DEVIL ENLOVQER – 71 ~ The Feel . . . . ~

Ini part 71 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa.. Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow HYO yaa . . Maaf harus nunggu DELOV lama.. Minta doanya ya supaya hasil unasku bisa lulus 100% amin amin . Makasih all. Follow >> @luckvy_s😀 .
Maaf kalau masih ada tulisan yang salah atau ceritanya kurang menarik. Saya berharap semua tambah suka  terus baca DEOV ya teman-teman . Semangat untuk 10 part,nyaa😀 .

DEVIL ENLOVQER – 71
~ The Feel . . . . ~

Gabriel berjalan didepan Agni. Mereka berdua sedang berada di Villa baru Gabriel. Gabriel memang baru 2 minggu ini mempuyai Villa di Spanyol. Entah mengapa ia sangat ingin membeli Villa disini.

“Waaoww . . “kagum Agni melihat pemandangan di Villa ini yang begitu indah sekali. Villa ini terdapat di sebuah bukit tinggi. Dengan desain Vila yang sangat indah. Dan di gazebo Villa ini terdapat kolam yang lumayan besar. Dan langsung mengarah ke pemandangan dibawah bukit. Dapat terlihat banyaknya pemandangan yang sangat indah.

“Kamu suka pemandangannya Ag?”tanya gabriel yang sedang menggantungkan kemejanya diatas almari.

“Suka banget”jujur Agni masih tak mengalihkan perhatiannya dari pemandangan didepan matanya.

“Villa ini gue beli untuk gue dan istri gue nanti”jelas Gabriel.

“Pasti beruntung banget istri loe nanti”sahut Agni. Setelah itu gadis ini pun berjalan untuk duduk di sofa didepan ruang televisi. Gabriel mengangkat alisnya seolah tak tahu apa maksud dari ucapan Agni tersebut.

“Loe laper gak?”tanya Gabriel menatap Agni yang sedang meregangkan tubuhnya. Perjalanan mereka memang begitu lama sekali.

“Lumayanlah”

“gue buatin makanan dulu”

“Loe bisa masak?”tanya Agni terkejut.

“Loe ngeremehin gue ??”

“gak sih. Gue Cuma tanya “

“Kalau gue bisa masak dan masakan gue enak loe harus pijitin gue. Gimana ??”tantang gabriel

“Kalau ternyata masakan loe gak enak ??”:

“Gue yang akan pijitin loe??”

“Oke deal. Silahkan memasak tuan gabriel “ujar Agni dengan nada yang seolah memuji dan juga mengejek. Gabriel pun segera berjalan ke arah dapur. Ia melihat isi kulkasnya yang terdapat bahan-bahan lengkap. Ia memang sudah menelfon penjaga villanya untuk menyiapkan bahan-bahan di kulkas.

Agni berjalan mendekati dapur. Ia duduk di kursi meja makan yang tak jauh dari dapur. Agni menatap Gabriel yang benar-benar serius masak.

“Loe buat apa?”

“Spaghetti. Kesukaan loe kan ??”Agni mengernyitkan keningnya.

“Enggak. Gue gak suka Spaghetti . . “

DENGDONG

Gabriel terdiam seperti orang bloon. Agni yang sangat jujur dan polos sekali membuat gabriel menjadi salah tingkah untuk kesekian kalinya.

“Gue Cuma nebak doang hehe”canda Gabriel namun terlihat kaku sekali. Gabriel merutuki Cakka yang sudah menipunya habis-habisan.

‘Tapi gue juga gak benci spaghetti kok.Lumayan suka lah”sahut Agni yang tidak ingin membuat Gabriel sia-sia memasak spaghetti untuknya.

“Okelah. Lihat aja. Pasti Spaghetti gue rasanya enak banget”

“Oke kita lihat aja”

*****
Prancis. Gedung Latihan

Mr.Lay sudah beranjak keluar. Sedangkan ify Stev dan roy masih didalam kolam tersebut. Mereka bertiga membereskan pistol-pistol yang tersisa disana. Dan disana banyak darah yang mengalir. Mr.lay sedang memanggil orang-orang untuk membawa mayat-mayat ini.

“Hebat juga kamu Fy”puji Roy kepada Ify. Ify hanya tersenyum saja.

“Kamu belajar dari mana ?”tanya Roy lagi sambil memasukkan pistol-pistolnya ke dalam tas hitam.

“Dulu sepupu aku yang ngajarin. Udah dari SMP sih. Mangkannya mahir. Tapi udah lama juga gue gak main kayak ginian lagi”

“Yaakkk gadis bodoh gadis gila. Ini bukan mainan. Ini nyangkut nyawa ngerti!!”sahut Stev dari ujung kolam sana. Ify memanyunkan bibirnya. Roy hanya tertawa saja melihat dua orang ini yang selalu bertengkar dimana pun.

“Iya iya tauu”Ify berjalan mendekati Stev berniat untuk membantu pria tersebut karena masih banyak pistol berkeliaran disana (?).

“Gue keluar duluan yah. Mau beresin yang diluar”pamir Roy dan segera beranjak keluar dari Ruangan tersebut. Baik Stev dan Ify nampaknya tidak peduli. Ify mengambili pistol milik musuh-musuh tersebut. Begitu juga dengan Stev yang tberdiri tak jauh dari Ify.

Ify menghelakan nafasnya sebentar. Ia meregangkan kedua tangannya yang sudah mulai capek. Ify membalikkan tubuhnya ke belakang. Ify terkejut melihat Delo yang ternyata masih hidup. Dimana Delo bersiap untuk menembak ke arah Stev. Dan saat ini Stev sedang duduk dipinggir kolam dan asik mengeluarkan peluru-peluru pistolnya.

Entah menagapa saat Delo mulai mengarahkan pistolnya ke Stev dan Ify pun menatap wajah Stev. Otak Ify terfikirkan bahwa pria itu Rio bukan Stev. Dan banyangan Rio kembali menyeruak di otak Ify.

“RIOOOOOOOO”teriak Ify sambil berlari sekencang mungkin.

DOOOOOOORRRRRR

BYUUUUUUURRRRRR

“IFFFFFFFYYYY”

Gadis ini terhempas tenggelam kedalam kolam. Ify masih membuka matanya. Perlahan badanya terus tenggelam kebawah. Di sisa kesadaran Ify, ia merasakan seperti dejavu. Ia pernah merasakan hal seperti ini.

“ify. . loe dimana. . “

“Fy .. Fy . . “

“Aku cinta sama kamu . . “

Bayangan 5 tahun yang lalu. Dimana awal Rio menyatakkan cinta untuknya didalam air. Dan sama seperti ini Ify menyelamatkan Rio yang akan ditembak. Dan saat ini Ify juga menyelamatkan Stev.

DOOOOORRRRR

Ify tak sadarkan diri setelah mendengar suara tembakkan yang di luncurkan Stev kepada Delo. Dan kali ini Delo pasti sudah benar-benar meninggal. Stev yang didorong oleh Ify sehingga Ifylah yang terkena tembakkan tersebut.

Setelah menembak balik Delo, Stev langsung masuk kedalam kolam. Ia hanya memfikirkan nyawa gadis itu yang seharusnya ia jaga. Untung saja kolam ini tidaklah dalam. Stev terus menyelam lebih dalam. Dan ia mendapatkan Ify yang sudah dibawah dengan darah yang ada dibagian perut kananya.

Stev segera mengangkat tubuh gadis ini dengan hati-hati. Stev menaikkan Ify keatas . Stev tak ingin ambil pusing dan resiko lagi. Ia segera membopong tubuh gadis ini keluar dari ruangan tersebut. Stev ingin cepat-cepat membawa gadis ini kerumah sakit.

“Tahan Fy. Tahan. . . “Stev semakin mempercepat langkahnya. Lantai yang lumayan licin sedikit mempersulitnya karena kakinya sudah basah terkena air.

Roy melihat Stev dengan binggung karena Stev dengan tergesaj-gesah dan membopong seorang gadis yang ia yakini adalah Ify/ Roy pun segera menyusul Stev yang berjalan ke arah luar gedung.

“Stev ?? Ify kenapa ??”

“Nanti gue ceritain. Bilang ke Boss suruh ke rumah sakit sekarang. “Stev memasukkan Ify kedalam mobil. Setelah itu Stev pun ikut masuk dan segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Stev tak peduli ia melanggar lalu lintas. Ia hanya berfikir bagaimana gadis ini bisa selamat.

Hanya dalam waktu kurang dari 10 menit , Stev tiba dirumah sakit. Ia malah langsung membawa Ify keruang UGD untuk diatasi secepatnya. Banyk orang yang menatap Stev yang mengenakan baju basah. Dan wajah penuh kepanikan. Stev benr-benar sangat panik sekali.

“Bodoh kenapa loe lakuin itu. “

“Kenapa ?? Loe benar-benar assghhh. .. .”Stev mengigit jempolnya. Mengingat akan kejadian itu kembali. Dimana Ify menyelamatkannya dari tembakkan Delo.

Stev melihat Ify yang langsung dibawah keruang ICU. Stev pun segera mengikuti para medis dengan cepat membawa Ify. Dimana Ify sudah dikenakkan infuse dan masker oksigen.

Stev tak diperbolehkan masuk. Ia hanya bisa menunggu di luar. Stev tak peduli akan dinginnya malam ini. Suhu diprancis sendiri hampir sudah mendekati 10 derajat celcius. Dan tak lama kemudian mr.Lay dan Roy datang menghampirinya dengan wajah tak kalah paniknya dengan dia.

“Ify dimana? Dia tidak apa-apa? dia kenapa??”bentak Mr.Lay yang langsung marah kepada Stev.

“Dia. . dia. . dia. . . “Mr.Lay tak tanggung-tanggung langsung menarik kera baju Stev begitu erat dan tatapan yang begitu tajam.

“Kalau ada apa-apa sama dia. Nyawa kamu sebagai gantinya. Ngerti ?”

“Boss udah Boss. Ify pasti tidak apa-apa”ujar Roy mencoba menengai boss dan sahabatnya ini/ Stev yang meang merasa bersalah hanya bisa diam saja. Ia membirkan saja bossnya dalam keadaan masih emosi.

2 jam para dokter tak kunjung keluar. Mr.lay pun semakin panik sekali. Jangankan Mr.Lay, Stev pun tak kalah paniknya. Ia hanya terdiam di ujung ruang tunggu. Duduk disana dan menundukkan kepalanya. Seolah memfikirkan suatu hal.

3 jam kemudian. Akhirnya semua tim medis keluar dari ruang ICU. Mr.Lay pun langsung mendekati salah satu dokter dan meminta penjelasan. Stev hanya berdiri dan melihat Mr.Lay yang berbincang serius dengan dokter tersebut.

Setelah berbincang dengan dokter itu. Mr.Lay berajalan mendekati Stev yang hanya diam dan menatapnya dengan perasaan bersalah.

“Dia akan tidak sadar sampai 4 hari “

“Dia gak koma kan ?”tanya Stev langsung dan membuat Mr.Lay heran.

“Tidak. Dia tidak apa-apa. Dia hanya akan butuh istirahat 4 hari untuk memulihkan luka tembak diperutnya. Dan selama ini jaga dia baik-baik. Dia akan langsung dibawah pulang saja dan akan dirawat di rumah. “

“selama 4 hari kamu jangan keluar dari rumah Ify. Dan terus jaga dia sampai dia siuman dan sembuh. Mengerti ??”

“Iya Boss. Maaf “Mr.Lay mengangguk saja. Ia pun segera membereska semua administrasi dan kepulangan Ify yang selesai melakukan operasi pada perutnya untuk mengeluarkan peluru diperutnya.

Stev dapat bernafas legah kali ini. Roy menghampiri Stev dan menepuk bahu sahabatnya ini. Roy tau apa yang dirasakan oleh Stev sekarang. Stev menatap Roy dengan tatapan sendu.

“Bukan salah loe. Dia gadis baik sangat baik malah”ujar Roy mencoba menenangkan Stev yang terlihat masih khawatir.

“Dia punya berjuta nyawa dalam tubuhnya. Jangan khawatir”Stev menganggukkan kepalanya mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Mencoba percaya akan ucapan sahabatnya ini.

*****
Spain. Villa gabriel

Gabriel sudah selesai memasak. Ia menghidangkan satu piring Spaghetti dihadapan Agni. Nampaknya Agni sudah begitu lapar dan ingin cepat-cepat makan Spagetti ini.

“Pasti enak”ujar gabriel penuh keyakinan. Agni pun langsung menerima piring dari Stev dan memakan Spagetti itu.

Gabriel harap-harap cemas mendengar bagaimana hasil dari masakannya. Wajah Agni seolah ala cheef cheff yang sedang menjuri.i makanan.

“gimana ??”tanya Gabriel cemas.

“Enak . .”jawab Agni jujur dan membuat gabriel begitu senang. Keahlian masaknya memang tak dapat diragukan. Dulu memang dirinya pernah belajar masak di Jepang.

“Perjanjian tetap perjanjian”tagih gabriel mengingatkan Agni.

“Iya gue inget. Tapi selesai gue habisin makan dulu”

“Oke gue tunggu”

Gabriel menunggu gadis yang ada disampingnya ini sampai selesai makan. Gabriel harus ekstra sabar menghadapi Agni. Ini demi taruhannya dengan Cakka dan dia bisa kembali dengan Shilla.

“Kenyangnya . .. “ujar Agni yang telah menghabiskan spagetti buatan Gabriel.

“Sekarang loe pijitin gue”tagih gabriel. Agni menggaruk-garuk rambutnya yang tidak getal.

“Tapi gue gak bakat mijit orang”jujur Agni.

“No problem. Setidaknya rasa pegel di badan gue bisa hilang dikit”serah Gabriel. Ia pun segera membalikkan badanya dan membelakangi Agni. Agni pun mulai memijat gabriel di bagian punggung belakangnya.

Jadilah malam ini mereka hanya saling pijat memijat dan terkadang gabriel menggoda Agni dengan sifat kepolosan gadis itu.

*****
INDONESIA

Hari ini Alvin mengantarkan Sivia pulang dari rumah sakit. Sudah hampir 3 hari Sivia harus dirawat disana. Dan selama 3 hari itu Alvin terus menjaga Sivia. Sivia pun merasakan Alvin begitu sayang kepadanya.

“Kamu pulang aja.. Pasti capek selama 3 hari ini jagain aku”ujar Sivia yang tak enak kepada Alvin.

“Enggak apa-apa sayang. “

“Makasih “

“Kamu istirahat sana. Dan jangan ulangi seperti ini lagi”

“Iya Iya ..”

“yaudah aku pulang dulu yah. Udah malam juga”

“Hmm. . :”

“Selamat beristirahat Nyonya Alvin”ujar Alvin membuat Sivia terkekeh pelan. Pria ini memang selalu bisa membuatnya tertawa,sedih dan marah.

“Kamu hati-hati pulangnya”

“Iya. Malam sayang”Alvin mengecup pelan dahi Sivia mencoba memberi ketenangan pada kekasihnya ini. Setelah itu Alvin segera beranjak dari kamar Sivia. Dan Sivia pun memilih untuk beristirahat.

*****
Prancis . Rumah Ify

Mr.Lay menyuruh semua pelayan dirumah Ify untuk tidak menceritakan kejadian ini kepada Mr.Bov . Bi Ina juga terpaksa harus membungkam suara. Mr.Lay hanya tak igin sang kakak khawatir. Toh, Ify juga sudah tidak apa-apa.
Dan Ify pun sudah berada di kamarnya dengan Infuse yang menancap di tangan kanannya. Dan Stev pun dengan setia menjaga gadis ini. ia begitu sangat merasa bersalah sekali.
Stev duduk disamping kasur Ify yang begitu mewah. Ia menyeret sebuah sofa kecil agat dirinya bisa duduk disamping Ify yang masih terbaring tak sadarkan diri.

“Fy , Maaf . . “lirih Stev, karena ia sendiri binggung harus berbuat bagaimana. Posisinya begitu tak enak saat ini. Stev menatap Ify yang tidur seperti seorang putri sangat cantik sekali.

“Cantik . . “puji Stev menatap wajah gadis ini.

“Gue akan tebus kesalahan gue. Dan hutang budi nyawa ke loe Fy. “

“Loe cepat sembuh ya”
*****
Dan benar saja selama 3 hari Stev tak ada hentinya menjaga Ify. Ia membantu perawat untuk membersihkan wajah ify dan mengompress gadis ini. Menyisiri rambut Ify setiap harinya. Stev benar-benar merawat gadis ini dengan baik. Speerti yang disuruh Mr.Lay kepadanya.

“Aashh . ..”Stev terkejut melihat Ify yang sudah tersadar dan mencoba membuka matanya. Ify mengernying kesakitan memegangi perutnya. Stev nampaknya legah karena akhirnya gadis ini sudah sadar. Dan Infuse Ify sendiri juga sudah diepas. Kondisi Ify memang sudah tak apa. hanya butuh pemulihan saja.

“Loe gak apa-apa kan??”

“Gue kenapa?”tanya Ify yang nampaknya tak ingat dengan kejadian beberapa hari yang lalu.

“Loe tertembak. Sorry semuanya salah gue”Ify mencoba mengingat kejadian kemarin. Dan akhirnya ia dapat mengingatnya.

“Bukan salah loe”

“Loe mau makan?”tawar Stev dengan nada yang begitu lembut. Dan membuat Ify heran sendiri. Stev berubah baik 360 derajat dari pertama saat ia bertemu pria ini untuk pertama kalinya.

“Gue gak lapar. Perut gue sakit”

“Luka tembak loe masih basah. :”

“Di perut ??”

“Iya”Keheningan terjadi sejenak. Ify dengan fikirannya sendiri dan Stev juga dengan fikiranya sendiri.

“Loe kenapa nyelametin gue ?”tanya Stev yang sangat ingin tau sekali. Mendengar pertanyaan Stev membuat Ify langsung merasakan kesedihan. Ia teringat kembali akan sosok Rio.

“karena . . . “

“Kerana apa?”

“Ka . . re . . .na. . . “air mata Ify tiba-tiba saja langsung terjatuh. Dan dengan cepat ify menghapus air matanya itu. Stev nampaknya terkejut melihat gadis ini malah menangis.

“Loe kenapa ? gue salah nanya ??”

“Gak kok. Karena gue ingin nyelametin loe aja”jawab Ify berbohong. Stev mengernyitkan keningnya tak yakin akan jawaban gadis ini.

“Udahlah toh gue udah gak apa-apa kan? Loe gak usah ngerasa bersalah kayak gitu. Wajah loe gak banget sok melas kayak gitu”Stev mendesis sinis mendengar ucapan Ify barusan.

“Gue keluar dulu ambil makan. Loe istirahat aja dulu”suruh Stev dan membenahkan selimut Ify. Membuat gadis ini benar-benar tak percaya. Ia merasa dihadapannya saat ini bukanlah Stev. Tapi sosok Rio.

“Ify sadar dia bukan Rio. Sadar Ify”

“Yo . . gue kangen sama loe. .. “Ify mulai menangis kembali. Ia merasa begitu merindukkan pria itu. Sangat dan sangat rindu sekali. Bagaimana bisa menahan sebuah rasa cinta yang begitu besar kepada seorang yang sudah tidak ada. Bagaimana bisa mengobati rasa rindu kepada orang tersebut. Sangatlah sulit dan sakit sekali. Itulah yang dirasakan ify. Ify sangat tersiksa sekali.

“Kenapa dia begitu mirip sama loe Yo. Kenapa harus datang dihadapan gue? Kenapa takdir gue harus seperti ini. Ini semua sangat menyiksa. “

****
Bandara Sokearno Hatta.

Agni dan gabriel sudah pulang ke Indonesia. Mereka hanya 2 hari di Spain. Gabriel hampir frustasi menghadapi sifat polos dan dingin dari Agni. Bahkan Saat Stev mengajak Agni makan di restoran saja, Agni langsung menolaknya tanpa basa-basi.

“Pak bulan depan saya ambil libur satu minggu”ujar Agni kepada Gabriel .

“Kenapa? kamu mau kemana ??”

“Saya ada acara keluarga di luar kota. Dan saya harus kesana. Jadi mohon maaf selama seminggu nanti saya melepas pekerjaan saya sebentar”

“Oh. Iya gak a-apa kok Ag. “

‘Memangnya kamu mau keluar kota kemana??”tanya Gabriel yang ingin tahu saja.

“bapak mau ikut??”dan untuk kesekian kesekian kalinya. Gabriel dibuat salah tingkah lagi oleh Agni. Agni seolah memojokkan Gabriel dengan balasan dari ucapannya itu.

“Enggak. Saya Cuma tanya “

“Oh .”jawab Agni seadanya. Setelah itu Agni segera meninggalkan Gabriel di bandara karena jemputan mobilnya sudah datang.

Gabriel mencakar-cakar rambutnya sendiri. ia tidak peduli banyak orang yang melihatnya di Bandara ini. Memang benar kata Caka. Agni gadis yang begitu sulit untuk ditaklukan. Bahkan sangatlah sulit sekali.

“Pantes aja Cakka gak bisa dapet-dapetin nih cewek”

“Ajaib banget sih”

“Eeerrss . ..”

“Sabar sabar. Orang sabar disayang Shilla”

“Eh salah disayang tuhan”

*****
Kamar Ify

Stev mengganti pakaiannya, ia baru saja selesai menebus obat Ify di rumah sakit dan membeli makanan untuk dirinya sendiri. Setelah mengganti pakaiannya Stev menatap gadis yang sedang tertidur di atas kasur tersebut. Gadis itu benar-benar seperti Seorang putri. Ia terlihat cantik sekali.

“Huft . . . “Stev duduk di sofa tempat ia tidur. Setelah itu ia membuka bungkus makannya. Stev memakan Salad buah kesukaannya. Ia dari semalam memang belum makan sama sekali. Kecemasannya melupakan segalanya.

Ify mengerjapkan matanya. Ia terbangun tidurnya, ia melirik kearah Sofa Stev di ujung sana. Ia dapat melihat pria itu sedang makan. Ify terdiam menatap pria itu. Ify melihat wajah Stev kalau diam seperti itu seperti anak kecil yang sedang lapar dan lucu. Bukan itu saja, Stev pun sangat mirip dengan Rio saat makan.

“Aku lapar . . . “

“YAAAKKK BODOH !! ITU MAKANAN GUE !!!”

“BODO amat. Loe bisa buat sendiri “

“NO !!! MIE GUE . GUE LAPER RIOOO . . . “

“Aelah Fyn ngalah kek . . “

“Ngalah sama loe?? Sampai Matahari ketuker sama Bulan dan sampai Superman ganti celana dalam jadi Pink pun gue ogah ngalah sama loe !!! SETAAANNN!!!”

Ify mengigit bibirnya kuat-kuat. Ia tak peduli rasa sakit akan gigitannya itu. Ia menahan air matanya jatuh kembali. Hati Ify terasa sesak sekali. Ia benar-benar merindukkan sosok Mario. Ify sangat rindu kepadanya. Sangat dan Sangat !!!!.

“ Kamu mau makan apa???”

“Makan cinta”

“Makan tuh cinta cisshh . . Nih bekal makanan loe. Udha gue bawain. Harus dimakan !! lihat tuh tubuh loe udah kayak lidi !!”

“Iya cerwet”

“Yo . . “

“Hmm . .”

“Pliss . kali ini aja dengerin gue. .. Cepat makan “

“Hmmm. Iya Alyssaku . . “

“Gitu kan enak”

“Suapin “

“Yaakk sejak kapan loe jadi pria manja nana lay gitu”

“yaudah kalau gak mau suapin gue ogah makan”

“Bodo amat loe makan gak makan juga terserah lu. Loe mati juga ue tinggal nyari pria lain “

“AAASSHGHH GADIS IBLIS SETAN !!! GUE CEKIK LOE KALAU BERANI CARI PRIA LAIN”

Stev merasa dirinya diawasi oleh seseorang. Ia melirik perlahan ke arah IFy. Dan benar saja gadis itu sedang melihatnya dengan tatapan yang entahlah dia juga tak bisa mengartikannya. Stev menaruh saladnya dan meminum minumannya. Setelah itu ia berdiri dari tempat duduknya. Ia binggung sendiri kenapa Ify melihatnya seperti itu.

“Ada yang salah sama gue?”tanya Stev perlahan berjalan mendekati Ify. Ify yang langsung tersadar dengan cepat menggelengkan kepalanya.

‘Loe lapar??”

“Hmm. .”Ify menganggukkan kepalanya pelan.

“Yaudah gue ambilin makan bentar”Stev pun segera beranjak dari kamar Ify.

“Stev . . “p[anggil Ify saat pria ini ingin membuka pintu kamar Ify. Mau tak mau Stev membalikkan badanya.

“Makasih “Stev mengembangkan senyumnya mendengar pernyataan gadis itu. Tak disangka gadis itu bisa baik juga. Stev menganggukkan kepalanya lantas keluar dari kamar Ify.

Ify terdiam kembali, Ia memfikirkan apa mungkin bahwa Stev itu adalah Mario. Tapi dari apa yang dia lihat dari Stev itu bukanlah Rio. Sangat dan sangat beda . Mulai dari Sifat, Kulit , dan kesukaan makanan. Ify tau Rio tidak pernah suka yang namanya Salad dan sayur. Bahkan Rio bisa muntah jika makan susu putih.

Tookk Toookkk

“Masuk . . “jawab Ify. Ia tau bahwa itu bukanlah Stev. Sejak kapan Stev punya sopan santun seperti itu.

“Morning Sweety”sapa Mr.Lay . ify tersenyum melihat unclenya dan dibelakangnya juga terdapat Roy.

“Haii Fy. “

“Hai . “balas Ify kepada Roy.

“Gimana udah baikkan??”tanya Mr.Lay. dua pria ini mendekati kasur Ify. Roy nampaknya kagum dengan kemewahan gadis cantik ini.

“Udah kok uncle. Mungkin perutnya masih agak sakit”

“Awas ya kalau kamu ikut-ikut kesana lagi. Atau pegang pistol lagi. Uncle aduhin ke papa kamu”

“Iya iya Uncle “

“Stev mana??”tanya Mr.Lay yang tak melihat adanya sosok tersebut di kamar ini.

“Lagi ngambilin Ify makan .”

“Waoww . tumben mau tuh anak disuruh ??”ceplos Roy dan langsung mendapatkan tatapan tak enak dari Mr.Lay .

“Keceplosan Boss”bisik Roy merasa bersalah sendiri.

“Yaudah, saya keluar sebentar mau ngehampirin tuh anak curut. Kamu ngobrol aja dulu sama Roy”

“Boss nyuruh saya pedekate nih sama Ify?”

JDAAAKKK

“Awww. .bercanda boss bercanda . . .”Ify hanya terkekeh pelan melihat Roy yang mendapat jitakan dikepalanya dari Mr.Lay. Roy mengelus-elus kepalanya.

“Roy boleh tanya gak ??”ujafr Ify membuat Roy pun ikut serius.

“Stev itu anaknya gimana sih ??”tanya Ify sedikit ragu. Roy mengernyitkan keningnya seolah berfikir dan ingin menggambarkan sosok Stev yang ada dalam otaknya.

“Dia itu baik anaknya sangat tanggung jawab. Walau dia sedikit kasar dan seenaknya sendiri. Tapi dia baik banget. Anaknya gak mau tau urusan orang lain. Gak bisa berbuat lembut sama cewek. “

“Lah itu yang jadi pertanyaan gue .. Kenapa dia bisa lembut gitu sama loe. “Ify mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan Roy.

“Loe sama Stev udah berapa lama jadi anak buahnya Uncle??”

“Udah berapa ya? Lama lebih dari 7 tahunan. “

“7 tahun ??”

“Iya walau sempat break 2 tahun kita semua “Roy yang sudah ada bau-bau Ify ingin menanyainya lebih dalam segera memilih mengalihkan topik.

“Eh Stev khawatir banget waktu loe masuk ICU”

“Heh??”

“Iya . wajahnya bener-bener panik. Sampai dia ngira loe bakal koma”

“Koma?”Ify terdiam lama sekali. Di otaknya saat ini hanya terbayang satu hal.

“Mungkin dia merasa bersalah sama gue”jawab Ify mengontrol kesadarannya. Roy pun hanya mengguk saja. Tak lama kemudian Stev masuk dengan membawa sepiring makanan dan segelas minuman.

Stev mengernyitkan keningnya heran melihat Roy dan Ify sama-sama menatapnya saat dia masuk kedalam kamar Ify.

“Loe berdua ngefans gue ??”sontak Ify dan Roy langsung mengalihkan pandangannya dari Pria ini. Tidak dipungkiri bahwa Pria ini selalu suka memuji dirinya sendiri.

“Loe bisa makan sendiri ??”tanya Stev yang sudah berada dis amping Roy.

“Kalau gak bisa biar gue aja yang suapin”ujar Roy yang niatnya bercamda malah dapat lirikan tajam dari Stev.

“Canda kali Stev. Yaudah deh gue mending keluar aja “

“God well son ya Fy. Ati-ati sama dia. Kadang jinak kadang enggak “Ify terkekeh melan sedangkan Stev menahan emosinya untuk tidak membunuh sahabatnya yang sudah berlari keluar dengan gerakan cepat.

Kini dikamr ini hanya ada Ify dan Stev. Ify menatap Stev dan membuat Stev sedikit salah tingkah sendiri.

“Bisa makan sendiri ?”tanya Stev mengulang pertanyaannya. Ify menggeleng pelan. Stev menghembuskan nafasnya sebentar. Setelah itu ia menaruh gelas minumannya di meja kecil disamping kasur Ify. Dan segera duduk disamping Ify berniat menyuapi gadis ini.

Stev menyuapi Ify dengan sabar, Tak ada yang membuka pembicaraan saat ini. Hanya terdengar suara gesekkan antar sendok dan piring yang dipakai oleh Stev. Ify memakan makanannya dengan fikirannya yang kemana-mana.

“Loe gak perlu ngerasa bersalah atau hutang budi sama gue. “Stev mendongakkan kepalanya menatap Ify setelah mendengar ucapan gadis ini.

“Gue hanya melakukan pekerjaan gue. Gak lebih”jawab Stev yang kembali ke sifat semulannya yang begitu dingin.

“Gue udah kenyang “Stev meletakkan piring yang masih tersisa sedikit nasi tersebut. Ia lalu mengambil segelas air minum dan membantu Ify untuk meminum minumannya.

“Gue habis ini mau jalan-jalan”ujar Ify dengan nada yang begitu datar.

“Kemana??”

“Kemana aja. Gue bosen dirumah”

“Yaudah gue nurut aja”Stev berdiri dan beranjak dari hadapan Ify. Sifat cueknya terlihat kembali membuat Ify melengos saja. Yah, dia memang seperti itu dan selamanya akan seperti itu.

Stev keluar dari kamar Ify, karena Bi Ina sedang akan menggantikan baju Ify dan membasuh tubuh Ify dengan air hangat. Fikiran Ify masih begitu kacau. Apalagi mendengar ucapan Roy tadi.

“Koma??”

“Bagaimana . . . .”

“entahlah. Gue juga gak yakin “

Stev masuk kembali ke dalam kamar Ify setelah gadis tersebut digantikan baju. Stev kedalam dengan membawa kursi roda. Ia pun membantu Ify untuk duduk di kursi roda. Ify masih merasakan perutnya yang sakit akibat lukatembak.

Stev mendorong kursi roda Ify menuju keluar dari rumah mewah ini. Stev menuruti saja keinginan Ify, toh ini semua adalah pekerjaannya. Ify membawa Ipad.nya dan juga membawa kamera SLR.nya.nya. Gadis ini ingin merefreshkan otaknya saat ini.

*****
Indonesia, Rumah Iqbal.
Iqbal dan salasha yang sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional benar-benar belajar dengan rajin. Mereka berdua pun selalu belajar bersama. Iqbal yang memang terkenal di skolah dengan kepandaiannya dengan sabar mengajari Salsha.

“rumus kalor ini sama ini apa bedanya ??”

“Kalau ini Cuma mencari Q,nya kalau yang ini mencari perbancingan suhunya. “

“Oh gitu . ngerti-ngerti sekarang “

“Den ada telfon tadi dari neng Ify. Katanya Den suruh cepat-cepat telfon neng Ify lewatvideo call”ujar pembantu Iqbal. Mendengar ucapan pembantunya Iqbal pun segera berdiri.

“bentar ya Sha. Gue ke kamar dulu . Mau telfon kak Ify “

“Oh Iya . salam ya buat kak Ify”

“oke” Iqbal pun berjalan ke arah kamarnya. Tak biasanya kakaknya menyuruh menelfonnya dengan cara seperti itu. Pasti ada apa-apa.

Iqbal pun segera masuk kedalam kamarnya dan menyalahkan laptopnya.

TIITTTT

“Hallo Kak”

Bersambung . . .. . . .

Hayoooo kenapa ?? kenapa ?? . Udah yaa diterima aja Stev.nya hihihi😀 Tunggu part selanjutnyaa yaa. Sebentar lagi pasti ada kok😀 teteap semangat baca yaa semuanyaa makasih😀 Like dan Commenya ditungu selalu😀 maaf kalau ada tulisan yang salah hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s