DEVIL ENLOVQER – 69 ~Hello My New Bodyguard~

Ini part 69 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa.. Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow HYO yaa . . Maaf harus nunggu DELOV lama.. Minta doanya ya supaya hasil unasku bisa lulus 100% amin amin . Makasih all. Follow >> @luckvy_s😀 .

Maaf kalau masih ada tulisan yang salah atau ceritanya kurang menarik. Saya berharap semua tambah suka . Dan kalau memang suka. Silahkan ya Follow pemain2 DELOV @AlyssaDELOV @MarioDELOV @AlvinDELOV @SiviaDELOV @SalshaDELOV @IqbaalDELOV @WilonaDELOV @DayatDELOV @AgniDELOV @GAABBRIELDELOV @Mr_BOVDELOV @CakkaDELOV @AshillaDELOV dan jangan lupa add @DELOV_S😀 Terimakasih:D

DEVIL ENLOVQER – 69
~Hello My New Bodyguard~

Mr. Lay dan Stev sudah siap untuk berangkat kerumah dimana Stev akan bekerja. Stev sudah memasukkan kopernya di bagasi mobilnya bukan tapi lebih tepatnya mobil Ify. Mereka berdua berjalan menuju parkiran.

“Kamu belum ngembaliin mobilnya?”Mr.Lay melihat sebuah mobil hitam milik Ify.

“Dia ngingkarin perjanjian. Dia yang gak datang. Dan Gue akan cari dia sampai ketemu!! Akan Gue cekik dia sampai mati”

“What . .ever .. .”serah mr.Lay nampaknya tidak peduli dan segera masuk kedalam mobil. Stev jadi teringat kembali akan gadis itu dan nasib mobilnya bagaimana. Membuatnya ingin marah kembali. Ia pun ikut masuk kedalam mobil dan segera menjalankan mobilnya.
*****
Mr.Bov’S House

Ify terbangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk melihat apa yang ada disekitar kamarnya saat ini, Ia binggung melihat para pelayananya masuk kedalam kamarnya dan menaruh sebuah almari kecil di samping sofa besarnya yang lumayan jauh dari kasurnya. Kamar Ify yang sangat luas dan mewah ini akan ditempati oleh 2 orang yaitu Ify dan pengawalnya.
Mr.Bov sudah benar-benar ingin menjaga sang anak. Ia sudah takut karena Ify diculik kemarin. Dan ia sangat takut anaknya ini kenapa-kenapa. Apalagi ia akan membangun sebuah proyek baru ditambah sikap Ify yang sudah berubah tidak seperti dulu membuat Mr.Bov semakin takut anaknya kenapa-kenapa.

“Apa-apaan ni ? lemari siapa itu?”tanya Ify dan segera bangun dari kasurnya.

“Tuan menyuruh kita memasukkan almari ini di meja non. Kata Tuan pengawal non akan tidur di sofa ini selama menjaga non”

“WHAT??”Ify langsung kaget dan sangat kaget. Ia pun segera berjalan keluar untuk menghadap Papanya. Ify berjalan dengan penuh amarah.

“Hell . oh my god. Aaisshgghh. .

BRAAAAKKK

Ify tak segan-segan membanting begitu saja pintu kamar papanya. Ia melihat sang Papa sedang memakai jas hitam dan dasinya. Ify berdiri di pintu kamar papanya dengan kedua tangannya ia lipat.

“Apa maksudnya ini? Gue bukan anak kecil. Dan gue gak perlu sampai dijaga seperti itu”

“Ini demi kebaikan kamu”ujar Mr.Bov tanpa menoleh kea rah Ify. Ia hanya menatap kaca dan membenakkan dasinya membuat Ify semakin geram.

“Kebaikan??? Kalau pengawalnya macem-macem sama Ify? Kalau dia sampai ngapa-ngapain Ify dikamar gimana? Papa gak lebih takut? Papa percaya gitu aja? Dan Ify ganti bajunya gimana ??. Pa banyak kamar kan dirumah ini”protes Ify benar-benar penuh kemarahan.

“Dia tidak akan berani macam-macam sama kamu”

“Hah? Cisshh. . “desis Ify sinis. Ia melengoskan wajahnya dengan tak enak. Ify mulai berjalan mendekat ke arah papanya dengan tatapan tajam.

“I’m will be okay Dad. Please . Jangan lakuin ini kepada Ify. Ify bukan seperti maling yang harus dijagain karena takut kabur. Kamu ingin buat aku tretekan?”

“kamu tidak akan tertekan. Papa sudah memilihkan pengawal yang cocok untuk kamu”

“benarkah?? “Sinis Ify dan segera membalikkan badanya . ia langsung berjalan keluar dari kamar Papanya. Emosinya semakin melunjak seketika.

“Terserah apa yang loe mau lakuin. Dan gue gak suka sifat Papa yang seperti ini. Over tau gak”Teriak Ify dari luar. Mr.Bov menghelakan nafas panjangnya. Ia tau Ify akan marah besar kepadanya. Namun ini yang terbaik bagi sang anak yang sudah tumbuh dewasa.

Mr.Bov berjalan keluar dari kamar. Ia melewati kamar sang anak yang tertutup. Ia tau Ify pasti sangat marah kepadanya didalam sana. Mr.Bov menatap kamar sang putri degan wajah yang sangat bersalah. Namun inilah yang harus ia lakukan dari awal sebelum ada apa-apa dengan Ify nantinya.

“Tuan. Nanti saya coba bicara baik-baik sama non Ify”ujar Bi ina sopan kepada majikannya.

“Iya bi, kalau dia sudah tidak marah. Sampaikan saya sudah berangkat hari ini. Kalau ada apa-apa dia suruh telfon saya”

“Baiklah tuan”

Mr.Bov pun berjalan keluar dari rumah dengan diiringi para pelayannya dan juga Luis sang asistent. Setidaknya ia akan tenang selama menjalankan proyeknya. Ia berharap anaknya akan baik-baik saja dan tidak akan marah lagi kepadanya.

*****
Thailand 08.00 .a.m waktu setempat

Agni sudah menunggu Gabriel di loby hotel dengan membawa koper dan tasnya. Dan tak lama kemudian gabriel pun datang. Agni melihat Gabriel membawa dua buah benda seperti tiket. Agni pun tak ambil pusing dengan itu.

“Kita tidak akan pulang ke Indonesia hari ini”

‘Hah?”kaget Agni binggung.

“kita akan ke Spain hari ini juga”

“Spain ? buat apa?”

“Apa kamu tidak butuh refrshing Ag ? yah hitung-hitung sebagai hadiah kamu sudah mau bekerja keras membantu saya dan cakka selama ini”jelas Gabriel.

“Kamu tidak boleh menolak. Saya sudah pesna tiketnya. Dan ayo kita berangkat”lanjut Gabriel. Ia pun berjalan duluan sedangkan Agni masih diam dan binggung.

“terserahlah”serah Agni dan akhirnya mengikuti Gabriel saja. Toh tugasnya memang selalu mengikuti bosnya. Agni tak berfikir aneh-aneh baginya pekerjaanya adalah segalanya. Ia ingin menyelesaikan semuanya dul.

*****
Mr.Bov’s House

Mr.Lay dan Stev sudah sampai didepan rumah ify. Mereka berdua dipersilahkan masuk untuk kedalam. Stev berdecak kagum melihat rumah sebesar ini. Bukannya dia norak atau bagaimana. Tapi rumah ini memang sangat mewah sekali. Bukan hanya dari besar rumahnya dari interior dan warna dari rumah ini begitu elegan.
Mr.Lay yang sudah hafal dengan rumah ini tentu saja berjalan biasa saja. Ia tau bahwa kakaknya sudah berangkat. Mr.Lay masuk kedalam untuk bertemu dengan Ify.

“Ify dimana bi ?”tanya Mr.Lay mendekati Bi Ina yang sedang menyiapkan sarapan pagi di ruang makan untuk Ify.

“Non ify . .. .”Bi ina membalikkan badanya dan seketika ia hanya terdiam dan kaget melihat dua orang di depannya. Ia tidak kaget melihat Mr.lay karena ia memang sudah kenal dengan orang satu ini. Namun yang ia kagetkan adalah pria dibelakang Mr.Lay.

“Ya ampun. . den Rio . .”kaget Bi Ina benar-benar syok melihat Stev yang memang sangat mirip dengan Rio. Bedanya pria itu sedikit lebih putih dan memakai cindik di telinga kirinya.

“Rio ? siapa Bi ??”tanya Mr.Lay yang heran.

“Bi Ify mau makan . . “ify turun dari tangga rumahnya dan berjalan mendekati ruang makan. Suara Ify mengalihkan perhatian semuanya yang ada diruangan ini menatap gadis tersebut.

“Loe??”kaget Ify Stev dan bukan Ify saja yang kaget. Stev juga kaget melihat Ify disana.

“Ngapain loe disini ?”bentak Ify dengan tatapan tak enak kepada Ify.

“Gu . . “Stev yang ingin menjawab pertanyaan Ify langsung dicegah oleh mr.Lay ia tak ingin ada pertengkaran dipagi ini.

“Hallo Ify. Morning . .”

“Morning. “jawab ify seadanya.

“Masih ingat dengan saya ?”Ify mencoba memperhatikan orang didepannya ini lebih dalam. Ia mencoba mengingat karena memang dirinya sepertinya pernah bertemu dengan orang tersebut.

“Uncle Lay?”ingat ify dan mendapatkan senyum yang merekah dari gadis cantik ini.

“ternyata kamu masih ingat dengan uncle. “

“Jadi . . Uncle kesini untuk mengantarkan pengawal baru mu .”lanjut Mr.Lay dan menunjuk stev. Ify dan Stev sama-sama membelakakan mata mereka tak percaya.

“OH MY GOD!!”teriak mereka berdua.

“kalian sudah sangat kenal ?”tanya Mr.Lay yang merasa aneh.. sedangkan Bi Ina masih syok dengan sosok Stev disana.

“Dia yang bawa mobil gue ! mana mobil gue gadis tak tau diri? “

“udah gue buang. Puas loe. Uncle Ify gakmau dia jadi pengawal Ify. Dia kasar banget orangnya”

“Dia tidak kasar sayang. Uncle pastikan dia akan berbuat baik kepada kamu dan akan menjaga kamu”

“Menjaga? HA Ha Ha”sinis ify membalas perkataan Uncle Lay.

“Kamu akan dijaga dia 24 jam. Dan dia akan terus mengikuti kamu. Kamu bisa meminta bantuan dia apa saja apabila kamu butuh bantuan. Dia tidak akan berani macam-macam kepada kamu. Karena dia akan menuruti perintah kamu. “seketika mendengar penjelasan Mr.Lay, lampu-lampu di otak Ify serasa menyala semua.

“Anything ?”

“Yah semua perintah kamu. Kamu bisa minta tolong sama dia apa saja. “

“Really ? anything ??”

“Yah anything . “Ify tersenyum penuh kemenangan. Ia pun menatap Stev dengan tatapan tajam.

“Oke . Ify setuju dia jadi pengawal Ify”ujar Ify semangat.

“Sepertinya gadis itu punya renaca busuk sama gue. Fine kalau dia mau main-main sama gue. “

“Stev. Ingat apa yang sudah kita bicarakan tadi malam. Mengerti ?”

“Iya iya tau”

“Baiklah saya akan langsung balik. Karena banyak pekerjaan di rumah”

“Gak ikut makan pagi dulu uncle??”tawar Ify. Mr.Lay hanya menggeleng sopan.

“Uncle balik dulu ya Ify. Kamu baik-baik disini. Kamu memang cantik seperti ibu kamu”

“Makasih uncle”

“Cantik apaan. “gerutu Stev sedikit keras membuat Ify menatapnya tak enak lagi.

“Stev. . . “panggil Mr.Lay seolah menyuruh Stev untuk tidak berbuat aneh-aneh.

“I know I know sorry. Udah pergi pulang sana”usir Stev seenaknya. Mr.lay pun segera beranjak keluar dari rumah Ify .

Kini hanya ada Stev dan Ify diruangan ini. ditambah Bi Ina yang masih diam saja dan benggong menatapi wajah Stev. Tatapan dua orang ini begitu tajam dan seolah ingin saling membunuh satu sama lainnya.

“Sekarang loe adalah pengawal gue. Dan loe harus nurut sama semua perintah gue”tegas Ify dengan tajam. Stev terkekeh sinis sesaat.

“gue pengawal loe. Bukan babu loe. Ngerti!!”

“terserah gue dong. “

“Loe jangan macem-macem sama gue. Loe gak akan bisa bodohin gue”

“cisshh. . .”Ify tak mempedulikkan Stev. Ia segera duduk dikursi makannya dan memakan sarapan paginya ini.

“Ngapain loe?”tanya Ify heran karena Stev pun tiba-tiba ikut duduk di depannya.

:”Makanlah. Gue juga laper kali. .”ujar Stev santai dan segera mengambil piring,nasi,lauk dan memakan makannya dengan lahap sekali.

“WHAT ??”

*****
Universitas Arwana.

Shilla melihat pengumuman di mading tentang pendaftaran beasiswa kuliah. Ia sebenarnya tertarik namun waktunya tidak ada untuk mengikuti hal ini. sudah hampir 2 tahun ini Shilla terus fokus dengan sekolahnya. Ia hanya ingin cepat selesai dan bisa langsung bekerja. Shilla pun berniat untuk membuka sebuah butik.

“Hay kak”sapa seorang cowok dan gadis bersamaan. Mereka berdiri dibelakang Shilla. Shilla yang merasa dipanggil lantas membalikkan badanya.

“hay. Kok kalian bisa disini??”balas Shilla heran. Karena dihadapannya sekarang sudah ada Iqbal dan Salsha.

“Main-main doang kak. “jawab Iqbal santai dan diangguki Salsha.

“Gimana kabar Ify disana Bal? Sudah lama gue gak dengar kabar tuh anak??”tanya Shilla yang entah mengapa teringat dengan gadis itu.

“Baik sangat baik malah. Dia bener-bener udah berubah Kak”

“Berubah maksudnya ??”

“Udah gak ganas lagi. Udah jadi cewek tulens. Sumpah”

“Beneran?? Jadi penasaran gue”

“hahaah/ sama gue juga kak. “sahut Salsha.

“Entar habis ini dia juga liburan bakal ke Indonesia”

“Mudah-mudahan aja sih. Soalnya gue pernah telfon-telfonan sama dia katanya dia betah banget disana”jelas Shilla dan memang diangguki oleh Iqbal.

“Kakak ada kuliah ?”tanya Salsha mencoba basa-basi.

“Udah selesai sih. Ini mau pulang”

“Gimana kalau kita makan bareng dulu. Udah lama kan kita gak kumpul-kumpul:”ajak Iqbal dan disetujui oleh Salsha dan Shilla. Memang sudah lama sekali mereka bertemu. Bahkan bisa dibilang jarang. Mereka semua sudah sibuk dengan satu sama lain. Karena dulu biasanya Rio lah yang mengumpulkan mereka semua. Namun saat ini tidak ada lagi sosok Rio yang menjadi panutan dari mereka semua.

“Pakai mobil gue aja . Yuk”mereka bertiga pun segera beranjak dari sana untuk menuju ke restoran.

*****
INDONESIA .
Rumah Sivia. 20.00 p.m

Sivia memegangi kepalanya yang terasa pusing. Tugas dikampusnya begitu banyak. Dan ia baru saja menyelesaikannya. Sedari tadi pagi ia pun belum makan. Ia juga tak mempedulikan telfon dan pesan dari Alvin. Sivia hanya ingin konsen sebentar dengan tugasnya.

“sivia ada didalam kamarnya Vin. Masuk aja”

Sivia menghelakan nafas beratnya, Suara mamanya dari luar sudah dapat di duga bahwa Alvin berada di sini dan sebentar lagi akan masuk kedalam kamarnya. Sivia saat ini benar-benar tak ada mood untuk bertengkar dengan Alvin. Karena ia tau bahwa Alvin pasti akan marah kepadanya.

CKLEEEEKKK

“Gue lagi males bertengkar”potong Sivia sebelum Alvin membuka suaranya. Namun sepertinya ucapan Sivia tak dipedulikkan oleh Alvin. Pria ini berjalan mendekati Sivia.

“Loe tau gak sih? Gue itu khawatir sama loe”

“Sebentar aja loe angkat telfon gue atau balas sms gue bisa kan”

“Gue bukan anak kecil Vin yang perlu loe khawatirin setiap hari”tegas Sivia membuat Alvin kesal. Bagaimana tidak kesal seperti suatu hal yang sia-sia saja Alvin menghatirkan gadis ini sedai tadi dan balasan gadis ini seperti ini kepadnya.

“Sia-sia tau gak gue khawatirin loe”

“Sorry. Gue capek beneran. Tugas gue banyak”

“Sama gue juga banyak”

“Vin cukup!! Gue capek bertengkar terus!”bentak Sivia. Ia berdiri dan berjalan mendekat ke Alvin yang menatapnya dengan tatapan susah untuk dijelaskan.

“Gue juga capek Vi. “Sivia tersenyum penuh kemirisan dan mendudukan kepalanya sebentar. Setelah itu ia menatap Alvin kembali. Tatapan Sivia kali ini begitu sendu.

“Memang benar ya. kalau sudah sampai lebih dari 5 tahun seperti ini. Semua akan terasa datar. “

“Loe mau kita putus??”pertanyaan Alvin yang tiba-tiba seperti itu mengangetkan Sivia.

“Apaan sih Vin. Kenapa jadi ngarah kesana. “

“Yah. Ucapan loe seolah loe ingin selesai”

“Tuh kan. Gue gak ngerti deh Vin apa yang ada diotak loe. “

“Oh gue tau gue tau . . “lanjut Sivia sedikit menggantung.

“Apa dari dulu loe udah bosen sama gue? Dan pingin putus dari gue? Apa loe udah nemuin pengganti gue ? “kini giliran Alvin yang menatap Sivia dengan tatapan terkejut. Ia bahkan tak menyangka Sivia kan mengatakkan hal seperti ini.

“gue Cuma tanya vi. Gue gak ada maksud buat . . .aaashhh . “

“terserah loe deh”pasrah Alvin menahan kemarahannya. Karena ia tau pertengkaran ini tak akan berujung. Keheningan pun menyeruak di ruangan ini untuk sesaat. Sampai Sivia membungkamkan suaranya dan sangat mengejutkan bahkan mengagetkan Alvin.

“Kita break dulu”

“Hah??”

“Yah Break. 1 bulan atau 2 bulan. Sampai kita bisa jernihin fikiran kita masing-masing”

“Loe putusin gue ?”tanya Alvin to the point.

“Enggak. Gue Cuma bilang break”

‘terus apa bedanya break sama putus?”protes Alvin, ia tak menyangka semua akan berujung seperti ini.

“Bedalah. “

“Tulisannya ? dari dulu kali Vi . “

“Vin gini ya. Kita tiap hari bertengkar terus. Kita tiap hari gini terus. Apa loe gak capek bertengkar terus sama gue? Capek kan? Sama gue juga capek. Gue banyak tugas di kuliah. Dan tiap hari Mood gue selalu ancur kalau habis bertengkar sama loe. “

“Yaudah kalau itu mau loe. Kita putus”serah Alvin dan segera meninggalkan kamar Sivia dengan wajah penuh kekesalan kesedihan semuanya bercampur menjadi satu.

“VIN GAK PUTUS KITA CUMA BREAK !!”teriak Sivia sekeras mungkin.

“TERSERAH !!”balas Alvin tak kalah kencangnya dari luar sana. Sivia memegangi kepalanya yang terasa semakin sakit. Bahkan kali ini seluruh badanya terasa kaku.

Lama-kelamaan Sivia merasakan semua disekitarnya menjadi berputar. Tubuh Sivia mulai melemas. Dan detik berikutnya Sivia sudah tak dapat merasakan apa-apa . Ia jatuh tak sadarkan diri di lantai kamarnya. Fikirannya sangat terfosir hari ini.

*****
Mr.Bov’S House

Ify masuk kedalam kamarnya, ia melihat Stev yang sedang masukkan bajunya di lemari dekat sofa besar dikamarnya. Ify menatap Stev dengan tatapan yang sulit diartikan. Di sisi lain ia sangat benci dengan orang ini. Di sisi lain pria ini mengingatkan seklai dengan sosok Rio. Wajah mereka terlalu mirip bahkan sangat mirip tanpa celah. Mungkin hanya sifat mereka berdua yang beda.

“Gue tau gue mempesona. Jadi loe gak perlu natap gue sedalam itu”ujar Stev penuh percaya diri. Ify yang merasa tertangkap basa menjadi salah tingkah dan kebingungan sendiri.

“Jadi gue tidur dimana ? di kasur sama loe??”

“Ogah banget. Tuh di sofa”

“Yaelah. Nyantai neng . “

“Sebelumnya gue udah buat peraturan disini”

“Peraturan apaan ?”

“peraturan untuk tugas loe. Dan peraturannya adalah . . .. “

“ Loe harus ngikutin apa perintah gue. Loe gak boleh bantah. Sekali bantah gue aduhin loe ke uncle lay. “

“Loe fikir gue takut “

“bantah lagi gue usir loe”Stev melengos saja. Kalau bukan karena gajinya yang begitu bersa mungkin ia tidak akan mau menjadi pengawal gadis norak menurutnya ini.

“Loe jangan pernah menyentuh sedikiit pun barang gue. Terutama Lemari ujung sana. “tunjuk Ify ke sebuah Almari yang tidak begitu besar di dekat pintu kamar mandi.

“terus ??”sahut Stev dengan malas.

“Loe jangan macem-macem saat gue tidur atau saat gue mandi”ancam ify. Mendengar ancama Ify seperti itu, Stev terkekeh sangat sinis kepada gadis ini.

“Gue ngapa-ngapain loe?? Najis tau gak”Ify memejamkan matanya . mencoba untuk sabar mendengar ucapan sadis pria ini yang begitu kasar sekali menurutnya.

“Dan satu lagi yang harus gue tekankan. Gue nona disini. Dan loe pengawal gue. Jadi loe harus sopan sama gue. Kalau mulut loe itu sekali aja gak bisa dijaga. Gue pastiin loe gak bakal punya mulut lagi”

“udah selsai ceramahnya ?. Gue ngantuk . Capek !!”Stev pun dengan enaknya langsung membaringkan tubuhnya diatas sofa besar tersebut. Ia pun tak tanggung-tanggung segera tidur membiarkan Ify yang menahan kekesalannya karena dirinya.

“Emang enak makan ati. Makan tuh”batin Stev begitu puas sekali membuat gadis terebut sangat kesal.

“Lihat aja. Loe mau main-main sama gue kelihatannya. Cisshh, gue akan buat loe nurut sama gue “batin Ify memabara. Ia mencengkram erat kedua talapak tangannya. Setelah itu Ify memilih untuk kembali ke kasurnya. Ia pun sama capeknya dan ingin tidur saja hari ini.

***
Apartemen Mr Lay

Alyn yang baru selesai dari liburannya heran melihat rumah yang sepi. Karena biasanya pasti akan ada suara Stev yang teriak-teriak jelas atau melakukan hal aneh. Alyn pun hanya melihat sang papa yang sedang berunding dengan Roy tanpa adanya Stev.

“Pa”panggil Alyn membuat dua pria tersebut langsung mengarahkan pandagan kearahnya.

“Alyn . .”kaget Mr.lay bersamaan dengan Roy.

“Kak Stev mana??”mendnegar pertanyaan Alyn tersebut Roy dan Mr.Lay saling berpandangan untuk sesaat.

“Oh Stev. Dia papa tugasnya ngurusin proyek di L.A selama 1 tahun .”

“HAH? Kok papa gak bilang sih. Alyn mau nyusul kak Stev. Titik. Alyn mau nyusul dia”teriak Alyn begitu kerasnya. Roy dan Mr.lay harus menahan telinga mereka yang serasa ingin pecah.

“Alyn itu berbahaya. Udahlah kamu jangan bersikap seperti anak kecil, kamu udah besar sayang”

“tapi Alyn kan belum ketemu kak Stev dari kemarin. Alyn kangen sama dia”

“Kalau kamu kangen. Kamu bisa telfon dia kan Alyn”usul Roy dan sedikit menenangkan Alyn.

“Iya sih. Tapi Alyn mau ketemu dia. Titik”

“Alyn papa bilang tidak ya Tidak “

“AHHH PAPA JAHAT ALYN BENCI SAMA PAPA!!”Alyn pun segera masuk ke kamarnya. Ia merasa kesal dengan papanya yang selalu melarangnya untuk mengikuti Stev.

“Punya anak satu saja susah banget didikannya”

“Sabar Boss. Alyn masih anak-anak”ujar Roy yang memang sangat sabar.

“Gitu anak-anak. Terus saya apa ? remaja ? “sindir Mr.Lay membuat Roy tersenyum kaku. Ia merutuki sendiri ucapannya tadi kepada Mr. Lay.
*****
Di dalam Pesawat

“Ag . ..”panggil Gabriel yang duduk disebelah Agni, Agni yang baru saja ingin memejamkan matanya harus ia undurkan dulu.

“Iya Gab?”

“Gue boleh tanya ? masalah biasa sih bukan masalah kerjaan”

“Apaan?”

“Perasaan lo ke Cakka gimana??”

“Perasaan? Maksudnya ??”Gabriel menghembuskan nafasnya berulang-ulang. Ia harus ekstra sabar menghadapi Agni. Benar kata Cakka bahwa Agni sangatlah tidak tidak tidak dan TIDAK PEKA!!.

“Maksudnya loe suka gak sama Cakka??”Agni terdiam sejenak.

“Kalau gue suka kenapa ?”tanya balik Agni yang langsung menolehkan wajahnya ke arah gabriel. Membuat Gabriel yang sedari tadi menatap Agni langsung meneguk ludahnya begitu dalam. Jarak wajahnya dan wajah Agni begitu lumayan dekat.

“Ya gak apa-apa gue kan Cuma tanya. Loe suka beneran ??”Agni membalikkan posisis wajahnya menghadap ke depan. Ia melihat seorang pramugari yang sedang memberikan makanan.

“Perasaan gue ke Cakka. ? mmmm. Hanya sebatas direktur dan sekertaris . “jelas Agni santai dan begitu jujur.

“Hanya sebatas itu? Tidak lebih ??”

“gak lebih”

“Loe tau kalau . .. .”Agni menolehkan kembali wajahnya, karena tiba-tiba Gabriel menggantungkan ucapannya.

“Kalau apa??”

“gak apa-apa lupakan. “

“Sekarang giliran gue yang tanya “Agni mulai menatap gabriel sedikit serius namun tatapanya seperti gadis yang polos.

“Tanya apaan??”

“Loe dari kemarin kok aneh ya . Loe kenapa sih??”

“Gue ? aneh ??”

“Perasaan loe aja kali. Gue gak apa-apa kok”lanjut Gabriel mencoba menyembunyikan yang sebenarnya.

“Oh iya kali”Agni pun kembali ke posisinya semula. Ia lebih memilih melanjutkan tidurnya yang tertunda. Gabriel bernafas legah karena gadis disampingnya ini tak meneruskan pertanyaanya lagi.

“Sakti nih gadis . Emang bener susah buat dapetinnya. “

“Gue harus fikirkan cara yang lain. Harus. . harus . . . “

Bersambung . . . . . . .

Yuk langsung ke part selanjutnya. Like dan Commenya ditunggu ya😀 semoga suka semuanyaa😀 makasih hihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s