Wilona juga “

“Ulang tahun ku kurang 7 hari lagi kan??”ujar Alvin mengingat-ingat Sivia mengangguk-anggukan kepalanya.

“Boleh juga sih kalau aku ngambil izin 3 hari kuliah”ujar Alvin menyetujui ide Sivia.

“beneran kak Alvin mau?”

“Iya sayang. . “

“Sumpah?? Yesss KE HONGKONG”teiak Sivia begitu antusias sekali

“Senang banget ya ?”sindir Alvin

“Iya dong. Pingin banget kesana dari bulan yang lalu. Apalagi di hari ulang tahun kak Alvin. Pasti seru tuh haahhaah”

“Iya sayang terserah kamu. Tapi kamu gak sekolah?”

“Izin juga dong. Hehe”cengir Sivia.

“dasar kamu ini”Alvin berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mengarah ke samping kanan Sivia. Sivia binggung melihat apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Namun ia diam saja memandangi Alvin.

“Hmm. . “gumam  Alvin tak jelas sambil duduk di sebalah kanan Sivia. Sivia megernyitkan keningnya.

“kenapa kak?”

“gak apa-apa. Kangen aja romanis gini sama kamu “ujar Alvin lantas menlingkarkan tangan kirinya dipinggang Sivia membuat gadis ini sedikit kaget. Pipi Sivia seketika itu menjadi merah merona karena malu.

“Berharap banget hubungan kita akan selalu dan selalu seperti ini ya Vi”

“Iya kak Amin”ujar Sivia mengamini. Sivia menyenderkan kepalanya ke  Kepala Alvin. Alvin menatap ke atas langit melihat tak ada satu bintang pun terlihat disana.

“Hah? Ini mendungkah ??”tanya Alvin binggung. Sivia mengikuti Alvin emndongakkan wajahnya menatap kearah langit malam ini yang begitu pekat.

“Kayaknya iya kak”jawab Sivia.

Dan tanpa mereka duga hitungan detik saja rintikkan hujan langsung turun mengguyur. Sivia yang ingin berdiri di cegah oleh Alvin. Pinggangya ditarik kembali oleh Alvin.

“Kak nanti kita kehujanan . .”ptotes Sivia

“Sebentar aja Vi”pinta Alvin dan menyenderkan kepala Sivia ke bahunya. Sivia tersenyum menatap pacarnya itu lantas menuruti saja perkataan Alvin.

Lama kemalaam hujan semakin deras. Baju Alvin dan Sivia bahkan sudah basah kuyup karena hujan malam ini. tak ada yang bergeming satu pun dari sana. Hanya keheningan dan suara hujan yang lama-lama semakin deras. Sivia memejamkan matanya merasakan dingin menusuk tulangnya.

Sivia merasakan satu tangan lagi melingkar lagi diperutnya dan ia tau bahwa Alvin sedang memeluknya. Sivia tersenyum sedikit tanpe membuka pejaman matanya. Hujan yang semakin deras tak menggoyahkan pasangan kekasih ini tetap di depan kolam renang. Untung saja malam ini bukan hujan Angin.

Alvin menatap wajah Sivia yang begitu tenang dengan senyum  yang merekah di bibirnya. Alvin seperti terhipnotis dengan polosnya wajah gadisnya ini. Entah setan dari mana yang menyuruh Alvin untuk mendekatkan wajahnya ke wajah Sivia disela-sela gadis itu masih terpejamkan.

Sivia merasakan keanehan dimana nafas hangat mendekati wajahnya. Dan benar saja sesuatu yang begitu lembut kini mendarat di bibirnya. Sivia tak berani untuk membuka matanya saat ini. Sentuhan bibir Alvin begitu hangat. Bibir Alvin terasa basah karena air hujan Sivia mecengkram kedua tangannya menghilangkan rasa nervosnya. Jujur ia selalu salting sendiri apabila Alvin sedang romantis kepadanya dan seperti inilah yang tak pernah di duga oleh Sivia.

Mereka berdua ciuman di tengah hujan yang begitu deras. Hembusan nafas mereka saling beradu meskipun ciuman mereka hanya sebatas menempelkan bibir Alvin dengan bibir Sivia namun itu saja sudah menyebabkan dua ingsan ini mersakan dekupan jantung yang sangat hebat.

Sivia melepaskan ciuman Alvin, nafasnya hampir habis. Dan saat itu juga baik Alvin dan Sivia membuka mata mereka. Dan suasana canggung langsung menyerbu taman belakang ini.

Sivia mengahlihkan pandagannya. Ia tak berani menatap Alvin begitu juga dengan Alvin yang tak percaya dengan apa yang dilakukannya. Mungkin hampir 3 menit lebih mereka menaupkan bibir mereka satu sama lain.

“Masuk yuk. Sudah malam juga. Kita ganti baju”ajak Alvin melihat Sivia yang sepertinya kedinginan.

“Hah? . ehh. Iya iya kak”jawab Sivia jadi salting sendiri. Alvin tertawa sedikit melihat pacarnya yang salah tingkah itu.

Melihat Alvin yang menatapnya dengan tertawa seperti itu membuat Sivia semakin salting. Ia menunduk tak berani menatap Alvin yang disampingnya. Tanganya menjadi panas dingin sendiri. Dan entah apa yang dilakukan oleh Alvin.Ia malah mendaratkan ciumannya kembali ke bibir Sivia dngan cepat.

“Hmm. . “kaget Sivia melihat apa yang dilakukan Oleh Alvin. Mata Sivia masih terbuka sedangkan Alvin sudah memejamkan matanya dan masih menempelkan bibirnya ke bibir Sivia untuk kedua kalinya.

Alvin tersenyum dalam hatinya, Ia senang menggoda Sivia sepeti ini. Ia dapat merasakan detakan jantung Sivia sema,kin cepat dan cepat sekali. Alvin mengeratkan tangannya di pinggang Sivia membuat gadis itu sedikit tidak nervous. Dan untuk kedua kalinya Sivia perlahan memejamkan matanya. Merasakan lembutnya sentuhan bibir Alvin sekali lagi.  Hujan pun perlahan mulai hanya berupa rintik-rintikan ringan saja. Rintikan tersebut membuat keadaan malam ini semakin romanis diantara dua orang ini.

Bersambung, , , , ,

Waahhh?? RIO JADI TERKENAL YA?? CIEEE

SIVIA SAMA ALVIN??? YA ALLAH ROMANTIS GILAAAA ADUUHAAII BANGET YA ITU. DITENGAH HUJAN ???

WOOYY BACA PART SELANJUTNYAA YAAAA JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENT NANTi HYO MARAH LOH YA wkwkwkkw. . Makasih bagi yang sudah mau baca tetap baca terus yaa😀 Makasihhh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s