DEVIL ENLOVQER – 52 ~Busy~ Busy ~ and Busy~

Ini part 52 nya semangat yaa buat baca . terus baca jangan lupa Like dan Commenta ditunggu. Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin. Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . 

 

Minta bantuan LIKE FP DELOV YA “ m.facebook.com/DevilEnlovqer?ref=stream&refid=17&_ft_=fbid.526136394072619

 “ Yang suka baca DELOV dan pembaca setia DELOV wajib LIKE FP ini. Plis banget yaa makasih😀

 

DEVIL ENLOVQER – 52

~Busy~ Busy ~ and Busy~

 

 

                    SMP ARWANA dikagetkan dengan kedatangan Iqbal dan Salsha yang jalan berdua di lorong sekolah. Kejadian ini begitu langkah. Karena mereka berdua memang tidak pernah jalan berdua ke kelas. Dan bisik-bisik tak karuan pun terdengar dari siswa siswa lainnya.

 

“bal gue gak enak”bisik Salsha karena risih juga di tatap sepert itu

 

“pura-pura gak terjadi apa. Udah gak apa-apa”jawab iqbal.

 

“Loe jalan duluan aja gih”suruh Salsha yang memang gak enak. Ia takut di katain cewek perebutlah atau apapun.

 

“Kenapa ?”

 

“Gu … “

 

“udah ayo. Gak usah ngurusin orang-orang itu”ujar Iqbal  ia menarik Salsha agar tidak menjauh darinya. Salsha pun mengangguk saja. Salsha menunduk saja selama perjalanan menuju kelasnya. Sedangkan Iqbal sama seperti biasanya bersikap santai saja.

 

            Mereka berdua pun sudah sampai dikelas dan langsung duduk di bangku masing-masing. Walau banyak anak kelas pun yang kaget dan mulai mengosip.

                                                *****

        Pagi-pagi  Ify sudah pamit ke Sivia untuk kembali ke rumah. Ify ingin menghampiri seseorang hari ini juga/ rasa kesalnya sudah memuncak. Namun mungkin ia berusaha meredam kekesalannya. Karena ia tau bahwa orang tersebut pasti sedang sibuk hari ini.

            Ify pulang sebentar kerumahnya.Ia mandi dan ganti baju serta sarapan. Ia melihat rumah nya sudah sepi tak ada tanda-tanda kehadiran adiknya.

 

“Bi Iqbal ke sekolah?”tanya Ify ke Bi Ina di sela makanya.

 

“Iya non”

 

“oh yasudah Bi”Ify melanjutkan kembali sarapannya.

 

“Non Ify mau keluar lagi ya ??”

 

“Iya Bi”

 

“Mau kemana non ? gak capek apa udah pulang keluar lagi”

 

“Mau ke kantor Rio Bi. Oh ya Bi. Buatin bekal dong mau Ify kasih ke Rio”

 

“oke Non. Bentar ya “

 

“Iya Bi”sambil menunggu Bi Ina. Ify menghabiskan susu coklatnya.  Ia melihat ke ponselnya kembali. Dan Rio pun masih tak menghubunginya. Ify menghela nafasnya.

 

“Pasti dia sibuk banget. Apa dia sempet makan ??”Ify mulai mengiba. Ia memfikirkan bagaimana keadaan sosok tersebut.

 

“awas aja kalau sampai disana ternyata dia tambah cungkring. Gue injek-injek tuh orang biar langsung mati aja”ujar Ify yang mulai mengomel sendiri. Tak lama kemudian Bi Ina datang membawa tas kecil yang sudah beriskan bekal makan untuk Rio.

 

“Ini non bekalnya”

 

 

“Oh iya makasih ya Bi”jawab Ify. Ia pun mengambil tasnya sendiri dan segera berangkat. Sang supir pun sudah menunggunya di luar rumah. Tak lama kemudian Ify pun beranjak menuju ke kantor Rio dengan mobilnya.

 

                                                            *****

                                                08.00 Bandara Soekarno-Hatta

            Seorang Pria bertubuh tinggi dan putih. Ia menghembuskan nafasnya beberapa kali. Mencoba menghirup udara Jakarta di pagi hari yang menurutnya terasa segar,

 

“JAKARTA I’M HERE”teriak pria ini begitu kencang. Ia tak peduli banyak orang yang sudah melihatnya. Cowok ini mengeluarkan ponselnya dan mencoba mengubungi seseorang.

 

“Mana jemputan gue ??protes cowok ini kepada orang yang ditelfon disebrang sana.

 

“Okeoke. Gue udah lihat kok. Tunggu gue honey”

 

“Hahahahahaa”cowok tersebut menutup sambungan telfonnya/. Ia berjalan menuju ke sebuah mobil yang sudah menunggunya. Cowok tersebut berjalan dengan begitu menawan dan sebuah coper yang ia seret.

 

“Tuan. . . “

 

“Iya bener bener/ Udah ayo berangkat/ Gue udah gak sabar ketemu boss loe”ujar cowok ini yang langsungmemotong ucapan seorang pria yang menyusulnya. Cowok tersebut segera masuk kedalam mobil. Dan tak lama kemudian mobil tersebut beranjak dari bandara menuju ke suatu tempat.

                                                                        *****

                                                            08.00 Apartemen Shilla

 

            Shilla tersenyum senang. Pagi-pagi sekali dirinya sudah bangun dan membersihkan apartemennya. Karena sebentar lagi akan ada tamu yang sangat spesial baginya. Tamu yang sangat rindukan sekali.

 

“Oke beres. Tinggal beli makanan kesukaan dia aja”

 

“Mmmm. .. mungkin dia sudah sampai di Indonesia”

 

“Gue ketemu sama dia entaran aja deh. Biar supprise gitu”ujar Shilla ke dirinya sendiri. Ia pun memilih segera mandi. Karena jam 9 dia ada kuliah.

 

“Nanana. . Nana. .. Nana . . . “

 

DRRTTDRTTT

 

            Shilla berhenti berjalan karena melihat ponselnya yang berdering. Shilla pun segera mengangkat telfon tersebut.

 

“Udah di Indonsia??”

 

“iya udah sayang “

 

“Sumpaahh ?? langsung ke hotel atau ?’

 

“gue ke kantor si bodoh itu dulu . Jangan kangen ya”

 

“Pede gilaa loe. Oke oke. Gue juga ada kuliah hari ini. Jam 7 malam gue tunggu di apartemen gue. Loe masih hafal kan ??”

 

“Gue belum tua juga kalee”

 

“okeoke Bye bye “

 

“Bye my honey “

 

            Shilla melemparkan saja ponselnya. Senyumnya semakin merekah. Ia merasa pagi ini begitu sangat indah sekali. Ia pun siap untuk melwati pagi ini dengan senyuman.  Ia lantas masuk kedalam kamar mandinya.

                                                            *****

            Ify sudah sampai di depan kantor Rio. Ia turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam kantor. Ify pagi ini terlihat sangat cantik. Seperti hari  biasa-biasanya ia selau terlihat cantik. Hari ini Ify memakai celana pendek dan juga baju pendek namun panjang hampir menutupi celana pendeknya tersebut. Rambut Ify pun ia biarkan terurai begitu saja.

            Dari arah yang sama., seorang pria terburu-buru masuk ke dalam perusahaan ini. Sampai ia tak melihat ada Ify yang sibuk dengan ponselnya. Orang tersebut pun langsung menabrak Ify.

 

BRUUUUKKKKK

 

“Aww . . “ringgis kedua orang ini. Pria tersebut langsung berdiri dan juga membantu Ify berdiri.

 

“Loe gak apa-apa kan ?”tanya pria tersebut. Ia menatap wajah ify dan langsung tersenyum bagaikan melihat seorang bidadari .

 

“Gak”jawab Ify singkat dengan nada dingin. Ify pun segera berjalan kembali dan masuk kedalam lift tanpa mempedulikkan orang itu.

 

            Ify yang sudah masuk kedalam lift langsung kaget melihat orang yang menabraknya tadi juga ikut masuk kedalam lift. Ify jadi risih sendiri. Ia mengernyitkan keningnya.

 

“Kamu beneran gak apa-apa kan ??”tanya orang tersebut sok kenal dengan Ify.  Memang sih orang ini mempunyai wajah yang keren namun ify sama sekali tak tertarik. Ify diam saja tak menggubris orang ini.

 

“ada yang sakit gak tadi?? Maaf banget ya. Aku terburu-buru soalnya “

 

“gue gak apa-apa”jawab Ify dingin. Ingin sekali ia cepat sampai di ruangan Rio.

 

“Nama kamu siapa ??”

 

“Aisshh .. “desisi Ify sama sekali tidak suka dengan orang ini.

 

“kamu tau gak ? mata kamu indah banget. Wajah kamu juga cantik. Baru pertama kali gue ketemu sama orang sesempurna kamu”

 

“Loe gila ya ??”

 

“Loe kok tau. Gue gila gara-gara loe. “ujar cowok tersebut sambil nyengir gak jelas. Ify langsung bergidik ngeri.

 

“ya tuhan. Ini orang gila  kabur dari RSJ apa”batin Ify yang benar-benar ingin keluar dari lift ini.

 

“kalau saja lift ini  tiba-tiba macet saya rela ya tuhan “

 

“HEH??”

 

“Makan tuh lift . . “serah Ify. Ia pun segera turun dari lift karena Lift sudah terbuka. Karena orang tersebut masih menatap Ify dengan tatapan penuh kagum. Cowok tersebut tidak sadar lifynya menutup dan berjalan kembali.

 

“EHH EHH GUE JUGA TURUN DI LANTAI ITU !! EHHH GADIS CANTIK TUNGGUIN!!!”teriak cowok tersebut seperti orang gila. Ia pun harus menunggu sampai lift ini kembali berhenti di lantai tadi,

 

            Ify segera berjalan menuju kedalam ruangan Rio. Ia melihat sekertaris Rio yang tersenyum ke arah Ify. Ify langsung mengernyitkan keningnya heran.

 

“Orang-orang pagi ini pada gila semua ya ??”gidik Ify . Ia pun langsung saja masuk kedalam ruang kerja Rio.

 

                                                                        *******

 

            Didalam ruang kerjannya, Rio sedang menandatangani banyak berkas-berkas. Sedari tadi sore dirinya memang sangat sibuk. Banyak rapat yang harus ia hadiri dan clien-clien di berbagai perusahannya.

 

CKLEEEKKK

 

            Rio lantas menatap siapa yang datang, Ia sedikit kaget ternyata kekasihnyalah yang masuk kedalam ruang kerjannya. Rio mengernyitkan kening karena wajah ify yang nampaknya aneh. Seperti habis dikejar-kejar hantu.

 

“kenapa??”tanya Rio heran. Ify pun menghelakan nafasnya. Ia langsung duduk di sofa dan menaruh tas serta bekal yang dia bawah untuk Rio.

 

“habis ketemu orang gila gue”

 

“Siapa??”

 

“mana gue tau”

 

“Oh”jawab Rio seadanya dan kembali fokus dengan berkas-berkasnya. Ify mengatur nafasnya sebentar. Matanya lantas tertuju kepada kekasihnya yang sedang sibuk itu. Ify dalam melihat bahwa Rio belum tidur sedari malam. Ia merasa kasihan kepada Rio.

 

“Loe gak tdiur ya semalam ?”

 

“Tidur kok”jawab Rio tanpa mengalihkan pandangannya.

 

“Cisssh . . . “

 

“Sibuk ya ??”

 

“Banget”

 

“Gue ganggu ??”

 

“May be yes may be no”jawab Rio seadanya saja. Toh memang saat ini dirinya begitu sibuk.

 

“Yaudah gue balik aja lagi. Gue bawain makan buat loe. Harus loe makan “

 

“Iya, makasih ya “jawab Rio yang masih tak menatap ke Ify. Ify menahan rasa kesalnya . ia juga tak bisa marah-marah seenaknya. Ia harus bisa mengerti bahwa kekasihnya adalah seorang yang super sibuk dengan pekerjaanya. Dan ia pun harus menerima reskiko itu.

 

“gue pulang . . “Ify kembali berdiri. Ia mengambil tasnya dan bersiap untuk beranjak. Rio langsung mendoangakkan kepalanya.

 

“Sorry . . “ujar Rio merasa sangat bersalah kepada Ify. Ify mendengar ucapan rio seperti itu sudah merasa sangat senang. Setidaknya Rio peduli kepadanya. Meskipun hanya satu kata saja. Itu begitu sangat berarti untuknya.

 

“Gak apa-apa kok. Gue ngerti. Loe jangan terla . . . . . “

 

BRAAAAKK

 

“YO YO YO. . YO .. “tiba-tiba seorang cowok masuk kedalam ruang kerja Rio dengan wajah yang berbungan-bunga layaknya mendapat hadiah 100 miliyar.

 

“Loe tau yo gue habis ketemu sama cewek cantik sedunia yo. Beruntung banget gue belum 12 jam di indonesia sudah dipertemukan dengan jodoh gue yo. Gadis itu cantik banget yo. Bodynya Sexy banget Yo. Senyumnya, matanya, kulitnya aduuh menawan banget yo . . . “Rio hanya bisa melongo tak mengerti yang dimaksudkan orang tersebut.

 

“Loe orang gila di lift tadi kan ?”ujar ify yang kaget dengan kehadiran orang tersebut. Cowok itu pun langsung membalikkan badanya menghadap ke Ify.

 

“OH MY GOD. APAKAH INI MEMANG RENCANA TUHAN ? ATAU TAKDIR ??”teriak orang tersebut yang membuat ify dan Rio sama-sama kagetnya.

 

“ternyata kita memang ditakdirkan untuk bersama. Dan loe tau jika seseorang 2 kali bertemu tidak senagaj berarti dia itu Jodoh. Dan gue yakin loe ada jodoh gue cantik”ujar orang tersebut dan langsung mendekati ify. Rio yang melihat itu langsung membelakakan matanya. Sedangkan ify sudah ingin muntah saat ini.

 

“Yo loe kenal sama dia ?? ini yo gadis yang gue maksud yo . cantikkan dia ? dia clien loe yo ? atau sekertaris loe ?? comblangin gue dong yo sama nih cewek”cerocos cowok ini seperti kereta api express. Rio menatpakan tatapan dinginnya kepada cowok ini.

 

“Eh kita tadi belum kenalan kan ? nama kamu siapa sih ??”Ify menatap rio dengan tatapan binggung dan risih.

 

“Yo nama cewek ini siapa ??”tanya cowok tersebut kepada Rio namun matanya masih menatap wajah ify sambil senyum-senyum sendiri.

 

“Nyonya Haling “jawab Rio dengan singkat dan  penuh penegasan.

 

“Oh nyonya haling. Nama yang ba . . .”

 

“bentar-bentar. Coba loe ulangi lagi Yo ??”ujar cowok tersebut yang kini menolehkan wajahnya ke arah Rio.

 

“Namanya Nyonya Haling . Tuan Cakka kawekas nuraga “ujar Rio sekali lagi. Kali ini rio mulai berdiri dari tempat duduknya. Dan mendekati cowok tersebut yang bernamakan Cakka.

 

“Nyonya Haling ?? kok gue merasa familiar ya dengan nama itu ??”Cakka seolah nampak berfikri. Rio yang sudah kehilangan kesabaran langsung mendorong cakka agar jauh-jauh dari ify. Rio kini berdiri diantara Ify dan Cakka.

 

“Haling nama belakang gue Cakka “ujar Rio lagi lebih menekankan.

 

“Dia sepupu loe yo ?? Waahh loe punya sepupu cantik gini gak loe kenalin Yo. . “Cakka masih saja nerocos. Ia belum sadar dan mengerti apa yang dimaksudkan oleh Rio.

 

“Anak ini dari dulu otaknya gak pernah lacanr . . “desis Rio harus merasa sabar.

 

“Cakka. Loe mau tau siapa cewek ini ??”ujar Rio dengan nada yang dibuat-buat seolah-olah dirinya orang paling baik di dunia ini.

 

“tentus aja dong Yo. Dia kan jodoh gue. Siapa namanya ? siapa dia ??”

 

“Namanya Ify. Dan dia adalah pacar gue. Apa perlu gue ulangi lagi ??”

 

“NAMANYA IFY DAN DIA PACAR GUE BEGOOO!!!”bentak Rio dan langsung membuat menganga lebar.

 

“Cewek loe ya Yo ? Oh . cewek loe . . emmm. Ceweknya tuan Mari. Mmm . Mampus gue. Mampuss . . .”ujar Cakka yang semakin pelan dan langsung salah tingkah gak karuan. Rio sudah menatapnya dengan tatapan membunuh.

 

“Gue tadi . . mm. .itu yo. Gue . . . “

 

“Gue apaan ? hah?? Siapa yang jodoh loe ?? siapa yang loe maksud gadis cantik ? SEXY?? Makan tuh takdir tuhan “kesal Rio kepada cowok ini. Cakka hanya nyengir-nyengir gak jelas.

 

“habisnya cewek loe emang cantik sih yo “

 

“Loe mau mulai lagi ? hah??”

 

“Ampun yo Ampun enggak yo hehe. Tadi gue Cuma bercanda doang kok. Hehehe. Sumpah deh. Hehehe. . “

 

“Mampus gue. Berdoa aja gue masih bisa hidup baik-baik setelah ini”batin Cakka mendoakan dirinya sendiri.

 

“Mata loe emang gak bisa ya ngelihat cewek dikit. “

 

“hehehehe. Bawain dari lahir sih Yo . “Rio hanya geleng-geleng sendiri.  Cakka pun  tersenyum ke arah Ify dengan malu-malu. Jujur ia merasa tak enak dengan rio.

 

“maaf ya neng. Heheh maaf maaf . Khilaf saya tadi heheh”cengir cakka ekarah Ify. Sedangkan ify hanya menatpanya dengan tatapan aneh.

 

“Yaudah deh. Loe kapan nyampainya ??”tanya Rio kepada cowok dihadapannya ini.

 

“Baru saja kok Yo . wessh yang udah jadi boss besar “

 

“Apaan sih loe”

 

“Fy kenalin ini Cakka. Dia kakaknya Shilla. temen gue dulu waktu SMA. Dia sahabat abang gue”Ify mengangguk-angguk saja.

 

“Cakka . “cakka mengulurkan tangannya. Ify pun lantas membalas jabatan tangan Cakka.

 

“Ify . “balas Ify. Namun Cakka tetap memegang tangan ify dengan erat sambil senyum-senyum tak jelas. Ify berusaha melepaskan tangannya dari tangan Cakka.

 

“Loe gak mau kan setelah ini gue beliin nisan buat loe ?? lepasin gak ??”ancam Rio. Dan setelah itu Cakka lantas melepaskan tangan ify.

 

“Heheh goda doang Yo ternyata loe cinta mati ya sama nih cewek “ujar Cakka salut. Memang benar ia sama sekali tak memiliki rasa apapun kepada Ify hanya sekedar kagum dengan kecantikan Ify.

 

“hebat loe Fy. Akhirnya di perjaka tua dapat pacar suka setelah sekian lamanya”ujar Cakka penuh dramatisir dan berhasil emmbuat ify tertawa.

 

“Ngakak loe berdua ??? terusin aja loe cakk ngehina-hina gue “

 

“Wajah loe pantes buat di hina sih”tambah ify dengan wajah tenang. Mendengar ucapan ify, Cakka langsung ngakak sepuas-puasnya.

 

“Parah pacar loe Yo. Sumpaah paraah hahaha”

 

“Udah puas loe ha??”Rio menatap ify dengan tatapan tajam dan tak enak.

 

“banget”jawab Ify dengan wajah menantang.

 

“cisssh . . “desisi Rio tak ingin melanjutkan perdebatannya.

 

“Oh ya , Gimana gue jadi kerja disini ??”tanya Cakka.

 

“Iya jadi Cakka.  Loe bantuin gue ngurusin para clien-clien yang meminta kerja sama baru. Dan . . blabla blabla . . “kedua orang ini berbicara mulai serius. Ify yang tak mengerti hanya bisa diam saja.

 

“Lebih baik gue pulang aja . “serah ify yang tak ingin jadi kacung.

 

“Yo .. “panggil Ify. Namun Rio terlihat masih konsen menjelaskan ke Cakka.  Ify pun berniat pamit lewat sms saja. Ia lantas keluar dari ruang kerja Rio. Dan Rio pun tak menyadari akan kepergian ify. Cakka pun menyadarinya namun ia tak mempusingkan dan kembali fokus kepada apa yang dibicarakan oleh Rio kepadanya.

 

                                                            *****

 

            10.00 Jam istirahat SMP ARWANA

 

            Bel istirahar sudah berbunyi. Salsha pun pergi ke toilet cewek untuk membasuh mukannya yang kuset sekali. Pelajaran ekonomi membuat otaknya hampir keriput dan wajahnya hampir pecah (?).

 

“Aaarghss segarnya .. .”ujar Salsha selesai membasuh wajahnya. Ia pun berniat untuk keluar dari kamar mandi Namun segerombol kaka kelas mecegahnya. Salsha langsung kaget dan ketakutan.

 

“Kunci pintunya guys . . “ujar salah satu cewek. Dan salsha kenal sekali dengan cewek tersebut. Dimana cewek itu adalah sahabat dekat Wilona.

 

“Loe gak punya malu yaa!!!”bentak cewek tersebut. Salsha memundurkan langkahnya. Namun percuma ia sudah terpojok saat ini.

 

“Maksud kakak apa ??”tanya Salsha memberanikan dir.

 

“Pakek nanya ??? Loe pura-pura gak ngerti ??? apa pura-pura begoo ?? HAH??”Salsha mulai semakin ketakutan. Ia menundukkan ekpalanya.

 

“gak usah sok polos kayak gitu loe!!!”cewek ini langsung mecengkram kasar dagu Salsha dan menatap tajam mata salsha.

 

“Awww .  kak sakit . lepasin . .”pinta Salsha merasa rahangnya perih sekali.

 

“Sakit ??? Sakit ??? sesakit mana sama hati sahabat gue yang loe tusuk dari belakang!!! Cewek murahan loe!!!!”cewek tersebut langsung menoyor kepala Salsha tanpa rasa ibah. Dan membuat rambut salsha berantakan semuanya.

 

“Apa salah wilona sama loe hah? Wilona itu udah baik sama loe. Tapi loe keganjenan. Loe rebut pacar dia. Loe gak punya hati yaa ??”

 

“Wilona itu lagi koma sekarang. Dia kritis di rumah sakit. Tapi loe dengan tidak tau malunya malah ngerebut Iqbal dari dia. Dasar gadi muraahaann loe!!!”Salsha mulai terisak., ia merasa sakit sekali dihina seperti iti.

 

“Kak gue bukan gadis murahan. Jaga omongan kakak”tantang Salsha mulai berani melawan. Namun tindakan salsha tersebut salah. Ia malah semakin masuk kedalam kandang macan.

 

“Hajar aja Dhe. Udah habisin aja nih cewek. Sok banget jadi cewek. Mentang-mentang artis gitu. Hajar Dhe . ..”suurh teman-teman cewek lainnya. Salasha mulai semakin takut.

 

“Ball. . . tolongin gue . “lirih Salsha pelan. Mungkin hanya dirinya saja yang dapat mendnegarnya.

 

“Loe berani ya ngelawan ?? loe emang Brengseeekkkk tau gak ??”

 

“Dan ini pantes buat loe … . “

 

PLAAAAAAAKKKKK

“AAAWWWW SAKITTT!!”jerit Salsha. Ia langsung memegang pipinya yang memanas akibat tamparan dari cewek bernama Ghea ini. Salsha langsung menangis saat itu juga dan terduduk lemas.

 

“Mau ngalawan lagi ?? hah? Loe mending gak suah ganjeng sama Iqbal. Iqbal itu cocoknya sama Wilona bukan sama Loe.!! Loe itu Cuma penganggu ngerti ??”

 

“Cenggeng banget jadi cewek!!! Loe emang bener-bener MURA . . . . “

 

BRAAAAAKKK

 

            Pintu kamar mandi langsung didobrak seseorang dari luar. Pintu tersebut pun putus dari engselnya. Ke 5 cewek ini langsung kaget dan menghadap kebelakang. Mereka langsung kaget karena yang datang adalah iqbal. Sedangkan Sivia masih menunduk, terduduk dalam tangisnya. Ia merasa pipinya sakit sekali.

 

“Loe apain cewek gue ? hah??”Iqbal masuk kedalam kamar mandi dengan tatapan emosi. Ke 5 cewek tersebut mulai takut sendiri.

 

“bal loe sadar dong. Wilona itu pacar loe. Loe kena pelet ya sama gadis ini ?? Loe gak kasihan sama wilona yang dirumah sakit sedang sekarat ?? loe malah bel . .. “

 

“gue udah putus sama wilona. Dan itu dia yang nginginin sendiri. Jadi jangan salahin gue atau pun dia . “ujar Iqbal tajam sambil menunjuk salsha. Ke 5 cewek ini langsung kaget.

 

“Kalau sampai gue tau lagi loe ber 5 ganggu dia. Habis loe berlima dintangan gue/ Ngerti ??”

 

“i . iya iya bal . “

 

“Yaudah sana keluar!!!”bentak iqbal kasar. Dan diluar toilet cewek pun sudah ramai dikerubuni oleh para siswa lainnya yang ingin melihat kejadian ini.

            Iqbal menatap salsha yang masih terduduk ketakutan. Iqbal dapat melihat tubuh gadis ini bergetar hebat. Wajah Salsha tertutupi oleh rambutnya sendiri.

 

“berdiri loe”suruh iqbal. Namun salsha masih tak bergeming.

 

“Sha. Berdiri !! ngapain loe nangis !! “bentak Iqbal dengan nada tingginya. Salsha pun masih dalam posisinya. Iqbal yang sudah kehilangan kesabaran langsung menarik tangan Salsha yang dibuatnya untuk memegang pipinya.

 

“GUE BILANG BERD . .. . “

 

“Pipi loe. . . .bibir loe berdarah ., .”kaget Iqbal saat melihat pipi salsha yang memar dan sedikit darah di ujung bibir Salsha. Salsha langsung menunduk kembali. Walaupun saat ini posisinya sudah berdiri di hadapan iqbal.

 

“Sialan. .. “desis Iqbal emosi. Ia tak menyangka bahwa ke 5 cewek tadi sampai melakukan tidnakan seperti ini ke Salsha.

 

“kita ke UKS aja “ajak iqbal dan meraih tangan salsha. Namun dengan tegas ditolak oleh Salsha.

 

“Kenapa lagi ??”tanya iqbal . ia membalikkan badanya menghadap ke Salsha kembali.

 

“Hubungan kita seharusnya tidak terjadi Bal. Loe juga terpaksa kan pacaran sama gue ? Karena disuruh kak Wilona kan loe mau jadian sama gue ?? Gue bukannya gak mau nunggu lo. Gue juga bukannya gak kuat. Tapi lebih baik semuanya tidak terjadi. Karena gue masih punya harga diri. Bukan gadis murahan yang seperti anak-anak bilang”ujar Salsha panjang lebar di sela-sela isakannya. Ia merasa harga dirinya sudah tidak ada disekolah ini. Iqbal menatap Salsha dengan tatapan tak bisa diartikan.

 

“Kita putus aja Bal. . “ujar Salsha akhirnya. Ia pun lantas berjalan meninggalkan iqbal yang terdiam disana. Salsha berlari dari toilet cewek tersebut dengan tangisan yang sedari tadi ia tahan. Iqbal tersadar dari diamnya. Ia pun lantas berjalan keluar dari toilet cewek dengan tatapan yang begitu dingin dan menyeramkan. Siswa-siswa lainnya langsung takut dan kabur melihat tatapan Iqbal seeprti itu.

                                                            *****

            Alvin dan Sivia berada di dalam mobil. Alvin menepati janjinya untuk mengantarkan Sivia ke rumahnya. Sivia pun hari ini kembali menjadi gadis yang cantik lembut dan feminm., meskipun rambut pendeknya terlihat membuatnya beda. Namun ia tetap terlihat cantik dimata Alvin.

 

“ Loe gak nelfon bokal loe aja ??”usul Alvin.

 

“Kalau orangnya gak ada baru gue nelfon aja kak”

 

“Yaudah terserah”ujar Alvin. Ia pun terus konsen menyetir. Walau pun terkadang seseklai Alvin atau siapa mengajak mengobrol membicarakan apa saja.

 

            15 menit kemudian mobil Alvin sudah terparkir di rumah Sivia, Rindu juga Alvin mengunjungi rumah ini. Karena biasanya dia selalu menjemput dan mengantarkan Sivia di rumah ini.

 

“Kayaknya papa loe dirumah “ujar Alvin karena terdapat mobil papa Sivia di rumahnya.

 

“Kayaknya , Gue masuk dulu ya kak. Loe gak ikut??”

 

“gak usah;. Gue nunggu disini aja “

 

“Oke kak”jawab Sivia. Ia pun turun dari mobil Alvin dan berjalan ke pintu rumahnya.

 

            Satpam depan rumah Sivia bahkan tukang kebun rumah Sivia terlihat kaget melihat sang majikannya kembali ke rumah.

 

“Non Sivia ??”kaget semua pegawai rumah Sivia. Sivia pun hanya tersenyum sopan.

 

“Non Sivia ?? Gimana kabar non ? non gak apa-apa kan ? nyonya juga gimana ??” Kini Pak Budi sang supir pribadi Sivia begitu bahagia melihat anak majikannya yang sejak kecil dekat dengannya

 

“Sivia baik pak. Mama juga baik saja. “

 

“Pak Budi kangen sama Non “

 

“Sivia juga kangen sama Pak Budi. Hehhe”tawa Sivia. Ia memang begitu merindukan suasa dirumah ini.

 

“Papa dirumah ??”

 

“Iya non. Ada Non Zahra juga sama mamanya . “

 

“Oh. Makasih Pak “jawab Sivia. Sivia pun tersenyum dan mencoba menerima semuanya. Ia pun berjalan masuk kedalam rumahnya.

 

“Permisi. Pagi . . “sapa Sivia. Ia dapat melihat sang papa yang sedang asik berbincang dengan Zahra dan sudah dipastikan wanita cantik yang lumayan berumur itu adalah ibu dai Zahra.

 

“Tante ? mamanya kak Zahra ya ?”sapa Sivia dengan baik. Wanita tersebut kaget dengan kehadiran Sivia dan juga binggung.

 

“Sivia.  “kaget sang Papa. Dan langsung berjalan ke anaknya tersebut.

 

“Kamu baik-baik saja sayang ?? papa sangat kangen sama kamu”Pak Aziz langsung memeluk sang anak. Sivia pun membalas pelukan papanya. Ia sangat merindukkan papanya.

 

“Sivia juga kangen sama Papa .”

 

“Ini papa mau jenguk mama “

 

“Iya mama juga sudah membaik Pa. “Jawab Sivia. Wanita tersebut menghampiri Sivia.

 

“Pagi Sivia”balas wanita tersebut dengan senyum yang ramah. Sivia menatap wanita tersebut dengan tatapan yang sopan dan menyukai wanita ini.

 

“Tante maafin Sivia ya yang udah ngerebut Papa dari tante . Maafin Mama Sivia juga “ujar Sivia penuh penyesalan.

 

“Hah? Minta maaf ? seharusnya tante yang minta maaf. Dan tante juga berterima kasih sama kamu sayang. Kamu gadis yang baik “Ujar wanita tersebut membelai rambut Sivia.

 

“Kamu potong rambut Vi ??”kaget zahra yang melihat perubahan rambut Sivia.

 

“Iya kak. “

 

“Tambah cantik “puji Zahra,

 

“Makasih kak”jawab Sivia masih menampakkan senyumnya.

 

“Sivia kamu balik lagi ya sama mama kamu disini “pinta sang Papa.

 

“Tapi . .. “

 

“tenang saja sayang. Tante sama Kak zahra bakal balik ke Belanda. Kami tinggal disana kok. Menatap disana. Jadi kamu gak usah khawatirin kita”

 

“Beneran tante ?? Kenapa tante sama kak Zahra gak tinggal disini aja ??”

 

“Enggak sayang. Pekerjaan tante disana semua. Lagian Zahra juga belum nuntasin kuliahnya di Belanda. “

 

“gimana sayang kamu mau tinggal disini lagi kan ? Papa mohon “

 

“Iya pa Sivia mau. Tapi  nunggu sampai mama sembuh dulu”

 

“Iya sayang. Iya . Papa seneng banget . “

 

“pa. Sivia mau ngomong berdua “pinta Sivia.

 

“Gak apa-apa kan Kak? Tante ?”

 

“Iya gak apa-apa sayang. Yaudah mas aku sama zahra berangkat ke rumah sakit duluan ya”pamit Mama zahra. Pak Aziz pun mengangguk. Setelah itu Zahra dan mamanya beranjak dari sana meninggalkan Sivia dan papanya.

            Sivia pun duduk di ruang tamu bersama papanya. Sivia mulai membuka mulutnya.

 

“Mmm. Pa. Sivia mau pinjam boleh ??”

 

“Pinjam ?? kenapa minjam sayang. Kamu minta uang berapapun pasti papa kasih. Kamu gak usah pinjam. “

 

“Tapi. Uang yang Sivia minta banyak pa “

 

“gak apa-apa sayang. Kamu mau minta berapa ? buat apa sayang ??”

 

“mmm. . buat Beli kado ulang tahun ify Pa. Soalnya waktu ulang tahun Sivia aja. Ify ngasih kado Sivia kalung harganya 30 juta. Sivia gak enak kalau gak ngasih kado yang bagus buat Ify .”Pak Aziz tersenyum melihat sang anak. Baginya Sivia adalah malaikat kecilnya yang tetap sama sampai sekarang.

 

“Kamu mau ngasih kado apa buat Ify ? ayo kita cari sama-sama “

 

“Beneran Pa?? Papa mau nemenin Sivia nyari kado buat Ify?”

 

“Iya sayang. Kamu mau nyari kapan ? sekarang ??”

 

“Mmm. Enggak Pa. Besok sepulang sekolah saja. Soalnya Sivia nanti belajar. Besok ada ujian “

 

“Oh gitu. Yaudah sayang, Kalau gitu besok , Papa akan jemput kamu ke sekolah ya “

 

“Iya pak. Makasih ya Pa .. “sennag Sivia dan memeluk sang papa.

 

“Iya sayang sama-sama. Maafin papa ya “

 

“Papa gak usah terus minta maaf Sivia udah maafin papa kok”

 

“Makasih ya sayang.  Setelah ini kamu mau ke mana ??”

 

“Mau ke rumah Ify dulu pa “

 

“Papa anterin ??”

 

“gak usah Pa. Sivia diantar sama ka Alvin kok”

 

“Oh gitu yaudah. “

 

“Sivia pulang dulu ya Pa . “pamit Sivia.

 

“Iya sayang hati-hati dijalan ya. salam buat Alvin. “

 

“Iya Pa. Assalamualaikum”

 

“Walaalaikum salam “

 

            Sivia pun meninggalkan rumahnya dengen perasaan senang. Ia segera masuk mobil dan beranjak dari sana.

 

                                                *******

 

Bersambung . . . . .

 

Part 52 udah selesai. Semoga suka yaa:D Tunguin part 53 nya yaa guys. Makasih banyaak😀 Muachh Muachh. Part 53 nya harus siap-siap tabah ya semuanya. –0—“ Semangat baca guyss tetap baca yaa😀 makasih 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s