DEVIL ENLOVQER – 42 ~ The Problems Part I ~

Ini part 42 nya semangat yaa buat baca . terus baca jangan lupa Like dan Commenta ditunggu. Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin.

Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . follow aja. Dan mention yaa biar aku kenal sama semuanya😀 . Salam cinta semuanyaa dari HYO, . baca terus yaa like dan commentnya jangan lpaa😀 Makasih😀

DEVIL ENLOVQER – 42

~ The Problems  Part I ~

 

“YESSSS . . “

“SIAL!!!!”decak Dayat. Karena benar insting Ify bahwa yang keluar pertama kali adalah Bu Winda. Bu Winda menatap Dayat dan juga Ify dengan binggung.

“Kalian berdua kenapa ?”tanya Bu Winda.

“Gak apa-apa Bu “jawab Ify datar. Ia pun meninggalkan Bu Winda dan dayat untuk kembali ke kelas.

“Tungguin Fy . . “teriak dayat dan segera menyusul Ify. Sedangkan Bu Winda hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan dua anak itu.

****

Ify duduk di bangkunya begitu juga dengan dayat yang sudah ditekuk wajahnya. Ify tersenyum  begitu sinis kepada dayat.

“Insting gue lebih kuat kan dari pad aloe. .”

“Baiklah gue yang menang. So. . . Gue gak mau ikut DUET ITU. TITIK!!”ujar Ify tanpa mau diubah lagi. Dayat pun mengangguk-angguk dengan penuh kepasrahan.

“Gue gak suka music “ujar Ify dengan suara yang benar-benar dingin. Dayat menoleh kea rah gadis disampingnya ini.

“Kenapa ?”Ify menghela nafasnya sebentar.

“Gak kenapa-kenapa. Memang gue gak suka “

“Masak loe gak bisa nyanyi ? bermain alat musik gitu ?”

“Nyanyi ?alat musik ?hal yang membosankan . “

“Lalu? Yang loe suka apa ?”

“Gak ada “jawab Ify dengan begitu tegas. Dayat merasakan sesuatu yang berbeda dari gadis ini.

“Loe berbeda dengan yang lainnya yah “ujar dayat penuh kejujuran. Ify memiringkan senyumnya yang terkesan meremehkan. Ia menolehkan wajahnya ke dayat. Dan mendekatkan sedikit wajahnya ke wajah dayat membuat dayat sedikt syok.

“Loe tau  , .. .”Ify menarik sedikit dasi dayat sehingga wajah dayat yang agak mundur benar-benar dekat dengan wajahnya.

“Loe nyari cewek seperti gue di dunia ini. sama aja loe harus nyari 1.000.000.000 cewek dulu baru nemu kayak gue. Ngerti ??” dayat menegukkan ludahnya dalam-dalam. Dan entah mengapa ia mengangguk-angguk dengan wajah yang sedikit takut.

“Loe gak usah macam-macam sama gue”ujar Ify pelan dan melepaskan dasi dayat dari tangannya  beserta kembali ke posisinya semula.

“Ajaib nih cewek”batin Dayat tak bisa mengungkapkan apa-apa tentang gadis ini.  Dan dayat juga suda yakin dengan perkataan teman-teman lainnya bahwa Ify bukanlah seorang gadis bahkan manusia. Dia merupakan jelmahan setan dari inti bumi terdalam.

“But. . gue akuin loe juga beda dengan cowok lainnya”ujar Ify sedikit melunak. Dayat terbengong sesaat.

“beda?”

‘Iya beda. Loe beda dari cowok yang lain. Karena loe lebih dan lebih bahkan menurut gue lebih sekali bodoh dari yang lainnya. “lunakan tersebut berganti menjadi sebuah ucapan yang dingin dan menyatat. Dan untuk kesekian kalinya dayat harus melengos pasrah saja. Dan dia harus menterbiasakan untuk bergaul dengan gadis ini.

“Terserah loe aja deh”pasrah dayat, Ify tersenyum pua ssekali.

“Loe kenapa pindah ke sini ?”tanya Ify serius membuka topik pembicaraan, Jujur, ia sedikit nyambung dengan temang sebangku barunya ini.

“Kenapa ? gak tau juga. Gue disuruh mama gue pindah kesini “

“sejak kapan ?”

“Setahun yang lalu”

“Ohh. . .tapi wajah loe gak ada bule-bulenya “

“Gue asli indonesia Cuma pindah saja ke Belanda. “

“Loe asli  indonesia ?”tanya dayat dengan sedikit mengamati lekuk-lekuk wajah Ify.

“Gak “

“Belasteran ?”

“gak juga “

“terus loe asli mana ?”

“Asli dari kandungan emak gue. Puas loe? Banyak nanya banget ya loe. Cowok rempong gila . “sindir Ify tak enak. Dayat garuk-garuk kepalanya dengan tak jelas. Merasa apakah dirinya benar-benar cowok rempong ?.

“Gue minta nomer loe dong “ujar dayat.’

“Nomer? Sepatu ?”

“ponsel loe lah. . “

“hahahahahaha. . .”Ify tiba-tiba tertawa dengan kerasnya, anak-anak yang masih ada di kelas menoleh ke arah gadis ini. sedangkan dayat binggung sendiri apakah pernyataanya tadi ada yang salah.

“kok malah ketawa ?”

“Di sekolah ini yang punya nomer ponsel gue Cuma satu orang “

“Siapa ?”

“Yang duduk di belakang gue. “ujar Ify tanpa menoleh ke arah Sivia yang asik sendiri dengan Mp4.nya dan headshet di telingannya.

“emang kenapa yang lainnya gak punya ?”

“Boro-boro mau minta nomernya. Nyapa aja gak bakal ada yang berani “sahut Sivia sambil melepaskan headshetnya.

“Hah? Masak ?”

“Loe tau kan dia siapa ? “

“Ify “jawab dayat polos.

“Hahahah. Ketipu loe. Dia itu setan . Iblis . dia bukan manusia. Oke “jelas Sivia dan langsung mendapatkan sambitan dari tangan Ify dikepalanya.

“Awww . “erang Sivia memegangi kepalanya. ‘’

“Yaudah kalau gitu gue minta nomernya Ify ke Sivia aja “ujar dayat dengan polosnya.

“Fy gimana ? boleh gak ?”tanya Sivia meminta persetujuan. Namun Ify langsung menggelengkan kepalanya dengan tegas.

“Ayolah Fy”rajuk dayat memohon.

“Buat apaan sih ?”

“Gue kan murid baru disini. Jadi kalau gue gak tau apa-apa kan bisa tanya ke loe. “

“Loe aja gak tau apa-apa gimana gue? Malah sangat dan sangat gak tau apa-apa”jawab ify datar.

“Tanya aja noh sama Sivia”lanjut Ify. Dayat menangkupkan tangannya.

“Pliss. Boleh yah.. “Ify melirikkan sedikit matanya. Cowok ini benar-benar terlihat ingin sekali mendapatkan nomer ponselnya.

“Gue akan kasih tapi  . . . “

“Dengan satu syarat . . “

“syarat apaan sih adik Ify . . “

“Ciihhh. . . .”

“Eitss . . ingat perjanjian awal kita. Loe harus manggil gue KAKAK! INGAT KA .  . “

“Iya iya bawel gue ingat “potong Ify dengan wajah kesalnya.

“Apaan syaratntya ?”tanya Dayat mengulangi ucapan Ify tadi.

“Loe harus minta nomer ponsel gue ke pembantu gue sendiri. Jadi loe cari rumah gue dan minta ke pembantu gue. Oke kakak dayat . . “ujar Ify penuh nada meremehkan. Dayat melongokan mantanya. Sedangkan Sivia yang mendengarkan dari belakang hanya bisa cekikikan tak jelas.

“Terus ? gimana caranya gue tau rumah loe??”

“Caranya ??? mau tau ??? . .. . “

“Iyalah . .”

“PAKAI OTAK LOE”teriak ify dengan suara kesalnya. Ia lantas berdiri dan menyeret Sivia untuk keluar dari kelas. Ia merasa sedikit terganggu dengan kehadiran dayat. Ify sama sekali tak suka dengan cowok itu. Bahkan bukan hanya dayat. Ify memang tak suka berteman dengan siapapun kecuali Sivia dan teman-teman dekatnya sendiri.

“Cari rumah dia ? gimana caranya ??”pikir dayat. Entah mengapa omongan Ify tadi menjadi sebuah tantangan untungnya.

“Oke. Gue akan cari rumah loe adik Ify. Wait Me . . “batin Dayat memberikan semangat untuknya sendiri. Dan ia pun berfikir keras bagaimana ia bisa menemukan rumah ify.

*****

16.00 Universitas ARWANA

 

5 menit lagi kelas kedokteran semester 3 ini akan berakhir. Alvin sudah siap-siap membawa tasnya. Tak lama kemudian sang dosen yang merupakan dokter ahli jantung pun keluar dari kelasnya.

“Sore anak-anak”pamit sang dosen.

“Soree . . “serempak semuanya. Alvin berdiri untuk beranjak keluar. Namun tiba-tiba seseorang gadis mencegahnya dari belakang.

“Alvin. . “panggil gadis itu yang tak lain adalah Zahra,

“Kenapa Ra ?”tanya Alvin

“Makasih ya kemarin loe udah baik banget dan care sama gue. “ujar Zahra sangat berterima kasih. Alvin mengangguk saja dan sedikit tersenyum ke zahra.

“Sebagai tanda terima kasih. Gue mau traktir loe lagi”

“Hah? Enggak deh gak usah. Gue ada janji soalnya . “tolak Alvin dengan cepat.

“Ayoolaahh Vin. 30 menit saja. Pliss. Hanya 30 menit doang kok. Kita makan di cafe dekat rumah gue kok. Pliss mau dong. Gue ngerasa gak enak udah ngerepotin loe terus .”

“Aduh. Gimana ya Ra ?”

“Vin. Masak loe nolak kebaikan gue ??”Zahra mulai memasang wajah sedihnya. Alvin memasang wajah binggungnya. Jujur nanti jam 7 ia sudah janji kepada Sivia.

“Okelah. 30 menit aja kan ?”

“SIPP. Just 30 minutes. “ujar Zahra dengan semangatnya. Alvin menuruti saja. Mereka berdua pun segera beranjak dari kampus menggunakan mobil Alvin menuju ke Cafe yang dimaksud oleh Zahra.

*****

Cafe Noxi

 

Alvin dan Zahra berjalan masuk ke Cafe ini. keadaan cafe begitu sangat sepi sekali. Alvin sedikit binggung namun ia tak begitu memfikirkannya.

“Kita duduk dipojok aja ya Vin “ajak Zahra. Alvin mengangguk saja. Mereka pun duduk berhadapan dan memasan makanan.

“Gue sama kayak loe aja”jawab Alvin. Zahra pun memesan makanan untuknya dan Alvin.

10 menit kemudian.  . .

Makanan yang mereka berdua pesan akhirnya datang. Tanpa menunggu lama Alvin dan Zahra langsung memakan makanan yang mereka pesan. Selama makan. Entah mengapa zahra terus menatap Alvin dan mencuri pandagan ke Alvin. Alvin pun sama sekali tak menyadarinya.

TRIIINGG . . .

“Awwww . . “ringis Alvin memegangi kepalanya. Sendok dan garpu yang ada di tangannya langsung terjatuh begitu saja.

“Vin, kamu kenapa ? Vin ?”cemas Zahra melihat Alvin yang meringgis kesakitan.

“gak tau Ra. Kepala gue pusing banget. Gue gak tau . . “lirih Alvin pelan. Ia masih memegangi kepalanya bahkan kini ia meremas-remas kepalanya sekuat-kuatnya.

“Ya ampun vin, loe gak apa-apa kan ? Vin . .”zahra langsung berdiri dan menghampiri Alvin.

BRRUUUKKK

“Uppss . . pingsan. . “ujar Zahra dengan senyum yang penuh arti melihat Alvin ambruk di lantai.

“Pelayaannnn. . . “teriak Zahra dengan keras. Dan 4 orang pelayan pun langsung menghampiri Zahra.

“Lakukan sesuai rencana. Cepat sekarang juga .  .”suruh Zahra tegas. 4 pelayan tersebut mengangguk dan segera mengangkat tubuh Alvin entah kemana.

“Permainan di mulai sayang . . . “picik Zahra. Ditangannya ia sudah memegang ponsel Alvin yang tadi ia ambil terlebih dahulu. Zahra pun memainkan ponsel alvin untuk memberikan pesan kepada seseorang.

*****

17.00 Rumah Sivia

 

Sivia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara ponselnya bergetar. Sivia pun kembali ke kasurnya dan melihat siapa yang mengirim pesan untuknya.

^ My Honey ^

Sayang. . Aku tunggu jam 7 malam di restoran kemarin. Maaf aku gak bisa jemput. Aku punya kejutan buat kamu. Love you

 

Sivia senyum-senyum sendiri melihat pesan dari Alvin. Tanpa menunggu lama lagi Sivia menaruh ponselnya dan langsung ke kamar mandi. Di hatinya ia sudah tak sabar melihat kejutan yang akan diberikan oleh Alvin untuknya.

*****

17.00  Hotel “MarkKANS”

 

Shilla sangat sibuk dengan kuliahnya. Bahkan ia sendiri jarang bertemu dengan Alvin dan Sivia akhir-akhir ini. Tugas di kampus barunya begitu menyiksanya. Namun ia harus terus semangat. Karena jika ia mengeluh sedikit saja sudah dipastikan papanya akan mengirim dirinya balik ke Eropa.

“Semangat Shilla. . “teriak Shilla dengan semangat. Ia pun masuk kedalam lift untuk keluar menuju kampus. Malam ini ia ada sedikit tambahan kuliah malam. Shilla sendiri yang meminta kepada dosennya.

Shilla  turun dan keluar di lantai pertama. Bersamaan dengan itu juga. Ada 4 lelaki dan juga 2 gadis yang cepat-cepat masuk kedalam Lift. Dan juga 1 cowok yang dinaikkan dengan kursi roda. Dimana cowok tersebut hanya menunduk dan tak bergerak sama sekali.

Shilla melihat orang-orang tersebut dengan sedikit merasa aneh, Bahkan ia seperti mengenal sesosok yang berada di kursi roda tersebut.

“Kayaknya gue kenal sama itu orang ?”

‘Siapa mereka ?Kok kayak . . . . “

TIITTTTTT

Lift kembali tertutup. Dan Shilla masih berdiri disana. Ia masih namapak memutar otaknya tentang segerombolan orang tadi,.

“Ahhh masak bodoh. Sok kenal banget gue. . “serah Shilla. ia pun tak mau peduli lagi dan meneruskan jalannya untuk menuju ke kampusnya.

*****

Lantai 7 kamar nomer 108

 

“Cepat masukkan kedalam “suruh seorang gadis yang tak lain adalah Zahra. 4 pelayan tersebut segera memasukkan Alvin kedalam kamar hotel dan menaruh Alvin di atas kasur.

“Kamera sudah kalian pasang ?”

“Sudah boss . . “

“bagus. Sekarang kalian ke kamar sebelah dan segera rekam semuanya. Jangan lupa CD hasil video itu kalian copy menjadi 3. Mengerti ?”

“Mengerti Boss. “4 pelayan tersebut segera keluar meninggalkan Zahra dan Alvin berdua didalam.

Zahra berdiri di samping kasur. Ia menunggu Alvin untuk tersadarkan. Di tangan kanannya Zahra memegang sebuah gelas putih yang sudah ia masukan obat yang menyebabkan seseorang seperti mabuk.

“Aww .. .”akhirnya Alvin tersadarkan. Dan dengan cepat Zahra membantu Alvin bangun. Tanpa fikir panjang Zahra meminumkan air di gelas tersebut kepada Alvin. Alvin pun meminumnya sampai habis. Karena ia sendiri merasa tenggorokannya begitu kering.

Alvin sudah tidak merasa pusing lagi namun. Fikirannya terasa melayang. Bayangannya sudah begitu tidak jelas. Zahra tersenyum puas ternyata obatnya bereaksi dengan cepat. Zahra melirik sebentar ke kamera yang terpasang di pojok atas dekat pintu.

“Kamera sudah menyala “batin Zahra. Karena kamera sudah berkedip-kedip warna merah. Zahra pun memulai aksinya.

“sayang . . “panggil Zahra manja kepada Alvin. Zahra menarik Alvin untuk berdiri dari kasur.  Dan dalam keadaan seperti mabuk.  Alvin menurut saja dan berdiri. Zahra sengaja mendapkan wajah Alvin jelas-jelas ke arah kamera. Sedangkan dirinya membelakangi Alvin.

*****

18.45 WIB Restoran Putih

 

Sivia sedang dalam perjalanan menuju restoran ini. Dimana restoran ini hanya 15 menit dari rumahnya. Sivia memandangi ke arah jendela luar dengan perasaan yang dag dig dug sendiri. Entah menagap ia merasa sangat bahagia malam ini.

Baju yang kemarin malam., ia pakai kembali. Dan ia pun sengaja menguncir rambutnya seperti kunciran kuda. Tanpe memberi poni sedikit pun. Sivia malam-malam ini benar-benar cantik sekali.

“Kak Alvin ngasih kejutan apa ya ?”

“Ahhh. . kak Alvin selalu So sweet banget “

“Gue sayang banget sama dia, cinta banget malah. Dia emang beda dari cowok lain “

Pak Budi supir pribadi Sivia hanya bisa tersenyum ikut senang dengan majikannya ini yang selalu bahagia. Pak Budi sendiri percaya sekali dengan Alvin dan yakin bahwa Alvin dapat menjaga anak majikan kesayangannya.

Sivia pun telah sampai di restoran Putih. Sivia turun dari mobilnya.

“Pak budi pulang aja. Nanti kak Alvin nganterin Sivia pulang kok”ujar Sivia kepada supirnya.

“Iya non. Selamat ya non “ujar Pak Budi dan membuat Sivia malu sendiri.

“makasih Pak. Hati-hati ya”

‘Non juga “

Pak budi beserta mobil Sivia telah beranjak. Sivia pun berjalan untuk masuk kedalam restoran yang menurutnya sedikit aneh. Dimana restoran ini semuanya gelap.

“Dengan Sivia ?”ujar salah satu pelayan yang sudah menyambut Sivia. Sivia sedikit terkejut.

“Iya. “

“Silahkan masuk. “suruh pelayan tersebut. Sivia mengangguk dan mengikuti pelayan tersebut.

“Kok gelap . . “batin Sivia bertanya-tanya sendiri. Ia pun terus melangkahkan kakinya kedalam.

JBREEETTTTT

Sivia sedikit terkejut melihat banyak televisi plasma yang terpajang di setiap sisi dinding restroan ini. dan di televisi tersebut terdapat sebuah kata-kata yang membuat Sivia senyum-senyum sendiri.

“INI HADIAH BUAT KAMU SIVIA SAYANG . LOVE YOU “

Itu adalah tulisan pembuka dari CD tersebut. Dan Sebuah Video pun terputarkan di semua televisi plasma tersebut.

“Sayang . . . “

 

“Kamu sayang kan sama aku ?”

 

“Hmmm. .. “

           

Sivia melototkan matanya. Dan melebarkan matanya selebar-lebarnya. Apa yang ia lihat didalam layar tersebut. Itu benarkah? Dan benar kah itu Alvin dan seorang cewek yang sama sekali tidak ia kenal. Dan apa yang dilakukan mereka berdua.

“Raa . . . “Suara Alvin sedikit terdengar parau. Kesadaran Alvin benar-benar kacau saat itu akibat oleh obat. Zahra pun semakin menjalankan aksinya. Dimana ia menarik kepala Alvin untuk menciumnya dan memperlihatkan seiolah-olah Alvin lah yang telah menciumnya.

                                 

“Hmm. .Alvin sayang. . . “

 

“Kamu sayang kan Vin sama aku . . “

 

“Iya aku sayang sama kamu . .”balas Alvin. Obat tersebut sudah mengacaukan otak Alvin. Bahkan Alvin sendiri yang menarik kembali Zahra dan menciumnya kembali.

 

Tubuh Sivia terasa bergetar semuanya. Ia meremas jarinya seerat mungkin. Sivia hanya bisa menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat didepan matanya saat ini.

“K. .akk. . Alv  . .in. . .”lirih Sivia. Dan saat itu juga Air mata Sivia menetes demi tetes di pipinya. Sivia menangis tak kuasa melihat semua itu. Namun matanya sama sekali tak ingin ia alihkan dari layar televisi itu. Ia terus tetap berdiri tak bergeming sedikit pun.

“Alvin . .aku milikumu sayang malam ini . . .”Zahra menjatuhkan dirinya ke kasur dan menarik baju Alvin. Dan dapat terlihat seolah Alvinlah yang mendorong Zahra ke kasur.

 

“Hentikan. . . .”

“Hentikan video itu . . .”

“HENTIKAAAAANNN . . . . “teriak Sivia sekeras mungkin. Namun seolah di restoran ini sudah tidak ada siapapun. Dan memang disengaja dan telah di setting untuk Sivia.

“AKU MOHOONNNN HENTIIIKAAAAAANNNNN”jerit Sivia. Ia menutup telingannya. Bibirnya ia gigit sekuatnya sehingga sedikit darah segar keluar dari bibirnya.

“Alvin sayang. . sabar dong. . . . “ Zahra membuka kemeja putih yang dipakai oleh Alvin.

 

“Ini hadiah dari loe kak? Ini yang loe maksud hadia spesial . . . “

“HENTIKAAAANNNNNNNN !!! STOOOPPPPPP.”

“AKU BILAANGG STOOPPPP!!! “

“MAMAAAAAA”

“PAPAAAAAA”Sivia semakin menjerit tak karuan. Kepalanya ia tundukkan. Sekuatnya ia menutup telingannya itu percuma saja. Karena semua layar televisi ini sangat banyak dan suaranya pun keras sekali.

“Alvin kamu cinta kan sama aku . . ‘

 

“Iya aku cinta sama kamu vi . . . “namun saat Alvin ingin menyebutkan nama Sivia, Zahra segera menarik Alvin dan mencium bibir Alvin sehingga nama tersebut tak sampai disebut oleh Alvin.

 

“SUDAHHHHHHHH AKU MOOHOOONN SIAPA AJAA HENTIKAAANNNNNN!!!!”

Sivia membalikkan badanya dan berjalan menuju pintu untuk keluar. Namun saat Sivia ingin membukannya pintu tersebut terkunci sangat rapat sekali.

“MAMAAA  . . . PAPAAAAA . .”

“STOOOOOPPPPPPPPP!!!!”

“HEEEENTTIIKAAAANNN. SUDAHHHH SUDAHHHHH”

“Alvin sayang . .. “

 

“Alvin sayang. . . . . . “

 

DRRTTTDRTTTTTT

Ponsel Sivia bergetar. Sivia segera melihat ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya.

Calling

Alyssa Love

 

“IFY . . “pekik Sivia dan segera memencet tombol hijau di ponselnya.

*****

18.45 Rumah ify

 

Pembantu Ify berjalan masuk ke ruang tamu setelah dari luar. Dimana di runag tamu terdapat Ify yang asik melihat televisi. Ify hari ini sendirian dirumah. Iqbal pun baru saja kembali ke rumah sakit untuk menemani pacarnya.

“Non. . .ada kiriman CD buat non “ujar Bi Ina. Ify menoleh ke arah sang pembantu dan menerima CD putih polos tersebut.

“CD?? Apaan isinya ??”binggung Ify. Namun ia sama sekali tak tertarik untuk menontonnya dan mentelantarkan CD tersebut di atas meja ruang tamu. Ify pun melanjutkan kembali menonton televisi.

15 menit kemudian . . .

 

Entah mengapa Ify merasa pensaran dengan CD tersebut. Instingnya berkata bahwa dia harus melihat apa yang ada di dalamnya.

“CD 2?”lirih Ify saat melihat tulisan di cover tempat CD tersebut.

“Lihat aja deh. . “Ify pun memasukkan CD tersebut kedalam DVD Player yang ada di sebelah Televisi plasmanya.  Ify mengambil remote dan kembali duduk manis di kursi yang sebelumnya ia duduki.

Ify pun menekan tombol Play disana.

“INI HADIAH BUAT KAMU SIVIA SAYANG . LOVE YOU “

“Sayang . . . “

 

“Kamu sayang kan sama aku ?”

 

“Hmmm. .. “

 

            Ify membelakakan matanya. Ia berdiri dari tempat duduknya. Dengan perasaan yang sudah tak bisa di ucapkan. Ify terus melihat isi CD itu.

“Alvin. . ??”

“Raa . . . “

                                 

“Hmm. .Alvin sayang. . . “

 

“Kamu sayang kan Vin sama aku . . “

 

“Iya aku sayang sama kamu . .”

 

“BRENGSEKKK !!!!!”Pekik Ify dan langsung membanting remotenya tanpa ia sadari. Emosinya sudah meluap sampai di ubun-ubun.

“Itu kan ??”Ify menolehkan wajahnya mendengar suara dari pintu rumahnya.

“Dayat ??”kaget Ify melihat cowok tersebut yang sudah berada di rumahnya. Cowok ini benar-benar mencari dimana rumahnya. Namun dayat tak mempedulikan perkataan ify yang kaget dengan kehadirannya. Dayat sendiri terfokuskan kepada apa yang dilayar itu.

“Kak Zahra . . “batin Dayat yang benar-benar massih terkejut dengan gadis yang berada di dalam video tersebut.

“Alvin . .aku milikumu sayang malam ini . . .”

 

Ify kembali membalikkan badanya menatap layar televisinya setelah mendegar suara Zahra . Ify semakin emosi. Mata Ify kini tertuju kepada satu titik yaitu isi Cover dari CD tersebut.

“CD 2??”

“Kalau ini CD 2? Pasti ada CD . . . “

“CD pertama. . .”seketika itu otak Ify terfikirkan akan satu nama. Siapa lagi jika bukan Sivia. Ify segera mengambil ponselnya di atas kasur. Dan segera menghubungi Sivia.

“Hallo Vi . . “suara Ify benar-benar penuh kecemasan saat ini.

“Loe kalau dapat CD atau apapun loe jangan nonton!!. Pokoknya loe gak boleh nonton CD itu sampai gue datang ke rum . . .. .”

“Fy .. gu . gue ud . dah lih. . at . . Gue . udah li . hat . semu. Anya . . “Suara Sivia disebrang sana benar-benar sangat parau sekali. Suara Sivia agak serak. Dan terdengar isakan-isakan tertahankan dari Sivia.

Tubuh Ify sedikit melemas. Ia terlambat untuk mencegah Sivia.

“Loe dimana sekarang ? gue akan kerumah loe??”

“To . long. Fy .. to . .longin gu . e. . “

 

“To . . lo. . . ng . . .”

 

“Vi loe kenapa ? loe dimana ??”

“Fy . tolong . ,gue . . To . . long. . “

 

“Iya Vi loe dimana ??”cemas Ify. Sivia mulai terus menangis tak karuan.

“resto . ran. . pu . . ti . . h . . .”Jawab Sivia sangat lemas.

“Resoran Putih ???”

“Gue akan kesana sekarang. Loe tunggu disana. Loe jangan nonton !! Udah loe gak usah terusin nonton.  Ngerti!!”

“To . lon.  G . Fy . . “

“Iya Vi gue kesana sekarang. Loe jangan Nangis “ Ify lansgung menutup sambungan telfonnya. Ia mengarah kepada dayat yang masih terbengong.

“Anterin gue sekarang “bentak ify kepada dayat.

“hah? Ha?”kaget dayang dan langsung kebingungan.

“loe bawa mobil kan ?”

“Iya “

“Udah turutin aja omongan gue. ANTERIN GUE “bentak ify sedikit kasar. Ia menarik tangan dayat dan memaksanya untuk mengantarkan ke Restoran putih. Dayat sendiri yang masih terfikir akan video iti menuruti saja apa omongan Ify. Ia melajukan mobilnya dengan cepat dan sesuai petunjuk yang diberikan oleh ify.

******

20.00 WIB Resotoran Putih

 

Dayat dan ify segera turun dari mobil dan berlari menuju kedalam restoran. Ify terkejut melihat Sivia terduduk lemas di depan pintu sambil menangis tak karuan.

“IFY TOLONG !!! IFY TOLONG . . “teriak sivia sangat keras, ify pun dapat mendengarnya dan sedikit kaget. Sivia menggdor-gedor pintu. Ify sendiri menoba membuka pintunya namun sama sekali tak bisa dibuka.

“Fy Tolong .  tolong . . “tangis Sivia.

“Sivia? Kok bisa disana ?”binggung dayat.

“Loe mundur jauhi pintu ..”teriak ify menyuruh Sivia, Sivia pun mencoba berdiri dan menjauhi pintu sesuai yang disuruh oleh Ify.

Ify memegang pintu kaca tersebut. Memperkirakan apakah pintu itu sangat tebal atau tidak.

“Sial. Pintunya tebal “umpat Ify. Ia pun mencari ke sisi kanan atau kiri sesuatu yang dapat ia gunakan.

“Pot bunga “ujar Ify. Ia melihat sebuah pot bunga dari batu yang cukup besar. Ify pun segera mengambilnya dan dengan sekuatnya ia mengangkat pot tersebut sendirian. Sedangkan dayat yang masih binggung hanya berdiri tak bergerak.

“semoga berhasil . . . “

1

2

3

PPPPYYYYYYAAAAARRRRR

Kaca pintu tersebut terpecah semuanya. Ify begitu sangat kuat karena dia sudah terbiasa dalam hal ini. Ify pun segera masuk dan menghampiri Sivia.

“Via . . . “cemas Ify. Ia segera memeluk Sivia yang menangis ketakutan. Ify melihat ke sekitar restoran. Dimana televisi-televisi tersebut masih menyala dan mengulangkan kembali video tersebut.

“Siapa yang ngelakuin ini Vi ? siapa yang nyuruh loe kesini ? siapa Vi ??”tanya Ify dengan nada dinginnya.

“kak . Alv . . in. .”jawab Sivia sejujurnya. Ia memang tak dapat berbohong kepada Ify. Mendnegar jawaban Sivia , ify tersenyum sangat sinis.

‘Siapa aja yang loe buat kayak gini. Gue akan habisi dia. “ujar Ify tajam tepat ditelinga Sivia.

“Gue  mau pulang . . “

“Gue mau pulang . . .”tangis Sivia. Ify melepaskan pelukannya.

“Kita pulang Vi. Udah jangan nangis.  . “:

“Gue mau pulaaanggg .. “teriak Sivia. Ify pun langsung mengandeng Sivia keluar dari restoran biadab tersebut.

“Anterin ke rumah Sivia “ujar Ify kepada Dayat. Dayat menatap Sivia semakin binggung.

“Udah turutin aja sekarang !!”bentak ify.

“Iya Iya Fy “nurut dayat. Mereka bertiga masuk kedalam mobil dayat dan menuju ke Rumah Sivia.

****

21.00 Rumah Sivia

 

Sivia sudah tak menangis. Namun pandangannya begitu kosong. Wajahnya sudah berantakan sekali. Ify sendiri jadi takut melihat wajah Sivia yang seperti itu. ‘

“Non Sivia kenapa ?”tanya Pak budi dan pembantu yang lainnya kaget melihat Sivia.

“Si . Si . . “Ify binggung menjelaskan bagaimana kepada orang-orang ini. Sivia melepaskan rangkulan Ify.

“Loe pulang aja”suruh Sivia dengan wajah datar tanpa menoleh sedikit pun ke Ify.

“Gue mau pastiin loe baik-baik aja “

‘Gue gak apa-apa”jawab Sivia. Ia berjalan untuk menuju kamarnya.

“Non Sivia. Non kenapa?”tanya Pak Budi yang benar-benar cemas sekali. Sivia hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“Vi . gue anterin loe ke akamr”ujar Ify tak tega melihat Sivia. Ia tau Sivia pasti masih Syok.

“Gak perlu . “

“Tapi Vi l . . “

“GUE BILANG PULANG YA PULANG ! NGERTI ??”bentak Sivia kasar kepada Ify. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup ify dan sejarah ify bersahabat dengan Sivia. Inilah pertama kali Sivia membentak Ify. Ify syok dan kaget,. Ia terdiam mematung. Bukan hanya Ify saja, para pembantu dan Pak budi sendiri menjadi takut. Sivia benar-benar bukan seperti biasanya.

“Jangan ada yang masuk ke kamar gue “ancam Sivia. Ia kembali berjalan menuju tangga dengan tatapan yang benar-benar kosong. Beberapa kali Sivia sempat ingin terpeleset. Sivia terus berjalan. Ify menyadarkan fikirannya yang sempat syok.

“Kita pulang . . “ujar Ify kepada dayat yang berada di belakangnya.

“Pak kalau ada apa-apa dengan Sivia. Telfon saya secepatnya “ujar ify kepada Pak budi

“Iya Non . .”jawab pak Budi menuruti saja.

Ify lantas berjalan kelaur dari rumah Sivia dengan ekpresi yang tak bisa dibaca. Dayat sendiri takut melihat ekspresi Ify yang seperti ini. Dayat hanya diam saja dan menuruti apa omongan Ify. Niatnya ia datang kerumah ify adalah untuk meminta nome rponselnya Ify malah jadi seperti ini. Sunggu diluar perkiraannya.

Selama diperjalanan pun ify hanya diam dan diam saja. Fikirannya berusaha keras untuk berfikir. Ia mencemaskan keadaan Sivia. Tak pernah Ify melihat Sivia seperti ini.

Bersambung .  . .

Wahhh??? Sivia gimana tuh ?? gimana ya ??

Ify ? mampus dia marah banget kayaknya ?

Dayat? Apanya Zahra ? hayoooo?? Penarsan kan. Tetap tunggu kelanjutannya dan baca terus ya. like dan Comment selalu ya a:D makasih Guyss😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s