DEVIL ENLOVQER – 73 ~ Menit Demi Menit . . . ~

Ini part 73 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa.. Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow HYO yaa . . Maaf harus nunggu DELOV lama.. Minta doanya ya supaya hasil unasku bisa lulus 100% amin amin . Makasih all. Follow >> @luckvy_s😀 .
Akhirnya lunas juga kan 10 partnya “D . selamat membaca ya dan semoga suka amin amin😀 .

DEVIL ENLOVQER – 73
~ Menit Demi Menit . . . ~

Iqbal duduk di ruang direktur RSJ ini. Iqbal mencoba bersikap biasa sebelum ia melakukan sebuah manupulasi cerita yang sering ia pelajari dari kakaknya. Iqbal sangat tahu kakaknya adalah Seorang iblis yang sangat pandai. Maka dari itu Iqbal setidaknya besyukur memiliki kakak seperti Ify.

“Selama Malam bisa saya bantu” .Seorang wanita tiba-tiba masuk dan menyalami Iqbal. Iqbal pun membalas jabatan dari wanita itu.

“Silahkan duduk”

“terima kasih”balas Iqbal . ia pun segera duduk di meja wanita tersebut.

“Ada yang bisa sayang bantu ?”

“Banyak . “

“Oh. Apa ya ??”

“Perkenalkan nama saya David, saya adalah keluarga dari Haling. “

“Haling >??”

“saya dan dua kakak saya sudah lama terpisah. Dan saya sangat terpuruk dengan kematian kaka saya. Tentu anda kenal dengan Mario Haling?? . Dan saya saat ini sedang mencari keberadaan Stev Haling. Kakak saya satunya”Iqbal mulai aksinya ia menunjukkan wajah yang menyedihkan agar wanita ini dapat mempercayainya.

“Kak Rio meninggalkan surat kepada saya untuk menemui Kak Stev disini”

Nampaknya wanita itu mulai terjebak dengan ucapan Iqbal. Wanita ini mengambil buku berkasnya yang terdapat dilaci mejanya. Dan Iqbal pun masih diam saja menunggu apa yang akan dilakukan oleh wanita ini.

“Sebenarnya Mario sudah menjemput Stev saat hari dimana dia kecelakaan”Iqbal terkejut mendengarkan penjelasan Wanita ini namun sebiasa mungkin ia mengontrol dirinya agar tidak mencurigakan.

“Jadi ??”

“Mangkannya ini yang menjadi pertanyaan saya dari dulu. Waktu itu hampir mau malam Mario datang kesini diam-diam. Dia bertemu dengan saya pun secara diam-diam. Dia bilang ingin menjemput Stev/. Dan akhirnya saya pun mengizinkan”

“Dan tak sampai 1 jam setelah kepergian mereka. Saya lihat berita di televise. Mobil Mario mengalami kecelakaan dan dia meninggal”

“Lalu??”

“Yang menjadi pertanyaan saya. Tidak ada yang tau tentang Stev ada di dalam mobil itu. Dan tidak pernah ditemukan lagi mayat disana selain Mario”

“Dan sampai saat ini saya tidak tau Stev dimana. “Iqbal mulai mengerti sekarang. Ia menghembuskan nafas beratnya. Mencoba menghilangkan semua rasa penasaran dan keterkejutannya akan rahasian besar ini.

“Lalu kenapa anda tidak tanya ke kantor polisi? Atau .. “

“Mario melarangku untuk menceritakan keapda siapapun tentang Stev terkecuali keluargannya sendiri”

“Jadi seperti itu ceritanya . “batin Iqbal mulai sedikit mengerti akan kecelakaan tersebut.

“Satu lagi . . “

“hah??”

“Mario tidak mabuk saat dia menyetir. Aku kenal banget sama dia. Dia bukan tipe cowok pemabuk bahkan menaruh botol minuman di mobilnya. Itu impossible banget .”

“Mabuk ???”

“Yah. Berita yang ada ditemukan botol minuman kan?? Bahkan Stev pun sangat tidak suka Alkohol dan merokok. Mereka berdua memang hampir memiliki banyak kesamaan. ”

“Jadi menurut anda??”wanita tersebut sedikit takut untuk mengucapkan kata-kata berikutnya. Namun hal inilah yang snagat ia katakana dari 2 tahun yang lalu. Hal inilah yang ingin ia ucapkan setelah ia pendam sendiri selama 2 tahun itu.

“Mungkin itu bukan kecelakaan. . “Iqbal membelakakan matanya.

“Ada yang niat bunuh Kak Rio dan Kak Stev ??”

“Yah may be. .. “

“Jadi begitu . . . gue ngerti sekarang”

“Apa??”

“Tidak apa-apa. Sepertinya saya sudah cukup untuk bertanya tentang kejadian dulu. Dan saya harap juga anda tetap merahasiakannya kepada siapapun. Terkecuali jika ada saya lagi yang datang kesini”

“Baiklah. “Iqbal menjabat tangan wanita itu dan memilih segera saja pergi dari tempat tersebut. Masih ada yang harus ia lakukan saat ini.

“Sedikit lagi pasti akan terjawab . Semangat Bal”

*****
Untuk kedua kalianya Stev membahayakan nyawa gadis ini. Stev sudah membawa Ify dirumah sakit. Dan untung saja gadis itu segera ditangani kembali oleh dokter. Stev pun memilih membawa Ify untuk dirawat dirumah saja. Baginya dimana pun tempatnya akan berbahaya bagi Ify terkecuali dirumahnya sendiri.

“Gimana keadaan loe?”tanya Stev saat gadis ini sudah tersadarkan diri. Ify yang berbaring lemas di tempat tidurnya hanya diam dan menatap Stev.

“Terima kasih”

“Untuk??”

“Semuanya”Stev menganggukan kepalanya saja. Ia sendiri tak sebegitu mengerti akan maksud gadis ini.

“Loe bisa keluar sekarang”

“Gue akan jaga loe di sini”kekuh Stev

“Keluar sekarang! PERINTAH”

“Oke”Sev pun segera mendinggalkan Ify sendiri dikamarnya. Ify memejamkan matanya menahan rasa sakit perutnya yang datang kembali. Ify terpaksa harus dijahit kembali akibat jahitannya ada yang terbuka.

DRRTTDRTTT

Ponsel Ify bergetar, Ify segera mengambil ponselnya yang berada di meja kecil sebelah kasurnya. Ify melihat pada layar ponselnya terpampang jelas nama Iqbal disana. Dengan cepat Ify segera menerima panggilan Iqbal tersebut.

“hallo Kak”

“Gimana”

“Loe jangan kaget. Loe cukup dengerin saja cerita gue. Jangan tanya . jangan motong apapun sebelum gue selesai cerita ini”

“Oke”

“Kak Rio punya kembaran namanya Stev, mungkin loe udah tau dia yang bunuh Kak Sion. Jadi bukan kak Rio yang bunuh Kak Sion. “Ify memjamkan matanya. Mencoba mendengarkan apa saja yang akan diceritakan oleh adiknya ini.

“Setelah bunuh Kak Sion, Kak Stev menghilang. Dan kata Kak Alvin, Kak rio menyembunyikan Kak Stev di RSJ. Dan saat hari kematian Kak Rio. Sebelumnya Kak Rio datang ke RSJ untuk menjemput Kak Stev. Mereka pergi bersama dan setelah itu terjadi kecelakaan”

“Yang menjadi pertanyaan disini. Tidak ditemukan sama sekali mayat kak Stev ataupun jejak Kak Stev. Mungkin saja ia selamat dan berhasil kabur. “

“Jadi orang yang bersama loe itu adalah kak Stev”

“Stev??”Ify terkekeh sebentar.

“Sudah cerita loe ??”

“Sudah Cuma itu yang gue dapat. Ada lagi yang bisa gue bantu Kak??”

“Loe tanya ke Alvin besok. Apa yang membedakan Stev dan Rio dari segi fisiki”

“Kak Stev lebih putih dari Kak Rio.”

“Tanda lahir apa gitu ? coba loe tanyain ??”

“Oke gue coba besok”

“Jangan sampai ada yang curiga. Ngerti ??”

“Ngerti Kak”

“Thanks Bal. Udah dulu gue habis ketembak”

“HAH? Loe bertengkar lagi??”

“Ceritanya panjang. Jangan cerita ke Papa atau siapapun”

“Oke . “

“Gue tu . . “

“dapat salam dari Kak Alvin dan kak Sivia. Loe disuruh telfon mereka”

“Oke. Bye”

Ify menaruh ponsel tersebut di sampingnya, Ify merasa kepalanya begitu panas dan hampir mau pecah. Apalagi ditambah dengan kejadian tadi pagi yang semakin membuatnya binggung.

“HILANGIN RASA TAKUT LOE SAMA ULAR !!!!!!”

“Koma?”

Ify memegang erat kalungnya. Dimana kalung yang terdapat cincin pemberian dari Rio dahulu. Ify merasa ada yang aneh dengan pria tersebut. Ify merasa pria itu merahasian suatu hal yang sangat ia tak tahu. Dna Ify sedang ingin membuka apa rahasia itu.

“Dia Stev. Dan itu sudah jelas banget”

“Fisik, sifat, Bukan Rio.”

“Tapi . . . “

“Aww . . “semakin ia memaksa untuk berfirkir keras gadis ini semakin merasakan sakit diperut dan kepalanya. Ify pun memilih untuk tidur sebentar saja. Ia mecnoba untuk memulikkan keadaanya sendiri terlebih dahulu.

Stev masuk kedalam kamar Ify, Ia baru saja menghampiri kediaman Mr.Lay akibat kecerobohan Alyn yang tak sengaja menceritakan kejadian tadi pagi kepada ayahnya. Dan membuat Stev dimarahi habis-habisan oleh Mr.Lay. Bahkan Stev sempat akan dibunuh oleh Mr.lay sendiri kalau saja Roy tidak segera mencegahnya.

Stev masuk dengan tubuh yang begitu lelah. Lelah fisik dan mental mungkin itulah yang dirasakan Stev kali ini. Entah mengapa pekerjaan menjaga gadis ini begitu sulit dibandingkan pekerjaan ia biasanya yang hanya membunuh orang-orang.

“Dia tidurkah??”tanya Stev yang lebih tepatnya kedirinya sendiri. Stev berjalan perlahan-lahan mendekati Ify yang memang masih terlelap dengan infuse yang menempel di tangan kanannya.

Stev tersenyum menatap wajah gadis ini. Yang menurutnya lebih cantik jika ia tertidur. Perlahan tangan Stev menyentuh puncak kepala Ify. Dan dibelainya rambut gadis ini dengan lembut.

“Loe akan selalu baik-baik aja.”

“Maaf buat loe seperti ini”

Ify membuka matanya tiba-tiba. Dna itu membuat Stev dengan cepat memindahkan tangannya dari puncak kepala gadis ini. Ify menatap Stev yang sedang kebingungan sendiri seperti maling yang telah tertangkap basah.

“Dari mana loe belajar kata-kata selembut itu? Loe bisa lembut juga dengan gue ??”

“Anggap aja gue tadi khilaf”jawab Stev dengan cepat. Ia segera berjalan menuju ke sofanya.

Ify melihat saja apa yang dilakukan oleh Stev. Dimana pria itu sedang mengganti bajunya. Pemandangan seperti ini mungkin sudah menjadi terbiasa bagi Ify. Karena pria itu memang begitu frontald dan tidaklah tau diri.

“Loe habis dari mana??”tanya Ify

“Paman loe”

“Uncle Lay??”

“Yah”

“Ada apa ??”

“Dia tau kejadian tadi pagi. “

“Dan??”

“Dia hampir bunuh gue”jawab Stev santai. Stev membaringkan tubuhnya di sofa dan memainkan ponselnya.

“Apa gue boleh tanya sesuatu??”

“tidak”

“Baiklah”balas Ify tak ingin memperpanjang masalah dengan pria keras ini.

Lama sekali kedua orang ini tak membuka pembicaraan. Ify masih sibuk mentap Stev dan Stev sibuk dengan ponselnya. Entah pria itu sedang berbuat apa. Namun bagi Ify saat pria tersebut memasang ekspresi yang serius. Wajahnya begitu sama ketika Rio yang sedang sibuk dengan pekerjaanya.

“itu kurva apa??”

“Kurva data pengeluaran dan pemasukkan uang di perusahaan ini”

“cara baca kurvanya gimana??”

“Loe gak perlu belajar tentang Kurva ini Alyssaku. Dan sebaiknya loe duduk manis disana. “

“Kalau gue gak mau???”

“Baiklah. Lihat ke layar ini baik-baik. Kurva yang berwarna hitam itu menjelaskan berapa pengeluaran dalam satu bulan. Dan ditambahkan dengan setiap bonus pengeluaran dan itu kurva yang warna hijau. . . . . . .bla bla bla bla bla bla bla”

“Jelas Nyonya Haling??”

“Enggak”

“YAAAKKK GADIS BODOH!! Gue udah capek-capek jelasinnya loe malah bilang enggak? Aissghh. Mana yang katanya murid paling pandai di SMA arwana? Gini nih ?? jadi ragu gue”

“Dan lebih bodohan lagi orang yang berpacaran dengan orang bodoh”

“Sabar sabar gue ngadepin cewek kayak loe”

“Sabar sabar gue ngadepin pria kayak loe”

“jangan copy ucapan gue”

“jangan ngelarang-ngelarang gue”

“Fine. “

“Fine”

“jangan bicara sama gue”

“gak akan”

‘Oke”

Ify tersenyum sendiri. Ia teringat bagaimana dirinya dan Rio yang sering bertengkar tidak jelas. Hanya karena hal sepele. Bahkan mempertengkarkan suatu hal yang sebenarnya tidak harus dipertengkarkan. Tak terasa air mata gadis ini jatuh kembali. Selalu dan Selalu saja saat Ify mengingat Rio , Ify pasti akan menangis. Ify berbicara kepada hatinya sendiri tentang apa yang dirasakannya saat ini.

“Gue bukan gadis lemah. Gue hanya rindu sama dia”

“Gue masih ify yang seperti dulu. Tapi tidak untuk saat membicarakan tentang dia”

“Dia membuat semua hidup ku berubah. Bahkan saat dia pergi pun hidupku lebih menjadi berubah”

“Dan gue gak bisa bertemu dia kembali”

“gue gak akan bisa merasakan pelukan dia”

“gue gak akan bisa merasakan suara lembut dia”

“Gue gak akan bis . .. . “

Stev melirik ke arah Ify. Ia tau gadis ini sedari tadi menatapnya. Stev langsung terbangun melihat Ify yang menangis dan masih dengan keadaan menatapnya namun dengan tatapan yang sangat kosong. Stev meletakkan ponselnya begitu saja disampingnya.

Stev mendekati Ify perlahan-lahan dan gadis ini pun masih menatap kearah sofa tempatnya berbaring. Stev sendiri tak tau apa yang menyebabkan Ify menangis seperti itu.

“Fy . . “panggil Stev yang kini sudah berdiri disamping kasur gadis ini.

“Fy . .”panggil Stev sekali lagi. Namun gadis ini masih saja diam.

“Fy . .”Stev sedikit meninggikan suaranya . Dan akhirnya berhasil membuat Ify tersadar.

“hah? Apa??”

“Loe nangis lagi”mendengar ucapan Stev, Ify segera menghapus air matanya. Bahkan dirinya sendiri tidak sadar bahwa ia sedang menangis saat ini.

“Apa gue ngelakuin kesalahan sama loe??”tanya Stev

“Gak ada”

“Lebih baik mungkin gue keluar . “Stev pun memilih berjalan menuju pintu kamar Ify.

“Stev . . “Stev menggentikkan langkahnya tanpa membalikkan badanya sedikitpun.

“Apakah loe sama sekali gak kenal Rio??”

“Gak”jawab Stev dengan tegas dan cepat.

“Yah mungkin memang loe gak kenal. Loe boleh keluar”Ify memejamkan matanya mencoba mengendalikkan emosinya, Ia harus bersabar untuk sedikit lagi. Ia yakin ia akan mendapatkan jawaban sebenarnya apa yang terjadi.
****
INDONESIA, Haling Corps.

Agni menutup laptopnya. Hari sudah menjelang subuh, semalam Ia lembur kembali dan menghabiskan waktunya bersama dengan laptopnya. Agni mengurut pelan kedua pelipisnya. Rasanya ia ingin tidur saat ini.

“belum pulang ??”Agni menolehkan wajahnya. Sedikit kaget dengan suara orang itu.

“Pak gabriel ? “

“Panggil gabriel aja”

“Oh ya. ada apa kesini ??”tanya Agni balik., Karena memang tak biasanya Gabriel ke perusahaan ini apalagi sepagi ini.

“gak apa-apa. Cuma mau kesini”

“Baru tau gue anak pemilik Damta suka bermain-main”Gabriel nyengir tak jelas mendengar sindiran Agni yang memang tak akan percaya dengan alasannya yang sangat tidak logis.

“So . .. Ngapain loe kesini ??”tanya Agni sekali lagi. Mau tak mau Gabriel pun harus menjawab jujur kepada gadis ini.

“Mau sarapan pagi bersama??”Agni memutar kursinya sehingga saat ini Ia berhadapan dengan gabriel. Agni menatap Gabriel dengan tatapan “yah begitulah”.

“Gue boleh tanya ??”

“Sure”

“Loe gak suka sama gue kan??”

GLEEEKK

Gabriel menelan ludahnya sedalam-dalamnya. Selain polos ternyata Agni adalah gadis yang to the point dan tak suka basa-basi. Gabriel sedikit binggung untuk menjawab pertanyaan gadis ini. Namun menit berikutnya, Gabriel seolah mendapat ide.

“Seandainya gue beneran suka sama loe gimana?”Tantang Gabriel. Dan kali ini sambil memegangi kedua pengangan kusri Agni. Dan membuat Agni sedikit menjauhkan wajahnya. Karena wajah Gabriel yang dekat sekali dengan wajahnya.

“Ayo kita sarapan dimana”potong Agni dan menjauhkan tubuh Gabriel. Gabriel tersenyum puas. Akhirnya ia bisa juga mengalahkan gadis ini. Agni berdiri dari tempat duduknya dan mengambil tas serta ponselnya.

Gabriel mengikuti saja Agni dari belakang. Gabriel tau Agni sudah salah tingkah sendiri akibat ulahnya tadi. Dan itu Gabriel sangat dang sangat puas. Ia sedikitnya tau akn kelemahan gadis ini.

Mereka berdua memasuki box lift untuk turun. Gabriel berdiri disebelah Agni yang yang masih terus diam tanpa berani menatapnya.

“Loe mau makan apa??”tanya Gabriel mencoba memecah keheningan.

“Terserah”

“Baiklah.”

TIIITTTT

Lift pun telah terbuka dengan lebarnya. Gabriel yang semula tersenyum-senyum sendiri mendadak terdiam saat melihat siapa yang berada di depan lift tersebut. Sedangkan Agni hanya tersenyum kepada orang didepannya lantas keluar dari lift.

“Shilla . . .”lirih Gabriel saat melihat gadis itu yang juga melihatnya sedikit aneh dan tentu saja kaget.

“sampai kapan loe disana? Jadi makan gak??”teriak Agni karena Gabriel tetap diam di dalam lift. Gabriel yang tersadar segera berjalan melewati Shilla tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis tersebut.

“Semoga bahagia”Gabriel memberhentikkan langkahnya. Ucapan Shilla yang tiba-tiba seperti itu membuatnya begitu merindukkan gadis ini. Dan Gabriel tau bahwa Shilla mengira dirinya dan Agni mempunyai hubungan.

“Asssghh Shit. Dia pasti ngira yang aneh-aneh”umpat gabriel. Namun percuma saja. Shilla sudah masuk kedalam lift tersebut.

Gabriel berjalan menghampiri Agni yang sudah berada di luar gedung ini. Fikiran gabriel sedikit kacau karena bertemu gadis yang selama ini ia rindukan. Gabriel tak akan bisa melupakan Shilla dan tak akan pernah bisa. Selama bertahun-tahun mereka menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih. Membuatnya begitu mencintai gadis itu.

“Shilla pacar loe kan??”tanya Agni ketika ia masuk didalam mobil gabriel.

“Mantan”

“Waaoww . . “

“Arisan mantan dong”

“Maksud loe??”Agni hanya mengangkat bahunya saja tak menjelaskan ucapannya tadi. Agni memakai sabuk pengamannya. Setelah itu Gabriel segera menjalankan mobilnya beranjak dari sana.

*****

Shilla keluar dari lift. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan gabriel. Memang sudah sangat lama sekali dirinya tak pernah bertemu dengan Gabriel. Mungkin hampir 2 tahun. Begitu lama bukan? . Dan yang menjadi pertanyaan dirinya adalah Apa yang dilakukan pra itu di perusahaan Haling. Dan apa hubungannya dengan Agni.

“Entahlah . . “Shilla berjalan untuk menuju ruanga Cakka. Dimana disanalah dulunya ruangan Rio berada.

Shilla hanya disuruh Cakka untuk mengambil beberapa berkas. Karena Cakka sedang ada meeting di luar negri. Dan sebagai adik yang baik, Shilla melaksanakan perintah sang kakak. Toh, selama ini Cakka tak pernah meminta yang aneh-aneh kepadanya.

“Tidak ada yang berubah . .”gumam Shilla melihat ruangan Cakka. Dia memang tak pernah kesini lagi setelah kematian Rio.

Shilla menuju meja kerja Cakka. Dan mencari berkas yang dimaksudkan oleh Cakka. Shilla mencarinya di beberapa laci meja tersebut.

SREEEEKKK

“Apa ini??”sebuah map tak sengaja Shilla senggol dan jatuh. Map tersebut terbuka dan terdapat beberapa denah dan juga proposal dari sebuah pembangunan gedung baru. Shilla yang pensaran pun akhirnya membuka map tersebut dan membaca satu persatu setiap lembar dari map itu.

Shilla menahan seluruh emosinya. Menahan seluruh amarahnya akan apa yang ada didepan matanya ini. Shilla terus membaca kata demi kata kalimat demi kalimat di sana.

“Jadi ini kak yang loe lakuin selama ini ??”

“Jadi loe sekongkol dengan Gabriel??”

“Loe . . .”Shilla memejamkan matanya dan meremas-remas kertas tersebut. Membayangkan bahwa remasan tersebut adalah emosinya saat ini.

“Loe main-main kak sama gue. Oke”Shilla segera memasukkan kembali kertas-kertas itu daialam map. Shilla hanya mengambil kertas yang ia remas dan memasukkannya didalam tas.

Shilla mengambil berkas yang ia temukan untuk sang kakak. Setelah itu ia segera keluar dari ruang kerja Cakka. Mencoba untuk bersikap biasa saja. Shilla berjalan dengan berbagai pertanyaan yang belum ia mengerti. Memenag selama 2 tahun ini tidak ada lagi yang mengutik-utik perusahaan ini. baik dirinya , Alvin dan siapapun. Karena Cakka begitu pintar menyembunyikan semuanya.

“jadi yang loe lakuin selama ini adalah ini??”

“Lo bermakasud menghancurkan perusahaan Rio kak?”

“Dan gue gak akan pernah biarin itu terjadi. “

“Walau pun loe adalah kakak gue. Gue gak akan pernah biarin itu semua. “

DDRTTTDRTTT

Shilla memasuki lift dan saat itu juga bertepatan dengan ponselnya yang bergetar. Shilla segera mengambil ponselnya didalam tas. Dan membaca pesan yang terkirim di ponselnya.

From : 08923XXXXXX
Seandainya loe tau apapun. Loe cukup diam atau semuanya akan berantakan. Tolong loe bisa ngerti keadaan ini. Tunggu sebentar lagi. Dan semuanya akan kembali semula. Hapus pesan ini setelah loe membacanya. Agni.

Shilla terdiam di dalam lift. Ia tak mengerti bagaimana Agni bisa tau akan dirinya yang telah mengetahui renacana busuk Cakka. Shilla pun menurut saja kepada Agni. Ia segera menghapus pesan Agni dan emmasukkan kembali ponselnya kedalam tas.

Shilla berjalan beranjak keluar gedung. Dengan berbagai pertanyaan yang belum ia tau dan ia akan mencari tau semuanya.

*****
Rumah Iqbal

Iqbal memasuki kamarnya dengan cepat. Ia segera mencari tau apa yang harus ia temukan kali ini. Iqbal pun memilih untuk tidak masuk sekolah hanya ingin membantu kakaknya. Iqbal tau masalah tentang rahasia Rio begitu panjang. Dan jika semuanya terbongkar pasti akan menjadi suatu yang besar dan tak akan ada yang pernah menyangka.

“Untung kak Rio dulunya artis”ujar Iqbal dan segera mengetik di kotak google “ fakta tentang Mario Haling”

“Ahhh ini dia “Iqbal mengklik salah satu blog tentang 100 fakta tentang Mario haling. Iqbal pun membacanya dengan teliti. Mulai dari fakta pertama sampai fakta ke 100.

“WHAT ?? ini fakta macam apa menjijikan . cisshh. . “Iqbal hampir muntah membaca semua fakta ini yang hanya berisi pujian-pujian untuk seorang Mario.

“ Mario mempunyai luka jahit di kakinya sebelah kanan. “

“Mario sangat tidak suka dengan sayuran”

“Mario sangat benci untuk memakan buah nanas”

“Oke dapat. “ Setelah itu Iqbal menutup laptopnya dan mencoba menghubungi sang kakak.

****
PRANCIS.

Ify mulai berlajar untuk berjalan membiasakan agar perutnya tidak terus-terusan sakit. Dengan bantuan seorang dokter dan 2 perawat. Sedangkan Stev hanya menunggu duduk manis di ruang tamu dan melihat Ify yang berlatih.

“Waaaooow .. Gadis berumur 19 tahun baru berlatih berjalan”ujar Stev dengan nada yang sangat mengejek. Membuat Ify langsung menatapnya tak enak.

“Dari mana loe tau gue berumur 19 tahun ?”tanya Ify langsung dan membuat Stev menatap balik Ify.

“Lilin loe dulu. “Ify melengos, bukan itu jawaban yang ia harapkan. Ia sangat berharap bahwa pria itu memanglah Rio bukan Stev. Namun pada kenyataanya dia memanglah Stev.

Setelah berlatih satu jam lamannya. Ify dibawah masuk lagi kedalam kamarnya oleh Stev. Stev membantu gadis ini berbaring di kasurnya. Ify tak bisa mengalihkan matanya dari wajah pria ini.

“Loe bisa gak berhenti natap gue seperti itu”ujar Stev dingin,

“kenapa dengan tatapan gue??”


Mengerikan”Stev pun berlalu kluar dari kamar Ify. Ify mendesis atas ucapan Stev yang sama sekali tak enak untuk di dengar.

DRTTTDRTT

Ify merasakan ponselnya bergetar. Dengan cepat Ify mengambil ponselnya dan menerima panggilan dari Iqbal.

“Kak gue udah dapat”

“Apa??”

“Kak Rio gak suka sama sayuran”:

“Gue udah tau”

“Kak Rio fobia dengan nanas”

“Gue tau”

“kak Rio punya luka jahit sebelah kanan “

“Gue tau”

“Kalau gitu ngapain loe nyuruh gue nyari tau apa yang sebenarnya loe udah tau ? hah??”omel Iqbal dari sebrang nan jauh disana.

“Cuma itu yang loe dapat ?”

“Aissghhh . .Loe tau google ?? Kenapa loe gak nyari disana sendiri. harusnya loe inget pacar loe itu artis dulunya “

“Loe bisa sopan sama kakakmu ?”

“Saran difikirkan”

BEEEEPP

Ify menghela nafas untuk bersabar, ia harusnya tidak lupa bahwa adiknya pun tak ada bedanya dengan dirinya. Ify memainkan ponselnya, Ia memfikirkan ucapan Iqbal tadi. Ify pun mencoba menghubungi seseorang saat ini.

“Gue ingin loe beli buah nanas buat gue sekarang. Gak pakai lama!!.”

BEEEPPP

Ify menutup sambungannya. Ia telah menyuruh Stev untuk membelikannya buah nanas. Ify hanya ingin mencoba ucapan Iqbal barusan. Sebenarnya dia pun tau bahwa Rio sama sekali tak suka nanas. Saat dulu Rio ia paksa memakan buah nanas. Seluruh lidahnya dipenuhi dengan bintik-bintik. Dan membuat Ify sangat merasa bersalah sekali.

Tak sampai 15 menit, Stev datang dan membawakan buah nanas dihadapan Ify. Dengan tak berdosanya Stev menyerahkan kresek berisikan buah nanas yang masih utuh. Ify menatap Stev dengan bingas.

“Loe gak berniat bunuh gue kan?”

“Kalau diperbolehkan sebenarnya mau”

“Loe punya otak kan?”

“Loe pinter kan ?”balas Stev tak mau kalah. Ify hanya melengos saja, seharusnya ia tau bahwa pria dihadapannya ini selalu banyak akal untuk membuatnya terlihat bodoh. Ify juga merutuki ucapannya tadi.

“Gue gak mungkinmakan nanas yang belum di kupas sepert itu”ptotes Ify sambil menunjuk nanas yang dibawah oleh Stev.

“yaudah loe tinggal kupas . bereskan:”

“BI INAAAA”teriak Ify tak mau beradu mulut lagi dengan pria tak beraturan ini,. Stev pun masih dengan tatapan tak berdosanya menatap Ify. Menggap semua bukan salahnya.

Bi ina pun masuk kedalam kamar Ify dan sudah siap membawakan pisau dan juga piring. Mungkin suara adu mulut Ify dan Stev yang sampai di luar. Membuat Bi Ina sudah siap sedia. Bi Ina pun mengupaskan buah nanas yang diminta oleh Ify itu.

Stev yang melihat Bi Ina hampir selesai memtong buah nanas itu jadi tergiur untuk memakannya. Stev dengan tak berdosanya mengambil sepotong buah nanas dan memasukkan kedalam mulutnya.

“Enak. .”ujar Stev saat memakan buah nanas itu. Ify menatap Stev tanpa henti. Ia terus menatap saja Stev yang terus mencomoti buah tersebut.

“Loe suka nanas?”tanya Ify yang langsung dijawab oleh Stev dengan anggukan mantap.

“Loe gak alergi ??”

“Alergi ?? enggak. Kenapa ? loe alergi ??”Stev memasukkan satu potongan langsung kedalam mulut Ify. Membuat Ify mau tak mau harus memakannya.I Ify langsung menampakkan wajah pasrahnya. Ternyata pria itu memang Stev.

“Seharusnya gue gak ngelakuin hal yang sia-sia . Karena jawabannya tetap sama. Dia adalah Stev.

Bi ina hanya geleng-geleng menatap sikap Stev yang tak tau aturan dan berani kepada Ify. Setelah mengupas buah tersebut, Bi Ina memilih untuk keluar kamar meninggalkan Ify dan Stev. Stev asik dengan buah nanasnya dan ify asik dengan fikirannya.

“Sudah cukup semuanya. Gue gak boleh gini terus. Gue harus sadar. Gue harus bisa menerima semuanya . . . Ify ayolah loe gadis yang pintar. Loe bisa melalui semuanya seperti dulu kan “Ify mengigit bibirnya menahan semua rasa keputus asaanya yang sia-sia belaka.

Bersambung . .. . .

Yaahh. Neng Ify mah udah tau Stev kan? Dia mah emang Stev. Neng Ify harusnya terima ya kalau Mario.nya udah gak ada hikshiks. .Masalah Cakka dan gabriel ? akankah terungkap?? Tunggu saja semuanya.😀 Like dan Comment selalu ditunggu ya. Makasih semuanya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s