DEVIL ENLOVQER – 46 ~ You are My Best Friend Forever ~

Ini part 46 nya semangat yaa buat baca . terus baca jangan lupa Like dan Commenta ditunggu. Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin.

Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . follow aja.  Dan buat seru-seruan juga biar cerita ini hidup. Saya sudah buat Roleplayer dari pemeran ini. Yuuk Follow mereka”  @AlyssaDELOV @MarioDELOV @SiviaDELOV @AlvinDELOV @IqbaalDELOV @WilonaDELOV @DayatDELOV @AgniDELOV @ZahraDELOV @DayatDELOV @MrBovDELOV @SalshaDELOV . dan follow juga @DELOV_S. pasti di follback dijamin. Lihat deh seru2nya mereka mention-,mentionan. Wajib Follow yang baca DELOV !! Ayoo follow dongg makasih😀

DEVIL ENLOVQER – 46

~ You are My Best Friend Forever ~

Image

“Berikan telfonnya kepada Rio. Matikan loadspeakernya”ujar Mr.Bov yang sudah bisa menebak. Rio menatap Ify dan menganggukkan kepalanya mencoba meyakinkan kekasihnya itu.

Rio pun mematikan loadspeaker dan mendekatkan ponsel ify ke telinganya. Rio berjalan menjauh dari Ify dan berbicara dua mata kepada Papanya Ify.

“Iya om ?”ujar Rio sedikit canggung dan takut. Jujur ia belum berani kepada Papa Ify yang menurutnya begitu menakutkan.

“Kamu mencintai anakku?”kata-kata Mr.Bov sedikit membuat Rio  binggung untuk menjawabnya.

“Bukan mencintai lagi Om. Tapi Rio selalu ingin jaga dia, melindungi dia . dan Ingin selalu di dekat dia”

“Kamu yakin bisa bahagiain dia?”

“sangat yakin Om .”

“Jujur, saya belum percaya sama sekali dengan kamu. Apalagi sejak kejadian Ify koma. Saya sangat membenci kamu”

“Maafkan Rio Om soal itu”

“saya tidak pernah membutuhkan maaf kamu itu. Yang harus kamu lakukan adalah buat dia bahagia dan jaga dia. Mengerti ?”

“Jadi om ngerestuin aku sam Ify?”

“Hahahahah. Gak!”jawab Mr.Bov begitu menyakitkan.

“Anak sama bapak gak ada bedanya. .”gerutu Rio dalam hati. Karena menurutnya memang Ify menuruni sifat papanya.

“Saya belum bisa merestui kalian. Buktikan kepada saya kalau memang kamu cinta kepada anak saya. Jaga dia jagan buat dia sakit !”

“Saya janji Om”

“Jangan janji-janji saja! cepat lakukan!!”

“Sekarang om?”Rio seperti orang bodoh sendiri saat ini.

“Tahun depan!. Yah mulai sekarang! Kamu harus jaga anak saya. Kalau saja ada apa-apa dengan Ify dan sampai dia sakit hati gara-gara kamu. Saya tidak akan membiarkan kamu untuk bertemu anak saya lagi dan kamu akan tau akibatnya sendiri”ancam Mr.Bov begitu dingin dan tegas. Rio saja sampai merinding sendiri.

“Iya Om. Rio tau “

“Yasudah. Jaga dia. Jangan berbuat macam-macam. Besok kalian harus sudah kembali ke Indonesia”

“Iya Om “Mr.Bov pun akhirnya menutup sambungan telfon tersebut. Rio mengelus dadanya yang sudah sport jantungan sendiri. Ia seperti berbicara kepada orang yang ingin membunuhnya. Setelah itu Rio pun berjalan dengan tenang kembali menghampiri Ify yang sepertinya cemas kepadanya.

*****

“ADIK IFY SAYANG ? KAK DAYAT ? “ujar Rio penuh penekanan kepada Ify. Ify langsung melongo seperti orang bodoh.

“Itu. . itu .. itu . . . “ify masih binggung. Ia mengumpati dayat dalam hatinya.

“Itu siapa nona Alyssaku?”sinis Rio. Ia langsung mematikan sambungan tersebut. Ify menghelakan nafas panjangnya. Mencoba untuk bersikap biasa saja.

“anak baru teman sebangku gue”jawab Ify mulai tidak tegang.

“Sebangku? Loe bukannya sama Sivia?”protes Rio

“Sivia minta pindah bangku. Yaudah. “

“Terus? Kenapa dia manggil loe adik? Namanya siapa tadi ? hah? Kakak siapa? kakak dayat ? “

“Heeyyyy Gadis bodoh, Dimana otak loe ? dari dulu gue nyuruh loe manggil gue kakak aja loe gak mau? Dan Ini .. . . “

“Teman baru loe? Dan umurnya samaan kayak loe? Loe mau manggil dia kakak? Loe mau gue terjunin dari lantai 100? Hah/?”Ify mendegus kesal akibat ocehan gak jelas dari Rio.

“Udah selesai ngomelnya ?berisik tau gak sih”tegas Ify dan langsung berjalan meninggalkan Rio di luar. Ify segera masuk sambil kepala geleng-geleng sendiri.

“YAAAA!!! ALYSSA !! LOE EMANG AGDIS SETAN IBLIS  !!! GUE BUNUH LOE SEKA . . . “

PLAAAAKKKK

“AWWW . .. “ringis Rio memegangi kepalanya. Karena Ify langsung melemparkan sandalnya dari belekang dan tepat mengenai kepala Rio.

“Dasar gadis setaannn!!!”greget Rio dan segera menyusul Ify kedalam. Rio ingin member pelajaran kepada gadis itu.

Ify langsung memilih untuk tidur saja dan berbaring di kamar. Ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Tak ingin menghiraukan Rio yang tetus berkoar dengan masalah tadi .

“Yaa . Gadis bodoh! Bangun sekarang!! Masalah kita belum selesai!! Cepat jelasin ke gue”ujar Rio yang sudah berdiri di depan kasur. Namun Ify masih tidak bergeming.

“Gue tau loe belum tidur!! Cepat banguunnn!!!”

DRRTTTDRTTT

DRRRTTDRTTT

Rio mendecak kesal, ponsel Ify berdering kembali. Rio pun dengan malas melihat siapa yang menelfon Ify.Karena ponsel Ify masih berada di tangannya.

“Alvin ?”kaget Rio karena tumben sekali Alvin menelfon Ify. Rio pun segera mengangkat sambungan dari Alvin itu.

“Iya Vin . .?”

“Sivia? Gak ada dirumahny?a Pergi dari rumah? “

“Sama mamanya? Hah?“seketika mendnegar ucapan Rio itu ., Ify langsung bangun. Fikirannya langsung terpusat ke sahabatnya itu.

“Sini ponsel gue”ujar Ify dengan tegas. Rio pun langsung memberikan ponsel itu ke Ify.  Dan ify segera menerimanya.

“Sivia kenapa ?”

“Hah?terus dia sekarang dimana ?”

“Gak bawa apa-apa? “

“Gila tuh anak!! . Yuadah gue segera cari dia”ujar Ify dan memtusukan sambungannya.  Ify menatap Rio yang juga ikut binggung.

“Kita balik sekarang!! “ujar Ify dengan cepat. Ia pun segera memakai sepatunya tanpa menunggu lama lagi.

“Ini udah malam Fy. Loe pas . . “

“Kalau loe gak mau pulang. Gue bisa pulang sendiri”potong Ify begitu dingin. Rio menghela nafas panjang.

“Oke kita pulang sekarang”serah Rio mengalah saja kepada Ify. Karena ia tau fikiran Ify sudah khawatir kepada Sivia. Rio segera menelfon managernya . Setelah itu mereka berdua langsung beranjak menuju bandara dan terbang kembali ke Indonesia.

*****

09.00  p.m Desa Punda Wisma

 

Sivia dan mamanya akhirnya menemukan sebuah kontrakan yang sederhana dan sempit sekali. . Sivia menggunakan uang dari hasil menjual kalungnya untuk mengontrak rumah dan membeli makanan. Sivia terdiam di ruang tamu yang begitu sempit dan kecil. Dan ini baru pertama kalinya buat Sivia sendiri hidup seperti ini.

“Gue harus kerja. Gue gak bisa bergantung dengan uang itu terus”ujar Sivia kepada dirinya sendiri. Dilihatnya sang mama yang sudah tertidur dengan tak nyaman di kasur yang menjadi satu dengan ruang tamunya.

“Papa jahat banget sih”lirih Sivia mulai melemas sendiri.

“Kasihan mama. Daritadi jadi linglung sendiri. Gue takut mama sakit “

“Ya tuhan. Kenapa semuanya jadi seperti ini?”

“Apa salah Sivia tuhan ?””

“Belum lagi kak Alvin yang seperti itu . “

DRRTTDRTTTT

DRTTTDRTTT

Sivia merasakan ponselnya berdering, Dan itu dari papanya. Sivia langsung merejectnya tanpa menunggu lama lagi.

DRRRTTTDRTTT

DRTTTDRTTT

Sivia melihat kembali ponselnya. Dan bukan papanya yang menelfon melainkan Alvin. Sivia membelakakan matanya.

“Kenapa sih nih orang ?”decak Sivia kesal.  Sivia pun memilih untuk mengangkat sambungan tersebut.

“Ada apa?”sinis Sivia

“Loe dimana?”kecemasan dari orang disebrang itu membuat hati Sivia terasa sesak. Jujur Sivia begitu merindukan Alvin. Ia Rindu Alvin memeluknya. Ia rindu Alvin yang sellau di dekatnya.

“Penting gitu loe tau ?”

“Vi. Gue tanya sekali lagi. Loe dimana? Papa loe cemas nyariin loe sama mama loe. Loe tidur dimana? Ini sudah malam “

“gak usah nyari gue. Dan satu lagi dia bukan papa gue”

“gue tau masalah loe. Tapi loe gak kas  . .”

BIIPPP

Sivia segera memutuskan sambungan tersebut. Sivia pun melepas batrai ponselnya. Matanya sudah terasa memanas dari tadi. Sivia menangis saat itu juga. Menangis menahan suara isakannya.

“Kalau saja loe gak sama cewek itu kak. Mungkin gue saat ini bakal ke rumah loe. Nangis di depan loe”

“ARGGSSSS”teriak Sivia merasakan frustasi sendiri. Sivia kembali terdiam untuk berapa lama. Memfikirkan semua kejadian yang menimpa dirinya.

Sivia menghelakan nafas panjangnya., ia mengusap air matanya sendiri. Tak ingin menjadi gadis yang lemah.

“Gue gak boleh nangis. Gue gak boleh cenggeng. Gue harus tegar! Sivia loe bsia tegar!”

“Sekarang loe gak boleh manja lagi!! Sekarang loe gak boleh seperti ini!! Ayo Sivia semangat~!!”

“Demi mama lo. Loe rubah semua sifat loe!!!”:

*****

09.00 PM Rumah Sakit ARWANA

 

Iqbal masih menunggu Wilona yang sedang meminum obatnya. Sudah 1 mingu lebih Wilona dirumah sakit. Dan kondisinya begitu memburuk sekali. Wilona menjadi semakin kurus dan wajahnya pucat pasi.

“kamu gak pulang/? Nanti kak IFy nyariin”ujar Wilona pelan. Iqbal menggelengkan kepalanya.

“Nanti saja. Kak IFy juga gak ada dirumah. Kamu cepat sembuh dong”

“Iya”jawab Wilona dan mencoba untuk tersenyum.

TookkTokk . . . .

Suara ketukan pintu kamar rawat Wilona mengalihkan pandangan dua orang ini. Dan seketika itu Seorang gadis masuk kedalam dengan membawakan satu ranjang buah-buahan.

“Salsha?”serempak Wilona dan iqbal yang sedikit kaget.

“Malam kak. Malam Bal .”sapa salsha sedikit canggung. Ia perlahan berjalan mendekati Iqbal dan Wilona.

“kakak udah sembuh?”tanya salsha begitu sopan. Ia menaruh buah-buahan itu di meja.

“belum sha.”jawab Wilona seadanya.

“Kamu kok tau Wilona disini?”tanya Iqbal ikut nimbrung.

“Tau dari anak-anak sekolah. Katanya kak Wilona sakit. Yaudah gue kesini buat jenguk. Gak apa-apa kan kak?”

“Iya gak apa-apa kok Sha. Makasih ya”

“Kamu habis syutting ?”tanya Wilona balik .

“Iya kak”jawab Salsha. Iqbal melirik ke salsha yang memang terlihat berantakan mungkin lebih tepatnya kecapean.

“Bal kamu berdiri sana. Kasih duduknya ke salsha”suruh Wilona. Iqbal pun langsung kaget gelagapan sendiri.

“Oh. Iya iya. . Sha duduk . “suruh Iqbal sedikit canggung. Ia pun berdiri. Salsha mencoba tersenyum kea rag Iqbal dan duduk di kursi yang sebelumnya di duduki oleh Iqbal.

“Gue keluar dulu beli minuman”pamit Iqbal . kedua gadis ini mengangguk saja.

Setelah kepergian Iqbal keheningan menggeliuti ruangan ini. Baik Wilona dan salsha terpusat pada fikiran mereka masing-masing.

“Sha, . .”panggil Wiolna memecah keheninga.

“Iya kak”sahut salsha mendongakkan kepalanya.

“gue boleh tanya ?”

“Tanya apa kak?”

“tapi loe jawab jujur”

“i. . y.  . a.. “jawab Salsha sedikit ragu.

“Loe masih suka sama iqbal??”pertanyaan Wilona tersebut langsung membuat Salsha kaget dan binggung sendiri.

“itu ..itu . . “

“Jujur aja gak apa-apa kok”

“mmm.. ma . . si . h kak. .maafin salsha kak. Tapi . tapi salsha akan berusaha lupain Iqbal kak. Salsha janji , kak wilona cocok banget kok sama iqbal”Wilona malah menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum dengan senyum penuh keanehan.

“Bukan gue yang cocok dengan Iqbal. Tapi loe . . . .”

“HAH?”kaget salsha. Ia sama sekali tak mengerti maksud dari ucapan Wilona.

“Gue sakit. Dan penyakit gue kata dokter parah. Gue gak tau gue bisa bertahan hidup apa enggak. Iqbal gak tau tentang penyakit gue ini. Cum ague dan kedua orang tua gue yang tau. Gue gak mau Iqbal kahwatir. “

“Dan gue takut saat gue gak bisa bertahan di sisi dia. Dia terpuruk. Gue boleh minta satu permintaan ??”

“A . . pa . . kak??”

“saat gue benar-benar gak sanggup bertahan lagi. Loe gantiin posisi gue ya?”

“Posisi kak? Maksudnya ?”

“Loe jadi pacar Iqbal . “

“HAH??”

Dari luar kamar rawat. Sebenarnya Iqbal mendnegar semuanya. Iqbal mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia ingin marah, ia ingin berteriak . ingin sekali ia membentak kekasihnya itu. Namun ?semuanya tidak bisa Iqbal lakukan. Karena ia terlalu cinta kepada Wilona.

“Jadi?? Loe sakit parah? Dan loe gak jujur ke gue?”

“dan sekarang? Loe nyuruh gue jadian sama cewek yang sama sekali gak gue suka?”

“Bodoh sekali sih loe. Bodoh!! Bodoh!!”cerca Iqbal menahan semua emosinya.

Sedangkan didalam kamar salsha masih belum bisa mengiyakan permintaan Wilona. Disisi lain Salsha memang begitu senang namun di sisi lainnya ia begitu tak tega dengan Iqbal.

“Sha. Please . . “mohon Wilona. Salsha pun akhirnya mengangguk kaku. Berdoa supaya jawabannya ini benar dan terbaik untuk semuanya.

“Makasih ya. Mulai sekarang loe sering-sering aja kesino. Gue akan dekatin loe dengan Iqbal “

“Tapi kak . loe kan ma … “

“Udah gak apa-apa. Gue ingin berusaha Iqbal perlahan suka sama loe”

“Kak. . . Iqbal cinta banget sama loe. Gue gak te . .”

“Gue tau kok. Tapi ini terbaik buat dia. “

“Loe sudah janji sama gue jadi gak ada protes-protesan lagi. Oke ?”

“I . .y . a. .kak . . “

Salsha masih binggung sendiri. Ia takut menjadi perusak. Namun ini kemuan Wilona sendiri. Dan diluar sana Iqbal langsung memilih pulang saja. Ia tak kuasa jika bertemu dengan Wilona mungkin emosinya bisa mengumpul begitu saja. Iqbal pulang dengan wajah yang sulit ditebak. Emosi, marah, sedih semua menjadi satu dalam hatinya.

****

04.00 p.m WIB Rumah Ify

 

            Rio dan Ify sudah tiba di indonesia. Dan Alvin serta Shilla menunggu di rumah Ify. Baik Ify dan Rio sudah mendapat penjelasan ke Alvin tentang masalah Sivia saat ini. Dan itu menyebabkan Ify menjadi lebih cemas. Ify sendiri tidak menyangka. Keluarga yang menurutnya begitu sempurna bisa harus pecah seperti ini dikarenakan sebuah rahasia yang begitu menyakitkan buat Sivia dan mamanya. Ify segera turun dari mobil Rio dengan wajah yang dingin namun terlihat kecemasan. Rio pun mengikutinya dari belakang.

“ Fy. “

“Yo . “ujar Alvin dan Shilla bersamaan setelah melihat mereka yang berada di ambang pintu.

“Belum ketemu Sivia dimana ?”tanya Rio menyanyai dua orang ini.Alvin dan Shilla hanya bisa menggeleng.

“Ini semua gara-gara loe gak ?”ujar Ify dengan nada tak enak ke Alvin.

“Gue tau. Maaf Fy”ujar Alvin dengan wajah bersalah.

“Ke gue ? ke Sivia lah “bentak Ify yang mulai emosi.

“Diam Fy “bentak Rio ke Ify. Ify pun memilih diam namun ia melirik Alvin penuh kebencian.

“coba hubungi ponselnya”suruh Rio

“kemarin udah gue telfon. Tapi di matiin. Sepertinya ponselnya di matiin saat ini”jelas Alvin dan diangguki oleh Shilla. Ify mendengus kesal. Ia segera mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang,

“kemarin kan? Sekarang udah di coba ? otak dipakai ! jangan dengkul mulu !”dingin Ify lebih tepatnya mengarah ke Alvin. Ify berdoa dalam hatinya ponsel Sivia aktif.

Tuutt . . tuuutt. .

“Bisa .”ujar Ify kepada yang lainnya. Wajah Alvin, Shilla dan Rio penuh dengan ketegangan. Berharap Sivia mengangkat telfon dari Ify.

“Loe tutup gue bunuh loe!!”bentak Ify kepada orang di sebrang sana. Alvin menghela nafas legah karena Sivia mengnagkat telfon dari Ify.

“Loe dimana sekarang ?”

“Jujur sama gue”

“Loe mau ngasih tau dimana tempat loe sekarang ? atau gue yang cari sendiri loe dimana setelah itu gue pastiin loe gak bakal hidup lagi “

“Oh gitu ? emang loe ingin mati? Kalau pingin mati gak usah ngajak mama loe begoo!!”emosi Ify sudah mulai naik. Ia tak mengerti jalan sahabatnya itu.

“Jangan pakek emosi”ujar Rio tajam ke Ify. Namun Ify tak menanggapinya. Sedangkan Alvin dan Shilla hanya bsia menelan ludah melihat raut wajah Ify dan kata-kata Ify.

“Iya emang loe bego. Dan begonya gue mau sahabatan sama orang gak berotak kayak loe!”

“DIMANA LOE SEKARANG ?”kesabaran Ify mulai habis. Perlahan Ify menghelakan nafasnya. Ia dapat mendengar isakan Sivia. Isakan tersebut bukan Isakan ketakutan meliankan isakan bahwa Sivia membutuhkan Ify.

“Gue akan samperin loe sendirian. Gak akan ada yang gue ajak. Jadi kasih tau gue dimana loe sekarang ?”Ify mulai memelankan suaranya. Berharap Sivia mau member tahukan tempatnya sekarang.

“ . .. . . . .”

“Gue kesana sekarang “Ify mematikan sambungannya. Ia menatap 3 orang di depannya ini dengan tatapan malas.

“Gue yang akan jemput Sivia dan mamanya . Kalian semua disini aja”

“gue ikut.”ujar Alvin

“Loe ikut ? yang ada sivianya kabur duluan kali “sinis Ify. Alvin pun melengos saja namun perkataan Ify ada benarnya.

“Bener apa kata Ify vin. Lebih baik loe disini aja sama gue dan Rio nungguin Sivia”ujar Shilla. Shilla sendiri baru tau permasalahan Alvin dan Sivia hari ini. Namun Alvin Cuma menjelaskannya sekilas tidak detailnya bagaimana ia dijebak oleh Zahra.

“Gue nganterin loe”ujar Rio tegas. Ify melirik kearah Rio.

“Loe bisa nyetir ?”tukas Rio langsung karena mendapat lirikan dari Ify yang tak enak sekali.

“Lagian Sivia juga pasti gak akan berani ngusir gue kan”tambah Rio lagi.

“terserah loe deh. “serah Ify malas. Ia pun langsung keluar menuju mobil Rio.

“Gue binggung sebenarnya loe sama Ify pacaran gak sih?”tanya Shilla heran sendiri

“Kalau ada obat buat ngeracunin tuh cewek kasih tau gue. Pingin gue racunin tuh cewek”ujar Rio dengan kesalnya. Ia pun langsung menyusul Ify yang sudah siap didalam mobilnya. Shilla dan Alvin hanya bisa heran melihat dua pasangan yang aneh itu.

****

04.00 p.m Kontrakan Sivia

 

Sivia mengompres tubuh mamanya yang panas. Dari kemarin mama Sivia terlihat seperti orang yang linglung tak bisa diajak bicara. Hanya menyebut nama Papa Sivia terus menurus. Mama Sivia seperti depresi tidak bisa menerima kenyataan ini.

DRRTTDRTTT

DRTTDRTT

Sivia merasakan ponsel di saku bajunya bergetar. Sivia memberhentikan aktifitasnya dulu dan mengambil ponselnya.

“Ify ??”kaget Sivia melihat siapa yang menelfonnya. Sivia terlihat binggung mengangkat atau tidak.

“Angkat aja deh”serah Sivia dan menekan tombol hijau di ponselnya.

“Loe tutup gue bunuh loe!!”belum Sivia mengucapkan sekata dua kata Ify sudah menosokknya dengan kata-kata yang sedikit membuatnya takut. Sivia menghela nafas sesaat.

“iya”jawab Sivia singkat

“Loe dimana sekarang ?”

“Loe gak usah tau “

“Jujur sama gue”

“Gue sama mama gue dan kalian semua gak usah susul gue”

“Loe mau ngasih tau dimana tempat loe sekarang ? atau gue yang cari sendiri loe dimana setelah itu gue pastiin loe gak bakal hidup lagi “

“Loe fikir gue takut ? emang gue ingin mati kok”jawab Sivia memberanikan dirinya. Ia mencengkram kuat-kuat tangan kirinya.

“Oh gitu ? emang loe ingin mati? Kalau pingin mati gak usah ngajak mama loe begoo!!”Sivia tau Ify sudah marah kepadanya. Perlahan entah mengapa air mata Sivia mulai mengalir. Namun isakan SIvia ia tahan dalam-dalam.

“Gue emang bego. Terus kenapa ?”

“Iya emang loe bego. Dan begonya gue mau sahabatan sama orang gak berotak kayak loe!”

“DIMANA LOE SEKARANG ?”Sivia tak bisa menahan lagi tangisannya. Sivia menangis meluapkan semuanya. Ia butuh Ify , sangat membutuhkan Ify. Sivia tak kuat dengan semuanya.

“Gue akan samperin loe sendirian. Gak akan ada yang gue ajak. Jadi kasih tau gue dimana loe sekarang ?”

“gue ada di desa punda wisma. Di kontrakan kecil belakang kanotr Punda Wisma. Gak jauh dari Rumah sakit arwana”jelas Sivia dengan terbata-bata.

“gue kesana sekarang “Sivia menangis sejadinya. Ia berharap Ify segera datang kesini. Sivia mencengkram kuat dadanya yang terasa sakit sekali.

“Fy . . “isak Sivia.

****

Perjalanan Ify dan rio hanya 30 menit. Sivia mencari kontrakan Sivia yang menyempit sendiri dari rumah warga lainnya. Mobil Rio berhenti didepan kontrakan mobil Sivia.

“yakin Sivia tinggal disini?”lirih Ify melihat rumah itu begitu kecil. Dan Yang ify tau SIvia anaknya suka dengan kemewahan dan gelamor bukan seperti dirinya yang selalu apa adanya.

“Kita langsung aja masuk”ujar Rio. Ify mengangguk dan segera turun dari mobil begitu juga Rio.

Ify berjalan menuju rumah Sivia. Belum Ify mengetuk pintu rumah SIvia. Seorang gadis sudah membukakan pintu kontrakan tersebut. Siapa lagi kalau bukan Sivia.

“Ify . . . . “tangisan Sivia langsung terpecahkan dan memeluk Ify sangat erat sekali.

“Sudah. .jangan nangis “ujar Ify pelan. Ia menepuk –nepuk punggung Sivia pelan.

“Loe gak apa-apa kan ? mama loe juga gak apa-apa kan?”tanya Ify . Sivia masih terus menangis. Begitu susah baginya untuk berbicara. Ify pun membiarkan saja Sivia terus menangis. Sedangkan Rio hanya dapat diam melihat kejadian seperti ini.

“Kita masuk aja dulu”suruh Ify. Sivia mengangguk dan mulai melepaskan pelukannya. Rio pun ikut masuk.

“Mama . . demam. Gue binggung . .”jelas Sivia saat mereka masuk kedalam. Rio pun dengan sigap langsung memeriksa kondisi mama Sivia.

“terus loe ? maksud gue. Rumah ini? Loe bawa uang ?”

“en. . ggak .  “jawab Sivia mulai takut jika Ify menanyakan uang yang ia pakai darimana. Sivia takut Ify pasti marah kepadanya.

“Terus ? loe pakek uang apaan ? darimana ?”tanya Ify .Sivia menundukkan kepalanya.

“Maaf Fy . . “

“gu . . gu . .gu . . .”Ify melihat Sivia yang terbatah-batah dan terlihat ketakutan. Ify mengernyitkan kening. Ify menatap Sivia penuh menyelidik. Ify lantas tersenyum mengerti.

“Loe ngejual kalung yang gue beri ?”skak mat. Sivia langsung tak bisa berbuat apa-apa. Ify memang anaknya selalu bisa menebak hal sekecil appaun. Karena Ify sendiri tak menemukan kalung hadiahnya yang selalu dipakai Sivia dan tidak akan pernah dilepasnya dalam keadaan apapun.

“Ma .. Ma . . af . . “Sivia merasa sangat bersalah. Ia tak berani menatap wajah Ify.

“Bodoh!!”tukas Ify dengan satu kata saja. Ify menatap Sivia dengan wajah yang kasihan dan tidak tega.  Ify dapat melihat bahu Sivia yang bergetar hebat.

“Ma . .af . .gu . e  . ga . k nge. . harga . I pem.  Berian . loe . . ma /. Af . fy. Lo . e bo . leh ma. Ma . rah sa . ma gu . e . “isak Sivia ketakutan. Ify masih diam saja. Bukan mempermasalahkan kalung itu. Namun ia begitu tak tega melihat kondisi Sivia saat ini yang begitu sangat berantakan sekali.

“Vi mama loe harus dibawa rumah sakit segera “ujar Rio selesai memeriksa kondisi mama sivia. Saat itu juga baik Sivia atau Ify menoleh kea rah Rio yang masih di dekat mama Sivia.

“ma . ma … “Sivia mulai kebingungan. Ia rasanya ingin mati saja saat ini.

“Loe bawa mama Sivia sekarang kerumah sakit. Gue masih mau bicara sama anak bego ini”ujar Ify dengan nada dingin sekali. Rio mengangguk saja dan segera membantu mama Sivia berjalan. Mama Sivia masih terlihat seperti orang yang tak tau apa-apa dan terus mengigau tak jelas. Wajahnya pun lebih berantakan dari Sivia dan pucat sekali.

Setelah terdengar kepergian mobil Rio, hanya terjadi kehengingan kembali di rumah kecil ini. Sivia hanya menunduk sedangkan didepannya terdapat Ify yang menatpnya begitu tajam.

“Kenapa loe gak nelfon gue ?”tanya Ify mulai pembicaraan.

“Gu. .gue malu “

“malu? Malu kenapa ?papa loe selingkuh ?”

“yah. “jawab Sivia singkat.

“Jangan nunduk. Tatap gue bego!!”Sivia menggelengkan kepalanya lemas.

“TATAP GUE!!”bentak Ify kencang. Sivia pun perlahan mendongakkan kepalanya. Memberanikan menatap Ify.  Sivia kaget saat dirinya berhasil menatap gadis yang ada di depannya itu.

“Fy . .. .”isak Sivia. Karena Sivia mendapati Ify yang menangis. Dalam hidup Sivia dan dalam sejarah Sivia berteman dengan Ify baru saat ini ia melihat Ify menangis dan itu karena dirinya.

“Apa karena gue ngejual kalung loe? Maaf fy. Maaf. Gue akan ngembaliin kalung loe. Gue janji. Gu . . .”

“Gue temenan sama loe udah berapa tahun sih ? lebih dari 5 tahun Vi . Loe yang selama ini dengan hidup loe yang mewah. Loe dengan sikap ceriah loe. Dan sekarang.  . lihat diri loe . . .”ify membiarkan saja air matanya terus mengalir. Ia tak peduli SIvia melihatnya menangis.

“Mama loe udah gue anggap mama gue sendiri. Papa loe udah gue anggap papa gue sendiri. Bukankah kalau gitu mereka berdua juga kedua orang tua kita ? Iya kan ?”

“Tapi yang membedakan gue gak merasakan rasa benci loe ke papa loe sekarang. Gue tau loe pasti benci banget kan ?”

“Loe tau kenapa gue nangis ?”hah?”suara Ify mulai meninggi. Sivia menggeleng lagi. Sivia sendiri ikut menangis. Kedua gadis ini terus menangis dalam perasaannya yang entah tidak dapat dijabarkan dengan sendirinya.

“Loe itu cewek paling bego paling bodoh paling  . . . . . .”Ify terdiam. Ia tak sanggup meneruskan kata-katanya lagi. Ia mendongakkan kepalanya berharap ia tak menangis lagi. Namun percuma air mata Ify tak sanggup ia hentikan sendiri.

“Gue sayang sama loe. .”tiba-tiba Ify berdiri dan langsung memeluk Sivia sangat erat sekali. Dan saat itu juga Sivia langsung menangis begitu kencang sekali. Sivia ingin mengeluarkan semua kekesalannya. Semua ingin ia luapkan dalam tangisannya. Dan yang bisa mengerti dia adalah Ify.

“Kenapa loe gak nelfon gue saat loe pergi dari rumah ? kenapa loe gak ngasih tau gue tentang keadaan loe seperti ini? Loe gak fikirin gimana keadaan tante ? dia pasti depresi. Dan gue tau loe lebih depresi lagi . “

“Gue salah apa sih Fy sama tuhan ? gue salah apa sih sama semua orang? Apa gue pernah nyakiti hati orang ? apa gue pernah ngelakuin kesalahan yang sangat besar ? sampai  . sampai . gu .gue dikasih masalah kayak gini . . “

“loe gak pernah salah . Tuhan hanya ingin nguji loe. Dia ingin ngasih masalah ke loe dan buat loe lebih tabah dan sabar lagi. Buat loe lebih tegar. Loe tau .  .”Ify perlahan melepaskan pelukanya. Menghapus air matanya sebentar lantas memegangi kedua bahu Sivia.

“Saat mama gue ninggalin gue. Gue lebih depresi kayak loe. Gue jadi anak pendiam. Gue gak mau makan. Dan sejak saat itu gue ngerubah semua tentang diri gue. Dari gue anak yang kalem, sopan menjadi sekarang kayak gini. Itu semua kenapa ? karena sampai sekarang gue masih gak bisa nerima mama gue pergi gitu aja “

“Dan loe . .seharusnya loe bisa lebih tegar dari gue. Loe anak yang ceria. Cantik. Loe harus bersyukur loe tidak ditinggal kedua orang tua loe. Sedangkan dari kecil gue udah ditinggal mama gue dan ditinggal papa gue. “

“Gue kadang iri sama loe Vi tapi gue nahan itu semua. Dan sekarang kalau loe terpuruk terus seperti ini. Loe gak akan nyelesaiin masalah. Loe tanya ke papa loe? Minta penjelasan yang sejelasnya ke dia. Jangan pernah memakai emosi di otak loe terlebih dahulu. Itu yang loe lakuin pertama kali”

“gue terlanjur benci dia . “

“Gue tau. Pasti loe sangat dan sangat benci. Dan apa loe tau asalan papa loe selingkuh ? apalagi itu sebelum loe lahir ? iya kan ?”

“Yang kedua. Masalah loe sama Alvin. Gue perjelas lagi dan gue bukan belain dia. Dia hanya di jebak Vi. Dia gak tau apa-apa dia juga udah jelasin semua ke gue”

“gue tau . tapi gue udah terlanjur sakit. Dia bisa dijebak sama cewek itu berarti saat itu pun dia sedang bersama cewek itu kan ?”Ify mulai berfikir dengan apa yang dikatakan Sivia kali ini memang ada benarnya.

“Gue udah maafin kak Alvin kok Fy. Tenang aja. Semalam gue berfikir keras tentang semua masalah gue. Untuk kak Alvin gue udah maafin dia. Tapi gue gak bisa kembali sama dia “Ify membelakan matanya.

“Kenapa ? bukannya loe cinta mati sama dia ?”tanya Ify dengan herannya.

“Gue mau memperbarui hidup gue seperti loe dulu. Gue saat ini sudah terjun ke jurang paling dalam. Dan jika gue ngelakuin kesamaan seperti yang lalu. Maka sama aja untuk kedua kalinya gue masuk jurang paling dalam itu lagi. Dan rasanya masuk kedalam jurang itu SAKIT BANGET!”jelas Sivia dengan penekanan pada kata terakhirnya. Ify menghela nafasnya.

“Kalau itu terserah loe saja. terus loe yakin tetap tinggal disini?”

“Yah. Gue akan tetep tinggal disini sama mama “ujar Sivia dengan wajah yang sedikit tak yakin.

“Hahahaha. .”Ify langsung tertawa dengan sinisnya.

“loe mau kerja ?loe yakin tinggal di tempat separuhnya dari kamar loe sendiri yang mewah itu ? loe yakin bisa hidupin mama loe? Loe gak fikirin gimana mama loe ?”

“Loe dari kecil hidup mewah. Apalagi mama loe. Dan gue yakin loe gak akan bisa hidup disini. Kerja ? loe mau kerja apa ? otak loe itu terlalu bodoh untuk cari kerja !”Sivia diam saja Ify mulai mengomelinya dengan tajam.

“Loe sama mama loe tinggal dirumah gue ! gak ada tapi-tapian”

“Tapi Fy . . “

“Gue udah bilang gak ada tapi-tapian. Rumah gue saat ini rumah loe juga. Ngerti!!”Sivia menatap Ify tepat di kedua matanya. Ify yang ditatap Sivia seperti itu jadi binggung sendiri.

“Makasih.”ujar Sivia dengan tangisannya kembali. Ify mengembangkan senyumnya.

“gara-gara loe gue nangis bodoh! Dan ini pertama kalinya gue nangis gara-gara loe !”omel Ify sambil tersenyum .

“Soal kalung loe sekali lagi gue minta maaf “

“Dimana loe ngejual kalung itu ?”tanya Ify

“Di di toko berlian dekat sini”jelas Sivia . ify mengangguk-angguk saja

“Udah gak apa-apa. Toh hanya kalung kan. “

“Sekarang ayo nyusul mama loe di rumah sakit”ujar Ify. Sivia menganggukan kepalanya . mereka pun segera beranjak dari sana dengan menaiki taxi.

Bersambung . . . . . .

Ahhh part ini beneran buat mata meleleh akibat menangis hahahaha. Gak tega lihat Sivia sama Ify tadi sumpahh—“

Yaudah terus baca ya like dan comment jangan lupa. Tunggu part selanjutnya oke. Terima kasih semuanyaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s