LOVENDER bag.1

Image

LOVENDER

                                          By : LULUK_HF @luckvy_s

Aku boleh kan untuk menyukai seseorang? Aku punya hak kan untuk menyukai seseorang? . Namun kenapa rasa suka iu terlalu dan sangat terlalu. Kenapa harus dia? Padahal sudah jelas sekali aku pun tau dia tidak menyukaiku. Dia tidak kagum denganku. Aku siapa?? siapa aku ??. Aku bukanlah siapa-siapa. Aku tidak pantas buat dia.

~~~~

“Fy!!!” bentakan tersebut langsung menyadarkan Ify dari lamunan ayalnya. Ify menatap orang didepannya ini dengan perasaan takut.

“Sudah kakak bilang kan kalau latihan jangan ngelamun!!! Kakak gak suka!!”bentang lelaki tersebut. Wajahnya terlihat begitu emosi.

“Iya kak. Maaf . “ujar Ify dengan wajah ketakutannya. Gadis berporos cantik dengan kulit putih dan bentuk wajah yang tirus. Matanya yang tajam serta bibir mungilnya memperlihatkan bentapa cantiknya gadis ini. Bagi siapa saja yang akan melihatnya.

“Sekarang coba kamu mainkan lagi lagu ini!”suruh lelaki tersebut tanpa mempedulikan maaf lagi. Tangannya memberikan selembar lagu dengan kunci piano yang harus dimainkan oleh Ify. Ify pun mengangguk dan menerima kertas tersebut.  Ify lantas memainkan tangannya dengan gemulai diatas tuts-tuts piano didepannya ini. Ia memainkan lagu tersebut dengan penuh menjiwai sekali. Siapapun yang mendengarnya saat ini akan terbawa dalam sebuah kedamaian.

30 menit kemudian latihan piano Ify dan pelatihnya itu selesai juga. Ify membereskan barang-barangnya.  Dan merapikan seragamnya yang masih ia pakai. Ia setiap hari selalu les piano setelah pulang sekolah. Dan gurunya ini merupakan kakak kelasnya sendiri di sekolah. Dan tidak ada yang tau bahwa cowok ini menjadi guru Ify.

“Kak. Ify pulang dulu”pamit Ify . Ia mengambil tasnya.

“Jangan ngelamun lagi kalau latihan. Gue pingin ini semua selesai. Gue gak ada hutang sama mama loe buat ngajarin loe piano lagi. Dan gue harap loe bsia fokus dan serius. Ngerti ??”ujarnya dengan nada yang begitu cuek

“Iya kak . Ify minta maaf:”

“Yah”Ify pun mengangguk lantas beranjak menuju pintu keluar dari rumah pelatih piano Ify ini.

*****

Alyssa Saufika Umari adalah nama gadis ini. Dia merupakan anak Seorang pianis terkenal di dunia.  Mamanya merupakan Seorang penyanyi dan Papanya adalah pianis yang cukup terkenal di mana-mana.

Hidup Ify tak terlalu menyenangkan. Ia selalu sendiri dirumah, Mamanya menuntut sekali ia harus menjadi pianis terkenal. Oleh karena itu setiap harinya selesai sekolah Ify selalu pergi ke tempat lesnya. Ify juga seperti anak biasanya. Ia pergi ke sekolah, belajar, dan lain-lainnya. Namun yang membedakan adalah ia tak merasakan memiliki kebahagiaan seperti anak-anak lainnya. Ia seperti tidak punya Mama dan Papa. Ia seperti anak yang diterlantarkan.

Ify  terus melangkahkan kakinya . Waktu pun semakin larut. Jam tangannya sudha menunjukkan pukul 7 malam. Ify selalu berjalan kaki kemana pun kalau menurutnya jarak yang harus ia tempuh itu sangat dekat. Seperti sekarang. Rumahnya dengan rumah kakak kelasnya itu tidaklah jauh. Hanya membutuhkan waktu 15 menit saja untuk berjalan.

“Kapan sih loe ngerti kak. Kalau gue suka sama loe”

“Kapan sih loe nyadar kalau gue itu . . . .”

“ARGGSSGGGHHHHSS . . . . “

Yah, sejak Ify berlatih piano 6 bulan yang lalu. Ia merasa sudah tertarik kepada guru lesnya tersebut. Ia begitu sangat dan sangat mengaguminya. Paras maskulin, wajah yang cuek, wajah yang tenang, Postur tinggi dan kulit sawo matang. Begitu menarik di mata Ify.  Bibir manisnya yang selalu Ify lamunankan. Padangan matanya yang sangat tajam mampu menghipnotis Ify.  Dan awal mula cowok tersebut bisa menjadi guru lesnya adalah karena mamanya Ify dengan Mama dari cowok tersebut sudah lama berteman. Dan mama Ify lah yang dulu membantu mama Rio dalam usahannya dengan memberikan modal dan membuat mama Rio sangat sukses sampai sekarang. Dan Mama Ify pun meminta rio untuk mengajari Ify piano , Rio yang tak enak untuk menolaknya akhirnya menerima juga. Karena ia tau bahwa Mama Ify sudah berjasa besar kepada keluarganya.

“Kak Rio. Kak Rio dan Kak Rio. . “

“dan seharusnya loe sadar Ify. Kak Rio itu gak suka sama loe!! Gak suka!! Ingat gak sukaaa!!!”

“Yah Gak sukaa . . . .”Ify menundukkan kepalanya. Ia berhenti melangkah.  Entah mengapa dadanya terasa sesak saat memfikirkan bahwa cintanya tak akan terbalaskan oleh kakak kelasnya yang sekaligus guru lesnya itu. Tangan kanan Ify perlahan meremas dadanya sendiri. Berharap rasa sakit itu akan hilang sat ini juga. Beberapa detik kemudian Ify langsung melanjutkan jalannya lagi.

Ify tak begitu sadar bahwa langit mala mini sudah mendung pekat. Dan benar saja rintikan hujan mulai berjatuhan. Ify langsung mendongakkan kepalanya. Membiarkan tetesan demi tetes membasahi wajahnya.

“Hujan.  .”liirh Ify lemas. Ify pun meneruskan kembali langkahnya. Ia membiarkan saja hujan yang semakin lama semakin deras ini membasahi semua tubuhnya. Ia terus berjalan di antara lalu lalang kendaraan yang ada di sampingnya.

****

Ify  langsung masuk kedalam rumahnya yang begitu besar dan megah. Ia membuka gerbang rumahnya terlebih dahulu. Ia melangkah dengan malas. Karena ia tau bahwa rumah ini seperti pemakaman. Snagat sepi sekali. Dan ify tidak suka.

Ify masuk melewati ruang tamu dengan seragam basa semua. Ia terus berjalan tanpa memperhatikan sekitarnya.

“IFY ???”teriak suara Seorang wanita yang sepertinya lebih ke terkejut. Ify pun langsung menegahdahkan wajahnya melihat wanita itu dengan mata yang juga tak kalah kaget.

“Mama?? Kok bisa disini ?? kapan baliknya ??”tanya Ify  benar-benar tak menyangka.

“Apa-apaan kamu ?? pulang dari les malah basah-basahan gini. Kalau kamu sakit gimanaa ???”teriak sang mama histeris tanpa mepedulikan pertanyaan Ify.  Ify sedikit bernafas legah ternyata sang mama masih ada rasa khawatir kepadanya.

“Kalau kamu sakit kamu tidak akan bisa jadi pianis terkenal seperti papa kamu!! Kamu gak akan bisa berlatih lagi. Makma gak mau tau awas aja kamu sakit!!!” Ify baru saja ingin menyungingkan satu senyuman namun semua itu langsung membuyar. Ingin rasanya Ify berteriak juga didepan sang mama dan mengeluarkan semua unek-uneknya yang sudah ia pendam selama 5 bulan ini.

“udah cepat sana masuk kamar!! Mandi air hangat!! Dan minum obat. “suruh sang mama. Ify pun menganggukkan kepalanya,

“Iya ma”jawab Ify dan segera melangkah ke kamarnya. Ify tak ingin menangis sekarang. Ia tak akan pernah menangis karena ia tau bahwa dirinya begitu tegar dan memang harus tegar.

*****

06.30 A.M SMA BARAWA

 

SMA BARAWA adalah salah satu SMA swasta ternama di bandung. Dan disinilah Ify bersekolah. Dan pagi ini pun Ify sudah duduk manis di depan kelasnya. Ia  sendiri merupakan murid kelas X.  Setiap pagi pun inilah yang Ify lakukan. Ia duduk didepan kelas berharap ia akan bertemu dengan kakak kelas yang ia sukai itu.

“Pagi Ify . . .”Sapa Seorang gadis dan langsung duduk disamping Ify. Ify tersenyum menampakkan eyesmilenya.

“Pagi Via . .”balas Ify. Sivia merupakan teman sebangku ify. Mereka memang baru-baru saja dekat.  Karena Sivia baru 2 bulan ini bersekolah disini karena ia merupakan murid pindahan.

“Loe ngelihatin siapa sih Fy?? Kok tiap pagi pasti duduk disini??”tanya Sivia yang penasraan juga dengan tingkah laku temannya ini. Ify langsung salah tingkah sendiri mendengar pertanyaan Sivia

“Siapa?? gak ada”

“Masak?? Gue tau cirri-ciri orang bohong. Ayo jujur siapa ??”paksa Sivia penuh menyelidik

“Siapa?? Siapa?? Siapaa??”

“Ihh via apaan sih. Bukan siapa-siapa .. “

“Ayoo ify katakana. Siapaa?? Siapaa??

“Via .. bu . .bu . . kan. .  si . . . “suara Ify perlahan demi perlahan mengecil ketika Seorang cowok lewat didepannya. Ify seperti merasakan slow motion yang terus berputar di otaknya. Yah Cowok itu. Cowok itu yang sellau di nantinya setiap pagi. Ify memperhatikannya sampai bayangan sosok itu menghilang. Sivia yang juga ikut memperhatikan Ify dan melihat object yang membuat Ify terdiam seperti itu pun langsung mengangguk mengerti.

“Loe suka sama kak Rio??”tuding Sivia tajam dan sukses membuat ify langsung tersadar dan membekap mulut Sivia kuat-kuat.

“Mmmm. . mmmmm. . . “

“Loe diem nanti ada yang denger. . . “SIvia mengangguk-angguk dan menunjuk tangan Ify. Ify pun langsung melepaskannya

“Gila !! loe mau bunuh satu-satunya gadis cantik di dunia. “serah Sivia datar tanpa dosanya. Ify hanya mendengus saja. teman sebangkunya ini memang begitu narisis.

“Jadi loe suka sama kak rio??”Sivia bertanya kembali. Dengan suara yang cukup pelan.

“Gak”

“Aelah pakek gak ngaku segala”

“Apaan sih via. Enggak enggak”

“Ehmmmm. . Kalau suka bilang aja. Gue bantuin deh. Atau loe nunggu sampe kiamat terus kak Rio bakal direbut deh sama kak Shilla”ujar Sivia dengan serius.

“kak Shilla?? “kaget Ify langsung. Ia segera menolehkan wajahnya ke sivia

“kak Rio suka sama kak Shilla?? Sumpaah??”tanya Ify yang begitu sangat pensaran.

“Gak tau kalau itu. Tapi kalau kak Shilla suka sama kak Rio itu udah berita heboh kemarin kan. Kemana aja loe??”

“Kok gue gak tau ??”

“yaelah loe kemana aja neng. Kemarin itu kak Shilla nembak kak Rio dikantin . ter . . “

“terus terus?? Kak Rio nerima kak shilaa?? Sumpah dia nerima ??”

“Gak tau sih nerima apa enggak. Yang gue tau kak Rio Cuma tersenyum terus berbisik apa gitu ke kak Shilla lalu dia pergi gitu aja. Dan kak Shilla pun ikut pergi. Jadi anak-anak gak ada yang tau kak rio nembak kak Shilla atau enggak”

“Oh . . “Ify hanya ber-o- dengan fikiran yang sudah melayang kemana-mana. Ia sudah tak bisa berfkir lagi saat ini.

“udah Fy gak usah sedih. Kak Rio itu pasti gak bakalan suka sama kak Shilla. Secara kak Shilla mantannya kak Iel kan? Sahabat kak Rio sendiri ?? percaya deh sama gue. Dan gue akan bantuin loe sama kak Rio beneran deh”Ify melirik Sivia dengan begitu skeptis dan tajam.

“yang lama sekolah disini? Gue apa loe sih sebnearnya ?? kok gue gak tau apa-apa”serah Ify yang langsung melemas. Membuat Sivia garuk-garuk gak jelas sendiri.

“Kesimpulannya mungkin lebih tepat kalau  gue tukang gosip fy “serah Sivia mengakui kehebatannya itu.  Ify menghembuskan nafas beratnya.

“Udah yuk masuk kelas. Sebentar lagi masuk”ajak Ify dan langsung mengandeng Sivia untuk masuk ke kelas. Sivia pun mengikuti Ify saja.

****

Berbeda di kelas Ify. Dikelas Rio  yang kini ia duduk di kelas XI. Rio sedang asik mengobrol dengan teman-temannya. Entah apa itu yang mereka obrolkan. Rio sepertinya menikmati seklai obrolan tersebut.

“eh yo. Kita boleh nanya gak ??”tanya salah satu cowok yang berwajah oriental. Dia bernama Alvin. Rio mengagguk-angguk saja.

“Loe kemarin nerima si Shilla??”pertanyaan tersebut langsung menyohok tenggorokan Rio. Entah menagapa ia langsung binggung ingin menjawab apa.

“Iya yo?? Loe nerima gak ?? terima aja yo. Dia kan cantik banget yo. Eksis lagi”

“Nerima gak yo ??”mata Rio melirik ke arah sahabatnya tersebut yang sedang asik menyalin PR.nya. seolah-orang cowok tersbeut tak mendengarkan apa-apa. Rio mulai binggung sendiri menjawabnya.

“Gu . gu . . .”

“Anak-anak  keluarkan kertas satu lembar kita ulangan hari ini!!!”teriak sang guru kimia yang tiba-tiba datang dan membuat semua murid-murid dikelas ini gelabakan sendiri. Rio bernafas legah akhirnya ada penyelamat untuknya. Rio pun segera ke tempat duduknya. Tepatnya di sebalah sahabatnya sejak SMP itu yang bernama Iel.

“Gue gak nerima Shilla kok”ujar Rio langsung sambil mengeluarkan dua lembar kertas dan memberikan selembarnya lagi ke Iel.

“Gue tau”

“Iel . loe gak ngira gue akan hianatin loe kan??”

“Kalau loe suka ya gak apa-apa. Toh gue juga udah putus”

“Iel . . .”

“Pertanyaan pertama . . . “Rio menghelaakan nafasnya. Ia fokus sebentar kepada sang guru yang sedang mendektekan pertanyaan kimia sata ini.

Setelah 15 menit pertanyaan tersebut dibacakan. Rio lantas menolehkan wajahnya kembali ke arah iel yang sedang asik memainkan bolpoinnya. Karena Rio tau Iel sangat tak suka pelajaran kimia. Dan pastinya ia akan dengan senang hati mencontekkan jwabannya ke Iel nantinya.

“dengerin gue. Gue gak nerima Shilla karena gue tau loe masih suka kan sama shilla?”

“dan gue juga sangat tau. Loe juga suka kan sama shilla”balas Iel dengan suara yang begitu tajam dan membuat Rio sendiri terbungkam.

“Gue yang kenal Shilla lebih dulu”ujar Rio mencari pembelaan.

“dan gue yang jadian dengan shilla lebih dulu”

“terserah loe deh iel . . gue gak mau ya kita bertengkar Cuma gara-gara Shilla . “

“gue juga gak mau “

“yaudah sekarang kita buat kesepakatan”

“Apaan ?”

“Gue gak akan jadian sama Shilla. gue akan ngehargain loe. Tapi gue harap loe gak cemburu atau loe menyudutkan gue kalau gue deket sama Shilla”

“Oke gue setuju. Semua yang loe lakuin gue dukung”jawab Iel mulai berbijak dan menerima keputusan sahabatnya itu.

“Dan  gue juga akan selalu mendukung keputusan loe”balas Rio dan sudah bisa tersenyum kelegaan.

“Deal”

“Deal “

“Oke deal.  Cepat kerjain kimianya. Gue udah gak sabar nyontek ini”serah Iel dengan tampang tanpa dosanya.

“Anjjiirr sialan lu”gerutu Rio dan membuat iel ketawa sendiri. Mereka berdua pun konsen mengerjakan ulangan ini. Lebih tepatnya Rio yang mengerjakan semua soalnya dan Iel lah yang menyalin jawabannya. Sahabat yang baik (?).

Rio memang merupakan cowok yang cukup terkenal di sekolah ini. ia terkenal dengan kepandaiannya , kebiwaanya dan juga ia terkenal sekali dengan keahliannya bermain musik apapun. Terutama gitar dan piano. Dan Rio sendiri dikenal cuek dikalangan cewek. Dan Iel sahabat Rio juga tak mau kalah eksis dari Rio. Iel merupakan ketua osis di SMA ini. dan banyak sekali gadis-gadis yang menyuaki dua orang bagaikan malaikat ini.

*****

Bel istirahat berbunyi. Semua anak berhamburan ke kantin.  Dan kali ini entah mengapa Ify menerima ajakan Sivia ke kantin. Biasanya Ify lebih suka berdiam diri dikelas. Menurutnya kelas adalah tempat yang damai.

“Kan penuh Vi. Kita duduk dimana ??”protes Ify. Inilah salah satu alasan dia tidak suka ke kantin!!!

“Dimana ya Fy ?? yah maaf maaf. Bentar gue cariin siapa tau aja ada yang kosong”serah Sivia yang gak enak juga dengan Ify. Ia terus menoleh-nolehkan wajahnya kesana kemari mencari bangku yang kosong. Kantin di sekolah ini memanglah cukup besar seperti sebuah restoran.

“Ahhh. Itu. . . “serah Sivia menunjuk ada bangku yang kosong dan langsung menarik tangan Ify menuju bangku tersebut.

“Ehh . . “kaget Ify dan mengikuti saja temannya ini.

Ify langsung mematung didepan kursi kosong ini. Sedangkan Sivia sudah asik duduk. Ify tak bisa berkata apapun. Untuk bernafas saja rasanya susah sekali . Ify meneguk ludah dalam melihat orang yang duduk dihadapannya saat ini.

“Fy duduk . .”suruh Sivia, Namun sepertinya Ify tak mendengar suara Sivia.

“Kak gak apa-apa kan Sivia ikut duduk disini ??”pinta Sivia meminta izin kepada 4 cowok yang ada di hadapannya ini.

“Tidak apa-apa dong . . “serempak kedua cowok diantara ke 4 cowok ini. Kedua cowok tersebut adalah Alvin dan Cakka yang juga teman sekelas iel dan Rio.

“Kak gak apa-apa kan ??”tanya Sivia dengan suara melembut lebih tepatnya ke cowok yang didepannya yaitu Iel. Iel yang sedang fokus minum langsung mendongakkan wajahnya.

“Iya gak apa-apa kok. Silahkan .”jawab iel dan menyungingkan senyuman manisnya dan membuat gadis didepannya itu senyum-senyum gak jelas. Sivia kini menatap ke Rio yang menunduk dan fokus dengan mie ayamnya. Sivia mengurungkan niatnya untuk meminta izin. Karena ia tau Rio akan menjawab dengan tak acuh kepadanya.

“Bisa gak loe suruh teman loe gak usah natap gue kayak gitu !!”protes Rio tajam kepada Sivia sambil sedikit melirik tak enak ke arah Ify.

“Oh iya iya iya kak. Maaf”jawab Sivia yang takut sendiri dan langsung menarik ify untuk duduk.

“Fy loe jangan malu-maluin gue dong. “bisik Sivia dan membuat Ify langsung tersadar.

“Apaan Vi ??”tanya Ify balik dengan wajah polosnya membuat sivia menahan agar dirinya tidak mencekik lehernya sendiri didepan ke 4 cowok ini yang sedang menatap dirinya dan Ify dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

“Loe berdua kelas sepuluh ?”tanya Iel mencoba mencairkan suasana. Menarik juga bagi iel baru kali ini ada anak kelas X cewek lagi yang berani duduk di meja yang biasanya ditempati oleh Iel dan teman-temannya.

“Iya kak. Kelas sepuluh A”jawab Sivia dengan bangganya.

“Nama loe siapa ??”kini cowok yang berada di samping iel ikut-ikut nimbrung. Entah ia begitu tertarik sekali dengan gadis chubby ini.

“Sivia kak”jawab Sivia  dan membuat semua cowok ini mengangguk-angguk terkecuali Rio yang kembali memakan makannya.

Rio semakin risih karena terus ditatapi oleh Ify. Ia tak ingin semuanya terbongkar bahwa ia sudah mengenal Ify dan ia adalah guru lesnya Ify. Karena Rio memang dikenal anti sekali dengan adik kelas. Yang menurutnya selalu suka caper. Dan Rio tak mau menjilati ludahnya sendiri.

“males gue disini   . . “serah Rio dan langsung berdiri dari tempat duduknya dan membuat Ify sendiri yang duduk didepannya langsung kaget.

“Mau kemana loe Yo ??”tanya Cakka .

“Ke kelasnya Shilla. Gue ada janji ngajarin dia kimia”jawab Rio dengan malas dan langsung melanjutkan langkahnya. Ify melengos dan merasakan kecemburuan. Bahkan ia smpai tak sadar bahwa Sivia sudah memesankan makanan untuknya dan sudha berada di depannya.

“Fy ..fy .. “panggil Sivia karena Ify saat ini sudah menjadi pusat mata dari ketiga cowok lainnya ini.

“Teman loe kenapa ??”tanya Iel yang begitu pensaran.

“itu kak. Dia itu .  . . “

“Gue balik ke kelas . “pamit Ify dan langsung beranjak dari sana tanpa mempedulikan apapun. Sivia langsung berhenti berbicara dan menatap kepergian ify.

“Biar gue aja yang negjar:ujar Iel dan membuat yang lainnya hanya melongo. Bahkan bukan hanya Sivia , Alvin dan Cakka saja. Namun seisi kantin yang melihat Iel mengejar Ify. Mereka semua menjadi bertanya-tanya sendiri .

“Kok pergi . .. “lirih Sivia begitu kecewa. Jujur saja awal ia berada di sekolah ini. ia sudah suka dengan iel. Alvin yang menatap raut kecewa dari gadis tersebut langsung tersenyum mengerti.

“Loe suka ya sama iel ??”tanya Alvin langsung dan membuat Sivia mendongakkan wajahnya dengan ekspresi kaget serta binggung.

“enggak”

“Kelihatan dari mata loe”

“Gak tau kak”

“Yahh, Patah hati deh gue . . “serah Alvin dan langsung berdiri dari kurisnya.

“yuk cak cabut. “ajak Alvin dan beranjak dari sana. Sivia hanya bisa melongo mendegar kata-kata Alvin yang belum sempurna ia cerna dan ia mengerti.

“Patah hati ?? kenapa yang patah hati dia ?? “

“Kan yang suka sama kak iel gue. Aneh tuh orang”serah Sivia dan memilih meneruskan makannya saja. Toh ia daritadi sudah lapar.

*****

Ify duduk di kusi kelasnya. Dan kelasnya pun memang saat istirahat selalu sepi. Sedangkan iel yang mengejar Ify tadi lantas masuk kedalam kelas tersebut dan menutup pintu kelas itu. Ify menaruh dagunya diatas meja dengan tatapan yang sekali lagi kosong. Iel mendekati gadis itu.

“hey . . “panggil Iel. Ia mengambil kursi dan segera duduk dihadapan ify.

“Hey . . “panggil iel sekali lagi lebih keras karena Ify belum tersadar-sadar juga. Dan kali ini berhasil membuat lamunan gadis ini terbuyrkan.

“Kak iel ??”kaget Ify yang memaang sudah mengetahui nama ketua osisnya ini. Iel hanya membalas dengan senyuman.

“loe gak apa-apa kan ??”tanya iel peduli. Entah mengapa ia merasa ingin sekali menjaga cewek ini. dan iel sendiri pun baru pertama kali ini bertemu dengan Ify.

“gak kok kak. Kak iel ngapain disini ??”

“Gue juga gak tau hehe”cengir Iel sambil menggaruk-garuk kepalanya gak jelas. Membuat ify mengernyitkan keningnya dengan tatapan aneh ke Iel.

“Nama loe siapa?”tanya Iel

“ify kak. “

“oh .. mmm. . mm .. “gumam Iel sambil mengangguk-anggul gak jelas.

“Kalau gue boleh tau ?? loe kenapa pergi tadi ?? kalau boleh juga gue duga. Loe ada rasa ya sama Rio ??”Ify mendadak kebingungan dan salting sendiri. Seperti saat ia terpojokkan oleh Sivia tadi pagi.

“Kakak tau darimana ??”

“Dari sini. Sini dan sini . . “ujar iel. Ia menunjuk ke mata kanan Ify, lalu mata kiri Ify dan terakhir pada dada Ify.  Membuat Ify merasa malu sendiri dan tajub.

“yah gitulah kak”

“gue sebenarnya gak mau buat loe patah hati. Tapi Rio suka sama Shilla”

“Beneran kak? Jadi gosip kak rio sama kak Shilla jadian benar ??”tanya Ify yang tiba-tiba langsung melemas.

“ehhh kalau itu enggak. Cuma deket kok mereka. Loe jangan sedih gitu kek”serah iel sambil mencolek dagu ify dan membuat gadis ini setidaknya tidak emmanyunkan bibirnya lagi.

“Sejak kapan loe suka sama Rio??”

“Sejak ?? lama. 5 bulan yang lalu kai”

“Mmm. Gak terlalu lama juga,  mending loe lupain Rio aja”ujar iel dan membuat Ify membelakakn matanya.

“Maksud gue itu percuma aja loe kejar-kejar dia. Lagian dia anaknya cuek, keras kepala. Gue Cuma gak mau aja loe sakit hati nantinya. Gadis cantik gak pantas buat disakitin. Ngerti ???”mendengar ucapan Iel seperti itu membuat Ify menyunggingkan seulas senyumnya. Ia merasakan nyaman sekali didekat cowok ini. ify baru sadar bahwa cowok ini berbeda dan sangat berbeda dengan rio.

“Kakak gak cemburu sama kak Rio ??”

“Cemburu kenapa ??”

“Karena kak Rio suka sama kak Shilla”

“enggak sama sekali. Malahan gue cemburu sekali sama Rio karena dia disukain gadis seperti kamu. “

“Kenapa loe gak suka gue aja”lanjut Iel dengan suara yang meelan.

“HAH??”kaget Ify samar-samar ia dapat mendengar lirihan iel tersebut.

“Gak apa-apa heheh”cengir Iel . Iel merasa Ify seperti adiknya. Yah, adiknya yang sudah lama meninggal karena sakit parah sejak 5 tahun yang lalu. Sangat mirip sekali menurut iel. Dan itulah sebabnya iel berlari mengejar ify dan tertarik dengan gadis ini.

“Loe nanti malam ada acara gak ??”tanya Iel langsung tanpa basa-basi. Mengingat malam nanti adalah satnight. Dan besok pun hari minggu.

“Nanti malam ??jam berapa ??”

“terserah . sebisa loe”

“Kalau jam 6 sampai 7 gue ada les kak.  Kalau selebih itu gue gak ada acara”jawab ify polos. Membuat Iel langsung tersenyum senang.

“Mau jalan-jalan sama gue ??”

“HAH? JALAN-JALAN SAMA KAK IEL??”teriak Ify kencang saking syoknya. Ia bahkan tak pernah bermimpi bahwa dia bisa kenal dekat dengan sang ketua osis yang selalu menjadi pujaan teman-teman sekalasnya. Dan kali ini dengan gampangnya sang ketua osis mengajaknya langsung tanpa ia susah-susah mendekati ketua osis ini.

“Jangan keras-keras Fy teriaknya”protes Iel.

“ehehhe maaf kak maaf . . “

“Mau gak ?”tanya iel mengulang kembali pertanyaanya. Ify nampaknya berfikir sejenak.

“Boleh deh kak”jawab Ify menyetujui dan membuat Iel langsung senang sekali.

“Gue jemput ditempat les loe gimana ? dimana tempat les loe??”

“hah? Jangan kak jangan.. . loe jemput dirumah gue aja. Jam 8 malam aja ya. “

“Okelah gue nurut aja sama neng cantik ini .”wajah ify langsung memanas dan terasa memerah akibat semua ucapan iel yang begitu manis kepadanya.

“Gue minta nomer ponsel loe”ujar iel dan langsung menyerahkan ponselnya kepada Ify . Ify pun dengan cepat segera mengetikkan nomer ponselnya,

“Oke makasih ya Fy”serah Iel dan memasukkan kembali ponselnya ke sakunya.

“Iya sam . . . . .”

BRAAAKKKK

Suara pintu terbuka dengan sedikit keras itu membuat mata Iel dan Ify langsung tertuju disana. Ify membelakakan matanya melihat siapa yang berada di ujung pintu sana. Ify langsung mematung.

“Rio ??”ujar iel sedikit kaget dengan mengernyitkan keningnya. Rio sendiri pun tak kalah kagetnya melihat iel yang duduk didepan Ify.

“Ngapain loe disini ??”tanya Rio dengan nada yang tak suka .

“lah ? loe ngapain juga disini ??”jawab iel memutar balikan pertanyaan Rio dan membuat Rio berfikir sebentar untuk menjawab.

“gue ada urusan sama gadis itu”tunjuk Rio kepada Ify. Dimana ditangan kanan Rio ia membawa selembar kertas.

“Gue juga ada urusan sama cewek ini”jawab iel santai.

“Loe bisa keluar sebentar gak ??”suruh Rio tak mau memperpanjang masalah.

“Kenapa gue harus keluar ??”

“gue mau ngomong sama dia”

“Yaudah ngomong aja. Susah banget”Rio mencengkram tangan kirinya kuat-kuat menahan semua emosinya . Iel yang melihat raut wajah Rio berubah mulai mengalah.

“Oke oke. Gue pergi”serah iel dan mulai berdiri dari tempat duduknya.

“Nanti malam ya Fy gue jemput”ujar iel mengingatkan Ify dan membuat ify langsung tersadar dan mengangguk pelan .

Dan kini dikelas Ify hanya tinggal dirinya dan rio saja. Ify langsung menunduk tak berani menatap rio yang sepertinya masih kesal sekali padanya. Rio pun berjalan perlahan mendekati bangku Ify dan duduk di kursi yang di duduki iel tadi.

“Ini . . . “

BRAAAKKK

Rio menaruh kertas yang ia bawah dan mengebrakan di meja Ify membuat ify kaget. Rio membuka kertas tersebut dengan mata yang masih menatap gadis didepannya ini yang sepertinya ketakutan.

“Loe lihat ke kertas ini”suruh Rio dan Ify pun menurutinya saja.

“Loe tau ini apa??”

“Kertas kak”

“Nenek minta dansa empat kali juga tau ini kertas Ify . . “greget Rio dan membuat Ify menggaruk-garuk lehernya gak jelas.

“Ini formulir lomba bermain piano tingkat internasional. Lombanya seminggu lagi. Dan gue udah daftarin loe ikut lomba ini”

“HAH??”kaget Ify sekaget-kagetnya bahkan ia langsung menatap Rio yang juga kaget akibat etriakannya tadi.

“Loe bisa santai gak ?”protes Rio dengan wajah sinisnya

“Maaf. Maaf.. maaf kak. ..Tapi .. “

“tapi kenapa ??”

“gue kan belum jago”

“Pelatih loe siapa ? gue kan ?? dan gue kan yang berhak nilai loe udah jago apa belum ?? dan gue mau loe ikut ini dan menangin lomba ini”

“Kak .. . “renggek ify tanpa ia sadari. Membuat Rio menatap Ify dengan heran. Baru pertama kali ini Ify merenggek seperti itu dan membuat Rio ingin terkekeh sendiri namun segera ia tahan.

“Mulai nanti malam kita akan latihan sampai malam. Gak ada tapi-tapian . . .”

“gue juga udah bilang ke mama loe. Dan dia juga sangat setuju. Papa loe juga setuju. Jadi gak ada kata tapi atau menolak ngerti ??”

“Iya iya  . dasar pemaksa . . “

“Apa loe bilang tadi ??’

“gak ada”

“Sepulang sekolah langsung kerumah gue. Kita langsung latihan. Gue mau loe menang harus menang!! Biar gue bisa bebas dari mama loe. Dan gak nyuruh-nyuruh gue lagi buat ngelatih loe. Ngerti ??’

“jadi ini alasaan loe kak”lirih ify dalam hatinya yang langsung melemas sendiri.

“Ngerti Gak ??!!!”bentak Rio agak keras karena Ify tak menjawab pertanyaanya tadi .

“Ckkk. Iya iya ngerti gak usah teriak-teriak kek”gerutu Ify yang kesal juga.

“Bagus. Udah itu aja yang mau gue sampein.”serah Rio dan nerdiri dari kursinya untuk beranjak dari tempat duduknya/

“Oh  ya satu lagi . . .”Rio membalikkan kembali badannya. Dan Ify pun menatap Rio.

“hati-hati sama Iel. Dia playboy kakap”ujar Rio dan melanjutkan kembali jalannya dan pergi dari kelas itu. Mendengar ucapan Rio tadi entah mengapa Ify langsung senyum-senyum sendiri/ Ia merasa Rio sedikit peduli kepadanya.

*****

Sudah 1 jam lamannya Rio dan ify latihan piano. Dimana Rio terus mengajari Ify nada-nada yang sulit. Mereka latihan dengan sungguh-sungguh sekali.

TINGTONG

Suara bel rumah Rio berbunyi. Dan menyebbakan Rio serta Ify langsung menghentikkan aktvitasnya.

“Biar mama aja yang buka”ujar Bu Manda. Yang tak lain adalah mama Rio. Rio pun menangguk saja.

“Heii jengg. . . . “ify langsung melototkan matanya. Melihat yang datang dan bertamu adalah Mamanya sendiri.

“MAMA??”kaget Ify sedangkan rio pun hanya heran saja. Mama Ify pun masuk kedalam rumah rio.

“Ayo jeng duduk duduuk.. . “ujar Bu Manda dan menyuruh Bu Gina duduk di ruang tamu. Dimana tak jauh dari tempat piano berada. Jadi Ify dan rio pun bisa dengan jelas melihat apa yang dilakukan oleh kedua ibu rumpi ini.

“Lah?? Ngapain dua koperku dibawah kesini ??”tanya Ify lebih binggung lagi melihat supir sang mama membawa masuk kopernya.  Bu Gina dan Bu Manda pun senyum-senyum sendiri.

“Gini loh Fy. Kamu kan akan ada lomba penting. Tingkat internasional malahan. Jadi kamu harus belajar piano yang sungguh-sungguh. Iya kan jeng Manda ??”

“Iya jeng. . . “

“Terus ??”tanya Ify masih tidak mengerti

“Jadi biar kamu bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan serius tanpa bolak balik lagi Mama sudah putuskan kamu menginap dulu di rumahnya Rio seminggu ini sampai perlombaan datang “

“AAAPAAA????”teriak Ify namun bukan hanya Ify saja. Rio pun juga seperti itu tak kalah syoknya.

“Wahhh kayaknya dua anak kita kompakan ya jeng .. “ujar Bu Manda dan membuat Rio semakin kesal.

“Ma apa-apan sih ???gak gak Ify gak mau”tolak ify langsung.

“Ify jangan bantah Mama!! Ini demi kebaikan kamu. Bu manda juga setuju. Lagian mama juga lebih tenang ninggalin kamu di indonesia. Bentar lagi mama mau balik lagi ke hongkong. “

“Ify bisa kok tinggal sendiri”

“Ssstt. Ify gak boleh banta mama lagi!!!”Ify pun hanya melengos pasrah. Ia melirik kearah sampingnya dimana Rio sudah menahan semua emosinya. Dan itulah yang menjadi alasan ify kenapa ia tidak mau menginap disini. Ia tau bahwa Rio tidak menyukainya.

“Yaudah jeng , saya pamit dulu. Habis ini pesawat saya berangkat “ujar Bu Gina dan langsung berdiri.

“Iya jeng hati-hati ya “balas Bu Manda. Dimana kedua orang ini melakukan cipika-cipiki terlebih dahulu.

Sesudah kepergian Bu Gina dari rumah Rio. Kini Rio mulai mendekati mamanya dan mengangkat bicara.

“mama kok gak bilang sama Rio dulu sih ?? mma kok seenaknya gini??”

“Ya ampun yo. Lagian apa salahnya kalau Ify tinggal disini. Kasihan dia juga selalu sendirian. Kita gak bisa mengecewakan keluarga Bu Gina yo. Mereka sudah baik sekali sama kita”

“tapi kan . . .”

“Gak ada tapi-tapian. Udah sana lanjutin latihannya”serah Bu Manda dan kembali ke kamarnya tanpa mempedulikan Rio yang semakin kesal dan emosi.

“SHIT”umpat Rio. Ia lantas menatap Ify tajam yang hanya menunduk di depan piano.

“Loe puas sekarang ?? Hah?? Loe puas kan ??”bisik rio begitu tajam sekali kepada Ify. Ify langsung memejamkan matanya ia takut sekali saat ini.

“Loe tau. Gue benci dengan keluarga loe. Benci sekali karena keluarga loe itu pemaksa!!! Dan dengan kekayaan Mama loe itu dia selalu membuat mama gue menderita! . dan itu yang buat gue benci sama loe! Ngerti ?? “Ify mengeratkan genggaman tangannyapada jari-jarinya. Perlahan air matanya turun demi tetes. Ia menahan ketakutan dan rasa sesak dihatinya.

“Loe fikir gue gak tau kalau loe suka sama gue ??”

“Gue tau lah. Loe suka kan sama gue ?? dari tatapan loe aja udah jelas sekali .Tapi gue gak tertarik sama loe .  Dan asal loe tau .. . “Rio lebih mendekatkan wajahnya mendekati ify yang semakin ketakutan .

“Gue gak akan pernah suka sama loe dan

“Gak Akan suka sama loe!!! “bentak Rio tepat didepan wajah Ify. Ify sudah gak kuat lagi. Ia pun langsung mendorong tubuh Rio dan segera pergi dari rumah Rio saat itu juga. Kata-kata Rio begitu menyakitkan sekali untuknya.

BRAAAKKKKK

Suara pintu rumah Rio dibanting keras oleh Ify. Rio memejamkan matanya kuat-kuat mencoba menetralisisrkan emosinya. Ia mencengkram tangannya. Dan saat gebrakan pintu tersebut Rio sadar bahwa dia sudah kelewatan. Dan sudah terlalu emosi kepada Ify.

“RIO?? APA YANG KAMU LAKUKAN ???”teriak Bu Manda langsung keluar dari kamarnya setelah mendengar bentakan Rio tadi.

“Rio kamu keterlaluan sekali ya”emosi sang mama dan mendekati Rio.

“Kata-katamu tadi keterlaluan. Kamu itu kalau tidak tau apa-apa jangan sok tau . Siapa yang kamu bilang pemaksa?? Mamanya Ify ?? dia gak pemaksa Rio!!!”

“Kamu seharusnya sadar jika tidak ada mamanya Ify kita sudah terlantar dari dulu. Mereka itu .  . .”

“Berjasa kan ?? Rio tau ma. Tapi mereka itu seperti mengintimidasi kita Ma. Mereka seenaknya menyuruh-nyuruh kita . mereka seenaknya . . . .”

“JAGA BICARAMU !!! Tante Gina itu baik banget Yo. Dia baik sekali !!!”

“Baik apanya Ma?? Gitu baik ?? hahaha pemaksa gitu baik ??”

“Iya yo. Dia sangat baik. Saking baiknya dia mau relain anak lelakinya meninggal dan nyumbangin matanya buat kamu Yo. Kamu bisa melihat seperti ini karena siapa? Karena tante Gina yo. Kamu bisa sukses dan bisa sepintar ini bisa bahagiain mama itu semua karena tante gina!!Kamu tidak bisa apa-apa tanpa kebaikan dia dulu yo!!”bentak Bu Manda yang sudah tak kuat menyembunyikan semuanya. Rio lantas membelakakan matanya dan tak bisa bicara lagi. Seolah semuanya tak nyata baginya.

“Kamu dulu kecil saat umur 3 tahun pernah koma yo. Karena kesalahan Mama kamu ditabrak oleh mobil. Dan kamu buta. Mama sudah tak tau harus bagaimana. Mama sangat terpuruk saat itu. Dan dirumah sakit itu juga Mama ketemu sama tante Gina. Dia juga sama seperti mama sedang menangisi anaknya yang telah meninggal.  Namun dia begitu baik mau mendonorkan matanya buat kamu. Mangkannya tante Gina sayang sekali sama kamu. Yang nyuruh kamu biar pandai main piano itu Tante Gina Yo. Dia ingin kamu bisa bermain piano dengan pandai seperti Papa Ify. Tante Gina sangat baik sama kamu Yo. Dan jangan pernah salahin Ify dia gak tau apa-apa .”Rio terduduk lemas di kursi depan piano.  Ia langsung menyesali semua perkataanya. Apalagi kepada Ify tadi.

“kenapa mama baru bilang sekarang ?? kenapa gak dari dulu ma ??”lirih Rio seakan kepalanya rasanya mau pecah.

“Maafkan mama nak. Mama minta maaf.  . “

“Sudahlah Ma. Rio mau nyusul Ify dulu”ujar Rio lantas mengambil kunci motornya dan jaketnya.  Melihat kepergian Rio dari rumah dan suara motor Rio yang sudah tak dengar lagi. Bu Manda lantas tersenyum penuh arti.

* Next bag 2*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s