DEVIL ENLOVQER – 45 ~Romantic In Hawaii~

Ini part 45 nya semangat yaa buat baca . terus baca jangan lupa Like dan Commenta ditunggu. Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin.

Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . follow aja. Dan mention yaa biar aku kenal sama semuanya😀 . Salam cinta semuanyaa dari HYO, . baca terus yaa like dan commentnya jangan lpaa😀 Makasih😀

DEVIL ENLOVQER – 45

~Romantic In Hawaii~

 

Image

            Mobil yang membwa Ify berhenti berjalan. Ify semakin takut, ia merasakan bau-bau tak enak di sini. Tangan Ify diraih oleh 2 orang dan menyuruh Ify untuk berjalan dan sebelumnya ikatan kaki Ify di lepaskan terlebih dahulu. Ify menuruti saja. Ia tak mau kejadian 1 tahun yang lalu terulang kembali.

Suara keributan terdengar jelas. Bahkan banyak suara kendaraan disana-sini. Ify merasa semakin penasaran dan juga binggung sebenarnya ia ada dimana. Ify masih terus berjalan. Kali ini ia melewati sebuah tangga dengan bantuan dua orang yang ada disamping kanan dan kirinya. Ify terus berjalan saja.

“Silahkan duduk nona Ify”ujar salah satu lelaki itu dan sebelumnya melepaskan ikatan tangan dan bungkaman di mulut Ify. Ify pun merabah-rabahkan tangannya. Ia mendapati sebuah kursi dan segera duduk disana.

“Gue ada dimana ??”tanya Ify suaranya dingin dan meninggi.

“Yah Bodoh!! Lepaskan penutup matamu “Ify tercenggang. Ia kenal sekali dengan suara tersebut. Dengan cepat Ify melepaskan penutup di matanya.

“RIO ??”kaget Ify karena mendapati kekasihnya sudah duduk manis di sampingnya. Dan yang lebih membuat ify tak percaya lagi saat ini dirinya sudah berada di dalam pesawat.

“Loe? Loe? Loe? Mau bawa gue kemana ?”

“BODOH !! LOE MAU CULIK GUE ? HAH?”

“TURUNIN  GUE SEKARANG!!”teriak Ify sekeras mungkin. Rio mendengus kesal. Ia mengorek kupirnya yang seakan ingin pecah. Sedangkan pesawat sudah mulai take off dan berjalan.

“Loe dijual laku berapa ? apa gunanya gue nyulik cewek kurus kayak loe”sinis Rio begitu tajam. Ify melengos.

“Loe gak ada cara yang lebih lembut gitu jemput gue ?”tanya Ify dingin. Namun Rio sepertinya tak acuh. Ia membuka ponselnya.

“Bukan gue yang nyuruh. Itu ide mereka semua. Gue Cuma nyuruh bawa loe kesini. Just that”

“Sama aja.lah “protes Ify

“Sudah diamlah. Istirahat sana”suruh rio seenaknya.

“Loe mau bawah gue kemana sih ? gue masih pakek seragam “omel Ify sekali lagi. Rio yang lama-lama capek dengan suara cempreng Ify segera menolehkan kepalanya kea rah gadis yang disampingnya ini.

“HAWAI”jawab Rio singkat, padat dan sangat jelas. Ify membalakakan matanya.

“WHAT ?? HAWAII?? HAH???”

*****

05.00 p.m waktu Hawaii

 

Perjalanan Rio dan ify cukup panjang. Mereka melewati perjalanan selama 14 jam dengan 1 kali transit di Tokyo terlebih dahulu. Dan selama itu Ify memilih untuk tidur. Begitu pun dengan Rio, bahkan mereka tak banyak bicara di dalam pesawat.

“Bodoh bangunlah . . “ujar Rio yang tak ada manis-manisnya membangunkan Ify.  Ify mengerjapkan matanya beberapa kali dan mengontrol kesadarannya.

“Kita sudah sampai?”tanya Ify.

“Sudah. “

“Ini jam berapa ?”

“Jam Indonesia jam 6 pagi. Kalau di sini jam 5 sore”jawab Rio seadanya

“Hah?Terus sekolah gu . . “

“tenang aja udah diurus. Lagian gue sudah bilang ke Iqbal juga dan bodygart-bodygart loe dirumah itu”jelas Rio. Ify mengangguk saja.

“Mandi dulu sana. Ganti baju loe. Udah di siapin di kamar mandi “suruh Rio saat pesawat sudah menunjukkan turun landas. Ify melihat Rio yang sudah rapi. Dimana Rio hanya memakai kaos putih dengan kemeja pendek yang menutupi kaosnya. Dan kemejanya sengaja tidak dikancingkan oleh Rio. Rio juga memakai celana jenas selutu.

“Loe udah mandi?”

“Menurut loe?”Ify melengos . ia berdiri dan berjalan ke belakang tepatnya ke kamar mandi. Ify menggurutu tak jelas. Bagaimana bisa dirinya berpacaran dengan oaring kepala batu seperti itu.

30 menit kemudian ify sudah keluar dari kamar mandi. Ify memakai hot pans pendek diatas lutut dan baju tak berlengan namun panjangnya menutupi hot pansnya , seolah Ify tidak memakai celana. Rio menoleh kea rah Ify.

“Cantik. . “batin Rio. Rio tersenyum dalam hatinya. Wajah kekasihnya begitu menipu dengan sifat aslinya. Ify menguncir rambutnya keatas dan membentuk gelungan tanpa poni. Ify menatap Rio heran karena Rio terus melihatinya.

“Gak capek tuh leher ?”sindir ify tajam. Dan membuat Rio langsung tersadarkan.

“Yaudah ayo turun “ajak Rio. Ify menuruti saja. mereka berdua segera turun dari pesawat. Rio memakai kaca matanya. Udara di Hawaii benar-benar segar sekali. Rio sudah 3 kali kesini saat dulu. Namun bagi Ify inilah pertama kalinya ia kesini.

“Bagus . . “gumam Ify. Ia pun menerima kaca mata yang diberikan Seorang pramugari kepadanya. Ify segera memakainya. Karena silauan matahari sore yang begitu terang sekali.

“Kita kepantai sekarang “ajak Rio. Ify tak menjawab apapun. Ia hanya bisa mengikuti apa kata Rio saja. Mobil pribadi Rio sudah berada tak jauh dari mereka berdua. Rio segera berjalan ke mobilnya begitu juga dengan Ify.

“Masuk “suruh Rio. Ify mengangguk lantas masuk kedalam mobil. Begitupun dengan Rio.

Dengan cepat Rio mengendarai mobilnya. Rio sudah cukup hafal dengan jalan menuju ke pantai. Toh, didalam mobil Rio sendiri sudah terdapat petunjuk jalan yang memudahkannya.

“Kita mau kemana ?”

“Pantai Maui”jawab Rio seadanya. Ify yang gak ngerti hanya bisa ngangguk-ngangguk lagi.

Perjalanan mereka tidaklahlah lama. Hanya 30 menit saja. Tak lama kemudian mereka sampai ,Rio memarkirkan mobilnya lantas keluar dari mobil begitu juga dengan Ify.

“Ahhh matahari terbenam . . “gumam Ify saat keluar dari mobilnya. Ia begitu takjub dengan pemandangan yang ada di depannya sangat cantik sekali menurutnya.

“Ayo kesana “ajak Rio yang melihat ekspresi Ify begitu senang.

“Hmm. . “

Mereka berdua berjalan beriringan ke pantai tersebut. Ify dan Rio terlihat sangat canggung satu sama lain. Bahkan mereka berjalan sendiri-sendiri tanpa ada yang menggegam tangan satu sama lain.

Pengunjung hari ini tentu tidak terlalu banyak, Karena memang bukan hari libur. Namun kebanyakan pengunjung lebih tepatnya sepasang kekasih atau pun suami istri. Tidak ada tanda-tanda anak kecil disini.

“Kenapa banyak orang pacaran sih? Asiighh . . “omel Ify dalam hatinya. Karena selama ia berjalan menuju pantai hanya sepasang kekasih saling bermesraanlah yang dapat ia lihat. Sedangkan dirinya dan Rio?? entahlah Ify saja tidak tau hubungan dirinya dan rio disebut dengan apa ?.

“Kenapa?”tanya Rio karena Ify terus mengaruk-garuk lehernya gak jelas.

“gak”jawab Ify singkat. Rio hanya tersenyum sipul. Dan geleng-geleng sendiri melihat tingkah Ify.

Ify dan Rio terus berjalan beriringan, Rio memandangi ke depan tepat ke laut yang begitu terbentang luas. Sedangkan Ify menengok ke kiri dank e kanan menatapi orang-orang yang sedang beromantis. Bahkan saat Ify melihat sepasang kekasih yang sedang berciuman ia merasa langsung merinding sendiri.

“Aisshggh. . Hueek . . “gidik Ify geli. Ia pun langsung berjalan duluan mendahului Rio.

“Heeeyy !! Bodoh pelan-pelaaan”teriak Rio namun Ify tak menanggapi. Ify segera ingin sampai di tepi pantai.

5 menit mereka berjalan akhirnya Rio dan ify sudah berada di tepi pantai. Matahari mulai benar-benar tenggelam. Ify terhanyut dalam indahnya matahar senja yang sebentar lagi akan Hilang.

“Gue suka mataharu terbenam .. “lirih Ify dan suara Ify dapat didengar jelas oleh Rio. Rio menolehkan wajahnya kea rah kekasihnya ini.

“kenapa ?”tanya Rio yang ingin tahu. Ify sedikit berfikir untuk menjabarkan jawabannya kepada Rio.

“Kenapa ? entahlah. Gue suka warna senjanya yang begitu tenang. Gue suka melihat matahari itu seolah tersenyum saat selesai menjalankan tugasnya di pagi hari. Intinya matahari terbenam selalu buat gue tenang”jelas Ify dan membuat Rio manggut-manggut.

“Loe sudah berapa kali kesini?”tanya Ify membuka pembicaraan balik. Matahari sendiri pun sudah mulai tenggelam. Keadaan langit mulai menghitam. Hanya penerangan remang-remang dari lampu pantai yang dapat terlihat. Pengunjung sendiri pun sudah banyak yang pulang.

“3 kali “

“Sendiri?”tanya Ify masih menatap lurus. Tepatnya menatap kea rah deburan ombak yang semakin menenangkan hatinya.

“Tidak”

“terus ?:”

“dengan Seorang gadis yang cantik”jawab rio dengan nada seriusnya. Ify sedikit terkejut dengan jawaban Rio, namun sebisa mungkin ia menahan emosinya.

“Oh”jawab ify seadanya. Semburat raut wajah Ify sedikit berubah. Rio menatap wajah Ify yang dingin, datar dan tenang. Namun baginya wajah itu begitu sangat cantik. Rio mengembangkan senyumnya.

“Maaf  . . “ujar Rio pelan namun cukup sampai di telinga gadis ini

“buat ?”

“karena baru bisa menyempatkan waktu untuk loe sekarang”

“Untuk gue ? dan waktu loe yang lain buat cewek cantik itu?”jawab Ify dingin tanpa kesinisan atau pun lainnya. Rio terkekeh pelan. Ia tau bahwa Ify saat ini sedang cemburu namun karena Ify memiliki gengsi yang benar-benar tinggi, Mangkanya ia tidak menunjukkan secara langsung..

“Enggak . . “jawab Rio. ia langsung menarik tubuh Ify di depan tubuhnya. Ify terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Rio. Dimana Rio mengalungkan kedua tangannya keleher Ify dari belakang. Dan menyandarkan kepala Ify bagian belakang di dada Rio.

“Gue Cuma bercanda tadi”bisik Rio tepat ditelinga Ify. Ify dapat merasakan dengan jelas bau parfum Rio. Ify memejamkan matanya, menetralisikan detakan jantungnya yang semakin tak karuan.

“Maaf selalu buat loe marah”ujar Rio sekali lagi karena Ify masih terus diam. Rio semkin erat memeluk Ify. Semburat senyum terukir di bibir Ify walau matanya masih terus ia tutup.

Angin malam menerpa wajah Rio dan Ify. Ify terus memejamkan matanya sedangkan Rio sendiri menikmati keindahan pantai ini dengan keadaan yang sama dengan yang tadi. Keadaan pantai pun sudah sangat sepi hanya tinggal dua orang ini.

Awan di langit pun tiba-tiba mendung, angin dingin sedikit menusuk kulit Ify yang tak terlapisi apapun. Ify menghelakan nafasnya karena merasakan angin mala mini. Rio dapat mendengar nafas Ify yang terasa dingin. Perlahan Rio menurunkan kedua tangannya dari leher Ify. Ia langsung merengkuh tubuh ify dari belakang. Berharap pelukannya dapat menghangatkan gadis ini.

“sepertinya mau hujan? Ayo kita kembali”ajak Rio. Ify menggelengkan kepalanya. Ia perlahan membuka matanya.

“Sebentar saja “pinta Ify. Rio pun menuruti saja permintaan gadis ini. Mereka berdua sama-sama merasakan angin malam dan alunan deburan ombak yang keras. Kaki mereka berdua pun sudah terbasahi oleh deburan ombak itu.

“Loe tau ?”

“enggak tau. Mungkin Cuma loe yang tau . . “

“Cisshh. . . “desisi Ify sedikit kesal. Niatnya ingin member tau sesuatu kepada Rio namun cowok tersebut malah jayus tak jelas.

“Apa?”sahut Rio mulai serius,

“Gue  kangen sama mama gue”ujar Ify jujur, entah mengapa ia jadi teringat kepada mamanya. Rio terdiam, ia tau bahwa Ify sejak keci sudah ditinggal oleh mamanya.

“Gue suka pantai. Karena sejak kecil mama selalu ngajak gue ke pantai. “

“Dan mungkin sejak mama gak ada. Gue gak pernah ke pantai lagi. “Ify mencoba tersenyum, menahan kegetirannya teringat akan mamanya.

“Loe gadis yang kuat. Gue tau itu”ujar rio menyemangati Ify.

“Iyalah. Kalau gue gak kuat gak mungkin gue tahan pacaran sama cowok otak bodoh kayak loe”sinis Ify yang mulai mencari gara-gara.

“Apa loe bilang tadi ??”desis Rio tak terima dengan ucapan Ify.

“gak ada  . “jawab Ify santai.

“Gak Gak.  Gue denger kok. Coba ulangi apa tadi ?”Rio melepaskan pelukannya. Ia membalikkan tubuh Ify dalam sekali hentakan. Ify tersenyum dan memandang Rio dengan remeh.

“Apaan?”sahut Ify pura-pura bodoh.

“Yang loe katain tadi ? gue cowok otak apa? Hah??”

“Coba ulangi lagi ?”sinis Rio dan memasang wajah murkanya ke gadis yang ada di depannya ini. Senyum Ify perlahan berubah menjadi senyum yang begitu manis sekali. Ify selalu suka jika menjaili Rio aau pun menang adauh mulut dengan Rio. Itulah kenapa dirinya tidak pernah bosan dengan Rio.

CUUPPP . .

Rio terdiam mematung. Rasa kesalnya langsung menghilang seperti terhempaskan oleh angin kencang. Rio mengerjapkan matanya beberapa kali. Masih tidak percaya dengan apa yang terjadi beberapa detik tadi. Perlahan Rio menyentuh pipi kananya yang dicium oleh Ify dengan cepat.

“I LOVE YOU MARIO . .”teriak ify kencang. Ify berlari-lari sendiri di pinggir pantai. Meninggalkan Rio yang masih dan masih speechless. Ia tak menyangka Ify mencium pipinya dan meneriakan namanya. Baru kali ini Ify mengucapkan cinta kepadanya setelah sekian lama.

“AKU SAYANG MARIO BODOH !!”

“OH MARIO HALING SANGATLAH BODOH !!”Ify sudah sedikit jauh dari Rio. Ify berdiri menghadap Rio dengan terkekeh pelan. Rio menatapnya dengan bengis karena tak terima dengan ucapan bodoh dari Ify.

“TAPI AKU SANGAT CINTA KEPADA SI BODOH ITU “Rio hanya bisa geleng-geleng sambil senyum-senyum tak jelas. Rio perlahan berjalan untuk menyusul Ify.

“MARIOOOO MUAAACHHHHH . . .”Ify semakin gak jelas. Ia dari jauh memberikan Kiss bye kepada Rio dengan tangannya.

“YAAAAA !! GADIS BODOH !! ITU MENJIJIKAN !!!”sahut Rio tak kalah kerasnya. Ia tetap berjalan mendekati Ify. Sedangkan dari jauh Ify sudah tertawa puas sekali.

“Ihhh menjijikan.. . “gidik Ify sendiri setelah melakukan hal seperti tadi. Niatnya hanya ingin menggoda Rio namun memang terlihat begitu sangat menjijikan dan membuat ify merinding sendiri.

Awan mendung semakin pekat. Langit diatas sana mulai menghitam. Rintikan air dari atas langit mulai turun. Ify mengangkat kepalanya ke atas dan menegadahkan tangannya.

“Hujan. . “lirih Ify karena tangannya dibasahi dengan rintikan-rintikan air,. Namun Ify tak mempedulikannya ia malah loncat-loncat seperti anak kecil bersamaan dengan deburan ombak di pinggir pantai.

Rio tersenyum melihat tingkah Ify yang kekanak-kanakan dan seperti anak kecil. Rio baru tau jika Ify tidak sepenuhnya berhqati dingin dan menyeramkan seperti yang banyak orang bilang. Mungkin inilah sifat Ify yang asli. Ia begitu rapuh dan membutuhkan udara yang segar yang selama ini mencekat fikiran Ify.

“Cisshh. . .”desis Rio mulai menyinis menatapIfy. Kini ia sudah berada di depan Ify. Ify mulai berhenti berloncat-loncat dan mengatur nafasnya.

“Tutup mat aloe”suruh Rio. Ify mengernyitkan keningnya. Namun ia menggelengkan kepalanya.

“Tutup sekarang. “paksa Rio. namun Ify mentap Rio dengan wajah tak enak.

“Gak !”

“Loe fikir gue akan tiba-tiba nyium loe seperti di film-film ? hah??”

“dasar otak mesum. . “

JTAAKKK

“Awww .. .”ringis Ify karena Rio menjitak dahinya sedikit kencang. Ify menyunggut kesal, jujur saja yang dikatakan oleh Rio itu benar. Ify mengira bahwa Rio akan menciumnya.

“Cepat tutup mata loe”suruh Rio sekali dengan nada sangat memaksa.

“Iya iya. “kesal Ify. Ia pun langsung menutup matanya dengan wajah tak enak.

Untuk beberapa lama Rio memandangi wajah Ify sejenak, wajah yang menurutnya selalu membuat hatinya tenang. Perlahan Rio merogoh sakunya. Dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna putih. Rio membuka kotak tersebut.

“Udah belum ??”sunggut Ify. Namun Rio tak menggubrisnya. Ia mengeluarkan benda yang berada di kotak itu.  Benda tersebut adalah sebuah kalung Berlian yang sempat Rio beli Di Tokyo beberapa hari yang lalu. Dimana kalung tersebut berwarna putih mengkilap dan polos. Tidak ada gantungannya sama sekali.

Rio segera memakaikan kalung tersebut di leher Ify.

“Buka mat aloe”suruh Rio. perlahan Ify membuka matanya. Ia sudah merasakan ada sesuatu di lehernya. Ify pun langsung mengarahkan matanya untuk melihat apa yang ada di lehernya.

“kalung ?”binggung ify. Ia tak mengerti kenapa Rio memberikannya sebuah kalung itu pun kalung yang benar-benar polos.

“Jangan pernah dilepaskan”ujar Rio dengan raut yang serius.

Hujan mulai turun dengan deras. Namun kedua orang ini masih saling berhadapan tanpa peduli dengan hujan yang turun. Rio memegang kalung yang ada di leher Ify dan membalik sedikit bagian dalam kalung tersebut.

“M 12 10 A” ujar Rio mengejakkan sebuah ukiran tulisan yang terdapat dibagian dalam kalung tersebut yang tak terlihat.  Ify tersenyum dan sangat mengerti sekali apa  maksud dari tulisan tersebut.

“Makasih “ujar Ify dengan nada malu-malu. Pipinya terasa memanas, Tak disangka Rio mempunyai sisi malaikat yang bisa membuat hatinya deg-degan sendiri.

“Ayo pulang “ajak Rio. karena ia tak tega melihat Ify yang sudah kebasahan seperti itu. Ify menganggukkan kepalanya. Mereka berdua berjalan untuk kembali ke mobil. Ify masih tak ada henti-hentinya mengembangkan senyumnya.

Rio menatap lurus, wajahnya seperti biasa terlihat datar. Hujan pun semakin deras namun sama sekali tak membuat kedua orang ini kedinginan atau pun bagaimana. Mereka berdua membiarkan saja hujan membasahi tubuh mereka.

Perlahan Rio menggengam tangan Ify, ia memasukkan jari-jarinya kedalam jari-jari Ify dan menggeam erat tangan Ify. Ify kaget dengan apa yang dilakukan oleh Rio. Ini adalah pertama kalinya Rio menggandeng tangannya. Ify menolehkan wajahnya kea rah pria disampingnya ini. Wajah Rio dingin dan tak ada semburat senyum atau apa. Namun buat Ify ia suka menatap wajah Rio yang seperti itu.

Ify pun membalas genggaman tangan Rio. Mereka berdua berjalan beriringan dengan hati yang sudah tak bisa tergambarkan. Yah, hanya kedua orang ini yang tau bagaimana cara mereka mengekspresikan perasaan mereka sendiri. Hanya mereka berdua yang tau seperti apa sesungguhnya perasaan mereka kepada satu sama lainnya.

Rio dan Ify mempunyai cara tersendiri untuk mengungkapkan perasaanya. Dan mereka selalu melakukan hal yang tak terduga dan bisa mengejutkan pasangan mereka sendiri. Inilah cara romantis yang dimiliki kedua pasangan iblis ini.

*****

Rio dan Ify sudah berada di dalam mobil dengan keadaan basah kuyup. Rio menganti AC.nya dengan suhu yang hangat. Ia mengambil handuk kecil di bagian kursi belakang dan memberikannya kepada Ify yang sudah kedinginan.

“Kita kemana sekarang ?”tanya Ify sambil menerima handuk dari Rio dan segera mengusapkan ke seluruh tubuhnya yang basah.

“Ke hotel “

“HAH?”mata Ify langsung terbelakakan. Dirinya selama ini tidak pernah ke hotel bersama dengan dua orang pria. Fikiran Ify sudah melayang-melayang tak jelas.

Rio menjalankan mobilnya, ia melirik kea rah ify yang masih terbenggong dan melamun. Rio mendengus dengan tatapan meremehkan Ify.

“Loe fikir gue tertarik dengan tubuh loe?”

“Hey Gadis bodoh!! Otak loe benar-benar butuh di setting di dokter hawan !!”sinis Rio. mendengar penghinaan dari Rio yang begitu menusuk hati, jantung bahkan semuanya. Ify enatap Rio dengan tatapan tajam.

“YAAA!! Berhentilah manggil gue gadis bodoh !!”protes Ify dengan suara yang memelan.

“gak akan. Loe emang gadis bodoh dari belahan dunia paling ujung “ejek Rio. Ify tersenyum keiblisan.

“Dan loe lebih bodoh lagi karena sudah mencintai gadis bodoh dari belahan dunia paling ujung”balas Ify tak mau kalah.

“Hahahaha? Cihh. Percaya diri banget loe kalau gue cinta sama loe”

“YAAAAAA!!!”teriak ify dengan keras tak terima dengan ucapan Rio. Rio terkekeh pelan, akhirnya ia bisa membuat Ify kesal sendiri.

“Besok kita pulang pagi”

“Gue mau pulang sendiri”ujar Ify dingin. Ia mengalihkan tatapannya kea rah luar jendela. Rio melirik sebentar kea rah ify. Sepertinya gadis itu marah kepadanya.

“Yaudah.  .”jawab Rio santai dan seenaknya sendiri. Ify menggenggam kedua tangannya erat-erat. Ia merutuki ucapannya yang sebelumnya mengatakan bahwa Rio bisa menjadi malaikat. Ify meralat semua kata-katanya. Bahwa Rio memanglah Iblis dari belahan kutub utara yang begitu dingin dan tak punya perasaan.

“Iya, baiklah. Gue pulang ke prancis “ujar Ify tenang. Mendengar ucapan Ify yang seperti itu, Rio langsung mengerem mendadak mobilnya.

CYIIIIITTT

“Aissghhh .  . “Ify merintih karena benturan akibat mobil Rio yang tiba-tiba berhenti. Ify belum menyadari tatapan Rio yang tajam ke arahnya.

“Loe bisa nyet .. . . . “Ify menelan ludahnya dalam-dalam. Wajah Rio benar-benar seperti Seorang pembunuh.

Ify langsung mengalihkan pandangannya tak berani untuk bertatap muka dengan Rio, ia merutuki ucapannya tadi. Pasti ia bisa menebak bahwa pria itu lebih marah dari pada dirinya tadi.

“Gue hanya bercanda”ujar ify mencoba mencairkan keadaan. Rio menghelakan nafas beratnya. Ia begitu ta peduli dengan ucapan ify. Rio langsung menjalankan mobilnya kembali dengan tatapan dingin. Dan keadaan di dalam mobil kembali menegang.

*****

09.00 p.m waktu bagian Hawaii “ Ko’a Kea Hotel ”

Rio langsung masuk kedalam hotel tanpa menunggu Ify. Rio benar marah kepada Ify. Ify pun hanya bisa mengikuti Rio dari belakang.

“Dasar pemarah . . “desis Ify pelan. Ia mengusap-usap tubuhnya yang terasa dingin. Seorang pelayan mendekati Rio.

“Silahkan tuan. . “ujar pelayan tersebut yang memang sudah di siapkan untuk melayani Rio dan ify mala mini. Rio menganggukan kepalanya dan mengikuti pelayan tersebut beserta Ify dibelakangnya.

Ify hanya bisa heran, ia merasa bahwa ini bukan disebut hotel namun “Cottage, Namun keheranan Ify langsung hilang dalam sekejab. Karena Cottage yang akan ia tempat bersama Rio dibelakangnya langsung berhubungan dengan pantai. Mata Ify langsung berbinar-binar saat itu.

“Silahkan .  “pelayan tersebut memberikan kunci cottage tersebut kepada Rio. Rio menganggukan kepalanya. Pelayan tersebut pun segera meninggalkan Rio dan juga Ify.

Rio segera membuka pintu dan masuk kedalam. Rio yang ingin menutup pintu cottage tersebut mengurungkan niatnya. Karena ia masih melihat Ify berdiri disana sambil menundukkan kepalanya dan memainkan kalung pemberiannya.

“Loe mau jadi patung disana ??”

“Cepat masuk”suruh Rio tanpa ada lembut-lembutnya. Ify tak ingin banyak bicara. Ia pun menuruti apa yang disuruh Rio. Ify segera masuk kedalam. Setelah Ify masuk Rio pun mengunci pintu Cottage tersebut.

Mata Ify terbelakakan. Cottage ini benar-benar sangat cantik dan indah, Ini pertama kalinya bagi Ify ke tempat seperti ini. Walau pun jika diukur dengan rumahnya yang ada di pranciss yang pastinya lebih bagus dan besar namun entah mengapa Ify sangat suka engan tempat ini.

Image

“Mandi sana”suruh Rio dan melemparkan sebuah handuk ke wajah ify. Ify menarik handuk yang menutupi wajahnya dengan tatapan kesal ke Rio.

“Gue Cuma bercanda. Kenapa loe jadi marah sih ??”protes Ify . Rio yang ingin menyela namun Ify tak mempedulikannya ia langsung beranjak dan berjalan menuju kamar mandi yang sudah terlihat jelas di ujung cottage.

Rio hanya melengos saja, Ia pun memilih keluar pintu kamar yang berhubungan langsung dengan pantai. Rio melepaskan kemejanya yang sudah basah. Ia menikmati malam yang begitu indah, Hujan pun sudah berhenti sejak tadi.

Rio membuka ponselnya yang sedari tadi di sakunya. Alih-alih ia melihat agendanya sambil menunggu Ify selesai mandi.

“Ehh, , ,”mata Rio terarahkan ke makanan yang sudah siap tersedia di kursi  yanga da diluar. Dimana sepertinya makanan tersebut memang sudah disediakkan untuknya dan ify. Perut Rio sendiri pun sudah terasa lapar.

15 menit kemudian Ify sudah keluar dari kamar mandi dengan baju putih panjang diatas lutut dan celana biasa yang terturupi oleh baju panjangnya itu. Ify mengeringkan rambutnya dengan handuk.

“Makanlah dulu”suruh Rio saat melihat Ify yang sudah keluar dari kamar mandi.  Ify mengangguk singkat dan berjalan keluar kamar tempat Rio berdiri tadi. Collage ini memang tidaklah luas. Antara ruang tamu kamar dan kamar mandi menjadi satu tempat.

Rio berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan seluru badanya. Sedangkan Ify menunggu saja di luar balkon namun tak memamakan makannya. Ia menunggu sampai Rio keluar. Ify duduk di kursi yang ada disana. Dua kursi tersebut langsung mengarah kea rah pantai. Dimana disana ify dapat merasakan langsung angin malam yang mengibaskan rambut basanya.

Tak berapa lama kemudian Rio pun keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah segar. Rio hanya memakai kaos putih pendek beserta celana pendek. Namun Rio melapisi kaosnya dengan jaket, karena udara mala mini lumayan dingin. Rio menghampiri Ify yang duduk di luar sana dan menatap kea rah pantai.

“Belum makan?”tanya Rio datar karena melihat makanan tersebut masih utuh. Ify meggelengkan saja kepalanya tanpa menoleh kea rah Rio yang melewatinya dan duduk di kursi sampingnya.

“Ayo makan”ajak Rio.

“Loe duluan aja”suruh Ify . Rio pun mengangguk-angguk saja dan memilih untuk makan duluan. Toh perutnya sudah rapat. Sifat Rio yang dingin dan cuek sudah terasa biasa bagi Ify. Dan Ify pun mencoba membiasakannya .Inilah sifat kekasihnya yang sebenarnya tak berbeda dengan dirinya.

Tangan Ify memanggil satu lapis roti yang ada di piring dan memakannya perlahan. Mereka berdua makan dalam keheningan. Hanya suara angin malam dan deburan ombak yang sangat tenang sekali.

“Kasurnya Cuma ada satu?”tanya Ify memastikan. Rio menolehkan kepalanya kea rah kasur yang terpasang kokoh didalam sana. Rio baru menyadarinya.

“Gue tidur di sofa”ujar Rio mengalah/.

“Baguslah . “jawab Ify seadanya. Entah mengapa kondisinya begitu sangat canggung mereka seperti musuh.

“Gue sudah kenyang. Gue masuk dulu”ujar Ify. Ia berdiri dari tempat duduknya meninggalkan Rio yang masih asik makan.

*****

10.10 p.m waktu bagian Hawaii

Ify menulusuri cottage kecil ini. Mata Ify tertuju ke sebuah soffa yang lumayan besar yang ada di luar balkon. Ify tersenyum melihat sofa ersebut dan segera mengarah kesana.

Image

“Ahhhh. . . . empuknya. . . “lirih Ify. Ia membaringkan tubunya di atas sofa tersebut. Ia menatap langit yang sudah tidak mendung lagi. Beberapa bintang pun terlihat diatas sana.

“Cantik.. . “puji Ify melihat gemerlap bintang itu.

Lama Ify merasakan keindahan langit malam ini. Walau angin malam yang begitu menusuk setiap tulang di kulitnya. Sedetik kemudian ify merasakan seseorang telah berbaring di sampingnya. Ify tau orang itu. Dari bau parfumnya sudah dapat ditebak. Yah, siapa lagi jika bukan Rio.

Keheningan kembali terjadi. Rio ikut menatap kea rah langit begitu pun juga dengan Ify dan tidak ada yang memecahkan keheningan yang semakin canggung ini. Baik Ify dan Rio bergelayut dalam fikirannya sendiri-sendiri.

“Maaf . . .”bungkam Ify mulai memecah keheningan. Rio masih diam saja. Namun ia mendnegar apa yang dikatakan oleh Ify.

“Tidak perlu ada yang disalahkan”balas Rio akhirnya. Hati Ify mulai melegah. Rio tak benar marah kepadanya. Hening pun mulai kembali.

“Bintang jatuh. .  “ujar kedua orang ini saat ada sebuah bintang yang jatuh. Ify dan Rio entah mengapa langsung sama-sama menutup mata mereka.

Rio menolehkan wajahnya kea rah Ify. Dimana Ify masih memejamkan matanya .

“Buat make wish apa?”tanya Rio yang ingin tahu. Ify membuka matanya. Ia tersenyum menatap langit.

“Tidak ada”jawab ify jujur.

“Loe sendiri?:”tanya Ify balik dan menolehkan wajahnya ke Rio. dan Rio pun hanya menggelengkan kepalanya. Mereka berdua langsung tertawa bersama . entah apa yang lucu dalam kejadian barusan.

“Gue berfikir kita memang berbeda. Loe dengan kesibukan loe dan gue dengan kesibukkan gue. “Rio mulai membuka pembicaraan.  Rio mengalihkan wajahnya kembali menatap langit. Sedangkan Ify masih bertahan menatap wajah Rio dan mendengarkan setiak kata yang terucap dari bibir Rio.

“Sifat dingin gue, sifat cuek gue dan sifat ketidak pedulian gue kepada loe. Tapi dalam setiap tatapan gue, disana gue ingin loe tau bahwa gue  . .. “

“Gue tau kok. Bahkan sangat tau “potong Ify. Ia pun ikut mengalihkan pandangannya ke atas langit. Dimana semua bintang sudah menampakkan bentuknya dan gemerlapnya.

“Gue sebisa mungkin menerima dan mengerti akan kesibukkan loe. Gue berusaha untuk tidak menjadi gadis penuntut. Walaupun pada kenyataanya fikiran kita begitu berbanding terbalik. Gue masih anak SMA dan loe sudah kuliah. . . “

“Gue tau loe sendiri capek dengan semuanya. Loe capek dengan pekerjaan loe, Loe capek dengan kertas-kertas dan harus bertatapan terus dengan layar itu. Gue bisa melihat rasa penat loe. .”

“Dan disaat itu. Tenanglah. . Gue yang akan terus dukung loe dari belakang. Loe gak perlu khawatir dengan keadaan gue dan bagaimana perasaan gue saat loe benar-benar menghilang dengan kesibukan loe itu. Gue bisa mengerti semua itu “

“Saat gue koma dulu. Disanalah gue belajar bagaimana gue bisa menghargai sebuah hidup. Dan saat gue koma. Gue dapat merasakan gimana besarnya rasa cinta loe ke gue. Jadi gue tidak akan pernah takut kalau loe akan pergi dari gue. Karena gue yakin. Rasa cinta loe ke gue lebih besar dari rasa cinta loe ke diri loe sendiri ? iya kan ?”Rio tertawa pelan mendengar penjelas Ify. Namun semua ucapan gadis ini benar adanya. Rio memang sangat mencintai gadis ini melebihi nyawanya sendiri dan berjanji akan menjaga gadis ini. Namun dia melakukannya dengan semua caranya sendiri.

“Rasa percaya diri loe gak akan pernah hilang? Mungkin “sahut Rio dan membuat ify ikut tertawa.

“gue gak pernah nyangka. Takdir gue bisa suka dengan cewek seperti loe. Aissgh sangat memiriskan .”ujar Rio dengan nada yang dibuat-buat seperti menyesal. Ify melirikan matanya dengan tajam,

“Loe mau mulai mengibarkan bendera perang lagi ? hah?”sinis Ify skepstis.

“Enggak. Gue hanya ingin berkata sejujurnya . . .

“Whatever . . “serah Ify tak ingin melanjutkan perang ini.

“udaranya sangat dingin. . . .”serah Rio. Perlahan ia memiringkan badanya dan langsung memeluk tubuh Ify dengan tangan kanannya. Ify membelakakan matanya karena tubuh tangan Rio menindih di tubuhnya.

“Gue gak bsia nafas bodohhh. . .”protes Ify . namun Rio semakin melunjak. Ia malah menarik tubuh Ify sehingga tubuh ify pun tertarik mengarah ke samping berhadapan dengan tubuh Rio. Rio menjadikkan tangan kirinya sebagai penindih kepala Ify. Sedangkan tangan kananya memeluk erat tubuh Ify.

“Begini sudah bisa nafaskan?”bisik Rio. Ify tersenyum dalam hatinya. Ia mengangguk pelan. Kepalanya ia senderkan di dada bidang Rio. Ify merasakan kehangatan dari pelukan Rio. Pelukan yang penuh ketulusan.

“Gue cinta sama loe”bisik Rio pelan sekali. Namun cukup terdengar di telinga Ify.

“gue tau “

“Gue gak akan ngulangin kata itu lagi kedua kalinya. Jadi loe harus terus mengingatnya “

“Gue akan selalu mengingatnya”jawab Ify dalam pelukan Rio. Rio tersenyum sennag. Ia mencium puncak kepala Ify lama sekali.

“Gue ingin kita berhenti menyebut “Bodoh”  antara satu sama lain”ujar Rio. ify mengernyitkan keningnya. Ia pun mendongakkan kepalanya.

“Lalu ? gue harus memanggil loe dengan apa? Mario yang pintar ? yang pandai? Cihhh. . .Najis . . “gidik Ify tak bisa membayangkan jika ia harus menyebut Rio seperti itu.

CTAAAKK

“Aww . . “ringis Ify karena Rio langsung menjitak kepalanya tanpa kasihan.

“Gue akan buat nama khusus buat kita  . . ujar Rio dan nampaknya sedang berfikir. Namun tangannya pun masih tetap memeluk ify.

“Apa?”tanya Ify

“gue akan mulai manggil loe dengan Alyssa dan loe harus manggil gue Kak Mario. Oke”Ify membelakakan matanya.

“KAK?? APA ? KAK? OGAAHHHH!!!!!!”Protes Ify benar-benar tidak mau.

“heeyy bodoh !! Gue lebih tua 5 tahun dari loe “gertak Rio. ify menggelengkan kepalanya keras.

“GUE GAK SUDI PANGGIL LOE KAKAK !!! NGERTI??”

“Ayolaahh.  “paksa Rio

“ENGGAK RIO!!”

“Baiklah. Oke oke. Terserah loe aja deh. . “sunggut Rio tak mengerti jalan fikiran kekasihnya ini.

“Gue ad aide. Gue cukup manggil loe dengan Tuan Marioku  . .”

“Dan gue akan mangil loe dengan Nona Alyssaku ??”sahut Rio yang bisa membaca fikiran Ify kali ini.

“BINGO !”ujar Ify dengan wajah yang penuh bahagia.

“Baiklah Nona Alyssaku .. “panggil Rio namun nada suaranya seolah-olah meremehkan Ify dan mengejek ify.

“YAAAA!! Kenapa cara memanggilmu seperti merendahkanku seperti itu?”protes ify.

“gue lebih suka manggil loe seperti ini Nona Alyssalku . . “

“Menjijikan. Asighh. . . “Rio hanya terekeh saja melihat wajah lucu Ify yang kesal karenanya. Ify kembali menenggelamkan wajahnya kedalam bersender di dada Rio. dan Rio pun semakin mengeratkan pelukannya.

“Nona Alyssaku . . Nona Alyssaku. . Nona Alyssa . . “

“Tuan Marioku berhentilah menyebut namaku seperti itu!!!!”teriak Ify

“Nona Alyssaku . . Nona Alyssaku./ . No . . .. “

“AIGHHSSS > . .”teriak Ify dan langsung bangun secara paksa melepaskan pelukan Rio. Telinganya begitu panas mendengar panggilan Rio.

“SHUT UP”ancam Ify menunjuk wajah Rio. Rio ikut mendudukan tubuhnya sehingga sekarang dirinya dan Ify menjadi berhadapan.

“Loe mau gue manggil kayak gimana ?”tanya Rio mencoba melembut.

“Seperti . .”Rio menatap kedua mata Ify dan membuat Ify jadi salting sendiri saat itu.

“Seperti apa?”tantang ify mencoba menyembunyikan kesaltingannya. Ia masih memberanikan membalas tatapan balik dari Rio.

“Seperti ini . .. “Ify mematung. Kedua tangannya ia remas kuat-kuat. Matanya seperti tak bisa berkedip. Dimana Rio langsung mencium tepat di bibirnya. Ify dapat melihat Rio sudah menutup kedua matanya.

Ify pun perlahan ikut menutup matanya. Dimana ia merasakan seluruh tubuhnya terasa memanas. Rio masih belum melepaskan bibirnya.

“Ehhm .  .. “dehem Ify. Saat ia merasakan Rio perlahan mendorong tubuhnya sehingga menjadi berbaring diatas sofa tersebut dan Rio berada di atas tubuhnya tanpa melepaskan ciuman mereka.

Detakan jantung Ify sudah tak karuan. Ia sangat takut ini berlanjut kea rah yang tidak ia ianginkan. Ify langsung membuka matanya. Mencoba melepaskan ciumannya dengan Rio. Ify memukul-mukul dada Rio untuk mengehentikkan ini.

“Aissghh. . apa si bodoh ini sudah gilaa . . “batin Ify dalam hatinya. Ia merasakan nafasnya sudah hampir habis. Rio akhirnya melepaskan ciumannya dan menatap Ify yang menatapnya dengan tajam.

“Loe mau buat gue mati ? hah?”omel Ify dalam keadaan dirinya masih berada di bawah tubuh Rio.

“Loe percaya kan sama gue?Gue masih punya otak. Dan gue sama sekali gak tertarik dengan tubuh loe . .. “ujar Rio tak kalah tajam.

“YAAAAAA!!! BOD . . . .”belum selesai Ify meneruskan kata-katanya Rio kembali mendaratkan ciumannya ke bibir Ify. Untuk kali ini Ify tidak memberontak atau pun bagaimana. Ia merasakan ciuman Rio benar-benar lembut sekali. Dan entah menagapa Ify mulai membalas ciuman Rio yang semakin dalam.

DRTTTTDRTTTT . . . .

DRTTTDRTTTT

Ponsel Ify berdering dengan keras. Ia pun segera menjauhkan tubuh Rio darinya dengan paksa. Ify segera mengeluarkan ponselnya dari sakunya.

“PAPA??”kaget Ify saat melihat siapa yang memanggil dirinya. Mendengar ucapan Ify, Rio pun ikut kaget dan gelagapan sendiri.

“Papa loe?”tanya Rio tak kalah terkejutnya. Ify mengangguk binggung mau mengangkat atau tidak.

“Angkat aja. Loe tenang . tenang. .”suruh Rio. Ify menganggukkan kepalanya. Ia pun menghembuskan nafas berkali-kali dan memencet tombol hijau untuk mengangkat sambungan tersebut.

“Iya Pa . . .”

“Di .. di .. . Ify kelihat kebingungan ingin menjawab apa. Rio pun langsung meraih ponsel Ify.

“YAA!! BOD . .MARIO APA YANG LOE LAKUIN . . .”gemas Ify merutuki yang dilakukan oleh Rio. rio tak peduli ify mengomelinya. Ia menekan loadspeaker pada ponsel Ify.

“Maaf om. Ini saya Rio . .”ujar rio mencoba untuk setenang mungkin.

“RIO? MARIO?”kaget Mr.Bov yang tak lain adalah Papa Ify.

“iya Om. Saya mengajak Ify berlibur . .”

“berlibur ? dimana ? kalian Cuma berdua ? hah?”

“Ke Hawaii Om, iya Cuma berdua .. “

“APAAA???”

“Sekarang juga cepat kalian pulang. Saya tidak mau tau “

“Om. .om dengarkan penjelasan Rio dulu”

“Penjelasan apa?> saya tidak mau mendengarkan penjelasan apapun. Cepat pulang sekarang atau kalian berdua yang saya jemput disana. .”ify melengos pasrah. Ia sudah bisa menebak papanya akan seperti ini.

“Pa ini Ify. Ify hanya berlibur dengan Rio. Gak ngelakuin yang aneh-aneh. Gak usah khawatir”

“Gak usah kahwatir gimana ? Kalian Cuma berdua ? dan . dan di Hawaii. Oh my god. Kepalaku rasanya mau pecah. Cepat kalian pulang sekarang!!”

“Dad .. belive me .. “rajuk Ify mengeluarkan jurus andalannya agar papanya mau mengalah dengannya.

“NO !”

“he is kind boy. Really!!”ujar Ify sekali lagi dengan logat inggrisnya yang fasih.

“Om. Rio janji bakal jagain Ify seperti Janji Rio dulu kepada Om. Rio gak bakal berbuat aneh-aneh dengan anak Om. . “

“Berikan telfonnya kepada Rio. Matikan loadspeakernya”ujar Mr.Bov yang sudah bisa menebak. Rio menatap Ify dan menganggukkan kepalanya mencoba meyakinkan kekasihnya itu.

Rio pun mematikan loadspeaker dan mendekatkan ponsel ify ke telinganya. Rio berjalan menjauh dari Ify dan berbicara dua mata kepada Ppaa Ify. Ify sedikit cemas karena Papanya bisa berbuat seenaknya. Dan baginya papanya hanya bisa takluk kepadanya bukan siapapun.

Hampir 15 menit Rio berbincang dengan papa Ify. Ify mulai cemas sendiri. Tak lama kemudian Rio kembali dengan wajah yang sulit terbaca.

“Gimana ?”tanya Ify sedikit cemas. Rio tersenyum saja sambil mengacak-acak rambut Ify.

“Gak usah takut. Gue udah jelasin. . “

“Syukurlah .. “serah Ify sudah tenang. Rio pun ikut tersenyum. Namun dalam benak Ify ia masih penasaran apa yang dibicarakan papanya dengan Rio.

“Tidurlah. . sudah malam. . “suruh Rio . Ify menganggukkan kepalanya.

DRRTTDRTTT

DRTTTDRTTT

Ponsel Ify yang masih ditangan Rio bergetar kembali. Sebuah panggilan telfon dari ponsel Ify.  Tanpa fikir pajang Rio pun langsung memencet tombol Hijau dan mendekatkan ponsel Ify ke telingannya.

“ . . . .. “

“ , . . . . .”

“ . . . . .  . . “Ify hanya bisa menatap wajah Rio yang perlahan berubah menjadi tatapan sinis kepadanya. Dan senyuman yang menakutkan.

“ADIK IFY SAYANG ? KAK DAYAT ? “ujar Rio penuh penekanan kepada Ify. Ify langsung melongo seperti orang bodoh.

“Itu. . itu .. itu . . . “

Bersambung . . . . .

HAyooooo?? Maaf part ini gak jelas hahahaha. Semoga bisa romantic amin. Dibuatnya mau romantis tapi ancurr gini hahaha. Maaf sedikit frontal tapi gak parah kah biar lebih romantis gitu hehee. .

Wayooo?? Penasaran gak Rio sama Papa Ify tadi bicara apa?

Terus YANG NELFON IFY SIAPA TUH? KOK RIO SAPAI GITU? HAYOOO?? Semakin penasaran kan. Tunggu part selanjutnyaa yaa😀 semangat buat terus bacaaa. Like dan comment jangan lupaa😀 terima kasihh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s