DEVIL ENLOVQER – 60 ~WE ARE DONE!!~

Ini part 60 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa. Tetap jadi pembaca sejati dan selalu setia ya guys.  Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow  HYO yaa . .  @luckvy_s

Minta bantuan LIKE FP DELOV YA “ m.facebook.com/DevilEnlovqer?ref=stream&refid=17&_ft_=fbid.526136394072619

 “ Yang suka baca DELOV dan pembaca setia DELOV wajib LIKE FP ini. Plis banget yaa makasih😀

 

DEVIL ENLOVQER – 60

~WE ARE DONE!!~

 Image

CKLEEEKKK

            Suara pintu ruang kerja Rio dibuka oleh seseorang.

 

“Siapa yang pembunuh ???”

 

“Apa hubungan Rio dengan kak Sion ??”           

 

            Seisi ruangan ini langsung terdiam ketika melihat siapa sosok yang datang tersebut. Terlebih lagi Rio. Wajahnya langsung memucat pasi. Alvin dan Cakka saling remas-remasan tangan. Entah kenapa mereka berdua pun ikut takut. Aura orang yang datang tersebut begitu kuat sekali saat ini.

            Gabriel tersenyum sinis kearah Rio. Sedangkan Rio masih mencoba meneguk ludahnya yang sangat sulit sekali untuk ia masukkan kedalam rongganya yang terasa akan mengering. Yah orang tersebut tak lain adalah Ify.  Gadis tersebut perlahan masuk kedalam ruangan ini dengan tangan kanan membawa sebuah bekal makanan.

 

“Kenapa diam ??”tanya Ify sekali lagi. Wajahnya masih mencoba untuk biasa saja namun penuh rasa keingin tahuan yang tinggi.

 

“Loe mau jelasin ke pacar loe sendiri ?? atau gue yang jelasin Tuan Mario Haling ??”ujar Iel mulai membuka suara. Ify semakin binggung.

 

“Loe kenal Kak Gabriel Yo ??”tanya Ify yang sama sekali tak tahu.

 

“Kenal banget lah”jawab  Gabriel sangat sinis sekali. Ify semakin mendekati Rio mencoba meminta jawaban. Namun Rio masih diam saja.

 

“Yo ?? “panggil Ify. Ify hanya meminta Rio untuk menjelaskannya bukan siapapun.

 

“Kenal Fy :”jawab Rio singkat. Suaranya terasa berat sekali.

 

“Kenal ?? dari mana ? Kapan ??”

 

“Baiklah kalau loe gak jelasin Mario. Gue yang akan jelasin !!!”ujar Gabriel dengan tekat tingginya dan senyum penuh kelicikkan. Kali ini Ify membiarkan saja Gabriel untuk menjelaskan semuanya.

 

“Yo loe jelasin ke Ify !! Jangan diam!!”bisik Alvin dengan suara pelan. Meskipun jarak mereka cukup jauh. Namun Rio cukup terdengar akan suara Alvin tersebut.

 

“Mario Haling yang selama ini menjadi kekasih loe . . .”

 

“Kok kakak tau ??”potong Ify ketika mendnegar ucapan Gabriel.

 

“Shilla yang cerita “

 

“terus ?? Rio kenapa ??”tanya Ify sangat pensaran sekali gabriel menatap Rio sebentar. Rio tak berespon apapun. Seolah ia membiarkan saja Gabriel untuk mengatakkanya saat ini.

 

“Rio adalah orang yang bunuh Sion “ujar Gabriel pelan, jelas dan penuh penekanan. Ketika mendengarkan pernyataan Gabriel, Bekal yang ada ditangan kanan Ify langsung jatuh begitu saja. Ify jelas sekali terkejut namun ia tak percaya dan sangat tak percaya.

 

“Pacar loe yang katanya 2 tahun berpacaran sama loe . Dia adalah pembunuh dari sepupu loe yang sangat loe cintai itu Fy !!! Dan dia merahasiakan semuanya dari loe!!!”teriak Gabriel tepat di samping Ify. Ify menatap Rio dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan.

 

“Ini Kebusukkan pacar loe selama ini Fy!!! Loe kaget kan ??? Cisshh. . Bisa-bisanya loe pacaran dengan pembunuh sepupu loe sendiri!!!”

 

“Bisa semuanya keluar ??”pinta Ify dengan suara dinginnya. Siapapun akan takut mendengar suara gadis ini.

 

“Tinggalkan gue dan Rio sendiri!!!”bentak Ify semakin jelas. Cakka pun dengan cepat menyeret Alvin untuk keluar. Rio pun memberikan isyaray kepada Alvin untuk keluar saja walaupun Alvin sebenarnya tidak mau.

 

“Tapi Fy . . . “

 

“KAK KELUAR!!”usir Ify dengan nada bentakkan. Gabriel yang ingin membantah akhirnya menuruti saja kemauan Ify.

 

            Ify berjalan agar lebih dekat dengan Rio. Kini Ify berdiri didepan Rio . tepat sekali didepan wajah Rio. Rio masih tak membuka suaranya. Wajah Rio walau terlihat tennag namun Ify bisa menebak bahwa Rio sangat takut dan cemas saat ini.

 

“Yang dikatakan gabriel tadi benar ??”

 

“Ada rahasia lagi yang gue gak tau dari loe ??”

 

“Gue gak butuh siapapun menjelaskannya. Gue Cuma mau tau dari mulut loe sendiri”ujar Ify  tegas. Suaranta sangatlah dingin. Ify pun tak tanggung-tanggung menatap Rio sangat tajam sekali. Mau tak mau Rio membalas tatapan tersebut. Namun Rio hanya menatap Ify dengan tatapan yang sendu.

 

“Loe yang bunuh Kak Sion ??”tanya Ify to the point karena Rio tak mau juga membuka suaranya.

 

“Jawab yo “lanjut Ify dengan suara yang masih pelan tanpa ada teriakan atau apapun . Kedua tangan Ify ia genggam kuat-kuat sekali.

 

“Iya”jawab Rio singkat. Ify langsung memejamkan matanya , menahan semua emosinya yang terasa ingin keluar saat ini. Ia masih mencoba untuk mencerna semua kejadian yang secara tiba-tiba ini. Ify masih butuh waktu untuk mempercayainya.

 

“Gue gak akan nampar loe. Gue gak akan teriak-teriak emosi gak jelas. Buat gue itu gak penting. Gue masih belum percaya. Tapi loe udah buat gue percaya dengan jawaban singkat loe barusan “Perlahan Ify menggerakan kedua tangannya ke lehernya. Rio semakin cemas melihat apa yang akan dilakukan oleh gadis ini.

 

“Jangan dilepasin. Gue mohon!! “pinta Rio sangat dan sangat memohon saat Ify akan melepaskan kalung yang gantungannya adalah cincin lamaran pemberian Rio. Ify menatap Rio dengan sebuah senyum yang sangat tak enak sekali untuk dilihat.

 

“Jangan ?? kenapa ?? ??”

 

“Gue semalam sudah bilang kan. Perterngkaran sebesar apapun. Gue akan tetap mertahanin loe “jawab Rio dengan sisa keberaniannya menghadapi gadis ini.  Ify terkekeh sinis mendnegar jawaban Rio.

 

“Gue baru sadar. Loe kerumah gue kemarin. Sebenarnya loe udah ngerasa kalau rahasia loe hari ini akan terbongkar kan ??”

 

“Loa takut kehilangan gue ???”Ify menghembuskan nafas panjangnya. Ia menahan rasa di dadanya yang sangat sakit sekali bila ia rasakan. Jujur, Ify tak akan tega juga untuk melepaskan semua ini. namun rasa emosi yang terpendam dan saat ini tak ia keluarkan sudah memuncak sekali.

 

“2 tahun dan hampir 3 tahun kita pacaran Yo. Dan loe sama sekali gak bilang ke gue ??”

 

“Gue bisa jelasin “potong Rio sebelum ify meluapkan kemarahannya.

 

“Yaudah jelasin “suruh Ify. Gadis ini hanya ingin berfikir dingin saat ini. Ia tidak ingin menjadi anak kecil seperti di sinetron atau pun film. Dia hidup di suatu kehidupan yang nyata. Bukan kehidupan skenario.

 

“Gue gak tau loe adiknya Kak Sion. Gue taunya waktu loe ngelihatin tato loe. Saat itu baru gue tau kalau loe adiknya kak Sion “jelas Rio mencoba jujur kepada Ify.

 

“Terus ?? loe gak jujur ke gue saat itu ??”

 

“Kenapa diam ? Jawab!!!”paksa Ify. Rio hanya menggelengkan kepalanya dua kali. Ify kembali menatap Rio dengan tajam.

 

“Loe gak nangis ??”tanya Rio yang membuat Ify binggung sesaat.

 

“Buat apa gue nangis ?? nangisin kenyataan kalau sepupu gue dibunuh sama pacar gue sendiri ?? Loe fikir ini FILM ?? “

 

“Gue gak pernag nyesel pernah jatuh cinta sama loe. Gue gak pernah nyesel memasukkan sesosok Mario dalam hidup gue. Tapi saat ini gue sangat  dan sangat NYESEL ,. , , ,

 

“ . . tau kalau yang bunuh Kak Sion itu  Seorang Mario. Dan loe gak jujur ke gue. Bukan dari mulut loe sendiri gue tau semua ini. Bukan dari penjelasan loe sendiri. Tapi dari bibir orang lain . Sakit kan jadi gue ??”

 

“Terus ? loe udah tau kan sekarang semuanya, Loe mau apa ??”Ify sudah bisa menebak pada akhirnya Rio akan berkata seperti ini. Dirinya dan Rio memang mempunyai sifat yang hampir sama. Yaitu tidak suka membesarkan sesuatu dan sellau memfikirkan dengan fikiran yang dingin.

 

“kita selesai “dada Rio seakan tertimpa batu Bata yang sangat besar. Rio langsung memejamkan matanya kuat-kuat. Ia belum siap jika gadis ini mengatakkan kata tersebut. Rio hampir menahan air matanya yang akan keluar. Rio perlahan membuka matanya menatap Ify kembali yang menatapnya mulai ragu tidak setajam tadi. Namun tatapan kemirisan.

 

“Yah, Kita selesai “balas Rio dengan sebuah senyuman yang membuat Ify melemas. Kepalan tangannya terasa tak bisa ia genggam lagi. Rio perlahan berjalan untuk meninggalkan Ify.

 

“Hahahahaahahha”Ify tiba-tiba tertawa dengan kerasnya. Membuat Rio berhenti melangkahkan kakinya. Rio segera membalikkan badanya dan langsung menarik Ify dalam pelukannya. Rio memeluk ify dengan sangat erat sekali. Seerat yang ia bisa. Ia tidak peduli Ify bisa bernafas atau tidak saat ini. Rio sangat tida peduli.

 

“Maaf. Beribu Maaf”

 

“Jangan nangis bodoh!!! “bentak Ify yang menahan agar dirinya tidak menangis. Ify dapat mendengar isakan Rio yang pelan sekali.

 

“Gue yang bunuh Kak Sion. Loe marah kan sama gue ?? Kenapa loe gak marah ngeluapin semua ?? loe mau bunuh kan orang yang bunuh kak Sion ?? loe bunuh gue. Gue rela !!! “

 

“Belum saatnya “

 

“Kenapa ? karena loe cinta sama gue ?Persetan sama cinta loe itu. Loe mau bunuh gue sekarang. Bunuh aja Fy !!! “Ify melepaskan pelukan Rio dengan paksa. Karena Rio sama sekali tak mau melepaskan pelukannya tersebut.

 

“Gue gak tau gue harus apa sekarang. Gue gak tau gue harus berbuat apa ke loe. Marah ? sedih ?? bahagia ? nangis ?? tertawa?? Gue gak tau/ Di otak gue yang terfikirkan hanya satu . . “

 

“Loe mau tau apa ??”

 

“Aku kecewa sama kamu Mario”ujar Ify dengan nada yang lembut sekali. Entah apa yang membuat Rio saat itu juga langsung berlutut didepan Ify. Rio tak peduli dengan harga dirinya saat ini. Rio tertunduk lemas. Ify hanya bisa melihat saja Rio yang telah berlutut dihadapannya.

 

“Apa yang harus gue lakuin Fy ?? semua terserah loe sekarang”

 

“terserah gue ??”

 

“Jangan temui gue lagi”Rio mendongakkan kepalanya menatap Ify dengan tatapan tak percaya.

 

“Sekali saja ??”

 

“GAK !!”tolak Ify dengan tatapan yang kembali setajam tadi.

 

“Baiklah kalau itu mau loe”serah Rio hanya bisa pasrah saja. Ia sendiri tidak tau harus berbuat apa sekarang.  Rio menghapus sisa-sisa air matanya. Inilah kedua kalinya ia menangis setelah ia menangis saat Ify dalam keadaan koma setahun yang lalu.

 

“berdiri loe”suruh Ify tegas. Rio pun menuruti kembali ucapan Ify tersebut. Rio berdiri kembali, ia menatap Ify yang mencoba untuk tegar saat ini.

 

“Cabut kalung gue yang ada cincin dari loe”suruh Ify. Mimik wjahnya sangat datar dan penuh kepasrahan. Untuk kali ini Rio tak langsung menurutinya . Ia masih diam saja.

 

“Cabut Yo “

 

“Gu .. .Gu .. .”

 

“Apa perlu gue yang cabut sendiri ??”

 

“mungkin lebih baik seperti itu”jawab Rio . kesadarannya sudah blank. Rio sudah tak bisa berfikir lagi. Ia menyerahkan semua keputusan kepada Ify. Mereka berdua benar-benar berakhir saat ini.

 

“Gue sayang sama loe”ujar Ify tanpa menatap Rio.

 

“Gue cinta sama loe:”

 

“Gue gak mau kita putus”

 

“Gue gak mau kita pisah”Ify sudah tak kuat berada disini. Ia pun langsung mengeluarkan tenaganya dan mencabut kasar salah satu kalung yang berisikan cincin dari Rio. Rio merasakan aliran darahnya sudah berhenti untuk mengalir. Jantungnya terasa ada yang meremas-remas dan rasanya sakit sekali.

 

“Brengsek!!”ujar Ify pelan sambil melemparkan kalung dan cincin itu begitu saja tepat di muka Rio. Umpatan Ify yang pelan namun dapat jelas sekali terdengar daritelinga Rio. Ify segera berjalan melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerja Rio. Ify menendang bekal makanan yang ia bawah tadi dengan seluruh emosinya.

 

            Rio menundukkan kepalanya dalam. Ia tau ini semua akan terjadi. Dan saat inilah semuanya benar-benar terjadi. Hubungannya kandas saat ini dengan cara yang sangat memiriskan sekali. Ify benar-benar marah dan sangat kecewa kepadanya. Walaupun kemarahan Ify tidak ditunjukkan secara langsung. Namun kemerahan yang seperti inilah yang sangat dan sangat lebih menyakitkn dari apapun.

 

            Alvin dan Cakka langsung masuk kedalam. Mereka hanya bisa melihat Rio yang sudah tak bisa apa-apa. Tubuh Rio yang akan ambruk langsung ditahan oleh Alvin. Cakka hanya dapat menganga melihat makanan yang berantakkan. Dan sebuah kalung serta cincin yang tergeletak tak berdosa.

 

“Yo .  loe gak apa-apa kan ??”

 

“Kita berdua selesai Vin “

 

“Gue sama Ify selesai . “

 

“Selesai Vin.  . “Alvin tak segan untuk memeluk sepupunya ini. Alvin tau Rio pasti sangat sedih sekali bahkan sangat menderita. Hanya Alvin yang tau dan dapat merasakan bagaimana Rio mencintai Ify. Sebesar apa cinta Rio ke Ify. Dan pada kenyataanya Ify adalah cinta pertama untuk Rio.

 

“Yo udah loe tenang. Luapin semuanya. Gak apa-apa loe nangis. Luapin semuanya Yo”dan benar saja. Rio menangis dalam pelukan Alvin. Menangis dalam isakan kecil. Alvin seperti layaknya seorang ayah. Ia menepuk-nepuk pelan punggung Rio.

 

“Gue bisa mengatasi masalah apapun tapi tidak untuk Ify “

 

“Dia sangat berharga bagi gue vin “

 

“Iya Yo gue tau “Cakka menatap Alvin dengan wajah yang binggung. Alvin pun memberikan isyarat agar Cakka tetap diam saja.

 

“Kita pulang ya Yo”ajak Alvin. Namun dijawab dengan gelengan kepala dari Rio.

 

“Cakka loe handle semua kerjaan gue “pinta Rio sambil melepaskan pelukan Alvin. Rio mengontrol isakannya, ia membersihkan sisa-sisa air matanya.  Alvin dan Cakka hanya bisa menatap Rio dengan tatapan kasihan. Baru pertama kalinya dalam hidup Cakka melihat Rio menangis gara-gara putus Cinta . dan gara-gara wanita. Walaupun bagi Alvin sudah kedua kalinya.

 

“Loe mau kenama Yo ??”tanya Cakka. Ia melihat Rio mengambil kunci mobil dan ponselnya.

 

“Pergi  jauh “

 

“Loe gak niat bunuh diri kan yo ??”tanya Cakka tanpa difikir. Alvin menatap Cakka dengan tatapan kesal.

 

“Gak lah”jawab Rio datar. Cakka bernafas legah sedangkan Alvin hanya melengos melihat kebodohan Cakka.

 

“terus loe mau kemana??”tanya Alvin yang sedikit cemas.

 

“Suatu tempat “tanpa menjelaskan panjang lagi Rio segera beranjak dari sana meninggalkan Alvin dan Cakka yang masih dalam kebingungan.

 

            Cakka mengambil kalung dan cincin yang tergeletak itu. Lantas memberikannya kepada Alvin.  Cakka dan Alvin sama-sama binggung harus melakukan apa saat ini.

 

“Rio sangat cinta sama Ify ??”tanya Cakka yang masih tak percaya jika Rio bisa dibuat menangis gara-gara seorang gadis seperti Ify.

 

“Bukan sangat lagi. Tapi melebihi SANGAT!!!”jelas Alvin sangat jelas sekali.

 

“Gue baru pertama kali lihat Rio kayak gitu “serah Cakka yang tak tega sendiri.

 

“Gue takut Rio drop. Walaupun tubuhnya kuat. Tapi jika sudah ada masalah yang sangat dia fikirkan. Dia bisa sakit”jelas Alvin. Ia sudah cukup hafal bagaimana Rio luar dan dalamnya.

 

“Terus kita harus bagaimana ??”

 

“Bilang jujur ke Ify ??”

 

“Loe mau dibunuh Rio ??”

 

‘Aissghh. Anak itu kenapa sih keras kepala sekali!!!”kesal Alvin lebih tepatnya mengumpato Rio. Alvin berjalan ke arah sofa dan duduk sejenak untuk mendinginkan kepalanya.

 

“Loe fikirkan dulu masalah Rio. Gue mau ngurusin kerjaan Rio dulu. Daripada semua berantakkan”

 

“Terserah loe”jawab Alvin seadanya,

 

            Mereka berdua pun sibuk dengan aktivitasnya sendiri-sendiri. Alvin memfikirkan jalan keluar untuk Rio. Sedangkan Cakka segera pergi mengantikkan Rio.  Hari ini benar-benar seperti hari yang sangat melelahkan sekali bagi semuanya.

 

*****

            Ify masuk kedalam mobilnya. Gabriel pun masih mengikutinya dari belakang. Sedari tadi Ify  hanya diam saja tanpa menggubris gabriel.

 

“Fy. .Fy . . “panggil gabriel. Ify pun membukakan kaca jendela mobilnya. Ia masih tak menoleh kearah gabriel.

 

“Loe gak apa-apa kan ??”

 

“Gak”

 

“Perlu gue anterin pulang ??”tawar Gabriel.

 

“Gue gak mau diganggu siapapun. Kakak atau pun siapapun. Dan jangan ada yang kerumah gue. Thanks “Ify menutup kembali kaca jendelanya. Dapat terlihat mimik wajah Gabriel yang seolah marah sekali kepada Rio. Merasa kesal akibat ulah Rio , Ify menjadi seperti ini.

 

“Jalan pak”suruh Ify kepada sang supir. Mobil Ify pun segera branjak dari perusahaan haling.

 

Sepanjang perjalanan Ify masih terus diam saja. Kejadian tadi berputar terus diotaknya. Terasa melekat erat sekali dalam fikiran gadis ini.

 

“Rio yang bunuh Kak Sion “

 

“Rio yang bunuh Kak Sion “

 

“Rio yang bunuh Kak Sion “

 

“Rio yang bunuh Kak Sion “

 

“Rio yang bunuh Kak Sion “

 

            Ify menyenderkan kepalanya ke kursi mobil. Otaknya sudah terasa panas sekali. Jujur ia masih belum percaya sama sekali akan semua ini. Dia belum percaya bahwa Rio yang membunuh Sion. Ify belum percaya bahwa hubungan dirinya dan rio sudah berakhir, Ify sangat dan sangat tidak percaya.

 

“Kita berakhir Yo ??”

 

“bulan depan 3 tahun hubungan kita ?? dan berakhir seperti ini ??”

 

“Cisshh. . “Ify segera menghapus air matanya yang sudah berada dipelupuk matanya. Ify tak mau membairkan air matanya jatuh saat ini.  Ia masih ingin tetap kuat dan kuat.

 

“Pak . jangan pulang dulu”ujar Ify ke sang supir .

 

“Kita kemana Non ??”

 

“Ke stadion Selam Pak. “suruh Ify. Entah menagapa ia ingin sekali kesana saat ini. ia merasa tempat itu adalah tempat yang snagat tenang.  Dimana tempat tersebut adalah tempat Rio mengatakkan cinta kepadanya. Tempat antara hidup dan matinya. Dan tempat saat Rio melamarnya.

 

“Mario Stevano Aditya Haling”lirih Ify pelan sekali. Berulang-ulang selama perjalanan. Ify terus menyebutkan nama tersebut.

 

*****

Stadion Selam. 17.oo p.m

            Ify melangkahkan kakinya masuk kedalam. Ia melewati lorong-lorong yang panjang. Ify akhirnya masuk ke kolam selang utama.  Ify tersenyum menatap air dalam kolam dalam ini yang sangat tenang. Ify memutarkan pandangannya pelan-pelan akan tempat ini. Dan semua kenangannya dua tahun yang lalu kembali datang.  Ify dapat mengingat dimana dirinya menangis karena Rio hampir terbunuh akibat dihajar oleh preman-preman itu. Ify dapat ingat saat dia ditembak dan membuatnya koma hampir setahun.

“LEPASKAN GADIS ITU. URUSAN ANDA DENGAN SAYA BUKAN GADIS ITU !! “

 

“SUDAH SAYA KATAKAN !! JANGAN SENTUH DIA ! “

 

“jangan menangis bodoh!! Jangan menangis .  “

 

“gadis bodoh. Berhentilah menangis . . “

 

DOOORRRRRRRR

 

“IFFFFFFFYYYYYYYYYYY”

 

 Suara Rio begitu terngiang jelas di otaknya akan kejadian tersebut.  Kejadian 2 tahun yang lalu. Kejadian kisah cintanya selama ini dan bagaimana Rio mencoba menyelamatkan nyawanya. Perjuangan mereka berdua melawan maut pada hari itu.

 

            Kini pandangan Ify berhenti di pojok kolam. Dimana ia ingat sekali Rio yang sedang melamarnya disana. Ify menyunggingkan senyumnya. Ify menghapus air matannya yang tak sengaja jatuh tiba-tiba.  

 

“Loe mau nikah sama gue ??”

 

“Jadi loe nolak gue ??”

 

“Beneran loe nolak gue Fy? Loe gak mau nikah sama gue ??”

 

“jadi sebenarnya loe nerima lamaran gue gak sih ??”

 

“Fy loe beran nih nolak lamaran gue  ? loe beneran gak mau nikah sama gue ??

 

“Loe ngerjain gue ??”

 

“Bisa gak ? sekali aja kita romantis “

 

“Gue boleh nyium loe??”

 

“Kalau gue nyiumnya lama gak apa-apa??”

 

“1 menit ??”

 

“ 5 menit ??”

 

“1 jam ??”

 

“1 hari ??”

 

             Ify tak dapat lagi menahan tangisannya. Ia menangis sejadi-jadinya . Ify tidak peduli tangisannya akan terdengar oleh para penjaga. Ify tidak peduli dan sangat tidak peduli.  Gadis ini terduduk lemas di samping kolam renang. Ia mencengkram dadanya yang terasa sesak sekali.  Rasanya sangat berlipat-lipat sakitnya.

 

“RIOOOOOOOOO”jerit Ify begitu kerasnya. Tidak ada seorang pun yang bisa membuatnya seperti ini kecuali seorang mario. Ify menjadi rapuh dan lemah yah karena satu sosok itu. Yang tak lain adalah Mario .

            Ify merasakan ada yang merengkuh tubuhnya dari belakang. Ify membiarkannys aja. Ia hafal akan bau aroma parfum pemilik tubuh ini. Ify sangat hafal sekali akan lembutnya sentuhan orang ini. Dan ify tau siapa yang memeluknya saat ini. Dan menyebabkan tangisannya semakin terpecahkan.

 

“Kenapa harus loe yang bunuh Kak Sion ??”

 

“Kenapa loe gak jujur sama gue dari awal ??”

 

“Kenapa loe jahat sama gue ??”

 

“Kenapa rasanya putus sakit kayak gini ??”

 

“Kenapa ?? Kenapa Yo ?? Kenapaa??”

 

“Jangan nangis. Gue mohon!!”suara berat tersebut terdengar bergetar. Ify menggelengkanj kepalanya.

 

“Mama . . Kak Sion. . Papa. Kenapa rasanya sakit sekali. Dada gue rasanya sakit sekali tuhaannn”

 

“Gue mohon gadis bodoh. Jangan nangis “

 

“Kita selesai Yo ?? kita putus ?? kita berakhir ??”sosok tersebut semakin mengeratkan pelukannya. Membuat Ify semakin merasakan sakit yang lebih luar biasa sekali.

 

“Bisakah kita sekali aja romantis ??”suara itu terdengar begitu lembut di telinga Ify.

 

“Gue mau Yo. Gue mau. Gue mau “jawab Ify dengan cepat. Ia langsung membalikkan badanya dan langsung memeluk orang tersebut yang memang tak lain adalah Rio.

 

“Bawa gue kemana pun yang loe mau. Loe mau kita romantis seperti apa ?? gue akan turuti. Gue gue. . Gue . . “

 

“ARRRGGHHHSSSSS!!!!!!”teriak Ify sekencang mungkin melampiaskan rasa emosinya. Rasa kecewanya. Rasa kesalnya yang sudah meluap di fikiran dan hatinya. Rio tak tega melihat wajah Ify yang sudah begitu memiriskan.

 

             Jika bisa menghilangkan rasa sakit gadis ini, Rio akan menghilangkannya. Jika ia bisa membelinya dengan uang/ Rio akan mengeluarkan uang sebanyak apapun demi gadis ini. Hanya demi gadis ini. Rio tak peduli jika usahannya hancur. Ia hanya ingin gadis ini tidak menangis seperti ini. tangisan Ify lebih parah dari tangisan apapun yang pernah ia lihat saat gadis ini benar-benar sedang menangis.

 

“Jangan nangis . . “pinta Rio. Ia melepaskan pelukan Ify dan menghapus lembut air mata gadis ini dengan jemarinya.  Ify masih sesengukkan menatap tatapan Rio yang begitu dalam.

 

“Apa yang ingin loe katakan ke gue tapi loe belum berani mengatakkannya ??”tanya Rio langsung. Ify langsung menjawab tanpa fikir panjang.

 

“Gue ingin loe manjain gue. Sekali aja “Rio terkekeh ringan mendengar pernyataan gadis ini yang sangat jujur dan polos.

 

“Gue akan kabulin “ujar Rio sambil membelai lembut rambut panjang gadis ini.

 

“Apa permintaan loe yang sangat ingin gue kabulin ??”tanya Rio lagi. Ify mencoba berfikir saat ini,

 

“Cintai gue selamanya “:

 

“Forever. “Jawab Rio yakin dan menganggukan kepalanya sangat dan sangat yakin. Ify tersenyum senang.

 

“Loe mau pergi kemana sekarang ?? gue akan nganterin loe kemana aja yang loe mau “

 

“Beneran ??”

 

“Yah”Ify menggerakkan tangan telunjuknya dan mengarah ke tengah dada Rio.

 

“Masih bisakah ??”tanya Rio balik dan membuat Ify hanya menggeleng miris. Yah, dia tidak bisa untuk pergi kedalam hati Rio saat ini. Mereka sudah memilih untuk mengakhiri hubungan mereka berdua.

 

“Loe marah sama gue ??”tanya Rio lagi.

 

“Sangat marah “

 

“loe mau maafin gue ??

 

“gak bisa “

 

“Yah gue tau “Rio mencoba menerimannya. Ia tau bahwa Ify tidak bisa berbohong akan hatinya.

 

“Mana yang sakit ??”tanya Rio. Ia benar-benar ingin memanjakan Ify saat ini.

 

“Semuanya “jawab Ify pelan. Ia tak ingin mengalihkan tatapanya dari mata Rio. Mata yang sangat tenang sekali baginya saat ini.

 

“Yang paling sakit ??”

 

“Semuanya “

 

“Loe kecewa sama gue ?:”

 

“Sangat kecewa”

 

“Bagaimana gue nebusnya ?”

 

“Gak ada”

 

“Bunuh gue “

 

“Gak bisa “

 

“kenapa ??”

 

“Kenapa ??”Ify mengulangi lagi pertanyaan Rio, .Karena ia sama sekali tak tau jawabannya untuk saat ini.

 

“Gue bawa pistol”ujar Rio sungguh-sungguh. Ia mengeluarkan pistolnya dari saku celannya. Membuat Ify terkejut. Rio langsung menaruh pistol itu ditangan kananya.

 

“Ayo bunuh gue “suruh Rio dengan sangat yakin

 

“Gue capek ‘lirih Ify . Ia membuang begitu saja pistol tersebut kedalam kolam yang dalam itu. Ify menyandarkan tubuhnya di dada Rio.  

 

“Loe mau tidur ?”

 

“Enggak”

 

“Fy “panggil Rio pelan sekali. Ify pun hanya membalas dengan deheman ringan. Rio membelai rambut Ify yang halus sekali.

 

“Kita selesai ?? benar selesai ??”

 

“Iya. Selesai berakhir. Kita putus:jelas Ify membuat Rio tersenyum miris kembali.

 

“Loe ingin kemana sekarang ?? Gue mau pergi jauh bersama loe”

 

“Gue mau ke tempat yang hanya ada loe dan gue “jawab Ify tenang. Rio mencoba berfikir akan tempat tersebut.

 

“Dimana itu ??”

 

“Gak tau “

 

“Papa loe pasti kecewa sama gue. Gue ngelanggar janji gue sendiri yang gak akan buat loe nangis”

 

“Yah!! Loe emang mengecewakan!!”jujur Ify . Rio mengangguk-anggukan kepalanya sekali lagi.

 

“setelah ini kita gak bertemu lagi Fy ?”

 

“Gak Boleh”

 

“Kalau gue kangen sama loe??”

 

“Gak tau”Ify mulai menangis kembali. Ia juga memfikirkan hal itu. Bagaimana jika ia merindukkan Rio. Bagaimana ia ingin bertemu lelaki ini.

 

“Jangan nangis “pinta Rio yang dapat merasakan air mata Ify merembas di dadanya.

 

“Gue marah sama loe . Tapi kenapa gue gak bisa marah >?? Gue kecewa sama loe. Sangat kecewa. Kenapa gue gak bisa memukul loe?? Kenapa gue gak bisa luapin emosi gue ke loe?? Kenapa ?”

 

“Kenapa ?? hanya loe yang tau. Gue juga gak tau jawabannya”ujar Rio yang tak menemukan jawaban akan pertanyaan Ify tersebut.

 

“Apakah kita sudah romantis ?”tanya Ify dengan suara yang sangat manja sekali. Ify mengaitkan jemarinya dengan jemari Rio. Tangan mereka berdua saling bergenggaman begitu erat sekali.

 

“Belum”jawab Rio yang sama sekali tak puas. Ify merasa sudah lama ia tidak melakukan hal ini. Ia tak pernah menunjukkan sifat manjanya kepada siapapun. Dan baru kali ini dia menunjukkan hanya kepada Mario seorang.

 

“Loe gak boleh cari cewek lain”

 

“Iya gak akan “

 

“Sekarang kita bukan sepasang kekasih lagi ??”

 

“Menurut loe??”

 

“’Enggak”

 

“Gue hanya menuruti semua ucapan loe”jawab Rio yang memang benar adanya.

 

“Mariokuuu …”rajuk Ify. Ia mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah Rio. Rio pun menatap Ify yang menunjukkan wajahnya yang lucu seperti bayi.

 

“Alyssaku . . . “sahut Rio membuat Ify tersenyum senang. Ify perlahan membenahkan posisinya. Ia duduk menghadap ke arah Rio tidak lagi bersender di tubuh Rio.  Mereka berdua saling menatao satu sama kalin. Mereka saling menatap lama sekali. Tatapan perpisahan. Tatapan yang mungkin tak akan mereka berdua lihat kembali setelah ini.

 

“Entah menagapa gue masih gak percaya kalau loe yang bunuh kak Sion”ujar Ify yakin akan hal ini . Mendengar jawaban Ify, Rio terkekeh ringan. Entah menagapa ia senang sekali saat Ify mengatakkan hal tersebut.

 

“Sudahlah. Semua sudah terbongkar kan ??. Sekarang kita hanya teman ??”

 

“Teman ?”ulang Ify dengan nada yang sama sekali ia sendiri tak suka.

 

“Kita bukan teman “lanjut Ify. Rio mengernyitkan keningnya.

 

“Lalu ??”Ify menggelengkan kepalanya lemas. Ia sendiri tidak tau status mereka berdua saat ini seperti apa ?? temankah ?? atau kekasih yang sudah putus tapi masih salingm mencintai ? atau bagaimana.

 

“Bisakah semuanya diulang ??”

 

“Diulang ?? ,loe mau mengulang yang mana ??”tanya Rio dengan penuh kesabaran. Ia seolah memperlakukan Ify seperti seorang permaisuri.

 

“Saat loe nyatain cinta ke gue !!”

 

“Saat loe jaga dan rawat gue ?!!”

 

“Saat loe nyium gue !!”

 

“Saat loe marah sama gue!!”

 

“Saat loe bersikap manis ke gue !!

 

“Saat loe ngelamar gue !!”

 

“Semuanya. Ulang semuanyaaa !! Terkceuali saat kita mengucapkan kata berpisah “jawab Ify dan sekali lagi air matanya mengalir kembali. Rio tak mencegah agar gadis ini tidak menangis/ rio membiarkannya saja.

 

“Andai bisa terulang kembali. Gue akan melakukannya untuk loe saat ini. Tapi itu semua sudah gak bisa Fy. dan gak akan bisa “:Ify semakin deras mengeluarkan air matanya.

 

“Pleasee. Gue mohon ulangi satu aja . Gue mohon :”

 

“Loe mau gue ngulangin apa ??”

 

“Saat loe nembak gue ??”pinta Ify sangat penuh harap. Rio tersenyum sebentar lantas memganggukkan kepalanya.

 

“beneran ??”

 

“Iya sayang “Ify langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ify menangis lagi sejadi-jadinya. Mendengar Rio memanggilnya “Sayang” Membuatnya semakin berat untuk benar-benar berpisah.

 

            Rio perlahan meraih satu tangan Ify. Mengandeng tangan gadis ini menuju ke pinggir kolam. Ify melemparkan tasnya begitu saja . Ia tidak peduli saat ini ia masih menggunakan seragam sekolah.

            Rio dan Ify saling beratatapan sebentar. Ify menganggukan kepalanya begitu juga dengan Rio.  Tak lama kemudian dua anak ini langsung menyebur kedalam kolam yang sangat dalam ini. Mereka seolah tak peduli apa yang akan terjadi pada mereka nantinya.

 

             Ify dan Rio masih saling berpengangan tangan. Didalam Air mereka masih saling bertatapan dengan tatapan yang sangat dalam sekali.  Perlahan Rio mendekati Ify dan semakin mendekat.

 

“Aku cinta sama kamu”ujar Rio pelan. Ia tidak peduli banyaknya air yang masuk kedalam mulutnya. Ify mengangguk-anggukan kepalanya.  Ify mencoba untuk tersenyum.

 

“Aku juga”jawab Ify dengan cepat. Ia takut nafasnya akan habis.

 

“Kamu mau jadi pacar aku ??”tanya Rio. Ia mengulangi lagi kisah 2 tahun yang lalu bersama dengan Ify.

 

“Sangat mau”jawab Ify dengan anggukan yang yakin. Dan tanpa menunggu lama lagi. Rio langsung menarik Ify lantas mencium bibir gadis ini.

 

            Ify memejamkan matanya. Ia mengalungkan kedua tangannya dileher Rio. Membiarkan  sentuhan lembut dari bibir Rio pada bibirnya. Kedua insan ini memang sangatlah saling mencintai. Namun hubungan mereka haruslah berakhir pada saat ini. Tidak tau siapa yang harus dipersalahkan. Rio atau pun Ify sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. ini adalah keputusan mereka berdua.

 

*****

19.30 p., Rumah Ify

 

            Rio mengantarkan Ify pulang. Kedua anak ini masih dalam keadaan basa kuyup.  Mereka berdua seolah tak peduli akan dinginnya udara malam ini atau yang lainnya. Rio mengantarkan Ify sampai didepan gerbang rumah gadis ini. Tangankanan Ify dan tangan kiri Rio  pun sedari keluar dari kolam sampai di mobil, diperjalanan bahkan sampai saat ini masih saling terkait dan saling menggengam.

 

“Masuklah . . “suruh Rio. Ia memakaikan jaket tebalnya yang selalu ada di mobilnya untuk Ify. Mereka berdua saling berhadapan.

 

“Gak mau”tolak Ify.

 

“Mau kemana lagi ??”tanya Rio dengan penuh kesabaran. Ify memang sangat manja sekali sejak 2 jam terakhir ini

 

“temani sampai gue tidur “

 

“Loe tidur dirumah gue. Kali ini aja ”pinta Rio sangat memohon. Ify mencoba berfikir sesaat.

 

“Hmm..”ujar Ify yakin sambil menganggukkan kepalanya. Rio tersenyum sangat senang. Mereka berdua pun berjalan kearah rumah Rio yang hanya bersebrangan dengan rumah Ify.  Rio dan Ify segera masuk kedalam rumah yang cukup besar ini. Walaupun jarang sekali dihuni namun rumah ini cukup bersih. Masih ada 2 pembantu didalam rumah ini.

 

            Ify melihat kearah rumah ini yang tidak ada yang berubah menurutnya. Ify sedikit kedinginan. Dan Rio dapat perasakannya.

 

“Kamu mandi dulu sana”suruh Rio. Ify pun mengangguk saja . Ia menaruh tasnya di ruang tamu Rio dan segera pergi ke kamar mandi. Rio meminta pembantunya untuk mengambil baju Ify dirumahnya.  Sedangkan Rio juga memilih segera mandi dikamarnya.

 

30 menit mereka berdua sama-sama keluar dari kamar mandi dan sudah berbaju rapi dan kering. Ify terlihat cantik dengan rambutnya yang basah. Begitu juga dengan Rio yang memakai kaos putih dan celana pendek selutut nampak lebih muda.

 

“Ayo makan”ajak Rio. Ify menggelengkan kepalanya.

 

“Sedikit aja”paksa Rio. Ify masih tetap tidak mau. Rasa laparnya serasa sama sekali tak terasa.  Ify ingin hari terakhir ini menjadi sangat spesial baginya.

 

“Ke balkon kamar loe”pinta Ify. Rio menuruti saja. Mereka berdua pun menuju ke kamar Rio. Dan lebih tepatnya ke balkon kamar Rio.

 

            Rio membiarkan saja Ify duduk dalam pangkuannya. Ify menyenderkan tubuhnya dan kepalanya pada tubuh Rio. Mereka berdua menikmati indahnya bintang dan bulan purnama di malam hari ini. Suasananya pun sangat romantis sekali. Namun tak seromantis hati kedua anak ini.

 

“Cepat tidur “suruh Rio.

 

“Gak mau”

 

“Kenapa ??”

 

“Besok kita gak akan bertemu lagi “:

 

“Kita beneran selesai ?”tanya Rio mengulangi pertanyaan itu terus menerus.

 

“Iya”

 

“Yakin ??”

 

“Sangat yakin”

 

“Kamu masih marah ??”

 

“Sangat “

 

“masih kecewa sama gue”

 

“Sangat “

 

“Gimana gue nebusnya ??”tanya Rio sangat berharap sekali.

 

“Gue gak tau”

 

“Kita bisa kembali lagi ??”

 

“Gak tau “’

 

“Ini semua salah gue ??”

 

“Iya “

 

“Gue boleh jaga loe dari jauh “

 

“terserah “

 

“Loe janji setelah kita berpisah loe gak akan  nangis lagi ?”

 

“gak akan”

 

“loe gak akan rindu sama gue ??”Ify diam saja mendengar pertanyaan Rio yang seperti ini.

 

“Kenapa diam??”tanya Rio sangat halus sekali.

 

“Loe gak akan lupa sama gue ??”

 

“Loe nyanyi buat gue sekali aja”pinta Ify yang tiba-tiba.

 

“Gue gak bisa nyanyi”

 

“Bisa. Ayooo!!!”rajuk Ify dengan nada yang merenggek. Rio mengangukkan kepalanya saja.  Ia pun mulai menyenandanungkan sebuah lagu untik Ify.  Ify perlahan memejamkan matanya ketika Rio mulai meyendandunkan “Lagu Rindu” untuknya.

 

Bintang malam katakan sampaikan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya

 

            Yah suara Rio yang sangat lembut dan baru pertama kalinya lah Ify mendengarnya. Dan pertama kalinya juga langsung membuat Ify menangis dalam diam.  Lagu ini seolah benar-benar dari hati Rio untuk Ify.

Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya

 

            Rio mengalungkan kedua tangannya di perut Ify. Ify pun membiarkannya saja Rio memeluknya dnegan hangat.  Ify pun menaruh kedua tangannya diatas tangan Rio. Mengenggam erat kedua jemari Rio.


Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

 

            Ify sudah terpejamkan. Ia tertidur tanpa disadari. Rio tersenyum melihat wajah Ify yang lucu sekali saat tertidur. Walaupun sering sudah ia melihat wajah gadis ini dalam keadaan terlelap. Namun wajah yang saat inilah yang membuat Rio akan merindukkan gadis ini.  

 

            Rio segera membopong tubuh Ify dengan kedua tangannya. Ia memasukkan Ify ke kamarnya dan membaringkan gadis ini di kasurnya yang besar.  Setelah itu Rio duduk disebalah Ify cukup lama. Rio terus menatapi wajah gadis ini dengan penuh kelembutan.

 

“Sayang. . I Love You”Rio lantas mencium kening Ify dengan tulus sekali. Rio membiarkan kecupannya sangat lama. Karena ia tidak tau lagi kapan dia bisa memeluk gadis ini lagi. Kapan ia bisa berbincang lagi dengan gadis ini.  dan kapan gadis ini benar-benar akan memaafkannya.

 

“Semoga harimu penuh bahagia keesokannya dan keesokannya lagi. Aku akan selalu merindukanmu Alyssaku “

 

“Aku juga akan merindukanmu Marioku. Love You Too “

 

Bersambung . . .

 

Wahhhhh !! Hayoooo kesel loe ?/ ngamuk loe?? Nangis loe?? So sweet loe?? Aduuhh nyampur yaa di part ini sumpahh hahah !! Butuh banget nih COMMENT dan LIKE di PART INI WAJIB YAA😀 hihihih, makasih yang udah mau baca. Yuk buat hastag #DELOVAMAZING :”D kalau mau lanjutannya😀 Semangaatt semuaanyaa tetap baca DELOV makasih😀

            

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s