DEVIL ENLOVQER – EPILOG ~HAPPY ENDING !! ~ *_*

DEVIL ENLOVQER – EPILOG
~HAPPY ENDING !! ~ *_*

1 tahun kemudian . . .

Ify duduk manis di depan ruang tv. Ia mencoba mendapatkan posisi yang enak. Namun sedari tadi ia sama sekali tak bisa merasakan posisi yang nyaman. Apalagi ia harus berhati-hati dengan kandungannya yang sudah berumur 9 bulan dan mungkin sebentar lagi ia akan melahirkan. Bisa dihitung dalam hitungan jam ataupun hari.

Ify membelai perutnya pelan. Mencoba menenangkan bayi didalam perutnya yang sedang menendang-nendang. Ify sudah mulai mengandung setelah 3 bulan ia menikah dengan Rio. Memang sungguh waktu yang cepat untuk kedua pasangan ini akan dikarunia seorang bayi

“Tenang ya sayang. Jangan nendang. Nendang . . “

“Mana sih Rio ?? beli Makanan aja lama banget !!“sewot Ify. Sejak kehamilannya ke 3 ia mulai sering uring-uringan sendiri. Dan Rio harus menahan emosinya dan ekstra sabar menghadapi istrinya yang begitu rewel sekali.

Tak lama kemudian yang ditunggu datang. Rio datang dengan membawa dua bungkus kresek makanan. Dan masih lengkap memakai jas beserta kemeja. Karena memang ia baru saja pulang kantor dan Ify langsung menyuruhnya membeli makanan yang ia mau.

“Lama banget sih “

“Tadi penuh sayang restorannya . . “jawab Rio dengan sabar.

“Yaudah sini makananya “Rio pun segera mengambilkan ify piring dan sendok di dapur.

Ify berdiri untuk mengambil remote yang ada di dekat televisi. Namun baru saja ia mau berdiri ia merasakan perutnya sakit sekali. Benear-benar sakit. Ify pun langsung duduk kembali menahan rasa sakitnya.

“RIOOOOOOOOO!!!!”jerit Ify merasakan ada yang mengalir pada selangkangan kakinya. Dan benar saja ketuban Ify sudah pecah. Rio dari dapur mendengar jeritan istrinya tersebut langsung berlari ke ruang tv.

“Ify ??”kaget Rio melihat istrinya kesakitan seperti itu sambil memegangi perutnya.

“SAKIT YO !!! AKU KAYAKNYA MAU NGELAHIRIN !!!! SAKIIITTT!!!! “Rio tak membuang waktu. Ia segera membopong istrinya untuk segera membawanya ke rumah sakit.
*****

Rio dan Ify sudah berada di dalam mobil dan perjalanan menuju ke rumah sakit terdekat . Ify terus teriak-teriak kesakitan menahan rasa sakit yang menjalar hebat di seluruh tubuhnya. Sedangkan Rio sibuk menelfon dokter di rumah sakit yang ia kenal agar segera menyiapkan persalinan untuk istrinya ini.

“RIOOOO CEPAAATTTT!!! SAKIT BANGEEETTT!!! “

“Iya sayang . iya sabar yaa.”

“SABAR GIMANA ?? INI SAKIT BANGET BEGOOO!!! “

“Iya iya. Ya ampun sayang ini udah cepat “

“GAK USAH BANYAK NGOMONG !!! UDAH CEPAT SETIRRRRR !!! CEPAAATTT SAKIT BANGEETTT!!! “

“Iya sayang. Kamu tarik nafas pelan-pelan dan buang pelan-pelan”suruh Rio mengarahkan istirnya itu. Dan Ify pun menuruti saja ucapan Rio.

Dalam waktu 10 menit mereka berdua sudah sampai di depan rumah sakit. Rio segera turun dan membopong Ify masuk kedalam rumah sakit. Dan benar saja sudah ada 1 dokter kandungan dan 2 suster yang menunggu Rio disana.

Ify pun segera dibawah ke ruang bersalin karena saat ini Ify sudah mengalami pembukaan 8. Dan siap untuk melahirkan. Ify tak melepaskan tangannya dari Rio dan mau tak mau Rio ikut masuk menemani istrinya. Rio tak tega melihat wajah Ify yang mulai memucat.

“SAKITTTTT YOOOO!!!!! “

“Ify tenang yaa. Tenang. Tarik nafas pelan-pelan. .. “kini dokter tersebut mulai memandu Ify.

“Sayang tarik nafas ya. tahan ya. Tahan. . “Rio mengusapi keringat yang membasahi seluruh wajah gadis ini.

“AAARRGHHHHH!!!!! SAKITTTTT YOOOO!!! “Ify terus berteriak didalam tangisnya. Ia benar-benar kesakitan sekali.

“Ayo Fy terus dorong sekuat tenaga kamu. Ayo kamu bisa !!! :”

“AAARFGGHGGGGG . Huuuhuuuhuuu . .. . . SAKIIITTTT!!!”Ify mencengkram keras tangan Rio. Rio pun tak peduli tangannya yang perih karena di cakar Ify atau dipukuli oleh Ify. Yang ia fikirkan adalah nyawa istrinya dan bayinya nanti

“Dorong terus sayang/ Ayo . Ayo “Rio terus memberikan semangat kepada Ify.

“AAARGGGGGGGGGSSS!!!!”

“Ayo Fy sedikit lagi. Ayo sedikit lagi “

“RIOOOOOOOO SAKIIITTTT!!!!”

“AAAARRRGGGGGGGG”

Oweeekk . . .. oweekkkkk. . . oweeekk . ….

Ify langsung membuang nafas beratnya. Wajahnya terlihat begitu lemas namun ia mengembangkan senyum kelegaan. Aapalagi saat dokter tersebut mengangkat bayi Ify yang masih belumuran darah, semuanya terasa melegakan. Bahkan rasa sakit yang Ify rasakan sakit ini langsung hilang saat melihat bayinya selamat.

“Selamat Yo , Fy bayi kamu laki-laki “Rio dan Ify semakin senang mendengarnya. Apalagi Rio serasa mendapatkan hadiah paling indah di dunia ini setelah ia mendapatkan seorang istri seperti Ify.

“Fy bayi kita laki-laki Fy “

“Makasih ya sayang . .. . “Ify mengecup dahi Ify pelan. Dan membelai lembur rambut istrinya tersebut.

****
1 minggu kemudian . .

Ify sudah pulang dari rumah sakit sejak 1 hari yang lalu. Dan sekarang dirumahnya sudah terisikan banyak orang. Bahkan Shilla dan Cakka merelakan langsung terbang ke Indonesia hanya untuk melihat bayi Rio dan Ify. Kabar mereka berdua sudah mempunyai anak begiti menyebar cepat.

Mr.Bov pun sudah berada di indonesia sejak sehari kelahiran anak Rio dan Ify. Dan saat ini semuanya begitu gembira melihat bayi laki-laki yang berada di gendongan Ify itu.

“Ahhh. . lucunya ??”gemes Sivia yang duduk di sebelah Ify. Anak Ify memang lebih mirip dengan Ify mulai dari wajah dan mata. Dan kulitnya pun putih bersih. Dan matanya tajam seperti Ify.

“Iya lucu banget kak. Gemesin !!! “sahut Salsha yang juga berada disana.

“Mirip banget sama Ify “tambah Shilla dan diangguki yang lainnya.

“Nanti kalau besar gue ajarin main PSP”ujar Iqbal dengan bangganya. Ify langsung menatap adiknya tajam,

“Gak !!! Nanti sesat kayak loe. Hidup mati PSP mulu. Isshh . . “bantah Ify dengan cepat.

“Eiss . Jangan salah. Main PSP itu sangat penting. Melatih otak dan otot jari kita”

‘Menurut loe itu ! Ogah anak gue kayak loe “elak Ify tegas.

“Bodoh amat. Pokoknya tetap gue ajarin PSP”ujar Iqbal seenaknya. Ify hanya mendesis saja tak menanggapi adiknya tersebut.

Rio dan Alvin masuk kedalam rumah dengan membawa beberapa kotak makanan. Mereka berdua memang disuruh oleh Mr.Bov untuk memesan makanan untuk semua tamu ini.

“Nih ayo makan”ujar Rio dan menaruh makanannya di dekat Iqbal. Semuanya mengangguk saja dan tetap begitu tertarik dengan bayi mungil itu.
Rio segera mengambil tempat duduk di sebelah Mr.Bov. Sedangkan Alvin memilih duduk di sebelah Iqbal yang seperti biasanya. Asik bermain PSP putihnya yang sudah menemaninya selama 5 tahun.

“Jadi . .. anak kamu mau dinamin siapa Yo ??”tanya Mr.Bov. Rio dan Ify langsung bertatapan. Jujur saja mereka berdua juga binggung. Malah kemarin mereka semoat bertengkar adu mulut karena rebutan untuk membuatkan nama anak mereka.

“Mmm. Gini pa . mending papa aja yang buatin namanya. Soalnya Rio sama Ify selalu ribut kalau soal nama. “jujur Rio dan langsung mendapatkan cibiran dari teman-temannya.

“Kapan sih kalian gak bertengkar. Hidup mati bertengkar mulu. Udah punya anak juga”ujar Shilla tajam.

“Gue harap anak loe sabar ngadepin loe”tambah Alvin dan diangguki yang lainnya.

“Yang akur. !! sekali-kali. Malam pertama doang loe berdua akur”tambah Cakka yang niat menggoda.

“Apaan sih loe”serempak Rio dan Ify dengan tatapan tajam. membuat Cakka langsung diam. Mr.Bov mulai membuka suaranya kembali.

“yaudah kalau gitu papa yang akan buatkan namanya . . “ujar mr.Bov . Ify dan Rio tersenyum senang.

“Siapa pa namanya ?”tanya Iqbal yang penasaran. Begitu pun dengan yang lainnya. Mr.Bov nampaknya sedikit berfikir mencoba mencari nama yang cocok yang memang sebenarnya sudah ia fikirkan beberapa hari yang lalu.

“Gimana kalau namanya “ Bima Freedy Haling “ ?”ujar Mr.Bov dengan wajah penuh pencerahan.

“Waahhh ??? Kuat banget tuh nama “ujar Shilla langsung dan benar saja mereka semua langsung membuka mulut mereka. Menganga terkejut akan nama tersebut.

“Gabungan dari Freedmon sama Haling ? keren-keren. Bakalan terkenal nih anak”sahut Iqbal dan disetujui yang lainnya.

“Rio setuju Pa. Gimana Fy ?”

“Aku juga setuju Pa. Bagus namanya “

“Yaudah jadi sekarang nama bayinya Bima “ujar Mr.Bov yang senang karena semuanya setuju. Bahkan sepertinya sang bayi sendiri suka dengan nama tersebut. Ia tiba-tiba saja tersenyum sendiri setelah mendengar nama tersebut.
***
2 hari kemduian . ..
12 Juli 2013

Dan hari ini Alvin sedang menyiapkan sebuah proposal untuk Sivia. Dengan bantuan Rio dan Iqbal , Alvin sudah menyiapkan semuanya. Dan membuat sebuah scenario yang bagus. Alvin saat ini sudah selesai menamatkan kuliahnya dan sekarang sudah resmi menjadi dokter di rumah sakit Arwana. Dan ia pun sudah begitu mantap dengan keputusannya untuk memilih Sivia menjadi cinta terakhirnya dan istrinya.
Bahkan Alvin diam-diam sudah membicarakan ini dengan papanya dan kedua orang tua Sivia. Dan mereka sangat setuju.

Alvin memakai kemeja putih dengan celana jeans pendek dan sepatu kets. Ia memang sengaja memakai baju yang cassual. Alvin sudah berada di sebuah restoran Putih. Restoran yang sangat lama tak pernah dikunjungi lagi oleh Alvin dan Sivia. Karena pengalaman buruk Sivia disini saat 5 tahun yang lalu. Dimana ia hampir gila akan ulah Zahra kepadanya. Dan Sivia sedikit trauma dengan hal itu. Walau ia dan Zahra sudah berhubungan baik dan menjadi satu keluarga.

Alvin duduk disebuah kursi yang strategis. Ia memilih tempat duduk agar bisa melihat pinu restoran. Ia memang sengaja berangkat duluan dan beralasan tidak bisa menjemput Sivia saat ini. Toh restoran tersebut tak jauh dari perumahan Sivia.

15 menit kemudian akhirnya Sivia tiba di restoran tersebut dengan berbalutkan gaun putih yang Alvin belikan 5 hari yang lalu. Alvin menatap Sivia yang memasuki restoran dengan begitu anggun. Alvin bahkan tak menyangka gadis ini menata rambutnya begitu anggun. Dan terlihat Sivia memakai sedikit make Up di wajahnya.

“Loe ke salon dulu ?”tanya Alvin berniat menggoda Sivia, Sivia mendesis tajam dan segera duduk di depan Alvin.

“Cantik . bahkan udah 3 tahun gue gak pernah lihat loe dandan kayak gini”lanjut Alvin dan membiuat Sivia tersenyum sedikit malu.

“Gue gak dandan”

“Sumpah ??”Sivia menggaruk-garuk bagian leher belakangnya. Tenyata ia memang tak pandai untuk berbohong.

“Dikit”

“Hahahahha . makasih “ujar Alvin begitu bahagia. Sivia pun mengangguk dan tersenyum menunjukkan senyum manisnya.

“Tumben ngajak gue ke resotran ini ?”tanya Sivia yang memang penasaran. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar restoran yang terlihat sepi.

“Gue mau mempertemukan loe dengan seseorang “ujar Alvin degan wajah cemas.

“Seseorang ? Siapa ??”

“Nanti loe juga tau. Loe mesan makan aja dulu”suruh Alvin. Sivia pun mengangguk saja meskipun dalam benaknya ia penasaran dengan orang tersebut.

Alvin menanti orang tersebut dengan sedikit cemas, ia berharap rencanannya ini akan berhasil. Sivia pun sama sekali tidak curiga . Ia membuka menu makanan dan mulai memilih makanan yang ia pesan.

Tak lama kemudian orang yang ditunggu oleh Alvin datang. Seorang gadis berparas cantik dan tinggi masuk kedalam restoran. Wajahnya gadis ini sedikit kebule-bulean. Ia adalah gadis berdarah campuran indonesia-German. Gadis tersebut memakai sebuah gaun merah selutut dan tersenyum saat melihat Alvin. Posisi Sivia saat ini adalah membelakangi pintu sedangkan Alvin tepat di depan Sivia sehingga dapat melihat jelas siapa yang akan datang di restoran ini.

“Alvin . . “sapa gadis tersebut dan berjalan begitu anggun menghampiri Alvin. Mendengar suara gadis sontak Sivia langsung menoleh kea rah belakang.

“Waahh . . . “Alvin menunjukkan kekaguman akan kecantikan gadis ini yang sudah berada di depannya. Sedangkan Sivia hanya bisa mengernyitkan keningnya binggung. Bahkan gadis ini langsung duduk disamping Alvin seolah tak menganggap dirinya ada.

“Gimana ? Cantik kan ? bajunya bagus banget loh. Makasih ya sayang udah ngirimin baju ini”ujar gadis tersebut dan tersenyum bahagia kea rah Alvin. Sedangkan Alvin hanya bisa mengangguk canggung. Ia melirik ke Sivia yang menatapnya dengan tatapan Siapa dia ? .

“Ini siapa sayang ??”tanya gadis tersebut sambil menunjuk ke arah Sivia. Alvin dapat melihat jelas Sivia menghembuskan nafas berat dan tersenyum tak percaya.

“Vin . bisa jelasin gak ?? “ujar Sivia menahan emosinya. Ia menatap Alvin tajam. Alvin membalas tatapan Sivia dengan sedikit binggung.

“Oh .. . Ini Sivia kan sayang ??”

“Mantan pacar kamu itu kan ??”lanjut gadis ini yang nerocos seperti kereta ekspres. Dan untuk kedua kalinya Sivia hanya bisa membelakakan matanya dan membuka mulutnya tak percaya.

“Mantan ??”ulang Sivia . Ia mengenggam erat kedua tangannya.

“Vin ???”sivia memanggil Alvin lagi untuk meminta penjelasan. Alvin pun menghembuskan nafasnya beberapa kali. Mencoba untuk menjelaskan semuanya.

“Apa jangan-jangan kamu belum mutusin dia sayang ?? !! Beneran kamu sama dia belum putus ?? “

“Alvin !! Putusin dia sekarang !!! “

“LOE BISA DIEM GAK ??? !!!!! “bemtak Sivia kepada gadis itu. Sivia mulai tak bisa mengontrol emosinya.

“Vi jangan bisa pelanin suara loe gak ?”ujar Alvin yang seolah membela gadis disebelahnya. Dan sekali lagi Sivia hanya bisa menatap Alvin tak percaya. Rasanya ubun-ubun Sivia saat ini sudah panas. Bahkan matanya pun mulai memanas dan memerah.

“Jelasin sekarang!!”ujar Sivia tak ingin berlama-lama disini.

“Di . . .Di . .. di . . a . . . “

“Ahhh kelamaan kamu sayang. Biar aku yang jelasin .. “potong gadis tersebut dan langsung menatap Sivia tajam. Sivia pun menatap gadis itu tak kalah tajam,.

“Gue pacar alvin !! kita udah pacaran sejak 1 minggu yang lalu. Dan tentunya Alvin ngajak loe kesini buat mutusin loe !! Dia udah ngerasa gak cocok sama loe sejak setahun yang lalu !! “

“Sadar gak sih. Alvin itu sudah muak sama loe. Dan gak betah lagi pacaran sama cewek kayak loe Isshh. . Gak nyadar banget sih jadi cewek !!!“

Kini mata Sivia beralih ke Alvin. Masih berusaha meminta penjelasan Alvin. Dan berharap Alvin akan mengatakkan bahwa hal itu tidaklah benar adanya. Alvin menatap Sivia dengan tak enak dan tatapan sangat bersalah.

“Bener Vin?? Lo .e . . Lo . . e . . Loe . . paca . .ran sama dia ?? Dan mu . tus in. . . gue saat ini . . ??”Tangan Sivia terlihat sudah gemetar. Bahkan air mata yang sudah membendung di kedua mata Sivia siap-siap untuk berjatuhan .

“Maaf Vi . . Gue . Bener-bener minta maaf”

“Gu .. . gue . . udah gak cin .. ta sama loe. . Bahkan gu .. gue gak punya perasaan lagi terhadap loe .. “

“Hahahaha . . . “Sivia tertawa pelan. Mencoba menyembunyikan semua perasaanya saat ini. Air mata Sivia yang sudah jatuh pun segera ia hapus saat ini,

“Loe bercanda kan ??”tanya Sivia mencoba memastikan dan memang Alvin hanya mengerjainnya.

“Loe susah banget ya di bilangin !! Ini gak hari ulang tahun loe kan? Dan ini juga gak hari jadian loe sama Alvin kan ??? dan Alvin itu gak bercanda ! Alvin minta putus dari loe !! Ngerti ??”ujar gadis disebelah Alvin itu dengan wajah sinisnya kepadaa Sivia.

“LOE DIEM DEH!! “bentak Sivia ingin sekali menampar gadis tersebut. Melihat situasi yang sudah memanas Alvin pun langsung berdiri.

“Kita bicara diluar aja Vi”ujar Alvin mencoba mencegah perkelahian dua cewek ini nantinya.

“Kenapa diluar ? disini aja “tegas Sivia.

“Gue maunya diluar. Ayo diluar aja. Gue takut loe bakalan ngelakuin hal nekat kepada cewek gue “gadis itu tersenyum puas mendengar ucapan Alvin yang membelalanya.

“Hah ??”Sivia diam sejenak. Ia pun perlahan berdiri dan segera mengambil tas kecilnya.

“Yaudah kita putus Vin. “ujar Sivia menahan air matanya agar tidak jatuh lagi. Setelah itu Sivia langsung memilih berjalan keluar. Ia berjalan dengan langkah cepat. Dan seperti yang tidak diinginkan oleh Sivia. Akhirnya gadis ini tak dapat menahan rasa sakit di hatinya. Dadanya begitu sesak sekali. Dan air mata Sivia pun berjatuhan dengan sendirinya.

Alvin memandang Sivia yang mulai berjalan keluar. Alvin dapat melihat jelas dari belakang tubuh gadis itu bergetar hebat. Alvin tau Sivia sedang menangis saat ini.

“Gue nyusul Sivia dulu”ujar Alvin kepada gadis tersebut. Gadis itu pun mengangguk dan mengasih kode ke Alvin agar cepat menyusul Sivia.

Sivia berdiri di depan restoran untuk menunggu taxi. Karena ia datang kesini pun dengan menaiki taxi. Mobilnya sedang dipinjam oleh Shilla. Dan dirumahnya tadi ia pun hanya sendirian. Sivia tak bisa mengontrol tangisannya. Bahkan satu jam yang lalu ia tak akan menyangka Alvin akan berbuat seperti ini kepadnya. Alvin memutuskannya dengan cara yang paling menyakitkan baginya.

Alvin mengontrol nafasnya dan mengumpulkan keberaniannya. Ia pun mendekati Sivia berhrap Sivia akan memaafkannya.

“Via maaf .. . “ujar Alvin pelan yang sudah berdiri dibelakang Sivia. Sivia merasakan seluruh bulu kuduknya berdiri. Ia mencengkram kedua tangannya erat-erat menahan emosinya untuk tidak mencekik atau membunuh pria dibelakangnya itu.

“Gue sebenarnya mau bilang seminggu yang lalu. Tapi gue takut loe marah . . “

“Maaf Vi. Maaf beribu maaf “Sivia menatapkan wajahnya keatas. Melihat langit yang begitu cerag sekali hari ini. namun tidak seperti hatinya yang begitu tercabik-cabik. Sehebat apapun Sivia mencoba mengontrol tangisannya tetap saja tak bisa. Air matanya terus menerus turun. Karena ia bukanlah Ify yang pandai menyembunyikan rasa sakitnya dan rasa sedihnya. Sivia masih sama dengan Sivia yang dulu. Yang mudah sekali menangis.

“Gue gak berniat sepeerti itu. Tapi gue memang ngerasa kita udah gak cocok. Gue harap loe ngerti. Dan mau nerima semua ini. Gue harap loe maafin gue “Sivia perlahan membalikkan tubuhnya menatap Alvin. Ia menghapus semua air matanya. Menatap Alvin dengan tatapan dingin.

“Loe tega banget Vin ngelakuin ini sama gue “

“mungkin Bukan loe yang harusnya minta maaf. Mungkin seharusnya . .. . Seharusnya . . .. “Air mata Sivia mulai turun kembali, ia mengigit bibirnya beberapa kali menahan air matanya.

“Seharusnya gue . . gue yang minta maaf . . Gue yang udah nyiksa loe setahun ini. Gue yang membuat loe harus terpaksa dan pura-pura masih sayang sama gue . Maaf “Sivia menundukkan kepalanya. Tak ingin menunjukkan tangisanya kepada Alvin. Alvin sedikit tak tega melihat Sivia yang menangis seperti ini.

“Tapi loe harus tau Vin. Sedinginnya gue. Atau sekasarnya ucapan gue ke loe. Gue sangat sayang sama loe. Bahkan gue gak pernah berfikiran untuk berpisah sama loe. Gue selalu membayangkan kalau gue bisa nilkah sama loe nantinya. . .”

“Tapi . . .gue tau itu Cuma angan aja. Gue yang jahat ya Vin . Nyiksa loe selama setahun ?? Maaf. Maaf . . “Alvin ingin sekali menarik gadis ini kedalam pelukannya dan menerikan bahwa ia hanya bercanda. Namun ia harus mengontrol semuanya. Ia harus menjalankan semua rencanannya dengan sempurna.

“Gue masuk dulu Vi. Kasihan dia nunggu “ujar Alvin dengan tak enak kepada Sivia. Sivia mendongakkan wajahnya dan sedikit tak percaya dengan ucapan Alvin barusan. Apa memang benar Alvin sudah tak mempunyai perasaan kepadanya.

“Ahhh .. iya . .iya . .Semoga kalian berdua bahagia dan semoga dia bisa bahagian loe “ujar Sivia dengan air mata yang mengalir kembali. Yah, gadis ini menangis lagi. Rasa yang ada didadanya begitu sesak. Untuk bernafas saja ia merasa susah sekali. dan langsung memilih meninggalkan Alvin. Ia berjalan terus saja. Tak peduli akan tujuannya kemana. Ia hanya ingin pulang saat ini. Dan tak ingin berada di depan Alvin.

Alvin melihat Sivia benar-benar tak tega. Apa ia begitu kelewatan dengan gadis itu. Alvin pun segera memilih masuk kembali. Menghampiri gadis yang ada di dalam restoran itu.

“Gimana Vin ? berhasil ??”tanya gadis itu sedikit cemas sedari tadi.

“Gue gak tega kak. Dia nangis kayak gitu”ujar Alvin dengan wajah blank.

“Gue kasar banget ya tadi ??”tanya gadis tersebut dengan wajah bersalah.

“Udah gak usah fikirin itu dulu ka. Kita harus kesana sekarang . udah ditungguin sama mereka semua “

“Ahh. Iya , . yaudah ayo .. “Alvin dan gadis tersebut pun segera meninggalkan restoran dan menuju ke suatu tempat yang akan menjadi tempat bersejarah bagi Alvin.

*****

Sivia turun dari taxi dan memasuki rumahnya dengan masih sesunggukan. Fikirannya begitu kacau. Wajahnya pun terlihat berantakkan. Dan saat ia masuk kedalam rumahnya mama papanya langsung berdiri dari kursi ruang tamu.

“Ya ampun Sivia kamu kemana aja sayang. Mama sama Papa nungguin kamu dari tadi”ujar Mama Sivia dan segera menghampiri Sivia. Sivia mencoba bersikap biasa menyembunyikan semuanya.

“Hah ? maaf ma. Sivia tadi keluar sama kak Alvin sebentar . .”ujar Sivia.

“yaudah ma Ayo kita berangkat sekarang. Gak enak sama yang lain udah nungguin”sahut papa Sivia. Sivia menatap kedua orang tuanya binggung

“Hah ? emangnya papa sama mama mau kemana ??”

“Udah kamu gak usah banyak tanya. Kita udah hampir telat ini gara-gara kamu. Ayo . . “mama Sivia pun langsung menyeret Sivia yang terlihat binggung sekali. Namun karena fikiran Sivia belum penuh dan blank . Ia pun mengikuti saja apa yang dikatakan sang mama.

Keluarga Pak Aziz pun segera menaiki mobil dan beranjak dari rumah mereka. Menuju tempat yang dimaksudkan oleh pak Aziz dan Bu Aziz. Sedangkan Sivia hanya diam di mobil tanpa mengucapkan sekata dua kata pun. Bahkan ia sedari tadi hanya menatap ke jendela. Dan sesekali ia menangis kembali.

****
Restoran Florida

Pak Aziz, Bu Aziz dan Sivia turun dari mobil. Sivia pun mengikuti mama dan papanya yang berjalan di depannya. Tiba-tiba mama Sivia berhenti.

“Sivia . Ponsel mama ketinggalan di mobil. Kamu ambilin ya. Nanti kamu langsung masuk aja “ujar Mama Sivia.

“hah ? iya ma iya . “Sivia yang masih binggung pun memilih menuruti ucapan mamanya. Sengan langkah lemas ia kembali ke mobilnya dan mengambil ponsel mamanya. Sedangkan kedua orang tuannya sudah masuk duluan kedalam restoran tersebut .

****
Sivia berjalan lemas ke dalam restoran. Ia bahkan tak menyadari didalam restoran itu ada siapa saja. Yang Sivia fikirkan hanyalah kejadian beberapa menit yang lalu. Kejadian yang membuat fikirannya kacau saat ini.

“Hai Vi . .. “sapa seorang gadis dan membuat Sivia langsung tersadar dari lamunanya. Sivia melihat gadis itu dan langsung kaget. Ia melihat banyak orang yang dikenalnya. Bahkan satu gadis yang tak asing baginya.

“Ngapain loe masih disitu. Ayo sini duduk “ujar gadis itu lagi yang tak lain adalah Shilla. Sivia pun mengangguk dan berjalan menghampiri Shilla dengan fikiran yang lebih binggung lagi. Di sana terdapat Papa Alvin, Cakka. Shilla. Ify, Rio, Mr.Bov, Iqbal, Salsha , Mama dan Papanya. Dan satu gadis lagi. Yang tak lain adalah gadis yang bersama Alvin di restoran putih tadi. Sivia menatap gadis itu binggung.

“Kenapa wajah loe kusut gitu ? Loe diputusin sama Alvin ??”tanya Ify dengan santainya. Ia datang dengan Rio tanpa membawa bayinya. Bayi Ify sendiri sudah dirawat oleh Bi Ina di rumahnya.

“Hah ??”kaget Sivia mendengar pertanyaan Ify.

“Loe dicampakkan sama Alvin Kak ? kasihan banget sih loh . . “tambah Iqbal dengan nada sinis.

“hah ?”

“Alvin beneran mutusin loe ? “tanya Rio dengan menatap Sivia seolah ia tak tau apa-apa.

“Ko . . k .. loe .. bisa semua bisa tau ? dan loe semua ngapain disini ?”

“Makanlah . . “serempak Cakka, Shilla, ify, Iqbal, Salsha dan Rio tentunya.

“I . . ini. . . Ad . . a . . apaan Sih ??”tanya Sivia binggung.

“Terus ?? lo . . loe ngapain disini ??”tanya Sivia sambil menunjuk gadis berwajah Indonesia-German itu.

“Ya nemenin gue lah Vi. Dia kan tunangan gue”ujar Cakka santai dan semakin membuat Sivia binggung bercampur tak mengerti dan tambah blank fikirannya saat ini.

“Tuna /.. tunagan loe Kak??”

“Bentar deh . .. . “

Jreeeng . . . . Jreeng . . .

Suara genjrengan gitar membuat semua mata berbalik mengarah kearah sumber suara. Dimana disebuah stage kecil yang disediakan di restoran ini, kini berdidir seorang pria dengan mengenakkan sebuah kemeja putih. Dan tentu saja Sivia tidak asing dengan wajah tersebut.

“Alvin ??”kaget Sivia. Perlahan Rio dan Ify berdiri dan dengan cepat menarik Sivia agar mendekat ke stage tersebut. Sivia yang benar-benar tak mengerti hanya berjalan saja. Fikirannya tak bisa diajak berfikir lagi. Ia seperti orang bodoh yang bahkan 1 + 1 aja mungkin tak tau jawabannya.

“This is for you Sivia . . . . “ Alvin menghembuskan nafasnya beberapa kali. Dan kemudian ia memainkan gitar yang ia bawah dan mulai bernyanyi untuk Sivia. Lagu yang ia ciptakan sendiri sedari kemarin (lagu ini sebenarnya dinyanyiin sama Lee Hongki lagu korea . lagunya keren !! )

I am telling what i feel
Keep preciously in my heart
my true feelings
if i want to say i tear up
the memories go past
if it wasn’t you then would not exist
Today . . .

Sivia hanya bisa mematung. Ia tak peduli malu karena menangis kembali. Ia tak peduli semua orang dibelakangnya menertawakannya. Matanya hanya tertuju kepada pria didepannya ini yang terus bernyanyi. Sivia mendengarkan dan menghayati setiap lirik dari lagu yang dinyanyikan oleh Alvin.

That Day
I was young awkwakrd
Believing in me
Those time when you waited for me
sometimes i hurt you by accident
You always said ..
It’s okay, it’s okay
and became my strength
If i got you upset by saying i’m busy
you might have been upset
but instead you said
It’s okay , It’s okay
and made me feel better

“Sivia . .. . “

“mmm … Ini semua adalah sebuah proposal yang aku siapkan untuk kamu . . . .”Alvin memberikkan gitarnya kepada Rio yang entah sejak kapan sudah berdiri di sampingnya. Rio pun meneruskan Alvin untuk tetap memainkan gitar tersebut. Sedangkan Alvin berjalan menghampiri Sivia perlahan dan tersenyum begitu puas melihat gadis itu menangis saat ini. Dna menatapnya penuh kekesalan.

Perlahan Alvin meraih kedua tangan Sivia. Dan menggeamnya begitu erat sekali. Ia menata Sivia tepat di kedua bola mata gadis ini.

“Mmmm. . . Sivia Azizah . .

“. Would you marry me ??”

Dan kali ini Sivia bener-bener mematung membeku. Ia Spechless dengan semua yang dilakukan Alvin kepadanya hari ini. Sivia tak bisa menjawab. Seolah mulutnya sudah kaku akibat syok beberapa kali.

“Would you marry me ??”ulangi Alvin karena gadis itu tak menjwab dan tetap menangis.Semua orang dibelakang Sivia sudah tegang dan penuh harap Sivia akan menerima lamaran Alvin.
Dan benar saja Sivia mengangguk-anggukan kepalanya berulang-ulang seperti anak kecil.Dan masih saja terus menangis. Alvin yang tak tega langsung menarik gadis ini dalam pelukannya. Alvin memeluk Sivia begitu erat.
Sedangkan Sivia mulai menghentak-hentakkan kakinya beberapa kali. Merasa kesal bercampur bahagia bercampur semuanya menjadi satu. Ia tidak tau harus berbuat apa lagi kali ini. Alvin berhasil sekali mengerjainya. Tangisan Sivia pun semakin memecah. Alvin tertawa sebentar. Setelah itu ia meneruskan lagunya dengan iringan gitar yang diringi oleh Rio.

i love you
my hot heart
today’s proposal
i hope you don’t ever forget
I love you

“ Sivia .. . I love You . . . “ Ujar Alvin mengakhiri lagunya. Ia perlahan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Sivia yang masih membasahi pipi chubby gadis ini.

“YEEEEEEEE !!!! “

“SIVIAAAAAAA ECIEEEEE”serempak Shilla, Iqbal dan Salsha.

“AAARGHHHSSSS JAHAT BANGET KALIAN SEMUA . . . .”teriak Sivia tak terima. Alvin terkekeh pelan. Baginya semuanya sudah terbayar lunas. Perasaan legah menyelimutinya sedari tadi.

“Jangan nangis. Maaf. Maaf ya . .”ujar Alvin meminta maaf kepada gadis ini.

“Ja. . jadi tadi Cuma bercanda ?? “

“gadis itu tadi . .. .”Sivia masih terus sesenggukan. Ia masih tak bisa mengontrol tangisannya.

“Iyalah. Gak mungkin gue selingkuh bahkan gak cinta lagi sama loe . Gadis itu tunangannya Cakka. “

“Aisshhhhh. . . “desis Sivia semakin kesal. Alvin tertaw kembali. Dan setelah itu ia mengambil sesuatu di celanannya.

Alvin mengambil sebuah cincin yang sudah ia siapkan sedari tadi. Ia pun segera memakaikan di jari manis Sivia. Dan saat itu juga wajah Sivia langsung memerah. Ia menjadi marah sendiri.

“makasih . . . Makasih . . . jangan lakuin kayak gitu lagi . . “isak Sivia. Alvin menganggukan kepalanya seolah itu adalah sebuah janji kepada gadis ini. Alvin memebelai puncak rambut Sivia.

“Hahahahahhaha. .. Diputusin Alvin aja nangis. Aelaahh. Aelahh. . .”goda Ify kepada sahabtnya itu. Sivia membalikkan badanya mengarah ke orang-orang yang ikut andil dalam rencana ini.

“Jadi kalian semua juga ikutan ngerjain aku ??”tanya Sivia menatap mama, papanya, sahabat-sahabatnya dan Om Jo.

“IYA DONGGG. . .. “serempak semuanya dan membuat Sivia menangis kembali malah semakin keras. Sivia tak peduli semua orang saat ini begitu puas menertawakannya.

****
2 Tahun Kemudian . . . .

Hari pernikahan Sivia dan Alvin akhirnya tiba juga. Sivia sudah berdiri disamping Alvin dengan mengenakkan baju pengantin warna silvernya. Ia terlihat begitu cantik. Banyak tamu yang hadir disini.

Cakka dan Istrinya. Setelah 1 minggu acara lamaran Alvin dan Sivia, Cakka dan tunanganya tersebut langsung melaksanakan pernikahan di german. Lalu ada Ify, Rio dan si kecil Bima yang saat ini sudah berumur 2 tahu n ½ . Ia semakin tumbuh dewasa dan sangat lucu. Shilla dengan pacar barunya dan juga berencana akan menikah tahun depan. Salsha dan Iqbal pun datang.

“Selamat yaa .. Akhirnya kalian juga menikah . . .”ujar Ify kepada sahabatnya tersebut.

“makasih Fy. “

“Ante cipia . om Apin . celamat ya .. . .” ujar Bima dan menyalami Sivia dan juga Alvin.

“Iya sayang makasih yaa ., , , “gemas Sivia. Alvin sendiri pun langsung menggendong Bima . Mereka semua nampak begitu bahagia sekali.

Bahkan Iqbal dan Salsha pun bulan depan akan melanjutkan kuliah mereka di Prancis. Salsha menerima ajakan Iqbal untuk kuliah disana. Karena papa Iqbal menyuruhnya untuk stay di sana dan mempelajari berbagai bisnis . Karena nantinya Iqbal lah yang akan meneruskan perusahaan Papanya karena Ify sudah tidak menginginkan jabatan tersebut.

Semuanya pun terasa membahagiakan dan berakhir tanpa tangisan lagi. Semua hidup bahagia berharap sampai selamanya mereka semua akan terus tersenyum. Hidup penuh banyak cerita dan mulai sekarang hargai hidupmu. Sedih dan Senang semuanya terus hadapi. Karena itulah tujuan kita hidup. Untuk merasakan kebahagiaan dan kesedihan dan bagaimana kita berusaha untuk menghadapi dua keadaan yang mutlak akan terjai pada kita selama jiwa kita masih berada pada raga kita.

Hidup itu ya seperti ini kan ??? *berkaca*. Hahahaha ^_^

*******

Akhirnya DELOV beneran END. Aku benar-benar mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pembaca yang udah setia menunggu cerita ini. Aku juga berterima kasih kepada roleplayer dari DELOV yang udah semangat membuat cerita ini semakin hidup. Dan aku juga minta maaf kalau sering ngaret atau lain-lainnya. Pokoknya aku beneran mengucapkan banyak terima kasih.

Minta commentnya ya setelah baca ini “ Bagaimana perasaan kalian setelah membaca delov part 1-80 dan epilog ?”. “Dan tanggapan kalian tentang cerita DELOV bagaimana ??” Minta commentnya yaa sebagai comment terakhir di cerita ini. Terima kasih :D:D:D:D

2 thoughts on “DEVIL ENLOVQER – EPILOG ~HAPPY ENDING !! ~ *_*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s