DEVIL ENLOVQER – 47 ~The All Problems Ending~

Ini part 47 nya semangat yaa buat baca . terus baca jangan lupa Like dan Commenta ditunggu. Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin.

Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . follow aja.  Dan buat seru-seruan juga biar cerita ini hidup. Saya sudah buat Roleplayer dari pemeran ini. Yuuk Follow mereka @AlyssaDELOV @MarioDELOV @SiviaDELOV @AlvinDELOV @IqbaalDELOV @WilonaDELOV @DayatDELOV @AgniDELOV @ZahraDELOV @DayatDELOV @MrBovDELOV @SalshaDELOV . dan follow juga @DELOV_S. pasti di follback dijamin. Lihat deh seru2nya mereka mention-,mentionan. Wajib Follow yang baca DELOV !! Ayoo follow dongg makasih😀

DEVIL ENLOVQER – 47

~The All Problems Ending~

 

          Alvin tak bisa tenang di rumah Ify. Ia berfikir bagaimana nanti agar Sivia percaya kepadanya. Shilla menatap Alvin yang terlihat gusar.

“Loe kenapa Vin ?”tanya Shilla

“gue gak bisa diem aja Shi. Ayo loe gue ajak ke seseorang”ajak Alvin dan mulai berdiri. Shilla yang tak tau apa-apa ikut saja ajakan Alvin.

                                  ****

Alvin ternyata pergi ke rumah Zahra. Saat ini ia sudah berada di depan rumah Zahra. Alvin pun masuk langsung ke dalm rumah Zahra bersama Shilla yang masih binggung ini rumah siapa.

“Hha?”Alvin kaget ketika menemukan foto-foto yang tergeletak di meja ruang tamu. Foto itu sama dengan foto yang dikirimkan di rumah Sivia untuk papa Sivia.

“Jadi dalang semuanya adalah Zahra ? lalu dia ngelakuin ini semua untuk apa?”binggung Alvin.

“Alvin ?”kaget Zahra yang melewati ruang tamu. Zahra yang ingin kabur langsung di segap oleh Alvin.

“Loe mau kemana ? loe harus jelasin semuanya !!”bentak Alvin.

“Gue gak mau!! Lepasin gue!! Lepasiiinnmnnnn!!!”teriak Zahra memberontak.

“Shil bantu gue nih cewek gila. Kita bawa ke rumah Ify sekarang!”ujar Alvin. Shilla pun menuruti saja dan membantu Alvin membawa Zahra pergi.

Mereka bberdua membawa Zahra pergi menuju ke rumah Ify. Jujur Alvin sendiri binggung sebenarnya apa yang ingin Zahra dapatkan ? mengapa Zahra melakukan ini semua. Apa alasan dia.

“Shil loe telfon om Aziz. Suruh ke rumah ify sekarang juga. Terus telfon Ify danRio juga sekarang ke rumah Ify bawa Sivia dan mamanya juga”suruh Alvin sambil menyetir. Sedangkan Zahra sudah di bekap di kursi belakang mobil Alvin. Zahra menatap Alvin dengan kesal. Shilla pun langsung menjalankan perintah Alvin.

*****

19.00 wib Rumah Ify

Iqbal hari ini memilih tidak ke rumah sakit. Ia masih sedikit emosi dengan Wilona. Jika ia kesana yang ada dia akan marah-marah dan cuek ke Wilona dan membuat gadis itu terpuruk dan tambah sakit.

“Cepatt masukkk!! Cepaatt!!!”Iqbal kaget tiba-tiba ada Alvin dan Shilla sambil menggeret Seorang gadis yang dibekap.

“Loe ngapain bawa sandraan kerumah gue ?”tanya Iqbal heran.

“Anak kecil diam. Loe cepat telfon kakak loe suruh pulang “Iqbal yang masih binggung mengangguk saja dan menelfon kakaknya.

Tak lama kemudian Om Aziz pun datang kesana dengan wajah yang juga heran melihat Seorang gadis yang dibekap.

“Itu sipa Vin ?”tanya Om Aziz ke gadis itu. Dan Zahra yang melihat Pak Aziz langsung menatap sangat sinis dan penuh kebencian.

“ini dalang dari semuanya Om. Kita nunggu Sivia dan memaksa gadis ini menjelaskan semuanya .. “

“Mmmmm. Mmmmm.. .”Zahra mencoba memberontak. Untuk dilepaskan . mulutnya yang di lakban dan kedua tangannya diikat kebelakang membuatnya tak bisa apa-apa.  Pak Aziz memilih untuk dududk disamping Shilla mnunggu kehadiran Rio, Ify, Sivia dan Mama Sivia.

20 menit kemduian suara mobil Rio terdengar dari luar. Dan datanglah Rio  Ify dan juga Sivia. Mereka bertiga segera masuk kedalam. Sivia sedikit canggung dengan banyaknya orang yang kumpul disini.

“Sivia . . “ujar Alvin dan Pak Aziz yang sangat cemas.

“Ke napa vin ?”tanya Rio binggung.

“Loe bawa sandaraan kerumah gue? Siapa dia ?”tanya Ify skeptis kepada Alvin .

“Ini adalah dalang dari semuanya. Baik yang jebak gue dan soal foto yang dikirm ke rumah Sivia “semuanya membalakan mata mereka. Terutama Sivia yang sama sekali tak mengenal gadis ini.

Alvin pun segera melepaskan bungkaman mulut Zahra.

“Cepat loe jelaskan semuanya “bentak Alvin. Zahra menatap Pak Aziz penuh kebencian. Begitu juga menatap Sivia.

“Lepasin gue sekarang!!”bentak Zahra kepada Alvin.

“Kita akan lepasin loe. Tapi loe jelasin semuanya dulu”suruh Rio mencoba membujuk Zahra.

“Apa yang perlu dijelaskan ? Orangnya saja masih gak nyadar “ujar Zahra tajam lebih tepatnya ke Pak Aziz. Semua mata mengarah ke Pak Aziz.

“Kamu siapa ?”tanya Om Aziz yang lebih bingung.

“Hahahahahahhaha, , “Zahra langsung terawa dengan sinis sesinis-sinisnya.

“Jadi ? papa gue ini gak ngenalin anaknya sendiri sejak kejadian 17 tahun yang lalu? Hebat. Hebat . .”Sivia membalakakan matanya . begitu juga Om Aziz. Bukan hanya mereka berdua, Rio, Alvin, Ify dan Shilla tak kalah binggungnya.

“Papa?”maksudnya ??”binggung Sivia mencoba meminta penjelasan ke siapa saja yang bisa menjelaskan kepadanya.

“Gue Zahra., Anak kecil 17 tahun lalu yang loe terlantarkan sama mama gue dan adik gue yang masih di kandungan mama gue!! Masih gak ingat Pak Aziz?”picik Zahra emosinya langsung meluap. Pak Aziz langsung mengerti bayangannya kembali ke 17 tahun yang lalu dimana ia meninggalkan seorang wanita paruh baya dan anaknya yang masih kecil serta bayi dalam kandungan dengan tak berperasaan.

“loe nelantarin gue dan mama gue ? dan loe tau ? gimana gue dan mama gue harus hidup dijalan ? adik gue hampir mati gara-gara loe? Dan rasa sakit hatinya mama gue gara-gara loe ?”

“dan loe? Enak-enakan menyambut anak baru loe yang baru lahir kan ? loe enak-enakan hidup bahagia dengan semua kekayaan loe? Gak pernah mikirin gimana perasaan mama gue ? yang sakit hati sekali”

“Dan sejak saat itu gue berjanji ke diri gue akan balas dendam kepada LOE!!! Dan baru kali ini gue bisa balas semuanya. Dan gue belum puas sama sekali! Sama sekali gak puas!!!!”bentak Zahra begitu emosi.

“Pa . . Papa gak hanya nyakitin Sivia dan mama saat ini. ternyata papa juga nyakitin orang lain. “ujar Sivia begitu kecewa dengan papanya.

“lalu loe jebak Alvin dengan pura-pura tidur dengan Alvin di hotel ?”tanya Rio meminta jawan tentang soal ini.

“Hahahah. Loe fikir gue suka sama anak curut kayak gini ??enggaklah. “ujar Zahra sambil melirik ke arah Alvin. Karena pada kenyataanya umur Zahra hampir sama dengan umur Rio.

“Yah. Gue akuin gue hanya jebak Alvin agar anak loe tersayang yang bernama Sivia juga ngerasain sakit hati dicampakan . sakit hati gue dan mama gue saat itu .”

“Dan sekarang gue udah ngerasain semua sakit hari yang ingin loe balas dendamkan . Mama gue sekarang sakit. Bahkan dia depresi “ujar Sivia dan membuat Pak Aziz langsung kaget.

“Mama? Mama? Sakit ? sekarang dia diaman Vi ?”cemas Om Aziz. Namun Sivia tak menanggapi papanya itu. Ia begitu kecewa sekali. Zahra menatap Sivia yang bicara begitu tenang.

“Gue tau sekarang semuanya. Dan gue serta keluarga gue memang pantas dapetin pembalasan dari loe. Dan gue mohon sudahi semuanya. Dendam loe sudah terbalaskan ?”

“BELUM!! . Keluarga loe belum hancur ! Gue dan mama gue ingin itu!!”

“Keluarga gue sudah hancur. Gue gak akan lagi tinggal bersama papa gue. Gue dan mama gue akan pergi dari rumah itu. Dan gue akan ngasih kesempatan loe buat loe ngerasain punya keluarga utuh. Punya papa dan mama. Itu kan yang loe ingin ? ngerasain bagaimana punya papa ?”

“Vi ..  “ujar Shilla tak percaya.

“Sekarang biarin gue dan mama gue lepas. Kasihanilah mama gue. Gue sangat mohon sama loe. Dan loe boleh pergi bahagia dengan hidup loe sekarang. Dan gue pun dengan senang hati memberikan papa gue ke loe. Bahkan seandainya semua warisan papa yang dikasih ke gue dialihkan ke loe. Gue rela. Sangat rela. Itu impas kan? Dengan rasa sakit loe 17 tahun ini” Zahra membelakan matanya. Ia tak menyangka gadis yang sedang berbicara kepadanya ini bukannya marah dan kesal kepadanya malah begitu baik kepadanya.

“Sivia apa yang kamu kat . . . “

“Papa bayar semua kesalahan papa kepada keluarga papa dulu. Baru Sivia akan maafin papa. Sivia akan tinggal dirumah Ify bersama mama. Papa gak perlu khawatir “ujar Sivia dingin tanpa menoleh ke papanya.

“Loe gak gila kan ? Gue gak butuh harta warisan loe “ujar Zahra tajam.

“Buat apa sih loe balas dendam ?Kalau seandainya loe bicara baik-baik ke mama gue tau pun gue. Dengan senang hati malah gue bisa nerima keluarga baru gue. Jujur gue kecewa dengan papa gue. Tapi yang gue fikirin saat ini adalah perasaan loe dan mama loe yang pastinya lebih kecewa dari gue kan ?”

“Pa . Sivia mohon sama papa. Kembali ke keluarga papa yang dulu. Bayar semua rasa sakit hati mereka. “suruh Sivia memohon.

“Tap . .”

“Sivia mohon . .”

“Baiklah Vi. Kalau itu mau kamu . .papa akan lakukan. .”ujar pak Aziz menuruti kata Sivia.

“Dia papa loe . Loe gak mau meluk dia ? loe pasti kangen kan sama dia ? hilangin semua emosi loe . gue tau loe pasti rindu pelukan papa kan ? dan gue udah cukup ngerasain itu selama 17 tahun ini. Dan dia akan jadi papa loe seutuhnya . “Zahra terdiam sambil menunduk. Pak Aziz pun perlahan mendekati Zahra.

“Maafin papa ya Ra .. “ujar pak Aziz begitu menyesal sekali. Dengan penuh ketulusan pak Aziz melepaskan ikatan di tangan Zahra sedangkan zahra menunduk dan perlahan menangis.

“Maafin Papa yang nelantarin kamu sama mama kamiu. Sekarang dimana mama kamu? Papa ingin bertemu . .”ujar Pak Aziz menanyai zAhra.

“Papa . .. “isak Zahra dan lansgung memeluk Pak Aziz. Benar yang dikatakan oleh Sivia bahwa dirinya sebnarnya iri dengan Sivia yang selalu mendapatkan kasih sayang papanya. Zahra pun ingin mendapatkan itu sedari dulu.

“Iya Ra. Maafkan papa ya. Sekarang papa akan tebus semua kesalahan papa”ujar pak Aziz dan membalas pelukan Zahra. Sivia hanya bisa tersenyum melihat papanya dan anaknya itu. Sivia menghelakan nafasnya.

“Sekarang lebih baik papa ketemu sama istri papa. “suruh Sivia. Pak Aziz melepaskan pelukan Zahra.

“Dimana mama kamu? Papa ingin bertemu sekarang “

“Mama ada di Belanda. “

“Ayo kita ke belanda sekarang menyusul mama kamu”ujar pak Aziz. Zahra membelakan matanya tak percaya.

“Beneran Pa?”

“Iya sayang. Ayo kita jemput mama kamu”ujar Pak Aziz. Zahra mengangguk sangat senang. Zahra berdiri dan langsung menghampiri Sivia.

“Loe gadis yang baik. Maafin gue udah buat loe kesiksa hari-hari ini. Dan Alvin cinta banget sama loe. Maafin dia. Dia cowok yang baik sama kayak loe. Dia cocok buat loe”sivia tersenyum saja sambil mengangguk mendengar jawaban Zahra.

“Gue boleh manggil loe kakak?”tanya Sivia yang malah tak diduga oleh Zahra.

“Everytime “

“Semoga kakak bisa ngerasain kebahagian baru kakak. Maafkan Sivia dan mama Sivia “ujar Sivia memeluk Zahra. Zahra pun membalas pelukan Sivia.

“Maafkan gue dan mama gue juga”sivia menganggukkan kepalanya dan melepaskan pelukannya.

“Papa pergi dulu Vi”pamit Pak Aziz

“Iya pa “

“Bilang sama mama kamu. Jelasin semuanya. Papa minta maaf dan minta maaf sekali”

“Sivia akan jelasin semuanya “serah Sivia. Zahra dan Pak Aziz pun pergi meninggalkan rumah Ify. Sedangkan Shilla, Alvin . Rio dan ify yang sedari tadi hanya diam hanya bisa terpukau dengan semua ucapan Sivia.

“Baiklah. Semua masalah sudah selesai. Tinggal satu masalah. “ujar Shilla dan diangguki Rio serta Ify. Alvin mengerti yang dimaksudkan oleh Shilla.

“Gue masih banyak tugas kuliah jadi gue pamit duluan . bye semua”ujar Shilla yang langsung kabur.

“Dan gue juga masih belum melanjutkan masalah gue dan Ify yang dihawai. Ia kan nona alyssaku .. “picik Rio begitu sinis ke Ify dan langsung menggeret tangan Ify pergi dari rumahnya.

“YAA BODOOHHHH!!!! MAU LOE BAWA KEMANA LAGI GUE??”teriak Ify begitu kerasnya karena Rio langsung memasukkan dirinya kedalam mobil.

Sekarang tinggal Sivia dan Alvin yang ada di ruang tamu rumah Ify. Alvin perlahan berjalan mendekati Sivia. Sivia hanya diam saja sambil menunduk tak tau apa yang harus ia lakukan.

“Vi .  .”

“Sivia udah maafin kak Alvin “ujar Sivia langsung sebelum Alvin meneruskan kata-katanya. Wajah Alvin begitu berbinar-binar . Sivia mendongakkan kepalanya memberanikan diri untuk menatap Alvin.

“Jadi loe mau maafin gue ?”

“Iya ka”

“Mmm.. . kita . .kita .mmm. . ..”

“Loe mau balikan lagi sama gue ?”tanya Alvin penuh harap. Mendengar ucapan Alvin seperti itu Sivia hanya tersenyum penuh arti. Perlahan Sivia meraih kedua tangan Alvin dan sedikit membuat Alvin kaget.

“Maaf kak Sivia gak bisa”jawab Sivia masih dengan senyuman di bibirnya/. Alvin menatap Sivia dengan tak percaya.

“kak Alvin orang yang baik. Kak Alvin selalu jagain Sivia. Dan Sivia tau kak Alvin cinta sama Sivia. Tapi untuk saat ini Sivia sudah cukup sakit dan hampir gila karena masalah Sivia. Jadi Sivia ingin sendiri dulu. Maaf Sivia gak bisa balikan dengan kak Alvin”jelas Sivia ke Alvin.

“Gue akan nungguin loe Vi. Sampai loe siap balikan lagi. Loe masih ngasih gue kesempatan kan ? loe masih cinta kan sama gue ?”tanya Alvin penuh kecemasan.

“Sivia binggung dengan perasaan Sivia sekarang. Sivia gak ingin pacaran kak saat ini”

“Vi . bilang kalau loe masih cinta sama gue”pinta Alvin. Namun Sivia menggelengkan kepalanya pelan.

“Maaf kak . “Sivia melepaskan tangannya dari Alvin.

“Kalau kak Alvin mau nyari cewek lain. Sivia ikhlas. Gak apa-apa”

“Gak. Gak akan. Gue akan nunggu loe sampai mau nerima gue lagi “

“Terserah kak Alvin aja. Sivia sekarang capek kak. Sivia mau tidur . gak apa-apa kan ?”pinta Sivia sedikit memohon.

“gue boleh minta satu permintaan sebelumnya ?”pinta Alvin sbeelum Sivia beranjak ingin masuk kedalam.

“Apa?”

“Boleh gue meluk loe?”pinta Alvin. Sivia menganggukkan kepalanya. Alvin pun langsung menarik Sivia dalam dekapannya. Alvin begitu sangat merindukkan gadis ini. Sivia sendiir pun merasakan pelukan Alvin yang begitu hangat sekali.

“Maafin gue buat loe sampai sakit kayak gini. Maaf”ujar Alvin dalam pelukannya. Sivia pun hanya bisa mengangguk saja.

“Gue cinta sama loe dan sayang sama loe. Dan gue akan buat loe kembali lagi di dekat gue”ujar Alvin tak main-main. Perlahan Alvin melepaskan pelukannya. Dan mencium kening Sivia.

Sivia merasakan kecupan Alvin yang lama sekali di keningnya. Sivia memejamkan matanya.  Membiarkan semua kerinduannya dan perpisahannya saat ini dengan Alvin menjadi begitu bahagia.

“Kak Alvin maafin Sivia juga”ujar Sivia setelah Alvin melepaskan kecupan keningnya .

“Sivia masuk dulu”pamit Sivia. Dan segera beranjak ke dalam menuju kamar Ify. Sedangkan Alvin hanya bisa menatap kepergian Sivia dari belakang. Jujur Alvin terpukul . namun Alvin berjanji ke dirinya sendiri bahwa ia akan membuat Sivia kembali lagi ke dirinya.

*****

Shilla tiba di apartemennya dan langsung masuk kedalam. Hari ini cukup melelahkan untuknya.

DRRRTDRRR

Ponsel Shilla berbunyi. Ia pun segera mengangkat panggilan tersebut dan menyalakan loadspeaker pada ponselnya.

“Iya kak ada apa ?”

“Lusa mungkin gue ke Indonesia”

“Sumpah ??”

“Iya . Rio nyuruh gue ngurusin pekerjaanya disana “

“Beneran loe ke Indonesia . Yesss”Shilla langsung kesenengan sendiri.

“Loe siapin tempat tidur gue “

“Oke “

“Loe kesini sendirian ?”tanya Shilla.

“Loe kangen ya sama dia ?”

“Banget. Dia gak ke indonesia ?”

“Kemarin udah gue tanya. Katanya dia belum bisa ke indonesia. Pekerjaan dia banyak disini “

“Ahhh .  udah gue tebak “

“sabar adik gue sayaaangg. Udah jangan sedih. Sekolah dulu sana yang bener”

“Iya iya. Yaudah gue tutup ya. Udah ngantuk nih “

“Oke. Salam dari mama dan papa. Miss You”

“Miss you too mom dad .”balas Shilla

“Bye “shilla segera mematikan sambungan telfonnya. Ia menyenderkan tubuhnya di kursi ruang tamu. Shilla senang sekali akhirnya ia tidak akan merasa kesepian lagi karena kakaknya akan menemani dirinya disini.

*****

11.00 p.m Jalanan Jakarta

 

Rio dan Ify malahjalan-jalan gak jelas memutari kota jakarta yang terkadang macet. Ify menggerutu gak jelas. Hari ini dirinya sudah sangat lelah dan ingin segera tidur. Ini pun sudah malam sekali.

“Pulang sekarang . Gue capek Mario “pinta Ify. Rio pun mengangguk saja dan segera memutar balik mobilnya untuk kembali ke Rumah kekasihnya ini.

15 kemudian Mereka sampai di depan rumah Ify. Baik Rio dan Ify diam sebentar di dalam mobil.

“Loe setelah ini ke kantor?”tanya Ify yang mungkin bisa dapat menebak jawaban dari Rio/

“Yah. Masih banyak kerjaan “

“Bodoh. Terus kenapa kemarin malah ngajak gue ke hawaii”protes Ify.

“Suda gak usah banyak tanya. Masuklah dan cepat tidur “suruh Rio. Ify menoleh ke arah Rio. Ify menatap Rio dengan tatapan yang sulit di jabarkan.

“Wajah loe tambah jelek. Tambah kusem. Pasti loe gak pernah tidur “Rio tersenyum sekilas. Ia tau kekasihnya ini khawatir dengan keadaanya meskipun kekhawatiran itu tersiratkan berupa omelan.

“Loe itu harusnya makan makanan yang bergizi, tidur sebentar kek. Jangan ngurusin kerjaan mulu. Loe tambah jelek malu-maluin gue ngerti gak ?”

“Iya gue tau nona alyssaku. Udah sana masuk kasihan Sivia sendirian “suruh Rio. Ify menghela nafas karena Rio sepertinya tidak menangapinya dengan serius.

“Sekali aja dengerin gue.  Gue mohon lihat kondisi loe. Tidur sebentar aja.dan makanlah sedikit itu udah buat gue gak akan khawatir lagi “ujar Ify mulai jujur. Rio mengacak-acak rambut Ify pelan.

“Gue udah dengerin kan ? sekarang loe masuk!!”

“YAAA MARIO !! Gue udah bicara serius-serius , meruntuhkan harga diri gue memohon sama loe kayak gitu. Loe malah seperti ini.Asigghhh nyesel gue “kesal Ify. Ia pun langsung membuka pintu mobil Rio dan ingin keluar dari mobil Rio. Rio terkekeh sedikit melihat ify yang kesal karenanya. Rio pun langsung ikut keluar dari mobilnya.

“Ngapain loe ikut keluar mobil? Sana balik ke kantor loe. Gak usah tidur gak usah makan. Sekalian aja sana siapin kuburan loe /”Ify malah jadi semakin kesal sendiri.

“Suara loe bisa pelan sedikit? Tetangga bisa bangun gara-gara loe bodoh!!”serah Rio dingin. Ia berjalan mendekati Ify yang sudah berdiri di depan pintu pagar rumahnya.

“Bodoh amat “

“Cissh .. .”

“Gak usah ngomel mulu. Gue dengerin loe kok. Gue akan makan bentar lalu tidur sebentar terus kerja lagi. Itu kan mau loe nona alyssaku ?”ujar Rio begitu lembut dengan menatap kedua mata Ify yang cantik menurutnya. Pipi Ify terasa memanas, ia jadi salting sendiri. Ia selalu tidaj bisa mengendalikkan detakan jantungnya jika Rio sudah bicara melembut seperti ini.

“Yah “jawab Ify sedanya karena binggung sendiri harus menjawab apa. Jujur ia ingin cepat-cepat Rio pergi dari hadapannya sekarang. Ia tak mau Rio melihat bahwa dirinya sudah salting sendiri.

“Loe juga istirahatlah. Semua masalah Sivia sudah selesaikan “serah Rio. Ify menganggukkan kepalanya. Rio perlahan menarik Ify dalam pelukannya.

“Loe akan selalu ngerti gue kan? Saat gue benar-benar tidak bisa berada di sisi loe. Dan loe akan selalu ngerti kan saat gue harus berbohong kepada publik bahwa gue tidak punya kekasih. Dan loe akan ngerti kan ba . . .”

“Iya iya . iya gue akan selalu mengerti itu tuan marioku . . “balas Ify dengan cepat dalam dekapan Rio.

“Gue mohon loe selalu percaya sama gue “

“Gue akan selalu percaya sama loe”

“Terima kasih “Rio perlahan melepaskan dekapanya. Ia tersenyum menatap wajah Ify yang begitu cantik dan tenang.  Rio begitu suka melihat wajah Ify yang seperti ini wajahnya seperti bayi kecil yang lcuu sekali. Berbeda jika Ify sudah menunjukkan wajah aura murkanya.

“Love you . “ujar Rio pelan.

“Love you too”jawab Ify dengan malu-malu. Rio perlahan menyentuh dagu tiurs Ify dan mendekatkan wajahnyake wajah Ify. Dimana mata Rio tertuju kepada bibir mungil Ify. Ify sudah dag dig dug senidir. Walaupun ini bukan pertama kali Rio menciumnya namun ia selalu merasa jantungnya ingin copot. Ify pun langsung memejamkan matanya dan mengepalkan kedua tangannya. Ia bisa merasakan nafas Rio yang semakin hangat mendekat ke wajahnya.

“Apa ciuman yang dihawaii masih kurang Nona alyssaku . . . “

JLEEEBBB

Suara Rio langsung membuat Ify terbungkamkan seribu bahasa. Dirinya masuk kedalam perangkap Rio untuk kesekian kalinya. Rio tidak mencium Ify namun ia malah mengerjai gadis ini. Ify memejamkan matanya kuat-kuat dan mengepalkan tangannya sekuatnya. Ingin sekali ia membunuh cowok di depannya ini.

“MAAARIOOOOO BRENGSEEEKKKKKKKK!!!”teriak Ify begitu kencangnya. Ia tak peduli jika semua tetannganya bangun. Ify segera membuka matanya dan dilihatnya Rio malah sudah berdiri di samping pintu mobilnya dengan senyum sinis ke arahnya.

“SUMPAH LOE COWOK PALING BODOH! PALING NYEBELIN  SEDUNIA “

“GUE INGIN BUNUH LOE !!!”kesal Ify , sedangkan Rio malah ketawa puas sekali melihat Ify emosi kepadanya.

“Bye-Bye nona alyssaku . Muaachh .. “Rio malah semakin menggoda Ify dengan memberikan kiss bye kepada Ify namun penuh keremehan. Rio pun segera masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya.

“Sumpah demi apa loe gak usah balik lagi ke rumah gue!! Gue gak mau ketemu sama loe brengseekkkkk!!!!!!! Arggssssshhh “Ify  langsung memilih masuk kedalam rumahnya. Ia begitu kesal sekali kepada Rio.

“Awasa aja loe Mario/. Habis loe ditangan gue!!!”

*****

Ify menghela nafasnya. Berusaha meredam emosinya. Ia menaiki tangga rumahnya untuk menuju kamarnya. Ify membuka kamarnya dan mendapati Sivia yang sedang duduk di kaca riasnya. Dan Ify kaget melihat Sivia memotong rambutnya sendiri.

“Vi ? loe ngapain ?”kaget Ify. Dan segera masuk ke kamarnya setelah menutup kembali pintu kamarnya.

“Gue mau dengan hidup baru gue. Jadi gue ingin semua di diri gue serba baru. Gak salah kan ?”

“gak salah sih. Tap . .tapi . loe yakin motong rambut loe pendek ?”

“Loe kan sayang banget sama rambut panjang loe ??

“Iya gue yakin. Gak apa-apa kok Fy. Gak jelek kan ?”tanya Sivia yang sudah selesai memotong rambutnya.

“Enggak. Loe cantik kok. Terlihat Fresh . “jawab Ify jujur. Sivia mengangguk-angguk dan meletakkan gunting rambut yang sebelumnya di tangannya.  Kini Sivia sudah berambut pendek. Ia memang terlihat semakin cantik. Pipi Chubbynya terlihat semakin jelas sekali. Sivia pun menjadi semakin terlihat dewasa.

“Loe kenapa sama kak Rio tadi?”tanya Sivia .

“Oh. Gak apa-apa kok. Dia nyebelin aja males gue. Udah gak usah bahas dia “serah Ify. Sivia pun mengangguk-angguk saja.

“Gue udah bilang ke Bi Ina nyiapin kamar loe. Mungkin besok loe bisa tidur di kamar loe “

“Iya makasih ya Fy .”

“Hmm. Sama-sama. Loe gak usah sungkan-sungkan sama gue anggap aja rumah loe sendiri. Oke?”

“Iya “

“Og ya Fy. Gue boleh minta permintaan gak ?”pinta Sivia. Ify mengernyitkan keningnya.

“Apa itu ?”

“Ajari gue . . .mmmm. . mmmm.. .”

“Kayak loe .. “

“Hah?kayak gue maksudnya??”binggung Ify karena omongan Sivia tak jelas menurutnya.

“Ajarin gue berantem. Megang pistol .”ujar Sivia sedikit tak yakin.

“HAH? LOE GILA ???”

Bersambung . . . . . .

Oke part ini sampai disini saja. Heheh maaf yaa kalau jelek dan semoga banyak yang suka Amin. Like dan comment di tunggu ya. jangan lupa selalu baca DELOV dan Follow @DELOV_S. Promosiin juga ya guys. Oke makasih😀

2 thoughts on “DEVIL ENLOVQER – 47 ~The All Problems Ending~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s