DEVIL ENLOVQER – 50 ~ Crazy Love ~

Ini part 50 nya semangat yaa buat baca . terus baca jangan lupa Like dan Commenta ditunggu. Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin. Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . Jangan lupa LIKE FP “DEVIL ENLOVQER” guys kalau suka DELOV. minta tolong banget yaa makasih🙂

 Image

ini Cover buatan @SeptiNRG makasih yaa🙂 . folow dia guys. yang mau nyumbang editannya silahkan. makasih :) 

DEVIL ENLOVQER – 50

~ Crazy Love ~

 

                           13.30 Didalam mobil Iqbal

          Iqbal tak tahu ingin kemana saat ini . sudah lebih dari 1 jam sang supir ia suruh mengendarai mobilnya tidak jelas dan tanpa arah,. Bahkan hari ini dirinya tidak masuk sekolah. Fikirannya sudah membuat dirinya pusing sendiir. Cinta memang bikin gila. Yah mungkin Iqbal hampir gila saat ini.

 

DRRRRDRTTT

            Ponsel Iqbal bergetar. Lamunanya tersadarkan. Ia pun segera mengambil ponselnya dari saku celananya. Dan membua sebuah pesan yang berasal dari gadis yang saat ini menjadi kekasih barunya.

 

From : Salsha

Kamu kenapa gak masuk sekolah ?

 

            Iqbal berfikir sebentar, setelah itu tangannya dengan lihat mengetikkna kata-kata untuk membalas pesan dari salsha. Setelah pesannya terkirim Iqbal pun melamun kembali. Namun tak beberapa kemudian lamunannya terbuyarkan lagi  Pesan dari salsha kembali menggetarkan ponselnya.

 

From : salsha

Are you fine ? gak sakit kan ?

 

            Iqbal merasa begitu bersalah, Yah ia sangat bersalah membuat gadis ini mengharapkannya dan harus menjadikkan seorang gadis pcarnya padahal ia sama sekali tak ada perasaan kepada gadis ini.

 

“Pak kita pergi ke Restoran Putih “suruh Iqbal kepada sang supir.

 

“Iya den “jawab sang supir lantas menjalankan mobilnya menju restoran yang dimaksudkan oleh majikannya ini. Iqbal kembali memasukkan ponselnya kedalam saku setelah membalas kembali pesan Salsha. Kali ini Iqbal tidak meneruskan lamunannya. Ia lebih memilih untuk tidur sejenak. Menghilangkan rasa pusing di otaknya.

                                                                        *****

                                                            13.30 SMP ARWANA

            Jam pulang telah berbunyi. Gadis ini masih berada di dalam kelas. Ia menatap ke bangku di belakangnya. Dimana bangku tersebut adalah milik Iqbal. Ia mulai cemas dan sedari tadi hanya kefikiran Iqbal. Kenapa sosok itu tidak masuk sekolah saat ini. Salsha pun  segera mengirmkan pesan kepada Iqbal.

            Tak perlu menunggu lama, Ponsel salsha bergetar dan Iqbal membalas pesannya tadi .

 

From : My Love

Gak apa-apa. Cuma pingin istirahat

 

            Salsha yang merasa ada yang tak beres dengan Iqbal merasa sangat khawtir. Ia pun segera membalas kembali pesan Iqbal tersebut. Sejak tadi malam Iqbal resmi jadi pacarnya salsha menjadi begitu senang sekali, Ia pun segera mengganti nama kontak Iqbal menjadi “ My Love “. Yah, salsha begitu mencintai lelaki ini dari awal mereka bertemu.

 

            Ponsel salsha berdering kembali. Ia pun segera membuka pesan yang tak lain dari Iqbal

From : My Love

Udah pulang sekolah kan? Temenin gue makan di Restoran putih sekarang

 

            Salsha langsung senyum-senyum sendiri melihat pesan dari Iqbal. Ia pun langsung mengambil tasnya dan beranjak dari kelas. Ia langsung menuju ke restoran putih yang dimaksudkan oleh Iqbal dengan mobilnya.

                                                            *****

                                                I4.00 Apartemen Shilla

 

            Ketiga makhluk ini hanya berbincang-bincang tak jelas. Mulai dari hal penting sampai tidak penting. Yah 3 makhluk itu tak lain adalah Rio, Alvin dan Shilla.

 

“Kakak loe jadi kesini besok kan ?:”tanya Alvin

 

“Iya jadi kok “jawab Shilla sambil memakan roti yang dibawakan oleh Rio.

 

“Rame ini apartemen “

 

“Bukan rame lagi. Siap-siap aja loe shil tiap hari kakak loe bawa berbagai macam merk cewek ke apartemen loe hahahaha”ujar Rio dan langsung di angguki setuju oleh Alvin.

 

“Udah siap gue. Tenang aja gue udah beli pembasmi hama se lusin”sahut Shilla dengan nada penuh dramatis.

 

“Kakak loe masih playboy kayak dulu?”tanya Alvin memastikan.

 

“Bukan masih lagi. Tambah paraaahh dia!!”

 

“Eh tapi kemarin kata papa, dia lagi galau. Soalnya di tolak sama cewek gitu haha mampus deh biar kapok”

 

“Dasar Dasar anak itu gak ada berubah-berubahnya “serah Rio mencoba mengingat sosok tersebut. Sosok yang selalu menjaganya dan sosok yang menjadi sahabat dari kakaknya yang sekarang sudah tak ada.

 

“ Loe ingat gak ? dulu kita berempat sempat mau di keluarin dari sekolah gara-gara ketahuan buat info palsu tentang ada Bom di sekolah hahaa”

 

“Dan itu semua ide gila siapa ? kalau bukan ide gila dari kakak loe shil haahha:

 

“Iya iya gue ingat “

 

“sarap emang tuh anak”sahut Shilla.

 

“Nanti kalau dia datang. Gue mau ajak dia aduh kekuatan sama gue. Tuh anak masih jago gak kayak dulu hahaha”

 

“Jago playboynya iya “serempak Riodan Shilla bersamaan.

 

“Besok  tanggal 6 desember gue ada presentasi penting. Doain gue ya sukses“ujar Shilla yang mulai serius kembali.

 

“6 desember ?” Rio mencoba mengingat-ingat. Sepertinya tanggal itu begitu familliar di kepalanya.

 

“Ahh. Ultah si bodoh itu “ujar Rio dengan senyum khasnya. Akhir-akhir ini ia memang lupa akan tanggal. Untung saja Shilla mengingatkannya.

 

“Emang sekarang tanggal berapa?”tanya  Rio ke Shilla

 

“masih tanggal 3 desember sih. Emang kenapa ??”

 

“Gak apa-apa “jawab rio langsung. Mereka bertiga pun kembali berbincag-bincang dengan asiknya. Karena 1 jam lagi Rio harus kembali ke kantor. Pekerjaanya begitu banyak sekali. Belum lagi ia ada schedule ke singapore besok sore.

                                                                        *****

                                                15.00 Rumah Ify

 

            Sivia dan Ify sudah sampai di Rumah, sebelumnya mereka mampir sebentar di restoran untuk makan. Karena mereka berdua belum makan sama sekali sedari tadi pagi. Mereka berdua langsung menuju kamar Ify.

 

“Vi. Kamar loe udah siap tuh. Barang-barang juga udah di pindahin sama Bi Ina. “ujar Ify saat memasuki kamar. Karena memang tadi pembantunya mengirim pesan kepadanya.

 

“Iya Fy. Thanks ya buat semuanya “

 

“Iya sama-sama. “

 

“Nanti sore gue mau jenguk mama gue. Kasihan dia sendiri disana. “

 

“Perlu gue temenin ??”

 

“Enggak usah. Gue nginep kok disana. Loe juga pasti capek kan “

 

“Besok sekolah masih libur kan ?”tanya Ify kepada Sivia.

 

“Yoi . tapi lusa kita ada ujian pelajaran exact. Aduuhh pusing deh harus belajar”

 

“Semangat Sivia”ujar Ify yang seolah kata-katanya menggoda Sivia.

 

“Sialan lu ahh , ,”

 

“Hahahaha,”

 

“Udah sana ke kamar loe sendiri”

 

“Iya iyaa”Sivia pun segera berjalan untuk keluar dari kamar Ify.

 

“Eh Fy . . “Sivia membalikkan badanya kembali. Ify yang baru saja membaringkan tubuhnya langsung menolehkan wajahnya ke arah Sivia yang berada di ambang pintu.

 

“ini tanggal berapa ??”

 

“3 kan ??”

 

“3 hari lagi sweet seventeen loe dong “ujar Sivia yang teringat akan hari ulang tahun sahabatnya ini.

 

“Iya kah ??”kaget Ify. Ia sendiri pun segera bangun dari temoat tidur dan melihat ke kalender.

 

“Iya yah? Kok cepet amat ??”

 

“Bukannya cepet. Loe aja yang sok sibuk hahaha”ejek Sivia dan langsung kabur dari sana takut di makan oleh Ify.

 

“Kampreettt loee!!!”teriak Ify dari kamarnya. Gadis ini pun kembali tidur lagi.

 

“3 hari lagi ??Gue harap saat 17 tahun gue. Dia ada disamping gue”serah Ify dan membayangkan sosok cowok yang selalu ada dalam otaknya. Ify merogoh tasnya dan mengambil ponselnya. Ia melihat ke layar ponselnya.

 

“Aisshgj. . .”desisi Ify dan langsung melemparkan ponselnya ke kasur. Tidak ada pesan sama sekali dari Rio dari tadi pagi. Entah menagapa Ify merindukkan sosok tersebut. Dimana sosok yang terkadang membuatnya kesal setengah mati. Dan terkadang membuatnya jantungan setengah mati”

 

“Besok pagi aja deh gue ke kantornya dia “serah Ify. Ia pun mencoba memejamkan matanya. Hari ini cukup melelahkan baginya.

 

                                                                        ****

                                                            14.00 Restoran Putih.

 

            Iqbal sudah duduk manis di sebuah meja restoran tersebut. Ia masih menunggu Salsha yang belum juga datang. Namun tak lama kemudian sosok gadis mungil dan cantik itu datang dengan masih lengkap menggunakan seragam SMP ARWANA>

 

“Lama ya ? sorry sorry banget “ujar Salsha yang merasa bersalah dan tak enak dengan Iqbal.

 

“Gak apa-apa kok. Pesan makan gih”suruh Iqbal. Salsha pun mengangguk dan memanggil pelayan restoran ini.

 

“Mbak pesan Chicken-katsu-stik  dan. . . .”salsha menatap ke arah Iqbal seolah bertanya Iqbal ingin memesan apa. Iqbal yang mengerti tatapan Salsha langsung menjawab

 

“Sama kayak loe aja”jawab Iqbal dengan wajah datarnya.  Salsha pun mengangguk .

 

“Chicken-katsu-stiknya dua. Yang satunya gak pakek sayur dan gak jangan pedas ya mbak. Terus minumnya jus lemon tea aja “ujar salsha. Pelayan tersebut pun mencatat apa yang di ucapkan oleh salsha.

 

“Tunggu sebentar ya mbak . “ujar pelayan tersebut dan berlalu dari hadapan Salasha dan iqbal.

 

“Loe gak suka sayur ?”tanya Iqbal mencoba mencari bahan pembicaraan.

 

“Suka “

 

“terus loe tadi pesan gak pakek sayur ??”

 

“Loe gak suka sayur kan? Sama gak suka pedas”jawab Salsha dengan wajah polosnya. Iqbal mengangguk-angguk saja.  Difikarannya saat ini hanya ada perasaan heran. Ternyata salsha sudah memperhatikannya dari dulu. Sampai apa yang tidak aia suka gadis ini bisa tau.  Iqbal terus menatap salsha yang memainkan ponselnya sendiri.

 

“Disekolah gak ada apa-apa kan tadi ?”tanya Iqbal membuka pertanyaan lagi. Salsha pun langsung terpenlonjat dan menengadahkan kepalanya.

 

“gak ada kok. Cuma pelajaran biasa. Lusa kita ujian kan”Iqbal mengangguk-angguk lagi. Kini mata Iqbal tertuju pada ponsel yang ada ditangan Salsha. Entah mengapa ia ingin sekali melihat isi ponsel tersebut.

 

“Pinjem ponsel loe  . . “pinta Iqbal. Salsha yang awalnya binggung namun ia langsung memberikan ponselnya kepada Iqbal. Iqbal pun segera menerimannya dan mengotak atik ponsel salsha. Sedangkan salsha hanya menatap Iqbal dengan binggung. Karena Iqbal begitu serius sekali.

 

“Kamu tadi  ngapain ??”tanya salsha binggung menerima ponselnya kembali dari Iqbaldan saat ini  Iqbal mengambil ponselnya sendiri .

 

“gak apa-apa “jawab iqbal. Ia fokus ke ponselnya sebentar.

 

“Lihat ini. .”ujar Iqbal menunjukkan layar ponselnya. Salsha hanya menatap layar ponsel Iqbal dalam diam. Jujur ia kaget dengan apa yang dilakukan oleh Iqbal.

 

“Delete”Salsha hanya bisa menelan ludahnya. Dimana Iqbal menghapus nomer ponsel Wilona dari ponselnya. Iqbal pun kembali melihat ponselnya.

 

“Karena loe namain kontak gue di ponsel loe dengan My Love. Gue juga akan lakuin hal sama”ujar Iqbal. Kemudian ia menunjukkan layar ponselnya kembali kepada Salsha.  Dan benar saja Iqbal sudah mengganti nama kontak nomernya dengan nama “My Love” sama dengan yang ada di kontak salsha.

 

“Sudah kan ?”ujar Iqbal dengan wajah yang tenang dan tak dapat dibaca. Salsha jadi binggung sendiri. Tak tau harus senang atau sedih atau kecewa atau bagaimana.

 

“Loe kepaksakan bal ?”tanya Salsha dengan wajah penuh kemirisan.

 

“Gak. Gue Cuma lagi belajar suka sama loe”jawab iqbal masih dengan tenang.

 

“Gak usah dipaksain kok bal. “Iqbal menatap Salsha.

 

“Loe gak suka jadian sama gue ??”

 

“Hah?? . . ehh. Gak gitu. Tap .  . “

 

“Nih hapus semua foto gue sama Wilona. “suruh Iqbal yang langsung memberikan ponselnya kepada Salsha dan membuat Salsha semakin binggung dan binggung.

 

“Gue gak berani bal “jawab salsha menolak permintaan Iqbal.

 

“Gue tau loe sayang banget kan sama Kak Wilona . Lebih baik hubungan kita in . . . . “

 

            Salsha hanya bisa diam seribu bahasa. Mulutnya terkunci rapat saat ini. Tiba-tiba Iqbal lansgung berdiri dan mencium bibirnya. Jantung salsha terasa ingin copot. Aliran darahnya berdu hebat. Iqbal pun masih belum melepaskan bibirnya dari bibir Salsha. Iqbal sendiri hanya menempeklan bibirnya ke bibir Salsha. Entah setan darimana yang membuatnya melakukan hal tersebut. Untung saja saat ini restoran masih sepi. Dan hanya beberapa orang itu pun semua jarak mereka terpaut jauh dengan pengunjung lainnya.

 

“itu ciuman pertama gue. “ujar Iqbal jujur setelah melepaskan ciumannya dan kembali duduk . Wajahnya benar-benar datar dan polos sekali. Tak ada sesuatu yang bisa terbaca dri raut wajah iqbal tersebut.

 

“gu .. gu. .  . e . .ju . . ga  ..  “jawab Salsha dengan gugup. Ia masih syok dengan kejadian barusan.

 

“sekarang masih ingin mutusin hubungan ini ??”tanya Iqbal lantas mendapat gelengan kepala dari Salsha.

 

“Oke. Gue hanya perlu terbiasa saja. Dan gue harap loe mau nunggu sampai gue bener jatuh cinta sama loe”Salsha hanya membalas ucapan Iqbal tersebut dengan senyuman saja .senyuman yang begitu tulus dan kebahagiaan dari hatinya.

 

“gue akan tunggu bal. Menunggu sampai kapanpun. Gue akan nunggu loe cinta sama gue .”

 

            Makanan pesanan mereka pun datang. Mereka pun makan dalam keheningan. Tak ada yang lagi membungkamkan suara mereka berdua.

                                                                        *****

                                                            18.00 Rumah Ify dan Iqbal

 

            Ify duduk di ruang tamu sambil memainkan PSP milik Iqbal yang ia curi dari kamarnya adiknya itu. Tak lama kemudian si empu PSP datang dengan wajah yang lebih baik dari kemarin.

 

“Dari mana loe?”tanya Ify. Iqbal pun berjalan ke arah ify dan duduk disamping Ify.

 

“Jalan”jawab Iqbal singkat. Ia membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya memfikirkan apa yang terjadi siang ini.

 

“Sama ?”

 

“Kepo banget sih loe”

 

“Sialan loe”

 

“Rumah kok sepi ? kak Sivia mana ?”tanya Iqbal balik.

 

“Kepo banget sih loe”balas Ify tak mau kalah dan dengan nada puasnya.

 

“Cissh. Dasar Iblis “desis Iqbal sedangkan ify tersenyum dengan puasnya.

 

“Gue habis jalan sama Salsha “Ify langsung mengernyitkan keningnya.

 

“Salsha ? yang mana lagi tuh ? cewek loe ada berapa sih ?”

 

“Itu loh yang teman gue artis “

 

“Ada satu lah”

 

“Bukannya loe putus sama Wilona ?”

 

“Iya”jawab iqbal dengan nada yang begitu malas.

 

“terus ? cewek loe siapa ??”

 

“Loe kok jadi cerewet ya kak? “heran Iqbal dan membuat Ify menatapnya tak enak.

 

“Sams salsha kak sama salsha. “jawab iqbal yang sedikit takut dengan tatapan kakaknya itu.

 

“HEH?? Loe baru putus langsung jadian lagi sama cewek ?? loe mau jadi playboy kelas kakap ??”

 

“Udahhh tambah pusing gue ngomong sama loe !”serah Iqbal dan berdiri untuk berjalan menuju kamarnya.

 

“Loe disuruh telfon papa. Dia tadi nyari loe”teriak Ify karena Iqbal sudah berjalan di tangga.

 

“Iya entar gue telfon”sahut iqbal. Ify pun tak mau ambil pusing dengan kisah cinta adiknya yang menurutnya merumitkan. Ify pun meneruskan untuk memainkan PSP Iqbal lagi.

 

            Namun tak lama kemudian sesosok lelaki yang tampan dengan mata yang sipit datang dengan wajah tak berdosanya. Ia langsung masuk saja kedalam rumah Ify.

 

“Sivia ada Fy ??”tanya orang tersebut yang tak lain adalah Alvin.

 

“Gak ada”

 

“Dimana emang ??”:

 

“Dirumah sakit”

 

“Rumah sakit mana ??”

 

“Arwana “jawab Ify yang masih fokus dengan PSP.nya .

 

“Jenguk mamanya kan ?”

 

“Iya”

 

“Pulang kapan ?”

 

“Nginap dia”

 

“Dimana ??”Ify menghelakan nafas panjangnya. Ia mempause sebentar PSP.nya.

 

“DI HIDUNG LOE !!PUAS???!!”bentak Ify dengan nada kejamnya. Alvin langsung menelan ludah dan mengusap-usap dadanya yang untung saja tidak jantungan.

 

“Dari tadi loe nanya mulu. Kenapa loe gak langsung ke rumah sakit Arwana nemuin Sivia loe tanya sendiri ke Sivia. Gue lagi Sibuukk!!!”ujar Ify kesal. Ia pun langsung kembali memainkan PSP yang dipegangnya.

 

“Rumah sakitnya nom . . . .”

 

“Loe tanya sekali lagi gue bunuh loe!!”Ancam Ify dengan lirikan mematikannya. Alvin pun hanya nyengir-nyengir gak jelas.

 

“Fy terakhir nih terakhir. Beneran deh. Gue tanya terakhir kali”

 

“Apaan ??”jutek Ify.

 

“tapi loe jangan marah .. “

 

“Iya enggak. Apaan sih ??”Ify kini sudah mulai pensaran.

 

“Mmm. . .mmm. gini Fy . . . “

 

“Mm aammm emmmm ammm emm. Apaan sih ?”

 

“Tapi loe beneran loh ya jangan marah”

 

“Iya Alvin enggak . ya tuhaannn!!”

 

“Emmm. Itu Fy. Eh.. ya ampun gimana ya ngomongnya . . “

 

“Loe gak cepet-cepet ngomong gue sempel beneran mulut loe pakek sandal”

 

“Ampun Fy Ampun. . “

 

“yaduah cepat bilang . “

 

“Gue.. gue . .gue .. .”

 

“GUE GAK JADI NANYA WEEKK”

 

“BYE BYE IFY MUAACHHH “Alvin sudah lari kabur duluan dan masuk kedalam mobilnya lantas menjalankan mobilnya dengan cepat.  Sedangkan Ify sudah memasang wajah penuh kesalnya. Kalau tidak sadar PSP yang pegang itu milik adiknya. Mungkin saja Ify sudah menimpuk Alvin dari tadi menggunakan PSP tersebut.

 

“KODOK SIALAAANNN!! CINA SIPIITTT!! AWAS LOEE!!!”geram Ify yang merasa dikerjain oleh Alvin. Ify pun memilih ke kamarnya saja biar tidak ada yang menganggunya lagi.

                                                            *****

            Alvin tertawa puas karena sudah berhasil mengerjai Ify. Karena dirinya sendiri sedang mencari bahan untuk di kerjain. Alvin masih tertawa-tawa sendiri di dalam mobil. Ia menjalankan mobilnya menuju rumah sakit ARWANA.

 

            Tak lama kemudian mobilnya sudah tiba di parkiran RS.ARWANA. Alvin pun segera masuk kedalam rumah sakit dan menanyakan ke resepsionis dimana kamar mama sivia. Setelah mendapatkan nomer kamarnya Alvin segera menuju kesana.

            Alvin perlahan membuka pintu kamar tersebut. Dan di dapatinya seorang gadis manis degan rambut pendeknya. Ia sedang duduk di sofa dengan wajah yang lelah. Gadis tersebut memainkan remote mencari channel yang bagus di televisi yang sedang menjadi pusat kedua matanya.

 

“Via . . “panggil Alvin dari ambang pintu dan menyadarkan gadis ini.

 

“kak Alvin ??”kaget Sivia.

 

“Masuk aja kak”lanjut Sivia. Alvin pun mengangguk dan masuk kedalam. Mama Sivia sendiri sedang istirahat.

 

“Loe baik-baik aja kan ?”

 

“yang sakit mama gue kak bukan gue”ujar Sivia polos. Alvin nyengir gak jelas. Ia pun duduk di samping Sivia.

 

“Oh iya yah hehehhe”

 

“Kak Alvin ngapain kesini ?”

 

“Mau jenguk mama loe sama jenguk anaknya “

 

“jenguk gue ? emang gue kenapa??”

 

“yah gak apa-apa vi. Pingin aja ketemu sama loe”jujur Alvin. Sivia hanya ngangguk-ngangguk saja.

 

“Oh”Jawab Sivia santai. Ia pun terfokus dengan ponselnya lagi.

 

“Mmm. . Vi  . .”panggil Alvin dengan nada yang canggung.

 

“Kenapa kak??”sahut Sivia tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.

 

“Gak jadi deh “cengir Alvin. Sivia yang merasa ada yang aneh dengan cowok ini langsung menatap Alvin heran.

 

“Loe kenapa sih kak?”

 

“Gak apa-apa sih Vi. Gue Cuma ngerasa kita kayaknya canggung banget”

 

“Canggung? Masak sih?? Kak Alvin aja kali yang ngerasa kayak gitu”

 

“Iya kali ya hehehe”Alvin malah garuk-garuk kepalanya gak jelas. Sivia yang melihat tingkah Alvin seperti itu langsung terkekeh pelan.

 

“Loe sebenarnya mau ketemu gue kan?”

 

“Iya Vi”

 

“Udah ketemu kan sekarang”

 

“Iya Vi”

 

“terus ??”

 

“gak tau Vi hehehe”Entah kenapa Alvin menjadi cowok paling bodoh di dunia. Ia bagaikan berhadapan dengan Seorang cewek yang baru ia kenal dan ia sedang jatuh cinta setengah mati dengan cewek tersebut.

 

“Sivia kangen sama kak Alvin”ujar Sivia tiba-tiba dan membuat Alvin membelakakan matanya. Ia kaget sekali.

 

“loe kangen sama gue >?”tanya Alvin mencoba memastikan. Ia menunjuk tanganya kearah dirinya sendiri.

 

“Iya”jawab Sivia dengan mantap.

 

“Sumpah loe kangen sama gue ??”

 

“Iya kak Alvin “jawab Sivia yang gemes juga dengan kelakuan Alvin hari ini.

 

“Gue malah kangen dan kangen banget sama loe vi “

 

“hmm .”dehem Sivia. Keadaan menjadi hening sejenak.

 

“Mmm. Kalau kita balikan gimana/?”

 

“Hah??”kaget Sivia. Alvin langsung merutuki sendiri ucapannya barusan. Dan benar saja Sivia menatpnya dengan tatapan entah tak bisa dijelaskan saat ini.

 

“Sorry sorry Vi”sesal Alvin. Sivia diam sejenak.

 

“Gue tau kok kak. Loe ingin kita kayak dulu kan ?? Loe pingin hubungan kita kembali saat gue jadi pacar loe dulu kan??”Alvin menganggukkan kepalanya perlahan. Mengiyakan ucapan Sivia barusan.

 

“Belum sekarang kak. Gue masih belum mau pacaran dulu”

 

“gak apa-apa kok Vi. Gue bakalan nunggu loe sampai loe mau pacaran. Sumpah deh”ujar Alvin langsung mencoba menyakinkan gadis didepannya ini.

 

“Beneran ??”

 

“Iya beneran deh. Gue akan tungguin loe sampai mau pacaran. Kapanpun deh”

 

“hahahah. Ada-ada aja sih loe kak. Tapi . .. . “

 

“Tapia pa Vi ??”

 

“Kalau seandainya gue udah pingin pacaran tapi gue pingganya  bukan sama loe gimana ??”

 

“Hah? Maksudnya ??”kaget Alvin. Sivia langsung puny aide jahil untuk mengerjai cowok di depannya ini.

 

“Yah gitu. Siapa tau aja ada cowok yang suka sama gue terus gue juga sama dia. “perjelas Sivia. Raut wajah Alvin langsung berubah 180 dearajat. Ia membungkam bibirnya. Sivia melirik kea rah Alvin. Dan dilihatnya Alvin hanya diam saja dan seperti sedang berfikir.

 

“Gue pulang dulu Vi”pamit Alvin langsung.

 

“Eh??”kaget Sivia. Alvin pun langsung ngeluyur keluar dari ruang kamar rawat mama Sivia dan berjalan dengan begitu cepat. Sivia jadi takut sendiir.

 

“Mampus kalau orang itu marah ?? aduuhhh .”cemas Sivia.

 

“Tau Ah. . gue juga Cuma bercanda doang. Entaran aja deh gue jelasinnnya ke dia”serah Sivia ke dirinya sendiri. Ia pun memilih menonton Tv kembali., Namun fikiranya masih tak konsen. Di otaknya saat ini hanya terfikirkan nama Alvin saja.

2 jam kemudian. . .

 

            Sivia menggobrak-abrik rambutnya sendiri. Sedari tadi ia takut sendiri Alvin marah kepadanya. Entah mengapa ia begitu merindukkan sosok itu dan ingin seklai dekat dengan cowok itu. Ide gilanya tadi membuatnya jadi gila sendiri dan kena batunya sendiri.

 

“lebih baik gue telfon dia deh “serah Sivia dan mengeluarkan ponselnya.

 

DRTTDRTTT

 

“eh . . “kaget Sivia. Malah bukan dia yang menelfon Alvin. Melainkan Alvin yang menelfon Sivia.

 

“Loe bisa gak temuin gue di depan rumah sakit?”

 

“Hah??”kaget Sivia.

 

“gue tunggu dibawah cepetan”ujar Alvin dengan suara yang menyeramkan dan memaksa. Sambungan telfon dari Alvin sudah terputus. Sivia jadi binggung sendiri namun semakin cemas. Tanpa fikir panjang ia pun keluar dari kamar rawat mamanya yang berada di lantai bawah.

 

           Di sepanjang jalan keluar menuju pintu keluar rumah sakit. Sivia melihat ada keanehan dengan rumah sakit ini. Karena rumah sakit ini terasa sepi seklai. Padahal jam dinding masih menunjukkan pukul 8 malam.

 

“Kak Sivia ya ??”tanya Seorang anak kecil berumur 7 tahun. Anak kecil ini begitu cantik dan lucu sekali.

 

“Iya”jawab Sivia dengan bingung. Anak kecil tersebut langsung memberikan sebuah balon kepada Sivia.

 

“Dari pangeran sang super ganteng”ujar anak kecil ini seolah-olah memang dia megangumi sosok pangeran itu.

 

“Pamgeran ??”binggung Sivia. Namun belum sempat ia menanyakan kembali ke anak kecil itu. Gadis kecil itu sudah berlari dengan cepat. Sivia pun semakin binggung.

 

            Sivia kembali berjalan dengan tangan yang membawa balon tersebut. Tak lama kemudian gadis kecil itu kembali lagi. Namun saat ini ia kembali dengan menggandeng Seorang anak cowok yang seumuran dengannya. Anak cowok tersebut pun begitu manis sekali. Wajahnya layaknya model.

 

“Ihh lucunyaa . .”gemes Sivia. Kedua anak kecil itu menghampiri Sivia.

 

“Kak Sivia ini dari pangeran ganteng”ujar cowok tersebut. Dan memberikan setangkai bunga mawar putih kepada Sivia. Dengan senang hati Sivia menerimanya.

 

“Pangeran ganteng siapa adek ??”tanya Sivia

 

“ada deh. . “serempak kedua anak kecil tersebut. Lantas berlari pergi dari hadapan Sivia dengan tingkah laku yang lucu sekali. Sivia semakin binggung. Kini ia sudah berdiri di ruangan resepsionis. Tepatnya di ruang tunggu. Dan benar saja ada yang aneh saat ini. Ruangan ini begitu sepi. Meskipun lampu masih menyalah dengan terang.

 

DREEEEPPP

 

“Eh . . .”kaget Sivia, karena tiba-tiba saja lampu di ruangan ini mati seketika. Sivia jadi parno sendiri saat ini.

 

“Ini lampu mati atau gimana sih ?? baru tau gue rumah sakit ini serem banget”serah Sivia. Ia pun langsung berjalan menuju pintu keluar rumah sakit. Namun baru saja SIvia ingin membuka pintu tersebut. Namun pintu tersebut sepertinya dikunci. Sivia sama sekali tidak bisa membukannya.

 

“Lohhh.  . lohh. . . loh . . . “binggung Sivia. Ia mencoba membukannya lagi. Namun percuma saja. Pintu masih tetap tak bisa terbuka

 

“ADUUUHHH. BUKA DONG!!!”teriak Sivia. Ia jadi ketakutan sendiri. Jujur ia merinding hebat. Karena keadaan rumah sakit yang sepi. Dan bau obat-obatan begitu menyenggat di hidung.

 

“Bukaaiiinn donggg!!! Arghsss !!!!”teriak Sivia ketakutan. Dan tiba-tiba. . .

 

Bersambung . . .

 

Makasihh udah baca part 50. Ayoo tetap selalu like FP DEVIL ENLOVQER guys😀 Semangaatt semangatt semuanyaa😀 Ayo promosiin DELOV yaa😀 makasih

           

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s