DEVIL ENLOVQER – 35 ~ Busy and Busy ~

Hy Guys . HYO DATANG LAGI  huakakakakaka. . . . ini part 35nya. Semoga semuanyaa sukaa yaa😀 tetap baca terus jangan jangan lupa okeokee “ DAN TETAP PANGGIL “HYO” hohohohoho .

Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . follow aja. Dan mention yaa biar aku kenal sama semuanya😀 . Salam cinta semuanyaa dari HYO, . baca terus yaa like dan commentnya jangan lpaa😀 Makasih😀

DEVIL ENLOVQER – 35

~ Busy and Busy ~

 

 

Sabtu malam mingu atau bisa dibilang dengan SATNIGHT. Dimana malam paling indah untuk sepasang kekasih memadu cinta mereka. Saling bertemu dan bercurah hati antar sesame. Namun tidak untuk gadis ini. Ia menatap kelam kalender yang ada di depannya. Dimana kalender tersebut terlingkarkan tanggal “7” dimana tanggal tersebut adalah tanggal hari jadian gadis ini dengan sang kekasih.

“Apa loe ingat sama tanggal ini?”

“Kenapa loe ngilang tiba-tiba kayak gini?”

“gue kangen sama loe”lirih gadis ini yang tak lain adalah Wilona. Wilona menyenderkan dagunya dia atas meja berusaha untuk tida menangis. Sudah lebih dari 5 bulan lebih hubungannya mengantung dengan Iqbal. Setelah kepergian Iqbal pun sama sekali tak ada contac atau komuniskasi sekali saja. Wilona sangat merindukan sosok cowok itu. Meskipun umurnya lebih tua setahun darinya , namun Wilona merasa Iqbal begitu dewasa dan selalu melindungi gadis ini.

“Besok hari Anniversarry kita ke 7 bulan. Yah 7 bulan tanpa loe bal”

“Loe jahat banget sih . ninggalin gue begitu saja “

“apa loe lupa dengan janji-janji loe? Yah ,mungkin loe lupa “

“Gue kangen sama loe . .”Wilona meraih sebuah figura yang yang terletak di meja belajarnya itu. Dimana di dalam Figura tersebut terdapat foto Iqbal dan dirinya. Dimana iqbal merangkul bahunya begitu mesra dan Wilona menyenderkan kepalanya di bahu Iqbal. Foto tersebut diambil saat anniversary 1 bulan mereka tepatnya di balkon apartement Shilla. Wilona kangen saat masa-masa dulu dirinya dan iqbal.

“GUE KANGEN SAMA LOEEEE”teriak Wilona begitu kencang. Tak peduli jika orang tuanya mendengarnya toh dia tiap hari selalu berteriak-teriak tak jelas.

Wilona menghela nafas panjang, meletakkan figuranya itu kembali ketempatnya.

TESS . ..

Wilona meraskan ada yang mentes dari hidungnya. Benar saja tepat di atas mejanya terdapat tetesan darah yang entah dari mana.

“Darah ??”kaget Wilona

TESS

Darah itu menetes kembali, Wilona menyentuh hidungnya dan darah tersebut berasal dari Hidung Wilona. Lama-kelamaan darah itu semakin banyak merembas Wilona mengambil beberapa tissue dan menyumpelnya di hidungnya agar darahnya tidak etrus keluar.

“MAAMAAAA .. .”teriak Wilona panik. Ia sendiri binggung kenapa tiba-tiba ada darah dihidungnya. Dan ia tidak tau cara bagaimana memberhentikkan darahnya tersebut.

“MAAMAAA . . PAPAAAA”teriak Wilona sekencangnya sekali lagi. Tapi tak ada satu pun dari kedua orang tuanya yang datang.

“Cissshh. . pasti mereka keluar . “kesal Wilona. Tak ada pilihan lain gadis ini segera meraih ponselnya dengan posisi masih mendongakkan kepalanya sedikit dan menyumpelnya dengan tissue.

Wilona memainkan ponselnya, mencari salah satu contac di ponselnya tersebut. Setelah menemukannya Wilona segera memencet tombol hijau dan langsung mengactivekan speaker ponselnya tersebut.

TUUTTT TUUTTTT

“Hallo” suara berat disebrang sana melegahkan hati Wilona

“Kak . gue mimisan tiba-tiba. Gue harus apaa?>?”ujar Wilona dengan cepat. Orang tersebut sedikit panik sendiri.

“Loe jangan dongakkan kepala loe. Loe nunduk aja”ujar orang tersebut yang tak lain adalah Rio. Dimana Rio sekarang sebenarnya sedang ada di singapur untuk menjalankan rapat penting dan undagan talk shownya.

“Iya kak udah terus gimana? Darahnya terus keluar??”ujar Wilona gak karuan. Ia melemparkan tisunya yang sudah penuhd arah dan mengambol tissue lagi.

“Loe jepit hidung loe. Loe nafas pakek mulut aja”

“Iya udah”

“Loe ambil CubeIcetaruh di kaijn terus kompres di hidung loe”dengan cepat Wilona membuka kulkas kecil yang ada di kamarnya. Ia menarik kain apa saja yang ada di kasurnya lantas mengambil CubeIce di kulkasnya dan menaruhnya di kain tersebut setelah itu ia membungkus Cube Ice itu pada kain dan mengompres hidungnya sendiri

“udah?”tanya Rio disebrang sana. Wilona kembali ke tempat mejanya di mana ponselnya berada.

“Iya udah kak”

“Biarin aja dulu. Tenang-tenang g usah panik. Loe hanya kecapean aja”ujar Rio mencoba menenagkan Wilona.

5 menit kemudian akhirnya pendarahan di hidung Wilona terhentikan. Wilona bernafas legah dan segera membuang tissu yang penuh darah itu di tempat sampahnya.

“Udah gak keluar lagi?”tanya Rio

“Iya udah enggak kak”

“Syukurlah. Loe istirahat sana . tidur jangan aneh-aneh:”

“Iya kakak. Yaudah Wilona istirahat dulu. Maaf sudah mengganggu kak Rio”

“Gak apa-apa. Sepulangku dari Singapur nanti aku periksa kondisimu”

“Hha? Diperiksa? Wilona kan gak apa-apa”

“Siapa tau aja ada apa-apa. Udah diem aja. Biar kondisimu stabil”

“Iya iYa pak dokter”

“Aku tutup ya. dan selamat menikmati pulsamu yang habis. Bye “

TIITIITITTTT

Wilona membelakakan matanya mendengar ucapan terakhir Rio. Segera ia meraih ponselnya dan mengecek pulsanya.

“WHAAATTTTT???”teriak Wilona begitu sangat syok. Ia meneguh ludahnya dalam. Pulsanya yang abrus aja ia beli 200 ribu kini hanya terissa 5.700 rupiah.

“200 ribu? Hangus? Ciyus? Enelan? KAK RIOOOOOOOOOO”

Syalalalala. .. syalalalal. . sayalalala . sayalalala

 

Bunyi ponsel Wilona berbunyi dan menandakan ada pesan masuk. Wilona membukannya dengan malas.

M-Tronik

Selama pulsanya anda berhasil terisi sebesar 100 rbu rupiah. Untuk . . . . . . .

 

Wilona bertanya-tanya sendiri siapa yang mengisikkan pulsanya. Ia garuk-garuk tak jelas dikepalanya yang sama sekali tak gatal.

Syalalalala. .. syalalalal. . sayalalala . sayalalala

Satu pesan masuk lagi diponsel gadis ini. Wilona segera membukannya dan pesan tersebut dari Rio.

Kak Yo

Setidaknya gue ganti kan “) Cepat istirahat!!

 

Wilona tersenyum mendapat pesan tersebut. Ia memang sangat suka sekali dengan Rio. Suka dalam arti sebagai kakak, Wilona sudah menyayangi Rio seperti kakak kandungnya sendiri. Dimana Rio selalu menjaganya dan menolongnya kapan pun. Rio pun selalu mengalah kepadanya. Bagi Sivia dan Alvin mengatakkan bahwa WILONA adalah twinsnya SHILLA. dimana kedua anak ini selalu bersikap manja kepada Rio.

Wilona tak berencana membalas pesan Rio tersebut. Ia merasakan kepalanya setikit pusing. Ia pun memilih segera tidur saja. Toh, tidak ada yang ia lakukan hari ini. sabtu malam menjadi begitu sangat kelam sekali. Yah sangat dan sangat kelam SEKALI!!

****

20.00 Rumah Sivia

 

Sivia menyuruh Shilla untuk ke rumahnya. Ia ingin membicarakan sesuatu. Padahal Alvin mengajaknya ke suatu tempat namun Sivia beralasan bahwa hari ini dirinya ada tugas kelompok bersama  teman-temannya. Sivia sengaja berbohong.

Shilla yang pun pergi diam-diam kerumah Sivia atas permintaan gadis ini sendiri. Shilla segera masuk kedalam kamar Sivia, toh ia sudah begitu kenal dengan penghuni rumah ini tertutama mama Sivia yang begitu baik kepadanya.

Shilla masuk kedalam kamar Sivia dan mendapati gadis itu sedang menyoret-nyoret buku tak jelas dengan seriusnya. Shilla menghampiri Sivia yang tengkulap dia tas kasur.

“Loe lagi ngapain?”tanya Shilla heran. Sivia tak emndengarnya. Ia masih sibuk dengan bukunya itu.

Sivia loe lagi ngapain?”suara Shilla sedikit meninggi. Gadis ini berjalan dan duduk di atas kasur di depan Sivia.

“Kak . gue lagi ngerencanain sesuatu”

“rencana? Buat?”

“2 hari lagi Ulang tahun Kak Alvin dan gue ingin ngasih sesuatu yang snagat sepesial”

“Apaan?”

“Gue akan ngerjain dia habis-habisan dan rencana ini hanya loe aja yang tau! Ngerti?”

“Yah. Yah Yah .. terus rencana loe apa?” Sivia mulai memposisikan tubuhnya untuk duduk. Dan dengan pelan serta merinci ia menjelaskan semua rencanya kepada Shilla.

“HONGKONG???SUMPAH?? YESSSS!!:”teriak Shilla begitu antusias dan senang sekali. Seperti Sivia Shilla pun ingin sekali libuan ke Hongkong.

“Pokoknya disana kita akan have fun kak. Oke Oke. Oke”

“OKE”ujar Shilla begitu antuasias.

“Mulai besok loe harus bantuin gue. Oke Oke”

“Baiklah “

“Makasih Kakaku . .”

“Lalu? Gue kesini Cuma buat ini doang?”

“Mmmm. . gimana kalau kita buat rencana yang lebih matang lagi. Suapaya semakin hebat rencana kita. Pokoknya gue pingin kasih Supprise ke Kak Alvin”

“Pacar yang baik”

“Harus dong” Mereka berdua pun kembali bekutik dengan perbicangan untuk merayakan ulang tahun Alvin yang kurang seminggu lagi. Sivia begitu semangat dalam merencanakan semua ini.

******

07.00 PM  SINGAPORE

 

4 hari Rio sudah berada di Singapur. Dan hari ini adalah saat dimana ia akan menghadiri acara Show lebih tepatnya Talk Show di Singapura. Dimana dikabarkan penonton yang akan berada di tempat etrsebut lebih dari 10 ribu orang. Dan itu merupakan sebuah pertunjukkan yang hebat.  Sebelumnya 2 hari yang lalu pun Rio sudah pergi ke Jepang menghadiri acara yang seperti ini. dan bukan main penontonnya seperti semut-semut yang bertumpahan. Fans Rio Dijepang begitu melejit bukan hanya dikalangan orang awam saja. Bahkan Para artis-artis jepang banyak yang menonton acara tersebut hanya demi ingin tau bagaimana sosok asli MARIO HALING.

Rio kali ini sengaja mengenakkan celana jeans dengan kemeja putih dimana kedua lengannya ia gulung sampai lengan. Rio tidak memakai dasi namun kancing pada bajunya ia buka 2 kancing. Dan membuatnya semakin terlihat begitu mempesona.

Rio memakai Clip on yang di berikan oleh salah satu Crew dari acara ini. Rio segera memakainya dan menempelkannya di sela bajunya (clip on itu Microfone kecil yang biasanya di buat artis-artis di bajunya ituloh).

Disini Rio bersama dengan Managernya. Bukan Agni melainkan manager yang khusus menangani jika Rio di undag di acara-acara televisi seperti ini. Manager Rio bernama Dio. Dimana orang tersebut merupakan orang kepercayaan papa Rio dahulu. Dan sampai sekarang masih setia bekerja untung HALING CORP. Rio pun mengangkatnya sebagai manager pribadinya. Dio lebih tua 2 tahun dibanding Rio. Oleh karena itu Rio begitu sopan kepada orang ini meskipun Dio merupakan managernya.

MARI KITA SAMBUT MARIO HALING

 

Rio meganggukkan kepalanya kepada managernya dan siap masuk ke panggung. Dimana beribu penonton menerikakinya begitu kencang. Rio membenahkan headshetnya agar bisa terdengar suara pembawa acaranya nantinya. Karena suara teriakan para RISE SINGAPURE begitu membahana di gedung yang begitu luas ini. panggungnya pun sangat besar sekali. Di tengah panggung ini disediakan 2 Sofa panjang dan besar. Satu panggung di duduki Oleh Rio dan satu lagi oleh sang pembawa acara.

Selama acara berlangsung Rio begitu ramah menjawab berbagai pertanyaan yang diajukkan oleh sang pembaca acara dan tiba pada pertanyaan terakhir yang ditunggu-tunggu banyak orang.

Have you a GirlFriend??

 

Pertanyaan tersebut telah terlontarkan. Dan langsung teriakan-teriakan tak jelas terdengar kembali dan kali ini lebih Rio. Terdengar jelas Rio mendengar suara para fans-fanasnya itu. Rio melihat ke arah fans-fansnya yang beitu hsiteris dan tak sedikit yang menangis karenanya.

NO !!! NO MARIO HAVE NOT BOY FRIEND NO!!

 

NO!NO!! MARIO NO!!

 

PLEASE SAY NO MARIO!!!

 

NOOO!!!

 

Rio menghela nafas panjangnya. Jujur pada pertanyaan ini dirinya sendiri binggung akan menjawab apa. Toh selama ini dia tak pernah di dampingi gadis satu pun. Ingatan Rio kembali teringat akan gadis itu. Yah gadis itu. Tak perlu di sebutkan namanya kembali kalian pasti tahu kan?.

Rio menatap para Fansnya yang begitu ingin sekali ia mengatakan kata TIDAK. Rio menatap sang pembawa acara dan menjawab dengan mantab.

“NO I HAVE NOT”

 

Ucapan Rio dibalas dengan teriakan syukur para RISE. Mereka sepertinya begitu bahagia sekali mendengar ucapan terseut. Dan selama 2 jam di acara ini Rio begitu menikmati. Berbagai pertanyaan lucu ia jawab sudah. Dan kini saatnya dia akan pergi ke satu tempat.

Yah satu tempat dimana dirinya  ingin sekali menemukkan sesosok gadis yang selama hampir 6 bulan ini mengholang dari sisinya.  Siapa lagi jika bukan Alyssa. Nama itu kembali tersebutkan setelah sekian lama menghilang. Entahlah tidak ada yang tau bagaimananasib anak itu sekarang.

Rio langsung menuju bandara semua kopernya pun sudah di siapkan. Rio berangkat ke prancis menggunkan Pesawat Pribadinya sendiri yang baru saja ia beli 3 bulan terakhir ini. dan setelah sampai bandara pesawat Rio pun segera lepas landas. Selama di pesawat Rio memilih unuk tidur. Tubuhnya terasa begitu lemas sekali. 5 hari ini semuanya terasa meleahkan. Pekerjaanya tiada henti-hantinya. Bahkan untuk tdiur saja ia tak ada waktu.

******

Alvin mencoba menghubungi Sivia. Sedari kemarin gadis ini tak bisa dibungi. Bahkan tiap Alvin ke rumah Sivia apsti Sivia tidak ada dirumah. Alvin jadi pusing sendiri.

“Kemana sih nih anak?”emosi Alvin yang sudah di ubun-ubun. Alvin sudah berada di depan sekolah Sivia. Ia sengaja untuk menemui Sivia di sekolahnya.

Tak lama bel sekolah berbunyi dan terlihat Sivia keluar menuju ke gerbang sekolah bersama Shilla. Alvin melambaikan tangan ke Sivia dan terlihat sedikit kepanikan di wajah Sivia namun itu hanya sebentar saja. Sivia kembali biasa dan berjalan menghampiri Alvin bersama Shilla.

“Ponsel loe kemana?> di telfon gak bisa dari kemarin?”

“Sory kak. Gue banyak tugas. Males pakek ponsel”ujar Sivia dengan malasnya. Alvin mengernyitkan kening seperti ada yang aneh dengan gadis ini.

“Hari ini kita berangkat ke hongkong kan?”tanya Sivia. Alvin membelakakan matanya.

“HAH? Ya ampun gue lupa Vi. “ujar Alvin dengan begitu Syok. Alvin begitu sibuk minggu-minggu ini dan tak lupa dengan janji kepada Sivia.

“Kok bisa lupa sih? Terus kita gimana ? masak gak jadi ke hongkong. Ahhh nyebelin banget sih loe kak”omel Sivia . Alvin jadi binggung sendiri. Ini baru pertamakalinya Sivia marah kepadanya selama menjalin hubungan hampir 7 bulan.

“Sorry Vi. Yaudah hari ini juga gue urus semua tiketnya “

“Ya terserah. Gue gak mau tau hari ini kita berangkat ke Hongkong!”ujar Sivia lantas beranjak meninggalkan Alvin.

“Loe mau kemana?”tanya Alvin

“Pulanglah”bentak Sivia dengan wajah yang begitu sinis. Alvin begitu kaget dengan bentakan Sivia itu. Apa Sivia benar marah kepadanya karena masalah lupanya dia akan Ke Hongkong.

“Gue anterin”

“Males ah. Urusin dulu sana tiketnya. Gue pulang bareng kak Shilla aja. Ayo kak”ajak Sivia. Shilla pun menganggukkan kepalanya dengan seolah-olah sok binggung.

Alvin menatap Shilla seperti minta penjelasan. Namun Shilla hanya mengangkat bahunya tak tau dan segera mengejar Sivia yang sudah lumayan jauh. Alvin terdiam disamping mpbilnya. Sedikit Syok dengan kejadian barusan.

“Tuh anak gak apa-apa kan?? “

“Kenapa jadi marah-marah seperti ini?”

“Lebih baik gue cepat beli tiketnya hari ini. Minta bantuan Rio sajalah”ujar Alvin. Ia pun segera masuk kedalam mobilnya dan melakukan pekerjaanya memesan tiket ke Hongkong hari ini juga.

******

19.00 Bandara Soekarno Hatta

Sivia, Wilona dan Shilla sudah siap dan telah memeriksa pasporrt mereka. Alvin pun menyusul dibelakang. Hari ini mereka jadi akan berangkat ke hongkong.Untung saha dengan bantuan Rio Alvin mendapatkan tiket pesawat begitu mudah sekali.

Mereka berempat pun segera masuk kedalam pesawat. Alvin memilih duduk untuk di samping Sivia. Sivia duduk di sebelah jendela dan Alvin duduk di sebalah Sivia. Alvin menatap Sivia yang terus diam saja tanpa menggubrisnya dari tadi.

“loe masih marah?”

“hmm”

“Sorry. Beneran gue gak sengaja. Toh gue udah berusaha ini kan”

“Hmm. . “

“Vi jangan marah dong”

“Gue capek mau tidur”ujar Sivia memotong pembicaraan Alvin. Tubuh Sivia ia balikkan menghadap ke jendela sehingga terlihat seperti membelakangi Alvin.

“Loe kenapa Sih?”

“Pikir aja sendiri”tukas Sivia tegas dan menarik jaketnya lalu ia tutupi ke mukanya. Alvin menghela nafasnya binggung kenapa Sivia menjadi seepeti ini . dan apa salah dia memang begitu besar sehingga Sivia menjadi marah sekali.

******

11.00  PM FRENC

 

Rio mengurut dahinya yang terasa sakit. Akhirnya acara yang di prancis selesai juga hari ini. Rio pun memiluh untuk makan malam dahulu di sebuah restoran terkenal di Prancis. Rio pergi kesana bersama dengan maanagernya.

“Sangat melelahkan sekali”gumam Rio. Ia menyenderkan tubuhynya di kursi meja makan.

“Setelah ini kita kehongkong?”tanya ke sang manager. Rio menganggukkan kepalanya. Ia sudah berjanji kepada Sivia dan Shilla akan menghadiri kejutan pesta ulang tahun untuk Alvin. Meskipun kelalahan sudah melandanya namun mau dibagaimanakan lagi.

Rstoran ini tidak sebegitu ramai karena memang sudah hampir malam. Hanya ada beberapa orang saja yang makan disana. Rio sendiri pun mekakai jaketnya serta tudung jaketnya agar tidak dikenali oleh siapa pun.

Rio dan sang manager segera memamakan makanan mereka. Mereka makan dalam diam. Suara orang keluar masuk di restoran tek begitu mereka perhatikan. Sampai ada seorang gadis yang masuk ke dalam menggunakan masker untuk menutupi hidungnya. Rio yang tak sengaja melihat gadis itu langsung terdiam. Ia menaruh sendoknya dan memperhatikan gadis itu yang sedang memesan di kasir.

“Aku seperti kenal gadis itu . .”lirih Rio begitu dalam. Sang manager yang mendengar lirihan Rio ikut mengarah ke gadis tersebut yang menjadi pusat pandangan Rio saat ini.

Rambut gadis itu panjang hampir setengah punggungnya. Kulitnya begitu putih. Tubuhnya pun mungil sekali. Namun tak terlihat wajahya karena tertutup oleh masker tersebut. Rio masih tak beranjak dari tempat duduknya. Ia mengmati saja sampai akhirnya gadis itu selesai meemsan dan keluar dari restoran tersebut.

“Hey .. .heyyy “panggil Rio tersadar. Ia baru beranjak dari tempat duduknya. Dan berlari keluar. Rio membuka pintu restoran untuk mencari gadis tersebut. Namun alih-alih gadis itu telah tidak ada, kemungkinan gadis itu sudah pergi begitu jauh.

Rio menghela nafas panjangnya. Ia menggelengkan kepalanya dengan kuat-kuat.

“Apa yang loe fikirkan Rio?? Bukan. Pasti bukan dia . .”ujar Rio kepada dirinya sendiri. Setelah itu Rio memilih masuk kembali ke restoran mlanjutkan makannya yang tertunda.

******

09.00 AM Hongkong HOTEL’s CYIRUH

 

Rio sudah bergabung dengan yang lainnya di hotel ini. 3 jam yang lalu dirinya baru sampai di Hongkong dan langsug menghampiri 4 orang ini. Rio mengernyitkan kening melihat Alvin yang terus memasang wajah tak enak seperti sedang bad mood.

“Vi dia kenapa?”tanya Rio kepada Sivia. Sivia yang sedang asik berbicara dengan Shilla menghentikkan obrolannya sebentar lantas menoleh ke arah Alvin yang diam saja sambil memainkan apa saja yang ada di depannya.

“Kenpa? Mana gue tau”jawab Sivia santai dan begitu sinis. Alvin mendecakkan bibirnya dengan kesal. Sedangkan Sivia kembali mengobrol kembali dengan Shilla.

“Kenapa sih Wil?”tanya Rio kepda Wilona namun gadis yang ia tanyai ini hanya mengankatkan bahunya pertanda ia sendiri juga tidak tau.

“Vin.  Loe ke . . “

“Diem loe ah. Keypo banget jadi orang. . “omel Alvin memotong omongan Rio. Ia sudah begitu kesal, Rio mendegus sendiri, Ia pun memilih untuk melihat keindahan kota Hongkong lewat gorden jendela yang ada di kamar hotelnya ini.

Rio memakai jaketnya dan membawa ponselnya. Semua mata mengarah kepada Rio yang sepertinya ingin keluar.

“Loe mau kemana?”tanya Alvin mencegah Rio yang berjalan di pintu

“cari angin bentar”

“gue ikut deh. Dari pada disini jadi kacang”sindir Alvi tepatnya ke Sivia namun Sivia sepertinya malah tak acuh. Alvin berdiri dan segera mengikuti Rio keluar dari hotel tersebut.

Sepeninggalan Alvin dan Rio keadaan emnjadi hening, Sivia , Shilla dan Wilona saling bertatap sejenak lantas tertawa dengan lebarnya.

“Hahahahahahahahahhaha Ide kita berhasil. Kak Alvin benar-benar Bad Mood. Hahahahaha”tawa Sivia begitu kencang.

“Bener banget. Gue gak taahan pingin ketawa lihat dia kesal tadi hahaha
sahut Wilona dan diangguki oleh Shilla.

“Kayaknya lebih baik kita siapkan semuanya sekarang deh. Pasti Rio dan Alvin pulangnya malam banget. Alvin kan anaknya pelupa masak dia ingat besok ulang tahunya”sahut Shilla dan diangguki yang lainnya. Setelah itu mereka semua menyiapkan apa saja untuk kejutan Alvin nantinya. Waktu yang mereka miliki hanya 3jam saja.

****

09.30 PM  Causeway Bay, HONGKONG

 

Alvin dan Rio berjalan sepanjang jalan mengitari malamnya kota Hongkong yang begitu indah. Gemerlap lampu yang beragam membuat suasana semakin begitu cantik. Rio dan Alvin kini telah berada di salah satu pusat Mall terbesar di Hongkong. Lebih tepatnya di Causeway Bay disana semua barang-barang terjual dan menjadi pusat belanda. Banyak orang belalu lalang disana. Alvin berjalan dengan seadanya kaso pendek dan celana pendek. Sedangkan Rio ia mengenakkan celana panjang serta kaos pendek ditambah jaket yang ia tudungkan serta masker yang menutupi wajahnya. Rio tak ingin ada wartawan atau pun siapapun yang mengenalinya, ia hanya ingin damai saat ini menenagkan dirinya.

BRUUUKKKKK

“Aww .  . “lirih Rio bersamaan dengan seorang gadis yang tiba-tiba menabrak Rio dari belakang.

“I’m So sorry. Sorry . .”ujar Gadis itu dengan buru-buru/. Gadis tersebut segera berdiri dan mengenakkan masker yang dipakai i wajahnya. Rio menatap gadis itu yang menurutnya sedikit aneh.

“Sir. I’m So Sorry. Sorry .”ujar gadis itu lagi. Rio dapat menatap jelas mata gadis itu. Mata coklat yang sepertinya ia kenal. Rio tak menghiraukan ucapan gadis itu. Ia tetap menatap mata gadis itu. Gadis tersebut yang ditatap oleh Rio langsung segera beranjak pergi dari sana. Alvin menatap sepupunya tersebut dengan heran.

“Yo . .”panggil Alvin sikunya ia senggolkan ke lengan Rio dan Rio pun tersadar dari lamunanya.

“Eh . . dimana gadis itu Vin?”tanya Rio tiba-tiba. Alvin mengangkat bahunya.

“Mana gue tau. Tuh uda ngilang aja. Loe juga kenapa tadi diem mulu?”

“hah? Engak kok. Gak apa-apa”ujar Rio layaknya orang kebingungan. Di otak Rio masih terlihat jelas mata gadis tersebut. Matanya begitu cantik dan ia seperti pernah bertemu dengan mata itu.

“Ayo jalan lagi”ujar Rio dan diangguki Alvin yang masih menatpnya heran. Sepanjang jalan Rio masih memfikirkan gadis itu yang menurutnya gadis tersebut sama dengan gadis yang ia lihat waktu di restoran saat dirinya di Prancis kemarin. Tapi ?? entahlah Rio tak ingin terus memfikirkannya.

*****

Tepat jam 12 malam Rio dan Alvin kembali ke hotel. Dimana ketiga gadis itu sudah siap dengan pesta kejutan untuk Alvin. Pintu hotel perlahan di buka oleh Alvin. Alvin terdiam menatap hotel yang gelap seperti ini. Ia pun menyalahkan saklar lampu yang tak jauh dari dirinya berdiri.

CKLEEEKKKKK

“HAPPY BIRTHDAYYY”teriak semua orang yang ada disini. Begitu pun juga dengan Rio. Alvin terdiam sejenak setelh itu menyunggingkan senyumnya yang sedari tadi tidak ia tunjukkan akibat Bad mood yang melandanya.

“Happy birthaday to you. Happy bithday to you. Happy birthday happy . . ..  . . . .dst . . . . . .”Sivia berjalan ke arah Alvin sambil membawa kue yang begitu cantik dan lilin yang berangakkan angka 20. Yah saat ini umur Alvin telah menginjak 20 tahun. Sivia tersenyum begitu cantik dan manis sekali berbeda dengan saat kemarin dan tadi yang selalu mendiam kan Alvin. Alvin menggaruk-garuk kepalanya dengan  tak jelas.

“Tiup lilinya”suruh Sivia. Alvin menganggukkan kepalanya. Sebelumnya ia memejamkan matanya untuk make wish terlebih dahulu tak menunggu lama Alvin langsung meniup lilin tersebut.

“YEEEHHHH”teriak Shilla, dan Wilona begitu heboh. Rio pun ikut tersenyum dan hanya tepuk tangan seadanya.

“Selamat ulang tahun ya kak Alvin. Maaf Sivia diemin dari tadi hehe”cengir Sivia. Alvin geleng-geleng sendiri ternyata dirinya hanya dikerjain oleh gadis ini. Alvin tak menyadari akan hal itu.

“Sekarang potong kuenyaa”teriak Shilla. Semuanya pun mengangguk. Alvin memegang pisau yang diberkan Wilona. Alvin segera memotong kue pertamanya.

“Hayoo kuenya buat siapaaa .  .”teriak Shilla. Alvin tersenyum menatap Sivia. Yang ditatap malah menunduk malu-malu.

“Buat dia . “ujar Alvin sambil menujuk Sivia dengan dagunya.

“YAAHHHH!! Siapa yang loe maksud dia? Gue punya nama tau”protes Sivia tak terima. Sivia malah ngambek dan memberikan kue yang ia bawa kepada Shilla. Di tangan Alvin sudah ada sepotong kue pertamanya.

“Nih makan . .”suruh Alvin dengan wajah tanpa dosanya. Namun senyumnya masih ia rekahkan karena dirinya begitu bahagia malam ini.

“Gak mau . . “ujar Sivia benar-benar ngambek. Alvin menyodorkan kue tersebut dekat dengan bibir Sivia.

“Sivia sayang. Ini untuk kamu. Makan ya . . “ujar Alvin begitu manis. Rio yang sama sekali tak suka adegan seperti ini serasa ingin muntah. Kata-kata Alvin sangat menjijikan buatnya.  Berbeda Rio berbeda juga dengan 3 cewek ini. Shilla dan Wilona malah begitu iri dengan Sivia., sedangkan Sivia menjadi salting sendiri. Isa terlihat pipinya yang berubah merah merona.

Perlahan Sivia membuka mulutnya dan memakan sedikit potongan kue yang di sodorkan ke Alvin. Namun saat Sivia selesai mengigit kue tersebut tiba-tiba Alvin menarik tangannya begitu kencang DAN. . . . .

CUPPP

“WAAAHHHHHH WAHHHHHHHHH “

“KAK ALVIIINNN KAK VIAAAAAAA”teriakan Shilla dan Wilona begitu hsiteris. Melihat Alvin yang tiba-tiba mncium bibir Sivia didepan ke 3 orang lainnya ini.

Alvin mendaratkan ciumannya begitu singkat. Sivia langsung menutup wajahnya karena begitu malu sedangkan Alvin tersenyum puas menatap Sivia menutup wajahnya seperti itu.

“Loe gak waras ya ? “gidik Rio yang juga Syok melihat apa yang dilakukan Alvin tadi.

“Kenapa? loe iri? Pingin? Hah?”sinis Alvin kepada Rio yang dibelakangnya. Rio mendecak kesal. Dan tak mau memperpanjang masal Rio tak kembali meneruskan celotehannya/

Alvin kembali menatap Sivia yang masih malu sekali. Dan dengan jiwa Gantel mannya. Alvin ,endekati Sivia dan menarik gadis itu dalam pelukannya.

“AHHHH SO SWEEETTTT”teriak Shilla dan Wilona begitu Envy kepada Sivia. Rio menatap dua ingsan itu dengan tatapan jijik.

“SO sweet? Hueeksss”gumam Rio dengan wajah tak enaknya dan dinginnya.

Alvin dapat merasakan tubuh Sivia bergetar, yah sepertinya gadis ini menangis.

“Ini balesannya untuk orang yang suka ngerjain orang. Mengerti?”bisik Alvin kepada Sivia. Sivia menganggukkan kepalanya pelan dengan tangan menutup wajahnya/

“Love you . “bisik Alvin. Dan samar-samar Alvin pun dapat mendengar lirihan Sivia.

“Love you too . .”Alvin tersenyum puas. Ia semakin mencintai gadis ini. Dan baginya gadis yang ada dipelukannya tersebut begitu sangat dan sangat berharga.

“SEKARANG AYOOO MAKAN-MAKAANN”teriak Rio begoitu kencang karena ia sudah ingin muntah melihat Alvin dan Sivia seperti adegan drama kolosal. Semuanya pun megangguk setuju dan segera beranjak keluar kembali untuk mencari makan. Karena besok pagi mereka harus kembali ke Indonesia. Banyak Jadwal padat yang menanti mereka semua.

Bersambung . . . . . .

Part ini agar random. Hehehe jadi maaf yaa. Maaf kalau jelek. Tolong tinggalkan jejak ya ya ya. kasih comment dan likenya yaa😀 semoga kalian tambah sukaa😀 makasih makasih makasih. Baca terus yaa😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s