DEVIL ENLOVQER – 67 ~ Seriously ?~

Ini part 67 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa.. Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow HYO yaa . . Maaf harus nunggu DELOV lama.. Minta doanya ya supaya hasil unasku bisa lulus 100% amin amin . Makasih all. Follow >> @luckvy_s😀 .
Minta bantuan LIKE FP DELOV YA “ m.facebook.com/DevilEnlovqer?ref=stream&refid=17&_ft_=fbid.526136394072619
“ Yang suka baca DELOV dan pembaca setia DELOV wajib LIKE FP ini. Jangan lupa Like Comment delov yaa selalu ditunggu😀 .

DEVIL ENLOVQER – 67
~ Seriously ?~

Malam ini Ify merasa suntuk di rumah. Musim ini ia mendapatkan libur 3 bulan setelah menjalani ujian akhir di Universitasnya. Dan membuat Ify sedikit bosan dengan liburan kali ini. Kepala Ify sudah hampir pecah. Dari 3 hari yang lalu setelah kejadian kekacauan ulang tahunnya dan dia diculik orang dengan tak jelas. Ify terus terbayang akan wajah Pria itu.

“ASSGHHH”teriak Ify frustasi. Ia melemparkan bantal dan guling di kasurnya sembarangan. Ify melihat ke jam dinding kamarnya. Jam menunjukkan pukul 10 malam. Ify terdiam sejenak.

“Aissh. I dont care”cerca Ify. Ia bangun dari tempat tidurnya. Dengan gerakan cepat Ify mengganti bajunya yang awalnya sudah memakai baju tidur. Ia ganti dengan sebuah dress selutut. Ify langsung mengambil kunci mobil, ponsel dan dompetnya. Setelah itu gadis ini keluar dari kamarnya.

Ify tak peduli dengan apapun. Fikirannya sangat kacau. Sang papa pun masih berada di Jepang untuk mengurusi suatu proyek. Setidaknya Ify bisa bebas kali ini. Ia berjalan menuju keluar rumah. Para pembantunya hanya diam tak berani bertanya apapun. Karena raut wajah Ify sudah sangat menyeramkan. Bi Inah sendiri pun hanya diam saja.

“Follow her (ikuti dia) !!”suruh Bi ina kepada salah satu bodygard dirumah itu. Bi Ina memang cukup cemas. Karena sedari kemarin Ify tak mau makan dan hanya berdiam di kamar saja.

Ify masuk kedalam mobilnya yang berwana hitam. Sebuah mobil Porsche Carrera keluaran terbaru dan selalu menemani Ify kemanapun selama di negara ini. Dan Ify begitu sayang sekali dengan mobilnya ini.

“Oh my God !!”desis Ify merasa kepalanya semakin pusing. Ia membuka salah satu tombol hitam di mobilnya dan membuat atap pada mobilnya terbuka semua. Ify langsung mematikan AC.nya. Angin malam pun menerpa gadis ino. Rambut Ify yang memang sengaja ia gurai terlihat berkibaran mengikuti angin. Ify mengambil kaca mata coklatnya dan memakainya untuk melindungi matanya.

“Come On Alyssa . . “

20 menit kemudian Ify memarkirkan mobilnya di sebuah bar atau yang baisa disebut diskotik. Tempat ini lumayan besar. Dan banyak orang yang dari tadi berkeliaran disini. Dan ini adalah untuk kedua kalinya Ify ketempat ini. Entah setan apa yang merasuki gadis ini ketempat ini.

Banyak pasang mata yang menatap gadis ini. Tentu saja wajah Ify yang kental akan wajah orang Indonesia membuat orang-orang disekitarnya sedikit heran. Gadis ini pun memiliki paras yang cantik. Ify tak peduli dengan orang disekitarnya. Ia terus berjalan dan memasuki tempat yang “wow” .

Suara di ruangan ini begitu bising dengan musik dari Dj. Dan banyak juga wanita gadis pria laki-laki menari atau bisa diakatakan dengan kata (dugem). Ify memilih untuk duduk disebuah kursi dan berhadapan langsung dengan pelayan bar itu.

“malbec un verre (malbec satu gelas)” ujar Ify yang cukup fasih dengan bahasa prancisnya. Ify memesan sebuah anggur merah. Ify menatap ke sekitarnya yang cukup riuh membuatnya sedikit tambah pusing.

“s’il vous plaît (silahkan)”ujar pelayan tersebut dan memberikan segelas anggur merah (wine) kepada Ify. Ify mengangguk dan menerimanya. Ify segera meneguk anggur merah tersebut perlahan. Baru ia meminum satu tegukan sensasi aneh terasa di mulutnya. Karena Ify memang tak pernah meminum minuman seperti ini. Namun Ify terus meminumnya sampai habis. Lama-kelamaan ia cukup terasa dengan minuman ini dan memilih untuk memesan lagi.

****
Prancis, Apartemen Mr.Lay

Mr.Lay memanggil roy dan Stev ke ruang kerjanya. Disana kedua lelaki ini diberikan sebuah foto wajah orang yang harus mereka habisi malam ini.

“Siapa dia?”tanya Stev kepada Mr.Lay.

“Seorang pembunuh bayaran tak tau aturan. Bunuh dia sekarang dan tanpa jejak. “

“Biasanya malam seperti ini dia berada di Diskotik Lavesa. Kalian berdua kesana sekarang”ujar Mr.Lay memberikan perintah. Stev dan roy mengangguk. Roy mengambil foto tersebut setelah itu mereka berdua keluar dari ruang kerja Mr.Lay dan segera beranjak dari apartemen tersebut.

Stev menyetir mobil sportnya, sedangkan Roy sibuk menyiapkan pistol untuk mereka berdua dan menentukkan bagaimana mereka menghabisi “target” mereka itu. Stev melihat ke arah Roy yang nampaknya cukup sibuk.

“Dari jauh langsung aja”

“Setelah itu langsung cabut ?”

“yah”

“Oke gue ngikut aja”

“Pakai peluru jarum”suruh Stev saat melihat Roy yang mulai memasukkan peluru kedalam pistol yang ia pegang.

“why?:”

“Udah nurut aja”

“Okelah”

20 menit mereka pun sampai di tempat tersebut. Stev sedikit risih dengan tempat seperti ini karena menurutnya terlalu ramai. Roy menepuk bahu Stev, karena Roy cukup hafal dengan ekspresi wajah Stev saat ini.

Wanita yang melewati Stev seolah terpana dengan ketampanan pria ini. Stev memakai kaos putih dengan lengan sebahu. Dan lehernya yang sedikit terlihat dadanya. Kaos yang dipakai Stev cukupla ketat sehingga terlihat bentuk tubuhnya yang sangat atletic. Tato Stev pun terlihat jelas di tangan kananya bertuliskan sebuah tato lumayan besar dengan tuliskan ReiHs dengan model yang cukup menawan.

“Gue bukan tebar pesona tapi pesona gue yang sedikit menyebar-nyebar”ujar Stev tepatnya kepada Roy. Membuat roy hanya bergidik ngeri. Stev memasukkan pistolnya kedalam saku celananya begitu juga dengan Roy. Mereka dengan tenang masuk kedalam. Mereka mencari keberadaan pria tersebut.

“Aisshh. Orang-orang ini hanya bisa hura-hura gak jelas”gumam Stev. Ia terus berjalan melewati banyak orang. Stev pisah dengan Roy agar cepat menemukan target mereka. M

Setelah hampi 10 menit mencari akhirnya Roy menemukan target mereka. Dimana target mereka (orang itu) sedang asik minum alkohol dengan ditemani 3 gadis cantik. Roy memberi kode kepada Stev yang tak jauh darinya. Stev hanya geleng-geleng dengan wajah sinis menatap pria tersebut.

“Tuhan memang baik kepadamu. Berterima kasihlah kepada tuhan karena Tuhan menyuruhku membunuhmu sekarang. Agar kamu tidak banyak dosa lagi. Amin”setelah berdakwah tak jelas lebih tepatnya berbicara kepada dirinya sendiri. Stev mengeluarkan pistol kecilnya secara diam-diam. Dan dengan gerakan cepat Stev menembak dari bawah.

Tanpa membunyikan suara apapun, peluru jarum tersebut tepat pada sasaran. Terget laki-laki itu pun langsung kejang seketika itu juga. Roy tersenyum kemenangan. Sedangkan Stev segera memilih keluar dari tempat neraka ini. Meskipun Ia bukan pria baik-baik namun Ia tidaklah suka minum-minum seperti alkohol. Bahkan ia sendiri begitu pantang untuk merokok.
*****

Gadis ini terlihat sudah mabuk berat. Ia sudah menghabiskan 10 gelas anggur merah. Kesadarannya sudah tak terkendali. Ia memegang kepalanya yang terasa sangat berat.
Ify memilih untuk menyudahi. Ia mencoba untuk berdiri dengan sempoyongan. Ify merasa tubuhnya terasa melayang-layang. Ify melihat semuanya yang ada didepannya berputar-putar tak jelas.

“HE DIED !! HE DIED !! HE DIED !!”teriakan seorang wanita yang begitu keras dari kursi pojok sana membuat semua orang terkejut dan berlarian untuk melihat ada apa disana. Ify tak peduli dengan teriakan-teriakan dan keramaian tersebut. Ia tetap berjalan untuk menuju keluar dari tempat ini.

“Aisshh. . “rintih Ify merasa kepalanya semakin pusing. Bahkan perutnya mulai tak enak.

Semakin banyak orang yang masuk untuk mengetahui kejadian didalam. Membuat Ify terdesak-desak untuk keluar.

“AAWWWW”teriak Ify sangat keras. Ketika ia merasa tubuhnya terdorong kasar oleh orang-orang yang berlarian kedalam. Sedangkan dirinya melawan arus untuk keluar dari tempat tersebut. Namun Ify yakin bukan hanya saja yang berteriak. Namun ada suara seorang pria terdengar jelas di telingannya.

Ify merasa tubuhnya menghantam seseorang, ia segera mendongakkan kepalanya melihat orang yang saat ini ia masih ia jepit dengan tubuhnya. Sedangkan orang tersebut meringis kesakitan terjepit tembok dan tubuh Ify.

“YOU!!!”teriak Cowok tersebut dengan suara tak cukup keras namun tajam. Ia melihat Ify seolah dengan tatapan risih.

“Ri . . o . . .”

BRRUUKKKK

“ya ya yakk yakk. Jangan pingsan disini. Haduuhhh”binggung pria tersebut yang tak lain adalah Stev. Karena tubuh Ify tiba-tiba saja ambruk di dadanya.

“STEV GO !!”teriak Roy yang tak jauh dari Stev berdiri dan kebingungan untuk berbuat apa.

“Just a minute!!”teriak Stev. Dan setan apa yang merasuki pria ini. Dia langsung membopong tubuh Ify dan berlari menjauhi diskotik itu.

Roy masuk kedalam mobil dan bersiap menyalakan mobil. Namun matanya langsung kaget melihat Stev mendudukan Ify ke kursi disebalah Roy. Roy menatap Stev penuh tanya tanya.

“Loe beneran suka sama cewek ini??”

“Dan loe gak tolol kan? Ini mobil loe hanya muat 2 orang.”

“Haaisshh. Diem lu. Cari mobil ini dan segera pulang. “ujar Stev melemparkan kunci mobil Ify. Roy menangkap kunci tersebut dengan masih binggung.

“Udah sana keluar. “usir Stev yang sudah berada di samping Roy. Mau tak mau Roy menurut saja. Toh memang dia harus menuruti apa kata Stev.

Stev masuk kedalam mobilnya. Dan segera menyalakan mobilnya, Entah mengapa dia membawa gadis ini. padahal selama ini dia tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Stev menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hari hampir semakin malam. Jalan pun lumayan sudah sepi.

“ Ri . o . . .”

“Ri . . o . . “

“Ri . .o . . “Stev melirik kearah Ify yang terus mengigau. Stev punmembelokkan mobilnya ke kiri dan ia langsung memberhentikkan mobilnya di pinggi trotoar. Dimana ia memberhentikkan mobilnya di jembatan. Dan terlihat jelas di sisi kiri jalan sungai panjang dan luas mengalir begitu indah.

Stev menatap gadis ini penuh heran. Ia menatap lekat-lekat wajah gadis ini yang menggerakan kepalanya dengan mimik wajah penuh ketakutan dan kecemasan.

“Aku kangen sama kamu Yo . . “

“Ri . .o . . “Stev nampaknya terkejut karena Ify menjatuhkan air matanya walaupun keadannya masih tak sadar.

“Ri . .o . . “Stev menggerakan tangannya menuju ke pipi Ify. Dengan sedikit ragu Stev menghapus air mata Ify yang terus mengalir.

HUEEEEEEEEEKKKK

Stev bukan kaget lagi namun Syok bukan main. Ia melihat Ify yang tiba-tiba bangun dan langsung muntah begitu banyaknya. Dan muntahan Ify jelas sekali mengenai mobilnya yang sangat ia cintai ini.

“ OH”

“MY “

“GOD!!!”teriak Stev penuh amarah. Ia mecengkram kedua tangannya menahan semua emosinya yang langsung keluar begitu saja.

“Assh . . “ringis Ify memegangi kepalanya yang sakit, Ify mencoba mengontrol kesadarannya. Ia sedikit binggung karena tak tau ada dimana.

“Aku dimana?”Ify menolehkan wajahnya dan melihat Stev yang menatapnya begitu tajam.

“Ri . ..o . . “

“GUE BUKAN RIO !!!! DAN SEKARANG LOE KELUAR DARI MOBIL GUE !!!”bentak Stev begitu kencang membuat Ify memejamkan matanya karena kaget.

“Gue kok bisa disini? Dan loe . .”

“GAK USAH BANYAK TANYA!! KELUAR LOE SEKARANG!!!”

“Gue masih pusing. Mobil gue dimana ? . aawwww”

TIIITTTTTT JREEEKKK

Stev memencet salah sau tombol dan membuat atap mobil sportnya ini terbuka . Wajah Stev masih dipenuhi amarah yang tinggi. Ia mengambil kunci mobilnya.

SREEEEEKKK

“Loe cucui mobil ini sampai bersih. Setelah itu gue akan kembaliin mobil gue!!”Stev tak tanggung-tanggung melemparkan kunci mobilnya demgan kasar kea rah Ify. Dan kunci tersebut mengenai wajah Ify membuat gadis ini sedikit meringis kesakitan.

“Besok sore mobil gue harus udah bersih. Temui gue di disini jam 5 sore! Telat semenit mobil loe dan nyawa loe gue habisin. Ngerti!!”Ify hanya mengerjapkan matanya dengan tatapan entahlah . Ify melihat saja Stev yang keluar dari mobil dan menyetop sebuah Taxi yang lewat disana. Ify memegangi kepalanya yang terasa pusing sekali.

Ify mengambil ponsel disamping tempat duduknya. Ia mencoba menelfon orang rumah untuk menjemputnya sekarang. Karena kondisinya saat ini tak mungkin untuk menyetir mobil.

“Pick me Now!”

“Oke”

Ifu menutup sambungannya. Ia menyenderkan kepalanya di kursi mobil. Ia mencoba mengontrol kesadarannya. Dan sebenarnya apa yang telah ia lakukan tadi. Semuanya terasa membingungankan. Apalagi dia bisa bertemu lagi dengan orang tersebut dan harus berurusan kembali.

*****

Stev masuk kedalam apartemen dengan masih penuh emosi. Dilihatnya Mr.Lay dan Roy menunggunya di ruang tamu. Stev menatap kedua orang ini dengan tatapan yang tambah kesal.

“Ngapain loe berdua natap gue kayak gitu? Hah?”kesal Stev dan membuat kedua orang didepannya ini segera mengalihkan pandangan kemanapun. Wajah Stev benar-benar seperti singa yang kesurupan harimau (?).

“Dimana cewek itu?”tanya Mr.Lay membuat Stev langsung menatap Roy dengan tatapan “loe cerita apa ke Boss? “

“Udah pulang kali”

“Mobil loe?”kini giliran Roy ikut-ikutan menyelidik

“Katanya kamu punya pacar? Dia pacar kamu?”

“loe pulang naik apa?”stev menghembuskan nafas beratnya sebentar. Setelah itu menatap ke dua orang ini kembali. Dengan tatapan yang lebih tajam.

“Loe berdua udah ganti prfesi jadi polisi?hah?”

“Gue kasih tau ya sama loe berdua. Gue gak ingin pacaran dan punya cewek. Ngerti!!”penegasan Stev itu langsung membuat Mr.Lay dan Roy saling bertatapan dan menelan ludah masing-masing secara dalam. Bahkan tatapan mereka yaitu tatapan penuh tanda tanya (???????). Stev menepuk jidatnya merasa gemes dengan dua orang didepannya tersebut.

“Gue masih normal. Gue gak nafsu sama kalian berdua. “seketika itu baik Mr.Lay dan Roy secara bersamaan menghembuskan nafas kelegaan.

“Mana kunci mobil cewek itu?”

“Ada dikamar loe”jawab Roy sambil menunjuk kamar Stev menggunakan jari telunjuknya.

“Dia cewek kamu beneran? “

“Bukanlah. Lagian Cuma buat ngusir anak loe biar gak ngusik gue”

“Eh. . dari tadi siang gue gak kedengeran suara si ChanChan?”tanya Stev merasa ada yang aneh juga di apartemen ini.

“Ceritanya loe kangen sama Alyn?”goda Roy sambil menaik turunkan alisnya.

“Idiih. Ogah. Sama bapaknya aja gue mikir dulu apalagi sama anaknya. Haduuh amit-amit”ujar Stev penuh penakanan dan langsung berlalu begitu saja menuju kamarnya. Roy melirik ke arah mr.lay yang sudah menatap kepergian Stev dengan tatapan tak enak.

“Sepertinya saua sudah mengantuk. . “Roy perlahan berdiri dari kursinya.

“Malam Boss . “dengan langkah seribu Roy segera berjalan menuju kamarnya. Ia tak mau jadi pelmpiasan kemarahan Mr.Lay akibat sikap Stev yang selalu seenaknya.

*****
Indonesia, Apartemen Gabriel.
23.00 WIB

Setelah 2 bulan berada di Jepang. Akhirnya Gabriel kembali lagi ke Indonesia. Dan kali ini ia sedang membicarakan masalah proyek pembangunan perusahaan baru yang akan dia bangun dengan Cakka dan Agni.
Ketiga orang ini pun sedang rapat dengan serius. Cakka dan gabriel mendengarkan dengan seksama penjelasan Agni mengenai proyek perusahaan yang sudah berjalan setengahnya.

“Sepertinya pembangunan perusahaan ini harus membutuhkan kesabaran. Karena kita harus berhati-hati dengan pemilik saham yang sudah kenal sekali dengan Rio dulu”jelas Agni dan dianggukui setuju oleh Gabriel dan Cakka.

“Oke gue ngerti. Thanks Ag loe udah bersusah payah membantu kita”ujar Gabriel menutup Mapnya dan menandatangani sebuah kertas berisikan kontrak pembangunan tersebut.

“Sama-sama Pak. Ini sudah tugas saya . Dan maaf jika ada yang kurang dari apa yang saya kerjakan”jawab Agni dengan sopan sekali. Membuat Cakka berdecak kagum akan kepandaian dan kesopanan gadis ini.

“Kerja kamu sudah mendekati sempurna”

“Terima kasih Pak:”

“Besok saya akan ada rapat di Thailand. Kamu harus ikut Ag”

“Hah ? Saya?”kaget Agni, karena dirinya adalah sekertaris Cakka bukan Gabriel. Cakka sendiri pun sedikit kaget mendengarkan ucapan gabriel.

“Tenang aja Cakk. Gue gak akan ngapa-ngapain Agni. Gue tau loe suka sama dia”sindir Gabriel membuat Cakka jadi salah tingkah sendiri. Sedangkan Agni hanya bersikap biasa saja.

“Kamu akan saya perkenalkan dengan rekan bisnis saya dan kamu bisa memperekenalkan akan perusahaan baru kita nanti. Sehingga kita bisa membuka penanaman saham yang banyak”

“Oh baiklah kalau begitu. Saya akan menyiapkan semuanya untuk malam ini. Dan besok pagi akan langsung siap untuk berangkat”

“bagus itu”jawab gabriel dengan senyum yang ia kembangkan.

“Kalau begitu saya pamit dulu Pak. Saya harus pulang karena saya masih ada pekerjaan sedikit”

“Pekerjaan apa lagi?”tanya Cakka penasaran.

“Pekerjaan tidur Pak. Saya juga manusia dan butuh tidur. Terima kasih . selamat Malam “Agni berdiri dari tempat duduknya dan beranjakd keluar dari apartemen Gabriel dengan membawa semua barang-barangnya.

Gabriel terkekeh melihat Cakka yang menampakkan wajah kefrustasiannya. Gabriel melemparkan bolpoin ke arah Cakka membuat pria berwajah putih tersebut meringis.

“Apaan sih loh Gab”

“Loe lucu tau gak sih. Katanya playboy kelas kakap. Dapetin Agni aja gak bisa-bisa”

“Emang loe bisa? Susah tau dapetin dia”

“Nih ya. Dia tuh udah cuek, gak peka, serius. Pusing gue”

“Oh ya? ? alasan loe aja kali. Bilang aja loe gak bisa”

“Loe ngeremehin gue. Loe belum tau sih gimana rasanya ngejar tuh cewek”

“Emang gimana rasanya ??”

“Rasanya .. . . .”

“Loe mau tau Gab??”

“Loe mau tau??”gabriel mengangguk-anggukan kepalanya dengan wajah cukup penasaran.

“WAAAOWWW”

“Sialan loe kampreet”gidik Gabriel sambil geleng-geleng melihat Cakka yang benar-benar frustasi.

“Mau taruhan?”

“Taruhan apaan?”

“Dapetin dia”

“Dia siapa???”tanya Cakka tak mengerti maksud Boss besarnya ini,

“Yah dia yang barusan keluar”

“Agni?”

“Bukan. Mbok inem ibu-ibu rumpi sebelah”sinsi gabriel dengan tatapan tak enak kepada Cakka. Membuat Cakka hanya melengos saja.

“Loe mau nyoba dapetin Agni ? maksud gue deketin Agni??”tanya Cakka mencoba memastikan apa yang diterima di otaknya sekarang.

“Yups. Dan gue yakin 100% gue akan dapetin dia dalam sekejap”

“Waahhh . silahkan kalau loe bisa. Gue bantuin loe balikan sama adik gue”

“Serius??”tanya Gabriel penuh semangat dan wajah yang bersinar-sinar penuh keseriusan.

“Serius!! Dua rius malah”

“Okey !! DEAL!!!”ujar Gabriel menjabat tangan Cakka penuh kegembiraan. Ia seolah mendapat pencerahan untuk bisa kembali mendapatkan Shilla. Karena memang Gabriel masih sangat berharap gadis itu bisa kembali dalam pelukannya lagi.

*****
Rumah Iqbal

Iqbal menuliskan alamat rumahnya kepda orang yang ada didepannya ini. Iqbal pun hanya geleng-geleng saja melihat pria yang ada didepannya ini selalu memaksa dirinya agar dia bisa bertemu dengan kakaknya.

“Nih Kak. Satu hal. Jangan kasih tau ke Kak Ify kalau gue yang ngasih alamat rumah ini okey”ujar Iqbal dengan serius.

“Baik boss. Dayat pasti akan nepatin Janji”ujar pria tersebut yang tak lain adalah Dayat.

“Kapan kaka mau ke Prancis ??”tanya Iqbal penasaran juga.

“Malam ini juga”

“Serius?? Malam gini?? Gila loe”

“Gue akan ngejar cinta gue yang ke tunda”Iqbal melengos sambil bergumam pelan,

“Bukan ke tunda kali kak. Tapi loe ditolak”

“Gue gak sabar buat ketemu si cantik Ify. Pasti dia tambah cantik”

“Pastilah”Sahut Iqbal dengan serius. Karena dirinya pun sering melakukan skype dengan kakaknya. Dan benar-benar dahsyat Iqbal terbenggong sendiri melihat perubahan kakaknya untuk pertama kalinya.

“dia pasti seperti princess .dan gue . . .”

“Pengawalnya. . “sahut Iqbal dengan cepat membuat Dayat melengos tak enak.

“Saya mau tidur ya kak. Jadi bukannya saya mau ngusir atau apa. Tapi kaka silahkan pergi dari rumah saya”ujar Iqbal mempraktekan cara mengusir secara halus yang ia peroleh dari sang kakak yang tak lain adalah Ify.

“Itu mah ngusir Bal.”

“lah itu udah tau . jadi silahkan. . . “lanjut Iqbal sambil menunjuk pintu rumahnya. Mau tak mau dayat pun harus beranjak dari rumah Iqbal.

Iqbal melengos setelah kepergian Dayat, ia tak menyangka bahwa kakaknya banyak yang naksir sampai seperti itu.

“Dunia memang sudah gelap. Apa coba kehebatan kakak gue. Cantik? Cantikan salsha. Pinter ??emang sih tapi nyebelin banget. Kelakukan? Abnormal banget. Aduuh rabun semua tuh cowok-cowok”gidik Iqbal dan segera berjalan ke kamarnya untuk tidur. Besok ia harus masuk sekolah kembali.
****
Rumah Agni . 01.00 WIB

Gadis manis ini masih belum tidur. Ia masih bertaut dengan laptopnya di ruang Keluarga. Sejak kepergian Rio dan bergabungnya Agni dengan gabriel dan juga Cakka. Agni pindah kerumahnya sendiri. Ia sudah lelah untuk menginap di apartemen. Agni pun sangat merindukkan Mamanya yang selalu sendirian dirumah.
Agni adalah anak tunggal dan Papanya sudah lama meninggal. Oleh karena itu Agni lah yang harus membiayai kehidupannya sendiri dan mamanya. Agni pun sangat sayang dengan mamanya.

“Belum tidur sayang? Ngelembur lagi??”suara Mama Agni dari belakang sedikit mengejutkan gadis ini.

“Iya nih Ma. Tapi habis ini Agni mau tidur kok”

“Kamu jangan banyak-banyak ngelembur. Tidak baik untuk kesehatan kamu”

“Iya mamaku tersayang. . .”sang Mama pun tersenyum dan duduk disamping Agni. Melihat sang anak yang masih berkutat dengan Laptopnya.

“Ini apa Ag??”tanya sang Mama melihat Agni membuat sebuah proposal. Mama Agni pun pernah terjun di dunia perkantoran sebelum ia pensiun. Agni menghelakan nafas beratnya sebentar. Ia yakin sang mama pasti selalu ingin tau. Apalagi mamanya dulu adalah pegawai kantor diperusahaan Haling dan sangat dekat dengan pak Haling sendiri.

“Proyek perusahaan baru. “

“Baru? Maksud kamu??”

“Haling membuat cabang perusahaan kembali”

“Sejak kapan? Kok mama gak denger kabar itu?”

“Sejak Cakka yang jadi direkturnya”

“Mama binggung deh Ag. Dari dulu mama pingin nanya ini tapi lupa terus”

“Apa Ma?”

“Kenapa perusahaan itu bisa jatuh di tangan Cakka. Kenapa gak dikasihkan ke Pak Natha? Atau Alvin kan dia sepupunya Rio”

“Oh itu. Para pemegang saham setujunya diberikan Cakka. Katanya sih Rio juga dulu sangat percaya sama Cakka. Kalau Alvin dia gak bakal mau lah Ma. Lagian tuh anak gak ngerti ginian. Taunya paling cara nyuntik orang sama bedah-bedah orang”jelas Agni dan membuat Mama Agni mengangguk-angguk tanpa curiga. Agni sendiri pun mencoba biasa saja.

“Yaudah mama mau masuk kamar lagi. Kamu cepat selesaikan dan langsung tidur. Mama gak mau kamu sakit. Ngerti ?”

“Iya mama. Cerewet banget”

“Bukan cerewet. Tapi kamu yang kelewatan gak bisa dibilangin. “

“Iya iya iya/. Udah sana tidur. Tambah cepet tua loh”

“Malam sayang . . “pamit Mama Agni dan mengecup kening sang anak.

“Malam mama”balas Agni. Agni berhenti meneruskan pekerjaanya. Ia memilih mematikan laptopnya dan merenung sejenak.

“Siapa yang bisa bantu gue ? God siapa. Siapa ? ayolah Ag berfikir . .”

“Gue tau , . ,”

Agni pun bergegeas membereskan semuanya dan beranjak ke kamarnya. Sebelum ia tidur. Ia mempersiapkan untuk kepergiannya ke Thailand besok, Ia tak mau telat dan membuat Gabriel marah kepadanya. Karena Agni tau watak Gabriel begitu keras dan tak suka orang yang tidak On time. Setelah menyiapkan semua yang ia butuhkan. Agni pun segera tidur. Ia sendiri sudah cukup lelah dan ngantuk.

Bersambung . .. . .

Terima kasih ya udah mau baca part ini. Comment dan Likenya di tunggu. Lanjut aja di part selanjutnya yaa. Makasih😀 Semangaatt semuanyaa buat baca DELOV !!!

2 thoughts on “DEVIL ENLOVQER – 67 ~ Seriously ?~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s