DEVIL ENLOVQER – 58 ~YOU ???? !!! Oh My God!!~

Ini part 58 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa. Tetap jadi pembaca sejati dan selalu setia ya guys.  Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow  HYO yaa . .  @luckvy_s

Minta bantuan LIKE FP DELOV YA “ m.facebook.com/DevilEnlovqer?ref=stream&refid=17&_ft_=fbid.526136394072619

 “ Yang suka baca DELOV dan pembaca setia DELOV wajib LIKE FP ini. Plis banget yaa makasih😀

 

DEVIL ENLOVQER – 58

~YOU ???? !!! Oh My God!!~

 

            Ify dan Sivia berjalan bersamaan menuju luar halaman sekolah. Hari ini adalah hari terakhir Try Out mereka. Setelah 2 harinya mereka melewati ujian. Dan selama 2  hari itu pun Ify tidak bertemu dengan Rio.  Memanglah cukup melelahkan bagi kedua anak ini dan siswa kelas 3 lainnya karena harus terus bergelut dengan ujian-ujian.

 

“Gimana keadaan Iqbal ?”tanya Sivia. Ia menyeruput minuan teh kotaknya.

 

“Sama seperti kemarin. Sudahlah gue pusing juga. “serah Ify pasrah. Mereka berhenti didepan gerbang sekolah.

 

“Loe dijemput sama Kak Alvin ?”tanya Ify karena tak selang berapa lama sebuah mobil yang Ify kenal sekali berhenti didepan mereka berdua.

 

“Yah . . “

 

“Loe berdua udah balikan ??”tanya Ify yang penasaran sendiri.

 

“Idiihh. Sejak kapan neng Ify jadi kepo kayak gini “goda Sivia dan dibalas dengan tatapan sinis oleh Ify.

 

“hahahaha. Canda Fy . Canda. Belum sih hiihih. Doain nanti malam balikan yaakk:”

 

“Iya kalau gue mau doain loe? “balas Ify tak kalah ganasnya. Sivia memanyunkan bibirnya.

 

“Iya iya gue doain. Udah sana masuk pangeran loe udah nungguin tuh”ujar Ify. Sivia mengangguk saja. Dan segera berjalan ke arah mobil yang didalamnya sudah ada Alvin.

 

“Duluan Fy”ujar Alvin pamit kepada Ify. Sivia yang sudah masuk didalam mobil Alvin pun melambaikan tangannya ke arah Ify. Ify membalas dengan senyuman ringan saja.

 

“Enak banget jadi Sivia. Tiap hari dijemput pacarnya. Nah gue ?? boro-boro dijemput ? ketemuan aja susahnya gak ketulungan”

 

“Aduuuh apaan sih Fy. jangan jadi anak kecil “Ify menghelakan nafas beratnya. Ia melihat ke arah jam tangannya. Ify sedikit kesal karena sang supir tak kunjung menjemputnya. Terpaksa Ify pun harus terus berdiri didepan gerbang sekolahnya.

*****

           Rio cepat-cepat masuk kedalam ruangan kerjannya. Hari ini ia akan ada rapat lagi dengan Cliennya dari Rusia. Hari ini Rio sangatlah sibuk sekali. Padahal semalam dia sama sekali tidak tidur.

 

“Yo. Cliennya sudah datang”ujar manager Rio yang mengantikkan posisi Agni saat ini.

 

“Thanks. Gue akan kesana sekarang”ujar Rio. Ia merapikan dasinya sebentar lantas membawa laptopnya dan tasnya.  Rio memantapkan hatinya sesaat. Karena clien yang akan ia temui adalah seorang clien yang penting sekali baginya.

*****

            Sudah hampir 1 jam Ify menunggu. Namun mobil yang menjemputnya tidak kunjung datang. Emosi Ify sudah ada di ubun-ubun.  Tak lama kemudian sebuah mobil yang sangat Ify kenal akhirnya berhenti didepan Ify.  Ify yang sudah kesal langsung membuka pintu mobilnya dan duduk di belakang. Ify menutup pintunya dengan kasar. Setelah itu mobil Ify berjalan meninggalkan sekolah.

 

“Pak  Ari kemana aja sih !! Lama banget jemputnya”kesal Ify.

 

“udah satu jam tau Ify nungguinnya”

 

“Besok-besok jangan diulangi lagi Pak”

 

“Kalau telat datang. Suruh Pak Wo yang jemput Ify. Toh Iqbal masih belum sekolah kan ?”Ify masih saja meluapkan kekesalannya. Kakinya pun sudah terasa pegal sekali akibat menunggu sang supir ini.

 

“Berisik !! loe sama aja ya kayak dulu !!”Ify langsung terdiam. Ia tidak kenal dengan suara ini. Ini bukanlah suara dari sang supir. Ify yang sudah sangat penasraan dengan cepat-cepat melihat orang yang menyetir mobilnya ini.

 

            Ify membelakakan matanya saat melihat wajah orang tersebut. Ify meneguk ludahnya beberapa kali dan juga mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia masih belum yakin dengan apa yang ia lihat saat ini.

 

“OH My GOD!!”pekik Ify sama sekali masih belum percaya. Orang tersebut malah senyum-senyum tak jelas melihat ekspresi Ify yang sangatlah lucu.

*****

Rumah Ify dan Iqbal. 10.00 a.m

            Salsha memilih untuk izin hari ini. Ia cukup lelah karena syutting semalam dan juga hari ini Salsha ingin menemani Iqbal. Selama seminggu ini Salsha masih terus bersabar dan masih berusaha untuk membuat Iqbal sadar dan menerima bahwa Wilona telah meninggal.

 

“ Bal makan dulu ya”ujar Salsha. Ditangannya sudah ada sepiring nasi.

 

“gak:”jawab Iqbal singkat. Salsha menghela nafas panjangnya.

 

“Bal kamu bisa sakit”

 

“Gue mau Wilona yang nyuapin gue!!”tegas Iqbal kesekian kalinya. Salsha terdiam sejenak. Ia menaruh piring tersebut dia atas kasur Iqbal.

 

“Bal rasa cinta loe ke kak Wilona besar banget ya ?? Gue ngerti kok Bal”lirih Salsha. Gadis ini menahan air matanya agar tidak turun lagi. Namun sekuat apapun benteng yang ia bangun, Gadis ini tetaplah seorang gadis yang akan menangis jika sang pacar lebih mencintai orang lain dari pada dirinya.

 

“Sekarang gue harus apa Bal?? “isak Salsha pelan.

 

“Ngapain loe nangis Sha??”tanya Iqbal dengan wajah tak pedulinya. Salsha menatap Iqbal dengan perasaan yangs udah tak tergambarkan lagi. Salsha sudah tidak kuat untuk menyimpan semuanya.

 

“Bal sadar dongt!! Gue pacar loe bukan Wilonaaa!!”bentak Salsha dalam isakannya. Ucapan Salsha tersebut membuat Iqbal membelakakan matanya.

 

“Wilona itu udah gak ada Bal. Biarin kak Wilona tenang disana. Sekarang ada gue bal!! Gue Pacar loe!!!!”teriakSalsha begitu kencangnya. Salsha sudah tak bisa menahan semuanya. Iqbal merasa emosinya naik . Tangan Iqbal pun ingin ia layangkan ke wajah Salsha.

 

“Mau apa? nampar?? Tampar aja bal . gak apa-apa. Tampar gue “tantang Salsha.  Salsha menahan sejenak isakannya. Ia menatap Iqbal tak kalah tajam.

 

“1 minggu Bal. Gue nyimpan semua rasa sakit ini. Satu Minggu loe perlakukan gue seolah gue ini hanya orang gak penting buat loe. Tiap hari loe sebut-sebut nama Wilona didepan gue. Tiap hari loe muju Wilona didepan gue”

 

“Loe fikir gue gak sakit ? Hah? Sakit bal !!! Cewek mana yang mau pacarnya nyebut nama cewek lain. Dan bilang kalau dia sangat cinta dengan cewek lain ?? Dimana sih fikiran loe? Dimana otak loe??”Salsha meluapkan semua isi hatinya selama ini.  Ia tidak sanggup lagi dengan perlakuan Iqbal kepadanya. Sedangkan Iqbal hanya diam saja mendengarkan kekesalan Salsha kepadanya .

 

“Sekarang terserah loe Bal. Loe mau nyebut nama Wilona sejuta kali. Loe mau nyebut kata cinta buat dia seribu juta kali. Atau bahkan sekalian loe pacaran sama Mayatnya!! Biar loe PUAS!!”Salsha meraih tasnya. Ia menghapus air matanya yang terus saja mengalir tak ada hentinya. Salsha berjalan menuju pintu kamar Iqbal.

 

“Kita selesai aja Bal . Sorry gue gak bisa mertahanin semuanya. Gue capek. Gue gak kuat “lanjut Salsha tanpa membalikkan badanya menghadap iqbal. Setelah itu Salsha melanjutkan kembali langkahnya. Ia berjalan untuk keluar dari rumah iqbal dengan hati yang hancur.

 

            Salsha menuruni setiap tangga pelan-pelan. Isakan Salsha sudah tak bisa ia tahan lagi. Salsha menangis dan terus menangis.

 

“ya Tuhan. . “lirih Salsha. Ia berhenti sebentar dan perlahan duduk di tengah tangga tersebut. Salsha mendudukan kepalanya. Tubuhnya bergetar hebat saat ini.

            Salsha merasakan ada seseorang yang duduk disebalahnya. Salsha membiarkan saja orang tersebut yang tiba-tiba menarik tubuhnya dalam pelukan orang tersebut. Salsha semakin menangis sejadi-jadinya. Ia tau orang itu adalah Iqbal.

 

“udah jangan nangis”ujar Iqbal pelan. Iqbal membelai lembut rambut Salsha.

 

“Loe jahat banget sih Bal. Kapan sih loe sadar kalau gue pacar loe bukan Wilona. Loe jahat banget!!!”

 

“Maaf”

 

“Gue mohon. Lupain kak Wilona. Gue mohon loe bisa relain kak Wilona.”

 

“Iya gue akan coba”

 

“Beneran ??”Salsha melepaskan pelukan Iqbal. Salsha menatap kedua mata Iqbal. Dimana keadaan Iqbal masih tidaklah pulih. Namun sepertinya Iqbal mulai tersadar.

 

“Hmm ..”Iqbal mengapus air mata Salsha. Salsha tersenyum senang sekali.

 

“Gue gak mau kita putus “Salsha membelakakan matanya kaget mendengar ucapan Iqbal tersebut.

 

“Loe ingat Bal? Gue pacar loe? Loe udah sadar kan ?”Iqbal mengembangkan sebuah senyum simpul kepada gadis ini.

 

“Iya gue inget”Salsha semakin merasa senang sekali. Akhirnya ia bisa membuat Iqbal kembali seperti semula.

 

“Udah jangan nangis lagi. Gue gak mau loe nangis kayak tadi”Salsha menganggukkan kepalanya. Ia menuruti saja ucapan Iqbal. Setelah itu mereka berdua berjalan menuju ruang tamu. Iqbal sendiri merasa sudah lama tidak keluar dari kamar., Iqbal sedari tadi masih mencerna semua ucapan Salsha. Memang betul ia harus menerima kenyataan bahwa Wilona sudah tidak ada.

*****

Restoran Avora. 14.00 p.m

                     Ify menyeruput minumannya. Ia masih belum percaya akan sesosok yang kini berada didepannya saat ini. Ify tak henti-hentinya mengembangkan senyumnya. Sesosok pria yang tak pernah Ify temui sejak kurang lebih 4 tahun yang lalu.

 

“Senyum mulu loe. Gak capek apa ??”sindir pria tersebut membuat Ify tertawa sendiri.

 

“Kakak selama ini kemana ? ngilang terus  sekarang muncul juga tiba-tiba”

 

“Gue pindah ke jepang. Sorry gak ngasih kabar”

 

“Jepang ???”

 

“Yah. Kangen  loe sama gue”

 

“Enggak”jawab Ify tegas membuat orang tersebut mengacak-acak rambut gadis manis ini.

 

“Kamu tambah cantik”

 

“Thanks udah banyak yang bilang kayak gitu”

 

“Hahahaha. Dasar !!”

 

“Kakak kenapa ninggalin Ify gitu aja ?”tanya Ify yang memang ingin minta penjelasan.

 

“Gue gak ninggalin. Cuma gue ingin lupain semuanya yang ada di sini. Gue kehilangan Sion juga sangat terpuruk”

 

“Ify lebih terpuruk lagi. Udah ditinggal Kak Sion. Kakak juga ikutan pergi”

 

“I’m So Sorry , sweety”

 

“Yah. No problem”

 

“terus kakak ke Indonesia ??”

 

“Ada pekerjaan di Indonesia selama 1 tahun. “

 

“jadi kaka netap disini ??”

 

“Iya dong “

 

“Kakak tinggal dimana ??”

 

“Belum tau sih. Tapi mungkin di Rumah gue yang dulu”

 

“Kenapa gak tinggal dirumah ify aja ??”tawar Ify membuat sosok pria ini memincingkan matanya.

 

“Mau digrebek kepala desa??”

 

“Gak sih ehhehe .”

 

“Cissh. Masih aja tetap kayak dulu. Masih suka berantem? Bunuh orang ??”

 

“Dikit sih “

 

“Kayaknya banyak ya yang berubah dari kamu ??”

 

“berubah gimana ?”tanya Ify tak mengerti .

 

“Pakek Behel, rambut kamu, style kamu, lebih cantik. Dan Gue suka”pipi Ify terasa memanas. Ia tak pernah merasakan malu seperti ini. bahkan biasanya Rio memujinya pun tak membuatnya salting sendiri seperti ini.

 

“Gue juga lagi nungguin seseorang disini”lanjut Pria tersebut. Ify terdiam dengan wajah pensaran.

 

“Siapa?”

 

“Pacar gue “

 

“Hah? Pacar ?? pacar loe ikut juga kesini ??”

 

“Enggak Fy. pacar gue orang Indonesia ??”

 

“WHAT ?? Siapa ??”

 

“Namanya Shi . .. “

 

“SAYANGGGG !!!”teriak seorang gadis dari kejauhan membuat ify dan pria tersebut menoleh kearah sumber suara tersebut. Ify semakin membelakakan matanya. Ia tak percaya dan semakin tak percaya. Ia berfikir dunia sangatlah sempit sekali.

 

“SHILLA??”kaget Ify sekaget-kagetnya. Tidak juga untuk Ify. Shilla pun heran sendiri kenapa ada Ify disini.

 

“Ify ?? kok disini ??? terus sama  . . . “Shilla menatap kekasihnya seolah minta penjelasan tentang semua ini.

 

“Shil , Ify ini adiknya sahabat gue waktu di Indonesia dulu. Dan Fy, Shilla dalah pacar gue sejak 2 tahun yang lalu “

 

“Kok loe gak bilang sih Shil kalau dia pacar loe??”

 

“Yah gue gak tau. Kirain loe gak kenal”

 

“Sumpah dunia sempit banget ya “ujar Ify begitu tak percaya. Ketiga anak ini pun lantas duduk kembali. Mereka berbincang banyak hal. Membicarakan tentang bagaimana kisah Ify dengan pria tersebut dan kisah Shilla dengan pacarnya.

*****

Haling Corp’s 19.00 p.m

                     Cakka, Agni dan Rio rapat membahas tentang perusahaan yang ada di jepang. Cakka memberikan banyak arahan dan masukkan kepada Rio.  Rio pun mendengarkan dengan baik. Dan Agni mencatat hal-hal yang penting yang sedang dibiarakan oleh Cakka dan Rio.

 

“Siapa pengusaha itu ?”tanya Cakka langsung kepada Rio.

 

“Loe mungkin gak kenal sama dia. Tapi dia sangat kenal banget sama gue. Dia pengusaha muda juga. Dan dia udah ngincar perusahaan gue dari dulu”

 

“Siapa?”

 

“Damta corp “Cakka membelakakan matanya. Ia cukup mengenal akan nama perusahaan tersebut. Perusahaan yang sedang menjadi topik hangat di seluruh negara.

 

“Saingan dari Fremond kan ??”

 

“Satu hal yang belum gue jelasin ke loe. Ify ? loe tau kan??”

 

“Iya gue tau. Pacar loe itu kan ?”

 

“Dia anak dari pemilik Fremond”Cakka langsung terkejut dan melongo. Bukan hanya Cakka, Agni juga dibuat tak percaya dengan ucapan Bossnya tersebut.

 

“Oh My God ??? Loe gak boongkan ???. Ify anak dari Fredi Bov ??”

 

“Yah gue aja sempat gak percaya. Tapi gue udah sering ketemu sama papa dia”jawab Rio ringan. Cakka langsung mengeluarkan ponselnya, buku agendanya dan bolpoinnya lantas memberikannya kep[ada Rio. Rio menatap Cakka dengan heran.

 

“Ngapain loe ??”

 

“Gue minta tanda tangan loe. Sejarah nih gue bakal dapet tanda tangan mantu dari pengusaha besar di dunia . “

 

“Loe sarap?? Atau Gilaa????”

 

“Apa otak loe udah miring ? Hah??”sinis Rio melihat keanehan sahabatnya ini. Agni hanya terkekeh saja melihat pertikaian Cakka dan Rio yang memang sangatlah lucu,

 

“Kalau gitu mintain tanda tangan dong ke Papanya Ify. Kan loe calon mantunya tuh”

 

“Loe  gak pingin tinggal nama kan di Indonesia ?? jadi berhenti bertingkah autis !!”

 

“Iya iya . . “Serah Cakka mengalah saja kepada Boss besarnya ini.  Ia sadar bahwa dirinya juga adalah bawahan Rio.

 

“terus ? ngapain dia ngincar perusahaan loe??”tanya Cakka.

 

“Perusahaan gue tentunya sedang diambang-ambang puncaknya kan ?? dengan dia dapetin perusahaan gue bisa dibilang akan gampang buat Damta Corps menghancurkan Freemond. Dan gue gak pernah ingin menghancurkan perusahaan yang nantinya akn diteruskan oleh kekasih gue sendiri  “

 

“Loe pernah kertemu sama dia ??”

 

“Siapa ? Ify ??”

 

“Bukan bego !! Gabriel gabriel itu”

 

“Belum sih. Gue juga gak tau wajahnya. Tapi gue familliar dengan nama orang itu”

 

“Idih sok kenal loe”

 

“Gue serius . .!!”

 

“Iya iya gue percaya “serah Cakka. Agni memainkan tabletnya. Ia mencari informasi terbaru tentang topik para pengusaha-pengusaha. Dan kini Agni sedang mencari nama pengusaha yang sedang dibicarakan oleh dua orang ini.  Agni menolehkan wajahnya ke arah rio dan Cakka yang masih bertikai tak jelas.

 

“Pak . . “panggil Agni kepada Rio.

 

“Sepertinya anda harus lebih hati-hati lagi. “

 

“Maksud kamu ?”tanya Rio tak mengerti dengan ucapan Agni kali ini. begitu juga dengan Cakka.  Agni langsung memberikan tabletnya kepada Rio. Cakka pun ikut melihat apa yang ada dilayar tablet Agni tersebut.  Mereka semua membaca dengan seksama isi artikel tersebut.

 

Hot news

Damta Corps kini mengibarkan sayap perusahaanya di Indonesia. Degan persetujuan langsung dari Presiden Indonesia kini Damta Corps akan menjalankan bisnis perusahaanya di Indonesia. Dan tak main-main. Pewaris dari Damta Coprs langsunglah yang akan menangani perusahaan di Indonesia ini. Dimana sang pemilik bernamakan Gabriel Stevan Damanik. Tentu saja nama ini sudah tidak asing bagi para pengusaha lainnya. Seorang pengusaha muda yang sangat berbakat. Apakah Pengusaha Muda ini dapat menunjukkan esistensinya ditengah pertarungan pengusaha besar lainnya ?? Kita lihat saja nanti !!

 

 

                     Rio menarik nafasnya dalam-dalam. Berita tersebut sangat mencekat nafasnya. Ia harus sungguh-sungguh mengatasi masalah ini. Perusahaanya lah sebagai taruhannya. Cakka mengarahkan layar tersebut lebih kebawah lagi. Sehingga foto dari pewaris Damta corps dapat terlihat.

 

“HAH?? DIA KAN PACAR SHILLA??”kaget Cakka saat melihat siapa pemilik dari Damta Corps tersebut. Rio yang kaget dengan ucapan Cakka langsung melihat juga kearah foto yangterpampang jelas di layar etrsebut.

 

“GABRIEL???”kaget Rio melebihi kagetnya dari Cakka. Rio dan Cakka saling bertatapan lama sekali.  Sedangkan Agni semakin binggung dengan maksud dari kedua anak ini.

 

*****

Rumah Alvin, 20.00 p.m

 

Alvin mengajak Sivia kerumahnya. Ini untukkeberapa kalinya  kalinya sendiri bagi Sivia berkunjung kerumah Alvin. Sekian lama tidak kesini, Sivia merindukkan juga rumah Alvin yang begitu nyaman menurutnya.

 

“Papa sama Mama kamu gak dirumah ??”tanya Sivia. Mereka berdua sedang duduk di balkon depan kolam renang yang berada di belakang rumah Alvin.

 

“Papa masih dikantor. Mungkin nanti malam pulang.”jawab Alvin. Sivia mengangguk-anggukan kepalanya.

 

“Kakak ngapain ngajak Sivia kesini ??”tanya sivia to the point. Alvin binggung juga menjawab pertanyaan Sivia tersebut.

 

“Gue juga binggung Vi hehe”jawab Alvin sambil nyengir gak jelas. Sivia menghembuskan nafasnya. Udara malam ini lumayan dingin. Sivia sendiri hanya memakai kaos santai dan celana panjang .

 

“emmm. Sivia boleh nanya ??”

 

“Nanya apa ?”tanya Alvin balik,

 

“Kak Alvin masih nunggu Sivia ??”

 

‘Hah? “kaget Alvin . Sivia tak peduli lagi akan malu atau bagaimana. Sivia sudah cukup yakin dengan hatinya saat ini dan semua keputusannya.

 

“kak Alvin masih nunggu Sivia mau jadi pacar kak Alvin lagi??”Alvin langsung terdiam. Ia terkejut dengan ucapan Sivia.

 

“Kok?? Tumben Vi pertanyaannya ??”

 

“Masih apa enggak ??”

 

“Yah Masih . Kenapa ??”Alvin mulai panas dingin sendiri. Entah mengapa ia seperti akan ditembak oleh seseorang.

 

“Kalau Sivia mau balikan gimana ?”

 

“Serius ??”

 

“Gimana dulu ??”

 

“Yah mau bangetlah Vi ?””

 

“Banget ??”

 

“Banget Banget Bangetan !!!”jawab Alvin mantap sambil menganggukan kepalanya.

 

“Yaudah. “

 

“Yaudah apan Vi ??”tanya Alvin binggung.

 

“Yaudah kita balikan “

 

“serius Vi ? loe gak bercanda kan ??’

 

“Ihhh kak Alvin nyebelin banget sih!!. “

 

“Gak gitu Vi !! gue masih belum percaya aja “

 

“Iya kak. Sivia mau balikan sama kakak”

 

“Demi apa ??”

 

“Demi apa aja deh “

 

“Tapi bentar deh. Kenapa kok kamu tiba-tib ngajak gue balikan ??”tanya Alvin yang penasaran juga kenapa Sivia tiba-tiba seperti ini.

 

“Karena apa ya ??? Sivia udah yakin lagi sama kakak. Sivia juga udah capek hubungan tanpa status kayak gini. Sivia juga ingin kakak Alvin menjadi pengisi hati Sivia lagi”ujar Sivia yakin. Ia mengembangkan senyumnya. Sivia dengan manjanya menaruh kepalanya bersender di bahu Alvin. Alvin tersenyum beigtu senang. Alvin meraih tangan kanan Sivia dan mengengamnya begitu erat.

 

“Makasih ya Sayang .. .”bisik Alvin sangat tulus.

 

“Kangen juga dengan panggilan itu”jujur Sivia dan membuat Alvin terkekeh ringan.

 

“Sayang. . Sayang. . Sayang, . Sayang . . “Alvin malah terus-terusan menggoda Sivia.

 

“Kak Alvin !!!!”

 

“Katanya kangen ??”

 

“Iya juga sih hehehe”

 

“Gue sayang sama loe Vi. Dan gue janji gak akan ngulangin kesalahan yang dulu lagi”

 

“Janji ??”

 

“Janji dan sangat janji!!. Gue akan selalu jaga loe. Dan gak akan buat loe nangis lagi kayak kemarin”

 

“Beneran ??”

 

“Bener dong”

 

“Serius ??’

 

“Sangat serius “ Sivia ngangguk-ngangguk mencoba mempercayai ucapan Alvin barusan.  Malam  ini menjadi malam yang sangat indah bagi kedua orang ini. Alvin tak menyangka Sivia sendiri yang mengajaknya balikan setelah kesekian lamanya. Sivia pun bersyukur karena Alvin masih setia untuk menunggunya.

****

                     Ify pulang kerumahnya setelah mendapatkan sebuah kejutan yang tak pernah ia sangka. Ify merasa begitu sangat senang sekali. Ia tak menyangka bisa bertemu dengan orang tersebut yang tak lain adalah Sahabat Sion dahulu. Dan siapa lagi jika bukan Gabriel.

 

“Kayaknya seneng banget loe??”sindir seseorang di ruang tamu saat melihat kedatangan Ify. Ify terkejut melihat Iqbal yang duduk diruang tamu sambil memainkan PSP putihnya.

 

“Udah sembuh loe ??”tanya Ifu dengan wajah yang masih belum biasa.

 

“Loe fikir gue sakit apaan ??”

 

“Sakit Gila !!”

 

“Sialan loe. Sana mandi ngeluyur aja. Tadi Papa nelfon “

 

“Hah??? Ngapain ??”

 

“Gak tau. Gak jelas tuh orang “

 

“Kok dia gak nelfon di ponsel gue ?”

 

“Mana gue tau “jawab Iqbal santai. Ia masih terus konsen dengan PSP.nya

 

“Dia ngomong apa tadi ??”

 

“Katanya loe disuruh nyari berkas di ruang kerja Papa. “

 

“Berkas apaan ??”

 

“Gue gak tau “

 

“Aneh banget sih tu orang “

 

“Kenapa loe gak telfon papa langsung aja ?” ribet banget sih otak loe”

 

“Loe sembuh tapi sewotan ya ?? heran gue “

 

“Daripada loe. Saikit dan waras sama aja. Suka sewotan gak jelas”balas Iqbal tak mau kalah/

 

“Loe mau ngajak perang ? Hah??”

 

“Boleh aja. Loe mau kucing loe, gue cekik ??”

 

“NOOOOO!!!!”teriak Ify . Ia pun memilih untuk mengakhiri pertikaiannya dengan sang adik, Ify segera berjalan kembali menuju kamarnya. Meninggalkan Iqbal yang tersenyum begitu puasnya.  Ia sangat rindu dengan kakaknya tersebut. Rindu saat dirinya bertengkar dengan kakaknya. Iqbal merindukkan semuanya.

 

****

                     Cakka dan Rio seius membicarakan tentang Gabriel. Rio menggebrakan meja yang ada di depannya. Membuat Cakka dan Agni terkejut.

 

“Kenpa loe gak bilang kalau Gabriel itu pacarnya Shilla ??”

 

“Gue taunya nama dia Stev bukan Gabriel “

 

“Aiisgghh. . “

 

“kenapa sih Yo ??”

 

“Gue gak bisa jelasin ini sekarang. Besok ajak Shilla dan Alvin ke sini siang hari. Gue mau bicarain sesuatu sama kalian semua “

 

“yaudah gue terserah loe aja “

 

“Iya . Gue pulang dulu Loe handle  semua pekerjaan hari ini sama Agni. Gue mau nemuin Ify “

 

“Baiklah “ Cakka menuruti saja ucapan Rio. Sedangkan Rio langsung meraih ponsel., jas dan kunci mobilnya. Dengan gerakan cepat Rio segera pergi dari kantornya untuk menuju ke rumah Ify. Sedangkan Cakka dan agni masih terdiam binggung. Mereka berdua memang tidaklah mengerti apapun.

 

Bersambung . . . . .

 

Kayanya mau masuk konflik lagi nih ?? aduuhhh gimana yaakk konfliknya a?? Seru gak yaa ?? tongkrongin aja ya DELOV😀 . Yang pensaran-penasaran sabar ajaa bray hihihihi. Semangat baca DELOV terus😀. Like dan Comment ditunggu ya all😀 Makasih :D 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s