DEVIL ENLOVQER – 80 (Last Part) ~Mr.Haling & Mrs.Haling~

Hallo semuanya. Ini last part dari DELOV . Mari kita mengucapkan perpisahan kepada cerita yang benar-benar entahlah dan saya juga tidak tau namun sangat bersyukur kalian suka dengan cerita ini. Dan saya sebagai author LULUK_HF mengucapkan TERIMA KASIH SEBANYAK-BANYAKNYA BUAT KALIAN YANG SUDAH MEMBACA . I LOVE YOU!!! . Dan tetap terus dukung semua ceritaku dan baca ceritaku ya makasih. Follow HYO @luckvy_s . .

DEVIL ENLOVQER – 80 (Last Part)
~Mr.Haling & Mrs.Haling~

Rio duduk dikursi yang disediakkan oleh toko ini. Hari ini ia dan Ify mencoba wedding dress mereka. 2 Hari lagi adalah hari yang sangat penting untuk mereka berdua. Kondisi Ify mulai kelelahan mempersiapkan untuk pernikahan mereka yang benar-benar mendadak !!!.

“udah belum Fy ?”teriak Rio menunggu gadis ini mencoba dressnya. Dan tak lama kemudian Ify keluar dari ruang ganti. Ia keluar dengan wajah tertunduk sedikit malu.

Rio menatap Ify dari atasa sampai bawah. Gadis itu memakai gaun putih panjang tanpa lengan. Dan gaun tersebut cocok sekali pada tubuh gadis ini. Rio tersenyum melihat IFy yang tiba-tiba malu seperti itu.

“Cantik . . “puji Rio dan berhasil membuat sang kekasih semakin malu.

“Dress sudah. Jadi semuanya sudah beres tinggal nunggu hari lagi”simpul Rio dan berdiri dari tempat duduknya. Ify menatap Rio sedikit ragu.

“Yakin sudah semua ? Baju? Venue?? Undangan ? all ?? “

“yah udah semua. Dan dipastikan tidak ada yang tertinggal “

“baiklah . . .”Ify mengangguk-angguk saja.

Setelah itu mereka memilih langsung pulang. Mungkin karena cukup lelah dihari ini bahkan di hari-hari sebelumnya. Rio lelah dengan mengejar semua pekerjaanya ditambah perisiapan pernikahannya. Dan Ify pun lelah dengan mempersiapkan semuanya.

****
Rumah Alvin

Sivia masuk kedalam kamar Alvin dan sudah dapat ia pastikan si empu dari kamar ini masih terlelap dari tidurnya. Sivia mendecak sinis melihat Alvin yang masih tidur seperti itu. Ia pun berjalan mendekati Alvin.

“Bangun Woy!! “teriak Sivia tak ada manis-manisnya.

“ALVIIN BANGGUUUNN!!! “teriak Sivia tak tanggung-tanggung kencangnya.

“Apaan sih berisiik”

“Loe lupa apa ? Hari ini kita kan bantuin Rio ngurus pernikahannya lusa”

“bentar gue masih ngantuukk !!”

“Dan loe lupa juga ? loe disuruh jemput Kak Cakka kan ? Dia hari ini keluar dari penjara”

“Loe aja yang jemput. Gue masih ngantuk”

“Loe gak bangun gue siram air nih “mendengar ancaman Sivia, Alvin langsung memilih bangun. Alvin menatap Sivia dengan tatapan tak suka.

“Loe pacar gue atau majikan gue sih ?? Issshh. . “gidik Alvin

“Dua-duanya. Udah cepetan mandi. Mau loe gue mandiin ???“ujar Sivia tanpa fikir. Alvin mengernyitkan keningnya.

“Yaudah cepet mandiin gue “tantang Alvin membalas ucapan Sivia. Dan benar saja Sivia langsung diam merutuki ucapannya barusan.

“Hati-hati dengan ucapanmu Sivia sayang. . .”ujar Alvin dan segera bangun beranjak ke kamar mandi. Sivia masih diam saja merasa seperti orang bodoh saat ini,

*****
Franch .

Undagan pernikahan Rio dan Ify sudah sampai di Prancis. Dikeluarga Mr.Lay. Alyn pun sudah tau tentang hal itu. Awalnya ia merasa sangat tak terima. Namun atas bujukkan Ayahnya dan Roy yang menjelaskan kepada Alyn Akhirnya Alyn dapat menerimannya. Walau dengan berat hati.

Namun sayang sekali mereka tidak bisa datang di hari pernikahannya Rio dan Ify. Dikarenakan ada urusan mendadak yang harus dikerjakan Mr.Lay dan Roy beserta anak buah lainnya. Sedangkan Alyn sendiri mengurus kepindahannya dari cina ke Franch yang belum selesai. Mereka pun telah menjelaskannya kepada Rio dan juga Ify. Mereka berdua pun mau mengerti akan kondisi tersebut.

****
Rumah Ify

Ify hanya melihat saja Adiknya dan pacarnya yang sibuk membungkus kado yang dipastikan diberikan untuk ify dan Rio. Ify mendesis pelan. Menatap adiknya dengan tatapan paling mengerikan yang ia punya.

“Loe niat ngasih kado buat gue gak sih ?”protes Ify kepada iqbal.

“Niatlah “

‘Kalau niat ngapain loe bungkus kado dihadapan gue . Jelas-jelas juga gue tau apa isi kado tersebut”

“yah bukan salah gue dong. Loe yang tiba-tiba muncul disini. Bener gak sha ??”

“Yoi”jawab Salsha membela pacarnya.

“Isshh . . . . “

“Loe berdua ngelanjutin di SMA ARWANA ??”tanya Ify mengalihkan topik.

“Maunya sih gitu kak. Doain aja keterima”jawab Salsha.

“Loe sih pasti keterima Sha. Kalau sebelah loe diragukan !! “

“Loe nyindir gue ??”tanya Iqbal melirik Ify tak enak.

“Enggak “

“Loe salah kalau ngeraguin gue. Bahkan sebelum gue daftar di SMA itu gue udah ditawarin duluan “ujar Iqbal penuh kebanggan.

“Sumpah ??”kaget Ify tak percaya dengan ucapan adiknya.

“bener kak. Beruntung banget nih Iqbal. Jadi tinggal salsha deh yang nunggu pengumuman”

“Khilaf tuh yang nawarin loe Cuma-Cuma masuk di ARWANA”sunggut Ify seolah tak senang dengan berita itu.

“terserah loe. Udah fikirin sana pernikahan loe lusa”sahut Iqbal malas menanggapi kakaknya. Ify manggut-manggut dan mencoba meratapi nasibnya sebentar lagi.

Tak selang berapa lama 2 gadis cantik masuk kedalam rumah Ify. Gadis tersebut masuk dengan cekikikan tak jelas. Membuat si empu punya melihat heran dua gadis itu.

“Sejak kapan rumah gue jadi pindahan pendaftar RSJ ??”sinis Ify tak tanggung-tangguk dan membuat dua gadis itu langsung menatap Ify skeptic merasa terendahkan oleh calon pengantin baru ini

“Ada yang ngomong ya Shil ?? kok gak ada wujudnya ya??”ujar Sivia berniat membalas ucapan Ify. Shilla hanya mengangguk-angguk menyetujui Sivia. Ify mendengus kesal melihat kedua temannya itu yang langsung duduk di 2 kursi kosong dekat Ify.

“Ngapain loe kesini ?”tanya Ify dengan nada seperti mengajak berantem orang.

“gak boleh??”balas Sivia tak kalah menantang.

“Meskipun gue bilang gak boleh , loe juga pasti tetap nyelonng masuk kan ?”

“Pinter”ujar Sivia dengan senyum yang dimanis-maniskan dan membuat gadis dihadapannya itu hanya bisa menahan muntah.

“Kita ngobrol di kamar loe aja gimana Fy. Gak enak ngomong disini. Ada 2 pasangan kurcaci disini”ujar Shilla sambil melirik Iqbal dan Salsha yang asik membungkus kado mereka. Ify pun mengangguk saja dan langsung berdiri dari kursinya. Sivia dan Shilla pun mengikuti.

“Siapa yang loe makusd kurcaci ??”sewot Iqbal tak terima ucapan Shilla.

“Gak ada”jawab SHilla dengan cepat lantas mengikuti Ify yang sudah berjalan ke kamarnya. Iqbal mendengus kesal begitu pun dengan salsha.

“Dasar orang sok dewasa. . . Isshh. . .”kesal iqbal berkelanjutan. Sedangkan salsha menatap Iqbal seolah mengingat suatu hal.

“Bal . . .”panggil Salsha.

“Apa?”

“Gue mau nagih nih ?”

“Nagih apaan? Gue punya hutang sama loe??berapa ?”

“Bukan uang. Loe pernah janji ke gue. Mau nyanyi buat gue kan ?”Iqbal terdiam sejenak dan mencoba mengingat janjinya tersebut.

“Oh iya. Loe nyuruh gue nyanyi sekarang ??”

“Emmmm. . . Kalau janji loe itu diganti sama sesuatu boleh gak ??”

“Maksudnya diganti gimana ??”

“Jadi loe gak usah nyanyi buat gue. Tapi gue minta satu permintaan yang lain. Gimana ?? boleh gak ??”mohon Salsha penuh harap.

“Apaan dulu ??”Salsha mulai tersenyum sedikit dimaniskan. Ia mulai berdiri dari duduknya. Sedangkan Iqbal hanya menatap gelagat aneh kekasihnya ini.

“Kan kemarin gue pendaftaran di Arwana. Terus gue lihat kakak-kakak kelasnya cakep-cakep banget . . . “Iqbal mulai mengernyitkan keningnya. Ia mencium bau-bau tak enak sebentar lagi.

“terus ??”

“Terus .. . permintaan gue . . . Kita pura-pura gak kenal waktu masuk di Arwana?? Mau kan? Kita gak pernah ada hubungan apa-apa . setuju kan ? iya kan ??”ujar Salsha dengan senyum yang dipaksakan berharap kekasihnya itu setuju. Iqbal menatap Salsha tajam.

“Maksud loe? Loe mau pedekate sama kakak kelas??”

“Bukan gitu. Tap . . . “

“Oke kalau gitu. Gue akan kabulin permintaan loe . . “serah Iqbal dengan sebuah senyum begitu manis ia tunjukkan kepada Salsha. Iqbal pun mengikuti Salsha berdiri dihadapan gadis tersebut .

“Bahkan selamanya gue akan nganggap kita gak pernah kenal “lanjut Iqbal dengan ekpreski yang berubah drastis begitu sinis kepada Salsha. Gadis ini pun hanya bisa meneguk ludahnya. Ia melihat Iqbal meninggalkannya begitu saj.a

“Gue Cuma bercanda . Sumpah gue Cuma bercanda. Sumpah. . Sumpah !!!”alibi Salsha dan segera menyusul Iqbal yang berjalan cepat menuju tangga. Ia mencoba menyamai jalan Iqbal.

“Iqbal gue Cuma bercandaaa . . . . “rengek Salsha benar-benar takut pria ini marah. Sampai tangga terakhir, Iqbal lantas memberhentikkan langkahnya. Membuat Salsha pun ikut berhenti disampingnya. Iqbal menghelakan nafasnya sesaat. Kemudian ia menghadapkan tubuhnya ke Salsha. Sehingga tubuh mereka berdua saat ini berhadapan.

Iqbal menatap wajah Salsha seolah mencari suatu hal. Entah apa itu. Mulai dari mata, hidung, bibir, dagu, pipi,. Iqbal melihatnya satu persatu tanpa terlewatkan satu pun. Seolah menikmati wajah cantik dihadapannya ini.

“Gue gak akan lakuin ini untuk kedua kalinya. Jadi ingat baik-baik ini !!!!”

“Hmm. . “sahut Salsha sambil menganggukkan kepalanya. Iqbal menyentuh kedua pipi chubby gadis ini dengan kedua tangannya. Lantas menyunggingkan senyumnya. Senyum yang dapat menenangkan gadis ini dalam keadaan apa pun.

“Jangan pernah nyoba suka sama cowok lain atau deketin cowok lain”

Cuppppp!!!

“Jangan pernah mencoba melakukan hal bodoh seperti itu lago!!”

Cuppppp !!!

“Jangan pernah nunjukin perhatian kepada cowok lain kecuali sama gue !!”

Cuppp!!!

“Hanya tatap gue !! hanya berikan semua cinta loe ke gue !! semuanyaa!!!”

Cupppp !!!

“Salsha . Gue cinta sama loe sekarang dan selamanya. “

Cuppppp!!!

Salsha hanya bisa mematung. Matanya terbuka dengan lebarnya. Rasanya ia sulit sekali untuk bernafas saat ini. Tiba-tiba Iqbal mengucapkan setiap kalimat seperti ancaman dan perintah untuknya. Dan disetiap ia menyelesaikan satu kalimatnya. Iqbal akan mengecup bibir Salsha dengan satu kecupan. Dan begitu pun dengan selanjutnya.

Iqbal tersenyum melihat kekasihnya ini masih mematung seperti itu. Perlahan Iqbal melepaskan kedua tangannya dari pipi gadis ini. terlihat jelas pipi merona yang ada di pipi salsha. Membuat Iqbal semakin puas .

“Itu gantinya permintaan loe tadi!”ujar Iqbal lantas meninggalkan salsha disan.a Ia berjalan menuju kamarnya sendiri. Sedangkan Salsha masih diam saja disana. Mencoba merenungi dan mengingat apa yang baru terjadi tadi.

*****
Hari Pernikahan Alyssa dan Mario

Acara pernikahan pun berlangsung dengan lancar. Dan sekarang mereka berdua telah resmi menjadi sepasang suami istri. Pernikahan Ify dan Rio dihadiri oleh banyak kalangan. Baik dari Indonesia maupun Luar negri. Karena jumlah rekan bisnis Rio dan Mr.Bov yang begitu banyak dan membuat acara ini tentu saja sangat ramai sekali.

Ify mengembangkan senyumnya sedikit terpaksa. Kakinya semakin terasa kaki. Sejak 3 jam tadi ia berdiri dan harus menyalami semua tamu undangan yang mengucapkan selamat kepadanya dan Rio. Ify terlihat sangat cantik hari ini dengan balutan baju pengantin berwarna putih dan pita putih cantik di atas rambutnya yang membentuk gantungan indah di kepalanya.

“huff .. . .”desah Ify merasa kelahan. Rio menolehkan wajahnya kepada istri barunya ini.

“Capek?”tanya Rio yang dapat melihat semburat kelelahan dari wajah gadis ini. Ify mencoba menyembunyikannya, Ia hanya menjawab dengan gelengan kepala ringan.

“Tinggal 1 jam lagi. Tahan ya “

“Iya”jawab Ify seadanya. Dan ia hanya bisa menyemangati dirinya sendiri.

1 jam pun akhirnya berlalu. Ify pun dapat duduk dan bernafas legah. Acara pun sudah benar-benar selesai. Alvin, Sivia, Shilla dan Cakka menghampiri Rio dan Ify. Mereka berempat nampaknya senang dengan pernikahan kedua sahabat mereka.

“Selamat yaaaaaaa !!! Semoga berbahagia”ujar Shilla yang paling antusias diantara lainnya.

“Semoga kalian bisa terus bersama sampai akhir. Dapat momongan banyak .”tambah Cakka yang memang sudah bebas dari penjara.

“Jangan bertengkar terus. Yang akur. Yang Akur. “sindir Alvin dan hanya dibalas dengan tatapan dingin dari 2 mempelai tersebut. Sivia tak mengucapkan apapun. Ia hanya menunjukkan senyum bahagiannya kepada dua orang ini.

“Cepet nyusul”serempak Ify dan Rio bersamaan. Sivia membelakakan matanya kaget,. Sedikit binggung apkah dua orang didepanya itu sedang berbicara denganya atau tidak.

“Gue ??”tanya Sivia polos.

“Iyalah. Loe sama Alvin”sahut Rio tenang.

“Entar masih lama. Nunggu dia kaya dulu”canda Sivia dan membuat semuanya tertawa terkecuali Alvin . Pria itu menatap kekasihnya dengan tatapan tak enak.

“Tenang aja. Gue akan cari uang yang banyak buat loe. Mau minta berapa ? Hah?? . Gue cariin sampai ujung dunia. Biar loe puas. Makan-makan tuh uang”sewot Alvin kepada Sivia. Sivia terkekeh ringan.

“Besok gue pergi ke German. Gue sama kak Cakka balik kesana”ujar Shilla dan diangguki Cakka. Rio dan Alvin yang sudah tahu duluan pun menganggukan kepala mereka. Sedangkan Sivia dan Ify nampak terkejut dengan berita tersebut.

“Kok loe gak bilang ? kuliah loe udah selesai??”tanya Ify yang tak tau apapun.

“Udah kok. Gue juga berniat nerusin disana aja.”jawab Shilla.

“Gue juga minta maaf kepada semuanya karena gue banyak salah. Dan terima kasih karena kalian sudah maafin gu”sahut Cakka.

Semuanya pun bersalaman dan saling berangkulan. Mencoba membuat sebuah kenangan indah dalam persahabatan mereka. Bertahun-tahun persahabatan mereka dan bertahun-tahun p[ula banyak cerita indah maupun pedih didalamnya. Namun sebisa mungkin mereka membuat sebuah kenangan indah yang tak akan pernah terlupakan.
*****
Bandara Soekarno-Hatta

Rio dan Ify mengantarkan Mr.Bov ke bandara setelah mereka berdua mengganti pakaian mereka. Mr.Bov masih banyak pekerjaan di sana dan oleh karena itu, ia harus segere kembali ke prancis. Walau terasa berat hati untuk meninggalkan anaknya.

Namun Mr.,Bov tak meninggalkan mereka berdua begitu saja. Mr.Bov sudah menyiapkan hadiah sebuah rumah untuk anaknya dan menantunya ini. Sebuah rumah yang sederhana namun terlihat mewah.

“Jaga Ify ya Yo “ujar Mr.Bov menitipkan anaknya.

“Pasti Pa. Rio akan jaga Ify dan akan jaga janji Rio kepada Papa”ujar Rio yang mulai membiasakan untuk memanggil mertuanya tersebut papa.

“Kalian harus hidup bersama terus. Jangan pernah berbisah Dan semoga terus bahagia”do;a Mr.Bov. Ify tersenyum ke papanya dan memeluk sang papa.

“Makasih Pa. Makasih “

“Iya sayang. Kamu harus tambah dewasa. Jadi istri yang baik”Ify mengangguk dan melepaskan pelukan papanya. Dan kini giliran Rio yang memeluk mertuanya tersebut.

“Papa percaya sama kamu. Jaga putri papa satu-satunya “

“Iya Pa”jawab Rio mantap dan melepaskan pelukan Mr.Bov . kini Mr.Bov melihat anak bungsunya yang berdiri di belakang Ify dengan asik bermain PSP.nya. Mr.Biv hanya bisa menunjukkan senyum kecilnya. Ia tak menyangka kedua anaknya sudah dewasa.

“Bal. Papa berangkat dulu”

“Iya Pa. Hati-hati”ujar Iqbal . Ia menghentikkan aktivitasnya dulu. Dan segera menghampiri sang papa.

“Kini tinggal kamu sendiri yang dirumah. Jangan macam-macam dan belajar yang rajin. “

“Iya iya iya boss”

“Yaudah Papa berangkat dulu”Mr.Bov pun segera masuk kedalam bandara beserta assistennya. Ify,Rio dan Iqbal hanya melihat saja dari kejauhan.

Setelah itu mereka bertiga memilih segera pulang. Iqbal memilih untuk pergi bermain kerumah Salsha dulu. Sedangkan Rio dan Ify sangat penasaran dengan hadiah rumah yang diberikan Mr.Bov. Mereka pun segera menuju alamat yang diberikan Mr.Bov kepada mereka berdua.
****
Perumahan Florida 20.00 wib

Mata Ify hanya bisa membuka sempurna sedari tadi. Ia melihat rumah-rumah yang ada di perumahan ini begitu mewah dan besar. Dan jumlah rumah disini pun tak begitu banyak. Kurang lebihnya hanya berisikan 20 rumah. Nampaknya ini merupakan perumahan elit yang memang khusus dibuat untuk keluarga baru.

Mobil Rio masuk kesebuah rumah berwarna putih dengan gerbang yang menjulang tinggi. Semua dirumah ini bernuansa putih. Dan tamannya pun terdapat hiasan lampu-lampu putih begitu indah.

“Waaahh . . .”decak Ify kagum dengan rumah barunya.

“Kita tinggal disini?”tanya Ify kepada Rio yang masih tak percaya. Rio menganggukan kepalanya dan segera keluar dari mobilnya. Ify pun segera menyusul suaminya tersebut.

Rio mengeluarkan dua buah koper dari mobilnya. Tentu saja satu koper milik Ify dan satu lagi milik Rio. Mereka berdua tak khawatir karena dirumah baru mereka sudah terisi peralatan lengkap yang mereka butuhkan. Bahkan banyak barang-barang Rio maupun Ify yang sudah dipindahkan oleh pegawai Mr.Bov kesini tadi pagi saat acara pernikahan dimulai.

Ify sudah masuk duluan kerumah tersebut, Rio pun membuntuti dibelakang gadis itu. Mata Ify tak ada henti-hentinya menunjukkan keterkejutan dan begitu senang melihat rumahnya yang terlihat luas dan menenangkan.

“Mandi dulu sana”teriak Rio dari lantai dua. Ia masuk kedalam kamar utama yang merupakan kamarnya dan kamar Ify. Rio memasukkan koper nya kedalan kamarnya dan memilih berbaring du kasur. Menghilangkan rasa lelahnya

Ify masih tertarik untuk mengitari rumah barunya. Setelah puas ia pun memlih ke atas untuk menyusul Rio.

Ify masuk kedalam kamarnya. Bau aromaterapi herbal dikamar tersebut menyambut Ify. Membuat gadis ini terasa terhipnotis untuk semakin masuk kedalam. Ify melihat suami abrunya itu berbaring diatas kasur dengan sepatu yang masih menempel di kakinya dan juga mata yang ditutup. Ify dan melihat bahwa Rio begitu lelah saat ini.

“Gak usah ngelihat gue kayak gitu. Cepetan mandi”ujar Rio tiba-tiba dengan mata yang masih ditutup. Ify terpelonjat kaget dengn ucapan Rio itu.

“Kenapa gak loe duluan ?? “protes Ify . Rio membuka matanya dan menatap Ify yang masih berdiri di didekat pintu kamar.

“Oke gue duluan mandi. Loe buatin makan malam”sahut Rio seenaknya. Ia segera berdiri dan masuk kedalam kamar mandi . Ify masih mematung disana.

“Gue gak bisa masak !!”teriak Ify yang tersadar akan kebingungannya tersebut. Namun sepertinya Rio tak mendengar ucapannya karen didalam sana Ify hanya bisa mendengar suara shower yang sudah menyala. Ify menghelakan nafasnya. Ia tak mempedulikan ucapan Rio tadi dan langsung berbaring diatas kasur. Ia juga ingin sekali segera tidur.

Namun baru beberapa detik gadis ini menutup matanya ia langsung membukannya kembali dengan wajah yang penuh kecemasan. Semua bayangan yang ia fikirkan berputar menjadi satu. Ia memfikirkan apa yang akan terjadi setelah ini.

“Aissshhh . . . . . . “Ify mengigit jari jempol kananya mencoba menghilangkan kecemasannya.

“Gue langsung pura-pura tidur aja kali ??”

“Atau ? gue tidur dikamar sebelah ??”

“Tapi . . . . . . .”

“Aisshhh. . gak tau-gak tau . .”
“Aduuhh gimana ini ??? aisshhh . . . .”Ify semakin kebingungan sendiri. ia mendudukan posisinya dan menatap ke arah pintu kamar mandi. Berharap pria itu tidak akan keluar dari kamar mandi dan tetap disana.

Selama 10 menit lamanya Ify terus dilanda kecemasan. Dan bersamaan dengan itu pintu kamar mandi akhirnya terbuka. Seorang pria keluar dari sana dengan wajah dan badan yang fresh. Rio mmasih sibuk mengikatkan tali baju handuk putihnya . Tak menyadari wajah kaget Ify diatas kasur sana.

“Kenapa loe ?”tanya Rio yang sadar Ify menatapnya dengan tatapan aneh. Ify yang tertangkap basah menatap Rio langsung saja mengalihkan pandangannya.

“Gak ada”

“Yaudah mandi sana”suruh Rio tak ada manis-manisnya. Ify mendesis ringan dan segera berjalan ke kamar mandi. Rio hanya geleng-geleng saja melihat kelakuan aneh istrinya tersebut. Bahkan Rio sendiri tak pernah memfikirkan tentang apa yang akan terjadi setelah ini. Yang ia tahu bahwa ia ingin cepat tidur untuk menghilangkan rasa pegalnya.

Selagi Ify dikamar mandi. Rio segera memakai baju tidurnya yang ia ambil di kopernya. Setelah itu ia naik ke atas kasur , ia membaringkan tubuhnya yang sudah lumayan segar kembali. Dan perlahan mata pria ini mulai menutup. Nampaknya ia mulai mengantuk.

Tak selang berapa lama, Ify keluar dari kamar mandi dengan langkah mengendap dan wajah yang entahlah . Tubuh Ify saat ini hanya terbalutkan dengan sebuah handuk dan hanya bisa menutupi daerah dada paha diatas lututnya. Ify mengira bahwa dialam sana terdapat handuk baju satu lagi seperti yang dipakai Rio karena itu Ify langsung menaruh bajunya ke dalam tempat baju kotor.

Ify bernafas legah melihat Rio yang tertidur., Ia pun berjalan pelan-pelan menuju ke kopernya yang berada tak jauh dari kasur mereka. Ify berdoa agar Rio tak membuka matanya. Namun sepertinya tuhan berkata lain.
Rio membuka matanya karena merasa Ify sudah keluar dari kamar mandi. Rio sendiri nampak kaget melihat Ify yang mematung dengan senyum kaku kepadanya. Kedua tangan Ify pun mencoba mentupi atas dadanya yang sedikit terlihat.

Rio menyembunyikan rasa kegetnya dan menghembuskan nafas beratnya diam-diam. Dan mencoba bersikap biasa saja seolah tak tau apa-apa.

“Ngapain loe berdiri disana>?”tanya Rio dingin. Ify menunjuk ke arah kopernya tanpa membuka mulutnya sedikit pun. Ia hanya ingin cepat pergi dari hadapan Rio.

“Yaudah. “Ify pun dengan cepat menyeret kopernya dan kembali ke kamar mandi. Ia tak peduli apapun saat ini. Sedangkan Rio hanya terkekeh melihat kelakuan aneh istri barunya tersebut. Lucu juga tingkah gadis itu. Baru pertama kali Rio melihat Ify seperti itu.

Rio segera melupakan kejadian tersebut. Ia mengambil ponselnya dan membuka pesan yang banyak masuk di ponselnya. Sedari tadi pagi ia sama sekali belum menyentuh ponselnya ini. Rio membacanya satu persatu selagi menunggu Ify keluar dari kamar mandi.

Ify pun keluar dari kamar mandi dengan baju tidurnya. Ia melihat Rio yang fokus dengan ponselnya. Dan sekali lagi gadis ini hanya berdiri di kamar mandi dan binggung ingin melakukan apa .

“Yo .. “panggil Ify sedkit ragu. Rio yang mendengar Ify memanggilnya segera meletakkan ponselnya dan mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu.

“Hmm??”sahut Rio tenang.

“mmm. . Gu .. gue .. . tidur di kamar sebe . . .lah . . ya . . ??”pinta Ify sambil menyungingkan senyum kakunya. Rio mengernyitkan keningnya.

“Gak loe tidur disini”jawab Rio singkat padat dan jelas. Ify melengos pasrah.

“Yaudah kesini”suruh Rio lagi sambil menujuk ke arah sebelahnya. Ify pun melangkahkan kakinya dengan berat menuju kasur. Rio tertawa pelan tanpa suara. Ify benar-benar lucu sekali menurutnya.
Ify naik ke atas kasur dengan perasaan ragu-ragu. Ia tak berani menatap Rio sedikit pun yang sedari tadi terus memperhatikan tingkah laku anehnya ini. Ia langsung menarik selimutnya dan langsung membaringkan tubuhnya. Ify sengaja membelakangi Rio dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Dan berupra-pura telah tidur.

“Tumben jam segini sudah tidur ??”suara sindiran Rio dapat terdengar jelas oleh Ify. Ify hanya bisa merutuki kelakukan anehnya ini yang nyata sekali.

Dan selama 10 menit Rio hanya bisa menatap Ify yang seperti itu. Ia yakin bahwa Ify belum tidur saat ini. Ide jail muncul di otak pria ini. Ia senyum sendiri sesaat lantas segera menetralkan wajahnya menjadi tenang.

“Fy . . “panggil Rio pelan. Namun tak ada jawaban dari gadis disampingnya tersebut.

“Fy loe bereneran tidur ??”ujar Rio sekali lagi. Sedangkan didalam selimutnya Ify hanya bisa mengigit bibirnya. Ia sedari tadi tak bisa mengontrol detak jantungnya yang terus berdetak kencang.

“Fy loe beneran gak punya keinginan buat baby malam ini ??”goda Rio sontak Ify langsung terpelonjat kaget di dalam selimutnya.

“ENGGAK!!”jawab Ify lantang. Ia mendesis mendengar pertanyaan Rio yang begitu agresif menurutnya.

“Enggak? Why ? padahal gue udah siap loh Fy “

“Apaan sih !!!”Rio terkekeh ringan. Ia terlihat semakin senang melihat Ify yang mulai sewot.

“Kita udah resmi jadi suami istri kan ? tugas istri adalah melayani sang suami dengan senang hatiujar Rio semakin ngacau dan tentu saja membuat Ify semakin merasa malu bercampur takut sendiri.

“Pamali loh Fy malam pertama disia-siain gitu aja .”tambah Rio sok dramatis.

“Isshh. Kata siapa ? ngaco loh !! “sahut Ify tak terima dengan pernyataan Rio. Namun ia masih tetap menutpi wajah dan tubuhnya didalam selimut.

“Kata Siapa ? nih kata gue barusan”jawab Rio santai.

“Yaudah kalau loe gak mau. Gue kasih waktu 30 detik . Mau gak mau loe harus mau “

“1 “

“2”

“3”

“Yaaaa . Yaaaa. Rio !! Yaaaaa !!”teriak Ify mulai kalang kabut sendiri. Sedangkan Rio terus berhitung.

“4, 5 , 6 , 7 , 8 , 9, “

“Loe . .Loe . cari mati ya !! Gue gak maaauuuu!!!! “

“10, 11 , 12, 13, 14, 15 , 16 “

“MAAARIOOOOOO!!!!”

“17,18,19,20 “Rio menahan tawanya. Sebenarnya pun jika memang Ify tak mau, Ia juga tak akan memaksanya. Rio bukanlah pria yang bernafus tinggi. Ia akan menunggu kapanpun sampai sang istri siap. Namun melihat tingkah laku aneh dan lucu Ify tadi membuatnya ingin mengerjai gadis ini..

“21,22,23,24,25”Ify menarik nafasnya kuat-kuat dan membuangnya begitu saja, ia mulai menyadari bahwa sepertinya Rio hanya memgerjainya saat ini. Ide buat balas dendam pun muncul di otak gadis ini.

“25, dua en. . . . “Rio berhenti menghitung. Karena tiba-tiba Ify membuka selimutnya dan langsung duduk dihadapannya. Menatapnya dengan tatapan yang begitu polos.

“Yaudah kalau itu mau loe “

“HEH??”kini giliran Rio yang langsung blank bercampur kaget bercampur aduk. Ia tentu saja syok mendengar ucapan Ify tersebut.

“Kenapa ? Gue mau kok. Gue siap “

“Lo . . . loe . . loe .. ga . . .k . . ap . . apa –ap / / apa kan . / Fy ??”tanya Rio dengan nada bicara gugup sekali.

“gak apa-apa. Gue Cuma mau jadi istri yang baik”jawab Ify tenang. Dalam hatinya ia merasa puas sekali membalas pria ini.

“Gu . . . gu . . .e … gu . ..gue . . . .eh .. . lo . . . loe . .. loe . . ..”Rio nampak kebingungan harus berucap apa saat ini. Yang dilakukan Ify saat ini benar-benar diluar nalar fikirannya. Dan tiba-tiba saja Ify sedikit mendekatkan tubuh dan wajahnya ke arah Rio yang masih tetap berbaring diatas kasur.

“ Gue udah loh sayang “

“Uhuuukkk . . uhuuukkk. . .uhuuukkk . .. .”dalam hitungan detik Rio langsung batuk-batuk dan segera mendudukan posisinya. Ia merasa saat ini tengorokannya tersumbat oleh paku yang sangat lancip. Apalagi saat Ify memanggilnya sayang . Karena baru pertama kali dalam seumur hidup dan selama ia bercaparan dengan Ify. Gadis ini memanggilnya sayang . Bahkan ekspresi Ify tadi pun langsung membuat ia kehilangan akal sehat saat ini.

Ify masih menyunggingkan senyum terbaiknya, Ia semakin ingin membalas pria ini. Ify lebih sangat puas lagi melihat Rio yang menjadi kebingungan lebih dari dirinya tadi.

“Loh ? kenapa sayang ?”tanya Ify sok khawatir. Ia lebih mendekatkan tubuhnya ke Rio dan membantu Rio dengan memukul-mukul punggung pria ini. Ify terkekeh pelan tanpa sepengetahuan Rio tentunya.

“Gu … gue .. gak ap. .uhuuukkk. .. uhuukk . . apa .. gue .. uhuukk. . uhukk. . .gak apa. Ambilin gue air minum . . “suruh Rio dengan cepat sambil memegangi tenggorokannya yang semakin sakit. Ify pun langsung mengambil gelas yang ada di meja rias tak jauh dari kasurnya. Dan langsung memberikannya ke Rio.

Rio pun segera meminumnya. Sedangkan Ify kembali duduk di sebelah pria ini dengan masih menunjukkan wajah sok polosnya. Rio menarik nafasnya panjang-panjang. Kejadian tadi membuat jantungnya behenti berdetak dalam 2 detik.

“Udah gak apa-apa kan ??”tanya Ify yang menunjukkan wajah kekhawatiran palsunyanya. Rio menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ify mengambil gelas tersebut dari tangan Rio dan meletakkannya di bawah kasur begitu saja.

“Gu .. .gu . . .gue mau . tidur .. “ujar Rio kaku karena ia binggung harus berbuat apa saat ini.

“Loh kenapa ? Katanya pamali nyia-nyiain malam pertama ??”skak mat!! Mulut Rio terasa terbungkam dengan lem perekat paling ampuh di dunia. Dan membuatnya benar-benar menjadi orang paling bodoh di dunia ini. Ia merutuki ucapannya tadi dan idenya mengerjai Ify.

“Sayang . .. “

“Uhuukkk … uhuuukkk. . . uhuuukkk . . . “dan sekali lagi Rio langsung terbatuk-batuk kembali. Dan bersamaan dengan itu Ify tertawa begitu keras. Nampaknya ia puas sekali membalas Rio.

“Mangkannya gak usah ngerjain orang !!!Isshh . .. “desis Ify menatap Rio dingin. Rio kini baru sadar bahwa Ify mengerjainya balik.

“Loe . . . loe …loe . . . .”Rio menunjuk Ify dengan telunjuk kanannya. Dan Dengan tatapan membunuh.

“Apasih sayang ?”sahut Ify dengan nada sinis.

“Loe beneran nantangin gue ? loe mau main-main sama gue ??”

“Loe fikir gue takut ??”balas Ify tak kalah menantang. Kini dua orang ini saling bertatapan tajam. Mungkin jika pasangan lainnya dalam menghadapi malam pertama mereka. Mungkin mereka akan saling canggung dan malu-malu. Namun tidak dengan dua pasangan ini yang selalu saja membuat masalah diamana pun dan didetik apapun.

Rio merasa sudah benar-benar kehilangan akalnya karena gadis didepannya ini. Ia pun tanpa aba-aba langsung menarik tangan kanan gadis ini. membuat tubuh Ify tertarik begitu saja dan membuatnya saat ini berada dekat di hadapan Rio. Sangat dekat sekali mungkin jarak mereka hanya 3 cm saja.

Rio dapat merasakan nafas hangat Ify diwajahnya. Dan wajah Ify yang mulai berubah menjadi ekspresi ketakutan. Rio menyungingkan senyum liciknya. Merasa terhina karena kelakukan gadis ini tadi kepadanya.

“Loe . . lo .. .e jangan. . mac-em. . macem .. “acnam Ify yang mencoba untuk memundurkan tubuhnya namun tak bisa. Karena Rio sudah mencengkram kedua tangannya kuat-kuat. Ify hanya bisa meneguk ludahnya dalam-dalam.

“Loe bilang sendiri kalau udah siap kan ??”ujar Rio dengan suara pelan dan lembut sekali. Dan membuat gadis ini terdiam membeku.

“Gu . .gue . .. gu . .. “perlahan Rio melepaskan tangan kananya yang menahan tangan Ify. Tangan kananya bealih menuju wajah Ify. Perlahan Rio menyentuh wajah gadis ini dengan belaian yang lembut. Jari-jari Rio perlahan membelai bibir mungil Ify. Gadis ini hanya bisa menahan nafasnya. Detakan jantungnya sudah tak dapat ia atur lagi.

Ify semakin merasa takut karena perlahan Rio mendekatkan wajahnya kearahnya. Ify pun dengan cepat menutup kedua matanya begitu saja.

Rio tersenyum ringan melihat gadis ini tiba-tiba saja menutup matanya. Rio pun langsung menjauhkan wajahnya dari Ify. Ia hanya berniat menggoda gadis ini.

“Tidur sana”suruh Rio sambil mengacak-acak pelan rambut Ify. Gadis ini perlahan membuka maatanya dan speechless sendiri. Melihat Rio tersenyum kearahnya dengan jarak yang lebih jauh dari tadi.

“hmm. . .”dengan malu-malu Ify pun segera kembali ke posisinya tadi dan membaringkan tubuhnya. Entah diotaknya saat ini semuanya yang ia fikirkan berputar-putar tak karuan. Rio pun menarik selimut untuk Ify. Dan menyelimutkan ke tubuh gadis ini. Ify tak berani untuk menatap Rio.

“Selamat malam “ujar Rio dan perlahan mengecup pelan dahi gadis ini. Ify merasa begitu hangat dengan yang dilakukan Rio saat ini. . Ify pun membalas dengan senyuman.

Rio pun perlahan memposisikan tubuhnya segera berbaring disebalah Ify dan menarik selimutnya sendiri. Ia mencoba untuk menutup matanya karena merasa sedikit mengantuk.

Ify diam-diam melirik kea rah Rio yang belum tidur. Rio dari tadi hanya melakukan buka tutup buka tutup pada matanya. Ify terkekeh sendiri melihat apa yang dilihat oleh suaminya tersebut.

“Yo . . “panggil Ify pelan.

“apa?”sahut Rio dengan menolehkan wajahnya mengarah ke Ify.

“Mmmm. .. . gue . . ..gue . . . gue . .. . mau”ujar Ify dengan gugup. Rio mengernyitkan keningnya tak mengerti ucapan gadis ini.

“mau ? mau apa ?”Ify menggaruk pipinya pelan merasa binggung menjelaskan bagaimana. Jujur saja ia tidak enak melihat Rio yang seperti itu. Dan melihat Rio yang berusaha sekali menghargainya. Ia pun memilih tidak egois sendiri. Toh, mereka berdua sudah menjadi sepasang suami istri. Dan tak ada larangan untuk melakukan hubungan lebih sebagai suami istri.

“Ma . .. mau … ma .. mau .. it .. .itu . . . “

“Hah??”Rio semakin benar-benar tak mengerti. Ify mengigit bibir bawahnya. Dan meremas-remas kedua tangannya. Merasa gugup dan juga takut.

“mau yang loe pingin”ujar Ify cepat. Rio menatap Ify dengan kaget. Bibirnya tiba-tiba tertawa pelan. Merasa sedikit terkejut dengan fikiran gadis ini yang tiba-tiba berubah.

“Gue gak maksa loe kok”

“Gue tau”Rio terdiam sejenak.

“Beneran ??”

“Hmm . . “jawab Ify malu-malu tanpa menatap Rio. Melihat bahwa Ify mengizinkannya dan tak ingin menyia-nyiakan peluang besar dan sebelum Ify merubah keputusannya dengan cepat Rio langsung menarik tubuh Ify.
****
Keesokan Harinya

Rio keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya yang basah. Ia menatap kaca di kamarnya sambil senyum-senyum sendiri. Mengingat kembali apa yang terjadi semalam antara dirinya dan istirnya tersebut.
Sejak ia bangun, Ify sudah tak ada di kamar, gadis itu sudah mandi duluan dan berada di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. Rio pun ingin cepat-cepat menyusul istrinya kebawah. Dan melihat bagaimana wajah dan perilaku yang akan ditunjukkan Ify setelah ini.

*****

Ify sudah duduk manis di meja makan. Ia tak berani untuk memanggil Rio. Ia berharap Rio akan kebawah sendiri. Ia masih belum siap bertemu dengan Rio setelah kejadian semalam. Ia pasti akan merasa malu sekali.

“Eheem . . . “dehem Seorang pria yang mulai berjalan kea rah meja makan. Ify mencoba untuk biasa saja.

“Pagi . . “sapa Rio yang sebenarnya dirinya sendiri sama seperti Ify. Namun ia tidak ingin membuat situasi menjadi canggung.

“Pa . .gi . . “jawab Ify kaku. Rio pun segera mengambil tempat duduk di depan istrinya. Ify tak ingin banyak berbicara. Ia segera mengambil sendok dan garpunya. Pagi-pagi tadi ia sudah keluar untuk membeli makanan. Karena memang ia sendiri tak bisa memasak.

“Kamu yang masak ?”tanya Rio yang mulai menghilangkan percakapan loe gue kepada gadis ini. Ify sendiri sedikit terkejut namun ia tak ingin memfikirkannya. Karena ia saat ini gemetar sendiri.

“Enggak. Tadi aku beli di restoran depan “jawab Ify pelan. Rio mengangguk-anggukan kepalanya dan memulai makan.

Situasi saat ini benar-benar canggung dan sunyi. Tak ada yang berani mengawali pembicaraan lagi. Dan siapapun yang berada dalam kondisi seperti ini pasti lebih baik memilih untuk ditelan kedalam bagian bumi yang terdalam.

“ke kantor hari ini ?”tanya Ify yang merasa tak enak kalau diam saja.

“Hah?? Ke kantor ? enggak . kenapa ?”

“Gak apa-apa”Mereka pun saling diam-diaman lagi. Begitu lucu sekali melihat tingkah kedua anak ini.

“Emmm. .. Fy . . . “panggil Rio kali ini. Ify memberanikan untuk menatap Rio .

“Iya ?”

“Se . . . sem . .itu . . . emmm. . sema . . . .itu . . . semalam. .. . makasih”mendengar ucapan Rio , Ify langsung tertunduk. Pipinya memerah tubuhnya pun terasa bergetar hebat. Ia hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya pelan tak tau harus bericap apa. Sedangkan Rio hanya garuk-garuk kepala tak jelas. Makanan di depannya serasa tak menarik lagi. Kini perhatian Rio hanya tertuju kepada gadis didepannya. Ia menatap Ify lekat-lekat yang sibuk makan.

Ify sedari tadi sadar bahwa Rio terus menatapnya. Dan itu membuatnya tak bisa apa-apa dan merasa malu sendiri. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia malu untuk melihat seseorang. Dan berada dalam situasi sangat canggung seperti ini.

“Cantik . . “

“Uhuukkk. . uhukk . . .uhuukk . .. “Ify mengambil air minumnya dan segera meminumnya. Rio tiba-tiba saja memujinya seperti itu. Dan emmbuatnya gelagapan sendiri. Rio masih terus menatap Ify semakin lekat. Bahkan ia menaruh wajahnya pada kedua tangannya sebagai penyanggah dagunya.

“Fy . . . “panggil Rio lagi.

“Hmm . . .”

“Kalau yang semalam kita lakukan lagi entar malam gimana ?”goda Rio dengan senyum jailnya kearah Ify.

“Hah??”Ify membelakakan matanya.

“Kalau yang semalam kita lakukan lagi entar malam gimana ?”ulang Rio dengan sengaja.

“Apaan sih . . “jawab Ify malu-malu dan tentu saja ia menjadi sangat salah tingkah saat ini,

“Mau kan ??”

“Gak!!”

“Beneran ?? mau ya !!:”

“RIOOOOOOO!!!”

“Apa sih sayang ??”

Rio tertawa puas melihat istrinya tersebut terdiam membeku mendengar ucapannya itu. Ify memang begitu lucu saat ini. Wajah dinginnya berubah menjadi wajah seorang gadis polos dan lugu. Dan itulah yang membuat Rio sampai saat ini bertahan disisi gadis ini. Dan mempertahankan gadis ini untuk tetap disisinya.

Cinta memang begitu adanya
Kesedihan dan kebahagiaan selalu meawarnai didalamnya
Dan jika sebuah Cinta membawa takdir seseorang
Untuk menjadi cinta terakhir mereka
Maka itulah sebuah kekuatan cinta
Yang tidak semua orang akan memilikinya
Biarkan cinta berjalan apa adanya
Jangan pernah menyalahkan adanya “cinta”
Karena tentu saja pasti akan terjadi
Bahwa disuatu ketika
Cinta itu membuat hidupmu lebih berwarna.

Bahkan perbedaaan sifat pun bisa menjadi satu karena sebuah cinta. Dan karena perbedaan itu sangatlah indah. Jadilah diri sendiri untuk menjalani hidup didepanmu. Karena saat kamu menjadi diri sendiri maka saat itu kamu akan merasakan benar-benar kenyamanan menjalani hidup.

END

Akhirnya DELOV udah selesai😀 . Makasih yaa yang sudah bca dari part 1 sampai sekarang. Maaf kalau banyak kata yang typo atau part yang tidak menyenangkan atau tidak seru. Dan semoga kalian masih akan tetap membaca cerita-ceritaku selanjutnya. Makasih yaa semuanya. Maaf kalau aku ada banyak salah. Sekali lagi MAKASIH MAKASIH SEBANYAK BANYAKANYA BUAT READERS !!😀 . MOLKANG-MOLKANG ^_^

CERITA BARU MUNGKIN AKAN TERBIT BESOK. JUDULNYA >> REVIL << TUNGGU YA😀 TETAP BACA😀

4 thoughts on “DEVIL ENLOVQER – 80 (Last Part) ~Mr.Haling & Mrs.Haling~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s