DEVIL ENLOVQER – 51 ~I Will Wait For You ~

Ini part 51 nya semangat yaa buat baca . terus baca jangan lupa Like dan Commenta ditunggu. Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin. Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . 

 

Minta bantuan LIKE FP DELOV YA “ m.facebook.com/DevilEnlovqer?ref=stream&refid=17&_ft_=fbid.526136394072619

 “ Yang suka baca DELOV dan pembaca setia DELOV wajib LIKE FP ini. Plis banget yaa makasih😀

 

DEVIL ENLOVQER – 51

~I Will Wait For You ~

 

            Sebuag televise plasma besar yang berada dia tas menempel dinding tembok ruangan ini menyala dengan sendirinya. Sivia langsung kaget dan membalikkan badanya menatap televise tersebut.

            Ini adalah kenangan kita. Kenangan yang paling terindah dan tidak akan pernah terlupakan.

 

            Sivia membaca setiap kata yang terdapat pada layar televisi itu. Jujur ia masih binggung dan tak mengerti sama sekali sebenarnya ada apa.

 

            Aku sayang kamu. Dan selamanya pun akan sayang kamu Sivia. I love you

 

            Sivia membelakakan matanya. Ia dibuat Syok karena namanya yang tertera disana. Dan ia sendiri binggung tak tau harus apa saat ini. namun matanya masih tetap memperhatikan televisi tersebut.

            Dan sebuah lagu pun terdengar dari televisi itu. Sebuah lagu yang berjudul “Wait For you” dengan sebuah foto besar terpampang disana. Sivia langsung menutup mulutnya tak percaya. Kini ia tau siapa yang merencanakan semua ini.

 

            Lagu pun terus berputar dengan merdunya. Dan foto-foto yang berada disana pun perlahan bergant-ganti. Dimana Foto yang membuat ingatan Sivia berputar-putar mengingat semuanya.

I never felt nothing in the world like this beforeNow

I’m missing you and I’m wishing that you would come back through my door

Why did you have to go? You could have let me know

So now I’m all alone,

 

            Yah itu semua adalah foto dirinya dan Alvin. Dulu saat mereka pacaran. Foto mereka berdua saat Alvin menyatakan cintanya di ulang tahunnya. Foto saat mereka sedang jalan berdua, Foot mereka berada di mobil, Foto saat Alvin dengan hangatnya memeluk Sivia. Dan banyak foto lainnya. Semuanya ditunjukkan dalam layar tersebut.

            Dan entah menagapa Air mata Sivia perlahan jatuh dengan sendirinya. Ia merasa tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh Alvin. Dan ia semakin merindukkan sosok tersebut.

            Lagu masih terus saja berputar. Dan semakin banyak foto-foto yang begitu mengingatkan sivia akan sosok Alvin dan saat dulu masa-masa ia pacaran dengan Alvin. Sivia menghapus air matanya.

Girl you could have stayedbut you wouldnt give me a chance

With you not around it’s a little bit more then I can stand

And all my tears they keep running down my face

Why did you turn away?

 

So why does your pride make you run and hide?

Are you that afraid of me?

\But I know it’s a lie what you keep inside

This is not how you wanted to be

               

            Dan foto tersebut berubah menjadi sebuah lirik dari terusan lagu ini. Yah lagu ini sangat menggambarkan sekali perasaan kedua ingsan ini. Saling menunggu untuk sebuah perasaan yang sama-sama mereka miliki.

 

So baby I will wait for you

Cause I don”t know what else I can do

Don’t tell me I ran out of timeIf it takes the rest of my life
Baby I will wait for you

If you think I’m fine it just aint trueI really need you in my life

No matter what I have to do I’ll wait for you

           

                       

 

            Pintu keluar rumah sakit pun terbuka lebar dengan sendirinya. Dan kali ini Sivia langsung menatap keluar ke arah halaman luar rumah sakit. Dimana kedua anak kecil tadi langsung mengandeng Sivia. Sivia yang masih kaget mengikuti saja kedua anak kecil ini.

            Sivia tersenyum dengan perasaan yang tak bisa digambarkan lagi. Ia tau bahwa Alvin selalu penuh dengan kejutan. Seperti saat ini. Dimana dihalaman diramaikan oleh banyak pasien-pasien dan para dokter serta perawat. Mereka semua membawa balon dengan nama Alvin dan Sivia. Dan juga bunga mawar putih bunga kesukaan Sivia.

 

“Alvin mana ??”batin Sivia yang sama sekali tak melihat sosok itu.  Dan tak lama kemudian seseorang menepuk bahu Sivia dari belakang.

 

“Ehh. . “entah sudah berapa kali Sivia dibuat kaget akan hari ini. Ia langsung membalikkan badanya menghadap kebelakang dan menemukan sosok yang ia cari sedari tadi.

 

“Kaget ???”ujar Alvin dengan suara menggoda. Sivia diam tak bisa mengucakan kata apapun saat ini. Dan saat itu juga ia langsung menangis. Yah, dari dulu Sivia memang cenggeng. Inilah Sivia yang semua orang suka. Sivia yang lebut Sivia yang selalu tegar saat dimana ia mengalami masalah. Dan Sivia yang baik dengan semua orang.

 

“Jangan nangis . . “Alvin langsung menarik Sivia dalam pelukannya. Tangisan Sivia semakin kencang. Membuat semua orang di halaman depan bertepuk tangan terharu.

 

“Makasih yaa semuanyaa. Sekarang kalian boleh masuk kok. Makasih banyak maaf ganggu”ujar Alvin berteriak kepada orang-orang yang membantunya tersebut.  Dan tentu saja untuk membuat kejutan seperti ini tidaklah muda. Dan seperti biasa Alvin harus meminta bantuan kepada Ify sebelumnya.

 

“Udah Ah nangisnya . .”serah Alvin dan melepaskan pelukannya. Ia segera menghapus air maya gadis ini. Alvin mengusap lembut pipi chubby Sivia.

 

“Loe tuh ya . . . “

 

“Kenapa?? Masih mau berkata  lagi kalau loe bakalan suka dengan cowok lain selain gue ???”

 

“Ayo kalau berani loe katain sekali lagi”tantang Alvin. Namun Sivia hanya bisa menggeleng dengan isakan-isakan kecil yang masih terdengar.

 

“Loe akan tetap jadi Sivia yang paling manis. Dan paling lembut. Sivia yang menjadi dirinya sendiri oke ??”

 

“Hmm. . . “

 

“Dan saat ini gue gak akan ngajak loe balikan. Gue akan nungguin loe sampai loe sudah mau nerima gue lagi. Gue gak akan maksa loe  Vi. “

 

“Iya kak. Makasih “

 

“Sekarang jangan nangis lagi ya “

 

“Gue ada hadiah buat loe”ujar Alvin. Dan mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya. Sivia menatp kotak tersebut dengan penasaran.

 

“Buka aja “suruh Alvin. Sivia pun menerimanya dan lantas membuka kotak tersebut.

 

“OH MY GOD”kaget Sivia melihat isi dari kotak tersebut.  Mata Sivia hanya bisa membelakak lebar dengan mulut menganga. Dimana isi dari kotak tersebut adalah kalung pemberian dari Ify saat ulang tahun sivia dulu dan terpaksa Sivia jual.

 

“Kak?? In. . in . . .”

 

“Iya. Itu kalung hadiah dari ify kan> dan loe sayang banget kan sama kalung itu ??”

 

“Buat Sivia ??”

 

“Iyalah . “Sivia pun langsung memeluk Alvin begitu erat sekali. Ia sangat senang dan bahagia sekali malam ini.

 

“Kak makasih. Makasih banyaak. Sivia suka banget. Sivia senang banget malam ini. kak makasih . . “cerocos Sivia saking senangnya.

 

“HEYYY BODOHH!!!”teriakan seorang gadis dari belakang langsung membuat Sivia membalikkan badanya. Sivia kenal sekali dengan suara ini.

 

“IFY ??”kaget Sivia melihat ify disana.

 

“Usok dramatis loe ahh. Makasih doang sama Alvin ? gak sama gue juga ??”Sivia mengernyitkan keningnya.

 

“Makasih buat ??”tanya Sivia binggung kepada Alvin.

 

“Sebenarnya kalung itu bukan dari gue hehehe “

 

“Tapi dari Ify hehehe”cengir Alvin dan langsung mendapat tatapan tajam dari Sivia.

 

“tapi kan Vi gue buat kejutan ini. Susah tau ngerayu semua orang di rumah sakit”ujar Alvin mencari pembelaan.

 

“Hahahaha iya iya kak. Sivia juga makasih banget sama kak Alvin”ujar Sivia dan menyunggingkan senyumannya membuat Alvin melegah. Sivia berjalan menghampiri Ify yan menatpnya dengan senyum kelegaan.

 

“Ngapain loe ngasih ini lagi ke gue ??”tanya Sivia binggung

 

“Gak apa-apa. Itu milik loe kan? Dan selamanya harus jadi milik loe”Sivia menundukkan kepalanya sejenak. Menahan agar ia tak menangis lagi.

 

“Loe kenapa sih baik banget sama gue Fy ?”

 

“Karena gue gak jahat sama loe”jawab Ify santai.

 

“gue serius tanyanya”renggek Sivia.

 

“Kebaikan gue gak berbanding dengan kebaikan loe yang sudah mau jadi teman gue satu-satunya di dunia ini. Ngerti??”

 

“tap . .. “

 

“Udah gak usah tanya lagi. Cepet pakek sana”suruh Ify. Sivia pun menganguk dan segera memakai kalung tersebut.

 

“Mana bayaran gue ??”tagih kepada Alvin. Alvin malah nyengir-nyengir gak jelas.

 

“Bayaran apaan ?”binggung Sivia yang memang tak mengerti.

 

“yaiyalah. Yang buat rencana aneh ini siapa?? Yang minta izin sama pihak rumah sakit siapa ? dia mah enak nyuruh-nyuruh doang”omel Ify.

 

“Yaelah Fy. Seklai-kali baik kek sama gue. Hehehe”cengir Alvin tak jelas.

 

“udah sana loe berdua keluar kek jalan-jalan kek kemana aja deh. Biar mama loe gue yang jaga Vi”ujar Ify.

 

“beneran ?”serempak Alvin dan Sivia barengan

 

“Iya sekali ini saja. Gue lagi baik hati soalnya”

 

“Loe tambah cantik Fy sumpah. Pantes Rio suka banget sama loe “ujar Alvin antusias. Namun malah dapat tatapan tajam dari ify.

 

“loe berdua cepat pergi atau gue berubah fikiran??”sinis Ify.

 

“Jangan-jangan Fy. Ayo vi”alvin pun segera mengandeng tangan Sivia dan segera pergi dari hadapan Ify. Ify melihat Sivia yang sudah kembali tersenyum, Sivia yang sudah kembali menjadi dirinya . ia merasa sangat senang sekali. Entah mengapa ada kebahagian sendiri didalam dirinya. Meskipun sifat dinginya sifat kerasnya melebihi apapun namun di sisi lain ia memiliki hati yang begitu lembut dan baik sekali.

 

            Ify pun memilih untuk masuk ke dalam rumah sakit. Ia menuju ke kamar rawat mama Sivia. Toh hari ini ia sedang bad mood dirumah. Karena sedari tadi pagi rio sama sekali tak menghubunginya.

                                                                        *****

            Iqbal selesai membersihkan barang-barangnya. Ia memasukkan semua barang-baranya yang berhubungan dengan Wilona. Inilah keputusan iqbal. Ia akan mencoba untuk membuka lembaran baru. Karena inlah yang diinginkan oleh Wilona sendiri.

 

“Bi.. Bi .. “panggil iqbal.. Bi Ina pun langsung menghampiri kamar Iqbal

 

“Iya den ada apa>?”

 

“tolong bawa semua kardus ini ke gudang ya “

 

“Oh iya den iya ,”setelah itu Iqbal memilih untuk keluar menuju ruang tamu. Ia tau sang kaka sedang keluar dan tidak tidur dirumah hari ini. Iqbal menuruni tangga dengan langkah gontainya. Sesampainya di ruang tamu ia lantas duduk di sofa dan menyenderkan tubuhnya. Ia melihat PSP putihnya yang tergeletak begitu saja.

 

            Mata Iqbal tertuju pada kalender yang ada di dinding rumah. Ia langsung melototkan matanya.

 

“Tanggal 3??”kaget iqbal sejadi-jadinya

 

“MAMPUS!!”teriak Iqbal begitu kencang.  Sampai Bi Ina yang mendengar teriakan iqbal jadi panik sendiri. Dan beberapa bodygart rumah iqbal pun langsung menghampiri Iqbal.

 

‘Kenapa den? Ada apa?”tanya ke tiga bodygart ini. 

 

“gak ada-apa/. Gue Cuma kaget aja. Loe semua kembali ke depan aja”suruh iqbal kepada para bodygart itu. Kini giliran Bi Ina yang menghampiri majikan kecilnya ini.

 

“Den iqbal kenapa kok teriak-teriak??”tanya Bi Ina dengan sopannya,

 

“ Bi ini tanggal 3 kan??”

 

“Iya den”

 

“Bibi gak ingat ??”

 

“Ingat apa yah den ??”

 

“ya ampun bi. 3 hari lagi ultah kak ify tauu .. “

 

“ya ampun iya ya den. Bibi baru inget . “

 

Kita harus siapkan pesta kejutan Bi”

 

“beres den. Nanti bibi siapkan deh. Bibi suruh semua pembantu disini ngasih kejutan juga”

 

“Sipp Bi. Iqbal nanti juga bilang sama teman-teman kak ify deh. “

 

‘Sama den Rio juga den”

 

“Pastinya dong. Tenang aja Bi. Ini bakalan jadi Sweet Seventeen kak ify yang gak pernah ia lupakan “serah Iqbal sambil membayangkan kejutan yang akan nantinya ia berikan kepada kakanya.

 

“Oh ya bi. Kardusnya udah dipindahin ?”

 

“Udah kok den”

 

“Oke makasih ya Bi. Bibi kembali ke kamar aja. Lagian juga kak Ify gak ada dirumah. Jadi gak ada yang ngerusuh Bi tenang aja”

 

“Iya den “Bi Ina pun kembali ke belakang. Iqbal mengeluarkan ponselnya dan kembali duduk. Ia langsung memencet tombol hijau pada ponselnya mendandakan Iqbal sedang menghubungi seseorang.

 

“Ada apa Bal ??”suara orang disana langsung membuat Iqbal tersenyum senang. Ia menghadapkan ponselnya ke depan wajahnya. Ia sedang menggunakan video Call. Dan gambar orang yang sedang ia telfon pun tampak jelas di layar ponselnya.

 

“Pa . Papa ingat kan sebentar lagi hari apa ??”

 

“Hari ibu ??”jawab orang tersebut dengan santai yang tak lain adalah Mr.Bov

 

“Ahh upay loe pay “

 

“HEH?? Apaan tuh Upay ??”

 

“Udah lupakan,. Sebentar lagi itu ultah kak Ify pa. Ya ampun masak lupa”

 

“Oh iya papa inget dong. Mangkanya tadi papa nelfon kamu tapi kamunya gak ngangkat-ngangkat”

 

“Sorry pa biasa orang sibuk”

 

“Sibuk apaA? Sibuk pacaran ??”

 

“HEH?? Apaan itu pacaran ??”ujar Iqbal sok gak tau dan menirukan gaya papanya tadi. Membuat papanya terkekeh sendiri.

 

“Papa pulang ke indonesia ??”

 

“Enggak bisa bal. Tapi papa sudah siapkan hadiah buat kakakmu . Mungkin dimalam ulang tahunnya kadonya langsung datang di rumah”

 

“Apaan Pa kadony ??”tanya Iqbal penasaran.

 

“Anak kecil gak perlu tau”

 

“Gak asik loe pa”

 

“Apa kamu bilang tadi ?? hah?”

 

“Amnpun pa ampun hehhehe”

 

“Dirumah ngadain pesta ??”tanya sang Papa

 

“Ngadain dong. Nanti Iqbal buat pesta kejutan . Boleh kan Pa??”

 

“Iya  boleh asal gak aneh-aneh aja”

 

“Mmm. Satu lagi Pa . “

 

“Apa?”

 

“kan Iqbal masih kecil nih Pa . . “

 

“terus ??”

 

“Belum kerja juga Pa .. “

 

“Lalu??”

 

“Jadi kan Iqbal gak punya uang pa . “

 

“Hmm??”

 

“Kan Iqbal mau ngasih kado spesial buat Kak Ify. “

 

“Terus kamu mau minta uang sama Papa? Sama aja dong papa yang ngasih kadonya”

 

“Ayolaah Pa . Sekali ini aja . yah yah. . “

 

“Emang kamu mau ngasih apaan ?”

 

“Kasih PSP pa “jawab Iqbal dengan bangganya.

 

“PSP?? “kaget sang Papa

 

“Iya pa. Biar kak Ify gak nyuri PSP iqbal terus. Biar dia punya sendiri gitu”

 

“oke . Papa kasih uangnya tapi itu motong uang jajan kamu”

 

“Yah yah Pa. Upay loe pa. Gak asik sumpah. Tambah tua loe Pa. Sumpah loe jahat amay loe pa. Sumpah. Sumpah .. “Iqbal mulai mengalay gak jelas., Mr.Bov terkekeh melihat protes keras dari anaknya ini.

 

“hahaha yasudah. Nanti papa transfer di rekening kamu. Sukses buatkejutannya salam buat kakakmu”

 

“Siap boss. Udah dulu pa . Iqbal masih ada kerjaan”

 

“Kerjaan apaan ??”

 

“Biasa”

 

“Biasa apaan ??”

 

“Orang tua mau tau ajaa. Tua tua aja deh . Bye bye papa muaachhh . . “ Iqbal langsung menutup sambungan Video callnya dengan tertawa lebarnya. Ia tau pasti papanya saay ini sedang mengumpati dirinya yang durhaka sekali.

 

“HAHAHAHAHAHA”tawa Iqbal begitu kencang. Dan benar saja ponselnya pun langsung berdering menandakan ada sebuah pesan masuk. Dan tak lain berasal dari sang papa.

 

From :Dady

YOU ARE SO  . . .. !!!! THANK YOU!!

 

“Hahahahahah”Iqbal kembali tertawa melihat isi pesan dari papanya. Ia pun tak berniat untuk membalasnya. Baginya papanya adalah sahabatnya sendiri. Yang akan selalu ada buatnya. Dan tentu saja sang papa sudah hafal dengan  sifat anak-anaknya.  Iqbal selalu bersykur mempunyai papa seperti Mr.Bov.

 

            Namun ponsel Iqbal kembaali berdering. Namun itu bukan pesan dari Papanya lagi. Melainkan sebuah pesan dari gadis yang baru-baru ini telah resmi menjadi kekasihnya.

 

From : My Love

Terima kasih tadi. Dan aku akan tetap menunggu kamu sampai kamu bisa nerima aku tanpa terpaksa.

 

            Iqbal menyungingkan segaris senyum di bibirnya. Ia tak ada niatan untuk membalas pesan tersebut. Ia langsung memasukkan kembali ponselnya dan langsung memainkan PSP. Nya. Hari ini otaknya sudah terasa panas dan saatnya untuk refleshing buat dia.

 

“Maaf ya PSP loe harus gue anggurin akhir-akhir ini. “serah Iqbal dan mulai menyalakan PSP.nya .

 

“Sorry loe harus ada ditangan prang gak bener seperrti kak ify. Kasihan banget ya Loe”

 

“Andai loe bisa ngoming PSP . Gue pacaran aja deh sama loe. Cewek bikin otak gue pusing . jadi loe enak kali ya . Gak ngapa-ngapain”

 

“Eh tapi gak enak juga deng jadi loe. Dipencet-[penct di raba-raba hahahaha”Iqbal malah jadi mengambigu sendiri. Lantas Iqbal pun kembali asik bermain PSP.nya.

                                                            ****

                                                21.00 Cafe Lughus

 

            Alvin dan Sivia sudah selesai makan. Mereka meminum minuma mereka dalam keheningan. Sedari tadi memang tak ada yang bicara. Mungkin kedua anak ini memang sedang lapar.

 

“Oh ya kak. 3 hari lagi ulang tahun Ify loh”

 

“Iya kah ?? pesta dong “

 

“Ify gak bakalan setuju. Dia kalau ultah gak pernah dirayain ?”

 

“Kenapa ??”

 

“Begitulah seorang Alyssa saufika Umari.  Tapi gue salut banget loe sama dia”

 

“Gue juga”

 

“Dia emang sih ganas, dingin, perkataanya menyayat hati. Tapi disisi lain dia gadis yang baik, cantik , lembut , dan sederhana. Iya kan?”

 

“Iya gue setuju kecuali yang lembutnya gue gak setujju Vi”jujur Alvin dan dibalas kekehan ringan dari Sivia.

 

“gak ada yang nyangka kan kalau dia anak orang millyader kaya. Tapi kehidupannya sederhana banget. Dia juga selalu mentingin orang yang ada disekitarnya daripada dirinya sendiri

 

“Loe kayak udah kenal ify banget ya Vi??”

 

“jelas dong. Kan gue dari kelas 1 SMP sahabatan sama dia . Soalnya dia gak punya teman lagi sih. Eh bukan gak punyateman tapi dia ga mau temenan sama orang lain selain gue”

 

“Serius ?”

 

“Iya. “jawab Sivia sambil menganggukan kepalanya.

 

“terus ? kita ngasih kejutan gitu ke Ify?”

 

“Betul banget. Gue biasanya ngasih kejutan sama Iqbal. Nanti kita bareng-bareng aja ngasih kejutannya.

 

“Oh gue inget. Pantesan tadi Si Rio nanya sekarang tanggal berapa. Dan kayaknya kaget gitu “

 

“Sekalian tuh ajak kak rio”

 

“Oke sip. Kita harus kasih kejutan yang spesial buat dia”

 

“mmm. Kak besok bisa nganterin Sivia ke rumah Sivia  gak ?”

 

“Rumah kamu kamu??”kaget Alvin.

 

“Iya . “

 

“emang mau ngapain ??”

 

“Ketemu sama Papa?”

 

“Papa kamu udah di indonesia ??”

 

“Oh iya ya . Sivia gak tau sih. Tapi di coba aja. “

 

“Oke. Jam berapa ??”

 

“Pago jam 10.an aja deh. Kakak gak ada kuliah kan ??”

 

“Gak ada kok. Ini hari tenang. Soalnya mungkin minggu depan udah ujian”

 

“Sipp deh makasih kak “

 

“Iya sama-sama cantik”

 

“Loe balik ke rumah sakit ?”tanya Alvin . Sivia menjawab dengan anggukan.

 

“Gak enak gue sama Ify selalu ngerepotin tuh anak. “

 

“Yaudah langsung balik gak nih ??”

 

“Langsung balik aja deh kak”Ajak Sivia. Alvin pun menurut saja ucapan Sivia. Mereka berdua pun segera beranjak dari sana. Setelah Alvin membayar makananya mereka berdua menuju ke mobil.

 

            Alvin segera menjalankan mobilnya. Selama di dalam mobil hanya suara alunan lagu dari Jason Mraz yang terdengar. Memang Alvin adalah penggemar dari jason Marz. Alvin mengendarai mobilnya dengan santai.  Sivia pun sibuk menatap keluar jendela.

            Diam-diam Alvin melirik ke arah Sivia. Ia tersenyum melihat Sivia yang sudah kembali seperti dulu. Dan senang sekali akhirnya hubungannya dan Sivia bisa membaik lagi. Perlahan Alvin meraih tangan Sivia. Dan langsung menggengam tangan tersebut dengan erat.

 

“Eh . “kaget Sivia dan langsung menoleh ke arah Alvin. Namun Alvin malah pura-pura seperti tidak terjadi apa-apa. Sivia hanya tersenyum dan mebiarkan saja tangannya di pegang oleh Alvin. Mungkin hanya ini yang bisa ia lakukan untuk membalas kebaikan alvin yang sellau tulus mencintainya.

 

“Gue kangen kayak gini lagi”ujar Alvin memecah keheningan.

 

“Loe gimana ?”tanya Alvin ke Sivia.

 

“gak tau. May be Yes . May Be No “

 

“Bilang Iya aja susah amat “gumel Alvin dan membuat Sivia tertawa sendiri. Dalam hatinya memang ia sangat merindukan keadaan dirinya berdua dengan Alvin. Dimana Alvin selalu bersikap romantis kepadanya.

 

“Iya iya , Udah puas kan ??”

 

“Ikhlas amat tuh neng kata-katanya  “sindir Alvin dan membuat Sivia gemes sendiri.

 

“Iya kak Alvin. Sivia juga kangen kok kayak gini”ujar Sivia dengan penuh kesabran. Dan membuat Alvin tersenyum senang.

 

“Kalau sama gue ? kangen gak ?”tanya Alvin dan membuat Sivia terbungkam seribu bahasa.

 

“Kok diem ?”

 

“Mmm. . . . “

 

‘Kangen gak ya ??”goda Sivia.

 

“Yaelah. Pakek kayak gitu. Udah gak usah dijawab gue tau kok jawabannya “

 

“Emang apaan ?”

 

“Pasti kangen banget dong”

 

“Pedeee gilaaa”sahut Sivia langsung dengan wajah tak enak.

 

“Bukan pede Vi tapi kenyataan “

 

“Buktinyaa ?”

 

“beneran nih mau bukti ??

 

“Iya dong “ujar Sivia tak terima dengan ucapan Alvin yang kepedean.

 

“Sumpah ?”

 

“Iya “gereget Sivia

 

“Gak nyesel nih kalau aku kasih buktinya . “

 

“Hmmmm . .”

 

“Oke . Dan buktinya adalah . . . . . . . “

 

CUUPPP

 

            Dengan gerakan cepat Alvin mencium pipi kanan Sivia. Alvin kembali fokus menyetir dengan senyuman yang tak bisa diartikan perasaanya sekarang. Sivia terdiam cukup lama. Ia merasakan jantungnya tak karuan. Bahkan dapat dirasakannya pipinya saat ini memanas karena malu.

 

“Tuh kebuktikan”ujar Alvin dan membuat Sivia hanya senyum-senyum gak jelas.

 

“Gue akan pelan-pelan buat loe percaya lagi sama gue Vi”ujar Alvin mulaiu serius.

 

“Gue akan coba asal loe selalu jujur sama gue kak”

 

“Pasti. Gue selalu jujur sama loe. Tidak ada yang gue sembunyiin apapun dari loe”

 

“Masak ??”

 

“Iya beneran, “

 

“Bentar deh. Ada yang mau gue tanyain dari dulu. Mumpung gue inget “

 

“apaan ?”tanya Alvin balik

 

“Mantan Kak Alvin ada berapa ??”Alvin yang ditanya seperti itu langsung berekspresi seperti orang goblok.

 

“Mantan ??”

 

“Iya mantan. Ada berapa ??”

 

“Berapa ya ? 3 kalau gak salah”

 

“Jangan Bohong”

 

“4 deh iya 4  seingatku”

 

“Kak Alvin bohong dosa loh ya”

 

“Berapa ya vi ? 6 yah kayaknya ?”

 

“HAH?? 6 banyak amaatt ??”kaget Sivia.

 

“Tapi itu cinta monyet tau. Karena dulu kan gue suka sama Shilla. tapi Shillanya gak suka sama gue. Jadi gue pacaran sama mereka Cuma buat ngehilangin perasaan gue ke Shilla dan ternyata gak bisa sampai gue ketemu sama loe”

 

“Itu cerita ngarang abis deh kedengarannya”

 

“Sumpah serius serius Vi. Gue gak bohong”

 

“Sampai sekarang masih ada rasa ke kak shilla??”

 

“Rasa apa dulu??”

 

“Cinta ??”

 

“Kalau Cinta gue hanya cinta ke 2 orang. Mama gue dan Loe. Kalau sayang ke semuanyalah. “jawab Alvin dan membuat Sivia tersenyum senang.

 

“Kenapa kakak suka sama gue sampai kayak gini?kakak kan artis di kampus Banyak kan cewek yang ngejar-ngejar kakak”

 

“kata Siapa ? Fitnah. Yang ada Rio tuh yang artis “

 

“Aelah pakek ngeyel lagi. Banyak sumber”

 

“Pasti Shilla”

 

“tau aja “

 

“Gak tau. Gue tertariknya Cuma sama Lo doang”

 

“Gombalnya bang gak nahan “sindir Sivia dan membuat Alvin ketawa sendiri.

 

“Gue juga mau tanya sesuatu. Tapi loe jawab jujur”:Kinui giliran Alvin yang mulai serius. Sivia pun ikut serius.

 

“Loe .. ..”

 

“Gue gak pernah pacaran kok kak. Loe pacar pertama gue”jawab Sivia sebelum Alvin melontarkan pertanyaanya. Alvin pun langsung menepok jidat.

 

“Kalau itu gue tau Vi. “

 

“Oh gak tanya itu ya ka??hehehe”cengir Sivia.

 

“Enggak”

 

“terus mau nanya apa ?>?”

 

“Harga ayam penyet di gang depan perumahan loe berapa sekarang ??”kesal Alvin dengan wajah frutasinya. Sivia cekikan sendiri melihat Alvin yang seperti itu.

 

“Hahahaha. Iya iya gue gak nyelah lagi deh emang mau tanya apaan sih ??”kini Sivia mulai kembali serius. Alvin memasuki parikiran rumah sakit. Setelah itu ia memberhentikan mobilnya. Mereka berdua sudah sampai di rumah sakit.

 

“Loe masih cinta sama gue ?”pertanyaan Alvin membuat Sivia kembali terdiam. Ia melepaskan tangan alvin yang megenggamnya. Alvin terlihat kecewa sekali.

 

“Vi ??”Alvin memanggil Sivia kembali. Karena Sivia hanya diam saja. Jantung Alvin sudah tak karuan. Ia tkut jika Sivia sudah tidak mencintainya.

 

“Mmmmm. . . .”

 

“Mmmmm??”alvin mengikuti ucapan Sivia yang membuatnya tambah penasaran.

 

“Udah malam kak. Gue mau mas.  . “Sivia yang sudah melepaskan sabuk pengamannya lantas ingin membuka pintu mobil Alvin.

 

“Jawab pertanyaan gue dulu”ujar Alvin serius. Ia meraih tangan Sivia untuk menahannya agar tidak keluar. Alvin pun sudah mengunci pintu mobilnya agar tidak bisa dibuka oleh Sivia. Sivia meneguk ludah dalam-dalam. Kini Alvin menatapnya begitu tajam. Seolah memang minta jawaban darinya.

 

“Gue . . gue . .. “

 

“Hmmm??”

 

“Loe tau kok jawabannya”jawab Sivia dengan malu-malu. Ia lantas melepaskan tangan Alvin yang perlahan sudah mengendor. Alvin masih diam mencoba menyerna ucapan Sivia.

 

“gue tau jawabannya maksudnya ??”gumam Alvin pelan. Karena ia sendiri masih binggung dengan jawaban Sivia tadi. Sivia menatap ke Alvin yang masih binggung dan terlihat seperti berfikir.

 

“Kak bisa buka pintu mobilnya ?”pinta Sivia.

 

“eh iya vi . “kaget Alvin tersadar dan membuka pintu mobilnya. Sivia pun segera membuka pintu mobil Alvin.

 

“Vi . . “panggil Alvin lagi sebelum Sivia benar-benar keluar dari mobilnya.

 

“Apa??”

 

“Bisa loe perjelas jawaban loe gak ?”pinta Alvin penuh harap. Sivia menghalakan nafas panjangnya. Ia lantas menoleh kembali menatap Alvin yang juga menatpnya.

 

“Minta lebih diperjelas??”tanya Sivia. Alvin pun menganguk-anggukan kepalanya seperti anak kecil.

 

            Alvin hanya diam dan mamtung. Saat Sivia tiba-tiba langsung menarik kerah bajunya bahkan suatu hal yang tak pernah dibayangkan oleh Alvin. Dimana saat ini Sivia mencium bibirnya. Alvin merasakan bibirnya menempel dengan bibir Sivia. Alvin meneguk ludahnya dalam-dalam.  Ia bahkan tak berfikiran untuk memejamkan matanya. Atau pun bagaimana. Hanya perasan Syok yang masih melandanya saat ini.

 

“Udah jelas kan??”Sivia langsung melepaskan ciumannya dan melepaskan kerah baju Alvin. Alvin hanya mengangguk-angguk seperti orang bodoh dan orang gila yang baru saja keluar dari RSJ.  Sivia terkekeh melihat wajah syok Alvin. Sivia pun langsung keluar dari mobil Alvin.

 

“Malam kak Alvin, See you “pamit Sivia dan beranjak dari mobil Alvin. Sivia berjalan masuk kedalam rumah sakit. Sedangkan Alvin masih diam mematung dengan posisi tadi.

 

‘See you too Sivia.. . “ujar Alvin tanpa ekspresi.

 

“gue gak mimpi kan tadi ?? Sumpah ??”

 

“Tumpengan deh habis ini. Seperumahan kalau bisa . “

 

“YEESSSSS!!!”alvin sudah tersadar dari kesyok.annya. ia pun saat ini jadi histeris teriak teriak sendiri. Alvin segera menjalankan mobilnya kembali. Ia ingin segera sampai dirumah dan berteriak sesuak hatinya. Ia begitu bahagia sekali malam ini. Bahkan sangat bahagia!! .

 

“ Aku hanya gak mau kecewa untuk kedua kalinya Kak Alvin. Benar semua kata Ify. Terima kasih tuhan “

 

            Bersambung . . .

 

Ini part 51 nya udah selesai. Gak ada Rifynya ya a? Cieee yang kangen hahaha=-=”. Sabar yaa guys. Mungkin part selanjutnya ada. MUNGKIN!! Pokoknya tetap baca DELOV aja yaa makasih makasih😀. Dan jangan lupa LIKE FP.nya awas sampai lupa hehe😀 Makasih

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s