DEVIL ENLOVQER – 66 ~ The New . . . The Revolution . .~

Ini part 66 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa.. Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow HYO yaa . . Maaf harus nunggu DELOV lama.. Minta doanya ya supaya hasil unasku bisa lulus 100% amin amin . Makasih all. Follow >> @luckvy_s😀 .
Minta bantuan LIKE FP DELOV YA “ m.facebook.com/DevilEnlovqer?ref=stream&refid=17&_ft_=fbid.526136394072619
“ Yang suka baca DELOV dan pembaca setia DELOV wajib LIKE FP ini. Jangan lupa Like Comment delov yaa selalu ditunggu😀 .

DEVIL ENLOVQER – 66
~ The New . . . The Revolution . .~

Gadis ini masih belum percaya dengan apa yang terjadi detik yang lalu saat Stev membuka topi dan masker hitamnya. Ia menatap pria di depannya tersebut dengan tak percaya. Semuanya bagaikan mimpi dan mimpi saja baginya.

“Ri . . o . . . .”nama itu kembali muncul lagi dari bibir gadis ini setelah sekian lama ia tak pernah menyebut nama itu lagi. Gadis tersebut hanya bisa menganga dan tatapanya nampak begitu blank. Dan ketika gadis tersebut menyebutkan nama itu. Stev sedikit terkejut. Seketika ucapannya terhenti begitu saja dan menolehkan wajahnya ke arah gadis ini.

“What do you say??”tanya Stev dengan sedikit gugup. Bagaimana bisa gadis ini tau akan Rio kembarannya yang memang memiliki wajah yang sama bahkan bagai pinang di belah dua dengan dirinya.

“Ri . .o . . !! Kam. . kamu Rio . . . ??”gadis ini malah bertanya balik kepada Stev membuat Stev terkejut dan gugup. Ia terkejut karena gadis ini ternyata bisa berbahasa indonesia dan ia gugup karena selama ini Ia berusaha merahasiakan bahwa saat kecelakaan itu dia masih hidup. Dan tak akan ada lagi yang mengingat nama Stev dan melupakan Stev selamanya. Karena Stev ingin tenang dalam melakukan proyeknya bersama Mr.Lay yaitu menjadi seorang pembunuh bayaran.

Alyn dan Roy hanya bisa melihat adegan kedua orang di depan mereka tanpa membuka mulut sedikit pun. Karena mereka berdua cukup binggung dengan kondisi saat ini.

Stev segera merubah ekspresi wajahnya menjadi dingin dan menatap gadis ini dengan tajam.

“Gue bukan Rio”ujar Stev dingin dan melepaskan kasar pinggang gadis ini dari lengannya.

“Enggak. Kamu Ri . . o . .. wa . .ja . .h . . Kam . . “gadis tersebut masih terus menyebutkan nama itu. Yah nama yang 2 tahun ini telah menjadi kenangan dalam hatinya dan otaknya. Stev mendesis tak senang.

“Kak Stev . dia siapa??”tanya Alyn geregetan. Stev pun kembali terfokus kepada si Alyn.

“Dia??”Stev menunjukkan tangannya kearah gadis disebalahnya. Dengan ekspresi wajah yang berubah lagi dan mulai muncul ide berliant.

“Iya dia siapa ??”bentak Alyn tak sabar. Dan dengan gerak yang cepat . Stev tiba-tiba langsung merangkul gadis itu dengan senyum yang terpaksa ia kembangkan.

“She is my girl”ujar Stev tanpa babibu dan memfikirkan untuk 2 kali. Entah menagapa Stev sendiri refleks dengan ide gilanya itu. Saat Stev mengatakkan hal tersebut. Bukan Alyn saja yang sempat Syok. Roy pun hanya dapat menganga dan menganggap Stev sudah gila. Sedangkan Gadis itu membelakakan matanya terkejut. Namun ia tak mengucapkan sekata apapun. Keterkejutannya lebih pada wajah pria ini yang mirip dengan sesosok orang yang sangat ia cintai yang sudah berada di dunia berbeda dengan dirinya .

“WHAT?? NO !!NO!! IMPOSSIBLE !!!!”

“Why ?? kita sudah lama bercaparan. Hampir 1 tahun saat gue tinggal di Cina. Kita pacrannya long distance relationship Chan!!”ujar Stev memaparkan scenario licik dalam otaknya dan lebih erat lahi merangkul tubuh gadis tersebut.

“Alyn gak percaya “

“yaudah kalau gak percaya. Tanya aja nih sama orangnya sendiri”ujar Stev sambil menatap gadis ini.

“Loe kalau mau selamat dan kembali kerumah. Bilang iya”bisik Stev dengan cepat dan pelan pada gadis ini. Dan seperti terhipnotis dengan ucapan Stev. Gadis ini pun mengangguk pelan.

“Iya”ujar gadis ini dengan wajah yang masih blank. Dan jawaban gadis ini masih belum membuat Alyn percaya. Karena Alyn tau Stev adalah penipu kelas kakap.

“Kalau gitu siapa nama pacar kakak ini??”tanya Alyn dengan wajah cemberut. Mendengar pertanyaan Alyn membuat Stev kebingungan sendiri. Sedangkan Roy menahan tawanya melihat wajah tolot Stev saat ini.

“Mampus loe”goda Roy kepada Stev. Ia membentuk kata tersebut dari mulutnya tanpa membunyikan suara sedikit pun agar Alyn tidak tahu.

“namanya. . Namanya . . .”

“Alyssa . . Alyssa . . Alyssa”Ingatan Stev yang tinggi membuatnya teringat akan teriakan kerumunan banyak orang tadi saat ia menculik gadis ini.

“Namanya Alyssa . . Iya kan sayang ??”Stev menatap gadis bernamakan Alyssa ini dengan tatapan sedikit memaksa.

“I . ya . . “jawab Alyssa dengan cepat. Toh memang benar namanya Alyssa.

“Sayang ?? Hueekkk”Roy malah mengejek Stev dengan tingkah anehnya. Membuat Stev serasa ingin membunuh anak tersebut.

“AHHHHH GAK MUNGKIN GAK MUNGKIINN”kini Alyn mulai menangis tak karuan. Nampaknya anak ini mulai percaya bahwa Stev mempunya pacar.

“Sial nangis lagi si ChanChan”gerutu Stev mulai kebingungan. Begitu juga dengan Roy yang menatap Stev meminta pesetujuan harus bagaimana. Dan tak butuh waktu lama. Lampu hijau kembali datang di otak Stev.

“Loe bawah dia pulang. Gue cabut. Oke”ujar Stev kepada Roy tanpa mengeluarkan suaranya.

“Tap . . “belum selesai Roy mau protes. Stev dengan cepat membuka pintu mobil itu dan menarik gadis tersebut keluar bersamanya. Dan dengan cepat menutup kembali mobil itu.

“CEPAT!!”bentak Stev kepada Roy. Dan Roy pun menurutinya saja. Ia segera menjalankan mobilnya dengan cepat. Melihat mobilnya dijalankan. Alyn semakin menangis kencang di dalam mobil meskipun tidak melakukan apapun. Dan itu membuat Roy semakin binggung sendiri.

Stev mengorek telingannya yang terasa hampir pecah akibat gadis gila tersebut.

“Ri . . o . “lirih Ify lagi membuat Stev langsung menoleh kearah Ify

“Gue gak kenal Rio. Dan jangan sebut gue Rio. Ngerti !” tegas Stev dengan wajah benar-benar tajam/

“Kamu Rio kan ??”ujar Ify yang masih belum percaya. ia yakin bahwa pria didepannya adalah Rio. Hanya yang berbeda Pria ini lebih putih dan memakai tindik hitam di telinga kirinya.

“Gue bukan Rio. Nama gue Stev!!!!“bentak Stev begitu keras membuat Ify terpelonjak kaget.. Stev memang sengaja berbohong karena ia tak mau ada seorang pun yang mengenalnya.

“Sepertinya dia bukan Rio. Dan dia memang Stev”batin Ify merasakan bahwa pria ini bukanlah Rio. Jika memang pria ini adalah Rio. Pria ini pasti mengenali dirinya. Dan rio tidak mungkin berbuat sekasar ini pada dirinya. Walaupun sifat Rio sedikit kasar. Namun Sifat Stev lebih parah daripada Rio.

“Loe ngapain diem?? Udah sana pulang”usir Stev seenak hatinya. Ify masih diam saja menatapnya. Entah pikiran gadis ini sedang kemana. Mungkin ia masih sangat terkejut dengan wajah Stev yang benar-benar mirip sekali dengan kekasihnya yang telah meninggal.

“Loe orang indonesia tapi gak punya sopan santun ya”kini Ify berani membuka suaranya dengan begitu lancar. Berbeda dengan suaranya yang daritadi penuh keterkejutan. Kali ini Ify sudah dapat mengendalikkan dirinya sendiri dan meyakinkan dirinya bahwa memang didepannya bukanlah RIO.

“Heh?”

“Pistol yang loe bawah itu bagus yah”lanjut Ify tiba-tiba dan membuat Stev sedikit kaget. Ify tersenyum dengan senyuman remehan khasnya. Mungkin sudah hampir 2 tahun Ify tidak menunjukkan senyumannya ini.

“HEH?”

“Loe pembunuh bayaran??”

“HEH??”Stev malah semakin kelimpungan sendiri. Bagaimana gadis ini tau akan identitas aslinya.

“Loe ?? Loe?? Loe? Wahhh . loe sok tau ya . Loe ?? wahhh”

“Pergi gak loe !!”lanjut Stev kembali tegas. Tangannya seolah mengusir Ify dengan menunjukkan jarinya ke arah jalan.

“Gue gak ada uang buat pulang”ujar Ify santai. Stev memincingkan matanya. Melihat gadis ini dari atas sampai bawah. Dan benar saja gadis ini tidak membawa apapun.

“Loe ngerepotin ya”mendengar ucapan Stev , seketika itu aura iblis Ify langsung muncul. Ify menatap Stev dengan sangat dan sangat tajam.

“Apa loe bilang tadi ? Hah? Coba ulangi Hah??”:

“Yang nyulik gue siapa? Hah? Yang ngaku-ngaku gue jadi pacar loe siapa? Hah? Dan sekarang loe ngusir gue . dan bilang gue ngerepotin ?? Otak loe di dengkul apa otak loe gak ada isinya ???”bentak Ify sekeras mungkin meluapkan emosinya. Stev hanya bisa menatap Ify dengan heran. Ia dari awal mengira gadis ini adlaah gadis pendiam.. namun tak disangka gadis ini lebih sadis dari yang diperkirakannya.

Sebuah mobil Limousine yang berhenti kembali dihadapan Stev dan Ify. Dan mobil tersebut tak lain adalah mobil yang dikendari oleh Roy dan Alyn. Stev terkejut melihat mobil ini dan lebih terkejut lagi melihat gadis kecil yang tak pernah ia inginkan kelahirannya di bumi ini muncul dengan wajah yang menyeramkan.

“Alyn masih gak percaya kalau dia pacar Koko Stev!”bentak Alyn tiba-tiba saat keluar dari Mobil tersebut. Membuat Stev dan Ify terkejut.

“Sorry”ujar Roy dari kejauhan kepada Stev. Karena memang Alyn memaksanya untuk kembali lagi.

“Gak percaya apalagi sih Chan. Dia ini pacar gue. Iya kan Alyssa. . .”Stev langsung merangkul pinggang Alyssa tanpa permisi. Dan mmebuat Ify menatap Stev dengan tatapan tak suka.

“Loe sekali ini aja nurutin gue. Atau loe gak bisa pulang”ancam stev dengan membisiki Ify.

“Loe fikir gue takut dengan ancaman loe??”balas Ify dengan membisiki Stev.

“Gue akan beliin loe makan. Dan anterin loe pulang. Loe tinggal bilang iya apa susahnya sih . . “

“Kalau gue gak mau . . “

“Loe mau dapat sesuatu yang benar-benar sangat jelas dari gue atau ingin melakukan dengan benar-benar apa yang gue suruh . “ujar Stev tangannya lebih ia eratkan memegang pinggang Ify. Mau tak mau Ify harus menuruti ucapan pria disampingnya ini.l

“Iya adik cantik. Kak Alyssa itu pacarnya Kak Stev. Kita udah pacaran hampir 1 tahun. Dan kita itu LDR.an , Iya kan say . . ang “ujar Ify dengan kata terakhir sambil menolehkan wajahnya ke arah Stev dan seolah mengejek Stev.

“Sialan nih cewek”batun Stev merasa dihina oleh gadis ini.

“I . . ya . .”balas Stev memaksa untuk mengembangkan senyumnya. Alyn langsung cemburut kembali dan ingin menangis kembali. Namun sebelum gadis ini menangis. Stev segera menarik tangan Ify untuk kabur dari sana.

Stev terus berlari dengan tangan kirinya mengandeng tangan Ify. Mereka terus saja berlari menjauhi Alyn yang sepertinya sudah menangis begitu kencang. Dan Roy sedang berusaha menenangkan anak bossnya itu. Dan entah mengapa Ify pun mengikuti saja pria di depannya ini.

Ditengah malam dan keramaian melewati pertokohan dan rumah-rumah. Dua insan ini terus berlari. Seperti adegan di film-film yang begitu romantis. Dan benar saja tak sekalipun Ify mengalihkan pandangannya dari sosok pria ini. ify benar melihat Rio pada diri Stev. Mereka sangat sama namun hanya Sifat merekalah yang berbeda. Setidaknya Rio masih memiliki rasa sayang dan cinta kepadanya dan tak pernah membentaknya seperti Stev.

“Hassssshhhhh . . Hasshh. . “stev menghentikkan larinya.ia langsung melepaskan genggaman tangannya dari Ifydansegera mengatur nafasnya sejenak. Begitu pun juga dengan Ify. Untung saja bakatnya lari begitu besar. Jadi ia kuat-kuat saja untuk lari sejauh itu. Namun masalahnya saat ini dia sedang memakai Highless sekitar 15 cm. Dan membuat kakinya terasa sakit saat ini.

“Awww .. “ringis Ify memegangi telapak kakinya yang merah-merah. Stev melirik sedikit menatap gadis ini yang tiba-tiba membungkukkan badanya. \

“Aisshh . . .”gerutu Ify. Ia langsung duduk didepan sebuah rumah makan kecil. Ify melepaskan kedua sepatunya. Dimana highnya hampir patah. Stev mengalihkan pandangannya kedepan kembali. Ia nampak tak peduli kepada gadis ini. Toh dia memang sama sekali tak kenal.

Kruuyyyukkkkkkk . Kruuuyyuukkk. .

“Awww . . “Stev menatap gadis tersebut kembali. Dilihatnya gadis ini merintih memegangi perutnya.

“loe belum makan berapa tahun? Hah?”tanya stev dengan nada dan wajah yang tak suka. Seolah gadis ini begitu merepotkannya.

“seabad puas loe”balas Ify tak kalah dinginnya. Stev yang masih memilikirasa tanggung jawab karena dia yang telah menculik gadis ini akhirnya memilih untuk menolong gadis ini hanya untuk kali ini saja.

“gue gak mau tiba-tiba masuk koran dunia dengan judul “pria ganteng menyebabkan gadis sadis mati kelaparan” menjadi deadlinenews besok pagi. Jadi gue ak . . “

“Ahh cerewet. Gue laper !!”teriak Ify tak bisa menahan lagi demoan cacing-cacing diperutnya. Sejak tadi pagi Ify belum sempat makan karena terlalu sibuk dengan pesta ulang tahunnya tersebut.

“Untung loe cewek. Kal . .”

‘Kalau gue cowok loe mau bunuh gue ? atau loe mau ngelakuin hal yang bener-bener jelas kepada gue?“balas Ify tak kalah tajam.

“Sebelum loe bunuh gue. Gue dulu yang akan bunuh loe”lanjut Ify tajam. Namun sedetik kemudian Ify terdiam, Kata-kata tersebut sudah lama tak pernah ia ucapkan. Dan kata itu hanya ia ucapkan kepada seorang Mario yang selalu membuatnya ia kesal, gila, dan merasakan kehidupan yang penuh warna.

“Loe ngapain senyum-senyum? Jadi makan gak?”bentak Stev yang sudah tak tahan dan ingin segera pulang saja.

“Iya iya”Ify pun segera berdiri dan mengikuti Stev yang sudah masuk ke rumah makan kecil ini. Mereka berdua pun memilih makanan untuk dimakan. Toh , Stev juga sedang lapar saat ini.

****
Mr.Bov’s House

Mr.Bov sudah begitu kahwatir. Ia menunggu semua orang suruhannya kembali dan membawa sang anak perempuan satu-satunya kembali. Berita diculiknya Ify mmebuat Mr.Bov langsung pulang kerumah. Bi Ijah pun ikut sangat khwatir.

“Kamu dimana sayang? Ify kamu dimana”

“Non Ify dimana. Non baik-baik kah sekarang ??”

Mr.Bov pun masih trlihat sangat cemas sekali. Ia tak ada henti-henti terus berjalan ke arah kiri dan kembali ke kanan lagi dan kembali ke kiri lagi. Sudah hampir 1 jam dan sang anak belum juga ditemukan. Padahal Mr.Bov sudah mengerahkan seluru bodygardnya.

“LORIS CEPAT SURUH SEMUANYA MENCARI IFY !!! LAPOR POLISI SEKARANG JUGAA!!!”bentak Mr.Bov yang sudah ketakutan sekali.

“Baiklah Pak”assisten Mr.Bov pun segera menjalankan perinta Mr.Bov .

“apakah dia tidak bawah ponsel atau uang Bi ?”tanya Mr.Bov ‘

“Tidak tuan, Ponsel dan dompetnya selalu dititipkan kepada saya sejak pesta berlangsung”jelas Bi Ijah yang menjadi bersalah sendiri.

“Ini yang saya takutkan jika dia memaksa membuat pesta di outdoor. Banyak yang mengincar nyawanya akhir-akhir ini “

‘”Semoga kamu tidak apa-apa sayang. “

*****
Rumah Makan Kecil

Stev hanya dapat menganga tak percaya menatap gadis didepannya ini. Sendok yang ada ditangannya dari tadi pun hanya ia bawah saja tanpa megambil sesuap nasi pun untuk ia masukkan kedalam mulutnya. Sedangkan Ify hampir menghabiskan 3 piring spaghetti dalam waktu yang singkat. Stev menelan ludahnya dalam-dalam .

“Loe laper apa kelaperan?”tanya Stev diambang syok.nya akan gadis ini.

“dua-duanya. “jawab Ify seadanya dan meminum minumannya. Dan akhirnya Ify bisa kenyang saat ini. Ia bernafas legah sambil memegangi perutnya yang sudah membasar.

“Loe gak makan?”tanya Ify yang sebenarnya males menanyakan hal ini, namun melihat piring stev masih utuh dengan makanannya membuatnya ingin bertanya.

“Lihat loe makan nafsu gue langsung hilang”jawab Stev asal. Stev pun menaruh kembali sendoknya diatas piring dan tak ada nafsu untuk makan lagi saat ini. Ify hanya melengos santai. Ia tak sebegitu peduli juga. Sifat Stev yang sangat kasar benar-benar membuat dirinya kesal dengan rpia ini.

“Gue kasih uang buat naik taxi “ujar Stev dan mengeluarkan beberapa lembar uang yang ada di dompetnya.

“gue boleh tanya?”mimik wajah ify mulai serius kembali. Stev pun menganggukkan kepalanya sekali sebagai tanda persetujuan akan pernyataan gadis didepannya ini.

“Loe beneran bukan Rio kan?”

“Apa gue perlu tes DNA dulu ? atau gue perlu apa gitu biar loe percaya??”sinis Stev yang tak suka pertanyaan ini.

“Thanks . Bye “Ify langsung beranjak saja dari sana. Ia juga tak ingin lama-lama untuk berhadapan dengan pria tersebut. Ia seharusnya sadar bahwa pria itu bukan Rio. Dan Ify pun tak tau mengapa dia harus dipertemukan dengan orang yang sangat mirip dengan kekasihnya tersebut. Dan itu mmebuat Ify sangat merindukkan kembali sosok itu. Jujur saja sampai sekarang Ify belum bisa melupakan seorang Rio.
*****
Rumah Alvin.

Pagi ini adalah hari minggu. Baik Sivia dan Alvin bebas dari jam kuliah. Setelah lulus dari SMA ARWANA, Sivia pun menyusul Alvin meneruskan di universitas Arwana dengan memilih bidah study International Busniss Management. Dan hari ini Sivia pun memanfaatkan untuk bersama dengan Alvin. Pagi-pagi sekali Sivia sudah bertenger manis di ruang tamu rumah Alvin.

“Ngapain pagi-pagi kesini tanya Alvin dengan wajah yang masih mengantuk. Sivia sedikit melengos. Dan tentu saja hal itu sudah biasa untuknya. 4 tahun menjalani hubungan dengan pria yang sekarang berdiri didepannya tersebut menjadi hubungan mereka menjadi sangat datar.

“Ajari gue nyetir mobil . pleasee”mohon Sivia sambil menelungkupkan kedua telapak tangannya.Alvin memincingkan matanya dan menyebabkan mata sang pemilik semakin tak terlihat (?)

“Loe masih punya jam kan dirumah Vi? Ini masih pagi banget”

“Yaahhh. Ayo dong Vin. Gue pingin banget”pinta Sivia memohon. Dan sejak 2 tahun yang lalu Sivia memutuskan untuk tidak memanggil Alvin kakak. Karena baginya Alvin tak pantas dipanggil kakak(?) hihihi, Walaupun Alvin memprotes keputusan Sivia tapi mau bagaimana lagi.

“Ogah. Gue masih ngantuk”

“Ayo dong”paksa Sivia.

“Enggak!!”tegas Alvin dan segera membalikkan badanya untuk balik ke kamarnya.

“Sivia mau belajar nyetir mobil??”tiba-tiba saja suara bass dari papa Alvin dari arah tangga membuat Alvin memberhentikkan langkahnya dan juga membuat Sivia sendiri langsung menoleh ke sumber suara.

Om Nata menuruni tangga dengan masih lengkap memakai piama. Ia berjalan untuk mendekati Sivia. Om Nata melewati Alvin dengan wajah yang seolah ingin mengerjai Alvin.

“Iya om”jawab Sivia dengan wajah yang sangat ingin sekali melakukan hal tersebut.

“Yaudah. Ayok om ajarin “ujar Om Nata tanpa berfikir dua kali. Mendengar tawaran Om Nata Alvin langsung membelakakan matanya dan membalikkan badanya menghadap kedua orang tersebut.

“Aaassshhh,. Ada-ada aja ya akal orang tua ini. eeerr. Cari aja tante-tante sana. Gak usah pacar gue yang di embat. “sewot Alvin. Mau tak-mau ia langsung menghampiri Sivia.

“Ayo keluar. Gue ajarin”ujar Alvin sambil melirik papanya tak enak. Alvin segera menarik tangan Sivia untuk berjalan keluar rumah. Sivia hanya menuruti saja dan mengikuti kekasihnya tersebut. Sedangkan Om Nata masih berdiri ditempatnya semula dengan senyum penuh kepuasan.

“Alvin Alvin kamu gak pernah berubah dari dulu”

*****
Haling Corps 05.00 a.m Indonesia

Agni masih terjaga sejak malam. Ia terus menatap layar laptopnya. Dan tangan kananya tak ia pindahkan dari mousenya. Agni masih menyelesaikan tugasnya menyusun semua data-data yang diperlukan untuk besok. Meskipun rasa kantuk dan lelah begitu ia rasakan. Namun sebisa mungkin Agni menahannya. Entah apa yang ada di otak gadis ini. Sudah 2 bulan ini pun dia sering melembur pekerjaan yang sebenarnya bukan pekerjaan untuk perusahaan. Melainkan untuk dirinya sendiri dan seseorang yang mungkin hanya agni saja yang tahu.

“gak pulang lagi ?”suara tersebut sedikit mengangetkan Agni. Dengan gerakan cepat dan tanpa curiga Agni segera menutup file.nya tersebut. Agni menolehkan kepalanya ke arah sumber suara yang sudah sangat dan sangat ia hafal tersebut.

“Iya Pak. Tumben jam segini sudah datang ?”jawab dan tanya Agni balik kepada orang tersebut yang tak lain adalah Cakka.

“Lagi suntuk di apartemen. Kamu ngerjain apa sih Ag?”tanya Cakka yang memang sangat pensaran. Agni tersenyum sedikit.

“Menyusun data-data aja Pak. Biar tidak berantakkan. Kita kan juga mengurusi satu perusahaan lagi yang akan mulai di jalankan bulan depan. Jadi saya usahakan seoptimal mungkin”jawab Agni mencoba meyakinkan Cakka dan agar pria tersebut tidak curiga. Dan benar sekali Cakka sangat tersentuh dengan jawaban Agni dan pengorbanan Agni selama dua tahun ini.

“MakasihYa Ag. Sudah mau membantuku selama 2 tahun ini”

“Iya sama-sama Pak”Cakka menatap Agni seolah menerawang sesuatu. Ia begitu kagum dengan sosok wanita ini. Dan juga saat ini tepat 2 tahun ia sudah menyukai Agni dan berusaha mendpaatkan Agni tapi sepertinya Agni belum mau membuka hatinya untuk siapapun.

“Pak? Ada yang bisa saya bantu lagi?”tanya Agni membuyarkan lamunan Cakka. Cakka menggeleng pelan.

“Saya masuk dulu Ag”pamit Cakka kepada Agni. Agni pun mengangguk saja melihat Cakka mulai berjalan ke dalam ruang kerjanya. Dimana ruang kerjanya tersebut adalah ruang kerja yang dulu ditempati oleh sosok Mario.

“Tenang saja Pak. Saya tidak akan membiarkannya begitu saja. Dan saya akan tetap terus mempertahankan semuanya”ujar Agni dalam hatinya saat melihat ruang kerja boss.nya tersebut.

*****
Mr.Bov House’s . Prancis.

Ify memasuki rumahnya dengan sambutan kekhawatiran dari seluruh pelayan rumahnya, bodygart papanya dan juga Papanya sendiri. Ify sedikit risih karena seluruh pelayannya mengikuti dirinya dibelakang.

“Ify. Kamu tidak apa-apa kan sayang ??”sambut Mr.Bov dan segera memeluk sang anak. Ia begitu khawatir dengan anak putri satu-satunya ini. Ify menggeleng sedikit lemas

“Kamu tidak diapa-apakan sama penculiknya? Siapa yang nyulik kamu??”Ify mencoba melepaskan pelukan sang papa.

“Ify gak diculik Pa. Dia teman Ify yang mau ngerjain Ify”jawab Ify memberi alasan palsu. Agar Papanya tidak melanjutkan permasalahan ini.

“Mengerjai/.?? Oh My God !! teman kamu benar-benar keterlaluan. Dia fikir ini lucu apa? Siapa dia? Siapa??”emosi Mr.Bov karena merasa dipermainkan.

“Sudahlah Pa. Ify juga capek. Masalah ini gak perlu diperpanjang. “mohon Ify dengan suara yang benar-benar pelan. Mr.Bov merasakan sang anak memang sangat kelelahan,

“baiklah sayang. Yaudah kamu istirahat sekarang . masuk ke kamarmu”suruh Mr.Bov. Ify menganggukan kepalanya. Ia segera berjalan menuju kamarnya. Dengan diiringi oleh Bi Ijah dan 2 pembantunya lagi.

Ify memasuki kamarnya setelah menyuruh Bi Ijah dan 2 pembantunya tersebut kembali. Ify berjalan dengan langkah gontai. Matanya langsung menatap sebuah foto besar di samping almarinya. Dimana Foto tersebut adalah foto dirinya dan Rio saat Ify dilamar oleh Rio di stadiun selam 2 tahun yang lalu. Ify merasa semuanya terasa kembali lagi. Masa lalunya kembali lagi di otaknya. Ify berdiri didepan foto tersebut yang tergantung indah di dinding kamarnya.

“Yo . . “lirih Ify pelan sekali. Wajahnya menunjukkan kerinduannya.

“Dia siapa? . Dia mirip banget sama kamu Yo. “

“Aku merasa dia seperti kamu? Tapi disisi lain sifat dia dan kamu sangat beda. “

“Itu buat aku sakit karena ingat kamu. Dan Aku harus merasa kehilangan kamu lagi”dan kini air mata Ify mulai berjatuhan di permukaan pipi halusnya. Ify membiarkannya saja.

‘kamu tau ? gimana aku sangat merindukan kamu Yo ??”

“Dan setelah orang itu datang. Aku semakin rindu sama kamu . “Perlahan Ify memejamkan matanya. Tangan kananya menyentuh kalung yang bergantung cincin yang diberikan Rio untuknya.

“Andai kamu masih hidup . Mungkin saat ini aku mau menikah dengan kamu”

“Andai kamu masih hidup. Mungkin aku tidak akan ada disini”

“Andai aku masih hi . ..”Ify membuka matanya kembali.

“Aku bukan rio. Aku Stev “Ify terdiam sesaat. Mengapa bayangan orang itu kembali lagi dalam otaknya. Bahkan sangat jelas sekali bahwa itu bukanlah Rio. Namun wajah mereka yang begitu sama. Dan hampir seperti sebuah duplikat yang mencapai sempurna.

“Semoga kamu tenang disana . Aku selalu cinta sama kamu.”

“Terima kasih untuk 3 tahun terindah itu. Sangat indah Yo. Sangat dan sangat indah”

*****
Lapangan kompleks. Indonesia 09.00 a.m

Alvin bersender di kursi mobil begitu juga dengan Sivia. Mereka meminum air minum yang mereka beli baru saja. 5 jam sudah Alvin mengajari Sivia berlatih menyetir mobil dan akhirnya Sivia pun sudah mulai lancar. Walaupun ditengah-tengah sering ada keributan antara kedua pasangan ini yang sudah jarang berlaku romantis lagi.

“Capeknya . .”serah Sivia dan menaikkan tingkat Ac. Agar lebih dingin.

“Loe mau gue mati kedinginan. Kecilin!!”

“Ogah. Gue kepanasan”tolak Sivia tak mau.

“Gue kedinginan”

“Gue kepanasan”

“Kecilin gak?”

“Gak!”

“Cisss”desis Alvin kesal. Ia pun menjalankan tangannya sendiri untuk memutar tingkatan suhu Ac lebih kecil namun segera di halangi oleh Sivia.

“Jangan di keciliin”

“Gue kedinginan sivia !!”kesal Alvin mencoba menyingkirkan tangan sang kekasih.

“Gue kepanasan!!”

“Tapi gue ked. .”

“Yaudah kalau dingin loe keluar aja dari mobil. “usir Sivia tak mau ambil pusing. Dan mau tak mau Alvin akhirnya menyerah saja dan mencoba mengalah. Ia dan Sivia memang sudah tak pernah bisa satu fikiran lagi. Tidak seperti dulu saat awal-awal mereka menjalani hubungan ,Mereka saling pengertian dan selalu romantis.

Lantunan lagu Especially For You tiba-tiba mengalun di DVD mobil ini. Menengahi kesenyuian antara dua kekasih ini. Baik Sivia dan Alvin hanya diam dan sepertinya menikmati lagu ini.

especially for you
i wanna let you know what i was going through
all the time we were apart
i thought of you
you were in my heart
my love never changed
i still feel the same
especially for you

Setiap arti dalam lagu ini begitu masuk kedalam otak dan hati Sivia dan Alvin. Mereka pun bersamaan memejamkan mata mereka. Lagu ini semakin lama semakin membawa mereka seperti kembali kebayangan kisah cinta mereka yang dahulu.
i wanna tell you i was feeling that way too
and if dreams were wings, you know
i would have flown to you
to be where you are

no matter how far
and now that im next to you
no more dreaming about tomorrow
forget the loneliness and the sorrow

Perlahan Alvin membuka matanya dan sedikit menyunggingkan senyumnya seolah ada hal yang lucu dikepalanya. Lagu ini pun masih terus dan terus mengalun menyebar di dalam mobil ini.

I have got to say
its all because of you
and now were back together, together
i wanna show you my heart is oh so true
and all the love i have is
especially for you
especially for you

Alvin menolehkan wajahnya ke Sivia. Ia melihat gadis tersebut masih memejamkan matanya. Alvin sendiri masih terus tersenyum. Ia melihat Sivia dengan penuh rasa cinta dan Ia merasakan bahwa gadis ini sudah dewasa. Alvin pun tak menyangka bahwa mereka sudah hampir 4 tahun menjalani kisah cinta ini.

i wanna tell you, you mean all the world to me
how im certain that our love was meant to be
you changed my life
you showed me the way

“Apakah selama 4 tahun ini loe pernah ngerasa bosan sama gue ?” pertanyaan Sivia mengangetkan Alvin. Walaupun gadis ini tetap memejamkan matanya masih menikmati alunan lagu ini.

and now that im next to you
ive waited long enough to find you
i wanna put all the hurt behind you
oh,
and i wanna bring out all the love inside you,
oh
you were in my heart
my love never changed
no more dreaming about tomorrow
forget the loneliness and the sorrow
ive got to say
ITS ALL BECAUSE OF YOU

“Sama sekali gak pernah”jujur Alvin kepada Sivia.

“Gue juga”balas Sivia. Lagu ini pun telah selesai. Sivia membuka matanya ia sedikit kaget Alvin menatapnya dengan senyum yang membuatnya heran.

“Ngapain loe senyum-senyum gitu?”tanya Sivia heran. Alvin hanya menggeleng pelan.

“Gue ngerasa kalau kita sudah jarang lagi saling pengertian. Kita seperti dulu . Sivia yang manis dan Alvin yang perhatian dengan sivia. “kini Sivia bisa tau akan alur pembicaraan Alvin. Sivia ikut tersenyum.

“Gue jadi ingat saat dulu loe awal kita bertemu .”

“Hahahaha. Lucu juga sih kalau diinget lagi”sahut Alvin dan diangguki Sivia.

“Makasih untuk 4 tahun udah nemenin gue dan mau bertahan sampai sekarang disamping gue”ujar Sivia begitu tulus. Ia menatap Alvin tepat di kedua mata pria ini. Alvin menganggukan kepalanya dan tangannya dengan lembut membelai pipi gadis didepannya ini.

“Terima kasih juga sudah mencoba bertahan untukku “kini giliran Alvin dan diangguki balik oleh Sivia.

“Ahhh gue punya ide”ujar Alvin seperti mendapat lampu penerangan diotaknya. Sivia mengernyitkan keningnya pensaran akan ucapan Alvin.

“Biar kita gak sering bertengkar lagi. Dan menjadikan hubungan kita tidak datar lagi . Bagaimana mulai sekarang aku panggil kamu sayang dan kamu juga harus panggil sayang”usul Alvin . Sivia terdiam dan nampak sedikit berfikir.

“Apakah itu tidak sedikit menjijikan Vin?”

“Dari pada loe gue suruh panggil beb? Honey? Mau loe??”sinis Alvin dan langusng mendapat gelengan cepat dari Sivia. Cukup kata sayang saja membuatnya sedikit enek. Ditambah jika dia harus saling memanggil beb? Honey? Bisa muntah tiap hari dirinya.

“baiklah setuju. Deal”

“Deal”sahut Alvin yang senang usulannya di setujui oleh Sivia.

“Dan sebagai memeriahkan awal kita saling memanggil sayang. Dan itu adalah ide dari Alvin. Sivia harus memberikan Alvin hadiah”ujar Alvin tiba-tiba dan membuat Sivia binggung sendir.

“Hadiah ? apaan??”

“Karena hampir satu tahun Alvin gak pernah dapat ciuman hangat dari Sivia. Jadi sekarang Sivia harus memberikan Kiss morning buat Alvin”ujar Alvin penuh kebahagiaan sambilmenunjuk pipi kanannya kepada Sivia. Sivia membelakakan matanya dan melirik Alvin dengan tatapan tak enak.

“Males banget . . “tolak Sivia langsung. Ia segera menyalakan mesin mobilnya. Jawaban Sivia membuat Alvin langsung cemberut.

“Ayolah Vi. Sekali doang. Udah setahun loh . . “

“Terus? Masak iya gue rugi kalau gue gak nyium loe. “sinis Sivia. Ia mulai menjalankan mobilnya. Sivia ingin cepat-cepat sampai rumah .

“Sivia sayang mau yah? Yah . .yah . “rayu Alvin dengan wajah yang dimanis-maniskan.

“Gak “

“Ayolah”

“Jangan maksa”

“Pliss. Pliss. Cuma dipipi juga”

“Manggil loe sayang aja gue mikir-mikir. Malah loe minta gue nyium pipi loe. Tambah mikir gue”

“Yaudah terserah loe deh. Serah loe serah loe . .”ujar Alvin penuh kepasrahan. Sivia terkekeh ringan melihat Alvin yang sepertinya kesal kepadanya. Sivia melirik Alvin sedikit yang sedang asik memainkan ponselnya.

“Cissh. Dasar anak kecil”gumam Sivia ringan namun Alvin masih tetap tak bergemimg. Keadaan pun menjadi sunyi kembali.

Sivia sepertinya sudah lumayan lancar untuk menyetir mobil. Tak sampai 10 menit mereka pun sampai didepan rumah Alvin. Alvin pun sepertinya sudah tak lagi marah. Toh, Alvin sudah cukup dewasa dan tidak seperti anak kecil.

“Mau sarapan disini apa langsung pulang?”tanya Alvin yang kembali seperti biasa. Sivia menggelengkan kepalanya.

“Aku langsung pulang aja”jawab Sivia.

DRRTTDRTT

Ponsel Sivia bergetar, ia pun mengambil ponselnya yang adai disampingnya dan membaca sebuah pesan. Alvin sendiri sibuk melepaskan sabuk pengamannya.

“papa kamu ngirim pesan “gumam Sivia membuat Alvin menoleh ke arahnya.

‘”Apaan isinya?”:tanya Alvin yang pensaran. Sivia tau bahwa Alvin tak pernah suka jika Papanya sok dekat-dekat dengan dirinya apalagi mengirim pesan tak jelas.

“Ada deh mau tau aja”serah Sivia seolah menggoda Alvin. Ia memasukkan ponselnya ke dalam sakunya. Pernyataan Sivia membuat Alvin menatapnya sedikit bingas.

“Oh jadi sudah main rahasia-rahasian sekarang ? jadi loe sekarang mau selingkuh sama papa gue ? Ohg gitu”

“Hahahaha. “tawa Sivia melihat ekspresi Alvin yang sedang kesal hanya karena cemburu dengan papanya.

“Mau tau isi pesannya?”

“Emang apaan??”

“Pingin tau banget??”

“Iya banget banget bangetaann.”protes Alvin tak sabar.

“Sini gue bisikin”paksa sivia agar Alvin sedikit mendekat dengannya. Karena memang sangat pensaran. Alvin pun mendekatkan posisinya agar telinganya dekat dengan Sivia.

“isi pesannya . . “bisik Sivia pelan . Alvin pun diam saja mendengarkan baik-baik apa yang akan dikatakan gadis ini.

Cuuuupp . .

“udah”ujar Sivia dan kembali menatap ke depan. Ia mulai menyalakan kembali mesin mobilnya yang baru saja ia matikan. Alvin masih terdiam, seluruh tubuhnya seperti terkena sengatan listrik. Perlahan Alvin menjauhkan tubuhnya dari Sivia.

“Udah sana turun”usir Sivia karena merasa sedikit malu sendiri. Alvin perlahan menyentuh pipi kanannya yang dicium oleh Sivia. Ia pun menoleh ke arah sang kekasih dengan senyum yang mulai merekah.

“Gue juga ada hadiah buat loe”

“Apaan??”

“sini. . “Alvin memainkan jemarinya seolah ia menyuruh Sivia agar mendekat ke arahnya. Mau tak mau Sivia menuruti saja.

“Apan sih ??”Sivia mendekatkanwajahnya kearah Alvin.

“Lebih dekat . “

“Aisshh, .. “Sivia pun mendekatkan wajahnya lagi. Dan kali ini bersamaan dengan Alvin mendekatkan wajahnya.

“Eh . . “kaget Sivia karena kini wajah Alvin begitu dengan dengan wajahnya. Mungkin hanya sekitar beberapa centi saja. Alvin dan Sivia bisa saling merasakan hembusan nafas mereka yang saling beradu.

“Kalau di lihat dari dekat kamu lebih cantik”ujar Alvin pelan dan membuat Sivia mengernyitkan keningnya.

“berarti kalau loe lihat gue dari jauh itu jelek”

“Gak juga sih”jawab Alvin seenaknya.

“Aduuhh. Capek tau posisinya gini ter . . .”Sivia yang ingin menjauhkan tubuhnya agar kembali seperti semula langsung dicegah oleh Alvin dengan menarik tangan kanannya., . Dan dengan gerakan yang begitu cepat. Alvin mencium Sivia tepat pada bibir mungil gadis ini. Sivia membelakakan matanya kaget. Ia melihat Alvin yang sudah memejamkan matanya dan tangannya yang memegangi tangan kanannya, membuat posisi mereka memang saling berhadapan.

Sivia mulai ikut menutup matanya, memang sudah sangat lama sekali dirinya dan Alvin tak pernah melakukan hal yang romantis, Dalam hati Sivia begitu merindukkan sifat Alvin yang lembut seperti ini. Sivia merasakan Alvin yang semakin memperdalam ciuman mereka.

“Eheemm. . Masih Pagi. Eheemm. . “Alvin dan Sivia pun langsung saling berjauhan dalam hitungan detik. Suara yang cukup mereka hafal itu membuat mereka berdua kaget dan juga salah tingkah sendiri.

Om Nata yang memang sedang asik membaca koran di teras rumahnya dan melihat apa yang dilakukan oleh kedua anak ini . Alvin merutuki apa yang dilakukan sang papa yang selalu saja merusak suasananya.

“Yaudah pulang sana. Hati-hati sayang”serah alvin memecah suasana tak enak didalam mobil.

“Hmm. Makasih untuk hari ini”

“Iya sama-sama.”Alvin mencium punggung tangan Sivia. Setelah itu ia membuka pintu mobil dan beranjak keluar dari sana.

“Kalau udah sampai rumah sms ya .”

“Iya sayang. Pulang dulu ya. Bye”pamit Sivia. Setelah Alvin menutup kembali pintu mobil Sivia. Sivia pun beranjak dari sana.
Sepeninggalan Sivia , Alvin segera membuka gerbang rumahnya dan berjalan menuju kedalam rumah. Ia melihat sang Papa yang pura-pura tidak bersalah. Alvin mendecak sinis.

“Dasar Pria tua tak tau diri”

“Aduuh bibir papa kok basah ya Vin. . “Alvin menatap papanya dengan bingas. Seolah memang sedang menyindir balik dirinya.

“Yaiyalah tiap malam papa ciuman mulu sama anjing”

“Jadi kangen ciuman mama kamu. . .”

“Sama gak Vin kayak ciuman Sivia?”Alvin membelakakan matanya mendengar pertanyaan papanya yang tanpa dosa itu.

“Mana gue tau? Masak iya gue ciuman sama mama? Difikir gue sangkuriang. “

“Kebalik ya otak orang ini. Aissh maklum duda tak berujung , “gidik Alvin dan segera masuk kedalam rumah. Meninggalkan papanya yang menatapnya tak enak.
“ALVIN APA MAKSUD KAMU DUDA TAK BERUJUNG ??”

“TAOO!!! CARI AJA DI KAMUS DI KAMUS PERDUDA TING-TING”

“AL VIIIIINNNN!!!!”teriak Om nata yang tak terima dengan ejekan Alvin akan dirinya. Merasa dirinya ditindas oleh anak sendiir.

Bersambung . . .

Hihihihihih. Part ini maaf agak gak jelas hehe. Gimana? Alvianya juga udah dibanyakin yak yaakk “D semoga suka dengan DELOV dan semoga tambah banyak yang suka dan selalu terus suka dan banyak yang baca Amin. Like dan comment selalu di tunggu ya teman-teman  . makasih udah mau terus baca. Makasih Dan Minta doanya agar aku LULUS UNAS 100% Amin Amin :D makasih semuaaa “”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s