DEVIL ENLOVQER – 76 ~ Triangle ~

Ini part 76 nya. Silahkan baca dan semoga tambah sukaa yaa semuanyaa.. Maaf ngaret banget. Soalnya lagi pusing sama suatu hal . maaf yaaa .. Jangan pernah bosen atau malas baca DELOV yaa. Laaftt youuuu all😀. Follow juga twiterku.. Maklum ya makasih :D) Follow HYO yaa @luckvy_s
. . . Thankyuu

“HAPPY BIRTHDAT BUAT AUTHOR ihihihih ^_^ Makasih buat yang sudah ngucapin dan doanya love you all😀 . Dan ini hadiah DELOV buat kaliaaannn😀 . Maaf ya DELOV harus segera ending.😀 hehehe. Seeyou . .THANKYOU ALL. Maaf gak bisa balas ucapannya di twitter maupun fb satu persatu. Intinya makasih banyaakkkk atas ucapan dan doanya. Semoga terkabul semuaa amin amin amin😀 makasihh sebanyak banyaknyaa yaa. CINTA KALIAN SEMUA😀 “

DEVIL ENLOVQER – 76
~ Triangle ~

Ify masuk ke kamarnya dengan membawa sepiring makanan dan minuman. Semalam Rio sepertinya menjaga dirinya sampai malam dan menyebabkan pria itu pun tertidur disampingnya.
Ify merasa belum percaya akan kejadian semalam, Ia merasa semua seperti mimpi. Ia bisa bertemu kembali dengan kekasihnya yang sangat ia rindukan. Sedari pagi pun senyum gadis ini sama sekali tidak hilang.

“Yo . . Yo . bangun . .”ujar Ify mencoba membangunkan Rio. Dan perlahan pria ini terbangun. Matanya mencoba membiasakan akan cahaya yang masuk.

“Emm . . . “Rio masih mengontrol kesabarannya. Ify tersenyum melihat wajah Rio yang begitu lucu saat bangun tidur.

“Jam berapa ini??”tanya Rio menatap Ify. Ify melihat jam tangannya.

“Jam 10 pagi”

“Hah ?? 10?? Mampus gue!!!”dengan cepat Rio bangun dari tempat tidurnya. Ia langsung mengambil kunci mobil, ponsel dan memakai jaketnya.

“Mau kemana??”tanya Ify binggung melihat Rio yang tergesa-gesa seperti itu.

“Urusan penting!! Nanti gue ceritain. Sorry “teriak Rio yang sudah berlari keluar. Ify hanya melengos saja melihat Rio seperti itu. Dan benar saja selamanya Rio memanglah orang yang sangat sibuk.

“Dasar pria sok sibuk”
*****

Rio memberhentikkan mobilnya di bandara. Ia memang ada janji untuk menjemput seseorang disini. Dengan cepat Rio masuk ke bandara dan menuju ke ruang tunggu. Ia mencoba mencari orang yang ia cari.

Rio membodohi keterlambatannya. Pasalnya orang yang akan ia jemput tersebut sampai di bandara jam 9 pagi. Dan ini sudah jam 10 pagi. Ponselnya sendiri pun terdapat 50 miscall dan 35 massage. Rio terus mengedarkan padangannya.

“Itu dia . . “Rio pun perlahan berjalan mendekati orang tersebut yang duduk dengan wajah kusut dan memainkan ponselnya. Mungkin ia terlalu lelah dan bosan menunggu dirinya.

“Hey . .”\apa Rio yang sudah berdiri di samping orang itu. Orang tersebut pun langsung menolehkan wajahnya menghadap ke Rio.
Orang itu hanya bisa diam menatap apa yang ada didepannya. Ia mungkin belum percaya bahwa didepannya benar-benar seorang Mario yang dikabarkan telah meninggal. Orang tersebut meneguk ludahnya beberapa kali.

“Gak usah Syok . “sindir Rio membuat orang tersebut tersenyum sebentar. Orang itu berdiri dari duduknya.

“Gue pingin nangis tapi gak bisa nangis. Hahahah/. . Welcome back Mario”orang tersebut lantas memeluk Rio merasakan kerinduan yang begitu besar. Rio pun tak enggan membalas pelukan orang tersebut.

“Gimana Ag udah selesai semua yang gue suruh?”tanya Rio sambil melepaskan pelukannya. Dan memang benar orang tersebut adalah Agni. Sekertaris Rio yang begitu setia dengannya. Dan selama Rio berpura-pura menjadi Stev, Hubungannya dengan Agni begitu sangat baik. Dan seperti seorang sahabat. Rio banyak bercerita kepada Agni. Karena mungkin hanya Agni dan Roy lah yang mengerti bahwa dia masih hidup. Dan sekarang ditambah lagi Ify.

“Udah beres boss semuanya. Dijamin anda akan puas”

“yaudah langsung aja ke mobil gue. Kita bahas didalam”ajak Rio. Agni pun mengangguk saja menuruti ucapan bosnya ini. Rio membantu membawakan tas dan koper kecil Agni. Agni pun tersenyum menatap Rio. Tentu saja ia sangat syok dengan perubahan drastis dari bosnya tersebut.

****
Ify masuk kedalam mobilnya. Ia baru saa keluar dari kampusnya dikarenakan ada pelajaran tambahan yang harus ia ikuti. Ify pun segera menjalankan mobilnya. Ify mengendara dengan santai dan menikmati alunan lagu yang ada diDVD player mobil.
Saat ini hanya terfikirkan sesosok mario yang telah hadir kembali didalam hidupnya. Dan Ify merasa masih belum percaya. Namun selama ia memfikirkan hal tersebut hanya ada seulas senyuman yang tiada henti-hentinya ia hentikkan.

“Gue mau kasih kado buat Rio”

“Kado apa ya??”

Ify pun memfikirkan akan kemana ia setelah ini. Ia berharap Rio segera cepat kembali dari urusannya. Dan ia bisa melihat wajah tanpa pria itu kembali.
****

Agni dan Rio masuk kedalam mobil Rio. Keheningan menyelimuti keadaan di dalam mobil untuk sesaat. Agni sibuk membuka tas bahu kecil yang ia bawah. Ia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah tablet dan menyalakannya. Rio hanya bisa memandangi saja apa yang dilakukan oleh gadis disampingnya tersebut.

“Ini semua data – data yang kamu inginkan”ujar Agni dan memberikan tabletnya kepada Rio. Dimana Agni menunjukkan puluhan nama folder dan isi didalamnya rata-rata berbentuk file Microsoft Excel.

“Keuangan perusahaan? Dan uang yang digunakan oleh 2 orang biadap itu? Sudah semuanya ??”

“Sudah ada didalam sana. Aku juga pernah cerita tentang perusahaan baru yang mereka buat kan?. Aku sudah mengalihkan nama pemilikan perusahaan tersebut menjadi nama kamu. Dan bursa saham yangdiberikan oleh Damta secara tidak langsung separuh sudah taken di perusahaan kita“

“Benarkah??”ujar Rio yang begitu terkejut. Sebenarnya dia juga tak menyuruh agni sampai melakukan hal tersebut sampai sejauh ini . Agni mengangguk dengan mantap.

“Hebat, Gue kira cakka dan Gabriel ada penghianat kelas kakap. Tersenyata loe lebih kakap lagi dari mereka”ujar Rio dengan wajah masih blank. Agni menatap Rio dengan wajah entahlah.

“Loe muji gue atau ngejek gue??”balas Agni dengan nada tak enak membuat Rio terkekeh sendiri.

“Okey. Jadi semuanya sudah beres tinggal beresin dua orang tersebut”

“Enggak segampang itu”

“Maksud loe ??”Agni menghela nafas panjangnya. Ia tak menyangka bahwa bossnya yang terkenal begitu pandai tiba-tiba menjadi bodoh hanya karena penyamaran yang dilakukannya.

“Loe mau tiba-tiba muncul terus bilang “ Hallo semuanya saya mario haling dan saya masih hidup. Tadaaaaa . . . “ “ujar Agni skeptis dengan meniru gaya bicara Rio namun lebih diimutkan membuat Rio geli sendiri.

“Loe mau buat semua orang indonesia bahkan orang dunia collapse dikira ngelihat hantu gentayangan ??”Rio membernarkan juga ucapan gadis tersebut yang memang sangatlah cerdas.

“terus gue harus ngapain??

“Apa loe harus pura-pura dulu gitu??”

“Pura-pura ? maksud loe??”

“Ya loe datang ke Indonesia tetep jadi Stev bukan Mario. Tentunya loe punya hak dong dengan perusahaan loe sendiri. Stev adalah saudara kandung loe”

“Gue ngerti gue ngerti. Canggih juga ide loe”

“iya dong”

“Mungkin minggu depan kita mulai semua renaca kita. Bagaimana??”

“Apa gak kelamaan ag??”

“Gue rasa enggak. Gue akan bali ke Indonesia besok dan siapin semuanya. Biar semua renacana kita terlihat nyata bukan dibuat-buat dan gak akan ada yang tau kalau loe Rio”

“Okelah gue nurut aja sama loe. Loe langsung balik ini??”

“Besok gue balik ke Indonesia”

“Yakin?? Apa loe gak pingin lebih lama disini??”

“Urusan gue udah selesai. Gue udah temuin loe kan? Terus buat apa gue disini lagi??”

“Yah mungkin loe kangen sama gue. 2 tahun loe gak ketemu gue”cerocos Rio dengan percaya dirinya. Agni terkekeh sinis.

“dan 2 tahun juga setiap detik loe nelfon gue. Aaissghh . . “

“Kan gue khawatir Ag . Takut loe diapa-apain sama Gabriel atau Cakka”

“Loe khwatirin gue atau perusahaan loe??”

“Dua-duanya deh”

“Thanks . “jawab Agni seadanya tanpa menatap Rio. Sedangkan Rio hanya tertawa binggas seolah ada yang lucu.

“Loe tinggal di rumah Ify aja untuk semalam. “ujar Rio tiba-tiba . Agni menolehkan wajahnya ke arah Rio.

“loe mau gue mati muda??”sinis Agni.

“Why?? Ify gak sebingas yang loe fikir tenang aja. Dia sudah berubah”

“Berubah?? Gak yakin gue”

“Udah gak ada protes. Gue boss loe, Loe nginep di rumah Ify dan besok gue anterin loe ke bandara buat balik ke Indonesia. Mengerti Nona Agni ??”

“terserah loe deh. Simpan baik-baik data itu. Naruhin nyawa gue tuh buat dapetin data-data itu”

“Siaapppp nona!!”balas Rio sambil menghormatkan tangan kananya. Agni hanya geleng-geleng saja melihat kelakukan Rio yang memanglah berbeda dengan Mario 2 tahun lalu. Rio pun segera menjalankan mobilnya menuju rumah Ify.
*****

Bukan namanya seorang penjahat jika ia melakukan semua rencanannya hanya setengah-tengah. Dan seorang penjahat haruslah mempunyai kecerdasan yang hebat dari mangsannya, Dan itulah yang ada pada diri seorang Gabriel Stevant Damanik.

“Jadi begitu semuanya ??”Senyum menakutkan tergambar jelas dari pria ini. Ia melepaskan sebuah alat kecil hitam yang ada di lubang telingannya. Dimana alat tersebut tersambung pada penyadap yang ia tempelkan di baju Agni.

FlashBack . . . . .

Gabriel menunggu Agni di ruang kerja gadis tersebut. Mungkin sudah dari subuh Gabriel stay di dalam gedung ini. Dan 15 menit kemudian Agni sudah tiba seperti dugaan Gabriel. Dari awal Gabriel sedikit meragukan Agni namun ia mencoba menepis segala keraguannya. Namun selama bulan-bulan ini., Ia mulai mencium hal-hal mencurigakan. Dan salah satunya saat ini tiba-tiba Agni meminta libur. Selama 2 tahun gabriel mengenal Agni, Gadis tersebut tak pernah suka dengan liburan. Buktinya waktu ia mengajak Agni keluar saja Agni tidak mau.
Gabriel tidak sepenuhnya menerima tawaran Cakka yang mencoba untuk mendpaatkan Agni. Gabriel hanya menggunakannya sebagai kesempatan untuk menyelidiki gadis tersebut. Dan pada pagi ini Gabriel ingin tahu semuanya.

“Gabriel??”kaget Agni melihat pria tersebut yang tersenyum rama kearahnya.

“Ngapain kesini??”

“Gue Cuma mau nyari map gue di meja Cakka kemarin ketinggalan”alibi gabriel yang memang sangat ahli dalam hal berbohong tanpa dicurigai siapapun. Agni menghembuskan nafasnya mencoba menyembunyikan keterkejutannya dan ketakutannya.

“Loe mau kemana??”

“Ke bandara. Gue mau ngunjungin keluarga gue di Prancis”

“Oh iya gue lupa . loe kemarin udah cerita”

“Yaudah gue cabut dulu ya. Gue Cuma mau ngambil jaket gue ketinggalan disini”ujar Agni dan segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana.

“Perlu gue anter ke bandara ??”ucapan Gabriel membuat kaki Agni terhenti. Agni sedikit berfikir. Jika ia tidak menerima tawaran pria tersebut. Agni takut Gabriel akan curiga.

“Kalau tidak merepotkan”jawab Agni tanpa membalikkan badanya. Gabriel tersenyum puas. Ia segera berjalan mendekati Agni.

“Sama sekali tidak merepotkan”ujar Gabriel sambil merangkul bahu Agni dengan naturalnya. Agni sedikit kaget namun ia membiarkannya saja. Mereka berdua pun berjalan kearah lift yang tak jauh dari mereka.

Ditangan Gabriel sudah terdapat alat penyadap kecil yang sudah tepat ia tempelkan pada baju Agni. Alat penyadap itu begitu kecil seperti sebuah noda. Dan bagi mata yang tidak kasat dan tidak memperlihatkan secara jelas pastinya tidak akan tau bahwa itu adalah alat sadap.

30 menit , . Bandara Soekarno hatta

“Hati-hati Ag”ujar Gabriel membukakan pintu mobil untuk Agni. Agni mengangguk saja dan segera berjalan masuk ke dalam bandara. Gabriel melihat saja kepergian Agni. Setelah Agni hilang dari pandangannya. 2 orang pria berbaju hitam berjalan cepat ke arah Gabriel.

“Sudah kalian siapkan semuanya ??”

“Pesasawat yang anda minta sudah kami siapkan. Dan siap berangkat sekarang “

“Baiklah”Gabriel mengangguk dan mengikuti dua orang tersebut yang tak lain adalah anak buahnya.

13 jam kemudian . . . . … .
Franch . . .

Gabriel mencari tempat paling strategis untuk melihat orang-orang yang keluar dari bandara. Gabriel memakai alat berbentuk bulat hitan dab terbuat dari karet. Ia masukkan ke dalam lubang telinga kananya. Gabriel memakai kacamata dan maskernya. Ia masuk kedalam taxi yang tempatnya sangat strategis. Gabriel menyewa taxi tersebut.

Tak perlu menunggu lama Agni terlihat keluar dari bandara. Pandangan gadis tersebut seolah mencari – cari seseorang. Gabriel pun dapat melihat jelas apa yang dilakukan oleh gadis tersebut.

1 jam berlalu . . .

Agni masih berada di bandara dan tetap menunggu seseorang. Tak lama kemudian seorang pria datang menghampiri Agni dan tentu saja sosok pria tersebut membuat jantung Gabriel hampir copot karena tak percaya dengan apa yang ia lihat.

Flash End . . . . .

“Loe belum pernah merasakan masuk kedalam kandang macan??Baiklah . . Loe akan merasakan permainan gue”

*****
Rumah Ify

Rio mengajak Agni masuk kedalam rumah Ify/. Agni tak berhenti-hentinya berdecak kagum melihat rumah Ify yang sangatlah mewah.

“Duduk Ag”suruh Rio kepada Agni. Gadis ini pun mengangguk saja dan segera duduk di ruang tamu dengan kursi yang begitu besar dan elegan. Rio pun ikut duduk disamping Agni. Rio tahu bahwa kekasihnya itu sedang tidak ada dirumah.

“Ify mana??”tanya Agni .

“Kuliah kayaknya. Gue tadi udah tanya sama satpam depan. Kita tunggu aja. Sebentar lagi juga balik”

30 menit kemudian . . .

Agni dan Rio hampir lelah bercerita-cerita tentang 2 tahun yang terjadi diantara mereka. Sampai mereka tak sadar seorang gadis telah berdiri tak jauh dari mereka duduk. Tentu saja gadis itu adalah Ify.
Ify memerjapkan matanya berkali-kali, meyakinkan bahwa dirinya tidak salah lihat. Ditangan kanannya terdapat kresek kardus yang berisi sebuah kado yang ia beli untuk Rio. Ify hanya melihat saja apa yang dilakukan oleh Agni dan Rio. Dimana kedua orang ini sangatlah akrab. Ify mencoba untuk biasa saja.

“Ehmm . . “:dehem Ify yang malas juga melihat situasi didepannya ini. Rio dan Agni yang mendengar deheman tersebut segera menoleh ke arah sumber suara.

“Ify”kaget mereka berdua. Ify hanya menyunggingkan senyum kecutnya.

“Udah lama ya kita gak ketemu”ujar Ify kepada Agni tepatnya. Ify segera berjalan menghampiri mereka dan mengambil tempat duduk di sebelah kursi Rio dan Agni . Dimana Rio dan Agni berada didalam satu kursi yang cukup untuk 2 orang.

“Jadi Agni tau loe adalah Rio ??”

“Gue udah ceritakan”ujar Rio merasakan suasana di sini sedikit aneh dan panas.

“Oh iya. Terus? Agni kesini ? ngapain ??”Ify langsung to the point saja.

“Oh. Dia Cuma mau ngasih semua data yang gue butuhin. Mungkin 1 minggu lai gue balik ke indonesia “

“Hah??”

“Jadi penyamaran loe akan berakhir seminggu lagi ??”tanya Ify

“Enggak juga. Gue ke Indonesia akan tetap nyamar jadi Stev. Nunggu waktu tepat dan gue nyingkirin Gabriel terlebih dahulu.”Ify terdiam sejenak.

“Oh gitu . .”

“Loe gak ikut gue balik ke Indoneisa??”

“Gue ? ke Indonesia? Enggak kayaknya”

“Why ?”tanya Rio heran.

“Gue harus selesaikan kuliah gue dulu. Gue udah janji sama papa”

“Kuliah loe kurang beberapa bulan aja kan?? Loe Cuma ngambil kuliah 2 tahun kan??”

“Iya “

“Baiklah .”

“Oh ya Agni tinggal disini semalam gak apa-apa kan ??”tambah Rio membuat Ify sedikit kaget.

“Gak ada hotel ya ??”

“Gue Cuma bercanda. Gak apa-apa kok”lanjut Ify cepat dan menyunggingkan senyum ramahnya. Agni sedari tadi pun cukup terkejut dengan perubahan gadis itu yang memanglah terlihat tambah cantik dan dewasa.

“Gue ke kamar dulu . Silahkan dilanjutkan mengobrolnya”ujar ify tenang. Ia pun berdiri dari kursinya dan berjalan menuju kamarnya. Rio melihat kepergian kekasihnya. Ia dapat merasakan suatu hal yang menganjal pada Ify.

“Ify tambah cantik ya. Gak menakutkan lagi kayak dulu”ujar Agni senang bisa bertemu gadis itu lagi. Rio melengos mendengarkan ucapan Agni.

“Malah yang begini Ag tambah menakutkan”ujar Rio dan berlalu dari hadapan Agni. Agni mendengar ucapan Rio tersebut hanya diam tak mengerti apapun.

Rio berjalan menuju kamar Ify. Lebih tepatnya mengejar gadis tersebut. Rio membuka pintu kamar Ify dan melihat gadis tersebut duduk di ujung kasurnya sambil melepaskan sepatunya. Ify tahu siapa yang masuk ke kamarnya. Namun ia berpura-pura saja tidak mendengar apapun.

“Fy gu . .”

“Itu di sofa loe gue beliin loe kado. Buka aja . semoga loe suka”potong Ify cepat sebelum Rio mengucapkan pertanyaan atau pernyataan yang sama sekali tidak ingin ia dengar. Rio menghelakan nafas panjangnya dan segera berjalan ke arah sofanya. Ia meraih kado yang diberikan Ify dan segera membukanya.

“jaket ??”kaget Rio

“Kenapa ? gak suka? Yaudah buang aja”Rio mendengar ucapan Ify langsung menoleh ke arah gadis tersebut sambil mengernyitkan keningnya heran.

“Loe gak suka Agni kesini? Atau loe cemburu melihat gue dan agni at . . .”

“Gue gak apa-apa.”jawab Ify cepat dan sangat tenang. Ify menatap Rio yang juga menatapnya.

“Kamar Agni tanya aja sama Bi Ina. Atau loe kalau loe mau juga Agni tidur dikamar gue. Biar kita bertiga bisa disini dan mengobrol bersama”ujar Ify dan sekali lagi membuat Rio kaget. Ucapan Ify tersebut banyak menyiratkan suatu hal yang tidak rio mengerti. Apakah gadis ini sedang marah? Cemburu? Atau apa? Rio sama sekali tak tau.

“thanks jaketnya “ujar Rio seadanya. Ia menyimpan kado Ify kedalam almarinya. Ia tak ingin menanggapi Ify untuk saat ini. Karena ia yakin jika ia lanjutkan maka akan ada keributan antara dirinya dan Ify.

“Gue milih tanya bi Ina aja”jawab Rio dan segera beranjak dari kamar Ify. Melihat kepergian Rio tersebut Ify hanya menyunggingkan senyum sinisnya.

“Baru tau gue kalau dia begitu dekat dengan sekertarisnya. Atau jangan-jangan mereka sedang pedekate”ujar Ify seenak bibirnya. Ify tak menanggapinya lagi dan segera membaringkan tubuhnya di kasurnya.

“Thans jaketnya ?? Oh my god. Cuma gitu doang reaksinya ? satu jam gue nyari tuh kado. Dia Cuma ngerespon gitu ??”

“Okelah sama-sama”ujar Ify tepatnya kedirinya sendiri.
*****

Gabriel masuk kedalam kamar hotel yang ia pesan. Dimana didalam kamar tersebut sudah ada tamu yang menunggunya. Gabriel tersenyum melihat orang-orang tersebut yang berjumlah sekitar 5 orang.

“Duduk kembali”ujar gabriel menyuruh 5 pria itu yang langsung berdiri melihat kedatangannya.

“Ada pekerjaan untuk kalian. Dan kalian sudah mengerti kan perintahnya ??”

“Iya tuan”jawab mereka serenpak.

“Rencana ini harus berhasil mengerti ?? Tujuan kita mendapatkan sebuah tablet penting menyangkut hidup saya.”

“Jangan segan-segan untuk membunuh orang yang menghalangi semua rancana saya. Siapapun itu bunuh saja tanpa perlu meminta izin kepadaku. “

“Mengerti tuan”

“Kalian boleh kembali. Besok kalian mulai menjalankan semua perintahnya”

“baik tuan”

Ke lima pria tersebut segera beranjak dari kamar hotel gabriel. Pria ini nampaknya sudah tak sabar untuk meluapkan amarahnya. Ia begitu ak menyangka selama 2 tahun ia telah dikhianati oleh seorang wanita dan sebelumnya begitu ia percaya.

*****

Rio mengantarkan Agni ke kamar tamu yang ditunjukkan oleh Bi Ina. Rio pun membawakan koper kecil Agni. 2 tahun ini memang mereka berdua sudah layaknya teman dekat. Tidak ada lagi rasa canggung seperti yang dulu-dulu diantara mereka.

“Loe udah makan?”tanya Rio kepada Agni saat mereka masuk kedalam kamar.

“Gak sempat”

“Cissh . pantes aja loe tambah cungkring gitu. Lama-lama loe bisa kena busung lapar “

“Loe nyumpahin gue ??”sinis Agni

“Ya enggak. “

“Loe khawatir ??”

“Enggak juga”

“terserah loe deh “Rio terkekeh kembali. Ia memang sangat suka menggoda gadis ini.

“Gue beliin loe makan dulu”

“gak perlu. Gue ada roti kok di koper”

“Makan roti doang ??”

“Gue yang makan kenapa loe ribet sih. Udah sana kembali samperin Ify gak enak gue sama dia”

“Gak enak kenapa?? dia juga gak apa-apa”

“terus loe masih mau disini ??”

“enggak . gue mau keluar . Bye”jawsab Rio tak berdosanya dan keluar dari kamar yang ditempati oleh Agni.

Rio berjalan kembali menuju kamar Ify dengan senyum ke bahagian akhirnya semua berjalan seperti yang ia inginkan. Dan kurang sebentar lagi semuanya akan selesai dan kembali seperti dulu. Itulah yang terfikirkan oleh Rio saat ini.

CKLEEEKKK

Rio membuka pintu kamar gadis tersebut. Rio melihat Ify bermain laptop di atas kasur. Gadis tersebut sama sekali tak menolehkan wajahnya sama sekali. Rio segera masuk dan menutup pintu kamar Ify terlebih dahulu.

“Lagi ngapain ??”

“Natap laptop”

“Iya gue juga tau. Maksud gue loe ngerjain apa ??”

“Gak ada”

“Terus ??”

“Sejak kapan loe jadi pingin tau urusan orang lain”jawab Ify skeptis membuat Rio terdiam seperti orang bego. Perlahan Rio berjalan mendekai Ify dan duduk dihadapan gadis ini,

:”Loe kenapa sih? PMS??”

“Gue gak kenapa-kenapa”jawab Ify masih enggan menatap Rio.

“Loe cemburu??”tanya Rio langsung dan membuat Ify terdiam untuk beberapa saat. Ify mulai mengangkat kepalanya perlahan menatap pria di depannya itu.

“Gue harus cemburu sama siapa ya ?”tanya Ify balik tanpa keraguan.

“Agni mungkin:jawab Rio dengan santai dan cepat.

“Hah?? Ngapain gue cemburu”

“Gue Cuma bilang mungkin kan”

‘Dan intinya sama sekali gue gak cemburu”

“terus ? kenapa loe kayaknya upset sama gue ??”

“gue udah bilang gue gak apa-apa yo”

“Gini ekspresi loe setelah gak bertemu pacar loe selama 2 tahun”
“Dan gini juga ekspresi loe setelah mendapatkan kado dari pacar loe selama 2 tahun gak bertemu”balas Ify tak mau kalah.

“Oh jadi masalahnya kado tadi??”

“Gak juga”jawab Ify cepat.

“Loe marah sama gue ??”Ify yang lama-lama capek ngeladenin pertanyaan Rio akhirnya memilih untuk blak-blakan.

“Banget. Udah puas ??”

“why ??”

“Why ??? Why ?? “

“Gue benr gak tau loe marah kenapa ??”

“Dan sepertinya lebih baik loe gak usah tau “

“Loe kenapa sih ??”Rio ikutan terpancing emosinya. Ia memang paling tak suka jika diberbelit seperti ini.

“Aissghh . . Loe ada apa sama Agni ??”

“hah ? Ada apa ? maksud loe??”

“Yah loe berdua beda banget. Terlihat sangat dekat. Padahal loe dulu ilfil banget sama dia”

“Oh itu. Dia udah berubah kok. Kalau soal deket gak juga. Gue Cuma lebih nyaman dengan dia sekarang. Lebih asik”

“Oh gitu”

“Loe cemburu??”

“Enggk”

“Kelihatan loe cemburu”

“Enggak sama sekali”

“Kelihatan dari cara bicara loe. Kala loe itu cemburu”kekuh Rio memojokkan Ify. Ify menghela nafas beratnya.

“Yaudah kalau gue cemburu terus kenapa ?? loe mau bilang gue kayak anak kecil ??Hah??”kesal ify kepada Rio.

“Yang loe cemburuin apa sih??”tanya Rio memang tak tau apa-apa.

“gue ngantuk , gue mau tidur”

“Jawab dulu pertanyaan gue ??”

“Gue ngantuk Yo”

“Apa susahnya sih jawab bentar aja”bentak Rio membuat Ify menatapnya kaget. Rio sendiri tak sadar dengan ucapannya tersebut.

Ify menatap Rio dengan emosi yang ia simpan baik-baik. Beberapa detik kemudian Ify mengalihkan tatapannya dan segera menutup laptopnya dalam sekali sentakan. Ify menguap sedikit merasa bosan juga dengan situasi canggung saat ini antara dirinya dan Rio.

“Kedekatan loe sama Agni . Aneh tau nggak”jawab Ify simple. Setelah itu ia membaringkan badannya di kasurnya. Rio mendengar ucapan Ify mulai sedikit mengerti akan kecemburuan kekasihnya ini.

“Gue gak ada apa-apa sama Agni. Gue gak ada rasa sama dia”

“Sumpah. Kita memang semakin dekat. Tapi sebatas sahabat. Teman aja gak lebih. Gue masih waras dan ingat gue punya pacar “ujar Rio mencoba menjelaskan kepada Ify yang mulai memejamkan matanya.

“Iya gue percaya”jawab Ify seadanya. Malas juga rasanya jika mendengarkan Rio berkoar terus menerus tentang Agni. Jujur sama Ify memang sedikit jelous dengan kedekatan Rio dan Agni, Ditambah Ify masih begitu merindukkan sosok Mario.

“Ayo makan”ajak Rio tak ingin merusak mood ify lagi.

“Males ah “

“Cuma kita berdua. Ayo bangun”ajak Rio lagi. Namun Ify masih tak bergeming dari tempat tidurnya. Rio mendecak sinis. Kesabarannya sudah cukup habis untuk meladeni tingkah aneh gadis ini.

“YAAAA YAAAA MARIOOOO TURUNIN GUE YAAAAAAA YAAAA”teriak Ify sekeras mungkin. Rio yang tiba-tiba saja membopong tubuhnya dan langsng beranjak keluar.

Rio tak menggubris Ify yang semakin berteriak-teriak tak jelas. Seluruh pembantu di rumah Ify pun hanya cekikikan dan terkadang envy melihat majikannya yang dibopong oleh seorang pangeran yang begitu menawan.
Rio memasukkan Ify kedalam mobilnya. Ia tak peduli Ify saat ini memakai baju santai dan sandal jepit serta tanpa membawa apapun. Ify mendengus kesal. Rio pun ikut masuk kedalam mobilnya dan segera menjalankan mobilnya.
Keheningan terjadi kembali. Ify menyandarkan tubuhnya di kursi.Ia merasa da yang mengganjal punggung belakangnya. Ify merogoh tangannya ke belakang.

“Jaket ??”kaget Ify melihat sebuah jaket wanita berwarna coklat muda. Rio menolehkan wajahnya saat mendengar ucapan Ify dan juga melihat barang yang berada di tangan Ify .

“Oh itu punya agni mungkin ketinggalan tadi”jelas Rio.

“Oh . .”jawb Ify seadanya. Ify pun merapikan jaket itu dan mencoba melipatnya dengan rapi.

“Loe gak cemburu lagi kan??”tanya Rio sedikit skiptis.

“Apaan sih? Enggaklah “

“Beneran ??”

“Loe gak ngajak gue bertengkar la . . .ehh . . .”Ify menyentuh sebuah benda kecil dari jaket yang ia pegang tersebut. Tentu saja benda itu tidak asing bagi Ify. Ify melepaskan benda itu dari jaket Agni .

“Yo balik kerumah sekarang”

“Hah??”kaget Rio mendengar ucapan Ify yang tiba-tiba dingin dan sedikit menakutkan.

“Cepat puter balik. Agni dalam bahaya. Ada yang nyadap Agni .”

“Hah??”Rio masih tidak mengerti dengan ucapan Ify. Akhirnya Ify menunjukkan benda kecil itu tepat di depan mata Rio membuat Rio pun tak kalah terkejutnya dari Ify.

“Sial !!”umpat Rio dan dengan cepat membanting stirnya ke arah kanan untuk putar balik. Dan dengan kecepatan penuh Rio segera melajukkan mobilnya. Ia melajukannya dengan cepat.

“Mana ponsel loe ??”tanya Ify

“Gue gak bawah “

“Aiiissshh . . Loe gak tau apa pura-pura bego sih kalau Agni disadap. Terus loe sama Agni gak ngomong apapun kan??”mendengar pertanyaan Ify, Rio hanya memasang wajah penuh kekesalan , kekecewaan dan kecemasan.

“Gue tau jawabannya”ujar Ify tak butuh jawaban rio. Dari ekspresi wajah pria tersebut Ify sudah tau bahwa Agni dan Rio tentunya membahas banyak hal. Ify menghembuskan nafasnya berkali-kali. Ia juga langsung mengikat rambutnya yang sebelumnya tergerai. Merasa suasana didalam mobil saat ini begitu mencemaskan.

Bersambung . . . .

Maaf yaa ngaret banget . Beribu Maaf. Dan makasih buat yang udah ngucapin Ultah dan doa-doanya makasihhh😀 😀 . ini hadiah untuk kalian semuaaa yaaaaa😀 . langsung baca aja part selanjutnya. Semoga tidak mengecewakan Amin 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s