DEVIL ENLOVQER – 55 ~ MY NEW PET!! DONT TOUCH AND DISTRUB US!!”

Maaf yaa udah ngaret terlalu lama. Tolong jangan memojokkan authornya. Soalnya authornya juga udah kelas 3 . jadi mohon pengertiannya. Minta doanya juga supaya semua ujian dikelas 3.ku lancar dan dapat dilai yang bagus Amin. Mohon ngertiin yaa teman-teman. Makasih . . Yuk langsung aja baca😀 semoga suka amin. Kalau mau tanya apa-apa di twitter HYO  aja ya. Follow twiter HYO @luckvy_s . 

                   

Minta bantuan LIKE FP DELOV YA “ m.facebook.com/DevilEnlovqer?ref=stream&refid=17&_ft_=fbid.526136394072619

 “ Yang suka baca DELOV dan pembaca setia DELOV wajib LIKE FP ini. Plis banget yaa makasih😀

 

DEVIL ENLOVQER – 55

MY NEW PET!! DONT TOUCH AND DISTRUB US!!”

 

Image

 

          Rio dan Ify duduk di kursi panjang dekat kolam renang. Mungkin sudah 30 menit mereka duduk disana berdua sambil berbincang-bincang ringan. Setelah kejadian lamaran tak jelas dari Rio dan adegan romantic tersebut membuat mereka entah mengapa menjadi canggung sendiri.

 

“Jadi . . . .”

 

“Jadi apaan ??”binggung Ify. Kakinya ia selonjorkan untuk meregangkan otot-ototnya.

 

“Loe udah siap jadi Nyonya Haling “goda Rio, ia menolehkan wajahnya untuk menatap Ify.  Ify mengernyitkan kening sebentar lantas menolehkan wajahnya juga untuk menatap balik Rio.

 

“Loe ngarep banget ya gue jadi istri loe ?”goda Ify balik dan membuat Rio terkekeh ringan.

 

“Dibilang ngarep sih enggak. Tapi . .. . “

 

“tapi apaan ??”

 

“Tapi . . . .”

 

“Tapi apaan ??”kesal ify

 

“gak jadi deh”

 

“Serah lu deh “serah Ify dengan wajah kesalnya.

 

“Loe mau tau gak. Kesan gue pertama kali saat ketemu loe”ujar Rio mulai kembali serius.

 

“Apa?”jawab Ify yang penasaran juga. Namun kali ini ia menatap kearah kolam. Dimana air disana mengalir begitu tenang sekali.

 

“Takjub”

 

“Hah??”

 

“Loe ingat ?? kita ketemu dengan tidak senagaj. Loe ngancurin kaca mobil gue . Dan loe masukin gue ke lubang pertengkaran bersama preman-preman yang takut sama loe akhirnya”

 

“Hahahaha”tawa Ify begitu kencang. Banyangannya mengingat kejadian yang sudah lama itu. Mungkin sudah hampir 2 tahun kejadian tersebut berlangsung.

 

“Lucu juga sih perkenalan kita. Loe yang nabrak gue dan ngerebut ciuman pertama gu . . “

 

“eitss . .bukan pihak loe doang yang dirugikan. Itu juga ciuman pertama gue”potong rio langsung. Ify melirik Rio dengan tatapan sinsinya.

 

“kasihan ya loe selama hidup loe jadi Jomblo ngenes”sindir Ify

 

PLETAAAKKK

 

“Kayak loe enggak aja”

 

“Enggak . Ya emang sih gue gak pernah pacaran. Seengaknya gue pernah suka sama orang”jujur Ify dan membuat Rio langsung membulatkan matanya.

 

“Siapa ??”tanya Rio langsung.

 

“Loe gak  kenal sama orangnya. Dan itu juga waktu gue kelas 1 smp suka sama dia .”

 

“Kenal. Kenal. Siapa orangnya ??”paksa Rio dengan tegas. Ify menatao Rio kesal.

 

“Maksa banget sih loe. Lagian juga gue gak tau sekarang dimana orang itu. Dia udah ngilang duluan sih”

 

“Oh”Rio hanya ber-o- ria dan bernafas legah.

 

“Masak loe sama sekali gak pernah naksir gitu sama cewek seumur hidup loe ??”

 

“gak”jujur Rio dan menggelengkan kepalanya

 

“Kasihan ya hidup loe”

 

“Sialan loe”serah Rio tak terima dengan ucapan Ify barusan. Ify terkekeh sendiri. Keheningan kembali terjadi. Entah apa yang ada difikiran mereka saat ini. Ify melirik ke jam tangan yang dipakainya

 

“udah hampir jam 2 dan ulang tahun gue udah berakhir. Ulang tahun paling terindah”ujar Ify yang lebih tepatnya ke dirinya sendiri

 

“Loe seneng ??”

 

“Seneng sih walau pun awalnya . .. Yah.  … “

 

“Loe dikerjain gitu aja udah nangis-nangis”

 

“Loe keterlaluan sih”protes Ify

 

“Bilang aja loe takut kehilangan gue”

 

“Enggak. Siapa bilang ??”

 

“Buktinya loe nangis kan waktu gue pura-pura putusin loe”skakmat Ify hanya diam saja. Toh yang dikatakan Rio itu semuanya benar. Ify memang tidak ingin kehilangan Rio.

 

“Loe ngomong kayak gitu kayak gak punya kaca ya”balas Ify yang tak terima di pojokan oleh Rio.

 

“maksud loe??”

 

“Waktu loe gue tolak tadi ?? loe juga ngenes kan ? kecewa kan loe?”

 

“yah beda kali Fy. “

 

“Sekarang masalahnya udah tingkat melamar cewek. Bukan lagi nembak cewek . jadi ngenes lah kalau ditolak”

 

“Oh ya. papa kok bisa ngerestuin kita ? loe ngerayu apaan sama papa gue ? HAH???”

 

“Rahasia dong”

 

“gak asik loe”kesa Ify

 

“Udah yang penting loe dan gue udah direstuin kan”

 

“Yah Yah Ya”jawab Ify pasrah saja. Mereka pun tak sengaja saling bertatapan satu sama lainnya.

 

“gue boleh tanya satu lagi>??”tanya Rio dengan wajah yang mulai serius kembali. Bahkan sangat serius sekali.

 

“Apaan??”tanya Ify balik yang juga penasaran dan kembali serius

 

“Tapi loe jawab jujur”

 

“Iya apaan??”

 

“Loe jangan marah?”Ify menatap Rio sedikit kesal. Ia menghelakan nafasnya sejenak

 

“Iya iya tuan marioku”

 

“Gue sama loe sudah ciuman brapa kali??”

 

“HEH??”wajah Ify seketika berubah drastic tis tis. Wajahnya menunjukkan ketidak enakan dan seolah-olah berkata kepada Rio “Loe gak pingin mati kan sekarang ?”

 

“Gue kan Cuma nanya Fy ., “ujar Rio mencari pembelaan karena takut juga dengan wajah Ify seperti itu.

 

PLAAAAKKK

 

“Awww”ringis Rio yang mendapat toyoran keras dikepalanya dari Ify

 

“Tanya itu difikir dulu. Loe fikir gue ngitungin apa? Soak ya otak loe”kesal Ify dan mulai berdiri dari tempat duduknya.

 

“Ya Maap”ujar Rio tanpa dosanya. Ia pun ikut berdiri

 

“Ayo pulang”ajak Ify moodnya kembali tak enak karena pertanyaan tak penting Rio tadi. Ify lantas berjalan keluar duluan meninggalkan Rio.

 

“Fy gue Cuma bercandaaa!!!”teriak Rio dan segera menyusul IFy. Namun sepertinya Ify kesal kepadanya.

 

“Fy bercanda doang Fy. Ya tuhaann. Bercanda Fy. Bercandaaaa . . .”

 

*****

SMA ARWANA 10.00 p.m

 Pagi ini Ify hanya terbenggong dikelas. Entah apa yang ia fikirkan saat ini dirinya juga tak mengerti. Ia ingin tidur dan pulang kerumah. Dikelas begitu membosankan.

 

“Bengong mulu loee!!!”teriak Dayat berusaha untuk mengagetkan gadis ini namun sama sekali pun gadis ini tetap tak kaget apapun bagaimana. Dayat lantas duduk disebalah Ify.

 

“Kemarin Happy birthday yaa . Gue punya kado buat loe”ujar Dayat dan membuat Ify menolehkan wajahnya menatap teman bangkunya ini yang sibuk mengeluarkan barang di tas besarnya.

 

“Kado apaan?”binggung Ify. Dayat pun mengeluarkan sekotak kado berwarna hijau toska yang lumayan besar. Ify pun menerimanya.

 

“Thanks ya”jawab Ify seadaanya. Dayat pun lantas mengangguk senang.

 

“Buka dong”suruh Dayat. Ify yang sebenarnya malas akhirnya menuruti saja toh ini kemauan pemberi kado tersebut. Ify segera membuka kadonya itu dengan wajah yang sedikit malas.

 

Dayat sudah harap-harap cemas, berharap Ify akan suka dengan kado yang ia berikan. Karena ia mendapatkan kado itu pun cukup susah dan penuh perjuangan. Ify pun dengan wajah malas membuka kado ini.

 

meongg .. meong . . “Ify membelakakan matanya terkejut dan tak bisa berkata apa-apa. Didalam kotak tersebut terdapat sebuah kucing kecil yang begitu lucu dan menggemaskan. Kucing tersebut memiliki bulu yang lembut dan perpaduan warna coklat putih. Matanya pun membulat coklat sempurna. Siapa saja yang melihat kucing ini pasti akan sangat dan sangat gemas sekali.

 

“Fy gimana suka??”tanya Dayat karena melihat Ify yang masih diam saja. Ify meneguk air ludah dalam. Lantas perlahan menolehkan wajahnya kearah dayat.

 

“I . .ni bene . . ran bu . at gu . e??”tanya Ify dengan nada yang tak beratutan dan masih tak percaya.

 

“Iya beneran buat loe. Gue itu bel . . . “

 

“SUMPAH DEMI APAPUN MAKASIH BANGEET!! GUE SAYANG BANGET SAMA LOE DAYAATT!!!! MAKASIIHHH!!”teriak Ify yang langsung histeris. Ify pun reflex langsung memeluk dayat sekilas. Dan saat itu dayat hanya bisa diam speechless dengan apa yang dilakukan gadis didepan ini. Setelah melepaskan pelukan dari Dayat, IFy lantas mengeluarkan kucing tersebut dari kotaknya dan memeluk kucing tersebut dengan erat.

 

“Ahhhhh lucu banget. Gemesin. . “ujar Ify yang mendapatkan pencerahan sifat ceweknya kembali (?). Ify membelai lembut kucing tersebut dengan hati-hati. Ia begitu menyukai kucingnya ini layaknya Seorang bayi. Wajah Ify yang tadinya suntuk kini kembali cerah dan bahagia. Dan kucing kecil tersebut pun sepertinya suka berada didekat Ify. Kucing itu malah mengusapkan kepalanya berulang kali pada tubuh Ify. Kucing ini seperti sedang bermanja kepada pemiliknya.

 

“Fy gue boleh minta permintaan satu aja?”tanya Dayat yang mulai tersadarkan dari kesyokkannya.

 

“Apaan??”balas Ify tanpa menolehkan wajahnya ke dayat. Ia masih terlalu asik dengan kucing barunya.

 

“Loe mau kan namain kucing loe dengan nama “Dayat”ujar Dayat hati-hati dan penuh harap. Ify melirikkan matanya tajam kearah Dayat. Ia cukup kaget dengan permintaan dayat tersebut.

 

“Yaelahh Fy. Sekali aja kabulin., Plisss. Yah yah. Atau kucingnya gue ambil lagi nih??”ancam Dayat dan memajukkan tangannya seolah ingin mengabil kucing yang dipegang Ify itu. Ify pun segera menjauhkan kucingnya dari Dayat.

 

“Enggak boleh!!! Iya iya deh gue namain dayat. Ada-ada aja loe”omel Ify sedikit kesal. Dayat tersenyum puas.

 

“Kan biar loe inget terus Fy sama gue hehehe”cengir Dayat dan hanya dapat decakan tak enak dari bibir Ify.

 

“Ingat Fy. Namanya Dayat!!”

 

“Iya iya ingeettt”

 

“Siapa namanya ??”Ify mendengus kesal. Ia menatap Dayat kembali.

 

“DAYAT!! Puas??”

 

 

“Banget”jawab Dayat dengan senang hati. Ify pun tak menggubris dayat. Ia memilih asik bermain dengan kucing barunya itu yang sangat menggemaskan .

 

*****

Haling Corp’s 15.00 p.m

Rio dan Cakka sedang membicarakan bagaimana menghadapi masalah perusahaan mereka yang ada di Jepang. Keseriusan terjadi diantara kedua pria ini. Mereka membicarakan banyak hal mulai dari peningkatan investasi sampai bursa kerja yang ada di jepang.

 

“Baiklah kalau gitu. Gue setuju aja sama loe.”

 

“Jadi loe beneran setuju sama usul gue ??”tanya cakka tak percaya. Rio menganggukkan kepalanya

 

“Setuju banget. Besok loe sama Agni langsung aja ke Jepang. Soal sekertaris  gue juga punya manager kajn. Untuk sementara biar dia yang gantiin perkerjaan Agni. Yang terpenting loe disana selama seminggu gak macem-macem. Kerja yang bener!!”

 

“SIAP BOSS!!!”Rio menganggukkan kepalanya lagi. Ia mengambil telfon kantor yang ada dimejanya dan mencoba menghubungi seseorang.

 

“Masuk ke ruang kerjakku”Rio megembalikkan telfonnya ke tempat asalnya dan bersamaan itu Seorang gadis masuk kedalam ruang kerjannya. Yang tak lain adalah Agni. Dan entah mengapa saat Agni masuk Cakka langsung terdiam menatapi wajah cantik dan manis itu.

 

“So beautiful . . “lirih Cakka dan dapat terdengar oleh Rio saja . Rio melirik sinis kearah Cakka.

 

PLETAAAKKK

 

“Awwww”ringis Cakka karena ia merasakan sebuah benda padat menghantam kearahnya. Rio mendengus kesal selesai melempari Cakka dengan sebuah bolpoin. Agni pun lantas duduk di kursi samping Cakka. Agni sama sekali tak menghiraukan kehadiaran Cakka disana. Ia sama sekali tak peduli. Agni fokus menatap bosnya ini.

 

“Besok kamu berangkat ke Jepang dengan Cakka”Agni mngernyitkan keningnya binggung. Namun ia sama sekali tak berani untuk bertanya. Ia menunggu Rio meneruskan penjelasannya. Agni sudah begitu hafal dengan sifat Rio yang tak suka dibantah atau apapun lainnya.

 

“Perusahaan di Jepang sedang ada sedikit kendala. Bursa kerja disana sudah menurun. Dan kamu bertugas untuk menjelaskan semuanya kepada Cakka. Karena ia akan mencoba menyelesaikan perusahaan di Jepang. Kamu dan Cakka akan saya tugaskan seminggu disana. Untuk sekertaris disini sementara akan digantikan managerku.”Agni mencoba menerima semuanya. Ia hanya mengangguk setuju walaupun dalam hatinya. Ia sama sekali tidak tertarik ke Jepang apalagi bersama orang aneh seperti Cakka.

 

“Cakk berhenti cengar-cengir kayak gtiu. Najis tau”sindir Rio kepada Cakka yang terus menerus menatap Agni tanpa hentinya. Agni dengan sabarny perlahan menolehkan wajahnya ke Cakka yang masih senyam senyum tak jelas kpadanya.

 

“Pak Cakka. Saya juga gak bakal hilang kok. Bisa gak kalau natap saya biasa aja ?”pinta Agni dengan suara dimanis-maniskan namun penuh penekanan.

 

“Wajahmu waaooww. Cetar membahana badai”ujar Cakka ngelantur sambil geleng-geleng.  Rio menghela nafasnya beberapa kali. Sedangkan Agni sendiri menatap Cakka dengan wajah jijik dan keanehan.

 

CKLEEEKKK

 

Seorang gadis masuk dengan tak ada takutnya keruangan kerja yang sedang memanas ini. Agni dan Rio lantas melihat kearah pintu dimana terdapat gadis cantik dengan masih memakai seragam sekolah dan membawa sebuah  binatang di tangannya. Rio mengernyitkan keningnya heran.

 

“Apa itu?”tanya Rio kepada gadis tersebut yang tak lain adalah Ify. Ify pun sudah asik duduk di kursi tamu ruang kerja Rio. Ify menatap Rio dengan benggis saat mendengar pertanyaan Rio tadi.

 

“Loe gak bodoh kan? Lulus SMA kan?? Anak TK yang gak bisa baca juga tau ini kucing!!!”sinis Ify dan membuat Agni serta Cakka yang mulai tersadar menahan tawanya. Rio meneguk ludah malunya. Ia merutuki sendiri pertanyaanya tadi.

 

“Gue juga tau itu kucing. Ngapain loe kesini bawa kucing??”tanya Rio heran. Ify menghelakan nafasnya mencoba sabar akan tingkah bodoh kekasihnya itu.

 

“Didepan ruang kerja loe gak ada tulisannya dilarang bawa kucing kan ??”Rio menahan emosinya saat ini. Ia sadar bahwa saat ini ia bukan berhadapan dengan manusia melainkan berhadapan dengan Iblis dari belahan samudra pasifik terdalam.

 

“Pak saya boleh keluar dulu ??”pamit Agni yang sudah merasa ada bau-bau tak enak di ruangan ini.

 

“Yaudah kalian berdua keluar sekarang”usir Rio dengan menahan segala emosinya. Agni pun dengan cepat langsung menyeret Cakka juga keluar dari ruangan ini sebelum Rio benar-benar murka. Sedangkan setelah membuat emosi Rio naik seperti itu Ify kembali bermain-main dengan kucingnya.

 

“Beli makanan kucing dimana ya ??”lirih Ify sedikit binggung. Karena baginya ini adalah binatang peliharaanya yang pertama. Rio berdiri dari kursinya dan menghampiri kekasihnya tersebut.

 

“Dapat kucing darimana? Sejak kapan kamu punya peliharaan ??”

 

“Bosen punya peliharaan bisa main laptop doang”ujar Ify seenaknya. Rio membelakakan matanya mencoba mencerna ucapan Ify tadi.

 

“Maksud loe gue??”

 

“Eitss.  . Padahal Gue gak nafsirin itu loe yah. Loe sendiri kan yang bilang tadi?”Jika tidak ingat bahwa gadis tersebut adalah pacarnya dan calon istrinya nantinya, Rio sudah dari tadi akan membunuh gadis ini dengan tangannya sendiri.

 

“Gue serius nih nanyanya”sewot Rio. Ify menghelakan nafasnya menatap Rio dengan wajah penuh kesabaran. Ralat dibuat buat untuk sabar.

 

“Dari dayat”jawab Ify santai. Rio membelakakan matanya untuk kedua kalinya.

 

“Dayat?? Ngapain dia ngasi kucing ke loe??”seketika itu hati Rio seperti terdapat api yang membara. Entah mengapa ia sedikit sensi ketika mendengar nama itu. Rio sudah pernah bertanya kepada Sivia tentang siapa pria itu. Dan dengan penjelasan Sivia yang begitu jujur Rio sedikit was-was jika kekasihnyaberpindah kelain hati.

 

“Kemarin ulang tahun gue kan. Jadi gak salah dong dia ngasih gue kado. Bagus lagi kadonya”ujar Ify dengan sneyum penuh bahagiaanya. Ify memandang kucingnya tersebut dan semakin gemas sekali. Sedangkan Rio malah tambah emosi kembali,.

 

“Loe waktu semalem gue lamar gak sebahagia ini deh? Kenapa loe dikasih kucing aja seneng banget kayak gini!!”protes Rio tak terima. Ify mendengus kesal.

 

“Loe gak usah protektiv dek jadi cowok. Bawel loe.”

 

“ Iya kan day. Dia bawel banget”lanjut Ify lebih tepatnya berbicara dengan kucingnya tersebut.

 

“Loe panggil apa kucing loe tadi? Day?? Apa???”

 

“Dayat”jawab Ify tanpa dosanya. Rio semakin murka dan menunjukkan wajah kekesalannya.

 

“Nama kucing loe dayat ??”tanya Rio memastikan. Dan dijawab mantab dengan anggukan dari Ify.

 

“Kenapa harus dayat sih ??”protes Rio tak suka.

 

“Dia yang minta. Gue juga gak bisa nolak. Gak enak sama dia yang udah ngasih kucing lucu ini”jujur Ify.

 

“Yaudah kenapa namnaya gak Rio aja ? kan gue yang pacar loe”

 

“Oh jadi loe mau gue samain kayak kucing ??”sinis Ify begitu skeptis membuat Rio skak mat tak bisa melawan ucapan gadis ini yang sangat dan sangat semakin membuatnya kesal.

 

“Gak gitu juga. Pokoknya ganti nama kucing loe!!”

 

“Gak mau”

 

“Ganti gak ?”

 

“Enggak “

 

“Ganti atau loe ak . . “

 

“Atau apa? hah??”tantang Ify , Rio tak jadi meneruskan kata-katanya. Ia memilih mengalah saja, toh sudah dapat dilihat pasti Ify yang akan memenangkan percecokan ini.

 

“Lebih baik loe beliin makanan buat si dayat gih”suruh Ify sama sekali tak kasihan dengan Rio yang terlihat cemburu sekali.

 

“Males”Jawab Rio singkat. Ia berjalan kembali ke kursi kerjannya. Ia sangat kesal sekali dengan Ify saat ini.  Ify menatap Rio dengan tak enak.

 

“Gue pulang deh. Kasihan si dayat kelaparan”ujar Ify yang mulai berdiri. Ia menyelempengkan tas bahunya dan tangan kanannya masih menggendong si dayat.

 

“Pulang sana!! Pacaran sana sama kucing alay loe!!”gerutu Rio pelan. Namun sedikit terdengar oleh Ify.

 

“Loe bilang apa tadi? Siapa yang alay ? Hah??”

 

“Gak ada”Rio tak mentap Ify sama sekali. Ia memilih fokus dengan laptopnya.

 

“Nikah sono sama laptop. Hidup mati sama laptop mulu pantes aja loe gak laku-laku dulu”kini giliran Ify yang menggerutu namun suaranya begitu jelas sekali.

 

“YAAAHHHHH!!! GADIS SETAAAN!!!!”bentak Rio tak terima dengan ucapan Ify barusan. Sedangkan Ify hanya memeletkan lidahnya kepada Rio dan keluar dari ruang kerja Rio tanpa dosanya.

 

“GADIS BODOH!! TUTUP PINTUNYAAA!!!”teriak Rio lebih keras karena Ify langsung berjalan tanpa menutup kembali ruang kerja Rio.

 

“Demi apapun kenapa gue bisa suka sama loe !!!!! Ya tuhaaannn!!! Gue bener-bener sudah gilaaa!!!!”

 

            Sedangkan diluar sana Agni hanya bisa geleng-geleng saja melihat bossnya dan kekasihnya yang selalu bertengkar. Agni sendiri sudah mulai melupakan perasaanya ke Rio. Ia berjani lebih konsen untuk tugasnya dan selalu memberikan kinerja yang terbaik untuk Rio.

 

“Agni . . .”panggil Cakka yang juga sedari tadi masih berdiri di samping meja Agni. Agni pun hanya membalas dengan deheman singkat.

 

“Nanti malam ada acara gak ??”

 

“Ada”

 

“yaaahh. Acara apa? sama siapa? Dimana??”

 

“Loe nanya ? apa nagih utang ??hah??”

 

“Masak Cakka cakep-cakep gini dibilang nagih hutang. Yang bagusan dikit kek”

 

“Cakep dari mananya coba”batin Agni begitu risih dengan Cakka.

 

“Pak Cakka. Bisa jangan ganggu saya ? saya sedang sibuk hari ini”

 

“Jangan panggil Pak dong. Panggil Cakka aja. “goda Cakka dengan suara khasnya. Agni menghelakan nafasnya mencoba sabar.

 

“Baiklah aku akan panggil Cakka tapi kamu pergi sekarang!!!”

 

“Baiklah. . Coba panggil gue Cakka”

 

“Cakka bisa pergi gak??”

 

“Oke cantik.  See you tomorrow . bye byee . . “Cakka pun beranjak dari hadapan Agni. Agni merasakan otaknya hampir pecah. Ia tidak membayangkan 1 minggu nantinya di jepang bersama Cakka. Ia tak yakin jika sekembalinya di Indonesia ia masih hidup.

 

“Jangan sampai gue bunuh diri di jepang. Gak lucu sumpaah!!!”

 

*****

Rio masih tidak konsen bekerja. Ia memikirkan tentang Ify-Kucin-Dayat. Entah mengapa Rio tak terima dengan nama dari kucing tersebut dan siapa pemberi dari kucing itu. Rio berfikir keras bagaimana ia bisa melenyapkan kucing tadi.

 

“Ahh. . tau deh pusing gue sama tuh kucing dan pemiliknya. Sama-sama anehnya!!”frustasi Rio. Ia pun berusaha keras melupakan kejadian tadi yang sempat membuatnya emosi.

 

*****

Rumah Iqbal dan Ify 20.00 p.m

 

             Iqbal memandang kakaknya yang sedari tadi sibuk dengan kucing barunya. Iqbal merasa kakaknya sudah gila akan peliharaan barunya ini. Yang dia herankan adalah makan kucing diaja, mandi kucing diajak,. Tidur kucing diajak. Jangan-jangan waktu dia nanti mati, ia membuat riwayat kucingnya juga harus dimasukkan didalam liang lahatnya.

 

“Kak. . “panggil iqbal kepada Ify yang duduk disebalahnya yang sedang memberi makan kepada kucingnya.

 

“Sejak kapan loe suka sama kucing ??”

 

“tadi”

 

“Dapat dari mana?”

 

“Dayat”

 

“temen sebangku loe itu??”

 

“Iya”

 

“Katanya loe gak suka sama dia”

 

“Emang. Tapi gue suka sama kado pemberiannya”

 

“Loe kemarin gue kasih PSP gak sebahagia ini deh??”Ify melirik iqbal begitu tajam.

 

“Kenapa loe pertanyaan loe sama kayak Rio ?? loe berdua sekongkol? Hah?”

 

“Kenapa nama gue disebut-sebut ??”suara dari arah pintu tersebut menghentikkan perdebatan sejenak antara Iqbal dan ify. Dimana orang itu adalah Rio. Rio memilih untuk pergi ke rumah Ify. Toh ia sudah mengerjakan semua pekerjaanya untuk hari ini.

 

“Ngapain loe kesini??”tanya Ify dengan nada tak enak.

 

“Loe gak suka pacar loe datang kerumah ?? nih gue bawa makanan buat si alay itu”ujar Rio dan melemparkan begitu saja makanan kucing tersebut kearah Ify dan untung saja ditangkap bagus oleh Ify.

 

“Siapa yang loe sebut alay ? hah??”tanya Ify tak suka dengan ucapan Rio tadi.

 

“Loe masih tetep gak mau ganti nama kucing loe??”tanya Rio serius. Ia memilih duduk disebalah Iqbal. Dimana Iqbal kini berada diantara Ify dan Rio yang akan terjadi perang dunia ke VI.

 

“Loe tetep gak ada pertanyaan lain selain itu??”balas Ify dengan wajah tak kalah seriusnya.

 

“Gue gak suka loe namain kucing loe dengan nama itu”

 

“kenapa??”

 

“Sama aja kayak loe selingkuh dari gue”jujur Rio tak terima.

 

“Yaahh bodoh!! Otak loe didengkul?? Sejak kapan gue milih pacaran dengan hewan”balas Ify tak kalah tak terimanya. Rio mencoba mencari asalan lain agar Ify mau mengganti nama kucing tersebut.  Rio mengakui bahwa kucing baru Ify itu sangat lucu. Namun saat ia tau bama dari kucing tersebut. Rio lantas menghapus pengakuannya itu.

 

“Terserah loe!!”

 

“Samas-sama “balas Ify dengan wajah penuh kemenangan. Rio pun memilih menyahut PSP yang ada ditangan Iqbal. Rio memainkan PSP tersebut dengan brutal. Iqbal menatap PSP putihnya dengan hati dag dig dug. Ia berharap bahwa PSP nya masih diberi umur panjang nantinya.

 

Keheningan terjadi di ruang tamu ini, Ify dengan kucing barunya. Rio dengan PSP iqbal. Dan Iqbal sendiri hanya menghelakan nafas panjangnya berulang-ulang. Ia seperti berada di kandang macan dan singa yang sedang mengibarkan bendera perangnya.

 

“Kak kenapa loe gak perlihara anjing aja. Terus loe namain Agni deh. Nama sekertaris loe”usul Iqbal kepada Rio dan membuat baik Rio maupun Ify menatap Iqbal dengan tatapan berbeda.

 

“ide bagus!!”ujar Rio yang sudah mendapatkan pencerahan baru. Sedangkan Ify menatap Iqbal dan Rio dengan tak suka.

 

“ENGGAK!!!!”bentak Ify menolak usulan Iqbal tersebut.

 

“Apa hak loe?? Loe aja punya peliharaan. Gue juga bisa dong punya peliharaan”balas Rio tak mau kalah. Ify menatap Rio penuh kebencian.

 

“IQBAAAAALLLLL . . . “gereget Ify ingin sekali mencekik adiknya yang satu ini. Iqbal pun memilih menyelamatkan dirinya sendiir. Ia langsung mengambil langkah sejuta ribu dari tempat tersebut. Iqbal sendiri tidak sadar akan perkataannya barusan dan menyebabkan dirinya lebih masuk kedalam kandang  setan.

 

“Ahhh. . toko anjing masih buka gak ya jam segini??”ujar Rio kedirinya sendiri. Ia tak peduli dengan Ify yang menatpnya bengis.

 

“Loe mau nemenin gue gak Fy beli anjing ??”tawar Rio begitu senangnya. Rio menatap Ify dengan sneyum yang penuh merekah. Sedangkan Ify hanya diam saja. Tatapanya mulai sedikit ia biasakan. Ia menatap Rio dengan tatapan datar.

 

“Terserah loe aja”jawab Ify datar. Ia lantas berdiri dengan membawa kucingnya meninggalkan Rio yang terdiam disana. Diluar dugaan dari Rio. Ia fikir Ify akan marah atau bagaimana. Namun gadis itu malah diam. Dan Rio sudah dapat menebak bahwa Ify bukan marah lagi kepadanya. Melainkan sangat dan sangat marah. Dan jika Ify sudah seperti itu akan sulit untuk mendapatkan maaf dari Ify.  Rio merutuki apa yang ia lakukan.

 

“Mampus gue”gerutu Rio kedirinya sendiri. Ia pun berdiri mencoba mengikuti Ify yang mulai naik ke tangga menuju kamarnya.

 

“Fy gue Cuma bercanda. “ujar Rio yang berada dibelakang Ify. Namun gadis itu masih tetap diam dan terus berjalan saja. Ify pun memasuki kamarnya tanpa menutup kembali pintu kamarnya. Karena ia tau pasti Rio akan mengikutinya masuk kedalam kamar.

 

“Gue Cuma bercanda Fy. Gue gak bakal beli Anjing. Siapa juga yang bakal merawat anjing itu”ujar Rio lebih detail menjelaskannya. Rio menutup pintu kamar Ify dan mendekati Ify yang sudah duduk di kasurnya dan asik bermain dengan kucing barunya itu.

 

“Fy jangan kayak anak kecil dong:”Ify menghelakan nafasnya. Ia menatap Rio dengan wajah yang seolah tak ada apapun.

 

“Iya gue tau. Loe beneran pelihara anjing juga gak apa-apa kok”jawab Ify datar dan membuat Rio semakin kebinggungan membuat Ify tidak marah kepadanya.

 

“Loe cemburu?? Gue kan cu . . .”

 

“Buat apa gue cemburu? Gak ada yang perlu dicemburu kan!”jawab ify mantap. Rio mulai duduk disamping kekasihnya tersebut. Rio meraih kucing mungil itu dari tangan Ify. Ify pun membiarkannya saja.

 

Keheningan mulai terjadi. Ify menatap ke arah depan tanpa menoleh sedikitpun ke Rio yang mulai asik membelai lembut bulu kucing baru Ify. Sedangkan dalam hatinya Rio semakin was-was sendiri.

 

“Gue capek mau tidur. Loe pulang aja”tepat dengan dugaan Rio. Ia yakin bahwa sebentar lagi Ify akan mengusirnya. Beginilah kekasihnya kalau sedang marah. Ia tau bahwa jika Ify marah tak akan ia tunjukkan dengan kekesalannya ataupun teriakan kemarahan seperti gadis-gadis lainnya. Melainkan gadis ini akan mulai terus diam dan tak peduli dengan apapun.

 

“Gue gak akan pulang sebelum loe berhenti marah ke gue”

 

“Gue gak marah Rio. “ujar Ify dengan serius dan mencoba meyakinkan kekasihnya itu.

 

“Mata loe gak bisa bohong”Ify melengos mendengar ucapan Rio yang menurutnya sangat sok tau. Ify mulai membaringkan tubuhnya. Sebelumnya ia menaruh kucingnya di kasur kecil yang terdapat di bawah kasurnya.  Ify sudah menyiapkannya saat ia pulang dari perusahaan Rio tadi. Rio melihat dalam dia. Kekasihnya tersebut menarik selimutnya dan mulai memejamkan matanya. Ify seakan tak peduli Rio yang masih di sampingnya.

 

“Gue tau loe marah sama gue. Tapi gue gak mau loe bersikap kayak anak kecil gini”ujar Rio. Entah dia sedang berbicara kepada siapa saat ini. Ify sendiri sudah mulai terlelap.

 

            Rio menghadap ke Ify yang sudah tertidur. Tangan Rio mulai membelai lembut rambut sang kekasih. Membuat Ify lebih nyaman lagi dalam tidurnya. Rio tersenyum menatap wajah yang begitu tenang dan polos tersebut. Rio tak pernah menyangkah ia mendapatkan kekasih yang begitu spesial dan berbeda diantara wanita lainnya. Gadis yang selalu membuatnya emosi namun terkadang membuatnya sangat dan sangat mencintai gadis tersebut.

 

“Malam sayang . . “bisik Rio kepada Ify. Perlahan Rio mencium kening Ify dan membiarkan ciuman kening itu berlangsung sangat lama.

 

Ify merasakan ada sentuhan hangat di dahinya. Ia  sedari tadi belum sepenuhnya tertidur, Ia hanya ingin sendiri saja saat ini.  Ify membiarkan saja dengan apa yang dilakukan Rio. Jujur Ify sendiri tak mengerti kenapa ia tiba-tiba saja menjadi diam dan sedikit sensi terhadap Rio saat pria itu menyebutkan nama gadis lain.

 

Gue gak pernah marah sama loe. Tapi gue juga gak tau apa gue cemburu atau tidak. Kenapa gue hrus seperti anak kecil? Kenapa saat loe datang semua dalam diri gue berubah? Kenapa Ify yang dulu kembali lagi. Ify yang lemah, rapuh dan manja. Dan itu karena sejak kehadiran loe Yo. Loe satu-satunya orang yang dapat merubah gue jadi seperti ini.”

 

“Gue takut loe pergi. Gue gak pernah ingin loe pergi dari sisi gue. Jadi gue harap loe tetap di sisi gue untuk selamanya. Yah selama-lamanya. Gue mohon !!!”

 

Perlahan Ify mulai benar-benar terlelap. Ia berharap keesokannya fikirannya mulai cerah kembali. Sedangkan Rio mulai melepaskan ciuman keningnya dari dahi Ify. Rio tersenyum sedikit tenang . Rio pun memilih beranjak dari kamar Ify. Ia ingin pulang kerumahnya yang berada di depan rumah Ify. Rio sendiri tidak ingat sudah berapa lama ia tidak pulang kerumahnya tersebut. Pria ini begitu merindukkan rumahnya itu.

 

Bersambung . . . . .

 

Maaf yaa ngareetnyaa lama. Da maaf kalau part ini sedikit aneh hehe. Pokoknya tetep baca teruss yaa DELOV. Dan selalu tungguin okee makasih makasihh😀 Mohon pengertinnya ua aku udah kelas 3 jadi gak bisa fokus ke DELOV. Bagi pembaca setia pasti bisa ngertiin aku kan ?? makasih buat semuanyaaa :D 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s