REVIL – 1 “ One Story “

Ini part perdana dan pertama di cerita baru kita. Di cerita ini aku buatnya berbeda dengan cerita-cerita sebelumnya. Dan pastinya banyak ketegangan keterkejutan didalam part-part lainnya. Jadi tunggu saja yaa , terima kasih😀 . dan selalu dan terus jadi pembaca setia ya makasih makasih😀 .

“Dan Maaf kalau nama ceritanya aku izin lagi menggunakan nama artis . Mungkin Cuma nama panggilannya saja. Semoga dapat mengerti , Dan jika ada kesamaan nama tolong dimaafkan..Ini hanya cerita Fiksi dan tidak nyata. Kalau ada yang merasa dirugikan aku sangat minta maaf “

Part One of Revenge of Devil >> follow @luckvy_s . Read and comment . thankyou all😀

REVIL – 1
“ One Story “

“Apa aku tidak boleh menyukai kamu kak??”

“Aku saat ini seperti orang bodoh”

“Apakah kamu tidak tau itu ??”

“Tapi kamu menyakitiku. Menyakiti sampai terdalam . . . ”

“Aku membutuhkanmu kak!! Tapi sekarang ??? Sungguh aku sangat membencimu. Sangat dan sangat . . .”

“Kamu tau kak?? Jangankan mendengar suara kamu lagi. Bahkan setengah detik pun aku tidak ingin lagi melihat wajah kamu!!!! “

*****
Gadis berparas cantik nan polos ini menutup komik yang ia sukai. Ia memasukkan kembali komik yang berjudul “ Detective Conan “ tersebut ddalam tasnya . Ia begitu menyukai sosok Shinici Kudo yang berubah menjadi anak kecil akibat setets racun cair yang dimasukkan kedalam mulutnya.
Gadis ini melihat ke sekeliling sekitarnya, dimana saat ini ia sedang berada didalam busway. Ia melihat jam tangannya. Ia semakin cemas karena sebentar lagi bel sekolah akan masuk. Ia sedikit terlambat dengan busway sebelumnya.

“Semoga aja belum masuk “

*****
SMA VETER

“PAAKKK!!! Bukain pintunya !! pak aku gak mau telat!! Pak aku hari ini ada ulangan!! Paaakkkk!!!!!”teriak seorang gadis manis ini, Hari ini sudah 1 bulan ia berada disekolah barunya. Dan hari ini juga untuk pertama kalinya ia harus telat sekolah gara-gara suatu hal yang sedikit membuat dirinya kesulitan.

“Bukain pintunya sekarang “ujar 3 orang pria yang baru turun dari sebuah mobil Jazz berwarna merah. Pria tersebut berdiri dibelakang Alyssa dengan ekspresi yang datar namun tatapan tajam.

“Kalian lagi ??? Kalian tidak ada kapoknya telat?? Apa kalian tidak punya jam dirumah ?? Hah?? Apa kalian fikir ini sekolah punya bapak kalian ?? Hah??”emosi pak satpam sekolah etrsebut yang sangat hafal sekali dengan tiga pria ini.

“Loe gak bukain dalam hitungan ke 3 . Gue tabrak gerbang ini. “ujar seorang pria yang berada di tengah diantara mereka bertiga dengan nada serius. Membuat satpam tersebut terkejut dan binggung harus berbuat apa

“satu . . “

“dua . . “

“ti . . .”

“Baiklah. . Baiklah. . . “kedua pria tersebut tersenyum penuh kemenangan terkecuali pria yang mengancam satpam tadi. Baginya senyum adalah suatu hal yang tidak akan pernah ia lakukan dan tunjukkan kepada siapapun terkecuali bagi orang terpenting di hidupnya.

Pintu gerbang pun terbuka , ketiga pria itu masuk kembali kedalam mobil lantas memasuki sekolah ini. Sedangkan gadis tadi masih berdiri diam. Ia sangat terkejut dengan yang dilakukan 3 pria tadi.

“Ahh .. “gadis ini mulai tersadar dan merasa punya kesempatan masuk kedalam . Ia segera berlari kedalam sebelum satpam tersebut menutup kembali gerbang sekolahnya.

Setelah berhasil masuk kedalam, gadis itu dengan cepat berlari menuju kelasnya. Ia masih punya waktu 5 menit sebelum ulangan kimianya dimulai. Namun saat ia melewati kantin sekolah yang tak jauh dari kelasnya. Ia memberhentikkan kakinya. Pandangan yang ada dihadapannya saat ini nampak begtu menarik.

“Mereka siapa ??”nampaknya gadis ini memang begitu tertutup dan jarang keluar memutari sekolah ini. Sudah 1 bulan ia sekolah disini namun untuk pertama kalinya lah ia melihat 3 orang tersebut. Namun saat ini matanya tertuju kepada satu sosok. Dan sosok tersebut seolah melupakan bahwa gadis ini harus mengikuti ulangan kimia 3 menit lagi.

Gadis ini menatap dari kejauhan. Dan entah mengapa saat ia melihat pria tersebut ia seolah merasakan suatu rasa yang berbeda. Entahlah ia sendiri tidak mengerti apa perasaan tersebut. Sejak dahulu baru pertama kalinyalah dia merasakan hal ini.

“Apakah aku baru saja bertemu dengan shinici kudo real ?? dia begitu mirip ?? “

“Ada apa dengan jantungku ? seperti berdetak cepat ??”gadis ini memegang dadanya yang aneh. Perasaan yang membingungkan saat ini. Namun sejenak gadis ini terdiam untuk waktu yang sedikit lama.

“OH MY GOD . . . . “teriak Gadis ini begitu keras. Dan benar saja akibat teriakannya tersebut 3 pria yang berada di kantin itu langsung menatap gadis ini.

“KIMIAAA . . . “dengan gerakan cepat dan kilat gadis ini segera berlari ke kelasnya. Ingatannya akan ulangannya tersebut sudah kembali dan harus meninggalkan pemandangannya yang begitu menarik baginya.

Disisi lain, dikantin tak jauh dari tempat gadis itu berdiri tadi , sosok 3 pria sedang mengernyitkan kening melihat kelakuan gadis aneh menurut mereka.

“Siapa gadis itu ??”tanya seorang pria yang cukup penasaran.

“Sepertinya anak kelas 1 ? adik kelas mungkin “lanjutnya lagi

“Apakah dia salah satu paparazi kita ?? Tapi gue sama sekali gak pernah melihat gadis itu. apa dia Anak baru ???”

“gak penting”dua kata yang sangat sangat singkat nan jelas mampu membungkan mulut pria tersebut . Sedangkan pria yang duduk disampingnya hanya terkekeh pelan.

“Vin . Sudah gue bilang kan jangan bicara hal yang tidak penting di depan macan satu ini”ujar pria bernama Alvin tersebut ke dirinya sendiri. Saat ini ia duduk ditengah dintara kedua temannya.

“Yo, loe dikatain Alvin macan”aduh pria bernama Gabriel atau Iel dengan tanpa dosanya. Pria bernama Alvin tersebut hanya bisa memejamkan matanya kuat-kuat. Ia saat ini hanya bisa berdoa. Berharap pria disamping kanannya alias pria yang ia sebut macan tadi alias pria yang bernama Rio tersebut tidak membunuhnya hidup-hidup di kantin ini.

“loe gak pingin gue hajar sekarang kan Vin ??”tanya Rio dengan wajah dan nada yang sangat datar. Tatapannya masih kearah depan tanpa menoleh kearah mana pun. Ia mengambil botol minumannya.

“Aisshh. . sialan loe iel . Awas loe!!!”ancam Alvin pelan kearah Iel. Sedangkan Iel dengan tanpa dosanya hanya mengangkat bahunya seolah tidak peduli dengan apa yang akan terjadi kepada teman karibnya tersebut.

“Loe mau nyuruh gue apa ??”tanya Alvin to the point. Karena bagi seorang Rio siapa saja yang mengejeknya atau membuat kesalahan satu huruf saja ia harus menuruti ucapan Rio atau dia akan benar-benar mendapatkan suatu hal yang bagaikan mimpi buruk bagi orang tersebut.

“Bawakan gadis tadi kesini”ujar Rio singkat. Alvin membelakakan matanya sedikit kaget . Begitu juga dengan iel namun dengan cepat ia menghilangkan ekspresi kagetnya tersebut.

“Gadis tadi?? Yang mana ?”tanya Alvin binggung.

“Yang loe berdua bicarain tadi “jawab Rio sedikit sabar. Alvin diam sejenak.

“Kata loe gak penting”sahut Alvin lumayan pelan. Rio langsung menatap Alvin tepat dikedua bola mata Alvin. Dalam hitungan detik dan tak butuh waktu lama Alvin segera berlari meninggalkan tempat tersebut. Tatapan Rio memang benar-benar sangat menakutkan. Siapa saja yang melihatnya pasti akan lari sejauh mungkin seperti Alvin saat ini.

“Prince Of dead eye hahahaha . Hanya orang bodoh yang takut sama tatapan loe”ejek Iel tanpa beban. Ia menaruh kakinya diatas meja tak peduli Rio yang meliriknya begitu tajam.

“Mmmmm . . . “Iel kembali menurunkan kakinya, Lantas menolehkan wajahnya ke arah Rio dengan wajah yang ingin menanyakan suatu hal.

“Loe tertarik sama tuh cewek ?? ??”Rio menolehkan balik wajahnya kearah Gabriel.

“Enggaklah “

“Loe mau gue ramal “

“Persetan dengan ramalam loe”sahut Rio dengan cepat. Baginya Iel adalah orang gila yang selalu bicara dengan ramalan yang ia buat sendiri. Dan bisa dipastikan semua ramalan Iel benar-benar fatal hasilnya. Alias gagal Total !!.

“hahahahahaa. Tapi gue serius akan ramalan gue “ujar Iel kembali serius. Namun Rio nampaknya tidak tertarik dengan hal tersebut. Rio menatap ke arah depan kembali.

“Dia . . . . . . akan membuatmu gila”Gabriel lantas tertawa sendiri setelah mengatakkan hal tersebut. Dan Rio hanya bisa tertawa sinis saja.

20 menit kemudian Alvin datang dengan gadis yang ia seret paksa. Gadis tersebut terus berteriak-teriak agar Alvin melepaskannya. Rio dan Gabriel menatap kedua orang tersebut dengan tatapan “entahlah”.

“Assshhh!!!”kesal Alvin dan langsung melepaskan gadis tersebut setelah sampai di hadapan Rio dan gabriel. Alvin kembali ke tempat duduknya . Sedangkan Gadis tersebut hanya melongo tak jelas melihat ketiga pria ini. Ia benar-benar tidak tau apa-apa.

Dan hanya dengan waktu 10 detik saja, seluruh murid-murid keluar dengan cepat tak ingin ketinggalan pemandangan yang sangat langkah untuk sekolah ini. Karena baru pertama kalinya lah Alvin menyeret seorang gadis dan dihadapkan ke Rio. Karena biasanya gadis-gadislah yang mengerjar mereka bukan mereka yang mengejar gadis-gadis tersebut.

“Profil of 3 boys “

Alvin, Rio dan Gabriel. 3 pria yang sangat terkenal bahkan dari mereka SMP. Mereka dipertemukan 4 tahun yang lalu saat mereka bertiga duduk di sekolah menengah pertama. Dan sampai sekarang mereka bertiga selalu bersama. Dan saat ini mereka telah duduk di kelas 11.
Tidak ada ketua atau boss diantara mereka bertiga namun entah mengapa yang paling terlihat berkuasa di antara mereka adalah Rio. Karena sifat Rio paling buruk diantara mereka bertiga. Dari dulu mereka bertiga selalu dikenal dengan tukang ribut di sekolah. Siapa yang mencari gara-gara dengan mereka bertiga sedikit saja. Bisa dipastikan orang tersebut akan habis ditangan mereka bertiga.
Namun dengan ulah buruk mereka , guru-guru tidak ada yang berani menegur atau memasukkan mereka ke ruang BK. Why ?? Karena seburuk-buruknya kelakuan 3 orang ini. Namun mereka bertiga memiliki prestasi yang luar biasa dan tidak akan ada yang percaya akan prestasi yang didapan oleh 3 pria ini.
Rio adalah King of the Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Entah darimana pria berhati batu tersebut memiliki kemampuan itu. Ia sama sekali tidak pernah belajar dalam hidupnya. Bahkan ia jarang masuk ke kelas kecuali ada ulangan atau ujian. Dan dengan tidak masuk akalnya pria ini selalu mendapat nilai 100 di 4 mata pelajaran tersebut. Awalnya banyak guru yan tidak percaya namun setelah di uji langsung oleh banyak guru. Meman g benar Rio mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam hal ke 4 mata pelajaran tersebut. Namun Rio memiliki sifat yang sanbgat buruk sekali. Ia tidak pernag tersenyum kepada siapapun entahlah sejak kapan senyum dari seorang Rio menghilang begitu saja. Dan Rio terkenal suka mempermainkan wanita seenak jidatnya. Rio selalu melakukan apapun yang ia inginkan. Dan keinginannya harus terkabul. Sekali lagi HARUS dan WAJIB. Jika tidak ??? . You now that so well . .
Beda Rio, beda lagi dengan Gabriel. Gabriel selalu menyumbangkan mendali gold untuk sekolah ini, Ia adalah atlit pelari tingkat internasional. Dan juga atlit karate dengan sabuk hitam yang sudah ia dapat sejak ia duduk di kelas 1 SMP. Sungguh mengagumkan bukan ?? . Namun otak Gabriel pun tidak buruk-buruk sekali. Ia juga pintar seperti Rio namun jika dibandingkan tentu saja Rio lah pemenang akan ukuran kepintaran diantara 3 orang ini . Sifat Gabriel bisa dikatakan pendiam namun suka sekali mengadu Alvin dengan Rio demi hiburan dirinnya sendiri. yah seperti saat tadi ? Gabriel selalu mengadukkan Alvin ke Rio jika Alvin menjelek-jelekkan Rio. Baginya itu adalah tontonan yang sangat menarik.
Dan yang terakhir adalah Alvin. Alasan kenapa Alvin tidak dikeluarkan dari sekolah ini ?? Karena pemimpin dari yayasan ini bahkan penyumbang terbesar dari yayasan sekolah ini merupakan kakek Alvin dan tentu saja semua harta warisannya akan jatuh ke tangan Alvin yang merupakan cucu tunggal. Ditambah Alvin sudah tidak punya ayah dan Ibu sejak kecil. Dimana kekayaan kakeknya pun tak terhitung bisa dibilang bahkan 10 keturunan tak akan habis, Namun untuk kemampuan bassic Alvin sedikit tertinggal jauh dari Rio dan Gabriel. Namun Alvin sangat pandai berenang. Ia selalu menang jika berlomba renang dengan Gabriel dan Rio. Namun Alvin sedikit penakut. Karena saat kecil Alvin pernah hampir mati karena petir dan sampai saat ini Alvin sangat takut dengan petir. Dan satu hal lagi yang Alvin takuti adalah Rio. Entah mengapa Alvin selalu menuruti semua yang Rio suruh untuknya.
Dan bisa dikatakan, Ketiga pria ini benar-benar luar biasa. Namun persahabatan mereka bertiga begitu lekat sekali. Mereka tidak pernah bertengkar sama sekali selama mereka berteman . Dan kedua kalinya luar biasa bukan ??. Itulah mereka bertiga yang membuat setiap mata tertarik dengan ketiga sosok ini.
Profil End

*****

“Siapa nama loe?”tanya Rio dingin. Ia menatap gadis ini dari atas sampai bawah. Dan sama sekali tidak ada yang spesial dengan gadis ini. Kurus, dagu tirus, mata bulat, rambut sesiku, bibir kecil. Just that ??.

“Siapa nama loe??”tanya Rio lagi dengan suara sedikit tinggi membuat gadis ini lansung membuka suaranya dengan cepat.

“:Alyssa . . “

“Hahahaha. “Iel terkekeh pelan sambil mengambil gelas minumannya.

“Loe tau kita siapa??”

“Enggak “

“Loe kelas berapa ??”

“Satu”

“Ngapain tadi loe ngintip kita ??”skak mat gadis tersebut langsung terdiam seribu bahasa. Kedua tangannya ie remas-remas karena takut. Bibirnya pun ia gigit.

“Loe suka sama kita ??”

“Enggak kak”jawab Alyssa benar-benar ketakutan.

“Shinici Kudo . . “ujar Gabriel dan berhasil membuat gadis tersebut membelakak terkejut. Alvin dan Rio menoleh ke arah Iel dengan binggung. Apalagi Rio yang begitu sangat penasaran.

“Dia suka sama loe Yo”jawab Gabriel tenang menerawang akan ramalannya dan benar-benar tidak akan meleset.

“Cissh . . “desis Rio sinis perlahan kembali menatap gadis ini yang semakin ketakutan. Dan semua murid bahkan guru masih mengintip dalam diam.

“Loe mau jadi pacar gue ??”

Semua mata yang tertuju ke 4 orang ini langsung melebar semuanya. Terkecuali Rio dan gabriel. Bahkan jika gadis bernamakan Alyssa ini tidak menahan tubuhnya sendiri mungkin ia sudha terjatuh karena keseimbangan tubuhnya berkurang.

“Dia gak gila kan iel ??”bisik Alvin benar-benar sangat terkejut seperti yang lainnya. Karena dalam kamus seorang Rio tidak pernah ada kata menembak gadis apalagi gadis yang baru ia lihat pertama kalinya.

“Yo, Alvin ngatain loe gila”

PLAAAKKK

“Sialan loe iel . .. “desis Alvin menahan rasa sakit di belakang kepalanya. Karena dengan gerakan sangat cepat dan kuat Rio memukul belakang kepala Alvin. Gabriel hanya mengembangkan seulas senyum tak peduli.

“Loe mau jadi pacar gue ??”tanya Rio lagi karena gadis ini masih tidak menjawab dan hanya menatapnya dengan tatapan tak percaya.

“Loe diam gue anggap setuju”ujar Rio seenaknya sendiri. Ia segera berdiri dan meninggalkan kantin beserta Ify yang masih terus diam. Gabriel ikut berdiri begitu juga dengan Alvin. Mereka segera menyusul Rio yang sudah berjalan duluan.
*****

Sepulang sekolah ketiga pria ini sudah bertengger manis di mobil Jazz merah yang merupakan milik Gabriel. Dan selalu mobil tersebut yang mereka pakai. Bukan karena Alvin dan Rio tidak punya mobil sendiri hanya saja mereka sudah begitu nyaman jika menaiki mobil Gabriel. Dan pemiliknya sendiri tak mempermasalakan hal tersebut.

Gabriel mulai menjalankan mobilnya keluar dari sekolah ini . Alvin yang berada disamping Gabriel ask bermain ponselnya. Sedangkan Rio yang duduk dibelakang pun sedang menikmati lagu yang ada di ipodnya.

TIIITTIIIITTT

Gabriel memberhentikkan mobilnya dan membunyikkan klakson mobilnya ke seseorang membuat Alvin dan Rio mengawasi saja apa yang dilakukan oleh gabriel.

“Loe mau pulang ???”tanya Gabriel kepada orang tersebut . Gadis yang ditanyai itu rupanya cukup kaget.

“I . . ya . . kak . .”jawab gadis tersebut yang tak lain adalah Alyssa.

“Masuk kedalam”suruh Gabriel sambil menunjuk ke arah belakang. Rio membelakakan matanya.

“Loe apa-apan sih ??”emosi Rio dengan wajah tak suka.

“Loe mau nyari mati sama Rio ya ??”tambah Alvin merutuki kebodohan yang dilakukannya sendiri.

“Dia pacar loe kan sekarang ?? lagian ini mobil siapa ? gue kan ??”

“Tereserah loe!!”jawab Rio malas dan segera memakai headshetnya kembali. Gabriel tersenyum puas melihat reaksi sahabatnya tersebut yang begitu menghiburnya.

“Ayo naik”

“Tapi kak . . .”

“Loe gak mau naik ?? didalam ada pacar loe nunggu tuh “mendengar ucapan Gabriel sepertinya gadis ini begitu senang. Ia pun langsung mengangguk menyutujui ajakkan Gabriel. Ia segera masuk kedalam mobil Gabriel.

“Pacar ?? besok juga sudah diputusin sama Rio”gumam Alvin sangat yakin dan yakin sekali. Setelah itu Gabriel segera menjalankan kembali mobilnya.
Kondisi di bagian belakang begitu canggung. Bahkan Alvin yang duduk di depan brsama Iel yang konsen menyetir ikut gugup sendiri, Alvin tak henti-hentinya melihat spion mobil. Melihat bagaimana kondisi di belakang mobil.

Iel merasa menyalakkan music di dvd playernya, ia sangat tidak suka dengan situasi panas ini. Benar-benar membuatnya sedikit bosan.

“Loe kelas berapa??”iel mulai membuka pembicaraan. Gadis tersebut menatap Iel binggung. Karena apakah iel bertanya kepadanya atau tidak.

“Kakak tanya sama aku ?”

“Cissh . . “gidik Rio dengan lirikan tak enak kepada Alyssa Ia merasa gadis ini begitu bodoh menurutnya.

“Iya”jawab Iel kemudian.

“Satu-A”jawab Alyssay sedikit takut.

“Oh satu-A . .”Iel mengangguk-anggukan kepalanya.

“Loe beneran mau jadi pacarnya Rio??”

“Rio ??”tanya Alyssa balik. Ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa ia tak tau siapa “Rio” . Karena ia memang sama sekali tidak mengenal nama itu.

“Loe gak kenal Rio ??”tambah Alvin dengan wajah syok. Rio sedikit melirik ke gadis disebelahnya ini. Berharap bahwa gadis ini tidak akan bahkan tidak pernah mengatakkan kata “tidak”.

“Enggak”jawab Ify dengan wajah yang sangat dan sangat polos.

CTYAAAAARRRRR

Seperti mendapat seribu sambaran petir Rio hanya bisa membelakakan matanya bahwa gadis ini tidak tau namanya. Alvin menahan tawanya sedangkan Iel sudah habis-habisan menertawai sahabatnya tersebut yang terlihat marah.

“Loe . . . .”Rio menunjukkan tangn telunjuknya kea rah Alysa. Alyssa mengigit bibirnya sangat takut dengan wajah Rio saat ini.

“LOE BERAPA TAHUN SIH SEKOLAH DI VETER ?? “

“LOE BENERAN GAK TAU RIO SIAPA ??HAH??”

“SUMPAH LOE GAK TAU ??? Aisshh . . .. “Ify benar-benar ketakutan sekarang. Rio seperti macan gila saat ini. Amarahnya memang mudah untuk meluap.

“Gak usah ketawa loe berdua!!!”bentak Rio dan membuat dua pria didepan tersebut langsung diam seribu bahasa.

“Yang disamping loe itu namanya Rio”jelas Gabriel dan tepat sekali membuat Alyssa membelakakan matanya dan langsung menatap Rio tak enak sendiri.

“Maaf kak. Aku benar-benar gak tau”ujar Alyssa memberanikan diri.

“Sebenarnya apa sih yang loe lakuin di sekolah ? Apa loe gak pernah lihat gue??”tanya Rio masih tidak terima.

“Gak pernah”jujur Ify. Rio menghembuskan nafas befratnya beberapa kali.

“Loe harus ingat !! dan catat baik-baik di otak loe saat ini!!. “

“Gue Mario Stevano Haling atau Rio !!. Dan gue saat ini pacar loe !! Ngerti !!!”Alyssa langsung saja menganggukan kepalanya tak ingin embuat Rio marah lagi. Entah mengapa ia juga menyetujui keputusan sepihak pria tersebut.

“emangnya kakak suka sama aku ??”tanya Alyssa lagi tepatnya ke Rio.

“Enggak”jawab Rio singkat padat dan jelas. Alyssa sedikit binggung saat ini.

“terus ?ngapain kakak nyuruh Alyssa jadi pacar kakak?”

“Loe gak mau jadi pacar gue ??”balas Rio dengan nada tak enak.

“Bukannya gitu. Kan biasanya orang yang pacaran itu kan saling suka atau saling cinta “

“Masalahnya gue gak perlu butuh kata suka atau kata cinta. Dan bisa gak loe berhenti tanya-tanya sekarang. Atau loe gue turunin disini”ancam Rio dan membuat gadis itu langsung mengangguk-anggukan kepalanya. Ia menyetujui saja apa yang dikatakan pria ini. Entahlah yang gadis ini tau bahwa ia takut dengan pria yang bernama Rio.

Gabriel memberhentikkan mobilnya tepat di depan rumah Alyssa. Gabriel sangat pintar menemukkan alamat yang bahkan berada diplosok-plosok. Alyssa membuka pintu mobil dan berjalan keluar. Alvin dan gabriel menatap rumah gadis tersebut yang bisa dibilang lumayan besar. Rumah dengan desain sederhana dan cat warna putih. Di samping rumah tersebut pun terdapat kolam renang. Namun rumah itu terlihat sangat sepi sekali.

“Loe tinggal sendiri??”tanya gabriel saat gadis itu sudah berada didepan gerbang rumahnya.

“Enggak. Sama Papa. “

“Mama??”kini giliran Alvin yang merasa penasaran.

“Udah gak ada”jawab Alyssa polos namun dengan senyuman yang masih ia lihatkan di bibirnya. Alvin dan gabriel mengangguk-angguk merasa tak enak sendiri. Sedangkan Rio?? Ia hanya menatap ke depan tanpa penasaran apa yang ada dengan gadis itu dan semacamnya.

“Kak Rio gak minta nomer Alyssa??”tanya gadis ini yang benar-benar 100% polos sekali. Karena memang ini pertama kalinya Alyssa ditembak seorang pria dan mempunyai pacar.

“Gak perlu. Jalan Iel “jawab Rio dingin bahkan untuk menatap gadis tersebut saja Rio merasa enggan.

“Kita cabut dulu ya Al. Bye “Alyssa hanya mengangguk-angguk dan masih tersenyum. Ia bahkan tidak marah dengan sikap Rio yang seperti itu kepadanya. Dalam hatinya ia malah merasa tertantang dengan pria tersebut.

“Shinici kudo . ..:”

****
Keesokan Harinya

Alyssa menguap di dalam kelas. Mata pelajaran pertama hari ini adalah Desain Graph . sebuah mata pelajaran yang sangat ia sukai, namun ia sangat mengantuk hari ini. Untuk membuka matanya saja terasa susah saat ini.

“Al. Loe semalam bergadang ya ??”tanya teman sebangku gadis ini yang bernama Sivia. Gadis ini pun sama cantiknya seperti Alyssa bahkan bisa di bilang manis dan lebih cantik daripada Alyssa.

“Iya”

“Loe beneran nyari info tentang kak Rio ??”

“Iya”

“Loe beneran suka sama dia??”

“Iya”

“Aisshh. . Loe benaran pacaran sama dia??”

“Iya”

“Sebagai sahabat loe dari kecil bahkan dari kita lahir. Gue bilangin ya Al sama loe. Ketiga cowok itu brengsek. Baik Si Alvin, Rio atau gabriel. Mereka itu pemain wanita. Mereka itu gak normal. Tapi kalau kak gabriel masih normal sedikit sih. Tapi yang namanya Rio itu bener-bener bukan cowok baik-baik Al. Sumpah percaya sama gue “

“Iya gue udah tau semua”

“Lah tuh loe udah tau ? ngapain loe mau pacaran sama dia??”

“Gue udah bertekat akan jadi pacar yang baik untuk kak Rio dan akan merubah semua sifat kak Rio”ujar Alyssa mentap dengan mata yang sudah tertutup. Wajahnya ia senderkan diatas meja .

“Otak loe udah kebagi sepuluh”desisi Sivia merasa kasihan dengan sahabatnya tersebut.

****
Istirahat . .

Sivia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sahabatnya yang sudah berlari keluar kelas dengan sebuah bekal ditangannya dan satu comic detective conan.

“Katanya ngantuk ??? kemana sih nih bocah “Sivia pun memilih untuk mengikuti kemana gadis itu pergi.

Alyssa memang sedari pulang sekolah kemarin ia langsungmencari tau info tentang seorang Rio. Makanan apa yang Rio suka, Rio benci dengan apa, Dimana Rio berada bila istirahat, Apa hobby Rio. Alyssa menanyakan semuanya kepada semua teman-temannya yang tau.
Dan ia tidak tidur hanya demi info tersebut. Dan sebelum berangkat sekolah tadi, ia menyibukkan di dapur hanya demi membuat pancake chocolate kesukaan Rio.
Alyssa menaiki tangga untuk menuju atap sekolah. Dimana ketiga pria tersebut selalu berada disana jika sedang istirahat. Dan benar saja saat ini Alyssa melihat ketiga pria tersebut sedang . . . .

“mereka merokok??”Alyssa nampaknya sangat terkejut. Ia pun perlahan berjalan mendekati ketiga cowok tersevut.

Gabriel menyadari kedatangan Alyssa dan langsung membuang rokoknya begitu saja, sedangkan Alvin dan rio yang juga tau kedatangan gadis ini tidak menggubris dan masih tetap merokok sesuka mereka.

“Ngapain loe kesini ?”tanya Rio sinis. Alyssa mengembangkan senyumnya. Ia mencoba menghilangkan rasa sedikit takutnya dan kagetnya dengan apa yang dilakukan kakak-kakak kelasnya tersebut.

“Mau ngasih ini sama kakak”Alyssa menjulurkan kotak bekalnya ke Rio. Rio mengernyitkan keningnya. Sedangkan Gabriel begitu tertarik dengan buku yang dibawah oleh Alyssa.

“eh . . “

“detective conan??”Alyssa sedikit terkejut karena Gabriel tiba—tina mengambil comicnya dari tangan kirinya.

“Gue gak lapar”tolak Rio tegas dan membuang sisa buntung rokoknya.

Uhuukk . .uhuukk . .

“Loe itu gak bisa merokok jadi jangan ikut-ikut gue atau Rio merokok. Loe mau dibunuh sama kakek loe”omel Gabriel kepada Alvin dan langsung membuang rokok Alvin. Sedangkan Alvin masih terus batuk-batuk tak jelas.

“Ini pancake chocolate kesukaan kak Rio”Rio menatap gadis ini.

“Loe nyari tau tentang gue ??”dengan yakin Alyssa menganggukkan kepalanya.

“Aku nyari semua tentang kakak”jawab Alyssa. Rio yang nampak tak peduli langsung mengambil kotak bekal ditangan Alyssa dengan sedikit kasar.

“Udah gue ambil kan? Terus ngapain loe masih disini ??”tanya Rio yang sangat jelas niat mengusir gadis ini.

“Yo dia pacar loe kan. Yang lembut dikit kek”ujar Gabriel tenang sambil membolak-balik comic Alyssa tanpa menatap Rio ataupun Alyssa. Alvin pun ikut menangguk-anggukan kepalanya. Karena selama ini Rio tidak pernah menembak seorang gadis dan baik Gabriel atau Alvin tak tau apa tujuan Rio menembak gadis ini. Bahkan Rio sendiri tidak mengenal siapa seorang Alyssa.

“Gak usah ikut campur loe berdua “

“udah sana pergi atau loe mau gue seret dulu baru pergi”Alyssa langsung menggelengkan kepalanya takut.

“Iel balikin comic dia. Gue males ketemu dia”

“Maaf kak”lirih Alyssa menahan agar dirinya tidak menangis. Kata Rio memang sangat menyakitkan.

“Yaudah loe pergi sana!!. “

BRRAAAKKK

Rio menatap Alyssa tajam bahkan Rio dengam teganya membuang begitu saja bekal yang dibuatkan oleh Alysa. Dan membuat pancake chocolate tersebut jatuh berserakan. Nampaknya Gabriel dan Alvin tidak terlalu kaget dengan kejadian didepan mereka. Gabriel malah masih asik dengan comic Alyssa. Dan Alvin hanya menatap saja dua pertarungan hebat ini. Namun bagi satu orang gadis yang mengintip kejadian tersebut itu sangat bukan apa-apa. Ia menahan emosinya sejak tadi.
Yah, sedari tadi Sivia sudah bersembunyi dan melihat apa yang dilakukan sahabatnya tersebut. Dan ia begitu terkejut melihat sikap Rio kepada sahabatnya.. menurutnya sangat keterlaluan.

“LOE FIKIR LOE BERTIGA SIAPA HAH??”bentak Sivia dengan keras. Ia langsung keluar dan berjalan mendekati Alyssa. Bukan hanya Alyssa saja namun ketiga pria tersebut juga kaget dengan keadatangan gadis tersebut.

“Loe bertiga emang brengsek ya !!”tambah Sivia tak ada takutnya. Alyssa menarik tangan Sivia merutuki apa yang diucapkan oleh Sivia etrsebut.

“Via apaan sih. Udah udah jangan marah-mararh”ujar Alyssa pelan dan takut. Mencoba menahan sahabatnya tersebut.

Mendengar ucapan Sivia itu baik Alvin, Gabriel dan Rio tak ada yang tak terima. Ke enam mata tersebut lantas menatap Sivia dengan tajam dan dingin.

“Gak usah mentang-mentang loe bertiga tenar disini, Bisa seenaknya aja “

“Dan buat loe . . “Sivia menunjuk Rio dengan tatapan yang beradu.

“Loe gak bisa bilang makasih ya ?? Hah??”

“Alyssa sudah kerja keras buatin tuh makanan enak buat orang hina kayak loe . dan loe buang itu makanan .aissh . .lucu banget sih loe bertiga”

“Via udah. Apaan sih via. Via udah. Ayo kita pergi “

“Lepasin!!”Sivia melepaskan tangan Alyssa dengan sedikit kasar. Rio, Gabriel dan Alvin masih diam saja menahan emosi mereka.

“Dia gak tidur hanya mencari info tentang loe. Sms kesana sini telfon kakak kelas kayak cewek gak punya muka. Dan ini rekasi loe ?? Loe mau jadiin pacar dia ? atau pajangan loe??”

“Putusin dia Al. Gue gak suka dengan mereka bertiga!!! Tiga pria brengsek!!”

“Loe . . .”Gabriel mulai berdiri dengan tatapan yang sangat mematikan. Nampaknya ia sudah kenyang dengan hinaan gadis ini. Perlahan gabriel mendekati Sivia dan Alyssa. Alyssa sudah ketakutan minta ampun. Sedangkan Sivia hanya membalas tatapan Gabriel tanpa ada rasa takut.

“Hanya orang gila yang ngurusin orang brensek kayak loe loe loe “ucap Sivia sinis dan langsung membalikkan badanya berniat untuk pergi.

“Ayo Al. Pergi dari sana. “teriak Sivia keras. Gabriel hanya bisa membelakakan matanya, baru perama kalinya bagi dirinya dan kedua temannya tersebut di hina oleh gadis seperti itu.

“Kak maafin teman aku ya. Kak Alyssa minta maaf. Dan maafin Sivia juga. Maaf ya kak Maaf”Alyssa meminta maaf dengan wajah yang sangat merasa bersalah dan dengan cepat segera menyusul sahabatnya. Alyssa benar-benar tak menyangka Sivia bisa berbuat seperti itu.

“Brengsekk . . . . cissshh . . “desisi Rio sedikit syok dengan kejadian barusan.

“Siapa sih dia ?? nyari mati sama kita”lanjut Rio memang tak terima dengan ucapan Sivia.

“Vin loe cari tau siapa gadis itu”

“Gue ? ogah “

“Loe gak mau ??”serempak Gabriel dan Rio bersamaan dan membuat Alvin mau tak mau langsung mengangguk pasrah .

“Nasib nasib “desis Alvin.

“Kelihatannya dia ingin benar-benar tau tentang bagaimana brengseknya kita Yo “ ujar gabriel penuh makna. Rio mengangguk dengan smrik smile yang mematikan.

****

Sivia masuk kedalam kelasnya dengan wajah tak enak. Ia langsung duduk sambil menahan semua emosinya. Tak lama kemudian Alyssa pun masuk kedalam dan menhmapiri Sivia dengan wajah sedikit marah.

“Via loe apa-apan sih ?? “

“Loe yang apa-apaan. Pokoknya gue gak setuju loe pacaran dengan Rio”

“Tapi Vi . . “

“terserah loe deh Al. Intinya gue udah bilang kan sama loe “

“Vi gue Cuma mau buat kak Rio berubah. Gue mau jadi pacar yang baik buat dia”

“Iya gue tau loe baik, Tapi dia enggak”

“Vi pliss . “

“Loe beneran cinta sama dia ?”

“Hmm. . “dehem Alyssa dan mengangukkan kepalanya. Sivia menghelakan nafas beratnya.

“terserah loe. Tapi sekali saja ada apa-apa dengan loe jangan pernah halangin gue lagi buat habisin tiga brengsek itu. Ngerti ??”

“Makasih Sivia. Makasih. Gue janji gue gak akan kenapa-kenapa. mereka baik kok anaknya”

“berhenti bicarin tiga brengsek itu”

“Iya iya iya . .makasih Sivia . “Alyssa pun langsung memeluk sahabatnya tersebut merasa senang setidaknya Sivia menyetujui hubungannya dengan Rio. Sivia masih tidak yakin, karena ia sungguh cemas dengan bagaimana nasih sahabatnya tersebut nantinya .

Bersambung , . . . . . .

Ini part pertamannya ?? gimana?? Jelek? Aneh? Atau gimana? Sumpah saya juga binggung apa cerita ini hahahaha. Comment yaa kalian semua di cerita baru ini. Semoga banyak yang suka Amin. Terima kasih😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s