DEVIL ENLOVQER – 61 ~ Bye Indonesia!! ~

Ini part 61 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa. Tetap jadi pembaca sejati dan selalu setia ya guys.  Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow  HYO yaa . .  @luckvy_s

Minta bantuan LIKE FP DELOV YA “ m.facebook.com/DevilEnlovqer?ref=stream&refid=17&_ft_=fbid.526136394072619

 “ Yang suka baca DELOV dan pembaca setia DELOV wajib LIKE FP ini. Plis banget yaa makasih😀

 

DEVIL ENLOVQER – 61

~ Bye Indonesia!! ~

 Image

            Ify terbangun dari tidurnya. Ia mengontrol kesadarannya sevebtar. Tak selang berapa lama ia ingat bahwa dirinya sekarang berada di kamarnya Rio. Ify segera bangun. Ia mengedarkan pandangannya berusaha mencari Rio disini. Namun tak ada sosok siapapun disini.

            Ify terdiam, memfikirkan apa yang terjadi semalam dan kemarin. Perlahan air mata gadis ini jatuh kembali namun dengan cepat segera ia bersihkan.

            Ify lantas memilih untuk berdiri dan bangun dari kasur. Meskipun jam dinding dikamar Rio masih menunjukkan pukul 4 pagi. Ify memilih untuk segera keluar dari kamar Rio. Ia tau bahwa Rio sudah tak ada dirumahnya. Ify yakin Rio telah kembali ke kantornya. Ify berlari untuk keluar dari rumah Rio. kaki Ify ia hentikan ditengah jalan . Tepatnya dilaur rumah Rio.

 

“ARGGGHSSSS”teriak Ify tak negitu kencang. Ia berdiri sebentar di tengah-tengah jalan. Suhu udara pagi ini begitu menusuk kulit. Sejam yang lalu sepertinya Jakarta dilandang hujan deras. Dan rintikkan hujan sampai saat ini masih terasa.

 

“Gue gak bisa bunuh dia ?? kenapaa ??? Ya tuhaaann!!! “geram Ify kepada dirinya sendiri. Ia lantas membalikkan tubuhnya kembali kea rah Rumah Rio. Ify menatap rumah Rio dengan perasaan entahlah tak dapat diungkapkan.

 

“Kalau gue gak bisa bunuh dia ?? gue bisa ngelakuin apa yang gue suka”Ify tersenyum begitu mengerikkan. Perlahan gadis ini kembali berjalan kedalam rumah Rio.

 

“YANG ADA DI RUMAH INI CEPAT KELUAR SEKARANG JUGAA!!!!”teriak Ify sangat keras sekali.  Dan membuat 2 pembantu Rio dan 1 pelayan laki-;aki dirumah Rio terbangun dan berlarian takut ke arah sumber suara. Ify pergi ke arah dapur untuk mengambil sebuah korek api.

 

“Non Ify mau apa ??”tanya salah satu pembantu Rio yang takut sendiri melihat Ify.

 

:”Kalian semua pergi dari rumah ini!!!!. Pindah ke rumah gue !!”suruh Ify dengan nada yang sangat dingin sekali.

 

“Tapi non if . .”

 

“LAKUKAN PERINTAH GUE !!!!”bentak Ify dan membuat ke 3 pembantu Rio tersebut ketakutan. Dan cepat keluar dari rumah Rio menuju ke rumah Ify.  

 

            Ify menyalakkan korek api tersebut. Ia kemudian berjalan ke sofa ruang tamu dirumah Rio. Ify mengeluarkan senyum sinisnya sesaat. Berharap yang akan ia lakukan bisa mengurangi rasa kekesalannya dan emosinya kepada Rio.

 

“Aissghh!!”geram Ify. Ia segera melemparkan kore api yang masih menyala tersebut pada sofa Rio. Dan sofa tersebut langsung terbakar dan menyebar secara perlahan ke semua tempa. Perlahan Ify berjalan keluar. Meninggalkan kebakaran yang semakin meluas diantara ruang-ruang lainnya. Yah, Ify berniat untuk membakar rumah Rio ini. Ify tidak peduli jika Rio marah kepadanya. Ia tidak takut jika Rio akan membunuhnya.

 

            Ify terus saja berjalan. Ia tak peduli api tersebut semakin besar dan akan menghabiskan rumah Rio.  Sedangkan para tetangga sudah berkeluaran dari rumah mereka melihat kaget Rumah Rio yang terbakar ini.  Ify masuk kedalam rumahnya sendiri. Dimana seluruh pembantunya hanya menatap melongo rumah Rio.  Apalagi 3 pembantu Rio yang masih ketakutan.

 

“Kak loe kenapa??? “

 

“Loe bakar rumah Kak Rio ??”Iqbal yang juga terbangun akibat suara teriakan kebakaran dari para tetangga. Iqbal melihat kakaknya yang berjalan dengan tatapan yang kosong.

 

“KAK?? LOE KENAPA??”teriak Iqbal sangat cemas. Ia menggengam bahu Ify. Namun Ify terus memilih untuk berjalan saja. Suara pemadam kebakaran berdatangan. Mungkin para tetangga yang menelfonkan para petugas pemadam kebakaran.

 

“Papa mana ??”tanya Ify dengan wajah yang sangat pucat.  Tatapanya benar-benar kosong saat ini. Iqbal sedikit binggung dengan pertanyaan Ify.

 

“Dia gak jadi ke Indonesia. Katanya ada rapat mendadak. Papa nelfon loe tapi gak bisa-bisa”jelas Iqbal. Membuat Ify ngangguk-ngangguk gak jelas.

 

“Non Ify kenapa?? Non sakit ?”tanya Bi Ina menghampiri majikannya ini yang sudah berantakkan.

 

“Bi.  .. . “lirih Ify tanpa memandang pembantunya tersebut.

 

“Telfon Papa. Suruh siapin pesawat hari ini juga”suruh Ify dan membuat Iqbal dan Bi Ina semakin binggung.

 

“Kak Loe kenapa ??”tanya Iqbal sekali lagi. Karena Ify tak kunjung menjawab pertanyaanya.

 

“Kita pulang Bal”jawab Ify lebih lemas dari tadi. Iqbal mengernyitkan keningnya. Ia masih sama sekali tak mengerti dengan apa yang terjadi kepada kakaknya.

 

“Pulang ?? kemana ??”

 

“Ke Papa. Gue kangen sama Papa”jawab Ify. Air matanya tiba-tiba jatuh kembali. Membuat Iqbal tak tega. Meskipun ia tak tau apa yang terjadi dengan kakaknya. Iqbal merasa Ify sedang ada masalah yang sangat berat. Sampai gadis ini membakar rumah kekasihnya sendiri. Bukan tapi mantan kekasihnya lebih tepatnya.

 

“Kak kenapa loe nangis ??”Iqbal memeluk kakaknya. Berusaha menenangkan gadis ini yang terisak-isak kecil.

 

“Gue mau pulang. Gue gak mau disini. Gue mau ke Papa”

 

“Iya kak. Iya kita pulang”ujar Iqbal menuruti saja ucapan Ify. Iqbal memberikan kode kepada Bi Ina untuk segera menelfon papanya.

 

“Gue selesai Bal”ujar Ify tiba-tiba. Iqbal memutar otaknya. Ia berfikir keras maksud dari kalimat Ify barusan.

 

“Selesai??”tanya Iqbal tak menemukan jawaban akan maksud dari kalimat Ify.

 

“Gue putus sama Rio “

 

“HAH??”kaget Iqbal. Ia melepaskan pelukan sang kakak.  Kini Iqbal mengerti kenapa sang kakak sampai seperti ini.  Iqbal tau bahwa kakaknya ini sangat mencintai Rio. Dan Iqbal harusnya sadar dari tadi bahwa Ify bisa seperti ini pasti hanya karena satu asalan yaitu Rio.

*****

30 menit kemudian.

            Banyak mobil pemadam yang berhenti didepan rumah Ify. Dan mobil polisi pun berdatangan. Bukan hanya polisi. Alvin, Cakka dan Shilla juga datang tentu saja bersama Rio.  Rio membelakakan matanya melihat Rumahnya yang sudah habis terbakar. Dan tidak ada yang bisa ia selamatkan dari rumahnya ini.

 

“Yo rumah loe kok bisa terbakar ???”

 

“Yo ?? kok bisa kayak gini ??”

 

“Yo apa yang terjadi sama rumah loe ??”

 

“Tuan maafkan kami bertiga”

 

“Maaf tuan rumahnya sampai terbakar “ Alvin, Cakka, Shilla dan 3 pembantu Rio mulai meriwut sendiri. Rio hanya diam saja. Ia tau siapa yang melakukan hal ini. Rio dengan cepat membalikkan badanya menuju ke rumah Ify tepatnya.

 

            Rio berjalan masuk dengan wajah yang sulit dijelaskan. Satu tujuan Rio masuk kedalam rumah ini yaitu mencari gadis itu.  Rio memberhentikkan langkahnya melihat Ify sudah berpakaian rapi dan memakai sebuah kajet tebal. Bukan hanya Ify saja melainkan Iqbal.

 

            Rio nampaknya binggung. Kenapa dua anak ini pagi-pagi seperti ini sudah berpakaian rapi sekali.  Bahkan yang lebih membuat Rio membelakakan matanya adalah dua pembantu Ify membawa sebuah koper dan berjalan melewati Rio.

            Iqbal dan Ify melihat Rio yang berdiri di depan tangga. Iqbal dan Ify berhenti didepan Rio. Namun Iqbal segera memilh untuk meninggalkan Ify dengan Rio berdua saja. Ify tak menatap mata Rio. Ia masih membiarkan tatapannya kosong. Gadis ini seolah memang sangat terpuruk sekali saat ini.

 

“Loe mau kemana?”tanya Rio dengan suara beratnya.  Rio tak mau apa yang ada di fikirannya saat ini adalah jawaban dari pertanyaanya tersebut.

 

“Pulang”Rio langsung mengembangkan senyum paling mirisnya. Dan memang benar jawaban yang ada di otaknya benar adanya/

 

“Prancis ??”

 

“Iya”jawab Ify tenang. Ia masih tap menatap Rio.

 

“udah puas bakar rumah gue ??”tanya Rio dengan suara melembut. Membuat mata Ify perlahan menatap mata Rio yang sendu sekali.

 

“Belum. “jawab Ify lebih memriskan dari suara Rio tadi. Rio menyentuh pipi kanan Ify dengan lembut sekali.

 

“Loe ingin  bakar apa lagi ?? perusahaan gue ?? Mobil gue?? Atau bahkan tubuh gue ??”

 

“Gak ada”

 

“terus ?? “

 

“Gak ada”

 

“gimana gue bisa menebus semuanya ??”

 

“Gak ada”Rio terdiam sebentar. Ia sudah tak tau harus melakukan apalagi. Gadis ini mungkin begitu terpukul akan semua rahasia ini yang terungkam sudah. Dan rahasia yang sebenarnya tidak pernah Rio lakukan.

 

“Jangan sisksa gue . Gue mohon “pinta Rio. Air mata Ify mulai jatuh kembali. Entah sudah berapa ratus butiran air mata yang telah dijatuhkan gadis ini.

 

“Gue capek. Gue mau pulang. Lepasin gue “

 

“Gue mohon jangan pergi. Cukup kita selesai. Jangan pergi dari sini”

 

“Maaf”balas Ify pelan dan melepaskan tangan Rio dari pipinya. Membuat Rio tertunduk dan tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ify lantas berjalan melangkah meninggalkan Rio yang masih terdiam disana.

 

“Gimana gue bisa jaga loe dari jauh? Loe sendiri pergi jauh dari hadapan gue. Gimana kalau gue kangen sama loe? Gue harus nemuin siapa ??. Gue sudah tersiksa dengan selesainya hubungan kita. Apa loe gak  bisa ngasih maaf sedikit aja buat gue”Ify memberhentikkan langkahnya. Kata-kata Rio semakin menyayat hatinya saat ini. Ify mengigit bibirnya kuat-kuat, mencengkram kedua tangannya menahan semua emosinya, menahan semua sakit dihatinya.

 

“Loe boleh ngelakuin sesuka loe. Tapi gue mohon jangan kembali kesana. Gue gak siap buat jelasin semuanya ke Papa loe. Gue gak siap jauh dari loe. Cukup setahun yang lalu loe ninggalin gue. “

 

“Buat apa gue disini??”Ify membalikkan badanya secara perlahan. Ia mulai membuka suaranya kembali. Ify menatap punggung Rio yang bergetar.

 

“Gue bunuh loe aja gak sanggup. Gue binggung ngelampiasin kemarahan gue ke siapa ? gue binggung mau marah sama siapa ? Gue udah kecewa sama loe. Gue gak tau lagi mau ngapain. Loe tersiksa? Gimana sama gue ??”

 

“Gue akan sakit lagi kalau ngelihat loe. Buat ngelepasin hubungan kita aja rasanya seperti mau mati.  Rasanya sakit Yo. Dada gue sakit banget. Semuanya sakit. Loe ngerasain juga kan ??. “

 

“Kenapa kita harus bertemu ??”

 

“Loe nyesel ??”sahut Rio dengan cepat. Ia langsung membalikkan badanya menghadap Ify yang masih terus menangis tanpa suara isakan sama sekali hanya air mata yang deras sekali kelaur dari matanya.

 

“Menyesal ?? sama sekali enggak. “

 

“Lalu ??”

 

“Gue hanya berfikir. Kalau saja loe gak bunuh Kak Sion, mungkin gak seperti ini kan ??”suara Ify terdengar sangat lemas sekali. Membuat Rio semakin tak tega melihat keadaan gadis ini.

 

“Gue tau gue salah”

 

“Salah banget”

 

“Mangkanya gue tanya. Gue harus apa buat nebus semuanya??”

 

“Gue gak tau. Jangan tanya lagi”suara Ify sedikit meninggi bersama dengan tangisannya.

 

“Loe beneran mau pergi ??”

 

“Yah”

 

“sampai kapan??”

 

“Selamanya mungkin”

 

“Loe gak mau ngasih kesempatan buat gue lagi ??”

 

“kesempatan apa ??”Rio terdiam. Ia tak tau harus menjawab apa. Dirinya sendiri binggung akan kesempatan apa yang ia inginkan kepada Ify.

 

“Kesempatan memperbaiki semuanya”

 

“Memperbaiki semuanya ?? loe mau hidupin kak Sion lagi ??”Rio sudah tak dapat berkata apa lagi. Ia sudah kalak telak dari Ify. Ia tidak bisa lagi menahan gadis ini untuk tidak pergi. Rio sudah tak tau lagi harus apa.

 

            Kaki Rio terasa sangat lemas, Perlahan Rio berlutut di depan Ify. Walau jarak mereka tidaklah jauh dan tidaklah dekat.  Ify menatap saja apa yang dilakukan oleh Rio. Kepala Rio ditundukkan sedalam mungkin.  Ify sendiri masih terus menangis.

 

“Pergilah .. .”Ify mengigit bibirnya kuat-kuat. Ucapan Rio barusan seperti sambaran petir yang sangat keras sekali. Ify merasakan dadanya terasa sesak kembali. Nafasnya kembali tak beraturan.  Kini tangisan Ify dapat terdengar jelas. Bi Ina yang melihat majikannya ini dari kejauhan pun tak sanggup mengeluarkan air matanya. Jangankan Bi Ina, Iqbal saja yang sedikit mengintip di luar pintu ingin sekali memeluk kakaknya yang menangis seperti itu.

 

            Ify berjalan mendekati Rio dengan tangisannya. Ia sendiri sudah tidak terkontrol lagi. Ia sudah capek dengan semuanya. Ia memang benar-benar ingin pergi.

 

“Mana cincinya ??”tanya Ify dengan suara bentakkan. Namun yang terdengar dari telinga Rio adalah tangisan gadis ini. Rio tak berani mendongakkan kepalanya untuk menatap Ify yang menangis. Rio akan lebih sakit lagi melihat gadis ini menangis seperti ini dan itu semua karenanya.

 

“Buat apa ?”tanya Rio balik. Ify mencengkram erat tangannya. Emosinya sudah cukup memuncak.

 

“Gue boleh nampar loe ??”tanya Ify . Suaranya terdengar sangat memiriskan sekali di telinga Ify.

 

“Jangankan nampar. Ngebunuh gue aja gue rela”jawab Rio tenang. Suara Rio menunjukkan semua kesedihannya. Semua penyesalannya sudah menyakiti Ify. Seketika itu emosi Ify menurun drastis. Ify tak akan pernah bisa untuk membunuh Rio. Ify terlalu sayang dan cinta kepada pria ini.

 

“Gue mohon jangan nangis”pinta Rio. Ia mulai berani mendongakkan kepalanya. Matanya dan mata Ify sama-sama saling menatap.

 

“Gue gak nangis . Gue Cuma kecewa. Tau kecewa kan ??”

 

“Iya gue tau”

 

“Yaudah mana cincinya Yo!!!”bentak Ify penuh penekanan. Ia tak mempedulika keninginan Rio agar dirinya tidak menangis. Ify membiarkan saja air matanya untuk tetap mengalir. Ia ingin menunjukkan kepada Rio betapa kecewanya dirinya kepada Rio. Dan betapa ia sangat dan sangat mencintai Rio sampai detik ini.

 

“Gak usah. Gue gak mau loe nangis lagi.”

 

“Terserah. Gue pergi”ujar Ify tajam. Ia lantas membalikkan tubuhnya dengan cepat lantas berjalan ke arah luar rumahnya. Dimana rumah Rio masih ramai sekali di kerubungi banyak orang. Ify tak peduli dengan semua yang ada di sekitarnya. Ia segera menuju mobilnya. Dimana Iqbal pun sudah menunggunya disana.

 

            Rio memejamkan matanya. Ia tak sanggup melihat Ify yang perlahan meninggalkannya. Rio menyimpan segala emosinya saat ini.  Rio tak pernah berfikir kejadian ini akan terjadi kepadanya dan akan seperti ini.  Rio sudah pasrah saja menghadapi semua ini. Namun Ia tak akan pernah rela akan kandasnya hubungannya dan kepergian Ify.

 

“Suatu saat gue akan dapetin loe kembali. Walau saat itu adalah detik terakhir nafas gue untuk hidup”

*****

06.00 a.m didalam Pesawat.

             Iqbal tak berani untuk mengajak kakaknya berbicara. Kakaknya yang duduk sendirian dipojok kanan hanya diam dan melihat keluar jendela. Iqbal tau kakaknya sngat terpukul. Dirinya pun pernah merasakan hal tersebut. Namun tak pernah terfikirkan oleh Iqbal bahwa kakaknya mengalami lebih miris dari dirinya. Walaupun Iqbal tak tau masalah apa yang sebenarnya terjadi.

“Bi . “panggil Ify tiba-tiba kepada Bi Ina yang berada di belakang. Bi Ina pun segera menghampiri Ify. Ify memang sengaja membawa  Bi Ina untuk ikut ke prancis dan pindah ke Prancis. Bi Ina yang memang setia sekali dengan keluarga ini pun menuruti saja. Toh, ia juga kapan-kapan bisa pulang kapung ke Indonesia.

 

“Ada apa Non? Non mau makan? Atau non mau apa??”tanya Bi Ina. Rasa kekhawatirannya memang begitu besar kepada majikannya ini.  Bi ina sangatlah sayang kepada Ify seperti anaknya sendiri. Ify menggelengkan kepalanya.

 

“Bilang ke Papa. Gak usah nunggu Ify di bandara. Suruh aja nunggu di rumah”

 

“Iya Non”balas Bi Ina dan kembali duduk ke belakang. Iqbal menghelakan nafasnya melihat sang kakak yang diam kembali.  Iqbal sedikit memberanikan diri mulai mengajak Ify berbicara.

 

“Loe gak apa-apa kan>??”tanya Iqbal perlahan.

 

“Gak ada yang perlu dikhawatirin”jawab Ify dengan nada yang terdengar dingin.

 

“Gue gak bisa tinggal selamanya di Prancis”ujar Iqbal yang memang ingin membahas hal ini.

 

“Gue tau. Satu minggunya loe boleh balik ke Indonesia”

 

“Papa pasti gak akan ngizinin”

 

“Gue yang akan bilang ke Papa”

 

“Kalau bisa”

 

“Pasti bisa “

 

“Ngelihat loe kayak gini? Gue yakin papa gak akan lagi ngebiyarin kita berdua kembali ke Indonesia”

 

“Gue gak apa-apa”

 

“terserah loe aja deh kak.  Gue juga gak tega ninggalin loe”Keheningan terjadi didalam pesawat .Hanya suara mesin yang sedkit terdengar. Iqbal memainkan PSP.nya saja. Perjalanan mereka pun masih cukup lama sekali.

 

“Rio yang bunuh Kak Sion”tiba-tiba suara Ify tersebut membuat iqbal hampir saja menjatuhkan PSP.nya. Ia sangat dan sangat kaget akan ucapan Ify yang mengejutkannya ditengah keheningan didalam pesawat pribadi milik Papa mereka berdua.

 

“Loe bercanda kan??”tanya Iqbal dengan tatapan tak percaya. Ify mengangkat bahunya.

 

“Jadi ini yang buat loe putus sama kak Rio?”Ify menganggukkan kepalanya dua kali membuat Iqbal kini tau akan semuanya. Ia sendiri sudah yakin pasti Ify akan bercerita sendiri kepadanya tanpa ia tanya.

 

“Loe jangan nangis lagi dong kak. Loe gak pernah nangis kan?? Waktu kak Sion meninggal aja loe Cuma nangis sehari. “

 

“Loe sayang banget ya sama kak Rio??”

 

“Apa perlu gue jawab pertanyaan loe itu??”tanya Ify balik membuat Iqbal terdiam sambil garuk-garuk kepala tak jelas. Ia seharusnya menyadari akan pertanyaanya itu seperti menanyai anak SD.

 

“Gue yakin kalau emang takdir tuhan menjodohkan kalian berdua. Pasti kalian berdua bisa bersatu lagi”

 

“Gue binggung Bal. “Iqbal membiarkan saja Ify yang mulai mau bercerita. Iqbal mulai terdiam.

 

“Gue  gak bisa marah sama Rio. Gue gak bisa ngeluapin semua rasa kecewa gue. Amarah gue. Gue terlalu cinta mungkin sama dia. Dan itu buat gue sakit banget. Seharusnya gue ngelakuin janji gue dulu saat kak Sion dibunuh. Gue dulu sudah sangat dendam banget sama yang bunuh kak Sion. Gue bener-bener ingin rasaya bunuh orang yang membuat Kak Sion pergi .  . . “

 

“Tapi saat tau itu Rio? Rasanya semuanya membuat gue binggung membuat Gue gak bisa ngelakuin itu semua. Dan gue Cuma bisa mengakhiri hubungan gue dengannya. Gue fikir dengan hal itu akan membuatnya sakit hati. “

 

‘Tapi gue bodoh!! Bukan dia saja yang sakit hati. Gue juga!! Bahkan lebih sakit rasanya:”Ify menatap ke arah jendela kembali. Ia tak ingin meneruskan kembali ceritanya. Ia takut akan menangis lagi untuk hari ini.  Iqbal mengangguk-anngguk dan masih menatap sang kakak. Walaupun Ify sudah tak menghadap kearahnya lagi.

 

“Loe gadis yang tegar kak. Gue tau loe bisa ngelewati ini semua”lirih Iqbal pelan. Berharap Ify dapat mendengarnya saat ini.

 

            Ify mencoba memejamkan matanya selama perjalanan. Tubuhnya sudah lemas sekali untuk saat ini. Otaknya terasa mau pecah. Perlahan gadis ini pun tertidur mencoba menghilangkan semuanya. Sedangkan Iqbal memilih asik bermain PSP.nya. Ia tak begitu khawatir dengan Salsha. Karena Iqbal sudah menelfon Salsha sebelum ia berangkat ke Prancis.

 

*****

Prancis, 05.00 a.m waktu Prancis

 

             Tubuh Ify sangat lemas, dari kemarin ia sama sekali belum makan bahkan minum sedikit pun.  Tak ada nafsu sama sekali dalam dirinya untuk melakukan apapun. Bi Ina sudah cemas dengan keadaan majikannya. Saat Ify turun dari peswaat saja gadis ini hampir terjatuh.

            Ify dan Iqbal sudah berada di depan rumah yang begitu mewah dan besar sekali. Bi Ina telah menelfon Mr.Bov memberitahukan bagaimana kondisi Ify saat ini tapi sama sekali tidak menceritakan alasan Ify menjadi seperti ini. Dan benar saja di pintu depan rumah 10 pembantu rumah tersebut sudah siap berbaris rapi menyambut kedangan Iqbal dan Ify.

 

“Kak Ayo keluar”ujar Iqbal menyadarkan kakaknya yang melamun saja. Ify menoleh kearah Iqbal dengan sedikit kaget. Ia lantas mengangguk. Pintu mobil Ify sudah di bukakan. Ify pun dengan pelan-pelan keluar dari mobilnya.

 

            Seluruh pembantu tersebut sepertinya agak terkejut dengan wajah anak majikannya ini yang sangat pucat sekali bahkan tatapan matanya pun begitu sendu.  Seperti tatapan yang kosong. Iqbal sedikit cemas papanya akan mengamuk melihat kondisi kakaknya yang seperti ini.

 

“fauteuil roulant (kursi roda)” ujar Iqbal yang cukup ahli dalam berbahasa prancis. Salah satu pembantu tersebut pun masuk dan segera mengambil kursi roda. Iqbal takut Ify akan pingsan atau bagaimana. Tak lama kemudian Ify di dudukan di kursi roda. Ify sama sekali tak menolak atau bagaimana. Ia hanya duduk dan diam saja.

 

            Bi Ina mendorong perlahan kursi roda Ify memasuki kedalam rumah besar ini.  Interior megah dan berbagai perawalatan yang mewah sekali menyelimuti rumah besar ini. Bi Ina mengikuti arahan dari salah satu pembantu tersebut. Mereka bertiga diarahkan ke kamar Ify. Dimana Mr.Bov sendiri sudah menunggu disana.

 

CKLEEEKKK

 

            Kamar Ify yang besar dan bernuansa modern kini terlihat didepan mata. Iqbal pun dapat melihat jelas Mr.Bov berdiri di samping kasur Ify dengan tatapan kaget melihat kondisi sang anak. Iqbal sudah meneguk ludahnya tak berani menatap mata papanya tersebut.  Bi Ina memasukkan Ify kedalam.

 

“Pa Iqbal diluar aja”ujar Iqbal tak berani masuk. MR. Bov pun menundukkan kepalanya tanpa berkata apapun lagi.

 

“Out”ujar Mr.Bov kepada pembantu lainnya serta Bi Ina. Mr.Bov hanya ingin berdua saja dengan sang anak. Mereka pun keluar semua. Dan kini dikamar Ify hanya ada Mr.Bov dan Ify saja.  MR.Bov perlahan mengampiri Ify yang duduk dikursi roda tak jauh dengannya.

 

            Ify  menatap Papanya dengan wajah yang sendu dan penuh kerinduan. Mr.Bov terus berjalan perlahan tanpa mengalihkan pandagannya dari p-aras cantik didepannya ini.  Kedua tangan Ify menahan ke pegangan kursi rodanya. Ia mencengkram erat pegangan tersebut berusaha air matanya tidak keluar saat ini.

 

“Are you Oke ?”tanya Mr.Bov mulai berani membuka suaranya. Mr.Bov duduk berlutut agar bisa menjajarkan dengn tubuh Ify.. Ify menggelengkan kepalanya pelan berulang-ulang.

 

“Why ?”

 

“Can you Hug me , dad??”pinta Ify dengan suara yang tertahankan., Mr.Bov mengangguk-angguk menuruti ucapan ify.

 

“Sure honey. Sure. “ujar Mr.Bov tak tega lantas memeluk anaknya. Dan tanpa MR.Bov duga saat pelukan hangatnya menyelimuti tubuh Ify. Saat itu juga suara tangisan terpecahkan dari bibir gadis ini. Mr.Bov dibuat lebih terkejut lagi. Jujur Mr.Bov tak pernah melihat Ify menangis seperti ini. Terakhir kalinya ia melihat sang anak menangis adalah saat mamanya meninggal.

 

“kamu kenapa?”tanya Mr.Bov benar-benar ingin tau.

 

“I Miss You Dad. I Miss You?”

 

“Why ?? what’s wrong with you honey???”tanya Mr.Bov sekali lagi. Dan semain Mr.Bov menghujami gadis ini dengan pertanyaan semakin keras pula tangisan Ify.

 

            Ify memukul-mukul punggung papanya. Mencoba meluapkan semua rasa sakitnya. Mencoba meluapkan semua rasa kecewanya ia tak peduli dengan papanya yang semakin penasaran dan semakin cemas dengan dirinya.  Mr.Bov pun semakin tak tega dan semakin mengeratkan pelukannya kepada anak gadis satu-satunya ini.

 

“Rasanya sakit Pa. Sakit banget”ujar Ify tak beraturan. Mr.Bov mengernyitkan keningnya tak mengerti dengan kata-kata sang anak.

 

“If . .If .. Ify bolehkan tinggal disini selamanya? Ify gak mau balik ke Indonesia. “Mr.Bov perlahan melepaskan pelukannya. Ia menatap Ify penuh menyelidik. Gadis ini pun masih sesenggukan. Dan air matanya masih terus mengalir.

 

“Cerita sekarang. Kamu kenapa>??”ujar Mr.Bov dengan serius. Tatapanya pun sangat serius. Membuat Ify  sedikit tak berani dengan papanya.

 

“No”

 

“Tell me Now!!”tegas Mr.Bov membuat Ify menghembuskan beratnya dalam sekali helaan. Ify tak yakin ingin menceritakannya atau tidak.

 

“We Are Done”lirih Ify sangat pelan. Namun cukup terdengar sampai telinga Mr.Bov. perlahan tangan Mr.Bov terlepaskan dari tangan Ify. Mr. Bov terkekeh dengan sinis sebentar. Ia mengalihkan pandangannya dengan masih tak percaya.

 

“Jangan lakukan apapun”mohonIfy dengan suara lemas. Ia tau papanya mengerti akan maksud ucapannya tadi. Dan ify menduga papanya akan melakukan hal yang diluar nalar siapapun . Mr.Bov perlahan berdiri wajahnya masih menunjukkan senyum tak enaknya.

 

“Rio ??”

 

“Semua ini karena Mario Haling itu??”

 

“Benarkah?? Hahahahahaha”Ify menundukkan kepalanya sedikit takut dengan wajah papanya yang benar-benar sangat marah.

 

“Dia berani sekali membuatmu seperti ini?? ‘”Mr.Bov menunjuk-nunjuk jari telunjuknya kearah Ify dengan wajah tak menyangka.

 

“Oh God !! berani sekali anak itu . Apa dia sudah lupa dengan janji-janjinya ?? Aissgghhh .. .”Mr.Bov ingin melangkahkan kakinya untuk beranjak dari kamar Ify. Namun Ify segera mencegahnya dengan mengenggam tangan kanan papanya.

 

“Ify yang mutusin. Jangan ganggu dia”pinta Ify. Mr.Bov menolehkan wajahnya menatap sang anak .

 

“No!”tegas Mr.Bov tak mau .

 

“Dad. Please”

 

“You Know ?? . “Mr. Bov kembali berjalan untuk berada di depan Ify. Ia menatap Ify dengan serius.

 

“So far, I do not dare to make you cry. But he???”

 

“He has made ​​you cry until like this”

 

“this is true Love ?? Oh My God !!!”air mata Ify mulai turun kembali. Ia benar-benar takut dengan  papanya saat ini yang sudah begitu marah sekali. Meskipun bukan marah kepadanya namun baru kali ini ia melihat sang Papa sangat kecewa dan emosi.

 

“Ngapain kamu nangis ??”

 

“Sejak kapan papa ngajarin kamu nangis karena cowok? Hah? Berhenti nangis!!”ujar Mr.Bov pelan namun begitu tajam. Ify pun segera menurutinya dan menghampus air matanya dengan tangannya.

 

“Siapapun boleh menghancurkan perusahaan Papa, menghancurkan apapun yang Papa punya. Kecuali 2 hal. Kamu dan Iqbal. Siapa saja yang berani menyentuh kalian berdua atau sampai buat kalian berdua menangis??”

 

“Maf saja. Aku tidak bisa untuk memaafkannya”

 

“Dad Please.  Please”

 

“Cukup!! Kamu dan iqbal tinggal di prancis !! gak ada kembali-kembali ke Indonesia !! Rumah kalian disini bukan di Indonesia”

 

“Biarkan Iqbal kembali”ujar Ify tiba-tiba dan membuat mr.Bove terkejut kembali.

 

“Ify saja yang tinggalo disini. Iqbal suka di Indonesia. Biarkan dia yang disana. Ify yang akan tinggal selamanya disini”

 

“No”

 

“Pa!!”bentak Ify sedikit keras dengan suara yang tanpa ada tenaga dan masih terdengar selesai menangis.

 

“Jangan sentuh Rio sedikit pun. Dan biarkan Iqbal kembali ke Indoenesia! Oke??”Ify memberanikan untuk menatap papanya dengan tatapan balik tak kalah tajamnya. Dan kini Mr.Bovlah yang takut akan tatapan Ify tersebut.

 

“No!!”

 

“really ???”sinis Ify lebih menajamkan tatapannya dari tadi.

 

“Aku perbolehkan Iqbal kembali ke Indoenesia”ujar Mr.Bov tak mau ditawar kembali. Ify mendecak kesal.

 

“Aku capek”serah Ify yang mulai lelah. Mr.Bov pun melihat perubahan wajah Ify yang dratis  langsung tak tega.

 

“Aku mohon Pa. Ify udah cukup sakit. Capek. Ify tau Ify yang salah dan membuat diri Ify sendiri jadi seperti ini. Papa gak perlu marah dengan Rio. Cukup Ify saja yang marah dengan dia. Ini  urusanku dengan Rio Pa. Bukan papa dengan Rio. Ngerti kan?”

 

“Ify ke Prancis nyari ketenangan. Ify mau sama papa. Ify mau papa yang ngehibur Ify. Papa nemenin Ify terus buat ngelupain semua masalah Ify. Ify capek. Capek banget!!”Mr.Bov menarik Ify kedalam pelukannya. Gadis ini mulai menangis kembali. Entah sejak kapan Ify menjadi cenggeng kembali. Yah, Riolah dapat merubah segalanya dalam diri Ify.

 

“Jangan nangis sayang. Jangan nangis”

 

“Ify kangen sama Mama . ..”kata tersebut berhasil menyohok hati Mr.Bov lebih dari apapun. Dan seketika itu pun Mr. Bov mengerti bagaimana perasaan Ify saat ini. Yah, tentunya sakit sekali.  Karena Mr.Bov sangat tau Ify begitu sangat mencintai Rio.

 

“Udah sayang. Kamu sekarang istirahat ya”

 

“Jangan sentuh Rio”Mr.Bov masih diam saja tak menjawab apapun.  Ify melepaskan paksa pelukan papanya.

 

“Please. Biarin dia bebas. Kalau Ify ingin, Ify saja yang akan ngehancurin dia. Bukan papa. Papa gak tau kan masalahnya ??? jadi papa gak usah ikut campur. Ify mohon !!”

 

“Pa !!”panggil ify sedikit meninggi Mr.Bov perlahan menganggukkan kepalanya.

 

“Iya sayang. Papa akan turuti permintaan kamu. Papa akan menuruti semuanya.

“Janji ?”

 

“Yes”

 

“Thank you so much , Dad”Mr.Bov mengangguk-anggukan kepalanya. Mr.Bov pun segera membopong tubuh Ify untuk dibaringkan di kasur. Ia tahu Ify sudah sangat lelah dan ingin tidur. ‘

 

            Mr.Bov keluar dari kamar Ify dengan wajah yang susah dijelaskan. Ia telah menidurkan anak gadis satu-satunya tersebut. Tangisan Ify tadi cukup membuat emosinya naik dan semua perasaanya hancur. Mr.Bov mengumpulkan managernya dan juga assistennya yang sudah berkumpul di depan kamar Ify. Sedangkan sedari tadi memilih untuk masuk kedalam kamarnya saja.

 

“En cette semaine, a cessé toute mon horaire de travail ( dalam seminggu ini, hentikkan semua jadwal pekerjaanku)”ujar Mr.Bov kepada manager dan asissten pribadinya. Setelah itu Mr.Bov segera beranjak dari hadapan Manager dan asistentnya. Ia masih terfikirkan akan kondisi Ify. Mr.Bov segera berjalan menuju kamarnya sendiri.

 

*****

            14  jam kemduian . . .

            Ify tertidur cukup lama sekali. Ia memang sengaja meminum obat tidur agar ia bisa tenang sebentar. Dan jam 8 malam ini waktu prancis. Ify terbangunkan. Ia mengambil ponselnya dan tidak ada pensa dari siapapun saat ini. Entah mengapa Ify masih berharap Rio menghubunginya.

 

“Padahal dulu 3 hari gue gak ketemu dia. Rasanya biasa aja.  Tapi kenapa sekarang ???”

 

“Gue kangen banget sama dia”Ify menundukkan kepalanya. Ia menahan rasa dadanya yang sakit sekali.

 

DRTTTDTTRRTTT

 

            Ify langsung menoleh ke ponselnya dan terkejut. Ia segera meraih ponselnya.

 

“Rio .  . . “ujar Ify penuh harap

            Namun saat ia melihat ke layar ponselnya. Ia hanya bisa melengos penuh kekecewaan. Bukan Rio lah yang menelfonnya melainkan Iqbal. Ify pun segera mengangkat sambungan tersebut.

 

“Apa??”

 

“Iya gue udah bangun”

 

“Gue males makan. Loe makan dulu aja sama Papa”

 

“Yah. “Ify menutup sambungannya. Dimana Iqbal hanya disuruh papanya untuk membangunkan Ify dan mengajak makan. Ify meletakkan pasrah ponselnya. Ia pun perlahan berbaring kembali. Ify menatap keatas tepatnya pada lampu yang  menerangi kasurnya saat ini. Kamar Ify sangatlah bagus sekali.

 

“Aku boleh berharap saat ini??”

 

“Aku berha . . .”

 

DRTTTDRTTTT DRTTTDRRTT DRTTTDRRTT

 

            Ify tak ada niatan untuk mengangkat telfon tersebut. Ia yakin pasti papanya atau Iqbal yang menelfonnya karena menyuruhnya untuk makan. Ify membairkan saja ponselnya terus berdering.

 

DRTTTDRTTT DRRTTDRTTTT

 

            Tanpa mengambil ponselnya, Ify yang cukup hafal dengan letak kegunaan keypad ponselnya segera saja menmencet tombol hijau di ponselnya dan secara otomatis menekan tombol loadspeaker. Ponsel yang dimiliki oleh gadis ini cukuplah canggih.

 

“Hallo”Ify langsung dibuat terdiam dengan suara berat tersebut. Ify sangatlah mengenali suara ini. Suara yang sangat dirindukkan oleh Ify. Ify mengigit bibirnya menahan semua perasaanya.

 

“Fy”Ify tak dapat membuka mulutnya saat ini. Suaranya terasa berat sekali untuk dikeluarkan. Ify masih menatap kea rah lurus. Entah apa yang didatatap gadis ini dan di fikirkan oleh gadis ini.

 

“Loe gak mau jawab telfon dari gue?”

 

“Fy”

 

******

Indonesia, 3.00 a.m Haling Corp;s.

 

            Sudah 5 jam lebih Rio mengurung diri di kamar kantornya. Kamar yang biasa digunakan oleh Ify tidur. Didalam kamar yang cukup besar ini, Rio hanya terdiam saja sedari tadi. Ia menyerahkan seluruh pekerjaanya kepada Cakka dan Alvin dulu. Fikirkan Rio sangat berantakkan sekali.

 

“Gue harus apa sekarang ???”

 

“Gue kangen sama gadis bodoh itu!!”

 

“Bukan dia bukan gadis bodoh”

 

“Dia adalah satu-satunya gadis yangbisa membuatku hampir gila seperti ini”

 

“Alyssa . . “lirih Rio lemas sekali. Rio menghembuskan nafas beratnya berulang-ulang mencoba menghilangkan pusing dikepalanya. Ia tidak tidur dari kemarin. Wajahny pun sudah dapat dibayangkan sangat dan sangat tak karuan.

 

            Rio meraih ponselnya, Ia langsung menghubungi seseorang. Rio tak peduli reskio apa yang ia dapat nantinya jika menghubungi orang ini. Yang Rio fikirkan adalah ia bisa menghilangkan perasaan sedihnya dan rasa kerinduaanya yang begitu dalam.

 

Tuuuttt . Tuuutttt . …

 

            Rio menunggu cukup lama, Perasaan cemas sudah menggeliuti Rio. Dan rasa cemas ini lebih mencemaskan disbanding ia menemui cliennya yang sangat penting.

 

TUuuttuuuTuuuuttt

 

Klikk .. . .

 

            Rio dapat mendengar bahwa sambungan telfonnya sudah dijawab. Ia pun segera memberanikan diri untuk membuka suara.

 

“Hallo”Ujar Rio pelan. Ia berharap sosok nan jauh disana dapat menyahutinya. Rio benar-benar merindukkan sesossok itu.

 

“Fy”panggil ify lagi kepada sosok tersebut yang tak lain adalah Ify. Gadis yang baru saja dalam hitungan jam kemarin berhenti menjadi pacarnya.

 

“Loe gak mau jawab telfon dari gue?”suara Rio mulai melemas. Ia Nampak sangat kecewa. Rio memegangi kepalanya frutasi.

 

“Fy”panggil Rio kembali berharap gadis tersebut menyahutinya walau hanya satu kata saja. Yah. Satu kata saja. Rio sangat berharap sekali.

 

“Boleh gue tutup telfonnya??”Rio mencengkram ponselnya saat mendngar kalimat tersebut. Kalimat itu terasa menyohok ketenggorokannya yang terasa kering dan semakin kering. Suara itu begitu menusuk seluruh tulang Rio.

 

“5 menit aja”mohon Rio menahan suarannya.

 

“1 menit”

 

“ 3 menit”

 

“59 58 57 56”Rio seketika itu langsung panik sendiri.

 

“Oke oke 1 menit”Rio memotong hitungan gadis itu. Rio diam sejenak. Ia langsung blenk harus berbuat apa saat ini.

 

“Gue boleh minta satu permintaan ke loe?? Dan gue mohon kabulin??’

 

“apa??”

 

“jangan tutup telfonnya”entah mengapa hanya kata itu yang bisa Rio ucapkan saat ini Ia benar-benar merindukkan gadis ini. Meskipun mereka baru saja berpisah hanya dalam waktu sehari.

 

“Kalau gue gak gakbulin?”

 

“Itu hak loe”Rio menjawab benar-benar penuh kepasrahan. Yah, Ifylah yang sebagai tokoh utama disini. Dan Rio harus mengikuti bagaimana sang tokoh utama mengalurkan kehidupannya saat ini.

 

“lagi apa?”Seketika itu senyum Rio langsung mekar dalam wajahnya.  Ify mengambulkan permintaanya tersebut.  Meskipun pertanyaan Ify terdengar sangat lemas. Rio tak peduli. Ia bisa berbicara dengan gadis ini saja hatinya sudah loncat-loncat tak karuan.

 

“Gak ada.  Gue hanya sedang berfikir bagaimana menghilangkan rasa kangen gue ke loe”

 

“Gue boleh minta satu permintaan juga ke loe??”Rio mengernyitkan keningnya. Ia langsung bangun dari posisinya dan duduk diatas kasur.

 

“Apa?”tanya Rio penuh kecemasan. Ia takut Ify memberikan permintaan yanng sangat tak bisa ia kabulkan.  

 

Bersambung . . . .

 

Hayooo?? Makin rumit kan ??? maaf yaa belum bisa munculin Sivia Alvin Cakka Agni Gabriel dan Shillanya. Masih mau nyelesaiin masalah dua ingsan yang baru patah hati ini hihihhih. Tapi nanti bakal ada kok tenang aja. Yang pensaran-penasaran sabar yaa !! dan tetap baca delov tungguin delov oke guys J. Maaf gak bsa tiap hari post. Maklum udah kelas 3. Terus baca DELOV yaa😀 Makasih !! dan terima kasih atas suppornya slama ini. Maaf kalo ada tulisan yang salah atau grammer yang salah. Hihihihi. Makasih. Laafttyuu all :*

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s