DEVIL ENLOVQER – 39 ~ I’ll Be there For You ~

Ini part 39 nya semangat yaa buat baca . terus baca jangan lupa Like dan Commenta ditunggu. Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin.

Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . follow aja. Dan mention yaa biar aku kenal sama semuanya😀 . Salam cinta semuanyaa dari HYO, . baca terus yaa like dan commentnya jangan lpaa😀 Makasih😀

DEVIL ENLOVQER – 39

~ I’ll Be there For You ~

Semua mata hanya tertuju kepada satu pusat pemandangan pagi ini. Dan tak banyak pula anak kelas 3 sampai menganga tak percaya bahwa gadis ini kembali lagi di sini.

“Cantik ya “

“Siapa dia ?”

“iblis itu kembali lagi? Oh My God !”

“Itu Ify kan ? setahun gak muncul dia muncul lagi ?”

“Mampus lah kita semua “

“Ify ? sumpah ? dia kok tambah cantik. Gila super cantik “

“Ify habis operasi wajah ya ? beda banget :”

“itu murid baru ya “

“Gue kira hidup kita akan tenang. Ternyata setan itu muncul kembali “

Ify berjalan dengan tenang. Dan seperti biasanya di telingannya sudah ada earphone kesayangannya. Dan premen karet yang selalu ia kunyah. Dan tak ada bedanya dengan satu tahun yang lalu. Tatapan Ify begitu menyiniskan kepada siapapun yang melihatnya. Namun aura kecantikannya tak pernah memudar. Ify pagi ini memang sangat cantik sekali. Ia mengenakkan baju lamanya yang masih ada. Rambut Ify sengaja ia kuncir gulung ke atas. Dan poninya ia biarkan saja menutupi dahinya.

Untuk adik kelas 2 dan anak kelas 3 pasti mengenal siapa Ify ini. Namun bagi kelas 1 yang baru masuk di SMA ARWANA ini pasti akan bertanya-tanya siapa gadis cantik ini.

Ify tetap berjalan santai. Tak mempedulikkan kanan dan kirinya. Ia melangkah untuk menuju ruang kepala sekolah. Walau pun satu tahun ia tak berada disini namun Ify masih hafal semuanya. Hawa sejuk di sekolahnya ini tak pernah berbeda. Dan Ify benar-benar merindukkan sekolahnya ini. Walau hanya ia tunjukkan dalam hatinya .

Ify masuk kedalam ruang guru. Dan seperti di lorong sekolah semua mata guru-guru menjuru kea rah Ify. Mereka semua begitu sangat kaget dengan kedatangan Ify. Padahal dikabarkan bahwa Ify sudah pindah sekolah dan tak sedikit guru yang menysukuri atas kepindahan Ify. Namun saat ini Gadis ini kembali lagi entah ekspresi bagaimana yang harus ditunjukkan para guru-guru mengetahui hal ini.

“Selamat pagi Ify . “sapa sang kepala sekolah yang tiba-tiba keluar dari ruangannya dan membuat guru-guru yang lainnya tersadarkan.

“Pagi Bu Ira “sapa ify dengan senyum sedikit ia kembangkan. Dan behel mungilnya yang ada di giginya terlihat sedikit menambah aura kecantikan gadis ini.

“Welcome again in Arwana . “

“Thank you “

“Kamu ingin masuk dikelas mana ?”tanya Bu Ira tanpa memperpanjang pembicaraan. Papa Ify pun sudah menelfon pihak sekolah.  Dan Bu Ira awalnya sedikit kaget mendapatkan telfon dari Seorang millader terkenal dan ternyata adalah Papa dari Ify. Dan Bu Ira hanya bisa diam merahasiakan hal ini seperti yang diinginkan oleh Ify.

“Sama kayak Sivia aja bu “jawab Ify singkat. Ify kemudian mengalihkan pandagannya ke para guru yang masih menatapnya heran.

“Morrnig . “sapa Ify dengan senyum yang begitu manis  ia kembangkan.  Guru-guru langsung kaget dan hanya bisa membalas senyuman Ify dengan kikuk.  Bukan hanya kegat dengan kedatangan Ify namun juga kaget melihat perubahan gadis ini yang terlihat semakin dewasa dan cantik sekali.

“Bu Winda antarkan Ify ke kelasnya.”suruh Bu Ira. Dan Bu Winda pun mengangguk menurut saja. Toh kelas yang akan ia ajar serta dirinya adalah wali kelas dari kelas tersbut yang tak lain adalah XII-IPA 2.

****

Bel masuk pun berbunyi dengan keras. Semua murid segera bergegeas untuk masuk kekelas masing-masing. Ify menghela nafasnya sebentar. Ia melihat Bu Winda yang berjalan ke arahnya sambil membawa beberapa buku.

“Ayo Fy “ajak Bu Winda. Ify mengangguk saja dan mengikuti Bu Winda yang sudah berjalan keluar.

Ify yang sudah melepaskan earphonenya hanya bisa diam dalam perjalanan menuju ke kelasnya. Tak ada sedikit pun rasa khawatir atau bagaimana. Baginya semuanya akan berjalan sama saja. Tak akan ada yang berubah .

“Kamu bukannya pindah ke prancis fy ?”tanya Bu Winda memberanikan diri.

“Ya “

“terus ? kenapa pindah lagi ?”

“Gak apa-apa.”jawab ify seadanya. Mendengar jawaban singkat Ify , Bu Winda pun memilih diam saja tak melanjutkan percakapannya dengan Ify .

Bu Winda masuk kedalam kelas begitu juga dengan Ify. Semua anak sekelas terdiam melihat pemandangan di depan kelas saat ini. Bukan Bu Winda melainkan seoranga Alyssa saufika Umari .

“ify silahkan perkenalkan  . . “

“gak ada yang perlu diperkenalkan. Saya fikir semuanya sudah tau “potong Ify dengan cepat dan membuat Bu Winda melengos saja. Ia kira sifat Ify akan berubah namun sedikit pun sifat anak ini masih sama seperti dulu.

“Silahkan pilih duduk kamu Fy “suruh Bu Winda. Ify melihat kea rah Sivia yang duduk ditengah bangku nomer 2 dari depan. Dan ternyata di samping Sivia sudah ada Seorang gadis bernama Nova. Ify dengan santai berjalan kea rah bangku Sivia dan Nova.

“Gak ada niat untuk pindah ?”tanya Ify tanpa basa-basi. Nova yang melihat wajah ify yang serasa sangat menyeramkan lebih baik memilih mengalah. Ia segera membereskan tasnya dan pindah ke belakang. Ify tersenyum dngan puas. Sivia mendengus sinis melihat sahabatnya ini.

“Dasar gadis setan “decak Sivia dan dibalas dengan senyuman remeh dari ify. Ify segera meletakkan tasnya dan duduk disamping Sivia.

Perlajaran pun dimulai. Dan Hari ini adala pelajara kesenian. Dimana Bu Winda mengajarkan cara bermain alat musik dan cara bernyanyi dengan baik serta mengenalkan not-not balok mau pun not-not angka.

Bagi Ify pelajaran ini begitu sangat mudah sekali. Toh dulu saat dia masih SD ia pernah belajar nyanyi atau pun musik. Namun sejak kematian mamanya Ify sudah tidak ingin belajar lagi. Karena yang mengajarinya dulu adalah mamanya.

“Baiklah. Saya akan memberikan tugas kelompok. Minggu depan kalian harus menampraktekkan alat musik duet entah apa itu terserah. Satu bangku satu/ Pilih lagu yang bagus dan kalian kuasai. Penampilan paling bagus akan Ibu ajak untuk mengikuti lomba musik antar sekolah”jelas Bu Winda. Ify yang mendengarkannya sama sekali tak punya minat.

“Gak penting banget sih . .”serah Ify dengan malasnya. Sivia yang ada di samping ify dapat mendengar omelan gadis ini. Sivia mendekatkan wajahnya ke Ify .

“Kita duet . Loe main piano. Gue main biola. Oke ??”

“GAK!”jawab Ify dengan tegas.

“Yaudah. Kalau gitu loe main biola gue main piano “

“GAK”jawab Ify lebih tegas lagi .

“Yaudah kalau gitu Gue main piano loe main gitar . “

“GAK YA GAK “

“Terus kita ngapain ?”

“Diam “jawab ify tanpa dosanya.   Sivia yang mendengar jawaban Ify hanya bisa menganga tak percaya. Gadis ini memang masih seperti dulu.

“Gue yang mutusin. LOE MAIN PIANO GUE MAIN BIOLA . “teriak Sivia kencang setelah kepergian Bu Winda dari kelas. Ify yang mau memprotes langsung di potong kembali oleh Sivia.

“Loe gak mau ?Gue pindah bangku”ancam Sivia. Ify melirik tajam ke arah Sivia.

“Silahkan . . “Jawab Ify dengan santai. Sivia mendecak kesal dan langsung memilih pindah ke belakang. Tepatnya kembali duduk bersama Nova yang duduk sendirian. Ify tak mempedulikannya. Ia hanya malas jika sudah berurusan dengan musik.

*****

Rio dan Agni sudah berada di bandara. Mereka akan terbang ke Tokyo siang ini. ndan rio sendiri akan menjemput seseorang disana. Rio mengenakkan masker dan kacamatanya. Ia sudah berjalan duluan agar tidak ada yang mengejar-ngejarnya atau bertemu dengan fans-fansnya.

“ 4 hari gue gak akan bertemu gadis bodoh itu “lirih Rio saat dirinya sudah berada di pesawat dan duduk di kursinya. Rio merebahkan tubuhnya yang sedikit pegal.

“ Aishh. Kenapa gue nyemasin gadis itu ? dia juga sudah besar. Gak penting mikirin gadis itu “ujar Rio kedirinya sendiri. Ia mencoba menutup perlahan matanya. Mencoba untuk terlelap sejenak menghilangkan kepenatannya.

Pesawat pun segera take off bersamaan dengan Rio yang benar-benar terlelap dalam tidurnya. Agni duduk tak jauh dari kursi Rio. Agni menatap wajah Rio yang begitu kelelahan. Terkadang Agni sendiri sangat kasihan dengan bOss.nya ini. namun mau bagaimana lagi Boss.nya itu memang seorang pekerja keras.

*****

Ify mendecak kesal. Sudah ke 10 kalinya ia emncoba menelfon Rio. Namun sama sekali tak bisa. Ify tak tau jika Rio hari ini ke Tokyo. Rio sengaja untuk tidak memberitahukannya.

“Kemana sih dia ?”decak Ify kesal. Karena kemarin saat mengantarkan Ify pulang Rio berjanji untuk menjemputnya di sekolah. Dan oleh sebab itu Ify tidak meminta di jemput oleh supirnya.

“Jangan bilang loe lupa jemput gue ??? AIISSGHHH . . .”Belum semoat Ify meluapkan emosinya . sebuah mobil Alpardh berhenti di depan Ify. Ify mengernyitkan keningnya. Ia ragu jika didalamnya ini adalah Rio .

Seseorang lelaki sedikit muda keluar dari sana. Ify semakin heran siapa orang ini.

“Benar anda yang namanya Ify ?”tanya lelaki itu dengan sopan. Ify menganggukan kepalanya dengan pelan.

“Pak Rio yang menyuruh saya untuk menjemput anda. “ujar orang tersebut.

“Hah?” Orang tersebut langsung membukakan pintu mobil untuk Ify. Karena sudah merasa capek sedari tadi berdiri di depan sekolah Ify pun memilih masuk saja dulu. Berbagai pertanyaan ingin ia tanyakan kepada orang ini .

Setelah Ify masuk, mobil itu segera beranjak dari sana. Ify mentap kearang lelaki itu yang konsen menyetir di depan.

“Kemana Rio ?”:tanya Ify tanpa basa-basi lagi .

“Pak Mario ada keperluan di Tokyo . baru 1 jam yang lalu ia berangkat “

“HAH? TOKYO ?”kaget Ify . kekesalan semakin terasa di otaknya.

“Ke Tokyo ? gak bilang ke gue ?maksudnya apa ini? cisshh. . “

“Berapa hari ?”tanya Ify lagi.

“sekitar 4 hari “

“HAH? 4 Hari ?”

“Dia sama siapa ?”tanya Ify layaknya seorang polisi.

“Sama Agni dan managernya”

“Hahahha. Sama sekertaris busuknya itu, Ohh. . jadi dia ingin berduaan dengan seketaris gilanya itu ?? hahaha”ujar Ify menyinis sendiri. Suaranya ia pelankan agar lelaki didepannya ini tidak mendnegarnya.

“ 4 hari ? oke. Loe gak ngasih tau ke gue. Dan selama 4 hari juga jangan harap loe bisa hubungi gue !!!”ujar ify dengan penuh emosi. Ia meraih ponselnya dan segera membongkar ponselnya itu. Kartu yang ada di dalam ponselnya segera ia lepaskan. Tak peduli siapa nanti yang akan menghubunginya. Ify hanya tak ingin cowok bodoh itu menghubunginya.

******

Sivia, Shilla dan Alvin saat ini sedang makan siang bersama. Sivia sudah dijemput alvin sedari tadi. Dan awalnya pun mereka sudah menawarkan kepada Ify untuk pulang bersama namun ify langsung menolaknya.

Sivia , Shilla dan Alvin berbincang-bincang ringan. Mereka asik tertawa bersama. Namun di arah luar restoran terlihahat sesosok orang yang mengawasi mereka bertiga.

“Hallo my cinderella sister. Kamu akan mendapatkan kejutan yang begitu banyak. Jadi bersiaplah baby “ tatapan orang itu begitu sangat sinis dan menakutkan. Garis wajah tajamnya menunjukkan sifat antagonisnya.

“Tunggu kejutan dariku”ujarnya dengan pelan. Kemudian orang tersebut pergi meninggalkan restoran.

Entah siapa dia tak ada yang tau. Begitu juga dengan Alvin, Shilla dan Sivia. Dan yang di maksudkan “Cinderella sister” ?? Siapa ?. entahlah orang itu sangat misterius sekali.

“Mama besok ke Surabaya. Katanya mau opening butiknya. Besok sendirian lagi deh dirumah “ujar Sivia di sela-sela makannya. Alvin meminum sebentar jus jeruknya sebelum mengutarakan sesuatu ke siapa.

“yaudah kalau gitu besok gue main ke rumah loe aja. Gue tungguin loe sampai tidur baru gue pulang “jelas Alvin dan seketika itu membuat Sivia berbinar-binar.

“Sumpah ? beneran ??”

“Iya sayang “

“Eheemmm. Gak mulai deh “sindir Shilla yang selalu dijadiin obat nyamuk diantara mereka .

“Gimana kalau sekalian ngerayain hari jadian kita yang setahun Vi ? kan kemarin kita gak sempet tuh”ujar Alvin. Sivia mengangguk dengan senang.

“Setuju. Setuju kak.  Sivia setuju banget . .”

“terusin aja. Terusin .  .”sindir Shilla menjadi-jadi karena Sivia dan Alvin malah semakin tak memperdulikannya.

“Tapi besok gue ada presentasi di dosen dulu. Mmm. Gimana kalau ngerayainnya disini aja . Loe kesini dulu habis itu gue nyusul, gimana Vi ?”

“Tapi kak Alvin gak lama kan ?”

“Iya gak kok. Gimana ?”

“Oke deh sivia nurut saja sama kakak”ujar Sivia sambil tersenyum begitu manis dan membuat Alvin sedikit speechless. Walau pun sudah satu tahun bersama dengan gadis ini , Alvin selalu merasa bahwa gadis ini begitu spesial di hatinya dan selalu membuat berbagai kebahagiaan di hidupnya.

“Udah pulang pulang./ Kacang gue disini “ujar Shilla yang kesal juga. Alvin dan Sivia saling menoleh kea rah Shilla yang udah mengambil tasnya.

:”Yaah. . Ngambek dia . .”serempak Alvin dan Sivia.

“Mangkanya mana pacar loe ? hahaha”goda Alvin.

“Dia mau kesini kok. Tunggu aja. Weekkk”

“Kapan ?? dari dulu bilangnya mau mau mau huuuuu”tambah Sivia dan semakin membuat Shilla kesal.

“Puas? “

“Banget . “ujar Alvin dan Sivia sambil tos bersama.

“Ahhhhhh gak asik loe berdua .”\

“Hahahaha”tawa Sivia dan Alvin dan langsung segera menyusul Shilla yang sudah berjalan keluar duluan.

Ketiga anak ini memang saling bersahabat. Tak aka nada suatu rahasia yang mereka sembunyikan. Mereka saling berbagi cerita, saling berbagi kesedihan, kesenangan dan selama setahun ini itulah yang sedang mereka lakukan.

****

Ify masuk kedalam rumahnya. Pintu ia buka dan langsung ia tutup dengan kencangnya .

BRAAAKKKK

“YAAA TUHAAAANNN”teriak penghuni rumah yang tak lain adalah Iqbal yang sedang asik berbincang dengan Wilona yang sedang berada di rumah Iqbal saat itu.

“LOE GAK TAU MANA PINTU  ? MANA TEMPAT BU . . .. “

“DIEM  LOE”ujar Ify dengan tajam sebelum Iqbal menyelesaikan kata-katanya. Iqbal yang mendengar ucapan ify serasa mendapat ucapan tajam dari Seorang setan yang tak diberi asupan setahun. Begitu sangat menakutkan dan benar-benar menakutkan sekali.

Ify segera masuk kedalam kamarnya. Entah mengapa ia begitu emosi saat ini. Dan siapa lagi yang bisa membuatnya emosi seperti ini jika bukan Seorang cowok bernama Mario. Ify membanting kasar ponselnya dan tasnya begitu saja di lantai kamarnya.

Dan dengan cepat mengganti pakaiannya. Setelah itu ia memilih mencuci mukanya yang benar-benar sudah kusut. Hari ini moodnya sudah jelek.

“Loe mau main-main sama gue ? Oke. Kita lihat siapa yang akan kalah duluan “ujar Ify begitu picik. Ia kemudian menuju meja belajarnya. Membuka laptopnya dan bermain games sesuka hatinya mengisi waktu bad moodnya ini. Namun semakin ia ingin melupakan alsan ia marah saat ini semakin ia tak konsen.

“AARFGHHHHHSSSSS”teriak Ify begitu kencang. Ia seakan fruastasi sendiri.

“Apa sih susanya bilang . . .”

“Ify gue ke Tokyo 4 hari . “

“Asiiihh. . . kenapa gue jadi alay gini. Gue juga gak butuh dia minta izin sama gue. Gue juga gak butuh dia. Gue gak butuh dia . gak butuh diaaaaaa . . . . .”

“GUE BENCI SAMA YANG NAMANYA RIO . “

****

Wilona menutup kupingnya mendengar keributan yang ada di kamar Ify., Iqbal yang sudah terbiasa dengan kelakuan gila kakaknya hanya bisa geleng-geleng sendiri. Iqbal sendiri sudah dapat menebak kenapa Ify seperti itu.

Sejak dulu dan sampai sekarang Ify sering menjadi uring-uringan sendiri. Ify sering senyum-senyum gak jelas. Dan menjadi sedikit gila dan itu semua hanya karena satu orang. Siapa lagi jika bukan cowok bernama RIO.

“Gue pulang ya “pamit wilona tiba-tiba. Karena ia merasa sedikit pusing saat ini.

“Kok buru-buru ? gue anterin pulang ya “

“Gak usah. Gak tau nih gue ngerasa pusing banget. Pingin pulang aja “jujur Wilona. Ia memegangi kepalanya yang semakin terasa berat.

“kamu gak apa-apa kan? Wajah kamu sedikit pucat “cemas Iqbal sambil memegang dahi Wilona untuk mengecek apakah gadis ini benar-benar tidak apa-apa.,

“Gak apa-apa kok”serah Wilona lemas. Ia mencoba tersenyum agar Iqbal tak khawatir dengannya. Wilona mencoba berdiri.

“Arrrghhs “erang Wilona. Ia hampir saja rubuh jika Iqbal tidak memapah tubuhnya saat itu juga.

“Loe sakit ?”

“Gak tau . gue akhir-akhir ini sering pusing. Tapi udah biasa kok”

“Beneran gak apa-apa ?”

“Iya gak apa-apa. Gue pulang ya ?”pamit Wilona.

“Gue anterin “

“Gak usah “

“Gak usah ngebantah “ujar Iqbal tegas. Wilona pun tak bisa menolak lagi. Iqbal jika sudah begini pasti tidak bisa dilawan lagi. Wilona dengan terpaksa mengangguk saja.

Iqbal segera memanggil supirnya dan memapah Wilona menuju mobilnya. Dan langsung mengantarkan gadis ini pulang. Dan selama diperjalanan pun Wilona hanya diam dan menutup matanya. Gadis itu sepertinya sakit.

*****

09.00 PM JPN,  TOKYO

 

Rio mendecak kesal. Sudah 20 kalinya ia mencoba menghubungi kekasihnya itu namun hanya suara operator tak jelas yang mengangkat panggilannya. Selama setibanya ia di Tokyo ia langsung di sibukkan dengan meeting bersama cliennya. Dan baru saat ini ia bisa menghubungi Ify . Namun percuma Ponsel ify saat ini tidak aktif,

“Loe kemana sih gadis bodoh ??”cerca Rio dengan tak sabar. Ia berjalan menuju jendela hotel. Dan dengan jelas ia dapat melihat pemandangan malam yang ada di kota Tokyo ini. Rio mencoba menghubungi orang lain. Untuk menannyakan sesuatu tentang gadis ini. Walau pun sesibuk apapun dirinya Rio selalu terfikir tentang gadis itu. Meskipun didepan semua orang Rio bersikap tak acuh namun dalam hatinya ia begitu mencintai gadis itu dan ingin selalu bersama gadis itu.

“hallo. Apa dia tadi sudah kamu jemput ?”

“Terus ? “

“Hah? Marah ?”

“Baiklah. Makasih . “ Rio memutuskan sambungannya. Rio menghela nafasnya dengan berat . Sekarang ia tahu kenapa  dengan gadis itu. Dan sudah dapat Rio pastikan gadis itu sedang mematikkan ponselnya. Namun Rio bukan Seorang cowok bodoh yang hanya bisa diam saja menerima nasib. Rio segera mencoba mengubungi satu orang lagi.

“Hallo . . “

“Ini gue Rio “

“ify ada dirumah ?”

“Bisaloe kasih ponsel loe  ke dia ?”

“Oke. Gue tunggu bal. makasih “

****

10.00 WIB Rumah Ify dan iqbal

Iqbal sedang asik bermain PSP putihnya. Tiba-tiba ia merasakan ponselnya bergetar dan ada sebuah panggilan masuk. Sebuah nomer baru yang belum ia kenal. Iqbal pun langsung memencet tombol hijau dan menedekatkan ponselnya di telinganya .

“Iya . Siapa ?”

“Oh kak rio. ada apa kak?”

“Iya ada. Daritadi di kamar mulu dia “

“oke. Bentar ya “ Iqbal lalu berdiri sambil membawa ponselnya dan menuju kamar Ify tanpa memutuskan sambungan telfon dari Rio.

Iqbal sudah di depan kamar Ify. Ia mengetuk kamar kakaknya dengan sedikit kencang.

“Kak . Kakk “panggil Iqbal . namun tak ada jawaban dari dalam.

“kak bukaaa . . .”

CKLEEEEKKKK

“Apa ?”sahut Ify yang tiba-tiba keluar dengan wajah menyeramkan.

“Ada telfon buat loe “ujar Iqbal sambil menyerahkan ponselnya .

“Siapa ?”

“Gak tau “jawab Iqbal asal. Karena jika ia bilang dari Rio sudah dipastikan Ify tidak akan mau mengangkatnya. Namun bukan Ify namanya jika tidak bisa membaca fikiran adiknya. Ify berdecak sinis .

“Males gue sama cowok bodoh kayak loe. ! bersenang-senang sana di Tokyo ! Gak usah telfon lagi!  “ujar Ify dengan tegas sambil menatap tajam ponsel Iqbal.

“Ajaib nih orang “gumam iqbal pelan melihat kakaknya. Setelah itu Ify segera masuk kembali kedalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya. Namun kali ini tidak dengan urakan. Ify mencoba tetap tenang.

Iqbal mendekatkan ponselya di kupingnya. Dan kembali berbicara dengan Rio dikarenakan kakaknya sendiri sudah seperti itu.

“Sorry kak. Sepertinya setan itu benar-benar sedang marah “ujar Iqbal dengan ekspresi begitu datar.

“oke sama-sama “

*****

Tokyo “Kanar Hotel Rio “

 

Dengan sabarRio menunggu Iqbal memberikan telfon itu ke Ify.  Rio sudah menyiapkan kata-kata cacian buat gadis itu. Dan bersiap dengan emosinya sendiri.

“Kak . Kakk “suara Iqbal dapat terdengar jelas .

“kak bukaaa . . .”

CKLEEEEKKKK

“Apa ?” Rio menghela nafas legah ternyata gadis itu masih hidup.

“Ada telfon buat loe “

“Siapa ?”

“Gak tau “Rio mengangguk-angguk sennag Iqbal tidak mengatakan bahwa dirinya yang sedang menelfon.

“Males gue sama cowok bodoh kayak loe. ! bersenang-senang sana di Tokyo ! Gak usah telfon lagi!  “ Mendengar suara Ify yang begitu datar namun banyak penuh makna, Rio langsung tak bisa bernafas. Gadis ini benar-benar marah kepadanya.

“GADIS SE . . . .”

BRAAKKK

Rio dapat mendengar jelas suara pintu di tutup walau pun tidak dengan kasar. Rio menghela nafasnya. Ia tak menyangka kekasihnya itu masih kekanak-kanakan seperti itu.

“Iya gue tau . udah biarin aja dia kayak gitu. Nanti juga baikan sendiri. Makasih ya bal . kalau ada apa-apa tentang dia kasih tau gue “

“Oke “ Rio memutuskan sambungannya. Ia binggung saat ini harus bagaimana. Otaknya sudah kacau dikarenakan gadis itu. Bagaimana bisa Cuma gara-gara dia tidak mengatakkan bahwa dirinya ke Tokyo gadis itu langsung marag-marah seperti itu.

“Kenapa loe seperti anak-anak kayak gini ? Aisshh“kesal rio dan tak suka dengan sifat Ify seperti ini. Sejak kapan ify bersikap manja seperti ini.

****

Baru saja Iqbal berniat untuk masuk ke dalam kamarnya setelah mengambil PSP di ruang tamu. Ia melihat kakaknya sudah rapi dan cantik dengan baju panjang dan celana pendeknya. Dan tak lupa tas punggung kecilnya.

“Loe mau kemana ?”tanya Iqbal binggung. Ia menatap ke jam dinding besar di rumahnya.

“Ini sudah jam setengah 11. Loe gila mau keluar malam-malam ?”

“Gue pulang malam, Kalau ada telfon dari papa bilang gue sudah tidur “ujar ify tanpa mempedulikkan pertanyaan Iqbal. Ify segera mengambil kunci mobilnya sendiri. Otaknya sudah panas saat ini.

“Kak loe bercanda . Loe  gak bisa nyetir  “teriak iqbal. Namun Ify tetap tak peduli dan langsung masuk kedalam mobil. Bersamaan dengan itu mobil ify beranjak dari rumahnya.  Iqbal tak mengerti dengan apa yang ada di otak kakaknya. Namun kecemasan melandanya. Ify memang bisa menyetir tapi tidak begitu ahli dan bisa dibilang hampir tidak bisa.

Iqbal binggung harus apa sekarang. Ia pun hanya bisa melakukan satu hal yaitu menelfon Rio saat ini juga.

“Hallo kak . . .”

****

Rio berjalan menuju ke kursi yang didepannya sudah ada meja dan layar laptopnya. Besok ia harus ada rapat penting satu lagi. Namun deringan ponselnya mengalihkan pandangannya saat ini. Dan dapat dilihat jelas siapa yang sedang menelfonnya.

“Iqbal ??”ujar Rio pelan dan segera menerima sambungan telfon tersebut.

“hallo kak”

“Ify kenapa  ??”rio dapat mendengar suara iqbal yang cepat dan penuh kecemasan. Dan Rio bisa menebak bahwa semua ini ada hubungannya dengan gadis itu.

“Dia keluar dari rumah sekarang. Dan gue gak tau dia kemana. Dan dia bawa mobil sendiri. Dia gak bisa nyetir. “ekspresi Rio mencoba untuk setenang mungkin. Ia mencengkram kuat-kuat tangannya.

“Suruh supir loe buat nyari dia. Loe tenang dulu. Gue bakalan ngehubungin orang juga buat nyari dia “

“Iya kak. Makasih “

“Iya . loe jaga rumah siapa tau dia sudah kembali “

“Oke kak. “Rio menaruh ponselnya. Dan fikirannya semakin kacau. Jujur ia mulai cemas dengan gadis itu. Rio melihat ke jam dinding yang terus berdetak. Rio memperkirakan jam berapa sekarang di Indonesia. Yah, jam setengah 11. Dan satu jam lagi adalah jam 12.

“Apa sih mau gadis itu  . . “decak Rio kesal sendiri. Rio menelfon segera menelfon Agni.

“Saya akan  balik ke Indonesia sekarang. Meeting besok kamu yang handle . kamu  tetap disini. Karena saya ada perlu di Indonesia. Siapkan pesawat malam ini juga. . “

“Gak ada tapi-tapian. Lakukan sekarang !”ujar Rio tegas. Ia langsung menutup sambungan telfonnya. Dan segera membereskan latopnya memasukkan kedalam tasnya. Di otaknya saat ini hanya terfikir gadis itu. Rio segera keluar dari hotel, tak lupa ia memakai masker terlebih dahulu sebagai penyamarannya dan beranjak menuju bandara malam ini juga.

*****

Ify sebenarnya sedikit takut. Jujur ia belum terlalu mahir mengendarahi mobil namun ia menekatkan dirinya. Ify terus mengendarai mobilnya tanpa tujuan. Kota jakarta masih begitu sangar ramai sekali. Gemerlap lampu dimana-mana dan ify merasa tenang merasakan kesibukkan malam di kota ini. Ify menyalakan DVD playernya. Dan saat ini juga suara lagu  Cherrybelle “I’ll be there for you”. Terdengar mengalun. Ify mendnegarkannya saja dengan tenang sambil masih hati-hati mendendarai mobilnya.

Sedihnya diriku merindukanmu . rindukanmu . .

 

            Apa yang sebanrnya menyebabkan gadis ini seperti ini? Yah. Dia hanya kesal. Dia masih merindukan sosok itu. Baru kemarin ia bertemu dengannya. Dan sosok itu harus pergi tanpa bilang kepadanya. Ify tau bahwa sikapnya ini sedikit kekanak-kanakan. Bukan sedikit lagi namun benar-benar kekanak-kanakan.

 

Katakan padaku Arti diriku di hatimu . .

           

            Aku ? aku adalah kekasihmu. Dan aku masih merindukanmu cowok bodoh !! aku masih sangat rindu. Satu tahun aku menunggu saat-saat ini. mengertilah . . !!

 

Ku kan ada untukmu . .  Kau selalu di hatiku .

            Aku seperti ini karena kamu. Hanya kamu.

 

Everytime you miss me..you need me.. 
Remember me
I will come to you i promise you i love you 

 

            Dan entah mengapa Air mata Ify perlahan menetes begitu saja. Dan ify begitu benci dengan situasi seperti ini. Ia sangat benci dan benci sekali. Hanya karena cowok bodoh itu ia menangis seperti ini.

 

Everytime you miss me..you need me
Call me call me
I will come to you i promise you..

 I’ll be there for you..

 

“BODOH. BODOH. . KENAPA LOE NANGIS FY “

“AIISGGHHH “Ify segera menghapus air matanya dengan cepat. Ia menghabusnya tanpa tersisa dan tak ingin menangis lagi. Ia berharap ini untuk terakhir kalinya ia menangis. Dan tak akan pernah menangis lagi karena cowok itu.

Ify sudah merasa sedikit legah. Ia merasa sudah harus menerima semuanya. Ia tidak boleh kekanak-kanakan seperti ini. namun. . . Ia begitu merindukannya. Sangat merindukannya.

Everytime you miss me..you need me.. 
Remember me
I will come to you i promise you

I LOVE YOU 

Everytime you miss me..you need me
Call me call me
I will come to you i promise you

I’LL BE THERE FOR YOU..

 

Bersambung . . . . . .

Hayooo part ini agak ngaco. Sorry banget lagi ujian soalnya. Yaudah tetap baca yaa dan tungguin part-part selanjutnyaa okeoke. Makasih udah tetap setia nunggin DELOV maaf ya ngaret hehe. Like dan Comment ya guys😀 makasih :d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s