DEVIL ENLOVQER – 75 ~ Aku sangat merindukanmu ~

Ini part 75 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa.. Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. . Follow HYO yaa . . Maaf harus nunggu DELOV lama.. Minta doanya ya supaya hasil unasku bisa lulus 100% amin amin . Makasih all. Follow >> @luckvy_s😀 .
Akhirnya lunas juga kan 10 partnya “D . selamat membaca ya dan semoga suka amin amin😀 .

DEVIL ENLOVQER – 75
~ Aku sangat merindukanmu ~

Ify mengambil remote dan menyalahkan Televisi. Ia berjalan menuruni kasurnya dan duduk di sofa kecil depan kasurnya. Ia ingin menonton televisi saat ini. Mungkin agar otaknya terefresh sedikit

“Stev . .”panggil Ify dengan sedikit serius tanpa menatap Stev sedikit pun. Ify hanya terfokus pada televisi didepannya.

“Hm . . ??” Ify menaikkan kakinya di atas sofa. Ia mencari channel yang bagus untuk di tontonnya saat ini.

“Sepertinya kita banyak tidak mempunyai kesamaan ya .”Stev menatap Ify heran. Tentu saja ia tak mengerti akan maksud gadis ini. Stev diam saja kali ini, ia menunggu mulut gadis tersebut terbuka kembali.

“Kita sering bertengkar, Kita sama-sama tak suka antar satu sama lain. Gue benci sama loe dan loe juga benci sama gue kan?”

“Hmm. “sahut Stev sambil menganggukan kepalanya membenarkan ucapan gadis itu. Ify mendesis melirik wajah Stev yang sama sekali tak ada dosanya.

“Tapi . . . “

Ify menurunkan kakinya dari sofa. Ia menatap layar televise dengan mata tajamnya. Tatapan ini seolah menerawang sesuatu. Stev memfokuskan kembali ke saladnya. Ia begitu menikmati saladnya saat ini.

“Yang di luar kamar. Tinggalkan kamar ku sekarang !!!”teriak Ify begitu keras. bodyguard dan para pelayan disana serta Bi Ina yang ada diluar kamar Ify pun meninggalkan kamar Ify. Stev terus menikmati saja saladnya. Ia menganggap Ify memang selalu seperti itu.

“Tapi yang buat gue menarik. Kita ternyata mempunyai satu persamaan. Dan mungkin hanya kita berdua yang mempunyai kesamaan itu . “Stev mengernyitkan keningnya heran.

“Cissh. Kita gak akan punya kesamaan. Sifat kita sangat dan sangat beda. Oke”sahut Stev tak terima.

“Loe gak ingin tau apa kesamaan gue dan loe??”

“No!”Ify menganggukan kepalanya, ia mengalihkan kembali tatapannya pada layar televisnya yang sedang tergambarkan kegilaan Patrick dan spongebob.

“Beneran loe gak pensaran?”

“Sama sekali gak”

“Gue gak akan pernah ngasih tau loe lagi apa kesamaan kita. Ini kesempatan emas buat loe”Stev menarik nafasnya sebentar. Ia merasa Ify sangat menggangu kegiatan makannya saat ini.

“Iya iya terserah loe. Apa kesamaan kita ? Hah??”Stev menatap Ify dengan kesal. Gadis tersebut memincingkan senyum sinis khasnya.

“Password ponsel kita ternyata sama Ya . . .”

“Tuan Mario Stevano Aditya Haling, . .”

BRuuukkkk

Stev seolah tak bisa bernafas, Salad yang Ia pegang langsung lepas begitu saja dari tangannya. Ify perlahan mengalikan wajahnya menatap Stev yang mulai kebingungan. Ify menghela nafas panjangnya.

“Stev adalah Mario. Stev adalah kembaran dari Mario. Jadi yang meninggal 2 tahun yang lalu adalah Stev. Bukan Mario. Benarkan ucapan gue ??”Stev mengeratkan kedua tangannya yang mulai bergetar. Keringat dingin keluar dari pelipisnya. Ac kamar Ify yang sudah begitu dingin tak mampu menghilangkan rasa panas di tubuh Stev saat ini.

Tangan Ify memain-mainkan remote yang dibawahnya. Ia mendesis seolah tertawa melihat wajah Stev yang sangat tidak lucu menurutnya. Ify menatap layar televise kembali. Mungkin ia sedikit muak melihat wajah pria itu. Ify mencoba menahan emosinya kali ini.

“Loe kaget gue bisa tau ?”

“Apa loe mau beralibi lagi ??”

“Atau . . . .

BRRRRRAAAAAKKK

“Awww . ….”Stev meringis kesakitan. Ify dengan kasarnya melemparkan remote yang ia bawah tepat mengenai pipi dan bibirnya. Dan terlihat darah segar mulai keluar dari ujung bibir pria ini.

“Sakit ?? Hah??”Ify mulai berdiri dari sofa yang ia duduki. Tangan kananya menggengam begitu erat. Wajah Ify benar-benar menakutkan saat ini.

“Loe fikir lucu dengan apa yang loe lakuin??”

“Rasa sakit di bibir loe saat ini gak ngelebihi rasa sakit gue saat ini . .”Ify mendesis penuh kemarahan. Stev hanya bisa mendudukan kepalanya saat ini. Lidahnya seolah terasa keluh tak bisa mengeluarkan sekata apapun.

“Loe gak tau gimana gue menderita selama 2 tahun ini kan Yo ??”

“Loe gak tau gimana rasanya gue nangis setiap hari gara-gara loe ??”

“Loe gak pernah tau gue teriak-teriak seperti orang gila disini. Hanya karena gue ingin ketemu sama loe. “

“LOE GAK PERNAH TAU GIMANA GUE SANGAT KANGEN SAMA LOE!!!!HAH???”kini butiran-butiran cait tersebut telah merembas begitu saja di kedua pipi gadis ini. Ify menahan semuanya. Menahan rasa sesak didadanya saat ini.

“Setiap hari gue coba lupain loe. Tapi gue gak pernag bisa. Setiap hari gue ingin ketemu sama loe sekali aja. Tapi gue gak akan bisa. Karena loe udah gak ada. Loe udah pergi jauh. Sangat jauh. . “

“Loe pernah ngelihat gue nangis ? Gak pernah kan? Loe pernah ngelihat gue rapuh?? Gak pernah kan. Dan loe bahkan semuanya orang bisa melihat kerapuhan gue. Saat loe ninggalin gue.!!”

“Dua tahun gue ngelakuin apapun agar gue bisa ngelupain loe. Mulai dari ngerubah apa yang ada di diri gue. Sampai gue pindah kesini. Dan 2 tahun itu . . . “

“Adalah 2 tahun yang sangat menyakitkan bagi gue. Hahahahahha”Ify mencoba tertawa dalam tangisnya saat ini. Namun tangisan gadis ini terlihat begitu miris. Perlahan Ify berjalan mendekati Stev. Setiap suara langkah gadis ini membuat pria tersebut semakin mendudukan kepalanya.

Ify berdiri didepan Stev yang hanya duduk dengan tundukan kepalanya yang begitu dalam. Ify menatap Stev dengan tatapan yang sangat hampa sekali. Sehampa apa yang ada didalam dirinya selama 2 tahun ini. Ify menghampus air mata di kedua pipinya.

“Setiap malam gue bermimpi loe ada disamping gue. Loe nenangin gue saat gue lelah. Loe yang terkadang buat gue kesal dan loe yang selalu bisa buat gue tersenyum. Mimpi itu rasanya nyata banget. Dan gue selalu berharap itu bukan mimpi. “:

“Dan loe tau?? Saat gue bangun. Semuanya hilang begitu saja. Kebahagiaan itu hilang. Dan gue harus ngerasaain rasa sakit itu lagi. Gue harus menangis setiap gue bangun tidur karena loe selalu datang di mimpi gue”

Air mata gadis ini kembali jatuh. Dan air mata Ify jatuh begitu saja mengenai tangan Stev. Stev hanya menunduk dan melihat saja air mata Ify ditangannya dan mendengarkan apa yang diucapkan gadis ini.

“Loe kenapa jahat banget sama gue Yo ? Loe kenapa tega buat nyiksa gue seperti ini?? Gue hampir mati untuk menahan semuanya. Semua rasa sakit ini. Semua rasa yang ada di hati gue saat ini”

Ify menghembuskan nafasnya sangat panjang. Dan dengan cepat gadis ini membersihkan air matanya yang telah membuat kedua matanya memerah dan sedikit bengkak. Ify membalikkan badanya dan perlahan menjauhi Rio.

“Loe di pecat. Loe boleh kembali ke Uncle sekarang . “

Ify yang ingin melangkahkan laginya saat ini merasa tak bisa lagi. Sebuah pelukan dari belakang membuatnya mati membeku. Pelukan yang tak lagi ia rasakan selama 2 tahun ini dan semua terasa sama seperti dulu. Rasanya sangat sama sekali. Perlahan Ify memejamkan matanya.

“Maaf .. .”bisikan ditelinga Ify membuat gadis ini merasakan bulu romanya merinding hebat.

“Maaf . . “Ify mengigit bibirnya tak bisa harus berbuat apa saat ini.

“Maaf . . Maaf . .Maaf . . “

“Lepasin . . “ujar Ify sebisa mungkin. Rasa sesak di dada Ify kembali datang. Dan rasanya semakin sakit dari sebelumnya. Sangat sakit sekali.

“Maaf . . “

“Gue gak butuh maaf loe”

“Maaf”

“berhenti ngucapin kata itu”

“Maaf”

“GUE BILANG BERHENTIII!!!”teriak Ify sekeras mungkin bersamaan dengan tangisannya yang memecah kembali.

Dan dengan cepat pria yang memeluk Ify dari belakang tersebut segera membalikkan badan Ify dan memeluk Ify sangat erat sekali. Seolah ia memang ingin melakukan hal ini sudah dari dulu.

“Loe tau Yo ?? Loe brengsek tau gak”

“Loe puas udah buat gue nangis kayak gini ?”

“Loe puas sekarang tuan Mario ???”Ify menumpahkan semua air matanya. Menumpahkan semua kepedihannya , semua kekesalannya dan kemarahannya kepada pria ini. Pria yang bernama Stev dan ternyata adalah sesosok Mario haling yang dikabarkan meninggal saat 2 tahun yang lalu.

“Maaf . . “

“Gue benci kata itu”ujar Ify begitu tajam.

“Gue emang brengsek”

“Sangat BRENGSEK!!”
Ify mencoba melepaskan pelukan pria tersbut dari tubuhnya. Namun rengkuhan pria ini begitu erat sekali. Kekuatan Ify tak sunggup untuk melepaskannya. Ditambah Ify yang saat ini begitu terpuruk. Merasakan semua tubuhnya begitu lemas.

Keheningan terjadi di kamar ini. baik Ify dan Stev atau bisa kita katakan sekarang adalah Rio diam tanpa melakukan apapun. Hanya terdengar nafas merka saling beradu dan suara dari AC dikamar Ify yang menyala dan suara televisi disana.

“Sudah berapa kali loe bohongi gue Yo ?”

“Banyak”

“Cissh . . Loe udah puas ?”

“Gue bisa jelasin Fy”

“Yah. . loe memang harus menjelaskan semuanya”

“Maaf”

“Loe sekali lagu ucapin kata itu. Gue gak akan segan-segan bunuh loe saat ini”

“Silahkan”

“Hahahahahaha. Lucu banget tau gak . . “

“Lepasin gue Yo “Ify kembali seperti saat dirinya 5 tahun yang lalu. Ify yang sangat dingin dan tidak peduli kepada siapapun.

“Gak akan”

“Gue capek”

“Loe marah sama gue ?”

“Cissh .. apa pertanyan loe itu perlu gue jawab? Hah??”

“Gak perlu”

“Loe sama sekali gak pandai untuk berbohong. Jika dari awal loe ingin ngilang dan ninggali gue. Seharusnya loe gak muncul lagi didepan muka gue !!”

“Gue gak pernah ninggalin loe”

“tapi nyiksa gue ?hahahahah. SAMA AJA BEGO!!”bentak Ify dan mencoba melepaskan pelukan Rio. Namun masih tak bisa ia lakukan.

“Gue ngerasa seekor anjing yang dimainkan sama majikannya. Dan gue sadar gue mulai benar-benar seperti gadis bodoh dan gak berakal adalah saat gue jatuh cinta dengan pria bernama Mario “

“Loe nyesel?”

“Sama sekali gak. Bahkan saat gue tiap hari nangis ngerasaain rasa sakit karena gue ingin sekali ketemu loe. Gue sama sekali gak pernah nyesel bisa jatuh cinta sama loe . .”

“Tapi satu hal yang gue sesalin saat ini. Loe mau tau apa ??”Ify menyentakkan kedua tangan Rio dengan hanya satu sentakan yang sangat kuat. Membuat Rio langsung melepaskan pelukannya. Mata tajam Ify menatap mata Rio yang begitu sendu dan seolah tak berani menatap matanya.

“Gue nyesel loe kembali lagi.”

Ify membalikkan badanya dan berjalan ke arah pintu kamarnya untuk keluar dari kamarnya yang sudah terasa seperti neraka. Begitu panas dan menyiksa sekali baginya.

“Gue ngelakuin semua ini karena loe”Ify memberhentikkan langkahnya. Ia mengurungkan niatnya untuk membuka pintu kamarnya. Ify menunggu saja apa yang akan dikatakan oleh Rio.

“2 tahun yang lalu. Gue tau nyawa gue sudah terancam. Gabriel dan Cakka sudah sekongkol buat bunuh gue “Ify nampaknya menunjukkan wajah terkejutannya. Ia sama sekali tidak tahu akan masalah ini.

“Gabriel ngincar loe Fy. Dia seperti penjahat gila akan harta. Keluarga Gabriel mengincar perusahaan papa loe. Dan gabriel tau loe adalah pewaris utama Freemond. Oleh karena itu Gabriel ingin melenyapkan gue agar tidak menganggu renacanya. “

“Di sore itu gue Cuma mau jemput Stev. Karena gue takut dia jadi korban juga. Gue membawa dia pergi. Dan bodohnya gue adalah tidak memeriksa apa ada yang mengikuti gue atau tidak. Dan benar saja buat Cakka dan gabriel ngikutin gue “

“Gue mulai kebingungan saat gue tau rem mobil gue rusak. Dan gue yakin itu ulah mereka berdua. Ditengah kebinguna gue, Stev nyuruh gue lompat dari mobil sebelum mobil itu jatuh ke jurang”

“Gue didalam mobil sempat adu mulut sesaat sama dia. Dan akhirnya dia benar-benar memaksa gue. Stev mengambil kalung gue dan memakainya. Bahkan Kita sempat untuk menukar baju kita disaat seperti itu. Dalam waktu singkat kita melakukan hal sebodoh itu. “

“Saat mobil itu jatuh di jurang. Stev langsung menendangku keluar sehinnga yang mengalami luka parah dan meninggal adalah stev. Dan kata terakhir dari Stev yang tidak pernah gue lupa dan sangat ingin gue sampein ke loe adalah. Dia meminta maaf sama loe karena sudah membunuh Kak Sion”Ify memejamkan matanya dan membukanya kembali. Ia memilih untuk diam saja saat ini.

“Stev bilang sama gue. Pasti akan ada yang nyariin gue. Dan disaaat gue bertemu dengan orang yang bernama Roy dialah yang akan membantu gue. “

“Dan benar saja. Roy dan Mr.Lay datang. Gue berusaha untuk menyamar jadi Stev. Saat gue dirawat dan dalam keadaan tak sadar. Gue sudah yakinkan diri gue untuk menjadi Stev. Gue ngerubah semua yang ada di diri gue. Mulai dari ngehapus luka jahitan gue. Penampilan gue. Dan semua fobioa dari Rio gue mencoba ngilangin. Dan gue berusaha mati-matian saat itu. “

“Dan itu hanya demi menyelamatkan wanita yang gue cintai sampai saat ini .. “:

“Gue tau dia akan marah sama gue jika tau ini. Dan sekarang dia benar-benar sangat marah sama gue. “Rio mengembangkan senyum kemirisannya.

“Yang tau gue adalah Rio Cuma Agni. Dia yang membantu gue selama ini. Dia ngerelain nyawanya hanya untuk menyelamatkan perusahaan gue yang akan dihancurkan oleh Cakka. “

“Sekarang loe udah tau semua kan? Dan gue juga tau loe masih marah sama gue dan sangat sangat marah”

“Gue benar-benar gak tau saat gue ingin nyulik orang dihari ulang tahun loe. Gue sama kagetnya seperti loe. Tapi gue sebisa mungkin mencoba biasa dan pura-pura tidak mengenal loe”

“Sejak saat pertama bertemu sama loe. Gue selalu berharap terus dan terus bertemu dengan loe. Karena gue pun sangat dan sangar merindukan sosok Alyssa.”

“Gue sangat marah karena loe mabuk? Gue marah sama diri gue sendiri. Gue yang nyebabin loe sampai seperti itu kan??”

“Dan sekali lagi loe nyoba nyelamatin gue dengan ngorbanin nyawa loe. Gue benar-benar hampir frustasi dan hampir mati karena cemas memfikirkan kondisi loe. Gue takut sangat taku loe koma lagi seperti dulu”

“Dan saat gue loe di culik dan harus berhadapan dengan ular. Gue lebih cemas lagi. Karena gue gak akan pernah lupa semua tentang diri seorang Alyssa. Semuanya masih terekam jelas di otak gue meskipun sudah 2 tahun lamanya. “

“Gue tau gimana rasa penderitaan loe selama ini. Karena gue juga ngerasaain Fy. Gue setiap malam mimpiin loe. Gue setiap malam membayangkan wajah loe. Membayangkan kapan gue akan bertemu loe lagi”

“Gue gak berharap seperti ini saat loe tau bahwa gue Rio. Gue sudah merencanakan jika semuanya sudah selesai gue akan mengaku sama loe. Tapi ternyata gue salah. Loe memang masih sepintar dulu. Dan sangat pintar malah. “Ify menundukkan kepalanya. Tubuhynya yang sudah bergetar karena tangisannya kini lebih bergetar kembali. Sesekali gadis ini menghampus air matanya tersebut mendengar semua ucapan pria itu.

“Alyssa . . . . . “

“Maaf”Rio menghembuskan nafas panjangnya. Rasanya semua sudah ia keluarkan. Penjelasan yang ia simpan selama 2 tahun ini untuk ia jelaskan pada gadis didepannya ini akhirnya terucap juga saat ini.

“Duduklah . Gue buatin salad kesukaan loe”Rio mendongakkan kepalanya terkejut. Ia melihat Ify keluar dari kamarnya dengan senyum kelegaan. Gadis itu akhirnya tak sebegitu marah lagi kepadanya.

Sepeninggalan Ify dari kamar, Rio menoleh kearah sebuah lemari kecil yang begitu diharamkan oleh Ify untuk siapapun membukannya. Rio sudah dapat menebak apa yang ada didalam almari tersebut. Pasti semua hal yang berhubungan dengannya dan Ify.

Rio berjalan menghampiri lemari tersebut dan membukannya. Rio tersenyum melihat semua isi dari lemari tersebut.

“Foto ??”

“Ponsel gue ??”

“Dompet gue ?”

“Cisssh . . loeternyata memang benar-benar sangat cinta sama gue ya Fy”Rio hanya terkekeh pelan. Ia kemudian memilih menutup kembali almari Ify. Rio berjalan menuju sofa yang biasanya ia buat untuk tidur. Rio melihat sebuah foto besar yang terdapat Ify disana.

“Cantik . .”gumam Rio pelan saat melihat foto tersebut. Rio perlahan duduk di sofanya dan mengambil ponselnya.

Rio memfoto kaamar Ify. Entah untuk apa, ia hanya ingin sekali melakukan hal ini. Setelah itu Rio menatap ponselnya sendiri.

“Suatu kebodohan . . “

“Ternyata loe masih ingat dengan tanggal itu Alyssa ??”

“12 10 131 ( 1210 MA)”

Rio segera memasukkan ponselnya di dalam sakunya. Saat ia mendengar derap langkah seseorang yang akan memasuki kamar ini. Dan benar saja, Ify kembali masuk kedalam kamar dengan membawa semangkok salad yang baru saja ia ambil dari dapur.

Rio menatap Ify yang berjalan menghampirinya. Sepertinya memang benar gadis ini sudah sangat berubah. Lebih dewasa dan pastinya lebih cantik.

“Gue gak suka loe natap gue kayak gitu”Rio terkekeh mendengar ucapan Ify. Karena biasanya ucapan tersebut ia ucapkan kepada Ify. Rio menepuk-nepuk disebalahnya. Ify pun mengerti dan langsung duduk disebalah Rio.

“Makan”suruh Ify menyerahkan mangkok berisakan salad tersebut kepada Rio.

“Loe banyak berubah sekarang”ujar Rio menerima mangkok dari Ify. Rio memasukkan sesendok salad kemulutnya.

“Loe juga banyak berubah”

“Semakin tampan dan keren kan??”

“Hmm”jujur Ify dengan menganggukan kepalanya. Ify seolah tak ingin lagi kehilangan pria ini. Ify menatap saja Rio yang menikmati salad buatannya. Perlahan air mata gadis ini turun dengan sendirinya.

“Loe masih marah sama gue ?”tanya Rio cemas. Ia melihat Ify yang menangis seperti itu membuatnya masih merasa bersalah. Ify dengan cepat menggelengkan kepalanya.

“Gue gak mimpi kan ??”Rio tertawa renyah mendengar pertanyaan Ify dengan sambil menangis seperti itu.

“Enggak Alyssa”

“Gue takut gue bangun dan semua ini hanya mimpi”Ify menangis kembali. Rio menaruh mangkoknya dibawah sofa. Setelah itu Rio menarik Ify dalam dekapannya. Rio membelai lembut rambut gadis ini.

“Gue takut loe pergi lagi. Gue mohon jangan pergi lagi. Gue gak mau ini Cuma mimpi. Gue takut Yo. Sangat takut . . .”isak Ify

“Ssstt . . gue gak akan pergi. Gue akan tetap disini. Tetap disamping loe . . Loe percaya kan??”

“hmm . . “Rio tersenyum legah. Gadis ini memang sudah banyak menderita karena dirinya.

“Loe gak akan menderita lagi Fy. Gue janji sama loe. Gue akan selalu jagain loe. Gue gak akan biarin satu orang pun buat loe nangis lagi. Sekali dia nyentuh loe. Gue yakin orang itu langsung akan mati”Rio benar-benar meyakinkan semua itu dalam hatinya. Ia hanya ingin melindungi gadis ini dari awal.

“Udah jangan nangis lagi . “Ify melaspkan pelukan Rio. Dan menghapus sisa-sisa air matanya.

“Sejak kapan Ify cenggeng kayak gitu??”

“Entahlah. Gue juga lupa gimana jadi Ify yang dulu”jawab Ify lemas dan seolah tak ingin mengingatnya kembali. Dan ucapan Ify membuat Rio merasa bersalah.

“Gue lebih suka Ify yang dulu. Ify yang tidak aneh-aneh dan apa adanya. Bukan Ify yang tiap malam ke diskotik buat ngilangin rasa sakitnya. Ify yang ngebentak seluruh pelayannya semau dia. Gue gak suka itu. Ngerti ??”

“Hmmm. . “Rio menyentuh lembut pipi kanan Ify. Menatap mata gadis ini yang begitu hangat. Rio tak percaya ia benar-benar bisa merasakannya lagi. Ia sangat merindukan gadis ini.

“Jangan pernah ngelakukan hal bodoh lagi. Nona Alyssaku . . “Ify mulai mengembangkan senyumnya. Ucapan Rio membuat hatinya terasa damai sekali saat ini. Ify pun menyentuh tangan Rio yang membelai pipinya.

“Dan jangan pernah merahasiakan apapun lagi dari aku Tuan Marioku”

“Gak akan pernah.”

“janji”

“Janji “Ify kembali menghambur dalam pelukan Rio. Ify merasa saat ini adalah hal paling indah dalam hidupnya setelah 2 tahun ia merasa tersiksa.

“Loe udah maafin gue ??”

“Gak”

“Why ??”

“Loe sangat jahat”

“yah. Gue adalah penjahat yang berhasil membuat seorang alyssa menangis selama 2 tahun”goda Rio.

“Hmm . . Makasih”

“Makasih??”tanya Rio heran. Ia melepaskan pelukan gadis ini. Menatap Ify dengan tatapan penuh tanya.

“Makasih udah ngelindungin gue.”

“Loe tau kenapa gue ngelakuin itu ??”

“Tau”jawab Ify penuh semangat. Gadis ini seperti sudah mendapat nyawanya kembali yang lama hilang.

“Apa??”

“Karena Mario sangat dan sangat cinta kepada Alyssa. Benarkan??”

“Hahahahahahahaha”tawa Rio yang begitu menggema membuat ekspresi Ify berubah menjadi sinis.

“Yaaahh. Kenapa loe ketawa. Benarkan ucapan gue ??”kesal Ify karena Rio seperti meremehkannya seperti itu.

“Salah”

“terus apaan ? hah??”protes Ify tak terima

“Gue ngelakuin itu. Karena gue . . . .”

“Gue apa??”

“Gue . . . . “

“Jangan sok rahasia-rahasian”

“Rahasia “

“YAAAAKKKKK!!!”teriak Ify sangat kesal. Rio tertawa lagi melihat wajah kesal Ify. Ia memang merindukan gadis ini. Wajahnya saat sedih, saat kesal saat tersenyum semuanya masih teringat jelas di otaknya.

“Gak usah natap gue kayak gitu”sinis Ify karena Rio terus saja menatap wajahnya sambil senyam-senyum tak jelas.

“Kenapa ?? sejak kapan ada larangan natap pacarnya sendiri”

“pacar ? Cisshh. . sejak kapan ??”Ify langsung berdiri dan berjalan menjauhi Rio. Lebih tepatnya ia berjalan kearah kasurnya dengn wajah yang penuh kebahagiaan.

“Hei Hei alyssa. Loe . Loe . loe ngajak ribut lagi sekarang”ujar Rio layaknya seperti ia menjadi Stev. Yang selalu beradu mulut dengan Ify.

“Lalal Lalal Lalal Lalala”Ify malah asik duduk diatas kasurnya dan bernyanyi-nyanyi tak jelas. Seolah tak peduli dengan Rio.

“YAAAAAKK GADIS BODOH!!!!”

“LALALALALALALALALALLALALA”

“Aissgghhhh. . . “Rio segera bangun dari sofa dan menghampiri Ify yang pura-pura tak melihatnya.

“Loe mau main-main sama gue sekarang ??”Ify melirik kearah Rio yang menatapnya seperti seorang vampir yang sedang kehausan darah. Ify meneguk ludahnya dalam.

“Loe . loe . loe mau apa yo ??jangan sentuh kasur gue “ancam Ify. Namun ancaman Ify sepertinya tidak di gubris oleh Rio. Rio dengan asik langsung berbaring di kasur Ify.

“TURUN!!! INI PERINTAAHHH!! TURUN SEKARAANGG!!!”

“loe kan udah mecat gue”jawab Rio seenaknya. Ify mendengus kesal. Rio menarik tangan Ify dalam satu sentakan. Membuat gadis ini terjatuh dan kepala Ify berada tepat di dada Rio.

“Sebentar aja .. .”pinta Rio saat Ify ingin kembali bangun. Ify pun membiarkan saja pria ini seperti itu. Ify dapat mendengar bagaimana detakan jantung Rio yang begitu cepat sekali. Dan sama halnya dengan detakannya saat ini.

“jangan pernah ke diskotik lagi. Ngerti ??”:

“Hmm . “

“Jangan pernah melakukan kencan buta lagi selain dengan gue. Ngerti ??”

“Hmm”

“jangan suka atau cinta dengan pria lain selain gue ngerti ??”

“Hmm”

“Jangan pernah menangis lagi karena gue gak akan biarin loe nangis lagi. Ngerti ??”

“Hmm”

“Dan tetap disamping gue sampai kapanpun “

“Hmm”Ify menganggukan kepalanya lagi dengan senyum yang berbeda dengan senyum biasanya. Ify pun membenahkan posisinya hingga saat ini ia berbaring disamping Rio dengan tubuhnya yang dipeluk oleh Rio.

“Gue gak mimpi kan ??”Rio mendesis mendengar pertanyaan Ify yang seperti itu lagi.

“Apa gue perlu nyium loe saat ini Alyssa ? biar loe benar-benar tau bahwa ini gak mimpi”

“YAAAKKK”teriak Ify sambil memukul dada Rio pelan. Rio tertawa pelan. Ia semakin merengkuh tubuh gadis ini agar lebih dekat dengannya.

“Apa yang loe lakuin selama 2 tahun ini ??”

“banyak “

“Apa aja??”

“Belajar, kursus, ke kampus banyak”

“Loe belajar?? Demi apa ??”

“Seriusaaan. Gue kan udah banyak berubah”Rio mengangguk-anggukan kepalanya percaya.

“Loe sendiri ??apa yang loe lakuin selama 2 tahun ini”

“Banyak juga”

“Apaan?”

“Mempertampan wajah , memutihkan kulit, membentuk otot dan abs. Lalu me . “

“YAAAAAAAA . . !!! “teriak Ify tak terima dengan jawaban Rio yang seolah menggodanya.

“Gue beneran “

“Cissh. Udah diem loe. Gue mau tidur “

“Loe capek ??”tanya Rio sedikit melirik Ify yang mulai memejamkan matanya.

“Banget”

“Capek hati ??”

“Loe sekali lagi godain gue. Gue tentang loe dari sini”ancam Ify dengan tajam.

“Ampun Nona . . Pengawal mu yang tampan ini takut sekali dengan ancamanmu “

“Besok pagi-pagi loe harus nganterin gue”

“kemana??”tanya Rio heran.

“Kencan buta”dengan cepat Ify melepaskan pelukan dari rio dan menarik selimutnya. Rio yang mendengar ucapan Ify hanya bisa melongo tekejut sejenak.

“GAAAADIIIISSSS SEEEETAAAAANNNNNNNNNN!!!!!!!!”

Bersambung . . . . . .

Ecieee udah dikabulin kan permintaan kalian semua😀 . Disini FULL rify yaa😀 . Mario.nya udah kembali kan? Seneng kan ? udah jelas kan ?? Semoga tetap suka ya sama DELOV😀 . tetep baca terus oke. Like dan Comment😀 . Buat hastag yuk #READDELOV😀 biar lebih banyak dan banyak lagi yang baca DELOV😀 terima kasih udah jadi pembaca setia delov. Thank yu guys😀

6 thoughts on “DEVIL ENLOVQER – 75 ~ Aku sangat merindukanmu ~

    1. maaf banget ya dek, kalau untuk cerbung aku nggak ngizinin untuk di copas atau di post di selain blog/fb/wattpad ku sendiri. jadi mohon banget ya jangan di post dilain tempat🙂 dan maaf nggak bisa ngizinin🙂 maaf ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s