DEVIL ENLOVQER – 78 ~ By Girl. I’m So Sorry ~

Ini part 78 nya semoga sukaaaaaa dan tetep setia jadi pembaca Hyo ya makasih semuanyaa . . Sebentar lagi DELOV selesai. Khikhikhikhi . . Follow HYO yaa @luckvy_s . .

DEVIL ENLOVQER – 78
~ By Girl. I’m So Sorry ~

Rumah Sakit Arwana

Agni dimasukkan langsung di ruang ICU setelah mendapat sedikit perawatan di UGD. Tak selang berapa lama Agni masuk. Seorang pasien pun dimasukkan di ruang ICU. Rio baru saja kembali menemui dokter Andi yang tentu saja akan terkejut dengan kedatangannya.
Rio saat ini telah memakai baju penyeteril beserta masker dan sarung tangannya. Rio berjalan bersama dokter Andi memasukki ruang ICU. Rio melihat Bi Ina yang berada di luar ruang ICU.

“Bi ?? ngapain Bi ina disini ? Ify mana ??”tanya Rio heran . Baru saja Bi Ina akan menjawab pertanyaan Rio seorang suster dengan terburu-burunya keluar dari ruang Icu itu.

“Dok Dok. Pasien yang baru saja masuk mengalami kritis Dok ,, “ujar suster tersebut kepada dokter Andi yang berdiri di samping Rio .

“Agni ??”tanya Dokter Andi mulai cemas begitu juga dengan Rio.

“Bukan Dok. Nama pasiennya Alyssa . . “

“IFY ??”kaget Rio. Ia pun segera masuk kedalam ruang ICU dan diikuti oleh dokter Andi. Rio terkejut melihat kondisi Ify. Ia benar-benar tidak tau apa yang terjadi kepada kekasihnya itu. Ia hanya terfokuskan kepada Agni sampai tak menyadari semua kejadian disana.

“Tambahkan volume oksigennya “suruh Rio kepada salah seorang suster. Rio memeriksa denyut nadi Ify terlebih dahulu.

“Beri suntikkan adrenalin sus”lanjut Rio. Tangannya mulai gemetar sendiri melihat keadaan kekasihnya tersebut.

“Dia kenapa??”tanya Rio memberanikan diri kepada salah seorang suster

“Bagian pinggang kirinya tertembak dua peluru api. Dan hampir mengenai hatinya . “

“Hah???”tentu saja Rio kaget bukan main. Bahkan ia tidak tau kapan Ify tertembak.

“Pelurunya sudah dikeluarkan ??”

“Sudah. Tapi kondisinya malah semakin memburuk . . “

TIIITTT TIIITTT TIIITTT

Suara alat medis yang ada ditubuh Ify berbunyi keras. Detakan jantung gadis ini semakin melemah. Rio pun semakin khawatir dan gemetar sendiri.

“Keluarkan Rio sekarang “suruh dokter Andi dengan cepat . Dan dua suter pun segera mengandeng Rio untuk keluar dari ruang ICU. Karena Dokter Andi tau Rio sudah blank saat ini.

Rio keluar dengan kaki lemas, Ia merasa seperi seorang pria bodoh yang tidak bisa melindungi kekasihnya sendiri. Kekasih yang telah merelakan nyawanya berulang kali hanya demi dirinya. Bagaimana bisa Rio memaafkan dirinya untuk sekali lagi.

“Bi . . . “Lirih Rio parau. Ia benar-benar masih syok dengan apa yang dialami oleh Ify,

“Den. Udah kita berdoa saja “ujar Bi Ina. Bi Ina pun membelai lembut punggung Rio yang mulai bergetar. Bi Ina telah tau dari awal bahwa itu adalah Rio. Bi Ina mungkin bisa merasakan aura seorang Rio pada diri Mario sendiri.

“Rio bodoh banget Bi. Rio gak bisa jagain Ify bi “

“Bukan salah den Rio. Udah den Rio gak usah nyalahin diri sendiri. Sekarangkita berdoa. Bibi udah nelfon den Iqbal. Non sivia dan den Alvin untuk ke sini . Bibi juga udah ceritain semua kepada mereka. “

“Den Cakka juga udah ditangkap sama polisi den. Seperti yang disuruh oleh Non Ify. Bibi menyerahkan tablet den kepada polisi. Dan melaporkan kejahatan Cakka dan gabriel selama ini kepada den Rio”

“Rio gak peduli Bi. Rio hanya peduli dengan Ify. Kenapa Rio bisa tidak mempedulikan dia Bi .”

“Bodoh . Bodoh. Dasar pria bodoh . . “Rio terus menyalahkan driinya sendiri.

CKLEEEEEKKK

Pintu ruang ICU terbuka. Dokter Andi keluar dengan wajah sedikit cemas. Rio yang melihat dokter Andi pun segera berdiri dan menghampiri pria itu.

“Yo kita butuh darah B secepatnya. Darah Ify terkuras banyak. Stok disini sudah habis tidak cukup”ujar Dokter Andi cepat. Rio kebingungan harus apa saat ini.

“Darah saya B dok “ujar seorang pria dari belakang. Siapa lagi jika bukan Iqbal adik Ify. Iqbal dan Ify memiliki golongan darah yang sama yaitu B.

“Darah saya juga B dok”tambah Shilla yang berada di belakang Iqbal. Saat ini Shilla, Iqbal., Alvin, Sivia dan Salsha telah berada di rumah sakit. Bi Inalah yang menelfon mereka semua.

“Yaudah secepatnya kalian pergi ke ruang pemeriksaan.. Kita butuh darah itu secepatnya”

“Dok saya ikut masuk”ujar Rio kepada dokter Andi. Dokter Andi melihat Rio yang sudah dapat menguasai emosinya mengangguk setuju.

Alvin, Sivia dan Salsha yang masih berdiri disana hanya bisa terbenggon. Mereka pasti kaget dengan apa yang ada dihadapan mereka. Seorang mario Haling yang 2 tahun ini dikabarkan telah meninggal. Dan kini orang tersebut ada dihadapan mereka kembali.
Saat Bi Ina menjelaskan ditelfon tentu saja mereka tidak ada yang percaya. Namun saat mereka sudah melihat didepan mata mereka. Mereka pun telah percaya.

“Kak itu beneran kak Rio ??”tanya Salsha yang masih belum percaya.

“Entahlah sha, gue juga gak tau. Itu Rio asli atau hantunya”sahut Alvin

“Tapi kak Rio ini lebih keren plus badannya bagus banget”tambah Sivia yang lebih kearah memuji. Mendengar ucapaan Sivia alvin mengernyitkan keningnya.

“Iya kak tambah tampan dan berkahirsma “timpal Salsha. Alvin yang muak mendengar pujian dua gadis itu memilih untuk duduk disamping Bi Ina yang terkekeh melihat ekspresi bete Alvin.
****
Rio tak berani melihat kondisi Ify. Ia pun akhirnya pergi menghampiri Agni yang masih tak sadarkan diri. Rio menatap Agni yang tak ada bedanya dengan Ify. Wajah gadis itu memucat. Denyut nadinya pun sangat lemah. Sebuah mu’jizat jika gadis ini bisa selamat seperti ini,

“Ag terima kasih untuk semuanya . ..”

“Loe emang wanita yang baik”

“Maaf gue dulu kasar sama loe”

“teri . . . “

“Dok bagaimana ini ?? Dok . . .”ucapan Rio terhenti karena mendengar keributan diruang sebelah.

“Fy . . tahan Fy. . Bertahan Fy . . .”

“Ayoooooo !!! Up . .Up !!! “ mendengar suara ribut tersebut Rio segera masuk kedalam ruang Ify. Dokter Andi mengambil alat listrik pembangkit denyut jantung. Karena detakan jantung Ify hampir menghilang. Nyawa gadis ini berada diambang-ambang antara kematian dan kehidupan.

“Ify kenapa dok ?? “tanya Rio sangat khawatir.

“ Hati Ify bocor. Kita baru tau ini tadi. Dia harus mendapatkan hati pengganti sekarang Yo. “

“Hah?? Hati ?? dari mana dok kita dapatkan hati yang cocok untuk Ify ?? apa di sini tidak ada ??”

“Kita jarang punya stok organ-organ seperti itu . . “

“Kamu cari dimana saja Yo. Yang penting dapat. Waktu kita hanya 30 menit. Atau Ify bisa kehilangan nyawa dia “Mendengar penjelasan dokter Andi. Dengan cepat Rio keluar dari ruang ICU. Ia tidak bisa tinggal diam begitu saja. Bahkan membiarkan kekasihnya harus kehilangan nyawanya lagi.

Rio keluar dengan tergesah-gesah. Rio mendapati Alvin berada disana ia segera menghampiri pria itu. Rio yang sebenarnya merindukkan Alvin menunda rasa kerinduannya itu terlebih dahulu.

“Vin loe bantuin gue. Kita butuh transplatasi Hati buat Ify. Hati dia mengalami kebocoran. Loe sekarang cari ke rumah sakit-rumah sakit disekitar sini”

“Via kamu bisa nyetir mobil kan ? Kamu dan salsha cari dimana saja tempat yang biasanya digunakan untuk pendonor organ. Kita butuh pendonor segera saat ini juga kita hanya punya waktu 30 menit“Alvin, Sivia dan Shalasa tak banyak bertanya. Mereka pun mengangguk dan segera menjalankan perintah Rio. Rio melepaskan semua pakaiannnya masker dan sarung tangannya. Ia pun dengan cepat keluar dari rumah sakit untuk mencari pendonor hati untuk kekasihnya yang sedang terancam nyawanya sekali lagi.
*****
30 menit berlalu . .. .

Alvin, Sivia dan Salsha kembali kerumah sakit dengan keringat yang bercucucran. Bahkan Salsha hampir pingsan karena kelelahan. Iqbal yang melihat kekasihnya seperti itu segera menyuruh Salsha untuk duduk.

“Kita gak dapat apa-apa “ujar Alvin begitu pasrah. Sivia hampir menangis saat ini. Ini menyangkut nyawa sahabatnya lagi.

“Apa yang harus kita lakukan kak?? Gimana kalau Ify gak selamat ??”

“Kak Ify . . .”lirih Iqbal . jantungnya sendiri berdetak tak karuan. Dua kali kakaknya harus mengalami masa-masa seperti ini.

Terlihat seorang pria berlari cepat menghampiri Alvin. Orang tersebut adalah Rio. Rio terus berjalan ke arah mereka semua. Namun saat melihat wajah ketiga orang tersebut Rio sudah tau jawabannya. Rio meremas kedua tangannya merasa tak berguna saat ini.

“Maafin kita Yo “ujar Alvin sangat bersalah. Kaki Rio langsung melemas. Pria ini terduduk lemas di lantai . Bahkan dirinya pun tak mendapatkan pendonor sama sekali. Waktu yang begitu singkat hanya 30 menit membuat mereka kebinggungan.

“Tuhaann . . . .Apa yang harus saya lakukan . . “

“Tuhaan selamatkan dia . . .”

“Aku mohon . . . “

Bi Ina terus berdoa dan berdoa. Bi Ina mencoba menenngkan Sivia yang mulai menangis, Dan saat ini tak ada yang tau bagaimana keadaan didalam sana. Karena Dokter Andi pun belum keluar sama sekali.

1 Jam berlalu . . . .

Seorang pasien dikeluarkan dari ruang ICU , pasin tersbeut telah ditutupi dengan kain putih. Pasien tersebut segera akan dibawah ke kamar jenazah. Rio memejamkan matanya kuat-kuat tak kuat melihat itu semua.

“IFFFFYYYYYYYYY”teriak Sivia begitu histeris saat melihat pasien tersebut terus didorong.

“KAK IFY KAK . . KAK IFYYY!!!!”salsha mati-matian menahan Iqbal yang ingin mendekati jenazah itu. Alvin pun membantu Salsha untuk menahan Iqbal. Sivia menangis dalam pelukan Bi ina.

“Non Ify. . . . “Bi Ina pun terisak melihat jenazah tersebut yang telah tertutup oleh kain putih.

Shilla mendekati Rio dan langsung memeluk pria tersebut. Dan saat ini air mata Rio benar-benar terpecahkan setelah sekian lama ia tak pernah menangis bahkan tak pernah merasakan kesedian.

“Yo jangan nangis . . .”pinta Shilla. Entahlah Shilla juga tak tau bagaimana harus menenangkan Rio. Dirinya saja saat ini menangis meskipun telah ia tahan-tahan.

“Ify . . Ify . .Gue bodoh banget. . Gue sangat bodoh . .. .”

“Yo udah jangan nangis . . . “

“Gue benci diri gue sendiri Shil. Gue sangat bodoh!!! Sangat bodoh!!!”

“IIIIFFFFFYYYYYY!!!!!!”

****
3 hari kemudian . . .

Berita kembalinya Rio dan ditangkapnya Cakka serta meninggalnya Gabriel menyebar menjadi trend topic hari ini. Seluruh berita dan wartawan begitu riuh akan dengan berita yang sanhat luar biasa ini.

Semuanya nampak terkejut dengan kembalinya sosok Mario haling. Seluruh pelosok negri hampir tidak bisa percaya dengan berita yang ada. Namun hadirnya Rio kembali membuat mereka mulai percaya, Dan saat ini semua kepimilikan Haling kembali ke tangan Rio.
Bahkan dikabarkan Damta akan menggabungkan perusahaanya dibawah naungan Haling. Dikarenakan kesalahan Gabriel yang mempercayakan semuanya ke Agni. Hampir 70% saham dari Damta menjadi milik Haling. Itu semua berkat kehebatan seorang Agni. Tentunya Rio sangat berterima kasih kepada gadis itu.
Rio menghadiri konfersi pers untuk mengkonfirmasi berita-berita yang mengheboh itu dan menjelaskan semuanya kepada awak media. Semua nampaknya sangat senang dengan kembalinya pengusaha mudah yang lebih menawan saat ini.
Rio masih memilih memakai cindik di telinga kirinya. Gayanya masih tidak ia rubah dan itu menambah bnayak wanita semakin menyukainya. Bahkan Salsha dan Sivia mati-matian saat ini sering memuji Rio memmbuat Alvin dan Iqbal merasa sangat frustasi dengan pacar-pacar mereka.
****
16.00 Pemakaman Haling

Rio membawa sebuket bunga dan juga air dalam botol. Bersama dengan managernya Ia berjalan mendekati sebuah makam yang masih baru. Rio sedikit bergetar melihat makam tersebut. Ia masih belum percaya dengan apa yang terjadi saat 3 hai yang lalu. Itu semua bukanlah apa yang ia renacanakan.

“Terima kasih untuk semua pengorbanan kamu . . Maaf . . “

“Semoga kamu bahagia disana. Sekali lagi Maaf”

“Maaf aku tidak bisa menyelamatkanmu . . :

“Maaf aku tidak bisa membalas semuanya yang selama ini kamu berikan kepadaku . . “

“Maaf dan maaf . . . .”Rio menahan agar air matanya tidak terjatuh. Ia merasa seperti pria yang bodoh dan tidak tau harus berbuat apa saat ini.
****

20.00 Rumah Sakit Arwana.

Setelah dari pemakaman Rio menuju ke Rumah sakit Arwana. Rio melepaskan jas hitamnya. Ia memasuki kamar rawat VVIP . Dimana dikamar tersebut seorang gadis terbaring lemas masih belum sadarkan diri. Kondisi gadis itu pun mulai membaik. Rio mengembangkan senyumnya melihat wajah tenang gadis itu.

“Bagaimana kondisinya Dok ??”tanya Rio kepada Dokter Andi yang juga ada disana untuk memeriksa kondisi gadis itu.

“Sudah mulai membaik. Beberapa hari lagi mungkin ia bisa sadar “

“Yo . . . .”panggil dokter Andi melepaskan jas putihnya. Dokter Andi menyeret sebuah kursi dan ia duduki.

“Maaf”lanjut Dokter Andi dan membuat Rio sedikit tidak enak.

“Tidak apa-apa Dok. Mungkin memang sudah takdir pasti ada suatu pengorbanan. “

“Maaf tidak meminta persetujuanmu terlebih dahulu”

“Tidak apa-apa dok. Semua juga sudah terjadi. Bukan salah Dokter. Tapi salah saya yang tidak bisa melindunginya dan saya yang terlalu binggung sendiri”

“Dia wanita yang sangat tangguh dan sangat baik”

“Saya tau Dok. “

“Kamu harus membahagiakan dia dengan menjaga gadis yang ada didepanmu saat ini . . “Rio tersenyum simpul. Senyum penuh klelahan dan rasa bersalahnya.

“Aku belum sempat membalas semua kebaikannya Dok, , Aku seperti pria pecundang yang punya otak cerdas , punya segalanya namun tak bisa berbuat apa-apa sampai dia harus pergi”

“Bukan kesalahan kamu Yo “

“Andai saja aku tidak membuat skenario 2 tahun yang lalu, andai saja aku menjaganya dari awal. Mungkin tidak akan seperti ini kan Dok ??”

“Penyesaln selalu ada dibelakang. Dan sekarang kamu punya gadis ini. Jaga dia sampai kapanpun. Jangan pernah lagi membuatnya sakit. Dan membuat nyawanya terancam . Dia begitu berani mengorbankan nyawanya demi kamu “

“Dia gadis yang sangat hebat. Beruntung kamu mempunyai gadis ini:”

“Iya dok . Aku akan menjaganya. Pasti itu. Terima kasih dok”

“Sama-sama Yo. Saya pergi dulu “Dokter Andi berdiri dan mengambil jasnya. Ia meninggalkan Rio sendiri di kamar tersebut dengan gadis itu.

****
Iqbal baru pulang dari prancis. Ia harus menjelaskan semua ke Papanya. Dan seperti dugaan Iqbal , Mr.Bov sangatlah marah besar. Dan karena itu Mr.Bov pun ikut langsung meluncur ke Indonesia. Ia sangatkaget mendengar berita tersebut. Jantungnya terasa berhenti seketika.
Salsha menghampiri Iqbal dikamarnya, Iqbal terlihat begitu lelah. Salsha merasa iba melihat wajah Iqbal seperti itu.

“Kamu udah makan??”tanya Salsha khawatir

“Gue gak laper”jawab iqbal singkat .

:”Papa marah sama kamu ??”

“Bukan marah lagi. Sepanjang perjalanan dia terus ngomel “

“Udah sabar . Itu karena Papa kamu sangat cinta sama kamu dan kak Ify”

“Entahlah. Gue juga pusing dengan maslaah ini. Masih kaget dan Syok. Semuanya terjadi sangat cepat bahkan gue masih belum begitu mengerti “

“Istirahatlah . Gue akan buatin bubur hangat “

“Gak usah. Kamu pulang aja “suruh Iqbal lemas.

“Kamu gimana ??”

“Gue habis ini mau nyamperin Papa. Udah malam juga. Mama kamu nanti khawatir. Udah pulang sana”

“Yaudah. Beneran kamu gak apa-apa??”

“gue beneran gak apa-apa kok”

“Gue pulang dulu ya “pamit Salsha . perlahan gadis ini melepaskan genggaman tangannya yang sebelumnya mengait di tangan kanan Iqbal.

“Hati-hati “

“Iya “

Iqbal melihat ponselnya yang berdering. Dan terdapat panggilan dari papanya. Dengan cepat Iqbal mengangkat sambungan tersebut.

“Iya pa ??”

“yaudah Iqbal segera kesana dan akan iqbal kasih tau tempatnya “

Iqbal yang baru saja ingin beristirahat segera mengurungkan keinginannya tersebut. Ia segera bangun mengambil kunci mobilnya dan membawa ponselnya. Iqbal segera menuju dimana Papanya berada.
****
Shilla mengunjungi kakaknya yang berada di penjara. Shilla sangat kasihan dengan kakaknya, namun ia juga bgitu marah dengan kelakuan kakaknya yang begitu jahat. Shilla membawakan bekal untuk kakaknya.

“Kak . . “panggil Shilla. Cakka tak berani menatap adiknya. Mungkin pria ini begitu malu sekali.

“Gak apa-apa kak. Shilla gak benci kok sama kakak”lanjut Shilla yang tau dengan perasaan kakaknya ini.

“Maafin kak Cakka Shil . . .”

“udah gak ada yang perlu dimaafkan. Kakak ngakuin kesalahan kaka saja shilla udah senang “

“Maaf Shil . . “

“Iya kak . . “

“Papa sama mama tau ??”tanya cakka cemas. Shilla mengangguk.

“Beritanya menyebar cepat kak. Papa dan mama sudah tau. Shilla juga udah jelasin semua. Mungkin lusa papa dan mama akan datang “

“papa Marah ??”

“Sangat marah kak. Tapi Shilla udah jelasin semua kok. Tenang aja Papa gak akan marah lagi sama kakak”

“Mama gimana ??”

“mama sempat syok , namun segera ditenangin sama papa”

“Kakak nyesel banget shil . kenapa kakak bisa termakan omongannya Gabriel. Kakak bodoh banget!! Bodoh banget!!!!”

“Ini buat pelajaran bagi Kakak. Kakak harus bersyukur masih hidup. Tidak seperti Kak gabriel yang sudah meninggal”Cakka mengangguk-anggukan kepalanya. Ia juga sudah mendengar semua berita diluar yang sedang menjadi topik hangat.

“Kakak sangat merasa bersalah sekali. Kakak malu nemuin kalian semua. Pasti Rio tidak akan maafin kakak”

“kata siapa ?? kak Rio udah maafin kakak kok”

“Beneran ??”kaget Cakka.

“Iya kak. Kak Rio sama sekali gak marah lagi sama kakak. Shilla udah minta maaf ke Kak rio. Tenang aja .

“Maaf. Gara-gara kaka kamu harus seperti ini “lirih Cakka.

“Shilla sayang sama kakak. Shilla tau kak Cakka hanya ingin membuat keluarga kita lebih bahagia kan. Tapi cara kakak itu sangat Salah”

“Shilla akan selalu ada disamping kakak. Shilla janji”

“makasih ya Shil. Kamu memang adik kakak yang paling baik”

“Iya kak sama-sama. Kakak juga janji gak akan ngulangi lagi tindakan kakak itu !!”

“Iya kakak janji “

“Hmm , , “

Setelah mengobrol banyak dengan Cakka. Shilla pun memilih kembali ke apartemennya. Karena masih banyak yang harus ia lakukan saat ini. Setelah kelulusannya sebentar lagi, Shilla memilih untuk pindah ke rumah papanya di eropa. Ia memilih kembali lagi kesana. Di Indonesia kenangan yang buruk begitu banyak membuat kepalanya hampir pecah saat ini.
*****

Alvin duduk didepan Sivia, mereka berdua sedang berada di ruang makan rumah Sivia. Sivia terus memakan makannya. Dari pagi dia belum makan sama sekali. Alvin melihat kekasihnya yang seperti orang kelaparan yang tidak makan 2 tahun.

“Loe gak mkan berapa tahun sih ??”

“seabad”jawab Sivia singkat dan fokus kembali pada makanannya.

“Loe lagi setres ??”

“bangetan”

“Why ??”

“Udah diem lu ah. Berisik lagi makan nih”Alvin meneguk ludahnya. Sifat kekasihnya saat ini selalu membuatnya makan hati.

“Loe gak nawarin gue makan gitu ?”

“Loe bisa ngambil sendiri kan”

“gue kan pacar loe “

“terus ??”

“Yah loe ambilin. Sekalian belajar jadi istri yang baik “

“Wanita ogah lagi diintimidasi. “

“Gue bukan ngintimidasi tapi itu kewajiban”

“undang-undang darimana tuh ??”

“Loe kalau makan yang bener kek”protes Alvin. Ia mengambil tissu di depannya dan membersihkan mulut Sivia yang sudah belepotan.

“Loe sih ngejak ngomong mulu”

“Yaudah gak usah loe jawab bereskan”

“Emang loe mau gue gak jawab pertanyaan loe ? yang ada loe ngado sama bokap loe”balas Sivia tak mau kalah.

“Emang gue anak apaan ??pakek ngadu-ngadu segala”

“yaudah mangkanya diem sekarang. Gue mau makan ini”

“Loe dari tadi udah makan sivia sayang. Dan Stop jangan nambah nasi lagi. Bisa-bisa loe muntah kekenyangan!!”

“gak bakal. Gue setres gue mau makan!!”

“Cisshh. . terserah loe. Gue mau pulang”

“Daritadi kek bilang gitu “Alvin mengelus dadanya agar tidak membanting piring-piring dihadapannya saat ini.

“Gue pulang . .!!”ujar Alvin lagi yang mulai berdiri dan berjalan. Namun Sivia nampaknya tak menanggapinya dan sibuk dengan makannya sendiri.

“SIVIA GUE PULAAAANGG!!!!”teriak Alvin yang sangat kesal.

“Jangan lupa tutup pintu depannya lagi “ alih-alih Alvin sebenarnya ingin Sivia mengucapkan kata “Iya hati-hati Vin” namun ini berlainan dengan apa yang diinginkan oleh Alvin. Alvin tak mau menguras kekesalannya lagi dan segera keluar dari rumah Sivia tanpa menutup pintu depan rumahnya Sivia.

“ALVIN SUDAH GUE BILANG TUTUP PINTUNYAAA LAGIII!!!”teriak Sivia frustasi di ruang makan. Karena ia tidak mendengar suara pintu yang ditutup kembali.

*****
Prancis
Roy menceritakan semuanya kepada Alyn dan mr.Lay tentang semua rahasia Stev alias Rio. Mr.Lay awalnya benar-benar marah kepada Roy namun mendengar bahwa Rio adalah kekasih dari keponakannya sendiri. Kemarahan itu tidak berslangsung lama.
Namun yang menjadi malapetaka saat inia dalah seorang Alyn. Alyn tidak ada henti-hentinya menangis karena kehilangan sosok koko Stev.

“NO NO NO !!! ALYN CUMA MAU KAK STEV!!! DADYYYY!!!”

“PLEASEEEE!!!! ALYN MAU KAK STEEVVV!!!”

“ALYYN INGIN KE INDONESIAAA SEKARAANGGG!!!!”

Mr.Lay dan Roy hanya bisa menutup kedua telinga mereka. Tangisan Alyn menggelegar dimanapun. Membuat gendang telinga siapapun bisa pecah gara-gara teriakan gadis ini. Roy mencoba menenangkan Alyn.

“Alyn. Dia bukan koko Stev. Dia mario. Dia sudah punya tunangan “

“GAK MAU GAK MAU GAK MAU”

“Alyn itu masih kecil. Alyn harus fokus sama sekolah Alyn “

“GAK MAU GAK MAU “

“Kalau Alyn sekarang mau diem. Kak Roy janji akan mengajak Alyn kemana pun yang Alyn mau “

“Beneran ??”

“Iya janji asal tidak ke Indonesia. Kak Rio sudah punya kehidupannya sendiri”

“terus alyn bagaimana?? Alyn sama siapa ?? Alyn gak mau jadi jomblo muda ?? Alyn gak mau jadi perawan tua “Mr.Lay membelakakan matanya mendengar ucapan sang anak.

“Alyn gak bakal jadi perawan tua. Alyn itu cantik manis. Pasti ada yang mau sama Alyn. Udah ya sekarang jangan nangis lagi”bujuk Roy yang memang selalu sabar menghadapi gadis ini.

“Benarkah Alyn cantik?? Benarkah ?? Alyn cantik dan manis kan kak??”

“Iya sangat cantik “puji Roy mencoba menyenangkan gadis ini.

“KALAU ALYN CANTIK KENAPA KAK STEV GAK MAU SAMA ALYN ?? ITU BERARTI ALYN JELEK !! “Kalau bukan anak bossnya mungkin Roy sudah menembakkan satu peluru di kerongkongan gadis ini. Namun ia masih waras dan tidak ingin dibunuh oleh bossnya sendiri. Sedangkan Mr.Lay langsung beranjak dan memilih pergi dari sana. Ia sudah tak kuat menangani anaknya yang cinta mati dengan yang namanya Stev Stev itu .

****
Indonesia. Restoran Lux
Rio, Mr.Bov saling berhadapan. Mereka bertemu di restoran tak jauh dari rumah sakit Arwana. Iqbal sedari tadi hanya diam saja tidak mau ikut campur masalah orang dewasa ini.
Awalnya Mr.Bov tentu saja kaget dengan yang dilihatnya. Ia baru tau jika Rio masih belum meninggal. Mr.Bov memulai pembicaraanya. Dan mencoba menahan semua emosinya.

“Kamu ingat janji kamu dulu kepada saya ??”

“jangan pernah membahayakan nyawa anak saya !”

“Jangan pernah membuat anak saya celaka!!”

“Jaga anak saya dan lindungi anak saya!!”

“tapi ini ?? apa yang kamu lakukan ? Hah??!!”Rio hanya bisa mendudukan kepalanya. Ia tak berani melawan karena memang dia yang salah. Iqbal sendiri sudah takut dengan ekpresi wajah anaknya seperti itu.

“Sekarang apa yang mau kamu lakukan ? Hah??”

“Apa yang harus saya perbuat agar kamu bisa jenggah dan tidak membahayakan anak saya ??”

“Kamu ini laki-laki atau tidak ??”

“Kamu bisa jaga anak saya atau tidakkk ??”

“Maaf”hanya satu kata itulah yang bisa Rio ucapkan saat ini. Hanya satu kata itu yang bisa keluar dari mulut Rio.

“MAAF ?? APA ulangi lagi ?? MAAF ??”

“Kamu fikir membuat mainan nyawa bisa ditebus begitu saja dengan kata Maaf ??”

“Saya tau saya salah Om. Saya tidak bisa menepati janji saya kepada Om. Saya siap menerima hukuman apapun yang akan Om berikan kepada saya “

“Saya memang belum bisa sepenuhnya menjaga anak Om. Tapi saya selalu berusaha untuk melindungi anak Om dan membahagiakan anak Om. Tidak ada sedikit pun perasaan untuk menyakiti Ify om. “

“Saya sangat mencintai anak Om melebihi apapun “

“Kamu siap menerima hukuman apapun ??”tantang Mr. Bov . Perlahan Rio menganggukan kepalanya meskipun ia takut dan sedikit ragu. Iqbal menatap Rio dengan tak yakin. Ia mencemaskan bahwa Rio bisa pulang dengan selamat malam ini.

“Apapun akan kamu lakukan untuk menebus semuanya ?”

“Apapun om”jawab Rio yakin. Mr.Bov berdiri dari tempat duduknya. Ia menatap Rio sangat tajam sekali. Rio dan iqbal pun hanya dapat menundukkan kepala mereka. Tak berani melihat mata elang pria paruh baya tersebut.

“Siapkan pernihakanmu dengan Ify segera dibulan ini “

Bersambung . . . . . .

Hayoooo ??? langsung buru-buru sana buka part 79 hayooo penasaran kan penasran kan jahahahahah!! Cuss ?? TUNGGUU YAAAA !!! SABAARR SABAARR!!!! SIAPIN BENDERA SETENGAH TIANG ??-_-“ . HAPPY BIRTHDAY SEMUANYAA –“ . . tetap semangat baca DELOV yaa😀 !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s