DEVIL ENLOVQER – 63 ~ Words I Couldn’t Bear To Say~ “Happy Anniversary 3 years !!“

Ini part 63 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa.. Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow HYO yaa . . Maaf harus nunggu DELOV lama. Maklum mau Unas. Doain yaa Unasku lancar dan bisa lulus 100% amin amin . Makasih all. Follow >> @luckvy_s😀 .

Minta bantuan LIKE FP DELOV YA “ m.facebook.com/DevilEnlovqer?ref=stream&refid=17&_ft_=fbid.526136394072619
“ Yang suka baca DELOV dan pembaca setia DELOV wajib LIKE FP ini. Jangan lupa Like Comment delov yaa selalu ditunggu😀 .

DEVIL ENLOVQER – 63
~ Words I Couldn’t Bear To Say~
“Happy Anniversary 3 years !!“

Mr.Bov segera keluar dari kamarnya setelah mendengarkan jeritan keras dari kamar Ify. Mr.Bov sendiri juga baru tahu akan berita tersebut. Semua pelayan di rumah tersebut pun segera buru-buru menuju kamar gadis ini. Mr.Bov segera masuk kedalam kamar sang anak.

“Alyssa . . “ujar Mr.Bov penuh kecemasan melihat Ify menangis diatas kasur sambil mencengkram erat sebuah Ipad yang tadinya diberikan oleh Bi Ina kepadanya.

“Pa . . ini Cuma bercanda kan? Rio masih hidup kan??”Mr.Bov segera memeluk sang anak yang masih terus-terusan menangis tiada hentinya.

“Pa kemarin Rio masih nelfon Ify. Kemarin Rio . . . Rio . . .”

“Ify ke Indonesia sekarang !!!”tegas Ify. Ia melepaskan pelukan papanya. Dan segera berdiri. Ify tak membawa apapun. Hanya ponsel dan juga sebuah tas berisikan pasportnya yang ia bawah.

“Siapkan peswatnya sekarang juga”ujar Ify tajam kepada papanya. Dan tanpa membantah atau pun protes lagi. Mr.Bov menyuruh assistennya untuk menyiapkan peswat pribadi untuk Ify saat ini juga.

*****
INDONESIA, 19.30 p.m
Rumah Alvin sudah dipenuhi dengan banyak orang sedari tadi. Wartawan para Fans dari Rio. semuanya sangat tidak menyangka hal ini bisa terjadi. Bahkan Mama Rio pun yang juga langsung terbang dari German langsung memeluk tubuh sang anak yang sudah dimandikan .
Tubuh Rio didiamkan di kamar Alvin. Mereka semua tidak ada yang memakamkannya dahulu karena menunggu satu orang lagi yang sangat penting bagi Rio.
Alvin sendiri pun masih tidak bisa menerima semuanya. Sivias ampai harus menenangkan Alvin berulang-ulang kali dengan bantuan papa Alvin. Namun Alvin tetap saja bersikukuh bahwa Rio tidak meninggal. Dan 5 kali juga Alvin diberikan obat penenang oleh dokter. Alvin dibawah ke kamar papanya agar tidak syok dan lain-lainnya.
Cakka dan Shilla juga berada disana bersama dengan Papa Shilla. Berita ini menyebar dengan cepat di seluruh dunia. Dan menjadikannya sebuah topic news pagi tadi sampai malam ini.
Cakka berpura-pura menampakkan wajah sedihnya. Shilla sendiri tidak pernah tau akan rencana jahat kakaknya bersama dengan gabriel. Shilla juga sama sekali tak tau akan kecelakaan ini adalah Gabriel dan Cakka.
Semua pun hanya tau bahwa yang ada didalam mobil tersebut hanya Rio saja. Sama sekali tidak ada yang tau bahwa ada 1 orang lagi didalam mobil tersebut. Dan siapa orang tersebut pun tidak hanya tau. Hanya Rio, dia dan Tuhan saja yang tau hal itu. Mobil Rio sendiri sudah hancur berantakkan. Dan polisi sendiri sudah mengabarkan bahwa ini murni kecelakaan. Dikarenakan kelalaian dari sang pengendara.
*****
Rumah Alvin, 20.00 p.m
Sebuah mobil Alphard hitam berhenti langsung di depan rumah Alvin. Semua mata memandang mobil tersebut. Dan keluarlah seorang gadis dengan wajah yang begitu cantik. Wajahnya menunjukkan kedataran. Tidak ada ekspresi sama sekali dari gadis ini.

Iqbal dan Salsha yang sudah menunggu dari tadi langsung menghampiri Ify. Yang juga sepertinya mendapat serbuan foto dari para wartawan yang dilarang masuk.

“Ayo kak”ajak Iqbal kepada Ify. Ify pun hanya mengikuti Iqbal masuk kedalam rumah Alvin. Seketika itu ruangan menjadi riuh karena kedatangan Ify di tempat ini. Agni dan Shilla pun langsung berjalan menghampiri Ify.

“Dia ada dikamar”ujar Agni kepada Ify. Ify mengangguk saja. Mencoba menguatkan hatinya yang saat ini sangat dan sangat takut sekali untuk melihat kebenaran dari kenyataan ini.

“Fy . . “panggil Shilla sebelum Ify meneruskan jalannya. Shilla memegang bahu Ify.

“Semuanya kehilangan Rio. Bukan kamu saja. Kamu harus bisa menerima semuanya ya”pesan Shilla. Namun pernyataan Shilla tersebut sama sekali tak mendapatkan respon dari Ify. Gadis itu berjalan kembali. Iqbal dan Salshalah yang mengantarkan Ify sampai di depan kamar Alvin. Dimana Rio berada disana dan sudah tidak bernyawakan lagi.

Ify masuk kedalam kamar tersebut. Iqbal dan Salsha yang sudah masuk dari awal tak ingin menganggu Ify. Mereka membiarkan Ify saja yang masuk kedalam. Ify melangkahkan kakinya dengan penuh kepaksaan. Ify dapat melihat tubuh tinggi itu sudah berbaring tak bergerak sama sekali di atas kasur. Dan ditutupi dengan sebuah selimut putih. Ify juga dapat melihat Mama Rio yang masih menangis disamping tubuh Rio.

“Ify .. . “isak Mama Manda yang langsung menghampiri Ify dan memeluk Ify.

“Kamu sabar ya sayang. Ini sudah takdirnya. Tante juga kehilangan anak tante. Ify gak boleh sedih ya”pesan Mama Manda mencoba menenangkan gadis ini.

“Tante bisa tinggalkan Ify sendiri??”pinta Ify dengan nada suara yang penuh getaran. Tante Manda pun tak menolak keinginan Ify. Dan dengan segera Tante Manda beranjak keluar dari kamar tersebut dan meninggalkan Ify serta Rio disana sendiri.

Hening dan tak terdengar apapun. Hanya sunyi saja itulah yang Ify rasakan di kamar ini. Ify perlahan mendekati tubuh tersebut. Ify menggengan erat kedua tangannya dengan kencang sekali. Berharap tangisannya tak memecah saat ini. Ify poerlahan membuka selimut putih tersebut

“Ri . . o . . “ Ify langsung menup mulutnya dengan tak percaya. Yah, didepannya memang benar seorang mario Haling. Orang yang sangat berarti untuknya sejak 2 tahun yang lalu itu.

Ify tak kuat lagi menyangga kakinya. Ia langsung jatuh berlutut lemas disamping kasur tersebut. Tangisan Ify mulai memecah walaupun tanpa suara. Yang dirasakan oleh Ify bukan sakit lagi. Namun hancur sehancurnya saat ini.

“Yo ..”panggil Ify pelan. Ify memberanikan diri untuk menyentuh tangan Rio. Dingin itulah yang ify rasakan pada tangan pria tersebut.

“Yo . .”panggil Ify sekali lagi. Ify sangat berharap bahwa lelaki ini hanya mengerjainnya. Jika itu benar Ify bersumpah dalam hatinya tidak akan marah sama sekali tidak akan marah.

“Yo kalau pun ini bercanda Cuma renacana loe gue gak akan marah kok. “

“Yo . . .”Ify membenamkan kepalanya. Merasa sia-sia saja. Ify harus menerima kenyataan ini. Menerima kenyataan bahwa Rio memang sudah tidak ada lagi. Dan tidak bernyawa lagi. Namun tidak lama itu. Ify mengangkat kembali kepalanya. Ify mencoba untuk berdiri dan duduk disamping tubuh Rio. Ify mencoba untuk tegar saat ini. Ia merasa air matanya sudah cukup habis. Kekuatannya sudah tidak ada lagi. Ia begitu lelah dengan semua kesedihannya. Namun saat ini dia sendiri tidak tau apa yang harus ia lakukan.

“Yo. Kemarin gue Cuma minta loe gak nyari cewek lain. Bukan loe kayak gini”lirih ify lemas. Ia menyeka terus air matanya yang sebenarnya ia paksa untuk tidak keluar namun tetap saja keluar dengan sendirinya.

“1 menit aja loe bangun bisa kan?”

“Yo Cuma 1 menit aja. Gue mau ngasih tau ke loe. “

“Gue mau ngasih tau kalau gue gak bisa tanpa . . . loe . . “Ify perlahan menaruh kepalanya diatas dada Rio. Memeluk pria ini. Ify menyenderkan kepalanya. Cukup lama Ify terdiam dan merasakan dingin dari tubuh Rio. Ify merasakan ada yang menganjal dikepalanya. Ify segera bangun dan melihat apa yang menganjal dikepalanya itu.

“cincinnya?”Ify tersenyum getir melihat sebuah kalung dengan gantungan cincin yang tidak asing baginya. Yah, itu adalah cincin yang diberikan Rio untuk Ify. Perlahan Ify melepaskan kalung tersebut dari leher Rio. Dengan perasaan yang sudah tak karuan Ify memakai lagi kalung tersebut ke lehernya.

“Ini milikku kan??Aku ambil lagi”ujar Ify seperti orang paling bodoh saat ini. Ify sulit mengekspresikan kesedihannya. Ia tidak tau harus bagaimana dan harus apa.

“Aku sedih tapi aku gak bisa berteriak. Aku capek Yo. Kamu beneran pergi Yo ??”

“Gak ada sedikit saja kata perpisahan buat gue Yo. “

“Yo .. .”air mata Ify kembali mengalir. Ify masih duduk disamping tubuh Rio sambil menatap wajah pucat tersebut.

“Gue pingin denger untuk terakhir kali aja loe bilang sayang ke gue”

“Bisa kan Yo ?? sekali aja Yo. Sekali aja “Tangisan Ify mulai menyeruak di kamar ini. Tangisan penuh kemirisan. Bahkan air mata Ify sudah membasahi kasur ini dan baju Ify sendiri.

“Setelah ini gue harus apa Yo ?”

“Kalau seperti ini? kenapa kita harus bertemu dari awal?”

“Kenapa ? kenapa tuhan ? Kenapa ?”suara Ify mulai melemas sendiri.

DRRRTTDRTTTTT DRRTTDDRTTTT

Ify merasakan ada bunyi ponsel bergetar. Ify sedikit terkejut. Ia mengecek ke ponselnya namun itu bukan ponselnya. Ify melihat ke arah meja belajar Alvin. Dan disana terdapat sebuah ponsel yang sangat Ify kenal. Yah, itu adalah ponsel Rio. Ponsel Rio saja bisa terselamatkan dan tidak ada lecet sedikit pun. Namun kenapa pemiliknya harus menjadi korban.
Ify berjalan menghampiri ponsel itu yang terus bergetar. Ify pun meraih ponsel tersebut dan melihat apa yang menyebabkan ponsel itu bergetar.

“Yo , , ,,”Ify membungkam mulutnya agar tangisannya tak terpecah. Ia mencengkram erat ponsel Rio. Dimana sebuah alarm dari ponsel rio berbunyi dan terdapat sebuah tulisan di layar itu.

“Happy Anniversary 3 years Mario & Alyssa. I Love You Alyssa. ”

“RRRRIOOOOOOOOOOOOOOO”kini Ify berhasil untuk berteriak sekeras mungkin. Sekeras-kerasnya yang ia bisa, Ify tidak kuat lagi. Ia meluapkan segala rasa hancurnya.

CKLLLEEEKKKKKK

Pintu kamar tersebut terbukakan. Diluar kamar tersebut berdiri banyak orang yang tentunya khawatir dengan Ify. Dan hanya Sivia dan Iqbal yang berani masuk kedalam untuk menghampiri Ify. Sivia tau akan kedatangan Ify dari Iqbal.

“Fy . . Fy . . “Sivia berlari menghampiri sahabatnya dan memeluk Ify seerat mungkin.

“Lepaasin Vi. Lepasin .”tangis Ify sejadi-jadinya. Iqbal semakin tak tega melihat sang kakak.

“Kak tenang ya. Kak jangan nangis kayak gini. “suruh Iqbal. Iqbal menatap kakaknya dengan wajah sendu. Namun Ify mencoba memberontak dari pelukan Sivia yang begitu erat sekali.

TIIIITTTTT

“Hallo Alyssa. Happy Anniversary 3 years for us “Baik Ify, Sivia dan Iqbal langsung terdiam. Ify tak sengaja memencet ponsel Rio dan tiba-tiba po nsel tersebut menayangkan sebuah video. Ify langsung melepaskan paksa pelukan Sivia. Ify segera melihat Video tersebut.

Didalam Video itu terdapat Rio yang hanya memakai kemeja putih. Rio membuat Video itu dikantornya sendiri . karena latar dari backround Video tersebut adalah kamar Ify. Wajah Rio terlihat pucat dan terlihat sekali bahwa Rio sudah tidak tdiur beberapa hari. Wajahnya cukup kacau.

“ Fy, padahal tinggal bentar aja kita pasti bisa merayakan anniversary hubungan kita yang ke 3 tahun. Tapi semuanya gak mungkin kan Fy ?. Gue gak nyangka gue bisa mencontai gadis seperti loe dan sampai selama ini. Loe tau ?? Loe itu nyebelin. Loe itu egois. Loe itu pemarah. Loe itu cewek paling cuek sedunia dan Loe . .. Satu-satunya wanita yang membuat gue hanya dapat mencintai loe. Loe wanita yang paling berharga di dunia ini setelah mama gue, nenek gue, nenek buyut gue, nenek neneknya nenek buyut gue. Nenenek nenek nenek nenek . .. “Terlihat Rio tertawa sebentar disana. Ify pun ikut sedikit menyunggingkan senyumnya walau diiringi dengan air matanya yang terus mengalir. Sivia dan Iqbal tak melihat Video tersebut namun cukup terdengar jelas bagaimana suara Rio. Jujur Sivia dan iqbal juga merindukkan suara tersebut.

“Loe lagi apa sekarang Fy di Prancis ??Gue ingin nyusul loe kesana. Tapi gue takut. Takut loe marah sama gue. Takut loe ngusir gue. . Fy gue kangen sama loe. Gue kangen saat kita bertengkar. Gue kangen loe ngatain gue. Gue kangen banget sama loe. Bisa gak kita kembali lagi ?? . Gak bisa ya ??. Yah gue tau emang gak akan bisa. “Ify mengigit bibirnya kuat-kuat. Ia tak peduli bibirnya berdarah atau bagaimana. Rasa sakit itu tidak terasakan. Karena rasa sakit di seluruh tubuhnya dan hatinya itulah yang ia rasakan saat ini.

“Gue Cuma iseng buat Video ini. Gue ingin ngirim ke ponsel loe tapi gue gak berani. Gue pengecut ya ?. Maaf.. Maaf. Maaf. Maaf dan maaf. Sejuta maaf Fy. Gue yang salah Fy. gue yang buat salah ke loe. Maaf walau pun maaf dari loe pasti susah kan?”Ify menggelengkan kepalanya . mencoba menjawab pertanyaan dari Rio tersebut.

“Udah yah. Gue juga gak tau Video ini mau dibuat apa. “

“I Love You Alyssa. Aku sayang Kamu”

Sivia dan Iqbal langsung memegangi tubuh Ify yang ingin ambruk. Iqbal meraih ponsel yang ada ditangan Ify itu. Wajah Ify sudah sangat kacau saat ini. Ify pun seperti ingin pingsan.

“Penyesalan kenapa ada di belakang ya? kenapa gak di depan aja”lirih Ify dengan tatapan kosongnya. Ify menatap ke arah tubuh Rio.

“ I Love Youu Too mario. Aku sayang kamu juga “

BRUUUUKKKKK

Sivia dan Iqbal dengan sigap menahan tubuh Ify. Gadis itu sudah tidak sadarkan diri. Mungkin fikiran Ify sudah terllau lelah. Dan Ify sendiri sudah cukup syok akan kejadian-kejadian di minggu-minggu ini yang membuatnya ingin setress.

“Yang diluar bantuuinn . . “teriak Sivia yang panik . Begitu juga dengan Iqbal tak kalah paniknya takut sang kakak kenapa-kenapa. Cakka pun masuk kedalam. Walaupun awalnya kaget. Namun Cakka dengan respon cepat membopong tubuh Ify. Dengan arahan Sivia, Cakka membawa tubuh Ify untuk ke kamar tamu di rumah Alvin.

Semuanya pun setuju tubuh Rio dimakamkan malam ini juga. Agar Rio bisa segera beristirahat dengan tenang. Walaupun Ify masih belum sadar mereka semua juga tidka ingin membuat gadis itu semakin terpukul lagi. Dan dengan seepat mungkin pemakaman itu dilaksanakan.

Hanya Ify, Iqbal, Sivia dan Alvin yang tidak mengikuti proses pemakaman tersebut. Alvin, Sivia dan Iqbal menunggu Ify yang belum sadar-sadar. Tubuh Alvin sudah cukup tenang. Alvin sendiri sudah memaksakan dirinya agar bisa menerima kenyataan ini. ‘

“Gimana kondisi kakak saya dok??”tanya Iqbal kepada dokter yang menangani Ify saat ini. Setelah cakka memasukkan Ify kedalam kamar. Dokter langsung menangani Ify. Gadis ini pun di infuse dan diberikan suntikan penenang seperti Alvin.

“Dia tidak apa-apa . Hanya sedikit kecapean dan syok. Dia perlu istirahat untuk sementara waktu agar kondisinya bisa pulih”jelas dokter tersebut dan membuat Iqbal serta lainnya bernafas legah.

“Ify pasti sangat terpukul. Gue gak bisa bayangin gimana perasaan Ify sekarang”lirih Sivia yang sangat kasihan dengan sahabatnya tersebut.

“Kak Ify sangat cinta sama Kak Rio. “timpal Iqbal dan membuat Alvin serta Sivia menatap Iqbal. Merasa tertarik de ngan pembicaraan Iqbal saat ini.

“Kak ify selalu terlihat cuek, Gak peduli dengan kak rio, Selalu bertengkar dengan kak Rio. Tapi disisi lain. Kak Ify sebenarnya sngat cinta dengan kak rio. Dia selalu merindukan kak rio. Tiap hari dirumah selalu bolak-balik ngecek hapenya berharap kak Rio mengirim pesan untuknya. Atau dia selalu duduk di ruang tamu. Berharap kak rio datang ke rumah “

“Kak Ify itu seperti topeng ya kan kak Vi??”Sivia menyunggingkan senyum seolah menerawang sesuatu, Sivia menatap tubuh Ify di atas kasur tersebut yang tertidur lelap/

“Iya. Dia selalu menunjukkan bahwa tak ada ada apa-apa dengan dirinya. Padahal itu semua sebaliknya. Dia sedang apa-apa. Dia selalu menyembunyikan rahasianya sendiri serapat-rapatnya. Dia tidak pernah ingin mencampuri urusan orang lain dan dia juga tidak ingin urusannya dicampuri orang lain . Itulah Ify “tambah Sivia yang sangat kenal dengan gadis itu.

“Setelah ini?? Apa yang akan terjadi dengan kak Ify?? Aku takut dia masih belum bisa nerima. “lirih Iqbal penuh kecemasan.

“Sstt. Ify anaknya kuat Bal. Loe percaya itu. Dia pasti akan bangkit. Ify gak mungkin nyerah gitu aja. Dia pasti bangkit “ujar Sivia sambil menepuk-nepuk bahu Iqbal.

“Yah dia sangat kuat. Tapi tidak untuk saat ini”

“Bal . . “Sivia menatap Iqbal sedikit tajam dan mencoba memberikan dukungan kepada adik ify satu-satunya ini.

“ Disamping Ify masih banyak yang akan nyupport dia. Akan bantu dia menghadapi semua. Loe jangan berfikir yang tidak-tidak. Loe kenal Ify kayak gimana kan?? Loe percaya kan Ify bukan tipikal gadis menyerah”

“I . . I .. ya ka”jawab Iqbal mencoba meyakinkan dirinya. Ia menyunggingkan senyumnya membalas senyuman Sivia yang terukir di bibir mungil gadis itu.

“Bukan Ify atau siapa saja yang kehilangan Rio, Gue juga dan banyak yang kehilangan Rio. Dia sangat baik dan dikenal sangat ramah walaupun terkadang sifat keras kepalanya membuat marah orang lain. Namun dia adalah salah satu orang baik di dunia ini”ujar Alvin membungkam kebisuannya dari tadi. Ucapan Alvin pun diangguki oleh sivia dan Iqbal.

“Gue gak nyangka Rio harus pergi secepat ini. “

Alvin, Sivia dan Iqbal langsung menoleh kea rah kasur, Dimana suara lirihan Ify yang mulai terdengar. Yah, Ify telah sadar dari ketidak sadarannya. Dengan wajah yang seidkit pucat Ify mencoba untuk bangun. Iqbal dan Sivia pun segera membantu gadis itu untuk berdiri.

“Fy loe istirahat dulu. Kondi . . “

“Gue mau keluar”

“Loe mau kemana kak? Tubuh loe masih lem.. “

“Gue Mau Keluar!!”tegas Ify melepaskan tangan Sivia dan Iqbal dari tubuhnya. Sivia dan Iqbal pun tak bisa apa-apa lagi. Ia membiarkan Ify mulai berjalan. Dimana Ify mengambil tas dan ponselnya serta ponsel Rio yang dilihatnya berada di samping ponselnya.

“Loe mau kemana kak?”tanya Iqbal sekali lagi dengan nada penuh kecemasan.

“Gue balik ke prancis “ujar Ify dengan nada yang dingin. Sivia, Alvin dan Iqbal tentu saja langsung kaget dengan ucapan Ify itu.

“Gue akan tinggal disana selamanya. . . “Ify membalikkan badanya perlahan. Ia menatap satu demi satu tiga sosok dihadapannya itu.

“Kalau kalian rindu gue kalian main aja kesana. “akhirnya seulas senyum tulus terpampang jelas di bibir Ify.

“Gue pasti rindu sama loe Vi. Loe jangan lupain gue Ya”ujar Ify dengan lembut. Sivia pun langsung berlari kearah Ify dan memeluk sahabatnya itu,

“Gue pasti kangen banget sama loe. Loe gak boleh lupa sama sahabat loe ini”

“gak akan dan gak pernah akan”

“Loe harus selalu pakai kalung yang gue berikan”

“Loe juga”

“Baik-baik disana. Jangan sedih lagi. Loe harus sabar ya fy. Loe harus bisa Nerima semuanya.”

“Iya”jawab Ify singkat. Tubuhnya memang masih terasa lemas. Sivia perlahan meleaskan pelukan Ify. Kini Ify berali menatap Alvin yang sama kacaunya dengan keadaanya saat ini. Ify menyunggingkan senyumnya kepada sosok itu.

“Kak Alvin. .”panggil Ify dengan senyum manisnya. Mendnegar panggilan Ify , sontak saja mata Alvin membelakaak dengan lebar. Bukan hanya Alvin saja yang kaget. Sivia dan iqbal juga begitu terkejut.

“Gu . gu . .gue gak salah denger kan??”tanya Alvin memastikan. Ify terkekeh pelan.

“Enggak”jawab Ify masih menyunggingkan senyumnya.

“Thanks for everthing. Gue nitip Sivia ke loe. Jaga dia baik-baik. Dan gue pasti akan rindu sama orang autis kayak loe”jujur Ify dan membuat Alvin yang awalnya mengembangkan senyum bahagia menjadi senyum kecut.

“Sama-sama Fy. sama-sama. Kita kan sama-sama autis yak”jawab Alvin dengan nada tak enak. Ify terkekeh kembali. Sedangkan Sivia dan Iqbal sudah ketawa-ketiwi gak jelas. Perlahan ify mendekati Alvin. Dan langsung memeluk sosok pria itu. Pria yang baru ia sadari begitu baik kepadanya. Dan ikut andil dalam hubungannya dan juga Rio.

“Maaf kak kalau selama ini Ify ada salah”

“Hey apaan sih bilang seperti itu . . “balas Alvin dan membeluk gadis itu dengan lembut. Perlahan Alvin dapat merasakan bahwa tubuh gadis ini bergetar. Yah, Alvin tau gadis ini memeluknya untuk mendapatkan ketenangan. Tentu saja gadis ini belum bisa menerima sepenuhnya bahwa orang yang sangat ia cintai sudah tiada di dunia ini.

“Jangan nangis .. “lirih Alvin dengan lembut. Mendnegar ucapan Alvin bukan membuat Ify terdiam malah semakin menangis. Kata-kata Alvin itu sangat sering Rio ucapkan untuknya. Ify merasa merindukan kembali akan sosok itu.

“Gue cenggeng banget sih. “

“Rio akan tenang disana. Dan loe harus yakin dia akan sellau di hati loe. Dihati kita semua”

“Gimana kalau gue rindu dia Kak??”tanya Ify seolah menanyakan sebuah kenyataan yang ia rasakan sekarang.
“Loe telfon gue. Loe cerita sama gue bagaimana kerinduan loe sama pria bodoh itu. Gue akan sampaikan ke dia kalau gadis cantik ini rindu dengan dia “Ify terkekeh lagi dalam isakannya. Alvin memang selalu bisa membuatnya tersenyum walau terkadang menjengkelkan.

“Akhirnya loe ngakuin kalau geu cantik”ujar ify sambil meleapaskan pelukannya dari Alvin. Ify menghapus bercak air matanya. Sedangkan Alvin menatapnya dengan tatapan penuh penyesalan.

“Yang namanya gadis setan bin biadap pasti tetap biadap kayak gini. “ujar Alvin kesal sambil menunjuk Ify yang tertawa sendiri tanpa dosanya.

“Sekali lagi makasih”ujar Ify dan diangguki oleh Alvin. Kali ini Ify menatap ke arah Iqbal yang sudah mengangguk-angguk tak jelas kepadanya.

“Tanpa loe ucap apapun gue tau kok kak. Gue yang harusnya berterima kasih ke loe. Dan gue mau loe jangan sedih lagi. Loe harus semangat. Kayak gue nih”

“Iya iya”balas Ify dengan anggukan. Ify lantas melambaikan tangannya kepada tiga sosok ini.

“Gue balik dulu. Salam buat semuanya. Bye”Ify pun beranjak dari rumah Alvin. Ify tak mau lagi berlama-lama disini.
*****
Sebelum kembali ke bandara. Ify kembali kerumahnya dulu. Ia meminta kepada pembantunya agar memasukkan semua barang-barangnya yang ada di rumahnya untuk di masukkan kedalam mobil. Ify ingin membawa semua barang-barangnya kesana. Ia sudah benar-benar bertekat untuk pindah ke Prancis. Meninggalkan semua masa lalunya di Indonesia.

Ify menatap ke arah jendela kamarnya. Melihat ke luar. Dimana yang terlihat adalah rumah Rio yang sudah rubuh dan sudah hancur akibat kejadian kebakaran beberapa minggu yang lalu. Ify merengkuh tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya.

“Kenapa rasaya sakit gini? Gue gak bisa ketemu sama loe lagi Yo? Sekali aja apa gak bisa???”Ify mengigit kuku ajrinya. Demi apapun ia merasa sangat rindu sekali dengan sosok itu. Sangat dan sangat merindukkanya.

TOOKKTOKK

“Masuk”balas Ify mendengar pintu kamarnya yang diketok oleh supirnya mungkin, dan benar saja seorang laki-laki paruh baya menampakkan wujudnya dari pintu tersebut.

“Non sudah semua. Kue yang non pesan juga sudah dibelikan”Ify menghelakan nafasnya. Ia menganggukan kepalanya kepada supirnya itu.

“Kita berangkat sekarang pak”lanjut Ify. Ia mengambil tasnya lantas beranjak dari kamarnya yang sudah terasa kosong itu. Ify berjalan dengan perasaan yang tak dapat ia gambarkan kembali. Hancur itulah yang pasti ia rasakan sekarang.

*****
Perjalanan didalam mobil

“Pak kita ke gedung selam bentar ya “ujar Ify dan dituruti oleh sang supir. Selama perjalanan Ify hanya menatap ke arah jendela. Menerawang semuanya. Semua masa lalunya dengan seorang Mario.

15 menit kemudian Ify telah sampai di gedung selam. Ify turun dari mobilnya dengan membawa sekotak kue. Ify berjalan kedalam stadion itu. Tentu saja gedung tersebut adalah saksi bisu dimana hubugan Ify dan Rio dimulai. Dan juga dimana Rio melamar Ify.

Ify terus berjalan menuju ruang utama. Perlahan Ify membuka pintu tersebut. Dan segera masuk kedalamnya. Meskipun haru semakin malam dan ruangan ini begitu sunyi namun bagi Ify rasanya semuanya terasa hampah.

“Mm m . . “gumam Ify pelan. Ia duduk di sebuah bangku dimama bangku tersebut adalah bangku yang diduduki ia dan rio setelah Rio melamarnya. Ify menaruh kuenya di samping tempatnya ia duduk. Ify menatap kosong ke arah kolam didepannya.

“Gue kangen sama Tuan Mario”lirih Ify menahan tubuhynya yang bergatar. Sedetik kemudian Ify menoleh ke arah kue yang ia bawah. Ia lantas mengambil lilin di tasnya yang bertuliskan angka 3. Lalu menancapkan di atas kue tersebut. Dan segera menyalakan lilin yang ada di lilin itu.

Dengan perasaan yang sakit, perasaan kegetiran. Dan menyalanya lilin itu. Perlahan gadis ini menyanyikan sebuah lagu entah kepada siapa.

“Happy anniversary to Us. Happy anniversary to us. Hap . . . “Air mata Ify sudah berjatuh begitu saja. Satu persatu menetes dengan sendirinya. Dada ify pun terasa sangat sesak.

“Happy Anniversary to Mario and Alyssa”Tangisan Gadis ini pun terpecahkan seketika itu. Ify menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Menangis dan terus menangis. Suara tangisan Ify pun semakin meninggi.

“Gue harap loe ada disini saat ini “

~FUUHHH~

Ify meniup lilin tersebut. Dan seolah ada sosok bayangan pria yang berada di samping Ify dan ikut meniup lilin tersebut. Pria tersebut nampak bercahaya dan tersenyum di sampping Ify. Pria itu perlahan menyentuh pipi gadis yang ada di depannya. Tatapan kosong dan tatapan kemirisan menyeruak di wajahnya saat ini.

“Tuhan? Bisakah waktu diulang lagi ? Kalau bisa aku ingin dia ada disampingku sekarang”lirih Ify benar-benar penuh memohon. Ify merasakan pipinya ada yang menyentuh. Entah kenapa sosok Rio seperti ada disekitarnya saat ini.

“Rio . Rio. Rio. .”Ify merasakan dan memang sangat merasakann Rio ada disampingnya. Ify mengedarkan pandangannya ke seisi rungan ini namun kenyataan yang ada tak ada siapapun di ruangan ini hanya aja dirinya saja.

Ify kembali terdiam. Ia memandangi semua yang ada diruangan ini. Dan bayangan semua bayangan dimana dia dan rio bersama di tempat ini begitu tergambar jelas di depan matanya. Dengan tatapan kosong Ify mengingat akan kejadian itu.

“Loe mau nikah sama gue ??”

“WHAT ?? NIKAH ???”

“LOE MASIH WARAS KAN ??”

“Loe gak mau nikah sama gue ?”

“enggak lah. Gue masih SMA kali. Ogah gue nikah.”

“Gue taulah. Maksud gue nikahnya nanti kalau loe udah lulus kuliah. “

“’tetep ogah gue nikah sama loe”

“Kenapa ??”

“Siapa tau aja nanti di kuliah gue naksir orang lebih cakep dari loe. Lebih baik dari pada loe. Lebih peka dikir dari pada loe. “

“Jadi loe nolak gue ??”

“Iyalah.”

“Beneran loe nolak gue Fy? Loe gak mau nikah sama gue ??”

“Gue mau nikah sama loe yo. Sekarang pun gue mau”lirih Ify dengan sebuah senyum kemirisan yang terlihat di bibir mungilnya saat ini.

“Gue boleh nyium loe??”

“Nyium apaan ??”

“Boleh gak ?”

“Hmm. “

“beneran ??”

“Hmm . .”

“Kalau gue nyiumnya lama gak apa-apa??”

“Hmm “

“1 menit ??”

“ 5 menit ??”

“1 jam ??”

“1 hari ??”

“I menit? 5 menit ? i jam? 1 hari ? dan selamanya gue ingin loe tetap di sisi gue” Ify lantas berdiri dari tempat duduknya. Menghelakan nafas beratnya. Ia menatap tempat ini dengan perasaan kerinduan.

“I Love You Mario”lanjut Ify. Setelah itu ia menyelempengkan tasnya dan segera beranjak dari sana. Meninggalkan kue dengan lilin 3 tahun itu. Tanpa Ify sadari lilin tersebut menyala kembali. Entah siapa yang membuat lilin itu menyala. Namun sesosok pria itu tersenyum dengan miris menatap kepergian gadis tersebut. Mungkin bukan hanya gadis ini yang menderita. Tapi Pria itu pun sama menderitanya. Siapa lagi jika bukan “Rio”
jujur aku tak sanggup,

aku tak bisaaku tak mampu

dan aku tertatih

semua yang pernah kita lewati

tak mungkin dapat ku dustai

meskipun harus tertatih

*****
Ruang Rahasia Agency Killers (A.K)

Tempat yang cukup besar namun begitu menyeramkan. Tempat ini dipenuhi dengan pistol-pistol dan berbagai macam peralatan pembunuh. Mulai dari Bom dan lain-lainnya. Terlihat di suatu ruangan. Dimana ke 5 orang dengan pawakan yang sangar menatap ke arah televisi yang ada di depan layar tersebut.

“Bagaimana?? Benar yang meninggal Mario ??”tanya seorang dengan wajah paling menyeramkan namun penuh wibawa.

“Iya Boss. Mario yang benar-benar meninggal. “

“Kamu sudah mengeceknya dengan benar?? Hasil otopsi?? Darah?? Semuanya menunjukkan dia mario haling ??”

“Iya boss. Yang meninggal benar-benar mario haling”

“Lalu?? Stev? Dia dimana?? Bukankah saat itu stev bersama dia ?”

“Iya Boss. Selama ini kami selalu memantau Stev, dan memang benar saat itu Mario akhirnya mengajak stev keluar dari sana. Dan tidak ada yang tau bahwa di dalam mobil itu adalah Stev”

“JADI DIMANA STEV SEKARANG ??”bentak lelaki tersebut membuat ke 4 orang lainnya terkejut.

“Kita butuh dia sekarang ini!!! bertahun-tahun aku menunggu pria itu keluar dari persembunyiannya. Dan bertahun-tahun kita tidak bisa berbuat apa-apa !!”pria tersebut masih menatap layar televisi yang menampilkan video tentang kecelakaan Rio. Pria itu menatap layar dengan tatapan tajam dan mengerikan.

“PAUSE videonya . back sedikit”ujar lelaki itu kepada anak buahnya. Dan sang anak buah pun menuruti saja.

“Besarkan layarnya. Besarkan .!!!”suruh lelaki itu. Ia mulai berdiri dari tempat duduknya dan mendekati ke layar televisinya.

Dimana disana ada banyak polisi yang sedang mengidentivikasi mobil Rio yang sudah hancur tersebut. Dan cukup jauh dari mobil itu dan polisi-polisi tersebut berada. Terlihat sebuah tangan melambai-lambai dan seseorang seperti meminta bantuan.

“itu dia Stev !! Kita harus kesana sekarang!! Dia mungkin masih hidup!!”ujar lelaki tersebut. Dan segera mengambil jubah hitamnya. Dan beranjak bersama anak buah lainnya dari markas tersebut, Mereka sepertinya mencoba mengincar sesuatu yang entah itu apa. Mungkin hanya merekalah yang tau.

*****
Apartemen Gabriel

Kedua orang ini nampaknya begitu sangat gembira akan kesuksesan rencana mereka. Mereka berduduk di sofa sambil berteriak-teriak penuh kegembiraan.

“Akhirnyaa kita berhasil Cakk. Hahaha thanks buat bantuan loe hahaha”tawa Gabriel dsambil menyeruput minumannya. Cakka mengangguk-angguk.

“Yoi. Gue gitu. Dan lebih bagusnya lagi. Semua orang percaya bahwa Rio menyerahkan perusahaanya ke gue. Yah walaupun masih dalam status di titipkan bukan di berikan secara sah”jelas Cakka membuat gabriel menatapnya

“tenang aja. Gue akan bantuin loe untuk memiliki penuh perusahaan haling itu. Hahahahaha”

“Beneran Iel???”

“Iya dong. Dan loe juga harus bantuin gue untuk ngerebut perusahaan FREDMOON hahahhaa”

“Okelah gue bantu. Walaupun pasti susah “

“Tidak akan susah jika sang pemilik sudah berada di tangan gue”

“Maksud loe??”tanya Cakka dengan wajah binggungnya.

“Gue akan mendekati sang pewaris utama dari Perusahaan itu”

“Siapa? Ify ??”

“Tentu saja. Gue akan menjadi seorang pahlawan yang ada saat dia lagi sedih. Lalu gue akan buat dia jatuh cinta sama gue. Dan gue rebut semua ahli perusahaan dia hahahahahaha”

“Hahahahha ide bagus tuh Gab. Hahaha gue setuju banget “

“Dia hanyalah gadis bodoh yang bisa gue mainkan. Loe tenang aja Cakk.”

“Oh ya. Loe masih suka sama Shilla??”tanya Cakka mencoba mengalihkan topik. Gabriel yang mendengarkan itu langsung tersedak sendiri.

“Masihlah . “jawab gabriel dengan jujurnya. Dia memang benar-benar mencintai sosok Shilla. Walaupun demi melancarkan renacanya dia harus mengorbankan cintanya.

“Gue akan bantuin loe buat kembali dengan adik gue “

“Gak sekarang cakk. . “

“Kenapa ?”

“Gue harus dapetin Ify dulu”

“baiklah . Baiklaah . . . “

“Tapi Alvin gimana gab ??”tanya Cakka. Inilah yang menjadi masalah bagi Cakka. Gabriel pun nampaknya berfikir kritis.

“Dia pasti percaya sama loe Cakk. Loe buat aja memang benar Rio menyerahkan semua pekerjaanya kepada loe. “

“Begitukah /?”

“Yah. Loe kan pinter banget tuh bersandiwara. Satu kali dayung. 2 3 pulau terlampaui hahahahahaha”

“hahahahahaha bagus tuh ide loe gab. Okelah gue akan jalankan semua renacana loe. “

“Maaf. Apakah saya bisa bergabung dengan anda berdua ???”

Mata Gabriel dan Cakka langsung membelakak melihat sesosok gadis yang berdiri di ambang pintu saat ini. bahkan kedua pria ini tidak menyadari akan kehadiran gadis tersebut. Cakka dan gabriel hanya bisa terpaku mematung. Pastinya mereka berdua sangatlah kaget .

“Bagaimana?? Apakah boleh??”

Bersambung . .

Nah ini part 63.nya. Buat kalian deh hadiah hadiah hahaha. Jangan galau yaa kalian semuaaa. Tolong yaa jangan galau hahaha. Satu lagi. Pliss yah yaahhh jangan bully saya yaak kasihanilah saya wkwkwkwk. Pokoknya tetap wajib baca DELOV YAA !! yang penasaran SABAR YAAA :* . Like dan Commentnya ditunggu selalu!! Jangan jadi readers pasiff yaa makasih ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s