DEVIL ENLOVQER – 70 ~ The Devil !! Come Back Again ~

Ini part 70 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa.. Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow HYO yaa . . Maaf harus nunggu DELOV lama.. Minta doanya ya supaya hasil unasku bisa lulus 100% amin amin . Makasih all. Follow >> @luckvy_s😀 .
Maaf kalau masih ada tulisan yang salah atau ceritanya kurang menarik. Saya berharap semua tambah suka  terus baca DEOV ya teman-teman . Semangat untuk 10 part,nyaa😀 .

DEVIL ENLOVQER – 70
~ The Devil !! Come Back Again ~

Ify menatap Stev dengan penuh kemenangan. Hari ini Ify sedang habis-habisan mengerjai pengawal barunya yang sangat menawan ini. Ify sedari tadi menyuruh Stev untuk mengambil ini mengambil itu. Mungkin sudah ke sepuluh kalinya Stev keluar masuk dari kamar Ify.

“Steeeeevvvv. . “teriak Ify begitu keras. Stev yang sudah bercucuran keringat menahan semua emosinya. Ia mendekati Ify dengan tatapan tajam.

“Eitss .. ngelihatnya gak boleh gitu dong. Harus yang sopan. .”dengan terpaksa Stev mencoba memaksakan untuk menahan amarahnya.

“Senyumnya mana??”untung saja kesabaran pria ini masih dilevel 10 dan belum habis. Stev pun menyunggingkan senyum etrpaksanya. Dan terlihat begitu lucu bagi Ify.

“Gue mau loe ambilin gu . . . .”

“Loe punya kaki kan? Kenapa loe gak ngambel sendiri aja hah? Gue ini pengawal loe bukan babu loe!! Ngerti !!!”Ify langsung tersentak kaget melihat Stev benar-benar murka kepadanya. Wajahnya pun sangat menakutkan. Padahal Stev belum sepenuhnya menunjukkan keamarahannya kepada Ify.

“Loe keluar dari kamar gue. Gue mau mandi”ujar Ify yang sedikit takut dan ngeri sendiri. Stev pun dengan wajah yang masih seperti tadi penuh emosi. Ia segera keluar dari kamar Ify.

BRAAAAKKKK

Pintu kamar Ify ditutup dengan kasar oleh Stev. Ify garuk-garuk sendiri. apa dia sudah begitu keterlaluan sampai pria itu marah sekali kepadanya. Ify pun segera memilih untuk mandi saja. Malam ini dia ingin menyegarkan fikirannya.

*****
Indonesia . Rumah Alvin.

Sejak kejadian semalam ia dan Sivia benar-benar tidak saling berhubungan. Alvin terus melihat ponselnya berharap Sivia mengirim pensan kepadanya ataupun menelfonnya namun nihil. Tak ada sedikitpun pesan atau telfon dari kekasihnya itu oh ralat mantan kekasihnya.

DRRTTTDRTTTT

Alvin segera mengambil ponselnya yang ada disampingnya saat melihat nama “ My Sivia ^_^ “ tertera jelas di layar ponselnya. Alvin pun segera mengangkat sambungan tersebut.

“Sivi . . . “Alvin terdiam menggangtungkan ucapannya. Saat ia mendengar bukan Sivialah yang menelfonya . nmaun mama Sivia.

“Sivia sekarang ada di rumah sakit Vin. Dia lagi sakit. Semalam setelah kalian bertengkar Sivia langsung pingsan. Lebih baik kamu sekarang ke rumah sakit. Sivia terus menggil nama kamu. Dia belum sadar sampai sekarang “

“baik tante “ Alvin memutuskan sambungan telfonnya. Ia segera mengambil kunci mobilnya dan beranjak dari rumahnya. Fikirannya dan hatinya saat ini hanya tertuju kepada satu orang yaitu Sivia. Alvin merasa sangat bersalah sekali. Karena gara-gara kejadian kemarin Sivia jadi seperti ini.

Alvin masuk kedalam mobilnya dan dengan cepat melesat menuju rumah sakit yang sudah diberi tahukan Mama Sivia. Alvin takut terjadi apa-apa dengan gadis itu. Karena memang semalam wajah Sivia sedikit pucat.
*****
Prancis, 21.00 p.m

Stev masuk kedalam kamar Ify. Berniat untuk menganti pakaiannya. Ia selesai menyuci mobilnya yang ternayta berada di bagasi mobil rumah Ify. Dan masih dalam keadaan kotor karena muntahan Ify beberapa hari yang lalu.
Ify melihat Stev yang sepertinya kelelahan, Ify yang sedang merias dirinya di depan meja rias s menatap ke depan kaca yang terdapat pantulan dari pria itu yang dengan frontal membuka baju atasnya. Dalam hitungan detik Ify dapat melihat bentuk tubuh stev, mulai dari Dadanya, lengannya dan perutnya yang benar-benar berbentuk. Ify meneguk ludahnya dalam.

“Loe mau kemana?”tanya Stev dengan nadaa pelan namun terdengar tak acuh. Ucapan Stev menyadarkan Ify.

“Bukan urusan loe”

‘urusan gue lah. Gue akan antr loe kemana pun”

“Untuk malam ini gak perlu”

“Loe mau kemana sih ?”

“Loe Cuma pengawal gue. Bukan bokap gue. Jadi gak usah ikut campur “Stev melenggos. Ia sudah capek dengan sifat gadis ini.

“terserah loe kalau gitu. Gue mau keluar kalau ada apa-apa loe telfon gue aja. Tadi gue udah ngirim pesan ke ponsel loe. Gue udah minta nomer loe sama Bi Ina”jelas Stev dan segera keluar dari kamar Ify. Ify hanya diam saja dan ia pun tak peduli dengan ucapan Stev barusan.

Stev berjalan dari tangga untuk keluar rumah. Namun baru beberapa langkah Stev sangat terkejut melihat pelayan perempuan dirumah ini menatapnya dengan penuh kekaguman dan wajah berbinar-binar dibawah tangga sana.

“So handsome. .. “

“Cute . . “

“Cool, , sexy . . I love him. “

“I so love him. .”Stev menggaruk kepalanya tak jelas. Ia merasa tak enak sendiri di kerubungi banyak gadis seperti ini.

“Stev, Would you be My Boy ?”

“Stev. Give me your number please . . “

“Stev , I want to marry you . .”

“ahhhh steev . . . “dengan gerakan cepat Stev langsung berlari kembali menuju kamar Ify. Ia begitu ngeri melihat betina-betrina ganas dibawah sana.

Ify yang sudah siap dan ingin keluar dari kamarnya begitu terkejut melihat Stev yang buru-buru masuk kedalam kamar dan menutup kamar Ify secara rapat-rapay dengan nafas yang tak karuan dan keringat di dahinya. Ify mengernyitkan keningnya heran dan binggung.

“Loe kenapa?”tanya Ify penasaran.

“Gila. Pelayan di rumah ini sadis-sadis”

“Hah??”Ify pun segera memilih keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang terjadi di luar sana. Dan benar saja Ify melihat para pelayan berjenis kelamin perempuan sedang berdiri di bawah tangga sana.

“What are you doing there ??”tanya Ify dengan suara lumayan meninggi. Dan dalam hitungan detik pelayan tersebut berhamburan untuk buyar dan mengerjakan pekerjaan mereka kembali. Ify geleng-geleng sendiri. Tapi Ia juga tak heran jika pelaayan mereka semua akan jatuh hati kepada Stev. Yang menurut Ify sendiri “lumayanlah”. Ify kembali berjalan ke kamarnya.

“Keluar loe. Ayo anterin gue”teriak Ify dari luar. Stev pun menuruti perintah Ify.

“Kemana??”:

“udah ikut aja”Stev pun mengekori Ify dari belakang. Mereka berdua segera beranjak dari rumah Ify.

****
Stev menyetir mobil Ify dengan kecepatan pelan. Keheningan terjadi diantara mereka. Stev pun memang sedari tadi hanya diam saja. Mungkin ia kelelahan. Ify yang bosan akan keheningan ini memilih menyalakan DVD playernya. Dan sebuah lagu berjudul “especially for you” mengalun di DV D tersebut. Baik Stev maupun Ify sepertinya sama-sama menikmati lagu ini.

“kita kemana?”tanya Stev membuka suaranya.

“Ke disotik kemarin . “jawab Ify santai. Stev menyinggungkan senyum sinisnya.

“No”tegas Stev membuat Ify menatapnya tajam.

“Gue bilang kesana ya kesana”

“Papa loe gak ngizinin. “

“Loe kerja buat gue bukan papa gu . . “

SREEEEETTTTTTTT

Ify tersentak karena tiba-tiba Stev meminggirkan mobilnya dan mengerem mendadak dipingiir trotoar. Stev menatap wajah Ify dengan tajam membuat Ify takut sendiri. karena benar-benar tatapan pria ini begitu menakutkan sekali. Baru kali ini Ify takut dengan mata seseorang.

“Loe gadis berpendidikan kan? Orang indonesia malah. Dan gue yakin loe gadis baik-baik kan “

“Ngapain sih loe mabuk-mabukkan kayak gitu. Buat ngilangin setress?? “

“Cissh. . apa gunanya loe sekolah dari dulu”Ify diam saja mendengarkan ocehan Stev kepadanya.

“Loe tau ?? , , ,”

“Gue sangat gak suka dengan gadis pemabuk. Buat gue mereka itu buang-buang uang tenaga dan otak. “

“Sebajat-bejatnya gue jadi pembunuh bayaran. Gue gak pernah sekali pun mabuk. “Stev menyiniskan senyumannya. Seolah ingin menjatuhkan harga diri gadis disampingnya terebut.

“Kalau loe mau hilangin setres. Gue kan bawa loe ketempat yang bisa ngilangin setres. . “tanpa emminta peretujuan Ify, Stev menjalankan kembali mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi. Ify pun tak berkomentar sedikit pun. Ucapan Stev tadi terus berputar di otaknya. Terus dan terus.

“ gue bukanlah gadis seperti ini. Gue adalah Ify yang cuek. Ify yang berani. Ify yang tidak peduli kepada apapun. Kenapa gue menjadi gadis seperti ini sekarang ? Apa karena gue kehilangan seorang rio ? . Dan orang di sebelah gue saat ini ??”

“Mungkin benar. Bahkan jika rio masih hidup. Dia akan marah sekali melihat gue mabuk seperti ini, Dan gue . . .”

“Ify kenapa dengan loe? Ada apa dengan diri loe? Kenapa loe jadi seperti ini ??”

“Ini bukan Ify. Benar-benar bukan Ify yang seperti ini. Ify yang tidak pernah melakukan hal bodoh dan tidak penting dalam hidupnya. Ify yang selalu memanfaatkan hidup dengan baik”

Stev melambai-lambaikan tangannya didepan wajah gadis ini. mereka sudah sampai ditempat yang Stev sebutkan. Namun sedari tadi Stev memanggil Ify, namun gadis ini sama sekali tak menyauti ucapannya dan hanya terdiam menatap kedepan dengan tatapan kosong.

“FY .. “

“Hah? Apaan??”kaget Ify langsung tersadar.

“Kita udah sampai . “Ify mengedarkan padangannya. Di depannya adalah sebuah gedung putih yang lumayan besar, Entah apa yang ada di dalamnya . Ify pun tidak tau.

“tempat apa ini??”

“Udah masuk aja. Loe nanti bakalan tau”Stev keluar dari mobil. Ify pun mengikuti saja.

Mereka mulai masuk kedalam gedung ini. Dan ternyata gedung ini setengahnya adalah sebuah lapangan hijau yang begitu luas sekali. Ify kaget karena baru pertama kali melihat tempat ini selama dirinya berada di Prancis.

“Hy Stev. “sapa sesorang dari arah jauh. Yang tak lain adalah Roy yang sedang berlatih bersama yang lainnya. Disana pun terdapat Mr.Lay yang cukup terkejut dengan kedatangan Stev dan Ify.

“arena tembak??”

“Bukan sih. Ini milik Om loe. Disini biasanya kita melakukan latihan sehari-hari. Yah, namanya juga pekerjaan bunuh orang. “Ify pun mengangguk-angguk mengerti.

“Gue mau coba”ujar Ify langsung dan membuat Stev membelakakan matanya tak percaya.

“Loe? Jangan deh berbahaya ., , ,:”

“Gak akan. . “Ify dengan senyum penuh merekah segera berjalan menghampiri Mr.Lay. dimana disamping Mr.Lay terdapat berbagai banyak pistol.

Mr.Lay yang tersenyum kepada Ify terasa diacuhkan oleh gadis ini. Malah gadis ini asik memilih pistol yang ada didepannya. Mr.Lay dari dulu hanya tau dari kakaknya bahwa keponakannya ini memang sangat pandai dalam hal ini.

“Fy gue gak mau gaji gue hangus. Taruh itu pistol . “ujar Stev yang takut dimarahi oleh Mr.Lay.

“Ahhh berisik loe”

“Uncle Ify pinjam satu . “Mr.Lay mengangguk dengan canggung. Sedangkan Stev memberi aba-aba kepada yang lainnya untuk minggir. Takut gadis ini melakukan hal yang bodoh.

Ify memegang pistol tersebut dengan penuh bahagia. Ia merasa seperti sebuah jiwa lamanya kembali. Sudah lama sekali Ify tidak memegang benda menakutkan ini. Mungkin sejak ia pindah ke Prancis dan memilih menjadi gadis yang lebih anggun dan sopan.

Tanpa menunggu lama dan mencari ancang-ancang dahulu. Ify langsung menekan peletuk dari pistol tersebut. Dan dengan cepat dan tepat sasaran Ify berhasil menembak ke lingkaran target yang paling tengah dan merah.

DOOOOORRR

“Waaaooww . . “kagum Mr.Lay , Stev dan anak buah Mr.Lay lainnya. Jarak Ify dengan target tersebut memanglah begitu jauh. Dan melakukan hal tersebut tentu sangatlah sulit.

“Uncle . Ify ikut jadi pembunuh bayaran boleh??”

“HEH??”kaget Mr.Lay.

“Please .. Lagian Ify libur kuliah. Jadi Ify ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan”

“Ify ini bukan hal untuk dibuat senang-senang. Ini menyangkut hidup dan mati”

“Ify tau kok Uncle . Please . Ify janji gak bakal cerita ke Papa”

“ify Uncel tidak mau terjadi apa-apa sama kamu. Bisa-bisa Uncle yang akan dibunuh oleh Papa kamu”

“Tidak akan uncle. Ayolahh. Ify mohon Ify mohon. . . “

“Boss. Boss. Boss . . “suara teriakan salah satu anak buah dari Mr.Lay membuat semuanya menolehkan wajah ke orang tersebut. Nampaknya orang itu sedang terburu-buru dan sangat cemas sekali.

“Ada apa ???”

“Anak buah dari Guard datang kesini, Mereka membawa banyak pasukan kesini Boss. Sepertinya mereka tau kalau yang membunuh Guard didiskotik kemarin adalah Stev. “

“Stev . .. “geram Mr.Lay karena Stev tidak menjalankan kerjaanya dengan sukses.

“Jangan salahkan saya Salahkan keponakanmu ini . “

“Kok jadi gue??”protes Ify.,

“Kalau bukan gara-gara loe mabuk dan gara-gara loe pingsan. Gue udah pergi dari sana dengan cepat. Gue harus bopong tubuh loe dulu buat pergi dari sana”jelas Stev dan membuat mr.Lay tak jadi marah kepada pria tersebut.

“Mereka membawa 4 buah mobil. Sepertinya mereka sangat marah dengan kita”

“Stev kamu jaga Ify. Semuanya siap-siap . Kita akan diserang “:teriak Mr.Lay yang dengan cepat mengambil 4 pistol dan memasukkanya ke celana dan bajunya. Dan segera bersembunyi untuk mengambil ancang-ancang yang tepat.

“ini pistol loe. Cepat loe bawa cewek ini”suruh Roy dan melemparkan 2 pistol milik Stev. Steb dan Roy melotot melihat Ify yang mengambil 2 pistol dari tas yang ada dihadapannya ini.

“Loe mau ngapain ??”

“bantuin kalian “

“Gak”serempak Stev dan Roy. Namun Ify tak mau tau. Ia pun segera berlari menuju ke arah belakang pintu gedung tersebut.

“Gila cewek ini. aassghh. . .”mau tak mau Stev pun mengikuti ify yang berada di depan pintu sana. Roy hanya geleng-geleng sesaat. Setelah itu ia memberikan kode ke anak buah Mr.lay lainnya untuk stand by.

Mr.Lay tak menyangka malam ini mereka akan diserang. Ia bersykur karena tepat saat ini Stev berada disini. Namun yang ia takutkan Ify kenapa-kenapa. karena ia sudah berjanji dengan kakaknya untuk menjaga keponakannya itu.

“Stev. . kalau ada apa-apa dengan keponakan gue. Gue cincang kepala loe. . “gerutu Mr.Lay ditempat persembunyian.

“Bagaimana mereka sudah datang ??”tanya Mr.Lay kepada Roy yang bersembunyi disebelahnya.

“Jangan tanya itu. Maslahnya Ify nekat menghadang mereka di belakang pintu masuk “

“WHAT ???”

DOOORRRR DOOORRRR DOOOOORR DOOOOORR

Suara tembakkan dari depan sana sudah mulai terdengar begitu keras. Mungkin Ify dan Stev sudah beraksi. Mr.Lay pun tak ingin membiarkan keponakannya kenapa-kenapa. ia segera keluar dari persembunyian dan membantu Ify serta Stev.

“Lindungi Ify”pesan mr.Lay kepada Roy. Setelah itu mereka berdua sama-sama keluar dari persembunyian.

Di depan pintu sana, Ify dan Stev sedikit kualahan. Karena pasukan mereka terlalu banyak sekali. Stev pun segera menarik Ify untuk masuk kedalam sebuah ruangan. Dimana ruangan tersebut adalah tempat untuk Gym dan terdapat satu kolam renang besar.

Ify dan Stev langsung bersembunyi didalam almari yang berisikan baju handuk yang disediakan diruangan ini. Almari tersebut berada di ujung tak jauh dari kolam renang besar ini.
Stev membungkam mulut Ify agar tidak menghembuskan nafasnya banyak-banyak. Dan sedikit menahan nafas. Ify yang sudah lama tidak melakukan hal ini menjadi sedikit kaku. Ia seperti harus mengulang ke dasar bagaimana cara berlari cepat dan menembak dengan cepat.

“peluru. .”minta Ify kepada Stev. Dan Stev pun mengambil kedua pistol Ify dan mengisikkan peluru ke dalam kedua pistol terebut.

“Loe belajar dari mana ?”tanya Stev yang cukup kagum dengan kemampuan Ify. Menurutnya gadis ini seperti sudah terbiasa melamkukan hal seperti ini. Bahkan Roy yang menurut Stev kemampuannya berada dibawahnya dapat dikalahkan oleh kemampuan gadis didepannya ini.

“Loe mau tau aja apa tau banget . .”Ify menyunggingkan senyum remehannya kepada Stev. Dan detik kemudian ify membuka pintu almari itu dan keluar dari sana. Dan saat ify keluar ia langsung kaget melihat apa yang ada dihadapannya kali ini.

“Oh My God .. “pekik Ify. Ia melihat Mr.Lay dan Roy sudah di bungkam dan diikat. Mereka berdua seperti ditawan oleh anak buah Guard yang tersisa lumayan banyak. Stev yang ikut keluar pun tak kalah kagetnya dengan Ify.

Stev menatap Mr.Lay yang menatapnya dengan penuh kegelisahan. Dari dulu memang Mr.Lay sudah menjadi musuh bebuyutan dari Guard. Dulunya Guard sendiri bersahabatan dengan Mr.Lay namun karena sesuatu hal dan kekuasaan menyebabkan Guard meninggalkan Mr.Lay dan membawa banyak anak buah mr.Lay. oleh karena itu anak buah yang dimiliki mr.Lay saat ini tidaklah terlalu banyak. Namun memiliki kemampuan yang luar biasa.

Namun karena mereka diserang secara mendadak dan tanpa persiapan membuat mr.Lay dan anak buahnya kewalahan.

“Stev. . . . Kita bertemu lagi disini . . “Stev menatap pria yang menyapanya tersebut. Stev tauorang tersebut adalah anak buah kesayangan Guard. Dan memiliki kemampuan yang sama hebatnya seperti Stev. Pria tersebut bernama Delo

“Fy .. “Stev menarik Ify agar sedikit bersembunyi kebelakangnya. Stev tidak mau terjadi apa-apa dengan gadis ini. Karena tugasnya dari awal adalah melindungi gadis ini.

“Terlalu banyak Stev, Gue gak yakin kita bisa mengalahkan mereka”bisik Ify. Ia cukup mahir dalam hal ini. Jumlah mereka sekitar 50 orang. Karena Delo bukan membawa 4 mobil namun 10 mobil. Dan dengan jumlah 100 anak buah. Angka yang begitu fantastis seakali bukan. Sedangkan di gedung ini Mr.Lay hanya membawa 10 anak buahnya termasuk Ify dan Stev.

“Loe suka games??”ucapan Stev yang tiba-tiba seperti itu membuat ify sedikit binggung.

“Siapa yang paling banyak membunuh orang-orang ini. Dia menjadi pemenang. Dan yang kalah harus mengikuti semua permintaan pemenang., Bagaimana??”mendengar ucapan Stev, Ify menjadi begitu tertantang dan merasa tidak takut lagi.

“Setuju. “

“Hitungan ketiga kita mulai. Mereka semua memakai alat pelindung di tubuh mereka . Percuma kalau loe nyerang badan mereka. Serang langsung kepala mereka. Jangan pernah mencoba melawan Delo. Dia bukan tandingan loe”

“Oh ya ??”

DOOOORR DOOORR DOOOOR DOOOORR DOOORR

“Gadis iblis. Sialaan . . “Stev pun segera berlari menyusul Ify. Karena Ify sudah langsung menembak semua musuh-musuhnya dengan cepat.

DOOORRR DOOOORRR DOOOORRR DOOORR DOOOORR

Pertempuran pun terjadi kembali. Stev dan Ify yang tidak memakai pelindung apapun benr-benar harus bersusah payah. Sedangkan Delo berlindung dibelakang mr.Lay . Ia menawan Mr.Lay dari belakang.

“20 ujar Ify penuh kemenangan . . “

“DOOOOORRRRR”Ify dan Stev sama-sama menembak satu orang lagi. Mereka berdua bagaikan seorang pahawalan action di film-film. Gerakan mereka berdua yang lihat dan begitu cepat. Mampu memusnahkan 43 anak buah dari Delo. Mr.Lay , Roy bahkan Delo sendiri hanya bisa menatap tak percaya. Lebih tepatnya menatap ke gadis itu.

“Amazing. . . “ujar Roy benar-benar takjub sekali.

Stev tersenyum kearah ify, begitu juga dengan Ify. Kini mereka berdua berjalan mendekat ke Delo yang menyandra Mr.Lay dan satu lagi anak buah delo yang menyandra Roy.

“23 . dan loe kalah”bisik Stev penuh kemenangan. Membuat Ify memebelakakan matanya.

“peraturan tetap peraturan dan loe kalah”Ify mendengus kesal. Ia merasa tak terima. Namun mau bagaimana lagi. Ia akui Stev memang sangatlah hebat dari dirinya.

Delo terlihat ketakutan , ia menodongkan pistol ke arah kepala Mr.Lay. Mencoba mengancam Stev dan Ify. Namun mereka berdua sepertinya sama sekali tak takut.

“Jangan mendekat atau kepala Boss loe akan gue pecahin”

“Silahkan aja pecahin. Gue akan gantikan dia jadi boss”

JDAAAAAKKKK

“Awww . . “ringis Stev karena Ify menghantam perutnya dengan keras menggunakan siku gadis itu. Mr.Lay pun menatap Stev dengan tatapan tajamnya.

“Dia Om gue ngerti”

“Cuma bercanda tau . . “pekik Stev masih memegangi perutnya. Roy hanya mendesis saja melihat kelakuan Stev yang memang selalu seperti itu.

“Loe kalau masih mau hidup. Lepasin Om Gue. Dan gue akan bebasin loe”ujar Ify memberikan tawaran.

“Hahaha. Gak akan . Loe fikir gue takut ??”tantang Deo membuat Ify tersenyum bingas. Ia merasa pria tersebut banyak bicara.

DOOOORRRRR

“dikasih tawaran gak mau. Bye”ujar Stev dari belakang Ify. Stev tak tanggung-tanggung langsung menembak kepala Delo dengan cepat. Stev tahu akan taktik gadis didepannya ini. Dimana Ify mencoba mengecohkan Delo untuk tidak fokus kepada Stev dan saat itulah Stev akan menembak Delo.

“Pinter juga loe”

“gak usah muji. Udah banyak yang bilang seperti itu”

“Cisshh. . .”gidik Ify sangat menyesal memuji pria ini yang begitu bersa kepala.

“Loe mau selamat atau tidak? Kalau iya lepaskan teman gue”ujar Stev tanpa basa basi. Orang tersebut yang sepertinya takut. Langsung menjatuhkan pistolnya dan berlari melepaskan roy.

DOOOOORRR

“Biar tidak ada tersisa satu pun “ujar Stev santai. Karena Mr.Lay , Ify dan Roy menatapnya saat dirinya menembak orang satu tersebut. Mr.Lay hanya geleng-geleng saja.

“Sekarang cepat bawa Ify pulang. Dan jangan bawa Ify kesini lagi. Awas kaalau kamu membahayakan nyawa Ify lagi”

“Iya iya maaf. “

“Uncle Ify tidak apa-apa. Malah Ify senang banget bisa bermain seperti ini”

“WHAT ?? BERMAIN ??????”

*****
INDONESIA .
Rumah Sakit Arwana.

Alvin segera berlari menuju kamar rawat Sivia. Ia begitu cemas dengan keadaa gadis tersebut. Dan sesampainya dikamar Sivia , Alvin langsung masuk saja kedalam. Dan disana hanya ada Mama Sivia yang menunggu Sivia.

“Bagaimana keadaan Sivia tante ?”tanya Alvin langsung. Ia menayalami mama Sivia terlebih dahulu.

“kondisinya sudah mulai membaik. Tubuhnya Drop karena kecapean mungkin”

“Kamu jangan bertengkar lagi sama Sivia yah. Tante gak mau kalian bertengkar terus “pesan maam Sivia.

“Iya tante . Maafin Alvin”

“tidak kamu aja yang salah. Sivia juga salah. Tante tinggal dulu ya. Sivia tadi sudah saadar. Dia sekarang lagi tidur”Alvin menganggukkan kepalanya.

“Kalau Sivia bangun. Tolong kamu suapin dia bubur itu. Sivia belum makan sejak kemarin pagi”Mama Sivia pun beranjak keluar dari kamar rawat Sivia. Sedangkan Alvin menatap Sivia dengan tatapan tak tega. Wajah Sivia memang begitu pucat.

“Maaf Vi . . “

Sivia sepertinya tau akan kehadiran Alvin disini. Perlahan gadis ini membuka matanya yang lumayan berat. Ia tersenyum melihat Alvin berada didepannya dengan wajah cemas seperti itu.

“Wajah loe lucu tau gak kalau seperti itu”ujar Sivia lemas. Alvin mendecak kesal. Gadis ini selalu saja seperti ini.

“Loe buat gue jantungan tau gak”

“Maaf”

“Maaf loe gak diterima. Sebelum loe makan dulu”

“Gue gak nafsu makan”

“Tuh kan mulai lagi ngajak perang”Sivia terkekeh sedikit. Alvin pun mengambil semangkuk bubur di atas almari kecil samping kasur Sivia.

“Makan dikit aja Ya”bujuk Alvin. Ia pun menyendokkan sedikit bubur dan mulai menyuapi Sivia. Sivia yang tak ingin Alvin marah lagi kepadanya menuruti saja.

“Nurut gini kan enak”

“Udah Vin. Gue gak nafsu”pinta Sivia. Alvin pun menuruti saja. Melihat Sivia sudah mau makan beberapa sendok tadi sudah cukup legah baginya.

“Loe kenapa kok sampai pingsan kayak gini ??”

“Kecapean. Tugas kampus banyak. Ditambah yang semalam”

“Sorry gue gak tau kalau bakal jadi kayak gini”

“Udah gak apa-apa. Gak usah sok ngerasa bersalah begitu”

“Peccshh. . “desis Alvin tak enak. Sivia menghelakan nafasnya.

“Soal semalam . . . .”Alvin dan Sivia mulai sama-sama diam. Mereka teringat akan ucaapan mereka semalam yang memilih untuk putus.

“Loe mau kita putus??”tanya Alvin tanpa basa-basi. Dan Sivia pun langsung menjawab dengan sebuah gelengan yang cukup pelan.

“Lalu? Break itu??”

“Gue cabut lagi. Gue gak mau ada salah faham lagi diantara kita.”

“Kita buat perjanjian”

“perjanjian apa?”tanya Sivia tak mengerti.

“Kita tidak boleh mengucapkan kata putus walaupun kita merasa bosan satu sama lain. Kecuali satu diantara kita ada yang selingkuh. Gimana??:”

“Loe mau selingkuh ??”

“Aisshh. Ya enggaklah. Dapetin loe aja susah banget. Mau selingkuh”

“Pinter tuh otak”sahut Sivia dengan senyum yang begitu manis sekali. Membuat pipi chubbynya terlihat jelas.

“gimana setuju gak ??”

“Oke setuju aja deh”

“Dan kita harus bisa menahan emosi kita masing-masing. Mencoba tidak saling bertengkar”

“Oke. Kalau sampai ada yang mancing pertengkaran harus dihukum”

“Setuju. Apa hukumannya??”balas Alvin

“Apa ya ??? mmmm. Harus menuruti permintaan pasangannya. Dan harus dipenuhi apapun itu”

“Apapun??”

“Otak loe jangan mulai mesum . Gue tendang loe”ancam Sivia yang dapat membaca fikiran Alvin. Dan benar saja Alvin hanya nyengir tak jelas.

“Katanya kan apapun”balas Alvin sambil nyengir-nyengir.

“Apapun asal tak melanggar kaidah agama dan hukum. “

“Oke deal”

“Deal. Awas kalau loe ngelanggar”ancam Sivia, Karena memang selama ini yang selalu memancing pertengkaran diantara merka adalah Alvin sendiri.

“Loe sakit-sakit tapi masih sadis juga yak”

“Sadis-Sadis juga loe pacarin kan”

“terpaksa”

“Apa loe bilang tadi hah?”

“Kagak ada. Khilaf khilaf”

“Loe terpaksa pacaran sama gue?”

“Kagak Kagak Via . . .”

“Kalau terpaksa bilang aja. Loe mau gue putusin lagi? Hah??”

“yaelah vi. Kan kan mulai ngajak perang. Ingat peraturan. Peraturan”

“loe sih yang mancing-mancing”

“Gue kan Cuma bercanda:”

“Bercanda apaan kayak gitu?”

“Sakit-sakit tetap aja ngomelnya gak bisa ditahan ya”gemes Alvin heran sendiri.

“Loe itu ya Bla bla bla bla bla”

“Dan loe juga bla bla bla bla “

Mama Sivia yang berada di luar kamar rawat Sivia., yang sedari tadi menguping kedua pasangan kekasih ini hanya bisa geleng-geleng. Mereka memang aneh dikit-dikit baikan. Dikit-dikit bertengkar. Dan seperti sekarang. Perang dunia mulut sedang terjadi kembali. Dan kita lihat saja siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Bersambung . . . .

Waahhhh tambah gimana ya ceritanya ?saya juga binggung sendiri ha ha ha . Semoga tambah seru ya teman-teman😀. Teteap baca DELOV. Dan capcus ke part berikutnya. Jangan lupa Like dan Comment ya teman-teman😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s