DEVIL ENLOVQER – 57 ~JAPAN !!! Oh My God!!~

Ini part 57 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa. Tetap jadi pembaca sejati dan selalu setia ya guys.  Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow  HYO yaa . .  @luckvy_s

Minta bantuan LIKE FP DELOV YA “ m.facebook.com/DevilEnlovqer?ref=stream&refid=17&_ft_=fbid.526136394072619

 “ Yang suka baca DELOV dan pembaca setia DELOV wajib LIKE FP ini. Plis banget yaa makasih😀

 

DEVIL ENLOVQER – 57

~JAPAN !!! Oh My God!!~

 

            Namun saat Ify mmebalikkan badannya dan ingin mengomeli Rio, ia terdiam sendiri melihat Rio yang diam tanpa bergerak sedikit pun. Ify melihat keanehan kearah kekasihnya itu yang sepertinya sedang menewarang sesuatu. Rio terdiam cukup lama dan membuat Ify semakin heran sendiri.

 

“Yo . . .”

 

“Yo . . “

 

“Jangan-jangan dia kesambet ya? apa punggung gue buat orang kesambet? Tapi kemarin Sivia aja enggak gitu”

 

“Yo”panggil ify sekali lagi dengan sedikit keras dan membuat Rio tersadar.

 

“ehh iya Fy “

 

“Loe kenapa??”

 

“gak apa-apa. tato loe tulisannya apa?”tanya Rio mencoba meyakinkan dirinya bahwa dia tidak salah membaca tadi.

 

“Mata loe yang katarak? Atau tato gue kurang gede??”sindir Ify penuh penekanan dan membuat Rio terlihat seperti orang bodoh.

 

“Gue serius!!”

 

“Sion. “jawab Ify santai. Ia kembali duduk disamping Rio. Belum Rio ingin bertanya lagi. Namun ify mulai membuka suaranya lagi.

 

“Dia sepupu gue. Tapi udah gue anggap kakak gue sendiri. Dia yang ngajarin gue gimana cara berantem. Megang pistol semuanya lah.  Dia sepupu yang snagat hebat dan berarti buat gue. “

 

“Sekarang dia dimana?”tanya Rio masih memastikkan.

 

“Sayang dia udah meninggal . “Rio mencoba untuk tetap biasa. Entah apa yang membuatnya seperti ini hanya pria inilah yang tau.

 

“Karena??”

 

“Dibunuh. Seorang ketua dari geng besar lainnya membunuh kak Sion. Dan sampai sekarang gue masih mencari dimana orang itu. Karena Gue sangat kehilangan sekali akan sosok sepupu gue itu”Ify mulai menundukkan kepalanya. Ia menjadi teringat kembali akan Sion.

 

“Kalau seandainya loe ketemu sama yang bunuh sepupu loe? Loe ak . . . “

 

“Gue akan bunuh dia lah!!”jawab Ify santai dan penuh keyakinan. Daritatapan matanya saja bisa terbaca bahwa Ify begitu menyimpan rasa sakit hati dan rasa kebencian kepada orang yang membunuh Sion. Rio mengangguk-anggukan kepalanya dengan wajah yang entah tak bisa ditebak.

 

“Kenapa loe tanya kayak gitu? Loe kenal kak Sion??”tanya Ify dan menolehkan wajahnya kearah Rio membuat Rio terkejut.

 

“Hah? Enggak. Gue gak kenal. Yah Cuma tanya aja”jawab Rio dengan menyunggingkan senyumnya yang terlihat memaksa. Ify mengernyitkan keningnya sedikit curiga.

 

“jangan-jangan . . . “

 

“Jangan apa?? gak usah aneh-aneh otak loe”serah Rio sambil menoyor dahi Ify. Membuat gadis ini mendengus kesal memegangi dahinya.

 

“Loe gak ada kerjaan di kantor??”tanya Ify yang baru ingat kenapa Rio ada disini.

 

“Ada. Tapi gue khawatir sama loe. Mangkanya gue kesini dulu “

 

“Tumben perhatian”sindir Ify dan mendapat lirikan tajam oleh Rio.

 

“canda doang. Canda tauuu”ujar ify dengan cepat sebelum ia benar di mutilasi oleh Rio akibat sindirannya tadi. Rio menghelakan nafas panjangnya. Ia melirik ketangan  Ify dimana jari Ify tidak ada apapun.

 

“Cincin yang gue kasih mana??”tanya Rio sambil memegang tangan kiri Ify.

 

“Ya ampun. Cincinyaa??”Ify langsung menunjukkan wajah paniknya dan membuat Rio ikutan panik.

 

“Cincinnya kenapa?? Hilang ?? kok bisa? Ify . . loe gimana sih “

 

“Sorry yo. Gue lupa. gue gak tau cincinya dimana. Gue tadi. . Aduhhh gue lupaa . . “Ify mulai menunjukkan wajah takutnya. Karena Rio menatapnya dengan tatapan tajam.

 

“Maaf Yo  . “

 

“Maaf gue boong. Cincinya gak ilang kok hahahahahahahaha”tawa Ify dengan puas sekali mengerjai Rio. Rio menatap Ify dengan tak percaya sambil mulut yang menganga dan tatapan sinis sekali kepadapa kekasihnya itu yang membuat jantungnya hampir copot.

 

“Lucu?”

 

“banget dong “jawab Ify puas sekali. Rio geleng-geleng sendiri melihat tingkah laku Ify.

 

“terus dimana cincinnya ?”tanya Rio. Ify pun mengeluarkan dua kalungnya dari lehernya yang tertutup bajunya.  Rio menghela nafas legah karena cincin yang ia berikan dijadikan gantungan kalung oleh Ify. Sedangkan kalung ify yang satunya lagi adalah pemberian dari Sivia.

 

“Wajah loe jelek kalau takut kayak tadi hahahaha”

 

“Udah puas-puasin fy tawanya. Puas-puasin”

 

“Iya dong puas banget laah”

 

“Terusin aja tuh ketawanya  SAMPAI SUBUUHHH !!!”Ify semakin tertawa begitu lepasnya. Wajah Rio memang sangatlah lucu.

 

            Rio menatap gadis didepannya ini yang masih tertawa, Rio membairkannya saja. Mata Rio seakan menerawang sesuatu dari dalam diri Ify. Rio menyunggingkan senyumnya sedikit. Ia begitu bahagia bisa melihat Ify menjadi kekasinya. Dan Rio tidaklah ingin kehilangan Ify.

 

“Loe benggong mulu dari tadi”serah Ify. Ia mengambil ponsel Rio yang berada di atas meja. Rio membairkan saja kekasihnya ini mengotak-atik ponselnya. Toh tidak ada yang perlu ia takutkan. Dirinya juga bukan pria penyelingkuh.

 

“Besok ada kerjaan?”tanya Ify tanpa menoleh ke arah Rio. Ia masih terus asik bermain ponselnya.

 

“Ada rapat pagi-pagi. Kenapa?”

 

“Gak apa-apa sih”

 

“Loe ujian kapan?”tanya Rio. Ify mengangkat bahunya mengartikkan bahwa dirinya tidak tau.

 

“Loe disana sekolah atau gimana sih. Semuanya serba gak tau”

 

“terserah gue dong. Gue yang sekolah kenapa loe yang ribet. Aealahh”protes Ify balik membuat Rio tak mau melanjutkan pertengkaran tidak penting ini.

 

“Gue mau pulang. Udah malam juga”

 

“Pulang kemana?? Masih punya rumah ?”

 

“Fy gak mulai deh . .”

 

“Iya iyaa. Loe pulang kemana?”tanya Ify mulai serius.

 

“Ke kantor . Kerjaan gue masih banyak”jawab Rio. Ia menerima ponselnya yang sedari tadi dimainkan oleh Ify.Lantas ia masukka kedalam sakunya.

 

“Mau gue temenin ?”

 

“gak usah. Kasihan Iqbal sendirian dirumah”ujar Rio. Ia menoleh sebentar ke arah Ify.  Menatap kedua mata tajam gadis manis ini. Rio mengacak-acak puncak kepala Ify.

 

“Apapun yang terjadi loe harus percaya sama gue. Janji??”

 

“Percaya apa dulu??”

 

“Everything”

 

“May be Yes May be No”

 

“Oke. Whatever.  Gue sayang sama loe”bisik Rio. Ia mencium hangat kening Ify. Gadis ini pun membiarkan saja kekasihnya melakukan tersebut. Ify merasa hatinya begitu tenang sekali.

 

“Hati-hati jangan terlalu capek. Sakit gue sukurin loe”omel Ify seperti ibu-ibu arisan. Rio hanya terkekeh sendiri melihat tingkah Ify . Rio pun segera beranjak dari rumah Ify. Ia masuk kedalam mobilnya dan menjalankannya.

 

            Ify tersenyum begitu senang. Dalam hatinya ia memang sangat mencintai pria itu. Ify lantas masuk kedalam rumahnya. Hari sudah cukup malam. Ify lantas memilih untuk tidur. Tubuhnya begitu terasa lelah sekali untuk hari ini.

*****

JAPAN, 19.00 P.M

            Agni dan Cakka menunggu seorang pengusaha jepan terkenal di sebuah restoran ternama dan berkelas bintang 5. Agni tak banyak bicara , ia lebih memilih diam saja sambil bermain tablet yang berada di tangannya. Sedangkan Cakka kali ini fokus untuk bahan presentasinya nanti.

 

“Mana sih cliennya kok gak datang-datang”gerutu Agni ta k jelas. Sudah 30 menit lebih dua manusia ini berada ditempat ini. Dan yang mereka lakukan hanya menunggu dan menunggu saja.

 

“Cakk jadi gak sih kita ketemu cliennya??”tanya Agni lagi ke Cakka. Cakka menutup notebooknya lantas menoleh ke Agni.

 

“Kita keluar dari restoran  sekarang”ajak Cakka dengan wajah serius. Agni membelakakan matanya.

 

“Kok keluar ?? kan kita mau nemuin cl .. “Cakka tidak peduli dengan Agni yang terus berkoar. Cakka segera membawa notebooknya dan menyeret Agni keluar dari restoran ini. Agni mencoba untuk memberontak namun Cakka terus menyeret Agni dan seketika diluar langsung memasukkan Agni kedalam mobil.

 

“Cakka loe apa-apan sih!!!”omel Agni. Cakka menoleh kearah belakang mobil. Cakka mendengus kesal melihat 4 cowok dengan wajah sangar baru keluar dari restoran itu.

 

“Kita sedari tadi dintai Ag. Loe pakek sabuk pengaman loe. Gue akan ngebut”ujar Cakka. Dan tanpa babibu lagi Cakka langsung mencap gas mobilnya dengan cepat. Agni masih tidak mengerti dengan ucapan Cakka. Namun Agni menuruti saja apa yang disuruh oleh Cakka.

 

            Agni memejamkan matanya sesekali karena Cakka benar-benar ngebut kali ini. Cakka cukuplah hafal dengan jalan di kota Jepang. Tiap tahun ia selalu berlibur di sini.  Cakka melihat kearah spion mobilnya. Ia melihat 2 mobil hitam yang sepertinya mengejar mobilnya.

 

“Sialan loe Yo. !!!Pantes aja loe nyuruh gue yang ke jepang!!”umpat Cakka. Ia semakin mempercepat laju mobilnya. Membuat Agni histeris tak karuan.

 

“CAKKA DEMI APA PELAN-PELAN CAKKA!!!”

 

“CAKKKA GUE GAK MAU MATI DISINI!!!”

 

“CAKKKAA AWAAASSSSS”

 

CIYEEEEEEETTTTTTTTTT

 

            Cakkka menginjak rem mobilnya dengan tekanan penuh. Sehingga terdengar suara dencitan ban mobilnya yang cukup keras. Cakka menatap sebuah truk besar di depannya dan menghalangi jalannya. Cakka tidak tau bahwa jalan yang ia lewati ini sudah ditutup dan sepi sekali. Agni semakin ketakutan. Karena segerombolan orang berbadan besar keluar dari truk tersebut.

 

“Cakka ..Itu . Itu siapaaa??”tanya Agni mulai panik sendiri. Cakka melihat ke belakang mobilnya. Cakka mendengus sekali lagi. Ia sudah tidak bisa kemana-kemana. 2 mobil hitam tadi pun telah menutup jalan dibelakangnya.

 

“Cakka mereka menakutkan”lirih Agni sangat takut. Cakka menoleh ke Agni sebentar.

 

“Loe bisa nyertir kan?”

 

“Iya bisa”

 

“Loe yang pegang ahli setir ini. Gue yang hadapi mereka semua “ujar Cakka. Ia langsung berpindah tempat ke belakang mobil. Sedangkan Agni masih diam saja.

 

“Ayoo AG !! Kita gak punya waktu”ujar Cakka menyadarkan Agni. Agni pun mengangguk dan segera pindah ke tempat duduk yang diduduki Cakka tadi. Sedangkan Cakka mulai membuka jas hitamnya. Ia mengeluarkan sebuah koper lumayan besar dari bawah kursi yang ia duduki. Agni yang melihat dari kaca tengah mobil depan membelakakan matanya melihat isi koper tersebut.

 

“Loe Mafia?? Loe teroris ??”tanya Agni kebingungan.

 

“Udah diem aja. Nanti gue yang jelasin. Sekarang loe setir aja mobilnya. Loe lewatin aja orang-orang itu. Tabrak aja gak apa-apa. Fikirkan gimana caranya mobil ini bisa lolos dari sini”jelas Cakka membuat Agni berfikir keras. Sedangkan Cakka masih sibuk dengan pistol-pistolnya dan senapannya.

 

“Ini pakek cepatan”suruh Cakka. Ia melemparkan jaket anti tembus kepada Agni. Agni pun menerianya dan langsung memakainya.

 

“Loe gimana?”tanya Agni ke Cakka.

 

“Gue udah kebal tenang aja”jawab Cakka santai. Ia pun memasukkan peluru-peluru pistol tersebut.

 

“JALAN DENGAN KECEPATAN PENUH SEKARANG AG!!!”teriak Cakka. Agni mengangguk dan segera mencancap gas mobilnya dengan cepat kearah depan dan Bersamaan dengan Cakka yang membuka sedikit kaca jendela mobilnya. Cakka segera memainkan pistolnya dan senapannya. Ia menembakki banyak orang yang ingin menembak balik dirinya.  Agni yang semakin takutkan mencoba untuk tidak takut. Ia etrus saja melajukkan mobilnya.

 

DOOOORRRR

 

“AWWW .  . “ringgsi Cakka. Tak sengaja lengan kirinya terkena tembakkan dari musuh. Cakka meringgis sedikit.Namun tak selang berapa lama Cakka bangkit kembali. Ia mengganti pistolnya dengan pistol yang lumayan besar. Agni melihat dari Kaca tengah mobil depan. Ia melihat lengan kiri cakka yang terus mengeluarkan darah.  

 

“Cakk loe gak apa-apa??”tanya Agni khawatir.

 

“Loe terus nyetir aja. Tabrak semuanya, “ujar Cakka.  Cakka sedikit kualahan. Orang-orang yang menyerangnya dengan Agni saat ini berumlah lebih dari 30 orang.

 

“Sial!!”pekik Cakka. Ditangannya ia memegang dua buah pistol berukuran besar. Dengan ketangkasannya dalam menembak, Cakka langsung menembak semua musuhnya tersebut tanpa penuh rasa iba. Cakka memang sangatlah jago dalam hal ini. Bahkan Rio saja kalah akan kehebatan Cakka.

            Sedikit demi sedikit musuh Cakka mulai terbunuh. Cakka menahan rasa sakit di lengan kirinya. Sedangkan Agni masih konsen menyetir. Ia menabraki semua musuh yang ada di depannya. Dan beberapa kali pun musuh tersebut ingin menembak Agni. Untung saja Cakka bisa mengatasinya dengan membunuh orang itu duluan.

            Cakka bernafas legah. Akhirnya semua musuhnya sudah terbunuh. Mobil mereka pun sudah keluar dari hadangan orang-orang jahat tersebut. Cakka menghempaskan badannya di kursi belakang. Ia melemparkan begitu saja kedua pistolnya. Cakka meringis melihat lengan kirinya yang semakin banyak mengeluarkan darah.

 

“Aww . . “ringis Cakka. Ia memejamkan matanya sebentar.

 

“Are you Oke?”tanya Agni dari depan. Agni mencari tempat untuk berhenti yang aman. Agni pun memilih berhenti di sebuah lapangan jauh dari tempat tadi. Entah Agni sendiri tidak tau dia berada dimana. Yang ia fikirkan adalah bisa selamat saat ini.

 

“Yah”jawab Cakka lemas. Agni memberhentikkan mobilnya. Ia menolehkan wajahnya ke belakang.

 

“Ya ampun. Darahnya banyak banget”kaget Agni. Ia mengigit bibirnya menandakan gadis ini begitu cemas. Bahkan dari raut wajah Cakka sendiri. Agni tau bahwa Cakka kesakitan.

 

“Gue akan bersihkan luka loe”ujar Agni dan ingin keluar dari mobil untuk duduk dikursi belakang.

 

“Jangan keluar”cegah Cakka saat Agni ingin membuka pintu mobil depan. Agni mengernyitkan keningnya binggung.

 

“Berapa banyak orang yang disediakkan clien bingas itu. Aiissghh . . “geram Cakka. Agni menatap ke depan mobilnya. Dan benar saja 10 orang berbadan besar dengan berpakaian hitam-hitam mengarah ke arah mobil Cakka. Agni mencengkram stir kuat-kuat. Ia begitu ketakutan.

 

“Loe kebelakang Ag. Loe duduk aja di belakang sembunyi. “suruh Cakka. Dengan gerakan cepat Cakka mengambil 4 pistolnya. Dua ia taruh ditangannya. 2 lagi ia taruh di saku celananya.

 

“Tapi Cakk.  . “

 

“Udah cepat!!!”teriak Cakka dengan wajah yang serius. Agni mengangguk dan segera pindah ke belakang tanpa keluar dari mobil. Bersamaan juga dengan Cakka yang langsung keluar dari mobil.

 

            Cakka berjalan ke depan mobilnya. Ia menatap satu persatu 10 orang berwajah bingas tersebut. Tak ada perasaan ketakutan pun dalam benak Cakka. Cakka sudah bersiap dengan kedua pistol ditangannya. Ia menghadapkan pistolnya ke arah orang-orang itu yang semakin dekat dengan Cakka. Orang-orang tersebut tidak membawa pistol atau apapun.            

            Tanpa menunggu lama lagi Cakka langsung menarik pemicu kedua pistolnya secara bersamaan.

 

DOOOORRRR DOOOORRRR DOOOOORRR DOOOOORRR

 

            Bunyi pistol Cakka sangatlah keras sehingga menggema dilapangan luas ini. Cakka membelakakan matanya. Ke 10 orang yang telah ia tembak tersebut sama sekali tidak terbunuh. Cakka mengumpat sangat kesal

 

“Baju antipeluru. Sialan!!”pekik Cakka. Ia melemparkan kedua pistolnya. Cakka berfikir cepat. Ia langsung menyobek kemeja bagian bawahnya. Lalu ia ikatkan ke luka dilengannya agar darahnya tidak terus mengalir.

            Tak lama kemudian 10 orang tersebut berhenti didepan Cakka. Mereka seolah sedang mengepung Cakka. Wajah 10 orang ini sangatlah menakutkan. Wajahnya pun terlihat khas bahwa mereka orang jepang. Cakka tidak mau basa basi lagi. Dengan sabuk hitam yang pernah di milikinnya. Cakka langsung menendang ke 10 orang tersebut dengan gerakan cepat. Tenaga Cakka memang sangat lah kuat.

 

JDAAAAAAAAKKKKKK BUUUUKKKKK BUUUUUUKKKKK

 

            Satu persatu Cakka mulai meruntuhkan ke 10 orang tersebut hanya dengan sekali tendangan. Cakka memang langsung menendang atau melukai bagian tubuh yang mudah untuk membuat ornag tersebut tidak akan berdiri lagi. Contohnya saja bagian belakang sedikit dibawah leher.  Atau pun bagian lambung seseorang.       

            Kini lawan Cakka tinggal dua orang. Cakka mengambil ancang-ancang untuk melawan kedua orang yang menurut Cakka paling besar dan kekar.

 

BUUUKKKK BUUUUKKKKK

 

            Orang tersebut bisa menangkis tendangan Cakka. Malah Cakka sendiri yang terkena pukulan di wajahnya dan perutnya. Bibir Cakka mengeluarkan darah segar. Cakka mengusapnya tanpa rasa sakit. Cakka yang sudah sangat emosi. Tak mau ambil lama lagi kali ini. Cakka naik keatas cup mobilnya. Ia lalu menendang kepala 2 orang ini dengan gerakan yang kuat sekali.

            Dan benar saja dua orang tersebut langsung tak sadarkan diri. Cakka segera masuk kedalam mobil. Ia menyalakkan mobilnya dan segera mengendarainya untuk pergi dari sana.

 

“CAKKKA TOLOOONGGGG!! CAKKAA!!!!”teriakan Agni tersebut menyadarkan Cakka. Cakka memberhentikkan mobilnya dan melihat ke belakang mobil. Tidak ada Agni disana. Cakka keluar dari mobil dan melihat Agni dibawah oleh seseorang. Agni disekap dan ditangan orang tersebut sudah ada pistol yang siap untuk menembak kepala Agni.

 

“Cakka . . . “tangis Agni ketakutan. Cakka berjalan perlahan mendekati orang tersebut. Cakka tau Agni sangatlah ketakutan saat ini. Cakka semakin sangat emosi melihat Agni kesakitan seperti itu. Kedua tangan Agni diikat. Dan bibir Agni juga terdapat darah. Cakka bisa menebak bahwa Agni ditampar oleh orang tersebut.

 

“Tenang Ag . Tenang . . “ujar Cakka dengan pelan. Agni menganggukkan kepalanya masih sangat ketakutan. Ia terus saja menangis. Cakka memasukkan tangannya ke sakunya tanpa mencurigakan. Ia terus mendekati orang tersebut yang juga terus mundur.

 

“RIOOO BRENGSEK LOE!!!”

 

“Pulang dari jepang kepala loe yang gue bunuh . Isshhh”

 

DOOORRR DOOOORRRRR DOOORRRRR

 

            Cakka langsung menembak orang tersebut di bagian lengan kanan dan lengan kiri sehingga Agni bisa terlepas begitu saja. Dan satu lagi Cakka tak ada rasa kasihannya langsung menembak ke kepala orang tersebut.

 

“CAKKKAA”teriak Agni dan langsung berlari ke arah Cakka. Agni langsung memeluk Cakka dengan wajah ketakutan. Agni menangis dalam pelukkan Cakka.

 

“Udah Ag. Udah. Ayo kita pergi dari sini”ujar Cakka. Agni mengangguk. Cakka merangkul Agni, mencoba menenangkan gadis ini yang masih terus menangis.

 

            Setelah itu mereka berdua masuk kedalam mobil. Dan benar-benar segera pergi dari sana. Cakka merasakan lengannya mulai terasa sakit.  Saat Cakka menyetir ia sedikit tidak bisa mengimbangkan stirnya.

 

“Cakk loe gak apa-apa kan?”tanya Agni melihat wajah Cakka yang mulai di kelilingi keringat.

 

“gak Ag .”jawab Cakka. Cakka mengambil ponselnya di dekat stir.  Cakka segera menghubungi seseorang. Agni hanya diam saja. Ia tidak tau Cakka sedang berbicara apa dan berbicara dengan siapa. Cakka berbicara menggunakan bahasa jepang yang sangat faseh. Agni sendiri langsung terkagumkan dengan sosok ini.

 

“Kita balik ke hotel”ujar Cakka dan semakin cepat melajukkan mobilnya.

*****

Indonesia, 23.30 p.m

            Rio menghempaskan badanya di kursi kerjannya. Kejadian tadi berputar terus di otaknya. Rio memegang kedua pelipisnya yang terasa semakin sakit. Rio menghembuskan nafasnya beberapa kali.

 

“Kenapa harus Ify ??”

 

“Aissshhh . . .”Rio melihat jam tangannya. Setelah itu ia memilih membuka laptopnya dan meneruskan pekerjaanya kembali. Besok ia harus ada meeting pagi-pagi.

*****

JAPAN, 21.00 p.m

            Agni membantu Cakka masuk kedalam hotel. Agni sangat khawatir karena wajah Cakka semakin memucat. Setelah masuk kedalam kamar hotel Cakka. Agni mendudukan Cakka di sofa. Agni sangat cemas dengan keadaan Cakka saat ini. Agni mengambil air dingin dan menaruhnya di baskom. Setelah itu ia mengambil sebuah sapu tangan lantas menghampiri Cakka kembali.

 

“Sini luka loe”ujar Agni. Ia duduk disebalah Cakka. Dengan pelan-pelan Agni membersihkan luka di bibir Cakka. Cakka terus meringis kesakitan. Cakka menatap mata Agni dengan dalam. Lama sekali Cakka menatap Agni dan membuat Agni sedikit salting.

 

“Sekarang giliran loe”ujar Cakka pelan. Tangan kanannya menghentikkan Agni. Cakka meraih sapu tangan tersebut lantas membersihkan luka di bibir Agni yang juga terlihat lembam.  Agni diam saja dengan apa yangd ilakukan oleh Cakka.

 

            Agni melihat tatapan Cakka yang sangatlah berbeda dari tatapan biasanya. Agni tidak melihat Cakka yang aneh, Cakka yang selalu membuatnya ingin jauh-jauh dari sosok ini. Kali ini berbeda. Agni malah ingin waktu berhenti saat ini. Tatapan Cakka begitu tenang sekali. Agni seperti terhipnotis oleh tatapan Cakka.

 

            Agni baru menyadari bahwa Cakka sangatlah tampan. Bahkan lebih tampan dari Rio yang sekian lamanya ia kagumi. Agni mengigit lidahnya menahan kegugupannya. Perlahan Cakka mendekatinya, Cakka semakin mendekatkan wajahnya ke Wajah Agni. Agni masih diam saja. Tubuhnya seperti ada yang menahan agar dirinya tidak beranjak dari sana. Agni dapat merasakan nafas Cakka yang semakin terasa di wajahnya. Dan entah apa yang membuat gadis ini menutup matanya. Begitu juga dengan Cakka.

 

CKLEEEEKKKK

 

“Cakka. Cakka. Cakka .. “teriak seseorang dan langsung masuk kedalam hotel tanpa permisi. Cakka mendecak kesal. Ia langsung menjauhkan wajahnya dari Agni. Begitu juga dengan Agni langsung membuka matanya dan malu sekali.

 

“I’m here”ujar Cakka dengan nada dinginnya kepada orang tersebut. Sesosok pria bertubuh tinggi dan putih, wajahnya pun menunjukkan bahwa dia orang jepang.  

 

“Gue buatin teh dulu”ujar Agni pamit dari hadapan Cakka. Cakka mengangguk saja sambil mengembangkan senyumnya. Agni pun membalas senyuman Cakka yang juga berbeda dari senyuman biasanya.

 

“Are you Oke??”tanya pria tersebut mengantikkan Agni yang duduk disana. Pria itu mengeluarkan barang-barang medis dari tasnya. Ia adalah dokter pribadi Cakka di jepang.Cakka mengangguk saja. Ia menahan rasa sakit di lengan kirinya. Dokter pria tersebut segera menangani luka di lengan kiri Cakka.

 

            Agni menaruh 3 gelas teh hangat di meja. Ia pun duduk kembali di sofa yang berada di depan sofa Cakka. Agni ikut meringis sendiri melihat lengan Cakka dijahit seperti itu. Tak selang berapa lama luka Cakka sudah teratasi. Agni melihat saja kedua orang ini yang sedang berbincang dengan menggunakan bahasa jepang. Agni tidaklah mahir dalam bahasa ini. Setelah itu dokter tersebut keluar dari kamar hotel Cakka.

 

“Siapa dia ?”tanya Agni setelah kepergian dokter tersebut.

 

“Dokter pribadi”jawab Cakka ringan. Ia meregangkan otot di tubuhnya sebentar. Cakka merasa otot-ototnya menegang semuanya.  Cakka meraih ponselnya di sakunya. Ia mencoba menghubungi seseorang.

 

“CLIEN APA  PREMAN?? LOE MINTA GUE BUNUH ?? HAH???”

 

“YAH PINTAR BANGET LOE !! GUE YANG JADI TUMBALNYA !!”

 

“Dia baik-baik saja. Gue yang gak baik”

 

“Iya selamat. Masih di tangan gue. “

 

“Lengan kiri gue tertembak. “

 

“Sialan loe/ Loe fikir yang gue hadapi Cuma 10 orang??40 orang men”

 

“Iya gue ngerti. “

 

“baiklah. Besok pagi-pagi gue sama Agni kembali ke Indonesia. “

 

“Dan siap-siap aja loe kehilangan nyawa loe”

 

“Aissghhh “Cakka menutup sambungan telfonnya. Agni hanya melongo saja melihat Cakka yang selesai marah-marah dengan orang yang ada ditelfonnya.

 

“Siapa?”tanya Agni lagi yang memang suka ingin tahu dan pensaran.

 

“Rio”Agni mengangguk-angguk.

 

“Tadi mereka semua siapa sih ??”tanya Agni untuk kesekian kalinya. Cakka menghembuskan nafas beratnya sebentar sebelum menjawab pertanyaan Agni yang satu ini.

 

“Mereka itu anak buat dari Clien yang akan kita temui tadi.  Clien kita yang satu ini memang sangatlah licik. Mereka ingin merebut dokumen penting dari perusahaanya Rio. “

 

“Dokumen yang mana ??”tanya Agni

 

“Cuma gue dan Rio yang tau dokumen tersebut. Di Jepang dokumen yang dipunyai oleh Rio sangatlah beraset besar. Yah, jadi seperti tadi mereka semua ingin mencuri dokumen itu. Dan  gue juga tau alasan Rio mengirim gue dan loe”

 

“Maksudnya ?”

 

“Dia memilih gue pergi ke Jepang karena Rio sudah tau akan jadi seperti ini. Dan dia takut terbunuh mungkin. Dan loe juga diikut-ikutin karena menurut dia loe bakalan jadi penyemangat gue. May be ??”

 

“Penyemangat ??”tanya Agni sedikit heran. Cakka nyengir gak jelas sambil garuk-garuk kepalanua. Wajah anehnya kembali muncul.

 

“Gue bali ke kamar gue. Loe istirahat sana. Besok pagi kita balik kan di Indonesia ?”ujar Agni dan beranjak untuk keluar dari kamar hotel Cakka.

 

“Iya Thanks Ag”

 

“Seharusnya gue yang banyak terima kasih ke loe Cakka. Thanks “balas Agni . Ia menyunggingkan senyumnya sebentar lantas keluar dari kamar hotel Agni. Cakka langsung teriak-teriak gak karuan. Ia begitu sangat senang sekali karena Agni hari ini berperilaku manis kepadanya tidak seperti biasanya. Cakka merasa ia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan gadis tersebut.

*****

Indonesia, 24.05 a.m

            Rio merasakkan ponselnya berdering. Rio lantas mengangkat telfon tersebut. Rio tau bahwa yang menelfonnya ini adalah Cakka.

 

“Gimana Rapat dengan Cliennya ??”tanya Rio langsung tanpa dosanya.

 

“Hahahahahahah.  Loe gak mati kan sekarang ? masih hidup kan? Yaudah gak usah marah-marah/. Cepat tua loe”tawa Rio puas sekali.

 

“Baru tau gue pinter. Hahaha. Sorry Sorry Cakka. Loe kan lebih jago dari pada gue. Mangkannya gue pilih loe. Agni gimana ?dia baik ?”tanya Rio yang teringat bahwa dirinya tidaj hanya mengirim Cakka saja ke Jepang.

 

“Peduli gitu sama loe. Dokumennya selamat ?”

 

“Loe luka ?”

 

“Syukurlah. Cemen loe. Ngadepi preman aja sampai ketembak”

 

“Hahahaha. Thans Cakka. Sorry gue gak bilang dulu ke Loe dari awal”

 

“Gue udah pensenin tiket buat kalian berdua. Besok kalian balik ke Indonesia”

 

“Oke hati-hati”

 

“Iya gue siapin nyawa gue hahahaha” Rio lantas menutup sambungannya. Ia dapat bernafas legah akhirnya urusan yang dijepang bsia terselesaikan dengan sangat mudah.

           

Fikiran Rio melayang kembali. Ia memfikirkan semua kejadian yang sedang ia fikirkan di dalam otaknya. Rio merasa otaknya terasa panas. Masalah ini pasti akan berujung dengan sangat panjang. Dan Rio harus siap-siap menerima konsekuensi akan masalah ini.

 

Bersambung . . . .

 

Hayooo ?? semakin pensaran kan ? siapa sih yang bunuh Sion ?? Siapaa?? Siapaa??—“ hayooo siapa?? Hihihi. Kalau penasaran tetap tunggu DELOV ya guyss😀 Like dan Commentnya selalu ditunggu . Makasih udah jadi pembaca setia selama ini. Makasih udah yang mau nungguin. Ngasih kritik dan saran. Maaf kalau ada tulisan yang salah dan ceritanya tidak berkesan untuk kalian. Maaf yaa😀 But aku harap kalian baca terus ceritaku ini. makasih semuanyaa😀 Love You😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s