DEVIL ENLOVQER – 74 ~ Sebentar lagi . . . ~

Ini part 74 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa.. Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow HYO yaa . . Maaf harus nunggu DELOV lama.. Minta doanya ya supaya hasil unasku bisa lulus 100% amin amin . Makasih all. Follow >> @luckvy_s😀 .
Akhirnya lunas juga kan 10 partnya “D . selamat membaca ya dan semoga suka amin amin😀 .

DEVIL ENLOVQER – 74
~ Sebentar lagi . . . ~

Agni megeluarkan ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan kepada seseorang gadis yang dilihatnya pagi ini tadi. Yah tentu saja kepada Shilla. Agni yakin Shilla pasti menuju ke ruangan Cakka. Dan pasti Shilla akan menemukan sebuah map milik Cakka yang belum Cakka sembunyikan.

“Itu akibatnya loe selalu ceroboh Cakk . .”batin Agni sangat menyalahkan Cakka. Gabriel menatap Agni yang hanya diam saja. Merasa ada yang sedikit aneh dengan gadis ini.

“Loe kenapa??”

“Seharusnya gue yang tanya loe kenapa”ujar Agni balik dan membuat Gabriel lebih memilih diam saja.

Gabriel memberhentikkan mobilnya di sebuah restoran kecil yang bukanya 24 jam. Mereka berdua pun keluar dari mobil menuju ke restoran tersebut untuk sarapan pagi meskipun jam masih menunjukkan pukul 05.40
*****
SMP ARWANA

Iqbal memainkan PSP.nya, waktu istirahat seperti ini memang selalu ia habiskan untuk bermain PSP daripada melakukan hal-hal lainnya. Dia sendiri tak sebegiu suka pergi ke kantin.

“Iqbal . .”panggil Salsha yang barud atang dari kelas. Kedua anak ini memang berasal dari kelas yang berbeda.

“Hmm. “sahut Iqbal yang asik bermain PSP.nya. Salsha yang sudah terbiasa dengan sikap Iqbal jika sudah memegang PSP hanya bisa menunggu saja.

“Gue bawa bekal makanan”

“Taruh aja disana”

“Oke”Salsha pun menaruh bekal makanan yang ia bawakan disamping buku Iqbal.

“Gue besok ada syutting di Surabaya . Mungkin sebulan gue tinggal disana”

BRUUKKK

“HAH??”seketika itu PSP iqbal jatuh dari tangannya dan menatap Salsha tak percaya. Ucapan Salsha benar-benar membuatnya begitu terkejut.

“Sebulan ?? Sebulan Sha??”

“Bercanda doang”ujar Salsha degan datar dan membuat Iqbal melengos.

“Yaelah . .”

“Cissh. Habisnya sih pacarnya datang gak disambut kek apa kek”

“kan mulai lagi. Mulai lagi . . “tuding Iqbal. Salsha memanyunkan bibirnya sambil memainkan ujung buku Iqbal.

“Jelek tau loe gitu”

“Bodo amat”

“Iya iya gue salah. Maaf”

“Maaf gak diterima “

“terus non salsha mintanya gimana ??”rayu Iqbal, ia menaruh PSP.nya kedalam tas Lalu meletakkan dagunya di kedua telapak tangannya ala chibi.

“Mmm. Salsha maunya . .. . “salsha menatap Iqbal seolah sedang berfikir.

“maunya ??”ulang Iqbal menunggu gadis ini membuka mulutnya kembali.

“Makan malam”ujar Salsha. Karena memang sudah lama sekali mereka berdua tidak pergi makan malam.

“Ogah ah males”jawab iqbal dan langsung membuat Salsha begitu kecewa

“tapi bercanda. . “lanjut iqbal puas sekali membalas Salsha.

“Aissshh . . “

“jam 7 malam nanti gue jemput”

“Percaya deh. Yang udah bisa nyetir mobil”sindir Salsha dan hanya dibalas dengan cengiran dari kekasihnya tersebut.

“Udah lama ya kita gak ke pemakamannya wilona. Kita kesana yuk”Iqbal langsung terdiam mendengar nama gadis itu. Yah, Gadis yang pernah menjadi pemilik hatinya. Gadis yang sangat dan sangat ia cintai mungkin sampai sekarang. Meskipun hampir seluruh hatinya sudah ia berikan kepada Salsha.

“Gue gak bisa”jawab Iqbal dengan cepat. Salsha yang melihat perubahan ekspresi wajah Iqbal hanya mengangguk-angguk saja. Ia merasa perbincangan mereka tidak bisa dilanjutkan.

“yaudah gue balik ke kelas dulu”

“Hmm. Thanks bekalnya “

“Iya/ dimakan sampai habis”

“Kalau gak habis ??”goda Iqbal. Salsha yang sudah berdiri lantas menatap iqbal dengan tatapan menimang-nimang sesuatu.

“Kalau gak habis .. . “

DOOORR

Iqbal hanya terkekeh melihat kepergian gadis itu. Sudah hampir 2 tahun dirinya dan Salsha menjalin hubungan kekasih. Dan sudah 2 tahun juga Iqbal tak pernah mau jika Salsha mengajaknya untuk ke pemakaman Wilona. Karena memang Iqbal ingin kesana sendiri.

“Lebih baik gue nanti kesana”Iqbal menarik bekal makanan Salsha. Dan membuka bekal tersebut. Dengan wajah yang sedikit tak nafsu Iqbal memamakan makanan tersebut yang berisikan nasi goreng kesukaan iqbal.

****
Rumah Alvin

Ketiga orang ini hampir 3 jam lebih bercanda di kamar Alvin. Membahas suatu hal yang tak penting sampai yang lainnya. Shilla, Alvin dan Sivia kini berkumpul kembali. Setelah lama tak kumpul dan biasanya hanya bertemu di kampus.

“2 bulan lagi liburan. Enaknya kemana ya ?/”

“Gimana kalau kita ke Prancis. Ngasih kejutan sama si setan itu”usul Sivia dan sepertinya mendapat persetujuan dari Alvin dan Shilla

“Setuju”serempak Shilla dan Alvin. Toh mereka memang sudah merindukkan sosok Alyssa.

Shilla melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 malam. Shilla pun segera memilih pamit karena ia harus mengerjakan tugas-tugasnya yang belum selesai.

“gue pulang yah”pamit Shilla. ia berdiri dari kasur Alvin dan membereskan barang-barangnya .

“Cepet amat. Nginep disini aja gih”suruh Alvin .

“No . Gue masih banyak tugas”

“Tugas apa pacar baru . “goda Sivia dan langsung mendapatkan pensil melayang dari Shilla.

“Sotoy loe anak kecil”

“HAHAHAHHA”tawa Alvin dan Sivia melihat wajah Shilla yang seperti itu.

“Loe gak pulang Vi? Atau mau bareng sama gue ??”tawar Shilla yang sudah siap untuk keluar dari kamar Alvin.

“Dia mau nginep disini. Iya kan sayang ??”ujar Alvin sambil menaik turunkan alisnya ke arah Sivia meminta persetujuan.

“Najis wajah loe kayak gitu”balas Sivia dan membuat Alvin langsung melengos. Shilla tertawa puas melihat Alvin yang selalu dijajah oleh Sivia.

“Gue nanti dijemput kok”jawab Sivia kepada Shilla.

“Oke gue pulang dulu ya. Jangan sampai besok ada kabar dikamar ini berjumlah 3 nyawa”Shilla langsung memilih kabur sebelum ia mendapatkan amukan dari Sivia.

“YAAAHHHH KAK SHILLA APAAN SIH”teriak Sivia sambil melemparkan sebuah bantal ke arah pintu. Yang telah duluan di tutup oleh Shila.

“3 nyawa maksudnya apaan sih ?”tanya Alvin yang binggung. Sivia melirik tajam ke arah Alvin.

“Loe bego apa pura-pura bego”sinis Sivia.

“beneran gue gak ngerti”

“Yaudah syukur deh loe gak ngerti”serah Sivia dan membaringkan tubuhnya di kasur Alvin. Punggungnya terasa pegal karena sedari tadi ia duduk terus. Alvin yang masih belum tau maksud dari ucapan Shilla tadi pun segera memilih tak memfikirkannya kembali.

Alvin mengikuti Sivia berbaring disamping Sivia. Mereka berdua sama-sama menatap langit-langit kamar Alvin. Memfikirkan yang hanya mereka berdua saja yang tau.

“Vi .. “

“Hemmm. .”

“Gue tiba-tiba kefikiran kalau gue mau nikahin loe”

“Yaudah nikahin aja”

“Tapi masalahnya kalau gue tiba-tiba pingin nyari istri baru lagi gitu gimana?”

“Kita END”

“Loe gak mau gitu gue poligami ? kan loe cinta mati sama gue”

“Najis kata-kata loe”

“Seriusan nih!!”

“gue juga serius”kedua anak ini teteap beradu dengan mata yang masih menatap ke atas.

“Tapi gak enak sih kalau punya istri dua gitu. Bisa-bisa istri gue yang kedua loe bunuh”

“Gue mutilasi”

“Jadi loe setuju dong gue punya istri dua”

“Mending gue gak pernah nikah sama loe” Alvin lantas memiringkan badannya sambil menahan kepalanya dengan tangan sehingga membentuk sudut siku-siku. Tatapannya menatap wajah Sivia yang masih datar.

“Nih ya. Loe milih mana. Gak nikah sama sekali apa nikah sama gue tapi gue poligami”

“Loe fikir ini hitam putih”sinsi Sivia

“aisshh. . Serius. Loe jawab deh”

“jomblo seumur hidup lah “

“Suer??”

“Banget”

“Kalau loe gak setuju gue punya istri dua gimana kalau istri tiga. . “ujar Alvin tanpa dosanya. Sivia perlahan menolehkan wajahnya menghadap ke Alvin yang menatapnya seolah idenya itu sangat lah bagus.

“Loe mau nikahin siapa sih ??”

“Ya loe”

“Dua.nya lagi”

“rahasia dong”jawab Alvin. Sivia menatap ke atas langit-langit kamar Alvin kembali.

“Sekarang giliran gue. Loe milih mana. Nikah sama gue tapi gue gak pernah mau disentuh sama loe. Atau loe poligami atau trigami atau patgami terserah loe deh”

“Yaahh kok gitu Vi”

“yaudah loe tinggal milih aja susah amat”

“Poligami deh. Kan gue bisa sentuh loe sekarang”jawab Alvin dengan wajah yang mendapat pencerahan. Belum-belum tangan Alvin menahan tangan Sivia sebelum gadis ini beranjak dari kamarnya.

“Lepasin tangan gue”

“Gue Cuma bercanda tadi Vi”jujur Alvin. Karena raut wajah Sivia sudah mulai berubah.

“Gak lucu tau gak”

“Emang. Cemburu ya ??”

“Gak ada yang bisa gue cemburuin dari loe”

“Seriusan .?? Loe gak inget waktu dulu loe ngira gue sama Shilla selingkuh. Loe cemburu kan??”

“Ngapain loe jadi bahas itu? Kayak loe gaak inget aja waktu gue putusin loe dan saat itu loe nangis-nnagis minta balikan”

“Waktu Zahra cium gue . Loe juga nangiskan “ujar Alvin tak

“Apaan sih bahasannya. Udah 4 tahun yang lalu juga”kesal Sivia.

“kita udah pacaran berapa lama ya Vi ??”

“Hitung aja sendiri. “

“Yaelah Vi . juteknya mulai kan”

“Udah gue mau pulang Vin !! . . “Serah Sivia yang ingin bangun namun ditahan oleh Alvin.

“Apa lagi ??”kesal Sivia. Ia menolehkan wajahnya ke arah Alvin yang masih dengan posisinya seperti itu.

“Salam perpisahannya mana??”

“Bye”jawab Sivia padat singkat dan jelas.Kalau saja tak ingat gadis ini adalah kekasihnya sudah Alvin cekik habis Sivia akibat menghabiskan kesabarannya.

“BUUUKAAN ITUUUU!!!”teriak Alvin gemas sekali dengan gadis ini.

“terus apaan ??”

“satu “

“dua”

“tiga”

“empat”ujar Alvin sambil menunjuk dahi, pipi kanan, pipi kiri dan bibirnya.

“Ogah amat”tolak Sivia tanpa basa-basi Dan membuat Alvin semakin menahan tangan Sivia.

“Lepasin gak ??”

“Enggak mau”

“Iya iya.loe lepasin dulu tangan gue “Alvin menggelengkan kepalanya.

“Loe tutup mata dulu deh”dan sekali lagi Alvinmenggelengkan kepalanya sambil senyum-senyum tak jelas menatap Sivia. Karena ia sudah sangat tau otak licik gadis ini.

“Yaudah kalau gak mau. Gue tetep kayak gini aja”

“Yaudah gue juga gak rugi. Tambah seneng dong gue, loe tidur disini”

“YAAAAAAAAHHH”teriak Sivia begitu kencang membuat telinga Alvin serasa mau pecah menahan teriakan Sivia.

“Gak kurang keras tuh teriakan”sindir Alvin membuat Sivia tambah kesal kepadanya.

“Gue teriak lagi nih. Biar papa loe tau”

“Coba aja teriak. Papa gak ada dirumah”
“jangan bilang dirumah ini Cuma ada gue dan loe??”

“Betul banget”

“Pembantu loe ??”

“Gue usir”

“Gue serius”

“Gue juga serius”Sivia melengos saja. Pria ini memang selalu menggodanya dengan tak jelas.

“Vin gue mau pulang. Ayolah .. .”renggek Sivia memohon.

“Maucepet pulang kan?? “

“Hmm ..”angguk Sivia dengan wajah yang ia imut-imutkan membuat Alvin terkekeh sendiri.

“satu dua tiga empat”ujar Alvin lagi sambil menunjuk dahi pipi kanan dan kiri serta bibirnya.

“gampangkan . . “

“AIISSSHHHh . ..”

“satu aja deh”

“3”:

“satu”

“dua”

“yaudah ters . .”

“iya iya satu. Di Bibir”ujar Alvin penuh kemenangan. Sivia mendesis kesal. Ia memang paling malas dengan laki-laki karena pasti ada maunya. Dan suka sekalimembuat wanita kesal.

“Besok aja ya “

“Sekarang”

“BESOK”bentak Sivia. Alvin yang capek juga akhirnya melepaskan tangan Sivia dengan malas.

“Udah pulang sana ,. pulang. . . “usir Alvin, mimik nadanya terlihat kesal kepada Sivia. Sivia mulai bangun mengikuti Alvin yang sudah berdiri membukakan pintu kamarnya.

“Katanya mau pulang ? noh . . “ujar Alvin dingin di pintu kamarnya. Sivia pun akhirnya turun dari kasur Alvin dan mengambil tasnya. Ia berjalan menghampiri Alvin yang sama sekali tak menatapnya.

“Loe marah ??”tanya Sivia saat ia sudah berada di tengah pintu dan dihadapan Alvin.

“Ngapain gue marah”

“Tuh kelihatan”

“Sok tau”

“Cissh. . . . Cepet tutup mata loe”suruh Sivia sedikit malas. Ia hanya ingin cepat pulang dan Alvin tidak marah kepadanya.

“Males”

“Masih mau salam perpisahan gak ??”

“udah enggak”

“Kayak anak kecil tau”

“Bodo amat “

“Alvin sayang tutupnya ya matanya. Biar Sivia cepat bisa pulang dan Alvin gak marah sama Sivia”rajuk Sivia mencoba bersabar .

“yaudah pulang-pulang aja sono”

“Loe ngusir gue ??”

“kedengarannya ??”

“Ngusir”

“tuh loe ngerti”

“Sialan. . “pekik Sivia merasa dipermainkan pria ini dan seolah dia yang paling bersalah disini.

“Jangan sampai part 74 ini isinya hanya pertengkaran gak jelas kita. Loe gak ngelihat tuh readers udah gregetan sama loe??”lanjut Sivia menuduh Alvin -_- (??)

“Kok sama gue ? sama loe dong”

“Kok Gue ??”

“yang awalnya buat gue kesal siapa/? Loe kan??”

“Kan gue udah minta maaf”

“Kapan loe minta maaf ??”

“belum Ya ??”

“Loe aja minta maaf. Kiamat dunia”sindir Alvin dengan suara nada pelan namun cukup terdengar oleh Sivia.

“Ayolah Vin . gue mau pulang nih”

“Kan gue daritadi bilang. Loe mau pulang? Yaudah loe pulang sana”

“tapi loe masih marah”

“Gue gak marah”

“Boong amat tuh mulut”

“Yaudah mau loe apaan sekarang ??”

“Seharusnya yang tanya gitu gue bukan loe”

“Terserah loe deh Vi. Gue udah ngantuk”Sivia melengos, ia tau ini tidak akan berakhir jika dia terus melawan Alvin.

“Maaf . .”ujar Sivia sangat tulus. Suaranya pun kembali melembut. Alvin mengernyitkan keningnya menatap Sivia.

“Gue pasti mau dinikahin sama loe. Tapi gue gak akan pernah mau loe poligami. Karena gue akan jaga loe dan akan selalu buat loe ada disisi gue”Sivia mulai mengeluarkan semua jurus manisnya untuk melelehkan hati Alvin. Dan benar saja Alvin hanya diam tak bisa berkata apapun. Sedikit pun Alvin tak mengalihkan tatapan lembutnya terhadap mata gadis ini.

Perlahan Sivia tersenyum begitu manis, dan perlahan gadis ini mendekati Alvin dan sangat sangat dekat sekali.

“Apapun yang terjadi aku selalu cinta kamu”

Cuupp ~ . .

Sivia melepaskan kecupan bibirny dari bibir Alvin, Alvin masih diam belum percaya apa yang baru saja terjadi. Meskipun dirinya dan Sivia bukan pertama kalinya berciuman. Namun yang dirasakan oleh Alvin saat ini adalah inilah ciuman paling tulus yang diberikan oleh Sivia.

“Gue pulang dulu”pamit Sivia. Gadis ini perlahan berjalan meninggalkan Alvin yang masih diam disana. Sivia tersenyum sedikit membayangkan bagaimana detakan jantung Alvin yang pastinya begitu cepat.

Alvin mulai tersadar, Ia menyentuh bibirnya dengan tangan kanannya.

“Aku juga akan selalu cinta kamu Vi . .”

*****
Restoran Putih

Seperti janji Iqbal kepada Salsha Malam ini Iqbal mengajak Salsha dinner bersama di sebuah restoran dekat rumah Sivia. Meskipun hanyalah makan malam biasa. Salsha merasa begitu senang dan sangat senang sekali.

“Gue seneng banget malam ini ??”

“Why??”balas Iqbal sambil menyendokkan makannya kedalam mulutnya.

“Gak tau”

“Aneh”

“bal . .”panggil Salsha dengan nada sedikit manja/

“Hmm.. .”

“Gue mau satu permintaan tapi loe harus kabulin”

“Asal loe gak nyuruh gue bunuh diri aja gue kabulin semua permintaan loe”balas Iqbal membuat salsha tertawa.

“Gue mau loe nyanyi buat gue”

“Gue gak bisa nyanyi”

“gak mau tau, Katanya apapun bakal loe kabulin”Iqbal mengernyitkan keningnya seolah berfikir. Ia memainkan telingannya sebentar.

“Yaudah iya iya. Kapan nih gue nyanyi? Sekarang ??:

“Enggak. “

“Terus ??”

“Waktu ulang tahun gue”Iqbal menatap Salsha seolah menghitung tanggal ulang tahun gadis ini.

“sebulan lagi dong. Masih lama”jawab Iqbal enteng

“Loe nyanyinya harus pakai alat”

“Alat apaan? Dapur?”

“IQBAAALLL . . . “

“Permintaan loe aneh-aneh aja ya”

“Sebagai kado. Ayolahh. .”

“Iya salsha yang cantik yang banyak maunya”

“Yess. Gue tunggu bulan depan”

“Udah? Seneng ??”

“banget”Iqbal mengacak-acak rambut gadis ini. Iqbal tau Salsha sangatlah manja. Oleh sebab itu ia harus ekstra sabar menghadapi gadis ini. namun dibalik sifat manja gadis ini, Iqbal sangat bangga karena Salsha selalu menjadi penyemangat dirinya.

****
PRANCIS

2 minggu kemudian. .

Sudah 1 minggu dari kemarin kondisi gadis ini benar-benar sudah pulih;. Ify sudah dapat pergi kemana pun yang ia suka. Dan tentu saja dengan pengawalan Stev. Meskipun kedua orang ini masih saja terus bertengkar. Namun baik Ify dan Stev sudah dapat menerima masing-masing. Stev menerima menjadi pengawal Ify. Dan Ify menerima Stev menjadi pengawalnya.

“Steevv. . “panggil Ify dalam kamarnya. Stev yang sedang membuat kopi untuk dirinya sendiri lantas masuk kedalam kamar Ify.

“Apaan??”tanya Stev sambil meniupi gelas yang ia bawah bersikan kopi hangat.

“Gue mau jalan-jalan”

“Lagi Fy ? loe gak capek apa??”

“Kali ini beda. Dan loe gak perlu ngawal gue kok”

“No! No! Gue harus ikut sama loe”

“Ayolah. Gue mau ada kencan. .”Stev yang baru saja menyeruput kopinya langsung menyemburkannya sehingga mengenai gaun putih Ify setelah ia mendengar ucapan Ify tersebut.

“STEEEEEVVVVVVVVVVV!!!”

“Panas Fy kopinya .Panas banget. Sorry sorry”ujar Stev sedikit kebingungan.

“Ahhhhhh. Kan gimana ini. gue udah telat “

“Yaudah gak usah kencan”

“Loe nyebelin tau gak”

“Kok jadi gue yang disalahin”balas Stev mau salah.

“udah salah ga minta maaf lagi”

“Loe tuli apa buta? Gue tadi udah bilang Sorry. Loe bisa bahasa inggris kan?”

“Terserah loe!! Keluar loe gue mau ganti baju. Dan suruh Bi Ina telfon teman gue. Bilang gue gak jadi datang”

“gadis baik. Lagian juga ini udah malam .”

“Gak usah nyeramah disini. Loe sebaiknya cepat keluar”

“Iya iya. Bentar gue mau ngambil ponsel gue dulu.

“ENGGAK!! LOE CEPAT KELUAR!!!”usir Ify benar-benar kesal dengan pria ini. Stev pun pasrah saja dan segera meninggalkan kamar Ify.

Ify mendecak kesal, janjinya malam ini dengan temannya benar-benar gagal. Ify yang sudah tak ada mood pun segera membatalkannya saja. Ify pun lantas mengganti pakaiannta dengan paiaya tidur. Ia memilih untuk langusng tidur saja. Otaknya sudah capek bila disuruh bertengkar kembali dengan Stev.

DRRRTTDRRTTTT

Ify mendengar ada ponsel yang bergetar, ia melirik ke ponselnya namun ponselnya tersebut tak ada panggilan satu pun atau massage yang diterima. Dan sudah Ify pastikan bahwa itu adalah ponsel milik Stev.

“Stev, Ponsel loe bunyi”teriak Ify sedikit keras. Ia duduk diatas kasurnya setelah mengganti pakaiannya.

DDRRTTTDRTTT

Ify mendecak kesal. Karena ponsel Stev terus saja bergetar dan itu sangat menganggu tidur Ify saat ini.

“Stev loe gak tulikan? Ponsel loe bunyiii!!”Ify lebih meninggikan suaranya. Namun semuanya nihil. Pria itu sama sekali tidak masuk kedalam kamarnya. Ify yang sudah kehilangan kesabaran segera turun dari kasurnya dan menghampiri kasur Stev.

“Mana sih ponselnya ?? berisik banget!!”Ify mencari ponsel Stev yang masih terus bergetar di bawah bantal sofa Stev. Namungadis ini tetap tidak menemukannya.

Ify sedikit merogoh ujung samping sofa dan ternyata ponse Stev berada dibawah sana. Ify mengernyitkan keningnya.

“Ngapain nih anak naruh ponsel dibawah kayak gini. Aisshh. . “Ify pun segera mengambil ponsel tersebut dan mencoba mematikan alarm yang ternyata berbunyi diponsel Stev.

“Di kunci lagi. Apaan ini kuncinya . . “Ify masih mencoba bersabar tidak menginjak ponsel yang ada ditangannya saat ini.

“gue coba aja deh. Dia kembaran Rio kan? Pastinya tanggal lahir mungkin”Ify pun mencoba menekan angka yang tertera disana dengan apa yang ada didalam otaknya saat ini.

“SALAH?? Aduuhh ini alarm gak berhenti-berhenti lagi”kesal Ify semakin menjadi.

“Apaan sih kuncinya ??”Ify diam sesaat. Ia mencoba berfikir didalam kekesalannya.

Ify tiba-tiba memfikirkan suatu yang seharusnya ia lupakan, Dan bahkan jika Ify mencobanya pasti sangatlah mustahil. Namun tangan Ify menyuruhnya untuk menekan digit angka tersebut. Dengan sedikit kecemasan dan penuh harapan Ify mengkombisikan digit angka tersebut.

“TERBUKA . . .”ponsel yang ada ditangan Ify tersebut. Seketika terjatuh diatas sofa. Ify benar-benar terkejut dan tak menyangka. Mulut Ify pun terus terbuka.

“Apaan sih loe berisik. Itu Cuma Alarm. “Ify mendengar suara Stev yang akan mendekati kamarnya. Dengan cepat Ify mengunci kembali ponsel Stev dan mengemballikannya ketempatnya semula. Setelah itu Ify langsung duduk di kasurnya.

“Berisik loe. Ini rumah bukan hutan!”bentak Stev saat masuk ke kamar Ify. Ify mencoba biasa saja. Ia asik dengan ponselnya.

“Loe dari mana??”tanya Ify melihat Stev membawa kresek hitam yang berisikan segelas salad instant

“Beli salad. Mau ???”Stev duduk manis diatas sofanya. Dan sebelumnya ia mengambil ponselnya dan segera mematikan alarmnya. Ify menatap saja apa yang dilakukan oleh Stev.

“Sudah gue bilang kan. Jangan natap gue kayak gitu!!”Ify menundukkan kepalanya. Sedangkan Stev hanya mendengus sinis dan segera membuka kreseknya dan memakan saladnya.

Ify mengambil remote dan menyalahkan Televisi. Ia berjalan menuruni kasurnya dan duduk di sofa kecil depan kasurnya. Ia ingin menonton televisi saat ini.

“Stev . .”panggil Ify dengan sedikit serius tanpa menatap Stev sedikit pun. Ify hanya terfokus pada televisi didepannya.

“Hm . . ??”

Bersambung . . .

Penasaran selanjutnya gimana ? SABAR YAA😀 Like dan Comment ditunggu semuanyaa😀 semoga teteap suka sama DELOV ya “D jangan bosan-bosan sama DELOV ya “D terima kasih semuanya udah jadi pembaca setia DELOV😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s