DEVIL ENLOVQER – 48 ~You and Me ??? End~

Ini part 48 nya semangat yaa buat baca . terus baca jangan lupa Like dan Commenta ditunggu. Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin. Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s .

 

DEVIL ENLOVQER – 48

~You and Me ??? End~

 

 Image

“Ajarin gue berantem. Megang pistol .”ujar Sivia sedikit tak yakin.

 

“HAH? LOE GILA ???”

 

“Kenapa?? Kata loe gue harus berubah kan ?”Sivia berkata dengan wajah yang begitu datar sekali. Ia berjalan ke arah tasnya yang tak jauh dari Ify berdiri.

 

“Yah . .yah, .iya sih berubah tapi maksud gue berubah bukan . . .”

 

“Kenapa? Loe takut ngajarin gue ?”tantang SIvia ia mengeluarkan sebuah botol pewarna rambut dari tasnya. Lantas berjalan kea rah Ify dengan membawa botol itu di tangannya.

 

“Loe tau ? megang pistol bukan kayak megang pensil ? megang penggaris megang  apa aja deh. Itu berbahaya . Loe faham ?”

 

SROOOOOOTTTTTTT

 

“SIVIAAAAAAAAA LOE APA-APAAAAANNNNN??”teriak Ify dengan mulut hanya bisa melongo dan mata tajam menatap kea rah Sivia yang santai berjalan kea rah cermin.

 

“Pewarna itu permanen. Semoga saja bisa hilang dengan cepat.”ujar Sivia tanpa dosanya. nSedangkan Ify hanya bisa meratapi rambutnya yang kini berubah berwarna merah gelap di sisi kanan dan kiri depan rambutnya.

 

“Otak loe perlu di renovasi yah ?”greget Ify melihat tingkah Sivia yang memang sudah berubah. Karena Sivia saat ini lebih cuek dan lebih pendiam dari sivia yang dulu.

 

“Jadi gimana loe mau ngajarin gue atau enggak?”kini giliran Sivia yang menyemproti rambutnya sendiri dengan pewarna tersebut.

 

“GAK!!!”

 

“Yakin ?”

 

“SANGAT!!!!”Sivia melirik Ify melalui cermin yang sedang ada didepannya. Sosok Ify yang bengis dengan tatapan marah juga heran kepadanya terlihat sekali di cermin tersebut.  Sivia tersenyum sinis sesaat. Ia menaruh botol pewarna tersebut lantas mengambil sesuatu pada laci meja rias Ify.

 

“Loe mau ngajarin gue ? atau gue belajar sendiri saat ini juga ??”ujar Sivia begitu tajam, ia membalikkan bandanya menghadap Ify  dengan tangan yang telah memegang sebuah pistol yang ia dapatkan dari laci Ify. Ify hanya bisa tersenyum menyinis karena pistol Sivia yang mengarah kearahnya.

 

“LOE??? . . .”Ify menatap Sivia dengan tajam. Tatapan mereka berdua saling beradu saat ini.

 

CTAAAAKKKK

 

“Awwww .. “ringis Sivia memegangi kepalanya. Gerakan Ify melemparkan sepatunya kea rah kepalanya begitu cepat sampai Sivia sama sekali tak menyadarinya. Ify berjalan mendekati Sivia untuk mengambil sepatunya dan memakainya kembali.

 

“Gue ajarin loe asal kalau terjadi apa-apa sama loe gue gak tanggung jawab. Ngerti??”Sivia langsung menatap Ify tak percaya.

 

“Sumpah ? loe mau ngajarin gue ?”

 

“Iya iya”serah Ify dengan malas. Ia menuju ke kasur dan langsung merebahkan tubuhnya disana.

 

“YESSS!!!”

 

“memangnya buat apa sih loe mau diajarin kayak gitu?”

 

“Buat bunuh loe dong”ujar SIvia dengan bangganya.

 

“Sialan . “decak Ify benggis sedangkan Sivia hanya terkekeh pelan dan ikut berbaring disamping Ify.

 

“Gue harap loe gak akan berubah dan tetap jadi Sivia yang dulu”ujar Ify penuh harap.

 

“Gue bukan berubah kok. Hanya ingin merasakan lembaran baru aja”jawab Sivia santai .

 

“Semoga saja. Jangan kaget jika loe sudah lihat dunia gue “

 

“Tidak akan”

 

“Semoga saja “

 

“Makasih”

 

“Sama-sama Sivia . .”sinis Ify gemes juga dengan tingkah sahabatnya ini.

 

“Satu lagi “ujar Ify kali ini ia menolehkan kepalanya ke arah Sivia.

 

“Balikin warna rambut gue !SEKARANG!!”

 

“Iya kalau gue mau ?”ujar Sivia dengan wajah yang tak enak sekali. Ify sudah siap-siap untuk melayangkan sepatunya kembali namun Sivia segera mengambil langkah seribu ke kamar mandi.

 

“CEWEK GILAAAA !!!! BERSIHIN DULU RAMBUT LOE DI KAMAR GUE!!!!! LOE HABIS POTONG SEENAKNYA GAK LOE BUANG RAMBUT LOE ITU!!!!”teriak Ify begitu kencangnya.

 

“MAU BANGET YA LOE GUE BERSIHIN KAMAR LOE??”sahut Sivia dari dalam kamar mandi. Kemurkaan Ify semakin menjadi. Ia segera bangun dan berjalan ke arah kamar mandi. Tepatnya ia kini telah berdiri didepan pintu kamar mandinya.

 

“TERUS ? GUE HARUS BILANG WAOWW SAMA KOPROL KAYAK IKLAN DI T V?HAH?”

 

“WAOW”jawab Sivia singkat dan jelas nada bicaranya pun memang niat sekali untuk membuat Ify makan ati.

 

“GADIS GILA!!! SIALAN LOE”

 

“Hahahahahahahaha”tawa Sivia puas sekali di dalam kamar mandi. Setelah it Ify pun juga memilih untuk mandi di kamar mandi bawah.

 

                                                                        *****

            Kondisi Wilona semakin hari semakin memburuk. Iqbal yang kemarin marah kepadanya jadi tidak tega sendiri. Dan Salsha sendiri pun setiap harinya mulai sering menjenguk wilona dan menemaninya bersama Iqbal. Namun kehadiran Salsha begitu sangat tidak disukai oleh Iqbal.

 

“Kalau nanti gue pergi gimana?”ujar Wilona tiba-tiba kepada Iqbal yang sedang bermain PSP disebelahnya.  Kini didalam kamar tersebut hanya ada dua anak ini.

 

“Gue cegah”

 

“Emang bisa ?”

 

“Bisalah”

 

“Gue serius”

 

“Gue juga serius”

 

“Gue gak mau kita bertengkar lagi”

 

“Loe yang mulai duluan”

 

“Maaf”

 

“Gue gek pernah butuh maaf dari loe. Gue Cuma butuh loe sembuh”

 

“Gue sakit parah”

 

“gue tau”

 

“Gue pasti akan mati”

 

“Gak akan”

 

“Bal . . “panggil Wilona dengan suara yang mulai meninggi karena Iqbal masih saja fokus dengan PSP.nya.

 

“Apa?”

 

“Dengerin gue”

 

“Daritadi juga gue sahutin kan omongan loe”

 

“asihh. Pulang aja deh loe. Daripada buat mood gue ancur “

 

“Oke”jawab Iqbal seadanya. Ia pun langsung beranjak berdiri dari tempat kursinya. Ia memasukkan PSP.nya di tasnya, Wilona memandang Iqbal dengan tatapan tak percaya.Memang beberapa hari ini mereka berdua sering bertengkar sejak kejadian Wilona menyuruh Salsha untuk mendekati Iqbal. Wilona sendiri pun sudah menjelaskannya ke Iqbal namun Iqbal tetap tak menerima itu semua.

 

“Loe pulang beneran ?”lirih Iqbal. Matanya sudah berkaca-kaca.

 

“Loe nyuruh gue pulang kan ?”:ujar Iqbal dengan  nada tak enak tanpa menatap Wilona sedikit pun. Iqbal tak bernai menatap gadis yang sangat ia cintai itu. Pasti ia tidak akan tega melakukan ini semua.

 

“terserah loe”jawab Wilona pasrah. Ia segera memalingkan wajahnya dari Iqbal karena air matanya sudah mulai keluar begitu saja.

 

BRAAAKKK

 

“AISSGHHH. . . “Iqbal langsung melemparkan tasnya ke kursi dan berteriak sedikit frustasi. Ia dapat melihat tubuh kekasihnya itu bergetar. Yah , Iqbal tau Wilona kini menangis.

 

“Gue tau loe sakit ! Gue tau loe sakit parah dan akan mati! Dan gue disini tetap berusaha untuk berada di samping loe. Gue nguatin loe ! gue ingin terus di sisi loe. Dan nyegah loe buat pergi. Tapi loe ??”

 

“Loe buat semua apa yang gue lakuin itu sia-sia. Ngerti ? loe fikir dengan loe nyuruh Salsha deketin gue? Gantiin posisi loe. Gue akan seneng ? hah? Gue akan lupain loe? GAK AKAN!!”

 

“Loe ngerti gak sih?? Gue itu sayang sama loe !! DAN HANYA SAYANG SAMA LOE WILONA !!!”teriak Iqbal dengan emosi yang selama ini sudah ia simpan.  Wilona mengusap air matanya. Ia memberanikan diri untuk menatap Iqbal yang begitu marah kepadanya.

 

“Ini jalan terbaik buat kita berdua. Gue gak mau loe sakit nantinya karena gue pergi . Gue mau loe bahagia dengan seseorang yang sempurna dan itu salsha . bukan gue “

 

“Salsha? Loe mau gue pacaran sama salsha ? itu mau loe ? loe mau kita berdua putus ? “

 

“Gue capek loe maksa keadaan kayak gini terus, Gue tuh Cuma pingin loe tau. Gue sayang sama loe cinta sama loe Cuma loe !! ngerti gak sih Cuma loe !”Air mata Wilona sudah semakin derasnya. Sedangkan Iqbal masih dengan emosi yang meluap diotaknya. Jujur bukan ingin membuat wilona menangis. Tapi Iqbal hanya ingin Wilona mengerti bahwa ia sangat mencintai gadis itu.

 

“Gue ngerti . Loe cinta sama gue. Dan gue pun seperti itu. Gue juga cinta sama loe bal. Tapi  . . . “

 

“Tapi apa?”

 

“Gue bentar lagi . . “

 

“Mati ? “

 

“loe bisa gak sedikit aja ngertiin gue , Gue Cuma ingin loe bahagia nantinya. Bukan terus-terusan jagain cewek yang sakit-sakitan kayak gue. Loe tau kan gue kena kanker otak saat ini “

 

“Iya gue tau. Dan gue ingin jagain loe. Gue ingin loe sembuh bukan malah loe nyuruh gue biar jadian sama cewek lain. Emang loe sanggup lihat gue sama cewek lai n? Loe rela?”Wilona mencoba untuk menyunggingkan senyum kegetirannya

 

“Gue akan berusaha bal. Gue sanggup asal loe bisa bahagia dengan gadis yang sempurna dan gak terus-terusan nung . . .”

 

“Gue capek sekarang. Kalau itu mau loe? Dan loe tetep kekuh dengan ucapan loe. Gue akan turutin. “

 

“Kita putus. Itu kan yang loe mau ?”Iqbal menatap Wilona dengan dingin. Ia pun bisa melihat wajah Wilona yang langsung kaget mendengar ucapannya. Iqbal segera meraih tasnya di kursi.

 

“satu lagi. Loe ingin gue jadian sama Salsha kan? Gue akan turuin. Makasih buat saran-saran gak mutu loe. Semoga loe gak nyesel dengan semua keputusan loe sendiri . sekali lagi makasih kita selesai sampai disini”tanpa senyuman sedikit pun Iqbal segera beranjak dari kamar rawat Wilona. Sedangkan saat itu juga Wilona langsung menangis sejadi-jadinya. Ia tak menyangka hari ini akan seperti ini. Dirinya dan iqbal benar-benar sudah berakhir. Hubungannya berakhir seperti ini.

 

“Jangan nangis Wil. Jangan nangis. Ini kan yang loe mau. Jangan nangis . . “lirih Wilona keidrinya sendiri. Ia memegangi dadanya yang terasa semakin sakit.

 

“Bal . . maaf . . “tangis Wilona yang semakin tak bisa menahan isakannya.

 

                                                            *****

                                                12.00 P.M rumah Ify

 

                        Iqbal masuk kedalam rumahnya dengan wajah yang sudah berantakan. Ia langsung menghantam keras-keras pintu rumahnya di tengah malam seperti ini. Ify dan Sivia yang mendengarnya langsung kaget dan terbangun. Dengan cepat mereka berdua segera turun tangga melihat ada apa di bawah.

 

“Iqbal ??”kaget Ify yang melihat sang adik menaiki tangga dengan tas di bahu kananya. Ify dapat melihat wajah Iqbal yang sudah kusut sekali dan sepertinya Iqbal habis menangis.

 

“Loe kenapa ?”tanya Ify khawatir dengan adiknya ini.

 

“Gue sama Wilona sudah selesai”jawab Iqbal seadanya. Ia berhenti didepan Ify dan Sivia.

 

“Maksud loe putus ?”tanya Sivia dengan polosnya. Ify yang mendengar pertanyaan bodoh Sivia langsung menyikut perut gadis disebelahnya itu.

 

“bisa gak otak loe gak sebodoh itu?”

 

“Gue Cuma tanya tauu . . “bisik-bisik mereka berdua.

 

“Wilona kena kanker otak. Sorry gue baru ngasih tau sekarang”ujar Iqbal dengan malas dan langsung melewati Ify serta Sivia yang tercenggang mendnegar kabar itu.

 

“Kanker Otak ?? sekarang Wilona dimana ??”tanya Ify dan Sivia barengan. Iqbal yang benar-benar capek memilih untuk membalikkan badanya sebentar dan menatap dua gadis SMA itu dengan tatapan meremeh dan kesal.

 

“Loe berdua gak anak SD lagi kan? Yang namanya orang sakit ya di rumah sakit. Gak mungkin kan di panti jompo “ujar Iqbal begitu sinis. Dan membuat kedua gadis itu langsung tengsin sendiri.

 

“yah, Maksud gue rumah sakit mana gitu ?”ujar Ify mencari pembelaan.

 

“Sejak kapan ada anak sekolah Arwana kalau sakit ditaruh di Rumah sakit lainnya. Kalian ngajak gue bercanda???”

 

“Gue capek males ngeladenin orang gila kayak loe berdua. Rambut sudah diwarna gak jelas . “Iqbal geleng-geleng sendiri karena menyadari rambut kakaknya yang sudah berubah warna begitu pun juga Ify. Mendengar ucapan iqbal Ify langsung menatap Sivia dengan tatapan yang seolah-olah berkata “SIVIA LOE HABIS INI BAKAL GUE BUNUH!NGERTI?”

 

“Gue capek jangan ganggu gue “serah Iqbal dan langsung berbalik untuk melanjutkan berjalan menuju kamarnya. Sivia segera mengeluarkan ponselnya yang memang selalu ia taruh di sakunya. Ia segera menelfon Wilona.

 

“Loe gak apa-apa Wil??”

 

“Jangan nangis . Gue sama Ify kesana sekarang. Loe jangan nangis lagi ya”

 

“Bye”Sivia memutuskan sambungannya. Ia memasukkan kembali ponselnya ke sakunya.

 

“Kita kerumah sakit sekarang Fy.”

 

“Yaudah ayo”ujar Ify. Ia pun segera mengambil ponselnya terlebih dahulu di kamarnya untuk menghubungi Rio.

                                                                        *****

 

            Sivia dan Ify sudah berada di dalam mobil. Mereka diantarkan oleh supir Ify menuju ke rumah sakit Arwana. Didalam mobil Sivia segera menelfon Shilla dan Alvin. Begitu juga dengan Ify yang menelfon Rio memberitahu bagaimana kondisi Wilona saat ini dan apa yang sedang terjadi antara Wilona dan iqbal.

 

            Tak memerlukan waktu yang lama mereka berdua telah sampai di rumah sakit. Bersamaan dengan itu Shilla yang ke rumah sakit bersama Alvin pun tiba di sana. Begitu pun juga dengan Rio. Dengan cepat-cepat mereka ber lima segera masuk kedalam rumah sakit menuju ke ruang rawat Wilona ditengah malam seperti ini.

 

CKLEEKKKK

 

“Hikss . . Hikss . . Hiks . . .”mereka berlima hanya dapat melihat Wilona yang masih terus menangis di kasurnya.  Tubuh Wilona yang begitu kurus dan wajahnya yang pucat sekali. Mereka berlima memang sudah sangat lama tidak bertemu dengan Wilona dan sama sekali tidak tau bahwa kondisi Wilona sampai seperti ini.

 

“Wilona  . . “lirih Shilla dan Sivia yang benar-benar tak tega. Mereka berdua segera berjalan ke dekat wilona dan memeluk gadis mungil itu. Karena memang Shilla dan Sivia lah yang paling dekat dengan Wilona.

 

“Udah jangan nangis. Jangan nangis ya “ujar Shilla mencoba menenangkan.

 

“Kak . . .Gue sama Iqbal udah putus . . hiks hiks . . “isak Wilona yang tak bisa ia hentikan.

 

“Iya kakak tau. Udah ya sayang . .”ujar Shilla mencoba menenangkan Wilona lagi.

 

“apa orang patah hati kayak gitu ya ?”gumam Ify melihat adegan di depannya itu.

 

“Loe gak punya hati atau perasaan gitu? Ikut ngehibur kek”desis Rio  yang niat menyindir kekasihnya ini.

 

“Udah ada Shilla sama Sivia juga. Lagian gue gak sebegitu dekat juga”

 

“Loe cewek berhati batu emang “

 

“Mending. Loe daripada loe cowok gak punya hati”

 

“Loe ngajak bertengkar ?”

 

“Loe yang duluan sih”

 

“Loe berdua bisa diem gak ? kalau mau ribu diluar sama”omel Alvin yang risih juga melihat kucing dan tikus yang gak ada akur-akurnya. Kali ini Ify dan Rio memilih untuk diam saja.

 

“Kak loe ngasik obat penenang deh. Biar dia bisa istirahat dulu”ujar Sivia pelan kepada Rio. Rio pun menganggukkan kepalanya. Ia segera keluar sebentar untuk memangambil suntikan dan cairannya.

 

“Maaf ya . kita semua gak tau kalau kamu sampai sakit parah kayak gini. Maafin kita semua ya Wil”ujar Shilla mewakili semuanya,

 

“Iya gak apa-apa kak. Wilona gak apa-apa kok. “

 

“Kamu semangat ya. terus bertahan “

 

“Gak tau kak. Wilona sudah sakit parah “

 

“Sssttt. Kamu gak boleh ngomong kayak gitu. Kamu harus tetap semangat “

 

“Makasih kak”Wilona hanya bisa tersenyum kecut. Tak lama kemudian Rio datang dengan membawa suntikan. Wilona sedikit kaget dengan apa yang dilakukan Rio yang tiba-tiba langsung menyuntikkan suntikan itu di tangannya.

 

“Aww . . “ringis Wilona.

 

“Emang sekarang wilona waktunya disuntik ?”tanya Wilona

 

“Enggak. Biar kamu tenang. Gak nangis lagi. Oke”ujar Rio. Wilona hanya bisa tersenyum lagi. Mungkin rekasi suntikan itu sangat cepat. Dan saat itu juga Wilona merasa dirinya ingin tidur, perlahan ia menutup kedua matanya . semuanya pun melegah Wilona sudah bisa tenang untuk saat ini.

 

“Lebih baik kita keluar aja. Biarin dia istirahat . Untuk masalah dia dan penyakit dia kita tanya besok aja kalau dia benar-benar udah tenang”usul Alvin dan disetujui yang lainnya. Mereka semua pun segera beranjak keluar dari sana.

 

            Sekeluarnya mereka. 5 anak ini binggung sendiri mau kemana. Jam pun sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Mereka kini berdiri di depan mobil Rio. Ify pun sudah menyuruh supirnya untuk pulang toh nanti pasti Rio akan mengantarnya pulang. Keheningan menyelimuti mereka berlima. Dan hanya dapat terdengar suara tokek dan jangkrik di sekeliling mereka.

 

“Tunggu deh . . “Shilla yang berdiri paling ujung mulai menyadari sesuatu yang belum di sadari yang lainnya. Shilla langsung menunjuk ke arah dua gadis yang berdiri di tengah-tengah Alvin dan Rio.

 

“Rambut loe berdua ? habis kesiram cat ??”Ify langsung memegang rambutnya sdangkan Sivia masih diam pura-pura tak tau apa-apa m. Alvin dan Rio pun ikut-ikutan melihat rambut Sivia dan Ify. Bahkan mereka juga baru menyadari hal ini.

 

“Rambut loe ? loe potong pendek Vi ?”kaget Alvin dan diangguki oleh Shilla juga.

 

“Iya .”jawab Sivia seadanya .

 

“Bagus kan ??”bangga Sivia .

 

“Hey gadis bodoh !! Loe apain rambut loe ?>?? ngapain loe cat segala ? mau ngeShow loe ?”sindir Rio . Ify melirik tajam le arah Rio.

 

“Cisssh . Ini ulah anak Gila satu ini nih . Datang-datang nyemprotin pewarna rambut ke rambut gue. Dia udah gila emang “ujar Ify yang menyalahkan Sivia . sedangkan Sivia seolah-olah masih berlagak polos seperti tak melakukan kesalahan apapun.

 

“Loe tambah gila lagi. Gue gak suka warna rambut loe. Besok ganti !”

 

“Gak gue suka kok”ujar Ify menolak permintaan Rio.

 

“Ganti gak ?”

 

“Gak mau “

 

“Gue botakin juga kepala loe”

 

“Udah stoooppppppppp jangan  mulai bertengkaarrr!!!”teriak Shilla dan Alvin menengai Rio dan Ify sebelum terjadi perang dunia ke lima.

 

“Gue laper., Cari makan yuk ??”ajak Sivia tiba-tiba .

 

“Gue masih banyak kerjaan di kantor . Gue balik duluan ya .”pamit Rio yang memang benar harus meneruskan pekerjaanya. Mendengar ucapan Rio, Ify hanya bisa menghelakan nafasnya. Ia melengos saja.

 

“ Gue juga masih ada tugas yang belum selesai nih . Gue pamit duluan ya .”ujar Shilla.

 

“Kak  gue bareng loe bisa gak ?loe anterin gue dulu ke apartemen gue “

 

“Tumben loe manggil gue kak”sindir Rio .

 

“serah mulut gue deh. Bisa gak ?”

 

“Iya iya . Vin loe anter Sivia makan dulu aja . Biar Ify juga gue anter pulang seklaian”tambah Rio.

 

“Gimana Vi ?”tanya Alvin dengan sedikit canggung.

 

“Gue sih terserah aja “jawab Sivia datar. Semuanya pun mengangguk setuju. Rio,Ify dan Shilla segera masuk mobil Rio. Sedangkan Alvin dan Sivia masuk kedalam mobil Alvin. Mereka pun beranjak dari sana.

 

                                                                        *****

                        Di sepanjang perjalanan didalam mobil Rio hanya terdengar alunan musik Jazz dari DVD mobil Rio. Masih belum ada yang membungkam suranya. Ify sudah terlihat capek. Ia mulai mengantuk.

 

“Kalau ngantuk tidur aja “sindir Rio. Sedari tadi memang dirinya melirik ke arah kekasihnya itu.

 

“Hmm. . “dehem Ify seadanya.

 

“Oh ya Yo. Kakak gue katanya lusa ke Indonesia kan ? “

 

“Iya kalau dia gak ngundur-ngundur lagi. Loe tau sendiri kan kaakk loe gimana orangnya”

 

“Yah yah yah. “

 

“Pacar loe juga jadi ke Indonesia ?”

 

“Enggak tau . Yah gitu deh jawabanya sebentar lagi sebentar lagi tapi gak datang-datang “curcol Shilla dan dibalas dengan angguk-anggukan gak jelas dari Rio.

 

            Tak lama kemudian Mobil Rio telah berhenti didepan Hotel tempat dimana apartemen Shilla berada. Shilla pun segera turun dari mobil Rio.

 

“Gue masuk dulu. Makasih ya”pamit Shilla.

 

“Fy gue pamit ya”

 

“Ha?ha? iya iya shil “ujar Ify yang tersdar karena ia memang sudah sangat ngantuk sekali. Shilla hanya terkekeh melihat Ify yang seperti itu. Setelah itu Shilla menutup pintu mobil Rio dan mobil Rio pun beranjak dari sana.

 

“udah tidur aja dulu. Kalau udah nyampe rumah loe . gue bangunin”ujar Rio kepada Ify.

 

“Gue mau ikut ke kantor loe aja”ujar Ify tiba-tiba dan membuat Rio kaget dan heran sendiri.

 

“Gak. Loe besok sekolah”

 

“Gue besok libur. Ada study kampus gitu tapi gue sama Sivia udah sepakat gak mau ikut”

 

“Kenapa ?”

 

“Karena gue udah pinter”

 

“ha ha lucu banget loe”

 

“Udah pokoknya gue mau ikut loe ke kantor ! Titik !”

 

“Ngapain loe ikut gue ke kantor ? loe udah capek gitu “

 

“Gue gak apa-apa. Beneran nih nih gue gak ngantuk . Lagian juga gue bisa tidur di kamar loe kan. Udah pikun apa tuh ruang kerja loe kayak hotel “cerca Ify.  Rio pun tak ingin berdebat kali ini dan menuruti saja kemauan kekasihnya itu.

 

            Rio segera membelokkan mobilnya menuju ke kantornya. Jam mobilnya pun sudah menunjukkan pukul steengah 3 pagi. Rio sendiri sudah merasakan sedikit kantuk. Sedangkan Ify sudah mulai terlelap di dalam mobil Rio.

 

                                                            *****

            Tidak susah buat Alvin dan Sivia mencari restoran dini hari seperti ini. Toh Alvin dulu pun sering jalan-jalan malam bersama Rio jadi dia sudah cukup hafal dengan restoran yang buka jam segini. Kini pun mereka berdua sudah berada di salah satu restoran di jakarta pusat. Mereka sudah memesan makanan disana.

 

“Loe kenapa motong rambut loe ?”tanya Alvin yang ingin tau sekali di sela-sela mereka makan.

 

“Pingin aja”jawab Sivia seadanya .

 

“tapi bagus kok. Gue suka .”

 

“Makasih”

 

            Keheningan datang lagi. Sepertinya dua orang ini memang sama sekali tidak ada bahasan yang bisa diperbincangkan. Kini hanya ada suara gesekkan antara piring dan sendok mereka berdua yang bisa terdengar.

 

“Gue boleh tanya sesuatu??”bungkam Alvin mencoba memulai perbicangan lagi

 

“Apa?”

 

“gue masih boleh buat cinta ke loe kan? Masih boleh buat ngejar loe?”

 

“Boleh aja”

 

“Oke. Gue akan tunggu sampai loe bisa buka hati loe lagi buat gue “

 

“Doain aja”

 

“Loe beneran udah gak ada perasaan sama gue Vi ?”Sivia terdiam sejenak. Jujur ia sedang malas membicarakan hal ini.,

 

“Bisa gak kita gak bicarain ini kak? Gue beneran lagi gak mau bicarain tentang ini”

 

“baiklah. Sory Vi “

 

“Yah gak apa-apa”

 

“Setelah ini loe mau langsung pulang ?”

 

“Iya gue udah capek juga. “

 

“Oke”

 

            Mereka pun diam kembali meneruskan makan mereka. Setelah mereka makan pun mereka berdua memilih segera pulang, Dimana Alvin mengantarkan Sivia dulu ke rumah Ify.

 

                                                            *****

            Rio memarkirkan mobilnya diparkiran perusahannya. Ia menolehkan wajahnya ke arah Ify yang sudah tidur begitu pulas. Rio menghelakan nafas panjangnya.

 

“Gini bilang gak capek. Dasar cewek keras kepala”desis Rio sendiri.

 

“Gue denger ucapan loe bodoh !!”gumam Ify tiba-tiba dalam keadaan mata ditutup. Rio pun langsung terkejut sendiri.

 

“sakit nih cewek”gerutu Rio dalam hatinya.

 

“Udah sampai ayo”ujar Rio.  Ify pun mengangguk-angguk dengan malas. Matanya terasa berat untuk dibuka. Mungkin kondisinya tinggal 1 watt untuk bisa bertahan.

 

            Ify keluar dari mobil dengan sempoyongan. Rio sendiri sudah berjalan duluan. Ify berusaha untuk membuka matanya agar bisa berjalan.

 

BRRRUKKKKKKK

 

“Awwww”ringis Ify yang begitu sangat mengantuk dan menyebabkan ia terjatuh sendiri karena sempoyongan. Rio yang mendnegar suara ringisan Ify langsung menoleh ke arah belakang.

 

“Aissghh. Anak ini ada-ada aja”Rio berjalan untuk menghampiri Ify yang mencoba berdiri.

 

“Yo …”lirih Ify dan . ..

 

BRRRUKKKKK

 

            Ify langsung bersender pada dada Rio dan dengan sigap Rio memegangi tubuh Ify. Ify memang sudah sangat ngantuk sekali. Ia sudah tak kuat lagi. Rio merasakan dengkuran halus dari mulut Ify. Ia tau kekasihnya ini pasti sangat lelah.

 

“Karena gue cowok yang penuh tanggung jawab gue akan dengan terpaksa membopong gadis bodoh ini. Semangat Rio!!”ujar Rio kedirinya sendiri dengan wajah yang penuh keterpaksaan.  Rio pun dengan sigap segera mengendong Ify dengan menaruh tubuh gadis itu di belakang punggungnya agar Ify bisa lebih pulas dengan tidurnya,.

 

            Cukup lelah buat Rio menggendong Ify sampai ke lantai tempat kerjanya. Meskipun ia sudah menggunakan Lift. Rio pun membuka pintu ruang kerjanya yang begitu megah. Ia segera masuk san menutup kembali pintunya. Rio membawa Ify menuju kamarnya yang berada di dalam ruang kerjannya.

 

“Awww . . “ringis rio karena tangannya terasa pegal sekali. Ia sudah membaringkan Ify di kasurnya. Rio pun segera meleaspakan sepatu Ify dan menyelimuti Ify.

 

“Sleep tight sayang . .”bisik Rio ke Ify. Ia tersenyum sebentar ke arah Ify dan mendekatkan bibirnya ke kening Ify untuk memberikan ciuman kening pada gadis ini.

 

CUPPPP .

 

“Ehh .. “kaget Rio karena Ify malah tiba-tiba mendaratkan ciuman kilat pada bibir Rio. Dan membuat Rio spechless sendiri. Pipi Rio pun terasa memanas sendiri. Rio mulai menjauhkan wajahnya dari wajah Ify. Ia melihat Ify yang masih dalam posisi memejamkan matanya dan sebuah senyuman dari bibir gadis itu.

 

“Aisshgg, , dasar ..”gerutu Rio dan ikut tersenyum sendiri. Ia pun langsung memilih keluar dari kamar untuk membiarkan Ify istirahat disana. Dan kali ini pun Ify benar-benar sudah terlelap dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya.

 

            Begitu pun juga dengan Rio ia meneruskan pekerjaanya kali ini dengan semangat 45. Ify memang selalu bisa membuat dia merasakan sesuatu yang berbeda untuk menyemanagatinya dengan cara gadis itu sendiri. Menurut Rio gadis itu memang begitu sangat luar biasa baginya.

 

                                                                        *****

 

            Sivia sudah sampai di rumah ify dan sudah masuk kedalam kamar Ify. Ia tak melihat ada tanda-tanda Ify didalam kamar. Sivia pun sudah dapat menebak bahwa Ify bersama dengan Rio.

 

“Oke. Gue tidur sendiri. Lebih baik gue sekarang tidur. Dan menyiapkan buat besok. Gue akan mulai semuanya dengan baru. “

 

Gue akan belajar bagaimana menjadi gadis yang pemberani”

 

‘Sivia harus bisa semangaaatt!!!”

 

                                                            *****

                                                04.00 A.M Kamar Iqbal

 

            Iqbal masih belum bisa tidur dari tadi. Ia binggung dengan semuanya. Ia masih emosi dengan dirinya sendiri dan Wilona. Apakah yang dia lakukan salah? Namun inilah yang dikehendaki oleh Wilona. Iqbal pun segera meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.

 

“Hallo . . “sapa suara lembut di sebrang sana. Iqbal mencoba menghelakan nafasnya sebentar.

 

“loe belum tidur ?”

 

“belum. Gue masih ada satu adegan lagi habis ini pulang”

 

“Loe gak capek shutting terus ?”

 

“Capek sih. Tapi udah pekerjaan. Oh ya ada apa bal nelfon gue ?”ujar gadis sebrang sana yang tak lain adalah Salsha.

 

“Mmmm. . . Mmmm.  . “

 

“Mmmmm kenapa bal ??”

 

“Loe  .. ;loe . . . .”

 

“Loe mau jadi pacar gue ?”

 

Bersambung , ,, . . . . . . . . .

 

Hayoooooo???

Gimana Ify ngajarin Sivia besok ??

Terus ?? Salsha nerima Iqbal gak ya ??

Wilona gimana ??

Alvin sama Sivia gimana yaa ???

Kakak Shilla mau datang ? hayooo siapaa ??? Tunggu part selanjutnya ya😀 maaf baru bisa post satu part aja hahaha😀 FIGHTING SEMUANYAA😀 . Dan maaf yaa kalau di twitter CapsLock saya lagi eror hahaha😀 Muaachh semua terus baca yaa promosiin ya guyss :* makasihhh😀

            

3 thoughts on “DEVIL ENLOVQER – 48 ~You and Me ??? End~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s