DEVIL ENLOVQER – 43 ~ The Problems Part II~

Ini part 43 nya semangat yaa buat baca . terus baca jangan lupa Like dan Commenta ditunggu. Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin.

Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . follow aja. Dan mention yaa biar aku kenal sama semuanya😀 . Salam cinta semuanyaa dari HYO, . baca terus yaa like dan commentnya jangan lpaa😀 Makasih😀

DEVIL ENLOVQER – 43

~ The Problems  Part II~

             

21.00 WIB Rumah If

Sebuah mobil berplat nomer B 1210 MA , sudah berada di depan rumah ify. Siapa lagi jika bukan Mobil Rio. Malam ini Rio baru saja datang dari Tokyo dan langsung menuju rumah ify. Namun sayangnya Ify sedang tidak ada dirumah dan yang membuat Rio lebih kesal lagi. Kata Pembantu dan Satpam Ify bahwa ify sedang keluar bersama seorang cowok.

“Gadis bodoh. . loe main-main sama gue ??”

“apa loe mau coba untuk selingkuh ??”

“Cisshh. . loe fikir loe hebat ?:”

“Loe akan habis malam ini gadis bodoh!!!!”Rio berbicara sendiri tak jelas. Ia sangat kesal sekali bahkan bisa dibilang sedikit emosi.

15 menit kemudian. . .

 

Kesabaran Rio terasa ingin habis. 20 kali ia mencoba menghubungi gadis itu namun percuma saja. Ify sama sekali tak mengangkat panggilannya. Rio membuang ponselnya dia atas kursi ruang tamu.

BBBRRRBBBRR .

Rio mendengar suara mobil dari luar. Segera Rio keluar dan menunggu Ify di depan pintu rumah. Rio menatap ify yang keluar dari mobil bersama seorang cowok. Entah menagap Rio merasa suhu tubuhnya panas. Bahkan Rio tak sadar kini kedua tangannya sudah ia kepalkan kuat-kuat. Namun ia masih mencoba bereskpresi biasa dan mencoba biasa saja.

Ify meninggalkan cowok tersebut. Begitu pun dengan cowok tersebut telah masuk kembali kedalam mobil dan beranjak pergi.

Ify melangkah membuka gerbang rumahnya. Ia sudah melihat keberadaan Rio di depan pintu. Namun saat ia melihat Rio,. Emosinya kembali meluap. Bagaimana tidak? Ia teringat akan sesosok lelaki brengsek yang telah membuat sahabatnya seperti itu.

“Oh. . . jadi loe sudah punya pacar ba. . . “Ify tak mempedulikkan sindiran Rio. Ia langsung menabrak begitu saja tubuh Rio dengan wajah acuh tak acuh. Rio pun semakin kesal.  Ify berjalan ke arah DVD player mengambil CD tersebut. Lantas memasukkan kembali ke dalam tempat cover CD 2 itu.

“Loe kemana? Habis selingkuh ? hahaha. Bagus . pintar . . “sindir Rio. Kuping Ify terasa semakin panas. Ia menatap rio begitu tajam.

“Loe keluar dari rumah gue ! SEKARANG!!!”usir Ify penuh penekanan. Rio tertawa dengan sinis.

“Hahah. Loe lucu banget gadis bodoh. Sudah kepergok selingkuh . dan sekarang ngu . .. “

“KELUAR SEKARANG JUGAAA !!!”teriak ify dengan suara volume tinggi. Rio saja langsung terdiam seribu bahasa. Bukan hanya Rio seisi rumah Ify kaget mendengar suara Ify yang menggelegar.

“Cisshh. . “desis Rio. Dan menatap mata Ify balik tak kalah tajam.

“Loe masih punya otak kan ? loe itu sud . . . “

PLAAAAKKK

CD yang ada di tangan Ify langsung ia lemparkan dengan kasar di wajah Rio. Rio sama sekali tak mengerti apa-apa. Ia merasa seperti direndahkan oleh seorang wanita. Dan ia tak suka itu. Melihat perlakuan Ify seperti itu. Emosi Rio memuncak.

“LOE FIKIR LOE SIAPA ?”

“LOE TAU SOPAN SANTUN ? HAH?”Ify tau Rio saat ini marah kepadanya. Namun ia tak peduli dan sama sekali tak ingin peduli/ emosinya lebih hebat dari pada Rio saat ini.

“Sopan santun ? hahaha . . “

“YANG PERLU DIAJARKAN SOPAN SATUN ITU TEMEN LOE !!”

“TEMEN LOE ITU BRENGSEK!!”

“Temen gue ? maksud loe?”

“AMBIL TUH CD DAN KELUAR DARI RUMAH GUE SEKARANG JUGA!!!”

“Gue gak ngerti maksud loe . . “

“Loe mau tau ? hah ? benar loe mau tau ??”Ify mengambil CD yang jatuh tersebut. Lalu ia berjalan ke arah DVDnya dan menayalakan CD tersebut. Sedangkan rio menunggu saja apa yang dilakukan gadis ini.

Video tersebut pun terputarkan kembali. Jujur ., Ify sangat jijik sekali melihat CD ini. namun karena kekasihnya ini ikut kalap dengan emosinya. Ify pun memutuskan untuk menayangkan langsung didepan mata Rio.

Tak beda dengan ekpresi Ify, Rio pun langsung Syok. Bahkan ia seperti tak bisa bernafas dengan tayangan yang ada dilayar itu.

“Gak. . gak mungkin. . “

“Gak Mungkin ?? Mata Loe butaa?? Jelas-jelas itu Alvin Begoo!!”emosi Ify.

“AJARIN TEMEN BRENGSEK LOE ITU SOPAN SANTUN!!!”bentak Ify. Dan untuk kedua kalinya. Ify langsung melemparkan remote yang ada di tangannya ke tubuh Rio. Ify langsung meninggalkan rio begitu saja. Ify benar-benar malas bertemu dengan rio saat ini.

Rio masih tak percaya bahkan ia sendiri yakin bahwa Alvin tidak mungkin seperti itu. Rio mengenal Alvin sejak kecil. Alvin adalah sepupunya sendiri. Namun pada kenyataanya di dalam layar tersebut cowok itu jelas Alvin. Jelas sekali.

“Vin. . . loe  .  . “Rio langsung mengambil kunci mobilnya di atas meja. Dan mengambil CD tersebut dari DVD. Ia langsung keluar untuk ke suatu tempat.

*****

Sivia melepaskan kuncir rambutnya. Ia berjalan dengan gontai membuka pintu kamarnya. Fikirannya saat ini sulit diartikan. Apalagi dengan perasaanya saat ini yang benar-benar hancur. Bayangan Video tersebut masih melayang di fikirannya. Ia masih tak percaya.

BRAAAKKK

Pintu kamar Sivia terturup. Sang pemilik kamar memasuki kamarnya dengan pandangan yang begitu kosong.  Sivia melirik ke meja belajarnya. Dimana disana terdapat satu foto dirinya dan Alvin waktu di ulang tahunnya tahun kemarin. Sivia menatap miris foto tersebut.

“ARRRGHHHHHSSS”’

PYAAAARRRRRR

Dengan emosi yang meluap dan dipendam sedari tadi, Kini Sivia meluapkan semuanya. Ia membanting foto tersebut dilantai sehingga menyebbabkan foto itu berantakan tak beraturan.

“Lo . .e . pem. . bohong bes .. ar . . “

“I . .ni . . ke. Ju . tan.  Dari . loe . kak?”

“Hah? Ini ? hahahahaha” Sivia terdiam di depan meja belajarnya. Ia berdiri dan perlahan menundukkan kepalanya. Buih-buih air mata kembali menetes membasahi pipinya . Sivia menangis kembali. Sivia meremas dadanya yang terasa sesak. Ia merasa terkhianati.

Cinta yang selama setahun ia perjuangkan. Rasa kepercayaanya kepada Alvin melebihi apapun di dunia. Namun semuanya merasa sia-sia dirinya di khinati seperti ini.  Sivia yang meerasakannya. Bukan orang lain, Menurut mereka-mereka semuanya hal ini hanyalah sebuah hal biasa. Tapi jika kau sudah merasakan bagaimana di sakiti atau dikhianati. Kalian akan benar-benar tau bagaimana rasa sesaknya dada sampai tak bisa bernafas. Bagaimana rasanya air matamu terus mengalir deras. Dan inilah yang dirasakan gadis ini.

“Ciuman ? di hotel ? loe punya simpanan selama ini ?”

“Terus ? gue apa ? mainan loe ? “

Sivia berlutut lemas. Kedua tangannya memegang meja berlajarnya. Ia mencengkram kuat-kuat meja tersebut dengan kedua jemarinya.

“Kak . . apa salah gue ?”

“Apa karena gue terlalu polos? Jadi loe lakuin ke gue ? . apa loe merasa bosan sama gue kak? Jadi loe mainin gue ? gue harus maafin loe saat ini? Atau gue harus nampar muka loe? Atau gue harus bunuh loe ??”

“Loe bercinta dengan gadis lain didepan mat ague sendiri. Loe gak fikirin perasaan gue ? loe ingin gue nangis dihadapan loe? Loe ingin gue sakit ?”

“Janji loe? Semua janji loe di depan mama dan papa gue ? ini janji loe kak?? Loe gak bakal nyakitin gue ? omongan palsu loe kata cinta loe? Ini kak ? yah . . gue tau ini. . . “

Sivia berdiri kembali. Ia berjalan menuju balkon rumahnya. Saat ia membuka jendela balkonnya. Angin malan langsung menerpa wajah manisnya. Namun pandangan Sivia masih terasa kosong. Ia seperti orang yang tak punya harapan. Bagaimana tidak? Kejutan tadi seperti ingin membuatnya gila. Dia dikunci dan di paksa melihat video terlaknat yang pernah ia lihat.

“Hahahahahaha. .  Gue bodoh banget . . hahahahahaha”tawa Sivia sendiri. Namun sedetik kemduan Sivia menangis kembali.

“AAARRGGGHSSS ALVINN LOE BRENGSEEEKKKK!! LOE COWOK BRENGSEEEKKKKK!!!!”

*****
21.30 Rumah Alvin

 

Alvin sudah berada di kamarnya sendiri. Tepatnya ia berada di kediaman rumahnya. Perlahan Alvin membuka matanya. Ia merasa kepalanya terasa berat sekali malam ini. Alvin memegangi kepalanya.

“Aww . . “ringisnya sambil memegangi kepalanya.

“Kenapa . . .awww . . . “

‘           Alvin tak ingat apapun apa yang terjadi padanya. Bahkan ia lupa kenapa dia sudah berada di kamar. Fikirannya pun maasih kacau. Ia masih menncoba mngembalikkan kesadarannya.

“Jam berapa ini?”pekik Alvin. Samar-samar ia melihat jam dinding menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.

“kepala gue masih pusing. Mending gue tidur aja “serah Alvin dan tertidur kembali di kasurnya. Ia mencoba mengontrol fikirannya.

BRAAAAAKKKKK

Suara dobrakan pintu kamar Alvin mengangetkan Alvin. Seseorang cowok masuk dengan tatapan penuh kemarahan. Alvin membuka matanya kembali dan melihat siapa yang datang.

“R . i . .o . . “lirih Alvin.

Rio berjalan cepat menghampiri Alvin yang masih tertidur. Tangan Rio ingin sekali menghabisi sepupunya ini. ia tak peduli bahwa mereka berdua memiliki hubungan keluarga. Namun bagi Rio Alvin sudah sangat keterlaluan.

PLAAAAKKK

“BANGUN LOE!!!”Rio melemparkan kasar CD yang ditangannya ke muka Alvin. Dan membentak Alvin kasar.

“Aww. . .”ringis Alvin. Tanpa fikir panjang Rio mengangkat kerah baju kemeja Alvin begitu eratnya.

“OTAK LOE DIMANA ? HAH? LOE GAK PUNYA OTAK ?”Alvin kaget. Dan terlihat binggung. Dia bertanya-tanya kepada Rio tiba-tiba marah kepadanya seperti ini.

“Yo?? Loe kenapa sih ?”tanya Alvin binggung

“Kenapa ?? Kenapa ??”

“LOE YANG KENAPA BODOHH!”

BRUUUUKKKK’

Sebuah hantaman keras pada pipi Alvin dari tangan Rio. Alvin terjungkur kesakitan. Bibirnya sedikit mengeluarkan darah segar. Alvin semakin tak mengerti.

“Gue sama sekali gak ngerti yo . .”Rio mencoba meredahkan emosinya sebentar.

“Loe tau apa isi CD ini ? hah? Loe tau ??”Rio mengambil CD yang terletak tak jauh dari tubuh Alvin dan menunjukkan tepat didepan wajah Alvin.

“CD? Apa??”

“Hahahahahahaha. Gak tau ??? RASANYA GUE INGIN BUNUH LOE BRENGSEK!!”

“ANJING OTAK LOE !!”entah mengapa Rio menjadi emosi kembali. Wajah Alvin yang seperti orang tak bersalah membuatemosi Rio meluap-luap.

“YO GUE GAK NGERTI APA MAKSUD LOE? ANJING ? SIAPA YANG LOE SEBUT ANJING? HAH?”Alvin pun ikut emosi. Karena ia merasa tak melakukan apa-apa namun Rio mengumpatinya dengan kata-kata kasar.

“Jadi ? gue harus menunjukkan isi CD ini ke orang yang pura-pura gak tau ? Oke Vin . Gue juga akan pura-pura bahwa loe benar-benar gak tau dan memutarkan CD ini. “sinis Rio begitu tajam. Rio berjalan ke arah televisi di kamar Alvin yang disampingnya sudah terpajang DVD player. Dengan cepat Rio menyalakan isi CD tersebut. Alvin pun memfokuskan ke depan Televisinya.

 

“INI HADIAH BUAT KAMU SIVIA SAYANG. LOVE YOU “

“Sayang . . . “

 

Alvin menganga bahkan ia langsung berdiri di kasurnya. Alvin menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Gak mungkin. Itu bukan gue. Gak / Gak . Gak mungkin !!”ujar Alvin yang masih Syok.

“Zahra ?? gadis itu . .  cisshh . . . .”batin Alvin mulai emosi. Ia tak menyangka gadis itu begitu lici sekali.

“Gak Mungkin ??? Mata loe perlu gue tunjukkan sampai berapa centi didepan TV hah? “

“LIHAT ITU LOE ?? Dan siapa cewek itu ?? Simpenan loe ??”

“terus sivia loe kemanain ?? Loe pajang ??”

“OTAK LO GAK DIPAKAI APA ?”Alvin menatap Rio dengan tatapan benar-benar binggung.

“Yo loe percaya sama gue kan ? Gue gak tau itu semua. Itu emang gue tapi sumpah gue gak pernah ngelakuin itu “

“Gak pernah ??terus ? yang didalam CD itu siapa ? SETAN ? jelmahan loe? Ngelucu loe ?haha”tawa Rio meremehkan Alvin dengan tatapan sangat tak enak.

Alvin memegangi kepalanya/ ia mencoba mengingat dan mengigat terus . apa yang ia lakukan seharian ini.

“ASTAGA. . YA TUHAAN . . “teriak Alvin yang sudah dapat mengingat semuanya dan mengembalikkan kesadarannya menjadi 100 persen. Rio menatap alvin aneh.

“Yo gue mau jelasin ke loe. Semuanya. Gue udah inget “

“Jelasin apaan ? kalau loe sama simpenan loe itu be. . . “

“Cewek itu namanya Zahra dia temen kelas baru gue . .”

“Terus loe jatuh cinta sama dia ? lalu loe berdua ke hotel ? dan ngela . . “

“DENGERIN GUE DULU !!”bentak Alvin. Rio pun terdiam dengan wajah masih acuh tak acuh.

“Dia mahasiswa pindahan dari belanda. Gue gak tau motif dia apa. Dia nyoba ngedeketin gue. Dia ngejebak gue Yo. Terakhir kali yang gue ingat dia ngajak gue ke restoran. Dan restorannya emang sepih banget. Setelah gue makan makanan yang ia pesenin. Gue gak sadar. .” Rio memincingkan matanya. Ia masih diam dan membiarkan Alvin melanjutkan semua ceritanya.

“Dan . . waktu. . . di hotel. . gue. . gue ingat dia ngasih gue minuman dan rasanya agak pahit. Gue gak tau apalagi yang terjadi sama gue. Gue dijebak yo/ Sumpah . .”Rio masih diam saja. Ia binggung harus percaya dengan omongan Alvin atau tidak. Alvin menghela nafas panjangnya karena Rio sepertinya tak percaya dengannya.

“Loe percaya sama gue atau tidak ??”

“Gue sepupu loe? Loe kenal gue sejak gue bayi ? gue pernah bohong sama loe? Apa selama puluhan tahun ini gue pernah ngelakuin hal sebodoh ini ? gue masih punya otak ? apa loe pernah tau gue berbuat kayak gini ? Hah?”alvin mencoba membela dirinya.

“Gue dan Loe sahabat sejak kecil. Terserah loe percaya sama gue atau tidak. Gue udah berkata jujur. Itu emang gue. Tapi gue dijebak saat itu. Gue buktiin. . . “Alvin merebut remote dari tangan Rio. Ia pun memutar kembali Video yang ada di CD itu. Rio pun mendengarkansaja apa omongan Alvin dan penjelasan Alvin. Mereka berdua fokus pada video itu .

“Loe cukup pintarkan tau tentang taktik murahan seperti ini”

“Loe lihat ?? gue disana dalam keadaan seperti mabuk kan ? dan  . . .”

“Yang narik gue selalu si cewek kan. Dan dia seolah-olah memperlihatkan bahwa gue yang menarik dia. Tapi dia gak sepintar yang gue kira. Triknya masih banyak celah “

“Saat di kasur. Lihat. Gue bahkan sempat memegangi kepala gue. Dann. . . .”

“kata-kata saat dia nyium gue. Itu gue mau nyebut nama Via kan ?? loe coba dengerin lagi deh”ujar Alvin dan mereplay kembali. Rio memperhatikan sedetail-detailnya. Dan benar semua yang dikatakan oleh Alvin.

“Loe percaya kan sekarang ??”tanya Alvin penuh harap. Rio diam sesaat.

“ya. gue percaya sama loe”ujar Rio lantas menepuk-nepuk bahu Alvin.

“Syurkurlaah Yo loe percaya . . “ujar alvin bernafas legah. Dan tersenyum penuh kelegaan.

“Loe jangan legah dulu.  . “ujar Rio dingin. Alvin mengernyitkan keningnya.

“Sivia sudah ngelihat video itu “ujar Rio dan dalam waktu sedetik Alvin membelakakan matanya dan kaget serta otaknya seperti mendapatkan beban batui ber ton-ton.

“SIVIA? SIVIA ??SUMPAH YO??”

“Gue tadi kerumah ify. Dia marah-marah ke gue. Dan gue yakin Ify dari rumah Sivia. “

“Mampuss guee !!. gue harus gimana sekarang. . “alvin kelipungan sendiri. Ia binggung harus bagaimana. Ia tak menyangka akan seperti ini.

“Percuma jika loe jelasin ke Sivia. Dia gak akan semudah itu percaya .  “

“terus gimana yo ? gue harus diam aja  ? pasti dia sekarang lagi nangis/ loe kenal sendirikan sivia anaknya gimana “

“Loe kerumah Sivia dulu aja/ berusaha buat jelasin ke dia. Loe berusaha dulu aja/ Gue juga akan mencoba ngebujuk Ify untuk percaya . dan gue akan minta bantuan ke Ify buat nyari buktiKita harus cari bukti yang akurat dulu bahwa loe gak bersalah”

“Oke Yo. Makasih loe udah bantu gue . gue ke rumah Sivia dulu “

“Ya. semoga berhasil”ujar Rio. Alvin mengangguk dan langsung mengambil kunci mobilnya lantas beranjak ke rumah Sivia.

Sepeninggalan Alvin. Rio mengeluarkan ponselnya. Ia mencoba menghubungi Ify. Namun percuma saja gadis itu tak mengangkat telfon darinya.

“Kenapa gue juga kena ?”

“Aishhggg. . loe selalu buat gue dalam keadaan bersalah “desis Rio. Ia pun keluar untuk beranjak menuju rumah Ify.

****

Pukul 10 malam. Alvin menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia sudah begitu khawatir dengan keadaan Sivia. Berulang kali pun ia telah mencoba untuk menghubungi Sivia namun percuma saja. Sivia sama sekali tidak mengangkat ponselnya. Alvin meurtuki kesalahan terbodohnya.

“Zahra . . . gue akan pastikan loe akan membalas semuanyaa . .”

“Gadis brengseeekk!!!”

10 menit kemudian alvin sudah berada di rumah Sivia. Alvin masuk kedalam gerbang rumah Sivia dimana sang satpam rumah sudah hafal dengan mobil Alvin. Alvin segera keluar dari mobilnya dan langsung masuk rumah Sivia untuk menemui Sivia yang sudah pasti berada di kamar.

“Non Sivia dari tadi teriak-teriak den “ujar saalah satu pembantu Sivia yang sedari tadi mereka sudah berada di depan kamar Sivia tak berani masuk.

“Den sebenarnya apa yang terjadi den ?”tanya pak Budi juga yang khawatir sekali dengan anak majikannya itu. Alvin binggung bagaimana menjelaskannya.

“Tennag aja pak. Biar Alvin yang bicara sama Sivia. Kalian bisa tinggalkan saya dengan Sivia?”pinta Alvin. Para pembantu dan pak budi pun mengangguk menuruti ucapan Alvin .

Alvin menghela nafas sejenak. Ia kemudian membuka pintu kamar Sivia yang sama sekali tidak dikunci. Saat Alvin masuk ia terkejut melihat sebuah foto yang berantakan dilantai. Alvin terdiam sesat, bahwa foto tersebut adalah foto dirinya dan Sivia.

Alvin mengedarkan pandangannya di segala kamar Sivia, Namun percuma Sivia tidak ada dikamar. Kini mata Alvin tertuju pada jendela balkon kamar Sivia yang terbuka. Tanpa menunggu panjang lebar lagi Alvin segera berjalan menuju ke balkon.

Benar saja Alvin dapat menemukan Sivia disana. Dimana Sivia berdiri membelakanginya. Alvin dapat mendengar isakan-isakan kecil. Bahkan tubuh Sivia terlihat bergetar. Alvin mulai takut sendiri. Takut Sivia marah padanya namun itu semua sudah pasti.

“Via . . “panggil Alvin pelan. Alvin berjalan melangkah kembali mendekati Sivia.

“Vi  . . gue . . ma . . .”

“Makasih kak”tiba-tiba suara Sivia memotong suara Alvin. Dan suara itu seperti tusukan tajam bagi Alvin. Suara Sivia benar-benar berbeda. Sivia tertawa dalam tangisnya.

“Makasih atas kejutannya . Hadiah yang sangat indah sekali . . “lama kelamaan tawa itu menjadi sebuah tangisan dan terdengar semakin keras.

“Vi . gue mau jel . . . ‘

“Jelasin ? jelasin apa ??”

“Ayo cepat jelasin. Gue akan denger semuanya. “

“Jelasin kalau loe tidur sama tuh cewek di hotel ? jelasin kalau loe ciuman sama tuh cewek ? jelasin kalau loe selingkuh ? jelasin kalau loe memang BRENGSEK ??”Sivia perlahan membalikkan badanya ke arah Alvin. Sivia menatap Alvin begitu tajam. Alvin yang awalnya sedikit takut namun ia menguatkan diri untuk menatap balik tatapan Sivia. Alvin menatap Sivia dengan tatapan penuh bersalah. Sangat bersalah.

“Kenapa diam ??”

“Gue gadis yang sangat polos;. Bahkan polos sekali. Gue gak tau apa itu cinta ? gue gak tau apa itu pacaran ? dan gue pun gak tau bagaimana rasanya sakit hati .”

“Gue fikir sakit hati itu hanya biasa aja., Namun saat ini. . loe tau Vin ??”Sivia mendekat ke Alvin yang hanya bisa diam saja.

“SA .. KIT. . BA. . NGET!!!”ujar Sivia penuh penekanan sambil menekan-nekan dada Alvin/.

“Gue terlanjur sayang sama loe? Gue terlanjur cinta sama loe. Gue kasih semua kepercayaan gue ke loe. Bahkan gue gak pernah berfikir negatif sekali pun tentang loe . Tapi ?? Loe???”

“Hahahahaahah.  . . “tawa Sivia dengan nada meremeh. Alvin merasa dirinya sudah seperti patung. Bahkan bibirnya menjadi keluh sendiri.  Sivia benar-benar marah kepadanya. Dan baru pertama kali ini Alvin tau Sivia marah. Dan itu sangat menyeramkan menurut Alvin.

“Sayang ??”perlahan Sivia mendekatkan wajahnya ke telinga Alvin

“Sayang ??”

“Yah. . sayang ?”dan Sivia bibir Sivia begitu dekat sekali dengan telinga Alvin. Alvin merinding sendiri. Kedua tangannya ia remas-remas dan sudah berkeringat tak karuan.

“Kita pu.. tu .. s”bisik Sivia tajam. Sivia berjalan sambil menghantam kasar bahu Alvin dengan bahunya. Alvin membelakakan matanya mendengar ucapan Sivia .

“VI . . “panggil Alvin. Ia langsung berbalik dan mencegah Sivia. Alvin menarik tangan kanan Sivia.

“Gue akuin bahwa di video itu gue.  . tap. .tap . . . “mendengar pengakuan Alvin tersebut Sivia semakin tak bia bernafas.

“Jadi benar? Itu loe kak??”tanya Sivia tanpa membalikkan badanya ke Alvin.

“Dari mulut loe sendiri sekarang ? loe akuin kalau itu loe ?”Sivia menahan air matanya untuk keluar lagi namun percuma saja. Pertahanannya tak sekuat yang ia fikir. Sivia begitu sangat rapuh.

“gue dije . . . “Sivia menepis kasar tangan Alvin dari tangan kananya.

“Gue gak akan pernah lupa dengan kado yang loe berikan malam ini kak . “Sivia menoleh sebentar dan tersenyum sangat manis sekali kepada Alvin dengan air mata yang masih terus mengalir. Ingin sekali Alvin menyentuh lembut pipi Sivia. Alvin ingin menyeka air mata gadis ini.

“Keluar dari rumah gue sekarang !!”usir Sivia tajam. Alvin seperti mendapatkan sengatan begitu besar dari tatapan Sivia itu.

“Vi loe dengerin gue dulu ? Gue bisa jelasin semuanya. Gue dijebak Vi. Sumpah gue dijebak itu “

“Dijebak dan tidak dijebaknya loe. Yang pasti loe sendiri ngakuin kan kalau didalam video itu loe ? iya kan ?”

“Jadi ? intinya emang loe kan yang ada di hotel bersama cewek itu ?”sinis Sivia. Dan skak mat bagi Alvin. Ia tak bisa berucap apa-apa lagi karena Sivia sudah tak peduli dengan penjelasannya.

“Gue bodoh banget ya tuhan. Bodoh banget gue bisa percaya sama cowok brengsek kayak loe “

“Hahha. Bahkan sangat percaya dan sangat sangat percaya ? hahahaha”

“Vi! Gue tau gue salah tapi sumpah itu bu . . .”

“Loe tau kan pintu keluar rumah gue ?”

“Gak perlu kan gue perlu teriak-teriak dulu kayak di film-film buat ngusir loe ?”

“Gak perlu juga kan gue katakan “ loe yang keluar atau gue yang akan keluar ?”gak perlu kan ?”

“Jadi sekarang loe PERGI !!!”usir Sivia sekali lagi. Tangannya menunjuk ke arah pintu kamarnya.  Alvin mencoba mengumpulkan segala tenaganya. Ia menghela nafas panjangnya. Alvin tersenyum menatap Sivia yang mengalihkan pandangan dari matanya.

“Setahun gue pacaran sama loe? Dan setahun itu pun gue gak penah nyia-nyian cinta loe. Gue percaya loe sudah kenal gue seperti apa ? dan gue percaya loe akan tau mana yang benar dan yang salah “

“Hanya satu yang perlu loe tau . . “

“Gue gak pernah sia-siain cinta loe. Gue gak pernah sia-siain kepercayaan dari loe. Dan gue gak pernah punya maksud untuk nyakitin loe”

“Gue sangat  saya . . .”

“KELUAR SEKARANG ALVIN !!”teriak Sivia sekencang mungkin. Ia tak ingin mendengarkan lagi semua perkataan Alvin yang semakin membuatnya sakit.

“Gue sangat  sayang dan cinta sama loe”ujar Alvin meneruskan kata-katanya dan tersenyum kepada sivia. Sebaliknya Sivia tak acuh sekali dengan Alvin. Alvin pun berjalan lemas menerima semuanya bahwa Sivia begitu marah kepadanya. Bahkan memutuskannya. Alvin berjalan keluar dari kamar sivia.

Sepeninggalan Alvin dari kamarnya. Sivia merasa semua tubuhnya tak dapat ia gerakan. Kepalanya terasa berat, nafasnya semakin sesat. Hampir 3 jam ia menangis dan hampir selama itu fikirannya terasa kacau. Dan bila diingat Sivia belum makan sedari tadi pagi karena saking senangnya Alvin akan memberikan kejutan untuknya.

BRUUUKKKK

Sivia langsung almbruk di ambang pintu balkonnya. Sivia tak sadarkan diri begitu saja. Dan tak ada yang tau Sivia saat ini pingsan di dalam kamar. Karena para pembantunya sendiri takut melihat Sivia semarah itu. Dan Alvin pun sudah beranjak pergi dari rumah Sivia.

*****

Seperti Alvin. Rio berusaha agar Ify tak marah kepadanya. Sudah hampir 1 jam Rio duduk di meja belajar Ify dan menunggu gadis ini tak mengacukannya. Ify asik bermain PSP putih milik Iqbal sambil tiduran dan seperti menganggap bahwa di kamarnya tidak ada apa-apa.

“Sampai kapan loe nganggap gue hantu ?”

“Loe jangan jadi anak kecil lagi “

“Gue udah jelasin kan semuanya “serah Rio yang kesal juga lama-lama dengan Ify. Ify pun masih tetap kekuh pura-pura tak mendengarkan ucapan Rio.

“YAAAa!! GADIS BODOH !!”bentak Rio kehilangan kesabaran. Rio berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Ify.

“LOE PUNYA TELINGA KAN ? HAH?”Rio langsung merapmas paksa PSP putih di tangan Ify. Ify sedikit kaget dengan bentakan Rio itu.

“Gue denger semua penjelasan loe. Tapi gak ngaruh sama gue “

“Cissh. . sadar anak SMA labil semua “sindir Rio tajam.

“Apa loe bilang ? hah?”Ify langsung berdiri seketika itu. Saat mendengar ucapan Rio yang meremehkannya.

“Gue bilang Anak SMA labil semua. Kekana-kanakan. Gak tau aturan. Fikirannya dangkal ! mereka hanya bisa bersenang-senang!! Gak punya Otak!”

“Dan lebih labil lagi ? lebih gak punya aturan lagi ? dan lebih fikiirannya dangkal lagi dan lebih sangat gak punya otak lagi ORANG YANG MAU PACARAN DENGAN ANAK SMA !!”teriak ify tak mau kalah. Dan ucapan ify itu mem buat Rio terbungkam seribu bahasa.

“Gak bisa ngomong kan loe? “sinis Ify.Ia menatap Rio tajam dan sangat tajam.

“Suruh sepupu loe tercinta itu sujud di kaki sahabat gue kalau perlu ! “ujar Ify.

“Alvin hanya dijebak ify “

“Iya gue tau. Gue cukup pintar dan gue percaya dengan penjelasan loe. Tapi? Apa Sivia bakal percaya dengan penjelasan Alvin ? Sivia gadis yang polos. Dia gak tau apa-apa tentang kehidupan luar yang licik “

“Dia sangat tersakiti sekarang! Ngerti ? dan gue gak bisa naafin orang yang udah nyakitin sahabat gue !”ujar Ify penuh ketegasan. Rio malah membalas ucapan Ify tersebut dengan senyuman yang tak dapat diartukan. Bisa dibilang senyuman mentertawakan Ify.

“terus gue tanya sama loe? Kenapa loe jadi ikutan marah ke gue ? Alvin kan yang buat Sivia sakit ? bukan gue kan ?”tanya Rio tak kalah sinisnya daripada Ify.  Ify terdiam binggung memberi alasan apa. Dia sendiri tak tau mengapa ia langsung marah ke Rio.

“Otak loe emang masih labil ! “ucap Rio benar-benar menusuk di hati ify. Rio mengatakannya seperti ify memang sangat bersalah. Ify terdiam saja mendengarkan ucapan Rio itu. Sedangkan Rio selesai mengatai ify seperti itu. Ia langsung beranjak meninggalkan Ify yang berdiri terdiam.

“Labil ? gue labil ??”Ify mengulangi sendiri ucapan Rio tadi. Ia memfikirkan apakah memang dirinya seperti anak kecil .

****

Rio berjalan keluar dari rumah Ify. Tak lupa ia segera memakai masker dan kacamata hitamnya agar tak ada paparazi yang mengetahui penyamarannya. Rio langsung masuk ke dalam mobil untuk menenagkan emosinya.

“Asiihh. . “desis Rio. Ia menyenderkan kepalanya ke kursi mobil. Ucapan terakhirnya masih terbayang di kepalanya.

“Apakah perkataan ku terlalu kasar ?’tanya Rio kedirinya sendiri. Karena ia bisa lihat Ify langsung terdiam dan tak membalas ucapannya. “

“Sudahlah. Biar dia  bisa intropeksi diri juga . Sebaiknya gue balik ke kanto saja “ujar Rio kediirinya sendiri. Dan ia pun segera menjalankan mobilnya menuju kantor.

Bersambung . . . .

Ribut kan ?> ribut lagi ?? nyesek gak sih jadi Sivia ? pasti nyesek banget yaa. . Ahhh kasihan Sivia. Ify sama Rio ikut bertengkar juga > kapan dua anak ini akur. Oke tungguin aja selanjutnya yaa guys “:D oke oke. Tetap baca part-part selanjutnya yaa😀 makasih. . Like dan Comment ditunggu selalu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s