DEVIL ENLOVQER – 54 ~ My Sweet Seventeen ~

Ini part 54 nya semangat yaa buat baca . terus baca jangan lupa Like dan Commenta ditunggu. Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin. Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . 

 

Minta bantuan LIKE FP DELOV YA “ m.facebook.com/DevilEnlovqer?ref=stream&refid=17&_ft_=fbid.526136394072619

 “ Yang suka baca DELOV dan pembaca setia DELOV wajib LIKE FP ini. Plis banget yaa makasih😀

 

DEVIL ENLOVQER – 54

~ My Sweet Seventeen ~

Image

 

            Rio masuk kembali ke ruang kerjanya. Ia menghembuskan nafasnya berulang-ulang kali. Bayangannya kembali melihat wajah kekasihnya yang menangis seperti itu. Jujur Rio sangat tidak tega.  Rio pun memilih duduk di sofa menyenderkan kepalanya yang masih terasa panas. Ia melirik kea rah jam dinding kantornya yang menandakan pukul 8 malam.

            Dibawah lantai tak jauh dari Rio duduk masih terlihat kado hadiah yang ingin ia berikan ke Ify. Rio melihatnya dengan perasaan yang tidak bisa diartikan lagi.

 

“Ag. . Agni . . Agni. . “panggil Rio dengan suara lumayan tinggi. Tak butuh waktu lama Agni pun masuk kedalam ruangannya.

 

“Iya pak? Ada apa ??”

 

“Tolong kamu buang kado ini”suruh Rio.

 

“Dibuang Pak?? serius ?”

 

“Udah laksanakan saja perintah saya “

 

“Baik pak Baik., ,”Agni pun segera membawa kado tersebut dan cepat-cepat keluar dari ruangan Rio.

 

                                                                        *****

            Alvin,Shilla,Sivia, Iqbal dan Salsha masih mencoba membujuk Ify untuk keluar. Namun Ify tak mau diganggu. Karena ke 5 orang ini sudah ketakutan duluan . Akhirnya mereka memilih untuk di ruang tamu. Mereka berunding sejenak. Memfikirkan hancurnya ulang tahun Ify hari iniu.

 

“Gimana nih ??”

 

“Kok bisa sih mereka putus ??”tanya Sivia yang memang belum percaya.

 

“Mungkin karena Rionya Vi”tebak Alvin.

 

“Kayaknya sih Iya. Rio sifatnya itu gak peka dan egois menurut gue. Mungkin aja Ify tadi marah-marah terus Rio kepancing emosinya. Gue Cuma nebak sih “lanjut Shilla. Iqbal melengos . Ia menatap kue coklat yang sedang dibersihkan Bi Ina karena sudah berhamburan di lantai.

 

“Kasihan kak Ify .:”lirih Iqbal yang tak tega melihat kakaknya. Karena Iqbal tau hari ulang tahun yang ditunggu Ify seumur hidupnya adalah 17 tahun gadis ini.

 

“Kak Ify gak pernah nangis kayak gini”ujar Iqbal

 

“Iya gue juga baru lihat Ify nangis kayak tadi. Parah banget sumpah kak Rio. Jahat banget sih dia kak”tambah Sivia yang mulai emosi karena sahabatnya diperlakukan seperti itu.

 

“Rencana kita hancur semua. Sumpah kalau sampai Kak Ify kenapa-kenapa gue gak bakal maafin Kak Rio. “ujar Iqbal dengan sekeriusan dan mata yang menerawang seolah-olah dia tidak terima kakaknya menangis seperti itu. Alvin dan Shilla yang melihat wajah Iqbal jadi takut sendiri.

 

“Ternyata adik sama kakak sama-sama iblisnya”bisik Alvin ke Shilla dan diangguki oleh Shilla.

 

“Loe telfon kak Rio deh kak. Sebenarnya ada apa sih ? minta penjelasan ke dia. Kemarin kan dia juga setuju dengan rencana kita kok sekarang jadi gini sih . . “suruh Sivia .

 

“Yaudah gue coba telfon dia ya  ..”Alvin pun segera mengeluarkan ponselnya . dan segera menghubungi Rio.

 

“Ada apa Vin ?:”Suara Rio terdengar dengan jelas. Alvin pun langsung mengaktifkan speaker ponselnya. Agar suara Rio dapat di dengan yang lainnya.

 

“Yo ? loe ingat kan rencana kita kemarin ?”

 

“renaca ultahnya Ify ?? gue lupa Vin. Gue banyak kerjaan hari ini sorry banget . . “

 

“Ya ampun Yo. Sebentar aja masak gak bisa loe luangin. Kasihan dia Yo”

 

“Sorry Vin. Gue capek . kalau loe Cuma mau bahas ini mending gak usah “

 

“Kak Rio. Kok tega banget sih sama Ify. Terus kalian berdua kok bisa putus ?? kenapa sih kak??”kini Sivia yang mulai bicara. Ia mulai terpancing emosinya karena kata-kata Rio yang seolah tidak peduli.

“Mungkin kita memang gak cocok Vi”jawab Rio datar. Ia sendiri binggung ingin menjawab apa. Otaknya sudah tidak bisa diajak berfikir.

 

“Kak loe tega ya lihat Ify nangis kayak gitu. Untuk pertama kalinya kak Ify nangis dan itu gara-gara loe. Gak punya hati ya loe!!”bentak Sivia dan langsung menutup sambungan telfon tersebut. Ia tak mau banyak berbicara dengan Rio takut emosinya akan kepancing terus-terusan.

 

“Terus gimana dong kak sekarang ??”tanya salsha yang dari tadi diam. Semuanya menggelengkan kepalanya binggung.

 

“Mending loe semua pulang aja deh kak. Kak Ify juga gak bakalan mau keluar kamar”usul Iqbal yang sudah pasrah.

 

“Gak . Kita semua gak ada yang boleh pulang. Kita harus fikirin gimana caranya buat Ify seneng. Setidaknya dia gak kecewa-kecewa banget”usul Shilla

 

“Gue setujju usul Shilla”tambah Alvin. Yang lainnya pun mengangguk setuju.

 

“Oke gue terserah aja”jawab Iqbal akhirnya.

 

                                                                        *****

 

            Ify masih belum bisa meredahkan tangisannya. Mungkin sudah hampir 1 jam ia menangis seperti ini. Kini Ify mencoba untuk tidak menangis. Ia segera bangun dan mengusap air matanya. Wajahnya yang sudah lusuh dan sudah berantakkan.

 

“Sumpah gue gak bakal maafin loe Yo.  Gue benci sama loe. Bego banget gue bisa-bisanya jatuh cinta sama orang gak peka kayak loe!!!”kesal Ify. 

 

“Gue juga gak pernah kan manja ke Dia. Gue Cuma ingin waktu dia sehari aja. Apa salah ?? gue pacarnya ?? mantan sekarang , . .”lirih Ify lemas.

 

“Dihari ultah gue dia mutusin gue kayak gitu? Gak punya otak apa tuh cowok. Untuk gue tadi gak bawa pisau atau pistol. Kalau bawa udah gue tusuk gue tembak-tembah tuh cowok sumpah NYEBELIINNNN!!!”teriak Ify frustasi. 

 

            Ify kembali diam. Ia masih tak percaya dengan kenyataan bahwa dirinya dan Rio benar-benar sudah putus. Dan Rio lah yang memutuskan dirinya dengan cara yang menurutnya sangat menyakitkan.

            Ify juga wanita. Meskipun dibalik sifat keras dan dinginnya ia pasti juga mempunyai titik lemas. Dan seperti saat inilah. Perlahan air mata Ify jatuh kembali. Ia menangis lagi.

 

‘Ayoo Fy jangan nangis dong. Pleasee”paksa Ify ekdirinya sendiri. Ia menghapus air matanya .Namun semakin ia hapus air matanya semakin banyak keluar lagi.

 

‘Jangan nangis dong. Loe kok cupu banget sih. Cuma gara-gara cowok loe nangis Fy “Akhirnya Ify tak bsia menahanya. Ia pun lantas menangis kembali. Menangis mengeluarkan semua rasa sesak di dadanya saat ini.

 

“Lucu banget sih hubungan kita Yo ? Putus Cuma karena hal kayak gini”

 

“Loe gak tau apa gue tuh udah cinta sama loe. Meskipun gue gak pernah bilang. Gue udah terlanjur dan terlanjur sayang banget sama loe!!”

 

“Apa Cuma gue aja yang punya perasaan yang kayak gini? Apa loe enggak ?? sampai loe tega mutusin gue ?. Ya tuhaannn!!”

 

“Gue emang gadis bodoh!! Gadis begoo!! Kenapa gue harus pacaran segala. Udah tau pacaran itu bikin sakit!! Sadar fy. Udah loe gak usah pacaran-pacaran lagi!! Loe gak usah kenal yang namanya cowok lagi. Apalagi ngenal cowok yang namanya Rio.”

 

“PLIS BERHENTI NANGIS DONG!!”bentak Ify kedirinya sendiri. Ia sudah terlihat begitu lemah saat ini. Menangisi seorang laki-laki untuk pertama kalinya. Dan benteng pertahanan Ify runtuh juga dan di sebabkan oleh satu cowok yaitu Mario.

                                                            *****

            2 jam berlalu.

            Jam didingin terus berputar. Waktu sudah menunjukkan jam 11 malam. Di runag tamu Sivia, Shilla, Alvin , Iqbal dan Salsha sudah hampir menyerah. Tak ada yang bisa mereka lakukan. Mereka seperti orang yang kehilangan ide.

 

           Iqbal semakin tak tega melihat kakaknya yang masih terus menangis. Iqbal dan mendengar suara tangisan Ify. Ia tak pernah melihat kakaknya menangis seperti tadi. Terakhir ia melihat kakaknya menangis sehancur ini adalah saat meninggalnya Sion.

 

“Andai kak Sion ada disini . .Pasti dia akan hibur kak Ify. “lirih Iqbal pelan sekali sehingga mungkin hanya dia sendiri yang dapat mendengarnya.

 

“Gue nyerah gue gak ada ide sama sekali”ujar Alvin sambil mengangkat tangannya dan memerjapkan matanya beberapa kali akibat berfikir terlalu keras.

 

“Sama gue juga gak ada”serah Shilla yang kecewa dengan dirinya sendiri

 

‘Salsha juga  nyerah deh. Gak bisa mikir”lanjut Salsha. Semuanya menatap ke arah Sivia dan Iqbal secara bergantian.

 

“Sama gue juga “serempak Iqbal dan Sivia. Mereka pun menghela nafas panjang bersama-sama dan pergi ke khayalan masing-masing. Siapa tau juga mereka dapat ide yang bagus.

                                                                        *****

                                                            23.00 PM Haling Corps.

            Rio menutup laptopnya. Ia melihat ke jam tangannya sebentar.  Lalu meregangkan otot-ototnya yang terasa begitu kaku. Setelah itu ia melihat ke arah ponselnya.

 

“udah jam 11 ya ??”

 

DDRTTDRTTTT

 

            Ponsel Rio berbunyi. Ia mendapatkan telfon dari seseorang yang sudah Rio tunggu dari tadi pagi . Rio mengembangkan senyumnya dan langsung mengangkat telfon tersebut.

 

“Oke. Aku segera kesana. “jawab Rio, Ia pun memasukkan ponselnya ke celananya. Ia pun megambil kunci mobilnya. Dan ia biarkan saja jasnya di ruang kerjannya. Rio pun segera keluar dari ruang kerjannya dan menuju parkiran mobil.

 

            Keadaan kantor sudah sepi, mungkin hanya ada Rio dan beberapa satpam. Rio segera masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan cepat menuju ke suatu tempat. Rio mengendarai mobilnya dengan sangat kencang sekali.

                                                                        *****

                                                23.30 PM.  Rumah Ify dan Iqbal

 

            Shilla dan salsha sudah ketiduran duluan. Alvin pun sebenarnya sudah ngantuk sekali namun ia tak tega dengan Sivia dan Iqbal yang masih memfikirkan Ify dan bagaimana membuat Ify tak sedih lagi saat ini.

 

“30 menit lagi hari ulang tahun Ify berakhir.. “lirih Sivia penuh penyesalan.

 

            Ketiga orang ini kaget mendengar suara mobil yang berhenti di depan Rumah Ify. Dan sedikit suara 2 orang berbicara. Mereka bertiga yang penasaran pun segera keluar kedalam rumah;.

 

            Iqbal membalakan matanya melihat dua orang yang datang  didepan rumahnya sekarang. Dimana dua orang ini berjalan ke arah pintu rumahnya. Bukan hanya Iqbal saja yang kaget. Sivia dan Alvin juga hanya bisa mematung.

 

“PA . .  “

 

“Ssssttt . . .”salah satu orang tersebut menyuruh Iqbal untuk tidak melanjutkan kata-katanya. Iqbal pun mengangguk-anggukan kepalanya dan langsung menutup matanya. Sivia dan Alvin masih terbenggong.,

 

“Ngapain loe benggong di depan pintu ??”ujar salah satu orang itu lagi sambil menepuk bahu Alvin.

 

“Loe ?? kok bisa diisni ?? katanya banyak kerjaan ?”tanya Alvin binggung.

 

“Gue jelasin  didalam. Tapi jangan berisik . .”ujar orang tadi yang tak lain dan tak bukan adalah Rio.

 

            Mereka semua pun masuk kedalam ruang tamu tanpa bersuara. Mereka tak ingin membuat Ify keluar dari kamarnya.  Rio pun mulai ingin menjelaskan semuanya.

 

“papa kok bisa ada disini ? katanya gak bisa ke Indonesia ??”tanya Iqbal dengan suara pelan-pelan.

 

“Hahaha. Papa Cuma mau bikin kejutan buat kalian berdua. Tertutama kakak kamu. Sebenarnya ini juga ide dari Rio”ujar Mr.Bov yang ternyata sudah datang bersama Rio. Dimana sebelumnya Rio menjemputnya di bandara lantas pergi ke rumah Ify.

 

“Terus ?? loe putus sama Ify kan  Yo ?”tanya Alvin dengan masih binggungnya.

 

“gak mungkin lah gue mutusin dia. Langkah dapetin cewek kayak gitu. Gue Cuma ngerjain dia doang “ujar Rio dan membuat iqbal, Sivia dan Alvin melengos dengan wajah frustasi mereka.

 

“Hah? Jadi Cuma ngerjain doang ??”syok Alvin dan Sivia serta Iqbal dengan volme suara kecil namun ekpresi tak menyangka.

 

“Loe kalau niat ngerjain yah ngerjain Ify aja Yo. Gak usah kita-kita juga ikut loe kerjain “kesal Alvin.

 

“Gak asih banget sih loe kak. “lanjut Sivia

 

“jantungan gue kak ngelihat kak ify nangis kayak gitu. Ada aja ya akal busuk loe . . “tambah iqbal yang tak terima dikerjain oleh Rio. Sedangkan Rio hanya terkekeh saja.

 

“Pa ?? katanya gak ngerestuin Kak ify sama Kak rio ??”kini giliran Iqbal yang heran juga dengan papanya.

 

“Mmmm. Gimana ya ??Kayaknya dia cocok buat kakak kamu. “jawab Mr.Bov

 

“jadi papa ngerestuin ??”

 

“Iyalah”jawab Mr.bov sambil menepuk-nepuk bahu Rio.

 

“Kenapa iri loe ??”ujar Rio menggoda Iqbal.

 

“Ngapain gue Iri yee . .”

 

“udah –udah. Sekarang kita kasih kejutan buat Ify. Dia pasti belum tidur kan ??”tanya Mr.Bov

 

“belumlah dari tadi dia nangis terus kali Pa”ujar Iqbal.

 

“dia nangisin gue ??”tanya Rio dengan nada pedenya.

 

“gak nangisin Bi Ina. Yaiyalah nangisin loe”jawab Iqbal skeptis dan membuat Rio senyum-senyum sendiri.

 

“Tuan ini kuenya . . “ujar Bi Ina yang sebelumnya disuruh oleh Mr.Bov mengambil kue yang ada di mobil Rio. Iqbal , Sivia dan Alvin melototkan mata melihat kue berlapiskan Coklat sebesar itu. Mungkin 3  kali lipatnya dari kue biasanya.  Dan 1 kue coklat lagi yang Rio beli sendiri tadi sore waktu ia meninggalkan Ify diruang kerjanya sendirian.

 

“jadi gini rencananya. . . “Rio pun menjelaskan bagaimana kejutan untuk Ify setelah ini. Semuanya pun mendnegarkan dengan seksama.

 

“Oke. Sekarang aja yuk. Masih ada 15 menit sebelum jam 12”ujar Alvin dan disetujui yang lainnya. Dan mulai bersia-siap. Shilla dan Salsha pun di tinggal begitu saja di ruang tamu. Mereka tidak ingin membangunkan dua anak ini. Karena memang dua anak ini terlihat kecapean. Shilla dnegan kuliahnya yang tak ada liburnya dan salsha selalu syutting sampai malam.

 

                                                            *****

TOOOKKKTOOKKK

 

            Rio mulai mengetuk pintu kamar Ify pelan-pelan. Semuanya sudah siap di posisi masing-masing.  Sesuai dengan rencana yang dijelaskan Rio tadi mereka mulai menjalankan aksi mereka untuk memberi kejutan bagi Ify.

 

“Kak loe masih bangun kan ??”tanya Iqbal

 

“Masih kenapa ??”jawab Ify dari dalam dengan suara yang memang sudah serak sekali akibat kelamaan menangis.

 

“Ada yang mau ketemu sama loe. . .”

 

“Gue males ketemu sama orang itu”jawab Ify langsung. Mungkin Ify sudah mengerti maksud Iqbal karena jika Iqbal tidak menyebutkan nama orang yang mencari Ify berarti orang tersebut yang dimaksud oleh Iqbal tak lain adalah Rio.

 

“Pintunya di kunci gak ??”bisik Rio pelan ke Iqbal.

 

“Kayaknya enggak. Coba buka aja .”suruh Iqbal.

 

“Tangan gue bawa kue begoo:”bisik Rio dengan nada tajam. Iqbal hanya nyengir kuda. Ia pun mencoba membuka pintu kamar Ify dan benar saja kamar Ify tidak dikunci. Rio langsung masuk kedalam dan Iqbal pun menutup kembali pintu kamar Ify.

 

            Kamar ify masih terlihat terang. Rio dapat melihat gadis itu yang duduk di pojok kasurnya dengan wajah yang menoleh ke arah luar jendela kamarnya. Keadaan kamar Ify pun sedikit hancur.

 

“Happy birthaday to You .. “

 

“Happy birthday to You . . “Rio mulai menyanyikan lagi selamat ulang tahun untuk Ify. Namun ify masih tak bergeming dari kasurnya.

 

“Hey . . “panggil Rio pelan. Sedangkan ify menahan tangisannya. Ia mengeratkan genggaman tangannya agar tidak terlihat tubuhnya yang sudah mulai bergetar.  Ia tau bahwa Riolah yang maksud kedalam kamarnya saat ini

 

“Tiup lilinya gih . . “suruh Rio. Ia kini sudah berada di samping kasur Ify. Dengan posisi berdiri dan membawa sebuah kue berlilinkan angka 17 tahun.

 

“Ngapain loe kesini ??”sinis Ify. Rio ingin tertawa mendengar suara Ify yang hampir habis dan serak sekali.

 

“Ngasih kue buat loe”

 

“Buat apa ??gue gak butuh. . .”Rio tersenyum puas . Ia pun menaruh kue tersebut di atas meja belajar Ify. Perlahan Rio naik keatas kasur Ify dan duduk disamping gadis itu. Ify masih tak mau menolehkan wajahnya. Ia sangat kesal sekali dengan Rio dan tak ingin bertemu dengan cowok ini.

 

“Loe nangis ??”tanya Rio . ia menata Ify yang masih menatap ke luar jendela.

 

“Enggak”tegas Ify .

 

“Beneran ?kalau enggak lo lihat ke gue “

 

“Males”

 

“Yaudah kalau gitu. Gue juga Cuma mau nganterin kue itu doang. Gak enak gue sama adik loe. “jawab Rio yang niat menggoda Ify.  Ify merasakan dadanya kembali sesak mendengar ucapan Rio itu. Ia kira Rio akan minta maaf kepadanya.

 

“Kita bisa kan Fy putus baik-baik. Jangan musuhan kayak gini .  Gue gak mau hubungan kita jadi musuh seperti dulu. Kita bisa kan jadi teman ??”Ify langsung menghapus air matanya yang tak senagaja jatuh. Ia tak membalas ucapan Rio tersebut.

 

“yaudah kalau loe gak mau. Gue tau pasti loe marah kan sama gue ? loe kesal kan ? Sorry Fy gue gak bisa jadi pacar yang baik buat loe selama ini”ujar Rio penuh penyesalan. Mendengar pengungkapan Rio tersebut perlahan Ify menolehkan wajahnya menghadap ke Rio.

 

“Kita beneran selesai ??”tanya Ify  benar-benar memastikan sekali lagi. Ia mengigit ujung bibirnya. Menahan isakannya dan tangisannya yang mungkin saja langsung terpecahkan. Rio kaget melihat wajah Ify yang sudah sembab. Ia tidak menyangka akibat rencananya ini ify sampai menangis kayak gini.

 

“i .. ya.. “jawab Rio sambil menundukkan kepalanya. Ify langsung tertawa sebentar. Namun tawanya terdengar seperti tawa kemirisan.  

 

“Gue tau dan sangat tau.Mungkin Lebih baik kita dari awal tidak pernah  ketemu Yo. Dari awal gue gak jatuh cinta sama loe dan gak ada hubungan antara kita berdua. Loe pulang aja. Gue mau tidur . “usir Ify dan menolehkan lagi wajahnya ke arah jendelanya.

 

            Ify  sudah tak kuat menahan air matanya. Ify menangis tanpa bersuara. Ia tak mau Rio mendnegar tangisannya dan melihatnya menangis. Rio melihat tubuh Ify mulai bergetar hebat. Ia pun sudah tak tega mengerjai Ify seperti ini.

 

“Fy. . lihat gue. . “pinta Rio, Ia memegang bahu Ify. Ify menggelengkan kepalanya. Ia tak mau melihat Rio.

 

“Fy. . Jangan nangis gue mohon. Lihat gue .. “pinta Rio. Namun  Ify masih tak mau. Dan perlahan dapat terdengar suara isakan Ify. Suara isakan yang di tahan Ify sedari tadi. Ify tak mampu menahannya. Rasa sakit di dadanya dan rasa sakit hatinya terasa sesak sampai membuatnya susah untuk bernafas.

 

            Rio pun yang sudah benar-benar tak tega langsung menarik gadis ini dalam pelukannya. Rio langsung memeluk ify seerat mungkin. Memberikan ketenangan pada gadis ini. Dan mulai menjelaskan semuanya kepada Ify.

 

“Fy gue Cuma bercanda. tadi  , , , “

 

“Jangan nangis dong. Gue Cuma ngerjain loe. Gue gak mutusin loe. Jangan nangis ..  .“ungkap Rio. Dan saat itu juga langsung membuat Ify nangis sekencang mungkin. Sampai orang-orang yang ada di luar kamar Ify panik sendiri mendengar suara tangisan ify yang begtiu kencang sekali.

 

            Rio mulai kebingungan sendiri. Ia tak menyangka Ify malah menangis kayak gini. Rio binggung harus apa sekarang.

 

“Sayang udah jangan nangis. Maaf. Maaf. Gue Cuma bercanda tadi. Gue ingat kok hari ulang tahun loe. Gue gak sibuk . gue gak marah sama loe gara-gara loe masuk ke ruang kerja gue . Gue Cuma ngerjain loe aja. Gue tau banget sweet seventeen ini berarti kan buat loe ?? Udah jangan nangis Fy .  “Ify masih saja terus menangis. Kali inia tangannya memukul-mukul dada Rio. Ia benar-benar tak  menyangka bahwa Rio mengerjainya seperti ini.

 

“Fy maaf banget. Gue Cuma ngerjain loe. Sumpah !! Gue cinta sama loe. Gue sayang sama loe. Gue gak akan pernah mutusin loe!!!”

 

“Kita gak putus Fy. Gue masih pacar loe dan loe juga masih pacar gue”perjelas Rio. Namun sepertinya itu semua tak mempan bagi Ify. Karena gadis ini masih terus menangis sampai sesenggukan hebat. Baju Rio pun sudah basah dengan air mata Ify.  Mungkin memang Rio keterlaluan sekali mengerjai gadis ini.

 

“keterlaluan banget sih loe .. .”isak ify dalam pelukan Rio. Membuat Rio terkekeh pelan.

 

“Udah dong nangisnya. Mana ada setan nangis ?? Pernah bunuh orang , pintar berantem, wajah kayak preman dikerjain kayak gini  nangis gak karuan”goda Rio

 

“Bodo”

 

“hahahaha. Udah ya nangisnya ??”bujuk Rio. Perlahan Rio melepaskan pelukannya. Ia menatap wajah ify yang lebih tak karuan dari tadi. Matanya yang sudah membengkak dan hidungnya memerah. Perlahan Rio mengusap air mata Ify .

 

“Maaf ”pinta Rio tulus sekali dengan suara yang melembut

 

“LUCU??”sinis Ify yang tak terima dikerjain seperti ini.

 

“Hahahaha.  Loe kali yang lucu sampai nangis kayak gini”goda Rio. Ify langsung menunjukkan wajah kesalnya lagi.

 

“Happy birthaday ya sayang. Sweet seventen Alyssaku . . “ujar Rio pelan dan dari hatinya yang terdalam. Isakan Ify pun sudah meredah. Ia menganggukkan kepalanya dengan sedikut senyuman. Rio pun lantas mengecup kening Ify dengan lembut.

 

“Gue punya kado spesial buat loe “ujar Rio. Ia turun dari kasur Ify. Ify pun mengikuti Rio turun dari kasurnya. Ify mengernyitkan kening penasaran.

 

“Apaan??”

 

“Asal loe gak marah dulu sama gue”

 

“Gue fikirin. Apaan kadonya??”paksa Ify. Jujur ia masih snagat kesal dengan Rio.

 

“Maafin dulu”

 

“Maksa banget sih”

 

“Iya iya. Gitu aja masih ngambek “

 

“Loe keterlaluan”

 

“Saking cintanya ya sama gue??”goda Rio dan langsung dapat tatapan tajam dari Ify

 

“Loe gue usir dari rumah atau ngasih tau hadiahnya “

 

“iya iya gue kasih tau”

 

“Hadiah. . Masuk . . . “

 

            Ify hanya bisa mengernyitkan keningnya. Seseorang pun masuk kedalam kamar Ify dengan membawa sebuah kue yang begitu besar. Ify  mempertajam pengelihatannya melihat siapa orang itu.

 

“Happy birthday Ify . Happy Birthday Ify. Happy Birthday. .Happy Birthday Ify .. . “

 

“PAPAAA”kaget Ify tak menyangka papanya datang di hari ulang tahunnya. Mr.Bov tersenyum dan tetap melanjutkan bernyanyi. Alvin, Sivia dan Iqbal yang ada di belakang Mr.Bov pun ikut bernyanyi.

 

“Happy birthday my sweety. Sweet seventeen .”Ujar Mr.Bov.  Ia memberikan kuenya kepada Iqbal. Ify pun lantas berlari dan memeluk papanya.

 

“Thank you so much Dad. “ujar Ify kepada sang Papa. Ia memeluk papanya yang sangat ia rindukan. Mungkin sudah setengah tahun ia tidak bertemu dengan papanya.

 

“Dont cry baby . . “Ify melepaskan pelukannya. Ia tersenyum begitu senang sekali. Ia juga tersenyum ke arah Alvin, Sivia dan Iqbal.

 

“Makasih kalian semua . . .”Ify pun langsung memeluk Sivia.

 

“Loe ikut-ikutan ngerjain gue ??hah??”bisik Ify sangat tajam.

 

“Gak Fy sumpah enggak. Ini kerjaan Rio sama Papa loe kayaknya . “

 

“Aisshhh .  . “

 

“Sweet seventeen yaa gadis setan .. “ujar Sivia dan melepaskan pelukan Ify.

 

“Thank youuu sivia. “

 

“Gak usah nangis lagi. Diputusin aja na. . “

 

“Loe terusin gue bunuh loe disini. . “ancam ify dan membuat yang lainnya langsung teratawa puas.

 

“Ini hadiah buat loe. . “ujar Sivia dan menyerahkan hadiahnya kepada Ify.  Sivia memberikan sekotak kecil.

 

“Gue buka ya “

 

“Silahkan . “Ify pun membuka kado yang diberikan oleh Sivia. Ify kaget saat melihat isi dari kotak tersebut.

 

“Kalung ??Bukannya ini punya loe??”kaget Ify. Dimana Sivia memberikan sebuah hadiah kalung dan mirip sekali dengan hadiah yang diberikan oleh Ify ke Sivia.

 

“Gue nyari kalung yang sama kayak punya gue. Dan untung aja ada. Mangkanya gue beli itu biar kita punya kalung samaan .,”jelas Sivia.

 

“Makasih banget Vi”Ify sekali lagi memeluk Sivia.

 

“Sama-sama. Gue juga terima kasih buat semuanya.”Ify mengangguk dan melepaskan pelukannya. Kali ini ia menatap sang adik yang sepertinya keberatan membawa kue besar itu.

 

“Ngapain loe lihatin gue ? cepetan nih tiup lilin. Capek tauu .. “protes Iqbal. Ify pun mengangguk lantas memejamkan matanya membuat permohonan dahulu. Setelah itu ia meniup lilin tersebut

 

“Daritadi kek. . “sewot Iqbal dan membuat Ify terkekeh. Iqbal lantas memberikan kue tersebut kepada Bi Ina yang ada di luar kamar Ify.

 

“Ini hadiah buat loe”ujar Iqbal dan memberikan sekotak PSP baru kepada Ify.

 

“PSP??”

 

“Iya biar loe gak minjem terus punya gue .. “

 

“Kok kadonya gak dibungkus sih .  “protes Ify kepada Iqbal. Ia membuka kotak tersebut dan mengeluarkan PSP yang berwarna hitam dan merupakan PSP model baru.

 

“Masih untung gue kado. Pakek protes lagi. Dasar setan gak tau diri”

 

“Hahaha. But thank youuu my stupid brother. Love you . . “Ify pun memeluk sang adik.

 

“Aelah loe makasih tapi ujung-ujungnya ngatain juga“protes Iqbal lagi dan membalas pelukan sang kakak,

 

“Gue kan sayang sama loe”alibi Ify. Iqbal hanya geleng-geleng saja melihat kegilaan kakanya. Ify melepaskan pelukan dari Iqbal. Ia lanyas menatap ke Alvin yang menyodorkan sebuah kado untuknya,

 

“Buat gue ??”tanya Ify dan diangguki oleh Alvin .

 

“Gue buka ya”

 

“Silahkan. .”ify pun membuka kado dari Alvin. Dan dimana kado tersebut berisikan sebuah earphone keluaran baru dan bagus sekali. Sudah lama Ify ingin membeli earphone ini namun ia selalu menyayangkan uang jajanya.

 

“MAKASIH KAK !!!”teriak Ify kesenangan saat melihat kado yang diberikan oleh Alvin . Ify pun saking senangnya lantas ingin memeluk Alvin.

 

“EITSS .. GAK ADA PELUK-PELUKAN!!!”cegah rio sebelum Ify memeluk Alvin. Padahal Alvin sudah merentangkan kedua tanganya. Ify pun mengundurkan niatnya

 

“Gak asih ah loe yo”sewot Alvin dan menurunkan tangannya.

 

“Apa loe??”balas Rio tak kalah sewotnya.

 

“But. .Makasih ya Kak. Kadonya bagus banget”

 

“tumben loe panggil Kak??”serempak Sivia, Alvin dan Iqbal bersamaan.

 

“hehehhe. Gak enak soalnya udah di kado”cengir Ify

 

“Setan tetep aja setan . .”gerutu mereka semua dan membuat Ify tertawa sendiri.

 

“Semuanya makasih banget kadonya perfect . . “:

 

“Udah gak nangis lagi kan ??”goda Alvin, Sivia dan Iqbal barengan.

 

“Siapa yang nangis. Sotoy . “

 

“Haha gak nangis tapi teriak-teriak . GUE BENCI SAMA RIO. GUE GAK MAU KE . . .”

 

“APAAN SIH LOE!!! “bentak Ify sambil melototkan matanya ke arah sang adik yang menggodanya.

 

“Beneran tuh Bal??”

 

“Iya Kak. . “

 

PLETAAKKK

 

“Awww . . “ringsi iqbal yang mendapatkan jitakan keras dikepalanya,

 

“Sakit begoo”

 

“Bodo. Mulut loe ember sih”

 

“Siapa yang ember? Gue Cuma bicara fakta”

 

“Fakta loe basi gak ada bukti”

 

“Thanks!!”bentak Iqbal dengan wajah sinis ke Ify

 

“Sama-sama”jawab Ify dengan senang hatinya dan tanpa dosanya.

 

“udah-udah kalian berdua bertengkar aja mulu”lerai Mr.Bov.

 

“Papa  habis ini langsung balik ke prancis . Jadi papa juga ada satu kado buat Ify”ujar Mr.Bov dan membuat semuanya penasaran . Bukan hanya Ify saja. Iqbal pun penasaran sekali.

 

“Apaan Pa??”tanya Ify yang penasaran sendiri.

 

“Papa restuin kamu sama Rio”ujar Mr.Bov dan membuat Ify langsung diam seribu bahasa.

 

“Itu hadiahnya ?? upay banget”gerutu Iqbal dan langsung mendapat tatapan tajam dari papanya.

 

“Damai Pa”cengir Iqbal .

 

“restu doang Pa ?? gak dikasih hadiah gitu ??”kini Ify mulai membungkamkan suaranya. Ia bertanya kepada papanya dengan wajah yang tak enak.

 

“restu Papa itu mahal loh ya”Mr.Bov pun tak mau kalah.

 

“Ahhh papa gak asik”

 

“Setuju kak setuju. Gue kira loe dibeliin kapar pesiar gitu”sahut Iqbal.

 

JTAAKK JTAAKKK

 

“Awww . . “ringgis Ify dan Iqbal beberangan karena mendapat jitakan mulus dari papanya.

 

“Punya dua anak sama-sama setannya “

 

“Soalnya papanya juga setan kalii”serenpak ify dan iqbal menyudutkan papanya.

 

“Tuh lihat didepan rumah hadiah kamu”ujar sang Papa kepada Ify dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Ify langsung membelakakan matanya.

 

“Didepan ??”

 

“Iya cepat lihat sana “Ify pun langsung keluar dari kamarnya. Ia segera menurutni tangga. Iqbal yang penasaran pun ikut membuntuti Ify. Bukan hanya Iqbal saja. Alvin dan Sivia juga ikut-ikutan menuju luar rumah,

 

            Sedangkan di kamar Ify kini hanya tersisa Rio dan Mr. Bov. . Rio menghampiri Mr.Bov yang terlihat begitu senang melihat kedua anaknya, Dan melihat kebahagiaan Ify.

 

“Om Rio ucapkan banyak terimakasih”ujar Rio dan menyalami Mr.Bov.

 

“Iya. Titip Ify. Ingat janjimu kamu akan jaga dia dan gak akan sakitin dia. Jika sekali saja kamu buat dia sakit. Saya akan cabut kepercayaan saya terhadap kamu”

 

“Iya Om. Rio janji akan jaga Ify . “

 

“Dia masih remaja. Biarkan dia tamatkan sekolahnya dulu”

 

“Iya , Rio tau kok om”

 

“OH MY GOD !!!! PAPA KEREN BANGEETT!!!!”suara teriakan Ify dari bawah begitu terdengar sampai kamarnya. Mr.bov yang mendengar Ify histeris kesenangan lantas tersenyum kelegaan.

 

“Ayo kita juga turun “ajak Mr.Bov . Rio pun mengangguk saja.

 

                                                            *****

           Kini di hadapan Ify adalah sebuah patung besar tersebuat dari kaca. patung tersebut adalah cerminan dari Ify. Alias patung itu sendiri adalah Ify . Dimana patung tersebut bergaya dengan membawa dua buah pistol. Dan mimik wajah dari patung tersebut pun mirip sekali dengan wajah ify yang selalu dingin.

 

“KEREN BANGET KAK”ujar Iqbal yang juga takjub dengan hadiah yang diberikan oleh papanya kepada sang kakak.

 

“Gak heran. Orang kaya “ujar Alvin dan diangguki oleh Sivia.

 

“Kamu suka fy ??”tanya Mr.Bov yang sudah berada di samping Ify.

 

“Suka banget Pa. Makasih”

 

“Iya sama-sama sayang . .”

 

            Sebuah mobil pun berhenti di depan rumah Ify dan iqbal.  Dan seorang pria yang terlihat sedikit sudah tua turun dari mobil mewah tersebut.

 

“Tuan. Pesawatnya berangkat 30 menit lagi”ujar orang tersebut yang tak lain kepada Mr. Bov.  Dan Mr.Bon pun menganggukkan kepalanya.

 

“Papa harus balik sekarang. Kamu jaga diri dan jaga adik kamu”pesan Mr.Bov kepada Ify.

 

“Oke Pa. Sekali lagi Thank you so much dady. I Love You”

 

“I Love You too dear . “balas Mr.Bov dan mencium kening sang anak.

 

“Jangan bertengkar terus sama kakak kamu. Belajar yang rajin jangan pacaran mulu”

 

“Iya iya Pa. Siapa juga yang pacaran ?? kak Ify juga pacaran kok gak dipesani kayak gitu sih . .”protes Iqbal sambil menyalami papanya. Ify memanyun manyunkan bibirnya menggoda Iqba. Ia puas karena papanya berada di pihaknya.

 

“Iya Ify juga jangan pacaran terus. Belajar!!”Ify melengos baru aja ia senang. Iqbal pun langsung terawa pulas dan mengapok.an kakaknya.

 

“terima kasih buat kalian semua. Om pamit dulu”ujar Mr.Bov kepada Alvin., Sivia dan Rio.

 

“Iya Om hati-hati”serempak mereka semua.

 

“Jaga Ify baik-baik .”bisik Mr.Bov saat melewati Rio. Rio pun tersenyum sambil mengangguk. Ify mengernyitkan keningnya penasaran apa yang di ucapkan papanya kepada Rio.

 

            Mr.Bov pun masuk kedalam mobil dan tak lama kemudian mobil itu beranjak dari sana. Iqbal, Alvin dan Sivia pun memilih segera masuk kedalam rumah. Mereka merasa lelah dan sudah ngantuk.

 

“Bang  ini dimasukkan ya”suruh Ify kepada 3 bodygartnya yang selalu menjaga rumahnya.

 

“Iya Non”serempak para bodygart tersebut dan langsung menjalankan perinta majikannya ini.

            Kini tinggal Rio dan Ify yang ada di luar halaman. Ify masih tak percaya dengan semua ini Ia begitu bahagia sekali dihari ulang tahunnya ini.

 

“Loe gak minta kado dari gue ??”tanya Rio kepada Ify yang masih senyum-senyum sendiri.

 

“Hah??”Ify tersadarkan. Ia pun langsung menoleh ke Rio.

 

“Loe gak minta kado dari gue ??”tanya Rio sekali lagi.

 

“Emang loe nyiapin kado buat gue ??”

 

“Hmm. . “dehem  Rio sambil menganggukkan kepalanya mantap.

 

“Mana ??”

 

“Gak disini “

 

“Terus ??”

 

“Ikut gue yuk. . “ajak Rio lantas menyeret tangan Ify . Rio langsung memasukkan Ify kedalam mobilnya. Sedangkan Ify yang masih binggung menurt saja dan mengikuti Rio. Dimana Rio akan memberikan sebuah kejutan untuknya. Dan tidak akan dilupakan oleh Ify.

 

Bersambung . ..  . .

 

Bagaimana kelanjutan dari kisah cerita ini ? apa kado yang akan di berikan Rio kepada Ify ??? penasaran penasaran ?? mangkanya TE . .. . …

 

            (Tapi boong  bersambungnya hahaha. Karena saya author yang baik hati. Dan saya tidak mau kena demo lagi haha jadi sayan akan lanjutkan. Yang belum Like FP “DEVIL ENLOVQER” Like ya guys. Yukk lanjut baca. Capcuss . . .)

 

            Selama perjalanan Ify tak bertanya. Ia hanya diam saja selama perjalanan. Enth apa yang difikirkan oleh Ify saat ini. Rio mengendarai mobilnya dan sekali-kali melirik ke Ify yang terus diam.  Rio menyunggingkan senyumnya menatap gadis manis ini.

 

“Loe gak penasraan gue mau bawa loe kemana ???”

 

“Enggak”jawab Ify dengan wajah datarnya.

 

“Yasudah .. “pasrah Rio. Ia pun konsen kembali mengendarai mobilnya

 

            15 menit kemudian Mereka berdua telah sampai disuatu tempat dimana bagi Ify sedikit familiar. Bahkan Ify sepertinya pernah ke tempat ini. Rio pun mengajak Ify turun dari mobilnya.

 

“Gue kayaknya pernah kesini ya ??”tanya Ify dan diangguki oleh Rio.

 

“Ayoo .. “Rio lantas menggandeng tangan Ify. Dan mengajak gadis ini memasuki tempat tersebut.  Ify mencoba mengingat akan tempat ini. Namun  ia sama sekali tak dapat ingat. Namun tempat ini begitu familiar baginya.

 

            Mereka masuk kedalam sebuah ruangan. Dimana ruangan ini begitu luas. Ditengahnya terdapat kolam renang besar. Dimana kolam yang dibuat latihan para penyelam. Ify tersenyum dan kini ia sudah dapat mengingat akan tempat ini.

 

“Masuk yuk”ajak Rio. Ify menurut saja dan mengikuti Rio. Mereka berjalan kedalam ruangan ini dan berhenti di pinggir kolam ini.

 

“Loe ingat tempat ini ??”tanya Rio dan langsung dijawab Ify dengan satu anggukan kepalanya.

 

“Ini tempatwaktu  gue nyatain cinta  ke loe. “

 

“Dan tempat antara hidup mati gue”lanjut Ify dan membuat mereka berdua langsung tertawa sendiri.

 

“Kenapa loe ajak gue kesini ?”tanya Ify kepada Rio.

 

“apa jangan-jangan loe mau ngasih kejutan buat gue, tiba-tiba nih tempat berubah jadi romantis kolamnya ada tulisan  i love you alyssa. Terus ada kembang api dan loe ngasih bunga ke gue,  Terus gue sampai terharu gitu dan meluk loe kayak di film-film gitu. Iya kan ?”cerocos Ify dan membuat Rio hanya melongo sambil menatap Ify dengan tatapan tak enak sekali.

 

“Loe fikir gue Alvin. “sewot Rio.

 

“Siapa juga yang mau capek-capek nyiapin kayak gitu buat loe. Kerjaan gue masih banyak kali di kantor “lanjut Rio dan berhasil membuat Ify melengos.

 

“Gue juga gak bakal mau dikasih kayak gitu. Gak banget”

 

“Bilang aja loe ngarep ya gue kasih kayak gitu”tuding Rio menyudutkan Ify.

 

“Enggak . !!”tegas Ify

 

“Ngaku aja. Iya kan ??”

 

“EnggakRio. Gak usah Sotoy”

 

“Gak usah bohong sama gue”

 

“Sekali lagi loe sotoy gue tendang loe ke kolamn”ancam Ify dan membuat Rio tertawa puas karena berhasil menggoda Ify.

 

“terus loe ngapain sih bawa gue kesini ?? ini maksud loe kadonya ??”tanya Ify yang tidak mengerti maksud Rio.

 

“bukanlah . .”

 

“terus ?”Rio menghelakan nafasnya sebentar. Ia mengeluarkan sebuah kotak dari celananya. Ify hanya menatap gerak gerik Rio saat ini.

 

“emmmm. Fy. .  “Rio mulai membuka kotak tersebut. Dimana kotak itu berisikan sebuah cincin mungil yang terbuat dari berlian dan warna putihnya menyala begitu indah sekali. Ify menatap Rio dengan aneh.

 

“Loe mau nikah sama gue ??”ujar Rio dengan wajah yang malu-malu sendiri

 

“WHAT ?? NIKAH ???”

 

“LOE MASIH WARAS  KAN ??”Rio langsung melototkan matanya. Ia kira Ify akan senang dengan kejutannya dan akan langsung menerimanya. namun ini berlainan dari apa yang ia bayangkan sebelum-sebelumnya.

 

“Loe gak mau nikah sama gue ?”tanya Rio mulai cemas sendiri

 

“enggak lah. Gue masih SMA kali. Ogah gue nikah.”

 

“Gue taulah. Maksud gue nikahnya nanti kalau loe udah lulus kuliah. “

 

“’tetep ogah gue nikah sama loe”

 

“Kenapa ??”

 

“Siapa tau aja nanti di kuliah gue naksir orang lebih cakep dari loe. Lebih baik dari pada loe. Lebih peka dikir dari pada loe. “ujar Ify dengan nada menyindir . Rio menatap ify dengan tatapan sinis.

 

“Jadi loe nolak gue ??”tanya Rio dengan wajah kecewanya.

 

“Iyalah.”tegas Ify dan menatap Rio dengan tatapan risih.

 

“Beneran loe nolak gue Fy? Loe gak mau nikah sama gue ??”

 

“Loe budek ya ?? “Rio menepuk jidatnya penuh kefrustrasian. Ia tidak memfikirkan bahwa dirinya sedang menghadapi siapa. Karena yang dia hadapi saat ini adalah gadis paling setan paling iblis sedunia yang sama sekali tidak ada rasa kasihan dan ibanya kepada seseorang.

 

“Yasudah kalau gitu,  . “ujar Rio dengan penuh kepasrahan. Ia pun lantas menutup kembali kotak tersebut dan memasukkan kembali kotak itu kedalam celananya dengan wajah benar-benar kecewa. Baru pertama kalinya ia di tolak oleh seorang cewek.

 

“Udah itu kejutannya ??”tanya Ify yang sama sekali seperti tak punya hati

 

“Iya”jawab Rio datar.

 

“Terus ngapain loe masukin lagi cincinya ??”tanya Ify dan semakin membuat Rio binggung

 

“loe kan nolak gue . yaudah gue masukin lah “jawab Rio enteng

 

“Yaelah. Bukan berarti kalau gue nolak loe, gue gak nerima cincin loe kan?? Lumayan cincin mahal tuh”

 

“Ya tuhan. Anak orang kaya tapi tetap aja matrenya gak ketulungan. . “gumel Rio dengan wajah lebih frustasi lagi. Ia pun mengeluarkan kembali kotak cincin tersebut.

 

“Loe bilang apa tadi ? hah??”

 

“gak ada. Nih cincinya “serah Rio dan melemparkan cincin tersebut ke Ify.

 

“Ngasihnya baik-baik kek”protes Ify utnung saja berhasil menangkap kotak tersebut. Ify pun langsung memakai cincin yang diberikan oleh rio itu.

 

“jadi sebenarnya loe nerima lamaran gue gak sih ??”tanya Rio karena masih binggung.

 

“Enggak”jawab Ify dengan wajah tanpa dosanya . Rio mengacak-acak rambutnya sambil memegangi kepalanya yang terasa mau pecah.

 

“Fy loe beran nih nolak lamaran gue  ? loe beneran gak mau nikah sama gue ??”tanya Rio yang masih belum percaya. Dan mencoba menanyakan kembali. Kali ini Rio bertanya dengan wajah penuh harapnya kepada Ify.

 

“Gue gak mau nikah sama loe! Gak usah tanya lagi!!”bentak Ify penuh penegasan

 

“Jadi loe beneran gak nerima gue ??.”

 

“ENGGAK YO ENGGAK!!”bentak Ify yang kesal juga lama-lama dengan pertanyaan rio yang terus di ulang-ulang . Rio pun mengangguk-angguk saja.

 

“yasudah ayo kita pulang”serah Rio sangat pasrah sekali. Ia pun menghela nafas panjangnya lantas berjalan duluan untuk keluar dari tempat ini.  Ia tak menyangka Ify menolaknya.

 

            Ify melihat Rio yang berjalan dengan gontai. Ify menyunggingkan senyum puasnya.

 

“TAPI BOONG”teriak Ify begitu keras dan berhasil membuat langkah Rio terhenti. Rio mengernyitkan keningnya setelah mendengar teriakan Ify tadi. Ia pun membalikkan badanya.

 

“Loe ngerjain gue ??”pincing Rio sambil menatap Ify yang senyum-senyum gak jelas.

 

“Iya dong. Emang loe fikir loe aja yang bisa buat akal busuk ide gila kayak gitu. . Emang enak apa dikerjain kayak gitu.  Gak enak kan ?? Jadi kita satu sama “ujar Ify puas sekali. Rio menatap Ify dengan tatapan kesal, bercampur kelegaan bercampur semuanya.

 

“Kita satu sama . satu sama. . “teriak Ify. Rio geleng-geleng sendiri melihat tingkah kekasihnya yang kadang-kadang dingin, kadang-kadang serius namun kadang juga akan bertingkah seperti anak-anak.

 

“Bentar Fy bentar . .”serah rio. Ia berjalan kembali mendekati Ify.

 

“Jadi loe nerima lamaran gue apa enggak ??”

 

“Hmm.. “jawab Ify malu-malu sambil menganggukkan kepalanya berulang-ulang seperti anak kecil dan membuat Rio gemas sendiri. Belum pernah ia melihat Ify seimut ini.

 

“Hmm? Berarti iya ??”godaa Rio

 

“hmm. . “jawab Ify lagi dan sama seperti tadi.

 

“Hmm apaan ??”

 

“Hmm iya Rio”kesal Ify melirik tajam ke arah Rio. Akhirnya Rio bisa bernafas legah dan tersenyum puas sekali.

 

“Gue boleh minta satu aja permintaan”

 

“Apaan ??”

 

“Bisa gak ? sekali aja kita romantis “pinta Rio dan membuat Ify membelakan matanya menatap Rio dengan tatapan aneh.

 

 “Hanya sekali aja Fy. Cuma sekali aja di hari ulang tahun loe”

 

“Masalahnya gue binggung romantis kayak gimana”jujur Ify dengan wajahnya yang memang kebingungan.

 

“Lah gue juga Fy “Rio pun ikut-ikutan seperti orang bego.

 

“terus ngapain loe ngajak romantis? Kalau gak tau caranya ??”kesal ify dan membuat Rio garuk-garuk kepalanya gak jelas. Keheningan terjadi beberapa saat. Sampai Rio membuka  kembali suaranya.

 

“Gue boleh nyium loe??”ujar Rio tiba-tiba langsung dan membuat Ify kaget setengah mati. Tidak biasanya Rio seperti ini. Biasanya Rio pasti langsung diam-diam menyiumnya. Dan ini ia malah meminta izin. Dan entah mengapa saat Rio bertanya seperti itu. Jantung Ify bergetar hebat sekali.

 

“Nyium apaan ??”tanya Ify balik seperti orang bodoh. Ia merutuki sendiri perkataanya tadi. Rio yang mendengar pertanyaan Ify tersebut langsung meyentuh bibir Ify dengan telunjuk tangannya sendiri. Jarak antara Rio dan Ify berhadapan sekarang pun tidaklah terlalu jauh.

 

“Boleh gak ?”perasaan Ify semakin tak karuan. Rio selalu punya cara membuatnya mati gaya. Dan membuat aliran darahnya berjalan sangat cepat. Ify megenggam kedua tangannya erat-erat . Dimana kedua tangannya sudah berkeringat panas dingin.

 

“Hmm. “jawab Ify malu-malu. Rio memincingkan matanya

 

“beneran ??”tanya Rio sekali lagi. Kali ini ia memajukan kakinya selangkah untuk mendekati Ify.

 

“Hmm . .”jawab Ify lagi dan ditambahi dengan anggukan kepalanya.

 

“Kalau gue nyiumnya lama gak apa-apa??”tanya Rio dengan suara pelan sekaloi namun cukup terdengar bagi Ify. Rio memajukan selangkah lagi kakinya dan membuat  Ify mengigit bibirnya menahan tubuhnya yang sudah panas dingin tak karuan akibat perlakuan Rio saat ini.

 

“Hmm “jawab Ify seperti tadi. Karena ia bingung harus menjawab apa.

 

“1 menit ??”Ify mengangguk pelan dengan wajah yang menunduk malu . Jarak keduanya pun hanya tingal beberapa centi saja. Rio perlahan mendongakkan dagu Ify menggunakan tangannya yang menempel di bibir Ify tadi.

 

“ 5 menit ??”Ify menelan ludahnya dalam-dalam tak bisa menjawab. Tatapan Rio begitu mematikkan dan membuatnya terdiam mematung.

 

“1 jam ??”Ify melotokan matanya. Rio menyunggingkan senyum khasnya. Dimana senyum yang dapat membuat semua gadis akan tunduk kepadanya. Namun Rio hanya akan menunjukkan senyumnya ini kepada satu orang saja yaitu Ify.  Rio semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ify. Nafas mereka sama-sama berderu dengan cepat.

 

“1 hari ??”bisik Rio tepat dihadapan wajah Ify, Ify menatap Rio dengan kesal. Ia pun akan membuka mulutnya untuk protes kepada Rio. Namun belum ia mengeluarkan satu kata pun Rio langsung membungkam bibirnya dengan bibir Rio sendiri.

 

            Ify merasakan sentuhan lembut dari bibir Rio yang hangat sekali. Jantung Ify sudah tak bisa terkontrol lagi. Ify dapat melihat jelas Rio yang sudah menutup kedua matanya. Ify merasakan kedua tangannya diraih oleh Rio dan digenggam erat oleh Rio. Dimana jari-jari mereka saling bertaut satu sama lain.

            Ciuman yang Rio berikan pun semakin dalam. Perlahan-lahan Ify pun memejamkan matanya. Membalas ciuman Rio yang begitu lembut. Ify dapat merasakan di setiap sentuhan yang Rio berikan ia tau jika lelaki di depannya ini adalah lelaki yang tulus mencintainya. Dan akan melakukan apapun untuk membuatnya bahagia.  Terbukti saat dirinya koma dulu Rio selalu ada untuknya. Bahkan saat dia sudah pindah ke Prancis Rio masih setia untuk menunggunya kembali. Bukann hanya Rio saja. Ify pun sama ia tidak ingin kehilangan Rio sampai kapan pun. Karena ia selalu berharap Rio ada untuknya dan disampingnya

 

Bersambung . . .

 

Oke kali ini bersambung beneran. Hahahah. Gimana ceritanya ?? maaf kalau agak frontal dibagian terakhir. Semoga banyak yang suka. Like dan Comment selalau di tunggu yaa. Terus baca DELOV okeoke makasih banyak guyss😀 .

One thought on “DEVIL ENLOVQER – 54 ~ My Sweet Seventeen ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s