DEVIL ENLOVQER – 72 ~ Detik demi detik .. . ~

Ini part 72 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa.. Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow HYO yaa . . Maaf harus nunggu DELOV lama.. Minta doanya ya supaya hasil unasku bisa lulus 100% amin amin . Makasih all. Follow >> @luckvy_s D .
Maaf kalau masih ada tulisan yang salah atau ceritanya kurang menarik. Saya berharap semua tambah suka  terus baca DEOV ya teman-teman . Semangat untuk 10 part,nyaa😀 .

DEVIL ENLOVQER – 72
~ Detik demi detik .. . ~

Ify meminta Stev untuk membawanya ke sebuah danau yang berada di ujung kota paris. Ify saat pertama kali di Prancis ia sering pergi ketempat itu bersama Papa, Iqbal dan mamanya. Namun semenjak Mama Ify telah meninggal Ify tak pernah ingin pergi ke sana lagi.

Ify menjalankan kursi rodanya sendiri. Memandangi danau didedepannya ini. Semua masih sama seperti saat 10 tahun yang lalu. 10 tahun yang sangat indah baginya. Indah sekali. Ify memejamkan matanya , menikmati udara pagi yang sangat sejuk ini.

“Gue mau loe ambilin bunga di pinggir danau itu”suruh Ify kepada Stev. Stev menatap Ify dengan malas.

“Ogah ah, Nanti gue basah “

“Eheemm. . “dehem Ify tegas. Membuat Stev berdecak kesal.

“Assgh. Iya iya “mau tak mau Stev menurut saja toh itu sudah pekerjaanya. Stev melepas kedua sepatunya dan segera berjalan mendekati danau untuk mengambil bunga yang dimaksud okeh Ify.

“Ambil yang banyaaaakkkk”teriak Ify sekeras mungkin dan membuat Stev tambah kesal. Ify membawa kamerannya. Dan lansung membidik ke arah Stev yang sedang mengambil Bunga tersebut.

“STEV”teriak Ify memanggil pria itu. Sontak Stev lantas melihat ke arah Ify yang berada tak jauh darinya.

JPREEEEETTTT

“AASSGHH HAPUS GAK ??? Loe kalau ngefans gue gak perlu sebegitunya. Hapus gak ??”teriak Stev yang tak suka. Namun Ify malah terus memfotoi Stev sesuka hatinya.

“Aissgghh. Terserah loe . . .”

“Stev belikan gue makan di toko kecil sana “teriak Ify saat Stev berjalan mendekatinya.

“Ada-ada aja sih loe”Stev melemparkan begitu saja bunga yang diminta Ify di tubuh Ify. Ify mendesis kesal, Stev sangatlah kasar kepadanya.

Stev berjalan dengan malas ke arah toko kecil yang jaraknya lumayan jauh. Ify menatap kepergian Stev. Setelah itu ify mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Bik bilang ke Iqbal telfon aku sekarang. Suruh pakek Video Call penting saat ini juga:”

Ify menutup sambungannya dan segera membuka Ipad yang sengaja ia bawah. Dan tak butuh waktu lama sebuah panggilan diterimannya. Ify pun memencet tombol terima dri sambungan tersebut.

“hallo Kak”Wajah Iqbal terpampang jelas di layarnya.

“Bal loe gue kasih tau sesuatu. Tapi loe harus rahasiain ini dan loe jangan kaget”

“Apaan?”

“Loe janji dulu”

“Iya gue janji. Apaan sih ??”Ify pun mengarahkan layar kamerannya dimana disana terdapat foto Stev yang baru saja ia bidik tadi.

Iqbal memperjelas pengelihatannya, dan sedetik kemudian Iqbal langsung terkejut melihat siapa yang ada dilayar foto itu.

“Kak Rio ??”Ify tersenyum mendengar kekagetan Iqbal. Ia menaruh kembali kamerannya di sampingnya.

“Dia bukan Rio”

“Hah? Bukan? Mirip banget itu. Cuma lebih putih dikit sama pakek cindik anting ya ??”

“ya. Dia Stev”

“Stev ??”

“Itu yang ingin gue minta bantuan dari loe”

“bantuan ? maksudnya gimana sih Kak? Gak ngerti gue”

“Loe cari tau tentang berita kemarian Rio dua tahun yang lalu. Loe coba cari tau juga, Rio punya saudara kembar mungkin. Atau apalah. Pokoknya loe selidiki kematian Rio”

“Tapi jangan sampai ada yang curiga dan tau tentang hal ini. Dan tentang ada orang yangs ama miripnya dengan Rio”

“jadi itu tadi beneran bukan Kak Rio ??”

“Bukan. Dia Stev”

‘Awesome . Mirip banget”

“Loe aja kaget kan. Apalagi gue”

“terus loe kok bsa bertemu sama dia??”

“Ceritannya panjang. “Ify melihat Stev yang sudah berjalan kembali dengan membwa sekresek berisi makanan.

“Orangnya datang . Gue tutup dulu. Ingat loe harus cari Infonya secepatnya. Gue butuh banget. Ngerti ??”

“Okelah “

“Bye”

“Dapat salam dari Salsha”

“Iya salam balik.

BEEEPPPP

Ify berpura-pura sedang memainkan games di Ipadnya dan bersikap seperti biasannya saja. Ia tak mau pria itu curiga dengan kelakukannya. Stev memberikan kantong kresek tersebut ke Ify.

“Thanks”

“Mau apa lagi ? biar sekalian, Bikin capek orang tau gak sih”

“Loe niat kerja apa enggak sih “

“ Terserah loe dah”Stev pun memilih berjalan ke arah mobil dan duduk di mobil saja. Ia membuka atap mobilnya.
Ify menolehkan wajahnya. Ia melihat Stev yang asik bersender di kursi mobil sambil mendengarkan musik lewat MP3 ponselnya.

“Mungkinkah ??? “Ify masih menatap Stev yang sedang bernyanyi mengikuti alunan lagu di ponselnya.

“Tapi mereka berbeda”

“Tapi . .. . .”

Ify melirik ke arah kanan. Ia melihat ada 5 orang yang sedang mengawasinya dari jauh. Meskipun Ify sudah lama tidak terjun aksi pembenuhan atau bertengkar. Namun kemampuan gadis ini tidak akan hilang.

“SHIIT “umpat Ify. Perutnya masih terasa sakit. Ia tak mungkin bisa melawan 5 orang tersebut. Di tambah lagi selama 2 tahun ini ia tak pernah lagi untuk berjaga-jaga membawa pistol atau apapun.

Ify semakin sedikit cemas. Karena 5 orang tersebut semakin mendekat mungkin merka sudah sadar bahwa Ify tau keberadaan mereka semua. Ify membalikkan kepalanya ke belakang mencoba memanggil Stev.

“STEEEEEVVVV!!!”

“STEEEEEVVVVV!!!”

“STEEEEEEVVVVVV”teriak Ify sangat keras. Namun percuma pria itu tak bergerak sedikit pun. Mungkin volume lagu di dalam ponsel pria itu begitu keras. Ify memegangi perutnya yang terasa semakin sakit akibat ia berteriak sekencang itu.

“Mati gue” Ify memejamkan matanya. Ia harus siap dengan apa yang akan terjadi dengannya setelah ini.

D an benar saja kelima orang tersebut sudah sampai di depan Ify dan langsung membekap mulut Ify. Ify tak memberontak sedikit pun, Karena baginya itu semua akan percuma. Itu akan membuat perutnya semakin sakit. Ify dibopong oleh salah satu ke lima orang ini. Ify masih dapat melihat Stev dari kejauhan. Ia berharap Pria itu akan menoleh melihatnya.

“STEEEVVV. . . “

“STEEEVV . . “

“STEEV . . “Hati Ify terasa terus berteriak. Perlahan kesadaran Ify mulai menghilang. Pria tersebut membekapnya dengan biusan. Ify hanya bisa pasrah saat ini. Ia sendiri tak tau siapa 5 pria ini.

Stev menghela nafasnya, ia melepaskan headshet yang ia pakai. Dengan masih malasnya ia menoleh ke arah dimana Ify berada.

“Hah?” Stev terpelonjat kaget dan langsung berdiri. Ia tak melihat Ify disana. Bahkan kursi rodanya pun kosong. Kamera Ify masih disana. Dan Ipad Ify pun terjatuh diatas tanah. ‘

“Sial . .”Stev melihat sebuah mobil Box besar tak jauh dari tempatnya berada. Dan ia juga melihat ada 4 orang pria seperti memasukkan orang disana. Dan Stev yakin itu Ify.

“AARSSGHH . .”Stev segera masuk kedalam Mobilnya. Ia tak ingin kehilangan jejak. Dengan cepat pria ini mengas mobilnya.

Stev memutar balik mobilnya dengan satu putaran. Ia memasukkan gigi mobilnya dan mengasnya dengan tekanan penuh. Box tersebut terlihat sudah berjalan. Stev pun mengikuti mobil itu.

TEEEETTT SREEETTTT
Stev menekan tombol hitam di mobilnya. Dan atap mobilnya pun langsung tertutup kembali. Ia lalu memakai headshetnya kembali ke telingannya dan mencob menghubungi seseorang.

“Hallo . .”

“Roy dengerin gue . . “

“Ify diculik. Loe janan bilang ke Boss. Loe cukup samperin gue sekarang GPS gue akan gue aktifin. Loe cari keberadaan gue. Bawa semua perlatan gue !!”

“sekarang juga!!”

Stev memtuskan sambungan telfonnya. Ia membuka sebuah kotak di bawah kursinya namun matanya masih fokus kedepan jalan. Ia mencoba tetap mengimbangi mobil box itu. Dengan kata lain Stev masih mengikuti permainan dari para penculik tersebut.

“Come On . . .”Stev mengambil sebuah pistol dari kotak tersebut. Dan memasukkan kedalam saku celananya.

Mobil Box tersebut semakin cepat dan belok ke arah kiri. Seperti memasuki sebuah perumahan besar. Stev membanting stirnya ke arah kiri, ia sedikit menjauhkan mobilnya agar tidak dicurigai oleh mobil tersebut.

“Okey . “Stev memberhentikkan mobilnya. Mobil tersebut masuk kedalam sebuah rumah yang sangat besar sekali. Dan rumah tersebut mendapat penjagaan begitu ketat mulai dari gerbang depan. Dan Stev tau bahwa penjaga-penjaga itu mempunyai pistol.

Stev melihat rumah tersebut mencoba mengamatinya. Rumah berwarna putih dan terdapat lambang ular cobra disetiap pagar rumah itu. Stev mendecak kesal karena kecerobohan penjagaanya. Ia tidak tau bahwa memang Ify saat ini banyak yang mengincar. Apalagi gadis itu terjebak di kandang ular.

“Snakle Corps . “gumam Stev. Ia yakin yang menculik Ify adalah anak buah dari Nayk . Dimana ia adalah perusahaan otomotif besar dan sedang berusaha untuk melawan FreedMond.

“Dia takut sama ular . Shitt !!”

Stev melirik ke arah spion, ia pun membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobil. Bersamaan dengan itu mobil Roy berhenti dibelakangnya. Stev berjalan mendekati Roy yang juga keluar dari mobilnya.

“Kita harus selamatkan dia”\

“Di ..

“Ceritanya panjang jangan tanya apapun. Mana semua perlatan gue “:Roy menunjukkan tangannya ke bagasi mobil. Stev mengambil baju anti pelurunya di dalam mobil Stev dan segera memakainya. Begitu juga dengan Roy. Setelah itu mereka berdua berjalan ke belakang untuk membuka garasi mobil.

“WHAT ???”

Stev terkejut saat ia membuka bagasi mobil Roy dan yang ia temukan adalah gadis kecil yang membuat hidupnya gila selama dua tahun ini. gadis kecil itu hanya nyengir tidak jelas sehingga terlihat jelas eyesmilenya.

Stev menatap Roy yang juga tak kalah terkejut darinya. Roy mengangkat bahunya tak tau apapun. Kenapa gadis ini bisa ada disini. Stev mendecak kesal.

“Chan keluar”suruh Stev dengan cepat. Gadis kecil yang tak lain adalah Alyn pun menuruti Stev. Wajah Stev kini sudah begitu sangat serius.

“Kamu kenapa bisa ada di bahasi Alyn ??”gereget Roy.

“Aku ingin ketemu sama Koko”jawab Alyn dengan polosnya. Kedua orang tersebut masih saling beradu mulut. Sedangkan Stev mulai menyiapkan semua peralatannya. Ia memasukkan 3 pistol di kaos kaki sebelah kanan dan kirinya. Dan memasukkan beberapa peluru di celana belakangnya.

“Masukkan pistolmu”suruh Stev dan melemparkan 4 pistol kepada Roy. Dengan gesit Roy menangkap ke 4 pistol tersebut.

Alyn menghadap ke Stev yang masih serius membenakkan perlatannya. Alyn inginj bertanya kepada Stev tapi wajah Stev yang sudah seperti itu membuat gadis ini takut.

“Chan. . “panggil Stev dengan serius. Namun sepertinya tak ada kemarhan dari nada bicara pria ini.

“Iya ko”

“can you help me??”

“Anything “

Roy menatap Stev dengan curiga, Ia tau bahwa pria ini akan melakukan sesuatu yang diluar fikiannya.

“Stev jangan bilang . . . “

“Loe bisa gunain pistol ??”

“Bisa”jawab Alyn yakin. Dia memang sering dilatih oleh anak buah Mr.Lay. Karena Alyn sangat ingin sekali Stev memuji kemampuannya.

“Stev loe bisa dibunuh bapaknya nih anak”

“Gue gak peduli. Nyawa dia lebih penting “

“hanya demi gaji 50 juta loe mau taruhin nyawa anak ini. Otak loe dimana sih ??”Stev menarik kerah baju Roy tak terima dengan ucapan Roy tersebut. Alyn menjadi takut sendiri akan dua orang ini.

“Gue gak pernah mempermasalahkan uang. Dan gue gak taruhin nyawa Chancahan. “

“Ini demi nyawa gadis itu”

“Sebegitu pentingnya nyawa gadis itu dari ChanChan?”gretak Roy mencoba melawan Stev. Stev membalas sinis tatapan Roy

“Loe yang tau apapun tentang gue. Dan loe tau kan dia siapa?”Roy melepaskan tangan Stev dari kerah bajunya. Ia mencoba meredam emosinya.

“Loe janji anak ini akan selamat”

“Gue janji”

“Oke gue ikutin permainan loe. “Stev menghela nafasnya sedikit legah. Pandagan Stev kini beralih kepada Alyn.

“Chan gue janji loe akan baik-baik aja. Loe pergi kedalam rumah itu. Loe pura-pura ingin bertemu dengan Mr.Nayk, pakai bahasa prancis. Nayk pemilik Snackle Corps. Loe jangan tegang. Ngerti ??”Alyn menganggukkan kepalanya. Ia mencoba menuruti saja apa yang disuruh oleh Stev.

“Pakai jam tangan ini.”Stev memakaikan sebuah jam tangan ditangan gadis kecil ini. Jam tangan tersebut adalah ponsel kecil yang biasanya di pakai oleh setiap agen-agen FBI atau lainnya.

“Jangan pernah lepasin jam tangan ini. ngerti ??”

“Ngerti Ko”

“Stev loe janji kan anak ini selamat”

“Loe bisa gak diem dulu??”ujar Stev kepada Roy yang sangat khawatir dengan Alyn.

“Kalau loe udah bisa masuk kedalam. Dan melihat apa ada gadis disana Loe pura-pura pingsan. Dan jangan membuka mata dan melihat apapun. Sampai gue atau Roy yang manggil nama loe. Ngerti??”;

“Ngerti ko”

“Sekerang kesanalah . . “Alyn mengigit bibirnya, jujur ia takut. Ia pun mulai berjalan.

“Chan . .”panggil Stev. Ia berjalan mendekati Alyn yang menatapnya dengan mimik wajah sedikit takut.

“Loe gak akan kenapa-kenapa. dan gue akan biarin siapapun nyentuh loe . You can belive me . okey”

“Yah Ko”Alyn mulai berjalan kembali. Ia mencoba biasa saja.

Stev dan Roy bersembunyi dibelakang mobil. Roy terlihat masih marah kepada Stev.

“Loe naksir sama ChanChan??”tuding Stev kepada Roy. Membuat Stev terkejut dengan pertanyaan Stev itu. Stev mengaktifkan heashet kecil yang sudah terpasang di telingannya. Dan langsung tersambung pada headshet yang ada ditelinga Roy dan jam tangan Alyn.

“Chanchan udah masuk kedalam “ujar Roy tak mengindahkan pertanyaan Stev.

“Rencana loe apa?”tanya Roy.

“Mati satu mati semua. Selamat satu selamat semua”

“WHAT ??”

Stev sudah meninggalkan Roy yang melotot kaget mendengar ucapan Stev barusan. Stev sudah dapat mendengar keributan didalam rumah itu karena Alyn melaksanakan perintahnya dengan benar. Dan dapat Stev duga Alyn sudah pingsan.

DOOOORRRR DOOOORRR DOOOORRRR

Stev langsung menembak semua penjaga yang ada di depan gerbang tersebut dengan gerakan cepat sekali. Dengan hati-hari Stev memasuki rumah itu. Ia bersembunyi di sebuah Vas bunga besar.

Stev mengintip sejenak. Ia mengambil pistol peluru jarumnya.

“satu “

“dua”

“tiga”

“empat”

“lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan sepuluh. Sebelas. Dua belas. “

“dua belas orang, . “Stev pun segera membidik ke dua belas orang itu dengan peluru jarumnya dan dapat dipastikan kedua belas orang itu langsung jatuh pingsan. Jarum tersebut berisikan racun mematikan

Roy mulai menyusul Stev masuk kedalam, Tempat tersebut terlihat sepi. Stev tau bahwa mereka membunyikan Ify kesuatu tempat.

“Loe pergi cari Chanchan. Gue cari Ify”Roy menganggukan kepalanya. Mereka pun segera terpisah.

Stev mengarah ke sebuah pintu yang terbuka.dan itu menuju ke taman belakang. Stev dengan hati-hati berjalan mengendap-endap. Ia bersembunyi dibelakang pintu dan melihat apa yang ada dibelakang sana.

“Are you afraid sweety ??”

“Hahahahahaha. This snakes will eat you . .”

“vous savez? . comment votre père bloquant tout? ( kamu tau bagaimana papa kamu menghalangi semuanya ?)

“de vaincre et de détruire votre père. . . . (dan untuk menghancurkan papa kamu )”

“I Will Kill you Alyssa . . .”

Stev dapat melihat Ify yang berdiri disamping Nayk. Dengan kedua tangannya diikat dibelakang. Dan dihadpaan Ify adalah kandang ular dan didalamnya berisi ular cobra yang begitu besar. Bahkan jumlahnya lebih dari 20 ular.
Ify memejamkan matanya. Keringat dingin sudah keluar dari seluruh tubuhnya. Ia tak pernah takut apapun kecuali satu hewan ini. Ify sangat takut dan lebih takut akan ular. Karena dulu saat Ify kecil ia pernah digigit oleh seekor ular liar ketika ia ada camping di sekolahnya. Dan itu menyebabkan nyawanya hampir menghilang.

Bagi Ify ular begitu menakutkan. Mulai dari mata, sisik semuanya. Sangat dan sangat menakutkan sekali.

“Papa . . .”Ify menelan ludahnya berulan-ulang. Rambut belakangnya dijambak oleh Nayk yang memaksanya melihat ular-ular itu. Wajah Ify terlihat sangat pucat. Ditambah lagi perut Ify semakin terasa sakit.

Ify menahan agar dirinya tidak menangis. Demi apapun Ify sangat takut sekali. Ia mengigit bibirnya dengan gigi depan bagian bawah. Ular tersebut seolah menatap Ify dan ingin mencengram Ify hidup-hidup.

“You don’t like snakes??”

“Oh. I know. Are you scared??”

“HAHAHAHAHHA”

Emosi Stev sudah di ubun-ubun, Ia mengambil peluru baru dan memasukkan kedalam pistolnya. Kali ini Stev tidak menggunakan peluru jarum lagi. Stev menghitung berapa orang yang ada disana.

Hampir 30 orang. Dan Stev yakin sisa dari anak buah nayk sedang menyekap Alyn disuatu tempat. Stev juga dapat mendengarkan terdapat pertempuran yang sedang Roy hadapi untuk menyelamatkan Alyn.
Stev menghelakan nafas panjangnya. Ia berdiri dan berjalan keluar dari tempat persembunyiannya. Stev menyembunyikan kedua tangannya di belakang yang terdapat dua buah pistol yang lumayan besar .

“I’m sorry . . “ujar Stev sdikit keras. Membuat semua orang disana menatap ke arahnya. Begitu juga dengan Nayk.

Stev tersenyum sebentar dan detik kemudian. Ia segera mengeluarkan pistolnya dan dengan cepat.

DOOORRRR DOOOORR DOOOORRR DOOOORR DOOORRR DOOOORRRR

“HILANGIN RASA TAKUT LOE SAMA ULAR !!!!!!”Stev dengan cepat melemparkan dua pistol yang ia ambil di celana belakangnya kepada Ify.

Ify yang cukup kaget segera menyadarkan keterkejutannya. Ia melihat Nayk mulai panik. Ify mengambil kesempatannya ini dan segera menendang Nayk dengan kaki kananya dengan tendangan yang full power.

Ify membalikkan badannya agar tidak melihat ular-ular tersebut. Ify segera melepaskan ikatan tangannya dengan sekali sentakan. Membuat tangan Ify sedikit berdarah tapi untung tidak membuat nadinya terputus. Ify menahan rasa sakit perutnya. Ia segera mengambil dua pistol dibawahnya .

“You want Kill me ??? “Ify menatap Nayk dengan tajam. Nayk menelan ludahnya dalam melihat mata gadis itu yang seolah akan menerkamnya. Lebih tajam dan menakutkan dari ular-ular yang ia miliki.

“Bye “

DOOOOOORRR DOOOORR DOOORR

Ify dengan saadis langsung menghabisi nyawa Nayk. Setelah itu gadis ini langsung ambrurk terjatuh, perutnya terasa sakit sekali. Ify menyentuh perutnya yang keluar darah segar.

“Ya tuhan. . “ringgis Ify lukanya yang masih basah itu kini ia yakini terbuka.

Stev menghela nafas penuh kelegaan. Untung Roy datang tepat waktu dan membantunya menghabisi semua orang yang ada disini dengan waktu tak kurang dari 10 menit. Stev memasukkan kembali pistolnya. Stev membalikkan badanya.

“IFY . . “pekik Stev dan segera menghampiri gadis itu yang menahan sakit di perutnya.

“Loe gak apa-apa??”Stev duduk menyamai gadis ini. Ify menatap Stev dengan tatapan yang sangat lemas.

“Ri .. o . . “Ify langsung terjatuh dalam pelukan Stev. Gadis ini tak sadarkan diri. Untung saja Stev dengan sigap menangkap badan gadis ini.

Stev cukup kaget mendengar ucapan Ify sebelum gadis ini pingsan. Namun ia segera tersadar dan degan cepat membopong tubuh Ify dengan hati-hati.

“Chan chan mana??”tanya Stev kepada Roy. Dua orang ini segera berlari keluar dari rumah ini.

“Udah ada didalam mobil”

‘Dia gak apa-apa??”

“gak ada yang luka”

“Bawa dia pulang. Gue akan kerumah sakit sekarang “

“Oke. .”

Stev masuk kedalam mobilnya begitu pun dengan Roy. Dua mobil sport ini pun dengan cepat meninggalkan tempat itu. Stev mengemudi mobilnya dengan secepat mungkin. Dan tak jarang ia melirik gadis yang ada disampingnya. Ify sudah sangat pucat sekali. Darah segar pun terus keluar dari perutnya.

*****
INDONESIA . Rumah Alvin.

Iqbal duduk diruang tamu menunggu kedatangan Alvin dari kuliah. Iqbal sedang melaksanakan tugas dari kakaknya yang menyuruhnya untuk menyelidiki tentang kematian Rio. Sehabis mengajari Salsha Iqbal segera mendatangi kediaman Alvin.

Iqbal tersenyum melihat Alvin dan Sivia yang sudah masuk kedalam rumah. Dan melihat dirinya dengan tatapan heran. Karena tak biasanya Iqbal datang kerumah Alvin.

“Hai kak Alvin. Kak Sivia”

“hai . .”serempak Sivia dan Alvin dengan wajah masih binggung.

“Sorry ganggu malam-malam”

“gak apa-apa. Ada apa Bal? Tumben ??”tanya Alvin mulai tersadar dari kebingungannya dan segera duduk di samping Iqbal.

“Gue buatin minum dulu ya”pamit Sivia tak ingin me nganggu dua pria ini yang sepertinya akan membicarakan suatu yang serius.

“Gak ada apa-apa sih kak. Cuma mau main aja. Sama mau tanya hal-hal yang lumayan penting sih. Buat dokumentasi aja”

“Hal apa??”

“Mmm. . tentang kak rio”

“Hah? Emang ada apa Bal ??”Iqbal menghela nafas panjangnya. Mencoba bersikap biasa saja. Iqbal tersenyum sedikit agar tidak dicurigai oleh Alvin.

“Iqbal kemarin masuk ke kamarnya kak ify. Dan nemuin dompet kak Rio. Terus didompet Kak Rio ada foto dua cowok yang mirip. Foto anak kecil sih. “

“Oh.. .Rio sama Stev. . “Iqbal seolah langsung mendapat pencerahan ketiga mendengar nama stev.

“Stev? Siapa itu kak?”tanya Iqbal sebiasa mungkin. Ia mencoba memancing Alvin untuk bercerita.

“Tapi loe jangan cerita siapa-siapa “

“Baiklah Kak”

“Sebenarnya Rio punya kembaran. . .”

“Hah?? Punyakembaran ??”

“Iya. Namanya Stev. Dulu mereka selalu bersama. Tapi karena sejak meninggalnya kakak mereka d an papa mereka. Stev jadi anak yang begitulah. Dia sering menghilang. Dan sampai akhirnya Stev bunuh Sion “

“HAH???”kaget iqbal yang memang baru tau akan hal ini.

“Rio langsung menyembunyikan Stev. Dan setelah itu gue gak tau Stev ada dimana. Gue dengar dari Rio sih dia naruh Stev di RSJ. Cuman tiba aja Stev menghilang lagi. Dan tidak ada yang tau dia dimana”

“Yang tau tentang kak Stev itu siapa kak??”

“Gue, Cakka sama Shilla dan mamanya Rio Stev tentunya”

“Oh gitu”

“Satu lagi . . .Gabriel . . “

“Kak gabriel ??”

“Dia itu licik. Hati-hati kamu sama dia”Iqbal mulai binggung dengan masalah ini. Iqbal pun mengangguk-angguk saja.

“Emang kenapa kamu tanya Rio dankembarannya ??”

“gak sih. Iqbal Cuma penasasaran aja hehehe”

“Gue cerita sama loe karena toh udah gak perlu lagi ada yang dirahasian. Rio juga gak ada. Dan Stev juga menghilang. Dan perusahaan Rio sekarang di urus oleh Cakka. Dan gue gak tau perkembangannya”

“kakak gak pernah bertemu sama Kak Cakka??”

“pernah sih tapi gak sering. Tuh anak sering ngilang mulu”

“Sibuk kali kak. Dulu kak rio juga gitu kan”

“Iya sih. “

“hey ini minum dulu. Bicarain apa sih serius banget”Sivia tiba-tiba datang dengan membawa 3 gelas minuman diatas loyang. Setelah itu ia duduk disebalah Alvin.

“Gak apa-apa kak. Cuma tanya tentang tugas anatomi hehehe”

“Oh gitu . .”Sivia pun mengangguk angguk tanpa curiga.

“Eh gimama kabar Ify ??”tanya Alvin mencoba mengalihkan pembicaraan. Sivia pun sepettinya langsung tertarik dengan topik Alvin.

“Kak Ify? Dia baik-baik aja kok Kak. Dia lebih cantik”

“tuh anak sering ngilang. Guetelfon kadang diangkat kadang enggak. Jadi kangen sama dia”sahut Sivia.

“Udah 2 tahun ta dia kesana. Jadi kangen sama setan satu itu”

“Kak Ify paling habis ini ke Indonesia kok kak”

“Oh ya ?”serempak Alvin dan Sivia yang begitu senang.

“Mungkin sih. Dia kan sedang liburan”

“Waaahhhh. Semoga aja jadi. Gue duah pingin cekik tuh anak ehehe”tawa Sivia dan diikuti oleh Alvin dan Iqbal.

“Pasti dia tambah iblis kali ya”

“Enggak kok kak. Kak Ify tambah cantik, bahkan dia sekarang jadi gadis normal”

“beneran ? dia udah berubah ??”kaget Alvin . Namun bagi Sivia tentu biasa. Karena Ify sudah menceritakan hal tersebut ke Sivia tentang pilihan hidupnya.

“Dia udah berubah banget kok Vin. “sahut Sivia dan diangguki Iqbal

“Wahh jadi tambah penasaran gue “

“Nanti gue coba nelfon dia deh”

‘Jangan kak. Gak bakalan diangkat. Kak Ify memang jarang ngangkat telfon. Dia sibuk bantuin Papa mungkin”jelas Iqbal. Dan memanglah benar, Akhir-akhir ini Ify sulit untuk dihubungi. Iqbal saja kalau tidak Ify duluan yang menelfonnya ia tidak akan menghubungi gadis itu.

“Sayang sekali pemirsa . . “

“Kalau nanti Kak Ify telfon Iqbal. Iqbal akan suruh dia telfon kakak

“Sipp pinter”

“hehehehe, .. .”cengir Iqbal.

Mereka pun terus berbincang-bincang. Mulai membicarakan Ify , salsha dan kesibukkan masing-masing. Karena merka berdua memang jarang bertemu.

“bagaimanaa kalau Ify jadi ke Indonesia. Kita semua ngadain party bareng-bareng”usul Alvin.

“Gue, Sivia, Loe, Salsha, Shilla, Cakka, Ify , kumpul kayak dulu gitu. Sebelumnya kita ke makam rio dulu. Gimana ??”’

“Setuju . . .”serempak Iqbal dan Sivia dengan usul Alvin tersebut.

“Yaudah kak Iqbal pamit ya”pamit Iqbal. Karena ia harus mencari sesuatu hal lagi yang sangat penting.

“Oh iya Bal. Hati-hati ya”ujar Alvin. Iqbal pun berdiri dari kursinya. Dan setelah itu ia beranjak dari rumah Alvin. Sedangkan Sivia dan Alvin hanya menatap kepergian Iqbal.

“Dia udah besar ya “

“Iya. Lebih keren. Cakep . jadi nsuka sama tuh anak “

“Eheeemm.. .”dehem Alvin yang sedikit jelous dengan ucapan Sivia.

“Yaelah. Gue juga gak bakal nasir kali sama brondong”

“Sipp gadis pinter”

“Tapi., , kalau brondongnya seperti Iqbal boleh juga ya “

“udah cepak., pinter dewasa. Dan Satu lagi. . . .”Alvin sudah menatap Sivia dengan tatapan yang sangat tajam.

“Tajir . .”

“Tajir . . “

“Tajir . . “

“Tajir . .”kata terakhir itu seolah berputar terus di otak Alvin. Kalau tidak ingat bahwa gadis disampingnya ini adalah pacarnya. Mungkin Alvin sudah akan membunuh gadis ini.

“YAAAKKKKKK SIVIAAAAAAAA!!”Alvin hanya bisa berteriak dengan semua amarahnya akibat gadis itu. Sedangkan Sivia sudah kabur duluan untuk pulang dan menghindari amukan sang kekasih yang ia yakini sudah mengumpatinya dengan menyebutkan nama-nama binatang di seluruh dunia.

*****
Didalam Mobil Iqbal.

Iqbal mengendarai mobilnya dengan santai. Ia baru minggu kemarin bisa menaiki mobil dan memilih untuk menyetir sendiri saat ini. Di otak Iqbal sudah banyak sekali pertanyaan-pertanyaa.

“Kak Rio kembar . . .:

“Woww .. “Iqbal saat ini sedang menuju RSJ tempat Stev dirawat dulu. Ia mendapatkan tempat RSJ tersebut dari Alvin, Jam tangan Iqbal sudah menunjukkan pukul 8 malam. Namun iqbal masih penasaran dengan semua ini.

Bersambung . . . .

Hihihi tinggal hutang 1 part lagi. Makin penasaran kan semuanyaa ?? selamat berpenasaran dan tambah suka dengan DELOV. Like dan commentnya ditunggu ya semuanya makasih:D. SEMANGAT buat adik-adik kelas 9 smp yang besok unas. Good luck😀.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s